Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

12 Cara Pencegahan Hepatitis B Jaman Now

Perubahan zaman membuat banyak hal berubah menuju ke arah yang lebih baik. Munculnya berbagai macam teknologi seakan memanjakan kita, mulai dari memesan transportasi, membeli makanan, menonton video hingga mengedit video layaknya professional. Tentu perkembangan teknologi harus Kita manfaatkan untuk mencegah kita dari berbagai macam penyakit, salah satunya dari Hepatitis B.

Namun, sebelum kita mengetahui cara cegah penularan hepatitis B, kita bahas terlebih dahulu apa itu Hepatitis B. Hepatitis B adalah penyakit yang menyerang organ hati yang diakibatkan oleh infeksi virus hepatitis B yang dapat menjadi kronis hingga berujung kematian. Penyakit Hepatitis B sangat mudah menular dan penularannya dapat melalui darah, saliva (air liur), cairan vagina dan semen hingga penularan dari Ibu ke janin.

Gejala yang timbul seperti mata dan kulit berubah warna kuning, hati membesar, mual, nyeri perut, muntah, tubuh menjadi lemas. Hal inilah yang sering diabaikan hingga akhirnya Hepatitis B menyerang dan berada pada kondisi yang sulit diatasi. Sedikit menyeramkan bukan? Berikut 12 Cara Cegah Penularan Hepatitis B Jaman Now:

1. Menjaga Kebersihan Diri

Menjaga kebersihan diri menjadi kalimat yang selalu ditanamkan sejak kecil. Akan tetapi menjaga kebersihan diri sering kita lupakan. Hal kecil tersebut dapat melindungi Kita dari berbagai penyakit salah satunya Hepatitis.

Kebersihan diri tidak hanya sebatas mencuci tangan, menggosok gigi, mandi dan mencuci rambut. Akan tetapi faktor lingkungan juga perlu diperhatikan seperti sering mencuci pakaian dan seprai. Menggunakan pakaian yang kotor atau berulang kali membuat kuman-kuman menempel pada tubuh dan dapat menjadi penyakit.

Baca Juga: 5 Persiapan Kesehatan Untuk Anda yang Akan Nikah

2. Hindari Makanan yang Tidak Terjaga Kebersihannya

Jajanan makanan dan minuman seolah tidak dapat dipisahkan dari Kita. Makanan dan minuman yang berjejeran di pinggir jalan memang sangat menggiurkan. Akan tetapi, makanan yang menggiurkan belum tentu terjaga kesehatannya.

Tahukah Sahabat bahwa kandungan yang terdapat pada jajanan tersebut dapat mengandung bahan-bahan berbahaya seperti pengawet, pewarna dan pemanis buatan yang pada akhirnya dapat memicu penyakit? Tifus, Diare, Diabetes hingga Hepatitis merupakan penyakit yang mungkin timbul. Pilihlah Jajanan yang berkualitas dari segi pemilihan bahan hingga pengolahannya.

3. Mengurangi Konsumsi Obat-obatan

Seperti yang kita tahu, obat-obatan mengandung berbagai zat kimia yang dapat membahayakan kesehatan kita, baik dalam bentuk vitamin atau suplemen yang dikonsumsi secara rutin. Hal ini dapat mempengaruhi kondisi hati Kita. Hati akan rusak serta rentan terserang penyakit Hepatitis B. Fungsi hati adalah untuk mendetoksifikasi bahan-bahan kimia dan memetabolisme obat-obatan tersebut.

4. Hindari mengkonsumsi Alkohol dan Obat-obatan Terlarang

Mengonsumsi obat-obatan terlarang dan alkohol dapat membahayakan jiwa kita. Hal ini karena kebiasan tersebut dapat merusak organ, salah satunya hati. Kandungan zat kimia yang keras dapat mencegah hati untuk membuang zat berbahaya dari dalam tubuh kita.

Produk Terkait: Obat Herbal Untuk Kesehatan Anda

5. Gunakan Menggunakan Jarum Suntik Steril

Penyebaran virus hepatitis B dapat berasal dari penggunaan jarum suntik yang tidak steril. Selain Hepatitis B, penggunakan jarum suntik secara bergantian dapat meningkatkan risiko HIV. Jadi, pastikan Sahabat menggunakan jarum suntik steril agar terhindar dari penyakit tersebut.

6. Tidak Menggunakan Peralatan Pribadi Secara Bergantian

Penggunaan peralatan pribadi seperti sikat gigi dan pisau cukur harus dibatasi. Jangan memberikan atau meminjam dari orang lain. Bukannya membatasi Anda untuk berbuat baik, karena peralatan pribadi bisa saja menyimpan virus yang dapat membahayakan kesehatan. Penyebaran Hepatitis B dapat ditularkan melalui peralatan pribadi yang digunakan secara bersama-sama.

7. Tutup Luka Segera Agar Tidak Terinfeksi

Masih banyak pro dan kontra tentang merawat luka. Ada yang membiarkan lukanya terbuka dan mengering sendiri dan ada juga yang langsung menutupnya. Menurut dr. Adisaputra Ramadhinara Dokter spesialis luka yang dilansir di Kompas.com, luka seharusnya dibiarkan lembab bukan dibiarkan kering.

Kondisi luka yang lembab akan lebih cepat sembuhnya dibandingkan luka yang dibiarkan mengering. Selain itu luka yang dirawat dengan baik akan menghindari Sahabat dari Infeksi salah satunya Hepatitis B.

8. Pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) pada tenaga kesehatan

Tenaga medis seperti perawat, dokter atau orang-orang yang bekerja dirumah sakit akan lebih rentan terserang berbagai macam penyakit salah satunya Hepatitis B. Mereka harus lebih waspada dan melindungi diri dengan memakai Alat Pelindung Diri (APD) seperti sarung tangan atau apron.

Produk Terkait: Sarung Tangan Steril Murah Berkualitas

9. Rutin Memeriksakan Kesehatan Anda

Cara pencegahan Hepatitis B lainnya yaitu dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Selain mencegah Sahabat dari Hepatitis B, bisa digunakan sebagai deteksi lebih dini dari penyakit-penyakit lainnya. Terlebih lagi jika Sahabat sedang mengandung, pastikan untuk memeriksakan diri agar penularan Hepatitis B tidak menurun pada janin.

10. Menghindari Kontak Seksual

Seperti penjelasan sebelumnya, Hepatitis B dapat ditularkan melalui saliva (air liur), cairan vagina dan semen. Seks bebas tanpa pengaman atau berganti-ganti pasangan akan memperbesar peluang terjangkit virus Hepatitis B. Salah satu pencegahannya yaitu tidak melakukan berganti-ganti pasangan dan pastikan pasangan resmi Sahabat tidak terjangkit virus Hepatitis B.

Baca Juga: 5 Manfaat Seks Rutin Bagi Kesehatan

11. Penderita Hepatitis B Tidak Boleh Mendonorkan Darah

Senang rasanya jika dapat membantu menyelamatkan hidup seseorang dengan donor darah. Akan tetapi, donor darah tidak semudah yang dikira. Beberapa persyaratan harus Sahabat ketahui sebelum donor darah. Syaratnya antara lain Sahabat tidak sedang menyusui, tidak menderita sifilis, tidak menderita AIDS dan Hepatitis B.

Kemudian, bila Sahabat tidak menderita Hepatitis B, tapi bila dalam jangka waktu 6 bulan kontak erat dengan penderita hepatitis B maka tetap tidak dapat mendonorkan darah.

12. Vaksinasi Hepatitis B

Pada penelitian yang dilakukan di Taiwan, vaksinasi Hepatitis B dapat melindungi Sahabat selama 25 tahun dan tidak diperlukan vaksinasi ulang (booster). WHO pun merekomendasikan vaksinasi Hepatitis B harus diberikan sejak bayi.

Studi yang dilakukan oleh Dr. Yen-Hsuan Ni dari National Taiwan University mengatakan vaksinasi yang diberikan sejak balita dapat memberikan perlindungan dan daya tahan tubuh secara jangka panjang.

Produk Terkait: 

Vaksinasi Hepatitis B untuk Sahabat dan Keluarga bisa didapatkan di ProSehat. ProSehat merupakan aplikasi kesehatan panggil dokter ke rumah yang memudahkan Sahabat agar tetap terlindungi kesehatannya walau saat sibuk. Selain Vaksinasi, Sahabat juga bisa mendapatkan berbagai produk kesehatan lainnya. Cukup install aplikasi ProSehat melalui Google Play atau App Store, Pilih Vaksinasi ke rumah dan pesan sekarang. Masih penasaran tentang vaksinasi? Hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800.

Sekian dulu pembahasan mengenai cara cegah hepatitis B. Tetap sehat bersama ProSehat.

instal aplikasi prosehat

Sumber:
1. WebMD. “Picture of the Liver”. webmd.com
2. Maslim, Yunita. “Waspadai Hepatitis B”. tanyadok.com
3. Trisbiantara, Irene. “Tanya Jawab: Hepatitis B”. tanyadok.com
4. Syarifah, Fitri. “13 Cara Mudah Mencegah Hepatitis” liputan6.com
5. CDC. “Hepatitis B”. cdc.gov
6. WebMD. “Viral Hepatitis: Eight Ways to Help Protect Your Family”. webmd.com
7. Bricford. Connie. “5 Crucial Ways to Prevent Hepatitis”. everydayhealth.com
8. Healthline. “The Effect of Alcohol on Your Body”. healthline.com
9. Maharani, Dian. “Metode Perawatan Salah, Luka Bisa Makin Parah”. lifestyle.kompas.com
10. PMI. “Donor Sekarang – Dilarang Donor Darah”. pmi.or.id
11. Effendi, Bonita. “Pentingnya Imunisasi Hepatitis B”. tanyadok.com

WhatsApp Asisten Maya saja