Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ diare”

  • Diare merupakan penyakit yang paling sering ditemui diseluruh dunia, termasuk pada ibu hamil. Berbagai  faktor dapat menyebabkan usus pada bumil mengalami ketidakmampuan untuk menyerap air yang terkandung dalam bakalfeses atau kotoran. Hal tersebut menyebabkan feses keluar dalam bentuk yang encer dan lebih dari 3 kali dalam sehari atau diare. Pada saat diare, tidak hanya air […]

    Perhatikan Makanan Ini Saat Bumil Diare

    Diare merupakan penyakit yang paling sering ditemui diseluruh dunia, termasuk pada ibu hamil. Berbagai  faktor dapat menyebabkan usus pada bumil mengalami ketidakmampuan untuk menyerap air yang terkandung dalam bakalfeses atau kotoran. Hal tersebut menyebabkan feses keluar dalam bentuk yang encer dan lebih dari 3 kali dalam sehari atau diare.

    Pada saat diare, tidak hanya air yang keluar berlebihan tetapi juga mineral yang sangat diperlukan oleh bumil dan janinnya. Oleh karena itu, bumil harus lebih memerhatikan makanan yang dikonsumsi pada saat diare, agar kebutuhan air dan mineralnya tetap terpenuhi.

    Ketidakmampuan usus untuk menyerap air pada kondisi diare tersebut dapat disebabkan proses infeksi maupun proses non-infeksi. Infeksi merupakan penyebab utama diare pada kehamilan. Bakteri, parasit, maupun virus seperti E.coli, Salmonella, Balantidium coli, Entamoeba, Rotavirus, dan Adenovirusdapat menyebabkan diare yang disebabkan oleh proses infeksi. Sekitar 80% kejadian diare disebabkan oleh infeksi Rotavirus.

    Pola makan, obat-obatan, pengaruh hormonal, serta stres pada saat hamil juga dapat menjadi penyebab diare. Pada saat hamil, bumil cendrung mengonsumsi makanan pedas, asam, atau tidak higienis karena mengidam. Pola makan yang tidak baik seperti ini dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya diare pada ibu hamil. Selain itu, biasanya ibu hamil juga mengeluhkan mengalami sembelit sehingga memerlukan obat pencahar. Penggunaan obat pencahar dapat mengganggu ketidak seimbangan pada dinding usus, sehingga usus kehilangan kemampuan menyerap airnya. Perubahan hormon pada saat hamil juga memengaruhi sistem pencernaan sehingga dapat menimbulkan diare. Faktor stres juga dapat memicu terjadinya diare pada ibu hamil.

    Diare pada ibu hamil umumya bersifat ringan, tapi jangan disepelekan karena diare yang terjadi terus-menerus dapat menyebabkan kelemahan, dehidrasi, hingga kekurangan nutrisi yang dapat memengaruhi kondisi ibu dan janinnya. Pada saat diare, jumlah cairan dalam tubuh akan berkurang, termasuk cairan yang ada didalam pembuluh darah. Apabila cairan didalam pembuluh darah berkurang, maka pasokan aliran darah ke janin juga akan berkurang. Hal ini dapat menyebabkan janin kekurangan cairan, oksigen, dan makanan, yang pada akhirnya menyebabkan gangguan pertumbuhan pada janin hingga kematian. Oleh karena itu bumil yang diare harus memerhatikan makanan yang diasupnya.

    Pada saat bumil mengalami diare, kurangilah makanan yang dapat memperparah diare seperti beberapa makanan berikut:

    1. Makanan pedas dan asam

    Makanan pedas dan asam dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan, sehingga mampu memperparah diare.

    1. Susu

    Jika diare disebabkan alergi terhadap laktosa (salah satu kandungan dalam susu), berarti susu harus dihindari, tapi beberapa penelitian terbaru mengatakan apabila diare tidak disebabkan karena alergi laktosa, susu dapat terus dilanjutkan.

    1. Makanan yang digoreng

    Selain itu, hindari juga mengonsumsi makanan yang digoreng, karena kandungan minyak dalam makanan yang digoreng cukup tinggi dan membuat saluran pencernaan menjadi lebih berat.

    1. Makanan yang mengandung pemanis buatan dan cokelat

    Terakhir,yang harus hindari saat diare adalah makanan yang mengandung pemanis buatan dan cokelat, karena kedua makanan ini bisa membuat diare makin parah.

    Sebaliknya, ada beberapa makanan yang justru dianjurkan untuk ibu hamil, antara lain:

    1. Minum air putih yang cukup

    Hal terpenting yang harus dilakukan bumil pada saat diare yaitu mengganti cairan yang keluar dengan banyak minum air putih. Pemberian oralit atau minuman pengganti elektrolit juga dapat diberikan saat bumil mengalami diare.

    1. Makan sup kaldu ayam

    Sup kaldu ayam mengandung protein yang cukup tinggi. Protein tersebut sangat diperlukan untuk nutrisi dan membantu melawan sumber infeksi seperti bakteri, virus, atau parasit yang menyebabkan diare.

    1. Makan kentang

    Kentang juga bisa dijadikan alternatif pengganti nasi untuk bumil yang mengalami diare. Kentang mengandung karbohidrat sederhana yang mudah diterima oleh saluran pencernaan. Selain itu, karbohidrat sederhana yang terdapat pada kentang juga baik dalam melawan efek diare. Kentang dapat dikonsumsi dengan cara direbus, dibuat sup, atau disajikan dalam bentuk mashed potato yang tidak banyak mengandung bumbu tambahan.

    1. Minum air jahe

    Jahe sering digunakan untuk mengobati diare, termasuk diare pada ibu hamil. Jahe mengandung gingerol dan senyawa lain yang sangat bermanfaat untuk mengurangi diare. Jahe dapat disajikan dengan cara merebus air dan jahe yang sudah dipotong kecil-kecil, lalu air rebusan tersebut disaring dan diminum saat masih hangat.

    1. Minum madu

    Madu sangat baik dikonsumsi ketika diare, karena madu sudah terkenal mampu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi.

    1. Makan sup wortel

    Diare yang terjadi pada ibu hamil maupun orang yang tidak hamil, dapat disembuhkan dengan wortel. Dalam sebuah penelitian, telah terbukti bahwa bagian dari serat wortel mengandung efek antidiare alami. Selain itu, nutrisi yang terdapat dalam wortel juga sangat baik untuk ibu dan janinnya.

    Selain harus memerhatikan makanan yang dihindari dan dikonsumsi saat diare, bumil juga harus memeriksakan dirinya kedokter untuk mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat. Jangan membiasakan membeli obat tanpa resep dokter termasuk obat diare, terutama saat  hamil.

    Nah, bumil yang membutuhkan aneka produk kesehatan maupun ‘haus’ akan artikel-artikel kesehatan lainnya, yuk akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Simadibrata M. Diarepadakehamilan. Penyakit-penyakitpadakehamilan: peranseoranginternis. Jakarta:PusatPenerbitanDepartemenIlmuPenyakitDalam FKUI; 2013.
    2. Firmansyah MA. Penata laksanaan gangguan saluran cerna dalam kehamilan. Medicinus 2014.
    3. Barr W, Smith A. Acute diarrhea in adults. American Family Physician 2014.
    4. Gill CJ, Lau J, Gorbach SL, Hamer DH. Diagnostic accuracy of stool assays for inflammatory bacterial gastroenteritis in developed and resource-poor countries. ClinInfect Dis. 2013.
    5. Abbassi GM, Greer LG, Cunningham FG. Pregnancy and laboratory studies: a referencetable for clinicians. ObstetGynecol 20
    6. Pazhayattil GS, Rastegar A, Brewster UC. Approach to the diagnosis and treatmentof hyponatremia in pregnancy. Am J Kidney Dis 2015.
    Read More
  • Apa saja asupan yang dapat diberikan untuk mengatasi diare si kecil? Diare pada si kecil dapat menjadi kejadian yang sangat mengkhawatirkan bagi Moms karenaseringmenyebabkankurangnyacairan(dehidrasi) dan memburuknya ruam yang timbul pada popok. Ketika si kecil mengalami diare, banyak Moms bertanya makanan apa yang dapat membantu dan menghentikan diare. Nah, supaya Anda tidak bingung tentang apa yang […]

    8 Asupan yang Tepat untuk Mengatasi Diare Si Kecil

    Apa saja asupan yang dapat diberikan untuk mengatasi diare si kecil? Diare pada si kecil dapat menjadi kejadian yang sangat mengkhawatirkan bagi Moms karenaseringmenyebabkankurangnyacairan(dehidrasi) dan memburuknya ruam yang timbul pada popok. Ketika si kecil mengalami diare, banyak Moms bertanya makanan apa yang dapat membantu dan menghentikan diare. Nah, supaya Anda tidak bingung tentang apa yang harus dilakukan pada saat si kecil diare, mari kita bahas lebih lanjut tentang diare dan apa saja makanan yang dapat membantu pemulihan serta makanan mana yang perlu dihindari.

    Diare adalah bagian dari tinja yang berair, merupakan suatu cara daritubuh anak untuk mengeluarkan bakteri–bakteri jahat dan biasanya berlangsung hanya beberapa hari hingga minggu. Gejala–gejala yang dapat terjadi bersamaan dengan diare sepertidemam, mual, muntah, mulas dan dehidrasi. Untuk beberapa anak, diare akan hilang dalam beberapa hari tapi dapat juga berlangsung lama pada beberapa anak lainnya.

    Perhatian terbesar tentang diare pada anak–anak karena diare dapat menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi dapat terjadi karena kehilangan cairan dan elektrolit dalam tinja, atau kurangnya konsumsi makanan dan minuman untuk mengganti kehilangan cairan. Pada saat anak–anak mulai mengalami dehidrasi, Moms dapat melihat si kecil mulai menunjukkan lebih banyak rasa haus, kencing jadi lebih sedikit, dan tampak lesu.

    Moms perlu meningkatkan pemberian cairan dan makanan pada si kecil. Jika si kecil masih menyusu, berikan susu yang lebih banyak dengan frekuensi lebih sering. Terkadang perlu diberikan larutan yang berfungsimengembalikancairansi Kecil seperti oralit untuk mengganti elektrolit yang hilang bersamaan dengan diare.

    Pada kebanyakan kasus diare ringan hingga sedang dapat dilakukan perubahan sederhana pada pola makan, selama anak tidak muntah atau dehidrasi berat. Menggunakan diet teratur bahkan dapat memperpendek diare, dan tentunya membantu si kecil mendapatkan nutrisi yang optimal.

    Apa kemungkinan penyebab diare pada bayi?

    Ada beberapa penyebab umum diarepadaanak, antara lain alergi makanan, bakteri Salmonella,  Rotavirus, parasit Giardia, obat–obatan, dangangguan pada usus.Anak–anak dapat mengalami diare dalam jangka waktu pendek atau panjang. Salah satu penyebab diare pada anak adalah infeksi Rotavirus. Diare akibat Rotavirus biasanya sembuh sendiri dalam waktu 3 hingga 10 hari. Anak–anak yang berusia 6 hingga 32 minggu dapat diberikan vaksinasi terhadap rotavirus sehingga dapat terhindar dari diare.

    Jika si kecil mengalami diare, jangan ragu menghubungi dokter untuk meminta nasihat. Diare sangat berbahaya pada bayi baru lahir, yang dapat menyebabkan dehidrasi hanya dalam satu atau dua hari. Saat hendak mengobati diare yang diakibatkan oleh virus, hal yang penting untuk dilakukan adalah mencegah anak kekurangan cairan atau dehidrasi. Berikan ASI atau pengganti cairan tubuh seperti oralit setiap kali anak diare untuk mengganti cairan di dalam tubuh. Jika Moms hanya memberikan air saat anak diare, maka nutrisi dan kandungan elektrolit seperti natrium dan kalium akan berkurang.

    Apa yang dapat Moms lakukan saat anak terkena diare?

    • Perhatikan makanan yang dikonsumsi oleh anak.

    Perhatikan dan catat makanan apa saja yang si kecil makan, mulai dari jumlah, frekuensi dan waktu pemberian. Hal ini dapat membantu dokter untuk menyingkirkan kemungkinan dari diare seperti alergi makanan.

    • Perhatikan darah pada tinja.

    Pastikan tidak ada darah pada tinja anak. Biasanya dapat terlihat jika anak menggunakan popok. Jika Anda menemukan darah pada tinja anak, segera bawa anak ke dokter. Kadang–kadang darah pada tinja tidak tampak oleh mata, sehingga dokter anak akan meminta agar tinja anak diperiksa.

    Konsultasikan juga pada dokter, apakah anak Moms mengalami penurunan berat badan yang drastis, muntah, demam, nyeri pada perut, atau pada tinja terdapat minyak atau berwarna putih abu–abu.

    • Konsumsi probiotik

    Probiotik merupakan bakteri hidup yang berguna untuk tubuh dan dapat membantu saluran percernaan si kecil.

    Asupan yang tepat untuk mengatasi diare si kecil merupakanmakanan terbaik yang mudah dicerna, menjaga si kecil tetap makan, dan memberi nutrisi yang cukup untuk perkembangan si kecil. Makanan yang mengandung sedikit garam dapat membantu mengganti elektrolit natrium dan klorida yang hilang dalam tinja. Berikut 8 makanan yang dapat diberikan pada anak dengan diare:

    1. Pisang
    2. Nasi atau bubur tim
    3. Tepung apel, mengandung pectin yang dapat memadatkan tinja
    4. Roti panggang
    5. Daging ayam, ikan yang direbus atau dipanggang
    6. Wortel matang
    7. Kentang putih
    8. Yoghurt

    Tujuan dari pemberian diet ialah untuk membantu tinja lebih memadat. Dapat ditambahkan juga biji–bijian dan buah–buahan tertentu. Moms boleh memberikan makanan yang berukuran kecil saat si kecil diare. Hal ini memungkinkan sistem pencernaan bayi dapat bekerja dengan lambat. Usus kecil dan sistem pencernaan yang masih rapuh akan membutuhkan waktu untuk sembuh.

    Hindari Jenis Makanan Ini!

    Ada beberapa jenis makanan juga yang perlu si kecil hindari agar tidak menambah diare. Moms perlu menghindari makanan yang biasanya digunakan untuk mengurangi sembelit/konstipasi. Berikut daftar makanan yang perlu diperhatikan:

    • Produk susu (yoghurt merupakan pengecualian karena mengandung bakteri baik, namun konsultasikan pada dokter terlebih dahulu tentang memberi yoghurt pada anak).
    • Buah – buahan yang biasanya digunakan untuk membantu konstipasi seperti pepaya, persik, pir, plum perlu dihindari.
    • Makanan serat tinggi.
    • Makanan yang mengandung gula tinggi. Soda, jus, limun dan minuman sejenis lainnya jangan diberikan saat anak diare, karena dapat memperburuk dan memperpanjang diare.
    • Makanan berlemak tinggi. Keripik, kentang goreng, dan kue kering harus dihindari sampai diare telah teratasi. Hati–hati dengan daging berlemak seperti bacon dan sosis.
    • Makanan berserat tinggi. Brokoli, jagung, dan kacang polong adalah sayuran berserat tinggi dan dapat memperburuk diare
    • Kafein memiliki efek laksatif dan dapat membuat diare lebih buruk. Hindari kopi, teh, cokelat, dan makanan yang mengandung kafein lainnya.
    • Buah kering. Kurma, kismis, dan plum adalah makanan yang mengandung gula tinggi dan dapat memperburuk diare pada si kecil.

    Nah, kini Moms sudah tak bingung lagi kan dengan asupan yang tepat saat anak diare. Jika membutuhkan produk maupun artikel kesehatan lainnya, coba akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehatDaftar Pustaka

    1. Diarrhea in Children : Why It Happens – webmd.com/children/guide/diarrhea-treatment#1, diakses pada tanggal 14-9-2018
    2. How to ease Toddler Diarrhea – healthline.com/health/parenting/food-for-toddler-with-diarrhea, diakses pada tanggal 14-9-2018
    3. When your child has diarrhea – medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000693.htm , diakses pada tanggal 14-9-2018
    4. Baby Diarrhea Foods – wholesomebabyfood.momtastic.com/baby_diarrhea_foods.htm , diakses pada tanggal 14-9-2018
    5. Pengobatan Diare – , diakses pada tanggal 14-9-2018
    6. Best and worst food to feed a child with diarrhea – bundoo.com/articles/best-and-worst-foods-to-feed-a-child-with-diarrhea/ , diakses pada tanggal 14-9-2018
    Read More
  • Apakah bayi Anda terserang diare? Wah, bisa jadi bayi Anda terinfeksi rotavirus. Rotavirus merupakan virus famili Reoviridae yang masuk dan menginfeksi saluran pencernaan. Penyebaran virus melalui kontak dengan makanan, air, tangan, dan permukaan objek yang tekontaminasi. Virus ini menyebabkan diare berat, dimana pada bayi dan anak dapat berbahaya karena bisa berakibat dehidrasi berat yang berujung kematian. […]

    CEGAH DIARE ANAK AKIBAT ROTAVIRUS DENGAN VAKSINASI

    Apakah bayi Anda terserang diare? Wah, bisa jadi bayi Anda terinfeksi rotavirus. Rotavirus merupakan virus famili Reoviridae yang masuk dan menginfeksi saluran pencernaan. Penyebaran virus melalui kontak dengan makanan, air, tangan, dan permukaan objek yang tekontaminasi. Virus ini menyebabkan diare berat, dimana pada bayi dan anak dapat berbahaya karena bisa berakibat dehidrasi berat yang berujung kematian.  

    Setelah terpapar rotavirus, biasanya gejala akan muncul setelah 2 hari kemudian. Gejala muncul berupa demam, muntah, nyeri perut,  dan diare cair yang dapat menyebabkan dehidrasi berat. Gejala-gejala tersebut berlangsung selama 3-8 hari. Oleh sebab itu sangat penting bagi Anda untuk mengetahui tAnda dehidrasi pada anak, agar cepat tertangani.

    1. Dehidrasi ringan: anak tetap aktif namun sedikit lesu, masih kuat untuk menyusui dan minum.
    2. Dehirasi sedang: anak terlihat lemas, tampak kehausan, kulit mengendur, dan mata cekung. Segera bawa ke pelayanan kesehatan.
    3. Dehidrasi berat: anak sangat lemas, kesadaran anak menurun, tidak bisa minum, sedikit kencing, mata sangat cekung, bibir kering dan biru, kulit lama kembali bila dicubit. Kondisi ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian.

    Pada kasus diare akibat rotavirus pemberian antibiotik bukan solusi karena penyebabnya adalah virus bukan bakteri. Pengobatan bersifat meringankan gejala dengan rehidrasi atau pemenuhan cairan melalui perbanyak asupan cairan, air minum, ASI, dan infus. Bisa diberikan zink untuk membantu penyembuhan diare dan menjaga daya tahan tubuh anak.

    Pencegahan infeksi rotavirus yang optimal dan direkomendasikan adalah dengan imunisasi rotavirus. WHO merekomendasikan imunisasi rotavirus secara rutin pada April 2009. Di Indonesia sendiri vaksin ini sudah direkomendasikan oleh IDAI sejak tahun 2011. Vaksin rotavirus yang beredar adalah vaksin hidup yang mengandung 1 strain (monovalen) dan 5 strain (pentavalen).

    Vaksin rotavirus monovalen diberikan 2 kali, dosis pertama diberikan saat usia 6-14 minggu dan dosis kedua diberikan minimal 4 minggu berikutnya. Maksimal pemberian dosis kedua pada usia 24 minggu. Untuk, vaksin rotavirus pentavalen diberikan sebanyak 3 kali. Dosis pertama diberikan pada usia 6-14 minggu, dosis kedua dan ketiga diberikan dengan interval 4-10 minggu. Batas akhir pemberian di usia 32 minggu.

    Sebaiknya segera berikan vaksinasi rotavirus pada bayi Anda, mengingat angka kejadian diare di bawah usia 2 tahun cukup tinggi. Jika ingin lebih praktis, tak perlu bingung untuk melakukan vaksin, hanya dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Anda bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh! Info lebih lanjut mengenai vaksinasi, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    Sumber:

    1. Rotavirus | Transmission | CDC [Internet]. Cdc.gov. 2016 [cited 5 February 2018]. Available from: cdc.gov
    2. Haurissa A. TanyaDok.com | Infeksi Rotavirus dan Imunisasinya [Internet]. TanyaDok.com. [cited 5 February 2018]. Avaialable from: tanyadok.com
    Read More
  • Menjelang liburan, pasti banyak sekali checklist destinasi wisata yang ada dalam bucket list Anda dan keluarga. Mulai dari pegunungan, pantai, Disneyland atau tempat menarik lainnya, pastikan setiap destinasi meninggalkan kenangan yang indah bagi anak Anda. Dan jangan sampai kegiatan liburan terganggu dengan kondisi kesehatan anak yang menurun. Hati-hati pula dengan kemungkinan yang dapat terjadi kepada […]

    Hati-hati Diare Menyerang Anak Saat Liburan

    Menjelang liburan, pasti banyak sekali checklist destinasi wisata yang ada dalam bucket list Anda dan keluarga. Mulai dari pegunungan, pantai, Disneyland atau tempat menarik lainnya, pastikan setiap destinasi meninggalkan kenangan yang indah bagi anak Anda. Dan jangan sampai kegiatan liburan terganggu dengan kondisi kesehatan anak yang menurun. Hati-hati pula dengan kemungkinan yang dapat terjadi kepada Anda dan keluarga ketika sedang liburan terutama diare yang bisa menyerang Anda sekeluarga.

    Cegah dan atasi diare di saat liburan dengan beberapa tips ini:

    Traveler’s Diarrhea
    Istilah ini sering digunakan sebagai istilah umum untuk setiap penyakit mulai dari sakit perut sampai mencret selama atau setelah perjalanan. Tingkat serangan diare tipe ini berkisar dari 30% sampai 70% dari wisatawan, tergantung pada tujuan dan musim perjalanan. Secara tradisional, banyak yang berpikir bahwa diare jenis ini dapat dicegah dengan mengikuti rekomendasi sederhana seperti “kupas, rebus, masak” namun penelitian telah menemukan bahwa orang yang mengikuti aturan-aturan ini masih terserang diare. Diare jenis ini tidak hanya menyerang orang dewasa, tapi banyak kasus menyerang anak-anak usia balita. (Sumber: cdc.gov)

    prosehat diare

    Penyebab Traveler’s Diarrhea
    Diare sebenarnya adalah cara tubuh membersihkan diri dari kuman, dan sebagian besar kasus diare terjadi selama beberapa hari atau seminggu. Diare sering terjadi disertai demam, mual, muntah, kram, dan dehidrasi. Beberapa alasan paling umum anak-anak terkena diare saat liburan adalah infeksi virus:
    Infeksi dari virus seperti rotavirus, bakteri Salmonella dan, walau jarang ditemukan kasusnya, parasit seperti giardia. Virus adalah penyebab paling umum dari terjadinya diare anak. Gejalanya berupa mencret atau tinja berair, gejala infeksi viral gastroenteritis termasuk muntah, sakit perut, sakit kepala, dan demam. Untuk penyebab diare lainnya adalah efek samping obat-obatan, keracunan makanan, alergi makanan, dan sebagainya.

    Cegah Traveler’s Diarrhea
    Ketika mencegah diare terjadi pada anak saat dalam perjalanan liburan atau road trip mereka, sebaiknya para orang tua melakukan hal ini:

    Baca juga: 7 Tips Road Trip 3 Hari di Jalan dengan Anak

    • Jaga asupan cairan anak: jika anak Anda masih menyusui ASI, berikan ASI untuk membunuh infeksi dari virus yang menyebabkan terjadinya diare. Perhatikan air mineral yang dikonsumsi anak. Sediakan stok air mineral bersih yang dibeli di supermarket.
    • Cuci botol susu dan alat makan dengan air bersih: saat berlibur, pastikan Anda memiliki akses air bersih ketika sedang berhenti untuk menginap di sebuah hotel. Jangan sampai tempat dan alat makannya dicuci dengan air seadanya dengan alasan sedang dalam perjalanan liburan. Air bersih penting agar si kecil terhindar dari serangan bakteri jahat. Air menjadi media penularan berbagai kuman seperti bakteri, virus dan jamur.
    • Hindari keracunan makanan: pastikan makanan yang mereka makan bersih dan telah melalui proses memasak yang benar dan benar-benar matang.
    • Hindari wc umum yang kotor: kebersihan sanitasi terkadang menjadi persoalan yang cukup memusingkan saat dalam perjalanan liburan dengan anak. Padahal kebersihan sanitasi sangat membantu mengurangi risiko diare pada anak. Jika tidak dapat menemukan wc atau toilet umum yang bersih, pastikan Anda menyediakan tisu basah anti bakteri dan hand sanitizer untuk mengurangi risiko terkena diare.
    • Budayakan cuci tangan sebelum makan: cuci tangan dengan air bersih dan hand sanitizer untuk mencegah kuman masuk ke dalam mulutnya. Cuci tangan sebelum dan sesudah makan, dan setelah menggunakan jamban.
    • Sediakan kotak p3k anak: sebagai pertolongan pertama dan bentuk pengobatan pertama, sediakan kotak p3k anak seperti ini untuk mencegah diare terjadi pada anak dan mengobati diare. Kotak p3k untuk anak ini dilengkapi dengan obat probiotik yang akan mengobati diare pada anak.

    klik di sini paket prosehat p3k anak

    Beli di sini: Paket P3K Liburan Anak

    Perhatikan selalu kondisi kesehatan anak dan juga Anda, sebagai orang tua karena keberhasilan liburan akhir tahun ini ditentukan dengan seberapa sehat Anda sekeluarga. Jadi tetap pertahankan kebiasaan hidup sehat Anda untuk cegah terjadinya traveler’s diarrhea pada Anda sekeluarga.

    klik di sini prosehat ebook p3k anak

    Free Download E-book P3K Anak: Tips dan Checklist Jaga Anak Tetap Sehat Saat Liburan

    Referensi:

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja