Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ kesehatan mental”

Showing 1–10 of 21 results

  • Ketua Program Studi Pendidikan Spesialis Ilmu Kedokteran Jiwa FKKMK UGM mengungkapkan bahwa puasa sangat berpengaruh dalam meredakan stres. Selain itu, berpuasa memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Baca Juga: Sahabat Sehat, Ini Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Jiwa Sebab, ketika berpuasa banyak orang cenderung melakukan pola makan dengan lebih baik. Asupan makanan yang dikonsumsi pun turut lebih […]

    8 Manfaat Positif Berpuasa Bagi Kesehatan Tubuh dan Mental yang Perlu Kamu Ketahui

    Ketua Program Studi Pendidikan Spesialis Ilmu Kedokteran Jiwa FKKMK UGM mengungkapkan bahwa puasa sangat berpengaruh dalam meredakan stres. Selain itu, berpuasa memiliki banyak manfaat bagi tubuh.

    manfaat berpuasa bagi kesehatan tubuh dan mental

    Baca Juga: Sahabat Sehat, Ini Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Jiwa

    Sebab, ketika berpuasa banyak orang cenderung melakukan pola makan dengan lebih baik. Asupan makanan yang dikonsumsi pun turut lebih sehat dibandingkan dengan pola makan sehari-hari pada umumnya.

    Hal inilah yang akhirnya mempengaruhi cara berpikir menjadi lebih teratur serta memberi efek baik pada kesehatan tubuh dan mental.

    Dengan menjaga makanan yang dikonsumsi selama berpuasa, kadar hormon kortisol dalam tubuh akan terjaga, dan hal ini berkaitan dengan kesehatan tubuh dan manajemen stres yang lebih baik.

    Apa saja manfaat puasa bagi kesehatan?

    Bukan hanya mendapatkan kesehatan fisik, tetapi berpuasa juga akan memberikan manfaat bagi kesehatan mental. Nah, berikut ini beberapa manfaat yang akan didapatkan dengan berpuasa.

    Menstabilkan Kadar Gula Darah

    Berpuasa sangat membawa manfaat bagi orang yang mengidap diabetes karena dapat membantu meredakan resistensi terhadap insulin dan mengurangi kadar gula darah yang berlebih.

    Produk Terkait: Cek Lab

    Hal tersebut dapat terjadi karena insulin ikut membantu mengontrol kadar gula darah didalam tubuh dengan cara menyebarkan gula ke seluruh sel tubuh dan mengubahnya menjadi sumber energi.

    Selain itu juga dapat dipengaruhi oleh berkurangnya konsumsi kalori dan gula saat berpuasa. Sebuah penelitian juga membuktikan bahwa ketika berpuasa dengan teratur, insulin akan lebih efektif dalam mengelola gula dalam darah.

    Biasanya kadar gula darah akan menurun sebanyak 30% lebih selama beberapa hari berpuasa. Akan tetapi, sebaiknya tetap usahakan agar kadar gula darah tetap stabil, tidak kelebihan ataupun kekurangan.

    Menurunkan Berat Badan

    Sudah menjadi hal wajar apabila berat badan akan berkurang selama menjalankan ibadah puasa. Sebab, saat berpuasa tubuh akan otomatis memecah glukosa yang tersimpan.

    Nah, apabila glukosa dalam tubuh habis, secara tidak langsung tubuh akan memecah lemak-lemak dan menjadikannya sebagai sumber energi.

    Baca Juga: 7 Penyebab Berat Badan Naik Terus Naik Saat Puasa Ramadan

    Pada proses alami inilah yang akhirnya membuat berat badan menurun, karena lemak yang ada akan berganti peran sebagai karbohidrat cadangan.

    Bantu Menghilangkan Kecanduan

    Ketika sedang berpuasa, tubuh akan secara otomatis beristirahat sejenak dari mengonsumsi makanan sehari-hari yang tidak sehat. Jika biasanya setiap hari selalu minum kopi, maka selama berpuasa kebiasaan tersebut otomatis akan berkurang sampai pada akhirnya akan menghilang dengan sendirinya.

    Selain itu, puasa juga akan menghindarkan dari kebiasaan mengonsumsi makanan tidak sehat lainnya, seperti junk food, makanan manis, maupun cemilan kemasan.

    Karena selama berpuasa tentu tidak akan bisa mengunyah makanan setiap saat. Dengan begitu, tubuh akan terbiasa dengan pola makan tepat waktu.

    Mendetoks Racun Tubuh

    Manfaat lain berpuasa bagi kesehatan adalah untuk mendetoks tubuh dari racun. Racun dari makanan tidak sehat yang dikonsumsi sehari-hari mengendap di dalam lemak dan jika racun-racun ini dibiarkan akan menyebabkan timbulnya bibit penyakit.

    Sebenarnya ada banyak cara untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh, misalnya dengan berolahraga, meminum banyak air putih, mengonsumsi air lemon dan madu, dan sebagainya.

    Namun di samping itu semua, puasa dipercaya menjadi cara paling ampuh dalam membantu tubuh untuk mengelurkan racun secara optimal.

    Ketika sedang berpuasa, tubuh secara otomatis akan membakar lemak lebih banyak sebagai cadangan energi. Dengan begitu racun yang terdapat dalam tubuh akan ikut terbakar bersamaan dengan lemak.

    Memperlambat Penuaan Dini

    Selain menahan makan dan minum, selama berpuasa juga diwajibkan untuk menahan nafsu dan amarah. Oleh sebab itu, puasa sangat efektif membantu menghambat proses penuaan dini yang biasanya muncul akibat amarah saat berpuasa tubuh juga akan mengurangi proses metabolisme, khususnya dalam sistem pencernaan. Hal tersebutlah yang dapat membantu memperlambat proses penuaan dini.

    Baca Juga: Selain Oplas, Berikut 8 Cara Menunda Penuaan Dini

    Memiliki kulit yang awet muda tentu saja sangat diidam-idamkan oleh kaum hawa. Bahkan, beberapa orang rela mengelurkan budget lebih demi membeli skincare mahal agar selalu awet muda.

    Nah, puasa juga dipercaya mampu meningkatkan antioksidan serta mengurangi radikal bebas dalam tubuh, sehingga membuat kulit tampak lebih awet muda.

    Mengurangi Risiko Penyakit Jantung

    Seperti yang telah dijelaskan diatas, ketika sedang berpuasa, racun-racun di dalam tubuh akan ikut terbakar dengan lemak. Hal inilah yang membuat terhindar dari bermacam-macam risiko penyakit, terutama penyakit jantung.

    Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa orang yang melakukan puasa secara rutin memiliki risiko mengidap penyakit jantung 58% lebih rendah.

    Hal itu terjadi karena lemak yang terbakar berubah menjadi sumber energi dan otomatis akan menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh yang menjadi penyebab utama penyakit jantung.

    Meningkatkan Mood

    Menjalankan ibadah puasa sama saja dengan melatih kesabaran dan meningkatkan kebiasaan positif. Hal ini tentu saja akan meningkatkan suasana hati menjadi lebih baik lagi.

    Ada banyak kegiatan positif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mood selama menjalankan ibadah puasa, misalnya seperti melakukan kegiatan yang disukai, membantu orang terdekat, berbagi dengan orang yang membutuhkan, dan sebagainya.

    Dengan melakukan hal positif seperti itu, selain dapat meningkatkan mood juga dapat berbagi kebahagiaan dengan orang sekitar serta membuat lingkungan sekitar menjadi sejahtera.

    Meningkatkan Fungsi Otak dan Menyehatkan Mental

    Beberapa ahli menjelaskan bahwa berpuasa juga dapat meningkatkan fungsi otak karena berpuasa dapat merangsang pelepasan BDNF (brain-derived neurotopic factor) di otak.

    Pelepasan senyawa ini dipercaya dapat meningkatkan fungsi kerja otak dan bisa memproduksi sel lebih banyak lagi. BDFN juga berfungsi melindungi sel-sel otak dan mengurangi depresi, serta mengurangi risiko demensia atau pikun.

    Demikian beberapa manfaat puasa bagi kesehatan tubuh dan mental yang dapat diperoleh dari menjalankan ibadah puasa. Namun, ada baiknya apabila Sahabat Sehat telah memastikan kesehatan terlebih dahulu agar dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman, nyaman, dan maksimal.

    Baca Juga: 10 Manfaat Puasa Ramadan yang Belum Kita Ketahui

    Meskipun berpuasa dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan mental, namun jika Sahabat Sehat dirasakan memiliki masalah mental yang sulit dikendalikan, sebaiknya tetap konsultasikan dengan psikiater ya.

    Sahabat bisa agendakan untuk berkonsultasi dengan psikiater secara daring atau online melalui fasilitas kesehatan yang telah disediakan oleh Prosehat.  Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

     

     

    Referensi

    1. 2021. 8 Manfaat Puasa bagi Kesehatan Fisik dan Mental yang Harus Kamu Tahu. [online] Available at: <https://www.rukita.co/stories/manfaat-puasa-bagi-kesehatan/> [Accessed 22 April 2021].
    2. Kinanti, A., 2021. 7 Manfaat Puasa untuk Kesehatan Fisik dan Mental. [online] POPMAMA.com. Available at: <https://www.popmama.com/life/health/annas/manfaat-puasa-untuk-kesehatan-fisik-dan-mental/7> [Accessed 22 April 2021].
    3. co.id. 2021. 6 Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Tubuh yang Harus Diketahui. [online] Available at: <https://www.prudential.co.id/id/pulse/article/6-manfaat-puasa-bagi-kesehatan-tubuh-yang-harus-diketahui/> [Accessed 22 April 2021].

     

     

     

    Read More
  • Ada berbagai manfaat yang dapat kita peroleh dengan berpuasa, salah satunya bagi kesehatan jiwa. Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut ini! Baca Juga: Ketahui Manfaat Berdonasi Bagi Kesehatan Mental Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Jiwa 1. Detoksifikasi Otak Manfaat puasa yang pertama adalah dapat mengaktifkan proses autofagi, yang seringkali dikaitkan dengan penyakit alzheimer, depresi, gangguan bipolar,hingga skizofrenia. […]

    Sahabat Sehat, Ini Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Jiwa

    Ada berbagai manfaat yang dapat kita peroleh dengan berpuasa, salah satunya bagi kesehatan jiwa. Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut ini!

    manfaat puasa bagi kesehatan jiwa

    Baca Juga: Ketahui Manfaat Berdonasi Bagi Kesehatan Mental

    Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Jiwa

    1. Detoksifikasi Otak

    Manfaat puasa yang pertama adalah dapat mengaktifkan proses autofagi, yang seringkali dikaitkan dengan penyakit alzheimer, depresi, gangguan bipolar,hingga skizofrenia.

    Proses autofagi membantu mendetoksifikasi otak, membersihkan sel tua, serta mendorong proses regenerasi sel baru dan sehat.

    2. Meningkatkan Suasana Hati

    Berpuasa turut membantu meningkatkan suasana hati, menurunkan ketegangan akibat stres dan depresi.

    3. Menumbuhkan Empati & Bahagia

    Selama berpuasa, Sahabat Sehat tentunya ingin menebar kebaikan misalnya membantu orang lain yang sedang mengalami kesulitan.

    Secara tidak langsung kegiatan beramal yang Sahabat Sehat lakukan dapat meningkatkan zat endorfin, yaitu zat kimia dalam otak yang menimbulkan perasaan bahagia.

    Baca Juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi

    4. Meningkatkan Kecerdasan Emosional

    Saat berpuasa, Sahabat Sehat mungkin cenderung menahan emosi. Hal ini diakibatkan karena secara tidak langsung proses metabolisme hormon yang mempengaruhi emosi menjadi lebih cepat selama berpuasa.

    5. Menghindari Kebiasaan Buruk

    Dengan berpuasa, Sahabat Sehat dapat menghindarkan diri dari kebiasaan buruk seperti merokok, berbohong, bergunjing, maupun mengonsumsi makanan dan minuman yang kurang sehat yang tentunya berdampak baik bagi kesehatan jiwa.

    Produk Terkait: Jual Makanan Sehat

    6. Meningkatkan Kewaspadaan

    Berpuasa dapat membantu menyeimbangkan kadar gula darah dalam tubuh, akibat tidak adanya asupan makanan yang masuk ke tubuh selama kurun waktu tertentu.

    Secara tidak langsung, dengan berpuasa Sahabat Sehat dapat meningkatkan kewaspadaan karena kondisi gula darah kembali seimbang.

    7. Meningkatkan Kualitas Tidur

    Dengan berpuasa, pola tidur Sahabat Sehat menjadi lebih teratur. Tidur yang cukup diketahui dapat mengembalikan stamina, memperbaiki suasana hati, dan menjaga kesehatan organ dalam tubuh. Sahabat Sehat disarankan untuk tidur selama 7-9 jam sehari dan hindari tidur larut malam.

    Baca Juga: Ternyata Tidur Selama 6 Jam Saja Tidak Cukup

    Nah, Sahabat Sehat ternyata puasa tidak hanya baik untuk kesehatan fisik namun juga bermanfaat bagi kesehatan jiwa. Jika Sahabat Sehat mengalami keluhan selama berpuasa, silahkan berkonsultasi lebih lanjut secara online dengan dokter 24 jam di Prosehat melalui Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. 6 Manfaat Puasa untuk Kesehatan Mental Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 20 April 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2021/04/19/061000168/6-manfaat-puasa-untuk-kesehatan-mental?page=all
    2. Times I, Namira I. 7 Manfaat Puasa untuk Kesehatan Mentalmu, Jadi Lebih Tenang & Bahagia [Internet]. IDN Times. 2021 [cited 20 April 2021]. Available from: https://www.idntimes.com/health/fitness/izza-namira-1/manfaat-puasa-terhadap-kesehatan-mental/7
    3. Bukan Cuma Fisik, Ini Manfaat Puasa untuk Kesehatan Mental [Internet]. suara.com. 2021 [cited 20 April 2021]. Available from: https://www.suara.com/health/2019/05/06/131357/bukan-cuma-fisik-ini-manfaat-puasa-untuk-kesehatan-mental
    4. 4 Manfaat Puasa Ramadan Bagi Kesehatan Mental: Bisa Turunkan Stres – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2021 [cited 20 April 2021]. Available from: https://tirto.id/4-manfaat-puasa-ramadan-bagi-kesehatan-mental-bisa-turunkan-stres-fulo

     

    Read More
  • Banyaknya tekanan pada lingkungan kerja akan semakin mempengaruhi kesejahteraan psikologis para pekerjanya. Hal tersebut tentunya akan memicu pekerja mengalami gangguan kesehatan mental seperti mengalami stres berat dan burnout syndrome. Baca Juga: Penyebab Gangguan Kesehatan Mental yang Perlu Dideteksi Tingginya stress yang dialami pekerja sangat dikhawatirkan dapat mempengaruhi kesejahteraan keluarga dan bahkan bisa berdampak pada ketahanan […]

    Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Lingkungan Kerja

    Banyaknya tekanan pada lingkungan kerja akan semakin mempengaruhi kesejahteraan psikologis para pekerjanya. Hal tersebut tentunya akan memicu pekerja mengalami gangguan kesehatan mental seperti mengalami stres berat dan burnout syndrome.

    menjaga kesehatan mental di lingkungan kerja

    Baca Juga: Penyebab Gangguan Kesehatan Mental yang Perlu Dideteksi

    Tingginya stress yang dialami pekerja sangat dikhawatirkan dapat mempengaruhi kesejahteraan keluarga dan bahkan bisa berdampak pada ketahanan rumah tangganya.

    Dan sebaliknya, apabila seorang pekerja merasa tertekan karena masalah internal keluarga, kesehatan maupun keuangan, maka kesehatan mental dan fisik mereka juga akan terganggu. Hal ini justru akan mengganggu produktivitas mereka ditempat kerja.

    Meskipun saat ini masyarakat sudah semakin meyadari pentingnya kesehatan mental, tetapi masih banyak pula yang menganggap permasalahan ini bukanlah sesuatu yang penting.

    Dengan banyaknya masyarakat yang menganggap kesehatan mental sebagai sesuatu yang abstrak membuat kepedulian masyarakat kepada penderita gangguan kesehatan mental seringkali tidak tepat penanganannya dan justru memperparah keadaan.

    Mengapa kesadaran Akan Kesehatan Mental di Lingkungan Kerja Sangat Penting?

    Menurut seorang professor psikiater dari New York, mengatakan bahwa otak manusia terhubung dengan sistem endokrin yang dapat melepaskan hormon penting untuk menjaga kesehatan mental.

    Dengan demikian dapat diartikan bahwa ketika seseorang mengalami gangguan mental, maka kemungkinan sedang terdapat gangguan pada sistem kerja otaknya.

    Berdasarkan fakta yang dipublikasi oleh World Health Organization (WHO), gangguan mental dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat signifikan.

    Dapat diperkirakan kerugian ekonomi dunia adalah $1 triliun yang disebabkan oleh kurangnya produktifitas akibat gangguan kesehatan mental.

    Gangguan kesehatan mental ini juga bisa mempengaruhi performa dan produktifitas pekerja, kemampuan fisik, hubungan dengan rekan kerja, dan bahkan aktivitas sehari-hari di rumah maupun di kantor.

    Jika semakin dibiarkan, penderita gangguan mental ini akan semakin sulit mengendalikan dirinya misalnya dengan meluapkan emosi dengan meledak-ledak atau menjadi sangat sensitif, seringkali membuat dirinya dicap sebagai seseorang yang menyebalkan. Hal ini dapat menyebabkan kerugian untuk diri sendiri dan orang lain.

    Penyebab Terganggunya kesehatan Mental di Tempat Kerja

    Banyak faktor yang dapat menyebabkan seseorang memiliki gangguan mental di tempat kerja. Salah satu faktornya yaitu masalah internal, seperti adanya kelainan genetik atau riwayat di keluarga yang menderita gangguan mental. Namun, terdapat pula faktor eksternal yang dapat dipicu dari lingkungan kerja, di antaranya:

    • Cara komunikasi dan sistem manajemen pekerjaan yang buruk
    • Tujuan organisasi dan tugas-tugas yang diberikan kurang jelas
    • Minimnya dukungan dari atasan maupun antar pekerja
    • Jam kerja yang tidak beraturan sehingga mengganggu kehidupan pribadi
    • Sempitnya ruang berekspresi
    • Kesempatan berpartisipasi dikhususkan hanya untuk pegawai tertentu saja
    • Jobdesk yang tidak tepat untuk kompetensi individu pegawai
    • Maraknya senioritas antarpekerja

    Cara tepat dalam mengurangi tingkat stres akibat faktor penyebab d iatas yaitu dengan mulai membiasakan melakukan perilaku mental positif (Positive Mental Attitude).

    Baca Juga: 8 Cara Mengatasi Stres Kerja yang Perlu Kamu Lakukan

    Berikut 9 tips yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mental di lingkungan kerja

    1. Berpikir Positif

    Banyak memikirkan hal negatif dapat menyebabkan suasana hati menjadi rusak, sama halnya dengan overthinking atau berpikir berlebihan terhadap hal-hal kecil.

    Sebaiknya hindari hal tersebut, dan mulailah untuk berpikir positif dan sederhana terhadap diri sendiri dan orang lain, sehingga suasana hati anda tidak mudah rusak dan akan selalu tenng, bahagia, dan juga nyaman.

    2. Melatih Pernapasan

    Beberapa ahli mengatakan bahwa melatih pernapasan merupakan kunci utama dalam menjaga kesehatan jangka panjang. Dengan bernapas, banyak oksigen yang akan mengalir ke dalam tubuh sehingga dapat mengurangi emosi. Melatih pernapasan juga dapat mengurangi risiko terkena serangan jantung dan kardiovaskular.

    3. Konsumsi Teh

    Saat sedang merasa kesal, sebaiknya hindari mengonsumsi minuman yang memiliki kandungan kafein, dan gantilah dengan secangkir teh hangat. Karena meminum teh dipercaya dapat membuat perasaan dan pikiran menjadi lebih positif dan tenang, sehingga dapat menjaga kesehatan mental lebih baik.

    Produk Terkait: Jual Teh Hijau

    4. Bersosialisasi

    Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa dengan bersosialisasi, seseorang akan merasa lebih dekat dan dapat saling memahami serta menghargai satu sama lain. Oleh karena itu, hubungan sosial yang baik dapat menjaga kesehatan mental lebih optimal.

    5. Membatu rekan Kerja

    Dengan membantu orang lain, seseorang akan menumbuhkan perasaan bahagia untuk diri sendiri dan orang lain. Seperti diketahui, bahagia adalah salah satu cara untuk menjaga kesehatan mental tetap stabil.

    6. Berolahraga

    Melakukan olahraga secara rutin dapat meredakan depresi dan gangguan cemas berlebih. Berolahraga juga baik untuk menjaga kesehatan mental dan fisik.

    Ada beberapa pilihan olahraga yang dapat dilakukan untuk berolahraga di kantor, misalnya seperti berjalan mengelilingi kantor ataupun menggunakan tangga untuk naik turun selama kegiatan di kantor.

    7. Cari hiburan

    Ketika sedang merasa stress dengan pekerjaan, cobalah untuk mencari sedikiit hiburan dengan mendengarkan musik, beribadah, bersosialisasi, dan sebagainya. Dengan melakukan cara tersebut, beban pikiran akan terasa menjadi lebih ringan dan hal ini dapat membantu untuk kembali fokus dalam bekerja.

    8. Manajemen Waktu dengan Baik

    Memang tak dapat dihindari bahwa adanya masalah keluarga akan sangat mempengaruhi produktivitas kerja seseorang. Sehingga dengan memiliki manajemen waktu dengan baik antara pekerjaan dan keluarga dapat membantu meredakan stress.

    9. Menghargai Diri Sendiri

    Agar dapat terhindar dari  ekspetasi berlebih terhadap sesuatu yang bisa memicu stress, ada beberapa hal yang penting untuk diingat oleh pekerja kantoran.

    Salah satunya adalah tanamkan pada diri sendiri bahwa tidak ada karyawan yang sempurna. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mental sangat berkaitan dengan penerimaan diri sehingga tidak selalu membandingkan diri dengan orang lain.

    Baca Juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi

    Namun, apabila dengan menerapkan cara diatas belum mampu meningkatkan kesehatan mental Sahabat Sehat, sebaiknya segera konsultasikan pada dokter atau psikiater.

    Sahabat bisa mengagendakan untuk berkonsultasi dengan psikiater secara daring atau online melalui fasilitas kesehatan yang telah disediakan oleh Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

     

    Referensi:

    1. [online] Available at: <https://cpmh.psikologi.ugm.ac.id/2020/09/28/menjaga-kesehatan-mental-di-lingkungan-kerja/> [Accessed 15 April 2021].
    2. Negara, D., 2021. Kesehatan Mental di Lingkungan Kerja. [online] Djkn.kemenkeu.go.id. Available at: <https://www.djkn.kemenkeu.go.id/artikel/baca/13552/Kesehatan-Mental-di-Lingkungan-Kerja.html> [Accessed 15 April 2021].
    3. Khoiri, A., 2021. Delapan Cara Mudah Jaga Kesehatan Mental di Tempat Kerja. [online] gaya hidup. Available at: <https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20160524194516-255-133191/delapan-cara-mudah-jaga-kesehatan-mental-di-tempat-kerja> [Accessed 15 April 2021].

     

     

     

    Read More
  • Beberapa ahli kesehatan mengatakan bahwa efek dari pandemi Covid-19 ini dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan mental. Meskipun gangguan ini sangat memerlukan pengobatan dan terapi, makanan yang dikonsumsi juga dapat berperan penting dalam kesejahteraan mental. Baca Juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi Saat ini berbagai macam kekhawatiran sering membebani pikiran semenjak adanya pandemi. Hal […]

    7 Nutrisi Penting untuk Mencegah Gangguan Kesehatan Mental

    Beberapa ahli kesehatan mengatakan bahwa efek dari pandemi Covid-19 ini dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan mental. Meskipun gangguan ini sangat memerlukan pengobatan dan terapi, makanan yang dikonsumsi juga dapat berperan penting dalam kesejahteraan mental.

    nutrisi penting untuk mencegah gangguan kesehatan mental

    Baca Juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi

    Saat ini berbagai macam kekhawatiran sering membebani pikiran semenjak adanya pandemi. Hal tersebut tentunya dapat memicu seseorang dapat dengan mudah terserang stress dan cemas yang berlebih.

    Sehingga pada akhirnya banyak orang yang meminta resep obat dari dokter, seperti obat anti depresan, anti-insomnia, dan anti-kecemasan. Namun, jika diminum dalam jangka panjang, justru obat-obatan ini akan membahayakan tubuh.

    Oleh sebab itu, mengonsumsi makanan sehat dapat menjadi salah satu upaya pencegahan awal ataupun untuk mengurangi dampak dari kecemasan, depresi, maupun gangguan kesehatan mental lainnya. Berikut ini adalah 9 macam nutrisi penting untuk mencegah gangguan kesehatan mental.

    1. Omega-3

    Lemak omega-3 banyak terkandung pada ikan. Lemak ini sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan otak dan saraf, serta dapat meredakan perasaan cemas berlebih yang berujung pada timbulnya stres.

    Hal ini telah dibuktikan pada sebuah penelitian yang mengungkapkan bahwa omega-3 sangat bagus untuk perkembangan otak, dan juga dapat memperbaiki gangguan mood.

    Produk Terkait: Jual Sea-Quill Omega -3 Salmon

    Lemak omega-3 ini dapat ditemukan pada jenis ikan yang berminyak, seperti makerel, salmon, ataupun tuna. Namun, jika memiliki alergi pada ikan-ikanan, asupan omega-3 dapat diperoleh dari sumber makanan lainnya seperti kacang merah, walnuts, dan kacang edamame.

    2. Zinc

    Anggapan bahwa zinc hanya dibutuhkan tubuh hanya saat sedang sakit ternyata tidak benar adanya. Nyatanya zinc merupakan nutrisi yang sangat penting bagi kesehatan tubuh dan juga kesehatan mental, sehingga perlu juga dikonsumsi meskipun tubuh sedang terasa fit.

    Produk Terkait: Jual Zinc Dispersibel Tablet 20mg

    Untuk mencukupi kebutuhan zinc harian, nutrisi ini dapat diperoleh dari makanan seperti daging ayam, daging sapi, tiram, dan kepiting. Selain itu bisa juga didapat dari bermacam-macam sayur mayur, seperti labu, kacang mete, buncis dan bayam.

    3. Probiotik dan Prebotik

    Probiotik adalah bakteri baik yang hidup di dalam usus, sedangkan prebiotik adalah komponen yang secara alami ditemukan di usus dan memiliki peran untuk memicu perkembangan bakteri baik.

    Sumber makanan yang mengandung probiotik dan prebiotik selain memiliki manfaat yang sangat baik untuk kesehatan usus, namun bermanfaat juga untuk kesehatan mental sehingga dapat meredakan rasa cemas, depresi dan stres.

    Baca Juga: 7 Cara Menangani Flu dengan Cepat dan Mudah

    Makanan dengan kandungan probitik paling tinggi terdapat pada yoghurt dan makanan fermentasi lainnya seperti miso, kefir, kimchi, dan kombucha.

    Selain itu, buttermilk dan beberapa jenis keju seperti cheddar, gouda, atau mozzarella juga merupakan sumber probiotik lain yang sama bagusnya. Sedangkan prebiotik banyak terkandung pada makanan seperti kacang-kacangan, polong-polongan, oat, bawang putih, bawang merah, buah beri, dan pisang.

    4. Vitamin D

    Selain baik untuk sistem imun tubuh, vitamin D juga memiliki peran penting dalam memperbaiki kesehatan mental. Vitamin D sangat dibutuhkan tubuh untuk memproduksi neotransmitter, sehingga jika tubuh kekurangan vitamin ini maka akan sangat berpengaruh juga pada kesehatan mental.

    Produk Terkait: Jual Vitamin Lengkap

    Sumber makanan yang terdapat vitamin D didalamnya antara lain kuning telur, salmon, tuna, dan makanan berbahan dasar susu atau keju.

    5. Buah dan Sayuran Hijau

    Beberapa buah-buahan dan sayuran hijau tertentu dipercaya dapat membantu mengurangi rasa cemas berlebih, karena didalamnya kaya akan prebiotik, vitamin, mineral dan antioksidan.

    Produk Terkait: Jual Vegeblend

    Misalnya, magnesium yang terdapat pada alpukat, salmon, kacang-kacangan, serta brokoli. Selain itu, buah dan sayur juga merupakan salah satu sumber serat alami yang dapat mengurangi kecemasan.

    6. Protein

    Makanan yang kaya akan protein sangat bagus untuk perkembangan dan kesehatan otak. Selain itu, protein juga sangat berpengaruh pada keseimbangan mental yang sehat.

    Menurut seorang pakar gizi, otak merupakan organ tubuh yang sangat sensitif terhadap fluktuasi gula darah sehingga sangat disarankan untuk tidak mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat secara berlebih.

    Karena apabila gula darah dalam tubuh telah mengalami fluktuasi, maka risiko terjadinya kecemasan akan meningkat.

    Oleh sebab itu, usahakan untuk selalu menyertakan sumber protein dalam setiap kali makan agar dapat menyeimbangkan gula darah dalam tubuh. Makanan yang memiliki tinggi protein terdapat pada salmon, daging unggas, telur, daging sapi, kacang, tahu, dan tempe.

    7. Polifenol

    Polifenol biasanya dikonsumsi sebagai asupan penting dalam program diet sehari-hari. Polifenol merupakan senyawa nabati yang tidak bisa dicerna dan hanya dapat dihancurkan oleh mikrobioma dalam usus.

    Polifenol banyak terkandung dalam minyak zaitun, buah berry, kacang kedelai, cengkeh dan teh hijau. Selain itu juga dapat ditemukan dalam kandungan coklat.

    Dengan menjalani pola hidup sehat serta memperhatikan asupan nutrisi pada makanan sehari-hari, Sahabat Sehat dapat terhindar dari gangguan kesehatan mental.

    Baca Juga: Inilah Gejala Kesehatan Mental yang Sering Sahabat Anggap Remeh!

    Namun, apabila Sahabat tetap merasa sedang mengalami gangguan kesehatan mental, sebaiknya segera dikonsultasikan pada dokter atau psikiater. Sahabat bisa mengagendakan untuk berkonsultasi dengan psikiater secara daring atau online melalui fasilitas kesehatan yang telah disediakan oleh Prosehat.

    Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

     

    Referensi:

    1. HuffPost UK. 2021. The Foods To Eat For Better Mental Health. [online] Available at: <https://www.huffpost.com/entry/foods-to-eat-for-mental-health_l_5f342f94c5b6960c066fb450> [Accessed 13 April 2021].
    2. Fitria, R., 2021. Jaga Kesehatan Mental, dengan Mengasup 5 Nutrisi Penting Ini. [online] detikfood. Available at: <https://food.detik.com/info-sehat/d-4747113/jaga-kesehatan-mental-dengan-mengasup-5-nutrisi-penting-ini> [Accessed 13 April 2021].
    3. Putri, N., 2021. Menurut Pakar, Kekurangan 4 Nutrisi Ini Dapat Berpengaruh Terhadap Kesehatan Mental. [online] Womantalk | Good lifestyle, relationship and pop culture for Women. Available at: <https://womantalk.com/health/articles/menurut-pakar-kekurangan-4-nutrisi-ini-dapat-berpengaruh-terhadap-kesehatan-mental-xvq82> [Accessed 13 April 2021].

     

     

    Read More
  • Bencana alam kembali melanda Indonesia, kali ini bencana banjir dan longsor melanda Nusa Tenggara Timur tepatnya di Pulau Adonara, Flores Timur. Banjir dan longsor terjadi pada kecamatan Adonara Timur, Ile Boleng, dan Wotan Ulumado. Baca Juga: Bencana Datang, Yuk Persiapkan Tas Siaga Bencana! Hingga Selasa 6 April 2021, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak […]

    Ketahui Manfaat Berdonasi Bagi Kesehatan Mental

    Bencana alam kembali melanda Indonesia, kali ini bencana banjir dan longsor melanda Nusa Tenggara Timur tepatnya di Pulau Adonara, Flores Timur. Banjir dan longsor terjadi pada kecamatan Adonara Timur, Ile Boleng, dan Wotan Ulumado.

    manfaat berdonasi bagi kesehatan mental

    Baca Juga: Bencana Datang, Yuk Persiapkan Tas Siaga Bencana!

    Hingga Selasa 6 April 2021, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 128 orang tewas, 71 orang dinyatakan hilang dan 8.424 orang mengungsi akibat banjir dan longsor yang terjadi pada Minggu, 4 April 2021.

    Pemerintah daerah Flores Timur telah membangun posko bagi para pengungsi di tempat yang dinilai aman. Bencana banjir dan longsor ini tentu saja membutuhkan uluran bantuan dari semua pihak, termasuk Sahabat Sehat.

    Ternyata membantu dan menolong orang melalui kegiatan amal seperti berdonasi maupun menjadi tim relawan, diketahui dapat memberikan berbagai manfaat yang baik bagi kesehatan mental. Apa saja manfaatnya ? Mari simak penjelasan berikut!

    Manfaat Berdonasi Bagi Kesehatan Mental

    Menurunkan Tingkat Stres

    Manfaat pertama yang bisa Sahabat Sehat rasakan dengan melakukan kegiatan sosial adalah menurunnya tingkat stres. Saat membantu orang lain, tubuh secara tidak langsung akan memproduksi hormon endorfin yang memberi efek menenangkan.

    Memperpanjang Usia

    Rupanya membantu orang lain di tengah kesusahan juga dapat memperpanjang usia, hal ini diketahui berdasarkan sebuah penelitian di Swiss yang menyatakan bahwa orang yang merawat orang lain di sekitarnya ternyata memiliki usia yang lebih panjang.

    Hidup Menjadi Lebih Bahagia

    Rasa bahagia juga dapat Sahabat peroleh ketika menolong orang lain. Berdasarkan sebuah penelitian di Amerika Serikat, terdapat 2.000 orang yang menyebut diri mereka sangat bahagia karena telah memberikan bantuan sosial.

    Menurunkan Tekanan Darah

    Membantu orang lain diketahui dapat membantu meringankan penyakit kronis, seperti darah tinggi. Sebuah penelitian menunjukan bahwa orang yang melakukan kegiatan sosial setidaknya 2.000 jam per tahun, mengalami penurunan tekanan darah hingga 40%.

    Baca Juga: Perlu Makan Apa Supaya Tekanan Darah Jadi Normal?

    Hal ini terjadi karena kegiatan sosial yang dilakukan dapat membantu menghilangkan rasa kesepian dan stres, yang sering kali menyertai gangguan tekanan darah tinggi.

    Memperoleh Pengalaman Baru

    Dengan membantu orang lain Sahabat Sehat dapat memperoleh pengalaman baru, menjalin relasi dengan orang lain atau bahkan Sahabat dapat menemukan hobi baru.

    Meningkatkan Rasa Percaya Diri

    Kegiatan beramal dan aktivitas sosial lainnya berdampak baik bagi remaja untuk meningkatkan rasa percaya diri.

    Ternyata menolong orang lain yang sedang dalam kesusahan, baik melalui kegiatan berdonasi ataupun menjadi relawan sangat bermanfaat bagi kesehatan mental selain juga menunjukkan kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan.

    Baca Juga: Inilah Masalah Kesehatan yang Timbul Akibat Gempa Bumi bagi Korban Selamat

    Apabila Sahabat Sehat membutuhkan informasi lebih lanjut perihal kesehatan mental, Sahabat dapat berkonsultasi secara online di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. UPDATE Korban Banjir dan Longsor di Flores Timur, NTT: 62 Warga Ditemukan Meninggal, 4 Masih Dicari [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 6 April 2021]. Available from: https://regional.kompas.com/read/2021/04/05/104115778/update-korban-banjir-dan-longsor-di-flores-timur-ntt-62-warga-ditemukan
    2. Update Banjir NTT: 128 Meninggal, 71 Hilang, 8.424 Mengungsi [Internet]. 2021 [cited 6 April 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210406084138-20-626386/update-banjir-ntt-128-meninggal-71-hilang-8424-mengungsi
    3. 5 Manfaat Tolong Menolong Untuk Kesehatan – WeCare.id [Internet]. WeCare.id. 2021 [cited 6 April 2021]. Available from: https://blog.wecare.id/2020/11/manfaat-tolong-menolong/
    4. Times I. 6 Manfaat Membantu Orang Lain untuk Kesehatan Tubuh [Internet]. IDN Times. 2021 [cited 6 April 2021]. Available from: https://www.idntimes.com/health/fitness/siti-anisah-2/manfaat-membantu-orang-lain-untuk-kesehatan-tubuh-exp-c1c2/6
    Read More
  • Setiap tahunnya, tanggal 1 April dirayakan sebagai hari April Mop, yaitu suatu hari yang dimanfaatkan setiap orang untuk berbuat iseng atau membuat lelucon kepada orang lain. Baca Juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi Namun ternyata hal tersebut dapat berdampak bagi kesehatan mental. Apa saja dampak April mop bagi kesehatan mental? Yuk, Sahabat Sehat […]

    Apa Dampak April Mop Bagi Kesehatan Mental?

    Setiap tahunnya, tanggal 1 April dirayakan sebagai hari April Mop, yaitu suatu hari yang dimanfaatkan setiap orang untuk berbuat iseng atau membuat lelucon kepada orang lain.

    dampak April Mop bagi kesehatan mental

    Baca Juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi

    Namun ternyata hal tersebut dapat berdampak bagi kesehatan mental. Apa saja dampak April mop bagi kesehatan mental? Yuk, Sahabat Sehat mari simak penjelasan di bawah ini!

    Dampak April Mop Bagi Kesehatan Mental

    Menganggap Berita Benar Menjadi Hoax

    April Mop identikkan dengan berita tidak benar (hoax), maka segala berita yang ada di tanggal 1 April dianggap bohong meskipun kenyataannya berita tersebut benar.

    Contohnya pada saat Tsunami yang terjadi pada tanggal 1 April 2008 silam di Hawaii, awalnya dianggap hoax oleh banyak orang sehingga diabaikan begitu saja.

    Mengalami Gangguan Cemas

    Seseorang yang sering dijahili selama April Mop, dikhawatirkan dapat mengalami gangguan cemas yang ditandai dengan munculnya rasa cemas yang berlebihan sehingga berdampak pada kondisi emosional dan psikologis.

    Baca Juga: Rendahnya Penanganan Kesehatan Jiwa di Indonesia

    Gejala cemas bervariasi, misalnya keringat berlebihan, nyeri dada hingga sesak napas. Cara untuk mengatasinya cukup mudah, yaitu dengan menenangkan diri dan melakukan aktivitas yang menyenangkan untuk mengalihkan dari rasa cemas.

    Namun, jika gangguan cemas dirasa mengganggu aktivitas sehari hari maka sebaiknya dikonsultasikan lebih lanjut ke dokter.

    Memicu Emosi Berlebihan

    Dampak April Mop bagi kesehatan mental lainnya adalah dapat menimbulkan emosi yang berlebihan. Hal ini dapat terjadi pada orang yang sering menerima kabar bohong pada April Mop.

    Bagaimana Dengan April Mop di Masa Pandemi?

    Menggunakan pandemi Covid-19 sebagai sebuah lelucon dianggap kurang etis dan tidak lucu karena pandemi Covid-19 adalah salah satu tragedi terburuk sepanjang masa yang telah merenggut nyawa hingga puluhan ribu jiwa di seluruh dunia.

    Apabila pandemi digunakan sebagai lelucon, hal ini dapat menyebabkan kebingungan, ketakutan, dan kepanikan, serta memunculkan perselisihan.

    Baca Juga: Infodemik: Pengertian, Dampak, dan Cara Mengatasinya

    Sahabat Sehat sebaiknya tidak menggunakan Covid-19 sebagai sebuah lelucon di hari April Mop dan bijaklah dalam bercanda terutama di masa pandemi.

    Apabila Sahabat ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai kesehatan mental, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Bahaya April Mop [Internet]. MerahPutih. 2021 [cited 31 March 2021]. Available from: https://merahputih.com/post/read/bahayanya-april-mop-untuk-kesehatan-mental
    2. Alasan Tidak Gunakan Tema Virus Corona Sebagai Lelucon April Mop [Internet]. Telkomsel. 2021 [cited 31 March 2021]. Available from: https://www.telkomsel.com/about-us/blogs/alasan-tidak-gunakan-tema-virus-corona-sebagai-lelucon-april-mop
    Read More
  • Eat disorder atau gangguan makan adalah suatu rangkaian dari kondisi psikologis gangguan mental yang dapat disebabkan dari pola makan yang tidak sehat. Kondisi ini biasanya dipicu oleh adanya obsesi pada makanan tertentu, berat badan, atau bentuk tubuh. Eat disorder dapat dialami oleh siapa saja, terutama pada wanita muda. Baca Juga: Gangguan Kesehatan Jiwa, dari Penyebab […]

    3 Jenis Eat Disorder Yang Paling Berbahaya Beserta Gejalanya

    Eat disorder atau gangguan makan adalah suatu rangkaian dari kondisi psikologis gangguan mental yang dapat disebabkan dari pola makan yang tidak sehat. Kondisi ini biasanya dipicu oleh adanya obsesi pada makanan tertentu, berat badan, atau bentuk tubuh. Eat disorder dapat dialami oleh siapa saja, terutama pada wanita muda.

    jenis eat disorder

    Baca Juga: Gangguan Kesehatan Jiwa, dari Penyebab hingga Cara Mengatasi

    Gangguan makan akan memperparah kondisi tubuh dan menyebakan konsekuensi kesehatan yang lebih serius, hingga berujung kematian. Beberapa gejala yang paling umum ditimbulkan dari gangguan makan, yaitu:

    • Pembatasan konsumsi makanan secara berlebihan
    • Makan berlebihan dengan durasi yang cepat, bahkan ketika sedang tidak lapar
    • Sengaja memuntahkan makan
    • Melakukan olahraga secara berlebihan

    Gejala Eat Disorder Berdasakan Jenisnya

    Gejala yang dialami penderita eat disorder dapat bermacam-macam, tergantung dari jenis gangguannya. Gejala pada gangguan makan yang berlebihan biasanya berupa:

    1. Anoreksia Nervosa

    Anoreksia nervosa merupakan gangguan makan yang paling terkenal. Penderita anoreksia nervosa memiliki ganguan pada pola makan yang dipicu oleh keinginan seseoang untuk memiliki bentuk tubuh yang jauh dibawah normal atau sangat kurus. Mereka juga tidak pernah merasa puas dengan kondisi bentuk tubuh yang dimilikinya.

    Kondisi ini umumnya terjadi pada masa remaja dan kemungkinan lebih banyak mempengarui wanita dibanding pria. Penderita anoreksia biasanya akan menganggap dirinya memiliki berat badan berlebih dari berat badan normal, padahal sebenarnya mereka sangat kurus.

    Baca Juga: Apa Itu Anoreksia Nervosa? Yuk, Sahabat Kenali Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Penanganannya

    Mereka akan terus-menerus  memantau berat badan mereka, menghindari konsumsi jenis makanan tertentu, dan memperketat asupan kalori.

    Angka penderita anoreksia pada umumnya dikalangan wanita yang berusia 11 hingga 5 tahun berkisar dari 0 sampai 2,2% dan sekitar 0,3% diderita oleh pria. Kasus anoreksia nervosa berkisar antara 109 sampai 270/100.000 orang pertahun dengan angka kematian yang bervariasi berdasarkan populasi yang dipertimbangkan.

    Gejala umum yang dialami oleh penderita anoreksia nervosa, di antaranya:

    • Pola makan yang minim
    • Tubuh menjadi sangat kurus dibandingkan dengan orang normal dengan usia dan tinggi yang sama.
    • Sangat ketakutan dengan kenaikan berat badan
    • Enggan untuk mempertahankan berat badan ideal yang sehat karena merasa harga diri nya bergantung pada berat badan dan bentuk tubuh yang dimiliki.
    • Citra tubuh yang telah terdistorsi

    Gejala lain seperti obsesif-kompulsif juga sering muncul. Misalnya pada penderita anoreksia yang disibukan dengan pola pikir tentang makanan secara terus-menerus, dan beberapa diantaranya kemungkinan mengumpulkan resep atau menimbun makanan secara obsesif.

    Penderita anoreksia dengan gejala seperti yang disebutkan diatas apabila dibiarkan terus-menerus dapat memicu kerusakan pada tubuh seiring berjalannya waktu, seperti:

    • Otot melemah
    • Kemandulan
    • Rapuhnya rambut dan kuku
    • Tumbuh lapisan rambut diseluruh tubuh
    • Suhu tubuh rendah sehingga sering merasa kedinginan
    • Siklus menstruasi tidak teratur atau bahkan tidak mengalami haid
    • Darah rendah
    • Anemia
    • Tulang menjadi keropos
    • Tidak berfungsinya beberapa organ
    • Gagal ginjal
    • Kerusakan otak
    • kematian

    Penderita anoreksia akan berada pada kondisi kelaparan yang berkepanjangan. Hal ini tentunya memicu timbulnya berbagai masalah kesehatan yang kompleks dan sangat berbahaya bagi tubuh.

    2. Bulimia Nervosa

    Bulimia nervosa merupakan bentuk gangguan mental yang mempengaruhi pola makan sehingga penderitanya akan mengonsumsi makanan dalam porsi besar dan kebanyakan dari mereka kesulitan dalam mengontrol porsi makannya, yang kemudian akan dimuntahkan kembali dengan sengaja.

    Mereka akan menggunakan berbagai cara memuntahkan makanan tersebut, bahkan dengan menggunakan obat-obatan seperti obat pencahar dan sejenisnya.

    Bulimia nervosa dapat menyerang perempuan 9 kali lebih sering dibanding laki-laki. Sekitar satu sampai tiga persen wanita akan mengalami bulimia dalam hidupnya. Kasus terbaru terjadi pada sekitar 12 per 100.000 penduduk per tahun dengan rasio kematian standar pada bulimia adalah 1% hingga 3%.

    Penderita bulimia juga melakukan olahraga ketat untuk membakar kalori dalam makanan yang telah dikonsumsinya.

    Mereka sangat terobsesi pada berat badan yang stabil pada jumlah angka tertentu. Namun, berlainan dengan perilaku tersebut mereka akan merasa sangat bersalah pada dirinya sendiri karena telah mengonsumsi banyak makanan.

    Baca Juga: Inilah 10 tips Langsing Alami, Mudah Kok!

    Sebab, mereka tidak ingin berat badannya bertambah sehingga ia akan memuntahkan makanan yang telah dimakan tersebut.

    Karena perilaku tersebut, penderita bulimia nervosa akan mengalami gejala yang tampak mirip dengan subtipe pesta atau pembersihan anoreksia nervosa.

    Namun, penderita bulia pada umumnya hanya akan mempertahankan berat badan idealnya yang cenderung normal, bukan untuk mendapatkan berat badan dengan angka paling kecil.

    Gejala umum pada bulimia nervosa, di antaranya:

    • Memiliki porsi makan berlebih yang berulang dan tidak dapat terkontrol
    • Memiliki kebiasaan untuk mengeluarkan atau memuntahkan kembali makanan yang telah dimakan untuk mencegah naiknya berat badan
    • Bentuk tubuh dan berat badan sangat berpengaruh pada harga diri
    • Ketakutan yang ekstrim pada pertambahan berat badan, meski berat badan yang dimiliki sudah normal

    Dengan gejala seperti yang telah disebutkan, penderita bulimia nervosa akan memiliki efek samping yang akan dirasakan oleh tubuh, seperti:

    • Perdangan dan sakit tenggorokan
    • Bengkak pada kelenjar ludah
    • Lapisan email gigi terkikis
    • Kerusakan pada gigi
    • Refluks asam
    • Iritasi pada usus
    • Dehidrasi akut
    • Gangguan hormonal

    Pada kasus yang lebih parah, penderita bulimia juga dapat memicu ketidakseimbangan pada kadar elektrolit, seperti natrium, kalsium, dan kalium. Bahkan dapat menyebabkan serangan jantung hingga stroke.

    3. Binge Eating Disorder

    Binge eating disorder (BED) atau gangguan makan berlebih merupakan gangguan pada pola makan, yaitu si penderita akan mengonsumsi makanan dalam porsi besar dan tidak terkontrol.

    Berbeda dengan dua jenis gangguan makan sebelumnya, penderita binge eating justru tidak mempedulikan ukuran badan dan berat badannya. Malah, kebanyakan dari mereka juga menderita kelebihan berat badan yang ekstrim atau obesitas.

    Berdasarkan survei, BED sangat mempengaruhi sekitar 1-2% di beberapa fase dalam kehidupan mereka. BED juga cenderung lebih sering terjadi pada wanita dari pada pria.

    Penderita BED akan memiliki durasi makan dalam waktu yang sangat cepat denga porsi yang besar, mereka tidak akan berhenti jika belum merasa sangat kenyang.

    Mereka juga akan mengonsumsi makanan dalam porsi yang besar meskipun sedang tidak merasa lapar dan akan merasa depresi setelah melakukan hal tersebut. Pada umumnya penderita binge eating ini dipicu oleh rasa stress akibat penderitaan yang mereka alami.

    Baca Juga: 4 Jenis Makanan Agar Rasa Kenyang Lebih Lama

    Penderita binge eating tidak akan membatasi jumlah kalori yang masuk dan juga tidak memiliki perilaku seperti memuntahkan kembali makanan yang telah dimakan ataupun olahraga berlebihan, untuk menyeimbangkan berat badan yang diinginkan.

    Gejala umumnya yang dialami oleh penderita gangguan makan berlebih ini meliputi:

    • mengonsumsi makanan dalam porsi besar dengan waktu yang cepat hingga kekenyangan, meskupun tidak sedang lapar
    • tidak dapat mengontrol selama episode pesta makan
    • merasa tertekan, jijik, dan sangat bersalah atas perilaku makannya yang berlebihan
    • tidak melakukan perilaku membersihkan, seperti membatasi kalori, memuntahkan makanan, olahraga berlebih atau menggunakan obat pencar untuk mengurangi berat badan

    Penderita gangguan makan berlebihan seeperti itu akan sering mengalami kelebihan berat badan atau obesitas sehingga dapat meningkatkan risiko adanya komplikasi medis yang berkaitan dengan kelebihan berat badan, sperti stoke, penyakit jantung, maupun diabetes tipe 2.

    Gangguan makan seperti yang telah dijelaskan di atas, pada dasarnya dipicu oleh adanya kelainan pada kesehatan mental yang tidak wajar. Apabila sahabat sehat merasa mengalami salah satu gangguan makan tersebut, segeralah untuk berkonsultasi ke psikiater, karena kondisi gangguan makan tersebut akan sangat sulit apabila tanpa bantuan dokter.

    Namun sayangnya, orang yang memiliki gejala gangguan makan sering kali menganggap remeh dan merasa tidak memerlukan bantuan. Jika sahabat merasa sangat khawatir deng perilaku yang janggal tersebut sahabat dapat membujuk mereka agar mau berkonsultasi dengan psikiater.

    Baca Juga: Inilah Gejala Kesehatan Mental yang Sering Sahabat Anggap Remeh!

    Apabila penderita gangguan makan ini merasa enggan untuk berpergian keluar rumah, sahabat cukup arahkan si penderita untuk langsung berkonsultasi secara daring atau online melalui fasilitas kesehatan yang telah disediakan oleh Prosehat.  Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. 2021. Learn about 6 common types of eating disorders and their symptoms.. [online] Available at: <https://www.healthline.com/nutrition/common-eating-disorders#anorexia> [Accessed 23 March 2021].
    2. wikipedia.org. 2021. Eating disorder – Wikipedia. [online] Available at: <https://en.wikipedia.org/wiki/Eating_disorder#Anorexia> [Accessed 23 March 2021].
    3. or.id. 2021. APAKAH ANDA MENGALAMI EATING DISORDER? | Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia. [online] Available at: <https://apki.or.id/apakah-anda-mengalami-eating-disorder/> [Accessed 23 March 2021].
    4. National Eating Disorders Association. 2021. Warning Signs and Symptoms. [online] Available at: <https://www.nationaleatingdisorders.org/warning-signs-and-symptoms> [Accessed 23 March 2021].
    Read More
  • Di tengah situasi pandemi seperti ini, bukan merupakan hal aneh lagi apabila seseorang mengalami mental block atau kehilangan kendali saat berpikir. Mental block sendiri ialah suatu kondisi seseorang tidak dapat berkonsentrasi dan tidak dapat berpikir jernih. Kondisi seperti ini juga biasa disebut dengan kelelahan mental. Baca Juga: Mengenal Mental Block, Mulai dari Gejala hingga Terapi Khusus untuk Mengatasinya […]

    7 Jenis Mental Block yang Perlu Sahabat Ketahui, Apa Saja?

    Di tengah situasi pandemi seperti ini, bukan merupakan hal aneh lagi apabila seseorang mengalami mental block atau kehilangan kendali saat berpikir. Mental block sendiri ialah suatu kondisi seseorang tidak dapat berkonsentrasi dan tidak dapat berpikir jernih. Kondisi seperti ini juga biasa disebut dengan kelelahan mental.

    jenis mental block

    Baca Juga: Mengenal Mental Block, Mulai dari Gejala hingga Terapi Khusus untuk Mengatasinya

    Umumnya mental block sering dialami oleh seseorang ketika menulis, merencanakan perjalanan, sedang dalam pengerjaan proyek, atau bahkan ketika sedang berolahraga. Pada awalnya kondisi seperti ini dianggap biasa saja, tetapi jika kondisi seperti ini terjadi terlalu sering bisa membebani psikologi dan fisik seseorang.

    Mental block dapat dialami oleh semua orang, mulai dari pelajar, mahasiswa, bahkan pekerja. Biasanya gejala dari mental block ini tidak ada hubungannya dengan usia seseorang, justru sering dialami oleh orang yang sedang semangat-semangatnya. Jadi mungkin saja bisa memberikan dampak negatif pada kinerja seseorang.

    Serangan mental block memiliki beberapa jenis yang sangat beragam, mungkin salah satunya pernah Sahabat alami tanpa disadari.

    Berikut ini adalah 7 jenis mental block yang paling umum terjadi berdasarkan laman Asian Efficency:

    1. Self-doubt

    Self-doubt adalah suatu fenomena munculnya keraguan pada diri sendiri. Kondisi ini seringkali terjadi dibawah alam sadar. Meskipun telah berupaya sekuat tenaga untuk memberi hasil yang terbaik,  perasaan itu tetap hadir.

    Yang lebih parah, apabila seseorang merasa sudah menjadi penipu yang mengaku ahli dalam bidang pekerjaan tersebut, namun kenyataannya mereka hanya dihinggapi perasaan cemas. Keraguan diri ini sangat membuat seseorang menjadi tidak berdaya, sehingga mempengaruhi kepercayaan diri.

    Biasanya orang yang tidak dapat mengatasi self-doubt dengan tepat, akan berujung pada kurangnya kepercayaan diri, dan sebaliknya, orang yang dapat mengatasi dengan kondisi ini dengan tepat akan mendapatkan manfaat yang lebih baik.

    Pada umumnya, self-doubt disebabkan oleh dua hal yaitu inner voice negatif dan perasaan yang kurang baik. Suara ini dapat memilik beragam bentuk, mulai dari kritik negatif hingga ingatan terhadap kesalahan, kesedihan serta kekecewaan yang pernah terjadi dimasa lalu.

    Hal inilah yang memicu rasa ketakutan berlebih, sehingga berujung pada hilangnya keyakinan akan masa depan yang cerah.

    2. Indecision

    Sifat indecision ini dimiliki oleh seseorang yang terlalu fokus akan suatu penilaian di setiap keputusan, dengan adanya pola pikir “sebuah pilihan akan menentukan keberhasilan atau kegagalan di waktu yang akan datang”.

    Sifat seperti ini akan membawa seseorang pada kondisi mental block, karena terlalu banyaknya energi yang dikeluarkan dalam membuat sebuah keputusan, sehingga lupa dengan perioritas lainnya.

    3. Fixed Mindset

    Fixed mindset dapat diartikan sebagai pola pikir yang memegang kepercayaan bahwa bakat atau kecerdasan yang dimiliki seseorang adalah bersifat tetap dan tidak akan berubah. Pengidap fixed mindset ini selalu percaya jika mereka adalah orang yang “cerdas” sehingga tidak memerlukan usaha yang lebih dan bekerja keras untuk mencapai kesuksesan.

    Baca Juga: 7 Tips Wanita Sukses Biar Kamu Makin Sukses

    Dengan pola pikir yang kaku seperti ini dapat menyebabkan seseorang sibuk memikirkan sesuatu dari masa lampau dan takut untuk mencoba hal baru. Hal inilah yang membentuk pemahaman tentang kemampuan seseorang terbatas pada hal tertentu, sehingga senang berada di zona nyaman dan kurang tertarik mempelajari hal baru.

    4. Comparison

    Suatu kondisi dimana seseorang memiliki sifat yang senang membandingkan diri sendiri dengan orang lain dapat mengakibatkan terjadinya mental block.

    Seseorang yang memiliki sifat seperti ini cenderung akan menganggap bahwa kesuksesan orang lain adalah ancaman bagi dirinya, sehingga mereka bisa menjadi seseorang yang pesimis dan sering mengalami kepanikan atau stres.

    5. Uncertainty

    Uncertainty atau ketidakpastian merupakan kondisi seseorang yang gagal menemukan cara dalam membuat membuat keputusan. Ketidakpastian ini juga dapat menghalangi seseorang untuk melaksanakan keputusan yang telah dibuat.

    Pada umumnya kondisi ini datang disaat seseorang dihadapkan oleh banyaknya pilihan yang pada dasarnya sama, sehingga banyak waktu yang terbuang sia-sia.

    6. No Limits

    Kemampuan seseorang dalam multi-tasking tidak sepenuhnya dapat membantu, karena justru dapat memacu seseorang untuk terus melakukan berbagai aktivitas dengan fokus yang terpecah-pecah.

    Apabila kemampuan tersebut terus dijalankan dapat membuat seseorang jadi kewalahan dan perkembangan diri yang dihasilkan kurang sepadan dengan energi yang telah dikeluakan. Selain itu, juga dapat membuat mereka mengalami kebuntuan dalam melakukan pekerjaan.

    7. Tunnel Vision

    Suatu kondisi seseorang mengurung diri dalam khayalan cara berpikirnya sendiri. Meskipun begitu, mereka tidak dapat menentukan seberapa ketepatan perspektif tersebut, dan pada akhirnya jadi tidak bisa berpikir objektif untuk menemukan solusi lainnya yang lebih mudah.

    Dengan memiliki sifat seperti ini, seseorang bisa jadi kehilangan ide, sulit konsentrasi, dan tidak bisa berpikir dengan jelas sehingga dapat menganggu kinerjanya sendiri maupun lingkungan disekitarnya.

    Untuk mengurangi risiko yang terjadi akibat mental block, Sahabat dapat melakukan beberapa cara dalam mengatasinya, seperti:

    1. Menata ulang pola pikir
    2. Fokus pada masa sekarang
    3. Selesaikan tugas yang termudah
    4. Beristirahatlah saat diperlukan
    5. Buatlah lingkungan sekitar menjadi nyaman, supaya produktivitas Sahabat dalam bekerja dapat meningkat.

    Demikian penjelasan mengenai 7 jenis mental block yang sering dijumpai. Apabila sahabat merasa sedang mengalami salah satunya atau bahkan semuanya, sahabat tidak perlu khawatir dan panik. Sahabat dapat mengatasinya mulai dari menata ulang pola pikir dan beristirahat sejenak.

    Baca Juga: Inilah Gejala Kesehatan Mental yang Sering Sahabat Anggap Remeh!

    Apabila kondisi Sahabat tidak juga membaik setelah melakukan beberapa cara penanganan diatas, alangkah baiknya jika sahabat segera konsultasikan ke psikolog atau psikiater.

    Namun sahabat tidak perlu khawatir jika harus pergi keluar rumah, karena Sahabat Sehat dapat langsung berkonsultasi secara daring atau online melalui fasilitas kesehatan yang telah disediakan oleh Prosehat.  Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. id. 2021. Mengenal 7 Bentuk Mental Block dan Cara Mengatasinya – Tirto.ID. [online] Available at: <https://tirto.id/mengenal-7-bentuk-mental-block-dan-cara-mengatasinya-f87X> [Accessed 16 March 2021].
    2. Glints Blog. 2021. Mental Block: Definisi, Penyebab, dan Cara Mengatasinya – Glints Blog. [online] Available at: <https://glints.com/id/lowongan/mental-block/#.YFA5iZ37S03> [Accessed 16 March 2021].
    3. 2021. Mengenal Self-Doubt dan Cara Mengatasinya. [online] Available at: <https://kumparan.com/berita-hari-ini/mengenal-self-doubt-dan-cara-mengatasinya-1t9L4xAPGQ0/full> [Accessed 18 March 2021].
    4. Evans, P., 2021. 7 Mental Blocks Preventing Your Success. [online] Entrepreneur. Available at: <https://www.entrepreneur.com/article/281556> [Accessed 18 March 2021].
    Read More
  • Dalam setiap kehidupan manusia pasti memiliki tingkatan kendala dan masalah hidup yang berbeda-beda, sehingga banyak di antara mereka yang mengalami stres. Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh banyak hal, misalnya pada bidang pekerjaan atasan tidak menghargai hasil kinerja stafnya, pada kehidupan rumah tangga dengan banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan seorang ibu di rumah, ataupun pada kehidupan […]

    3 Faktor yang Memengaruhi Perbedaan Tingkat Stres Pada Pria dan Wanita

    Dalam setiap kehidupan manusia pasti memiliki tingkatan kendala dan masalah hidup yang berbeda-beda, sehingga banyak di antara mereka yang mengalami stres.

    Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh banyak hal, misalnya pada bidang pekerjaan atasan tidak menghargai hasil kinerja stafnya, pada kehidupan rumah tangga dengan banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan seorang ibu di rumah, ataupun pada kehidupan siswa sekolah dengan PR yang sangat banyak.

    perbedaan tingkat stres pada pria dan wanita

    Meskipun begitu, ternyata tidak semua penyebab tersebut dapat langsung menyerang pikiran seseorang dan menjadikannya stres. Dari sebuah penelitian oleh para ahli mengungkapkan bahwa penyebab utama stres sangat dipengaruhi oleh jenis kelamin.

    Baca Juga: 7 Kiat Mengelola Stres Karena Terbeban Kapan Covid-19 Berakhir

    Berdasarkan penelitian ini, penyebab wanita mengalami stres pada umumnya disebabkan oleh kurangnya penghargaan dari lingkungan sekitar. Sedangkan pria biasanya lebih banyak merasakan stres akibat dari banyaknya pekerjaan yang menumpuk sehingga membuat mereka menjadi tegang.

    Beberapa pakar juga sepakat bahwa proses kerja otak wanita dan pria dalam menghadapi suatu tekanan masalah sangat berbeda. Pria umumnya cenderung lebih santai sedangkan wanita dianggap lebih ‘memikirkan’ masalah tersebut.

    Hal ini telah dijelaskan secara ilmiah pada jurnal Molecular Psychiatry tahun 2010, yaitu sel-sel otak wanita cenderung lebih sensitif terhadap hormon stres yang bernama corticotropinreleasing factor (CFR) dan wanita lebih rentan terhadap stres dua kali lipat dibandingkan pria.

    Uniknya, studi terbaru yang telah di publikasi oleh Jurnal Public Health mengungkapkan bahwa meskipun wanita lebih rentang terhadap stres, namun ternyata pria justru rentan terkena depresi. Berikut ini fakta menarik tentang perbedaan tingkat stres pada pria dan wanita menurut pengamat psikologi, Dr. Endang Mariani Rahayu, M.Si, yaitu:

    1. Tingkatan stres pada wanita lebih tinggi dibanding pria

    Bedasarkan data penelitian dari American Psychological Association mengungkapkan, hampir setengah dari semua wanita yang disurvei mengalami tingkat stres yang lebih tinggi dalam lima tahun terakhir, dan hal ini tidak terjadi pada pria.

    Penyebabnya adalah karena wanita lebih sering mengeluhkan kondisi ekonomi yang mereka alami hingga gangguan fisik dan emosional yang lebih besar. Pada wanita yang menikah, tingkatan jumlah stresnya juga lebih besar dibandingkan dengan wanita lajang.

    2. Wanita lebih bisa mengelola stres

    Pada umumnya wanita lebih banyak menyalurkan rasa stres yang dialami dengan lebih ekspresif. Wanita juga lebih mudah bergaul dan terbuka membicarakan rasa stres yang tengah melanda dibanding dengan pria.

    Baca Juga: Coba 4 Makanan Sehat Ini yang Dapat Mengatasi Stres Sahabat

    Karena dengan membicarakan permasalahan atau kendala yang sedang dihadapi merupakan salah satu cara terbaik dalam menghadapi stres. Hal ini jugalah yang mempengaruhi jumlah angka kematian bunuh diri lebih banyak terjadi pada pria menurut WHO.

    3. Kebiasaan yang berbeda pada wanita dan pria ketika stres

    Ketika sedang stres, sebenarnya pria cenderung lebih banyak butuh uang dibandingkan dengan wanita. Berkaitan dengan aspek psikologis, adanya uang akan membuat pria lebih tenang, dan sebaliknya, saat wanita sedang stres justru wanita lebih banyak mengeluarkan uang untuk dibelanjakan.

    Namun, seiring perkembangan jaman, pakar ilmu sosial, budaya, dan komunikasi Universitas Indonesia, Dr. Deive Rahmawatu,I, S.Sos., M.Hum., CPR mengungkapkan, bahwa sejak 1986 sampai saat ini, data menunjukan manusia modern memiliki potensi lima kali lebih stres dibanding manusia di zaman sebelumnya, terutama pada wanita. Hal ini bisa menjadi permasalahan dunia.

    Kelompok yang paling rentan, yakni remaja. Sebab, usia remaja dinilai belum mempunyai pengalaman yang cukup sehingga mereka tidak memiliki banyak referensi.

    Akibatnya, kelompok usia tersebut sangat mudah terjerumus ke arah yang buruk. Dan kemungkinan terburuknya adalah saat orang tersebut merasa benar-benar sendiri ketika stres, mereka dapat mengalami depresi dan sering berakhir pada bunuh diri.

    Faktor apa sajakah yang dapat memengaruhi tingkatan stres pada seseorang?

    Fakta bahwa wanita tiga kali lebih rentang terkena stres dibanding pria ternyata dilatarbelakangi oleh beberapa faktor, seperti berikut:

    1. Faktor Biologis

    Masa pubertas pada remaja saat ini semakin dini. Sudah bukan merupakan hal baru apabila anak sekolah dasar telah mengalami menstruasi. Proses hormonal ini membuat perempuan secara psikologis jauh lebih stres dibandingkan dengan pria.

    Ketika hormon sedang begejolak, seseorang sangat memerlukan orang lain untuk mendampingi agar mereka tidak berperilaku menyimpang. Oleh sebab itu, peran guru dan orang tua sangat penting dalam hal ini.

    2. Faktor Psikologis

    Perkembangan teknologi digital saat ini telah membuat banyak orang seolah menjadi “zombie”. Hadirnya teknologi digital akan menjadi dampak buruk apabila digunakan tanpa arahan atau bimbingan yang benar.

    Kehidupan sekarang sangat bergantung pada validitas sosial. Setiap hari orang akan terobsesi pada banyaknya likes di sosial media. Sehingga menjadi tidak fokus dalam mengembangkan diri. Selain itu, manusia memang merupakan makhluk egois dan selalu ingin terlihat lebih baik dari orang lain.

    Baca Juga: Waspada Bahaya Narsistik di Media Sosial

    Namun sayangnya, budaya digital ini justru malah semakin membuat kita iri dengan pencapaian orang lain. Oleh karena itu, jika tidak bimbing dengan benar penggunaan dari tekologi digital ini justru akan membuat seseorang menjadi stres.

    3. Faktor Sosiologis

    Walaupun dikelilingi oleh teknologi canggih, namun norma-norma sosial yang dipegang oleh remaja masih sangat minim. Banyak orang cenderung lebih memperhatikan penampilan dirinya. Kehadiran media sosial juga membuat seseorang semakin membandingkan dirinya dengan orang lain, dan jika hal ini sudah terjadi, ada beberapa kemungkinan yang dapat terjadi.

    Pertama, mereka akan berjuang untuk menjadi yang terbaik. Kedua, mereka akan membohongi publik agar menjadi yang terbaik, misalnya dengan menggunakan teknologi agar mereka tampak sempurna dalam foto.

    Dan yang terakhir, depresi yang semakin parah karena merasa tidak ada yang benar-benar menjadi temannya. Meskipun postingan ramai dengan likes dan memiliki jumlah follower yang banyak, namun sebenarnya ia sendirian. Sehingga di saat stres, ia merasa tidak dapat berbagi cerita dengan siapapun.

    Kondisi seperti ini tentu saja tidak boleh dibiarkan begitu saja, karena akan sangat berdampak bagi kesehatan. Meskipun begitu, hal ini ternyata masih dapat sahabat cegah dengan hal-hal positif lainnya, seperti bergabung dengan komunitas yang melakukan kegiatan positif.

    Demikian penjelasan mengenai 3 faktor yang mempengaruhi perbedaan tingkat stres pada pria dan wanita. Apabila Sahabat merasa sedang mengalami stres, cobalah cari tempat bercerita supaya masalah yang dialami tidak ditanggung sendirian. Mulailah tata kehidupan yang baru dan beristirahat sejenak.

    Baca Juga: Berikut Ini 4 Tips untuk Mengatasi Stres

    Namun apabila Sahabat tidak dapat mengatasinya sendiri, alangkah baiknya Sahabat segera konsultasikan ke psikolog atau psikiater.

    Namun sahabat tidak perlu khawatir jika harus pergi keluar rumah, karena Sahabat Sehat dapat langsung berkonsultasi secara daring atau online melalui fasilitas kesehatan yang telah disediakan oleh Prosehat.  Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Media, K., 2021. Penyebab Stres Dipengaruhi Jenis Kelamin. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://lifestyle.kompas.com/read/2012/06/06/11052194/Penyebab.%20Stres.Dipengaruhi.Jenis.Kelamin> [Accessed 17 March 2021].
    2. Anwar, F., 2021. Dibanding Wanita, Pria Lebih Rentan Depresi Akibat Stres. [online] detikHealth. Available at: <https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-3247668/dibanding-wanita-pria-lebih-rentan-depresi-akibat-stres> [Accessed 17 March 2021].
    3. com. 2021. Pria dan Wanita Punya Tingkatan dan Gaya Stres yang Berbeda. [online] Available at: <https://www.liputan6.com/health/read/2897116/pria-dan-wanita-punya-tingkatan-dan-gaya-stres-yang-berbeda> [Accessed 17 March 2021].
    4. Abdi, H., 2021. Faktor Penyebab Stres, Gejala, dan Cara Menanganinya yang Tepat. [online] liputan6.com. Available at: <https://hot.liputan6.com/read/4259506/faktor-penyebab-stres-gejala-dan-cara-menanganinya-yang-tepat> [Accessed 17 March 2021].

     

     

    Read More
  • Kesehatan mental adalah gangguan yang sangat serius. Data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan bahwa 7 dari 1.000 rumah tangga terdapat anggota yang memiliki gangguan kesehatan psikis, lebih dari 19 juta penduduk yang berusia di atas 15 tahun mengalami gangguan emosional, dan lebih dari 12 juta penduduk yang berusia di atas 15 tahun mengalami depresi. Baca Juga: […]

    Rendahnya Penanganan Kesehatan Jiwa di Indonesia

    Kesehatan mental adalah gangguan yang sangat serius. Data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan bahwa 7 dari 1.000 rumah tangga terdapat anggota yang memiliki gangguan kesehatan psikis, lebih dari 19 juta penduduk yang berusia di atas 15 tahun mengalami gangguan emosional, dan lebih dari 12 juta penduduk yang berusia di atas 15 tahun mengalami depresi.

    penanganan kesehatan jiwa, penanganan kesehatan mental

    Baca Juga: Sering Tonton Video Kekerasan, Tingkatkan Risiko Trauma dan Depresi

    Melihat kondisi tersebut, pemerintah sebaiknya cepat tanggap tangani masalah penanganan kesehatan jiwa di Indonesia yang semakin meningkat,. Apalagi dengan kondisi negara yang sedang dilanda wabah penyakit virus Covid-19, kemungkinan besar banyak sekali yang mengalami gangguan kesehatan jiwa, dikarenakan beberapa faktor, yaitu:

    • Krisis ekonomi
    • Kehilangan pekerjaan
    • Disabilitas ketidakmampuan untuk bekerja
    • Gangguan kecemasan
    • Pandemi Covid-19

    Indonesia menempati urutan ke-7 dalam kategori depresi. Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Kementerian PPN/Bappenas menyatakan bahwa pihaknya akan menargetkan mengenai cekatan dalam menanggapi masalah gangguan kesehatan jiwa di Indonesia.

    Pada pembangunan program kerja selanjutnya, pemerintah akan meningkatkan program kerja dan salah satu targetnya adalah di tahun 2020 penduduk Indonesia harus mengurangi angka kematian akibat penyakit tidak menular dan mengutamakan peningkatan kesehatan jiwa penduduk Indonesia.

    Bappenas melakukan beberapa strategi seperti mendeteksi gangguan kejiwaan, secara rutinitas memberikan informasi mengenai gangguan kejiwaan. Setelah itu, jika menemukan pasien yang berkasus, segera untuk mengeksekusi pasien dan mengikuti prosedur dalam perawatan atau pengobatan yang sesuai dengan kondisi pasien tersebut.

    Baca Juga: Rangkuman Webinar Tips Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi

    Pelayanan kesehatan jiwa di Indonesia memiliki berbagai tingkat, yaitu primer, sekunder, dan tersier. Di tingkat primer pemerintah menyediakan pelayanan kesehatan jiwa yang dilakukan di Puskesmas. Di tingkat sekunder pemerintah menyediakan pelayanan kesehatan jiwa yang dilakukan di rumah sakit umum (RSU).

    Di tingkat tersier pemerintah menyediakan pelayanan kesehatan jiwa yang dilakukan di rumah sakit jiwa (RSJ) atau bisa di rumah sakit umum (RSU) yang benar-benar memiliki dokter spesialis jiwa konsultan jiwa (SpKJ) atau dokter spesialis jiwa konsultan yang berada di kota umum dan memiliki pusat pendidikan khusus dokter spesialis kedokteran jiwa di Indonesia.

    Upaya Pelayanan Kesehatan Jiwa Tingkat Sekunder di RSU (Rumah Sakit Umum)

    Tidak seluruh RSU mempunyai poliklinik jiwa. Artinya, tidak semua RSU memiliki dokter spesialis jiwa konsultan jiwa yang juga merupakan dokter tetap di RSU tersebut.

    Sedangkan untuk perawatan dalam pengobatan di RSU, tidak selalu mempunyai rawat inap untuk pasien tersebut. Jadi, apabila ada RSU yang mempunyai rawat inap untuk pasien sakit jiwa ialah hanya pasien yang benar-benar kondisinya akut atau gawat darurat.

    Sehingga, pelayanan kesehatan jiwa di Rumah Sakit Umum (RSU) dalam kategori sekunder, belum memenuhi perawatan terbaik atau belum maksimal.

    Upaya Pelayanan Kesehatan Jiwa Tingkat Premier di Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat)

    Upaya pemerintah dalam penanganan melalui pelayanan kesehatan jiwa di Puskesmas berbeda, bahkan data Rifaskes 2011 menyatakan bahwa Puskesmas di Indonesia mempunyai program kesehatan jiwa sebesar 64% di seluruh Indonesia.

    Baca Juga: 7 Kiat Mengelola Stres Karena Terbeban Kapan Corona Berakhir

    Namun, dengan kategori yang berbeda-beda yaitu terlaksana atau tidaknya program pelayanan kesehatan jiwa, nyatanya direktorat kesehatan menyatakkan bahwa hanya 21,4% yang melaksanakan pelayanan kesehatan jiwa yang di puskesmas Indonesia.

    Upaya Sumber Daya Manusia dan Pembiayaan Kesehatan Jiwa

    Data mengenai fasilitas dan sumber daya manusia dalam penanganan kesehatan jiwa bisa dikatakan hampir fasilitas seluruhnya belum tersedia di RSJ dan sebagian kecil sekali di RSU, yang tersedia hanya tempat tidur.

    Itu pun dengan presentase yang sangat kecil. Fasilitas pelayanan lain misalnya rumah singgahan, rumah perawatan dikomunitas, day care treatment, dan sebagainya belum ada di Indonesia.

    Sedangkan mengenai data biaya kesehatan jiwa, menurut ASEAN, Indonesia adalah negara paling rendah pengeluarannya untuk penanganan kesehatan jiwa, dan belum ada data pasti dari pemerintah. Akan tetapi, jumlah presentase untuk pengeluaran kesehatan jiwa dari Kementerian Kesehatan sebanyak 2,89% dari total anggaran kesehatan.

    Akses terhadap obat esensial

    Dalam penanganan akses obat esensial terhadap pasien gangguan kesehatan mental jiwa, Indonesia termasuk kategori yang cukup memadai dalam obat-obatan tersebut, daftar obat-obatan tersebut mengacu pada buku Formularium Nasional (FORNAS) dan Esensial Nasional (DOEN) tahun 2015 dan 2017.

    Indonesia memiliki UU (Undang-Undang) kesehatan jiwa yang khusus dan terpisah dari UU (Undang-Undang) di bidang kesehatan, yaitu Kesehatan Jiwa Nomor 18 Tahun 2014 yang isinya hal-hal penting mengenai hak-hak orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), kewajiban pemerintah dan masyarakat, fasilitas pelayanan khusus kesehatan jiwa dan anggaran kesehatan jiwa.

    Namun, sampai saat ini banyak hal-hal yang perlu ditingkatkan dan dimaksimalkan kembali untuk pelayanan kesehatan jiwa, karena beberapa hal masih belum dieksekusi dan terlaksana sesuai dengan amanat UU Kesehatan Jiwa Nomor 18 Tahun 2014, yaitu mengatur fasilitas non kesehatan yang sedang dalam perawatan/pengobatan pasien gangguan jiwa.

    Baca Juga: Mengenai Kesehatan Mental di Indonesia

    Misalnya, rehabilitas pasien gangguan jiwa masih belum jelas bentuk dan kriterianya, hal lainnya adalah mendorong promotif dan preventif ditingkat keluarga.

    Jadi, kondisi pelayanan kesehatan jiwa di Indonesia masih sangat kecil presentasenya, belum memenuhi kebutuhan akses layanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau.

    Jumlah psikiater di Indonesia masih sangat jauh tertinggal sekali dengan negara-negara lainnya, bahkan upaya penanganan kesehatan jiwa di Puskesmas saja, masih banyak yang merangkap tugasnya.

    Akses terhadap pelayanan kesehatan jiwa, fasilitas untuk pelayanannya, sumber daya manusia yang akan merawat pasien gangguan kesehatan jiwa secara intensif dan legalisasi pembiayaan khusus untuk kesehatan jiwa terus dan harus dapat ditingkatkan lagi.

    Itulah mengenai rendahnya penanganan kesehatan jiwa di Indonesia. Padahal, kesehatan jiwa sama pentingnya dengan kesehatan fisik, dan dampaknya cukup besar bagi diri sendiri dan orang lain.

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai penanganan kesehatan jiwa dan produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Indonesia C. Penanganan Kesehatan Mental RI Diklaim Masih Terbatas [Internet]. gaya hidup. 2021 [cited 2 March 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20201019042144-255-559867/penanganan-kesehatan-mental-ri-diklaim-masih-terbatas
    2. https://www.jpnn.com/news/bappenas-penanganan-kesehatan-mental-di-indonesia-masih-terbatas?page=2
    3. [Internet]. 2021 [cited 2 March 2021]. Available from: https://www.researchgate.net/publication/331595372_Sistem_Kesehatan_Jiwa_di_Indonesia_Tantangan_untuk_Memenuhi_Kebutuhan
    Read More

Showing 1–10 of 21 results

Chat Asisten ProSehat aja