Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Vitamin C, Wajibkah Dikonsumsi agar Tidak Terserang Corona?

Pada tanggal 31 Desember 2019, Tiongkok melaporkan kasus pneumonia misterius yang tidak diketahui penyebabnya. Hanya dalam waktu 3 hari, pasien dengan kasus tersebut bertambah menjadi 44 pasien dan terus bertambah sampai saat ini menjadi ribuan dengan kasus kematian akibat infeksi virus ini mencapai ribuan. Pada awalnya, menurut data epidemiologi, menunjukkan 66% pasien berkaitan dengan pasar seafood di Wuhan provinsi Hubei Tiongkok. Sampel dari pasien yang menunjukkan adanya infeksi virus Corona tipe baru yaitu 2019-nCoV. Pada tanggal 11 Febuari 2020, Badan Kesehatan Dunia yaitu WHO (World Health Organization) memberi nama virus tersebut  Severa acute respiratory syndrome coronavirus-2 (SARS-CoV-2) dan nama penyakitnya Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Menurut data dunia saat ini, masih ada kasus aktif Corona virus sebanyak 39.651 kasus aktif. Dengan gejala ringan sebanyak 82% kasus (32.553 kasus) dan sebanyak 18% (7.098) kasus dengan menunjukkan gejala berat sampai kritis. Sedangkan sebanyak 48.162 kasus berhasil sembuh total dan sebanyak 3.119 kasus berakhir dengan kematian. Kasus infeksi virus Corona tersebar dari berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia yang pada tanggal 2 Maret 2020 lalu ditemukan kasus baru terinfeksi virus korona sebanyak 2 kasus.

Baca Juga: Vitamin Untuk Kamu yang Suka Begadang

Cara penularan terutama menginfeksi dewasa atau anak usia lebih tua, dengan gejala yang ringan seperti common cold dan faringitis sampai gejala lebih berat seperti SARS atau MERS serta beberapa tipe virus Corona lainnya dapat menyebabkan diare. Sama seperti infeksi virus lainnya, infeksi virus Corona sangat dipengaruhi oleh sistem imun atau daya tahan tubuh, begitu juga tatalaksananya yaitu pemberian obat sesuai gejala serta meningkatkan daya tahan tubuh. Apabila daya tahan tubuh sedang rendah, sedang melakukan perjalanan yang membuat sistem imun turun, serta keadaan cuaca (pada musim dingin atau semi) dapat meningkatkan penularan infeksi virus Corona.

Karena pada dasarnya  infeksi virus Corona sama seperti infeksi virus pada umumnya yang membutuhkan daya tahan tubuh, maka salah satu pencegahan dapat dilakukan dengan mengoptimalkan daya tahan tubuh. Salah satunya dengan mengonsumsi vitamin C. Apakah benar vitamin C dapat meningkatkan daya tahan tubuh?

Dari berbagai penelitian, disebutkan bahwa vitamin C terbukti dapat meningkatkan sistem imun dengan meningkatkan pertahanan tubuh seperti neutrofil (sel tubuh yang melawan kuman patogen seperti virus), meningkatkan antioksidan tubuh, serta meningkatkan sel T (T-cell) yang berfungsi sebagai penangkal kuman patogen di dalam tubuh. Sehingga, fungsi vitamin C dapat sebagai pencegah dan terapi pasien dengan infeksi saluran napas dan infeksi sistemik.

Baca Juga: 5 Vitamin Penambah Stamina yang Harus Dicoba

Penelitian lainnya menyebutkan bahwa mengonsumsi vitamin C sebanyak 200 mg setiap hari akan menurunkan risiko flu, serta menurunkan durasi terkena flu pada 8% dewasa dan 14% anak-anak. Dosis vitamin C yang diperlukan pada dewasa yang sehat hanya sebanyak 90 mg untuk laki-laki dan 75 mg pada perempuan per harinya. Apabila dosis vitamin C yang dikonsumsi melebihi 2000 mg, maka akan timbul berbagai efek samping seperti mual, muntah, nyeri perut dna diare. Vitamin C didapatkan dari berbagai makanan sehari-hari seperti strawberry, jeruk dan tomat.

Selain vitamin C, ada beberapa cara yang dapat Sobat lakukan untuk menghindari diri dari penularan infeksi virus corona, antara lain:

Gambar 1. Pencegahan lain infeksi Corona virus

  1. Meningkatkan daya tahan tubuh (mengonsumsi makanan yang sehat seperti buah dan sayur, suplemen vitamin C, tidur cukup minimal 6 jam per hari, olahraga setiap hari minimal 30 menit).
  2. Mencuci tangan dengan menggunakan sabun atau alkohol minimal 60% atau hand sanitizer.
  3. Menutup hidung dan mulut ketika bersin dan batuk.
  4. Membersihkan benda yang sering dipegang setiap hari seperti handphone, komputer serta gagang pintu.
  5. Tetap tinggal di rumah apabila sedang sakit untuk mencegah penularan ke orang sekitar.
  6. Menggunakan masker medis sesuai standar apabila sedang flu.
  7. Hindari kontak dengan pasien yang terinfeksi.

Untuk informasi kesehatan lainnya, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

Ditulis Oleh: Jesica Chintia Dewi

instal aplikasi prosehat

DAFTAR PUSTAKA

  1. Burhan E, Isbaniah F, Dwi Susanto A, Yoga Aditama T. Pneumonia COVID-19 Diagnosis dan Penatalaksanaan di Indonesia. 1st ed. Jakarta: Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI); 2020.
  2. [Internet]. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: worldometers(dot)info/coronavirus/
  3. AC C, S M. Vitamin C and Immune Function. NCBI [Internet]. 2017 [cited 3 March 2020];017 Nov 3;9(11). Available from: ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/29099763
  4. Can vitamin C prevent a cold? [Internet]. Harvard Health Publishing. 2017 [cited 3 March 2020]. Available from: health.harvard.edu/cold-and-flu/can-vitamin-c-prevent-a-cold
  5. Sparks H. Health gurus advise lethal vitamin doses to fight coronavirus [Internet]. Nypost.com. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: nypost(dot)com/2020/02/27/phony-health-gurus-are-advising-deadly-vitamin-doses-to-fight-coronavirus/

Daftar Pustaka Gambar

Gambar 1 diunduh dari website klikpdpi(dot)com pada tanggal 3 maret 2020.

Chat Asisten ProSehat aja