Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ diare”

  • Apakah bayi Anda terserang diare? Wah, bisa jadi bayi Anda terinfeksi rotavirus. Rotavirus merupakan virus famili Reoviridae yang masuk dan menginfeksi saluran pencernaan. Baca Juga: Kondisi Kelebihan Lemak Pada Feses dan Cara Mengatasinya Penyebaran virus melalui kontak dengan makanan, air, tangan, dan permukaan objek yang tekontaminasi. Virus ini menyebabkan diare berat, di mana pada bayi dan […]

    Cegah Diare Anak Akibat Rotavirus dengan Vaksinasi

    Apakah bayi Anda terserang diare? Wah, bisa jadi bayi Anda terinfeksi rotavirus. Rotavirus merupakan virus famili Reoviridae yang masuk dan menginfeksi saluran pencernaan.

    Baca Juga: Kondisi Kelebihan Lemak Pada Feses dan Cara Mengatasinya

    Penyebaran virus melalui kontak dengan makanan, air, tangan, dan permukaan objek yang tekontaminasi. Virus ini menyebabkan diare berat, di mana pada bayi dan anak dapat berbahaya karena bisa berakibat dehidrasi berat yang berujung kematian.  

    Setelah terpapar rotavirus, biasanya gejala akan muncul setelah 2 hari kemudian. Gejala muncul berupa demam, muntah, nyeri perut,  dan diare cair yang dapat menyebabkan dehidrasi berat.

    Gejala-gejala tersebut berlangsung selama 3-8 hari. Oleh sebab itu sangat penting bagi Anda untuk mengetahui tanda dehidrasi pada anak, agar cepat tertangani.

    1. Dehidrasi ringan: anak tetap aktif namun sedikit lesu, masih kuat untuk menyusui dan minum.
    2. Dehirasi sedang: anak terlihat lemas, tampak kehausan, kulit mengendur, dan mata cekung. Segera bawa ke pelayanan kesehatan.
    3. Dehidrasi berat: anak sangat lemas, kesadaran anak menurun, tidak bisa minum, sedikit kencing, mata sangat cekung, bibir kering dan biru, kulit lama kembali bila dicubit. Kondisi ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian.

    Pada kasus diare akibat rotavirus pemberian antibiotik bukan solusi karena penyebabnya adalah virus bukan bakteri.

    Pengobatan bersifat meringankan gejala dengan rehidrasi atau pemenuhan cairan melalui perbanyak asupan cairan, air minum, ASI, dan infus. Bisa diberikan zink untuk membantu penyembuhan diare dan menjaga daya tahan tubuh anak.

    Baca Juga: Mengapa Makanan Pedas Menyebabkan Diare? Begini Penjelasannya

    Pencegahan infeksi rotavirus yang optimal dan direkomendasikan adalah dengan imunisasi rotavirus. WHO merekomendasikan imunisasi rotavirus secara rutin pada April 2009.

    Di Indonesia sendiri vaksin ini sudah direkomendasikan oleh IDAI sejak tahun 2011. Vaksin rotavirus yang beredar adalah vaksin hidup yang mengandung 1 strain (monovalen) dan 5 strain (pentavalen).

    Vaksin rotavirus monovalen diberikan 2 kali, dosis pertama diberikan saat usia 6-14 minggu dan dosis kedua diberikan minimal 4 minggu berikutnya.

    Maksimal pemberian dosis kedua pada usia 24 minggu. Untuk, vaksin rotavirus pentavalen diberikan sebanyak 3 kali. Dosis pertama diberikan pada usia 6-14 minggu, dosis kedua dan ketiga diberikan dengan interval 4-10 minggu. Batas akhir pemberian di usia 32 minggu.

    Sebaiknya segera berikan vaksinasi rotavirus pada bayi Anda, mengingat angka kejadian diare di bawah usia 2 tahun cukup tinggi.

    Baca Juga: Mengenal Penyakit Norovirus, dari Penyebab hingga Pencegahan

    Sahabat bisa melakukan vaksinasi Rotavirus di Prosehat yang menyediakan layanan ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Sumber:

    1. Rotavirus | Transmission | CDC [Internet]. Cdc.gov. 2016 [cited 5 February 2018]. Available from: cdc.gov
    2. Haurissa A. TanyaDok.com | Infeksi Rotavirus dan Imunisasinya [Internet]. TanyaDok.com. [cited 5 February 2018]. Avaialable from: tanyadok.com
    Read More
  • Steatorrhea adalah kondisi ketika kelebihan lemak pada feses. Sahabat mungkin bertanya-tanya mengapa hal ini dapat terjadi? Baca Juga: Makanan Pedas Menyebabkan Diare? Berikut Penjelasannya! Sebelum membahasnya, yang perlu Sahabat ketahui adalah bahwa feses terdiri dari beberapa komposisi, paling besar tentu saja adalah air dan beberapa komposisi lainnya yaitu: Bakteri Lemak Serat Lendir Protein Garam Berbagai lapisan […]

    Kondisi Kelebihan Lemak pada Feses (Steatorrhea) dan Cara Mengatasinya

    Steatorrhea adalah kondisi ketika kelebihan lemak pada feses. Sahabat mungkin bertanya-tanya mengapa hal ini dapat terjadi?

    kelebihan lemak pada feses, kelebihan lemak pada tinja

    Baca Juga: Makanan Pedas Menyebabkan Diare? Berikut Penjelasannya!

    Sebelum membahasnya, yang perlu Sahabat ketahui adalah bahwa feses terdiri dari beberapa komposisi, paling besar tentu saja adalah air dan beberapa komposisi lainnya yaitu:

    • Bakteri
    • Lemak
    • Serat
    • Lendir
    • Protein
    • Garam
    • Berbagai lapisan sel

    Apa Penyebab Steatorrhea?

    Kondisi ini dapat terjadi karena tubuh tidak mampu menyerap nutrisi dengan benar atau tidak membuat enzim yang dibutuhkan untuk mencerna makanan secara efektif, sehingga dapat memicu malabsorpsi.

    Terdapat beberapa makanan yang dapat menyebabkan kondisi ini seperti gorengan dan makanan tinggi lemak, yaitu krim dan mentega.

    Kebiasaan mengonsumsi alkohol, obat-obatan tertentu, tubuh tidak dapat mencerna laktosa, mengonsumsi suplemen tertentu, mengonsumsi makanan bersulfur, sorbitol, dan menerapkan diet tinggi lemak juga menjadi penyebab lainnya.

    Gejala Steatorrhea

    Kondisi Steatorrhea ditandai dengan:

    • Feses lebih besar
    • Feses berwarna pucat
    • Feses berbau busuk
    • Feses mengapung karena kandungan gas yang cukup tinggi
    • Feses tertutup lapisan berminyak

    Apakah Kondisi Steatorrhea Ini Pertanda Adanya Penyakit?

    Steatorrhea diketahui berhubungan dengan masalah pencernaan, seperti penyakit celiac, gangguan pankreas, infeksi pada usus terutama pada usus besar sehingga menyebabkan bau feses menjadi busuk.

    Baca Juga: Makanan Sehat Pencernaan Lancar

    Disarankan bagi penderita steatorrhea untuk tidak mengonsumsi makanan yang dapat memicu timbulnya steatorrhea, dan menggantinya dengan makanan yang baik untuk pencernaan seperti yoghurt, ikan, daging tanpa lemak, dan pisang.

    Bagaimana Cara Mendiagnosis Steatorrhea?

    Apabila kondisi feses berlemak dan bau yang sangat busuk, Sahabat diharapkan segera berkonsultasi ke dokter terdekat.

    Dokter akan mendiagnosis dengan menanyakan beberapa hal seperti gejala yang dialami, riwayat kesehatan yang dimiliki dan melakukan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan lemak feses yang dilakukan dengan mengumpulkan feses selama 24 hingga 72 jam lalu sampel feses dibawa ke laboratorium.

    Produk Terkait: Cek Lab

    Seperti Apa Persiapan Tes Lemak Feses?

    Sebelum melakukan tes lemak feses, Sahabat harus mengonsumsi 100 gram lemak setiap hari selama 3 hari sebelum tes dan berpuasa 5 jam sebelum menjalani tes.

    Tujuan mengonsumsi 100 gram lemak tersebut adalah supaya dapat mengeluarkan 7 gram lemak per hari sesuai standar feses orang sehat.

    Jika ternyata lemak yang dikeluarkan melebihi standar 7 gram dalam 24 jam, dokter kemungkinan besar akan menyarankan untuk melakukan tes lebih lanjut supaya dapat menentukan penyebab utamanya.

    Itulah Sahabat Sehat mengenai steatorrhea yang ternyata merupakan salah satu gejala umum adanya gangguan pencernaan, sehingga disarankan untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat untuk pencernaan.

    Baca Juga: Punya Penyakit Asam Lambung, Hindari 8 Makanan Ini

    Sahabat bisa mendapatkannya di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. 5 Gejala Steatorrhea, Kelebihan Lemak di Feses yang Perlu Diwaspadai Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 18 March 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2021/03/11/120800068/5-gejala-steatorrhea-kelebihan-lemak-di-feses-yang-perlu-diwaspadai?page=all
    2. Makanan Terbaik dan Terburuk untuk Pencernaan [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 18 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/hidup-sehat-detikhealth/d-1850722/makanan-terbaik-dan-terburuk-untuk-pencernaan
    3. Mengapa fesesBerbau Busuk? [Internet]. medcom.id. 2021 [cited 18 March 2021]. Available from: https://www.medcom.id/rona/kesehatan/ybD0DG0b-penyebab-feses-anda-ekstra-bau
    Read More
  • Ragam kuliner Indonesia diketahui bercita rasa pedas, dan kebanyakan orang Indonesia memang menyukai rasa pedas dalam makanan sebab memberikan sensasi saat menyantap makanan. Baca Juga: Perhatikan Makanan Ini Saat Bumil Diare? Cita rasa pedas dalam masakan Indonesia saat ini menjadi daya tarik. Tak hanya karena tampilan yang menarik, tetapi juga tingkat kepedasan dalam makanan tersebut. […]

    Mengapa Makanan Pedas Menyebabkan Diare? Berikut Penjelasannya!

    Ragam kuliner Indonesia diketahui bercita rasa pedas, dan kebanyakan orang Indonesia memang menyukai rasa pedas dalam makanan sebab memberikan sensasi saat menyantap makanan.

    makanan pedas menyebabkan diare, makanan pedas menimbulkan diare

    Baca Juga: Perhatikan Makanan Ini Saat Bumil Diare?

    Cita rasa pedas dalam masakan Indonesia saat ini menjadi daya tarik. Tak hanya karena tampilan yang menarik, tetapi juga tingkat kepedasan dalam makanan tersebut. Semakin tinggi tingkat kepedasan, semakin orang ingin terus mencobanya.

    Namun makanan pedas dapat menimbulkan reaksi berupa diare, ditandai dengan terus-menerus ke kamar mandi sehingga tubuh dapat menjadi lemas karena kekurangan cairan.

    Lalu timbul pertanyaan mengapa hal demikian bisa terjadi?

    Penjelasan Makanan Pedas Menyebabkan Diare

    Diare merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan keluhan buang air besar cair  dengan frekuensi lebih dari 3 kali dalam sehari. Penyebab diare dapat disebabkan karena infeksi virus dan bakteri pada saluran cerna, dan dapat pula disebabkan karena jenis makanan yang dikonsumsi.

    Makanan pedas dapat menyebabkan diare dikarenakan adanya kandungan capsaicin yang terkandung dalam cabai, komponen utama dalam makanan pedas yang dapat mengiritasi tubuh. Hal ini bisa Sahabat rasakan apabila kulit menyentuh cabai, tentu akan terasa terbakar dan panas pada kulit Sahabat.

    Capsaicin dapat mengiritasi saluran pencernaan seperti lambung dan usus. Pada beberapa kasus ada sejumlah orang yang kuat terhadap efek capsaicin, namun ada juga yang tidak tahan karena sensitifnya kedua organ tersebut sehingga dapat menyebabkan diare, dan sakit maag.

    Capsaicin disebut dapat menyebabkan diare karena adanya reaksi dalam tubuh yang disebut dengan reseptor transient potential vanilloid 1 receptors (TRPV1). Reseptor inilah yang memberi tahu otak bahwa tubuh sedang mengalami sensasi terbakar. Oleh otak hal ini kemudian ditafsirkan, dan kemudian dilepaskan hormon penghambat nyeri (endorfin).

    Baca Juga: 5 Trik Tetap Makan Pedas, Tanpa Sakit Maag

    Hormon inilah yang membuat Sahabat mengalami sedikit perasaan gembira dan ketagihan. Namun, endorfin yang Sahabat miliki akan bergerak lebih cepat dari biasanya dan tiba di usus besar saat capsaicin mengiritasi usus kecil.

    Proses pencernaan kemudian melambat, tetapi reseptor TRPV1 diaktifkan secara berlebihan dan usus besar akan mempercepat keseluruhan proses sebagai pertahanan. Reaksi secara berlebihan inilah yang tidak memungkinkan usus besar menyerap air, dan akhirnya menyebabkan diare.

    Diare Tidak Hanya Disebabkan oleh Makanan Pedas

    Namun diare sebenarnya tidak hanya disebabkan oleh makanan pedas. Profesor Ari Fahrial Syam seperti dilansir dari Suara.com menyatakan bahwa diare bisa disebabkan oleh hal lain seperti bakteri dan virus dalam makanan.

    Hal ini kemudian akan menimbulkan disentri atau diare berdarah pada BAB-nya terutama pada orang yang memiliki ambeien sehingga orang seperti ini tidak disarankan mengkonsumsi makanan pedas. Selain ambeien, orang yang memiliki riwayat maag juga tidak disarankan konsumsi makanan pedas.

    Produk Terkait: Jual Obat Diare

    Selain Makanan Pedas, Makanan Apa Saja yang Dapat Menimbulkan Diare?

    Diare tidak hanya disebabkan dari makanan pedas namun dari makanan-makanan lain yang tidak mengandung cita rasa pedas, misalnya:

    Makanan yang Mengandung Pemanis Buatan

    Aspartam, sakarin, dan sukrosa serta alkohol gula (manitol, sorbitol, dan xylitol) ternyata juga dapat menyebabkan diare akibat memiliki efek pencahar. Efek ini tidak hanya menyebabkan diare, tetapi juga dapat menyebabkan perut kembung. Efek pencahar ini biasanya sudah ada dalam tabel peringatan.

    Berikut adalah makanan-makanan manis yang perlu dihindari:

    • Permen karet
    • Makan penutup rendah gula
    • Soda diet
    • Minuman diet
    • Sereal rendah gula
    • Bumbu rendah gula

    Susu

    Susu juga dapat menyebabkan diare pada penderita intoleransi laktosa yang dialami apabila seseorang tidak memiliki enzim untuk memecah gula tertentu. Namun, alih-alih memecahnya tubuh membuang gula dengan sangat cepat, dan seringkali dalam bentuk diare. Jenis susu yang sebaiknya dihindari:

    • Susu bebas laktosa
    • Susu almond
    • Susu kedelai
    • Susu kacang mete

    Kopi

    Kopi juga dapat menyebabkan diare karena kandungan kafein yang terkandung di dalamnya, yang juga bersifat sebagai stimulan sehingga dapat merangsang sistem pencernaan. Diare dapat terjadi dari kopi jika minuman ini dikonsumsi 2-3 cangkir dalam sehari. Supaya tidak mengalami diare, Sahabat disarankan menggunakan susu oat atau krimer untuk mengurangi efek pencahar dari kopi.

    Baca Juga: Minuman Selain Kopi yang Membantu Meningkatkan Konsentrasi

    Fruktosa

    Fruktosa merupakan gula alami dalam buah yang sebenarnya baik buat tubuh. Namun apabila dikonsumsi secara berlebihan bisa memiliki efek pencahar yang memicu diare. Karena itu, konsumsilah dalam jumlah yang wajar.

    Bawang Merah dan Putih

    Bawang merah dan putih yang merupakan jenis bumbu masakan sehari-hari yang ternyata dapat juga menimbulkan diare. Hal ini karena keduanya mengandung serat tidak larut yang bisa membuat makanan lebih cepat melewati sistem pencernaan.

    Serat tidak larut ini berupa sari yang jika diurai oleh asam di perut, dapat melepaskan gas, dan mengiritasi usus besar. Apabila Sahabat ingin menghindari diare dari bawang merah dan putih, Sahabat bisa menggantinya dengan seledri dan adas yang mempunyai risiko diare dan gas yang lebih kecil.

    Brokoli dan Kembang Kol

    Sayuran seperti brokoli dan kembang kol juga bisa menyebabkan diare meskipun keduanya kaya nutrisi dan serat nabati curah sehingga bermanfaat bagi kesehatan. Diare dari kedua sayuran akibat serat yang dimilikinya, dan dikonsumsi dalam jumlah besar.

    Makanan Cepat Saji

    Makanan cepat saji dapat menyebabkan diare karena mengandung lemak jenuh dan lemak trans, sehingga tubuh cenderung sulit mencerna makanan tersebut.

    Kapankah Harus ke Dokter?

    Diare sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya dalam 1-2 hari. Cara penyembuhannya bisa dilakukan dengan menghindari makanan pedas, makan secara perlahan, dan makan secukupnya selama beberapa hari. Selain itu, penting untuk tetap terhidrasi dan hindari minuman berkafein.

    Baca Juga: 8 Asupan yang Tepat untuk Mengatasi Diare Si Kecil

    Namun apabila Sahabat merasa lemas dan tidak ada perbaikan, sudah waktunya bagi Sahabat untuk memeriksakan diri ke dokter.

    Sahabat bisa memanfaatkan layanan Prosehat terutama jika yang mengalami diare adalah Si Kecil sekaligus mencegah Si Kecil menderita penyakit tersebut. Layanan ini berupa pemberian imunisasi Rotavirus, dan dapat dilakukan di rumah. Layanan ini mempunyai keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Mengapa Makanan Pedas Bisa Sebabkan Diare? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 8 March 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2021/01/30/140800368/mengapa-makanan-pedas-bisa-sebabkan-diare-?page=all
    2. Diare Setelah Makan Pedas? Penyebabnya Bisa Jadi Bakteri [Internet]. suara.com. 2021 [cited 8 March 2021]. Available from: https://www.suara.com/health/2020/07/15/124258/diare-setelah-makan-pedas-penyebabnya-bisa-jadi-bakteri
    3. Media K. 10 Makanan Penyebab Diare yang Perlu Diwaspadai Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 8 March 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/11/01/120600868/10-makanan-penyebab-diare-yang-perlu-diwaspadai?page=all
    4. Wiyanti W. Hindari Makanan Pedas Kalau Punya Sakit Mag, Ini Alasannya [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 8 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-3574207/hindari-makanan-pedas-kalau-punya-sakit-mag-ini-alasannya
    Read More
  • Diare merupakan penyakit yang paling sering ditemui diseluruh dunia, termasuk pada ibu hamil. Berbagai  faktor dapat menyebabkan usus pada bumil mengalami ketidakmampuan untuk menyerap air yang terkandung dalam bakalfeses atau kotoran. Hal tersebut menyebabkan feses keluar dalam bentuk yang encer dan lebih dari 3 kali dalam sehari atau diare. Pada saat diare, tidak hanya air […]

    Perhatikan Makanan Ini Saat Bumil Diare

    Diare merupakan penyakit yang paling sering ditemui diseluruh dunia, termasuk pada ibu hamil. Berbagai  faktor dapat menyebabkan usus pada bumil mengalami ketidakmampuan untuk menyerap air yang terkandung dalam bakalfeses atau kotoran. Hal tersebut menyebabkan feses keluar dalam bentuk yang encer dan lebih dari 3 kali dalam sehari atau diare.

    Pada saat diare, tidak hanya air yang keluar berlebihan tetapi juga mineral yang sangat diperlukan oleh bumil dan janinnya. Oleh karena itu, bumil harus lebih memerhatikan makanan yang dikonsumsi pada saat diare, agar kebutuhan air dan mineralnya tetap terpenuhi.

    Ketidakmampuan usus untuk menyerap air pada kondisi diare tersebut dapat disebabkan proses infeksi maupun proses non-infeksi. Infeksi merupakan penyebab utama diare pada kehamilan. Bakteri, parasit, maupun virus seperti E.coli, Salmonella, Balantidium coli, Entamoeba, Rotavirus, dan Adenovirusdapat menyebabkan diare yang disebabkan oleh proses infeksi. Sekitar 80% kejadian diare disebabkan oleh infeksi Rotavirus.

    Pola makan, obat-obatan, pengaruh hormonal, serta stres pada saat hamil juga dapat menjadi penyebab diare. Pada saat hamil, bumil cendrung mengonsumsi makanan pedas, asam, atau tidak higienis karena mengidam. Pola makan yang tidak baik seperti ini dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya diare pada ibu hamil. Selain itu, biasanya ibu hamil juga mengeluhkan mengalami sembelit sehingga memerlukan obat pencahar. Penggunaan obat pencahar dapat mengganggu ketidak seimbangan pada dinding usus, sehingga usus kehilangan kemampuan menyerap airnya. Perubahan hormon pada saat hamil juga memengaruhi sistem pencernaan sehingga dapat menimbulkan diare. Faktor stres juga dapat memicu terjadinya diare pada ibu hamil.

    Diare pada ibu hamil umumya bersifat ringan, tapi jangan disepelekan karena diare yang terjadi terus-menerus dapat menyebabkan kelemahan, dehidrasi, hingga kekurangan nutrisi yang dapat memengaruhi kondisi ibu dan janinnya. Pada saat diare, jumlah cairan dalam tubuh akan berkurang, termasuk cairan yang ada didalam pembuluh darah. Apabila cairan didalam pembuluh darah berkurang, maka pasokan aliran darah ke janin juga akan berkurang. Hal ini dapat menyebabkan janin kekurangan cairan, oksigen, dan makanan, yang pada akhirnya menyebabkan gangguan pertumbuhan pada janin hingga kematian. Oleh karena itu bumil yang diare harus memerhatikan makanan yang diasupnya.

    Pada saat bumil mengalami diare, kurangilah makanan yang dapat memperparah diare seperti beberapa makanan berikut:

    1. Makanan pedas dan asam

    Makanan pedas dan asam dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan, sehingga mampu memperparah diare.

    1. Susu

    Jika diare disebabkan alergi terhadap laktosa (salah satu kandungan dalam susu), berarti susu harus dihindari, tapi beberapa penelitian terbaru mengatakan apabila diare tidak disebabkan karena alergi laktosa, susu dapat terus dilanjutkan.

    1. Makanan yang digoreng

    Selain itu, hindari juga mengonsumsi makanan yang digoreng, karena kandungan minyak dalam makanan yang digoreng cukup tinggi dan membuat saluran pencernaan menjadi lebih berat.

    1. Makanan yang mengandung pemanis buatan dan cokelat

    Terakhir,yang harus hindari saat diare adalah makanan yang mengandung pemanis buatan dan cokelat, karena kedua makanan ini bisa membuat diare makin parah.

    Sebaliknya, ada beberapa makanan yang justru dianjurkan untuk ibu hamil, antara lain:

    1. Minum air putih yang cukup

    Hal terpenting yang harus dilakukan bumil pada saat diare yaitu mengganti cairan yang keluar dengan banyak minum air putih. Pemberian oralit atau minuman pengganti elektrolit juga dapat diberikan saat bumil mengalami diare.

    1. Makan sup kaldu ayam

    Sup kaldu ayam mengandung protein yang cukup tinggi. Protein tersebut sangat diperlukan untuk nutrisi dan membantu melawan sumber infeksi seperti bakteri, virus, atau parasit yang menyebabkan diare.

    1. Makan kentang

    Kentang juga bisa dijadikan alternatif pengganti nasi untuk bumil yang mengalami diare. Kentang mengandung karbohidrat sederhana yang mudah diterima oleh saluran pencernaan. Selain itu, karbohidrat sederhana yang terdapat pada kentang juga baik dalam melawan efek diare. Kentang dapat dikonsumsi dengan cara direbus, dibuat sup, atau disajikan dalam bentuk mashed potato yang tidak banyak mengandung bumbu tambahan.

    1. Minum air jahe

    Jahe sering digunakan untuk mengobati diare, termasuk diare pada ibu hamil. Jahe mengandung gingerol dan senyawa lain yang sangat bermanfaat untuk mengurangi diare. Jahe dapat disajikan dengan cara merebus air dan jahe yang sudah dipotong kecil-kecil, lalu air rebusan tersebut disaring dan diminum saat masih hangat.

    1. Minum madu

    Madu sangat baik dikonsumsi ketika diare, karena madu sudah terkenal mampu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi.

    1. Makan sup wortel

    Diare yang terjadi pada ibu hamil maupun orang yang tidak hamil, dapat disembuhkan dengan wortel. Dalam sebuah penelitian, telah terbukti bahwa bagian dari serat wortel mengandung efek antidiare alami. Selain itu, nutrisi yang terdapat dalam wortel juga sangat baik untuk ibu dan janinnya.

    Selain harus memerhatikan makanan yang dihindari dan dikonsumsi saat diare, bumil juga harus memeriksakan dirinya kedokter untuk mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat. Jangan membiasakan membeli obat tanpa resep dokter termasuk obat diare, terutama saat  hamil.

    Nah, bumil yang membutuhkan aneka produk kesehatan maupun ‘haus’ akan artikel-artikel kesehatan lainnya, yuk akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Simadibrata M. Diarepadakehamilan. Penyakit-penyakitpadakehamilan: peranseoranginternis. Jakarta:PusatPenerbitanDepartemenIlmuPenyakitDalam FKUI; 2013.
    2. Firmansyah MA. Penata laksanaan gangguan saluran cerna dalam kehamilan. Medicinus 2014.
    3. Barr W, Smith A. Acute diarrhea in adults. American Family Physician 2014.
    4. Gill CJ, Lau J, Gorbach SL, Hamer DH. Diagnostic accuracy of stool assays for inflammatory bacterial gastroenteritis in developed and resource-poor countries. ClinInfect Dis. 2013.
    5. Abbassi GM, Greer LG, Cunningham FG. Pregnancy and laboratory studies: a referencetable for clinicians. ObstetGynecol 20
    6. Pazhayattil GS, Rastegar A, Brewster UC. Approach to the diagnosis and treatmentof hyponatremia in pregnancy. Am J Kidney Dis 2015.
    Read More
  • Apa saja asupan yang dapat diberikan untuk mengatasi diare si kecil? Diare pada si kecil dapat menjadi kejadian yang sangat mengkhawatirkan bagi Moms karenaseringmenyebabkankurangnyacairan(dehidrasi) dan memburuknya ruam yang timbul pada popok. Ketika si kecil mengalami diare, banyak Moms bertanya makanan apa yang dapat membantu dan menghentikan diare. Nah, supaya Anda tidak bingung tentang apa yang […]

    8 Asupan yang Tepat untuk Mengatasi Diare Si Kecil

    Apa saja asupan yang dapat diberikan untuk mengatasi diare si kecil? Diare pada si kecil dapat menjadi kejadian yang sangat mengkhawatirkan bagi Moms karenaseringmenyebabkankurangnyacairan(dehidrasi) dan memburuknya ruam yang timbul pada popok. Ketika si kecil mengalami diare, banyak Moms bertanya makanan apa yang dapat membantu dan menghentikan diare. Nah, supaya Anda tidak bingung tentang apa yang harus dilakukan pada saat si kecil diare, mari kita bahas lebih lanjut tentang diare dan apa saja makanan yang dapat membantu pemulihan serta makanan mana yang perlu dihindari.

    Diare adalah bagian dari tinja yang berair, merupakan suatu cara daritubuh anak untuk mengeluarkan bakteri–bakteri jahat dan biasanya berlangsung hanya beberapa hari hingga minggu. Gejala–gejala yang dapat terjadi bersamaan dengan diare sepertidemam, mual, muntah, mulas dan dehidrasi. Untuk beberapa anak, diare akan hilang dalam beberapa hari tapi dapat juga berlangsung lama pada beberapa anak lainnya.

    Perhatian terbesar tentang diare pada anak–anak karena diare dapat menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi dapat terjadi karena kehilangan cairan dan elektrolit dalam tinja, atau kurangnya konsumsi makanan dan minuman untuk mengganti kehilangan cairan. Pada saat anak–anak mulai mengalami dehidrasi, Moms dapat melihat si kecil mulai menunjukkan lebih banyak rasa haus, kencing jadi lebih sedikit, dan tampak lesu.

    Moms perlu meningkatkan pemberian cairan dan makanan pada si kecil. Jika si kecil masih menyusu, berikan susu yang lebih banyak dengan frekuensi lebih sering. Terkadang perlu diberikan larutan yang berfungsimengembalikancairansi Kecil seperti oralit untuk mengganti elektrolit yang hilang bersamaan dengan diare.

    Pada kebanyakan kasus diare ringan hingga sedang dapat dilakukan perubahan sederhana pada pola makan, selama anak tidak muntah atau dehidrasi berat. Menggunakan diet teratur bahkan dapat memperpendek diare, dan tentunya membantu si kecil mendapatkan nutrisi yang optimal.

    Apa kemungkinan penyebab diare pada bayi?

    Ada beberapa penyebab umum diarepadaanak, antara lain alergi makanan, bakteri Salmonella,  Rotavirus, parasit Giardia, obat–obatan, dangangguan pada usus.Anak–anak dapat mengalami diare dalam jangka waktu pendek atau panjang. Salah satu penyebab diare pada anak adalah infeksi Rotavirus. Diare akibat Rotavirus biasanya sembuh sendiri dalam waktu 3 hingga 10 hari. Anak–anak yang berusia 6 hingga 32 minggu dapat diberikan vaksinasi terhadap rotavirus sehingga dapat terhindar dari diare.

    Jika si kecil mengalami diare, jangan ragu menghubungi dokter untuk meminta nasihat. Diare sangat berbahaya pada bayi baru lahir, yang dapat menyebabkan dehidrasi hanya dalam satu atau dua hari. Saat hendak mengobati diare yang diakibatkan oleh virus, hal yang penting untuk dilakukan adalah mencegah anak kekurangan cairan atau dehidrasi. Berikan ASI atau pengganti cairan tubuh seperti oralit setiap kali anak diare untuk mengganti cairan di dalam tubuh. Jika Moms hanya memberikan air saat anak diare, maka nutrisi dan kandungan elektrolit seperti natrium dan kalium akan berkurang.

    Apa yang dapat Moms lakukan saat anak terkena diare?

    • Perhatikan makanan yang dikonsumsi oleh anak.

    Perhatikan dan catat makanan apa saja yang si kecil makan, mulai dari jumlah, frekuensi dan waktu pemberian. Hal ini dapat membantu dokter untuk menyingkirkan kemungkinan dari diare seperti alergi makanan.

    • Perhatikan darah pada tinja.

    Pastikan tidak ada darah pada tinja anak. Biasanya dapat terlihat jika anak menggunakan popok. Jika Anda menemukan darah pada tinja anak, segera bawa anak ke dokter. Kadang–kadang darah pada tinja tidak tampak oleh mata, sehingga dokter anak akan meminta agar tinja anak diperiksa.

    Konsultasikan juga pada dokter, apakah anak Moms mengalami penurunan berat badan yang drastis, muntah, demam, nyeri pada perut, atau pada tinja terdapat minyak atau berwarna putih abu–abu.

    • Konsumsi probiotik

    Probiotik merupakan bakteri hidup yang berguna untuk tubuh dan dapat membantu saluran percernaan si kecil.

    Asupan yang tepat untuk mengatasi diare si kecil merupakanmakanan terbaik yang mudah dicerna, menjaga si kecil tetap makan, dan memberi nutrisi yang cukup untuk perkembangan si kecil. Makanan yang mengandung sedikit garam dapat membantu mengganti elektrolit natrium dan klorida yang hilang dalam tinja. Berikut 8 makanan yang dapat diberikan pada anak dengan diare:

    1. Pisang
    2. Nasi atau bubur tim
    3. Tepung apel, mengandung pectin yang dapat memadatkan tinja
    4. Roti panggang
    5. Daging ayam, ikan yang direbus atau dipanggang
    6. Wortel matang
    7. Kentang putih
    8. Yoghurt

    Tujuan dari pemberian diet ialah untuk membantu tinja lebih memadat. Dapat ditambahkan juga biji–bijian dan buah–buahan tertentu. Moms boleh memberikan makanan yang berukuran kecil saat si kecil diare. Hal ini memungkinkan sistem pencernaan bayi dapat bekerja dengan lambat. Usus kecil dan sistem pencernaan yang masih rapuh akan membutuhkan waktu untuk sembuh.

    Hindari Jenis Makanan Ini!

    Ada beberapa jenis makanan juga yang perlu si kecil hindari agar tidak menambah diare. Moms perlu menghindari makanan yang biasanya digunakan untuk mengurangi sembelit/konstipasi. Berikut daftar makanan yang perlu diperhatikan:

    • Produk susu (yoghurt merupakan pengecualian karena mengandung bakteri baik, namun konsultasikan pada dokter terlebih dahulu tentang memberi yoghurt pada anak).
    • Buah – buahan yang biasanya digunakan untuk membantu konstipasi seperti pepaya, persik, pir, plum perlu dihindari.
    • Makanan serat tinggi.
    • Makanan yang mengandung gula tinggi. Soda, jus, limun dan minuman sejenis lainnya jangan diberikan saat anak diare, karena dapat memperburuk dan memperpanjang diare.
    • Makanan berlemak tinggi. Keripik, kentang goreng, dan kue kering harus dihindari sampai diare telah teratasi. Hati–hati dengan daging berlemak seperti bacon dan sosis.
    • Makanan berserat tinggi. Brokoli, jagung, dan kacang polong adalah sayuran berserat tinggi dan dapat memperburuk diare
    • Kafein memiliki efek laksatif dan dapat membuat diare lebih buruk. Hindari kopi, teh, cokelat, dan makanan yang mengandung kafein lainnya.
    • Buah kering. Kurma, kismis, dan plum adalah makanan yang mengandung gula tinggi dan dapat memperburuk diare pada si kecil.

    Nah, kini Moms sudah tak bingung lagi kan dengan asupan yang tepat saat anak diare. Jika membutuhkan produk maupun artikel kesehatan lainnya, coba akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehatDaftar Pustaka

    1. Diarrhea in Children : Why It Happens – webmd.com/children/guide/diarrhea-treatment#1, diakses pada tanggal 14-9-2018
    2. How to ease Toddler Diarrhea – healthline.com/health/parenting/food-for-toddler-with-diarrhea, diakses pada tanggal 14-9-2018
    3. When your child has diarrhea – medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000693.htm , diakses pada tanggal 14-9-2018
    4. Baby Diarrhea Foods – wholesomebabyfood.momtastic.com/baby_diarrhea_foods.htm , diakses pada tanggal 14-9-2018
    5. Pengobatan Diare – , diakses pada tanggal 14-9-2018
    6. Best and worst food to feed a child with diarrhea – bundoo.com/articles/best-and-worst-foods-to-feed-a-child-with-diarrhea/ , diakses pada tanggal 14-9-2018
    Read More
  • Menjelang liburan, pasti banyak sekali checklist destinasi wisata yang ada dalam bucket list Anda dan keluarga. Mulai dari pegunungan, pantai, Disneyland atau tempat menarik lainnya, pastikan setiap destinasi meninggalkan kenangan yang indah bagi anak Anda. Dan jangan sampai kegiatan liburan terganggu dengan kondisi kesehatan anak yang menurun. Hati-hati pula dengan kemungkinan yang dapat terjadi kepada […]

    Hati-hati Diare Menyerang Anak Saat Liburan

    Menjelang liburan, pasti banyak sekali checklist destinasi wisata yang ada dalam bucket list Anda dan keluarga. Mulai dari pegunungan, pantai, Disneyland atau tempat menarik lainnya, pastikan setiap destinasi meninggalkan kenangan yang indah bagi anak Anda. Dan jangan sampai kegiatan liburan terganggu dengan kondisi kesehatan anak yang menurun. Hati-hati pula dengan kemungkinan yang dapat terjadi kepada Anda dan keluarga ketika sedang liburan terutama diare yang bisa menyerang Anda sekeluarga.

    Cegah dan atasi diare di saat liburan dengan beberapa tips ini:

    Traveler’s Diarrhea
    Istilah ini sering digunakan sebagai istilah umum untuk setiap penyakit mulai dari sakit perut sampai mencret selama atau setelah perjalanan. Tingkat serangan diare tipe ini berkisar dari 30% sampai 70% dari wisatawan, tergantung pada tujuan dan musim perjalanan. Secara tradisional, banyak yang berpikir bahwa diare jenis ini dapat dicegah dengan mengikuti rekomendasi sederhana seperti “kupas, rebus, masak” namun penelitian telah menemukan bahwa orang yang mengikuti aturan-aturan ini masih terserang diare. Diare jenis ini tidak hanya menyerang orang dewasa, tapi banyak kasus menyerang anak-anak usia balita. (Sumber: cdc.gov)

    prosehat diare

    Penyebab Traveler’s Diarrhea
    Diare sebenarnya adalah cara tubuh membersihkan diri dari kuman, dan sebagian besar kasus diare terjadi selama beberapa hari atau seminggu. Diare sering terjadi disertai demam, mual, muntah, kram, dan dehidrasi. Beberapa alasan paling umum anak-anak terkena diare saat liburan adalah infeksi virus:
    Infeksi dari virus seperti rotavirus, bakteri Salmonella dan, walau jarang ditemukan kasusnya, parasit seperti giardia. Virus adalah penyebab paling umum dari terjadinya diare anak. Gejalanya berupa mencret atau tinja berair, gejala infeksi viral gastroenteritis termasuk muntah, sakit perut, sakit kepala, dan demam. Untuk penyebab diare lainnya adalah efek samping obat-obatan, keracunan makanan, alergi makanan, dan sebagainya.

    Cegah Traveler’s Diarrhea
    Ketika mencegah diare terjadi pada anak saat dalam perjalanan liburan atau road trip mereka, sebaiknya para orang tua melakukan hal ini:

    Baca juga: 7 Tips Road Trip 3 Hari di Jalan dengan Anak

    • Jaga asupan cairan anak: jika anak Anda masih menyusui ASI, berikan ASI untuk membunuh infeksi dari virus yang menyebabkan terjadinya diare. Perhatikan air mineral yang dikonsumsi anak. Sediakan stok air mineral bersih yang dibeli di supermarket.
    • Cuci botol susu dan alat makan dengan air bersih: saat berlibur, pastikan Anda memiliki akses air bersih ketika sedang berhenti untuk menginap di sebuah hotel. Jangan sampai tempat dan alat makannya dicuci dengan air seadanya dengan alasan sedang dalam perjalanan liburan. Air bersih penting agar si kecil terhindar dari serangan bakteri jahat. Air menjadi media penularan berbagai kuman seperti bakteri, virus dan jamur.
    • Hindari keracunan makanan: pastikan makanan yang mereka makan bersih dan telah melalui proses memasak yang benar dan benar-benar matang.
    • Hindari wc umum yang kotor: kebersihan sanitasi terkadang menjadi persoalan yang cukup memusingkan saat dalam perjalanan liburan dengan anak. Padahal kebersihan sanitasi sangat membantu mengurangi risiko diare pada anak. Jika tidak dapat menemukan wc atau toilet umum yang bersih, pastikan Anda menyediakan tisu basah anti bakteri dan hand sanitizer untuk mengurangi risiko terkena diare.
    • Budayakan cuci tangan sebelum makan: cuci tangan dengan air bersih dan hand sanitizer untuk mencegah kuman masuk ke dalam mulutnya. Cuci tangan sebelum dan sesudah makan, dan setelah menggunakan jamban.
    • Sediakan kotak p3k anak: sebagai pertolongan pertama dan bentuk pengobatan pertama, sediakan kotak p3k anak seperti ini untuk mencegah diare terjadi pada anak dan mengobati diare. Kotak p3k untuk anak ini dilengkapi dengan obat probiotik yang akan mengobati diare pada anak.

    klik di sini paket prosehat p3k anak

    Beli di sini: Paket P3K Liburan Anak

    Perhatikan selalu kondisi kesehatan anak dan juga Anda, sebagai orang tua karena keberhasilan liburan akhir tahun ini ditentukan dengan seberapa sehat Anda sekeluarga. Jadi tetap pertahankan kebiasaan hidup sehat Anda untuk cegah terjadinya traveler’s diarrhea pada Anda sekeluarga.

    klik di sini prosehat ebook p3k anak

    Free Download E-book P3K Anak: Tips dan Checklist Jaga Anak Tetap Sehat Saat Liburan

    Referensi:

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja