Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ masker”

Showing 11–14 of 14 results

  • Sejak Corona merambah secara global mulai awal 2020, banyak kebiasaan baru yang diterapkan oleh seluruh masyarakat di dunia termasuk juga di Indonesia. Kebiasaan-kebiasaan baru itu dilakukan untuk tujuan kesehatan, yaitu supaya penyebaran virus Corona menjadi terkendali dan tidak terlalu banyak menyebar ke segala tempat. Adapun kebiasaan-kebiasaan baru itu adalah: Cuci tangan pada air yang mengalir […]

    Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Memakainya

    Sejak Corona merambah secara global mulai awal 2020, banyak kebiasaan baru yang diterapkan oleh seluruh masyarakat di dunia termasuk juga di Indonesia. Kebiasaan-kebiasaan baru itu dilakukan untuk tujuan kesehatan, yaitu supaya penyebaran virus Corona menjadi terkendali dan tidak terlalu banyak menyebar ke segala tempat. Adapun kebiasaan-kebiasaan baru itu adalah:

    jangan remehkan masker

    • Cuci tangan pada air yang mengalir selama 20 detik ketika akan dan setelah beraktivitas di tempat-tempat ramai
    • Menggunakan hand sanitizer apabila tidak ada tempat mencuci tangan
    • Memakai masker kain bagi orang-orang non-medis
    • Jaga jarak atau physical distancing dengan jarak 1-2 meter pada saat di keramaian
    • Memakai face shield sebagai perlindungan tambahan
    • Tetap di rumah apabila tidak ada kepentingan yang mendesak dan perlu supaya tidak terjangkit penyakit.

    Baca Juga: Plus-Minus Penggunaan Face Shield

    Selain kebiasaan-kebiasaan baru, beberapa kebiasaan lama juga kembali digaungkan seperti tidak stres secara berlebihan, olahraga dengan teratur supaya imunitas tubuh tetap terjaga dengan baik, serta banyak mengonsumsi buah dan sayuran sebagai cara alami menghindari diri dari virus Corona atau COVID-19.

    Salah satu yang cukup menarik perhatian dalam kebiasaan-kebiasaan baru adalah penggunaan masker. Kini di mana pun tempatnya, kebanyakan orang akan memakai masker terutama saat beraktivitas di luar rumah seperti kantor, sekolah, dan fasilitas publik lainnya. Penutup mulut dan hidung ini menjadi salah satu benda wajib selama masa pandemi ini apalagi beberapa jasa pelayanan publik seperti KRL mewajibkan pengguna setianya memakai masker saat di dalam stasiun atau kereta api. Apabila tidak memakai masker tentu saja tidak diperbolehkan.

    Baca Juga: Masker Habis? Ini Caranya untuk Membuat Masker Sendiri

    Selain itu, beberapa tempat publik lainnya, seperti pasar, juga meminta para pengunjungnya untuk mengenakan masker. Jika tidak mengenakan, akan dikenakan sanksi atau dilarang masuk oleh Satpol PP yang bertugas menertibkan para pengunjung yang tidak mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi. Hal inilah yang terjadi di Pasar Kramat Jati Jakarta Timur, dimana beberapa orang yang tidak mematuhi peraturan akan langsung ditindak.

    WHO sebagai Badan Kesehatan Dunia juga telah menghimbau masyarakat dunia untuk mengenakan masker saat hendak beraktivitas dengan tujuan mencegah penularan virus Corona sejak virus asal Wuhan, Cina, itu merebak. Bahkan, pada 5 Juni 2020, WHO kembali menegaskan rekomendasinya yang berkaitan dengan pentingnya penggunaan masker. Adapun rekomendasi yang dimaksud adalah apabila ada orang yang memiliki gejala infeksi virus Corona harap segera menggunakan masker medis, konsultasi ke dokter, dan isolasi mandiri.

    Rekomendasi lainnya adalah meminta pemerintah setempat untuk menerapkan pemakaian masker pada masyarakatnya agar virus Corona terkendali dan tidak semakin banyak menyebar. Namun sayangnya, hingga saat ini masih banyak yang menyepelekan hal tersebut. Padahal, dengan memakai masker ada beberapa keuntungan yang didapat, yaitu:

    • Menurunkan risiko penularan virus bagi orang tanpa gejala
    • Menurunkan stigma masyarakat dalam penggunaan masker
    • Memberikan peran kepada semua orang dalammembantu menghentikan pandemi
    • Mengingatkan orang untuk melakukan langkah pencegahan lain

    Meskipun demikian, sebenarnya memakai masker juga ada kerugiannya, yaitu:

    • Terjadinyapeningkatan risiko self-contamination
    • Kesulitan bernapas jika tipe dan ukuran masker tidak sesuai
    • Timbul jerawat dan masalah kulit wajah lainapabila digunakan terlalu lama
    • Lebih sulituntuk berkomunikasi

    Karena menggunakan masker sudah menjadi suatu keharusan di masa pandemi ini, ada beberapa hal yang perlu Sobat perhatikan agar dapat memakai masker secara aman, nyaman, dan tepat, yaitu:

    1. Memakai Masker Tiga Lapis

    WHO menganjurkan masyarakat untuk menggunakan jenis masker tiga lapis berbahan kain yang susunannya adalah sebagai berikut:

    • Lapisan luar yang terdiri dari bahan kedap air seperti polyester
    • Lapisan tengah yang terdiri dari propylene sebagai filter atau penyaring
    • Lapisan dalam yang terdiri dari katun yang bisa menyerap

    2. Pas dan Tepat dengan Ukuran Wajah

    Memakai masker yang pas dan tepat dengan ukuran wajah tentunya akan membuat Sobat Sehat merasa aman, nyaman, serta tidak terganggu ketika beraktivitas. Karena itu, usahakan memilih masker yang tepat, dan jangan asal memilih masker.

    3. Pilih Masker yang Tetap Memudahkan Bernapas

    Memakai masker tentu saja dapat membuat nafas menjadi lebih sulit, sehingga Sobat mungkin akan melepaskan atau menurunkan masker ke dagu, yang sebenarnya justru akan meningkatkan risiko penularan virus. Karena itulah, sebaiknya Sobat pilih masker yang memang cukup nyaman untuk bernapas ketika digunakan. Kalaupun Sobat merasa tidak nyaman bernapas karena memakai masker, lepaskanlah dan jangan turunkan ke dagu ya!

    Baca Juga: Masker, Ampuhkah Lawan Corona? Kapan Harus Gunakan Masker?

    4. Cuci Tangan

    Setelah Sobat memakai masker, hendaknya untuk segera mencuci tangan supaya virus atau penyakit lainnya tidak menyebar. Cucilah tangan dengan sabun di air yang mengalir selama 20 detik atau hand sanitizer jika tempat cuci tangan tidak ada atau tidak sempat untuk cuci tangan.

    5. Cucilah Masker dengan Air Panas

    Sehabis digunakan, sebaiknya Sobat mencuci masker dengan air panas karena cara ini cukup efektif untuk membunuh kuman. Kemudian tambahkan deterjen atau sabun supaya hasilnya optimal sehingga masker dapat digunakan lagi dalam keadaan bersih sehabis dipakai.

    Jadi Sobat, itulah pembahasan mengenai pentingnya memakai masker di masa pandemi agar bisa mencegah dan menurunkan risiko penularan virus. Karena itu, jangan disepelekan ya penggunaannya. Dengan memakai masker berarti kita juga sudah membantu untuk mengurangi jumlah penderita Infeksi Virus Corona di Indonesia yang semakin hari semakin bertambah. Apalagi memakai masker saat ini pun sudah menjadi gaya hidup sehari-hari dan bukan lagi hanya dipakai orang yang sedang sakit.

    Baca Juga: Ingin Aman Memakai Masker Saat Berolahraga? Berikut Tipsnya!

    Apabila Sobat ingin mengetahui secara lengkap tentang penggunaan masker silakan tonton video Youtube di bawah ini, dan jangan lupa subscribe Youtube Prosehat.

     

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. COVID-19 G. Cara Memakai Masker yang Benar – Masyarakat Umum | Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 [Internet]. covid19.go.id. 2020 [cited 23 July 2020]. Available from: https://covid19.go.id/edukasi/masyarakat-umum/cara-memakai-masker-yang-benar2
    2. 26 Pelanggar Tidak Pakai Masker di Pasar Induk Kramat Jati [Internet]. Situs Resmi Kota Administrasi Jakarta Timur. 2020 [cited 23 July 2020]. Available from: https://timur.jakarta.go.id/v15/news/Pemerintahan/6333/26-pelanggar-tidak-pakai-masker-di-pasar-induk-kramat-jati
    3. Makdori Y. Pengguna KRL Wajib Pakai Masker Mulai Hari Ini 12 April 2020 [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 23 July 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/news/read/4225397/pengguna-krl-wajib-pakai-masker-mulai-hari-ini-12-april-2020
    4. Media K. Pemerintah Sebut Naik Turunkan Masker ke Dagu Berisiko Besar Tularkan Virus [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 23 July 2020]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2020/07/15/08284491/pemerintah-sebut-naik-turunkan-masker-ke-dagu-berisiko-besar-tularkan-virus
    Read More
  • Sejak virus Corona melanda secara global pada awal 2020 ini, banyak masyarakat dunia mulai mempraktekkan kebiasaan-kebiasaan untuk menekan dan melawan salah satu virus ganas tersebut. Dimulai dari mencuci tangan, menggunakan hand sanitizer, hingga memakai masker. Kebiasaan-kebiasaan ini melengkapi peraturan yang sudah ada, yaitu jaga jarak selama 1 meter, dan tidak boleh berkumpul dalam satu area. […]

    Seperti Apa Plus Minus Penggunaan Face Shield?

    Sejak virus Corona melanda secara global pada awal 2020 ini, banyak masyarakat dunia mulai mempraktekkan kebiasaan-kebiasaan untuk menekan dan melawan salah satu virus ganas tersebut. Dimulai dari mencuci tangan, menggunakan hand sanitizer, hingga memakai masker. Kebiasaan-kebiasaan ini melengkapi peraturan yang sudah ada, yaitu jaga jarak selama 1 meter, dan tidak boleh berkumpul dalam satu area. Kemudian muncul lagi kebiasaan baru belakangan ini selain memakai masker untuk melindungi diri dari percikan air ludah penyebab Corona, yaitu face shield.

    pemakaian face shield

    Sobat Sehat tentu bertanya-tanya apakah face shield itu? Face shield jika dibahasandonesiakan adalah pelindung wajah. Alat ini merupakan salah satu APD atau alat pelindung diri yang kerap dipakai oleh para petugas medis saat menangani pasien yang terkena virus Corona. Di masa sebelum terjadinya Corona, face shield sering digunakan oleh petugas medis gigi untuk melindungi diri dari cipratan ludah saat operasi gigi.Belakangan, penggunaan alat pelindung diri ini meluas sehingga bukan hanya petugas medis saja yang memakainya namun juga petugas pelayanan publik lainnya seperti petugas di stasiun kereta api, terminal bis bahkan polisi sekalipun.

    Baca Juga: Masker, Ampuhkah Lawan Corona? Kapan Harus Gunakan Masker

    Tak hanya petugas medis dan petugas pelayanan publik yang memakai alat berbentuk perisai dan transparan menutupi wajah tersebut. Masyarakat pun sekarang mulai juga menggunakannya sebagai alat perlindungan ekstra selain masker. Pemerintah melalui Keputusan Kementerian Kesehatan HK.01.07/MENKES/382/2020 tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum mewajibkan masyarakat untuk menggunakan masker saat berada di keramaian.

    Pemerintah beralasan bahwa tempat-tempat tersebut sangat berpotensi besar menjadi area penyebaran virus Corona sehingga masyarakat harus membekali diri dengan perlindungan ekstra dan mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Tempat-tempat umum yang disarankan pemerintah bagi Sobat Sehat untuk memakai face shield adalah sebagai berikut:

    • Pasar
    • Mal
    • Hotel
    • Pusat kebugaran
    • Pusat olahraga
    • Stasiun kereta api
    • Terminal bus
    • Tempat wisata

    Bagi Sobat Sehat yang berniat memakai face shield di tempat-tempat tersebut tentunya harus mengetahui terlebih dahulu aturan-aturan memakainya. Apa saja aturan-aturannya? Simak di bawah ini ya, Sobat!

    Aturan Penggunaan Face Shield

    Ketahui Jenis Bahan Pembuatan dan Bentuknya

    Hal pertama yang perlu Sobat Sehat ketahui dalam aturan penggunaan face shield adalah jenis bahan pembuatan dan bentuknya. Seperti dilansir oleh Journal American Medical Association, APD ini mempunyai banyak ragam bentuk. Namun, sangat disarankan bagi Sobat untuk memilih produk yang terbuat dari plastik bening yang menutupi wajah, dengan ketebalan 0,50 mm.

    Selain itu, face shield yang digunakaan harus berada hingga di bawah dagu, panjang samping tidak menutupi cuping telinga, dan tidak boleh ada celah terbuka antara dahi dan penutup kepala. Pita dahinya juga terbuat dari plastik bening dengan ketebalan yang sama, dan tali silikon bebas lateksnya mempunyai ketebalan 1,4-1,6 mm. Hal lain yang perlu Sobat perhatikan adalah bahan yang digunakan harus jelas secara optic dan tidak retak saat dilipat ke atas hingga sudut 180 derajat untuk membentuk lipatan.

    Masker Tetap Dipakai

    Memakai face shield sebagai alat perlindungan diri memang terlihat lebih praktis daripada menggunakan masker yang jika belum terbiasa membuat tidak bernapas maksimal. Bahkan, pelindung wajah ini kenyataannya dapat melindungi seluruh bagian wajah bahkan yang sangat sensitif sekalipun seperti mata.

    Meski begitu, tidak serta-merta APD ini dapat melindungi secara efektif dari serangan virus Corona. Pemerintah melalui Gugus Tugas Covid-19 menyatakan bahwa face shield bukanlah satu-satunya alat yang dapat melindungi diri dari virus tersebut. Hal itu dikarenakan adanya microdroplet yang bisa saja masuk ke celah face shield yang terbuka sehingga untuk penggunaan secara maksimal harus disertai dengan masker yang dapat dengan efektif menutup rapat hidung dan mulut.

    Baca Juga: Ingin Aman Memakai Masker Saat Berolahraga? Berikut Tipsnya

    Harus Rutin Dibersihkan

    Seperti halnya masker terutama masker kain, face shield pun bisa digunakan supaya dapat digunakan berkali-kali. Cara membersihkannya pun cukup mudah, yaitu cukup bersihkan bagian dalam secara hati-hati lalu bersihkan bagian luarnya dengan menggunakan sabun dan air atau disinfektan rumah tangga biasa.

    Selama masih terlihat utuh, dan belum rusak, serta nyaman dipakai, face shield bisa tetap digunakan berkali-kali sehingga dapat menjadi penghalang masuknya virus Corona, dan mencegah si pemakai untuk menyentuh wajah sendiri secara langsung. Selain aturan pemakaian untuk pencegahan Corona yang efektif, face shield tentu saja mempunyai kelebihan dan kekurangan yang perlu Sobat Sehat ketahui.

    Kelebihan Face shield

    Face shield mempunyai beberapa kelebihan daripada memakai masker, yaitu mampu memproteksi keseluruhan area muka, memudahkan Sobat untuk berbicara karena dengan APD ini suara Sobat tidak teredam. Selain itu, alat ini juga membuat Sobat mudah menghirup oksigen, dan tidak merasa gerah ketika memakai masker, dan bagi para pengtuna kacamata tidak membuat kacamata tidak berembun. Hal lainnya lagi adalah face shield juga mudah dibersihkan daripada masker karena untuk membersihkannya cukup menggunakan tisu anti-bakteri dan lap yang telah dibasahi sabun dan air.

    Kekurangan Face shield

    Selain kelebihan, face shield juga mempunyai beberapa kekurangan yang perlu Sobat ketahui, yaitu tidak benar-benar efektif melindungi diri dari Corona karena ada celah yang terbuka yang memungkinkan air liur yang jatuh bisa masuk ke alat pernapasan. Apalagi diketahui bahwa virus lebih lama bertahan di permukaan plastik daripada kain dan kertas sehingga setiap kali dipakai harus disterilkan. Selain itu, APD ini juga terasa panas saat digunakan, dan membuat gerah.

    Baca Juga: Perhatikan Cara Gunakan APD yang Benar

    Face shield ternyata juga bisa berembun jika digunakan secara ketat, dan tidak praktis karena sulit disimpan dalam tas saat akan dibawa bekerja. Itulah mengenai aturan penggunaan serta kelebihan dan kekurangan face shield sebagai salah satu APD terhadap Corona. Jika Sobat ingin mengetahui lebih dalam mengenai aturan penggunaan face shield dan efektivitasnya untuk mencegah Corona silakan klik video Youtube berikut ini:

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi:

    1. Menteri Terawan Terbitkan Aturan Kesehatan Menggunakan Face Shield [Internet]. JawaPos.com. 2020 [cited 21 July 2020]. Available from: https://www.jawapos.com/nasional/20/06/2020/menteri-terawan-terbitkan-aturan-kesehatan-menggunakan-face-shield/
    2. Media K. Face Shield atau Masker, Mana Lebih Efektif Tangkal Covid-19? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 21 July 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/06/05/083747120/face-shield-atau-masker-mana-lebih-efektif-tangkal-covid-19?page=all
    3. Mulai Banyak Digunakan A. Mulai Banyak Digunakan, Apa Itu Face Shield? Berikut Ini Kelebihan dan Kelemahannya – Semua Halaman – Kids [Internet]. Kids.grid.id. 2020 [cited 21 July 2020]. Available from: https://kids.grid.id/read/472172627/mulai-banyak-digunakan-apa-itu-face-shield-berikut-ini-kelebihan-dan-kelemahannya?page=all
    4. Cara Memakai Face Shield yang Benar dan Aman, Tetap Menggunakan Masker | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2020 [cited 21 July 2020]. Available from: https://www.merdeka.com/sumut/cara-memakai-face-shield-yang-benar-dan-seberapa-efektif-melindungi-dari-covid-19-kln.html
    5. Face Shield Saja Disebut Tak Ampuh Cegah Microdroplet Corona [Internet]. gaya hidup. 2020 [cited 21 July 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200712182011-255-523782/face-shield-saja-disebut-tak-ampuh-cegah-microdroplet-corona
    Read More
  • Masker merupakan sebuah alat pelindung diri (APD) yang digunakan pada wajah atau kepala dan menutupi setidaknya hidung dan mulut. Pada umumnya, masker hanya digunakan oleh orang yang sedang sakit. Tetapi saat ini masyarakat sedang berbondong-bondong membeli masker terutama jenis masker bedah (surgical mask). Semua ini bertujuan  menghindari infeksi virus Corona (COVID-19) yang sedang menjadi pandemik.1,2 […]

    Masker Habis? Ini Caranya untuk Membuat Masker Sendiri

    Masker merupakan sebuah alat pelindung diri (APD) yang digunakan pada wajah atau kepala dan menutupi setidaknya hidung dan mulut. Pada umumnya, masker hanya digunakan oleh orang yang sedang sakit. Tetapi saat ini masyarakat sedang berbondong-bondong membeli masker terutama jenis masker bedah (surgical mask). Semua ini bertujuan  menghindari infeksi virus Corona (COVID-19) yang sedang menjadi pandemik.1,2 Jika semua masker habis, ada tips untuk membuatnya sendiri. Namun sebelum itu, kita pelajari lebih dahulu apa itu masker bedah.

    Baca Juga: Jenis dan Efektivitas Masker Menurut WHO, Tak Ada Scuba dan Buff

    Masker bedah secara umum terdiri dari 3 lapisan. Lapisan terluar merupakan lapisan yang menangkal cairan (hidrofobik) sehingga tidak masuk ke lapisan dalam. Lapisan tengah merupakan lapisan penyaring. Lapisan terdalam merupakan lapisan yang menyerap air (hidrofilik). Sebuah penelitian menunjukkan bahwa masker bedah memiliki nilai efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan menggunakan bandana untuk menutupi mulut dan hidung.3 Ini membuktikan bahwa 3 lapisan unik dari masker bedah memiliki fungsi untuk memfiltrasi kuman-kuman.

    Dengan menipisnya persediaan masker pada berbagai tempat, Sobat dapat membuatnya sendiri dengan bahan-bahan yang dapat Sobat temukan di rumah. Sebuah penelitian di Cambridge membandingkan beberapa bahan rumah tangga yang dapat digunakan sebagai substitusi masker bedah. Dari penelitian tersebut ditemukan bahwa bahan yang direkomendasikan untuk dijadikan pengganti masker adalah:

    • Baju 100% katun
    • Sarung bantal

    Kedua bahan rumah tangga tersebut diuji dengan ketebalan 2 lapis. Dibandingkan dengan bahan rumah tangga yang lain, kedua bahan tersebut memiliki efektivitas untuk menyaring dan aliran udara untuk bernapas yang dapat ditoleransi. Meskipun demikian, efektivitas dari kedua bahan tersebut tidak lebih tinggi dibandingkan dengan masker bedah.4 Jika Sobat ingin membuat masker sendiri, diperlukan 3 lapisan kain nonwoven meltblown yang tahan air, menjadi penyaring, dan menyerap air. Jika Sobat tidak memiliki bahan tersebut, Anda dapat menggunakan bahan lain sebagai pengganti.

    Baca Juga: Aturan Penggunaan Masker pada Anak dan Tips Memakainya

    Untuk pembuatan masker substitusi:

    • Jahitlah 2 lembar bahan (baju 100% katun atau sarung bantal) untuk bagian depan dan belakang masker.
    • Buat bukaan pada tengah dari bagian belakang untuk dimasukkan lapisan penyaring sebagai lapisan tengah. Lapisan penyaring dapat disubstitusi dengan bahan kain nonwoven berupa tisu basah yang dikeringkan, popok bayi atau dewasa baru, atau pembalut baru.
    • Sisipkan bahan penguat pada bagian atas agar masker dapat dikencangkan pada bagian hidung Sobat.
    • Jahitlah ujung kiri dan kanan masker dengan kain untuk dikaitkan pada telinga kiri dan kanan Sobat.

    Masker ini dapat Sobat gunakan hanya untuk keadaan darurat dimana tidak dapat dijumpai lagi masker bedah. Untuk penggunaan ulang, buang bahan penyaring pada bagian dalam masker lalu cuci masker dengan detergen atau sabun, lalu keringkan hingga tuntas. Gunakan lapisan penyaring yang baru.

    Penggunaan masker direkomendasikan oleh WHO untuk orang sakit, atau orang yang sedang merawat orang yang dicurigai atau sudah terinfeksi COVID-19.5 Ini dikarenakan  penularan virus yang terjadi secara kontak dekat (dalam 1.8 meter).6 Metode penularan virus corona berupa droplet yang diproduksi orang sakit.7 Droplet tersebut dapat dihentikan oleh masker saat orang yang sakit batuk atau bersin, sehingga tidak tersebar ke benda atau orang lain. Untuk Sobat yang sehat, cukup hanya menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit dan hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan.6

    Baca Juga: Seperti Inilah Cara Melepas Masker dengan Benar

    Penggunaan masker buatan sendiri tentu tidak akan sama efektivitasnya dengan masker bedah, namun dapat digunakan dalam keadaan darurat. Jika saat ini Sobat dalam keadaan sehat, maka Sobat tidak perlu menggunakan masker. Apabila Sobat memiliki masker bedah, pastikan Sobat menggunakan masker hanya jika diperlukan karena saat ini persediaan masker sangat terbatas. Dengan melakukan hal demikian, Sobat dapat membantu menghentikan penyebaran COVID-19 dengan memberikan kesempatan orang yang membutuhkan untuk memiliki masker seperti yang sedang sakit dan para tenaga kesehatan.

    Produk Terkait: Masker Medis

    Untuk informasi kesehatan lainnya, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-nCoV/summary.html
    2. Coronavirus [Internet]. Who.int. 2020. Available from: https://www.who.int/health-topics/coronavirus
    3. Bowen L. Does That Face Mask Really Protect You?. Applied Biosafety. 2010;15(2):67-71.
    4. Davies A, Thompson K, Giri K, Kafatos G, Walker J, Bennett A. Testing the Efficacy of Homemade Masks: Would They Protect in an Influenza Pandemic?. Disaster Medicine and Public Health Preparedness. 2013;7(4):413-418.
    5. When and how to use masks [Internet]. Who.int. 2020. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public/when-and-how-to-use-masks
    6. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/hcp/respirator-use-faq.html
    7. Adnan Shereen M, Khan S, Kazmi A, Bashir N, Siddique R. COVID-19 infection: origin, transmission, and characteristics of human coronaviruses. Journal of Advanced Research. 2020;.
    Read More
  • Sobat, akibat maraknya penyebaran virus Corona di dunia maka masyarakat sekarang ini dibuat panik. Menurut data dunia saat ini, masih ada Corona virus sebanyak 39.651 kasus aktif. Dengan gejala ringan sebanyak 82% kasus (32.553 kasus) dan sebanyak 18% (7.098) kasus dengan menunjukkan gejala berat sampai kritis. Sedangkan sebanyak 48.162 kasus berhasil sembuh total dan sebanyak […]

    Masker, Ampuhkah Lawan Corona? Kapan Harus Gunakan Masker?

    Sobat, akibat maraknya penyebaran virus Corona di dunia maka masyarakat sekarang ini dibuat panik. Menurut data dunia saat ini, masih ada Corona virus sebanyak 39.651 kasus aktif. Dengan gejala ringan sebanyak 82% kasus (32.553 kasus) dan sebanyak 18% (7.098) kasus dengan menunjukkan gejala berat sampai kritis. Sedangkan sebanyak 48.162 kasus berhasil sembuh total dan sebanyak 3.119 kasus berakhir dengan kematian. Kasus infeksi virus Corona tersebar dari berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia yang baru-baru ini ditemukan kasus baru terinfeksi virus korona sebanyak 2 kasus.

    Baca Juga: Mengapa Terjadi Covid-19 Saat PSBB Transisi?

    Dengan terdeteksinya kasus baru di Indonesia, tentu saja membuat masyarakat Indonesia berbondong-bondong memborong masker, antiseptik dan berbagai jenis alat pelindung tubuh untuk menangkal terjangkitnya virus Corona. Sehingga, harga masker dan antiseptik mendadak membludak naik dan sulit dicari. Namun, apakah sebenarnya kita membutuhkan menggunakan masker? Lalu, kapan sebaiknya kita benar-benar harus menggunakan masker?

    Produk Terkait: Jual Masker Kain

    Sebelum kita membahas kapan sebaiknya menggunakan masker, kita perlu memahami cara penyebaran dari beberapa virus atau patogen dapat menular melalui kontak dekat, lingkungan atau benda yang terkontaminasi virus, droplet saluran napas, liur dan partikel airborne. Droplet merupakan partikel berisi air (misalnya, air yang keluar saat kita bersin) dengan diameter >5um. Droplet dapat melewati sampai jarak tertentu, biasanya 1 meter ke permukaan mukosa yang rentan (seseorang dengan daya tahan tubuh yang rendah). Partikel droplet terbilang cukup besar sehingga tidak akan bertahan atau mengendap di udara dalam beberapa waktu yang lama.

    Produksi droplet berasal dari saluran napas diantaranya batuk, bersin atau berbicara serta saat pasien melakukan tindakan invasif prosedur respirasi sputum atau bronkoskopi dan insersi tuba trakea. Sedangkan partikel airborne merupakan partikel dengan ukuran <5um yang dapat menyebar dengan jarak jauh dan masih sangat infeksius. Patogen airborne menyebar  melalui kontak. Kontak langsung merupakan penyebaran virus secara langsung melalui kulit, mukosa, darah, cairan darah yang masuk ke dalam membran mukosa atau kulit yang rusak atau luka.

    Baca Juga: 12 Cara Mencegah Hepatitis B

    Prinsip pencegahan dan strategi penyebaran virus Corona secara umum masih belum dapat dilakukan dengan cara vaksinasi, karena belum ditemukan vaksinasi virus COVID-19. Cara terbaik menghindari tertularnya infeksi virus Corona adalah dengan cara menghindari paparan yaitu dengan cara:

    • Cuci tangan dengan sabun setidaknya 20 detik. Gunakan hand sanitizer berbasis alkohol setidaknya mengandung alkohol 60% apabila air dan sabun tidak tersedia.
    • Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang belum dicuci.
    • Hindari kontak dengan orang yang sakit.
    • Saat Sobat sedang sakit, gunakan masker medis, dan tetap tinggal di rumah saat sakit dan hindari aktivitas di luar rumah.
    • Tutup mulut saat batuk dan bersin dengan tisu, serta buang tisu di tempat sampah.
    • Bersihkan dan lakukan desinfeksi secara rutin permukaan benda yang sering Sobat sentuh, misalnya handphone, gagang pintu dan komputer.

    Gambar 1. Bagian Masker

    Menggunakan masker medis merupakan salah satu cara pencegahan penularan infeksi virus Corona, namun penggunaan masker saja tentunya tidak cukup untuk melindungi seseorang dari infeksi virus COVID-19, harus disertai dengan usaha lainnya seperti meningkatkan daya tahan tubuh, mencuci tangan dengan sabun dan alkohol.

    Penggunaan masker medis tidak sesuai indikasi sangat tidak diperlukan, yang memerlukan masker adalah orang yang sedang sakit serta tenaga medis yang berinteraksi sering dengan pasien yang terpapar virus Corona. Selain menambah beban ekonomi, penggunaan masker yang salah dapat mengurangi keefektivitasannya dan  dapat membuat masyarakat awam mengabaikan pentingnya usaha pencegahan lainnya yang sama seperti higienitas tangan dan perilaku hidup sehat.

    Baca Juga: 10 Pertanyaan Seputar HIV Aids

    Berikut ini cara penggunaan masker medis yang tepat dan sesuai:

    1. Gunakan masker dengan menutupi mulut dan hidung, kemudian rekatkan dengan baik untuk mencegah celah antara masker dengan wajah.

    Gambar 2: Cara menggunakan  masker wajah

    1. Saat digunakan hindari menyentuh bagian depan masker.
    2. Lepas masker dengan teknik yang benar (jangan menyentuh bagian depan masker (sentuh bagian dalam masker yang tidak berwarna atau bagian tali masker).
    3. Segera cuci tangan setelah melepas masker.
    4. Gunakan masker baru dan kering, segera ganti masker apabila sudah terasa basah atau lembap.
    5. Hindari menggunakan masker bergantian dengan orang lain.
    6. Jangan menggunakan masker yang telah digunakan sebelumnya.
    7. Buang masker ke tempat sampah medis.
    8. Masker pakaian seperti katun tidak direkomendasikan karena virus masih dapat masuk.

    Semoga Sobat dapat lebih bijaksana dalam menggunakan masker medis, dan jangan lupa meningkatkan daya tahan tubuh serta cuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer.

    Untuk informasi kesehatan lainnya, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Burhan E, Isbaniah F, Dwi Susanto A, Yoga Aditama T. Pneumonia COVID-19 Diagnosis dan Penatalaksanaan di Indonesia. 1st ed. Jakarta: Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI); 2020.
    2. Isbaniah, dr, Sp.P F, Dwi Saputro, dr, Sp.A D, Agustina Sitompul, dr, Sp.P P, Manalu, dr, Sp.An, KIC R, Setyawati, Dr,dr,, MBiomed V. Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Infeksi Novel Coronavirus (2019-nCoV). 1st ed. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI, Direktorat Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P); 2020.
    3. [Internet]. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: worldometers(dot)info/coronavirus/
    4. When and how to use masks [Internet]. Who.int. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: who(dot)int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public/when-and-how-to-use-masks
    5. O’kane C, Lynch Baldwin S. Should you wear a face mask to protect against coronavirus? [Internet]. Cbsnews(dot)com. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: cbsnews(dot)com/news/coronavirus-face-mask-symptoms-prevent-protect/

     

    Daftar Pustaka Gambar

    Gambar 1 dan 2 diunduh dari website doctorxdentist(dot)com/surgical-masks-vs-n-95-respirators-shield-against-wuhan-virus-part-1 pada tanggal 3 Maret 2020.

    Read More

Showing 11–14 of 14 results

Chat Dokter 24 Jam