Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Mental

Showing 1–10 of 54 results

  • Minyak esensial (essential oil) atau yang biasanya disebut dengan minyak astiri adalah minyak beraroma harum yang didapat dari hasil penyulingan/ distilasi tanaman, bunga, akar, kayu atau biji buah. Banyak sekali manfaat bagi kesehatan tubuh dari minyak esensial. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minyak esensial aromaterapi dapat menjadi pilihan untuk meredakan dan redakan stres dan cemas. Yuk […]

    Mengatasi Penat dan Redakan Stres dengan Minyak Esensial

    Minyak esensial (essential oil) atau yang biasanya disebut dengan minyak astiri adalah minyak beraroma harum yang didapat dari hasil penyulingan/ distilasi tanaman, bunga, akar, kayu atau biji buah. Banyak sekali manfaat bagi kesehatan tubuh dari minyak esensial. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minyak esensial aromaterapi dapat menjadi pilihan untuk meredakan dan redakan stres dan cemas.

    Mengatasi Penat dan Redakan Stres dengan Minyak Esensial

    Mengatasi Penat dan Redakan Stres dengan Minyak Esensial

    Yuk kenali jenis-jenis minyak esensial untuk mendapatkan berbagai manfaatnya!

    Bagaimana Cara Kerja Minyak Esensial?

    Minyak esensial paling sering digunakan sebagai aromaterapi dengan cara dihirup atau dioleskan ke bagian tubuh.

    Saat dihirup, minyak esensial dapat merangsang sistem limbik di otak yang berkaitan dengan emosi, perilaku, dan juga pembentukan ingatan jangka panjang. Ingatan ini menyebabkan beberapa bau-bauan menjadi akrab sehingga memicu ingatan dan emosi.

    Sistem limbik juga dapat mengontrol beberapa fungsi fisiologis bawah sadar seperti pernapasan, detak jantung dan tekanan darah sehingga beberapa penelitian menyebutkan bahwa minyak esensial dapat memberikan efek bagi fisik tubuh.

    Redakan Stres dengan Sensasi menyegarkan, Pesan Disini: Young Living Essential Oil Peppermint

    Jenis Minyak Esensial yang Banyak Dikenal

    Ada lebih dari 90 jenis aroma minyak esensial yang dikenal dan terbukti efektif memiliki khasiat baik bagi tubuh. Sepuluh diantaranya memiliki aroma yang paling banyak dikenal, yaitu:

    • Peppermint

    Minyak esensial peppermint berfungsi untuk membantu mengurangi gangguan pencernaan dan meredakan nyeri kepala.

    • Lavender

    Banyak orang menyukai aroma lavender karena dapat menenangkan. Lavender biasanya digunakan untuk meredakan stres dan cemas serta membantu untuk meningkatkan kualitas tidur.

    • Sandalwood

    Minyak esensial sandalwood berfungsi untuk membantu meredakan ketegangan saraf dan membantu untuk fokus.

    • Bergamot

    Minyak esensial bergamot berfungsi untuk redakan stres dan memperbaiki kondisi kulit, terutama bagi penderita eksim.

    • Rose

    Minyak esensial mawar berfungsi untuk meningkatkan mood dan mengurangi perasaan cemas.

    • Chamomile

    Chamomile berfungsi untuk meningkatkan mood dan relaksasi tubuh.

    • Ylang-ylang

    Minyak esensial ylang-ylang berfungsi untuk mengobati nyeri kepala, mual dan beberapa gangguan kulit (kemerahan, gatal dan eksim).

    • Tea tree

    Tea tree atau yang disebut dengan melaleuca adalah minyak esensial yang biasanya digunakan oleh suku aborigin di Australia untuk mengobati luka. Saat ini, minyak esensial tea tree digunakan untuk mengurangi peradangan akibat jerawat dan juga gigitan serangga.

    • Jasmine

    Minyak esensial bunga melati membantu mengurangi depresi.

    • Lemon

    Banyak sekali orang yang menyukai aroma lemon karena dapat meningkatkan mood.

    Baca Juga: 7 Pilihan Minyak Esensial yang Terbukti Aman untuk Bayi

    Waspadai Ini Saat Menggunakan Minyak Esensial

    Senyawa kimia yang terkandung di dalam minyak esensial dapat menghasilkan reaksi apabila digabungkan dengan beberapa obat-obatan konvensional yang justru dapat memperburuk kondisi kesehatan.

    Seseorang dengan tekanan darah tinggi misalnya, harus menghindari penggunaan minyak esensial rosemary.

    Selain itu bahan minyak esensial yang mengandung adas, adas manus dan sage yang biasanya terkandung pada minyak telon bertindak mirip dengan estrogen sehingga seseorang dengan tumor payudara atau ovarium yang sensitif terhadap estrogen harus menghindarinya.

    Kondisi berikut ini perlu berhati-hati dalam menggunakan minyak esensial sebagai aromaterapi, diantaranya:

    • Rhinitis alergi
    • Asma
    • Eksim kulit dan psoriasis
    • Epilepsi
    • Hipertensi
    • Ibu hamil
    • Orang dengan alergi terhadap kacang-kacangan (pencampur minyak sering diperoleh dari kacang-kacangan dan biji-bijian).

    Baca Juga: 7 Jenis Olahraga Penghilang Stres yang Paling Efektif

    Sahabat Sehat, penggunaan minyak esensial ternyata banyak manfaatnya ya! Pilihlah sesuai dengan kebutuhan Anda dan gunakan dengan hati-hati. Bila Sahabat Sehat memiliki kondisi khusus seperti di atas, hindari jenis minyak esensial tertentu atau konsultasikan dahulu dengan dokter.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, imunisasi, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Health Benefits of Essential Oils [Internet]. WebMD. 2021.
    2. West H. What Are Essential Oils, and Do They Work? [Internet]. Healthline. 2019.
    3. Aromatherapy: Do Essential Oils Really Work? [Internet]. Hopkinsmedicine.org. 2021.
    4. Rose Wilson, Ph.D D, Brazier Y. Aromatherapy: Uses, benefits, oils, and risks [Internet]. Medicalnewstoday.com. 2017.
    5. Essential Oils 101: Do They Work + How Do You Use Them? [Internet]. Cleveland Clinic. 2020.

     

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

    Read More
  • Rutinitas harian yang kita jalani ternyata tidak lepas dari yang namanya stres. Jika tidak segera diatasi, stres dapat mengganggu produktivitas Anda saat bekerja, sulit tidur nyenyak, hingga menyebabkan penyakit. Nah, salah satu cara paling ampuh agar terbebas dari stres adalah dengan olahraga secara rutin. melakukan olahraga penghilang stres ini bisa menjadi waktu menyenangkan untuk Anda […]

    7 Jenis Olahraga Penghilang Stres yang Paling Efektif

    Rutinitas harian yang kita jalani ternyata tidak lepas dari yang namanya stres. Jika tidak segera diatasi, stres dapat mengganggu produktivitas Anda saat bekerja, sulit tidur nyenyak, hingga menyebabkan penyakit. Nah, salah satu cara paling ampuh agar terbebas dari stres adalah dengan olahraga secara rutin. melakukan olahraga penghilang stres ini bisa menjadi waktu menyenangkan untuk Anda lakukan dengan teman, keluarga, atau pasangan.

    Lantas, olahraga seperti apa yang efektif untuk menghilangkan stres? Simak penjelasannya berikut ini. 

    7 Jenis Olahraga Penghilang Stres yang Paling Efektif

    7 Jenis Olahraga Penghilang Stres yang Paling Efektif

    Berbagai Jenis Olahraga Penghilang Stres

    Stres termasuk gangguan yang mampu memengaruhi fisik dan psikis seseorang. Jika stres tidak dikelola dengan baik, hal ini akan membuat kualitas hidup Anda menurun. Akhirnya, Anda akan sulit berkonsentrasi, sulit berpikir jernih, tidak produktif, hingga jatuh sakit. 

    Memberikan pengalaman menyegarkan dan rasa sejuk setelah olahraga, Cek: Young Living Essential Oil Peppermint

    Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan berolahraga karena kegiatan ini menstimulasi keluarnya hormon endorfin. Endorfin adalah hormon yang salah satu tugasnya membuat orang merasa senang dan menghilangkan rasa sakit. Berikut beberapa jenis olahraga yang dapat meningkatkan stamina tubuh sekaligus menghilangkan stres. 

    Jalan kaki

    Jalan kaki menjadi pilihan olahraga yang paling mudah untuk dilakukan saat Anda mengalami stres. Tak perlu jauh-jauh, Anda bisa berjalan kaki di sekitar rumah saat pagi atau sore hari. Berjalan kaki secara santai maupun cepat sama-sama bermanfaat, seperti melatih pernapasan, melepaskan ketegangan otot, serta menenangkan sistem saraf.

    Selain itu, sering berjalan kaki juga dapat mengurangi risiko munculnya penyakit yang disebabkan oleh stres, termasuk tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit jantung. 

    Bagi Anda yang baru akan mencoba olahraga jalan kaki, Anda dapat memulai dengan 15-30 menit setiap hari atau selang sehari. Tingkatkan frekuensi, durasi, dan intensitas berjalan kaki secara bertahap. Selanjutnya, rutinlah berjalan kaki setidaknya 30 menit tanpa henti dan lakukan minimal tiga kali seminggu untuk mengelola stres. 

    Baca Juga : Benarkah Stres Pemicu Penyakit Jantung?

    Yoga

    Berbagai gerakan yoga juga dinilai ampuh dalam menghilangkan stres. Sebab, postur yoga melibatkan kekuatan tubuh serta pikiran yang mampu mengurangi ketegangan otot dan fisik. Selain itu, teknik pernapasan dalam yoga juga dapat memicu tubuh untuk rileks. 

    Tai chi

    Mirip dengan yoga, tai chi adalah teknik relaksasi tubuh yang mengandalkan gerakan tubuh menggunakan teknik pernapasan dalam. Walaupun gerakan ini berasal dari seni bela diri, tai chi dapat menenangkan pikiran dan tubuh sehingga cocok digunakan untuk menghilangkan stres. Teknik relaksasi asal Tiongkok ini juga dapat meningkatkan stamina dan kelenturan tubuh. 

    Menari

    Menari memiliki sederet manfaat baik secara fisik, mental, maupun emosional. Sebab, menari dapat meningkatkan mood, kelenturan dan kelincahan tubuh, serta kekuatan otot. Menari yang dilakukan bersama orang lain juga dapat menumbuhkan rasa kebersamaan. Sehingga menari bisa membantu menurunkan tingkat stres serta meningkatkan kebahagiaan. 

    Pilates

    Pilates memiliki banyak manfaat, terutama dalam peningkatan kekuatan otot dan kelenturan tubuh. Aktivitas ini juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh sehingga mampu mengurangi tingkat stres pada diri Anda.

    Kickboxing

    Jika Anda ingin melampiaskan rasa stres dan kesal terhadap pekerjaan, kickboxing bisa menjadi pilihan. Sebab, gerakan kickboxing menggunakan teknik tinju dan menendang. 

    Rutin melakukan kickboxing dapat membantu meningkatkan keseimbangan, kelenturan, dan koordinasi tubuh Anda. Dengan begitu, kickboxing menjadi cara ampuh dalam melepaskan energi kemarahan dan stres Anda.

    Olahraga Aerobik

    Menurut The American Council on Exercise (ACE) dan Asosiasi Psikolog Amerika (APA), olahraga aerobik efektif mengatasi stres. Untuk melakukan olahraga aerobik, Anda disarankan untuk melakukannya secara rutin. Lakukan setidaknya 5 kali dalam seminggu, selama 30 menit per sesi untuk mendapatkan perasaan positif dalam tubuh.

    Baca Juga : 3 Faktor yang Memengaruhi Perbedaan Tingkat Stres Pada Pria dan Wanita

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai jenis olahraga penghilang stres dan manfaatnya. Kalau Sahabat Sehat belum terbiasa berolahraga, ini saat yang tepat untuk memulainya. Lakukan dengan konsisten dan rasakan manfaatnya. Bila stres dirasa terlalu berat, jangan sungkan untuk meminta bantuan psikolog dan/atau dokter psikiater agar Anda dapat kembali hidup dengan nyaman dan gembira.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, pemeriksaan medical check up berkala, pemeriksaan laboratorium, layanan fisioterapi, produk imunisasi dewasa, produk multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. EverydayHealth.com. 2022. 8 Exercises That Relieve Stress – Women’s Guide to Stress Management – Everyday Health.
    2. WebMD. 2022. Exercise and Depression.
    3. acefitness.org. 2022. education and resources.
    4. Verywell Fit. 2022. Exercise: The Best Stress Relief.
    5. EverydayHealth.com. 2022. 9 Exercises for Stress Relief

     

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul Larasati

    Read More
  • Gangguan bipolar adalah penyakit gangguan mental yang biasanya ditandai dengan perubahan yang drastis atau ekstrem pada suasana hati. Selain itu, juga menciptakan perubahan perilaku, pemikiran, tingkat energi, dan juga pola tidur yang tidak menentu. Kondisi ini disebut juga sebagai manic depression. Orang yang menderita gangguan bipolar mengalami periode di mana mereka merasakan tingkat kebahagiaan, energi, semangat, […]

    Bagaimana Cara Efektif Mengatasi Gejala Gangguan Bipolar?

    Gangguan bipolar adalah penyakit gangguan mental yang biasanya ditandai dengan perubahan yang drastis atau ekstrem pada suasana hati. Selain itu, juga menciptakan perubahan perilaku, pemikiran, tingkat energi, dan juga pola tidur yang tidak menentu. Kondisi ini disebut juga sebagai manic depression.

    Bagaimana Cara Efektif Mengatasi Gejala Gangguan Bipolar

    Bagaimana Cara Efektif Mengatasi Gejala Gangguan Bipolar?

    Orang yang menderita gangguan bipolar mengalami periode di mana mereka merasakan tingkat kebahagiaan, energi, semangat, impuls, euforia, dan optimisme yang tinggi, dan kemudian diikuti periode marah, depresi, atau putus asa. Seiring waktu, perubahan mood atau perilaku tersebut akan menjadi semakin parah bila tidak dikelola dengan baik dan dapat memengaruhi kehidupan sehari-harinya. Misalnya dalam hubungan personal, pekerjaan, dan belajar di sekolah.

    Kendati demikian, gangguan bipolar dapat diatasi dengan beberapa cara menggunakan kombinasi obat dan terapi. Simak penjelasannya berikut ini.

    Obat-obatan

    Umumnya, obat-obatan untuk mengelola gangguan bipolar menggunakan golongan penstabil mood dan antidepresan. Obat-obatan ini hanya boleh digunakan di bawah pengawasan dokter dan dikonsumsi sesuai petunjuk. 

    Layaknya obat pada umumnya, obat-obatan untuk gangguan bipolar juga memiliki efek samping. Informasikan ke dokter bila efek samping dirasakan mengganggu aktivitas Anda. Pengobatan untuk episode bipolar membutuhkan kesabaran karena memerlukan beberapa waktu agar obat-obatan tersebut bekerja secara efektif. Kunjungi dokter secara rutin untuk mengontrol perkembangan pengobatan.

    Baca Juga : Sahabat Sehat, Ini Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Jiwa

    Terapi Psikologis

    Tak hanya obat-obatan diatas, gejala gangguan bipolar juga dapat diatasi dengan melakukan terapi psikologis, diantaranya:

    Psychoeducation

    orang dengan gangguan bipolar perlu mendapatkan informasi mengenai kondisinya. Tujuannya agar ia dapat mengenali kondisinya dengan lebih baik, misalnya mengenai apa yang terjadi dalam tubuhnya (mengapa ia mengalami gangguan bipolar), memadukan aspek emosional dan motivasional agar ia dapat menghadapi penyakitnya dan mampu menjalani terapinya dengan lebih baik.

    Cognitive behavioral therapy (CBT)

    terapi ini membantu penderita bipolar mengatasi masalah dengan mengubah pola pikirnya dan cara bereaksi terhadap suatu kejadian.

    Terapi keluarga

    terapi ini berfokus pada hubungan dalam keluarga karena hubungan pasien dengan keluarga memiliki peran penting dalam mengelola bipolar dan kesehatan mentalnya. Menurut penelitian, keluarga merupakan pengobatan psikologis yang efektif untuk mengatasi gangguan mental. 

    Mengubah Gaya Hidup

    Gaya hidup sehari-hari yang Anda jalani dapat memberikan dampak positif dan negatif pada kesehatan mental Anda. Oleh sebab itu, mengubah kebiasaan hidup menjadi lebih sehat akan sangat berpengaruh pada pengobatan gangguan bipolar Anda. 

    Memperbaiki pola tidur, makan makanan sehat dan bergizi, serta aktif secara fisik seperti rutin berolahraga sangat penting dilakukan. Selain itu, batasi/ hindari konsumsi alkohol dan merokok.

    Belajarlah untuk mengelola stres dengan mengalihkannya ke hal-hal yang lebih positif, serta rencanakan waktu relaksasi yang dapat membantu Anda memperbaiki mood menjadi lebih baik. Anda juga dapat meminta bantuan keluarga ataupun teman-teman untuk mendukung Anda. 

    Pahami Gangguan Bipolar

    Gangguan bipolar menyebabkan perubahan mood yang ekstrim, yaitu manik (suasana hati yang sangat riang dan bersemangat) dan depresi (sedih mendalam dan hilang ketertarikan terhadap kegiatan sehari-hari atau lingkungan). Gangguan bipolar terbagi menjadi beberapa jenis, yakni:

    Gangguan Bipolar I

    Orang dengan bipolar I mengalami setidaknya satu episode manik sebelum atau setelah episode depresi, atau hanya episode manik ringan (hipomania).

    Gangguan Bipolar II

    Orang dengan bipolar II memiliki setidaknya satu episode depresi mayor yang berlangsung dua minggu atau lebih. Mereka juga memiliki setidaknya satu episode hipomanik ringan yang berlangsung lebih dari empat hari. 

    Dalam episode hipomanik, penderitanya masih bersemangat, energik, dan impulsif, namun gejalanya bisa lebih ringan daripada yang berhubungan dengan episode manik penuh. 

    Gangguan Siklotimik

    Orang dengan gangguan siklotimik mengalami setidaknya dua tahun episode hipomanik dan depresi. Perubahan suasana hati cenderung tidak separah gangguan bipolar. 

    Baca Juga : Seperti Apa dan Bagaimana Pertolongan Pertama Gangguan Kesehatan Jiwa?

    Sahabat Sehat, gangguan bipolar mungkin belum bisa benar-benar diobati, namun penderita dapat mengelola kondisinya dengan saran-saran di atas agar meringankan gejala dan menjaga kualitas hidupnya.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, pemeriksaan medical check up berkala, pemeriksaan laboratorium, layanan fisioterapi, produk imunisasi dewasa, produk multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

    Referensi:

    1. Healthline. 2022. 7 Treatments for Bipolar Disorder Depression.
    2. The Jed Foundation. 2022. Understanding Bipolar Disorder.
    3. nhs.uk. 2022. Treatment – Bipolar disorder.
    4. The Recovery Village Drug and Alcohol Rehab. 2022.

     

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul Larasati

    Read More
  • Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia Ditinjau oleh: dr. Nurul L Apakah Anda familiar dengan istilah hustle culture? Istilah ini sudah tidak asing lagi dan sedang marak dibahas oleh kaum milenial. Istilah ini tentu saja populer dikalangan generasi milenial dikarenakan adanya perubahan alur industri yang bergerak begitu cepat, sehingga semua orang berlomba-lomba untuk bisa menjadi sosok […]

    Kenali Hustle Culture dan Dampak Negatifnya Bagi Kesehatan

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

    Kenali Hustle Culture dan Dampak Negatifnya Bagi Kesehatan

    Apakah Anda familiar dengan istilah hustle culture? Istilah ini sudah tidak asing lagi dan sedang marak dibahas oleh kaum milenial. Istilah ini tentu saja populer dikalangan generasi milenial dikarenakan adanya perubahan alur industri yang bergerak begitu cepat, sehingga semua orang berlomba-lomba untuk bisa menjadi sosok yang dapat diandalkan dan dipandang produktif setiap saat.

    Hustle culture adalah dorongan untuk bekerja lebih keras, lebih kuat, dan lebih cepat dengan mengerahkan kapasitas maksimum diri setiap hari demi mencapai tujuan/ target dengan lebih cepat. Budaya ini serasi dengan perkembangan dunia digital yang memfasilitasi banyak hal. Pernahkah Anda mengalami hal seperti ini setiap harinya?

    Ya, itulah hustle culture. Dikutip dari Kementerian Ketenagakerjaan, hustle culture adalah standar di masyarakat yang menganggap bahwa Anda hanya bisa mencapai sebuah kesuksesan apabila benar-benar mendedikasikan hidup untuk pekerjaan. Selain itu, mereka bekerja sekeras-kerasnya hingga menempatkan pekerjaan diatas segala-galanya.

    Hustle Culture Sebagai Tren Baru di Indonesia

    Budaya ini sedang menjadi tren di Indonesia bahkan di masyarakat dunia. Budaya ini dikenalkan pertama kali oleh beberapa tokoh besar seperti Jeff Bezos, Elon Musk dan Jack Ma yang melakukan normalisasi bekerja melebihi batas waktu normal untuk mencapai kesuksesan. Bahkan, di Tiongkok sendiri budaya ini dikenal dengan budaya 966 atau bekerja dari pukul 9 pagi hingga pukul 9 malam dalam 6 hari.

    Banyak anak muda yang menjadikan berbagai buku, tokoh terkenal di platform media sosial, dan juga tokoh-tokoh wirausahawan atau entrepreneur sebagai inspirasi dalam mengejar kesuksesan mereka sendiri. Sebagai anak muda yang ambisius bekerja menuju tujuan mereka, tidak mengherankan melihat banyak sekali pekerja menjadi korban dari hustle culture ini. Waktu istirahat, kehidupan pribadi, dan kesehatan fisik dan mental adalah hal-hal yang pada akhirnya luput dari perhatian.

    Dampak Negatif Hustle Culture Bagi Kesehatan

    Hustle culture tidak baik untuk kesehatan fisik dan juga mental. Pasalnya, orang yang terjebak dalam hustle culture menganggap jalan menuju kesuksesan dan kesejahteraan hanya dengan bekerja, sehingga bekerja melebihi batas jam kerja dan lembur dianggap sebagai sesuatu yang sangat wajar.

    Menurut penelitian yang dilakukan tahun 2018 di Eropa, Jepang, Korea Selatan dan Tiongkok, pekerja yang bekerja lebih dari 50 jam dalam seminggu memiliki berbagai risiko kesehatan fisik dan psikologis. Beberapa risiko kesehatan fisik antara lain:

    • Penyakit jantung dan pembuluh darah, misalnya penyakit jantung koroner
    • Penyakit pembuluh darah di otak (serebrovaskular)
    • Peningkatan tekanan darah dan detak jantung
    • Resistensi insulin, gangguan irama jantung (aritmia), hiperkoagulasi dan iskemia.

    Sedangkan, bahaya psikologis dari hustle culture membuat pekerja menjadi lebih rentan mengalami burnout, depresi, gangguan kecemasan berlebih, dan muncul perasaan ingin bunuh diri. Burnout sering ditemukan dalam hustle culture. Burn out adalah kondisi dimana seseorang merasa lelah berkepanjangan karena stres kerja yang berat hingga kehilangan motivasi. Berikut ini beberapa gejala burnout:

    • Menunda atau menghindari pekerjaan sama sekali
    • Membuat lebih banyak kesalahan saat melakukan tugas
    • Kehilangan minat pada bagian pekerjaan yang sebelumnya sangat diminati
    • Merasa lebih cemas dan depresi
    • Merasa kurang bisa mendengarkan atau peduli pada orang lain
    • Makan berlebihan, mengonsumsi obat-obatan dan alkohol
    • Melampiaskan frustasi pada orang lain (misalnya, mudah tersinggung, mengacuhkan dan marah)
    • Sulit berkonsentrasi dan menjadi tidak terarah dalam bekerja.

    Baca Juga : Tips Atasi Kelelahan akibat Overworking

    Bagaimana Cara Mengatasi Hustle Culture?

    Jangan membiarkan kesehatan terganggu karena pola kerja yang berlebihan dan tidak sehat. Atasi hustle culture dengan benar sehingga tidak akan mengganggu performa kerja yang sudah bagus selama ini. Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengatasi hustle culture di kantor:

    Work-life Balance

    Kehidupan pribadi dan pekerjaan penting untuk diseimbangkan. Hal ini dapat dicapai dengan berbagai cara, antara lain:

    • Membuat jadwal kegiatan
    • Mengomunikasikan perasaan dan kondisi
    • Mengurangi pikiran negatif terkait pekerjaan
    • Melakukan kegiatan relaksasi agar mengurangi stres, seperti yoga dan meditasi
    • Melakukan liburan selama beberapa hari untuk mengurangi stres kerja
    • Melakukan olahraga secara rutin
    • Cukup waktu tidur dan istirahat.

    Pahami Bawah Hard Work Tidak Sama Dengan Sukses

    Kerja keras tidak dapat menjadi indikator satu-satunya kesuksesan seseorang. Ada banyak faktor lain yang turut berkontribusi. Bekerja keras dan melakukan semua hal secara terburu-buru demi mencapai kesuksesan tidak akan membawa seseorang sampai kepada kesuksesan.

    Jangan Bandingkan Diri Sendiri dengan Kesuksesan Orang lain

    Salah satu latar belakang terciptanya hustle culture adalah media sosial. Semua orang berlomba-lomba ingin terlihat sukses, mapan, dan kaya dalam tampilannya di media sosial. Sebagian juga memamerkan dengan bangga kondisi bekerja di tengah malam dan terus bekerja di akhir pekan.

    Jangan membandingkan dirimu dengan orang lain dan membuat ekspektasi yang berlebihan hanya karena orang lain melakukan hal tersebut. Ingat, setiap orang mempunyai kecepatannya masing-masing dan jangan takut terlihat lambat dalam mencapai posisi yang diharapkan.

    Baca Juga : Awas Bahaya Burnout atau Kerja Berlebihan, Bisa Stroke!

    Mengenal Batasan Diri

    Anda harus berani untuk bilang tidak pada pekerjaan. Sama halnya dalam mengenali kapan badan Anda harus beristirahat dan kapan sudah siap untuk diajak kembali bekerja. 

    Untuk Sahabat Sehat yang membutuhkan Produk untuk Meredakan Ketegangan Otot, silahkan cek: Pesan Produk Kesehatan dari Prosehat

    Sahabat Sehat, sebesar apapun dorongan dan semangat diri dalam meraih impian, tubuh mempunyai hak untuk diperhatikan kesehatannya. Tidak sekadar kesehatan fisik, namun juga secara psikologis dan sosial. Maka dari itu, memaksakan diri diluar kapasitas tubuh Anda bukanlah hal yang patut dilakukan. Mari hargai dan sayangi diri sendiri.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, pemeriksaan medical check up berkala, pemeriksaan laboratorium, layanan fisioterapi, produk imunisasi dewasa, produk multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Costa, C., 2022. Stop Idolizing Hustle Culture And Do This Instead. [online]
    2. Rachmahyanti, S., 2021. Marak di Kalangan Milenial, Yuk Kenali Ciri-Ciri Hustle Culture. [online]
    3. medcom.id. 2021. Bahaya Hustle Culture pada Pekerja di Indonesia. [online]
    4. Arfa, A., 2021. The Truth About the Hustle Culture. [online]
    5. CNN Indonesia. 2021. Mengenal ‘Hustle Culture’,  [online]
    6. Jackson, A., 2021. How to Identify Hustle Culture and What You Can Do to Break Away From It. [online]
    7. headversity. 2021. The Toxicity of Hustle Culture: The Grind Must Stop – headversity. [online]
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Mengetahui penyebab dan cara menghilangkan pikiran negatif dapat memberikan banyak manfaat. Terutama agar terhindari dari stres. Dalam kehidupan sehari-hari, proses berpikir seseorang tentu memegang kendali penuh terhadap dirinya sendiri. Depresi, kecemasan, atau pikiran negatif lainnya adalah reaksi normal dan dapat dialami oleh siapa saja. Namun […]

    Cara Menghilangkan Pikiran Negatif dan Kenali Penyebabnya

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica

    Memahami Cara Menghilangkan Pikiran Negatif yang Berlebihan Akan Menghindarkan Diri Dari Rasa Depresi

    Memahami Cara Menghilangkan Pikiran Negatif yang Berlebihan Akan Menghindarkan Diri Dari Rasa Depresi

    Mengetahui penyebab dan cara menghilangkan pikiran negatif dapat memberikan banyak manfaat. Terutama agar terhindari dari stres. Dalam kehidupan sehari-hari, proses berpikir seseorang tentu memegang kendali penuh terhadap dirinya sendiri. Depresi, kecemasan, atau pikiran negatif lainnya adalah reaksi normal dan dapat dialami oleh siapa saja. Namun semuanya harus bisa terkontrol dan dalam kondisi yang wajar sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang kurang baik bagi kesehatan tubuh dan jiwa.

    Kondisi depresi, cemas, dan berpikiran negatif biasanya muncul ketika kita merasa kecewa dalam hidup. Seringkali seseorang merasa hidupnya sedang bermasalah, padahal pikiran negatif inilah yang membuat kita percaya bahwa masalah itu ada. Kemudian, pikiran negatif yang terus muncul dapat menghentikan langkah kita untuk maju. 

    Penyebab Munculnya Pikiran Negatif

    Sebelum membahas bagaimana cara menghilangkan pikiran negatif, sebaiknya Sahabat Sehat memahami terlebih dahulu bagaimana proses terbentuknya pikiran negatif di otak. Sama halnya dengan magnet, pikiran pada otak manusia juga dapat mengarah pada hal positif maupun negatif. 

    Sebagian besar dari pikiran tersebut adalah refleksi dari berbagai jenis emosi yang dirasakan. Contohnya ketika sedang bahagia, Sahabat Sehat cenderung akan berpikiran positif. Namun sebaliknya, saat Sahabat Sehat sedang marah atau cemas, pikiran negatif yang akan mendominasi pikiran Anda. Mengapa demikian?

    Hal ini dikarenakan manusia merupakan makhluk sosial yang berkeinginan kuat untuk melindungi diri sendiri dari berbagai hal yang mengancam atau membahayakan. Untuk menghindarinya, emosi dalam diri manusia akan meresponnya dengan pikiran negatif agar ia menjadi lebih waspada. Kendati demikian, berpikiran negatif secara berlebih juga akan berdampak buruk bagi kesehatan mental dan fisik. 

    Pasalnya, saat otak di dominasi oleh pikiran negatif maka akan memicu munculnya berbagai masalah kesehatan seperti darah tinggi (hipertensi), gangguan pencernaan, infeksi, hingga penyakit jantung. Oleh sebab itu, Sahabat Sehat perlu tahu cara menghilangkan pikiran negatif agar fisik dan jiwa tetap sehat. 

    Cara Menghilangkan Pikiran Negatif

    Pikiran negatif yang muncul sesekali dan dalam intensitas yang wajar tidaklah menjadi masalah. Namun jika terlalu sering jatuh dalam pikiran negatif terhadap banyak hal, maka hal tersebut harus segera diatasi. Berikut beberapa tips yang dapat Sahabat Sehat lakukan untuk mengurangi kebiasaan berpikir negatif, antara lain:

    Lakukan Teknik Mindfulness

    Menurut seorang psikolog, salah satu cara mengatasi munculnya pikiran negatif adalah dengan mempraktikan mindfulness yang merupakan kemampuan seseorang untuk sepenuhnya menyadari apa yang sedang dilakukan dan apa yang sedang dihadapi saat ini. Dengan demikian, Sahabat Sehat dapat sepenuhnya sadar dalam berperilaku, bertindak, serta siap saat menghadapi sesuatu. 

    Beberapa langkah untuk menerapkan mindfulness ini, yaitu:

    • Cobalah untuk menenangkan diri
    • Atur dan perhatikan napas atau langkah kaki Anda selama 5 – 10 detik
    • Perhatikan atau amati apapun yang ada di sekitar Sahabat Sehat
    • Perhatikan hal-hal seperti bau, suara, sentuhan atau pemandangan yang dilihat di sekitar
    • Kemudian, kembali perhatikan nafas atau langkah kaki Sahabat Sehat

    Mindfulness bertujuan untuk membangun ketenangan pada pikiran sehingga sangat mungkin untuk mengusir berbagai hal atau pikiran negatif yang sebelumnya dicemaskan. 

    Kenali Apa Penyebabnya

    Mencari tahu dari mana pikiran negatif berasal dan apa yang menyebabkannya menjadi cara yang cukup efektif dalam menghilangkan pikiran negatif. Menurut sebuah penelitian, pikiran negatif ini bisa jadi berasal dari sifat yang diwariskan oleh orang tua, sebagai bagian dari proses evolusi manusia yang selalu waspada terhadap bahaya.

    Adanya depresi, kecemasan, dan pengalaman traumatis juga berperan penting dalam menciptakan pikiran negatif. Oleh sebab itu, jika memang rasa berpikiran positif ini muncul setelah adanya pengalaman traumatis di masa lalu, jangan ragu untuk mendapatkan bantuan medis dari psikiater maupun psikolog.

    Kenali Tanda dan Bangun Pikiran Positif

    Tips paling efektif dalam cara menghilangkan pikiran negatif adalah dengan membangun pikiran positif. Akan tetapi, sebelumnya Sahabat Sehat perlu mengenali seperti apa tanda dari pikiran negatif. Contohnya muncul pikiran seperti berikut :

    • “Aku tidak bisa mengerjakannya, aku takut nilaiku jelek”. Padahal jika Sahabat Sehat melihat situasi ini dari sudut pandang yang berbeda, maka hal ini bisa Sahabat Sehat jadikan motivasi untuk belajar lebih giat.
    • “Kayaknya aku tidak akan berhasil”. Padahal Sahabat Sehat dapat mencobanya dengan teknik lain dan mengembangkannya, kemudian mencoba lagi.

    Sahabat Sehat dapat mulai mengubah pikiran tersebut menjadi lebih positif dengan mencoba langkah-langkah berikut ini:

    • Tentukan pikiran bagian mana yang ingin diubah, mungkin pada hal pekerjaan, prestasi di sekolah/kampus, atau bahkan pada hubungan dengan pasangan atau keluarga. 
    • Jika sudah ditentukan, cobalah untuk mengurangi atau berhenti memikirkan hal buruk tersebut dengan mengubah sudut pandang Anda atau alihkan pikiran dengan memikirkan hal yang lucu-lucu, sehingga tidak terlalu stres.
    • Terapkan pola hidup sehat, seperti mulai rutin olahraga sekitar 30 menit setiap harinya. Olahraga  mampu memperbaiki suasana hati dengan menghasilkan hormon endorphin sehingga mengurangi stres.
    • Berbaurlah dengan orang-orang yang berpikir positif, khususnya mereka yang mendukung Sahabat Sehat untuk melakukan perubahan yang lebih baik.
    • Tingkatkan semangat dan rasa syukur atas apa yang telah Sahabat Sehat miliki dan rasakan. 

    Mengubah pikiran negatif menjadi lebih positif memang bukanlah hal yang mudah. Ini membutuhkan proses yang lama dan latihan terus menerus dan untuk membangun kebiasaan baru tentunya juga membutuhkan waktu yang tidak sebentar. 

    Konsultasi Dengan Tenaga Profesional

    Apabila cara diatas tidak cukup efektif dalam menghilangkan pikiran negatif, sebaiknya segera minta bantuan tenaga profesional misalnya dokter psikiater maupun psikolog. Terlebih jika pikiran negatif yang dirasakan telah mengganggu kehidupan sehari-hari dan disertai dengan gejala yang mengarah pada masalah mental.

    Lihat Juga: Layanan Kesehatan Agar Karyawan di Kantor Anda Bisa Bebas dari Stress

    Nah Sahabat Sehat, itulah informasi mengenai berbagai tips dan cara menghilangkan pikiran negatif yang perlu untuk kita semua praktekkan. Jika Sahabat Sehat membutuhkan bantuan kesehatan dan konsultasi kesehatan segera manfaatkan layanan konsultasi dari Prosehat. Silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Michigan Medicine. Health Anxiety: Stop Negative Thoughts [Internet]. 
    2. Cleveland Clinic. How to Turn Around Your Negative Thinking [Internet].
    3. Psychology Today. 7 Ways to Deal With Negative Thoughts [Internet].
    4. Healthline. Automatic Negative Thinking: 5 Ways to Stop These Invading Thoughts [Internet].
    5. WebMD. Sleep Disorders [Internet]. USA : WebMD;
    Read More
  • Penelitian menunjukkan ada pengaruh gangguan tiroid terhadap psikologi penderitanya. Karenanya, psikologi dari penderita perlu dijaga. Selain itu, perlu adanya kerjasama antara penderita dan orang-orang di sekitar penderita tiroid sehingga kondisi psikologi penderita bisa tetap normal. Hal lain yang perlu diketahui adalah bahwa ternyata masalah psikologi penderita hipertiroid bisa berbeda dengan masalah psikologi yang dialami penderita […]

    Pengaruh Gangguan Tiroid Terhadap Psikologi Penderitanya

    Pengaruh Tiroid pada Psikologi Salah Satunya Menyebabkan Tekanan Mental

    Penelitian menunjukkan ada pengaruh gangguan tiroid terhadap psikologi penderitanya. Karenanya, psikologi dari penderita perlu dijaga. Selain itu, perlu adanya kerjasama antara penderita dan orang-orang di sekitar penderita tiroid sehingga kondisi psikologi penderita bisa tetap normal.

    Hal lain yang perlu diketahui adalah bahwa ternyata masalah psikologi penderita hipertiroid bisa berbeda dengan masalah psikologi yang dialami penderita hipotiroid. Selain itu, kita juga perlu mengetahui langkah yang harus dilakukan untuk mengatasi kondisi ketika masalah psikologi ini muncul.

    Mengenal Apa Itu Gangguan Tiroid

    Kelenjar tiroid terletak di leher bagian depan, terdiri atas dua bagian yaitu lobus kanan dan lobus kiri yang menyatu di garis tengah dan berbentuk seperti kupu-kupu.1 Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid yaitu Tiroksin (T4) dan Triiodotironin (T3). Pembentukan hormon tiroid dipengaruhi oleh mekanisme umpan balik yang melibatkan hormon TSH (Thyroid Stimulating Hormone).

    Gangguan tiroid yang dapat terjadi misalnya hipotiroidisme yakni kondisi ketika produksi hormon tiroid rendah, maupun hipertiroidisme yakni kondisi ketika produksi hormon tiroid meningkat. Hormon tiroid berperan dalam berbagai proses metabolisme (misalnya metabolisme protein, karbohidrat dan lemak) dan mengatur keseimbangan organ tubuh manusia. Kekurangan maupun kelebihan hormon tiroid dapat mengganggu berbagai proses metabolisme dan aktivitas fisiologi organ tubuh, termasuk sistem saraf, jantung, dan otak.

    Kondisi kekurangan hormon tiroid disebut hipotiroid. Sementara itu, kondisi kelebihan hormon tiroid disebut hipertiroid. Keduanya bisa menjadi masalah serius bagi kesehatan penderita jika tidak ditangani dengan baik.

    Gangguan yang Terjadi pada Penderita Hipertiroid

    Hipertiroid adalah kondisi ketika kelenjar tiroid hiperaktif sehingga produksi hormon tiroksin menjadi terlalu banyak. Terdapat berbagai gejala yang dirasakan penderitanya, diantaranya mudah berkeringat, suasana hati menjadi cepat berubah, gelisah, jantung berdebar kencang, kedutan otot, tremor dan gemetaran. Penurunan gairah seksual juga dapat terjadi pada penderita hipertiroidisme.

    Gangguan yang Terjadi pada Penderita Hipotiroid

    Hipotiroid adalah kondisi ketika kelenjar tiroid kurang aktif dalam memproduksi hormon tiroid sehingga kadar hormon tiroid dalam tubuh menjadi rendah. Gejala psikologi pada gangguan hipotiroidisme yaitu mudah lupa, kelelahan, lambat berpikir, kurang konsentrasi, perubahan suasana hati, dan depresi.

    Pastikan untuk memeriksakan kondisi tiroid jika menemukan kondisi-kondisi tubuh seperti di atas. Selain itu, pastikan juga untuk segera memberikan pengobatan yang dibutuhkan jika memang tubuh terdiagnosa mengalami masalah gangguan tiroid.

    Penyebab dan Pengaruh Tiroid pada Psikologi

    Gangguan psikologi terkadang terjadi pada penderita ganggua hormon tiroid seperti pada penderita hipertiroid, hipotiroid, maupun kanker tiroid. Beberapa hal yang perlu kita ketahu mengenai pengaruh tiroid pada psikologi adalah:

    Gejala Masalah Psikologi Pada Hipertiroid

    Pada gangguan hipertiroid dapat disertai dengan keluhan cemas, dada berdebar serta gemetaran. Perubahan kadar hormon tiroid dapat berdampak pada timbulnya keluhan psikologis. Dengan penanganan yang cepat dan efektif, dapat membantu menstabilkan suasana hati dan menjaga agar kadar hormon tiroid dalam tubuh tetap stabil.

    Berdasarkan penelitian diketahui bahwa sekitar 60% penderita hipertiroidisme mengalami gangguan kecemasan yang diyakini sebagai akibat pengaruh tiroid pada psikologi penderitanya. Sekitar 10,7 % penderita hipertiroid mengalami gangguan depresi, dan sekitar 4% penderita hipertiroid mengalami gangguan obsesif kompulsif.

    Gejala Psikologi Pada Hipotiroid

    Pada gangguan hipotiroid, dapat disertai dengan gangguan depresi yang ditandai dengan menurunnya nafsu makan, hilang nya minat dalam beraktivitas, menutup diri, pandangan buruk akan diri sendiri, serta gangguan tidur. Selain itu juga dapat disertai dengan gangguan cemas.

    Diketahui sekitar 40% penderita hipotiroid mengalami gangguan depresi. Sekitar 1-4% penderita gangguan suasana hati juga menderita gangguan hipotiroid, dan sekitar 4-40% penderita gangguan suasana hati juga menderita gangguan hipotiroid subklinis.3 Oleh karena itu, Asosiasi Ahli Endokrinologi Klinis Amerika dan Asosiasi Tiroid Amerika merekomendasikan bahwa perlu dipertimbangkan adanya gangguan tiroid pada penderita gangguan psikologi, seperti depresi.

    Gejala Psikologis Akibat Efek Samping Obat

    Selain akibat gangguan hormon tiroid, gejala psikologis juga dapat diakibatkan efek samping pengobatan tiroid yang tengah dijalani. Sebagai contoh, obat steroid dapat memperburuk gejala depresi. Selain itu, obat beta bloker yang berguna untuk memperlambat detak jantung dapat menimbulkan keluhan lelah dan kurang waspada.

    Bagi penderita gangguan tiroid yang lupa minum obat juga dapat mengakibatkan hormon tiroid tidak stabil dan meningkatkan risiko timbulnya gejala psikologis.

    Penanganan Gejala Psikologis Akibat Gangguan Tiroid

    Gejala psikologis akan berkurang seiring hormon tiroid yang mulai stabil dengan pengobatan yang tepat. Meski demikian, proses pemulihan dapat membutuhkan waktu yang berbeda beda. Penderita gangguan tiroid yang mengalami gejala psikologis dianjurkan untuk melakukan beberapa hal berikut:

    • Konsultasi dengan dokter agar memantau kondisi kesehatannya
    • Berkonsultasi dengan keluarga atau sahabat dekat untuk menyampaikan keluh kesah
    • Mengikuti kegiatan kelompok sesama penderita tiroid untuk berbagi pengalaman hal yang serupa.
    • Mengonsumsi obat secara teratur.

    Apabila Sahabat Sehat memiliki gejala gangguan tiroid seperti diatas, dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter atau memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Untuk informasi lebih lanjut dan konsultasi dengan dokter perihal tiroid, terutama pengaruh tiroid pada psikologi, Sahabat Sehat dapat mengakses https://tiropedia.pitatosca.org.

    Referensi:

    1. British Thyroid Foundation. Your thyroid gland
    2. Direktorat P2PTM. Apa itu “Hipertiroid”?
    3. Thyroid Aware. Gangguan Suasana Hati
    4. British Thyroid Foundation. Psychological symptoms and thyroid disorders
    5. Shoib, S., Ahmad, J., Wani, M., Ullah, I., Tarfarosh, S., Masoodi, S. and Ramalho, R., 2021. Depression and anxiety among hyperthyroid female patients and impact of treatment. Middle East Current Psychiatry, 28(1).

    ID-NONT-00089

    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica C Pelecehan seksual dapat terjadi pada siapa saja. Baik itu pria maupun wanita. Kejadian tersebut kerap kali menciptakan trauma mendalam. Banyak sekali korban yang tidak tahu bagaimana cara mengatasi trauma tersebut. Alhasil, hidupnya tidak lagi sama seperti sebelum terjadinya kejadian tersebut. Pelaku pelecehan seksual kerap […]

    Yuk Bangkit, Ini Cara Mengatasi Trauma Pelecehan Seksual

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Cara Mengatasi Trauma Pelecehan Seksual Bisa Dilakukan dengan Berkonsultasi pada Dokter

    Cara Mengatasi Trauma Pelecehan Seksual Bisa Dilakukan dengan Berkonsultasi pada Dokter

    Pelecehan seksual dapat terjadi pada siapa saja. Baik itu pria maupun wanita. Kejadian tersebut kerap kali menciptakan trauma mendalam. Banyak sekali korban yang tidak tahu bagaimana cara mengatasi trauma tersebut. Alhasil, hidupnya tidak lagi sama seperti sebelum terjadinya kejadian tersebut.

    Pelaku pelecehan seksual kerap kali tidak menyadari bahwa dirinya telah melakukan pelecehan seksual. Karena pelecehan seksual bukan hanya pemerkosaan namun juga meliputi:

    • Omongan yang menyinggung area tubuh tertentu
    • Sentuhan
    • Penyebaran rumor tentang aktivitas seksual orang lain

    Semua perilaku tersebut dapat terjadi di mana saja. Tempat kerja, sekolah dan kampus, di jalan, moda transportasi, maupun di rumah sendiri.

    Lihat Juga: Cara Mengatasi Pelecehan di Tempat Kerja

    Setidaknya, sebanyak 1 dari 6 wanita dan 1 dari 33 pria melaporkan pernah mengalami percobaan atau telah mendapatkan pelecehan seksual dalam hidup mereka. Korban pelecehan seksual umumnya akan mengalami gangguan psikologis akibat pengalaman traumatis yang dialaminya. Kondisi ini mengacu pada perilaku seksual yang terjadi tanpa persetujuan yang jelas dari korban. Menurut Jaringan Nasional Pemerkosaan, Penyalahgunaan, dan Incest (RAINN), ini meliputi:

    • Percobaan pemerkosaan
    • Memeluk atau sentuhan seksual yang tidak diinginkan 
    • Memaksa korban untuk melakukan tindakan seksual (termasuk oral dan ciuman)
    • Penetrasi ke tubuh korban

    Ingat, bahwa pelecehan seksual tidak hanya berupa paksaan secara fisik, tetapi juga mencangkup manipulasi, paksaan, ancaman, serta situasi dimana seseorang tidak setuju atas perilaku tersebut.

    Pelecehan seksual dapat menyebabkan berbagai efek jangka pendek dan jangka panjang pada kesehatan korbannya. Korban pelecehan seksual umumnya akan menanggung perasaan malu, merasa terisolasi, bingung, kaget, merasa bersalah hingga menyebabkan depresi. Para korban pelecehan seksual berisiko mengalami gangguan kesehatan mental, seperti:

    • Depresi
    • PTSD (Post traumatic Stress Disorder)
    • Gangguan penggunaan narkoba
    • Gangguan makan
    • Gangguan kecemasan

    Pada kasus yang lebih parah, trauma akibat pelecehan seksual ini dapat menyebabkan depresi hingga menimbulkan pikiran untuk bunuh diri. Untuk itu, trauma akibat pelecehan seksual perlu untuk segera diatasi untuk mencegah terjadinya berbagai dampak negatif tersebut.

    Cara Mengatasi Trauma Pelecehan Seksual

    Trauma akibat pelecehan seksual memang dapat dihadapi orang dengan cara yang berbeda-beda. Pada awalnya, korban mungkin akan menyangkal dan berusaha menutupi kejadian tidak menyenangkan tersebut karena malu. Namun seiring waktu kondisi ini akan menimbulkan gejala lain berupa sakit kepala, sulit berkonsentrasi, pelupa, dan tekanan darah tinggi.

    Bagi penyintas pelecehan seksual, reaksi negatif dari keluarga, teman, atau lingkungan sekitar hanya akan memperburuk kondisi kesehatan mental korban. Mulai dari sulit tidur, aktivitas terhambat, sampai tidak bisa menikmati kehidupannya.

    Untuk mengatasi trauma akibat pelecehan seksual di masa lalu, beberapa langkah berikut bisa dilakukan:

    Menjauh dari Pelaku

    Banyak sekali korban pelecehan seksual yang traumanya tidak bisa hilang namun tidak bisa berbuat banyak karena pelaku masih ada di sekitarnya. Misal karena pelaku adalah rekan kerja atau atasan di kantor, atau pelaku adalah tenaga pengajar di tempat korban menuntut ilmu. Trauma dengan kondisi pelaku masih berada dekat dengan korban kerap kali menyebabkan pelaku dapat mengulangi aksinya, dan korban hanya pasrah karena trauma menyebabkan rasa takut untuk menolak.

    Oleh sebab itu, sangat penting untuk mencari cara agar bisa jauh dari pelaku sehingga pemulihan trauma bisa efektif. Misalnya dengan melaporkan pelaku ke pihak berwajib, atau menjauh dari pelaku dengan pindah tempat kerja. Tidak perlu ragu untuk melakukan pelaporan kepada pihak berwajib karena korban justru akan dilindungi.

    Menerima Kenyataan yang Sudah Terjadi

    Langkah pertama dalam mengatasi trauma akibat pelecehan seksual adalah dengan berhenti menyangkal dan menerima kenyataan tersebut. Menerima peristiwa traumatis seperti ini memanglah tidak mudah, oleh sebab itu mintalah bantuan keluarga, teman dekat, atau psikolog untuk mengatasinya.

    Sahabat Sehat juga dapat mencoba melakukan yoga, meditasi, maupun aktivitas lainnya yang dapat menenangkan diri. Berolahraga seperti berenang dan bersepeda santai bisa menjadi pilihan yang tepat untuk menghilangkan rasa trauma tersebut.

    Pahami Bahwa Perjalanan Hidup Masih Panjang

    Kebanyakan korban pelecehan seksual merasa hidupnya sudah berakhir. Padahal tidaklah demikian. Hidup masih panjang. Masih ada kesempatan untuk bisa menjalani hidup yang lebih baik. Namun untuk dapat memahami hal ini, korban harus selalu mendapatkan dukungan dari keluarga. Oleh sebab itu, pengucilan terhadap korban kekerasan dan pelecehan seksual adalah hal yang tidak boleh dilakukan.

    Untuk memahami bahwa perjalanan hidup masih panjang bisa dilakukan dengan membaca biografi dan pengalaman hidup yang dibagikan oleh orang-orang sukses yang dahulu juga pernah mengalami pelecehan seksual. Pengalaman hidup mereka dapat dijadikan motivasi untuk bangkit dan untuk memahami apa yang menyebabkan mereka bisa bangkit dari sesuatu yang memang dapat menimbulkan trauma mendalam tersebut.

    Bercerita Kepada Orang Lain atau Pada Buku Harian

    Carilah anggota keluarga, teman dekat, atau siapapun yang dapat dipercaya untuk berbagi cerita tentang peristiwa pelecehan seksual yang dialami. Meski tidak selalu memperoleh solusi, namun bercerita dapat meringankan beban yang Sahabat Sehat derita. Bergabung dengan kelompok orang yang yang pernah mengalami kondisi serupa sehingga Sahabat Sehat dapat berbagi cerita.

    Meluapkan amarah dan emosi yang dipendam dengan menuliskannya di buku harian dapat dicoba untuk mengatasi trauma karena pelecehan seksual. Meski tidak bisa mendapatkan feedback ataupun solusi seperti bercerita kepada orang lain, tetapi Sahabat Sehat dapat menuangkan isi hati dan semua perasaan yang dipendam tanpa harus menimbang perlu atau tidaknya untuk diceritakan.

    Aktif Kegiatan Sosial

    Jangan pernah mencoba untuk mengisolasi atau menutup diri. Tetap aktif secara sosial dengan selalu terhubung dengan lingkungan sekitar akan membantu Sahabat Sehat terhindar dari pikiran-pikiran negatif yang mungkin muncul akibat peristiwa buruk tersebut, misalnya dengan mengikuti kegiatan sosial. Aktivitas relawan ini juga telah terbukti dapat meredakan stres dan rasa sakit yang diderita.

    Berhenti Menyalahkan Diri Sendiri

    Cara mengatasi trauma pelecehan seksual selanjutnya adalah dengan berhenti menyalahkan diri sendiri. Rasa bersalah dan menyalahkan diri sendiri menjadi gangguan psikologis yang paling sering terjadi pada korban pelecehan seksual. Entah menyalahkan diri sendiri sebagai penyebab pelecehan seksual karena memakai baju yang ketat atau memakai rok yang terlalu mini. Padahal orang yang berpakaian tertutup sekalipun juga sering mendapatkan perlakuan yang serupa. Oleh karena itu, berhentilah menyalahkan diri sendiri.

    Masyarakat dan orang di sekitar korban juga diharapkan dapat berhenti menyalahkan korban. Karena masalah utama di kasus pelecehan seksual adalah pelaku yang tidak dapat mengontrol dirinya dengan baik.

    Gunakan Bantuan Ahli

    Jangan malu dan takut untuk menggunakan bantuan tenaga ahli seperti psikolog maupun psikiater. Bimbingan dari ahli akan membantu meredakan dan bahkan menghilangkan trauma yang pernah dialami. Hindari mengkonsumsi obat-obatan anti depresi tanpa resep dan pengawasan dari dokter. Penggunaan obat anti depresi tanpa pengawasan dokter dapat memperburuk keadaan dan dapat menyebabkan kondisi ketergantungan.

    Kapan harus menggunakan bantuan ahli? Apapun kondisinya, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli yang dapat membantu menangani trauma tersebut. Apalagi jika diketahui trauma tersebut menyebabkan terjadinya phobia tertentu.

    Nah Sahabat Sehat, itulah tips mengenai cara mengatasi trauma pelecehan seksual sehingga bisa bangkit dan menjalani hidup seperti sedia kala. Jika Sahabat Sehat membutuhkan konsultasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya klik http://www.prosehat.com/wa atau hubungi melalui nomor 08111816800.

    Referensi:

    1. Good Therapy. The Mental Health Effects of Sexual Assault and Abuse – Recovery from Sexual Assault
    2. Washington University in St Louis. Rape Trauma Syndrome – Students
    3. Mental Health America. Sexual Assault and Mental Health
    4. Government of Western Australia. Recovering from Sexual Assault
    5. Verywell Mind. 7 Tips for Healing From a Sexual Harassment Experience at Work
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica C Kebahagiaan istri menjadi tanggung jawab seorang suami. Namun cukup banyak faktor yang dapat menjadi penyebab istri stres dan depresi. Beberapa faktor tersebut nyatanya tidak disadari oleh pihak suami maupun pihak istri. Banyak orang menganggap bahwa menjadi seorang ibu rumah tangga adalah hal yang mudah. […]

    Penyebab Istri Stres Saat Harus Menjadi Ibu Rumah Tangga

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

     Mengerjakan Semua Urusan Rumah Tangga Seorang Diri Kerap Jadi Penyebab Istri Stres

    Mengerjakan Semua Urusan Rumah Tangga Seorang Diri Kerap Jadi Penyebab Istri Stres

    Kebahagiaan istri menjadi tanggung jawab seorang suami. Namun cukup banyak faktor yang dapat menjadi penyebab istri stres dan depresi. Beberapa faktor tersebut nyatanya tidak disadari oleh pihak suami maupun pihak istri.

    Banyak orang menganggap bahwa menjadi seorang ibu rumah tangga adalah hal yang mudah. Namun sesungguhnya seorang istri, khususnya yang menjadi ibu rumah tangga sangat rentan stres.

    Penyebab Istri Stres

    Stres adalah suatu respon alami tubuh terhadap sebuah peristiwa atau rutinitas sehari-hari dalam hidup seseorang. Meski dapat memberikan pengaruh positif seperti mengarahkan seseorang dalam mencapai tujuan hidup, tetapi disisi lain stres juga dapat memberi dampak buruk bagi kesehatan fisik dan jiwa.

    Beberapa dampak buruk istri yang mengalami stres seperti kenaikan berat badan dan depresi. Bahkan, pada kondisi yang sudah kronis, penyakit akibat stres akan sulit diatasi dan dapat memakan korban jiwa.

    Seorang istri memiliki peran yang sangat penting dalam keluarga. Selain harus menjaga kesehatan fisik dirinya sendiri, seorang istri juga dituntut untuk memiliki kesehatan mental yang optimal. Apalagi jika sudah dikaruniai anak.

    Sementara itu, ada banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan kesehatan mental pada ibu rumah tangga, mulai dari kondisi psikologi, biologi, hingga sosial. Adapun faktor yang menjadi penyebab istri stres, terutama saat menjadi ibu rumah tangga antara lain:

    Aktivitas Fisik Terus Menerus

    Seringkali istri harus melakukan berbagai pekerjaan rumah tangga seorang diri. Mulai dari mengurus orang-orang rumah, memasak, mengurus anak, berbelanja, dan membersihkan rumah. Kegiatan tersebut menjadi kegiatan fisik yang dilakukan seorang ibu setiap harinya.

    Pekerjaan ini pun juga seringkali dilakukan bersamaan, seperti memasak sambil menggendong anak atau berbelanja sambil mengasuh anak. Akibat kondisi fisik yang kelelahan, ibu rumah tangga rentan dilanda stres terlebih saat mereka tidak memiliki jadwal tetap dalam melakukan pekerjaan rumah tangga. Kelelahan fisik terus menerus akhirnya dapat menyebabkan rasa lelah yang akhirnya berubah jadi rasa bosan dan stres.

    Banyak Beban Pikiran

    Dalam melakukan pekerjaannya, seorang ibu juga perlu berpikir. Misalnya seperti memikirkan solusi atas permasalahan yang dialami anak, memikirkan menu makan keluarga setiap hari, hingga menghitung pemasukan dan pengeluaran rumah tangga. Kondisi ini akan semakin menambah beban pikiran seorang istri ketika memiliki masalah keuangan dalam rumah tangganya. 

    Aktivitas mental yang sedemikian rupa dapat membuat psikologis merasa kelelahan dan akhirnya mengganggu konsentrasinya dalam mengurus segala kebutuhan rumah tangga. Selain itu, kondisi ini juga akan berdampak buruk pada kestabilan emosi sehingga menyebabkan stres.

    Tidak Ada Waktu untuk Diri Sendiri

    Dengan setumpuk pekerjaan yang harus dikerjakan setiap harinya, membuat ibu rumah tangga kesulitan meluangkan waktu untuk dirinya sendiri. Hampir seluruh waktu habis  untuk memenuhi kebutuhan anak dan keluarga sehingga seorang istri yang mengurus rumah kerap melupakan kebutuhan dirinya sendiri. Bahkan jikapun ingat, seorang istri tidak memiliki waktu untuk hal tersebut.

    Menurut seorang psikoterapis dari Chicago, Cherilynn Veland, mengungkapkan bahwa saat seseorang tidak mampu meluangkan waktu untuk dirinya sendiri, seperti sekedar beristirahat, bersantai, atau menyegarkan diri, maka akan memicu terjadinya hal-hal buruk pada dirinya, seperti stres dan depresi. 

    Tidak Mendapat Pengakuan

    Saat ini, ada banyak sekali wanita yang telah menikah dan memiliki anak namun tetap bekerja di luar rumah sebagai seorang pekerja kantoran. Akibatnya sejumlah wanita menjadi salah paham dan berpikir bahwa menjadi ibu rumah tangga bukanlah suatu pekerjaan yang dapat diakui masyarakat. Dengan adanya pemikiran tersebut, akhirnya membuat banyak ibu rumah tangga stres karena merasa dirinya terisolasi di rumah dan merasa kesepian.

    Selain itu, pekerjaan berat sebagai ibu rumah tangga kerap tidak mendapat pujian dari pihak suami. Hal ini tentunya membuat rasa frustasi karena tidak adanya pengakuan dan bentuk penghargaan atas semua rasa lelah selama ini.

    Merasa Dihakimi

    Ibu rumah tangga dituntut untuk menangani segala urusan keluarganya. Banyak tanggung jawab yang harus dilakukan. Sayangnya banyak kasus dimana istri dihakimi oleh suami ketika suami merasa ada yang kurang pada kondisi rumah. Misal menyudutkan istri karena merasa makanan kurang enak, marah-marah karena tidak tahu dimana letak suatu barang, atau karena ada bagian rumah yang kotor. Dengan adanya kejadian seperti itu, tidak jarang dapat menjadi penyebab istri stres.

    Memiliki peran sebagai ibu rumah tangga bukanlah yang hal yang mudah. Ada sejumlah yang pekerjaan yang harus dilakukan ibu rumah tangga dengan tanggung jawab yang besar. Dengan memahami berbagai faktor pemicu diatas, alangkah baiknya jika mulai dari sekarang ibu rumah tangga mulai meluangkan waktu untuk diri sendiri agar terhindar dari stres. Selain itu, bercerita atau mendiskusikan masalah yang sedang dihadapi dengan pasangan juga akan membantu ibu memecahkan masalah penyebab stres.

    Referensi:

    1. Exploring your mind. The Stress of Being a Housewife [Internet]. USA : Exploring Your Mind; [cited 2021 Nov 23].
    2. Cleveland Clinic. Women and Stress [Internet]. USA : Cleveland Clinic; [cited 2021 Nov 23].
    3. Apreviadizy P, Puspitacandri A. Perbedaan Stres Ditinjau dari Ibu bekerja dan Ibu Tidak Bekerja [Internet]. Indonesia : Universitas Merdeka Malang; [cited 2021 Nov 23].
    4. HuffPost. 7 Reasons Your Wife Is Stressed Out All The Time [Internet]. USA : HuffPost; [cited 2021 Nov 23].
    5. Psychology Today. Why Women Need More Me-Time – and How They Can Claim It [Internet]. USA : Psychology Today; [cited 2021 Nov 23].
    Read More
  • Beragam jenis halusinasi dapat terjadi. Beda penyebab, beda juga bentuk halusinasi yang dialami oleh seseorang. Solusinya juga berbeda. Oleh sebab itu, bagi orang yang sering mengalami halusinasi, atau bagi Sahabat Sehat yang memiliki sanak saudara dengan gejala sering berhalusinasi, penting untuk mencari tahu jenis halusinasi yang dialami. Dengan mengetahui jenis halusinasi yang dialami, akan lebih […]

    7 Jenis dan Bentuk Halusinasi yang Paling Sering Terjadi

    Seorang Pria dengan Jenis Halusinasi Visual Sehingga Tidak Mengenali Bayangannya Sendiri

    Seorang Pria dengan Jenis Halusinasi Visual Sehingga Tidak Mengenali Bayangannya Sendiri

    Beragam jenis halusinasi dapat terjadi. Beda penyebab, beda juga bentuk halusinasi yang dialami oleh seseorang. Solusinya juga berbeda. Oleh sebab itu, bagi orang yang sering mengalami halusinasi, atau bagi Sahabat Sehat yang memiliki sanak saudara dengan gejala sering berhalusinasi, penting untuk mencari tahu jenis halusinasi yang dialami.

    Dengan mengetahui jenis halusinasi yang dialami, akan lebih mudah menentukan penyebab munculnya masalah. Serta dapat menentukan penanganan terbaik yang perlu dilakukan.

    Jenis Halusinasi

    Setidaknya ada 7 bentuk atau jenis halusinasi yang kerap ditemukan terjadi. Berdasarkan ciri dan penyebabnya, jenis halusinasi yang umum terjadi antara lain:

    Halusinasi Visual

    Melibatkan penglihatan yang membuat Anda melihat hal-hal yang tidak ada. Hal yang dilihat biasanya dapat berupa objek, pola visual, orang atau cahaya.

    Pada penderita jenis halusinasi visual, penyebabnya biasanya karena konsumsi alkohol. Bisa juga karena penggunaan narkoba. Beberapa kasus halusinasi visual juga ditemukan pada orang yang memiliki masalah kejiwaan serta mereka yang memiliki masalah pada penglihatannya.

    Halusinasi Olfaktori

    Melibatkan indera penciuman yang membuat Anda mungkin merasa tubuh Anda berbau tak sedap, padahal tidak. Halusinasi jenis ini juga dapat mencangkup aroma yang mungkin Anda sukai, seperti aroma bunga.

    Parosmia adalah masalah pada indera penciuman yang kini kerap ditemukan pada penyintas Covid-19. Parosmia menjadi salah satu penyebab terjadinya halusinasi olfaktori. Selain tentunya karena adanya masalah kejiwaan, phobia, OCD, ataupun adanya masalah lain pada indera penciuman.

    Halusinasi Gustatorik

    Mirip dengan halusinasi penciuman. Namun, halusinasi ini melibatkan indera perasa, seperti perasaan aneh atau tidak menyenangkan saat mengecap sesuatu. Halusinasi gustatorik sering kali muncul dengan rasa logam, dan ini adalah gejala yang relatif umum dialami oleh penderita epilepsi.

    Halusinasi gustatorik memang kerap ditemukan pada penderita epilepsi. Namun kasus halusinasi inipun kerap ditemukan pada orang sehat karena misalnya terlalu sering mengkonsumsi suatu rasa dalam jangka waktu lama. Akibatnya rasa tersebut muncul kembali saat sedang mengkonsumsi makanan yang rasanya sebenarnya sangat berbeda.

    Halusinasi Auditori

    Adalah salah satu jenis halusinasi yang paling umum. Misalnya, Anda mungkin mendengar seseorang memanggil atau berbicara pada Anda, padahal tidak. Suara ini biasanya akan muncul seperti kemarahan, netral, atau hangat.

    Penyebab halusinasi auditori biasanya adalah karena seseorang seringkali tidak fokus dan banyak memikirkan hal lain. Bisa juga terjadi pada seseorang yang mengalami masalah pada pendengaran. Namun adanya trauma juga dapat membuat seseorang mengalami halusinasi ini. Seseorang yang memiliki bakat bermusik juga kerap mengalami halusinasi auditori dimana otak dapat membuat seolah-olah mendengar musik yang terasa begitu nyata.

    Halusinasi Taktil

    Melibatkan perasaan sentuhan atau gerakan di dalam tubuh Anda. Misalnya Anda mungkin seperti merasa bahwa ada serangga yang merayap di kulit atau organ dalam Anda terasa bergerak. Anda mungkin juga dapat merasakan seperti ada sentuhan imajinasi tangan seseorang di tubuh Anda.

    Berdasarkan beberapa penelitian, para ahli memiliki pendapat bahwa halusinasi taktil terjadi karena aktivitas listrik yang tidak normal di area tertentu pada otak. Aktivitas listrik yang tidak normal ini terjadi karena faktor seperti masalah kesehatan, konsumsi obat-obatan neurologis, penyakit mental, konsumsi alkohol berlebihan, serta adanya penyakit skizofenia, parkinson, dan alzheimer.

    Halusinasi Temporer

    Kondisi ini biasanya dialami oleh seseorang yang baru saja kehilangan orang terdekatnya, seperti putus hubungan atau meninggal dunia. Mereka mungkin akan mendengar suara atau melihat orang terdekatnya untuk sesaat. Halusinasi jenis ini dapat hilang dengan sendirinya saat rasa sakit akibat kehilangan mereda.

    Penderita sebaiknya terus mendapatkan pendampingan karena seringkali terjadi kasus penderita merasa mendapatkan perintah untuk melakukan hal-hal yang tidak semestinya. Penanganan antara dokter, peran keluarga, dan ahli keagamaan diperlukan untuk membantu memberikan pertolongan pada penderita. Terutama jika gejala halusinasi temporer tidak juga sembuh.

    Halusinasi Somatik

    Ini mengacu pada saat seseorang mengalami perasaan tubuh mereka merasakan nyeri yang parah, misalnya merasa tubunya mengalami mutilasi atau pergeseran sendi. Pasien jenis halusinasi somatik juga bisa mengalami perasaan mendapat penyerangan oleh hewan pada tubuh mereka, seperti ular merayap ke dalam perut.

    Halusinasi somatik terlihat sama seperti halusinasi taktil. Namun sebenarnya berbeda. Pada halusinasi taktil, penderita merasakan adanya sesuatu di dalam tubuhnya yang merayap, menyentuh, ataupun mengganggu penderita. Namun pada halusinasi somatik, gangguan halusinasi menyebabkan penderita seolah merasakan rasa sakit yang sebenarnya tidak ada.

    Penyebab halusinasi somatik bisa terjadi karena adanya masalah kesehatan medis, penggunaan obat-obatan, maupun karena konsumsi alkohol.

    Lihat Juga: 10 Penyebab Utama Seseorang Sering Mengalami Halusinasi

    Itulah beberapa bentuk dan jenis halusinasi yang kerap ditemukan. Jika kondisi halusinasi semakin sering terjadi, semakin sulit terkontrol, atau semakin sulit dibedakan mana halusinasi mana kenyataan, pastikan untuk segera menghubungi dokter. Penanganan dini akan sangat membantu proses penyembuhan

    Referensi: 

    1. nhs.uk. Hallucinations and hearing voices.
    2. WebMD. Hallucinations.
    3. Healthline. 2021. About Hallucinations.
    Read More
  • Sangat banyak penyebab seseorang mengalami halusinasi. Mulai dari masalah mental, cidera kepala, hingga pengaruh makanan dan obat. Celakanya ada yang berpikir halusinasi tersebut sebagai bisikan ghaib. Alhasil, halusinasi tersebut membawa celaka pada diri sendiri maupun pada orang lain. Berdasarkan penelitian, 1 dari 10 orang pasti pernah mengalami halusinasi. Oleh sebab itu, sangat penting memahami faktor […]

    10 Penyebab Utama Seseorang Sering Mengalami Halusinasi

    Penyebab Halusinasi pada Diri Seseorang Perlu Segera Mendapat Penanganan Sebelum Menjadi Kegilaan

    Sangat banyak penyebab seseorang mengalami halusinasi. Mulai dari masalah mental, cidera kepala, hingga pengaruh makanan dan obat. Celakanya ada yang berpikir halusinasi tersebut sebagai bisikan ghaib. Alhasil, halusinasi tersebut membawa celaka pada diri sendiri maupun pada orang lain.

    Berdasarkan penelitian, 1 dari 10 orang pasti pernah mengalami halusinasi. Oleh sebab itu, sangat penting memahami faktor yang dapat menyebabkan seseorang dapat berhalusinasi. Dengan demikian, pertolongan yang tepat bisa diberikan berdasarkan faktor penyebabnya.

    Penyebab Halusinasi

    Penderita halusinasi kerap meyakini bahwa apa yang mereka alami adalah hal yang nyata, sehingga sering kali menyebabkan masalah di kehidupan sehari-harinya. Orang yang sedang mengalami halusinasi mungkin seolah mendengar suara tidak dapat didengar oleh orang lain yang berada diruangan yang sama, atau melihat gambar yang tidak nyata. Seringkali suara-suara tersebut memberikan perintah untuk melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak boleh dilakukan.

    Ada beberapa penyebab halusinasi dapat terjadi, diantaranya adalah:

    Kondisi Kesehatan Mental

    Penyakit mental merupakan salah satu penyebab halusinasi yang paling umum terjadi. Beberapa contohnya adalah skizofrenia, demensia, dan delirium. Selain itu, phobia berlebihan juga dapat menyebabkan seseorang mengalami halusinasi berlebihan.

    Minuman Beralkohol

    Halusinasi akibat penggunaan zat biasanya akan mengalami melihat atau mendengar hal-hal yang tidak biasa setelah minum terlalu banyak alkohol. Bisa juga terjadi ketika seseorang mengkonsumsi obat-obatan seperti kokain maupun jamur yang memiliki efek halusinogen. 

    Kurang Tidur

    Seseorang yang tidak tidur dalam beberapa hari atau tidak memiliki waktu tidur yang cukup dalam jangka waktu yang lama cenderung lebih rentan terhadap halusinasi. Halusinasi akibat kurang tidur terbagi menjadi dua, yakni halusinasi hypnagogic yang biasanya terjadi tepat sebelum tertidur, dan halusinasi hypnopompic yang terjadi tepat sebelum bangun dari tidur. 

    Migrain

    Tak seperti sakit kepala lainnya, setidaknya sekitar sepertiga orang yang mengalami sakit kepala jenis ini akan mengalami halusinasi visual. Halusinasi akibat migrain biasanya menyebabkan seseorang seperti melihat cahaya bulan sabit warna-warni.

    Obat-Obatan Tertentu

    Ada sejumlah obat-obatan tertentu yang jika dikonsumsi untuk kondisi kesehatan mental dan fisik dapat menyebabkan halusinasi. Obat epilepsi dan psikosis terkadang juga dapat menimbulkan gejala halusinasi. Selain itu, obat halusinogen seperti LSD dan PCP juga dapat menyebabkan seseorang berhalusinasi.

    Sindrom Charles Bonnet

    Kondisi ini biasanya akan menimbulkan masalah pada penglihatan, seperti glaucoma, degenerasi makula, atau katarak, sehingga penderitanya akan berhalusinasi melihat sesuatu. Pada awalnya, penderita sindrom ini mungkin tidak menyadari bahwa apa yang dialaminya adalah sebuah halusinasi. Namun pada akhirnya, mereka akan menyadari dengan sendirinya bahwa apa yang ia alami tersebut tidaklah nyata.

    Epilepsi

    Penyebab halusinasi juga bisa terjadi karena seseorang menderita epilepsi. Epilepsi yang disertai kejang biasanya akan lebih mudah membuat penderitanya untuk berhalusinasi. Jenis halusinasi yang dialami pun tergantung pada bagian otak mana yang mengalami kejang. 

    Tumor Otak

    Tumor otak juga dapat memicu berbagai jenis halusinasi. Jika berada di area yang berhubungan dengan penglihatan, penderitanya mungkin akan berhalusinasi melihat hal-hal yang tidak nyata. Penderita tumor otak juga mungkin akan melihat bintik atau bentuk cahaya. Selain itu, adanya tumor di sejumlah bagian otak juga akan memicu timbulnya halusinasi pada indera penciuman dan perasa.

    Cidera pada Kepala

    Seseorang yang mengalami cidera pada kepala bisa jadi ada organ di otak yang mengalami masalah. Adanya masalah di otak dapat memicu otak untuk memperlihatkan hal yang sebenarnya tidak ada. Oleh sebab itu, seseorang dengan cidera kepala perlu mendapatkan perhatian dan pengawsan untuk melihat apakah cidera kepala memberikan pengaruh pada kondisi kesehatan.

    Kondisi Lainnya

    Sebenarnya masih banyak faktor lain yang menyebabkan seseorang berhalusinasi. Kondisi lain tersebut misalnya:

    • Demam tinggi pada anak-anak dan lansia
    • Adanya isolasi sosial
    • Migrain yang berkepanjangan
    • Pernah mengalami kejang-kejang
    • Masalah pada indera pendengaran
    • Masalah pada indera penglihatan
    • Penyakit HIV Stadium 3 (Aids)
    • Kanker otak, gagal ginjal, maupun liver
    • Asam basa di tubuh yang tidak normal
    • Gangguan elektrolit karena hyponatremia
    • Gangguan elektrolit hypomangesemia

    Itulah beberapa faktor utama yang menjadi penyebab halusinasi pada diri seseorang. Jika merasa sering mengalami halusinasi, jangan ragu untuk mencari pertolongan medis dengan menghubungi dokter agar bisa diberikan pertolongan.

    Referensi: 

    1. nhs.uk. Hallucinations and hearing voices.
    2. WebMD. Hallucinations.
    3. Healthline. 2021. About Hallucinations.
    Read More

Showing 1–10 of 54 results

Chat Dokter 24 Jam