Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ stres”

  • Setiap orang tentunya ingin tidur nyenyak supaya dapat kembali berenergi setelah beraktivitas seharian penuh. Namun beberapa orang diketahui mengalami gangguan tidur, seperti gangguan tidur berjalan yang menyebabkan seseorang berdiri dan berjalan saat tidur. Baca Juga: 10 Cara Mengatasi Kurang Tidur Atau Kebiasaan Bergadang Penderita gangguan tidur berjalan, umumnya tidak dapat merespons dan biasanya tidak mengingat […]

    Sahabat Mengalami Gangguan Tidur Berjalan? Berikut Cara Mengatasinya!

    Setiap orang tentunya ingin tidur nyenyak supaya dapat kembali berenergi setelah beraktivitas seharian penuh. Namun beberapa orang diketahui mengalami gangguan tidur, seperti gangguan tidur berjalan yang menyebabkan seseorang berdiri dan berjalan saat tidur.

    gangguan tidur berjalan

    Baca Juga: 10 Cara Mengatasi Kurang Tidur Atau Kebiasaan Bergadang

    Penderita gangguan tidur berjalan, umumnya tidak dapat merespons dan biasanya tidak mengingat hal yang dilakukan saat tidur.

    Gangguan semacam ini dapat disebabkan oleh banyak faktor misalnya faktor genetik (keturunan), gaya hidup (kurang tidur, jadwal tidur yang tidak teratur, demam, stres, kekurangan magnesium, keracunan alkohol), dan kondisi fisik (menstruasi, kehamilan, gangguan psikiatri, sleep apnea, sindrom tourette, dan Tirotoksikosis).

    Jika hal ini dibiarkan, gangguan tidur dapat berpengaruh pada kondisi fisik dan mental. Lalu bagaimana cara mengatasinya? Yuk, mari simak penjelasan di bawah ini!

    Cara Mengatasi Gangguan Tidur Berjalan

    Gangguan tidur berjalan dapat diatasi dengan pemberian obat seperti benzodiazepin atau antidepresan, yang dapat digunakan untuk mengatasi kecemasan dan gangguan tidur. Penggunaan obat obatan lain mungkin diperlukan, namun sebaiknya diperiksakan ke dokter terlebih dahulu.

    Produk Terkait: Jual Obat Tidur Nyenyak

    Hipnosis

    Terapi hipnosis dinilai turut membantu seseorang menjadi lebih rileks dan fokus. Terapis akan memberikan saran yang disesuaikan dengan kondisi tiap individu.

    Baca Juga: Ternyata Tidur Selama 6 Jam Saja Tidak Cukup

    Penanganan Lanjutan

    Apabila gangguan gangguan tidur berjalan disertai keluhan lain, misalnya sindrom kaki gelisah, perlu mendapatkan penanganan lanjutan sesuai keluhan yang dialami.

    Apabila gangguan tidur berjalan ini dirasa cukup mengganggu, Sahabat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.

    Selain dengan berbagai cara di atas, Sahabat Sehat juga dapat melakukan beberapa tips berikut di rumah :

    • Cobalah tidur pada waktu yang sama setiap malam
    • Memastikan kamar tidur gelap dan tenang
    • Batasi minuman sebelum tidur, terutama minuman berkafein
    • Buang air kecil sebelum tidur
    • Mandi air hangat, membaca, atau menarik napas secara dalam agar rileks.
    • Kelola stres dengan baik

    Apabila yang mengalami gangguan tidur berjalan ini adalah orang lain, yang bisa Sahabat lakukan adalah:

    • Bimbing penderita tidur berjalan agar dapat kembali tidur. Usahakan jangan berteriak atau mengejutkan penderita.
    • Bangunkan penderita 15-30 menit sebelum gejala penyakit tidur berjalan muncul, terutama bila hal tersebut selalu dialami di waktu yang sama tiap malam.
    • Jika kondisi ini terjadi pada anak-anak, buatlah tambahan pengaman di tiap sisi ranjang untuk mencegah mereka turun dari kasur.

    Seperti itulah cara mengatasi gangguan tidur berjalan yang perlu Sahabat lakukan, agar kualitas tidur tetap baik.

    Baca Juga: Duh, Sering Susah Tidur Malam Hari Nih!

    Apabila Sahabat ingin informasi lebih lanjut mengenai gangguan tidur dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Gangguan Tidur Berjalan: Penyebab dan Cara Mengatasinya [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 31 March 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/bola/read/4179627/gangguan-tidur-berjalan-penyebab-dan-cara-mengatasinya
    2. Mengenal Sleepwalking, Gangguan Tidur Sambil Berjalan dan Cara Mengatasinya | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2021 [cited 31 March 2021]. Available from: https://www.merdeka.com/jatim/mengenal-sleepwalking-gangguan-tidur-sambil-berjalan-dan-cara-mengatasinya-kln.html
    3. Gangguan Tidur Sambil Berjalan, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya [Internet]. suara.com. 2021 [cited 31 March 2021]. Available from: https://www.suara.com/lifestyle/2020/12/29/134942/gangguan-tidur-sambil-berjalan-ini-penyebab-dan-cara-mengatasinya
    Read More
  • Dalam setiap kehidupan manusia pasti memiliki tingkatan kendala dan masalah hidup yang berbeda-beda, sehingga banyak di antara mereka yang mengalami stres. Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh banyak hal, misalnya pada bidang pekerjaan atasan tidak menghargai hasil kinerja stafnya, pada kehidupan rumah tangga dengan banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan seorang ibu di rumah, ataupun pada kehidupan […]

    3 Faktor yang Memengaruhi Perbedaan Tingkat Stres Pada Pria dan Wanita

    Dalam setiap kehidupan manusia pasti memiliki tingkatan kendala dan masalah hidup yang berbeda-beda, sehingga banyak di antara mereka yang mengalami stres.

    Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh banyak hal, misalnya pada bidang pekerjaan atasan tidak menghargai hasil kinerja stafnya, pada kehidupan rumah tangga dengan banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan seorang ibu di rumah, ataupun pada kehidupan siswa sekolah dengan PR yang sangat banyak.

    perbedaan tingkat stres pada pria dan wanita

    Meskipun begitu, ternyata tidak semua penyebab tersebut dapat langsung menyerang pikiran seseorang dan menjadikannya stres. Dari sebuah penelitian oleh para ahli mengungkapkan bahwa penyebab utama stres sangat dipengaruhi oleh jenis kelamin.

    Baca Juga: 7 Kiat Mengelola Stres Karena Terbeban Kapan Covid-19 Berakhir

    Berdasarkan penelitian ini, penyebab wanita mengalami stres pada umumnya disebabkan oleh kurangnya penghargaan dari lingkungan sekitar. Sedangkan pria biasanya lebih banyak merasakan stres akibat dari banyaknya pekerjaan yang menumpuk sehingga membuat mereka menjadi tegang.

    Beberapa pakar juga sepakat bahwa proses kerja otak wanita dan pria dalam menghadapi suatu tekanan masalah sangat berbeda. Pria umumnya cenderung lebih santai sedangkan wanita dianggap lebih ‘memikirkan’ masalah tersebut.

    Hal ini telah dijelaskan secara ilmiah pada jurnal Molecular Psychiatry tahun 2010, yaitu sel-sel otak wanita cenderung lebih sensitif terhadap hormon stres yang bernama corticotropinreleasing factor (CFR) dan wanita lebih rentan terhadap stres dua kali lipat dibandingkan pria.

    Uniknya, studi terbaru yang telah di publikasi oleh Jurnal Public Health mengungkapkan bahwa meskipun wanita lebih rentang terhadap stres, namun ternyata pria justru rentan terkena depresi. Berikut ini fakta menarik tentang perbedaan tingkat stres pada pria dan wanita menurut pengamat psikologi, Dr. Endang Mariani Rahayu, M.Si, yaitu:

    1. Tingkatan stres pada wanita lebih tinggi dibanding pria

    Bedasarkan data penelitian dari American Psychological Association mengungkapkan, hampir setengah dari semua wanita yang disurvei mengalami tingkat stres yang lebih tinggi dalam lima tahun terakhir, dan hal ini tidak terjadi pada pria.

    Penyebabnya adalah karena wanita lebih sering mengeluhkan kondisi ekonomi yang mereka alami hingga gangguan fisik dan emosional yang lebih besar. Pada wanita yang menikah, tingkatan jumlah stresnya juga lebih besar dibandingkan dengan wanita lajang.

    2. Wanita lebih bisa mengelola stres

    Pada umumnya wanita lebih banyak menyalurkan rasa stres yang dialami dengan lebih ekspresif. Wanita juga lebih mudah bergaul dan terbuka membicarakan rasa stres yang tengah melanda dibanding dengan pria.

    Baca Juga: Coba 4 Makanan Sehat Ini yang Dapat Mengatasi Stres Sahabat

    Karena dengan membicarakan permasalahan atau kendala yang sedang dihadapi merupakan salah satu cara terbaik dalam menghadapi stres. Hal ini jugalah yang mempengaruhi jumlah angka kematian bunuh diri lebih banyak terjadi pada pria menurut WHO.

    3. Kebiasaan yang berbeda pada wanita dan pria ketika stres

    Ketika sedang stres, sebenarnya pria cenderung lebih banyak butuh uang dibandingkan dengan wanita. Berkaitan dengan aspek psikologis, adanya uang akan membuat pria lebih tenang, dan sebaliknya, saat wanita sedang stres justru wanita lebih banyak mengeluarkan uang untuk dibelanjakan.

    Namun, seiring perkembangan jaman, pakar ilmu sosial, budaya, dan komunikasi Universitas Indonesia, Dr. Deive Rahmawatu,I, S.Sos., M.Hum., CPR mengungkapkan, bahwa sejak 1986 sampai saat ini, data menunjukan manusia modern memiliki potensi lima kali lebih stres dibanding manusia di zaman sebelumnya, terutama pada wanita. Hal ini bisa menjadi permasalahan dunia.

    Kelompok yang paling rentan, yakni remaja. Sebab, usia remaja dinilai belum mempunyai pengalaman yang cukup sehingga mereka tidak memiliki banyak referensi.

    Akibatnya, kelompok usia tersebut sangat mudah terjerumus ke arah yang buruk. Dan kemungkinan terburuknya adalah saat orang tersebut merasa benar-benar sendiri ketika stres, mereka dapat mengalami depresi dan sering berakhir pada bunuh diri.

    Faktor apa sajakah yang dapat memengaruhi tingkatan stres pada seseorang?

    Fakta bahwa wanita tiga kali lebih rentang terkena stres dibanding pria ternyata dilatarbelakangi oleh beberapa faktor, seperti berikut:

    1. Faktor Biologis

    Masa pubertas pada remaja saat ini semakin dini. Sudah bukan merupakan hal baru apabila anak sekolah dasar telah mengalami menstruasi. Proses hormonal ini membuat perempuan secara psikologis jauh lebih stres dibandingkan dengan pria.

    Ketika hormon sedang begejolak, seseorang sangat memerlukan orang lain untuk mendampingi agar mereka tidak berperilaku menyimpang. Oleh sebab itu, peran guru dan orang tua sangat penting dalam hal ini.

    2. Faktor Psikologis

    Perkembangan teknologi digital saat ini telah membuat banyak orang seolah menjadi “zombie”. Hadirnya teknologi digital akan menjadi dampak buruk apabila digunakan tanpa arahan atau bimbingan yang benar.

    Kehidupan sekarang sangat bergantung pada validitas sosial. Setiap hari orang akan terobsesi pada banyaknya likes di sosial media. Sehingga menjadi tidak fokus dalam mengembangkan diri. Selain itu, manusia memang merupakan makhluk egois dan selalu ingin terlihat lebih baik dari orang lain.

    Baca Juga: Waspada Bahaya Narsistik di Media Sosial

    Namun sayangnya, budaya digital ini justru malah semakin membuat kita iri dengan pencapaian orang lain. Oleh karena itu, jika tidak bimbing dengan benar penggunaan dari tekologi digital ini justru akan membuat seseorang menjadi stres.

    3. Faktor Sosiologis

    Walaupun dikelilingi oleh teknologi canggih, namun norma-norma sosial yang dipegang oleh remaja masih sangat minim. Banyak orang cenderung lebih memperhatikan penampilan dirinya. Kehadiran media sosial juga membuat seseorang semakin membandingkan dirinya dengan orang lain, dan jika hal ini sudah terjadi, ada beberapa kemungkinan yang dapat terjadi.

    Pertama, mereka akan berjuang untuk menjadi yang terbaik. Kedua, mereka akan membohongi publik agar menjadi yang terbaik, misalnya dengan menggunakan teknologi agar mereka tampak sempurna dalam foto.

    Dan yang terakhir, depresi yang semakin parah karena merasa tidak ada yang benar-benar menjadi temannya. Meskipun postingan ramai dengan likes dan memiliki jumlah follower yang banyak, namun sebenarnya ia sendirian. Sehingga di saat stres, ia merasa tidak dapat berbagi cerita dengan siapapun.

    Kondisi seperti ini tentu saja tidak boleh dibiarkan begitu saja, karena akan sangat berdampak bagi kesehatan. Meskipun begitu, hal ini ternyata masih dapat sahabat cegah dengan hal-hal positif lainnya, seperti bergabung dengan komunitas yang melakukan kegiatan positif.

    Demikian penjelasan mengenai 3 faktor yang mempengaruhi perbedaan tingkat stres pada pria dan wanita. Apabila Sahabat merasa sedang mengalami stres, cobalah cari tempat bercerita supaya masalah yang dialami tidak ditanggung sendirian. Mulailah tata kehidupan yang baru dan beristirahat sejenak.

    Baca Juga: Berikut Ini 4 Tips untuk Mengatasi Stres

    Namun apabila Sahabat tidak dapat mengatasinya sendiri, alangkah baiknya Sahabat segera konsultasikan ke psikolog atau psikiater.

    Namun sahabat tidak perlu khawatir jika harus pergi keluar rumah, karena Sahabat Sehat dapat langsung berkonsultasi secara daring atau online melalui fasilitas kesehatan yang telah disediakan oleh Prosehat.  Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Media, K., 2021. Penyebab Stres Dipengaruhi Jenis Kelamin. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://lifestyle.kompas.com/read/2012/06/06/11052194/Penyebab.%20Stres.Dipengaruhi.Jenis.Kelamin> [Accessed 17 March 2021].
    2. Anwar, F., 2021. Dibanding Wanita, Pria Lebih Rentan Depresi Akibat Stres. [online] detikHealth. Available at: <https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-3247668/dibanding-wanita-pria-lebih-rentan-depresi-akibat-stres> [Accessed 17 March 2021].
    3. com. 2021. Pria dan Wanita Punya Tingkatan dan Gaya Stres yang Berbeda. [online] Available at: <https://www.liputan6.com/health/read/2897116/pria-dan-wanita-punya-tingkatan-dan-gaya-stres-yang-berbeda> [Accessed 17 March 2021].
    4. Abdi, H., 2021. Faktor Penyebab Stres, Gejala, dan Cara Menanganinya yang Tepat. [online] liputan6.com. Available at: <https://hot.liputan6.com/read/4259506/faktor-penyebab-stres-gejala-dan-cara-menanganinya-yang-tepat> [Accessed 17 March 2021].

     

     

    Read More
  • Ketika dokter mengatakan Sahabat terkena diabetes tipe 2, bukan berarti akhir dari segalanya. Orang dengan diabetes tipe 2 dapat hidup aktif dan sehat dengan manajemen yang benar. Baca Juga: Diabetes 101: Fakta dan Mitos Tentang Diabetes Landasan perawatan pada orang dengan diabetes adalah pengelolaan gaya hidup dan obat-obatan yang tepat. Dengan kontrol yang ketat maka Sahabat […]

    Tips Mengelola Gaya Hidup bagi Penderita Diabetes Tipe 2

    Ketika dokter mengatakan Sahabat terkena diabetes tipe 2, bukan berarti akhir dari segalanya. Orang dengan diabetes tipe 2 dapat hidup aktif dan sehat dengan manajemen yang benar.

    gaya hidup bagi penderita diabetes tipe 2

    Baca Juga: Diabetes 101: Fakta dan Mitos Tentang Diabetes

    Landasan perawatan pada orang dengan diabetes adalah pengelolaan gaya hidup dan obat-obatan yang tepat. Dengan kontrol yang ketat maka Sahabat dapat mencegah atau memperlambat berbagai komplikasi dari penyakit diabetes.

    Sebaliknya, jika diabetes tidak terkontrol, glukosa yang menumpuk dalam darah bisa menyebabkan kerusakan pada organ-organ penting.¹ 

    Stres dan Diabetes Tipe 2 

    Manajemen diabetes adalah proses konstan untuk jangka waktu yang panjang. Terkadang hal tersebut bisa menjadi suatu tantangan bagi beberapa orang dan menimbulkan stres.

    Sedangkan stres yang berlebihan membawa dampak buruk pada pengelolaan diabetes tipe 2 karena dapat meningkatkan kadar glukosa darah dengan cepat.

    Selain itu, stres memicu emosi negatif yang akan mengganggu proses berpikir dan pembuatan keputusan sehingga seseorang menjadi lebih rentan terhadap godaan pola makan yang buruk.4

    Berikut adalah tips untuk mengurangi stres:

    • Bersosialisasi atau mengomunikasikan kebutuhan Sahabat dengan kelompok yang dapat memberikan dukungan dan meringankan beban stres terkait diabetes.
    • Buatlah perubahan dengan memulai hobi atau mempelajari hal baru seperti berolahraga, menari, melakukan kerajinan tangan, melakukan kegiatan amal, dan lainnya. 
    • Lakukan terapi relaksasi progresif dengan latihan pernapasan. 
    • Memikirkan hal-hal yang positif.5,6

    Pengelolaan Diabetes Tipe 2 pada Saat Sakit 

    Kondisi badan yang sedang sakit dapat membuat tubuh mengeluarkan hormon yang bisa meningkatkan kadar glukosa dalam darah.

    Baca Juga: 5 Tanda Gejala Diabetes Atau Kencing Manis

    Hal ini dapat menimbulkan beragam komplikasi yang tidak diinginkan bahkan sampai koma. Sehingga cara terbaik untuk mencegah komplikasi yang buruk adalah dengan merencanakan manajemen untuk hari sakit sejak jauh hari sebelumnya, dengan cara:7 

    Produk Terkait: Cek Lab

    • Simpan dan miliki daftar nomor telepon dokter dan ahli gizi yang merawat Sahabat. Pastikan Sahabat juga tahu bagaimana cara untuk menghubungi mereka saat malam hari atau pada tanggal merah. 
    • Hubungi dokter jika:
      • Mengalami gejala sakit selama beberapa hari dan tidak membaik.
      • Muntah dan diare lebih dari 6 jam. 
      • Kadar gula darah >240 mg/dL walaupun Sahabat sudah menggunakan insulin ekstra.
      • Timbul gejala yang mengarah ke kondisi bahaya seperti nyeri dada, kesulitan bernapas, napas berbau buah-buahan, bibir atau lidah kering dan pecah-pecah. 
    • Ukur keton jika glukosa darah >300 mg/dL.
    • Tetap lanjutkan konsumsi obat diabetes dan pola makan normal ketika Sahabat sedang sakit.
    • Pastikan telah mengonsumsi cukup cairan yang tidak mengandung kalori seperti air putih agar terhindar dari dehidrasi.
    • Periksa kembali obat-obatan yang dijual bebas sebelum Anda membelinya apakah obat tersebut mengandung gula serta keamanannya untuk dikonsumsi orang dengan diabetes.7  

    Tips Berwisata untuk Penderita Diabetes Tipe 2 

    Rencanakan ke depan untuk perjalanan bebas dari stres sesuai kesehatan Sahabat, baik melalui perjalanan darat, laut, ataupun udara, tetap lakukan rutinitas manajemen diabetes dengan cara:8

    • Berikan informasi kepada agen perjalanan bahwa Sahabat memiliki Diabetes Tipe 2 dan persyaratan apa saja yang diperlukan saat bepergian.
    • Siapkan dua kali jumlah persediaan obat diabetes dan salinan resep yang Sahabat butuhkan sebagai cadangan.
    • Siapkan semua jarum suntik, flexpen, maupun botol insulin, dan perlengkapan lainnya termasuk glukagon darurat secara jelas dan ditandai dengan label farmasi yang menunjukan obat. 
    • Pastikan Sahabat membawa kartu asuransi kesehatan, kartu identifikasi medis bahwa Sahabat memiliki diabetes, dan nomor telepon darurat termasuk nama dan nomor telepon dokter. Selain itu, cari tahu juga di mana Sahabat bisa mendapatkan perawatan medis ketika jauh dari rumah. 
    • Mengingat perubahan zona waktu agar tahu kapan harus melakukan pengobatan.
    • Bawa beberapa makanan ringan dan botol air untuk berjaga-jaga bila terjadi penurunan gula darah. 
    • Biasakan untuk rutin cuci tangan dengan air dan sabun.8,9

    Baca Juga: 8 Fakta Melawan Diabetes

    Itulah mengenai tips mengelola gaya hidup bagi penderita diabetes tipe 2. Apabila Sahabat ingin informasi lebih lanjut mengenai diabetes dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    REFERENSI

    1. Closer Look at Type 2 Diabetes [Internet]. 2020. Available online at: http://www.cdc.gov/diabetes/prevention/pdf/postcurriculum_session14.pdf
    2. About type 2 diabetes. [Internet]. 2020. Available online at: https://www.diabetes.org.nz/about_diabetes/type_2_diabetes
    3. Tight Diabetes Control. [Internet]. 2020. Available online at: http://www.diabetes.org/living-with-diabetes/treatment-and-care/blood-glucose-control/tight-diabetes- control.html
    4. Managing Stress and Diabetes [Internet]. American Diabetes Association. 2020. Available from: http://archives.diabetes.org/living-with-diabetes/parents-and-kids/everyday-life/managing-stres-and-diabetes.html
    5. Madhu, K. Stress Management in Diabetes Mellitus. 2020. Available from: https://www.researchgate.net/publication/239743298_Stres_Management_in_Diabetes_Mellitus
    6. Stress. [Internet]. 2020. Available online at: http://www.diabetes.org/living-with diabetes/complications /stress.html.
    7. When You’re Sick [Internet]. 2020.Available online at: http://www.diabetes.org/living-withdiabetes/treatment-and-care/whos-on- your-health-care-team/when-youre-sick.html
    8. Have diabetes? Get tips for safe travels [Internet]. 2020. Available online at: http://www.cdc.gov/features/diabetesandtravel/
    9. Travel Tips for People With Diabetes. [Internet]. 2020Available online at: http://www.diabetes.ca/diabetes-and-you/living/guidelines/travel/
    Read More
  • Belakangan muncul fenomena yang disebut ghosting yang diawali dari permasalahan hubungan asmara Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo, yang diisukan telah mengakhiri hubungan asmaranya secara sepihak. Baca Juga: Kehidupan Seks Tetap Membara Setelah Menikah dan Punya Anak Maraknya penggunaan istilah ghosting, tentu membuat khalayak bertanya-tanya apa yang dimaksud dengan ghosting. Sahabat Sehat, mari simak penjelasan mengenai […]

    Sahabat, Ketahui Fenomena Ghosting dan Cara Menghadapinya

    Belakangan muncul fenomena yang disebut ghosting yang diawali dari permasalahan hubungan asmara Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo, yang diisukan telah mengakhiri hubungan asmaranya secara sepihak.

    Baca Juga: Kehidupan Seks Tetap Membara Setelah Menikah dan Punya Anak

    Maraknya penggunaan istilah ghosting, tentu membuat khalayak bertanya-tanya apa yang dimaksud dengan ghosting. Sahabat Sehat, mari simak penjelasan mengenai ghosting berikut ini.

    fenomena ghosting, ghosting

    Apa Itu Ghosting ?

    Ghosting adalah sebuah istilah psikologi yang berasal dari bahasa Inggris, secara umum diartikan sebagai berbayang. Istilah ini dalam kehidupan sehari-hari merujuk pada kondisi ketika seseorang tiba-tiba mengakhiri komunikasi tanpa adanya penjelasan. Istilah ini juga seringkali disebut PHP, yaitu singkatan dari pemberi harapan palsu.

    Beberapa psikolog menyebut bahwa cara mengakhiri hubungan seperti ini tidak wajar dan tidak sopan, karena dapat memberikan dampak psikologis yang cukup besar bagi para pihak yang ditinggalkan.

    Mengapa Bisa Terjadi?

    Hal ini dapat terjadi ketika dalam suatu hubungan asmara, salah satu pihak merasa tidak adanya ketertarikan dan berupaya mengurangi kontak yang sudah lama terjalin hingga berakhir dengan pemutusan hubungan sepihak.

    Ghosting dianggap sebagai suatu solusi yang praktis dalam mengakhiri hubungan. Pelakunya beranggapan bahwa tidak ada hubungan pribadi atau profesional saat menjalani hubungan asmara. Apalagi ketika hubungan tersebut juga tidak diketahui oleh orang-orang sekitar sehingga pelaku tidak merasa adanya konsekuensi saat memutuskan hubungan.

    Baca Juga: Hubungan Antara Siklus Kehidupan dan Kesehatan Wanita

    Faktor Penyebab Ghosting

    Baby Jim Aditya, seperti dilansir dari Kompas.com menyebut beberapa faktor penyebab terjadinya fenomena ghosting:

    Tidak Ada Solusi

    Dalam sebuah hubungan asmara bisa saja terjadi ketidakcocokan, namun salah satu pihak enggan membahas atau menyelesaikannya karena merasa tidak ada solusi yang bisa didapatkan.

    Pertahanan Diri

    Pertahanan diri disebut juga menjadi salah satu faktor penyebab ghosting. Hal ini muncul karena ada hal yang tidak dapat ditangani secara emosional oleh pelaku, misal adanya tuntutan kepada pelaku ghosting mengenai pernikahan atau kondisi lainnya yang membuat pelaku merasa tertekan.

    Tidak Ada Keterbukaan

    Keterbukaan merupakan salah satu cara agar hubungan asmara berlangsung harmonis. Namun, dalam beberapa kasus ternyata tidak terjadi demikian sebab ada beberapa pasangan yang tidak dapat terbuka dan tidak mampu mempertahankan hubungan tersebut.

    Tidak Mau Berkomitmen

    Alasan tidak mau serius dalam berkomitmen, seringkali menjadi salah satu penyebab ghosting.

    Memiliki Sifat Pengecut

    Faktor terakhir adalah adanya sifat pengecut atau tidak berani dalam diri, sehingga enggan memutuskan hubungan secara baik-baik karena takut dan tidak bertanggung jawab.

    Bagaimana Cara Mengetahui dan Menghadapinya?

    Ada  beberapa cara yang bisa Sahabat lakukan, apabila merasa menjadi korban ghosting:

    Berhati-hati dengan Ucapan Pasangan

    Fenomena ghosting, sebenarnya dapat dideteksi dari perkataan dan perbuatan yang dilakukan  pelaku. Misalnya jika pelaku mengatakan akan berjanji bertemu Sahabat pada waktu yang sudah disepakati, namun tiba-tiba membatalkan secara sepihak dan hal ini dilakukan berulang kali. Dari situ, Sahabat dapat menyimpulkan dan mempersiapkan diri jika pasangan tiba-tiba menghilang tanpa kabar.

    Kenali Tingkah Laku Pasangan

    Sahabat sebaiknya kenali tingkah laku dan tabiat pasangan. Perhatikan apakah sikap pasangan berubah ubah, misalnya terkadang sikapnya hangat dan disaat lain menjadi cuek.

    Serta bicarakan sejak awal hubungan, mengenai tujuan dalam hubungan tersebut. Apabila pasangan belum memiliki rencana berkomitmen secara serius,  besar kemungkinannya pasangan Sahabat dapat melakukan ghosting.

    Baca Juga: 7 Tahap Persiapan Pernikahan dalam Waktu Singkat

    Jangan Hubungi Pasangan Lebih Dulu

    Biasanya hal ini terjadi jika Sahabat mengenal seseorang selama kurun waktu tertentu, namun tidak pernah bertemu secara fisik maupun melalui telepon.

    Dalam kondisi seperti ini, Sahabat diharapkan jangan sampai terjebak dengan perilaku pasangan. Hindari menghubungi pasangan terlebih dahulu, dan perhatikan perilaku pasangan.

    Analisis Kepribadian Pasangan

    Ketika Sahabat ingin menjalani sebuah hubungan yang serius, sebaiknya bicarakan dahulu hal ini dengan pasangan. Apabila pasangan tidak merespon atau mengalihkan topik pembicaraan, Sahabat tidak perlu heran jika suatu saat pasangan menghilang tanpa kabar.

    Jangan Terlalu Dipikirkan

    Apabila pasangan kurang memperhatikan Sahabat, dan terlihat kurang berusaha dalam menjalani hubungan asmara maka sebaiknya jangan terlalu memikirkan hal ini agar Sahabat terhindar dari kekecewaan.

    Cara-cara lain yang bisa Sahabat lakukan untuk menghadapi fenomena ghosting, yaitu :

    • Cari tahu informasi dari orang-orang terdekat
    • Siapkan mental
    • Beri waktu untuk untuk menenangkan diri
    • Hargai diri sendiri

    Apa Dampak Ghosting Secara Psikologis?

    Karena ghosting, merupakan suatu hal yang tidak etis maka hal ini dapat berdampak besar pada pasangan yang ditinggalkan sehingga dapat mengalami beberapa hal berikut :

    • Merasa dirinya tidak berharga dan tidak berguna
    • Merasa kesepian dan sakit hati
    • Sedih berkepanjangan
    • Memikirkan hal secara berlebihan
    • Mengalami trauma dalam menjalin hubungan

    Ghosting Bukan Hanya dalam Urusan Asmara

    Ghosting kerap dikaitkan dengan hubungan asmara, namun sebenarnya perilaku ini bisa juga ditemukan dalam kondisi lain seperti dalam hubungan pertemanan, hubungan bisnis, atau bahkan saat wawancara kerja misalnya salah satu pihak baik HRD maupun kandidat yang tidak memberikan kejelasan mengenai proses perekrutan yang sudah dilakukan.

    Itulah mengenai ghosting yang cukup memberikan dampak psikologis pada salah satu pihak yang ditinggalkan. Sebaiknya hindari hal ini dan jika ingin melakukan pemutusan hubungan, dapat membicarakan secara baik-baik terlebih dahulu.

    Baca Juga: Rendahnya Penanganan Kesehatan Jiwa di Indonesia

    Apabila Sahabat Sehat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai ghosting atau ingin melakukan konsultasi khusus, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Riani A. Fakta-Fakta Psikologi tentang Ghosting, Tindakan yang Dituduhkan pada Kaesang Pangarep [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 15 March 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4501346/fakta-fakta-psikologi-tentang-ghosting-tindakan-yang-dituduhkan-pada-kaesang-pangarep
    2. Media K. Ghosting untuk Mengakhiri Hubungan Asmara? Psikolog Sebut Kurang Ajar Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 15 March 2021]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2021/03/08/170300523/ghosting-untuk-mengakhiri-hubungan-asmara-psikolog-sebut-kurang-ajar?page=all
    3. Media K. Penjelasan Psikolog soal Ghosting: Penyebab hingga Cara “Move On” Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 15 March 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2021/03/08/072000365/penjelasan-psikolog-soal-ghosting-penyebab-hingga-cara-move-on?page=all
    4. Wibowo I. 6 Tips Menghindari Ghosting Agar Tidak Patah Hati [Internet]. Womantalk | Good lifestyle, relationship and pop culture for Women. 2021 [cited 15 March 2021]. Available from: https://womantalk.com/love/articles/tips-menghindari-ghosting-agar-tidak-patah-hati-D4gVe
    5. Ekawati Y. 5 Tips Hadapi Pelaku Ghosting Menurut Psikolog [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 15 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5484310/5-tips-hadapi-pelaku-ghosting-menurut-psikolog
    6. Apa Itu Ghosting, Sama Enggak dengan PHP? [Internet]. Solopos.com. 2021 [cited 15 March 2021]. Available from: https://www.solopos.com/apa-itu-ghosting-sama-enggak-dengan-php-1111182
    7. Times I, Kusumawati A. 5 Dampak yang Dirasakan Korban Ghosting, Bisa Menimbulkan Trauma [Internet]. IDN Times. 2021 [cited 15 March 2021]. Available from: https://www.idntimes.com/life/relationship/aisya-kusumawati-1/5-dampak-yang-dirasakan-korban-ghosting-bisa-menimbulkan-trauma-c1c2-1/5
    8. 5 Jenis Ghosting saat Rekrutmen Kerja, Apa Aja Sih? [Internet]. Urbanasia.com. 2021 [cited 15 March 2021]. Available from: https://www.urbanasia.com/5-jenis-ghosting-saat-rekrutmen-kerja-apa-aja-sih-U26790

     

    Read More
  • Setiap orang tentunya menginginkan kesuksesan dalam segala bidang termasuk juga Sahabat Sehat. Namun untuk menggapai kesuksesan itu, seringkali Sahabat dihinggapi perasaan tidak yakin akan kemampuan diri sendiri dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Hal inilah yang disebut dengan mental block atau hambatan mental. Baca Juga: 7 Tips Wanita Sukses Biar Kamu Makin Sukses Kondisi ini terjadi dari […]

    Mengenal Mental Block, Mulai dari Gejala hingga Terapi Khusus untuk Mengatasinya

    Setiap orang tentunya menginginkan kesuksesan dalam segala bidang termasuk juga Sahabat Sehat. Namun untuk menggapai kesuksesan itu, seringkali Sahabat dihinggapi perasaan tidak yakin akan kemampuan diri sendiri dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Hal inilah yang disebut dengan mental block atau hambatan mental.

    mental block, blok mental, hambatan mental

    Baca Juga: 7 Tips Wanita Sukses Biar Kamu Makin Sukses

    Kondisi ini terjadi dari pikiran bawah sadar yang kemudian ditransfer ke pikiran sadar atau realita. Hal ini tentunya harus diatasi sebab, jika tidak Sahabat akan kesulitan mendapatkan tujuan yang diinginkan karena terus-menerus didominasi oleh pikiran bawah sadar.

    Kondisi seperti ini adalah kondisi yang umum dialami semua orang dan segala usia seperti pelajar, mahasiswa, dan pekerja. Mereka mengalaminya saat sedang akan mengerjakan suatu hal namun terhambat oleh kehilangan ide dan tidak dapat berpikir jernih yang bisa mengakibatkan stres.

    Apa Saja Gejalanya?

    Dalam beberapa hal, blok mental biasanya ditandai dengan gejala sebagai berikut:

    • Tidak bergairah atau kehilangan energi
    • Sensitif serta mudah tersinggung
    • Selalu merasa tegang
    • Emosi yang meluap-luap atau berlebihan
    • Merasakan tekanan psikologis
    • Mengalami ketakutan terhadap kesuksesan dan kegagalan
    • Sering menunda suatu hal terutama berkaitan dengan pekerjaan
    • Tidak percaya diri dan mudah merubah keputusan.
    • Dihinggapi perasaan tidak berharga, tidak mampu, dan tidak berdaya
    • Malas, khawatir, ragu akan kemampuan, dan cemas berlebihan
    • Perfeksionis

    Hal Apa Saja Penyebabnya?

    Banyak sekali hal yang menyebabkan mental block, misalnya :

    • Efek samping berbagai jenis obat
    • Kekurangan vitamin B12
    • Kurang tidur
    • Kelelahan mental atau decision fatigue, yaitu kelelahan mental karena terlalu banyak membuat keputusan
    • Kekacauan (clutter)akibat lingkungan yang berantakan atau kacau sehingga meningkatkan kadar kortisol (hormon stres) dan menyebabkan kecemasan
    • Sering menunda-nunda tugas penting juga menyebabkan stres dan kecemasan hingga dapat mempersulit memulai atau melanjutkan pekerjaan

    Apakah Mental Block Ada Jenisnya?

    Ada. Terdapat 7 jenis untuk kondisi kesehatan mental ini, yaitu:

    Keraguan diri

    Hal yang dirasakan adalah anggapan bahwa apa yang dilakukan hanya mempunyai nilai yang kecil meskipun dilakukan dengan usaha-usaha yang sangat keras.

    Keraguan

    Yaitu, muncul anggapan dari diri sendiri bahwa keberhasilan dan kegagalan berasal dari banyaknya nilai yang ada dalam keputusan yang dibuat.

    Pola Pikir Tetap

    Hal yang dilakukan di masa lalu membatasi hal yang dapat dilakukan di masa depan.

    Perbandingan

    Anggapan yang muncul dengan merasa tidak ada begitu banyak peluang untuk bisa meraih tujuan dan kesuksesan yang ada.

    Ketidakpastian

    Sahabat mudah membuat keputusan namun menyadari bahwa tidak dapat menemukan cara untuk melaksanakannya.

    Bagaimana Cara Mengatasinya?

    Untuk mengatasi mental block , Sahabat dapat melakukan beberapa cara berikut:

    Buat Skala Prioritas

    Hal yang paling bisa Sahabat lakukan adalah mengerjakan hal yang mudah dan sudah dikuasai. Mengerjakan hal yang mudah akan meringankan pikiran sehingga bisa lebih tenang dan cepat menyelesaikannya.

    Tenangkan Diri dan Pikiran

    Menenangkan diri dan pikiran juga diperlukan ketika Sahabat mengalami kekalutan pikiran yang berakibat ide akan hilang, dan akibatnya Sahabat semakin stres.

    Baca Juga: 8 Cara Mengatasi Stres Kerja yang Perlu Kamu Lakukan

    Karena itu, perlahan tenangkan diri dengan menarik nafas dalam-dalam lalu hembuskan perlahan kemudian berikan stimulasi pada pikiran bahwa Sahabat bisa melakukan pekerjaan dengan baik.

    Apabila dirasa cukup tenang, mulailah kerja secara perlahan, dan kerjakanlah hal yang lebih mudah terlebih dahulu.

    Mencari Suasana yang Baru

    Mencari suasana baru seperti mengganti suasana lingkungan, untuk menghasilkan ide-ide baru akibat terlalu lama berada di dalam ruangan yang sama. Dengan adanya hal tersebut, otak menjadi lebih segar sehingga siap menerima gagasan baru.

    Freewriting

    Freewriting atau menulis bebas bisa Sahabat lakukan apabila mengalami mental block. Caranya adalah siapkan kertas atau menulis di komputer lalu tulislah apapun yang ada di pikiran. Hal ini dapat membantu Sahabat menemukan ide baru dari tulisan tersebut.

    Selain itu, cara ini membantu menata kembali ide yang hilang. Tuliskanlah hal apa saja yang berhubungan dengan pekerjaan. Lakukanlah sekitar 10-15 menit.

    Diskusi dengan Teman

    Mengajak teman berdiskusi merupakan cara yang juga tepat untuk mengatasi mental block mengenai masalah yang dihadapi.

    Kemudian mintalah teman untuk memberikan pendapat. Dari pendapat tersebut, olahlah kembali sebab ide tersembunyi bisa saja muncul dari hasil diskusi tersebut.

    Adakah Terapi Khusus untuk Menanganinya?

    Teknik emotional freedom therapy, yaitu sebuah teknik yang dikembangkan oleh Gary Craig di Amerika Serikat dipercaya dapat mengatasi masalah yang berhubungan dengan emosi negatif, dan fokus pada menekan beberapa titik pada tubuh agar energi mengalir dengan baik ke seluruh tubuh.

    Baca Juga: Seperti Apa dan Bagaimana Pertolongan Pertama Gangguan Kesehatan Jiwa

    Mental block selanjutnya menjadi lemah dan emosi negatif yang berhubungan dengan kejadian traumatis diganti dengan energi positif sehingga penderitanya tidak akan terpengaruh lagi jika mengingat hal-hal yang bersifat traumatis.

    Bagaimana Cara Melakukannya?

    • Pikirkan masalah yang sedang dihadapi lalu catat semua emosi negatif, misalnya perasaan kecewa dan sakit hati karena belum lolos wawancara kerja, merasa benci dengan seseorang, dan sebagainya
    • Rasakan kembali emosi negatif, boleh menutup mata lalu bayangkan kembali dengan membuat skala 0-10. Skala 0 berarti emosi sangat rendah sedangkan skala 10 berarti emosi sangat mengganggu
    • Bayangkan dan rasakan kembali semua emosi negatif yang selama ini telah mengganggukualitas hidup. Niatkan untuk melepaskan semua emosi negatif, dan gantikan semua emosi negatif dengan menuliskan minimal 5 hal positif, serta bayangkan dan rasakan hal-hal positif sudah terjadi di dalam hidupmu.
    • Bacalah sugesti positif sebanyak 3 kali sambil menekan bagian tengah dada
    • Mulailah dengan menekan bagian tangan pada bagian di bawah jari kelingking kemudian ucapkan berkali-kali sugesti yang telah dibuat sebelumnya. Tekan tujuh kali sambil mengucapkan sugesti positif berulang-ulang.

    Adakah Efek Sampingnya?

    Sejauh ini belum ada penjelasan lebih lanjut apakah terapi khusus tersebut ada atau tidak efek sampingnya.

    Para ahli mengungkapkan teknik ini aman dilakukan karena bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja serta tanpa alat sehingga praktis dan mudah dilakukan.

    Baca Juga: Inilah Gejala Kesehatan Mental yang Sering Sahabat Anggap Remeh

    Itulah mengenai mental block serta bagaimana caranya mengatasi dengan terapi khusus. Kondisi ini memang perlu diatasi karena jika dibiarkan akan menghambat potensi yang Sahabat miliki untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai mental block, dan butuh konsultasi khusus, silakan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Times I, Sofia A. Mengenal Mental Block yang Bisa Menghambat Kesuksesan [Internet]. IDN Times. 2021 [cited 12 March 2021]. Available from: https://www.idntimes.com/health/fitness/aya-sofia/mengenal-mental-block-yang-bisa-menghambat-kesuksesan-c1c2/5
    2. Mediatama G. Apa itu mental block? Pengertian dan 5 cara mengatasinya [Internet]. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2021 [cited 12 March 2021]. Available from: https://lifestyle.kontan.co.id/news/apa-itu-mental-block-pengertian-dan-5-cara-mengatasinya?page=all
    3. Mental Block: Definisi, Penyebab, dan Cara Mengatasinya – Glints Blog [Internet]. Glints Blog. 2021 [cited 12 March 2021]. Available from: https://glints.com/id/lowongan/mental-block/#.YEq-7bgzbIV
    Read More
  • Pertolongan pertama kesehatan mental sebenarnya sudah ada dan sudah diterapkan sebelum Perang Dunia Kedua. Hal ini diakui sebagai cara terbaik untuk menolong banyak orang dalam kondisi yang berisiko. Gejala penyakit gangguan mental ini sulit sekali untuk dideteksi, banyak orang lain atau keluarga yang menemukan perilaku atau sikap dengan perubahan yang seperti biasanya. Meskipun orang lain […]

    Seperti Apa dan Bagaimana Pertolongan Pertama Gangguan Kesehatan Jiwa?

    Pertolongan pertama kesehatan mental sebenarnya sudah ada dan sudah diterapkan sebelum Perang Dunia Kedua. Hal ini diakui sebagai cara terbaik untuk menolong banyak orang dalam kondisi yang berisiko.

    Gejala penyakit gangguan mental ini sulit sekali untuk dideteksi, banyak orang lain atau keluarga yang menemukan perilaku atau sikap dengan perubahan yang seperti biasanya. Meskipun orang lain atau keluarga sendiri menemukannya, tetap saja cara menghadapi dan bagaimana melakukan intervensi atau mencari pengobatan yang tepat itu tidak mudah.

    pertolongan pertama gangguan kesehatan jiwa

    Baca Juga: Penyebab Gangguan Kesehatan Mental yang Perlu Dideteksi Sejak Dini

    Pertolongan pertama kesehatan jiwa adalah kursus selama 8 jam. Pasien diberi pemahaman dan dikenalkan tentang risiko-risiko dan tanda-tanda awal gangguan jiwa. Pasien dikenalkan dampak dari gangguan jiwa serta cara pengobatannya secara umum.

    Selain itu, pasien juga ikut simulasi dalam menilai seberapa krisis gangguan jiwa, melakukan intervensi, memberikan bantuan awal dan bagaimana cara menguhubungi dokter, teman terdekat, keluarga, serta bantuan dukungan sosial.

    Dekati, kaji dan dengar masalah yang sedang dialami

    Hal yang pertama yang harus Sahabat lakukan adalah melakukan pendekatan dengan penuh perhatian dan sikap positif, dengarkan masalahnya, dan coba memberi bantuan atau solusi sesuai dengan masalah yang sedang dihadapinya. Step by step melakukan pendekatan juga harus memperhatikan

    • Cara pendekatan dengan penuh perhatian dan sikap yang nyaman
    • Cari tempat yang nyaman untuk kita maupun orang tersebut, tempat yang nyaman dan tenang untuk bercerita
    • Apabila orang tersebut tidak berinisiatif memulai cerita, maka kita boleh memulai pembicaraan dengan syarat tidak langsung to the point
    • Jika orang tersebut sudah memulai cerita, hormati privasi dan kerahasiaan orang tersebut.

    Dengarkan ceritanya tanpa menghakimi

    Ketika orang tersebut mulai bercerita, salah satu yang harus anda lakukan yang penting sekali adalah dengarkan dan tahan penilaian anda dahulu,  jangan memotong cerita orang tersebut dengan pertanyaan-pertanyaan yang ada di pikiran Sahabat, dengarkan dulu sampai selesai, dengarkan dengan rasa empati yang tinggi dan dengarkan secara verbal maupun non verbal.

    Perhatikan juga untuk mendengarkan dengan sungguh-sungguh, mengerti apa yang diceritakan kemudian berikan kebebasan untuk berbicara tanpa menghakimi. Ada hal yang harus dilakukan dan jangan sesekali Sahabat lakukan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan adalah:

    Lakukan

    • Beretika dan lakukan hal yang sewajarnya sesuai dengan budaya, usia dan orang yang kita hadapi
    • Jujur dan dapat dipercaya
    • Hormati keputusan dan hak orang lain
    • Jangan mengungkapkan tentang penilaian pertama terhadap orang tersebut dan berhati-hati dalam menilai
    • Jelaskan ketersediaanmu dalam membantunya kapan saja

    Jangan Lakukan

    • Jangan berlebihan dalam memberikan informasi
    • Jangan berlebihan dalam berbicara
    • Jangan menonjolkan status kita sebagai penolong
    • Jangan memaksa mereka untuk bercerita kepada kita
    • Jangan ambisius, membosankan atau memaksa untuk menolong
    • Jangan menghakiminya karena perilaku dan perasaannya
    • Jangan menceritakan masalahnya ke semua orang maupun sedikit orang

    Berikan informasi dan dukungan

    Setelah seseorang tersebut merasa lebih didengarkan dan merasa ada dukungan lebih, maka ini adalah peluang anda untuk terus melanjutkan bantuan.

    Baca Juga: Gangguan Kesehatan Jiwa, dari Penyebab hingga Cara Mengatasi

    Berikan dukungan berupa dukungan emosional seperti memberikan harapan bahwa masalah ini akan selesai dengan kondisi yang membaik dan berikan dukungan seperti berempati apa yang orang tersebut rasakan. Jangan lupa untuk menanyakan atau memberikan informasi tentang bantuan kesehatan jiwa.

    Beri dorongan untuk mendapatkan bantuan profesional

    Ketika mereka sudah mulai terbuka terkait cerita dan masalahnya, sebaiknya langkah selanjutnya Sahabat memberikan pilihan bantuan profesional yang tepat, seseorang dengan gangguan kesehatan jiwa harus ditangani langsung dengan yang lebih profesional.

    Kita dalam membantu memiliki batasan dan pilihan bantuan terapi ada berbagai macam misalnya dengan obat-obatan, terapi psikis atau konseling, dukungan dari anggota keluarga/terdekat, bantuan/bimbingan aktifitas.

    Beberapa gejala yang harus diperhatikan dan butuh bantuan lebih, yaitu:

    • Orang dengan kondisi serius, yang dapat membahayakan nyawa diri sendiri maupun orang lain dan membutuhkan perawatan gawat darurat
    • Orang dengan kondisi yang sangat sedih dan berlarut-larut, sehingga tidak mampu merawat diri sendiri dan anak-anaknya
    • Orang yang hanya membahayakan orang lain

    Setelah itu, beri dorongan untuk mendapatkan bantuan lainnya

    Orang yang mengalami gangguan kesehatan jiwa sangat penting juga untuk mendapatkan bantuan dorongan lainnya, selain bantuan profesional atau bantuan yang tepat, orang-orang di sekitar yang pernah mengalami gangguan kesehatan jiwa bisa untuk membantu mereka yang saat ini sedang mengalami, bantuan dorongannya orang-orang di sekitar saja dan orang-orang terdekat.

    Menurut data World Federation of Mental Health (WFMH) seseorang di suatu tempat di dunia meninggal akibat bunuh diri. Data menunjukkan bahwa satu dari empat orang dewasa akan mengalami masalah hidupnya dan mengganggu kesehatan jiwa.

    Baca Juga: Keinginan Bunuh Diri, Cara Mencegah dan Tanda-tandanya

    Hal itu karena orang-orang yang memiliki gangguan kesehatan jiwa ini tidak mendapatkan perhatian dan tidak mendapatkan dukungan psikologis dari orang-orang di sekitar. Apalagi jika masalah psikis mereka dalam keadaan darurat, mengakibatkan banyak sekali orang-orang yang akan mengalami gangguan kesehatan jiwa

    Karena itu, pertolongan pertama pada gangguan kesehatan jiwa berasal dari orang-orang terdekat dan keluarga, rasa peduli dan perhatian terhadap orang-orang yang dekat dengan kita adalah obat pertama untuk pertolongan awal menghadapi orang yang mengalami gangguan kesehatan jiwa.

    Baca Juga: 5 Gangguan Jiwa Paling Sering Dialami Kawula Muda

    Demikianlah mengenai pertolongan pertama pada kesehatan jiwa bagi teman atau saudara yang sedang mengalaminya. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai pertolongan pertama ini dan produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi :

    1. RSJ Dr. Radjiman W. Lawang [Internet]. Rsjlawang.com. 2021 [cited 2 March 2021]. Available from: http://rsjlawang.com/news/detail/154/pertolongan-pertama-pada-gangguan-kesehatan-jiwa
    2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia [Internet]. Kemkes.go.id. 2021 [cited 2 March 2021]. Available from: https://www.kemkes.go.id/article/view/16101100004/hkjs-2016-pertolongan-pertama-psikologis-dan-kesehatan-jiwa-bagi-semua-.html
    3. Penerapan Metode Algee Dalam Pertolongan Pertama Pada Gangguan Jiwa [Internet]. Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng. 2021 [cited 2 March 2021]. Available from: https://dinkes.bulelengkab.go.id/artikel/penerapan-metode-algee-dalam-pertolongan-pertama-pada-gangguan-jiwa-44

     

    Read More
  • Banyak cara untuk menghilangkan stres. Selain dengan berolahraga, menonton film, dan membaca buku, menghilangkan stres dan depresi juga dapat dengan berbelanja. Apalagi di masa pandemi yang mengharuskan semua aktivitas berada di rumah, berbelanja online menjadi pilihan yang tepat agar tidak terkena stres berlebihan. Lalu mengapa belanja online bisa menjadi salah satu cara untuk menghadapi stres? […]

    Manfaat Belanja Online untuk Menghilangkan Stres Karena Pandemi Covid-19

    Banyak cara untuk menghilangkan stres. Selain dengan berolahraga, menonton film, dan membaca buku, menghilangkan stres dan depresi juga dapat dengan berbelanja. Apalagi di masa pandemi yang mengharuskan semua aktivitas berada di rumah, berbelanja online menjadi pilihan yang tepat agar tidak terkena stres berlebihan. Lalu mengapa belanja online bisa menjadi salah satu cara untuk menghadapi stres?

    manfaat belanja online

    Baca Juga: Berikut Trik Anti Rugi Belanja Online yang Perlu Dicoba

    Manfaat Belanja Online untuk Menghilangkan Stres

    Dilansir dari Cleveland Clinic, ada beberapa hal yang membuat berbelanja menjadi suatu aktivitas menyenangkan di kala stres terutama di saat pandemi. Apa saja hal-hal itu? Yuk, Sahabat Sehat mari simak bersama di bawah ini:

    Meredakan Perasaan Sedih

    Belanja online mempunyai manfaat pada tubuh yaitu bisa meredakan perasaan sedih yang ditimbulkan dari stres dan depresi. Hal ini berdasarkan sebuah studi tahun 2014 dari Journal of Consumer Psychology. Jurnal tersebut mengungkapkan bahwa kesedihan umumnya berkaitan dengan perasaan bahwa pengendalian situasi adalah hasil dalam kehidupan daripada diri kita sendiri. Pilihan dan hasil ini dapat memulihkan perasaan dan emosi pribadi ketika berbelanja termasuk perasaan sedih.

    Studi lain juga menunjukkan bahwa membeli barang yang disukai secara pribadi dapat 40 kali lebih efektif memberikan rasa kendali daripada tidak berbelanja sama sekali. Dapat diartikan bahwa ada semacam pencapaian pribadi yang positif.

    Mengalihkan Diri dari Rasa Kecemasan

    Hal lain yang membuat belanja online baik untuk tubuh dan kesehatan mental adalah dapat mengalihkan diri rasa kecemasan karena tidak bisa berbuat banyak hal akibat pandemi. Hal ini karena adanya visualisasi produk yang cukup bagus saat Sahabat berbelanja online. Visualisasi berupa tampilan dan warna-warni yang berpadu menciptakan semacam pengalaman indrawi yang cukup imajinatif untuk dapat mengalihkan diri dari realita.

    Baca Juga: Tips Aman dari Corona Saat Belanja Online

    Hal tersebut tentunya dapat menimbulkan rasa kepuasan. Secara ilmiah, hal ini juga dikarenakan oleh hormon dopamin yang dilepaskan oleh tubuh bahkan sebelum Sahabat melakukan pembelian. Dopamin inilah yang memengaruhi pikiran di otak sehingga membuat perasaan lebih baik. Bahkan, Sahabat hanya dengan window shopping saja bisa memberikan dampak yang positif pada suasana hati. Dopamin sendiri dapat meningkatkan keinginan Sahabat untuk terus mencari-cari hal-hal yang membuat diri lebih baik.

    Memberikan Mood yang Baik

    Manfaat belanja online lainnya yang dapat menghilangkan stres adalah dapat memberikan mood yang baik. Mood yang diciptakan oleh dopamin ini tercipta tidak hanya ketika memilih barang dan mengambil kerjaan, tetapi juga ketika Sahabat menelusuri barang-barang yang terlihat menarik meskipun pada akhirnya tidak membeli barang tersebut.

    Produk Terkait: Promo Prosehat

    Mood dari Dopamin ini juga terlihat saat Sahabat menunggu paket belanja online tiba. Hal itu dikarenakan juga adanya ketidakpastian saat pengiriman barang. Sahabat membayangkan tampilan barang yang dikemas tersebut sehingga Dopamin muncul, dan Sahabat merasa gembira apalagi ketika paket tiba.

    Kemungkinan Terkena Compulsive Shopping Disorder

    Meski kenyataannya memberikan manfaat yang baik untuk tubuh terutama jika dikaitkan dengan kesehatan mental, Sahabat tentunya harus menghindari kecanduan berbelanja yang disebut dengan compulsive shopping disorder. Ciri-cirinya adalah tidak dapat menolak pembelian barang yang dibutuhkan, mempunyai keasyikan karena belanja yang tidak terkontrol, serta dapat menghabiskan banyak waktu untuk terus-menerus melihat barang yang diinginkan. Jika dibiarkan hal ini tentu akan memengaruhi kondisi finansial Sahabat.

    Baca Juga: Bijak Berbelanja Obat Melalui Aplikasi Online

    Bagaimana Cara Mengatasinya?

    Cara mengatasi kecanduan berbelanja berlebihan secara online ini adalah sebagai berikut:

    • Uninstall aplikasi belanja di gadget
    • Unfollow akun belanja di media sosial
    • Berhenti berlangganan atau unsubscribe marketing newsletter
    • Hapus aplikasi mobile banking di gadget
    • Hapus data kartu kredit di aplikasi belanja
    • Memberlakukan masa tunggu untuk berbelanja
    • Buatlah rekening belanja khusus

    Itulah mengenai manfaat berbelanja online bagi kesehatan mental terutama di masa pandemi yang mengakibatkan stres, depresi, dan cemas karena harus di rumah saja. Meski begitu, Sahabat jangan lantas menjadi impulsif dengan kalap berbelanja sehingga melupakan hal-hal yang diprioritaskan. Akibatnya, berkomplikasi pada kondisi finansial.

    Baca Juga: Tips Aman Berbelanja Online

    Untuk belanja online di tengah pandemi ini Sahabat bisa berbelanja produk-produk kesehatan di Prosehat termasuk layanan tes Covid-19 ke rumah serta untuk imunitas tubuh seperti vitamin C dan Vitamin E. Tentunya dengan promo-promo yang tidak akan menguras kantong sehingga Sahabat bisa berbelanja dengan puas dan aman. Untuk berbelanja ini, Sahabat bisa mengakses Prosehat melalui website dan aplikasi. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Why Retail “Therapy” Makes You Feel Happier [Internet]. Health Essentials from Cleveland Clinic. 2021 [cited 26 January 2021]. Available from: https://health.clevelandclinic.org/retail-therapy-shopping-compulsion/
    2. Why Compulsive Shopping Disorder Needs to Be Taken More Seriously [Internet]. Verywell Mind. 2021 [cited 26 January 2021]. Available from: https://www.verywellmind.com/what-is-compulsive-shopping-disorder-2510592#:~:text=Research%20has%20shown%20that%20compulsive,at%20least%2
    3. Coba 7 Tips Mengatasi Kecanduan Belanja Online [Internet]. LIFE GUIDE. 2021 [cited 26 January 2021]. Available from: http://avrist.com/lifeguide/2019/11/21/7-tips-mengatasi-kecanduan-belanja-online/
    Read More
  • Stres akibat Corona merupakan hal yang jamak ditemui di seluruh masyarakat dunia termasuk juga di Indonesia. Stres muncul karena penyakit berbahaya dan mematikan tersebut benar-benar mematikan nadi kehidupan semua orang di semua sektor. Akibatnya, banyak orang yang kehilangan pekerjaan sehingga menjadi bingung untuk melakukan tindakan selanjutnya. Pemberitaan di berbagai media massa mengenai Corona dan berita […]

    Lakukan Langkah Ini Jika Stres Akibat Corona

    Stres akibat Corona merupakan hal yang jamak ditemui di seluruh masyarakat dunia termasuk juga di Indonesia. Stres muncul karena penyakit berbahaya dan mematikan tersebut benar-benar mematikan nadi kehidupan semua orang di semua sektor.

    stres akibat corona

    Akibatnya, banyak orang yang kehilangan pekerjaan sehingga menjadi bingung untuk melakukan tindakan selanjutnya. Pemberitaan di berbagai media massa mengenai Corona dan berita penderita yang naik terus-menerus membuat banyak orang pesimistis apakah Corona akan segera berakhir meskipun banyak pihak terutama pemerintah meminta semua pihak untuk selalu tetap optimistis.

    Baca Juga: Benarkah Stres Pemicu Penyakit Jantung?

    Sampai akhirnya pemerintah mengeluarkan solusi bagi perekonomian di saat pandemi, yaitu dengan menjalankan New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru. Tentu saja menjalani kehidupan yang demikian bukan berarti Corona sudah berakhir. Corona akan tetap ada, dan masyarakat karena itu diajak hidup berdampingan dengan virus sampai obat untuk menawar virus tersebut dapat ditemukan, dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

    Bukanlah hal yang mudah tentunya untuk menjalani fase hidup berdampingan dengan virus bagi sebagian besar orang sebab kecemasan tertular virus masih tetap ada dalam diri. Stres bahkan berlebihan akibat Corona tentu saja sangat tidak baik karena sangat menganggu kesehatan fisik serta mental sehingga akan membuat orang berperilaku tidak wajar.  Untuk bisa menghadapinya, tentu saja ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi stres akibat Covid-19 ini dan adaptasi terhadap New Normal? Apa saja cara-cara itu, yuk, Sobat mari simak di bawah ini!

    Kiat Mengatasi Stres

    Sadari dan Cari Tahu Pikiran yang Mengganggu

    Kebanyakan stres berasal dari pikiran yang tentu saja mempengaruhi kinerja tubuh. Karena itu, cara pertama yang harus dilakukan dalam mengatasi stres karena Corona adalah menyadari pada diri adakah pikiran yang mengganggu atau berlebihan.Pemberitaan tentang Corona yang tidak henti-henti akan menumbuhkan pikiran yang mengganggu serta berlebihan sehingga menimbulkan kecemasan yang tidak wajar terhadap masa depan.

    Untuk bisa mengatasi pikiran-pikiran seperti itu, Sobat Sehat sebaiknya jangan kebanyakan melamun, fokus pada penyelesaian, tantang pikiran tersebut, kemudian rekflesikan dan cobalah Sobat untuk mempelajari keterampilan menguasai pikiran. Jadi, mulai sekarang Sobat sudah harus bisa membuang pikiran-pikiran yang mengganggu dan berlebihan.

    Fokuslah pada Masa Sekarang

    Selain mencari tahu pikiran-pikiran yang menganggu, dan harus segera dibuang, hal selanjutnya yang bisa Sobat Sehat lakukan adalah cobalah fokus pada apa yang sedang Sobat kerjakan. Itu berarti Sobat jangan terlalu berpikir pada suatu hal yang telah dan akan terjadi. Hal ini akan membantu Sobat dalam berpikir serta bertindak sehingga tidak ada hal macam-macam yang mengganggu dan berakibat stres.

    Selain fokus terhadap yang sedang dikerjakan, Sobat diharapkan juga terlibat penuh pada aktivitas tersebut apalagi jika aktivitas itu menyenangkan, dan bisa menghilangkan stres.Jangan lupa juga untuk memberikan perhatian penuh terhadap orang-orang sekitar kita ketika kita melakukan aktivitas tersebut terutama pada keluarga.  Dengan memberikan perhatian penuh, permasalahan yang Sobat alami tidak menjadi berat karena Sobat bercerita kepada mereka.Sebab, sharing is caring.

    Pilihlah Informasi yang Terpercaya

    Keberadaan virus Corona tentu saja dimanfaatkan oleh segelintir pihak untuk memberikan informasi yang tidak benar, menyesatkan, dan hoaks. Parahnya lagi informasi-informasi tersebut diterima mentah-mentah sehingga hal ini pun menyebabkan stres yang berlebihan.

    Supaya Sobat tidak mengalami hal yang demikian, sebaiknya Sobat segera membaca berita dari sumber-sumber yang terpercaya terutama dari pemerintah, dan jauhi berita-berita tentang Corona yang tidak benar dan tidak valid sumbernya. Atau jika Sobat tidak mau terbebani dengan berita-berita Corona yang menambah stres, Sobat bisa menghindari berita-berita tersebut dengan mematikan sementara jaringan media sosial yang Sobat punya.

    Baca Juga: Berikut Ini 4 Tips untuk Mengatasi Stress

    Adaptasi Terhadap New Normal

    Ketika New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru diberlakukan oleh pemerintah sebagai sebuah solusi untuk tetap dapat beraktivitas dengan aman di tengah pandemic, Sobat sebenarnya tidak perlu khawatir asalkan Sobat tetap menjalankan hal-hal berikut:

    Menjalankan Pola Hidup Bersih dan Sehat

    Menjalankan pola hidup bersih dan sehat atau PHBS merupakan hal utama yang perlu Sobat lakukan dalam menjalani kehidupan saat New Normal. Hal-hal yang perlu Sobat lakukan adalah tetap menjalnkan protokol kesehatan, yaitu:

    • Tetap memakai masker dan alat pelindung saat keluar rumah
    • Tetap melakukan physical distancing
    • Membawa barang-barang pribadi
    • Hindari keluar rumah jika tidak ada urusan penting
    • Memanfaatkan layanan home service
    • Langsung membersihkan diri setiba di rumah

    Tetap terhubung dengan keluarga atau kerabat

    Sobat dianjurkan untuk tetap terhubung dengan keluarga atau kerabat untuk membicarakan hal-hal yang dirasa penting dan menyenangkan melalui gawai apabila Sobat tidak bisa mengunjungi mereka karena terkendala SIKM atau daerah keluarga masuk zona merah. Hindari membicarakan hal-hal yang malah membuat pesimisistis dan mengandung informasi soal Corona yang menyesatkan dan tidak kredibel.

    Lakukan Aktivitas yang Menyenangkan

    Apabila Sobat merasa tidak nyaman dan aman saat melakukan aktivitas saat New Normal, Sobat bisa melakukan aktivitas yang menurut Sobat menyenangkan atau hobi yang  biasa Sobat lakukan. Selain itu, supaya tidak terkena stres, sebaiknya Sobat beristirahat sejenak sambil mendengarkan musik atau bermain game.

    Apa yang Harus Saya Lakukan Jika Stres Tidak Hilang?

    Apabila Sobat merasa stres yang Sobat alami benar-benar sudah tidak bisa hilang, tidak terkendali, dan akut, yang perlu Sobat lakukan adalah konsultasi ke psikiater sebagai jalan terakhir.

    Berikut adalah ciri-cirinya jika Sobat merasa harus ke psikiater,

    • Gejala stres dirasakan memberat, dan tidak ada ada kondisi yang membaik dari segala upaya yang dilakukan
    • Menganggu fungsi kehidupan sehari-hari
    • Menganggu pekerjaan
    • Menganggu hubungan interpersonal
    • Memiliki pikiran untuk bunuh diri atau menyakiti diri sendiri
    • Memiliki pikiran untuk menyakiti orang lain

    Itulah beberapa kiat yang bisa Sobat lakukan untuk mengatasi stres akibat Corona. Semoga bermanfaat bagi Sobat yang tengah mengalami permasalahan karena pandemi yang belum selesai ini. Intinya, Sobat tetap harus optimistis, dan yakin bahwa Corona bisa diatasi dan dihilangkan, serta jangan mudah menyerah terhadap keadaan. Karena itu, buanglah semua pikiran yang menganggu, dan fokuslah pada masa sekarang ini. 

    Baca Juga: 8 Cara Mengatasi Stress Kerja yang Perlu Kamu Lakukan

    Jika Sobat merasa ingin berupaya meminimalkan stres karena Corona, Sobat bisa melihatnya secara dalam dan lengkap dengan menonton video berikut, jangan lupa subscribe YouTube ProSehat juga.

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi:

    1. Media K. Bagaimana Dampak Stres Pandemi Corona pada Kesehatan Mental dan Fisik? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 23 July 2020]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/05/10/190700368/bagaimana-dampak-stres-pandemi-corona-pada-kesehatan-mental-dan-fisik-?page=all
    2. Cara Menghilangkan Stres Selama Pandemi Virus Corona | Lifestyle – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2020 [cited 23 July 2020]. Available from: https://lifestyle.bisnis.com/read/20200413/106/1226170/cara-menghilangkan-stres-selama-pandemi-virus-corona
    3. Efendi R. Cara Mengatasi Stres Akibat Corona COVID-19 dengan Membatasi Informasi [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 23 July 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/regional/read/4226637/cara-mengatasi-stres-akibat-corona-covid-19-dengan-membatasi-informasi
    Read More
  • Merasa stres? Saat deadline pekerjaan mulai menumpuk dan seluruh tanggal di kalender telah di-book, hal terakhir yang ingin didengarkan adalah menghindarkan vending machine. Namun, apa kenyataannya? Siapa yang memiliki waktu untuk makan makanan sehat? Ketika mengatasi  stres, apa yang akan dimakan biasanya membantu melegakan ketegangan pada diri Anda.  Beberapa makanan bahkan  dapat membantu menstabilkan gula […]

    Coba 4 Makanan Sehat ini yang Dapat Mengatasi Stres Sahabat

    Merasa stres? Saat deadline pekerjaan mulai menumpuk dan seluruh tanggal di kalender telah di-book, hal terakhir yang ingin didengarkan adalah menghindarkan vending machine. Namun, apa kenyataannya? Siapa yang memiliki waktu untuk makan makanan sehat? Ketika mengatasi  stres, apa yang akan dimakan biasanya membantu melegakan ketegangan pada diri Anda.  Beberapa makanan bahkan  dapat membantu menstabilkan gula darah, bahkan respon emosional tubuh.

    Berikut ini terdapat 4 makanan sehat yang dapat mengatasi stres Anda, yaitu:

    Yogurt

    Bakteri pada lambung akan berkontribusi pada stres. Penelitian menunjukkan bahwa sinyal otak akan menuju ke lambung, yang menyebabkan stres dapat menyebabkan peradangan pada saluran pencernaan; jalur komunikasi dapat melalui cara lain juga, yaitu dari lambung ke otak. Studi UCLA di tahun 2013 pada wanita sehat menunjukkan bahwa konsumsi probiotik yang terdapat pada yogurt akan mengurangi aktivitas otak pada area yang mengontrol emosi, mencakup stres dibandingkan dengan orang yang mengonsumsi yogurt tanpa probiotik. Studi ini masih tergolong kecil, sehingga diperlukan penelitian lanjutan untuk mengonfirmasi hasil ini – namun, yogurt dapat dianggap kaya akan kalsium dan protein.

    Baca Juga: 10 Makanan Sehat yang Perlu Kamu Coba

    Salmon

    Saat Anda sedang mengalami stres, hal ini akan menyebabkan timbulnya hormon khawatir, seperti adrenalin dan kortisol. Asam lemak omega 3 yang terdapat pada salmon memiliki aktivitas antiinflamasi yang dapat membantu melawan efek negatif dari hormon stres. Pada sebuah studi yang dibiayai oleh Natinoal Institutes of Health, Oregon State University, mahasiswa kedokteran mengonsumsi suplemen omega 3 memiliki reduksi kekhawatiran sekitar 20% dibandingkan dengan kelompok yang diberikan plasebo. Satu kali sajian 3 ons dari salmon yang dimasak dapat memiliki lebih dari 2,000 miligram omega 3, yang menggandakan asupan harian yang telah direkomendasikan American Heart Association pada orang dengan penyakit jantung.

    Cokelat hitam

    dark chocolate

    Cokelat hitam dikenal sebagai chocoholic: konsumsi cokelat hitam secara rutin akan membantu mengatur kadar stres pada seorang individu (hanya sebuah gigitan, bukan seluruh batangan cokelat). Penelitan membuktikan bahwa konsumsi cokelat dapat mengurangi kadar hormon stres, seperti kortisol. Selain itu, antioksidan di dalam cocoa akan memicu dinding pembuluh darah untuk melakukan relaksasi, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan sirkulasi darah. cokelat hitam mengandung substansialami natural yang akan menciptakan rasa euphoria yang serupa dengan perasaan seperti disayangi. Cobalah mengonsumsi cokelat dengan kandungan cocoa minimal 70%. Namun, perlu diingat bahwa cokelat merupakan makanan kaya kalori, oleh karena itu jaga porsi cokelat yang akan dikonsumsi.

    Baca Juga: 8 Makanan Membantu Menurunkan Berat Badan Pasca Melahirkan

    Susu

    Susu yang difortifikasi adalah sumber terbaik dari vitamin D, nutrient yang dapat meningkatkan kebahagiaan. Studi 50 tahun oleh London’s UCL Institute of Child Health menemukan bahwa hubungan antara penurunan kadar vitamin D dan peningkatan risiko panik dan depresi di antara 5,966 pria dan wanita. Individu yang mengonsumsi kadar vitamin D yang cukup akan menurunkan risiko gangguan panik dibandingkan dengan individu yang mengonsumsi kadar vitamin D dengan sangat rendah. Makanan lain yang kaya akan vitamin D mencakup salmon, kuning telur, dan sereal yang telah difortifikasi.

    Konsumsi makanan diatas dapat membantu meredakan stres, apalagi ditambah dengan berolahraga dan diet yang sesuai. Hal ini akan mengurangi tingkat stres dalam diri individu dan memungkinkan seseorang mengalami rasa kebahagiaan yang lebih, terkait dengan peningkatan kesehatan tubuh.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka:

    1. Funston L. 12 superfoods for stress relief. [internet]. Available at: health.com/food/12-superfoods-for-stress-relief?slide=113019#113019 (1.12.18)

    2. Pevzner H. 7 foods for stress relief. [Internet]. Available at: eatingwell.com/article/284470/7-foods-for-stress-relief/ (1.12.18)

     

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja