Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Di Masa Pandemi

Dunia sedang mengalami pandemi Covid-19 yang berkepanjangan. Penularan virus yang begitu cepat membuat orang menjadi khawatir dan cemas. Begitu pula dampaknya, mulai dari segi ekonomi, sosial, agama, dan juga psikologis. Nah, dari segi psikologis dapat dilihat kesehatan mental di masa pandemi.

kesehatan mental di masa pandemi

Baca Juga: Bagaimana Supaya Tetap Akur dengan Pasangan Selama Pandemi?

Pandemi menimbulkan kecemasan dan kegelisahan dalam masyarakat dan keadaan ini harus secepatnya diatasi. Kita tidak ada yang tahu kapan pandemi ini akan berakhir. Sehingga rasa cemas sebaiknya segera diatasi karena kecemasan dapat membuat imun seseorang menjadi turun dan mudah terpapar virus.

Pandemi menyebabkan orang yang biasanya bekerja dan beraktivitas di luar rumah, sekarang semua hal harus dilakukan dari rumah. Keadaan yang dikhawatirkan dari kondisi pandemi ini, selain penyakit Covid, juga penyakit kesehatan mental karena perubahan yang terjadi secara drastis pada seseorang dapat menyebabkan orang tersebut gampang terkena gangguan mental.

Kondisi pandemi dapat mengancam kesehatan mental semua orang. Namun, ada beberapa kelompok yang rentan terkena stres antara lain lansia, orang yang memiliki penyakit kronis, anak-anak, remaja, ibu hamil, dan para tenaga kesehatan (nakes) yang merawat pasien Covid-19.

Selain itu,  ada juga yang berisiko tinggi terkena penyakit kesehatan mental, yaitu orang yang sebelumnya pernah memiliki riwayat gangguan mental, termasuk juga mereka yang bermasalah dengan penggunaan narkoba. Berikut penjelasan tentang kesehatan mental, yuk kita simak.

Pengertian Kesehatan Mental

Kesehatan mental adalah salah satu kajian ilmu jiwa kejiwaan yang sudah dikenal sejak abad ke-19 dan kesehatan mental adalah suatu keadaan emosional serta psikologis yang baik. Kesehatan mental sendiri pada dasarnya harus dirawat keberadaannya agar mental tetap sehat.

Pengertian anxiety (cemas)

Anxiety adalah suatu perasaan yang tidak tentu yang kemudian perasaannya berisi ketakutan serta keprihatinan akan sesuatu di masa mendatang. Kecemasan juga merupakan suatu perasaan subjektif, mengenai ketegangan mental. Dan hal menggelisahkan tersebut muncul sebagai reaksi dari ketidakmampuan mengatasi sesuatu atau bisa jadi karena rasa tidak aman.

Baca Juga: Keinginan Bunuh Diri, Cara Mencegah, dan Tanda-tandanya

Gejala gangguan kesehatan mental

Gejala gangguan jiwa ringan (cemas, depresi, psikosomatis, dan kekerasan):

– Perasaan khawatir

– Firasat buruk

– Takut akan pikirannya sendiri

– Mudah tersinggung

– Merasa tegang

– Merasa tidak tenang

– Gelisah

– Mudah terkejut

– Takut sendirian, takut pada keramaian, dan banyak orang

– Gangguan pola tidur, mimpi-mimpi yang menegangkah

– Gangguan konsentrasi dan daya ingat

-berdebar-debar, sesak nafas, gangguan pencernaan, dan sakit kepala

Gejala gangguan kesehatan mental berat (skizofernia, manik depresif, dan psikotik lainnya)

– Bicaranya tidak nyambung

– Sering berperilaku menyimpang

– Tidak bisa mengontrol diri, sehingga terkadang mengamuk

Namun, gejala-gejala yang disebutkan di atas belum tentu dirasakan oleh semua orang yang memiliki gangguan kesehatan mental ya, Sahabat Sehat. Karena setiap orang memiliki gejala yang berbeda-beda.

Baca Juga: Gangguan Kesehatan Jiwa, dari Penyebab hingga Cara Mengatasi

Hal yang harus dilakukan guna menjaga kesehatan mental di masa pandemi

Agar Sahabat semua tetap waras dan dapat beraktivitas seperti biasa pada masa pandemi, ada beberapa tips yang dapat dilakukan:

– Penyesuaian diri harus dilakukan dengan semua yang terjadi di lingkungan sekarang. Melakukan penyesuaian berguna untuk mendapat keharmonisan dan keselarasan, antara tuntutan lingkungan dengan tuntutan di dalam diri.

– Membangun mindset atau motivasi. Kesehatan mental yang baik harus dibangun melaui mindset dan motivasi, agar pikiran yang ada tidak menimbulkan stres yang akan mengganggu kesehatan mental.

– Menjalankan hobi. Menjalani hobi sebagai pelarian dari kesibukan dan juga pemikiran setiap hari yang menumpuk. Nantinya, melaukan hobi akan meningkatkan mood dan menjaga kesehatan mental kita. Makanya, banyak di masa sekarang, orang yang memiliki hobi baru seperti berkebun ataupun berternak. Banyak orang yang memiliki waktu luang, yang akhirnya dimanfaatkan dengan hal-hal baru. Ini menunjukkan, banyak orang yang sudah pintar memanage hidupnya di masa pandemi.

– Menyaring informasi, karena informasi di tengah pandemi juga nyatanya bisa mempengaruhi kesehatan mental seseorang. Di era sekarang, yaitu era digital 4.0, media sosial menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi kecemasan seseorang. Suatu berita yang menjelaskan tentang wabah, bisa menyebabkan kecemasan dan respon yang negatif. Dan ingat, tak semua berita atau informasi sifatnya benar. Sehingga, Sahabat Sehat harus pintar dalam menyaring informasi di masa pandemi ini.  Sahabat harus dapat memilih media sosial ataupun platform mana yang bisa menyediakan serta memelihara komunikasi yang benar, akurat, dan jujur. Sehingga tidak mudah terhasut oleh berita atau informasi yang tidak jelas dan hoax. Hal itu, juga melindungi kesehatan mental kalian.

Jadi, diharapkan Sahabat Sehat agar tetap menjaga kesehatan mentala di masa pandemi ini. Mulai bergantunglah pada diri sendiri, harus lebih peduli akan kesehatan mental. Karena intinya, setiap manusia bebas dalam menentukan pilihannya.

Kesimpulan yang dapat diambil adalah pandemi ini memang masalah global, yang dirasakan seluruh dunia, serta tida bisa dihindari. Tidak hanya kesehatan fisik saja yang diserang, tetapi juga kesehatan mental. Solusi yang paling baik dan paling mendasar satu-satunya adalah memberikan stigma positif kepada diri sendiri.

Baca Juga: 7 Kiat Mengelola Stres Karena Terbeban Kapan Pandemi Covid-19 Berakhir

Sahabat Sehat bisa menghadapi pandemi ini dengan cara tidak terpancing dengan kepanikan atau juga kecemasan serta ketakutan yang berlebih. Khawatir wajar, namun tidak perlu berlebih. Karena, apabila hal tersebut ada di diri secara berlebih akan sangat mempengaruhi kesehatan mental.

Pengaruh dari kecemasan, kepanikan, dan ketakutan yang berlebih bukan hanya akan membawa dampak buruk bagi diri sendiri. Namun, akan berpengaruh kepada orang dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, perlu adanya strategi dan kemampuan dalam memahami tahapan menyelesaikan kesehatan mental saat pandemi. Yang tentunya dengan solusi lebih baik. Agar solusi-solusi yang diberikan dapat terealisasi dengan baik. Apabila Sahabat membutuhkan informasi lebih mengenai kesehatan mental di tengah pandemi dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

 

Referensi:

  1. Salsabila NA. Menjaga Kesehatan di Masa Pandemi. [Internet]. [cited 21 January 2021]. Available from: https://psyarxiv.com/rd4zf/
  2. Fakhriyani DV. KESEHATAN MENTAL. 2019. Jakarta: Duta Media Publishing.
  3. Fitria L, Neviyarni, Netrawati, Karneli Y. Cognitive Behavior Therapy Counseling Untuk Mengatasi Anxiety Dalam Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Pendidikan dan Konseling. 2020;10:1.
  4. Swarahapsari M. Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental saat Pandemi Covid-19. INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental. 2021 [cited 21 January 2021]. Available from: https://www.researchgate.net/publication/346646530_Pentingnya_Menjaga_Kesehatan_Mental_saat_Pandemi_COVID-19
  5. Covid-19 dalam ragam tinjauan dan perspektif. Santoso DH, santoso A. Editor. 2020. Yogyakarta: MBridge Press. [cited 21 January 2021]. Available from: http://lppm.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2020/07/BUKU-RAPID-RESEARCH-COVID-UPDATE-1.pdf
  6. [Internet]. Pustaka.unpad.ac.id. 2021 [cited 26 January 2021]. Available from: http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2015/04/12-Mengenal-gejala-dan-penyebab-gangguan.pdf

Chat Asisten ProSehat aja