Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ masker”

Showing 1–10 of 11 results

  • Pemerintah, melalui Satgas Covid-19, meminta kepada masyarakat untuk menggunakan masker, terutama saat ke rumah sakit. Demikian yang diungkap oleh Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas Covid-19, Brigjen TNI (Purn) dr. Alexander K. Ginting. Hal ini ditujukan untuk mencegah penularan Covid-19 secara maksimal. Baca Juga: Jenis dan Efektivitas Masker Menurut WHO, Tidak Ada Scuba dan Buff […]

    Pemerintah Meminta Masyarakat Menggunakan Masker N95 Saat di Rumah Sakit

    Pemerintah, melalui Satgas Covid-19, meminta kepada masyarakat untuk menggunakan masker, terutama saat ke rumah sakit. Demikian yang diungkap oleh Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas Covid-19, Brigjen TNI (Purn) dr. Alexander K. Ginting. Hal ini ditujukan untuk mencegah penularan Covid-19 secara maksimal.

    masker N95 saat di rumah sakit

    Baca Juga: Jenis dan Efektivitas Masker Menurut WHO, Tidak Ada Scuba dan Buff

    Seperti dilansir dari Kompas.com, adapun masker yang disarankan dipakai di area rumah sakit adalah N95 atau KN95. Artinya, Satgas tidak menyarankan masyarakat menggunakan masker kain saat di rumah sakit untuk berobat atau mengunjungi orang sakit.

    Produk Terkait: Jual Masker N95 

    Masker kain juga tidak disarankan digunakan di area publik seperti pusat perbelanjaan, pasar, dan hanya boleh digunakan saat di lingkungan rumah atau lokasi yang sudah diketahui dengan baik. Adapun untuk area publik, satgas menyarankan untuk menggunakan masker medis.

    Mengapa Satgas Menyarankan Masker N95 di Rumah Sakit?

    Berdasarkan efektivitasnya, masker N95 atau KN95 disebut mampu memberikan perlindungan hingga lebih dari 95%. Sementara masker medis melindungi 70 hingga 80% dan masker kain hanya memberikan perlindungan 40 sampai 45%.

    Baca Juga: Aturan Penggunaan pada Masker dan Tips Memakainya

    Mengenai Masker N95

    FDA atau Badan Pengawas Obat dan Makanan dari Amerika Serikat menyatakan bahwa masker N95 merupakan jenis masker respirator untuk menyaring udara dari partikel yang sangat kecil. National Institute for Occupational Safety and Health menyebut bahwa N95 ini mampu menyaring virus dan bakteri, termasuk Covid-19.

    Masker respirator ini dibagi berdasarkan kemampuannya masing-masing, yaitu menyaring udara, menahan air, dan minyak melalui kode N, R, dan P.

    Berikut keterangan dari kode-kode tersebut:

    • N berarti tidak tahan minyak
    • R berarti tahan minyak
    • P berarti kedap minyak

    Jika berdasarkan kode tersebut, masker N95 adalah masker respirator yang tidak tahan minyak dengan kemampuan filtrasi partikel hingga 95%. Partikel yang disaring tersebut berukuran lebih besar dari 0,3 mikron seperti virus dan polutan. Selain itu, masker dilengkapi dengan lapisan karbon aktif yang dirancang supaya melekat pada mulut. Hal tersebut mungkin dapat menyebabkan kesulitan bernapas sehingga masker ini tidak disarankan untuk anak-anak, lansia, dan orang-orang yang memiliki masalah terhadap pernapasan.

    Baca Juga: Seperti Inilah Cara Melepas Masker dengan Benar

    Demikianlah mengenai pemakaian masker N95 saat ke rumah sakit oleh masyarakat demi mencegah penularan virus Corona. Tidak hanya syarat dan pemakaian masker saja yang perlu diperhatikan, tetapi juga cara membuang masker yang tepat supaya tidak mencemari lingkungan. Apabila Sahabat menginginkan informasi lebih lanjut mengenai masker dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Media K. Satgas: Gunakan Masker N95 di Area RS dan Mengunjungi Orang Sakit [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 22 February 2021]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2021/02/21/13522331/satgas-gunakan-masker-n95-di-area-rs-dan-mengunjungi-orang-sakit
    2. Alam S. Ada Kode N95 pada Masker Tenaga Medis, Apa Sih Artinya? [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 22 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4992463/ada-kode-n95-pada-masker-tenaga-medis-apa-sih-artinya
    Read More
  • Memakai masker memang sudah menjadi keharusan di masa pandemi Covid-19 ini, baik di luar ruangan terutama saat di keramaian atau di dalam ruangan, terutama ruangan dengan ventilasi dan sirkulasi udara yang buruk. Jadi, masker tetap menjadi cara yang terbaik untuk mencegah dan meminimalkan penyebaran Covid-19, sebagai bagian dari protokol kesehatan yang wajib dijalankan. Baca Juga: […]

    Perlunya Membuang Masker Sekali Pakai Agar Tidak Mencemari Lingkungan

    Memakai masker memang sudah menjadi keharusan di masa pandemi Covid-19 ini, baik di luar ruangan terutama saat di keramaian atau di dalam ruangan, terutama ruangan dengan ventilasi dan sirkulasi udara yang buruk. Jadi, masker tetap menjadi cara yang terbaik untuk mencegah dan meminimalkan penyebaran Covid-19, sebagai bagian dari protokol kesehatan yang wajib dijalankan.

    membuang masker sekali pakai

    Baca Juga: Meski Ventilasi Baik, Masker dalam Ruangan Wajib Digunakan

    Namun yang menjadi permasalahan adalah mengenai bagaimana cara membuang masker itu sendiri, terutama masker sekali pakai. Tentu bukan sebuah kesulitan jika dikaitkan dengan masker kain yang disarankan oleh para ahli untuk sebaiknya dicuci saja karena bisa digunakan kembali setelah dikeringkan. Tetapi bagaimana dengan masker sekali pakai yang dalam hal ini adalah masker medis yang mempunyai efektivitas menangkal virus hingga 95%? Karena membuang masker yang tidak tepat atau sembarangan akan berdampak pada kerusakan ekologi atau lingkungan seperti polusi di air dan di tanah.

    Produk Terkait: Jual Masker Medis

    Hal ini berdasarkan banyaknya laporan yang menyebut bahwa banyak sisa peralatan medis dibuang sembarangan ke sungai dan laut sehingga mengakibatkan tercemarnya perairan. Masker juga dibuang sembarangan begitu saja di jalan sehingga menciptakan pemandangan yang tidak sedap. Tak hanya itu, membuang masker secara sembarangan juga dapat menyebabkan penyumbatan air apabila masker tersebut dibuang ke dalam toilet bersama dengan peralatan medis lainnya seperti tisu desinfektan. Hal-hal tersebut tentu saja sangat merugikan.

    Lalu Bagaimana Caranya Membuang Masker yang Benar?

    Dilansir dari The Independent, cara membuang masker dengan benar supaya tidak mencemari lingkungan adalah di tempat sampah khusus, yaitu tempat sampah yang terpisah dari tempat sampah lainnya. Tempat sampah ini hanya berisikan sampah-sampah medis seperti masker sekali pakai. Sebelum dibuang, WHO juga sudah memberikan pedoman seperti dengan mencuci tangan terlebih dahulu. Pemerintah pun juga meminta masyarakat agar menyemprot terlebih dahulu masker yang akan dibuang dengan desinfektan kemudian digunting, dan barulah setelah itu masker dibungkus dengan plastik bening sebagai penanda limbah masker.

    Baca Juga: Seperti Inilah Cara Melepas Masker dengan Benar

    Mengapa Masker Sekali Pakai Harus Dibuang dengan Tepat?

    Hal ini karena masker sendiri termasuk limbah medis yang potensial dalam limbah beracun dan berbahaya atau B3. Selain berbahaya bagi lingkungan, membuang masker sembarangan ternyata juga dapat menjadi media penularan Covid-19. Hal itu karena di dalam masker terdapat virus yang menempel, dan mempunyai masa inkubasi hingga 14 hari. Menjadi berbahaya jika masker yang dibuang adalah masker yang sebelumnya dipakai oleh penderita flu dan pilek serta Covid-19.

    Baca Juga: Masker Habis? Ini Caranya untuk Membuat Masker Sendiri

    Demikianlah mengenai perlunya membuang masker sekali pakai dengan tepat supaya tidak mencemari lingkungan dan menjadi tempat penyebaran Covid-19. Dengan begini, Sahabat pun tidak hanya menyelamatkan diri sendiri tetapi orang-orang dan lingkungan sekitar. Apabila Sahabat mempunyai pertanyaan lebih lanjut mengenai masker dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. The new plastic bottle? How to dispose of face masks in an environmentally-safe way [Internet]. The Independent. 2021 [cited 8 February 2021]. Available from: https://www.independent.co.uk/life-style/face-masks-coverings-dispose-throw-away-safe-environment-litter-single-use-a9612946.html
    2. When and how to use masks [Internet]. Who.int. 2021 [cited 8 February 2021]. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public/when-and-how-to-use-masks
    3. Geographic M. Masker dan Sarung Tangan Menjadi Masalah Lingkungan Baru Selama Pandemi – National Geographic [Internet]. National Geographic. 2021 [cited 8 February 2021]. Available from: https://nationalgeographic.grid.id/read/132190592/masker-dan-sarung-tangan-menjadi-masalah-lingkungan-baru-selama-pandemi
    4. Mediatama G. Jangan sembarangan! Begini cara membuang masker bekas untuk cegah penularan corona [Internet]. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2021 [cited 8 February 2021]. Available from: https://kesehatan.kontan.co.id/news/jangan-sembarangan-begini-cara-membuang-masker-bekas-untuk-cegah-penularan-corona
    5. Media K. Hati-hati, Penyebaran Virus Corona Bisa Melalui Masker Bekas Pakai [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 8 February 2021]. Available from: https://regional.kompas.com/read/2020/02/07/17313471/hati-hati-penyebaran-virus-corona-bisa-melalui-masker-bekas-pakai
    Read More
  • Di masa pandemi Covid-19, masker sudah menjadi sebuah keharusan bagi seseorang ketika beraktivitas di luar rumah demi mencegah penyebaran virus melalui droplet dan udara. Jenis masker pun banyak ragamnya mulai dari medis, kain, bahkan scuba dan buff. Namun, dua nama terakhir ini tidak masuk dalam rekomendasi WHO dan Kemenkes karena tidak memiliki efektivitas yang baik dalam […]

    Aturan Baru Penggunaan Masker di DKI Jakarta, Harus Bedah dan Kain

    Di masa pandemi Covid-19, masker sudah menjadi sebuah keharusan bagi seseorang ketika beraktivitas di luar rumah demi mencegah penyebaran virus melalui droplet dan udara. Jenis masker pun banyak ragamnya mulai dari medis, kain, bahkan scuba dan buff. Namun, dua nama terakhir ini tidak masuk dalam rekomendasi WHO dan Kemenkes karena tidak memiliki efektivitas yang baik dalam menangkal virus.

    aturan baru penggunaan masker di DKI Jakarta

    Baca Juga: Jenis dan Efektivitas Masker Menurut WHO, Tak Ada Scuba dan Buff

    Karena masker merupakan benda yang penting dan wajib digunakan untuk mencegah penyebaran virus, tidaklah mengherankan jika Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan standar aturan mengenai pemakaian masker. Aturan tersebut tertuang dalam Pergub Nomor 3 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksaan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Covid-19. Adapun masker-masker yang diwajibkan dipakai oleh warga DKI menurut peraturan tersebut adalah masker bedah dan kain. Dua masker tersebut pun dipakai dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

    Masker Bedah

    Pada masker bedah, terdapat kriteria-kriteria yang harus dipenuhi, yaitu efisiensi penyaringan bakteri (bacterial filtration efficiency) di atas 98, efisiensi penyaringan partikel (particle filtration efficiency) di atas 98, dan resistensi cairan (fluid resistance) minimal 120 mmHg.

    Produk Terkait: Jual Masker Meditech

    Masker Kain

    Sedangkan pada masker kain, terdapat lima ketentuan menurut Pergub, yaitu:

    • Pertama, masker kain harus menggunakan bahan katun dan memiliki lapisan paling sedikit dua lapis
    • Kedua, masker kain juga harus menggunakan pengait telinga dengan tali elastis atau non-elastis yang panjang untuk diikatkan ke belakang kepala sehingga masker bisa tepat di wajah dan tidak kendur
    • Ketiga, tiap sisi masker harus berbeda warna supaya dapat diketahui yang termasuk bagian dalam dan bagian luar
    • Keempat, masker mudah dibersihkan dan dicuci tanpa berubah bentuk dan ukuran
    • Kelima, masker mampu menutupi area hidung, mulut, dan bawah dagu dengan baik

    Produk Terkait: Jual Masker Kain Karet Telinga

    Sanksi Jika Tidak Mengenakan Masker Sesuai Pergub

    Selain aturan dan jenis pemakaian masker yang wajib di DKI Jakarta, Pergub juga mengatur mengenai aturan pemakaian masker, yaitu ketika berada di luar rumah, saat berkendara, di tempat kerja, dan tempat-tempat aktivitas lainnya. Apabila masker-masker ini tidak dikenakan sesuai dengan peraturan, yaitu sanksi berupa kerja sosial dengan membersihkan fasilitas umum atau denda administratif maksimal sebesar Rp 250.000.

    Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Memakainya

    Mengenai pemberian sanksi ini nantinya akan dilakukan oleh Satpol PP yang didampingi oleh perangkat daerah, kepolisian, dan tentara. Denda administratif yang dibayarkan nantinya akan disetorkan ke kas daerah. Satpol PP akan menerbitkan surat ketetapan denda administrartif berdasarkan bukti pelanggaran dan diberikan kepada pelanggar untuk disetorkan ke kas daerah melalui Bank DKI.

    Baca Juga: Aturan Penggunaan Masker Pada Anak dan Tips Memakainya

    Demikian mengenai aturan mengenai jenis dan penggunaan masker di DKI Jakarta yang dikeluarkan untuk mencegah penyebaran virus serta untuk mendisplinkan kembali warga DKI yang sudah abai terhadap protokol-protokol kesehatan sehingga kasus Covid-19 kembali mengalami kenaikan yang berujung pada penerapan kembali PSBB Ketat dari 11 Januari 2021 hingga 25 Januari 2021. Karena itu, Sahabat diharapkan tetap di rumah saja supaya angka penularan kembali menurun, dan Sahabat juga terhindar dari Covid-19. Apabila Sahabat mempunyai informasi lebih lanjut mengenai masker dan protokol-protokol kesehatan serta produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Pergub Anies soal Standar Masker Kain: Minimal 2 Lapis dan Ada 2 Sisi Beda Warna [Internet]. kumparan. 2021 [cited 11 January 2021]. Available from: https://kumparan.com/kumparannews/pergub-anies-soal-standar-masker-kain-minimal-2-lapis-dan-ada-2-sisi-beda-warna-1uwbexZNXfy
    2. Indonesia C. Anies Wajibkan Masker Kain 2 Lapis, Ada Denda Rp250 Ribu [Internet]. nasional. 2021 [cited 11 January 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210111082148-20-591981/anies-wajibkan-masker-kain-2-lapis-ada-denda-rp250-ribu
    3. Umah A. Di DKI Wajib Pakai Masker Jenis Ini, Atau Denda Rp 250 Ribu! [Internet]. news. 2021 [cited 11 January 2021]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/news/20210109111558-4-214664/di-dki-wajib-pakai-masker-jenis-ini-atau-denda-rp-250-ribu
    Read More
  • World Health Organization (WHO) kembali memperbarui pedoman penggunaan masker dalam ruangan pada 2 Desember 2020. Pembaruan itu adalah masker tetap wajib digunakan dalam ruangan tertutup meskipun ventilasi dalam ruangan tersebut berjalan baik dan dapat meminimalkan penyebaran Covid-19. Pemberlakuan ini ditujukkan untuk daerah, kluster, atau komunitas yang diduga sebagai tempat baru penularan virus.  Jenis masker yang dipakai […]

    Meski Ventilasi Baik, Masker dalam Ruangan Wajib Digunakan

    World Health Organization (WHO) kembali memperbarui pedoman penggunaan masker dalam ruangan pada 2 Desember 2020. Pembaruan itu adalah masker tetap wajib digunakan dalam ruangan tertutup meskipun ventilasi dalam ruangan tersebut berjalan baik dan dapat meminimalkan penyebaran Covid-19. Pemberlakuan ini ditujukkan untuk daerah, kluster, atau komunitas yang diduga sebagai tempat baru penularan virus.  Jenis masker yang dipakai dalam pembaruan itu adalah masker non-medis. Pemberlakuan ini tetap diiringi dengan jaga jarak selama setidaknya 1 meter.1

    masker dalam ruangan. pemakaian masker dalam ruangan

    Baca Juga: Aturan Penggunaan Masker Pada Anak dan Tips Memakainya

    Pemberlakuan penggunaan masker ini ditujukkan untuk siapa saja, termasuk anak usia 12 tahun ke atas. Pemberlakuan ini sendiri merupakan perluasan dari kewajiban memakai masker dalam ruangan, terutama saat di sekolah, toko, kafe, kantor, atau ruangan-ruangan berventilasi buruk. Meski begitu, dalam aturan tersebut, WHO menyarankan tidak memakai masker saat melakukan aktivitas fisik berat, seperti saat berolahraga di gym. Sebab, penggunaan masker saat olahraga derpotensi mengganggu pernapasan. Pemakaian masker di dalam ruangan sendiri sudah digalakkan sejak Juni 2020 oleh Badan Kesehatan Dunia tersebut karena ruangan tertutup terutama yang berventilasi buruk berpotensi meningkatkan penyebaran virus melalui udara.2

    Produk Terkait: Jual Masker Kain Karet Telinga

    Waktu yang Tepat Memakai Masker dalam Ruangan

    Tentu saja pembaruan kebijakan pemakaian masker ini sudah seharusnya dipatuhi semua pihak agar tidak ada lagi yang tertular virus Covid-19, apalagi jika dalam ruangan tertutup yang begitu ramai, termasuk rumah. Meski begitu, walaupun di rumah sendiri, ada beberapa situasi yang mengharuskan Sahabat untuk tetap memakai masker dalam ruangan, yaitu:

    Saat ada kunjungan dari orang yang tidak serumah

    Masker wajib digunakan jika Sahabat menerima kunjungan bukan dari orang yang serumah,  meskipun itu keluarga, kerabat, atau teknisi. Sebab, bisa saja saja mereka tampak sehat dan tidak bergejala walaupun terkena Covid-19. Hal ini untuk menepis perasaan “aman” saat seseorang menerima tamu yang dikenal yang ternyata dapat menyebabkan risiko penularan. Supaya aman dan nyaman saat memakai masker karena ada tamu, pilihlah masker yang sesuai dengan bentuk wajah, namun harus menutupi area hidung, mulut, hingga bawah dagu tanpa menyisakan celah di berbagai sisi masker. Namun, untuk jenisnya jangan memilih masker scuba atau buff. Masker tetap digunakan selama 30 menit setelah tamu yang datang berkunjung pulang agar risiko tertular virus benar-benar rendah.3

    Baca Juga: Masker Habis? Ini Caranya untuk Membuat Masker Sendiri

    Ketika ada anggota keluarga yang menderita sakit di rumah

    Memakai masker di rumah juga harus Sahabat lakukan ketika ada keluarga atau orang yang serumah sakit dan menunjukkan gejala Covid-19. Orang yang sakit tersebut sebaiknya menjalani isolasi mandiri sebaik mungkin dan bila memungkinkan dapat menggunakan kamar mandi yang berbeda, serta lakukan tes Covid-19 segera mungkin. Gunakan masker saat Sahabat hendak mendatangi area isolasi tersebut dan lepaskan 30 menit setelah meninggalkan area. Apabila isolasi mandiri dalam rumah tidak memungkinkan, anggota keluarga yang sakit bisa menggunakan fasilitas isolasi gratis milik pemerintah.3

    Lalu siapa sajakah yang wajib memakai masker dalam ruangan?

    Ketika Sahabat berada di ruangan publik yang tertutup, seperti gedung-gedung perkantoran, pemakaian masker memang sangat wajib. Akan tetapi, ketika berada di rumah yang juga merupakan ruangan tertutup ternyata tidak semua orang di dalamnya wajib memakai masker. Disebut bahwa orang yang kerap bepergian dan beraktivitas di luar rumah adalah yang wajib memakainya. Alasannya adalah karena mereka berinteraksi dengan anggota keluarga yang rentan seperti orang tua, anak-anak, dan orang-orang yang memiliki penyakit komorbid atau penyerta. Masker boleh dilepas asalkan yang memakainya sudah yakin tidak terpapar virus dan menerapkan protokol-protokol kesehatan sewaktu di luar rumah.4

    Baca Juga: Masker, Ampuhkah Lawan Corona? Kapan Harus Gunakan Masker?

    Demikianlah mengenai pemakaian masker dalam ruangan dalam rekomendasi terbaru dari WHO serta penerapannya jika berada di dalam rumah. Bagaimanapun, pemakaian masker jangan disepelekan, ya, Sahabat, karena hal ini merupakan cara  paling aktif dalam mencegah penyebaran virus. Jangan lupa juga untuk melakukan tes Covid-19 seperti rapid test dan PCR swab di rumah. Informasi selanjutnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Indonesia C. WHO Perbarui Pedoman Penggunaan Masker Dalam Ruangan [Internet]. internasional. 2020 [cited 3 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20201202195448-134-577260/who-perbarui-pedoman-penggunaan-masker-dalam-ruangan
    2. Prawira A. WHO Perketat Pedoman Pemakaian Masker Guna Cegah COVID-19, Termasuk di Ruangan Ventilasi Baik [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 3 December 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/4424081/who-perketat-pedoman-pemakaian-masker-guna-cegah-covid-19-termasuk-di-ruangan-ventilasi-baik
    3. Kapan Kita Perlu Gunakan Masker di Dalam Rumah? |Republika Online [Internet]. Republika Online. 2020 [cited 3 December 2020]. Available from: https://republika.co.id/berita/qh9c6q463/kapan-kita-perlu-gunakan-masker-di-dalam-rumah
    4. Tipe Orang yang Harus Tetap Pakai Masker saat Ada di Rumah [Internet]. gaya hidup. 2020 [cited 3 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200918160143-255-548140/tipe-orang-yang-harus-tetap-pakai-masker-saat-ada-di-rumah
    Read More
  • Memiliki kulit wajah yang putih dan juga sehat merupakan sebuah impian dari para wanita, wajah yang putih cerah juga mencerminkan seorang wanita yang mampu untuk merawat diri dengan baik. Terkadang para wanita menghabiskan banyak uang untuk membeli sebuah produk-produk kosmetik, walau terkadang hasilnya tidak sesuai dengan yang diinginkan. Keinginan untuk mempercantik tapi kenyataan malah memperjelek […]

    8 Buah-buahan untuk Bahan Masker Wajah Memudarkan Flek Hitam

    Memiliki kulit wajah yang putih dan juga sehat merupakan sebuah impian dari para wanita, wajah yang putih cerah juga mencerminkan seorang wanita yang mampu untuk merawat diri dengan baik. Terkadang para wanita menghabiskan banyak uang untuk membeli sebuah produk-produk kosmetik, walau terkadang hasilnya tidak sesuai dengan yang diinginkan. Keinginan untuk mempercantik tapi kenyataan malah memperjelek wajah.

    Baca Juga: 7 Cara Merawat Kulit dari Dalam

    Melakukan perawatan wajah secara alami memang bisa dilakukan. Namun, masih banyak wanita yang belum mengetahui cara yang harus dilakukan untuk merawat wajah dengan cara alami. Salah satu cara alami adalah menggunakan buah-buahan untuk dijadikan masker wajah dan berikut ini adalah 8 Buah-buahan untuk Bahan Masker Wajah yang bisa memudarkan flek hitam pada wajah:

    1. Pisang

    Kandungan vitamin A, B, dan E pada pisang dapat berguna untuk anti aging. Masker yang dibuat dari pisang dapat membuat kulit wajah jadi cerah dan halus bila dilakukan secara rutin. Cukup dengan satu buah pisang saja kita dapat membuat sebuah masker untuk perawatan wajah.

    2. Mangga

    Buah Mangga juga memiliki kandungan vitamin A, C, dan E yang sangat tinggi dan adanya antioksidan yang terkandung dalam mangga sangat efektif untuk mengatasi permasalahan pada kulit wajah. Dalam pembuatan masker ini sangatlah mudah cukup dengan 1 sendok madu dan 2 sendok buah mangga yang sudah dihaluskan, kemudian aduk rata kedua bahannya dan setelah siap gunakanlah pada muka secara merata. pijat-pijat beberapa menit lalu diamkan sampai kering selama 10 sampai 15 menit. Setelah selesai bilaslah sampai bersih dan lihat hasilnya.

    3. Lemon

    Lemon menjadi buah yang sangat efektif bila digunakan sebagai masker wajah untuk menghilangkan flek hitam. Untuk membuat masker dari lemon sangatlah mudah cukup siapkan 2 sendok teh kunyi yang sudah dihaluskan dan 1 sendok jus lemon aduk rata kedua bahannya sehingga menjadi sebuah krim kental, lalu bilaskan ke seluruh bagian muka dan diamkan selama kurang lebih 10 menit lalu bilaslah sampai bersih bila sudah selesai.

    4. Stroberi

    Antioksidan tinggi yang terkandung dalam buah stroberi dapat digunakan sebagai cara untuk menjaga kulit wajah agar tetap terlihat sehat dan cerah. Cara pembuatan masker dengan buah stroberi sanganlah mudah cukup siapkan beberapa buah stroberi kemudian blender hingga halus dan setelah halus lulurkan ke semua bagian muka secara perlahan dan diamkan selama 15 menit sampai mengering dan setelah selesai bilaslah dengan menggunakan air hangat.

    Baca Juga: 10 Bahan Makanan yang Sehat untuk Perawatan Kulit Wajah

    5. Alpukat

    Buah alpukat memiliki kandungan vitamin E yang tinggi yang sangat baik digunakan untuk perawatan kulit wajah. Untuk membuat masker dari alpukat sangatlah mudah karena cukup campurkan 1 buah alpuket yang sudah dihaluskan dengan 1 buah putih telur, aduklah sampai merata dan bilaskan secara merta ke seluruh bagian wajah dan diamkan sampai 20 menit setelah selesai bersihkan dengan air hangat secara perlahan-lahan.

    6. Pepaya

    Pepaya adalah salah satu buah yang memiliki banyak kandungan vitamin C dan E dan sangat berguna bagi perawatan kulit wajah. Bahan dasar untuk membuat masker dengan buah pepaya adalah 1 buah pepaya, oatmeal, putih telur, serta madu dan voila dan satukan semua bahanya kemudian aduk secara merata sampai halus. Setelah selesai bilaskan pada muka dan seluruh bagian muka. Diamkanlah selama beberapa menit sampai kering dan setelah sudah kering baluslah hingga bersih pakai air hangat.

    7. Tomat

    Tomat adalah salah satu buah yang dapat digunakan untuk melakukan perawatan untuk kulit wajah. Untuk membuat masker dengan dengan menggunakan tomat sangatlah mudah karena cukup dengan menghaluskan 2-3 buah tomat dan balurkan ke seluruh bagian muka lalu diamkan selama beberapa menit dan bila sudah selesai bilaslah sampai bersih menggunakan air hangat.

    Baca Juga: Takut Wajah Berjerawat? Ikuti 6 Langkah Mencegah Jerawat

    8. Semangka

    Semangka adalah buah yang sangat populer dan sangat baik digunakan untuk perawatan kulit wajah. Cara membuat masker dengan semangka sangatlah mudah cukup dengan menghaluskan 5 sampai 6 gram semangka dan stelah halus balurkanlah semangka ke seluruh bagian muka kemudian pijat-pijat secara perlahan setelah itu diamkan kurang lebih 20 menit dan setelah selesai basuhlah menggunakan kain yang telah dibasahi dengan air hangat.
    Itulah 8 buah yang dapat dijadikan masker guna melakukan perawatan kulit wajah. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan dapat dijadikan referensi terbaik dalam melakukan perawatan pada kulit wajah.

    Apabila Sobat menginginkan informasi lebih lanjut soal perawatan wajah dan produk kecantikan wajah, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Jangan lupa untuk menyaksikan Webinar Prosehat tanggal 4 November 2020 bertemakan kecantikan, dengan salah satu narasumber dr. Sonia Wibisono. Untuk pendaftaran bisa dilakukan di: https://s.id/CantikWanitaIndonesia.

     

    Referensi Artikel:
    merdeka.com/gaya/5-buah-alami-ini-ampuh-buat-bikin-kulit-cerah-dalam-waktu-singkat.html
    liputan6.com/fashion-beauty/read/3496161/4-jenis-masker-alami-dari-buah-buahan-ini-mampu-mencerahkan-wajah

    Read More
  • Belakangan ini, perihal penggunaan masker kembali menyeruak di tengah pandemi, terutama mengenai jenis dan efektivitas masker scuba dan buff. Pada 12 September 2020, PT. KCI selaku operator KRL Jabodetabek memuat postingan jenis dan efektivitas berbagai masker melalui instagram mereka @commuterline. Yang menjadi perhatian adalah masker scuba dan buff yang hanya memiliki efektivitas menangkal virus melalui droplet […]

    Jenis dan Efektivitas Masker Menurut WHO, Tak Ada Scuba dan Buff

    Belakangan ini, perihal penggunaan masker kembali menyeruak di tengah pandemi, terutama mengenai jenis dan efektivitas masker scuba dan buff. Pada 12 September 2020, PT. KCI selaku operator KRL Jabodetabek memuat postingan jenis dan efektivitas berbagai masker melalui instagram mereka @commuterline. Yang menjadi perhatian adalah masker scuba dan buff yang hanya memiliki efektivitas menangkal virus melalui droplet sebesar 5%, jauh lebih rendah daripada masker lainnya.1

    jenis dan efektivitas masker

    Baca Juga: Aturan Penggunaan Masker pada Anak dan Tips Memakainya

    Mengikuti postingan tersebut, PT. KCI selanjutnya mulai memberlakukan aturan larangan penggunaan masker scuba dan buff kepada penumpang KRL sejak 14 September 2020. Akan tetapi, sejauh ini ditemukan masih banyak penumpang yang menggunakan masker jenis tersebut. PT. KCI juga belum memberikan sanksi, melainkan hanya memberikan sosialisasi.1 Imbauan mengenai larangan penggunaan masker jenis ini juga didukung oleh pemerintah melalui juru bicara Satgas COVID-19, Profesor Wiku Adisasmito, yang meminta masyarakat agar tidak memakai masker scuba dan buff ketika beraktivitas.2 Lalu, sebenarnya apa itu masker scuba dan buff?

    Apa Itu Masker Scuba dan Buff?

    Masker scuba adalah masker yang dibuat dari scuba, yaitu bahan lentur yang biasanya digunakan untuk pakaian olahraga atau menyelam.3 Karena berasal dari bahan yang lentur, masker ini dapat mengikuti bentuk muka penggunanya serta mudah digunakan. Namun, masker scuba mudah diturunkan ke bawah dagu.4 Bentuk masker scuba sendiri mirip masker medis, tetapi hanya terdiri dari satu lapisan.2

    Baca Juga: Ingin Aman Memakai Masker Saat Berolahraga? Berikut Tipsnya!

    Berbeda dari scuba, buff sebenarnya bukanlah masker. Fungsi buff adalah untuk melindungi leher. Namun, buff ini bersifat multifungsi, bisa dijadikan sebagai bandana dan juga masker. Karena kepraktisannya, buff juga populer di kalangan masyarakat.2 Buff dan scuba banyak dijual dan paling banyak dicari.4

    Akan tetapi, kepraktisan dan kepopuleran keduanya ternyata tidak berbanding lurus dengan efektivitasnya dalam mencegah virus. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa masker buff ternyata lebih buruk efektivitasnya jika dibandingkan dengan masker kain biasa. Bahkan, buff disebut lebih banyak menghasilkan droplet.5 Sedangkan scuba, dengan sifatnya yang mudah melar malah akan membuat kerapatan pori kain membesar dan membuat virus mudah masuk.6 Nah, karena efektivitasnya yang tidak baik, Sobat Sehat sebaiknya mulai meninggalkan scuba atau buff dan beralih kepada masker yang efektivitasnya sesuai dengan rekomendasi WHO. Apa saja itu?

    Jenis-jenis Masker Apa Saja yang Efektif Menangkal Virus?

    Masker Medis

    Masker pertama yang direkomendasikan oleh WHO adalah masker medis yang mempunyai efektivitas menangkal virus sebesar 80-95%.7 Masker ini adalah masker bedah yang berbentuk datar atau berlipat dan diikat di kepala dengan tali yang mengelilingi telinga atau kepala atau keduanya. Karakteristik kinerjanya dibuktikan dari serangkaian metode uji standar yang bertujuan menyeimbangkan filtrasi tinggi serta menilai kemampuan bernapas dan ketahanan penetrasi cairan. Masker medis juga mempunyai filtering facepiece respirator atau FFR yang memungkinkan keseimbangan antara filtrasi dan sirkulasi udara. Sertifikasi FFR juga harus memastikan bahwa tidak ada hambatan dalam pernapasan selama penggunaan masker dengan ketahanan yang maksimal selama menghirup dan mengembuskan napas.8

    Produk Terkait: Masker Medis Karet Telinga

    Masker FFP (Filtering Facepiece)

    Masker kedua adalah masker FFP. Masker ini terdiri atas tiga jenis, yaitu masker FFP1, FFP2, dan FFP3. FFP1 mempunyai efektivitas menangkal virus sebesar lebih dari 80%, FFP2 lebih dari 94%, dan FFP3 lebih dari 99%. Untuk penggunaan masker ini, harus menyesuaikan petunjuk pemakaian, yaitu kurang dari 8 jam dalam satu hari, tetapi hal ini juga tergantung pada kondisi penggunaan dan jenis peralatan perlindungan pernapasan. Masker ini termasuk masker sekali pakai, sehingga harus dibuang setelah tidak digunakan. Selain itu, masker FFP juga mempunyai tanggal kadaluwarsa, yang artinya setelah melewati tanggal tertentu masker sudah tidak boleh digunakan, dijual kembali, atau bahkan dibagikan secara gratis.8

    Masker N95

    Masker N95 adalah alat pelindung pernapasan yang khusus dirancang agar mendekati kesesuaian wajah disertai filtrasi partikel udara yang sangat efisien. Bagian tepi masker N95 dirancang untuk membentuk segel di sekitar hidung dan mulut.8 Efektivitas masker N95 dalam menangkal virus dilaporkan berkisar dari 95% hingga 100%.7 Masker ini biasanya digunakan dalam pengaturan perawatan kesehatan. Dibandingkan masker bedah, masker N95 memberikan perlindungan lebih karena dapat menyaring partikel besar dan kecil. Masker juga dirancang untuk menghambat 95% partikel yang sangat kecil. Akan tetapi, N95 hanya bisa digunakan sekali pakai.8

    Baca Juga: Seperti Inilah Cara Melepas Masker dengan Benar

    Masker Kain Tiga Lapis

    Masker ini merupakan masker nonmedis yang juga banyak digunakan oleh masyarakat. Efektivitas masker kain tiga lapis dilaporkan berkisar antara 50% hingga 70%.7 Masker dibuat dari berbagai kain, seperti polypropylene dan berbagai kombinasi kain. Masker kain tersedia dalam berbagai bentuk, sehingga fungsi filtrasi dan kemampuan bernapas masker kain juga bervariasi, sehingga masker seperti ini kerap tidak dianggap sebagai alat kesehatan atau alat pelindung diri. Sebaiknya, penggunaan masker kain dipertimbangkan saat melakukan aktivitas tertentu, misalnya ketika Sobat berada di keramaian atau di dalam angkutan umum dan jaga jarak susah diterapkan. Masker kain bisa digunakan untuk membantu mengurangi penyebaran virus, tetapi supaya dapat memberikan efek yang baik, penggunaan masker kain juga harus disertai menjaga kebersihan tangan dan physical distancing.8

    Produk Terkait: Masker Kain (Karet Telinga)

    Masker KN95

    Apabila masker N95 tidak mencukupi, masker alternatif yang dapat digunakan adalah masker KN95, masker respirator yang difiliter dengan standar dari negara Cina. Jenis masker ini termasuk kelompok masker FFR dan dikatakan mempunyai kemampuan yang sama dengan N95.8

    Itulah berbagai masker yang direkomendasikan WHO untuk menggantikan scuba dan buff.7 Hal ini penting untuk diketahui agar upaya menangkal virus Corona lebih efektif, mengingat peningkatan kasus dari hari ke hari di Indonesia, khususnya di Provinsi DKI Jakarta. Pelarangan scuba dan buff di KRL dirasa perlu untuk dilakukan seiring dengan masih banyaknya pengguna KRL di tengah pandemi karena kebanyakan penumpang berasal dari kota penyangga Jakarta yang juga dalam zona merah, yaitu Depok, Bogor, dan Bekasi.

    Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Memakainya

    Selain masalah jenis dan efektivitas masker, yang juga perlu diperhatikan adalah tetap tertib dalam pemakaian dan pelepasan masker. Selain itu, jangan menaruh masker bekas di sembarang tempat karena masker bisa menjadi sarang virus. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai jenis-jenis masker, efektivitas, dan penggunaannya atau produk-produk kesehatan terkait, seperti masker medis, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Tak Ada Sanksi Bagi Penumpang yang Pakai Masker Scuba dan Buff di KRL [Internet]. kumparan.com. 2020 [cited 17 September 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparannews/tak-ada-sanksi-bagi-penumpang-yang-pakai-masker-scuba-dan-buff-di-krl-1uCgEzR4OgC/full
    2. Mengenal masker buff dan scuba dan alasan dilarang di KRL [Internet]. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2020 [cited 17 September 2020]. Available from: https://kesehatan.kontan.co.id/news/mengenal-masker-buff-dan-scuba-dan-alasan-dilarang-di-krl?page=all
    3. Septiani A. Mengenal Scuba, Jenis Kain yang Lagi Ngetren Jadi Bahan Masker [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 17 September 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5002536/mengenal-scuba-jenis-kain-yang-lagi-ngetren-jadi-bahan-masker
    4. Alasan Penumpang KRL Dilarang Pakai Masker Scuba atau Buff [Internet]. cnnindonesia.com. 2020 [cited 17 September 2020]. Available from: Internet]. detiknews. 2020 [cited 17 September 2020]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5173875/tentang-masker-buff-dan-scuba-yang-dinilai-tak-efektif-cegah-corona?single=1
    5. Masker Scuba dan Buff Dilarang di KRL, Begini Penjelasan Sains [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 17 September 2020]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2020/09/16/080000623/masker-scuba-dan-buff-dilarang-di-krl-begini-penjelasan-sains?page=all
    6. 5 Jenis Masker dengan Tingkat Efektivitas Lindungi Diri dari COVID-19 [Internet]. Urbanasia.com. 2020 [cited 17 September 2020]. Available from: https://www.urbanasia.com/5-jenis-masker-dengan-tingkat-efektivitas-lindungi-diri-dari-covid19-U18815
    7. Harsono F. Efektivitas Jenis-Jenis Masker Sesuai Rekomendasi WHO untuk Penanganan COVID-19 [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 17 September 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/4357510/efektivitas-jenis-jenis-masker-sesuai-rekomendasi-who-untuk-penanganan-covid-19
    Read More
  • Bagaimanakah cara melepas masker dengan benar? Hal ini tentu saja menjadi perhatian banyak orang ketika masker menjadi bagian dari gaya hidup di saat pandemi sekarang ini. Di tempat-tempat publik atau keramaian, masker wajib dipakai sebagai salah satu cara meminimalkan penyebaran virus, selain mencuci tangan dan menjaga physical distancing. Bahkan beberapa tempat tidak akan membiarkan orang […]

    Seperti Inilah Cara Melepas Masker dengan Benar

    Bagaimanakah cara melepas masker dengan benar? Hal ini tentu saja menjadi perhatian banyak orang ketika masker menjadi bagian dari gaya hidup di saat pandemi sekarang ini. Di tempat-tempat publik atau keramaian, masker wajib dipakai sebagai salah satu cara meminimalkan penyebaran virus, selain mencuci tangan dan menjaga physical distancing. Bahkan beberapa tempat tidak akan membiarkan orang masuk tanpa menggunakan penutup hidung dan mulut yang satu ini.

    Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Memakainya

    Selain memahami cara memakai masker dengan benar, ada baiknya Sobat Sehat juga mengetahui cara yang benar untuk melepasnya. Sebab, jika tidak melepas dengan benar, masker ini justru akan menjadi tempat berkembangnya virus. Berikut ini adalah cara melepas masker dengan baik dan benar supaya tetap steril.

    Cara Melepas Masker

    Jangan Asal Taruh

    Cara pertama yang perlu dilakukan adalah jangan asal taruh masker dimana saja, terutama sewaktu Sobat Sehat makan dan minum atau saat ke kamar mandi. Ketika berada di kamar mandi, Sobat bisa menggunakan dua cara untuk meletakkannya. Yang pertama adalah menaruhnya di atas tisu kering atau handuk bersih, dengan memastikan sisi luar masker yang kotor menghadap ke bawah dengan tali pengikat ditempatkan ke arah luar. Cara kedua, simpan masker di dalam kantong atau paper bag yang bersih. Tujuannya agar sisi dalam masker tetap bersih.

    Jangan Menarik ke Bawah Dagu

    Yang selanjutnya harus diperhatikan namun nyatanya sering dilakukan adalah jangan menarik masker ke bawah dagu misalnya saat sedang minum. Karena saat diturunkan ke dagu atau leher, area dalam masker yang awalnya melindungi mulut dan hidung justru jadi menyentuh area yang berpotensi ada bakteri atau virus yang menempel. Selain itu, jangan juga menggantung masker di satu telinga ya, karena bagian dalam masker berisiko untuk menyentuh area wajah lain yang sejak awal tidak terlindungi. Jadi, lebih baik dilepas seluruhnya dan diletakkan pada meja, serta tetap selalu memastikan kebersihan tangan sebelum memakai dan melepas masker.

    Buka Secara Perlahan

    Supaya masker tetap steril saat dilepas adalah buka secara perlahan supaya tidak ada risiko penularan. Pastikan juga tangan sudah steril, kemudian pegang tali dan jangan sentuh bagian depannya. Sebab, hal itu bisa membuat masker berpotensi terkena bakteri yang menempel selama pemakaian.

    Baca Juga: Aturan Penggunaan Masker Pada Anak dan Tips Memakainya

    Langsung Dicuci Setelah Dilepas

    Apabila Sobat menggunakan masker kain, hendaknya langsung dicuci setelah dilepas. Pencucian dianjurkan menggunakan air dan sabun agar virus atau bakteri yang menempel mati. Setelah dicuci, masker juga harus dijemur di bawah sinar matahari. Setelah dicuci dan dikeringkan, simpanlah pada tempat yang bersih dan steril dari kotoran namun juga mudah dijangkau supaya Sobat tidak kesulitan saat hendak memakai lagi. Sedangkan khusus untuk masker medis yang penggunaannya sekali pakai dan tidak boleh dicuci, dianjurkan dibungkus dengan plastik atau dibuang pada tempat sampah khusus saat selesai dipakai supaya tidak mengkontaminasi.

    Lepas Apabila Sudah Mencapai 4-5 Jam

    Cara melepas masker yang juga perlu diperhatikan adalah ketika sudah mencapai 4-5 jam harus dilepas sebab bila melewati jangka waktu tersebut akan memberi dampak yang tidak baik pada kulit wajah di sekitar mulut dan hidung. Jumlah virus, bakteri, debu, atau partikel lainnya sudah di atas normal sehingga wajah akan rentan terkena jerawat dan iritasi sehingga butuh perawatan khusus. Namun kalau hal ini sudah terjadi, bersihkanlah wajah dengan sabun anti jerawat, gunakan krim pelembap yang menjaga kelembapan kulit, dan hindari penggunaan bahan-bahan yang menggunakan alkohol.

    Cucilah tangan

    Cara terakhir dalam melepas masker adalah cucilah tangan dengan sabun pada air yang mengalir atau hand sanitizer apabila tidak ada keran untuk mencuci tangan. Hal ini supaya dapat mencegah terjangkit virus corona yang bisa bertahan di benda mati dalam waktu 72 jam.

    Produk Terkait: Masker Kain

    Itulah beberapa hal yang perlu Sobat perhatikan dalam cara melepas masker yang benar supaya tetap bersih dan steril sehingga tidak menjadi sarang penyakit. Apabila Sobat mempraktikkan dengan benar, Sobat sudah membantu menghentikan penyebaran virus Corona yang semakin hari semakin naik jumlah penderitanya. Dengan begitu, memakai masker merupakan cara paling ampuh untuk saat ini sampai menunggu vaksin antivirus selesai dikembangkan, dan bisa dipergunakan untuk umum. Karena itu, jangan sepelekan masker ya!

    Apabila Sobat mempunyai pertanyaan tentang masker dan rapid test, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Kamaliah A. Cara Melepas Masker yang Benar, Selama Ini Banyak yang Salah! [Internet]. detikinet. 2020 [cited 26 August 2020]. Available from: https://inet.detik.com/science/d-5145516/cara-melepas-masker-yang-benar-selama-ini-banyak-yang-salah
    2. Supaya Tak Tertular Corona, Begini Cara Memakai dan Melepas Masker yang Benar | Kabar24 – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2020 [cited 26 August 2020]. Available from: https://kabar24.bisnis.com/read/20200808/15/1276608/supaya-tak-tertular-corona-begini-cara-memakai-dan-melepas-masker-yang-benar-
    3. Riyandi R. Begini Cara Memakai dan Melepas Masker Secara Benar [Internet]. AYOBANDUNG.com. 2020 [cited 26 August 2020]. Available from: https://ayobandung.com/read/2020/08/15/118139/begini-cara-memakai-dan-melepas-masker-secara-benar
    4. Wajib Ganti Masker Setiap Lima Jam – Fajar Indonesia Network [Internet]. Fajar Indonesia Network. 2020 [cited 26 August 2020]. Available from: https://fin.co.id/2020/08/25/wajib-ganti-masker-setiap-lima-jam/
    Read More
  • Sejak Corona merambah secara global mulai awal 2020, banyak kebiasaan baru yang diterapkan oleh seluruh masyarakat di dunia termasuk juga di Indonesia. Kebiasaan-kebiasaan baru itu dilakukan untuk tujuan kesehatan, yaitu supaya penyebaran virus Corona menjadi terkendali dan tidak terlalu banyak menyebar ke segala tempat. Adapun kebiasaan-kebiasaan baru itu adalah: Cuci tangan pada air yang mengalir […]

    Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Memakainya

    Sejak Corona merambah secara global mulai awal 2020, banyak kebiasaan baru yang diterapkan oleh seluruh masyarakat di dunia termasuk juga di Indonesia. Kebiasaan-kebiasaan baru itu dilakukan untuk tujuan kesehatan, yaitu supaya penyebaran virus Corona menjadi terkendali dan tidak terlalu banyak menyebar ke segala tempat. Adapun kebiasaan-kebiasaan baru itu adalah:

    jangan remehkan masker

    • Cuci tangan pada air yang mengalir selama 20 detik ketika akan dan setelah beraktivitas di tempat-tempat ramai
    • Menggunakan hand sanitizer apabila tidak ada tempat mencuci tangan
    • Memakai masker kain bagi orang-orang non-medis
    • Jaga jarak atau physical distancing dengan jarak 1-2 meter pada saat di keramaian
    • Memakai face shield sebagai perlindungan tambahan
    • Tetap di rumah apabila tidak ada kepentingan yang mendesak dan perlu supaya tidak terjangkit penyakit.

    Baca Juga: Plus-Minus Penggunaan Face Shield

    Selain kebiasaan-kebiasaan baru, beberapa kebiasaan lama juga kembali digaungkan seperti tidak stres secara berlebihan, olahraga dengan teratur supaya imunitas tubuh tetap terjaga dengan baik, serta banyak mengonsumsi buah dan sayuran sebagai cara alami menghindari diri dari virus Corona atau COVID-19.

    Salah satu yang cukup menarik perhatian dalam kebiasaan-kebiasaan baru adalah penggunaan masker. Kini di mana pun tempatnya, kebanyakan orang akan memakai masker terutama saat beraktivitas di luar rumah seperti kantor, sekolah, dan fasilitas publik lainnya. Penutup mulut dan hidung ini menjadi salah satu benda wajib selama masa pandemi ini apalagi beberapa jasa pelayanan publik seperti KRL mewajibkan pengguna setianya memakai masker saat di dalam stasiun atau kereta api. Apabila tidak memakai masker tentu saja tidak diperbolehkan.

    Baca Juga: Masker Habis? Ini Caranya untuk Membuat Masker Sendiri

    Selain itu, beberapa tempat publik lainnya, seperti pasar, juga meminta para pengunjungnya untuk mengenakan masker. Jika tidak mengenakan, akan dikenakan sanksi atau dilarang masuk oleh Satpol PP yang bertugas menertibkan para pengunjung yang tidak mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi. Hal inilah yang terjadi di Pasar Kramat Jati Jakarta Timur, dimana beberapa orang yang tidak mematuhi peraturan akan langsung ditindak.

    WHO sebagai Badan Kesehatan Dunia juga telah menghimbau masyarakat dunia untuk mengenakan masker saat hendak beraktivitas dengan tujuan mencegah penularan virus Corona sejak virus asal Wuhan, Cina, itu merebak. Bahkan, pada 5 Juni 2020, WHO kembali menegaskan rekomendasinya yang berkaitan dengan pentingnya penggunaan masker. Adapun rekomendasi yang dimaksud adalah apabila ada orang yang memiliki gejala infeksi virus Corona harap segera menggunakan masker medis, konsultasi ke dokter, dan isolasi mandiri.

    Rekomendasi lainnya adalah meminta pemerintah setempat untuk menerapkan pemakaian masker pada masyarakatnya agar virus Corona terkendali dan tidak semakin banyak menyebar. Namun sayangnya, hingga saat ini masih banyak yang menyepelekan hal tersebut. Padahal, dengan memakai masker ada beberapa keuntungan yang didapat, yaitu:

    • Menurunkan risiko penularan virus bagi orang tanpa gejala
    • Menurunkan stigma masyarakat dalam penggunaan masker
    • Memberikan peran kepada semua orang dalammembantu menghentikan pandemi
    • Mengingatkan orang untuk melakukan langkah pencegahan lain

    Meskipun demikian, sebenarnya memakai masker juga ada kerugiannya, yaitu:

    • Terjadinyapeningkatan risiko self-contamination
    • Kesulitan bernapas jika tipe dan ukuran masker tidak sesuai
    • Timbul jerawat dan masalah kulit wajah lainapabila digunakan terlalu lama
    • Lebih sulituntuk berkomunikasi

    Karena menggunakan masker sudah menjadi suatu keharusan di masa pandemi ini, ada beberapa hal yang perlu Sobat perhatikan agar dapat memakai masker secara aman, nyaman, dan tepat, yaitu:

    1. Memakai Masker Tiga Lapis

    WHO menganjurkan masyarakat untuk menggunakan jenis masker tiga lapis berbahan kain yang susunannya adalah sebagai berikut:

    • Lapisan luar yang terdiri dari bahan kedap air seperti polyester
    • Lapisan tengah yang terdiri dari propylene sebagai filter atau penyaring
    • Lapisan dalam yang terdiri dari katun yang bisa menyerap

    2. Pas dan Tepat dengan Ukuran Wajah

    Memakai masker yang pas dan tepat dengan ukuran wajah tentunya akan membuat Sobat Sehat merasa aman, nyaman, serta tidak terganggu ketika beraktivitas. Karena itu, usahakan memilih masker yang tepat, dan jangan asal memilih masker.

    3. Pilih Masker yang Tetap Memudahkan Bernapas

    Memakai masker tentu saja dapat membuat nafas menjadi lebih sulit, sehingga Sobat mungkin akan melepaskan atau menurunkan masker ke dagu, yang sebenarnya justru akan meningkatkan risiko penularan virus. Karena itulah, sebaiknya Sobat pilih masker yang memang cukup nyaman untuk bernapas ketika digunakan. Kalaupun Sobat merasa tidak nyaman bernapas karena memakai masker, lepaskanlah dan jangan turunkan ke dagu ya!

    Baca Juga: Masker, Ampuhkah Lawan Corona? Kapan Harus Gunakan Masker?

    4. Cuci Tangan

    Setelah Sobat memakai masker, hendaknya untuk segera mencuci tangan supaya virus atau penyakit lainnya tidak menyebar. Cucilah tangan dengan sabun di air yang mengalir selama 20 detik atau hand sanitizer jika tempat cuci tangan tidak ada atau tidak sempat untuk cuci tangan.

    5. Cucilah Masker dengan Air Panas

    Sehabis digunakan, sebaiknya Sobat mencuci masker dengan air panas karena cara ini cukup efektif untuk membunuh kuman. Kemudian tambahkan deterjen atau sabun supaya hasilnya optimal sehingga masker dapat digunakan lagi dalam keadaan bersih sehabis dipakai.

    Jadi Sobat, itulah pembahasan mengenai pentingnya memakai masker di masa pandemi agar bisa mencegah dan menurunkan risiko penularan virus. Karena itu, jangan disepelekan ya penggunaannya. Dengan memakai masker berarti kita juga sudah membantu untuk mengurangi jumlah penderita Infeksi Virus Corona di Indonesia yang semakin hari semakin bertambah. Apalagi memakai masker saat ini pun sudah menjadi gaya hidup sehari-hari dan bukan lagi hanya dipakai orang yang sedang sakit.

    Baca Juga: Ingin Aman Memakai Masker Saat Berolahraga? Berikut Tipsnya!

    Apabila Sobat ingin mengetahui secara lengkap tentang penggunaan masker silakan tonton video Youtube di bawah ini, dan jangan lupa subscribe Youtube Prosehat.

     

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. COVID-19 G. Cara Memakai Masker yang Benar – Masyarakat Umum | Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 [Internet]. covid19.go.id. 2020 [cited 23 July 2020]. Available from: https://covid19.go.id/edukasi/masyarakat-umum/cara-memakai-masker-yang-benar2
    2. 26 Pelanggar Tidak Pakai Masker di Pasar Induk Kramat Jati [Internet]. Situs Resmi Kota Administrasi Jakarta Timur. 2020 [cited 23 July 2020]. Available from: https://timur.jakarta.go.id/v15/news/Pemerintahan/6333/26-pelanggar-tidak-pakai-masker-di-pasar-induk-kramat-jati
    3. Makdori Y. Pengguna KRL Wajib Pakai Masker Mulai Hari Ini 12 April 2020 [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 23 July 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/news/read/4225397/pengguna-krl-wajib-pakai-masker-mulai-hari-ini-12-april-2020
    4. Media K. Pemerintah Sebut Naik Turunkan Masker ke Dagu Berisiko Besar Tularkan Virus [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 23 July 2020]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2020/07/15/08284491/pemerintah-sebut-naik-turunkan-masker-ke-dagu-berisiko-besar-tularkan-virus
    Read More
  • Sejak virus Corona melanda secara global pada awal 2020 ini, banyak masyarakat dunia mulai mempraktekkan kebiasaan-kebiasaan untuk menekan dan melawan salah satu virus ganas tersebut. Dimulai dari mencuci tangan, menggunakan hand sanitizer, hingga memakai masker. Kebiasaan-kebiasaan ini melengkapi peraturan yang sudah ada, yaitu jaga jarak selama 1 meter, dan tidak boleh berkumpul dalam satu area. […]

    Seperti Apa Plus Minus Penggunaan Face Shield?

    Sejak virus Corona melanda secara global pada awal 2020 ini, banyak masyarakat dunia mulai mempraktekkan kebiasaan-kebiasaan untuk menekan dan melawan salah satu virus ganas tersebut. Dimulai dari mencuci tangan, menggunakan hand sanitizer, hingga memakai masker. Kebiasaan-kebiasaan ini melengkapi peraturan yang sudah ada, yaitu jaga jarak selama 1 meter, dan tidak boleh berkumpul dalam satu area. Kemudian muncul lagi kebiasaan baru belakangan ini selain memakai masker untuk melindungi diri dari percikan air ludah penyebab Corona, yaitu face shield.

    pemakaian face shield

    Sobat Sehat tentu bertanya-tanya apakah face shield itu? Face shield jika dibahasandonesiakan adalah pelindung wajah. Alat ini merupakan salah satu APD atau alat pelindung diri yang kerap dipakai oleh para petugas medis saat menangani pasien yang terkena virus Corona. Di masa sebelum terjadinya Corona, face shield sering digunakan oleh petugas medis gigi untuk melindungi diri dari cipratan ludah saat operasi gigi.Belakangan, penggunaan alat pelindung diri ini meluas sehingga bukan hanya petugas medis saja yang memakainya namun juga petugas pelayanan publik lainnya seperti petugas di stasiun kereta api, terminal bis bahkan polisi sekalipun.

    Baca Juga: Masker, Ampuhkah Lawan Corona? Kapan Harus Gunakan Masker

    Tak hanya petugas medis dan petugas pelayanan publik yang memakai alat berbentuk perisai dan transparan menutupi wajah tersebut. Masyarakat pun sekarang mulai juga menggunakannya sebagai alat perlindungan ekstra selain masker. Pemerintah melalui Keputusan Kementerian Kesehatan HK.01.07/MENKES/382/2020 tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum mewajibkan masyarakat untuk menggunakan masker saat berada di keramaian.

    Pemerintah beralasan bahwa tempat-tempat tersebut sangat berpotensi besar menjadi area penyebaran virus Corona sehingga masyarakat harus membekali diri dengan perlindungan ekstra dan mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Tempat-tempat umum yang disarankan pemerintah bagi Sobat Sehat untuk memakai face shield adalah sebagai berikut:

    • Pasar
    • Mal
    • Hotel
    • Pusat kebugaran
    • Pusat olahraga
    • Stasiun kereta api
    • Terminal bus
    • Tempat wisata

    Bagi Sobat Sehat yang berniat memakai face shield di tempat-tempat tersebut tentunya harus mengetahui terlebih dahulu aturan-aturan memakainya. Apa saja aturan-aturannya? Simak di bawah ini ya, Sobat!

    Aturan Penggunaan Face Shield

    Ketahui Jenis Bahan Pembuatan dan Bentuknya

    Hal pertama yang perlu Sobat Sehat ketahui dalam aturan penggunaan face shield adalah jenis bahan pembuatan dan bentuknya. Seperti dilansir oleh Journal American Medical Association, APD ini mempunyai banyak ragam bentuk. Namun, sangat disarankan bagi Sobat untuk memilih produk yang terbuat dari plastik bening yang menutupi wajah, dengan ketebalan 0,50 mm.

    Selain itu, face shield yang digunakaan harus berada hingga di bawah dagu, panjang samping tidak menutupi cuping telinga, dan tidak boleh ada celah terbuka antara dahi dan penutup kepala. Pita dahinya juga terbuat dari plastik bening dengan ketebalan yang sama, dan tali silikon bebas lateksnya mempunyai ketebalan 1,4-1,6 mm. Hal lain yang perlu Sobat perhatikan adalah bahan yang digunakan harus jelas secara optic dan tidak retak saat dilipat ke atas hingga sudut 180 derajat untuk membentuk lipatan.

    Masker Tetap Dipakai

    Memakai face shield sebagai alat perlindungan diri memang terlihat lebih praktis daripada menggunakan masker yang jika belum terbiasa membuat tidak bernapas maksimal. Bahkan, pelindung wajah ini kenyataannya dapat melindungi seluruh bagian wajah bahkan yang sangat sensitif sekalipun seperti mata.

    Meski begitu, tidak serta-merta APD ini dapat melindungi secara efektif dari serangan virus Corona. Pemerintah melalui Gugus Tugas Covid-19 menyatakan bahwa face shield bukanlah satu-satunya alat yang dapat melindungi diri dari virus tersebut. Hal itu dikarenakan adanya microdroplet yang bisa saja masuk ke celah face shield yang terbuka sehingga untuk penggunaan secara maksimal harus disertai dengan masker yang dapat dengan efektif menutup rapat hidung dan mulut.

    Baca Juga: Ingin Aman Memakai Masker Saat Berolahraga? Berikut Tipsnya

    Harus Rutin Dibersihkan

    Seperti halnya masker terutama masker kain, face shield pun bisa digunakan supaya dapat digunakan berkali-kali. Cara membersihkannya pun cukup mudah, yaitu cukup bersihkan bagian dalam secara hati-hati lalu bersihkan bagian luarnya dengan menggunakan sabun dan air atau disinfektan rumah tangga biasa.

    Selama masih terlihat utuh, dan belum rusak, serta nyaman dipakai, face shield bisa tetap digunakan berkali-kali sehingga dapat menjadi penghalang masuknya virus Corona, dan mencegah si pemakai untuk menyentuh wajah sendiri secara langsung. Selain aturan pemakaian untuk pencegahan Corona yang efektif, face shield tentu saja mempunyai kelebihan dan kekurangan yang perlu Sobat Sehat ketahui.

    Kelebihan Face shield

    Face shield mempunyai beberapa kelebihan daripada memakai masker, yaitu mampu memproteksi keseluruhan area muka, memudahkan Sobat untuk berbicara karena dengan APD ini suara Sobat tidak teredam. Selain itu, alat ini juga membuat Sobat mudah menghirup oksigen, dan tidak merasa gerah ketika memakai masker, dan bagi para pengtuna kacamata tidak membuat kacamata tidak berembun. Hal lainnya lagi adalah face shield juga mudah dibersihkan daripada masker karena untuk membersihkannya cukup menggunakan tisu anti-bakteri dan lap yang telah dibasahi sabun dan air.

    Kekurangan Face shield

    Selain kelebihan, face shield juga mempunyai beberapa kekurangan yang perlu Sobat ketahui, yaitu tidak benar-benar efektif melindungi diri dari Corona karena ada celah yang terbuka yang memungkinkan air liur yang jatuh bisa masuk ke alat pernapasan. Apalagi diketahui bahwa virus lebih lama bertahan di permukaan plastik daripada kain dan kertas sehingga setiap kali dipakai harus disterilkan. Selain itu, APD ini juga terasa panas saat digunakan, dan membuat gerah.

    Baca Juga: Perhatikan Cara Gunakan APD yang Benar

    Face shield ternyata juga bisa berembun jika digunakan secara ketat, dan tidak praktis karena sulit disimpan dalam tas saat akan dibawa bekerja. Itulah mengenai aturan penggunaan serta kelebihan dan kekurangan face shield sebagai salah satu APD terhadap Corona. Jika Sobat ingin mengetahui lebih dalam mengenai aturan penggunaan face shield dan efektivitasnya untuk mencegah Corona silakan klik video Youtube berikut ini:

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi:

    1. Menteri Terawan Terbitkan Aturan Kesehatan Menggunakan Face Shield [Internet]. JawaPos.com. 2020 [cited 21 July 2020]. Available from: https://www.jawapos.com/nasional/20/06/2020/menteri-terawan-terbitkan-aturan-kesehatan-menggunakan-face-shield/
    2. Media K. Face Shield atau Masker, Mana Lebih Efektif Tangkal Covid-19? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 21 July 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/06/05/083747120/face-shield-atau-masker-mana-lebih-efektif-tangkal-covid-19?page=all
    3. Mulai Banyak Digunakan A. Mulai Banyak Digunakan, Apa Itu Face Shield? Berikut Ini Kelebihan dan Kelemahannya – Semua Halaman – Kids [Internet]. Kids.grid.id. 2020 [cited 21 July 2020]. Available from: https://kids.grid.id/read/472172627/mulai-banyak-digunakan-apa-itu-face-shield-berikut-ini-kelebihan-dan-kelemahannya?page=all
    4. Cara Memakai Face Shield yang Benar dan Aman, Tetap Menggunakan Masker | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2020 [cited 21 July 2020]. Available from: https://www.merdeka.com/sumut/cara-memakai-face-shield-yang-benar-dan-seberapa-efektif-melindungi-dari-covid-19-kln.html
    5. Face Shield Saja Disebut Tak Ampuh Cegah Microdroplet Corona [Internet]. gaya hidup. 2020 [cited 21 July 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200712182011-255-523782/face-shield-saja-disebut-tak-ampuh-cegah-microdroplet-corona
    Read More
  • Masker merupakan sebuah alat pelindung diri (APD) yang digunakan pada wajah atau kepala dan menutupi setidaknya hidung dan mulut. Pada umumnya, masker hanya digunakan oleh orang yang sedang sakit. Tetapi saat ini masyarakat sedang berbondong-bondong membeli masker terutama jenis masker bedah (surgical mask). Semua ini bertujuan  menghindari infeksi virus Corona (COVID-19) yang sedang menjadi pandemik.1,2 […]

    Masker Habis? Ini Caranya untuk Membuat Masker Sendiri

    Masker merupakan sebuah alat pelindung diri (APD) yang digunakan pada wajah atau kepala dan menutupi setidaknya hidung dan mulut. Pada umumnya, masker hanya digunakan oleh orang yang sedang sakit. Tetapi saat ini masyarakat sedang berbondong-bondong membeli masker terutama jenis masker bedah (surgical mask). Semua ini bertujuan  menghindari infeksi virus Corona (COVID-19) yang sedang menjadi pandemik.1,2 Jika semua masker habis, ada tips untuk membuatnya sendiri. Namun sebelum itu, kita pelajari lebih dahulu apa itu masker bedah.

    Baca Juga: Jenis dan Efektivitas Masker Menurut WHO, Tak Ada Scuba dan Buff

    Masker bedah secara umum terdiri dari 3 lapisan. Lapisan terluar merupakan lapisan yang menangkal cairan (hidrofobik) sehingga tidak masuk ke lapisan dalam. Lapisan tengah merupakan lapisan penyaring. Lapisan terdalam merupakan lapisan yang menyerap air (hidrofilik). Sebuah penelitian menunjukkan bahwa masker bedah memiliki nilai efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan menggunakan bandana untuk menutupi mulut dan hidung.3 Ini membuktikan bahwa 3 lapisan unik dari masker bedah memiliki fungsi untuk memfiltrasi kuman-kuman.

    Dengan menipisnya persediaan masker pada berbagai tempat, Sobat dapat membuatnya sendiri dengan bahan-bahan yang dapat Sobat temukan di rumah. Sebuah penelitian di Cambridge membandingkan beberapa bahan rumah tangga yang dapat digunakan sebagai substitusi masker bedah. Dari penelitian tersebut ditemukan bahwa bahan yang direkomendasikan untuk dijadikan pengganti masker adalah:

    • Baju 100% katun
    • Sarung bantal

    Kedua bahan rumah tangga tersebut diuji dengan ketebalan 2 lapis. Dibandingkan dengan bahan rumah tangga yang lain, kedua bahan tersebut memiliki efektivitas untuk menyaring dan aliran udara untuk bernapas yang dapat ditoleransi. Meskipun demikian, efektivitas dari kedua bahan tersebut tidak lebih tinggi dibandingkan dengan masker bedah.4 Jika Sobat ingin membuat masker sendiri, diperlukan 3 lapisan kain nonwoven meltblown yang tahan air, menjadi penyaring, dan menyerap air. Jika Sobat tidak memiliki bahan tersebut, Anda dapat menggunakan bahan lain sebagai pengganti.

    Baca Juga: Aturan Penggunaan Masker pada Anak dan Tips Memakainya

    Untuk pembuatan masker substitusi:

    • Jahitlah 2 lembar bahan (baju 100% katun atau sarung bantal) untuk bagian depan dan belakang masker.
    • Buat bukaan pada tengah dari bagian belakang untuk dimasukkan lapisan penyaring sebagai lapisan tengah. Lapisan penyaring dapat disubstitusi dengan bahan kain nonwoven berupa tisu basah yang dikeringkan, popok bayi atau dewasa baru, atau pembalut baru.
    • Sisipkan bahan penguat pada bagian atas agar masker dapat dikencangkan pada bagian hidung Sobat.
    • Jahitlah ujung kiri dan kanan masker dengan kain untuk dikaitkan pada telinga kiri dan kanan Sobat.

    Masker ini dapat Sobat gunakan hanya untuk keadaan darurat dimana tidak dapat dijumpai lagi masker bedah. Untuk penggunaan ulang, buang bahan penyaring pada bagian dalam masker lalu cuci masker dengan detergen atau sabun, lalu keringkan hingga tuntas. Gunakan lapisan penyaring yang baru.

    Penggunaan masker direkomendasikan oleh WHO untuk orang sakit, atau orang yang sedang merawat orang yang dicurigai atau sudah terinfeksi COVID-19.5 Ini dikarenakan  penularan virus yang terjadi secara kontak dekat (dalam 1.8 meter).6 Metode penularan virus corona berupa droplet yang diproduksi orang sakit.7 Droplet tersebut dapat dihentikan oleh masker saat orang yang sakit batuk atau bersin, sehingga tidak tersebar ke benda atau orang lain. Untuk Sobat yang sehat, cukup hanya menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit dan hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan.6

    Baca Juga: Seperti Inilah Cara Melepas Masker dengan Benar

    Penggunaan masker buatan sendiri tentu tidak akan sama efektivitasnya dengan masker bedah, namun dapat digunakan dalam keadaan darurat. Jika saat ini Sobat dalam keadaan sehat, maka Sobat tidak perlu menggunakan masker. Apabila Sobat memiliki masker bedah, pastikan Sobat menggunakan masker hanya jika diperlukan karena saat ini persediaan masker sangat terbatas. Dengan melakukan hal demikian, Sobat dapat membantu menghentikan penyebaran COVID-19 dengan memberikan kesempatan orang yang membutuhkan untuk memiliki masker seperti yang sedang sakit dan para tenaga kesehatan.

    Produk Terkait: Masker Medis

    Untuk informasi kesehatan lainnya, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-nCoV/summary.html
    2. Coronavirus [Internet]. Who.int. 2020. Available from: https://www.who.int/health-topics/coronavirus
    3. Bowen L. Does That Face Mask Really Protect You?. Applied Biosafety. 2010;15(2):67-71.
    4. Davies A, Thompson K, Giri K, Kafatos G, Walker J, Bennett A. Testing the Efficacy of Homemade Masks: Would They Protect in an Influenza Pandemic?. Disaster Medicine and Public Health Preparedness. 2013;7(4):413-418.
    5. When and how to use masks [Internet]. Who.int. 2020. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public/when-and-how-to-use-masks
    6. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/hcp/respirator-use-faq.html
    7. Adnan Shereen M, Khan S, Kazmi A, Bashir N, Siddique R. COVID-19 infection: origin, transmission, and characteristics of human coronaviruses. Journal of Advanced Research. 2020;.
    Read More

Showing 1–10 of 11 results

Chat Asisten ProSehat aja