Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Masker, Ampuhkah Lawan Corona? Kapan Harus Gunakan Masker?

Sobat, akibat maraknya penyebaran virus Corona di dunia maka masyarakat sekarang ini dibuat panik. Menurut data dunia saat ini, masih ada Corona virus sebanyak 39.651 kasus aktif. Dengan gejala ringan sebanyak 82% kasus (32.553 kasus) dan sebanyak 18% (7.098) kasus dengan menunjukkan gejala berat sampai kritis. Sedangkan sebanyak 48.162 kasus berhasil sembuh total dan sebanyak 3.119 kasus berakhir dengan kematian. Kasus infeksi virus Corona tersebar dari berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia yang baru-baru ini ditemukan kasus baru terinfeksi virus korona sebanyak 2 kasus.

Baca Juga: Mengapa Terjadi Covid-19 Saat PSBB Transisi?

Dengan terdeteksinya kasus baru di Indonesia, tentu saja membuat masyarakat Indonesia berbondong-bondong memborong masker, antiseptik dan berbagai jenis alat pelindung tubuh untuk menangkal terjangkitnya virus Corona. Sehingga, harga masker dan antiseptik mendadak membludak naik dan sulit dicari. Namun, apakah sebenarnya kita membutuhkan menggunakan masker? Lalu, kapan sebaiknya kita benar-benar harus menggunakan masker?

Produk Terkait: Jual Masker Kain

Sebelum kita membahas kapan sebaiknya menggunakan masker, kita perlu memahami cara penyebaran dari beberapa virus atau patogen dapat menular melalui kontak dekat, lingkungan atau benda yang terkontaminasi virus, droplet saluran napas, liur dan partikel airborne. Droplet merupakan partikel berisi air (misalnya, air yang keluar saat kita bersin) dengan diameter >5um. Droplet dapat melewati sampai jarak tertentu, biasanya 1 meter ke permukaan mukosa yang rentan (seseorang dengan daya tahan tubuh yang rendah). Partikel droplet terbilang cukup besar sehingga tidak akan bertahan atau mengendap di udara dalam beberapa waktu yang lama.

Produksi droplet berasal dari saluran napas diantaranya batuk, bersin atau berbicara serta saat pasien melakukan tindakan invasif prosedur respirasi sputum atau bronkoskopi dan insersi tuba trakea. Sedangkan partikel airborne merupakan partikel dengan ukuran <5um yang dapat menyebar dengan jarak jauh dan masih sangat infeksius. Patogen airborne menyebar  melalui kontak. Kontak langsung merupakan penyebaran virus secara langsung melalui kulit, mukosa, darah, cairan darah yang masuk ke dalam membran mukosa atau kulit yang rusak atau luka.

Baca Juga: 12 Cara Mencegah Hepatitis B

Prinsip pencegahan dan strategi penyebaran virus Corona secara umum masih belum dapat dilakukan dengan cara vaksinasi, karena belum ditemukan vaksinasi virus COVID-19. Cara terbaik menghindari tertularnya infeksi virus Corona adalah dengan cara menghindari paparan yaitu dengan cara:

  • Cuci tangan dengan sabun setidaknya 20 detik. Gunakan hand sanitizer berbasis alkohol setidaknya mengandung alkohol 60% apabila air dan sabun tidak tersedia.
  • Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang belum dicuci.
  • Hindari kontak dengan orang yang sakit.
  • Saat Sobat sedang sakit, gunakan masker medis, dan tetap tinggal di rumah saat sakit dan hindari aktivitas di luar rumah.
  • Tutup mulut saat batuk dan bersin dengan tisu, serta buang tisu di tempat sampah.
  • Bersihkan dan lakukan desinfeksi secara rutin permukaan benda yang sering Sobat sentuh, misalnya handphone, gagang pintu dan komputer.

Gambar 1. Bagian Masker

Menggunakan masker medis merupakan salah satu cara pencegahan penularan infeksi virus Corona, namun penggunaan masker saja tentunya tidak cukup untuk melindungi seseorang dari infeksi virus COVID-19, harus disertai dengan usaha lainnya seperti meningkatkan daya tahan tubuh, mencuci tangan dengan sabun dan alkohol.

Penggunaan masker medis tidak sesuai indikasi sangat tidak diperlukan, yang memerlukan masker adalah orang yang sedang sakit serta tenaga medis yang berinteraksi sering dengan pasien yang terpapar virus Corona. Selain menambah beban ekonomi, penggunaan masker yang salah dapat mengurangi keefektivitasannya dan  dapat membuat masyarakat awam mengabaikan pentingnya usaha pencegahan lainnya yang sama seperti higienitas tangan dan perilaku hidup sehat.

Baca Juga: 10 Pertanyaan Seputar HIV Aids

Berikut ini cara penggunaan masker medis yang tepat dan sesuai:

  1. Gunakan masker dengan menutupi mulut dan hidung, kemudian rekatkan dengan baik untuk mencegah celah antara masker dengan wajah.

Gambar 2: Cara menggunakan  masker wajah

  1. Saat digunakan hindari menyentuh bagian depan masker.
  2. Lepas masker dengan teknik yang benar (jangan menyentuh bagian depan masker (sentuh bagian dalam masker yang tidak berwarna atau bagian tali masker).
  3. Segera cuci tangan setelah melepas masker.
  4. Gunakan masker baru dan kering, segera ganti masker apabila sudah terasa basah atau lembap.
  5. Hindari menggunakan masker bergantian dengan orang lain.
  6. Jangan menggunakan masker yang telah digunakan sebelumnya.
  7. Buang masker ke tempat sampah medis.
  8. Masker pakaian seperti katun tidak direkomendasikan karena virus masih dapat masuk.

Semoga Sobat dapat lebih bijaksana dalam menggunakan masker medis, dan jangan lupa meningkatkan daya tahan tubuh serta cuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer.

Untuk informasi kesehatan lainnya, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. Burhan E, Isbaniah F, Dwi Susanto A, Yoga Aditama T. Pneumonia COVID-19 Diagnosis dan Penatalaksanaan di Indonesia. 1st ed. Jakarta: Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI); 2020.
  2. Isbaniah, dr, Sp.P F, Dwi Saputro, dr, Sp.A D, Agustina Sitompul, dr, Sp.P P, Manalu, dr, Sp.An, KIC R, Setyawati, Dr,dr,, MBiomed V. Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Infeksi Novel Coronavirus (2019-nCoV). 1st ed. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI, Direktorat Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P); 2020.
  3. [Internet]. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: worldometers(dot)info/coronavirus/
  4. When and how to use masks [Internet]. Who.int. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: who(dot)int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public/when-and-how-to-use-masks
  5. O’kane C, Lynch Baldwin S. Should you wear a face mask to protect against coronavirus? [Internet]. Cbsnews(dot)com. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: cbsnews(dot)com/news/coronavirus-face-mask-symptoms-prevent-protect/

 

Daftar Pustaka Gambar

Gambar 1 dan 2 diunduh dari website doctorxdentist(dot)com/surgical-masks-vs-n-95-respirators-shield-against-wuhan-virus-part-1 pada tanggal 3 Maret 2020.

Chat Asisten ProSehat aja