Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ puasa”

Showing 21–30 of 39 results

  • Kekurangan cairan tubuh (dehidrasi) merupakan masalah yang sering dialami selama berpuasa sehingga tubuh terasa lemas hingga sakit kepala. Baca Juga: Cegah Dehidrasi Saat Berpuasa di Bulan Ramadan Cara mengatasinya cukup mudah yaitu dengan memperbanyak konsumsi air putih saat sahur dan berbuka puasa, serta menghindari minuman berpemanis buatan dan minuman berkafein yang dapat menimbulkan rasa haus. […]

    Wajib Dicoba! 10 Macam Buah Pencegah Dehidrasi Saat Berpuasa

    Kekurangan cairan tubuh (dehidrasi) merupakan masalah yang sering dialami selama berpuasa sehingga tubuh terasa lemas hingga sakit kepala.

    buah pencegah dehidrasi

    Baca Juga: Cegah Dehidrasi Saat Berpuasa di Bulan Ramadan

    Cara mengatasinya cukup mudah yaitu dengan memperbanyak konsumsi air putih saat sahur dan berbuka puasa, serta menghindari minuman berpemanis buatan dan minuman berkafein yang dapat menimbulkan rasa haus.

    Selain dengan minum air putih, dehidrasi juga dapat dicegah dengan mengkonsumsi buah-buahan. Berikut 10 buah pencegah dehidrasi selama berpuasa:

    1. Semangka

    Buah yang berwarna merah ini sangat cocok untuk mencegah dehidrasi saat berpuasa karena mengandung 92% air. Semangka mengandung gula alami, magnesium, sodium, dan potasium yang efektif dalam mencegah dehidrasi.

    2. Melon

    Buah selanjutnya yang dapat Sahabat konsumsi adalah melon. Melon mengandung 90% air, yang dapat membantu mencukupi kebutuhan cairan sehingga dapat mencegah dehidrasi.

    3. Jeruk

    Selain kaya akan Vitamin C yang berperan dalam proses pembentukan daya tahan tubuh, jeruk juga dapat Sahabat konsumsi untuk mencegah dehidrasi karena mengandung 87% air.

    Produk Terkait: Jual Vitamin C

    4. Buah Beri

    Buah beri seperti stroberi direkomendasikan untuk dikonsumsi selama bulan Ramadan karena ternyata mampu menjadi buah pencegah dehidrasi. Buah yang didominasi dengan rasa asam ini memiliki kandungan air sebanyak 91%, dan mengandung antioksidan yang diperlukan bagi tubuh dalam melawan radikal bebas. Buah beri lainnya seperti raspberry dan blueberry juga dapat Sahabat konsumsi.

    5. Tomat

    Selain dijadikan sebagai salah satu bahan dalam memasak, tomat juga bermanfaat untuk mencegah dehidrasi karena mengandung air hingga 94%. Sahabat bisa memakan tomat secara langsung atau mengolah menjadi jus.

    Baca Juga: 10 Jenis Buah dan Sayur yang Baik untuk Nutrisi Otak Anak

    6. Kelapa Muda

    Air kelapa muda merupakan cairan yang kaya akan elektrolit, sehingga dapat mengganti cairan tubuh yang hilang selama puasa dan memberi efek menyegarkan.

    7. Blewah

    Buah lainnya yang bisa Sahabat konsumsi untuk mencegah dehidrasi adalah blewah. Buah ini memiliki tingkat hidrasi hingga 89%. Blewah dapat membantu meningkatkan produksi energi dan menjaga gula darah agar tetap stabil.

    Produk Terkait: Cek Lab

    8. Mangga

    Buah mangga dapat membantu Sahabat mencukupi kebutuhan cairan dalam tubuh. Selain itu mangga mengandung serat, vitamin A, vitamin B6, dan vitamin C yang dapat membuat Sahabat tetap bugar selama berpuasa.

    Produk Terkait: Jual Vegefrut

    9. Nanas

    Ingin buah yang tidak hanya mengandung cukup air, tetapi juga dapat menangkal penyakit? Jawabannya adalah nanas. Buah tropis ini tidak hanya mencukupi kebutuhan cairan dalam tubuh,  namun juga memiliki khasiat dalam mengatasi proses peradangan sehingga dapat menjaga kesehatan tubuh selama bulan Ramadan.

    10. Pepaya

    Satu buah pepaya mengandung sekitar 90% air. Tak hanya itu, pepaya juga mengandung serat yang dapat membantu mengatasi masalah pencernaan.

    Sahabat Sehat, itulah 10 macam buah pencegah dehidrasi selama berpuasa. Sahabat dapat mengkonsumsi buah-buahan saat sahur dan berbuka puasa, terutama sebelum menyantap hidangan utama.

    Baca Juga: Makanan Sehat Pencernaan Lancar

    Sahabat Sehat juga dapat mengkonsumsi buah-buahan dalam bentuk suplemen yang lebih praktis, dan tersedia di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Kirana F. 8 Buah Segar Ini Jaga Tubuh Dari Dehidrasi Selama Puasa [Internet]. fimela.com. 2021 [cited 15 April 2021]. Available from: https://www.fimela.com/lifestyle-relationship/read/3960398/8-buah-segar-ini-jaga-tubuh-dari-dehidrasi-selama-puasa#
    2. 9 Buah segar pencegah dehidrasi saat Ramadan | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2021 [cited 15 April 2021]. Available from: https://www.merdeka.com/sehat/9-buah-segar-pencegah-dehidrasi-saat-ramadan.html

     

    Read More
  • Puasa diketahui bukan menjadi halangan bagi Sahabat untuk disuntik vaksin Covid-19 karena berpuasa tidak mengganggu proses pembentukan daya tahan tubuh. Baca Juga: Boleh Vaksin di Bulan Ramadan, Berikut Tips dan Persiapannya! Demikian hal tersebut diungkapkan oleh dr. Gatot Soegiarto, SpPD-KAI, pakar imunisasi dewasa dalam sebuah dialog Tanya IDI “Amankah Vaksinasi Saat Berpuasa?” pada Rabu, 14 […]

    Boleh Divaksin Covid-19 Saat Berpuasa? Ini Faktanya!

    Puasa diketahui bukan menjadi halangan bagi Sahabat untuk disuntik vaksin Covid-19 karena berpuasa tidak mengganggu proses pembentukan daya tahan tubuh.

    divaksin covid-19 saat berpuasa

    Baca Juga: Boleh Vaksin di Bulan Ramadan, Berikut Tips dan Persiapannya!

    Demikian hal tersebut diungkapkan oleh dr. Gatot Soegiarto, SpPD-KAI, pakar imunisasi dewasa dalam sebuah dialog Tanya IDI “Amankah Vaksinasi Saat Berpuasa?” pada Rabu, 14 April 2021.

    Dikutip dari siaran pers Komite Penanganan Covid-19 Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), dr. Gatot Soegiarto, SpPD-KAI menyatakan ketika seseorang berpuasa selama kurang lebih 8 jam maka jumlah nutrisi dalam darah mengalami penurunan dan turut membersihkan zat toksik (racun) dalam tubuh.

    Kekhawatiran Efek Samping

    Sesuai Fatwa MUI, vaksin Covid 19 dinyatakan aman dan halal bagi tubuh serta tidak membatalkan puasa. Namun pada kenyataannya, terdapat penurunan jumlah peserta vaksinasi saat bulan Ramadhan.

    Dalam dialog tersebut, Dr.dr. Safrizal Rahman, Sp. OT, M.Kes, Ketua IDI Aceh mengungkapkan bahwa penurunan jumlah peserta vaksin saat bulan Ramadhan turut dipengaruhi akibat kekhawatiran efek samping yang mungkin dialami pasca vaksinasi.

    Perihal efek samping vaksin Covid-19, dr. Gatot Soegiarto, SpPD-KAI menjelaskan bahwa persentase efek samping mencapai 0,5-2% sehingga vaksinasi tidak perlu ditunda. Efek samping yang dialami para peserta vaksin tidak selalu berkaitan dengan vaksin Covid-19, sebab turut dipengaruhi oleh rasa khawatir atau rasa takut berlebihan saat akan divaksin.

    Baca Juga: Amankah Vaksin AstraZeneca? Simaklah Pendapat Para Ahli Ini!

    Sahabat, ternyata berpuasa tidak mempengaruhi pembentukan daya tahan tubuh pasca divaksin Covid-19 dan efek samping yang dialami juga termasuk rendah. Sahabat Sehat sebaiknya tetap mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap menjalani vaksinasi Covid-19 agar mempercepat proses pembentukan kekebalan kelompok.

    Setelah divaksin, Sahabat Sehat disarankan untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan 5M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas) serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

    Baca Juga: Boleh Tes Swab Selama Bulan Ramadan, Yuk Cek di Prosehat Aja!

    Apabila Sahabat ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai vaksin Covid-19, Sahabat dapat berkonsultasi dengan dokter secara online di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Siaran Pers Puasa Tak Halangi Pembentukan Daya Tahan Tubuh Usai Vaksinasi. 1st ed. Jakarta: KPC-PEN; 2021.

     

    Read More
  • Makanan apa yang terlintas di pikiran kita saat memasukki bulan Ramadan? Pasti semua menjawab kurma. Kurma menjadi makanan sunnah dan juga makanan yang dianjurkan saat puasa yang mengandung gula alami yang baik untuk tubuh. Kurma memberikan energi baik untuk kita setelah berpuasa selama sehari penuh. Baca Juga: Dapatkan Beragam Manfaat Berbuka Puasa dengan Kurma FYI, […]

    8 Makanan yang Dianjurkan Saat Puasa yang Perlu Sahabat Ketahui

    Makanan apa yang terlintas di pikiran kita saat memasukki bulan Ramadan? Pasti semua menjawab kurma. Kurma menjadi makanan sunnah dan juga makanan yang dianjurkan saat puasa yang mengandung gula alami yang baik untuk tubuh. Kurma memberikan energi baik untuk kita setelah berpuasa selama sehari penuh.

    makanan sehat puasa

    Baca Juga: Dapatkan Beragam Manfaat Berbuka Puasa dengan Kurma

    FYI, tidak hanya kurma saja loh yang dianjurkan saat puasa. Ternyata ada 8 makanan sunah lainnya yang dianjurkan untuk dikonsumsi saat berbuka puasa. Apa saja? Yuk, kita intip lebih lanjut

    1. Kacang-kacangan

    aneka kacang - kacangan

    Kacang-kacangan merupakan makanan yang memiliki manfaat untuk tubuh kita. Kacang-kacangan memiliki kandungan protein dan asam amino esensial yang tinggi, sehingga dapat dijadikan sebagai sumber karbohidrat, vitamin dan mineral. Kacang juga kaya akan lemak tak jenuh seperti omega 3 yang baik untuk kesehatan jantung.

    Baca Juga: 7 Cara Ampuh Mulut Tetap Segar Selama Puasa

    Menurut Jiwon Rhee yang dilansir dari Kompas.com, sebagai Associate Professional Officer di Perwakilan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB di Indonesia “Mempromosikan jenis masakan berbahan kacang-kacangan merupakan salah satu bentuk kekayaan dan keberagaman Indonesia.

    Kacang-kacangan terbukti sebagai sumber nutrisi yang menyehatkan dan murah”. Sehingga pada tahun 2016, kacang-kacangan ditetapkan sebagai Tahun Aneka Kacang Internasional pada Perserikatan Bangsa-bangsa

    2. Madu

    madu segar

    Madu memiliki banyak manfaat, baik untuk kesehatan hingga kecantikan, sehingga madu menjadi makanan yang dianjurkan saat puasa. Madu memiliki campuran senyawa fruktosa sebanyak 38,5 persen dan glukosa 31,0 persen. Terdapat pula karbohidrat seperti maltosa, sukrosa dan karbohidrat kompleks lainnya.

    Baca Juga: Siasati 8 Penyakit Ini Selama Puasa

    Madu memberikan manfaat dalam meningkatkan metabolisme tubuh, meningkatkan stamina, mengurangi batuk hingga meningkatkan daya ingat. Agar mendapatkan khasiatnya campurkan madu dengan segelas air, lalu minum setiap pagi.

    3. Semangka

    semangka potong

    Buah segar satu ini merupakan makanan yang dianjurkan saat berpuasa. Buah semangka, mengandung karbohidrat, serat, folat, asam pantotenat, vitamin A, C, E, kalium, kalsium, lycophene, beta-karoten, dan berbagai kandungan lainnya.

    Baca Juga: 5 Menu Sehat dan Praktis Ketika Telat Sahur

    Selain menyegarkan dan memenuhi kebutuhan cairan, biji semangka juga dapat dimanfaakan untuk mengatur tekanan darah dan jantung koroner, menjaga gula darah, menjaga sistem saraf, pencernaan dan kulit serta menjaga kolesterol.

    4. Melon

    melon di mangkuk

    Selain semangka, melon juga menjadi salah satu makanan yang dianjurkan saat puasa. Melon memiliki sumber serat dan air yang sangat baik yang mencapai 90 persen dari total beratnya. Bagi yang memiliki masalah dengan perut, rasanya melon pas dikonsumsi untuk mengurangi masalah pada perut.

    5. Pisang

    pisang

    Pisang merupakan buah yang populer, mudah didapatkan dan harga yang terjangkau. Pisang memiliki kandungan vitamin A, B6, C, kalium, folat, protein dan kandungan lainnya. Sebuah studi menunjukkan makan pisang tiga buah perhari dapat menambah kalium sekitar 500 mg pada tubuh.

    Produk Terkait: Berbagai Pilihan Makanan Sehat

    Pisang bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah tinggi, memperbaiki pencernaan, sebagai sumber energi, meningkatkan kesehatan jantung hingga membantu menciptakan sel-sel tubuh menjadi sehat kembali.

    6. Mentimun

    timun potong

    Zaman dahulu para nabi mengkonsumsi mentimun bersama kurma untuk menghilangkan dahaga dan mengurangi rasa panas dalam tubuh. Mentimun sendiri memiliki kandungan kalium, magnesium, serat alami, vitamin A, vitamin C dan lainnya.

    Dilansir dari CNN Indonesia, menurut Angela Lemond, seorang ahli gizi di Texas mengatakan bahwa timun mengandung serat dan beta karoten.

    Pada bagian biji dan kulit merupakan bagian yang memiliki kandungan gizi tersebut. Timun juga dapat dapat mencegah kanker, menjaga kesehatan jantung, melindungi otak, menyehatkan tulang hingga menjaga berat badan.

    7. Labu

    labu potong

    Labu biasa kita jumpai pada saat ramadhan. Labu biasa digunakan sebagai isian dari kolak. Tahukah Sahabat bahwa labu memiliki kandungan air yang dapat menjaga tubuh agar selalu terhidrasi sebanyak 97 persen. Keuntungan labu lainnya adalah sangat mudah diolah menjadi aneka makanan serta rasanya enak dan mengenyangkan.

    Baca Juga: 7 Penyebab Berat Badan Naik Terus Selama Puasa Ramadhan

    8. Beras Merah

    nasi merah

    Apakah Sahabat tidak terbiasa mengkonsumsi nasi merah? Sebaiknya harus pikir ulang dan mencobanya karena nasi merah lebih baik di bandingkan dengan nasi putih.Nasi merah tidak melewati banyak pengolahan sehingga lebih banyak mengandung nutrisi, serat dan GI (Glycemic index) yang rendah.

    Satu cangkir nasi merah mengadung fosfor dan magnesium sebesar 88 persen lebih banyak dibandingkan nasi putih.

    Begitu pula memiliki kandungan zat besinya mengandung 2,5 kali lipat lebih tinggi dibandingkan nasi putih. Satu porsi nasi merah dapat mencukupi kebutuhan magnesium harian. Berbeda saat memasak nasi putih, kandungan zat besi dan vitamin-vitamin lainnya menghilang sebanyak 60%.

    Bingung mencari beras merah dan makanan sehat lainnya? Tenang saja, Sahabat bisa mendapatkannya di Prosehat yang menyediakan makanan sehat untuk kebutuhan puasa Sahabat.

    Info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://prosehat.com/wa/

    Referensi:
    – Carmelita, Winda. “Bukan Hanya Kurma, Ini 5 Makanan Sunnah Lain di Bulan Ramadhan”
    – Aini, Fera Nur. “8 Makanan Favorit Nabi Muhammad ini Ada di Indonesia”.
    – Anna, Lusia Kus. “Kacang-kacangan, Sumber Nutrisi Sahabat Tubuh”.
    – Taya, Bethari. “30 Manfaat Madu untuk Kesehatan, Wajah, Kecantikan, Bibir dan Rambut”.
    – Juniman, Puput Tripeni. “4 Manfaat Biji Semangka untuk Kesehatan”.
    – Yusepi, Tera Tri. “10 Manfaat Ajaib dari Konsumsi 3 Pisang Setiap hari”.
    – Syukur, Nell. “10 Manfaat Mentimun untuk Kesehatan”.
    – Ratnasari, Elise Dwi. “ 5 Manfaat Mentimun untuk Kesehatan”.
    – Marie, Sophia. “Nasi Putih vs Nasi Merah, Mana yang Lebih Baik untuk Diet?”

    Read More
  • Salah satu keluhan yang seringkali dialami saat berpuasa adalah munculnya sakit kepala, migrain, atau pusing. Hal tersebut diakibatkan karena Sahabat menahan rasa lapar dan haus yang menyebabkan tubuh mengalami kekurangan cairan dan rendahnya gula darah. Baca Juga: Siasati 8 Macam Penyakit Ini Saat Puasa Ternyata tidak semua orang yang berpuasa akan mengalami sakit kepala, kondisi […]

    Sakit Kepala Saat Berpuasa? Ini 9 Cara Mengatasinya!

    Salah satu keluhan yang seringkali dialami saat berpuasa adalah munculnya sakit kepala, migrain, atau pusing. Hal tersebut diakibatkan karena Sahabat menahan rasa lapar dan haus yang menyebabkan tubuh mengalami kekurangan cairan dan rendahnya gula darah.

    sakit kepala saat berpuasa

    Baca Juga: Siasati 8 Macam Penyakit Ini Saat Puasa

    Ternyata tidak semua orang yang berpuasa akan mengalami sakit kepala, kondisi ini lebih sering dialami pada orang yang memiliki riwayat migrain atau sering mengalami sakit kepala. Hal ini dapat Sahabat atasi dengan mudah sehingga tidak perlu membatalkan puasa.

    Sahabat, mari simak penjelasan di bawah ini untuk membantu mengatasi sakit kepala saat berpuasa!

    1. Kurangi Minuman Berkafein  

    Sahabat disarankan untuk mengurangi minuman berkafein seperti kopi, teh, maupun soda selama berpuasa karena dapat menyebabkan tubuh kekurangan cairan (dehidrasi), hingga naiknya asam lambung.

    2. Minum Air Putih yang Cukup

    Sakit kepala yang dialami saat berpuasa, disebabkan karena tubuh mengalami dehidrasi akibat keluarnya histamin yang bertujuan untuk melindungi otak agar tidak kehabisan pasokan air dalam tubuh.

    Akibatnya, Sahabat merasakan sakit kepala dan tubuh terasa lemas. Untuk mengatasinya, Sahabat disarankan untuk mengonsumsi air putih yang cukup saat sahur dan berbuka puasa.

    3. Hindari Makanan dan Minuman Tinggi Gula

    Sakit kepala saat berpuasa juga dapat diakibatkan karena tubuh kekurangan gula darah (hipoglikemia). Untuk mengatasinya cukup mudah, Sahabat dapat mengonsumsi makanan maupun minuman yang mengandung gula seperti yoghurt, apel, anggur, dan lentil merah.

    Baca Juga: 8 Makanan yang dianjurkan Saat Puasa

    4. Mengoleskan Minyak Esensial

    Ketika Sahabat merasakan sakit kepala saat berpuasa, Sahabat dapat mengoleskan minyak esensial atau aromaterapi ke pelipis yang dianggap mampu memberi efek menenangkan dan mengurangi timbulnya sakit kepala karena mengandung bahan alami seperti peppermint, eucalyptus, dan lavender.

    Produk Terkait: Jual Owellness Boost Diffuser Oil

    5. Mengompres Kepala

    Berikan kompres air hangat di area yang nyeri, leher ataupun kepala untuk mengurangi ketegangan otot, peradangan dan meredakan sakit kepala.

    6. Pijat

    Memijat otot di area leher, kepala dan bahu dipercaya dapat membantu meringankan sakit kepala dan mengurangi ketegangan otot.

    Produk Terkait: Layanan Fisioterapi ke Rumah

    7. Latih Pernapasan

    Cara lain yang dapat Sahabat lakukan untuk meredakan sakit kepala adalah dengan melatih pola pernapasan untuk memfokuskan pikiran dan membuat tubuh lebih rileks.

    8. Redupkan Cahaya

    Faktor lain yang dapat menyebabkan sakit kepala adalah akibat pancaran radiasi layar komputer dan kondisi psikis stress. Untuk mengatasinya sebaiknya Sahabat gunakan filter cahaya pada komputer, beristirahat sejenak dan redupkan cahaya dalam ruangan agar tubuh lebih rileks.

    Baca Juga: 11 Cara Memantau Kesehatan Mata Saat WFH

    9. Istirahat yang Cukup

    Cara terakhir untuk meringankan sakit kepala adalah dengan beristirahat yang cukup sebab kurangnya jam istirahat dapat memicu timbulnya sakit kepala.

    Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Saat Puasa

    Sahabat, itulah 9 cara mengatasi sakit kepala yang seringkali dialami ketika sedang berpuasa. Apabila Sahabat mengalami kendala selama berpuasa, silakan berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Puasa Kok Jadi Sakit Kepala, Begini Cara Mengatasinya… Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 14 April 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/04/25/121200568/puasa-kok-jadi-sakit-kepala-begini-cara-mengatasinya-?page=all
    2. Pinandhita V. Saran Dokter untuk Atasi Kliyengan Gara-gara Tensi Drop Saat Puasa [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 14 April 2021]. Available from: https://health.detik.com/kebugaran/d-5528837/saran-dokter-untuk-atasi-kliyengan-gara-gara-tensi-drop-saat-puasa
    3. 8 Cara Atasi Sakit Kepala Saat Puasa, Tanpa Obat [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 14 April 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/ramadan/read/4247296/8-cara-atasi-sakit-kepala-saat-puasa-tanpa-obat

     

    Read More
  • Selamat menjalankan bulan Ramadan Sahabat Sehat. Apa saja yang sudah Sahabat siapkan? Apakah sudah menyiapkan makanan atau  minuman untuk berbuka puasa? Jangan lupa, loh untuk menjaga kesehatan Sahabat di bulan puasa ini. Saat puasa pola makan kita akan berubah dari makan tiga kali sehari menjadi dua kali sekali saat Sahur dan Berbuka puasa. Biasanya, dengan […]

    Siasati 8 Macam Penyakit Ini Saat Puasa

    Selamat menjalankan bulan Ramadan Sahabat Sehat. Apa saja yang sudah Sahabat siapkan? Apakah sudah menyiapkan makanan atau  minuman untuk berbuka puasa?

    Jangan lupa, loh untuk menjaga kesehatan Sahabat di bulan puasa ini. Saat puasa pola makan kita akan berubah dari makan tiga kali sehari menjadi dua kali sekali saat Sahur dan Berbuka puasa. Biasanya, dengan perubahan tersebut, tubuh kita sering tidak siap dan membuat Sahabat menjadi Sakit.

    Sakit kepala, mual & muntah, diare, sakit pinggang, sembelit dan gula darah rendah adalah  beberapa macam penyakit yang sering muncul saat puasa. Lalu, bagaimanakah cara mengatasinya?

    1. Sakit Kepala

    Sakit kepala merupakan penyakit yang umum dialami saat puasa. Munculnya sakit kepala karena menahan rasa kantuk saat siang hari serta kurangnya pasokan glukosa ke dalam tubuh. Kopi atau mengemil merupakan salah satu cara menghilangkan rasa kantuk.

    Baca Juga: Cara Mengatasi Sakit Saat Travelling

    Sakit kepala bisa semakin parah jika Sahabat memiliki tekanan darah rendah. Hal ini bisa menyebabkan rasa mual sebelum berbuka puasa. Cara mengatasi dan mengurangi sakit kepala yang Sahabat rasakan bisa dengan istirahat sejenak selama 15-20 menit dan gunakan minyak kayu putih untuk meringankan saraf yang tegang di sekitar kepala.

    2. Mual & Muntah

    Mual dan muntah biasanya dirasakan saat awal puasa. Hal ini terjadi akibat pola makan yang tidak tepat saat menjalani ibadah puasa.

    Namun,  Sahabat tidak perlu khawatir karena rasa mual dan muntah akan hilang dengan sendirinya. Cara mengatasinya yaitu selalu makan cukup saat sahur, memperbanyak minum air saat sahur dan berbuka, hindari makan makanan pedas dan asam.

    Produk Terkait: Aneka Produk Pencegah Mual dan Muntah

    Kurangi juga konsumsi es karena es dapat membuat perut kita menjadi kaget. Pilihlah air hangat saat berbuka untuk menyesuaikan perut kita yang kosong selama seharian.

    3. Diare

    Sahabat mungkin sering merasakan diare saat bulan puasa dan sangat tidak menyenangkan. Apalagi diare tersebut dapat memicu batalnya puasa Sahabat. Pemicu utama munculnya diare karena asupan makanan yang tidak tepat saat berbuka maupun sahur, seperti makanan pedas, makanan berbumbu tajam dan makanan yang berlemak.

    Produk Terkait: Diapet NR Kapsul

    Sahabat hendaknya banyak mengonsumsi sayur dan buah yang subtansinya dingin seperti buah persik, pir, pepaya, melon dan lain-lain yang merupakan sumber utama vitamin dan serat. Oh,ya, Jangan lupa untuk mengkonsumsi air putih yang cukup.

    4. Sakit Panggang

    Sahabat seringkali malas dan mengurangi gerak selama puasa karena takut lelah. Namun, tahukah ketika Sahabat kurangnya aktifitas gerak, justru akan menyebabkan sakit pada pinggang. Meskipun, ada juga yang mengira sakit pinggang yang dirasakan berasal dari penyakit ginjal.

    Hal ini menyebabkan Sahabat harus mengetahui terlebih dulu penyebab sakit pinggang dengan mengonsultasikannya ke dokter. Penyebab sakit pinggang dapat berasal dari trauma otot, posisi tubuh yang kurang tepat, kurangnya air minum, dan lain-lain.

    Produk Terkait: Borobudur Sakit Pinggang

    Konsumsilah makanan yang mengandung kalsium, magnesium dan kalium untuk mengurangi kram otot. Selain itu, makanan kaya mineral seperti susu, daging, buah-buahan dan sayur mayur baik untuk mengatasi masalah pinggang Sahabat.

    5. Sembelit

    Susah buang air besar atau sembelit bisa berbahaya. Sembelit dapat menyebabkan rasa nyeri di saluran anus, perut terasa kembung hingga menyebabkan ambeyen (haemorroids). Kondisi ini diakibatkan kurangnya cairan dalam tubuh dan kurangnya konsumsi makanan berserat.

    Produk Terkait: Aneka Produk Sembelit Terbaik

    Cegahlah ambeyen dengan memperbanyak makanan tinggi serat (biji-bijian dan buah-buahan), minum air putih dan pilihlah makanan karbohidrat seperti roti atau kue yang mengandung gandum aaat berbuka dan sahur. Sahabat juga bisa menggantinya dengan mengkonsumsi Chia Seed untuk melancarkan pencernaan.  

    6. Gula Darah Rendah

    Gula darah rendah juga sering dialami saat puasa. Gejala yang dirasakan seperti tubuh mudah lemas, pusing, letih, merasa goncang (tremor), konsentrasi menurun hingga keringat berlebih. Lakukanlah pemeriksaan gula darah secara teratur dan konsultasikan ke dokter bila terjadi hal ini.

    Produk Terkait: Alat Cek Gula Darang Lengkap

    7. Tekanan Darah Rendah

    Gejala dari tekanan darah rendah hampir sama dengan penyakit gula darah rendah. Seperti pusing, letih, lesu, lemas dan keringat berlebih. Tekanan darah rendah biasa terjadi karena sedikitnya jumlah konsumsi cairan dan kurangnya konsumsi garam. Cobalah untuk meningkatkan konsumsi cairan dan sedikit garam dari jumlah yang biasa Sahabat konsumsi.

    Baca Juga: Si Penghambat Rumah Tangga Anda

    8. Flu

    Perubahan cuaca saat bulan ramadhan membuat kondisi fisik kita menjadi lemah dan rentan terserang penyakit. Salah satunya adalah  penyakit flu yang membuat ramadhan kita sedikit berat. Penyebab flu saat puasa dapat karena saat makan sedikit saat sahur, kurangnya asupan cairan, kurang buah, tidur yang kurang dan jarang berolahraga.

    Solusi yang baik untuk mengatasi flu dengan mengonsumsi makanan sehat dengan gizi yang seimbang, mengurangi makanan yang merangsang tenggorokan (pedas, berlemak dan minuman dingin), minum air minimal 8 gelas sehari, tidur teratur, melakukan olahraga ringan dan kelola diri Sahabat dari stress.

    Selain itu,  vaksinasi flu bisa menjadi perlindungan tambahan mencegah flu. Vaksinasi flu bisa Sahabat dapatkan di prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah

    Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    vaksinasi ke rumah dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Lestari, Cindy. “Menyiasati Gejala Penyakit saat Puasa!”.
    2. Taya, Bethari. “10 Cara Menghilangkan Sakit Kepala secara Alami, Tradisional dan Tanpa Obat”
    3. Purwadi, Dedy. “Tips Cara Mengatasi Rasa Mual Ketika Saat Berpuasa, Agar tidak Batal”.
    4. Sulaiman, Muhamad R. “Diare di Bulan Puasa, 3 Hal ini Bisa Jadi Pemicunya”.
    5. Winaga, Handriadi. “Aduh, Nyeri Pinggang Bawah!”.
    6. Wardhani, Anita K. “Saat Puasa Terganggu Serangan Flu, Lakukan Hal Ini”.

     

    Read More
  • Memasuki bulan Ramadan, sebagian besar Sahabat Sehat mungkin berniat untuk menurunkan berat badan dengan cara berpuasa. Baca Juga: 7 Penyebab Berat Badan Terus Naik Saat Puasa Ramadan Namun seringkali berat badan bertambah ketika berpuasa karena dipengaruhi beberapa faktor seperti kurang berolahraga, konsumsi makanan tinggi karbohidrat dan minuman tinggi gula saat sahur dan berbuka puasa. Sahabat […]

    Bagaimana Cara Diet Saat Berpuasa ?

    Memasuki bulan Ramadan, sebagian besar Sahabat Sehat mungkin berniat untuk menurunkan berat badan dengan cara berpuasa.

    diet saat berpuasa, diet puasa

    Baca Juga: 7 Penyebab Berat Badan Terus Naik Saat Puasa Ramadan

    Namun seringkali berat badan bertambah ketika berpuasa karena dipengaruhi beberapa faktor seperti kurang berolahraga, konsumsi makanan tinggi karbohidrat dan minuman tinggi gula saat sahur dan berbuka puasa.

    Sahabat Sehat, berikut beberapa tips dalam menjalankan diet saat berpuasa.

    Tips Diet Saat Berpuasa

    Jaga Asupan Kalori

    Kalori merupakan sumber energi yang dibutuhkan oleh tubuh. Kelebihan atau kekurangan kalori dapat mengganggu kesehatan tubuh.

    Idealnya jumlah kalori per hari yang dibutuhkan orang dewasa mencapai 1.000-2.000 kalori, jika asupan makanan yang Sahabat konsumsi melebihi jumlah ideal tersebut, dapat berimbas pada kenaikan berat badan.

    Lakukan Aktivitas Fisik

    Banyak Sahabat Sehat yang merasa malas bergerak saat berpuasa karena khawatir lelah, lapar dan haus. Namun Sahabat disarankan untuk tetap melakukan aktivitas fisik agar dapat menjaga kebugaran tubuh, misalnya melakukan aktivitas fisik ringan seperti membersihkan rumah dan melakukan olahraga ringan.

    Konsumsi Makanan Berserat

    Selama berpuasa, Sahabat disarankan mengonsumsi makanan berserat seperti buah dan sayuran karena dapat memberikan efek kenyang yang cukup lama.

    Baca Juga: Apa Saja Risiko Kurang Konsumsi Buah dan Sayur?

    Kurangi Makanan Cepat Saji

    Makanan cepat saji dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh yang turut berperan dalam kenaikan berat badan.

    Produk Terkait: Jual Obat Kolesterol

    Kurangi Makanan & Minuman Tinggi Gula

    Saat berbuka puasa, seringkali Sahabat memilih menu makanan dan minuman tinggi gula untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.

    Namun sebaiknya dikonsumsi sewajarnya saja sebab makanan dan minuman tinggi gula yang dikonsumsi berlebihan dapat menimbulkan risiko kelebihan berat badan, maupun penyakit diabetes.

    Perbanyak Minum Air Putih

    Agar diet di bulan puasa berjalan lancar, Sahabat disarankan konsumsi air putih minimal 2 liter di waktu sahur dan berbuka puasa. Selain untuk mencegah dehidrasi, air putih juga dapat memberikan efek mengenyangkan dan melancarkan sistem pencernaan.

    Baca Juga: Cegah Dehidrasi Saat Berpuasa di Bulan Ramadan

    Makan Secukupnya Saat Berbuka Puasa

    Hal yang paling ditunggu ketika menjalankan puasa adalah ketika sudah waktunya berbuka puasa. Agar diet berjalan dengan baik, Sahabat sebaiknya makan secukupnya dan secara perlahan.

    Usahakan konsumsi makanan ringan seperti kurma dan air putih terlebih dahulu, baru dilanjutkan dengan menu makanan utama.

    Istirahat yang Cukup

    Apabila Sahabat kurang tidur, produksi hormon ghrelin meningkat. Hormon ghrelin diketahui turut berperan dalam meningkatkan nafsu makan. Sahabat sebaiknya istirahat yang cukup dan hindari tidur larut malam agar stamina tetap terjaga dan dapat menjalani puasa maupun program diet dengan baik.

    Sahabat Sehat, itulah beberapa tips dalam melakukan diet selama berpuasa di bulan Ramadan sehingga Sahabat turut memperoleh manfaat dari segi kesehatan sambil menjalankan ibadah.

    Baca Juga: 8 Makanan Rendah Lemak untuk Diet yang Enak dan Mengenyangkan

    Sahabat dapat memilih produk kesehatan dan suplemen di Prosehat, untuk melengkapi diet yang sedang dijalankan. Bila Sahabat mengalami kendala selama berpuasa, silahkan berkonsultasi dengan dokter di Prosehat melalui Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Ina K. 7 Cara Diet Sehat yang Bisa Kamu Lakukan di Bulan Puasa [Internet]. detikfood. 2021 [cited 13 April 2021]. Available from: https://food.detik.com/info-kuliner/d-5526712/7-cara-diet-sehat-yang-bisa-kamu-lakukan-di-bulan-puasa
    2. 8 Tips Jitu Diet Saat Puasa di Bulan Ramadan [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 13 April 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/bola/read/4241041/8-tips-jitu-diet-saat-puasa-di-bulan-ramadan
    Read More
  • Bulan Ramadan menjadi momen untuk memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik. Selain itu, Ramadan  waktu yang tepat untuk menurunkan berat badan. Kenyataannya, masih banyak orang yang mengeluh berat badannya terus naik saat berpuasa. Penyebab berat badan naik selama berpuasa dipengaruhi dari gaya hidup seseorang pada bulan Ramadan. Apa saja penyebabnya? Cek selengkapnya disini 1. Tidur […]

    7 Penyebab Berat Badan Terus Naik Saat Puasa Ramadan

    Bulan Ramadan menjadi momen untuk memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik. Selain itu, Ramadan  waktu yang tepat untuk menurunkan berat badan. Kenyataannya, masih banyak orang yang mengeluh berat badannya terus naik saat berpuasa.

    Penyebab berat badan naik selama berpuasa dipengaruhi dari gaya hidup seseorang pada bulan Ramadan. Apa saja penyebabnya? Cek selengkapnya disini

    1. Tidur Setelah Sahur

    Tidur Setelah Sahur

    Banyak orang yang memilih melanjutkan tidurnya setelah sahur. Namun ternyata, kebiasaan tidur setelah makan akan meningkatkan risiko penyakit GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau naiknya asam lambung ke bagian atas kerongkongan yang seringkali mengiritasi kerongkongan.

    Jika sering terjadi, GERD akan menyebabkan perubahan pada struktur dinding kerongkongan hingga berujung pada penyakit Barrett’s yang merupakan lesi pra-kanker.

    Menurut dr Dian Permatasari,M.Gizi, SpGK, tidur setelah sahur tidak masalah. Namun, disarankan untuk memberi jarak saat sekitar satu jam setelah makan.

    Baca Juga: 8 Makanan yang Dianjurkan Saat Puasa

    2. Kurangnya Aktivitas Fisik

    olahraga, yoga

    Tubuh mudah lemas saat melakukan aktivitas fisik selama puasa, sehingga kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk tidur dibandingkan berolahraga. Hal ini akan membuat berat badan Sahabat melonjak.

    Terlebih lagi jika Sahabat banyak mengonsumsi makanan berlemak, timbunan lemak makin menumpuk. Jadi, jangan malas berolahraga, ya.

    3. Banyak Mengonsumsi Makanan Manis

    Makanan dan minuman manis menjadi godaan kita saat berpuasa terlebih lagi saat berbuka. Namun, Sahabat harus ingat jangan mengonsumsi gula secara berlebihan.

    Memang saat berpuasa, tubuh akan kehilangan banyak gula dan tubuh terasa lemas. Konsumsi gula secukupnya, ya, Sahabat.

    Baca Juga: 10 Komplikasi Diabetes yang Perlu Diwaspadai

    Mengonsumsi makanan dan minuman manis justru akan disimpan sebagai lemak tubuh dan membuat diet Sahabat menjadi kacau. Minuman manis juga menjadi risiko Diabetes Melitus yang  dapat mengancam kesehatan Sahabat.

    4. Porsi Makan Berlebihan

    makanan porsi besar

    Berpuasa seharian membuat perut kita menjadi sangat lapar. Godaan untuk makan menjadi meningkat dibandingkan biasanya. Segala macam makanan yang berada di hadapan akan habis dalam seketika setelah waktu berbuka tiba.

    Hal ini seringkali menjadi penyebab berat badan Sahabat naik. Padahal, makan secara berlebihan dapat menimbulkan berbagai penyakit, seperti obesitas, bau mulut, gagal organ, hingga masalah asam lambung.

    Baca Juga: Fakta dan Mitos Diabetes

    5. Mengonsumsi Banyak Karbohidrat

    Tahukah Sahabat, bahwa gorengan dapat memicu naiknya berat badan. Hal ini karena makanan favorit saat berbuka puasa mengandung banyak lemak dan karbohidrat yang cepat disimpan menjadi lemak dalam tubuh.

    Pilihlah konsumsi makanan yang mengandung tinggi protein atau karbohidrat komplek seperti kentang atau nasi merah sebagai gantinya gorengan. Hal ini dapat membantu pencernaan Anda dapat mencerna lebih lambat. Sehingga bahan makanan yang masuk tidak langsung disimpan sebagai lemak.

    6. Kurang Tidur

    Tidur dapat menjadi salah satu cara untuk menurunkan berat badan saat puasa. Kurangnya tidur akan mengacaukan sistem metabolisme tubuh Sahabat. Akibatnya, tubuh tidak membakar cadangan lemak secara efektif.

    Aturlah tidur Sahabat dengan memanfaatkan saat sahur, saat istirahat dan setelah tarawih. Saat sahur dan shalat subuh, maka gunakan waktu sekitar 30 menit hingga 1 jam sebelum persiapan berangkat ke kantor.

    Saat siang hari, Sahabat diberikan waktu kurang lebih satu jam untuk beristirahat. Maka gunakanlah waktu tersebut untuk tidur selama 5 menit. Meskipun waktu tidur terbilang singkat, dapat membuat tubuh menjadi lebih bugar.

    Setelah Sahabat menjalankan ibadah tarawih, gunakan waktu luang untuk istirahat. Sahabat bisa mendapatkan waktu tidur lebih dari 6 jam yang merupakan waktu normal manusia untuk mencukupi kebutuhan tidurnya.

    Baca Juga: Cara Atasi Dehidrasi Anak Saat Travelling

    7. Kurang Konsumsi Air Putih

    minum air putih

    Saat kita berpuasa, tubuh akan kehilangan banyak cairan. Sementara cairan di tubuh kita banyak digunakan untuk membantu pencernaan bekerja lebih. Konsumsi air dapat membantu kita diet sehat selama berpuasa.

    Selain membantu pencernaan, air putih memberikan manfaat lainnya. Air putih dapat mempercepat metabolisme tubuh, meningkatkan imunitas tubuh, mencegah migrain, membuat kulit lebih bersinar, meningkatkan energi hingga membantu menumbuhkan rambut.

    Baca Juga: Cegah Dehidrasi Saat Berpuasa di Bulan Ramadan

    Itulah penyebab-penyebab berat badan menjadi naik saat puasa. Selalu berolahraga dan mengonsumsi makanan sehat yang baik untuk Sahabat dan keluarga.

    Susah mendapatkan makanan sehat? Jangan khawatir Sahabat, karena proSehat aplikasi kesehatan Indonesia siap memenuhi kebutuhan kesehatan. 

    Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik www.prosehat.com.

    Referensi:

    1. Bangkapos. “Jangan Langsung Tidur Setelah Sahur, Ini Bahayanya bagi Kesehatan Tubuh.”
    2. Setia, Unoviana K. “3 Kebiasaan Penyebab Berat Badan Naik Selama Ramadan”.
    3. Sartika, Resa Eka. “Tidur Setelah Sahur Boleh, Asal…”
    4. Setyani, Christina A. “Lima Bahaya yang Mengintai Saat Anda Makan Terlalu Banyak”.
    5. Tyas. “Mengantuk Saat Puasa?”
    6. CCN Indonesia. “10 Manfaat Minum Air Putih Saat Perut Kosong”.
    Read More
  • Salah satu permasalahan yang sering dialami selama menjalani puasa di bulan Ramadan adalah kekurangan cairan (dehidrasi). Baca Juga: 8 Tips Meningkatkan Semangat WFH Selama Bulan Ramadan Hal dikarenakan saat berpuasa Sahabat menahan rasa lapar dan haus, dan bagi Sahabat yang beraktivitas diluar ruangan atau terpapar sinar matahari dalam waktu lama menjadi lebih berisiko mengalami dehidrasi. […]

    Cegah Dehidrasi Saat Berpuasa di Bulan Ramadan

    Salah satu permasalahan yang sering dialami selama menjalani puasa di bulan Ramadan adalah kekurangan cairan (dehidrasi).

    cegah dehidrasi saat berpuasa

    Baca Juga: 8 Tips Meningkatkan Semangat WFH Selama Bulan Ramadan

    Hal dikarenakan saat berpuasa Sahabat menahan rasa lapar dan haus, dan bagi Sahabat yang beraktivitas diluar ruangan atau terpapar sinar matahari dalam waktu lama menjadi lebih berisiko mengalami dehidrasi.

    Dehidrasi dapat menyebabkan Sahabat merasa lemas, bibir kering, dan haus. Hal tersebut tentu dapat  mengganggu kelancaran ibadah puasa, apabila tidak segera diatasi.

    Sahabat, mari simak berbagai tips berikut untuk cegah dehidrasi selama bulan Ramadan!

    Tips Cegah Dehidrasi Saat Berpuasa di Bulan Ramadan

    Penuhi Kebutuhan Cairan

    Apakah jumlah kebutuhan minum air putih selama bulan Ramadan dan di hari biasa tetap sama?

    Menurut Ketua Indonesian Hydration Working Group, Diana Suhardi seperti dilansir dari Liputan6.com jumlah air putih yang dibutuhkan setiap orang selama bulan Ramahan dan di hari biasa tetap sama, yaitu sejumlah 2 liter per hari atau disesuaikan dengan kebutuhan harian setiap orang.

    Sahabat dapat mengonsumsi 2 gelas air putih saat berbuka puasa, 4 gelas air putih di malam hari hingga sebelum tidur dan 2 gelas air putih saat sahur.

    Jangan Konsumsi Minuman Tinggi Gula

    Sahabat Sehat sebaiknya menghindari minuman tinggi gula supaya terhindar dari dehidrasi saat menjalankan Ibadah puasa sebab minuman yang mengandung gula dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan rasa haus yang berlebihan.

    Disarankan untuk tetap mengonsumsi air putih, maupun infused water dari buah-buahan yang mengandung gula alami dan lebih menyehatkan tubuh.

    Hindari Minuman Berkafein

    Sahabat disarankan juga untuk menghindari minuman berkafein, seperti kopi dan teh sebab mengandung zat diuretik yang dapat mengakibatkan pengeluaran urin secara terus-menerus sehingga dapat menimbulkan rasa haus dan berisiko mengalami dehidrasi.

    Baca Juga: 8 Makanan yang Dianjurkan Saat Puasa

    Kurangi Asupan Garam

    Tips mencegah dehidrasi di bulan puasa lainnya yang bisa Sahabat lakukan adalah dengan mengurangi asupan garam pada menu makanan saat sahur dan buka puasa.

    Konsumsi Sayur dan Buah

    Untuk mendapatkan asupan cairan bagi tubuh saat berpuasa, sebenarnya tidak harus dari air putih namun asupan cairan dapat diperoleh pula dari sayur dan buah-buahan.

    Mengapa Air Begitu Penting Saat Berpuasa?

    Air berperan dalam melancarkan metabolisme tubuh dengan membantu penyaluran nutrisi ke sel tubuh dan membuang zat yang tidak diperlukan melalui urin.

    Mengingat pentingnya peran air bagi tubuh, Sahabat disarankan untuk mengonsumsi air minum yang cukup saat sahur dan berbuka puasa agar organ tubuh dapat bekerja dengan baik dan menjaga kesehatan saluran cerna.

    Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Saat Puasa

    Sahabat bisa berkonsultasi dengan dokter secara online di Prosehat, jika mengalami gejala dehidrasi atau masalah kesehatan lain saat berpuasa. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Perlu Minum Air Sebanyak Apa Saat Puasa Ramadan untuk Penuhi Kebutuhan Cairan? [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 12 April 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/ramadan/read/4525465/perlu-minum-air-sebanyak-apa-saat-puasa-ramadan-untuk-penuhi-kebutuhan-cairan
    2. Serba-Serbi Jelang Ramadhan 2021, Ini Tips agar Tak Dehidrasi saat Puasa, Cukupi Minum Air Putih – TribunStyle.com [Internet]. Style.tribunnews.com. 2021 [cited 12 April 2021]. Available from: https://style.tribunnews.com/amp/2021/03/18/serba-serbi-jelang-ramadhan-2021-ini-tips-agar-tak-dehidrasi-saat-puasa-cukupi-minum-air-putih

     

    Read More
  • Bulan Ramadan segera tiba. Di bulan itu stamina Sahabat agak terkuras karena harus menahan lapar dan haus dari sebelum matahari terbit hingga matahari terbenam selama 15-16 jam setiap harinya sembari tetap beraktivitas rutin. Hal yang demikian tentu akan membuat Sahabat menjadi lemas dan tidak bertenaga sehingga menganggu kelancaran ibadah puasa Sahabat. Karena itu, hendaknya Sahabat […]

    Sahabat Lemas Saat Berpuasa? Mari Saksikan Webinar Prosehat Pharmaton “No More Lemes! Tetap Berstamina saat Puasa”!

    Bulan Ramadan segera tiba. Di bulan itu stamina Sahabat agak terkuras karena harus menahan lapar dan haus dari sebelum matahari terbit hingga matahari terbenam selama 15-16 jam setiap harinya sembari tetap beraktivitas rutin.

    Hal yang demikian tentu akan membuat Sahabat menjadi lemas dan tidak bertenaga sehingga menganggu kelancaran ibadah puasa Sahabat.

    Karena itu, hendaknya Sahabat persiapkan dengan baik fisik untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan supaya badan tetap berstamina dan bertenaga.

    Lalu bagaimana caranya? Tidak perlu pusing-pusing. Sahabat bisa menemukan jawabannya pada webinar yang diadakan oleh Prosehat bekerja sama dengan Pharmaton dari Sanofi.

    Webinar “No More Lemes! Tetap Berstamina saat Puasa” ini akan diadakan pada Sabtu, 10 April 2021 pukul 14.00-15.00 WIB secara live di Youtube Prosehat,  Menghadirkan dr. Kevin Mak sebagai pembicara,  dan dimoderatori oleh dr. Gita Permatasari dari Prosehat.

    Bagi Sahabat Sehat yang berminat untuk mengikuti webinar Prosehat Pharmaton ini bisa mengakses link pendaftaran di: s.id/StaminaProsehat1004, dan akan ada hadiah menarik untuk 3 penanya terbaik.

    Jadi, jangan lewatkan webinar menarik dan bermanfaat ini, Sahabat! Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Pemerintah memutuskan tetap menjalankan program vaksinasi Covid-19 selama bulan Ramadan, sesuai fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 pada Saat Berpuasa yang menyebutkan bahwa vaksinasi Covid-19 tidak membatalkan puasa dan boleh dilakukan bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa. Baca Juga: 8 Tips Meningkatkan Semangat Work From Home Selama […]

    Boleh Vaksin di Bulan Ramadan, Berikut Tips dan Persiapannya!

    Pemerintah memutuskan tetap menjalankan program vaksinasi Covid-19 selama bulan Ramadan, sesuai fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 pada Saat Berpuasa yang menyebutkan bahwa vaksinasi Covid-19 tidak membatalkan puasa dan boleh dilakukan bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa.

    vaksin di bulan Ramadan

    Baca Juga: 8 Tips Meningkatkan Semangat Work From Home Selama Bulan Ramadan

    Hal ini ditujukan agar program vaksinasi tetap dapat dilaksanakan untuk mencegah penularan Covid-19. Meski begitu, pemberian vaksin harus tetap mempertimbangkan kondisi masing-masing orang dan disarankan untuk dilaksanakan pada siang hari.

    Pemberian vaksinasi selama bulan Ramadan dianggap tidak akan menimbulkan reaksi negatif bagi kesehatan karena dengan berpuasa dapat memberikan manfaat detoksifikasi bagi tubuh.

    Lalu bagaimana tips vaksinasi Covid-19 selama bulan Ramadan agar berjalan lancar? Sahabat Sehat, mari simak penjelasan di bawah ini!

    Tips Vaksinasi Covid-19 Selama Bulan Ramadan

    Dilansir dari Kompas.com, epidemiolog Universitas Padjajaran, Budi Sujatmiko mengungkapkan bahwa tidak ada persiapan khusus perihal menjalani vaksinasi Covid-19 selama bulan puasa. Secara umum para peserta vaksinasi disarankan untuk beristirahat yang cukup, dan makan makanan bergizi seimbang saat sahur dan berbuka puasa.

    Baca Juga: 8 Makanan yang Dianjurkan Saat Puasa yang Perlu Kamu Ketahui

    Pilihlah makanan yang mengandung karbohidrat, protein, rendah lemak, buah, sayur, dan susu sebagai pelengkap.

    Antisipasi KIPI Pasca Vaksinasi Selama Bulan Ramadan

    Sahabat Sehat yang hendak menjalani vaksinasi perlu mengantisipasi kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang dapat dialami setelah disuntik vaksin, misalnya demam, nyeri ataupun bengkak di tempat suntikan.

    Apabila Sahabat mengalami gejala seperti lemas, pusing, maupun demam, maka Sahabat sebaiknya membatalkan puasa dan segera konsumsi obat sebagai pertolongan pertama.

    Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19

    Sahabat, karena vaksinasi diperbolehkan dilakukan selama bulan Ramadan maka sebaiknya persiapkan tubuh Sahabat sebaik mungkin agar dapat menjalankan ibadah dengan baik selama bulan Ramadan.

    Jika Sahabat mengalami keluhan setelah disuntik vaksin, hendaknya segera menghubungi kontak dokter yang ada di surat keterangan vaksinasi atau dapat memanfaatkan layanan konsultasi dokter secara online yang ada di Prosehat.

    Produk Terkait: Chat Dokter 24 Jam

    Bagi Sahabat yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai vaksinasi atau produk kesehatan lainnya, Sahabat dapat berkonsultasi melalui Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Kemenkes Tetap Jalankan Vaksinasi COVID-19 di Bulan Ramadhan [Internet]. Sehat Negeriku. 2021 [cited 9 April 2021]. Available from: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/berita-utama/20210404/5137409/kemenkes-tetap-jalankan-vaksinasi-covid-19-di-bulan-ramadhan/
    2. Media K. Epidemiolog Unpad Beri Tips Vaksinasi Covid-19 Saat Bulan Ramadan Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 9 April 2021]. Available from: https://www.kompas.com/edu/read/2021/04/08/133158371/epidemiolog-unpad-beri-tips-vaksinasi-covid-19-saat-bulan-ramadan?page=all

     

    Read More

Showing 21–30 of 39 results

Chat Asisten Maya
di Prosehat.com