Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ puasa”

Showing 1–10 of 15 results

  • Puasa idealnya menjadi waktu Sobat untuk banyak melakukan ibadah dan meninggalkan kebiasan buruk. Terutama bagi para perokok aktif, puasa seharusnya bisa menjadi latihan untuk menghentikan kebiasaan buruk tersebut. Seperti diketahui, selain makan dan minum, merokok merupakan salah satu hal yang dinantikan oleh seorang perokok aktif saat berbuka puasa. Sehingga setelah berbuka, seringkali perokok akan segera […]

    Dampak Langsung Merokok Setelah Buka Puasa

    Puasa idealnya menjadi waktu Sobat untuk banyak melakukan ibadah dan meninggalkan kebiasan buruk. Terutama bagi para perokok aktif, puasa seharusnya bisa menjadi latihan untuk menghentikan kebiasaan buruk tersebut. Seperti diketahui, selain makan dan minum, merokok merupakan salah satu hal yang dinantikan oleh seorang perokok aktif saat berbuka puasa. Sehingga setelah berbuka, seringkali perokok akan segera menyalakan rokoknya. Padahal langsung merokok saat berbuka puasa sangat tidak disarankan, karena memiliki beragam dampak yang buruk bagi tubuh.

    Rokok sendiri pada dasarnya menyebabkan beragam penyakit hampir ke seluruh organ tubuh. Penyakit yang sering ditimbulkan seperti kanker, penyakit kardiovaskular, stroke, penyakit paru obstruksi kronis termasuk emfisema dan bronkitis akut, diabetes, dan lainnya. Ketika berpuasa, kita tidak mengonsumsi makanan dan minuman sekitar 14 jam dan perut sedang berada dalam keadaan kosong. Sehingga saat kita berbuka puasa, sebaiknya dibuka dengan makanan-makanan yang bergizi dan mengandung zat antioksidan yang tinggi seperti sayur dan buah-buahan untuk mengganti energi yang hilang selama puasa. Namun kalau saat berbuka langsung merokok, berarti hal pertama yang masuk adalah zat-zat beracun seperti nikotin, tar, karbon monoksida, gas oksidan, benzene, dan lainnya. Bahan-bahan kimia ini akan lebih berbahaya jika masuk ke dalam tubuh saat keadaan perut sedang kosong. Berikut adalah bahaya langsung merokok setelah buka puasa:

    1. Nikotin yang masuk dalam waktu singkat dengan jumlah banyak berefek mual dan menimbulkan sakit kepala. Nikotin sendiri merupakan senyawa yang dapat menimbulkan adiksi, saat masuk ke dalam tubuh akan menstimulasi kerja kelenjar adrenal yang menghasilkan adrenalin. Peningkatan adrenalin dalam tubuh ini bersifat stimulan sehingga akan meningkatkan denyut jantung, nafas, dan tekanan darah. Secara tidak langsung, nikotin juga akan melepaskan hormon dopamin yang memengaruhi perasaan, gerakan, dan sensasi senang maupun nyeri. Peningkatan dopamin inilah yang seringkali menyebabkan adiksi pada seorang perokok sehingga bila seorang perokok menghentikan kebiasaan buruk ini secara tiba-tiba, maka akan muncul perasaan cemas, mudah marah, hingga depresi. Efek buruk dari nikotin dapat memengaruhi:
      • Sistem sirkulasi darah, yaitu peningkatan risiko pembekuan darah serta pembentukan plak yang dapat menyumbat pembuluh darah.
      • Sistem saraf pusat/otak, yaitu rasa sakit kepala, pusing, gangguan tidur, serta mimpi buruk.
      • Sistem pencernaan, yaitu rasa mual, muntah, mulut kering, gangguan pencernaan, rasa panas di dada, dan diare.
      • Sistem kardiovaskular/jantung, yaitu peningkatan denyut nadi, peningkatan tekanan darah, peningkatan risiko penyakit jantung koroner dan stroke.
    2. Karbon monoksida yang terdapat pada asap rokok akibat proses pembakaran adalah gas yang beracun, tidak berwarna, serta tidak berbau. Gas ini berbahaya karena bila terhirup oleh paru-paru dan masuk ke dalam tubuh, karbon monoksida akan berikatan dengan hemoglobin di sel darah merah dan terbawa dengan aliran darah kita. Karbon monoksida dapat mengikat hemoglobin darah 300 kali lebih kuat dan cepat dibanding oksigen. Hal ini mengakibatkan sel dalam tubuh Sobat bisa kekurangan oksigen, sehingga yang dirasakan adalah lelah dan pusing. Gas ini juga dapat menurunkan fungsi otot dan jantung, gejala yang dirasakan adalah peningkatan denyut nadi, kelemahan untuk melakukan olah raga, nyeri kepala, mual, muntah, dan pandangan yang buram. Kurangnya oksigen dalam darah juga akan menyebabkan jantung bekerja lebih keras untuk mendistribusikan darah yang mengandung sedikit oksigen ke seluruh tubuh, sehingga karbon monoksida dalam darah akan meningkatkan risiko penyakit jantung dan peningkatan kadar kolesterol jahat dalam darah yang lama-kelamaan menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah arteri.

    Jadi, ingatlah bahaya langsung merokok saat buka puasa dalam keadaan perut kosong, zat-zat berbahaya yang ada dalam rokok akan masuk dalam darah dengan cepat. Selain itu, langsung merokok saat berbuka ini juga bisa memicu batuk akibat iritasi saluran pernafasan, karena tenggorokan yang masih dalam keadaan yang kering.

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr Erika Gracia

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Apa bahaya langsung merokok saat berbuka puasa? [Internet]. Direktorat P2PTM. Available from: http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/penyakit-paru-kronik/apa-bahaya-langsung-merokok-saat-berbuka-puasa
    2. CDCTobaccoFree. Health Effects of Smoking and Tobacco Use [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2017 . Available from: https://www.cdc.gov/tobacco/basic_information/health_effects/index.htm
    3. What Chemicals Are In Cigarette Smoke? [Internet]. Available from: https://www.medicalnewstoday.com/articles/215420#3
    4. Nicotine: Facts, effects, and addiction [Internet]. Available from: https://www.medicalnewstoday.com/articles/240820
    5. How Carbon Monoxide Hurts Smokers [Internet]. Verywell Mind. Available from: https://www.verywellmind.com/carbon-monoxide-in-cigarette-smoke-2824730
    Read More
  • Bulan suci Ramadan tahun 2020 memang berbeda dari sebelumnya karena saat ini dunia juga sedang dilanda dengan pandemi akibat Coronavirus disease 2019 (COVID-19). Pada bulan Ramadan, merupakan suatu kewajiban bagi semua umat muslim yang sehat di seluruh dunia bangun pagi untuk melakukan sahur dan berbuka puasa atau iftar setelah matahari terbenam, puasa dilakukan dari fajar […]

    Puasa Saat Pandemi, Benarkah Puasa Bisa Menurunkan Imun Tubuh?

    Bulan suci Ramadan tahun 2020 memang berbeda dari sebelumnya karena saat ini dunia juga sedang dilanda dengan pandemi akibat Coronavirus disease 2019 (COVID-19). Pada bulan Ramadan, merupakan suatu kewajiban bagi semua umat muslim yang sehat di seluruh dunia bangun pagi untuk melakukan sahur dan berbuka puasa atau iftar setelah matahari terbenam, puasa dilakukan dari fajar hingga matahari terbenam.

    Sejauh ini, belum ada penelitian yang mendalami korelasi puasa dengan peningkatan risiko terinfeksi COVID-19. Anjuran dari the World Health Organization (WHO), puasa tetap boleh dilakukan oleh orang yang sehat dengan catatan tetap melakukan physical distancing dan selalu menjaga kebersihan tangan. Sedangkan, bagi pasien penderita COVID-19 sebaiknya tetap menanyakan ke dokter yang merawatnya untuk mempertimbangkan apakah kondisi pasien memungkinkan untuk melakukan puasa.

    Menurut penelitian, puasa memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Salah satunya puasa Ramadan dapat meningkatkan kerja sistem imun, namun peningkatan ini hanya bersifat sementara dan dapat balik kembali ke kondisi awal bila sudah berhenti puasa. Selain meningkatkan kerja sistem imun, puasa juga dapat mengurangi risiko terjadinya kanker, obesitas, diabetes, dan sindrom metabolik.

    Hal yang dapat menurunkan kerja sistem imun tubuh adalah status gizi yang kurang maupun berlebih. Sehingga penting untuk tetap menjaga kebutuhan asupan nutrisi. Status gizi kurang dikaitkan dengan kondisi imunosupresi yaitu daya tahan tubuh yang kurang sehingga mudah terkena penyakit. Sedangkan, status gizi yang berlebih meningkatkan risiko terjadi inflamasi kronis yang akan mengganggu daya tahan tubuh juga.

    Berikut tips agar tubuh menjadi kuat dan sehat saat puasa di tengah pandemi akibat COVID-19:

    1. Makan makanan yang bernutrisi

    Pastikan Sobat mendapatkan kebutuhan nutrisi yang seimbang, mulai dari nutrisi makro seperti karbohidrat, protein, dan lemak, serta nutrisi mikro yaitu vitamin dan mineral. Secara umum, hindari gorengan dan makanan olahan yang tinggi lemak atau gula. Hindari juga makanan yang mengandung garam berlebih seperti sosis produk daging olahan, makanan ringan, dan saus siap saji (mayonais, saus tomat, mustard). Kebutuhan vitamin dan mineral juga tidak kalah pentingnya untuk menjaga kerja sistem imun tubuh yang banyak dapat ditemukan pada buah dan sayur-sayuran.

    1. Dapatkan hidrasi yang cukup

    Minumlah air yang cukup saat sahur dan berbuka. Air putih merupakan pilihan utama karena dapat memberikan hidrasi yang cukup untuk tubuh tanpa menambahkan kalori. Sebaiknya membatasi konsumsi minuman manis karena mengandung banyak gula, bila dikonsumsi secara berlebihan dapat meningkatkan berat badan. Selain dari minuman, hidrasi juga bisa didapatkan dari makanan yang mengandung kadar air tinggi seperti timun, tomat, pepaya, bayam, dan yang lainnya.

    1. Tetap mengikuti himbauan untuk mencegah penularan COVID-19

    Penularan COVID-19 terjadi melalui percik renik yang keluar saat penderita batuk dan bersin. Percikan ini bisa terkena pada permukaan benda maupun langsung ke orang lain. Seseorang dapat tertular bila memegang permukaan ini lalu memegang area mata, hidung, maupun mulut. Sehingga secara umum himbauan dari pemerintah adalah dengan rajin mencuci tangan dengan air dan sabun selama minimal 20 detik, mengetahui etika batuk dan bersin yang benar, serta melakukan physical dengan menjaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain, menghindari kontak fisik dengan orang lain dan mengganti sapaan, cukup dengan mengangguk atau melambaikan tangan saja, serta melarang aktivitas yang mengumpulkan orang dalam jumlah yang banyak, termasuk penutupan tempat ibadah.

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr.Erika Gracia

    DAFTAR PUSTAKA

     

    1. World Health Organizaton. Safe Ramadan practices in the context of the COVID-19.
    2. CDC. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/lab/index.html
    3. Intermittent fasting from dawn to sunset for 30 consecutive days is associated with anticancer proteomic signature and upregulates key regulatory proteins of glucose and lipid metabolism, circadian clock, DNA repair, cytoskeleton remodeling, immune system and cognitive function in healthy subjects. Journal of Proteomics. 2020 Apr 15;217:103645.
    4. Adawi M, Watad A, Brown S, Aazza K, Aazza H, Zouhir M, et al. Ramadan Fasting Exerts Immunomodulatory Effects: Insights from a Systematic Review. Front Immunol [Internet]. 2017;8. Available from: https://www.frontiersin.org/articles/10.3389/fimmu.2017.01144/full
    5. Alwarawrah Y, Kiernan K, MacIver NJ. Changes in Nutritional Status Impact Immune Cell Metabolism and Function. Front Immunol [Internet]. 2018 May 16;9. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5968375/
    6. Karacabey K. The Effect of Nutritional Elements on the Immune System. J Obes Wt Loss Ther [Internet]. 2012;02(09). Available from: https://www.omicsonline.org/open-access/the-effect-of-nutritional-elements-on-the-immune-system-2165-7904.1000152.php?aid=10186
    7. Tips Berpuasa Ramadhan di Saat Wabah Virus Corona | Fakultas Farmasi UGM [Internet]. 2020. Available from: https://farmasi.ugm.ac.id/id/tips-berpuasa-ramadhan-di-saat-wabah-virus-corona
    Read More
  • Bulan Ramadhan menjadi momen untuk memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik. Selain itu, Ramadhan juga waktu yang tepat untuk menurunkan berat badan. Kenyataannya, masih banyak orang yang mengeluh berat badannya terus naik saat berpuasa. Penyebab berat badan naik selama berpuasa dipengaruhi dari gaya hidup seseorang pada bulan Ramadhan. Apa saja penyebabnya? Cek selengkapnya disini 1. […]

    7 Penyebab Berat Badan Terus Naik Saat Puasa Ramadhan

    Bulan Ramadhan menjadi momen untuk memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik. Selain itu, Ramadhan juga waktu yang tepat untuk menurunkan berat badan. Kenyataannya, masih banyak orang yang mengeluh berat badannya terus naik saat berpuasa.

    Penyebab berat badan naik selama berpuasa dipengaruhi dari gaya hidup seseorang pada bulan Ramadhan. Apa saja penyebabnya? Cek selengkapnya disini

    1. Tidur Setelah Sahur

    Tidur Setelah Sahur

    Banyak orang yang memilih melanjutkan tidurnya setelah sahur. Namun ternyata, kebiasaan tidur setelah makan akan meningkatkan risiko penyakit GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau naiknya asam lambung ke bagian atas kerongkongan yang seringkali mengiritasi kerongkongan.

    Jika sering terjadi, GERD akan menyebabkan perubahan pada struktur dinding kerongkongan hingga berujung pada penyakit Barrett’s yang merupakan lesi pra-kanker. Menurut dr Dian Permatasari,M.Gizi, SpGK, tidur setelah sahur tidak masalah. Namun, disarankan untuk memberi jarak saat sekitar satu jam setelah makan.

    Baca Juga: 8 Makanan yang Dianjurkan Saat Puasa

    2. Kurangnya Aktivitas Fisik

    olahraga, yoga

    Tubuh mudah lemas saat melakukan aktivitas fisik selama puasa, sehingga kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk tidur dibandingkan berolahraga. Hal ini akan membuat berat badan Sahabat melonjak. Terlebih lagi jika Sahabat banyak mengonsumsi makanan berlemak, timbunan lemak makin menumpuk. Jadi, jangan malas berolahraga, ya.

    3. Banyak Mengkonsumsi Makanan Manis

    Makanan dan minuman manis menjadi godaan kita saat berpuasa terlebih lagi saat berbuka. Namun, Sahabat harus ingat jangan mengonsumsi gula secara berlebihan. Memang saat berpuasa, tubuh akan kehilangan banyak gula dan tubuh terasa lemas. Konsumsi gula secukupnya, ya, Sahabat.

    Baca Juga: 10 Komplikasi Diabetes yang Perlu Diwaspadai

    Mengonsumsi makanan dan minuman manis justru akan disimpan sebagai lemak tubuh dan membuat diet Sahabat menjadi kacau. Minuman manis juga menjadi risiko Diabetes Melitus yang  dapat mengancam kesehatan Sahabat.

    4. Porsi Makan Berlebihan

    makanan porsi besar

    Berpuasa seharian membuat perut kita menjadi sangat lapar. Godaan untuk makan menjadi meningkat dibandingkan biasanya. Segala macam makanan yang berada di hadapan akan habis dalam seketika setelah waktu berbuka tiba. Hal ini seringkali menjadi penyebab berat badan Sahabat naik. Padahal, makan secara berlebihan dapat menimbulkan berbagai penyakit, seperti obesitas, bau mulut, gagal organ, hingga masalah asam lambung.

    Baca Juga: Fakta dan Mitos Diabetes

    5. Mengonsumsi Banyak Karbohidrat

    Tahukah Sahabat, bahwa gorengan dapat memicu naiknya berat badan. Hal ini karena makanan favorit saat berbuka puasa mengandung banyak lemak dan karbohidrat yang cepat disimpan menjadi lemak dalam tubuh.

    Pilihlah konsumsi makanan yang mengandung tinggi protein atau karbohidrat komplek seperti kentang atau nasi merah sebagai gantinya gorengan. Hal ini dapat membantu pencernaan Anda dapat mencerna lebih lambat. Sehingga bahan makanan yang masuk tidak langsung disimpan sebagai lemak.

    6. Kurang Tidur

    Tidur dapat menjadi salah satu cara untuk menurunkan berat badan saat puasa. Kurangnya tidur akan mengacaukan sistem metabolisme tubuh Sahabat. Akibatnya, tubuh tidak membakar cadangan lemak secara efektif.

    Aturlah tidur Sahabat dengan memanfaatkan saat sahur, saat istirahat dan setelah tarawih. Saat sahur dan shalat subuh, maka gunakan waktu sekitar 30 menit hingga 1 jam sebelum persiapan berangkat ke kantor.

    Saat siang hari, Sahabat diberikan waktu kurang lebih satu jam untuk beristirahat. Maka gunakanlah waktu tersebut untuk tidur selama 5 menit. Meskipun waktu tidur terbilang singkat, dapat membuat tubuh menjadi lebih bugar.

    Setelah Sahabat menjalankan ibadah tarawih, gunakan waktu luang untuk istirahat. Sahabat bisa mendapatkan waktu tidur lebih dari 6 jam yang merupakan waktu normal manusia untuk mencukupi kebutuhan tidurnya.

    Baca Juga: Cara Atasi Dehidrasi Anak Saat Travelling

    7. Kurangnya Konsumsi Air Putih

    minum air putih

    Saat kita berpuasa, tubuh akan kehilangan banyak cairan. Sementara cairan di tubuh kita banyak digunakan untuk membantu pencernaan bekerja lebih. Konsumsi air dapat membantu kita diet sehat selama berpuasa.

    Selain membantu pencernaan, air putih memberikan manfaat lainnya. Air putih dapat mempercepat metabolisme tubuh, meningkatkan imunitas tubuh, mencegah migrain, membuat kulit lebih bersinar, meningkatkan energi hingga membantu menumbuhkan rambut.

    Itulah penyebab-penyebab berat badan menjadi naik saat puasa. Selalu berolahraga dan mengkonsumsi makanan sehat yang baik untuk Sahabat dan Keluarga. Susah mendapatkan makanan sehat? Jangan khawatir Sahabat, karena ProSehat aplikasi kesehatan Indonesia siap memenuhi kebutuhan kesehatan. Selain makanan sehat, terdapat layanan Vaksinasi ke rumah. Jadi tidak repot mengantri lagi, cukup buka aplikasi ProSehat dan pesan produk dan layanan vaksinasinya.

    Baca Juga: 7 Cara Ampuh Mulut Tetap Segar Selama Puasa

    Informasi seputar vaksinasi bisa hubungi Asisten kesehatan Maya melalui

    Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 atau klik www.prosehat.com. Jangan lupa instal aplikasi ProSehat, baik di Google Play atau Appstore.

    Referensi:

    1. Bangkapos. “Jangan Langsung Tidur Setelah Sahur, Ini Bahayanya bagi Kesehatan Tubuh.”
    2. Setia, Unoviana K. “3 Kebiasaan Penyebab Berat Badan Naik Selama Ramadan”.
    3. Sartika, Resa Eka. “Tidur Setelah Sahur Boleh, Asal…”
    4. Setyani, Christina A. “Lima Bahaya yang Mengintai Saat Anda Makan Terlalu Banyak”.
    5. Tyas. “Mengantuk Saat Puasa?”
    6. CCN Indonesia. “10 Manfaat Minum Air Putih Saat Perut Kosong”.
    Read More
  • Sobat pasti bersemangat dalam mempersiapkan segala kebutuhan menyambut hari yang fitri. Salah satunya adalah menyiapkan kue kering yang di sajikan untuk menyambut tamu di hari lebaran. Tapi ingat, Sobat, banyaknya kue kering di rumah belum tentu sehat, loh. Resep kue kering sering menggunakan bahan-bahan yang mengandung lemak tinggi serta gula yang banyak. Bagaimana cara membuat […]

    Tips dan Resep Buat Kue Kering yang Sehat

    Sobat pasti bersemangat dalam mempersiapkan segala kebutuhan menyambut hari yang fitri. Salah satunya adalah menyiapkan kue kering yang di sajikan untuk menyambut tamu di hari lebaran. Tapi ingat, Sobat, banyaknya kue kering di rumah belum tentu sehat, loh. Resep kue kering sering menggunakan bahan-bahan yang mengandung lemak tinggi serta gula yang banyak. Bagaimana cara membuat kue kering yang sehat untuk lebaran? Intip tips nya di bawah ini

    1. Gunakan Mentega Saat Membuat Kue

    butter

    Butter menjadi bahan yang sangat dibutuhkan saat membuat sebuah kue kering atau basah. Namun, butter memiliki lemak jenuh yang tinggi di bandingkan mentega atau margarine karena butter terbuat dari lemak hewan, sedangkan margarine terbuat dari lemak nabati yang dicampurkan dengan pengemulsi yang menghasilkan krim setengah padat.

    Baca Juga: Menu Sehat Penderita Diabetes

    Mentega memiliki sedikit lemak tak jenuh sehingga baik untuk kesehatan. Cara membedakan mentega dengan butter adalah mentega memiliki warna kuning terang dan tidak mudah meleleh pada suhu ruangan, serta rasa yang lebih asin dibandingkan butter. Sedangkan butter warnanya lebih pucat dan aroma nya seperti susu. Butter tidak dapat disimpan di luar ruangan terlalu lama karena mudah berubah rasa dan baunya.

    2. Tepung Gandum

    tepung gandum

    Tips selanjutnya yaitu campurkan sebagian atau ganti tepung yang Sahabat gunakan menggunakan tepung gandum atau oat. Gunakan tepung gandum atau oat yang dapat membuat kandungan kue kering Sahabat kaya akan serat hingga empat kali lipat di bandingkan tepung terigu biasa atau tepung serbaguna lainnya.

    Produk Terkait: Javara Gluten Free

    3. Penggunaan Garam

    Tahukah sahabat, sebagian kue yang dipanggang banyak mengandung sodium yang cukup tinggi. Penggunaan garam pada kue harus di batasi, gunakan ½ sendok teh garam (https://www.prosehat.com/produk/makanan-dan-minuman/javara-amed-bali-sea-salt-100gr) untuk 1 adonan kue. Sedangkan untuk Sahabat yang sedang diet garam, gunakan ¼ sendok teh garam untuk 1 adonan kue.

    Produk Terkait: Javara Garam Bawang Putih

    4. Coklat Hitam

    Saat Sahabat ingin membuat kue coklat, gunakanlah coklat hitam, bukan coklat yang telah di campurkan dengan susu. Hal ini disebabkan karena coklat hitam mengandung setidaknya 70 persen kakao, kaya akan antioksidan dan mengandung lebih sedikit kalori.

    Baca Juga: Makanan Pelancar Asi

    Setelah Sahabat mengetahui Tips membuat kue kering yang sehat. Yuk, sekarang kita buat kue kering sehatnya. Berikut resep yang bisa Sahabat coba di rumah.

    1. Kue Kering Kacang Tanah

    Bahan:

    Cara Membuatnya:

    • Haluskan kacang tanah terlebih dahulu dengan cara diblender atau ditumbuk
    • Campurkan semua bahan ke dalam wadah dan campur hingga merata kecuali kuning telur dan mentega
    • Simpan adonan yang sudah tercampur rata kedalam lemari pendingin selama 1 jam dan tutup wadah tersebut dengan kain atau plastik.
    • Setelah 1 jam penyimpanan, keluarkan adonan dari lemari pendingin. Diamkan sebentar sampai adonan menyesuaikan suhu ruangan.
    • Oleskan mentega pada oven
    • Tuang dan bentung adonan kue di loyang
    • Campurkan putih telur dengan mentega di mangkuk
    • Oleskan campuran putih telur dan mentega pada bagian atas adonan yang telah dibentuk di atas loyang
    • Masukkan loyang ke dalam oven. Pangganglahdengan suhu 175 derajat celcius selama 25 menit atau hingga matang atau berubah warna coklat keemasan
    • Kue kering kacang Sahabat siap disajika

    2. Banana Oatmeal Cookies

    Bahan:

    • Mentega 100 gr
    • Garam ¼ gr
    • Kuning Telur 2 butir
    • Pisang Ambon 275 gram / 3 buah
    • Havermut 50 gr, diblender
    • Tepung Gandum 150 gr
    • Susu Bubuk 20 gr
    • Cornflake 50 gr
    • Baking Powder ½ sdt
    • Coklat keping 50 gr
    • Mentega 50 gr

    Cara membuatnya:

    • Kocok margarin, garam, kuning telur kocok hingga rata. Masukkan pisang ambon yang sudah dihancurkan dan kocok lebih rata.
    • Tambahkan 50 gram havermut yang diblender, 20 gram susu bubuk dan 50 gram cornflake yang dihancur kasar lalu aduk rata. Tambahkan 150 gr tepung gandum dan baking powder dan aduk hingga rata.
    • Setelah semua adonan tercampur merata, sendokkan adonan ke atas loyang yang sudah diole tipis margarin. Sisipkan cokelat keping kecil disetiap adonan.
    • Masukkan cetakkan tersebut kedalam oven dengan api bawah bersuhu 130 derajat celcius selama 55 menit hingga matang.
    • Banana Oatmeal Cookies siap disajikan.

    Produk Terkait: Soyjoy Banana

    Bagaimana Sahabat? Mudahkan membuat kue kering yang sehat sebagai sajian kue lebaran. Susah mendapatkan produk makanan sehat untuk Sahabat dan keluarga? Akses www.prosehat.com atau install apikasi ProSehat untuk dapatkan produk makanan sehat. Selain makanan sehat, tersedia vaksinasi kesehatan ke rumah hanya di ProSehat. Info lebih lanjut mengenai makanan sehat dan produk vaksinasi hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga.

    Referensi:

    Kreasi Pondan. “5 Tips Membuat Kue Kering yang Sehat”.
    Resep Koki. “Apa bedanya ? margarin vs mentega (butter)”.
    Taya, Bethari. “4 Resep cara membuat kue kering sendiri di rumah yang mudah dan praktis”.
    Dina. “Resep Banana Oatmeal Cookies ini Cocok Jadi Alternatif Kue Kering Sehat Anda”.

    Read More
  • Makanan apa yang terlintas di pikiran kita saat memasukki bulan Ramadhan? Pasti semua menjawab kurma. Kurma menjadi makanan sunnah dan juga makanan yang dianjurkan saat puasa yang mengandung gula alami yang baik untuk tubuh. Kurma memberikan energi baik untuk kita setelah berpuasa selama sehari penuh. FYI, tidak hanya kurma saja loh yang dianjurkan saat puasa. […]

    8 Makanan yang Dianjurkan Saat Puasa yang Perlu Kamu Ketahui

    Makanan apa yang terlintas di pikiran kita saat memasukki bulan Ramadhan? Pasti semua menjawab kurma. Kurma menjadi makanan sunnah dan juga makanan yang dianjurkan saat puasa yang mengandung gula alami yang baik untuk tubuh. Kurma memberikan energi baik untuk kita setelah berpuasa selama sehari penuh.

    FYI, tidak hanya kurma saja loh yang dianjurkan saat puasa. Ternyata ada 8 makanan sunnah lainnya yang dianjurkan untuk dikonsumsi saat berbuka puasa. Apa saja? Yuk, kita intip lebih lanjut

    1. Kacang-kacangan

    aneka kacang - kacangan

    Kacang-kacangan merupakan makanan yang memiliki manfaat untuk tubuh kita. Kacang-kacangan memiliki kandungan protein dan asam amino esensial yang tinggi, sehingga dapat dijadikan sebagai sumber karbohidrat, vitamin dan mineral. Kacang juga kaya akan lemak tak jenuh seperti omega 3 yang baik untuk kesehatan jantung.

    Baca Juga: 7 Cara Ampuh Mulut Tetap Segar Selama Puasa

    Menurut Jiwon Rhee yang dilansir dari Kompas.com, sebagai Associate Professional Officer di Perwakilan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB di Indonesia “Mempromosikan jenis masakan berbahan kacang-kacangan merupakan salah satu bentuk kekayaan dan keberagaman Indonesia. Kacang-kacangan terbukti sebagai sumber nutrisi yang menyehatkan dan murah”. Sehingga pada tahun 2016, kacang-kacangan ditetapkan sebagai Tahun Aneka Kacang Internasional pada Perserikatan Bangsa-bangsa

    2. Madu

    madu segar

    Madu memiliki banyak manfaat, baik untuk kesehatan hingga kecantikan, sehingga madu menjadi makanan yang dianjurkan saat puasa. Madu memiliki campuran senyawa fruktosa sebanyak 38,5 persen dan glukosa 31,0 persen. Terdapat pula karbohidrat seperti maltosa, sukrosa dan karbohidrat kompleks lainnya.

    Baca Juga: Siasati 8 Penyakit Ini Selama Puasa

    Madu memberikan manfaat dalam meningkatkan metabolisme tubuh, meningkatkan stamina, mengurangi batuk hingga meningkatkan daya ingat. Agar mendapatkan khasiatnya campurkan madu dengan segelas air, lalu minum setiap pagi.

    3. Semangka

    semangka potong

    Buah segar satu ini merupakan makanan yang dianjurkan saat berpuasa. Buah semangka, mengandung karbohidrat, serat, folat, asam pantotenat, vitamin A, C, E, kalium, kalsium, lycophene, beta-karoten, dan berbagai kandungan lainnya.

    Baca Juga: 5 Menu Sehat dan Praktis Ketika Telat Sahur

    Selain menyegarkan dan memenuhi kebutuhan cairan, biji semangka juga dapat dimanfaakan untuk mengatur tekanan darah dan jantung koroner, menjaga gula darah, menjaga sistem saraf, pencernaan dan kulit serta menjaga kolesterol.

    4. Melon

    melon di mangkuk

    Selain semangka, melon juga menjadi salah satu makanan yang dianjurkan saat puasa. Melon memiliki sumber serat dan air yang sangat baik yang mencapai 90 persen dari total beratnya. Bagi yang memiliki masalah dengan perut, rasanya melon pas dikonsumsi untuk mengurangi masalah pada perut.

    5. Pisang

    pisang

    Pisang merupakan buah yang populer, mudah didapatkan dan harga yang terjangkau. Pisang memiliki kandungan vitamin A, B6, C, kalium, folat, protein dan kandungan lainnya. Sebuah studi menunjukkan makan pisang tiga buah perhari dapat menambah kalium sekitar 500 mg pada tubuh.

    Produk Terkait: Berbagai Pilihan Makanan Sehat

    Pisang bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah tinggi, memperbaiki pencernaan, sebagai sumber energi, meningkatkan kesehatan jantung hingga membantu menciptakan sel-sel tubuh menjadi sehat kembali.

    6. Mentimun

    timun potong

    Zaman dahulu para nabi mengkonsumsi mentimun bersama kurma untuk menghilangkan dahaga dan mengurangi rasa panas dalam tubuh. Mentimun sendiri memiliki kandungan kalium, magnesium, serat alami, vitamin A, vitamin C dan lainnya.

    Dilansir dari CNN Indonesia, menurut Angela Lemond, seorang ahli gizi di Texas mengatakan bahwa timun mengandung serat dan beta karoten. Pada bagian biji dan kulit merupakan bagian yang memiliki kandungan gizi tersebut. Timun juga dapat dapat mencegah kanker, menjaga kesehatan jantung, melindungi otak, menyehatkan tulang hingga menjaga berat badan.

    7. Labu

    labu potong

    Labu biasa kita jumpai pada saat ramadhan. Labu biasa digunakan sebagai isian dari kolak. Tahukah Sahabat bahwa labu memiliki kandungan air yang dapat menjaga tubuh agar selalu terhidrasi sebanyak 97 persen. Keuntungan labu lainnya adalah sangat mudah diolah menjadi aneka makanan serta rasanya enak dan mengenyangkan.

    Baca Juga: 7 Penyebab Berat Badan Naik Terus Selama Puasa Ramadhan

    8. Beras Merah

    nasi merah

    Apakah Sahabat tidak terbiasa mengkonsumsi nasi merah? Sebaiknya harus pikir ulang dan mencobanya karena nasi merah lebih baik di bandingkan dengan nasi putih.Nasi merah tidak melewati banyak pengolahan sehingga lebih banyak mengandung nutrisi, serat dan GI (Glycemic index) yang rendah.

    Satu cangkir nasi merah mengadung fosfor dan magnesium sebesar 88 persen lebih banyak dibandingkan nasi putih. Begitu pula memiliki kandungan zat besinya mengandung 2,5 kali lipat lebih tinggi dibandingkan nasi putih. Satu porsi nasi merah dapat mencukupi kebutuhan magnesium harian. Berbeda saat memasak nasi putih, kandungan zat besi dan vitamin-vitamin lainnya menghilang sebanyak 60 persen.

    Bingung mencari beras merah dan makanan sehat lainnya? Tenang saja, akses smartphone Sahabat ke www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Dapatkan makanan sehat yang Sahabat butuhkan. Selain makanan sehat, ProSehat melayani vaksinasi ke rumah loh.

    Info lebih lanjut mengenai makanan sehat dan produk vaksinasi hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga. Itulah 8 makanan yang dianjurkan saat puasa. Semoga dapat menginspirasi Sahabat. Selamat berpuasa Sahabat Sehat..

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:
    – Carmelita, Winda. “Bukan Hanya Kurma, Ini 5 Makanan Sunnah Lain di Bulan Ramadhan”
    – Aini, Fera Nur. “8 Makanan Favorit Nabi Muhammad ini Ada di Indonesia”.
    – Anna, Lusia Kus. “Kacang-kacangan, Sumber Nutrisi Sahabat Tubuh”.
    – Taya, Bethari. “30 Manfaat Madu untuk Kesehatan, Wajah, Kecantikan, Bibir dan Rambut”.
    – Juniman, Puput Tripeni. “4 Manfaat Biji Semangka untuk Kesehatan”.
    – Yusepi, Tera Tri. “10 Manfaat Ajaib dari Konsumsi 3 Pisang Setiap hari”.
    – Syukur, Nell. “10 Manfaat Mentimun untuk Kesehatan”.
    – Ratnasari, Elise Dwi. “ 5 Manfaat Mentimun untuk Kesehatan”.
    – Marie, Sophia. “Nasi Putih vs Nasi Merah, Mana yang Lebih Baik untuk Diet?”

    Read More
  • Mudik menjadi momen yang ditunggu-tunggu saat ramadhan. Bertemu dengan keluarga di kampung halaman menjadi hal yang tak terlupakan. Tapi Sahabat harus siap-siap nih,karena mudik akan mengeluarkan uang yang lebih banyak. Yuk, kita coba trik hemat mudik ala Backpacker agar keuangan kita tetap terkendali saat hari araya tiba. Apa saja trik-triknya? 1. Buatlah Rencana Anggaran Hal […]

    6 Trik Hemat Mudik Ala Backpacker

    Mudik menjadi momen yang ditunggu-tunggu saat ramadhan. Bertemu dengan keluarga di kampung halaman menjadi hal yang tak terlupakan. Tapi Sahabat harus siap-siap nih,karena mudik akan mengeluarkan uang yang lebih banyak.

    Yuk, kita coba trik hemat mudik ala Backpacker agar keuangan kita tetap terkendali saat hari araya tiba. Apa saja trik-triknya?

    1. Buatlah Rencana Anggaran

    Hal yang pertama yang harus Sahabat lakukan yaitu membuat rencana anggaran. Meskipun Sahabat mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR), tapi jangan sampai uang tersebut habis sia-sia. Sahabat harus lebih pintar membagi keuangan untuk tabungan, membayar tagihan, kebutuhan selama lebaran dan jangan sampai melewatkan membayar zakat.

    Baca Juga: 7 Lokasi Snorkeling di Jakarta yang Wajib Kamu Kunjungi

    2. Beli Tiket Jauh Hari

    Bila Sahabat memutuskan mudik menggunakan transportasi umum, beli lah tiket jauh hari. Cara ini yang biasa digunakan pada backpacker untuk menikmati liburannnya. Saat Sahabat memutuskan untuk mudik menggunakanan pesawat maka lebih baik membeli 30-35 sebelum lebaran.

    Umumnya harga tiket yang ditawarkan masih dalam harga normal terutama pada penerbangan domestik. Hal ini juga berlaku saat membeli tiket kereta api jauh hari sekitar 90 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri. Sahabat tidak perlu takut kehabisan uang dan kursi untuk kembali ke kampung halaman.

    Baca Juga: 10 Makanan Pencegah Kanker Serviks

    3. Transportasi Selama di Kampung Halaman

    Saat lebaran, kita pasti akan mengunjungi rumah sanak saudara atau sahabat yang berada di kota yang sama.Biasanya niat itu akan terganjal karena Sahabat tidak memiliki kendaraan di kampung halaman. Jangan khawatir, manfaatkan kendaraan umum disana atau Sahabat dapat menyewa sepeda motor atau mobil selama lebaran. Meskipun harga sewanya akan lebih mahal tetapi akan membuat waktu Sahabat untuk bersilaturahmi lebih efisien.

    4. Bawa Uang Tunai

    Saat akan berpergian, ada baiknya membawa uang tunai dibandingkan menggunakan kartu debit atau kredit. Hal tersebut akan menyebabkan Sahabat lebih mudah mengontrol pengeluaran selama perjalanan. Menggunakan kartu debit atau kartu kredit akan menggoda kita untuk berbelanja di luar kebutuhan kita.

    5. Wisata Kuliner

    Pulang kampung rasanya tidak lengkap jika tidak mencicipi makanan khas daerah. Jangan sampai uang Sahabat habis begitu saja karena tidak tahan membeli semua makanan disana. Selain uang, pola makan kita menjadi berantakan karena makanan tersebut.

    Baca Juga: 10 Kuliner Khas Jakarta

    Batasilah pengeluaran Sahabat selama perjalananan dengan menghemat makan dan minum. Carilah makanan yang memiliki daftar harga yang pas dikantong atau mengatur makanan menjadi dua kali sehari saat menjelang siang dan malam.

    6. Penginapan Selama Mudik

    Bagi sahabat yang tidak memiliki kampung halaman tetap bisa menikmati liburan yang berkesan. Sahabat dapat menginap di hotel karena bisa menemukan kegiatan baru atau merasakan fasilitas hotel yang lengkap dengan harga yang terjangkau.

    Pilihlah juga hotel yang berdekatan dengan pusat kota dan akses transportasi yang mudah. Pastikan memilih hotel yang aman dan bersih untuk Sahabat dan keluarga. Melihat review hotel dari pengunjung lainnya bisa dijadikan bahan pertimbangan Sahabat sebelum memesan hotel.

    Agar lebaran Sahabat dan keluarga lebih nyaman, pastikan menjaga kondisi kendaraan dan tubuh Sahabat. Jangan lupa untuk membawa produk kesehatan untuk Sahabat dan keluarga selama perjalanan. Produk kesehatan bisa Sahabat dapatkan di ProSehat. Selain produk kesehatan, Sahabat bisa mendapatkan layanan vaksinasi ke rumah.

    Ingin lebih tahu mengenai layanan vaksinasi ke rumah? Segera hubungi Maya Asisten Kesehatan ProSehat melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 atau akses website www.prosehat.com. Jangan lupa install aplikasi ProSehat melalui Google Play atau App Store. Selamat Mudik Sahabat Sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:
    Kompas. Ika, Aprillia. “Kiat Jitu Mengelola THR dengan Baik”
    Okezone. Firdaus, Fahmi. “Mudik Hemat Bujet? Backpackeran Saja”.
    Traveloka. “Kiat Survive Backpacking dari 8 Travel Expert Indonesia”.
    Traveloka. “5 Alasan Menginap di Hotel Bikin Sisa Libur Lebaran Kamu Semakin Berkesan”.

    Read More
  • Cara Ampuh Mulut Tetap Segar – Bau mulut menjadi salah satu masalah yang sering dialami saat orang berpuasa. Munculnya bau mulut, dapat dipicu dari berbagai hal seperti kebersihan mulut yang kurang, merokok, pola makan yang tidak teratur hingga adanya kuman dan bakteri pada gigi yang berlubang. Ayo tetap semangat dan jangan sampai malas menunaikan ibadah […]

    7 Cara Ampuh Mulut Tetap Segar Saat Berpuasa

    Cara Ampuh Mulut Tetap Segar – Bau mulut menjadi salah satu masalah yang sering dialami saat orang berpuasa. Munculnya bau mulut, dapat dipicu dari berbagai hal seperti kebersihan mulut yang kurang, merokok, pola makan yang tidak teratur hingga adanya kuman dan bakteri pada gigi yang berlubang.

    Ayo tetap semangat dan jangan sampai malas menunaikan ibadah puasa hanya karena bau mulut. Agar mulut Anda tetap segar saat berpuasa, berikut 7 cara ampuh yang bisa Anda coba.

    1. Cengkeh

    Cengkeh tidak hanya sekadar rempah-rempah penambah cita rasa masakan, tetapi memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Cengkeh mengandung vitamin C, B6, A, D, E dan K, tiamin, asam folat dan niasin.

    Cengkeh dapat mengatasi masalah pencernaan hingga menghilangkan bau mulut. Caranya adalah dengan menyiapkan 4 biji cengkeh dan merebusnya dengan air. Gunakan air rebusan cengkeh sebagai obat kumur. Lakukan selama dua kali sehari, air rebusan cengkeh bisa membantu menghilangkan bakteri di mulut.

    1. Hindari Meminum Kopi

    Sungguh nikmat rasanya menyeruput kopi saat sahur. Namun ternyata minum kopi saat sahur dapat memicu bau mulut, loh. Tahukah sahabat, bahwa kopi mengandung 200 mg kafein di setiap cangkirnya.  Selain itu, kopi memiliki kandungan senyawa sulfur yang tinggi sebagai salah satu penyebab bau mulut.

    Apabila Sahabat telanjur minum kopi, minumlah air mineral sebagai penetralisir aroma dalam mulut kita. Selain air mineral, yogurt juga dapat mengatasi masalah bau mulut karena memiliki kandungan bakteri yang baik.

    1. Rutin Sikat Gigi

    Menghilangkan bau dapat dilakukan dengan rutin menyikat gigi. Sikat gigi secara benar dan menyeluruh, termasuk lidah Sahabat. Hal ini akan membantu mengurangi dan mencegah terkena penyakit gigi dan gusi yang berasal dari kuman. Kuman dapat tumbuh pada sisa makanan yang tersisa bila Sahabat tidak menyikat gigi.  Lakukanlah secara rutin pada malam dan setelah sahur, agar bau mulut dapat dikurangi.

    1. Baking Soda

    Bau mulut dapat dihilangkan dengan menggunakan baking soda. Baking soda dapat mengurangi kadar asam dan bakteri pada mulut. Penggunaan baking soda ada 2 cara, yaitu baking soda dengan air dan baking soda dengan madu.

    Cara menggunakan baking soda dan air yaitu dengan mencampurkan 1 sendok teh baking soda dan 1 gelas air hangat, aduk hingga larut. Gunakan campuran baking soda dan air untuk berkumur selama 30 detik. Lakukan cara ini setiap dua hari sekali.

    Campuran baking soda dan madu memiliki kandungan anti-inflamasi. Campurkan 1 sendok teh baking soda dan madu ke dalam segelas air hangat untuk diminum. Lakukan cara ini dua hari sekali.

    1. Minum Air Setelah Berbuka

    Kekurangan air minum dapat memicu bau mulut, loh karena salah satu manfaat air putih adalah mampu mengurangi kemungkinan bau mulut. Pada saat puasa, kita harus menahan haus dan lapar selama seharian penuh. Bayangkan bagaimana jadinya kondisi mulut kita. Bau mulut saat puasa dapat diatasi dengan menerapkan pola konsumsi air putih 242 saat puasa. Dua  gelas air putih saat berbuka, 4 gelas saat makan malam hingga menjelang tidur dan 2 gelas saat sahur.

    Mengkonsumsi air putih minimal 8 gelas perhari akan menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Selain itu, fungsi air putih mampu meningkatkan produksi air liur dalam mulut sehingga kebersihan mulut tetap terjaga.

    1. Mengkonsumsi Buah dan Sayuran

    Buah dan sayuran segar sangat efektif dalam mengatasi bau mulut. Kandungan serat yang dimiliki keduanya dapat membantu enzim pencernaan yang aktif mencegah dan menghilangkan sedikit plak penyebab bau mulut. Selain itu, buah dan sayur bersifat basa sehingga mampu menetralisir asam di dalam mulut.

    Contoh buah dan sayuran yang dapat mengatasi bau mulut yaitu wortel, seledri, apel dan stroberi. Hilang, deh, bau mulutnya

    1. Berkumur dengan Mouthwash

    Cara terakhir mengatasi bau mulut dengan menggunakan mouthwash atau obat kumur. Menurut Kepala Departemen Luar Negeri dan Kerjasama Internasional PDGI, Prof. Dr. drg. Tri Errie Astoeti, Mkes yang dilansir dari Okezone menjelaskan berkumur menggunakan mouthwash dapat membuat gigi kita lebih bersih, terhindar dari gigi berlubang dan bebas dari plak.

    Namun, penggunaan mouthwash tidak boleh digunakan setiap hari. Karena dapat merusak perkembangan bakteri baik yang ada di sekitar rongga mulut. Penggunaan mouthwash dilakukan sebanyak dua hari sekali. Gunakan mouthwash yang mengandung essential oil dan bebas alkohol. Jadi, obat kumur akan aman saat digunakan dan tidak menimbulkan efek samping.

    Menjaga kesehatan mulut itu sangatlah penting dan untuk mendapatkan produk kesehatan bisa Sahabat dapatkan di ProSehat. Tidak hanya produk kesehatan saja, di ProSehat Sahabat bisa mendapatkan layanan kesehatan vaksinasi ke rumah melalui www.prosehat.com atau hubungi Maya (Asisten Kesehatan ProSehat) Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800. Jangan lupa install aplikasi ProSehat di Google Play atau App Store.

    Referensi:

    1. Mecadinisa, Nabila. “Cegah Bau Mulut Saat Puasa dengan Cara Ini”.
    2. Putri, Wulan Kurnia. “5 Cara Ampuh Mengatasi Bau Mulut Berpuasa,Bisa Kamu Coba Guys!”.
    3. Maharani, Dian. “Cengkeh, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh”.
    4. Popbela. “Bau Mulut Sehabis Minum Kopi? Atasi dengan 5 Tips Mudah Ini”.
    5. Oktania, Marcella. “Simple! 5 Cara Mengatasi Bau Mulut dengan Baking Soda”
    6. Putri, Winda D. “Banyak Minum Air Putih Bantu Hindari Bau Mulut”.
    7. Kompas.com. “Selama Puasa, Cobalah Terapkan pola 242 Agar Tetap Sehat dan Bugar”.
    8. Kania, Dewi. “Tak Hanya Menghilangkan Bau Mulut, Berkumur dengan Mouthwash Usai Gosok Gigi Bisa Mencegah Gigi Berlubang”
    9. Haurissa, Andreas Erick. “Mulut Tetap Segar Saat Berpuasa”
    Read More
  • Penyakit Puasa – Selamat menjalankan bulan Ramadhan Sahabat Sehat. Apa saja yang sudah Sahabat siapkan? Apakah sudah menyiapkan makanan atau  minuman untuk berbuka puasa? Jangan lupa, loh untuk menjaga kesehatan Sahabat di bulan puasa ini. Saat puasa pola makan kita akan berubah dari makan tiga kali sehari menjadi dua kali sekali saat Sahur dan Berbuka […]

    Siasati 8 Macam Penyakit Ini Saat Puasa

    Penyakit Puasa – Selamat menjalankan bulan Ramadhan Sahabat Sehat. Apa saja yang sudah Sahabat siapkan? Apakah sudah menyiapkan makanan atau  minuman untuk berbuka puasa? Jangan lupa, loh untuk menjaga kesehatan Sahabat di bulan puasa ini. Saat puasa pola makan kita akan berubah dari makan tiga kali sehari menjadi dua kali sekali saat Sahur dan Berbuka puasa. Biasanya, dengan perubahan tersebut, tubuh kita sering tidak siap dan membuat Anda menjadi Sakit.

    Sakit kepala, mual & muntah, diare, sakit pinggang, sembelit dan gula darah rendah adalah  beberapa macam penyakit yang sering muncul saat puasa. Lalu, bagaimanakah cara mengatasinya?

    1. Sakit Kepala

    Sakit kepala merupakan penyakit yang umum dialami saat puasa. Munculnya sakit kepala karena menahan rasa kantuk saat siang hari serta kurangnya pasokan glukosa ke dalam tubuh. Kopi atau mengemil merupakan salah satu cara menghilangkan rasa kantuk.

    Baca Juga: Cara Mengatasi Sakit Saat Travelling

    Sakit kepala bisa semakin parah jika Sahabat memiliki tekanan darah rendah. Hal ini bisa menyebabkan rasa mual sebelum berbuka puasa. Cara mengatasi dan mengurangi sakit kepala yang Sahabat rasakan bisa dengan istirahat sejenak selama 15-20 menit dan gunakan minyak kayu putih untuk meringankan saraf yang tegang di sekitar kepala.

    1. Mual & Muntah

    Mual dan muntah biasanya dirasakan saat awal puasa. Hal ini terjadi akibat pola makan yang tidak tepat saat menjalani ibadah puasa. Namun,  Sahabat tidak perlu khawatir karena rasa mual dan muntah akan hilang dengan sendirinya. Cara mengatasinya yaitu selalu makan cukup saat sahur, memperbanyak minum air saat sahur dan berbuka, hindari makan makanan pedas dan asam.

    Produk Terkait: Aneka Produk Pencegah Mual dan Muntah

    Kurangi juga konsumsi es karena es dapat membuat perut kita menjadi kaget. Pilihlah air hangat saat berbuka untuk menyesuaikan perut kita yang kosong selama seharian.

    1. Diare

    Sahabat mungkin sering merasakan diare saat bulan puasa dan sangat tidak menyenangkan. Apalagi diare tersebut dapat memicu batalnya puasa Sahabat. Pemicu utama munculnya diare karena asupan makanan yang tidak tepat saat berbuka maupun sahur, seperti makanan pedas, makanan berbumbu tajam dan makanan yang berlemak.

    Produk Terkati: Diapet NR Kapsul

    Sahabat hendaknya banyak mengonsumsi sayur dan buah yang subtansinya dingin seperti buah persik, pir, pepaya, melon dan lain-lain yang merupakan sumber utama vitamin dan serat. Oh,ya, Jangan lupa untuk mengkonsumsi air putih yang cukup.

    1. Sakit Panggang

    Sahabat seringkali malas dan mengurangi gerak selama puasa karena takut lelah. Namun, tahukah ketika Sahabat kurangnya aktifitas gerak, justru akan menyebabkan sakit pada pinggang. Meskipun, ada juga yang mengira sakit pinggang yang dirasakan berasal dari penyakit ginjal. Hal ini menyebabkan Sahabat harus mengetahui terlebih dulu penyebab sakit pinggang dengan mengonsultasikannya ke dokter. Penyebab sakit pinggang dapat berasal dari trauma otot, posisi tubuh yang kurang tepat, kurangnya air minum, dan lain-lain.

    Produk Terkait: Borobudur Sakit Pinggang

    Konsumsilah makanan yang mengandung kalsium, magnesium dan kalium untuk mengurangi kram otot. Selain itu, makanan kaya mineral seperti susu, daging, buah-buahan dan sayur mayur baik untuk mengatasi masalah pinggang Sahabat.

    1. Sembelit

    Susah buang air besar atau sembelit bisa berbahaya. Sembelit dapat menyebabkan rasa nyeri di saluran anus, perut terasa kembung hingga menyebabkan ambeyen (haemorroids). Kondisi ini diakibatkan kurangnya cairan dalam tubuh dan kurangnya konsumsi makanan berserat.

    Produk Terkait: Aneka Produk Sembelit Terbaik

    Cegahlah ambeyen dengan memperbanyak makanan tinggi serat (biji-bijian dan buah-buahan), minum air putih dan pilihlah makanan karbohidrat seperti roti atau kue yang mengandung gandum aaat berbuka dan sahur. Sahabat juga bisa menggantinya dengan mengkonsumsi Chia Seed untuk melancarkan pencernaan.  

    1. Gula Darah Rendah

    Gula darah rendah juga sering dialami saat puasa. Gejala yang dirasakan seperti tubuh mudah lemas, pusing, letih, merasa goncang (tremor), konsentrasi menurun hingga keringat berlebih. Lakukanlah pemeriksaan gula darah secara teratur dan konsultasikan ke dokter bila terjadi hal ini.

    Produk Terkait: Alat Cek Gula Darang Lengkap

    1. Tekanan Darah Rendah

    Gejala dari tekanan darah rendah hampir sama dengan penyakit gula darah rendah. Seperti pusing, letih, lesu, lemas dan keringat berlebih. Tekanan darah rendah biasa terjadi karena sedikitnya jumlah konsumsi cairan dan kurangnya konsumsi garam. Cobalah untuk meningkatkan konsumsi cairan dan sedikit garam dari jumlah yang biasa Sahabat konsumsi.

    Baca Juga: Si Penghambat Rumah Tangga Anda

    1. Flu

    Perubahan cuaca saat bulan ramadhan membuat kondisi fisik kita menjadi lemah dan rentan terserang penyakit. Salah satunya adalah  penyakit flu yang membuat ramadhan kita sedikit berat. Penyebab flu saat puasa dapat karena saat makan sedikit saat sahur, kurangnya asupan cairan, kurang buah, tidur yang kurang dan jarang berolahraga.

    Solusi yang baik untuk mengatasi flu dengan mengonsumsi makanan sehat dengan gizi yang seimbang, mengurangi makanan yang merangsang tenggorokan (pedas, berlemak dan minuman dingin), minum air minimal 8 gelas sehari, tidur teratur, melakukan olahraga ringan dan kelola diri Sahabat dari stress.

    Selain itu,  vaksinasi flu bisa menjadi perlindungan tambahan mencegah flu. Vaksinasi flu bisa Sahabat dapatkan di ProSehat (Aplikasi Kesehatan Indonesia) melalui www.prosehat.com atau install aplikasi di google play atau app store. Info seputar vaksinasi, hubungi Maya Asisten Kesehatan ProSehat Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga. Puasa Sahabat bisa lebih nyaman.

    Referensi:

    1. Lestari, Cindy. “Menyiasati Gejala Penyakit saat Puasa!”.
    2. Taya, Bethari. “10 Cara Menghilangkan Sakit Kepala secara Alami, Tradisional dan Tanpa Obat”
    3. Purwadi, Dedy. “Tips Cara Mengatasi Rasa Mual Ketika Saat Berpuasa, Agar tidak Batal”.
    4. Sulaiman, Muhamad R. “Diare di Bulan Puasa, 3 Hal ini Bisa Jadi Pemicunya”.
    5. Winaga, Handriadi. “Aduh, Nyeri Pinggang Bawah!”.
    6. Wardhani, Anita K. “Saat Puasa Terganggu Serangan Flu, Lakukan Hal Ini”.

     

    Read More
  • Cara Mengatasi Kantuk Saat Puasa – Rasa mengantuk biasanya dapat dihilangkan dengan  minum kopi atau makan camilan. Namun, cara ini nggak berlaku, ya saat ramadhan, karena kita harus berpuasa dari subuh hingga maghrib tiba. Mengantuk saat puasa disebabkan oleh perubahan siklus tidur. Biasanya kita bangun saat subuh, tapi  saat Ramadhan kita harus bangun lebih pagi […]

    8 Cara Mengatasi Kantuk Saat Berpuasa yang Efektif

    Cara Mengatasi Kantuk Saat Puasa – Rasa mengantuk biasanya dapat dihilangkan dengan  minum kopi atau makan camilan. Namun, cara ini nggak berlaku, ya saat ramadhan, karena kita harus berpuasa dari subuh hingga maghrib tiba. Mengantuk saat puasa disebabkan oleh perubahan siklus tidur. Biasanya kita bangun saat subuh, tapi  saat Ramadhan kita harus bangun lebih pagi untuk menyiapkan sahur. Mengatasi hal itu maka lakukan 8 cara berikut ini:

    1. Hindari Begadang

    begadang

    Menghindari begadang merupakan cara yang tepat agar tidak mengantuk saat siang hari. Tundalah untuk menonton tim bola kesayangan Anda yang sedang bertanding, agar anda tidak mengantuk pagi harinya. Hal ini disebabkan karena saat puasa, jam tidur kita akan berkurang menjadi 5-6 jam setiap harinya. Padahal kita disarankan untuk tidur selama 7-8 jam setiap harinya.

    Kurang tidur dapat menghilangkan konsentrasi saat beraktifitas, memperburuk kondisi kesehatan tubuh, kulit terlihat lebih tua, obesitas, stres meningkat dan mudah lupa.

    1. Gerakan Tubuh

    Saat mengatuk melanda, bergeraklah untuk menguranginya. Lakukanlah gerakan ringan di depan layar komputer selama beberapa menit. Hal ini bertujuan untuk melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh. Selain itu bergerak dapat memenuhi pasokan oksigen ke otak.

    Beberapa gerakan yang bisa Anda ikuti yaitu Seated Backbend atau Desk Shoulder Opener. Gerakan seated backbend sangat mudah dilakukan, duduk secara tegak, ambil napas dalam-dalam dan renggangkan kedua tangan Anda ke atas, tahan selama 20 detik dan lepaskan.

    Sedangkan gerakan Desk Shoulder Opener tetap menggunakan kedua tangan, tapi tangan Anda ditaruh diatas meja. Lalu geser kursi Anda ke belakang dan jatuhkan kepala kearah lantai diantara lengan untuk meregangkan otot bahu yang kaku selama 15 detik.

    1. Cuci Mata Anda

    Menghadap  layar komputer selama seharian membuat mata terasa lelah dan membuat Anda mengantuk. Usahakanlah untuk mengganti pemandangan saat mengantuk. Alihkan pandangan dari layar komputer Anda selama 20 detik. Lakukan hal itu setiap 20 menit sekali, hal ini membuat mata dan pikiran lebih segar.

    1. Mendengar Musik

    Pekerjaan yang monoton memang membuat rasa mengantuk datang. Usir rasa ngantuk Anda dengan mendengarkan musik melalui headphone. Selain menghilangkan rasa mengantuk, mendengarkan musik dapat memberikan efek menenangkan, membangkitkan mood, meningkatkan sistem imun dan mengurangi tekanan darah.

    Menurut Daniel Levitin, neuroscientist kognitif dan penulis buku This is Your Brain on Music yang dilansir dari Vemale mengatakan, mendengarkan musik sambil bekerja akan menurunkan tingkat produktivitas kerja karena fokus yang terbagi.

    Disarankan mendengarkan musik selama 10-15 menit sebelum bekerja. Hal ini dapat membantu membangun mood Anda. Namun jika pekerjaan yang Anda terlihat monoton, maka Anda dapat mendengarkan musik sambil bekerja sebagai mood booster yang meningkatkan semangat dan suasana hati Anda.

    1. Tidur Sejenak

    Jika rasa mengantuk tidak tertahankan, maka manfaatkan waktu luang Anda untuk tidur sejenak. Atur tidur siang Anda dengan alarm selama 5-25 menit saja. Jika tidur terlalu lama akan menimbulkan sindrom metabolik yang ditandai dengan tekanan darah yang tinggi, kadar kolesterol tinggi, kadar gula darah meningkat serta muncul lemak berlebih sekitar pinggang. Anda juga dapat rentan mengalami penyakit jantung dan juga diabetes.

    1. Cari Sinar Matahari

    Penyebab dari mengantuk ditempat kerja dapat dipengaruhi oleh ruangan kerja yang sedikit gelap. Mengatasi hal itu, duduklah didekat jendela atau keluar sebentar untuk merasakan hangatnya sinar matahari saat kantuk menyerang.

    1. Mencuci Muka Anda

    cuci muka

    Mencuci muka menjadi salah satu cara untuk menghilangkan rasa mengantuk. Selain menghilangkan rasa mengantuk, manfaat cuci wajah sebanyak 2 kali sehari dapat menghilangkan kotoran dan menyegarkan wajah Anda. Gunakan air dingin yang dapat mengencangkan pori-pori dan mencegah partikel yang dapat membuat wajah Anda berkeriput.

    1. Berdiskusi dengan Rekan Kerja

    diskusi dengan teman kerja

    Cara selanjutnya untuk mengusir kantuk yaitu berdiskusi bersama rekan kerja. Berdiskusi dapat meningkatkan rasa saling menghagai dan mengurangi rasa canggung sesama rekan kerja. Selain itu akan banyak ide-ide baru yang bisa Anda dapatkan demi kemajuan bersama. Dibandingkan menahan rasa kantuk Anda.

    Itulah 8 cara untuk mengatasi mengantuk saat puasa. Selain itu mengkonsumsi makanan sehat juga penting untuk kelancaran Puasa Anda. Makanan sehat bisa Anda dapatkan di ProSehat, selain itu Anda juga bisa mendapatkan vaksinasi kesehatan dengan menghubungi Maya Asisten Kesehatan ProSehat melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800. Jangan lupa juga untuk install aplikasi prosehat atau akses website www.prosehat.com

    Referensi :

    1. Irawati, Sylvia. “Atasi Kantuk di Bulan Puasa”. Diakses pada 14 Mei 2018
    2. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. “Istirahat Cukup”. Diakses pada 14 Mei 2018
    3. Nordhem, Meredith. “5 Office Yoga Poses (That Won’t Freak Out Your Coworkers)”. Diakses pada 14 Mei 2018
    4. Bratskeir, Kate. “10 Ways To Wake Up Without a Cup of Coffee”. Diakses pada 14 Mei 2018
    5. Anindyakirana, Febi. “Jangan Dengarkan Musik Saat Kerja! Ini Alasan Ilmiahnya”. Diakses pada 14 Mei 2018
    6. Lestari, Ayu Puji. “5 Manfaat yang Kamu Dapatkan dari Mendengarkan Musik”. Diakses pada 14 Mei 2018
    7. Anna, Lusia K. “Tidur Siang Terlalu Lama”. Diakses pada 14 Mei 2018
    8. Atmasari, Rina. “Manfaat Cuci Muka 2 Kali Sehari”. Diakses pada14 Mei 2018
    9. Melani, Agustina. “8 Manfaat Menyapa Seseorang Saat Pagi hari”.
    Read More
  • Tips Hemat Saat Ramadhan – Tidak terasa bulan Ramadhan telah tiba. Saatnya umat muslim menjalankan ibadah puasa dan berbagi kebaikan dengan sesama. Salah satu hal yang selalu diingat saat bulan Ramadhan yaitu banyak penjual yang menjajakan makanan, seperti kolak hingga gorengan. Godaan seperti itulah yang membuat kantong kita menipis. Belum lagi adanya kegiatan berbuka puasa […]

    5 Tips Hemat Agar Keuangan Tidak Jebol Saat Ramadhan

    Tips Hemat Saat Ramadhan – Tidak terasa bulan Ramadhan telah tiba. Saatnya umat muslim menjalankan ibadah puasa dan berbagi kebaikan dengan sesama. Salah satu hal yang selalu diingat saat bulan Ramadhan yaitu banyak penjual yang menjajakan makanan, seperti kolak hingga gorengan. Godaan seperti itulah yang membuat kantong kita menipis. Belum lagi adanya kegiatan berbuka puasa bersama keluarga, sahabat dan teman kerja. Mengakali hal tersebut, berikut 5 tips hemat agar keuangan tidak jebol saat ramadhan.

    1. Membuat Daftar Menu Selama Ramadhan

    Ramadhan kali ini Sahabat harus lebih menata hidup lebih baik, misalnya dengan membuat daftar menu makanan dari sahur hingga berbuka puasa. Lengkapi daftar menu tersebut seperti bahan-bahan yang akan digunakan dan berapa porsi yang harus dibuat. Hal ini akan memudahkan Sahabat dalam menghitung estimasi pengeluaran selama sebulan.

    Baca Juga: 5 Menu Praktis Untuk Anda yang Telat Sahur

    Biasakan juga untuk mencatat ulang biaya yang dikeluarkan untuk membeli bahan-bahan tersebut sebagai pengukur keuangan kita.

    1. Membatasi Berbuka Puasa di Luar

    Ramadhan menjadi momen yang tepat untuk temu kangen dengan sahabat dari sekolah dasar hingga kuliah. Belum lagi acara berbuka puasa bersama keluarga dan teman kerja. Tetapi kalau Sahabat ingin berhemat, sepertinya harus mengurangi berbuka puasa di luar. Selain harga makanan yang meningkat, penyajiannya akan sedikit lama dibandingkan sebelum puasa, karena banyaknya yang berbuka puasa di luar.

    Baca Juga: 4 Jenis Makanan Agar Kenyang Lebih Lama

    Aturlah jadwal berbuka puasa sahabat dan pilihlah makanan yang sesuai dengan kantong. Agar lebih hemat, bawalah minuman air putih dari rumah.

    1. Stok Kebutuhan Sebelum Ramadhan

    Tips selanjutnya adalah stok kebutuhan Sahabat selama bulan Ramadhan. Seperti biasa, saat Ramandhan tiba, harga kebutuhan baik makanan hingga kebutuhan rumah tangga akan terus meningkat. Belanjalah bahan pokok makanan yang tahan lama hingga saru bulan kedepan. Selain itu pilihlah barang-barang yang menawarkan bonus, seperti buy 1 get 1 atau potongan harga.

    Baca Juga: Persiapan Kesehatan Untuk yang Ingin Liburan

    Sebelum berbelanja, pastikan untuk membuat catatan belanja selama sebulan dan tahan diri Sahabat untuk tidak membeli barang diluar catatan belanja kita.

    1. Hindari Godaan Sale

    Bagi sebagian masyarakat Indonesia, bulan Ramadhan identik juga dengan baju baru yang dikenakan saat lebaran. Tidak jarang momen ini dimanfaatkan departement store dengan promo-promo. Jika ingin berhemat, hindarilah godaan-godaan sale yang membuat kantong Sahabat menipis. Lebih baik gunakan pakaian sebelumnya yang masih terlihat bagus karena lebaran bukanlah ajang untuk memamerkan pakaian baru namun untuk ibadah.

    Baca Juga: Tips Liburan Dengan yang Alergi Makanan

    1. Lebih Baik Mencegah Daripada Mengobati

    Mungkin kata itu yang tepat untuk menjaga kantong keuangan kita terlebih dibulan Ramadhan. Menjaga kesehatan sangatlah penting bagi kita. Saat ramadhan,lakukanlah olahraga ringan, minimal selama 5 hingga 10 menit setiap harinya. Pilihlah menu makan sehat dan proteksi diri Sahabat dan Keluarga dengan vaksinasi di ProSehat.  

    Vaksinasi yang nyaman untuk Sahabat dan Keluarga, selain itu Sahabat bebas konsultasi dengan Maya (Asisten Kesehatan ProSehat) melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 atau klik www.prosehat.com atau install Aplikasi di Google Play atau Apps Store. Ramadhan lebih hemat dan sehat.

    Referensi:

    1. Kompas.com. Ika, Aprillia. “4 Cara Cerdas Mencegah Pemborosan di bulan Ramadhan”.
    2. Kompas.com. Ika, Aprillia. “Tips Hemat Saat Bulan Puasa Bagi Anak Kost”.
    3. Tempo.co. Sarosa, Astari P. “Sebulan Menjelang Puasa Ramadan, Lakukan Persiapan Berikut”.
    Read More

Showing 1–10 of 15 results

Chat Asisten ProSehat aja