Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ corona”

Showing 41–50 of 67 results

  • Penyebaran virus SARS-CoV-2 yang dapat menyebabkan Coronavirus disease 2019 (COVID-19) sampai saat ini masih sulit untuk dikendalikan. Penyakit ini sudah dinyatakan sebagai pandemik yang tersebar di seluruh dunia. Hingga tanggal 1 April 2020, terdapat 823.626 jumlah kasus di seluruh dunia dan telah menyebabkan 40.598 kematian. Di Indonesia sendiri, jumlah kasus sudah mencapai 1.790 kasus terkonfirmasi […]

    Waspada Terinfeksi Corona Tanpa Gejala (Silent Carrier)

    Penyebaran virus SARS-CoV-2 yang dapat menyebabkan Coronavirus disease 2019 (COVID-19) sampai saat ini masih sulit untuk dikendalikan. Penyakit ini sudah dinyatakan sebagai pandemik yang tersebar di seluruh dunia. Hingga tanggal 1 April 2020, terdapat 823.626 jumlah kasus di seluruh dunia dan telah menyebabkan 40.598 kematian. Di Indonesia sendiri, jumlah kasus sudah mencapai 1.790 kasus terkonfirmasi dan 170 orang yang meninggal.

    Menurut data dari the South China Morning Post newspaper, 1 dari 3 orang yang memiliki hasil tes positif terinfeksi virus tidak menunjukkan tanda dan gejala penyakit (silent carrier). Terdapat lebih dari 43.000 orang di Cina yang memiliki tes positif COVID-19 pada akhir bulan Februari namun tidak memiliki gejala atau asimtomatik. Orang-orang tersebut ditempatkan di karantina dan dipantau, namun tidak dimasukkan dalam perhitungan resmi kasus yang terkonfirmasi oleh pemerintah Cina.

    Penelitian lain yang dilakukan pada penumpang kapal pesiar Diamond Princess, proporsi silent carrier sebesar 17.9%, sedangkan data dari penelitian yang dilakukan pada warga negara Jepang yang dievakuasi dari Wuhan proporsi pasien asimtomatiknya adalah 33.3%. Dengan mempertimbangkan jumlah virus yang ditemukan serupa pada pasien yang bergejala dan tidak bergejala, serta kemungkinan pasien yang tidak bergejala juga bisa menularkan COVID-19 ini, maka diperlukan tindakan preventif yang tegas untuk mengurangi penularan virus ini. Rekomendasi dari Center of Disease Control and Prevention (CDC) adalah seseorang yang memiliki kontak erat dengan pasien yang asimtomatik juga perlu melakukan isolasi diri selama 14 hari.

    Salah satu kendala dalam mengumpulkan data secara global adalah adanya perbedaan cara setiap negara untuk melaporkan kasus COVID-19. The World Health Organisation (WHO) mengklasifikasikan semua orang yang memiliki hasil tes positif sebagai kasus terkonfirmasi walaupun asimtomatik, hal ini diterapkan di Korea Selatan. Di Cina sendiri klasifikasi ini diganti pada bulan Februari, sehingga hanya pasien yang bergejala yang dimasukkan sebagai kasus terkonfirmasi. Sedangkan, di Amerika Serikat, Inggris, dan Itali pasien yang asimtomatik tidak dites sama sekali, kecuali untuk para pekerja kesehatan yang sudah terpapar dengan virus lebih banyak.

    Penyebaran COVID-19 adalah melalui percik renik yang keluar saat orang sedang batuk maupun bersin. Maka risiko penyebaran penyakit ini tinggi pada orang yang bergejala dan sering batuk maupun bersin. Namun, banyak pasien hanya mengalami gejala ringan terutama pada awal perjalanan penyakit sehingga terkadang tidak merasa sakit. Para ilmuwan sampai sekarang masih meneliti lebih lanjut mengenai risiko penularan virus dari orang yang tidak bergejala.

    Physical distancing merupakan himbauan yang perlu diterapkan untuk menurunkan angka penularan penyakit agar situasi lebih mudah untuk dikendalikan. Setiap individu memiliki peranannya masing-masing seperti menjaga jarak setidaknya satu meter saat sedang berinteraksi dengan orang lain serta menghindari kontak fisik seperti berjabat tangan, cukup menyapa dengan lambaian tangan, anggukan kepala atau membungkuk. Ingatlah untuk selalu melakukan pola hidup yang bersih dan sehat yaitu dengan rutin mencuci tangan dengan air dan sabun minimal selama 20 detik, hindari memegang area wajah, serta melakukan etika batuk dan bersin yang benar yaitu menutup bagian hidung dan mulut dengan tisu atau bagian dalam lipat siku.

    Ketentuan karantina diri yang berlaku di Indonesia dilakukan pada Orang dalam Pemantauan atau orang yang memiliki kontak erat dengan Pasien dalam Pengawasan (PDP). Karantina diri dilakukan selama 14 hari, selama masa karantina perlu dilakukan pemantauan setiap hari dengan pemeriksaan suhu tubuh dan skrining gejala harian.

    Untuk informasi terkait corona, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Novel Coronavirus (2019-nCoV) situation reports [Internet]. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/situation-reports
    2. A third of virus cases may be ‘silent carriers’, classified data suggests [Internet]. South China Morning Post. 2020. Available from: https://www.scmp.com/news/china/society/article/3076323/third-coronavirus-cases-may-be-silent-carriers-classified
    3. Mizumoto K, Kagaya K, Zarebski A, Chowell G. Estimating the asymptomatic proportion of coronavirus disease 2019 (COVID-19) cases on board the Diamond Princess cruise ship, Yokohama, Japan, 2020. Eurosurveillance. 2020 Mar 12;25(10):2000180.
    4. Estimation of the asymptomatic ratio of novel coronavirus infections (COVID-19). – PubMed – NCBI [Internet]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/32179137
    5. Q&A on coronaviruses (COVID-19) [Internet]. Available from: https://www.who.int/news-room/q-a-detail/q-a-coronaviruses
    6. Advice for public [Internet].Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
    7. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19). Kementerian Kesehatan RI; 2020.
    Read More
  • Pernakah Sobat menghadapi banyak tekanan hingga merasakan stres? Mungkin akhir-akhir ini Sobat tertekan karena virus corona sedang menyebar hingga ke Indonesia. Membaca artikel tentang virus corona yang sahih atau tanpa sumber yang akurat seperti hoax atau terbawa suasana untuk menimbun barang-barang berlebihan juga termasuk sumber stres. Stres dalam waktu singkat mungkin tidak dirasakan dampaknya pada […]

    Stres dan Panik Hadapi Corona, Justru Turunkan Imun Tubuh

    Pernakah Sobat menghadapi banyak tekanan hingga merasakan stres? Mungkin akhir-akhir ini Sobat tertekan karena virus corona sedang menyebar hingga ke Indonesia. Membaca artikel tentang virus corona yang sahih atau tanpa sumber yang akurat seperti hoax atau terbawa suasana untuk menimbun barang-barang berlebihan juga termasuk sumber stres. Stres dalam waktu singkat mungkin tidak dirasakan dampaknya pada tubuh Sobat. Namun stres dalam jangka waktu lama dapat menurunkan imun hingga mengganggu keseimbangan imun tubuh. Alhasil Sobat pun lebih rentan terhadap infeksi penyakit termasuk virus corona. Bagaimanakah stres dapat terhubung dengan terganggunya imun tubuh? Kita akan membahas definisi dari stres itu sendiri, bagaimana proses respon tubuh terhadap stres, hingga keadaan yang menyebabkan imun terganggu karena stres.

    Baca Juga: Lakukan Langkah Ini Jika Stres Akibat Corona

    Stres emosional adalah khawatir besar yang disebabkan oleh situasi sulit. Situasi sulit ini dapat dialami oleh kondisi di sekitar Sobat seperti kepanikan atau ketakutan akan suatu kondisi. Stres juga merupakan suatu proses dinamis yang dipengaruhi oleh bagian kognitif dari seseorang. Mengalami stres merupakan suatu hal yang normal. Durasi stres yang dapat dialami dapat berupa singkat atau lama. Contoh bentuk stres yang dialami saat singkat seperti saat dikejar lebah atau saat ingin berbicara di umum. Stres lama dapat berupa gangguan depresi atau gangguan panik yang menimbulkan tekanan dalam jangka waktu lama. Contoh yang saat ini dapat terjadi adalah kekhawatiran atau ketakutan berlebih yang berjalan dalam waktu lama selama pandemik virus corona.

    Stres dalam jangka waktu lama bersifat buruk untuk tubuh karena tubuh mengeluarkan hormon-hormon stres yang mengganggu daya tahan tubuh Sobat seperti kortisol. Kortisol merupakan suatu hormon dalam golongan Glukokortikoid. Hormon ini dikeluarkan tubuh saat mengalami stres. Proses ini dimulai dari sistem Hypothalamus Pituitary Adrenal (HPA) Axis akan mengeluarkan Corticotropin Releasing Hormone (CRH), hormon CRH menyebabkan  kelenjar adrenal mengeluarkan Glukokortikoid yang berupa Kortisol. Dalam jangka waktu singkat, hormon kortisol bersifat protektif untuk tubuh. Fungsi kortisol adalah sebagai respon anti radang dalam tubuh. Namun jika terjadi paparan hormon kortisol dalam jangka waktu lama, tubuh menjadi tidak sensitif terhadap hormon tersebut sehingga respon untuk menurunkan radang pada tubuh terganggu. Hal ini menyebabkan peningkatan respon radang tubuh. Semua proses ini pada akhirnya akan mengganggu keseimbangan imun tubuh. Penelitian menunjukkan hal serupa terlihat pada pasien dengan gangguan depresi mayor dan gangguan panik.

    Baca Juga: Cara Dapatkan Imunitas Tubuh Secara Alami Tanpa ke Bioskop

    Pada kondisi imun tubuh yang terganggu, tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi penyakit. Tidak hanya itu, bahkan penelitian menunjukkan kondisi tersebut dapat memperpendek umur.7 Penyakit-penyakit kronis yang sering dijumpai pada umumnya juga disebabkan oleh paparan respon radang tubuh dalam jangka waktu lama. Salah satu contoh dari penyakit kronis ini adalah penyakit jantung dan pembuluh darah berupa atherosclerosis atau penyumbatan pembuluh darah.7,8 Kondisi peningkatan respon radang dalam tubuh untuk jangka waktu lama dapat menyebabkan luka pada pembuluh darah. Luka ini dapat berkembang, lalu menjadi suatu penyumbatan pembuluh darah.

    Baca Juga: Mengembangkan Vaksin dalam Pandemic Speed, Bagaimana dengan Indonesia

    Apabila Sobat sedang dalam stres karena banyak tekanan dari kondisi saat ini, tenanglah dan luangkan waktu sejenak. Lakukan kegiatan-kegiatan untuk menenangkan diri Sobat seperti meditasi atau hobi yang Sobat gemari di rumah dengan keluarga. Untuk sementara waktu hindari membaca artikel tentang virus corona. Jika Anda ingin membaca informasi tentang virus Corona, bacalah dari website yang sahih seperti World Health Organization (WHO) atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Jangan terbawa suasana panik untuk menimbun barang-barang yang tidak diperlukan. Stres dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan imun tubuh terganggu, sehingga tubuh menjadi rentan untuk infeksi dan penyakit-penyakit kronis lain. Pastikan kondisi Sobat tetap sehat baik secara fisik maupun emosional.

    Produk Terkait: Layanan Suntik Vitamin C ke Rumah

    Untuk informasi terkait corona, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Stress Meaning in the Cambridge English Dictionary [Internet]. [cited 2015 Sep 5]. Available from: http://dictionary.cambridge.org/dictionary/english/stress
    2. Butler G. Definitions of stress. Occas Pap R Coll Gen Pract. 1993;(61):1.
    3. Habib Yaribeygi A. The impact of stress on body function: A review [Internet]. PubMed Central (PMC). 2020. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5579396/
    4. Liu Y, Wang Y, Jiang C. Inflammation: The Common Pathway of Stress-Related Diseases. Frontiers in Human Neuroscience. 2017;11.
    5. Takahashi A, Flanigan M, McEwen B, Russo S. Aggression, Social Stress, and the Immune System in Humans and Animal Models. Frontiers in Behavioral Neuroscience. 2018;12.
    6. Hou R, Garner M, Holmes C, Osmond C, Teeling J, Lau L et al. Peripheral inflammatory cytokines and immune balance in Generalised Anxiety Disorder: Case-controlled study. Brain, Behavior, and Immunity. 2017;62:212-218.
    7. Rohleder N. Chronic Stress and Disease. Insights to Neuroimmune Biology. 2016;:201-214.
    8. Esler M. Mental stress and human cardiovascular disease. Neuroscience & Biobehavioral Reviews. 2017;74:269-276.
    Read More
  • Penyakit Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 tengah menyita perhatian dunia. Pencegahan penularan penyakit ini adalah dengan menerapkan pola hidup yang bersih dan sehat, yaitu rutin mencuci tangan, melakukan etika batuk dan bersin yang benar, menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain, serta memeriksakan diri bila terdapat gejala. Selain melakukan himbauan yang […]

    Panduan Nutrisi untuk Mencegah Virus Corona Seperti Apa?

    Penyakit Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 tengah menyita perhatian dunia. Pencegahan penularan penyakit ini adalah dengan menerapkan pola hidup yang bersih dan sehat, yaitu rutin mencuci tangan, melakukan etika batuk dan bersin yang benar, menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain, serta memeriksakan diri bila terdapat gejala. Selain melakukan himbauan yang disebutkan di atas, menjaga kesehatan dengan meningkatkan daya tahan tubuh juga sama pentingnya. Salah satu cara untuk meningkatkan daya tahan tubuh ialah menjaga asupan nutrisi setiap harinya.

    Baca Juga: Jenis Buah dan Sayur yang Baik untuk Nutrisi Otak Anak

    Pada dasarnya, tubuh kita sudah memiliki sistem imun yang dapat melawan sakit penyakit. Bila ada virus atau bakteri yang disebut juga sebagai antigen masuk ke dalam tubuh, maka akan segera dikenali oleh sistem imun dan terjadi serangkaian proses biokimia yang dapat menghasilkan antibodi spesifik untuk melawan antigen tersebut. Proses pembentukan antibodi ini membutuhkan waktu 1-2 minggu. Bila sistem imun orang tersebut kuat, maka infeksi akan teratasi. Tubuh sendiri dapat mengingat jenis antigen yang sudah pernah menyerang tersebut, sehingga bila tubuh terpapar dengan antigen yang sama, proteksi antibodi akan terbentuk dengan lebih cepat.

    Status gizi yang kurang maupun berlebih juga dapat berdampak buruk pada sistem imun tubuh, sehingga penting untuk menjaga keseimbangan nutrisi. Status gizi kurang seringkali dikaitkan dengan kondisi imunosupresi yaitu daya tahan tubuh yang kurang sehingga mudah terkena penyakit. Sedangkan, status gizi yang berlebih meningkatkan risiko terjadi inflamasi kronis yang akan mengganggu daya tahan tubuh juga. Kebutuhan nutrisi manusia dibagi menjadi dua yaitu kebutuhan nutrisi makro seperti karbohidrat, protein, dan lemak, serta nutrisi mikro yaitu vitamin dan mineral.

    Berikut nutrisi yang diperlukan oleh tubuh untuk mendukung kerja sistem imun kita:

    1. Karbohidrat

    Karbohidrat adalah sumber energi yang penting untuk kerja sistem imun. Terdapat karbohidrat simpleks yang mudah diserap untuk menghasilkan energi, bisa didapatkan dari nasi, roti, gula, dan buah-buahan, serta karbohidrat kompleks yang membutuhkan proses penyerapan yang lebih lama, didapatkan dari gandum, sereal, biji-bijian, dan sayuran. Kebutuhan karbohidrat adalah 45-60% dari kalori harian yang dikonsumsi.

    1. Protein

    Protein berguna untuk bahan dasar pembentukan sel, mendukung kerja sistem imun, serta mengatur kerja enzim dan hormon. Protein akan dipecah menjadi asam amino di dalam tubuh. Kurangnya asam amino sendiri akan mengganggu kerja dari sistem imun dan meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit. Kebutuhan protein adalah 15-20% dari asupan kalori harian. Protein bisa didapatkan dari daging, telur, susu, dan kacang-kacangan.

    1. Lemak

    Lemak berperan penting dalam penyerapan vitamin A, D, E, dan K, lemak juga merupakan sumber energi bagi tubuh, 1 gram lemak dapat menghasilkan 2 kali lipat energi dibandingkan protein dan karbohidrat. Lemak akan dipecah menjadi asam lemak yang juga dapat meningkatkan respon sistem imun. Asam lemak sendiri dibagi menjadi lemak jenuh dan tidak jenuh. Lemak tidak jenuh mengandung omega-3 dan omega-6. Kebutuhan lemak adalah 25-30% dari asupan kalori harian. Sumber makanan yang mengandung lemak adalah minyak, kacang, daging, ikan, dan alpukat.

    Baca Juga: Cara Dapatkan Imunitas Tubuh Secara Alami Tanpa ke Bioskop

      4. Vitamin

    Vitamin berperan penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan, fungsi sistem saraf, pencernaan, dan imun tubuh. Kurangnya vitamin dapat menurunkan produksi sel imun. Sebagian besar vitamin tidak dapat dibentuk dari dalam tubuh, sehingga perlu didapatkan dari makanan yang dikonsumsi. Vitamin C dan E dapat membantu untuk meningkatkan daya tahan tubuh, sumber vitamin bisa didapatkan dari berbagai jenis makanan. Vitamin C bisa didapatkan dari buah dan sayuran seperti jeruk, lemon, strawberi, kiwi, brokoli, dan tomat. Vitamin E bisa didapatkan dari kacang-kacangan, sayuran, dan minyak sayur seperti minyak jagung dan olive oil.9,10

    1. Mineral

    Mineral adalah zat tidak berwarna yang dapat ditemukan dari nutrisi dan penting untuk mempertahankan fungsi sel. Mineral sendiri tidak dapat dibentuk di dalam tubuh sehingga didapatkan dari makanan yang dikonsumsi. Mineral yang dibutuhkan untuk meningkatkan sistem imun tubuh adalah selenium, zinc, dan besi. Mineral bisa didapatkan dari daging merah, ikan, hati ayam, dan bayam.

    Produk Terkait: Biovision Kapsul

    Nah, Sobat itulah sederet nutrisi yang perlu diperhatikan agar kita tetap fit selama masa pandemi ini. Bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Advice for public [Internet].Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
    2. CDC. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020 Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/prepare/managing-stress-anxiety.html
    3. Murin CD, Wilson IA, Ward AB. Antibody responses to viral infections: a structural perspective across three different enveloped viruses. Nat Microbiol. 2019;4(5):734–47.
    4. Alwarawrah Y, Kiernan K, MacIver NJ. Changes in Nutritional Status Impact Immune Cell Metabolism and Function. Front Immunol [Internet];9. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5968375/
    5. Karacabey K. The Effect of Nutritional Elements on the Immune System. J Obes Wt Loss Ther [Internet]. 2012.02(09). Available from: https://www.omicsonline.org/open-access/the-effect-of-nutritional-elements-on-the-immune-system-2165-7904.1000152.php?aid=10186
    6. Slavin J, Carlson J. Carbohydrates. Adv Nutr. 2014 Nov 1;5(6):760–1.
    7. Watford M, Wu G. Protein. Adv Nutr. 2018 Sep 1;9(5):651–3.
    8. Boston 677 Huntington Avenue, Ma 02115 +1495‑1000. Types of Fat [Internet]. The Nutrition Source. 2014. Available from: https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/what-should-you-eat/fats-and-cholesterol/types-of-fat/
    9. Carr AC, Maggini S. Vitamin C and Immune Function. Nutrients [Internet]. 2017 Nov 3;9(11). Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5707683/
    10. Moriguchi S, Muraga M. Vitamin E and immunity. Vitam Horm. 2000;59:305–36.
    Read More
  • Pemerintah telah menghimbau agar seluruh warga tetap berada di rumah dan mengurangi aktivitas di luar rumah untuk mencegah penularan virus SARS-CoV-2 yang dapat menyebabkan Coronavirus disease 2019 (COVID-19) yang sudah menjadi pandemi dan kian masif. Keluar rumah memang masih dibolehkan untuk beberapa hal tertentu, misalnya untuk berobat dan belanja kebutuhan sehari-hari. Baca Juga: Berobat Online […]

    6 Tips Belanja Aman di Supermarket agar Terhindar dari Corona

    Pemerintah telah menghimbau agar seluruh warga tetap berada di rumah dan mengurangi aktivitas di luar rumah untuk mencegah penularan virus SARS-CoV-2 yang dapat menyebabkan Coronavirus disease 2019 (COVID-19) yang sudah menjadi pandemi dan kian masif. Keluar rumah memang masih dibolehkan untuk beberapa hal tertentu, misalnya untuk berobat dan belanja kebutuhan sehari-hari.

    belanja aman di supermarket

    Baca Juga: Berobat Online Lebih Efektif Saat Masa Pandemi Corona

    Penyebaran virus ini bisa dari orang ke orang terutama melalui droplets, yaitu percikan yang keluar saat batuk dan bersin yang dapat menyebar hingga 1 meter. Percikan yang mengandung virus ini dapat hidup di permukaan tertentu selama beberapa jam bahkan hari. Dengan mengetahui metode penularannya, maka metode efektif untuk mencegah penularan adalah dengan rajin mencuci tangan, tidak memegang area wajah, mengetahui etika batuk dan pilek yang benar, menggunakan masker bila sakit, menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain, memeriksakan diri ke dokter bila terdapat gejala, dan mengurangi berpergian ke tempat umum yang ramai orangnya, salah satunya pusat perbelanjaan seperti supermarket.

    Berikut adalah tips yang bisa dilakukan untuk belanja yang aman:

    1. Menjaga jarak dari karyawan dan pembeli lainnya

    Tetaplah menjaga jarak lebih dari 1 meter dengan orang lain selama berada di dalam supermarket. Ambilah waktu untuk mengantre atau membeli ke area yang lain terlebih dahulu bila area barang yang perlu Sobat beli masih ada orang lain.

    1. Rencanakan keperluan makanan selama seminggu

    Dengan merencanakan makanan selama seminggu, Sobat akan tahu apa saja yang harus dibeli. Ini akan mecegah Sobat bingung apa yang harus dibeli saat belanja dan lebih menghemat waktu. Jangan hanya mengandalkan makanan kaleng yang tahan lama, pastikan tetap membeli makanan yang bernutrisi sehat seperti buah dan sayur yang dapat mendukung kesehatan tubuh dan meningkatkan sistem imun yang kuat.

    1. Buatlah daftar belanja

    Catatlah barang-barang yang diperlukan sesuai dengan kategorinya, sebaiknya jangan terpaku pada satu produk tertentu, siapkan alternatif lainnya bila produk yang dicari tidak ada. Dengan begitu kegiatan belanja akan menjadi lebih cepat dan tepat karena tidak perlu berlama-lama untuk mencari barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.

    Baca Juga: Trik Anti Rugi Belanja Online

    1. Tidak perlu belanja beramai-ramai

    Cukup satu orang saja yang belanja untuk keperluan keluarga agar kondisi di supermarket tidak ramai, proses belanja menjadi lebih cepat dan memungkinkan untuk setiap pembeli menjaga jarak dengan orang lain.

    1. Belanja secukupnya saja

    Walaupun kegiatan berbelanja sebaiknya dibatasi tidak lebih dari satu kali seminggu. Namun, Sobat tidak perlu menimbun banyak barang akibat sedang panik. Hal ini dapat merugikan masyarakat luas karena barang tersebut akan menjadi sulit untuk didapatkan oleh orang yang benar-benar membutuhkannya. Belilah barang-barang sesuai dengan kebutuhan secukupnya saja.

    1. Perilaku bersih dan sehat

    Bila Sobat dalam kondisi yang sehat tidak perlu menggunakan masker, karena penggunaan masker diprioritaskan hanya untuk orang yang sakit dan tenaga medis saja. Cukup mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun minimal selama 20 detik, sebaiknya dilakukan sebelum dan sesudah belanja. Hindari untuk memegang bagian wajah selama belanja. Setelah sampai di rumah, segera membersihkan diri dan barang-barang yang dibawa dari supermarket sebelum melakukan kontak dengan anggota keluarga lainnya.

    Baca Juga: Sudah Tahukah Sobat, Apa Itu ‘The New Normal’?

    Itulah beberapa tips belanja aman di supermarket agar terhindar dari virus corona. Sobat tidak perlu panik dan melakukan pelindungan diri yang berlebihan. Dengan mengetahui cara penularan penyakit COVID-19 ini diharapkan Sobat dapat menangkap hal-hal penting yang harus dilakukan dan hal-hal yang perlu dihindari.

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. CDC. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/lab/index.html
    2. Advice for public [Internet]. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
    3. How Can You Safely Grocery Shop in the Time of Coronavirus? Here’s What Experts Suggest [Internet]. Time. Available from: https://time.com/5810782/grocery-store-safety-coronavirus/
    4. Zelman KM, MPH, RD, LD. 10 Tips for Healthy Grocery Shopping [Internet]. WebMD. Available from: https://www.webmd.com/food-recipes/features/10-tips-for-healthy-grocery-shopping
    5. Parker-Pope T. Who Knew Grocery Shopping Could Be So Stressful? The New York Times [Internet]. 2020 Mar 26 Available from: https://www.nytimes.com/2020/03/26/well/eat/coronavirus-shopping-food-groceries-infection.html
    6. Coronavirus | About | Prevention and Treatment | CDC [Internet]. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/about/prevention.html
    Read More
  • Belakangan ini beredar kabar lewat broadcast atau grup WA bahwa sinar matahari dapat membunuh virus corona. Seorang ahli gizi komunitas, dr. Tan Shot Yen, mengatakan bahwa jam 10 merupakan waktu terbaik untuk berjemur karena sinar UVB paling tinggi dimulai dari pukul 10 pagi. Lalu, benarkah bahwa sinar matahari dapat membunuh virus corona? Lantas, benarkah matahari […]

    Benarkah Berjemur Matahari Pagi Bisa Tingkatkan Kekebalan Tubuh?

    Belakangan ini beredar kabar lewat broadcast atau grup WA bahwa sinar matahari dapat membunuh virus corona. Seorang ahli gizi komunitas, dr. Tan Shot Yen, mengatakan bahwa jam 10 merupakan waktu terbaik untuk berjemur karena sinar UVB paling tinggi dimulai dari pukul 10 pagi. Lalu, benarkah bahwa sinar matahari dapat membunuh virus corona? Lantas, benarkah matahari jam 10 pagi adalah waktu terbaik untuk berjemur? Mari kita bahas satu persatu ya, Sobat.

    Baca Juga: Cara Dapatkan Imunitas Tubuh Alami Tanpa ke Bioskop

    Sinar matahari mempunyai banyak sekali manfaat bagi tubuh. Seperti yang kita ketahui bahwa sinar matahari adalah pembentuk vitamin D di tubuh manusia. Vitamin D terbentuk dari kolesterol di kulit yang terpapar sinar matahari. Sinar UVB yang dihasilkan matahari (panjang gelombang 290-315 nm) menyebabkan photolysis yang mengubah kolesterol menjadi vitamin D.  Oleh karena itu, sangatlah penting bagi tubuh kita untuk tetap terpapar sinar matahari setiap harinya untuk menjaga kadar vitamin D dalam tubuh. 1-4

    Vitamin D mempunyai peran yang sangat penting bagi tubuh dalam menjaga kesehatan. Apabila tubuh kekurangan vitamin D, akan menyebabkan gangguan kesehatan yang cukup serius, antara lain osteoporosis, kanker, depresi, lemah otot, bahkan kematian. Selain itu, dengan dosis yang tepat, sinar matahari juga memiliki sejumlah manfaat, seperti kualitas tidur yang baik, meningkatkan mood serta meningkatkan sistem imun tubuh. 1-4

    Produk Terkait: Nature Plus Vitamin D3

    Beberapa penelitian menyatakan bahwa salah satu fungsi sinar matahari yang terpenting selain pembentuk vitamin D adalah meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam melawan berbagai penyakit seperti menurunkan resiko penyakit jantung, sklerosis atau kelemahan otot, penyakit autoimun, flu dan juga mengurangi risiko terkena kanker. 1-4

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Karena semakin parahnya penyebaran virus corona dalam beberapa waktu belakangan ini, banyak sumber yang tidak dapat dipercaya mengatakan bahwa paparan sinar matahari dapat membantu membunuh virus corona. Namun, menurut para ahli, hal ini belum dapat dibenarkan. Alasannya, temperatur dari sinar matahari tidak mencapai lebih dari 560 C sehingga tidak dapat membunuh virus corona.5 Karena virus corona masih merupakan virus baru, maka belum banyak penelitian yang menyatakan bahwa virus corona dapat mati dengan paparan panas matahari dan juga sinar UV.6-7

    Tidak Membunuh Virus Corona

    Dapat kita ambil simpulkan bahwa sinar matahari tidak dapat membunuh virus corona, namun sinar matahari dapat membantu Sobat meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar Sobat tidak mudah terinfeksi dengan virus corona.

    Lalu, kapan waktu yang tepat serta berapa lama waktu yang dibuutuhkan untuk berjemur dibawah sinar matahari untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh ?

    Para ahli mengatakan bahwa waktu terbaik paparan sinar matahari yang baik bagi kesehatan adalah berjemur pagi hari dibawah jam 11 pagi. Namun, kadar tertinggi UVB adalah pada pukul 11-15.30, seperti yang disebutkan di atas bahwa UVB berperan dalam pembentukan vitamin D tubuh8 namun, karena tingginya sinar ultraviolet A (UV) pada tengah hari dapat menyebabkan berbagai kelainan kulit seperti kulit terbakar sehingga timbul kemerahan, penuaan pada kulit (kerutan serta flek hitam pada wajah).
    Hal yang paling ditakutkan apabila terpapar sinar matahari melebihi jam 11 pagi ialah meningkatnya risiko terkena kanker kulit. Sehingga waktu terbaik untuk berjemur antara jam 10-11 pagi.1-3

    Perhatikan Jam & Durasi Berjemur!

    Waktu berjemur yang aman mungkin tidak sama untuk semua orang, hal ini memerlukan penyesuaian seberapa lama seseorang berjemur dan dengan beberapa faktor lain seperti jenis kulit, kondisi cuaca atau lokasi geografis untuk menghindari efek samping potensial seperti terbakar matahari atau kanker kulit. Seperti halnya negara dingin atau pada musim dingin misalnya di Spanyol, paparan matahari paling baik untuk kesehatan adalah pukul 10 pagi sampai 4 sore selama 2 jam paparan sinar matahari. 1-3

    Bagaimana bila dibandingkan di Indonesia? Selama Sobat tidak memiliki komplikasi dengan paparan sinar matahari seperti kulit mudah terbakar maupun flek hitam, Sobat dapat berjemur tanpa menggunakan tabir surya selama 20 menit setiap hari, hindari paparan matahari lebih dari 30 menit karena dapat menimbulkan kemerahan pada kulit dan risiko kanker kulit. 1-3

    Baca Juga: Jaga Daya Tahan Tubuh Saat Liburan ke Bali

    Selain berjemur di bawah sinar matahari pagi, diperlukan beberapa faktor lain dalam menangkal infeksi COVID-19 yaitu dengan menjaga kebersihan tubuh, selalu mencuci tangan selama minimal 20 detik, melakukan desinfeki dengan cairan desinfektan pada barang-barang yang sering disentuh, hindari memegang wajah (terutama mata, hidung dan mulut), manjaga jarak sosial (hindari bersentuhan dengan orang lain), menggunakan masker, menerapkan etika batuk dan bersin, istirahat yang cukup, makan makanan yang bergizi serta berolahraga yang teratur setiap harinya.7

    Produk Terkait: Obat Osteoporosis

    Untuk informasi kesehatan lainnya, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. How much sun is good for our health? [Internet]. ScienceDaily. 2017 [cited 27 March 2020]. Available from: https://www.sciencedaily.com/releases/2017/03/170308083938.htm
    2. Rayman R. How to Safely Get Vitamin D From The Sun [Internet]. Healthline. 2018 [cited 27 March 2020]. Available from: https://www.healthline.com/nutrition/vitamin-d-from-sun#overview
    3. Publishing H. Benefits of moderate sun exposure – Harvard Health [Internet]. Harvard Health. 2015 [cited 27 March 2020]. Available from: https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/benefits-of-moderate-sun-exposure
    4. Repinski K. The Health Benefits of Some Sun Exposure [Internet]. Consumer Reports. 2018 [cited 27 March 2020]. Available from: https://www.consumerreports.org/health-wellness/sun-exposure-health-benefits/
    5. Can sun exposure kill the novel coronavirus? – Chinadaily.com.cn [Internet]. Chinadaily.com.cn. 2020 [cited 27 March 2020]. Available from: https://www.chinadaily.com.cn/a/202002/08/WS5e3eb7aea31012821727601d.html
    6. Roach J. UV radiation from the sun increases ‘by a factor of 10’ by summer and could be key in slowing COVID-19 [Internet]. ACCU Weather. 2020 [cited 27 March 2020]. Available from: https://www.accuweather.com/en/health-wellness/uv-radiation-from-the-sun-increases-by-a-factor-of-10-by-summer-and-could-be-key-in-slowing-covid-19/703393
    7. Fallon S. Spring equinox: Will season’s longer days, stronger sunlight, warmer air help kill coronavirus? [Internet]. Northjersey.com. 2020 [cited 27 March 2020]. Available from: https://www.northjersey.com/story/news/coronavirus/2020/03/20/springs-longer-days-more-sunlight-warmer-temperatures-help-kill-coronavirus-covid-19/2871156001/
    8. When is the Best Time to Get Vitamin D from Sunlight ?. [Internet]. Theralight. 2020. [cited 28 March 2020]. Available from: https://theralightinc.com/best-time-to-get-vitamin-d-from-sunlight/
    Read More
  • Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah mengumumkan 132 rumah sakit rujukan di seluruh provinsi untuk penanganan kasus virus corona. Hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/169/2020. Berikut daftar 8 rumah sakit rujukan di Provinsi DKI Jakarta: RSPI Sulianti Saroso Alamat: Jl Baru Sunter Permai Raya Jakarta Utara Telepon: (021-6506559) Fax: (021-6401411) […]

    Catat Sobat, Daftar 8 RS Rujukan Penanganan Virus Corona & Hotline DKI Jakarta + ProSehat

    Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah mengumumkan 132 rumah sakit rujukan di seluruh provinsi untuk penanganan kasus virus corona. Hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/169/2020.

    daftar 8 RS rujukan penanganan virus corona

    Berikut daftar 8 rumah sakit rujukan di Provinsi DKI Jakarta:

    1. RSPI Sulianti Saroso
      Alamat: Jl Baru Sunter Permai Raya Jakarta Utara
      Telepon: (021-6506559)
      Fax: (021-6401411)
      Email: info@rspisuliantisaroso.com
    2. RSUP Persahabatan
      Alamat: Jl Persahabatan Raya No. 01 Jakarta Timur
      Telepon: (021) 4891708
      Fax: (021) 4711222
      Email: info@rsuppersahabatan.co.id
    3. RSUP Fatmawati
      Alamat: Jl RS Fatmawati Cilandak, Jakarta Selatan
      Telepon: (021-7501524) E
      mail: rsupf@fatmawatihospital.com
    4. RSPAD Gatot Soebroto
      Alamat: Jl Dr. Abdul Rahman Saleh No. 24 Kel. Senen, Kec. Senen, Jakarta Pusat
      Telepon: (021-3440693)
      Fax: (021-3440693)
      Email: presidentialhospital@rspadgs.net
    5. RSUD Cengkareng
      Alamat: Jl Kamal Raya Bumi Cengkareng Indah, Cengkareng Timur
      Telepon: (021) 54372874
      Fax: (021) 5442693
      Email: rscengkareng@jakarta.go.id
    6. RSUD Pasar Minggu
      Alamat: JL. TB. Simatupang No. 1 Kel. Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
      Telepon: (021-29059999)
      Fax: (021-29407035)
      Email: rsud.pasarminggu@yahoo.com
    7. RS Umum Bhayangkara Tk. 1 R. Said Sukanto
      Alamat: Jl. Raya Bogor Kramat Jati, Jakarta Timur
      Telepon: (021-8093288)
      Fax: (021-8094005)
      Email: subbagren.tk1@gmail.com
    8. RSAL Mintoharjo
      Alamat: Jl. Bendungan Hilir 17 Jakarta Pusat
      Telepon: (215703081)
      Fax: (021-5711997)
      Email: set.rsmth@yahoo.com

    Layanan Hotline Dinkes DKI & ProSehat
    Sementara itu, Dinas Kesehatan DKI Jakarta membuka sambungan (hotline) di nomor 08138837-6955 bagi masyarakat yang ingin melaporkan dugaan kasus virus corona. Nomor tersebut siap melayani masyarakat selama 24 jam. Selain itu, hotline tersebut juga bisa digunakan untuk mengetahui informasi lebih lanjut soal virus corona. Untuk kondisi gawat darurat, masyarakat dan tenaga kesehatan juga dapat langsung menghubungi 112 atau 119.
    Atau Sobat pun dapat menghubungi hotline Prosehat ke nomor WA (whatsapp) 0811-1512-800.

    Baca Juga: Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik, Tempat Rapid Test di Jakarta

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan,  bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • Sobat, saat ini dunia masih dibuat  resah dengan pandemi Corona virus atau COVID-19 karena jumlah kasus baru yang semakin lama semakin membludak dan angka kematian semakin lama semakin meningkat diseluruh belahan dunia. Saat ini per tanggal 26 maret, menurut WHO (World Health Organization) tercatat 416.686 kasus positif COVID-19 di dunia dengan angka kematian sebanyak 18.589 […]

    Apa itu Hantavirus? Benarkah Lebih Berbahaya dari Corona?

    Sobat, saat ini dunia masih dibuat  resah dengan pandemi Corona virus atau COVID-19 karena jumlah kasus baru yang semakin lama semakin membludak dan angka kematian semakin lama semakin meningkat diseluruh belahan dunia. Saat ini per tanggal 26 maret, menurut WHO (World Health Organization) tercatat 416.686 kasus positif COVID-19 di dunia dengan angka kematian sebanyak 18.589 yang tersebar di 196 negara. Sedangkan di Indonesia sendiri, sudah tercatat 893 kasus positif COVID-19 dengan angka kematian sebanyak 78 orang.1

    hantavirus

    Baca Juga: Infografik Virus Corona Terkini

    Belum selesai tugas kita memerangi dan mengendalikan virus Corona, sekarang dunia kembali dikejutkan dengan adanya virus baru yaitu Hantavirus yang diduga sama mematikannya dengan virus Corona. Lalu apa sebenarnya yang dimaksud dengan Hantavirus dan benarkah lebih berbahaya bila dibandingkan dengan virus Corona?

    Apa Itu Hantavirus?

    Kasus Hantavirus pertama kali dilaporkan terjadi di China dan dikabarkan penderitanya meninggal, sehingga kembali membuat panik dunia. Belum selesai kasus virus Corona, sekarang dunia semakin dibuat panik dengan hantavirus. Hantavirus adalah virus yang ditularkan melalui perantara hewan pengerat (rodent atau tikus) yang dapat menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang sistem pernapasan, sebelumnya hantavirus dikenal sebagai “old world” hantaviruses yang menyerang terutama di Asia dan Eropa dapat menyebabkan Hemorrhagic fever with renal syndrome yang menyerang  ginjal dengan gejala demam berdarah disertai dengan gangguan ginjal.2

    Hantavirus dapat ditularkan oleh tikus ke manusia melalui urine, tinja, air liur dan gigitan dari tikus yang terinfeksi dengan hantavirus. Apabila di rumah Sobat terdapat tikus yang sedang menggerogoti makanan, maka secara tidak langsung tikus akan meninggalkan air liur disekitarnya, apabila makanan terkontaminasi, maka Sobat akan tertular hantavirus. Oleh karenanya, sangatlah penting bagi Sobat untuk menjaga kebersihan rumah.3-5

    Seperti Apa Gejalanya?

    Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) menunjukkan gejala yang cukup berat bahkan fatal hingga berujung kematian. HPS ditularkan melalui urine tikus yang terinfeksi hantavirus. Pada manusia yang terinfeksi hantavirus akan menunjukkan gejala pernapasan yang cukup berat. 3-5

    Baca Juga: Cara Membersihkan Tempat Kerja dari Virus Corona

    Hantavirus dapat menular dari tikus ke manusia melalui urine, liur dan kotorannya, kemudian partikel virus menguap di udara kemudian terhirup manusia maka akan menginfeksi manusia, proses ini disebut airborne transmission atau transmisi udara. Namun para peneliti berpendapat, ada bebrapa cara lain virus dapat menginfeksi manusia, yaitu:

    1. Jika tikus yang terinfeksi hantavirus menggigit manusia, kemungkinan hantavirus juga akan menginfeksi manusia. Namun penularan jenis ini sangat jarang terjadi.3,5
    2. Peneliti percaya bahwa hantavirus menular dari tikus ke manusia apabila manusia memegang benda yang terkontaminasi dengan kotoran, urin dan liur tikus kemudian memegang hidung atau mulut maka hantavirus dapat menular ke manusia. 3,5
    3. Selain itu, peneliti juga berpendapat bahwa kontaminasi makanan yang terkontaminasi kotoran, urin dan liur pendertita hantavirus juga dapat berpotensi menginfeksi manusia. 3,5

    Hantavirus tidak dapat menular dari orang yang sakit ke orang yang sehat, artinya hantavirus tidak menular melalui kontak seperti berjabat tangan atau berpelukan dengan orang yang terinfeksi HPS atau pasien dengan HPS tidak dapat menularkan kepada tenaga medis yang merawatnya. 3,5

    Setiap orang akan berpotensi terjangkit HPS apabila mempunyai kontak dengan tikus atau yang berpotensi untuk kontak dengan kotoran atau urine tikus. Karena virus dapat menyebar ke udara, maka cara pencegahannya adalah bersihkan rumah agar terbebas dari hewan pengerat, menggunakan masker saat membersihkan kotoran tikus dan hindari membersihkan tikus dengan cara mem-vakum atau menyapu, mengingat bahwa partikel virus yang terdapat pada urine, liur, dan kotoran tikus dapat menguap ke udara. 3,5

    Lalu, gejala apa yang terjadi apabila seseorang terinfeksi hantavirus? Gejala awal, lelah, nyeri pada sendi, nyeri otot terutama pada otor besar seperti punggung, pinggang dan bahu. Mungkin disertai dengan nyeri kepala, lemas, sampai gangguan pencernaan seperti mual, muntah, diare dan nyeri perut.4,5

    Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Memakainya

    Gejala lanjutan biasanya terjadi antara 4-10 hari gejala awal, gejala HPS mulai timbul seperti napas pendek-pendek, batuk, dada terasa berat saat napas seperti terikat atau ditekan benda berat (hal ini terjadi karena paru-paru mulai terisi cairan). Hartavirus dapat menjadi sangat fatal, dengan angka kematian sebanyak 38%.4,5

    Untuk informasi kesehatan lainnya, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    DAFTAR PUSTAKA

    1. World Health Organization. Experience.arcgis.com. 2020. Experience. [online] Available at: <https://experience.arcgis.com/experience/685d0ace521648f8a5beeeee1b9125cd> [Accessed 26 March 2020].
    2. Miller, R., 2020. A Case Of Hantavirus Has Been Reported In China. Here’s Why You Shouldn’t Worry.. [online] Usatoday.com. Available at: <https://www.usatoday.com/story/news/health/2020/03/24/hantavirus-case-china-why-not-worry-amid-coronavirus/2907736001/> [Accessed 26 March 2020].
    3. gov. 2020. How People Get Hantavirus Infection. [online] Available at: <https://www.cdc.gov/hantavirus/hps/transmission.html> [Accessed 26 March 2020].
    4. gov. 2020. Signs & Symptoms | Hantavirus | DHCPP | CDC. [online] Available at: <https://www.cdc.gov/hantavirus/hps/symptoms.html> [Accessed 26 March 2020].
    5. Mayo Clinic. 2020. Hantavirus Pulmonary Syndrome – Symptoms And Causes. [online] Available at: <https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hantavirus-pulmonary-syndrome/symptoms-causes/syc-20351838> [Accessed 26 March 2020].

     

    Read More
  • Tentu Sobat sering melihat #stayathome atau social distancing tersebar di media sosial bukan? Gerakan ini diadakan karena virus corona (COVID-19) yang sedang menjadi pandemik. Berada di rumah dalam jangka waktu yang lama mungkin membuat Sobat sedikit jenuh, atau menurunkan tingkat aktivitas fisik Sobat. Namun tanpa perlu keluar dari rumah untuk berlari maupun ke tempat fitness […]

    6 Ide Olahraga di Rumah agar Tetap Fit Melawan Corona

    Tentu Sobat sering melihat #stayathome atau social distancing tersebar di media sosial bukan? Gerakan ini diadakan karena virus corona (COVID-19) yang sedang menjadi pandemik. Berada di rumah dalam jangka waktu yang lama mungkin membuat Sobat sedikit jenuh, atau menurunkan tingkat aktivitas fisik Sobat. Namun tanpa perlu keluar dari rumah untuk berlari maupun ke tempat fitness atau gym, Sobat dapat melakukan aktivitas fisik yang cukup di dalam rumah.

    Aktivitas fisik dinilai baik untuk tubuh karena dapat menekan peradangan dan meningkatkan imunitas tubuh.4 Beraktivitas fisik yang menggunakan beban termasuk berat tubuh sendiri dapat mengurangi risiko mengalami sindroma metabolik.5 Berikut adalah beberapa ide olah raga ringan di rumah yang dapat dilakukan Sobat agar tetap fit:

    1. Latihan Aerobik

    Latihan aerobik atau disebut dengan cardio merupakan latihan yang memerlukan oksigen yang adekuat untuk menjalani proses metabolisme aerobik. Latihan ini akan membuat Sobat bernapas dan jantung berdetak lebih cepat. Pada umumnya jenis latihan aerobik adalah berlari, berenang, atau bersepeda. Namun berikut adalah alternatifnya yang dapat dilakukan di rumah:

    • Jumping Jacks
    • Mountain Climbers
    • Burpees
    • High knees
    1. Push Up

    Gerakan push up menggunakan otot dada dan trisep dengan gaya mendorong. Gerakan ini memiliki banyak variasi, namun variasi yang paling standarnya adalah:

    • Posisikan kedua tangan Sobat selebar bahu.
    • Saat menekuk siku dan merendahkan tubuh Sobat, posisi siku adalah sekitar 45 derajat dari tubuh.
    • Pastikan tangan Sobat terbuka dengan jari tengah menunjuk ke arah jam 12.
    • Selama gerakan ini, perut atau core Sobat harus dikontraksikan dan punggung Sobat datar, sehingga tubuh Sobat lurus dari kepala hingga tumit.
    • Posisikan kaki Sobat seperti saat berjinjit, namun jika terasa terlalu berat, Sobat dapat melakukan gerakan ini dengan dengkul Sobat.
    1. Squat

    Untuk pemula yang melakukan squat sering melakukan kesalahan dengan posisi berjongkok dan berjinjit. Squat juga memiliki beberapa variasi, yang paling standar adalah dengan beban tubuh:

    • Posisikan kedua kaki selebar bahu dengan arah keluar sekitar 15 derajat.
    • Kontraksikan perut Sobat dan pastikan punggung tetap lurus.
    • Lakukan seperti Sobat ingin duduk, kedua telapak kaki tetap menempel ke lantai.

    Saat gerakan ini dilakukan dengan benar, otot paha (quadriceps dan hamstring) dan otot bokong (glutes) akan terlatih.

    1. Lunges

    Sobat pasti pernah mengikat tali sepatu yang terlepas saat berjalan bukan? Gerakan lunges mirip dengan posisi itu. Gerakan ini digunakan untuk melatih otot paha, otot bokong, dan otot pinggul.

    • Posisikan kedua kaki selebar pinggul.
    • Melangkah dengan kaki kiri atau kanan, tumit menyentuh lantai terlebih dahulu.
    • Posisikan paha pada kaki yang melangkah sejajar dengan lantai dan dengkul tidak melewati jari kaki.
    • Untuk kaki yang lain posisikan paha lurus dengan tubuh dan jari kaki seperti menjinjit.
    • Pastikan tubuh tetap tegak dan perut dikontraksikan.
    • Gunakan tumit kaki yang melangkah untuk kembali ke posisi semula.
    • Ulangi gerakan pada kaki sebelah.
    1. Sit Up

    Pasti saat sekolah, Sobat sudah melakukan sit up tentunya. Gerakan ini melatih otot perut (Abs) dan otot pinggul (Hip flexor).

    • Posisikan tubuh Sobat tidur pada lantai, tekuk dengkul dan jika ada, gunakan benda seperti kursi atau minta tolong orang lain untuk menahan kedua kaki Sobat.
    • Letakkan kedua tangan Sobat di belakang kepala atau disilang di depan dada, tekuk pinggul untuk menarik tubuh Sobat dan kontraksikan perut.
    • Saat menurunkan tubuh, pastikan tubuh Sobat menyentuh lantai hingga punggung atas.
    1. Plank

    Sama seperti gerakan sebelum-sebelumnya, plank memiliki banyak variasi bahkan dapat dijadikan gerakan cardio. Plank yang standar dilakukan dengan:

    • Posisi tangan lurus dan selebar bahu, posisi tubuh lurus, dan jari kaki seperti menjinjit (seperti push up).
    • Kontraksikan otot perut dan bokong, lalu tahan posisi selama mungkin.

    Gerakan ini akan melatih terutama otot perut, otot bokong, otot bahu, dan otot lengan.

    Itulah beberapa contoh ide gerakan olahraga tanpa alat yang dapat Sobat lakukan di rumah. Pastikan Sobat melakukan aktivitas fisik selama 150 hingga 300 menit setiap minggunya dengan intensitas sedang.6 Jangan lupa untuk sementara waktu ini, hindari untuk keluar dari rumah demi kepentingan bersama.

    Untuk informasi kesehatan lainnya, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Daftar Pustaka

    1. Coronavirus [Internet]. Who.int. 2020. Available from: https://www.who.int/health-topics/coronavirus#tab=tab_1
    2. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Available from: cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/index.html
    3. Adnan Shereen M, Khan S, Kazmi A, Bashir N, Siddique R. COVID-19 infection: origin, transmission, and characteristics of human coronaviruses. Journal of Advanced Research. 2020;.
    4. Mikkelsen K, Stojanovska L, Polenakovic M, Bosevski M, Apostolopoulos V. Exercise and mental health. Maturitas. 2017;106:48-56.
    5. Bakker E, Lee D, Sui X, Artero E, Ruiz J, Eijsvogels T et al. Association of Resistance Exercise, Independent of and Combined With Aerobic Exercise, With the Incidence of Metabolic Syndrome. Mayo Clinic Proceedings. 2017;92(8):1214-1222.
    6. Physical Activity Guidelines for Americans [Internet]. HHS.gov. 2020. Available from: https://www.hhs.gov/fitness/be-active/physical-activity-guidelines-for-americans/index.html
    Read More
  • Seperti yang Sobat ketahui, saat ini dunia sedang dihebohkan dengan virus corona yang disebut COVID-19. Penyebaran virus ini disebut sebagai sebuah pandemik oleh WHO (World Health Organization). Penularan virus corona berasal dari droplet yang diproduksi oleh orang terinfeksi. Droplet berisi virus corona tersebut dapat tersebar ke benda-benda di sekitar Sobat. Pada permukaan plastik dan stainless […]

    Bagaimana Bersihkan Rumah Menggunakan Disinfektan untuk Cegah Corona?

    Seperti yang Sobat ketahui, saat ini dunia sedang dihebohkan dengan virus corona yang disebut COVID-19. Penyebaran virus ini disebut sebagai sebuah pandemik oleh WHO (World Health Organization). Penularan virus corona berasal dari droplet yang diproduksi oleh orang terinfeksi. Droplet berisi virus corona tersebut dapat tersebar ke benda-benda di sekitar Sobat. Pada permukaan plastik dan stainless steel, virus corona dapat bertahan hingga 72 jam. Pada kardus, virus corona dapat bertahan hingga 24 jam sedangkan pada tembaga hanya bertahan hingga 4 jam. Jika droplet ini ditransmisikan ke orang lain dan masuk melalui mata, hidung, atau mulut maka orang tersebut dapat terinfeksi. Namun Sobat dapat mencegahnya dengan mencuci tangan dan membersihkan permukaan yang sering disentuh seperti gagang pintu, remote televisi, meja, toilet, dan lainnya. Cara ini dapat dilakukan di rumah Sobat masing-masing untuk mencegah terjadinya penyebaran di lingkungan rumah.

    Baca Juga: Mengapa Terjadi Covid-19 di Perkantoran Saat PSBB Transisi?

    Cara membersihkan:

    Permukaan-permukaan benda:

    • Gunakanlah sarung tangan sekali pakai. Jika menggunakan sarung tangan yang dapat dipakai kembali, gunakan hanya bertujuan untuk membersihkan COVID-19. Cuci tangan setelah melepaskan sarung tangan.
    • Permukaan yang kotor dibersihkan dahulu menggunakan detergen atau sabun, lalu diberikan disinfektan.
    • Disinfektan yang dapat digunakan adalah alkohol 70% atau campuran larutan pemutih rumah tangga. Jangan menggunakan pemutih yang sudah kadaluwarsa. Sebelum membersihkan dengan campuran pemutih, baca instruksi pabrik untuk produk. Jangan mencampur pemutih dengan ammonia atau produk pembersih lainnya.

    Campuran larutan pemutih:

    • 5 sendok makan larutan pemutih + 3.8 liter air (1 US gallon) atau
    • 4 sendok teh larutan pemutih + 950 ml air (1 US quart)
    • Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alkohol 70% & dan larutan pemutih (Natrium Hipoklorit) 0,1% selama 1 menit dapat dengan efektif menjadi disinfektan terhadap virus corona.
    • Untuk benda dengan permukaan halus (karpet, gorden) bersihkan kotoran yang terlihat dengan pembersih yang sesuai. Cuci sesuai dengan instruksi pabrik menggunakan air dengan suhu paling hangat yang diperbolehkan untuk benda tersebut. Setelah dicuci, keringkan hingga tuntas.

    Baju, handuk, linen, dan benda yang di-laundry:

    • Gunakanlah sarung tangan sekali pakai. Jika menggunakan sarung tangan yang dapat dipakai kembali, gunakan hanya bertujuan untuk membersihkan COVID-19. Cuci tangan setelah melepaskan sarung tangan.
    • Hindari mengocok cucian kotor untuk menghindari percikan virus tersebar melalui udara.
    • Cuci sesuai dengan instruksi pabrik menggunakan air dengan suhu paling hangat yang diperbolehkan untuk benda tersebut. Setelah dicuci, keringkan hingga tuntas. Pakaian orang yang sedang sakit dapat dicampur dengan pakaian orang sehat.
    • Bersihkan dan lakukan disinfektasi pada tempat atau kotak penampung baju kotor sesuai dengan cara di atas.

    Baca Juga: Inilah 7 Perbedaan PCR Swab dan Rapid Test Corona

    Sekarang Sobat sudah mengerti bagaimana caranya untuk membersihkan dan melakukan disinfektasi untuk rumah Sobat. Pastikanlah untuk berhati-hati saat  membersihkan dan melakukan disinfektasi pada permukaan-permukaan, khususnya jika dicurigai bila terkena droplet orang sakit. Jangan lupa untuk Sobat selalu mencuci tangan sesuai dengan waktu dan cara yang tepat. Jika Sobat mengalami gejala COVID-19 seperti demam, batuk, sesak napas, dan berkunjung atau terpapar seseorang yang berkunjung pada negara risiko tinggi, segeralah periksakan diri Sobat ke dokter. atau hubungi call center krisis virus corona 119 ext 9 serta Chatbot ProSehat 0811-1512-800.

    Baca Juga: Kapan dan Di Mana Bisa Rapid Test Mandiri?

    Untuk informasi kesehatan lainnya, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Daftar Pustaka

    1. Coronavirus [Internet]. Who.int. 2020. Available from: who.int/health-topics/coronavirus
    2. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Available from: cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/index.html
    3. Coronavirus disease 2019 (COVID-19) Situation Report – 60 [Internet]. WHO; 2020. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/situation-reports
    4. van Doremalen N, Bushmaker T, Morris D, Holbrook M, Gamble A, Williamson B et al. Aerosol and Surface Stability of SARS-CoV-2 as Compared with SARS-CoV-1. New England Journal of Medicine. 2020;.
    5. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) – Environmental Cleaning and Disinfection Recommendations [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/prepare/cleaning-disinfection.html
    6. Henwood A. Coronavirus disinfection in histopathology. Journal of Histotechnology. 2020;:1-3.
    7. Kampf G. Potential role of inanimate surfaces for the spread of coronaviruses and their inactivation with disinfectant agents. Infection Prevention in Practice. 2020;2(2):100044.
    Read More
  • Covid-19 yang telah mewabah selama beberapa bulan terakhir membuat pemerintah menganjurkan masyarakat untuk isolasi secara mandiri di rumah. Meskipun tak sedikit masyarakat yang menganggap remeh masa karantina ini, periode karantina diri di rumah sangatlah penting untuk mencegah penyebaran virus corona. Masa inkubasi COVID-19 adalah 2-14 hari, artinya orang yang terpapar virus corona akan menujukkan gejala […]

    7 Tips Hindari Stres Saat Karantina Diri di Rumah

    Covid-19 yang telah mewabah selama beberapa bulan terakhir membuat pemerintah menganjurkan masyarakat untuk isolasi secara mandiri di rumah. Meskipun tak sedikit masyarakat yang menganggap remeh masa karantina ini, periode karantina diri di rumah sangatlah penting untuk mencegah penyebaran virus corona. Masa inkubasi COVID-19 adalah 2-14 hari, artinya orang yang terpapar virus corona akan menujukkan gejala dalam periode ini1. Karantina diri di rumah selama 14 hari dapat membantu Sobat melindungi diri sendiri dan orang-orang sekitar. Tentunya bagi Sobat yang tidak terbiasa berdiam diri di rumah, hal ini dapat memicu stres dan mengundang depresi. Berikut 7 tips ampuh untuk menghindari stres bagi Sobat yang #DiRumahAja:

    1. Bersih-bersih rumah

    Membersihkan rumah dengan pembersih antiseptik harus dilakukan untuk menjaga rumah agar tetap higenis2. Jangan lupa membersihkan tempat dan barang-barang yang sering kita sentuh, seperti gagang pintu, handphone, keyboard laptop, saklar lampu, kunci rumah, dan masih banyak lagi. Karena Sobat akan menghabiskan banyak waktu di rumah,  rumah harus tetap bersih dan rapi. Clear space equals clear mind!

    1. Olahraga

    Merasa stres dan depresi karena terkurung di rumah? Mungkin ini saatnya untuk Sobat berolahraga! Olahraga dapat membuat tubuh sehat, meningkatkan imunitas, dan mencegah stres3. Tidak semua olahraga memerlukan tempat yang luas atau peralatan khusus. Sobat dapat melakukan olahraga sederhana di dalam rumah seperti yoga, pilates, dan HIIT (High-Intensity Interval Training).

    1. Relaksasi diri

    Stres yang diakibatkan social distancing dapat diredam dengan melakukan banyak aktivitas yang merilekskan badan seperti mandi air hangat, menulis jurnal, dan meditasi4. Jangan lupa untuk tetap memiliki waktu tidur yang cukup, yakni delapan jam sehari5. #DiRumahAja bukan berarti kamu bisa begadang nonton drama korea ya, Sobat!

    1. Mempelajari lebih dalam tentang virus corona

    Memperkaya diri dengan informasi mengenai virus corona dapat membantu Sobat mengerti lebih dalam mengenai virus ini. Hal tersebut penting untuk mencegah penyebaran hoaks mengenai virus corona lewat media sosial. Kalau sudah mengerti tentang virus corona, Sobat tidak akan tertipu dengan hoaks yang beredar di media sosial.

    1. Melakukan hobi

    Kapan terakhir kali kamu menekuni hobimu, Sobat? Selama di rumah, Sobat bisa kembali melakukan hobi yang sudah lama ditinggalkan, entah itu memasak, mencoba gaya make up baru, melukis, dll.

    1. Menghabiskan waktu dengan keluarga

    Sudah lama tidak memiliki quality time dengan keluarga? Ini adalah saat yang tepat untuk kembali mendekatkan diri bersama keluarga dengan cara makan malam sederhana di rumah, bermain board game dan card game seperti monopoly, ular tangga, hingga capsa dapat dilakukan untuk menghabiskan waktu di rumah dengan keluarga.

    1. Beramal

    #DiRumahAja bukan berarti kita tidak bisa ikut membantu memerangi COVID-19. Jika Sobat tergerak, Sobat bisa mengirimkan donasi lewat berbagai situs donasi online yang menggalang dana untuk membantu penyediaan APD (Alat Pelindung Diri) bagi para petugas medis hingga membantu ekonomi masyarakat yang terdampak corona. Selain itu, Sobat juga dapat menebarkan semangat untuk pasien dan petugas medis lewat media sosial. Dengan begitu, Sobat telah membantu masyarakat dalam menghadapi pandemi ini.

    Banyak aktivitas yang dapat dilakukan untuk mencegah stres di rumah selama masa karantina diri berlangsung. Mari kita mendukung pencegahan penyebaran virus corona dengan menerapkan social distancing dengan patuh. Yuk, #DiRumahAja !

    Untuk informasi kesehatan lainnya, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Lauer, S., Grantz, K., Bi, Q., Jones, F., Zheng, Q., & Meredith, H. et al. (2020). The Incubation Period of Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) From Publicly Reported Confirmed Cases: Estimation and Application. Annals Of Internal Medicine. doi: 10.7326/m20-0504
    2. Cascella M, Rajnik M, Cuomo A, et al. Features, Evaluation and Treatment Coronavirus (COVID-19) [Updated 2020 Mar 8]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020 Jan-. Available from: ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK554776/
    3. Gradari, S., Pallé, A., McGreevy, K., Fontán-Lozano, Á., & Trejo, J. (2016). Can Exercise Make You Smarter, Happier, and Have More Neurons? A Hormetic Perspective. Frontiers In Neuroscience10. doi: 10.3389/fnins.2016.00093
    4. Wang, X., Smith, C., Ashley, L., & Hyland, M. (2019). Tailoring Self-Help Mindfulness and Relaxation Techniques for Stroke Survivors: Examining Preferences, Feasibility and Acceptability. Frontiers In Psychology10. doi: 10.3389/fpsyg.2019.00391
    5. Chaput, J., Dutil, C., & Sampasa-Kanyinga, H. (2018). Sleeping hours: what is the ideal number and how does age impact this?. Nature And Science Of SleepVolume 10, 421-430. doi: 10.2147/nss.s163071
    Read More

Showing 41–50 of 67 results

Chat Asisten Maya
di Prosehat.com