Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ stres”

Showing 1–10 of 14 results

  • Pemerintah telah resmi melarang mudik Lebaran bagi semua masyarakat. Akan ada ketentuan dan sanksi yang disiapkan bila larangan ini dilanggar. Baca Juga: Mudik Lebaran 2021 Resmi Dilarang Larangan mudik dicetuskan untuk mencegah penularan dengan memutus mata rantai penularan virus Corona yang sudah menjadi pandemi. Larangan terkait mudik tentunya membuat beberapa warga merasa rindu akan kampung […]

    Tips Mengelola Stres Karena Dilarang Mudik Lebaran, dan Cara Silaturahmi Langsung yang Aman Saat Lebaran

    Pemerintah telah resmi melarang mudik Lebaran bagi semua masyarakat. Akan ada ketentuan dan sanksi yang disiapkan bila larangan ini dilanggar.

    Baca Juga: Mudik Lebaran 2021 Resmi Dilarang

    Larangan mudik dicetuskan untuk mencegah penularan dengan memutus mata rantai penularan virus Corona yang sudah menjadi pandemi.

    Larangan terkait mudik tentunya membuat beberapa warga merasa rindu akan kampung halamannya, ditambah lagi kebosanan akibat imbauan untuk di rumah saja, akan mudah memicu kecemasan, stress, bahkan depresi.

    Munculnya rasa sedih, bingung, takut, ataupun stres kala pandemi adalah hal yang mungkin dirasakan oleh beberapa orang.

    Stres yang dirasakan dapat memengaruhi pola tidur maupun makan seseorang, menimbulkan kondisi sulit tidur maupun sulit berkonsentrasi, bila dibiarkan terus-menerus maka stres sendiri akan memperburuk kondisi kesehatan maupun mental seseorang dan akan meningkatkan konsumsi alkohol maupun rokok, bahkan menimbulkan perilaku yang impulsif dan agresif.

    Baca Juga: Mudik Lokal Dilarang

    Sehingga penting untuk Sahabat, orang sekitar, maupun komunitas untuk mengetahui cara untuk mengelola rasa stres dengan tepat. Berikut adalah tips untuk mengelola stres:

    • Pastikan Sobat tetap melakukan pola hidup yang sehat, termasuk mengonsumsi makanan bergizi, pastikan untuk memenuhi kebutuhan makronutrien Sobat, yaitu karbohidrat, protein, dan lemak. Jangan lupa juga untuk memenuhi kebutuhan mikronutrien seperti vitamin dan mineral juga yang banyak didapatkan dari buah dan sayuran. Selain dari pola makan, ingatlah untuk tidur yang cukup setiap harinya setidaknya 8 jam sehari. Biasakan juga untuk melakukan aktivitas fisik atau olahraga secara rutin. Lakukanlah olahraga minimal 150 menit selama satu minggu. Aktif bergerak dapat dimulai dari hal-hal yang sederhana seperti membatasi duduk yang terlalu lama, memilih untuk naik tangga dibandingkan dengan eskalator, jalan kaki bila tujuan dekat, dan lain-lain. Aktivitas fisik sudah terbukti dapat menurunkan stres, perasaan terisolasi, dan membantu meringankan perasaan cemas maupun depresi, karena dapat meningkatkan hormon-hormon yang dapat memperbaiki mood Sobat, seperti dopamine, adrenaline, dan serotonin.
    • Hindari konsumsi alkohol, rokok, atau obat-obatan terlarang untuk mengendalikan perasaan Sobat. Bila Anda sedang terbeban, lebih baik mencari bantuan dari kerabat terdekat atau tenaga profesional untuk membantu menjaga kesehatan mental Sobat.
    • Pintar menyaring informasi yang didengar maupun dibaca, pastikan informasi yang didapatkan tepat dan akurat. Hal ini akan membantu Sobat untuk mengetahui mengenai penyakit dan cara pencegahan penularan dengan tepat. Sehingga Sobat memiliki pengetahuan yang tepat dan dapat berperan aktif untuk mencegah penularan penyakit Corona.
    • Batasi waktu untuk membaca berita-berita dari media yang mungkin dapat membuat Sobat dan kerabat merasa semakin terbeban.
    • Lakukan aktivitas yang membuat Sobat senang dan rileks, seperti hobi atau keterampilan yang mungkin sudah jarang dilakukan akibat aktivitas yang padat selama ini.
    • Meluangkan waktu untuk bersosialisasi dengan keluarga atau kerabat yang tinggal serumah dan kerabat lainnya dengan telepon genggam.
    • Pastikan untuk tetap rajin beribadah dengan berdoa, saling berbagi, dan mempedulikan orang sekitar. Buah pikir kita adalah hal yang sangat penting untuk dijaga karena pikiran kita memiliki begitu banyak kapasitas untuk melakukan kebaikan, belajar, mengerjakan sesuatu, dan berkembang, sehingga akan menjadi suatu hal yang sangat disayangkan bila pikiran kita tidak digunakan dengan tepat dan maksimal. Ingatlah bahwa pikiran diri sendiri adalah hal yang dapat kita kendalikan, sehingga bila muncul pikiran yang negatif, setiap orang memegang kendali untuk selalu memilih pikiran yang positif dan membangun. Sebagai kontribusi untuk sesama, Sobat bisa juga menawarkan untuk membantu mendoakan orang lain yang sedang sakit, menyampaikan pesan yang akan meningkatkan semangat, harapan, dan kenyamanan untuk orang lain.
    • Manfaatkan teknologi dengan menelepon atau video call bersama keluarga, kerabat, teman, sahabat saat menjelang atau hari raya Idul Fitri. Setidaknya ini bisa mengobati kerinduan walaupun tidak bertemu secara langsung.

    Cara Silaturahmi yang Aman Saat Lebaran

    Meski mudik dilarang, dan membuat Sahabat harus bersilaturahmi secara virtual dengan saudara di kampung halaman, Sahabat masih bisa bersilaturahmi dengan tetangga atau kerabat yang masih berada di satu wilayah atau provinsi secara langsung.

    Namun untuk bisa bersilaturahmi secara langsung ini Sahabat tetap harus menjalankan protokol-protokol kesehatan supaya tetap dapat terhindar dari Covid-19. Berikut protokol kesehatan yang perlu Sahabat lakukan.

    • Mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak saat hendak ke luar rumah
    • Hindari menyentuh benda-benda atau permukaan yang kemungkinan terinfeksi virus
    • Tidak bersalaman dan ganti dengan senyuman
    • Tidak berlama-lama saat melakukan kunjungan langsung
    • Menggunakan kendaraan pribadi
    • Bersihkan diri setibanya di rumah

    Baca Juga: Lindungi Diri dan Keluarga, Lakukan 9 Langkah Ini Setibanya di Rumah Saat Silaturahmi Lebaran

    Itulah tips yang bisa dilakukan untuk mengatasi stres karena mudik dilarang, dan cara tetap silaturahmi langsung dengan tetangga atau kerabat di satu wilayah menggunakan protokol kesehatan. Meski begitu, supaya aman dan terhindar dari Covid-19, Sahabat sebaiknya silaturahmi Lebaran di rumah saja secara virtual.

    Selain itu, bagi Sahabat yang ingin konsultasi online dengan dokter mengenai protokol kesehatan ini, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Detikcom T. Larangan Mudik demi Corona Tak Makin Pandemik [Internet]. detiknews. Available from: https://news.detik.com/berita/d-4985978/larangan-mudik-demi-corona-tak-makin-pandemik
    2. CDC. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/lab/index.html
    3. The best exercises to combat stress during lockdown [Internet]. The Independent. 2020. Available from: https://www.independent.co.uk/life-style/health-and-families/lockdown-exercise-stress-anxiety-depression-relief-running-a9492706.html
    4. Coping with stress during the 2019-nCoV outbreak [Internet]. World Health Organization; 2020. Available from: https://www.who.int/docs/default-source/coronaviruse/coping-with-stress.pdf?sfvrsn=9845bc3a_2
    5. Physical Activity Guidelines for American. 2nd ed. U.S. Department of Health and Human Services; 2018.
    6. World Health Organizaton. Safe Ramadan practices in the context of the COVID-19.
    Read More
  • Pandemi COVID-19 selama beberapa bulan terakhir membuat masyarakat banyak berdiam diri di rumah. Berbagai cara telah dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona, salah satunya adalah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia. Hal ini membuat masyarakat belajar, bekerja, dan beribadah di rumah. Namun, kegiatan belajar-mengajar di rumah juga membuat anak menjadi jenuh […]

    7 Tips Orang tua Dampingi Anak yang Bosan & Stres Belajar di Rumah

    Pandemi COVID-19 selama beberapa bulan terakhir membuat masyarakat banyak berdiam diri di rumah. Berbagai cara telah dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona, salah satunya adalah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia. Hal ini membuat masyarakat belajar, bekerja, dan beribadah di rumah.

    Namun, kegiatan belajar-mengajar di rumah juga membuat anak menjadi jenuh dan stres. Oleh karena itu, peran Sobat sebagai orang tua sangatlah penting dalam proses belajar dan mengajar anak di rumah.

    Berikut adalah 7 panduan bagi orang tua dalam mendampingi anak yang bosan dan stres belajar di rumah:

    1. Mengatur jadwal belajar anak

    Selama pandemi, perubahan runitinas juga membuat anak stres. Jadwal anak untuk tidur, makan, bermain dan belajar juga harus tetap dipertahankan selama proses belajar di rumah.

    Rutinitas harian yang baik akan membuat anak mendapatkan waktu tidur ideal selama 8-9 jam sehari, sehingga anak berada dalam kondisi prima untuk belajar. Pengaturan jadwal yang baik dapat membuat anak tetap produktif selama menjalani physical distancing.

    Baca Juga: 3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Selama Pandemi

    2. Memilih lokasi belajar yang nyaman

    Lokasi belajar yang nyaman memungkinkan anak untuk belajar dengan penuh konsentrasi. Hindari belajar di atas tempat tidur, karena akan berakibat buruk pada tulang belakang, penglihatan dan membuat anak mengantuk.2

    Oleh karena itu, saat belajar, pilihlah tempat dimana anak bisa duduk dengan postur tubuh yang baik dan belajar dengan nyaman dan fokus, contohnya meja belajar. Selain itu, jauhkan gangguan seperti suara TV, mainan, dan handphone dari anak selama jam belajar.

    3. Membangun suasana belajar yang positif dan menyenangkan

    Selama belajar di rumah, orang tua harus siap berperan sebagai guru di rumah. Jika tidak didampingi, anak akan mudah merasa bosan dan tidak semangat belajar.

    Oleh karena itu, orang tua didorong untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan melalui lagu, peragaan, diskusi dan soal-soal latihan yang mendorong anak antusias belajar.

    Baca Juga: 10 Tips Persiapan Hari Pertama Sekolah Anak

    4. Bersabar

    Bukan hanya anak yang belajar di rumah, orang tua pun harus belajar menahan emosi dan bersabar selama mendampingi anak belajar. Mungkin anak akan bertanya berkali-kali mengenai pelajaran yang tidak dipahami.

    Namun, perlu diingat bahwa kemampuan anak berbeda-beda dan mereka tetap membutuhkan tuntunan orang tua dalam belajar. Orang tua sebaiknya tetap tenang dan sabar karena antusias mengajar akan membuat anak juga semangat untuk belajar.

    5. Berkomunikasi dengan guru

    Bagaimanapun juga, guru di sekolah tetap menjadi sosok yang telah mendampingi anak dalam belajar. Bahkan guru juga tahu kebiasaan anak saat belajar dan hal-hal yang membuat mereka semangat belajar. Jangan ragu untuk berkomunikasi dengan guru mengenai hal ini.3

    Ceritakan kesulitan Sobat dalam mendampingi anak belajar dan tanyakan apakah sang guru memiliki tips untuk mengatasinya. Komunikasi guru dan orang tua adalah yang penting demi kelangsungan proses belajar-mengajar di rumah selama pandemi COVID-19.

    6. Beri motivasi kepada anak

    Memberi motivasi kepada anak untuk belajar merupakan hal yang harus dilakukan orang tua, terutama saat belajar di rumah. Penelitian telah membuktikan bahwa dorongan dan motivasi dari orang tua berpegaruh besar dalam menstimulasi anak untuk belajar.4 Motivasi dapat diberikan dalam bentuk pujian, kalimat pembangun semangat, snack, hadiah, dan aktivitas seru lainnya.

    7. Sediakan waktu untuk bersenang-senang

    Sama seperti di sekolah, anak mendapatkan waktu istirahat disela-sela pelajaran. Oleh karena itu, berikan waktu bagi anak untuk beristirahat. Menyusun puzzle merupakan salah satu kegiatan seru dan mengasah otak untuk dilakukan bersama anak selama waktu istirahat.

    Selama istrirahat, orang tua dapat mengajak anak untuk stretching badan dan juga mengadakan permainan yang mendorong anak untuk melakukan aktivitas fisik seperti bermain petak umpet, lompat tali, dan lain-lain.5

    Baca Juga: Mencegah Bahaya Hepatitis A pada Anak

    Nah, itulah  7 tips untuk mendampingi anak yang bosan dan stres belajar dirumah. Selain itu, bagi Sahabat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Chaput, J., Dutil, C., & Sampasa-Kanyinga, H. (2018). Sleeping hours: what is the ideal number and how does age impact this?. Nature And Science Of SleepVolume 10, 421-430. doi: 10.2147/nss.s163071
    2. Is Studying in Bed Bad For Your Grades? Pros and Cons of Studying in Bed – studyplaces.com. (2020). Retrieved 8 May 2020, from https://studyplaces.com/is-studying-in-bed-bad-for-your-grades-pros-and-cons-of-studying-in-bed/
    3. Building Parent-Teacher Relationships. (2020). Retrieved 9 May 2020, from https://www.readingrockets.org/article/building-parent-teacher-relationships
    4. Xia, T., Gu, H., & Li, W. (2019). Effect of Parents’ Encouragement on Reading Motivation: The Mediating Effect of Reading Self-Concept and the Moderating Effect of Gender. Frontiers in psychology10, 609. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2019.00609
    5. Egger, F., Benzing, V., Conzelmann, A., & Schmidt, M. (2019). Boost your brain, while having a break! The effects of long-term cognitively engaging physical activity breaks on children’s executive functions and academic achievement. PloS one14(3), e0212482. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0212482
    Read More
  • Bekerja adalah suatu kegiatan yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam kehidupan. Saat seseorang memutuskan untuk bekerja berarti ia sudah siap dengan berbagai risiko yang akan dihadapi. Bekerja berdasarkan hobi adalah suatu keuntungan karena pekerjaannya akan terasa ringan dan bekerja tidak berdasarkan hobi awalnya akan terasa berat tetapi jika dilakukan dengan penuh tanggung jawab semua […]

    8 Cara Mengatasi Stres Kerja yang Perlu Kamu Lakukan

    Bekerja adalah suatu kegiatan yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam kehidupan. Saat seseorang memutuskan untuk bekerja berarti ia sudah siap dengan berbagai risiko yang akan dihadapi.

    Bekerja berdasarkan hobi adalah suatu keuntungan karena pekerjaannya akan terasa ringan dan bekerja tidak berdasarkan hobi awalnya akan terasa berat tetapi jika dilakukan dengan penuh tanggung jawab semua hal itu akan hilang.

    stress kerja

    Baca Juga: Berikut Ini 4 Tips untuk Mengatasi Stres

    Dunia kerja adalah dunia yang sangat penuh dengan tekanan maka tidak heran banyak orang yang mengalami rasa frustasi karena tekanan tinggi saat kerja.

    Ada beberapa hal yang umumnya menjadi penyebab seseorang mengalami stres dengan pekerjaan di antaranya bertambahnya tanggung jawab tapi gaji tidak naik, persaingan dengan rekan kerja, dan tekanan dari atasan yang begitu besar.

    Setiap masalah pasti ada solusi untuk mengatasinya, begitupun masalah pekerjaan pasti ada jalan keluar untuk mengatasinya.

    Berikut ini adalah 8 Cara untuk mengatasi Stres kerja:

    1. Luangkan waktu untuk liburan

    Liburan bisa menjadi salah satu solusi untuk menghilangkan rasa stres karena bekerja, karena tekanan dalam bekerja dapat membuat kita lupa akan hal yang lebih menyenangkan seperti liburan ke tempat-tempat yang memiliki tingkat keindahan. Contohnya, Pantai Kuta di Bali dan Pantai Santolo.

    2. Luangkan waktu bersama keluarga

    Salah satu cara menghilangkan masalah yang ada di pikiran adalah dengan meluangkan waktu dengan keluarga. Kumpul bersama keluarga menjadi hal penting karena rasa lelah dan putus asa saat kerja akan hilang saat melihat senyum dari anak dan istri. Ketika berkumpul dengan keluarga pasti banyak momen yang dapat membuat kita lupa akan semua masalah pekerjaan.

    3. Mendengarkan musik

    Saat rasa stres kerja melanda tentu pekerjaanpun akan banyak terabaikan. Pemikiran yang selalu tertuju pada satu masalah membuat pikiran tidak henti-hentinya memikirkan masalah itu.

    Mendengarkan musik bisa menjadi solusi untuk melupakan semua masalah pekerjaan yang melanda pikiran. Rileks dan santai dapat dibentuk dengan cara mendengarkan musik yang miliki irama santai seperti musik yang bergenre dangdut dan reggae.

    Baca Juga: Lakukan Langkah Ini Jika Stres Akibat Corona

    4. Curhat kepada rekan kerja

    Meluapkan semua masalah yang ada dipikiran dan menceritakannya kepada teman kerja sangatlah baik untuk mengatasi stres kerja. Rekan kerja tentunya akan miliki berbagai solusi dan akan memberikan masukan-masukan terbaiknya guna terhidar dan keluar dari masalah yang sedang dihadapi.

    5. Buat ruang kerja yang berbeda

    Saat stres kerja menghampiri buatlah suasana baru di ruang kerja contohnya dengan merubah posisi monitor dan mengubah posisi tempat duduk. Perubahan tatanan tempat kerja tentunya dapat memberikan semangat baru dan sedikit melupakan masalah yang sedang dihadapi.

    6. Jangan menunda pekerjaan

    Saat pikiran sedang dipenuhi oleh masalah pekerjaan, salurkanlah semua keluh kesal kedalam hal yang positif salah satunya adalah dengan secepatnya menyelesaikan pekerjaan. Jangan sampai masalah yang ada membuat kinerja dalam bekerja menjadi menurun terus jadi pemikiran tanpa ujung. Jadikan motivasi positif untuk terus melakukan hal terbaik untuk kedepannya.

    7. Melakukan hobi

    Melakukan rutinitas yang menjadi hobi tentunya sangat penting untuk menghilangkan stres dalam bekerja, beberapa hobi yang umumnya dilakukan seperti main bola, bulu tangkis, berenang dan bermain games di ponsel. Selain dapat melupakan masalah yang ada di kepala, melakukan hobi juga akan membuat suasana hati menjadi gembira dan senang.

    Baca Juga: Stres dan Panik Hadapi Corona, Justru Turunkan Imun Tubuh

    Itulah beberapa cara untuk mengatasi stres saat kerja. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan dapat dijadikan referensi terbaik bagi para pekerja yang mengalami kejenuhan kerja. Apabila Sobat menginginkan informasi lebih lanjut mngenai solusi menangani stres saat bekerja dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

    Referensi:
    cermati.com/artikel/atasi-stres-kamu-ditempat-kerja-dengan-cara-ini
    glints.com/id/lowongan/cara-mengatasi-stres-kerja/

    Read More
  • Banyaknya tekanan pada lingkungan kerja akan semakin mempengaruhi kesejahteraan psikologis para pekerjanya. Hal tersebut tentunya akan memicu pekerja mengalami gangguan kesehatan mental seperti mengalami stres berat dan burnout syndrome. Baca Juga: Penyebab Gangguan Kesehatan Mental yang Perlu Dideteksi Tingginya stress yang dialami pekerja sangat dikhawatirkan dapat mempengaruhi kesejahteraan keluarga dan bahkan bisa berdampak pada ketahanan […]

    Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Lingkungan Kerja

    Banyaknya tekanan pada lingkungan kerja akan semakin mempengaruhi kesejahteraan psikologis para pekerjanya. Hal tersebut tentunya akan memicu pekerja mengalami gangguan kesehatan mental seperti mengalami stres berat dan burnout syndrome.

    menjaga kesehatan mental di lingkungan kerja

    Baca Juga: Penyebab Gangguan Kesehatan Mental yang Perlu Dideteksi

    Tingginya stress yang dialami pekerja sangat dikhawatirkan dapat mempengaruhi kesejahteraan keluarga dan bahkan bisa berdampak pada ketahanan rumah tangganya.

    Dan sebaliknya, apabila seorang pekerja merasa tertekan karena masalah internal keluarga, kesehatan maupun keuangan, maka kesehatan mental dan fisik mereka juga akan terganggu. Hal ini justru akan mengganggu produktivitas mereka ditempat kerja.

    Meskipun saat ini masyarakat sudah semakin meyadari pentingnya kesehatan mental, tetapi masih banyak pula yang menganggap permasalahan ini bukanlah sesuatu yang penting.

    Dengan banyaknya masyarakat yang menganggap kesehatan mental sebagai sesuatu yang abstrak membuat kepedulian masyarakat kepada penderita gangguan kesehatan mental seringkali tidak tepat penanganannya dan justru memperparah keadaan.

    Mengapa kesadaran Akan Kesehatan Mental di Lingkungan Kerja Sangat Penting?

    Menurut seorang professor psikiater dari New York, mengatakan bahwa otak manusia terhubung dengan sistem endokrin yang dapat melepaskan hormon penting untuk menjaga kesehatan mental.

    Dengan demikian dapat diartikan bahwa ketika seseorang mengalami gangguan mental, maka kemungkinan sedang terdapat gangguan pada sistem kerja otaknya.

    Berdasarkan fakta yang dipublikasi oleh World Health Organization (WHO), gangguan mental dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat signifikan.

    Dapat diperkirakan kerugian ekonomi dunia adalah $1 triliun yang disebabkan oleh kurangnya produktifitas akibat gangguan kesehatan mental.

    Gangguan kesehatan mental ini juga bisa mempengaruhi performa dan produktifitas pekerja, kemampuan fisik, hubungan dengan rekan kerja, dan bahkan aktivitas sehari-hari di rumah maupun di kantor.

    Jika semakin dibiarkan, penderita gangguan mental ini akan semakin sulit mengendalikan dirinya misalnya dengan meluapkan emosi dengan meledak-ledak atau menjadi sangat sensitif, seringkali membuat dirinya dicap sebagai seseorang yang menyebalkan. Hal ini dapat menyebabkan kerugian untuk diri sendiri dan orang lain.

    Penyebab Terganggunya kesehatan Mental di Tempat Kerja

    Banyak faktor yang dapat menyebabkan seseorang memiliki gangguan mental di tempat kerja. Salah satu faktornya yaitu masalah internal, seperti adanya kelainan genetik atau riwayat di keluarga yang menderita gangguan mental. Namun, terdapat pula faktor eksternal yang dapat dipicu dari lingkungan kerja, di antaranya:

    • Cara komunikasi dan sistem manajemen pekerjaan yang buruk
    • Tujuan organisasi dan tugas-tugas yang diberikan kurang jelas
    • Minimnya dukungan dari atasan maupun antar pekerja
    • Jam kerja yang tidak beraturan sehingga mengganggu kehidupan pribadi
    • Sempitnya ruang berekspresi
    • Kesempatan berpartisipasi dikhususkan hanya untuk pegawai tertentu saja
    • Jobdesk yang tidak tepat untuk kompetensi individu pegawai
    • Maraknya senioritas antarpekerja

    Cara tepat dalam mengurangi tingkat stres akibat faktor penyebab d iatas yaitu dengan mulai membiasakan melakukan perilaku mental positif (Positive Mental Attitude).

    Baca Juga: 8 Cara Mengatasi Stres Kerja yang Perlu Kamu Lakukan

    Berikut 9 tips yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mental di lingkungan kerja

    1. Berpikir Positif

    Banyak memikirkan hal negatif dapat menyebabkan suasana hati menjadi rusak, sama halnya dengan overthinking atau berpikir berlebihan terhadap hal-hal kecil.

    Sebaiknya hindari hal tersebut, dan mulailah untuk berpikir positif dan sederhana terhadap diri sendiri dan orang lain, sehingga suasana hati anda tidak mudah rusak dan akan selalu tenng, bahagia, dan juga nyaman.

    2. Melatih Pernapasan

    Beberapa ahli mengatakan bahwa melatih pernapasan merupakan kunci utama dalam menjaga kesehatan jangka panjang. Dengan bernapas, banyak oksigen yang akan mengalir ke dalam tubuh sehingga dapat mengurangi emosi. Melatih pernapasan juga dapat mengurangi risiko terkena serangan jantung dan kardiovaskular.

    3. Konsumsi Teh

    Saat sedang merasa kesal, sebaiknya hindari mengonsumsi minuman yang memiliki kandungan kafein, dan gantilah dengan secangkir teh hangat. Karena meminum teh dipercaya dapat membuat perasaan dan pikiran menjadi lebih positif dan tenang, sehingga dapat menjaga kesehatan mental lebih baik.

    Produk Terkait: Jual Teh Hijau

    4. Bersosialisasi

    Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa dengan bersosialisasi, seseorang akan merasa lebih dekat dan dapat saling memahami serta menghargai satu sama lain. Oleh karena itu, hubungan sosial yang baik dapat menjaga kesehatan mental lebih optimal.

    5. Membatu rekan Kerja

    Dengan membantu orang lain, seseorang akan menumbuhkan perasaan bahagia untuk diri sendiri dan orang lain. Seperti diketahui, bahagia adalah salah satu cara untuk menjaga kesehatan mental tetap stabil.

    6. Berolahraga

    Melakukan olahraga secara rutin dapat meredakan depresi dan gangguan cemas berlebih. Berolahraga juga baik untuk menjaga kesehatan mental dan fisik.

    Ada beberapa pilihan olahraga yang dapat dilakukan untuk berolahraga di kantor, misalnya seperti berjalan mengelilingi kantor ataupun menggunakan tangga untuk naik turun selama kegiatan di kantor.

    7. Cari hiburan

    Ketika sedang merasa stress dengan pekerjaan, cobalah untuk mencari sedikiit hiburan dengan mendengarkan musik, beribadah, bersosialisasi, dan sebagainya. Dengan melakukan cara tersebut, beban pikiran akan terasa menjadi lebih ringan dan hal ini dapat membantu untuk kembali fokus dalam bekerja.

    8. Manajemen Waktu dengan Baik

    Memang tak dapat dihindari bahwa adanya masalah keluarga akan sangat mempengaruhi produktivitas kerja seseorang. Sehingga dengan memiliki manajemen waktu dengan baik antara pekerjaan dan keluarga dapat membantu meredakan stress.

    9. Menghargai Diri Sendiri

    Agar dapat terhindar dari  ekspetasi berlebih terhadap sesuatu yang bisa memicu stress, ada beberapa hal yang penting untuk diingat oleh pekerja kantoran.

    Salah satunya adalah tanamkan pada diri sendiri bahwa tidak ada karyawan yang sempurna. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mental sangat berkaitan dengan penerimaan diri sehingga tidak selalu membandingkan diri dengan orang lain.

    Baca Juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi

    Namun, apabila dengan menerapkan cara diatas belum mampu meningkatkan kesehatan mental Sahabat Sehat, sebaiknya segera konsultasikan pada dokter atau psikiater.

    Sahabat bisa mengagendakan untuk berkonsultasi dengan psikiater secara daring atau online melalui fasilitas kesehatan yang telah disediakan oleh Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

     

    Referensi:

    1. [online] Available at: <https://cpmh.psikologi.ugm.ac.id/2020/09/28/menjaga-kesehatan-mental-di-lingkungan-kerja/> [Accessed 15 April 2021].
    2. Negara, D., 2021. Kesehatan Mental di Lingkungan Kerja. [online] Djkn.kemenkeu.go.id. Available at: <https://www.djkn.kemenkeu.go.id/artikel/baca/13552/Kesehatan-Mental-di-Lingkungan-Kerja.html> [Accessed 15 April 2021].
    3. Khoiri, A., 2021. Delapan Cara Mudah Jaga Kesehatan Mental di Tempat Kerja. [online] gaya hidup. Available at: <https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20160524194516-255-133191/delapan-cara-mudah-jaga-kesehatan-mental-di-tempat-kerja> [Accessed 15 April 2021].

     

     

     

    Read More
  • Beberapa ahli kesehatan mengatakan bahwa efek dari pandemi Covid-19 ini dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan mental. Meskipun gangguan ini sangat memerlukan pengobatan dan terapi, makanan yang dikonsumsi juga dapat berperan penting dalam kesejahteraan mental. Baca Juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi Saat ini berbagai macam kekhawatiran sering membebani pikiran semenjak adanya pandemi. Hal […]

    7 Nutrisi Penting untuk Mencegah Gangguan Kesehatan Mental

    Beberapa ahli kesehatan mengatakan bahwa efek dari pandemi Covid-19 ini dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan mental. Meskipun gangguan ini sangat memerlukan pengobatan dan terapi, makanan yang dikonsumsi juga dapat berperan penting dalam kesejahteraan mental.

    nutrisi penting untuk mencegah gangguan kesehatan mental

    Baca Juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi

    Saat ini berbagai macam kekhawatiran sering membebani pikiran semenjak adanya pandemi. Hal tersebut tentunya dapat memicu seseorang dapat dengan mudah terserang stress dan cemas yang berlebih.

    Sehingga pada akhirnya banyak orang yang meminta resep obat dari dokter, seperti obat anti depresan, anti-insomnia, dan anti-kecemasan. Namun, jika diminum dalam jangka panjang, justru obat-obatan ini akan membahayakan tubuh.

    Oleh sebab itu, mengonsumsi makanan sehat dapat menjadi salah satu upaya pencegahan awal ataupun untuk mengurangi dampak dari kecemasan, depresi, maupun gangguan kesehatan mental lainnya. Berikut ini adalah 9 macam nutrisi penting untuk mencegah gangguan kesehatan mental.

    1. Omega-3

    Lemak omega-3 banyak terkandung pada ikan. Lemak ini sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan otak dan saraf, serta dapat meredakan perasaan cemas berlebih yang berujung pada timbulnya stres.

    Hal ini telah dibuktikan pada sebuah penelitian yang mengungkapkan bahwa omega-3 sangat bagus untuk perkembangan otak, dan juga dapat memperbaiki gangguan mood.

    Produk Terkait: Jual Sea-Quill Omega -3 Salmon

    Lemak omega-3 ini dapat ditemukan pada jenis ikan yang berminyak, seperti makerel, salmon, ataupun tuna. Namun, jika memiliki alergi pada ikan-ikanan, asupan omega-3 dapat diperoleh dari sumber makanan lainnya seperti kacang merah, walnuts, dan kacang edamame.

    2. Zinc

    Anggapan bahwa zinc hanya dibutuhkan tubuh hanya saat sedang sakit ternyata tidak benar adanya. Nyatanya zinc merupakan nutrisi yang sangat penting bagi kesehatan tubuh dan juga kesehatan mental, sehingga perlu juga dikonsumsi meskipun tubuh sedang terasa fit.

    Produk Terkait: Jual Zinc Dispersibel Tablet 20mg

    Untuk mencukupi kebutuhan zinc harian, nutrisi ini dapat diperoleh dari makanan seperti daging ayam, daging sapi, tiram, dan kepiting. Selain itu bisa juga didapat dari bermacam-macam sayur mayur, seperti labu, kacang mete, buncis dan bayam.

    3. Probiotik dan Prebotik

    Probiotik adalah bakteri baik yang hidup di dalam usus, sedangkan prebiotik adalah komponen yang secara alami ditemukan di usus dan memiliki peran untuk memicu perkembangan bakteri baik.

    Sumber makanan yang mengandung probiotik dan prebiotik selain memiliki manfaat yang sangat baik untuk kesehatan usus, namun bermanfaat juga untuk kesehatan mental sehingga dapat meredakan rasa cemas, depresi dan stres.

    Baca Juga: 7 Cara Menangani Flu dengan Cepat dan Mudah

    Makanan dengan kandungan probitik paling tinggi terdapat pada yoghurt dan makanan fermentasi lainnya seperti miso, kefir, kimchi, dan kombucha.

    Selain itu, buttermilk dan beberapa jenis keju seperti cheddar, gouda, atau mozzarella juga merupakan sumber probiotik lain yang sama bagusnya. Sedangkan prebiotik banyak terkandung pada makanan seperti kacang-kacangan, polong-polongan, oat, bawang putih, bawang merah, buah beri, dan pisang.

    4. Vitamin D

    Selain baik untuk sistem imun tubuh, vitamin D juga memiliki peran penting dalam memperbaiki kesehatan mental. Vitamin D sangat dibutuhkan tubuh untuk memproduksi neotransmitter, sehingga jika tubuh kekurangan vitamin ini maka akan sangat berpengaruh juga pada kesehatan mental.

    Produk Terkait: Jual Vitamin Lengkap

    Sumber makanan yang terdapat vitamin D didalamnya antara lain kuning telur, salmon, tuna, dan makanan berbahan dasar susu atau keju.

    5. Buah dan Sayuran Hijau

    Beberapa buah-buahan dan sayuran hijau tertentu dipercaya dapat membantu mengurangi rasa cemas berlebih, karena didalamnya kaya akan prebiotik, vitamin, mineral dan antioksidan.

    Produk Terkait: Jual Vegeblend

    Misalnya, magnesium yang terdapat pada alpukat, salmon, kacang-kacangan, serta brokoli. Selain itu, buah dan sayur juga merupakan salah satu sumber serat alami yang dapat mengurangi kecemasan.

    6. Protein

    Makanan yang kaya akan protein sangat bagus untuk perkembangan dan kesehatan otak. Selain itu, protein juga sangat berpengaruh pada keseimbangan mental yang sehat.

    Menurut seorang pakar gizi, otak merupakan organ tubuh yang sangat sensitif terhadap fluktuasi gula darah sehingga sangat disarankan untuk tidak mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat secara berlebih.

    Karena apabila gula darah dalam tubuh telah mengalami fluktuasi, maka risiko terjadinya kecemasan akan meningkat.

    Oleh sebab itu, usahakan untuk selalu menyertakan sumber protein dalam setiap kali makan agar dapat menyeimbangkan gula darah dalam tubuh. Makanan yang memiliki tinggi protein terdapat pada salmon, daging unggas, telur, daging sapi, kacang, tahu, dan tempe.

    7. Polifenol

    Polifenol biasanya dikonsumsi sebagai asupan penting dalam program diet sehari-hari. Polifenol merupakan senyawa nabati yang tidak bisa dicerna dan hanya dapat dihancurkan oleh mikrobioma dalam usus.

    Polifenol banyak terkandung dalam minyak zaitun, buah berry, kacang kedelai, cengkeh dan teh hijau. Selain itu juga dapat ditemukan dalam kandungan coklat.

    Dengan menjalani pola hidup sehat serta memperhatikan asupan nutrisi pada makanan sehari-hari, Sahabat Sehat dapat terhindar dari gangguan kesehatan mental.

    Baca Juga: Inilah Gejala Kesehatan Mental yang Sering Sahabat Anggap Remeh!

    Namun, apabila Sahabat tetap merasa sedang mengalami gangguan kesehatan mental, sebaiknya segera dikonsultasikan pada dokter atau psikiater. Sahabat bisa mengagendakan untuk berkonsultasi dengan psikiater secara daring atau online melalui fasilitas kesehatan yang telah disediakan oleh Prosehat.

    Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

     

    Referensi:

    1. HuffPost UK. 2021. The Foods To Eat For Better Mental Health. [online] Available at: <https://www.huffpost.com/entry/foods-to-eat-for-mental-health_l_5f342f94c5b6960c066fb450> [Accessed 13 April 2021].
    2. Fitria, R., 2021. Jaga Kesehatan Mental, dengan Mengasup 5 Nutrisi Penting Ini. [online] detikfood. Available at: <https://food.detik.com/info-sehat/d-4747113/jaga-kesehatan-mental-dengan-mengasup-5-nutrisi-penting-ini> [Accessed 13 April 2021].
    3. Putri, N., 2021. Menurut Pakar, Kekurangan 4 Nutrisi Ini Dapat Berpengaruh Terhadap Kesehatan Mental. [online] Womantalk | Good lifestyle, relationship and pop culture for Women. Available at: <https://womantalk.com/health/articles/menurut-pakar-kekurangan-4-nutrisi-ini-dapat-berpengaruh-terhadap-kesehatan-mental-xvq82> [Accessed 13 April 2021].

     

     

    Read More
  • Setiap orang tentunya ingin tidur nyenyak supaya dapat kembali berenergi setelah beraktivitas seharian penuh. Namun beberapa orang diketahui mengalami gangguan tidur, seperti gangguan tidur berjalan yang menyebabkan seseorang berdiri dan berjalan saat tidur. Baca Juga: 10 Cara Mengatasi Kurang Tidur Atau Kebiasaan Bergadang Penderita gangguan tidur berjalan, umumnya tidak dapat merespons dan biasanya tidak mengingat […]

    Sahabat Mengalami Gangguan Tidur Berjalan? Berikut Cara Mengatasinya!

    Setiap orang tentunya ingin tidur nyenyak supaya dapat kembali berenergi setelah beraktivitas seharian penuh. Namun beberapa orang diketahui mengalami gangguan tidur, seperti gangguan tidur berjalan yang menyebabkan seseorang berdiri dan berjalan saat tidur.

    gangguan tidur berjalan

    Baca Juga: 10 Cara Mengatasi Kurang Tidur Atau Kebiasaan Bergadang

    Penderita gangguan tidur berjalan, umumnya tidak dapat merespons dan biasanya tidak mengingat hal yang dilakukan saat tidur.

    Gangguan semacam ini dapat disebabkan oleh banyak faktor misalnya faktor genetik (keturunan), gaya hidup (kurang tidur, jadwal tidur yang tidak teratur, demam, stres, kekurangan magnesium, keracunan alkohol), dan kondisi fisik (menstruasi, kehamilan, gangguan psikiatri, sleep apnea, sindrom tourette, dan Tirotoksikosis).

    Jika hal ini dibiarkan, gangguan tidur dapat berpengaruh pada kondisi fisik dan mental. Lalu bagaimana cara mengatasinya? Yuk, mari simak penjelasan di bawah ini!

    Cara Mengatasi Gangguan Tidur Berjalan

    Gangguan tidur berjalan dapat diatasi dengan pemberian obat seperti benzodiazepin atau antidepresan, yang dapat digunakan untuk mengatasi kecemasan dan gangguan tidur. Penggunaan obat obatan lain mungkin diperlukan, namun sebaiknya diperiksakan ke dokter terlebih dahulu.

    Produk Terkait: Jual Obat Tidur Nyenyak

    Hipnosis

    Terapi hipnosis dinilai turut membantu seseorang menjadi lebih rileks dan fokus. Terapis akan memberikan saran yang disesuaikan dengan kondisi tiap individu.

    Baca Juga: Ternyata Tidur Selama 6 Jam Saja Tidak Cukup

    Penanganan Lanjutan

    Apabila gangguan gangguan tidur berjalan disertai keluhan lain, misalnya sindrom kaki gelisah, perlu mendapatkan penanganan lanjutan sesuai keluhan yang dialami.

    Apabila gangguan tidur berjalan ini dirasa cukup mengganggu, Sahabat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.

    Selain dengan berbagai cara di atas, Sahabat Sehat juga dapat melakukan beberapa tips berikut di rumah :

    • Cobalah tidur pada waktu yang sama setiap malam
    • Memastikan kamar tidur gelap dan tenang
    • Batasi minuman sebelum tidur, terutama minuman berkafein
    • Buang air kecil sebelum tidur
    • Mandi air hangat, membaca, atau menarik napas secara dalam agar rileks.
    • Kelola stres dengan baik

    Apabila yang mengalami gangguan tidur berjalan ini adalah orang lain, yang bisa Sahabat lakukan adalah:

    • Bimbing penderita tidur berjalan agar dapat kembali tidur. Usahakan jangan berteriak atau mengejutkan penderita.
    • Bangunkan penderita 15-30 menit sebelum gejala penyakit tidur berjalan muncul, terutama bila hal tersebut selalu dialami di waktu yang sama tiap malam.
    • Jika kondisi ini terjadi pada anak-anak, buatlah tambahan pengaman di tiap sisi ranjang untuk mencegah mereka turun dari kasur.

    Seperti itulah cara mengatasi gangguan tidur berjalan yang perlu Sahabat lakukan, agar kualitas tidur tetap baik.

    Baca Juga: Duh, Sering Susah Tidur Malam Hari Nih!

    Apabila Sahabat ingin informasi lebih lanjut mengenai gangguan tidur dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Gangguan Tidur Berjalan: Penyebab dan Cara Mengatasinya [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 31 March 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/bola/read/4179627/gangguan-tidur-berjalan-penyebab-dan-cara-mengatasinya
    2. Mengenal Sleepwalking, Gangguan Tidur Sambil Berjalan dan Cara Mengatasinya | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2021 [cited 31 March 2021]. Available from: https://www.merdeka.com/jatim/mengenal-sleepwalking-gangguan-tidur-sambil-berjalan-dan-cara-mengatasinya-kln.html
    3. Gangguan Tidur Sambil Berjalan, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya [Internet]. suara.com. 2021 [cited 31 March 2021]. Available from: https://www.suara.com/lifestyle/2020/12/29/134942/gangguan-tidur-sambil-berjalan-ini-penyebab-dan-cara-mengatasinya
    Read More
  • Dalam setiap kehidupan manusia pasti memiliki tingkatan kendala dan masalah hidup yang berbeda-beda, sehingga banyak di antara mereka yang mengalami stres. Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh banyak hal, misalnya pada bidang pekerjaan atasan tidak menghargai hasil kinerja stafnya, pada kehidupan rumah tangga dengan banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan seorang ibu di rumah, ataupun pada kehidupan […]

    3 Faktor yang Memengaruhi Perbedaan Tingkat Stres Pada Pria dan Wanita

    Dalam setiap kehidupan manusia pasti memiliki tingkatan kendala dan masalah hidup yang berbeda-beda, sehingga banyak di antara mereka yang mengalami stres.

    Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh banyak hal, misalnya pada bidang pekerjaan atasan tidak menghargai hasil kinerja stafnya, pada kehidupan rumah tangga dengan banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan seorang ibu di rumah, ataupun pada kehidupan siswa sekolah dengan PR yang sangat banyak.

    perbedaan tingkat stres pada pria dan wanita

    Meskipun begitu, ternyata tidak semua penyebab tersebut dapat langsung menyerang pikiran seseorang dan menjadikannya stres. Dari sebuah penelitian oleh para ahli mengungkapkan bahwa penyebab utama stres sangat dipengaruhi oleh jenis kelamin.

    Baca Juga: 7 Kiat Mengelola Stres Karena Terbeban Kapan Covid-19 Berakhir

    Berdasarkan penelitian ini, penyebab wanita mengalami stres pada umumnya disebabkan oleh kurangnya penghargaan dari lingkungan sekitar. Sedangkan pria biasanya lebih banyak merasakan stres akibat dari banyaknya pekerjaan yang menumpuk sehingga membuat mereka menjadi tegang.

    Beberapa pakar juga sepakat bahwa proses kerja otak wanita dan pria dalam menghadapi suatu tekanan masalah sangat berbeda. Pria umumnya cenderung lebih santai sedangkan wanita dianggap lebih ‘memikirkan’ masalah tersebut.

    Hal ini telah dijelaskan secara ilmiah pada jurnal Molecular Psychiatry tahun 2010, yaitu sel-sel otak wanita cenderung lebih sensitif terhadap hormon stres yang bernama corticotropinreleasing factor (CFR) dan wanita lebih rentan terhadap stres dua kali lipat dibandingkan pria.

    Uniknya, studi terbaru yang telah di publikasi oleh Jurnal Public Health mengungkapkan bahwa meskipun wanita lebih rentang terhadap stres, namun ternyata pria justru rentan terkena depresi. Berikut ini fakta menarik tentang perbedaan tingkat stres pada pria dan wanita menurut pengamat psikologi, Dr. Endang Mariani Rahayu, M.Si, yaitu:

    1. Tingkatan stres pada wanita lebih tinggi dibanding pria

    Bedasarkan data penelitian dari American Psychological Association mengungkapkan, hampir setengah dari semua wanita yang disurvei mengalami tingkat stres yang lebih tinggi dalam lima tahun terakhir, dan hal ini tidak terjadi pada pria.

    Penyebabnya adalah karena wanita lebih sering mengeluhkan kondisi ekonomi yang mereka alami hingga gangguan fisik dan emosional yang lebih besar. Pada wanita yang menikah, tingkatan jumlah stresnya juga lebih besar dibandingkan dengan wanita lajang.

    2. Wanita lebih bisa mengelola stres

    Pada umumnya wanita lebih banyak menyalurkan rasa stres yang dialami dengan lebih ekspresif. Wanita juga lebih mudah bergaul dan terbuka membicarakan rasa stres yang tengah melanda dibanding dengan pria.

    Baca Juga: Coba 4 Makanan Sehat Ini yang Dapat Mengatasi Stres Sahabat

    Karena dengan membicarakan permasalahan atau kendala yang sedang dihadapi merupakan salah satu cara terbaik dalam menghadapi stres. Hal ini jugalah yang mempengaruhi jumlah angka kematian bunuh diri lebih banyak terjadi pada pria menurut WHO.

    3. Kebiasaan yang berbeda pada wanita dan pria ketika stres

    Ketika sedang stres, sebenarnya pria cenderung lebih banyak butuh uang dibandingkan dengan wanita. Berkaitan dengan aspek psikologis, adanya uang akan membuat pria lebih tenang, dan sebaliknya, saat wanita sedang stres justru wanita lebih banyak mengeluarkan uang untuk dibelanjakan.

    Namun, seiring perkembangan jaman, pakar ilmu sosial, budaya, dan komunikasi Universitas Indonesia, Dr. Deive Rahmawatu,I, S.Sos., M.Hum., CPR mengungkapkan, bahwa sejak 1986 sampai saat ini, data menunjukan manusia modern memiliki potensi lima kali lebih stres dibanding manusia di zaman sebelumnya, terutama pada wanita. Hal ini bisa menjadi permasalahan dunia.

    Kelompok yang paling rentan, yakni remaja. Sebab, usia remaja dinilai belum mempunyai pengalaman yang cukup sehingga mereka tidak memiliki banyak referensi.

    Akibatnya, kelompok usia tersebut sangat mudah terjerumus ke arah yang buruk. Dan kemungkinan terburuknya adalah saat orang tersebut merasa benar-benar sendiri ketika stres, mereka dapat mengalami depresi dan sering berakhir pada bunuh diri.

    Faktor apa sajakah yang dapat memengaruhi tingkatan stres pada seseorang?

    Fakta bahwa wanita tiga kali lebih rentang terkena stres dibanding pria ternyata dilatarbelakangi oleh beberapa faktor, seperti berikut:

    1. Faktor Biologis

    Masa pubertas pada remaja saat ini semakin dini. Sudah bukan merupakan hal baru apabila anak sekolah dasar telah mengalami menstruasi. Proses hormonal ini membuat perempuan secara psikologis jauh lebih stres dibandingkan dengan pria.

    Ketika hormon sedang begejolak, seseorang sangat memerlukan orang lain untuk mendampingi agar mereka tidak berperilaku menyimpang. Oleh sebab itu, peran guru dan orang tua sangat penting dalam hal ini.

    2. Faktor Psikologis

    Perkembangan teknologi digital saat ini telah membuat banyak orang seolah menjadi “zombie”. Hadirnya teknologi digital akan menjadi dampak buruk apabila digunakan tanpa arahan atau bimbingan yang benar.

    Kehidupan sekarang sangat bergantung pada validitas sosial. Setiap hari orang akan terobsesi pada banyaknya likes di sosial media. Sehingga menjadi tidak fokus dalam mengembangkan diri. Selain itu, manusia memang merupakan makhluk egois dan selalu ingin terlihat lebih baik dari orang lain.

    Baca Juga: Waspada Bahaya Narsistik di Media Sosial

    Namun sayangnya, budaya digital ini justru malah semakin membuat kita iri dengan pencapaian orang lain. Oleh karena itu, jika tidak bimbing dengan benar penggunaan dari tekologi digital ini justru akan membuat seseorang menjadi stres.

    3. Faktor Sosiologis

    Walaupun dikelilingi oleh teknologi canggih, namun norma-norma sosial yang dipegang oleh remaja masih sangat minim. Banyak orang cenderung lebih memperhatikan penampilan dirinya. Kehadiran media sosial juga membuat seseorang semakin membandingkan dirinya dengan orang lain, dan jika hal ini sudah terjadi, ada beberapa kemungkinan yang dapat terjadi.

    Pertama, mereka akan berjuang untuk menjadi yang terbaik. Kedua, mereka akan membohongi publik agar menjadi yang terbaik, misalnya dengan menggunakan teknologi agar mereka tampak sempurna dalam foto.

    Dan yang terakhir, depresi yang semakin parah karena merasa tidak ada yang benar-benar menjadi temannya. Meskipun postingan ramai dengan likes dan memiliki jumlah follower yang banyak, namun sebenarnya ia sendirian. Sehingga di saat stres, ia merasa tidak dapat berbagi cerita dengan siapapun.

    Kondisi seperti ini tentu saja tidak boleh dibiarkan begitu saja, karena akan sangat berdampak bagi kesehatan. Meskipun begitu, hal ini ternyata masih dapat sahabat cegah dengan hal-hal positif lainnya, seperti bergabung dengan komunitas yang melakukan kegiatan positif.

    Demikian penjelasan mengenai 3 faktor yang mempengaruhi perbedaan tingkat stres pada pria dan wanita. Apabila Sahabat merasa sedang mengalami stres, cobalah cari tempat bercerita supaya masalah yang dialami tidak ditanggung sendirian. Mulailah tata kehidupan yang baru dan beristirahat sejenak.

    Baca Juga: Berikut Ini 4 Tips untuk Mengatasi Stres

    Namun apabila Sahabat tidak dapat mengatasinya sendiri, alangkah baiknya Sahabat segera konsultasikan ke psikolog atau psikiater.

    Namun sahabat tidak perlu khawatir jika harus pergi keluar rumah, karena Sahabat Sehat dapat langsung berkonsultasi secara daring atau online melalui fasilitas kesehatan yang telah disediakan oleh Prosehat.  Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Media, K., 2021. Penyebab Stres Dipengaruhi Jenis Kelamin. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://lifestyle.kompas.com/read/2012/06/06/11052194/Penyebab.%20Stres.Dipengaruhi.Jenis.Kelamin> [Accessed 17 March 2021].
    2. Anwar, F., 2021. Dibanding Wanita, Pria Lebih Rentan Depresi Akibat Stres. [online] detikHealth. Available at: <https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-3247668/dibanding-wanita-pria-lebih-rentan-depresi-akibat-stres> [Accessed 17 March 2021].
    3. com. 2021. Pria dan Wanita Punya Tingkatan dan Gaya Stres yang Berbeda. [online] Available at: <https://www.liputan6.com/health/read/2897116/pria-dan-wanita-punya-tingkatan-dan-gaya-stres-yang-berbeda> [Accessed 17 March 2021].
    4. Abdi, H., 2021. Faktor Penyebab Stres, Gejala, dan Cara Menanganinya yang Tepat. [online] liputan6.com. Available at: <https://hot.liputan6.com/read/4259506/faktor-penyebab-stres-gejala-dan-cara-menanganinya-yang-tepat> [Accessed 17 March 2021].

     

     

    Read More
  • Ketika dokter mengatakan Sahabat terkena diabetes tipe 2, bukan berarti akhir dari segalanya. Orang dengan diabetes tipe 2 dapat hidup aktif dan sehat dengan manajemen yang benar. Baca Juga: Diabetes 101: Fakta dan Mitos Tentang Diabetes Landasan perawatan pada orang dengan diabetes adalah pengelolaan gaya hidup dan obat-obatan yang tepat. Dengan kontrol yang ketat maka Sahabat […]

    Tips Mengelola Gaya Hidup bagi Penderita Diabetes Tipe 2

    Ketika dokter mengatakan Sahabat terkena diabetes tipe 2, bukan berarti akhir dari segalanya. Orang dengan diabetes tipe 2 dapat hidup aktif dan sehat dengan manajemen yang benar.

    gaya hidup bagi penderita diabetes tipe 2

    Baca Juga: Diabetes 101: Fakta dan Mitos Tentang Diabetes

    Landasan perawatan pada orang dengan diabetes adalah pengelolaan gaya hidup dan obat-obatan yang tepat. Dengan kontrol yang ketat maka Sahabat dapat mencegah atau memperlambat berbagai komplikasi dari penyakit diabetes.

    Sebaliknya, jika diabetes tidak terkontrol, glukosa yang menumpuk dalam darah bisa menyebabkan kerusakan pada organ-organ penting.¹ 

    Stres dan Diabetes Tipe 2 

    Manajemen diabetes adalah proses konstan untuk jangka waktu yang panjang. Terkadang hal tersebut bisa menjadi suatu tantangan bagi beberapa orang dan menimbulkan stres.

    Sedangkan stres yang berlebihan membawa dampak buruk pada pengelolaan diabetes tipe 2 karena dapat meningkatkan kadar glukosa darah dengan cepat.

    Selain itu, stres memicu emosi negatif yang akan mengganggu proses berpikir dan pembuatan keputusan sehingga seseorang menjadi lebih rentan terhadap godaan pola makan yang buruk.4

    Berikut adalah tips untuk mengurangi stres:

    • Bersosialisasi atau mengomunikasikan kebutuhan Sahabat dengan kelompok yang dapat memberikan dukungan dan meringankan beban stres terkait diabetes.
    • Buatlah perubahan dengan memulai hobi atau mempelajari hal baru seperti berolahraga, menari, melakukan kerajinan tangan, melakukan kegiatan amal, dan lainnya. 
    • Lakukan terapi relaksasi progresif dengan latihan pernapasan. 
    • Memikirkan hal-hal yang positif.5,6

    Pengelolaan Diabetes Tipe 2 pada Saat Sakit 

    Kondisi badan yang sedang sakit dapat membuat tubuh mengeluarkan hormon yang bisa meningkatkan kadar glukosa dalam darah.

    Baca Juga: 5 Tanda Gejala Diabetes Atau Kencing Manis

    Hal ini dapat menimbulkan beragam komplikasi yang tidak diinginkan bahkan sampai koma. Sehingga cara terbaik untuk mencegah komplikasi yang buruk adalah dengan merencanakan manajemen untuk hari sakit sejak jauh hari sebelumnya, dengan cara:7 

    Produk Terkait: Cek Lab

    • Simpan dan miliki daftar nomor telepon dokter dan ahli gizi yang merawat Sahabat. Pastikan Sahabat juga tahu bagaimana cara untuk menghubungi mereka saat malam hari atau pada tanggal merah. 
    • Hubungi dokter jika:
      • Mengalami gejala sakit selama beberapa hari dan tidak membaik.
      • Muntah dan diare lebih dari 6 jam. 
      • Kadar gula darah >240 mg/dL walaupun Sahabat sudah menggunakan insulin ekstra.
      • Timbul gejala yang mengarah ke kondisi bahaya seperti nyeri dada, kesulitan bernapas, napas berbau buah-buahan, bibir atau lidah kering dan pecah-pecah. 
    • Ukur keton jika glukosa darah >300 mg/dL.
    • Tetap lanjutkan konsumsi obat diabetes dan pola makan normal ketika Sahabat sedang sakit.
    • Pastikan telah mengonsumsi cukup cairan yang tidak mengandung kalori seperti air putih agar terhindar dari dehidrasi.
    • Periksa kembali obat-obatan yang dijual bebas sebelum Anda membelinya apakah obat tersebut mengandung gula serta keamanannya untuk dikonsumsi orang dengan diabetes.7  

    Tips Berwisata untuk Penderita Diabetes Tipe 2 

    Rencanakan ke depan untuk perjalanan bebas dari stres sesuai kesehatan Sahabat, baik melalui perjalanan darat, laut, ataupun udara, tetap lakukan rutinitas manajemen diabetes dengan cara:8

    • Berikan informasi kepada agen perjalanan bahwa Sahabat memiliki Diabetes Tipe 2 dan persyaratan apa saja yang diperlukan saat bepergian.
    • Siapkan dua kali jumlah persediaan obat diabetes dan salinan resep yang Sahabat butuhkan sebagai cadangan.
    • Siapkan semua jarum suntik, flexpen, maupun botol insulin, dan perlengkapan lainnya termasuk glukagon darurat secara jelas dan ditandai dengan label farmasi yang menunjukan obat. 
    • Pastikan Sahabat membawa kartu asuransi kesehatan, kartu identifikasi medis bahwa Sahabat memiliki diabetes, dan nomor telepon darurat termasuk nama dan nomor telepon dokter. Selain itu, cari tahu juga di mana Sahabat bisa mendapatkan perawatan medis ketika jauh dari rumah. 
    • Mengingat perubahan zona waktu agar tahu kapan harus melakukan pengobatan.
    • Bawa beberapa makanan ringan dan botol air untuk berjaga-jaga bila terjadi penurunan gula darah. 
    • Biasakan untuk rutin cuci tangan dengan air dan sabun.8,9

    Baca Juga: 8 Fakta Melawan Diabetes

    Itulah mengenai tips mengelola gaya hidup bagi penderita diabetes tipe 2. Apabila Sahabat ingin informasi lebih lanjut mengenai diabetes dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    MAT-ID-2100080-V1.0 (02/2020)

    REFERENSI

    1. Closer Look at Type 2 Diabetes [Internet]. 2020. Available online at: http://www.cdc.gov/diabetes/prevention/pdf/postcurriculum_session14.pdf
    2. About type 2 diabetes. [Internet]. 2020. Available online at: https://www.diabetes.org.nz/about_diabetes/type_2_diabetes
    3. Tight Diabetes Control. [Internet]. 2020. Available online at: http://www.diabetes.org/living-with-diabetes/treatment-and-care/blood-glucose-control/tight-diabetes- control.html
    4. Managing Stress and Diabetes [Internet]. American Diabetes Association. 2020. Available from: http://archives.diabetes.org/living-with-diabetes/parents-and-kids/everyday-life/managing-stres-and-diabetes.html
    5. Madhu, K. Stress Management in Diabetes Mellitus. 2020. Available from: https://www.researchgate.net/publication/239743298_Stres_Management_in_Diabetes_Mellitus
    6. Stress. [Internet]. 2020. Available online at: http://www.diabetes.org/living-with diabetes/complications /stress.html.
    7. When You’re Sick [Internet]. 2020.Available online at: http://www.diabetes.org/living-withdiabetes/treatment-and-care/whos-on- your-health-care-team/when-youre-sick.html
    8. Have diabetes? Get tips for safe travels [Internet]. 2020. Available online at: http://www.cdc.gov/features/diabetesandtravel/
    9. Travel Tips for People With Diabetes. [Internet]. 2020Available online at: http://www.diabetes.ca/diabetes-and-you/living/guidelines/travel/
    Read More
  • Belakangan muncul fenomena yang disebut ghosting yang diawali dari permasalahan hubungan asmara Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo, yang diisukan telah mengakhiri hubungan asmaranya secara sepihak. Baca Juga: Kehidupan Seks Tetap Membara Setelah Menikah dan Punya Anak Maraknya penggunaan istilah ghosting, tentu membuat khalayak bertanya-tanya apa yang dimaksud dengan ghosting. Sahabat Sehat, mari simak penjelasan mengenai […]

    Sahabat, Ketahui Fenomena Ghosting dan Cara Menghadapinya

    Belakangan muncul fenomena yang disebut ghosting yang diawali dari permasalahan hubungan asmara Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo, yang diisukan telah mengakhiri hubungan asmaranya secara sepihak.

    Baca Juga: Kehidupan Seks Tetap Membara Setelah Menikah dan Punya Anak

    Maraknya penggunaan istilah ghosting, tentu membuat khalayak bertanya-tanya apa yang dimaksud dengan ghosting. Sahabat Sehat, mari simak penjelasan mengenai ghosting berikut ini.

    fenomena ghosting, ghosting

    Apa Itu Ghosting ?

    Ghosting adalah sebuah istilah psikologi yang berasal dari bahasa Inggris, secara umum diartikan sebagai berbayang. Istilah ini dalam kehidupan sehari-hari merujuk pada kondisi ketika seseorang tiba-tiba mengakhiri komunikasi tanpa adanya penjelasan. Istilah ini juga seringkali disebut PHP, yaitu singkatan dari pemberi harapan palsu.

    Beberapa psikolog menyebut bahwa cara mengakhiri hubungan seperti ini tidak wajar dan tidak sopan, karena dapat memberikan dampak psikologis yang cukup besar bagi para pihak yang ditinggalkan.

    Mengapa Bisa Terjadi?

    Hal ini dapat terjadi ketika dalam suatu hubungan asmara, salah satu pihak merasa tidak adanya ketertarikan dan berupaya mengurangi kontak yang sudah lama terjalin hingga berakhir dengan pemutusan hubungan sepihak.

    Ghosting dianggap sebagai suatu solusi yang praktis dalam mengakhiri hubungan. Pelakunya beranggapan bahwa tidak ada hubungan pribadi atau profesional saat menjalani hubungan asmara. Apalagi ketika hubungan tersebut juga tidak diketahui oleh orang-orang sekitar sehingga pelaku tidak merasa adanya konsekuensi saat memutuskan hubungan.

    Baca Juga: Hubungan Antara Siklus Kehidupan dan Kesehatan Wanita

    Faktor Penyebab Ghosting

    Baby Jim Aditya, seperti dilansir dari Kompas.com menyebut beberapa faktor penyebab terjadinya fenomena ghosting:

    Tidak Ada Solusi

    Dalam sebuah hubungan asmara bisa saja terjadi ketidakcocokan, namun salah satu pihak enggan membahas atau menyelesaikannya karena merasa tidak ada solusi yang bisa didapatkan.

    Pertahanan Diri

    Pertahanan diri disebut juga menjadi salah satu faktor penyebab ghosting. Hal ini muncul karena ada hal yang tidak dapat ditangani secara emosional oleh pelaku, misal adanya tuntutan kepada pelaku ghosting mengenai pernikahan atau kondisi lainnya yang membuat pelaku merasa tertekan.

    Tidak Ada Keterbukaan

    Keterbukaan merupakan salah satu cara agar hubungan asmara berlangsung harmonis. Namun, dalam beberapa kasus ternyata tidak terjadi demikian sebab ada beberapa pasangan yang tidak dapat terbuka dan tidak mampu mempertahankan hubungan tersebut.

    Tidak Mau Berkomitmen

    Alasan tidak mau serius dalam berkomitmen, seringkali menjadi salah satu penyebab ghosting.

    Memiliki Sifat Pengecut

    Faktor terakhir adalah adanya sifat pengecut atau tidak berani dalam diri, sehingga enggan memutuskan hubungan secara baik-baik karena takut dan tidak bertanggung jawab.

    Bagaimana Cara Mengetahui dan Menghadapinya?

    Ada  beberapa cara yang bisa Sahabat lakukan, apabila merasa menjadi korban ghosting:

    Berhati-hati dengan Ucapan Pasangan

    Fenomena ghosting, sebenarnya dapat dideteksi dari perkataan dan perbuatan yang dilakukan  pelaku. Misalnya jika pelaku mengatakan akan berjanji bertemu Sahabat pada waktu yang sudah disepakati, namun tiba-tiba membatalkan secara sepihak dan hal ini dilakukan berulang kali. Dari situ, Sahabat dapat menyimpulkan dan mempersiapkan diri jika pasangan tiba-tiba menghilang tanpa kabar.

    Kenali Tingkah Laku Pasangan

    Sahabat sebaiknya kenali tingkah laku dan tabiat pasangan. Perhatikan apakah sikap pasangan berubah ubah, misalnya terkadang sikapnya hangat dan disaat lain menjadi cuek.

    Serta bicarakan sejak awal hubungan, mengenai tujuan dalam hubungan tersebut. Apabila pasangan belum memiliki rencana berkomitmen secara serius,  besar kemungkinannya pasangan Sahabat dapat melakukan ghosting.

    Baca Juga: 7 Tahap Persiapan Pernikahan dalam Waktu Singkat

    Jangan Hubungi Pasangan Lebih Dulu

    Biasanya hal ini terjadi jika Sahabat mengenal seseorang selama kurun waktu tertentu, namun tidak pernah bertemu secara fisik maupun melalui telepon.

    Dalam kondisi seperti ini, Sahabat diharapkan jangan sampai terjebak dengan perilaku pasangan. Hindari menghubungi pasangan terlebih dahulu, dan perhatikan perilaku pasangan.

    Analisis Kepribadian Pasangan

    Ketika Sahabat ingin menjalani sebuah hubungan yang serius, sebaiknya bicarakan dahulu hal ini dengan pasangan. Apabila pasangan tidak merespon atau mengalihkan topik pembicaraan, Sahabat tidak perlu heran jika suatu saat pasangan menghilang tanpa kabar.

    Jangan Terlalu Dipikirkan

    Apabila pasangan kurang memperhatikan Sahabat, dan terlihat kurang berusaha dalam menjalani hubungan asmara maka sebaiknya jangan terlalu memikirkan hal ini agar Sahabat terhindar dari kekecewaan.

    Cara-cara lain yang bisa Sahabat lakukan untuk menghadapi fenomena ghosting, yaitu :

    • Cari tahu informasi dari orang-orang terdekat
    • Siapkan mental
    • Beri waktu untuk untuk menenangkan diri
    • Hargai diri sendiri

    Apa Dampak Ghosting Secara Psikologis?

    Karena ghosting, merupakan suatu hal yang tidak etis maka hal ini dapat berdampak besar pada pasangan yang ditinggalkan sehingga dapat mengalami beberapa hal berikut :

    • Merasa dirinya tidak berharga dan tidak berguna
    • Merasa kesepian dan sakit hati
    • Sedih berkepanjangan
    • Memikirkan hal secara berlebihan
    • Mengalami trauma dalam menjalin hubungan

    Ghosting Bukan Hanya dalam Urusan Asmara

    Ghosting kerap dikaitkan dengan hubungan asmara, namun sebenarnya perilaku ini bisa juga ditemukan dalam kondisi lain seperti dalam hubungan pertemanan, hubungan bisnis, atau bahkan saat wawancara kerja misalnya salah satu pihak baik HRD maupun kandidat yang tidak memberikan kejelasan mengenai proses perekrutan yang sudah dilakukan.

    Itulah mengenai ghosting yang cukup memberikan dampak psikologis pada salah satu pihak yang ditinggalkan. Sebaiknya hindari hal ini dan jika ingin melakukan pemutusan hubungan, dapat membicarakan secara baik-baik terlebih dahulu.

    Baca Juga: Rendahnya Penanganan Kesehatan Jiwa di Indonesia

    Apabila Sahabat Sehat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai ghosting atau ingin melakukan konsultasi khusus, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Riani A. Fakta-Fakta Psikologi tentang Ghosting, Tindakan yang Dituduhkan pada Kaesang Pangarep [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 15 March 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4501346/fakta-fakta-psikologi-tentang-ghosting-tindakan-yang-dituduhkan-pada-kaesang-pangarep
    2. Media K. Ghosting untuk Mengakhiri Hubungan Asmara? Psikolog Sebut Kurang Ajar Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 15 March 2021]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2021/03/08/170300523/ghosting-untuk-mengakhiri-hubungan-asmara-psikolog-sebut-kurang-ajar?page=all
    3. Media K. Penjelasan Psikolog soal Ghosting: Penyebab hingga Cara “Move On” Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 15 March 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2021/03/08/072000365/penjelasan-psikolog-soal-ghosting-penyebab-hingga-cara-move-on?page=all
    4. Wibowo I. 6 Tips Menghindari Ghosting Agar Tidak Patah Hati [Internet]. Womantalk | Good lifestyle, relationship and pop culture for Women. 2021 [cited 15 March 2021]. Available from: https://womantalk.com/love/articles/tips-menghindari-ghosting-agar-tidak-patah-hati-D4gVe
    5. Ekawati Y. 5 Tips Hadapi Pelaku Ghosting Menurut Psikolog [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 15 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5484310/5-tips-hadapi-pelaku-ghosting-menurut-psikolog
    6. Apa Itu Ghosting, Sama Enggak dengan PHP? [Internet]. Solopos.com. 2021 [cited 15 March 2021]. Available from: https://www.solopos.com/apa-itu-ghosting-sama-enggak-dengan-php-1111182
    7. Times I, Kusumawati A. 5 Dampak yang Dirasakan Korban Ghosting, Bisa Menimbulkan Trauma [Internet]. IDN Times. 2021 [cited 15 March 2021]. Available from: https://www.idntimes.com/life/relationship/aisya-kusumawati-1/5-dampak-yang-dirasakan-korban-ghosting-bisa-menimbulkan-trauma-c1c2-1/5
    8. 5 Jenis Ghosting saat Rekrutmen Kerja, Apa Aja Sih? [Internet]. Urbanasia.com. 2021 [cited 15 March 2021]. Available from: https://www.urbanasia.com/5-jenis-ghosting-saat-rekrutmen-kerja-apa-aja-sih-U26790

     

    Read More
  • Setiap orang tentunya menginginkan kesuksesan dalam segala bidang termasuk juga Sahabat Sehat. Namun untuk menggapai kesuksesan itu, seringkali Sahabat dihinggapi perasaan tidak yakin akan kemampuan diri sendiri dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Hal inilah yang disebut dengan mental block atau hambatan mental. Baca Juga: 7 Tips Wanita Sukses Biar Kamu Makin Sukses Kondisi ini terjadi dari […]

    Mengenal Mental Block, Mulai dari Gejala hingga Terapi Khusus untuk Mengatasinya

    Setiap orang tentunya menginginkan kesuksesan dalam segala bidang termasuk juga Sahabat Sehat. Namun untuk menggapai kesuksesan itu, seringkali Sahabat dihinggapi perasaan tidak yakin akan kemampuan diri sendiri dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Hal inilah yang disebut dengan mental block atau hambatan mental.

    mental block, blok mental, hambatan mental

    Baca Juga: 7 Tips Wanita Sukses Biar Kamu Makin Sukses

    Kondisi ini terjadi dari pikiran bawah sadar yang kemudian ditransfer ke pikiran sadar atau realita. Hal ini tentunya harus diatasi sebab, jika tidak Sahabat akan kesulitan mendapatkan tujuan yang diinginkan karena terus-menerus didominasi oleh pikiran bawah sadar.

    Kondisi seperti ini adalah kondisi yang umum dialami semua orang dan segala usia seperti pelajar, mahasiswa, dan pekerja. Mereka mengalaminya saat sedang akan mengerjakan suatu hal namun terhambat oleh kehilangan ide dan tidak dapat berpikir jernih yang bisa mengakibatkan stres.

    Apa Saja Gejalanya?

    Dalam beberapa hal, blok mental biasanya ditandai dengan gejala sebagai berikut:

    • Tidak bergairah atau kehilangan energi
    • Sensitif serta mudah tersinggung
    • Selalu merasa tegang
    • Emosi yang meluap-luap atau berlebihan
    • Merasakan tekanan psikologis
    • Mengalami ketakutan terhadap kesuksesan dan kegagalan
    • Sering menunda suatu hal terutama berkaitan dengan pekerjaan
    • Tidak percaya diri dan mudah merubah keputusan.
    • Dihinggapi perasaan tidak berharga, tidak mampu, dan tidak berdaya
    • Malas, khawatir, ragu akan kemampuan, dan cemas berlebihan
    • Perfeksionis

    Hal Apa Saja Penyebabnya?

    Banyak sekali hal yang menyebabkan mental block, misalnya :

    • Efek samping berbagai jenis obat
    • Kekurangan vitamin B12
    • Kurang tidur
    • Kelelahan mental atau decision fatigue, yaitu kelelahan mental karena terlalu banyak membuat keputusan
    • Kekacauan (clutter)akibat lingkungan yang berantakan atau kacau sehingga meningkatkan kadar kortisol (hormon stres) dan menyebabkan kecemasan
    • Sering menunda-nunda tugas penting juga menyebabkan stres dan kecemasan hingga dapat mempersulit memulai atau melanjutkan pekerjaan

    Apakah Mental Block Ada Jenisnya?

    Ada. Terdapat 7 jenis untuk kondisi kesehatan mental ini, yaitu:

    Keraguan diri

    Hal yang dirasakan adalah anggapan bahwa apa yang dilakukan hanya mempunyai nilai yang kecil meskipun dilakukan dengan usaha-usaha yang sangat keras.

    Keraguan

    Yaitu, muncul anggapan dari diri sendiri bahwa keberhasilan dan kegagalan berasal dari banyaknya nilai yang ada dalam keputusan yang dibuat.

    Pola Pikir Tetap

    Hal yang dilakukan di masa lalu membatasi hal yang dapat dilakukan di masa depan.

    Perbandingan

    Anggapan yang muncul dengan merasa tidak ada begitu banyak peluang untuk bisa meraih tujuan dan kesuksesan yang ada.

    Ketidakpastian

    Sahabat mudah membuat keputusan namun menyadari bahwa tidak dapat menemukan cara untuk melaksanakannya.

    Bagaimana Cara Mengatasinya?

    Untuk mengatasi mental block , Sahabat dapat melakukan beberapa cara berikut:

    Buat Skala Prioritas

    Hal yang paling bisa Sahabat lakukan adalah mengerjakan hal yang mudah dan sudah dikuasai. Mengerjakan hal yang mudah akan meringankan pikiran sehingga bisa lebih tenang dan cepat menyelesaikannya.

    Tenangkan Diri dan Pikiran

    Menenangkan diri dan pikiran juga diperlukan ketika Sahabat mengalami kekalutan pikiran yang berakibat ide akan hilang, dan akibatnya Sahabat semakin stres.

    Baca Juga: 8 Cara Mengatasi Stres Kerja yang Perlu Kamu Lakukan

    Karena itu, perlahan tenangkan diri dengan menarik nafas dalam-dalam lalu hembuskan perlahan kemudian berikan stimulasi pada pikiran bahwa Sahabat bisa melakukan pekerjaan dengan baik.

    Apabila dirasa cukup tenang, mulailah kerja secara perlahan, dan kerjakanlah hal yang lebih mudah terlebih dahulu.

    Mencari Suasana yang Baru

    Mencari suasana baru seperti mengganti suasana lingkungan, untuk menghasilkan ide-ide baru akibat terlalu lama berada di dalam ruangan yang sama. Dengan adanya hal tersebut, otak menjadi lebih segar sehingga siap menerima gagasan baru.

    Freewriting

    Freewriting atau menulis bebas bisa Sahabat lakukan apabila mengalami mental block. Caranya adalah siapkan kertas atau menulis di komputer lalu tulislah apapun yang ada di pikiran. Hal ini dapat membantu Sahabat menemukan ide baru dari tulisan tersebut.

    Selain itu, cara ini membantu menata kembali ide yang hilang. Tuliskanlah hal apa saja yang berhubungan dengan pekerjaan. Lakukanlah sekitar 10-15 menit.

    Diskusi dengan Teman

    Mengajak teman berdiskusi merupakan cara yang juga tepat untuk mengatasi mental block mengenai masalah yang dihadapi.

    Kemudian mintalah teman untuk memberikan pendapat. Dari pendapat tersebut, olahlah kembali sebab ide tersembunyi bisa saja muncul dari hasil diskusi tersebut.

    Adakah Terapi Khusus untuk Menanganinya?

    Teknik emotional freedom therapy, yaitu sebuah teknik yang dikembangkan oleh Gary Craig di Amerika Serikat dipercaya dapat mengatasi masalah yang berhubungan dengan emosi negatif, dan fokus pada menekan beberapa titik pada tubuh agar energi mengalir dengan baik ke seluruh tubuh.

    Baca Juga: Seperti Apa dan Bagaimana Pertolongan Pertama Gangguan Kesehatan Jiwa

    Mental block selanjutnya menjadi lemah dan emosi negatif yang berhubungan dengan kejadian traumatis diganti dengan energi positif sehingga penderitanya tidak akan terpengaruh lagi jika mengingat hal-hal yang bersifat traumatis.

    Bagaimana Cara Melakukannya?

    • Pikirkan masalah yang sedang dihadapi lalu catat semua emosi negatif, misalnya perasaan kecewa dan sakit hati karena belum lolos wawancara kerja, merasa benci dengan seseorang, dan sebagainya
    • Rasakan kembali emosi negatif, boleh menutup mata lalu bayangkan kembali dengan membuat skala 0-10. Skala 0 berarti emosi sangat rendah sedangkan skala 10 berarti emosi sangat mengganggu
    • Bayangkan dan rasakan kembali semua emosi negatif yang selama ini telah mengganggukualitas hidup. Niatkan untuk melepaskan semua emosi negatif, dan gantikan semua emosi negatif dengan menuliskan minimal 5 hal positif, serta bayangkan dan rasakan hal-hal positif sudah terjadi di dalam hidupmu.
    • Bacalah sugesti positif sebanyak 3 kali sambil menekan bagian tengah dada
    • Mulailah dengan menekan bagian tangan pada bagian di bawah jari kelingking kemudian ucapkan berkali-kali sugesti yang telah dibuat sebelumnya. Tekan tujuh kali sambil mengucapkan sugesti positif berulang-ulang.

    Adakah Efek Sampingnya?

    Sejauh ini belum ada penjelasan lebih lanjut apakah terapi khusus tersebut ada atau tidak efek sampingnya.

    Para ahli mengungkapkan teknik ini aman dilakukan karena bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja serta tanpa alat sehingga praktis dan mudah dilakukan.

    Baca Juga: Inilah Gejala Kesehatan Mental yang Sering Sahabat Anggap Remeh

    Itulah mengenai mental block serta bagaimana caranya mengatasi dengan terapi khusus. Kondisi ini memang perlu diatasi karena jika dibiarkan akan menghambat potensi yang Sahabat miliki untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

    Sahabat Sehat juga bisa mengikuti webinar yang akan diselenggarakan oleh Prosehat dengan tajuk: Lets Talk, Mental Health Bukan Aib yang akan diselenggarakan pada 28 Oktober 2021.

    Untuk pendaftaran mengikuti webinar ini, silahkan klik pada banner di bawah ini:

    Webinar Mental Health 28 Oktober 2021

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai mental block, dan butuh konsultasi khusus, silakan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Times I, Sofia A. Mengenal Mental Block yang Bisa Menghambat Kesuksesan [Internet]. IDN Times. 2021 [cited 12 March 2021].
    2. Mediatama G. Apa itu mental block? Pengertian dan 5 cara mengatasinya [Internet]. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2021 [cited 12 March 2021].
    3. Mental Block: Definisi, Penyebab, dan Cara Mengatasinya – Glints Blog [Internet]. Glints Blog. 2021 [cited 12 March 2021].
    Read More

Showing 1–10 of 14 results

Chat Dokter 24 Jam