Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Mental

Showing 1–10 of 21 results

  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Apakah Sahabat Sehat akhir-akhir ini mudah merasa cemas atau panik ketika berada di luar rumah ? Waspadai, mungkin ini dampak akibat pandemi Covid-19 yang Sahabat Sehat tidak sadari. Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut perihal dampak Covid-19 secara psikologis serta cara mengatasinya. Dampak Psikologis Akibat Covid-19 Berdasarkan penelitian […]

    Kenali Dampak Covid-19 Secara Psikologis dan Cara Mengatasinya

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    mental block, blok mental, hambatan mental

    Apakah Sahabat Sehat akhir-akhir ini mudah merasa cemas atau panik ketika berada di luar rumah ? Waspadai, mungkin ini dampak akibat pandemi Covid-19 yang Sahabat Sehat tidak sadari. Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut perihal dampak Covid-19 secara psikologis serta cara mengatasinya.

    Dampak Psikologis Akibat Covid-19

    Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada 1.600 orang subjek di 7 negara yang terdampak Covid-19 (Australia, China, Ekuador, Iran, Italia, Norwegia dan Amerika Serikat) menunjukan adanya kaitan antara stress dengan faktor pembatasan kegiatan sosial akibat Covid-19. Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa sekitar 60-80% populasi sampel mengalami tingkat stress diatas normal. 

    Baca Juga : Stres Akibat Corona

    Dosen Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Rini Setyowati, M.Psi., Psikolog mengungkapkan bahwa dampak psikologis yang dapat dialami penderita Covid-19 meliputi perasaan tertekan, stres, cemas, serta gangguan perilaku obsesif kompulsif yang ditandai dengan melakukan tindakan secara berulang kali. 

    Aturan Pemerintah yang menghimbau masyarakat untuk bekerja dari rumah, pembatasan kegiatan di tempat umum, serta ancaman pemutusan kerja, turut berdampak terhadap psikologis masyarakat sehingga mengalami kebosanan dan stress selama dirumah. Meski demikian, tidak dipungkiri masih banyak masyarakat yang kurang bijak dalam menyikapi kebijakan pemerintah dan tetap nekat berlibur maupun mudik. 

    Baca Juga : Kesehatan Mental di Masa Pandemi

    Bagaimana Cara Mengatasi Dampak Psikologis Akibat Covid-19 ?

    Rini Setyowati mengungkapkan perlu strategi adaptif yang dapat mengarahkan individu pada reaksi melindungi diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan, sehingga dapat mengatasi stres, cemas, gangguan obsesif kompulsif maupun permasalahan psikologis lainnya akibat dampak Covid-19.

    Untuk membantu mengatasi dampak psikologis akibat Covid-19, Sahabat Sehat sebaiknya melakukan beberapa hal berikut :

    • Istirahat yang cukup
    • Tetap menerapkan protokol 5 M yaitu menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,  menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilisasi.
    • Konsumsi buah, sayur, serta multivitamin untuk menjaga imunitas tubuh
    • Lakukan kebiasaan menutup mulut dan hidung ketika batuk maupun bersin, serta hindari menyentuh bagian wajah dengan tangan
    • Berolahraga secara rutin
    • Membatasi akses berita maupun konten terkait Covid-19, misalkan hanya sekali sehari atau dua hari sekali membaca berita terkait Covid-19.
    • Mengelola stress dengan baik
    • Meningkatkan komunikasi dengan keluarga atau sahabat dekat untuk mengeluarkan unek-unek.
    • Melakukan meditasi dan melatih pernapasan untuk membantu menenangkan diri
    • Mendekatkan diri secara agama

    Produk Terkait : Rapidtest Covid19

    Nah Sahabat Sehat, ingin mengetahui lebih lanjut mengenai dampak pandemi Covid-19 terhadap psikologis dan cara mengatasinya? Mari ikuti Workshop dan Webinar Dies Natalis Unika Atma Jaya ke 61 dengan tema “Tips Menghadapi Dinamika Covid-19 Dalam Dunia Sekolah, Kuliah, dan Kerja” dengan pembicara Dr. Yap Fu Lan, Debri Pristinella,S.Psi.,M.Si serta dr.Angela Shinta Dewi Amita,Sp.M. Acara ini Gratis ! Silakan daftar segera di : http://s.id/prosehat050621

    Jika Sahabat Sehat memerlukan pemeriksaan Covid-19, segera manfaatkan layanan Prosehat dan Klinik Kasih Prosehat. Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Universitas Sebelas Maret. Dampak Covid-19 Menurut Psikolog UNS [internet]. Indonesia : Universitas Sebelas Maret; 2020 [updated 2020 Mar 19; cited 2021 May 27]. Available from : https://uns.ac.id/id/uns-update/dampak-covid-19-menurut-psikolog-uns.html
    2. Passavanti M, Argentieri A, Barbieri D, et al. The psychological impact of COVID-19 and restrictive measures in the world. Journal of Affective Disorders. 2021; 283: 36–51
    3. Centers for Disease Control and Prevention. Coping with Stress [internet]. Indonesia : Centers for Disease Control and Prevention; 2021 [updated 2021 Jan 22; cited 2021 May 25]. Available from : https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/daily-life-coping/managing-stress-anxiety.html
    Read More
  • Ada berbagai manfaat yang dapat kita peroleh dengan berpuasa, salah satunya bagi kesehatan jiwa. Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut ini! Baca Juga: Ketahui Manfaat Berdonasi Bagi Kesehatan Mental Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Jiwa 1. Detoksifikasi Otak Manfaat puasa yang pertama adalah dapat mengaktifkan proses autofagi, yang seringkali dikaitkan dengan penyakit alzheimer, depresi, gangguan bipolar,hingga skizofrenia. […]

    Sahabat Sehat, Ini Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Jiwa

    Ada berbagai manfaat yang dapat kita peroleh dengan berpuasa, salah satunya bagi kesehatan jiwa. Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut ini!

    manfaat puasa bagi kesehatan jiwa

    Baca Juga: Ketahui Manfaat Berdonasi Bagi Kesehatan Mental

    Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Jiwa

    1. Detoksifikasi Otak

    Manfaat puasa yang pertama adalah dapat mengaktifkan proses autofagi, yang seringkali dikaitkan dengan penyakit alzheimer, depresi, gangguan bipolar,hingga skizofrenia.

    Proses autofagi membantu mendetoksifikasi otak, membersihkan sel tua, serta mendorong proses regenerasi sel baru dan sehat.

    2. Meningkatkan Suasana Hati

    Berpuasa turut membantu meningkatkan suasana hati, menurunkan ketegangan akibat stres dan depresi.

    3. Menumbuhkan Empati & Bahagia

    Selama berpuasa, Sahabat Sehat tentunya ingin menebar kebaikan misalnya membantu orang lain yang sedang mengalami kesulitan.

    Secara tidak langsung kegiatan beramal yang Sahabat Sehat lakukan dapat meningkatkan zat endorfin, yaitu zat kimia dalam otak yang menimbulkan perasaan bahagia.

    Baca Juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi

    4. Meningkatkan Kecerdasan Emosional

    Saat berpuasa, Sahabat Sehat mungkin cenderung menahan emosi. Hal ini diakibatkan karena secara tidak langsung proses metabolisme hormon yang mempengaruhi emosi menjadi lebih cepat selama berpuasa.

    5. Menghindari Kebiasaan Buruk

    Dengan berpuasa, Sahabat Sehat dapat menghindarkan diri dari kebiasaan buruk seperti merokok, berbohong, bergunjing, maupun mengonsumsi makanan dan minuman yang kurang sehat yang tentunya berdampak baik bagi kesehatan jiwa.

    Produk Terkait: Jual Makanan Sehat

    6. Meningkatkan Kewaspadaan

    Berpuasa dapat membantu menyeimbangkan kadar gula darah dalam tubuh, akibat tidak adanya asupan makanan yang masuk ke tubuh selama kurun waktu tertentu.

    Secara tidak langsung, dengan berpuasa Sahabat Sehat dapat meningkatkan kewaspadaan karena kondisi gula darah kembali seimbang.

    7. Meningkatkan Kualitas Tidur

    Dengan berpuasa, pola tidur Sahabat Sehat menjadi lebih teratur. Tidur yang cukup diketahui dapat mengembalikan stamina, memperbaiki suasana hati, dan menjaga kesehatan organ dalam tubuh. Sahabat Sehat disarankan untuk tidur selama 7-9 jam sehari dan hindari tidur larut malam.

    Baca Juga: Ternyata Tidur Selama 6 Jam Saja Tidak Cukup

    Nah, Sahabat Sehat ternyata puasa tidak hanya baik untuk kesehatan fisik namun juga bermanfaat bagi kesehatan jiwa. Jika Sahabat Sehat mengalami keluhan selama berpuasa, silahkan berkonsultasi lebih lanjut secara online dengan dokter 24 jam di Prosehat melalui Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. 6 Manfaat Puasa untuk Kesehatan Mental Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 20 April 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2021/04/19/061000168/6-manfaat-puasa-untuk-kesehatan-mental?page=all
    2. Times I, Namira I. 7 Manfaat Puasa untuk Kesehatan Mentalmu, Jadi Lebih Tenang & Bahagia [Internet]. IDN Times. 2021 [cited 20 April 2021]. Available from: https://www.idntimes.com/health/fitness/izza-namira-1/manfaat-puasa-terhadap-kesehatan-mental/7
    3. Bukan Cuma Fisik, Ini Manfaat Puasa untuk Kesehatan Mental [Internet]. suara.com. 2021 [cited 20 April 2021]. Available from: https://www.suara.com/health/2019/05/06/131357/bukan-cuma-fisik-ini-manfaat-puasa-untuk-kesehatan-mental
    4. 4 Manfaat Puasa Ramadan Bagi Kesehatan Mental: Bisa Turunkan Stres – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2021 [cited 20 April 2021]. Available from: https://tirto.id/4-manfaat-puasa-ramadan-bagi-kesehatan-mental-bisa-turunkan-stres-fulo

     

    Read More
  • Banyaknya tekanan pada lingkungan kerja akan semakin mempengaruhi kesejahteraan psikologis para pekerjanya. Hal tersebut tentunya akan memicu pekerja mengalami gangguan kesehatan mental seperti mengalami stres berat dan burnout syndrome. Baca Juga: Penyebab Gangguan Kesehatan Mental yang Perlu Dideteksi Tingginya stress yang dialami pekerja sangat dikhawatirkan dapat mempengaruhi kesejahteraan keluarga dan bahkan bisa berdampak pada ketahanan […]

    Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Lingkungan Kerja

    Banyaknya tekanan pada lingkungan kerja akan semakin mempengaruhi kesejahteraan psikologis para pekerjanya. Hal tersebut tentunya akan memicu pekerja mengalami gangguan kesehatan mental seperti mengalami stres berat dan burnout syndrome.

    menjaga kesehatan mental di lingkungan kerja

    Baca Juga: Penyebab Gangguan Kesehatan Mental yang Perlu Dideteksi

    Tingginya stress yang dialami pekerja sangat dikhawatirkan dapat mempengaruhi kesejahteraan keluarga dan bahkan bisa berdampak pada ketahanan rumah tangganya.

    Dan sebaliknya, apabila seorang pekerja merasa tertekan karena masalah internal keluarga, kesehatan maupun keuangan, maka kesehatan mental dan fisik mereka juga akan terganggu. Hal ini justru akan mengganggu produktivitas mereka ditempat kerja.

    Meskipun saat ini masyarakat sudah semakin meyadari pentingnya kesehatan mental, tetapi masih banyak pula yang menganggap permasalahan ini bukanlah sesuatu yang penting.

    Dengan banyaknya masyarakat yang menganggap kesehatan mental sebagai sesuatu yang abstrak membuat kepedulian masyarakat kepada penderita gangguan kesehatan mental seringkali tidak tepat penanganannya dan justru memperparah keadaan.

    Mengapa kesadaran Akan Kesehatan Mental di Lingkungan Kerja Sangat Penting?

    Menurut seorang professor psikiater dari New York, mengatakan bahwa otak manusia terhubung dengan sistem endokrin yang dapat melepaskan hormon penting untuk menjaga kesehatan mental.

    Dengan demikian dapat diartikan bahwa ketika seseorang mengalami gangguan mental, maka kemungkinan sedang terdapat gangguan pada sistem kerja otaknya.

    Berdasarkan fakta yang dipublikasi oleh World Health Organization (WHO), gangguan mental dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat signifikan.

    Dapat diperkirakan kerugian ekonomi dunia adalah $1 triliun yang disebabkan oleh kurangnya produktifitas akibat gangguan kesehatan mental.

    Gangguan kesehatan mental ini juga bisa mempengaruhi performa dan produktifitas pekerja, kemampuan fisik, hubungan dengan rekan kerja, dan bahkan aktivitas sehari-hari di rumah maupun di kantor.

    Jika semakin dibiarkan, penderita gangguan mental ini akan semakin sulit mengendalikan dirinya misalnya dengan meluapkan emosi dengan meledak-ledak atau menjadi sangat sensitif, seringkali membuat dirinya dicap sebagai seseorang yang menyebalkan. Hal ini dapat menyebabkan kerugian untuk diri sendiri dan orang lain.

    Penyebab Terganggunya kesehatan Mental di Tempat Kerja

    Banyak faktor yang dapat menyebabkan seseorang memiliki gangguan mental di tempat kerja. Salah satu faktornya yaitu masalah internal, seperti adanya kelainan genetik atau riwayat di keluarga yang menderita gangguan mental. Namun, terdapat pula faktor eksternal yang dapat dipicu dari lingkungan kerja, di antaranya:

    • Cara komunikasi dan sistem manajemen pekerjaan yang buruk
    • Tujuan organisasi dan tugas-tugas yang diberikan kurang jelas
    • Minimnya dukungan dari atasan maupun antar pekerja
    • Jam kerja yang tidak beraturan sehingga mengganggu kehidupan pribadi
    • Sempitnya ruang berekspresi
    • Kesempatan berpartisipasi dikhususkan hanya untuk pegawai tertentu saja
    • Jobdesk yang tidak tepat untuk kompetensi individu pegawai
    • Maraknya senioritas antarpekerja

    Cara tepat dalam mengurangi tingkat stres akibat faktor penyebab d iatas yaitu dengan mulai membiasakan melakukan perilaku mental positif (Positive Mental Attitude).

    Baca Juga: 8 Cara Mengatasi Stres Kerja yang Perlu Kamu Lakukan

    Berikut 9 tips yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mental di lingkungan kerja

    1. Berpikir Positif

    Banyak memikirkan hal negatif dapat menyebabkan suasana hati menjadi rusak, sama halnya dengan overthinking atau berpikir berlebihan terhadap hal-hal kecil.

    Sebaiknya hindari hal tersebut, dan mulailah untuk berpikir positif dan sederhana terhadap diri sendiri dan orang lain, sehingga suasana hati anda tidak mudah rusak dan akan selalu tenng, bahagia, dan juga nyaman.

    2. Melatih Pernapasan

    Beberapa ahli mengatakan bahwa melatih pernapasan merupakan kunci utama dalam menjaga kesehatan jangka panjang. Dengan bernapas, banyak oksigen yang akan mengalir ke dalam tubuh sehingga dapat mengurangi emosi. Melatih pernapasan juga dapat mengurangi risiko terkena serangan jantung dan kardiovaskular.

    3. Konsumsi Teh

    Saat sedang merasa kesal, sebaiknya hindari mengonsumsi minuman yang memiliki kandungan kafein, dan gantilah dengan secangkir teh hangat. Karena meminum teh dipercaya dapat membuat perasaan dan pikiran menjadi lebih positif dan tenang, sehingga dapat menjaga kesehatan mental lebih baik.

    Produk Terkait: Jual Teh Hijau

    4. Bersosialisasi

    Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa dengan bersosialisasi, seseorang akan merasa lebih dekat dan dapat saling memahami serta menghargai satu sama lain. Oleh karena itu, hubungan sosial yang baik dapat menjaga kesehatan mental lebih optimal.

    5. Membatu rekan Kerja

    Dengan membantu orang lain, seseorang akan menumbuhkan perasaan bahagia untuk diri sendiri dan orang lain. Seperti diketahui, bahagia adalah salah satu cara untuk menjaga kesehatan mental tetap stabil.

    6. Berolahraga

    Melakukan olahraga secara rutin dapat meredakan depresi dan gangguan cemas berlebih. Berolahraga juga baik untuk menjaga kesehatan mental dan fisik.

    Ada beberapa pilihan olahraga yang dapat dilakukan untuk berolahraga di kantor, misalnya seperti berjalan mengelilingi kantor ataupun menggunakan tangga untuk naik turun selama kegiatan di kantor.

    7. Cari hiburan

    Ketika sedang merasa stress dengan pekerjaan, cobalah untuk mencari sedikiit hiburan dengan mendengarkan musik, beribadah, bersosialisasi, dan sebagainya. Dengan melakukan cara tersebut, beban pikiran akan terasa menjadi lebih ringan dan hal ini dapat membantu untuk kembali fokus dalam bekerja.

    8. Manajemen Waktu dengan Baik

    Memang tak dapat dihindari bahwa adanya masalah keluarga akan sangat mempengaruhi produktivitas kerja seseorang. Sehingga dengan memiliki manajemen waktu dengan baik antara pekerjaan dan keluarga dapat membantu meredakan stress.

    9. Menghargai Diri Sendiri

    Agar dapat terhindar dari  ekspetasi berlebih terhadap sesuatu yang bisa memicu stress, ada beberapa hal yang penting untuk diingat oleh pekerja kantoran.

    Salah satunya adalah tanamkan pada diri sendiri bahwa tidak ada karyawan yang sempurna. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mental sangat berkaitan dengan penerimaan diri sehingga tidak selalu membandingkan diri dengan orang lain.

    Baca Juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi

    Namun, apabila dengan menerapkan cara diatas belum mampu meningkatkan kesehatan mental Sahabat Sehat, sebaiknya segera konsultasikan pada dokter atau psikiater.

    Sahabat bisa mengagendakan untuk berkonsultasi dengan psikiater secara daring atau online melalui fasilitas kesehatan yang telah disediakan oleh Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

     

    Referensi:

    1. [online] Available at: <https://cpmh.psikologi.ugm.ac.id/2020/09/28/menjaga-kesehatan-mental-di-lingkungan-kerja/> [Accessed 15 April 2021].
    2. Negara, D., 2021. Kesehatan Mental di Lingkungan Kerja. [online] Djkn.kemenkeu.go.id. Available at: <https://www.djkn.kemenkeu.go.id/artikel/baca/13552/Kesehatan-Mental-di-Lingkungan-Kerja.html> [Accessed 15 April 2021].
    3. Khoiri, A., 2021. Delapan Cara Mudah Jaga Kesehatan Mental di Tempat Kerja. [online] gaya hidup. Available at: <https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20160524194516-255-133191/delapan-cara-mudah-jaga-kesehatan-mental-di-tempat-kerja> [Accessed 15 April 2021].

     

     

     

    Read More
  • Beberapa ahli kesehatan mengatakan bahwa efek dari pandemi Covid-19 ini dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan mental. Meskipun gangguan ini sangat memerlukan pengobatan dan terapi, makanan yang dikonsumsi juga dapat berperan penting dalam kesejahteraan mental. Baca Juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi Saat ini berbagai macam kekhawatiran sering membebani pikiran semenjak adanya pandemi. Hal […]

    7 Nutrisi Penting untuk Mencegah Gangguan Kesehatan Mental

    Beberapa ahli kesehatan mengatakan bahwa efek dari pandemi Covid-19 ini dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan mental. Meskipun gangguan ini sangat memerlukan pengobatan dan terapi, makanan yang dikonsumsi juga dapat berperan penting dalam kesejahteraan mental.

    nutrisi penting untuk mencegah gangguan kesehatan mental

    Baca Juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi

    Saat ini berbagai macam kekhawatiran sering membebani pikiran semenjak adanya pandemi. Hal tersebut tentunya dapat memicu seseorang dapat dengan mudah terserang stress dan cemas yang berlebih.

    Sehingga pada akhirnya banyak orang yang meminta resep obat dari dokter, seperti obat anti depresan, anti-insomnia, dan anti-kecemasan. Namun, jika diminum dalam jangka panjang, justru obat-obatan ini akan membahayakan tubuh.

    Oleh sebab itu, mengonsumsi makanan sehat dapat menjadi salah satu upaya pencegahan awal ataupun untuk mengurangi dampak dari kecemasan, depresi, maupun gangguan kesehatan mental lainnya. Berikut ini adalah 9 macam nutrisi penting untuk mencegah gangguan kesehatan mental.

    1. Omega-3

    Lemak omega-3 banyak terkandung pada ikan. Lemak ini sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan otak dan saraf, serta dapat meredakan perasaan cemas berlebih yang berujung pada timbulnya stres.

    Hal ini telah dibuktikan pada sebuah penelitian yang mengungkapkan bahwa omega-3 sangat bagus untuk perkembangan otak, dan juga dapat memperbaiki gangguan mood.

    Produk Terkait: Jual Sea-Quill Omega -3 Salmon

    Lemak omega-3 ini dapat ditemukan pada jenis ikan yang berminyak, seperti makerel, salmon, ataupun tuna. Namun, jika memiliki alergi pada ikan-ikanan, asupan omega-3 dapat diperoleh dari sumber makanan lainnya seperti kacang merah, walnuts, dan kacang edamame.

    2. Zinc

    Anggapan bahwa zinc hanya dibutuhkan tubuh hanya saat sedang sakit ternyata tidak benar adanya. Nyatanya zinc merupakan nutrisi yang sangat penting bagi kesehatan tubuh dan juga kesehatan mental, sehingga perlu juga dikonsumsi meskipun tubuh sedang terasa fit.

    Produk Terkait: Jual Zinc Dispersibel Tablet 20mg

    Untuk mencukupi kebutuhan zinc harian, nutrisi ini dapat diperoleh dari makanan seperti daging ayam, daging sapi, tiram, dan kepiting. Selain itu bisa juga didapat dari bermacam-macam sayur mayur, seperti labu, kacang mete, buncis dan bayam.

    3. Probiotik dan Prebotik

    Probiotik adalah bakteri baik yang hidup di dalam usus, sedangkan prebiotik adalah komponen yang secara alami ditemukan di usus dan memiliki peran untuk memicu perkembangan bakteri baik.

    Sumber makanan yang mengandung probiotik dan prebiotik selain memiliki manfaat yang sangat baik untuk kesehatan usus, namun bermanfaat juga untuk kesehatan mental sehingga dapat meredakan rasa cemas, depresi dan stres.

    Baca Juga: 7 Cara Menangani Flu dengan Cepat dan Mudah

    Makanan dengan kandungan probitik paling tinggi terdapat pada yoghurt dan makanan fermentasi lainnya seperti miso, kefir, kimchi, dan kombucha.

    Selain itu, buttermilk dan beberapa jenis keju seperti cheddar, gouda, atau mozzarella juga merupakan sumber probiotik lain yang sama bagusnya. Sedangkan prebiotik banyak terkandung pada makanan seperti kacang-kacangan, polong-polongan, oat, bawang putih, bawang merah, buah beri, dan pisang.

    4. Vitamin D

    Selain baik untuk sistem imun tubuh, vitamin D juga memiliki peran penting dalam memperbaiki kesehatan mental. Vitamin D sangat dibutuhkan tubuh untuk memproduksi neotransmitter, sehingga jika tubuh kekurangan vitamin ini maka akan sangat berpengaruh juga pada kesehatan mental.

    Produk Terkait: Jual Vitamin Lengkap

    Sumber makanan yang terdapat vitamin D didalamnya antara lain kuning telur, salmon, tuna, dan makanan berbahan dasar susu atau keju.

    5. Buah dan Sayuran Hijau

    Beberapa buah-buahan dan sayuran hijau tertentu dipercaya dapat membantu mengurangi rasa cemas berlebih, karena didalamnya kaya akan prebiotik, vitamin, mineral dan antioksidan.

    Produk Terkait: Jual Vegeblend

    Misalnya, magnesium yang terdapat pada alpukat, salmon, kacang-kacangan, serta brokoli. Selain itu, buah dan sayur juga merupakan salah satu sumber serat alami yang dapat mengurangi kecemasan.

    6. Protein

    Makanan yang kaya akan protein sangat bagus untuk perkembangan dan kesehatan otak. Selain itu, protein juga sangat berpengaruh pada keseimbangan mental yang sehat.

    Menurut seorang pakar gizi, otak merupakan organ tubuh yang sangat sensitif terhadap fluktuasi gula darah sehingga sangat disarankan untuk tidak mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat secara berlebih.

    Karena apabila gula darah dalam tubuh telah mengalami fluktuasi, maka risiko terjadinya kecemasan akan meningkat.

    Oleh sebab itu, usahakan untuk selalu menyertakan sumber protein dalam setiap kali makan agar dapat menyeimbangkan gula darah dalam tubuh. Makanan yang memiliki tinggi protein terdapat pada salmon, daging unggas, telur, daging sapi, kacang, tahu, dan tempe.

    7. Polifenol

    Polifenol biasanya dikonsumsi sebagai asupan penting dalam program diet sehari-hari. Polifenol merupakan senyawa nabati yang tidak bisa dicerna dan hanya dapat dihancurkan oleh mikrobioma dalam usus.

    Polifenol banyak terkandung dalam minyak zaitun, buah berry, kacang kedelai, cengkeh dan teh hijau. Selain itu juga dapat ditemukan dalam kandungan coklat.

    Dengan menjalani pola hidup sehat serta memperhatikan asupan nutrisi pada makanan sehari-hari, Sahabat Sehat dapat terhindar dari gangguan kesehatan mental.

    Baca Juga: Inilah Gejala Kesehatan Mental yang Sering Sahabat Anggap Remeh!

    Namun, apabila Sahabat tetap merasa sedang mengalami gangguan kesehatan mental, sebaiknya segera dikonsultasikan pada dokter atau psikiater. Sahabat bisa mengagendakan untuk berkonsultasi dengan psikiater secara daring atau online melalui fasilitas kesehatan yang telah disediakan oleh Prosehat.

    Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

     

    Referensi:

    1. HuffPost UK. 2021. The Foods To Eat For Better Mental Health. [online] Available at: <https://www.huffpost.com/entry/foods-to-eat-for-mental-health_l_5f342f94c5b6960c066fb450> [Accessed 13 April 2021].
    2. Fitria, R., 2021. Jaga Kesehatan Mental, dengan Mengasup 5 Nutrisi Penting Ini. [online] detikfood. Available at: <https://food.detik.com/info-sehat/d-4747113/jaga-kesehatan-mental-dengan-mengasup-5-nutrisi-penting-ini> [Accessed 13 April 2021].
    3. Putri, N., 2021. Menurut Pakar, Kekurangan 4 Nutrisi Ini Dapat Berpengaruh Terhadap Kesehatan Mental. [online] Womantalk | Good lifestyle, relationship and pop culture for Women. Available at: <https://womantalk.com/health/articles/menurut-pakar-kekurangan-4-nutrisi-ini-dapat-berpengaruh-terhadap-kesehatan-mental-xvq82> [Accessed 13 April 2021].

     

     

    Read More
  • Perceraian merupakan suatu keputusan dalam memutus tali perkawinan yang disebabkan oleh suatu hal dan di sahkan oleh keputusan hakim atas permintaan dari salah satu pihak maupun dari kedua belah pihak. Perceraian sendiri dapat dipicu oleh beberapa alasan yang melatarbelakanginya. Baca Juga: Bagaimana Supaya Tetap Akur dengan Pasangan Selama Pandemi? Sampai saat ini, angka kasus perceraian […]

    5 Alasan Meningkatnya Angka Perceraian di Tengah Pandemi Covid-19

    Perceraian merupakan suatu keputusan dalam memutus tali perkawinan yang disebabkan oleh suatu hal dan di sahkan oleh keputusan hakim atas permintaan dari salah satu pihak maupun dari kedua belah pihak. Perceraian sendiri dapat dipicu oleh beberapa alasan yang melatarbelakanginya.

    perceraian di tengah pandemi covid-19

    Baca Juga: Bagaimana Supaya Tetap Akur dengan Pasangan Selama Pandemi?

    Sampai saat ini, angka kasus perceraian di Indonesia terus mengalami peningkatan. Terutama semenjak merebaknya wabah pandemi Covid-19 di Indonesia.

    Pandemi Covid-19 memiliki dampak yang sangat besar dalam rutinitas kehidupan keluarga. Hal tersebut terjadi karena adanya kebijakan dari pemerintah untuk melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) demi menekan jumlah penyebaran virus Covid-19 di Indonesia.

    Kebijakan ini mengharuskan seluruh anggota keluarga untuk melakukan aktivitas dari rumah, seperti belajar, beribadah, hingga bekerja. Atas dasar inilah setiap anggota keluarga akhirnya banyak menghabiskan waktu dirumah dan kondisi ini tentunya disikapi berbeda-beda oleh setiap keluarga.

    Beberapa orang menyikapi keadaan ini dengan positif, seperti membangun kembali momen kebersamaan dan harmonisasi keluarga yang dulu sempat hilang.

    Namun, banyak pula yang menyikapinya dengan negatif sehingga berujung pada perselisihan, pertengkaran, atau bahkan hingga perceraian.

    Berikut adalah aspek-aspek yang paling sering memicu konflik antar pasangan suami istri hingga menyebabkan perceraian di tengah pandemi Covid-19, di antaranya:

    1. Kesulitan Ekonomi

    Perubahan ekonomi yang terjadi sampai saat ini akibat pandemi Covid-19 belum juga menemukan ujungnya. Menurunnya grafik perekonomian di Indonesia tidak sepenuhnya mampu diterima oleh semua keluarga, terutama pada golongan ekonomi menengah kebawah.

    Hal ini diperparah dengan adanya keluarga yang tidak cukup memiliki persiapan keuangan untuk menghadapi kondisi darurat seperti pada saat pandemi Covid-19 ini.

    Alhasil, pertengkaran dan perselisihan pun kerap terjadi. Misalnya, adanya rasa ingin diakui dan gagasan yang selalu harus dilakukan oleh pasangannya, namun pada kenyataannya mereka sulit membendung ego tersebut.

    Ada beberapa diantara mereka yang mampu mengatasi permasalahan tersebut dengan baik, namun banyak pula yang membiarkannya berlarut-larut hingga menyebabkan keretakan pada perkawinannya yang berakhir pada perceraian.

    Alasannya sangat beragam, seperti besarnya peluang menjadi pengangguran, diharuskan untuk cuti oleh pihak kantor, atau kehilangan sebagian pengasilan.

    2. Munculnya Kebiasaan yang Tidak Biasa

    Kondisi pandemi secara tidak langsung memaksa masyarakat untuk menjalani aktivitas dan kebiasaan baru alias new normal. Adanya kebiasaan baru yang mendadak harus dijalankan tersebut menjadi salah satu penyebab munculnya permasalahan baru, terutama dalam kehidupan pernikahan.

    Contohnya, pada sepasang suami istri yang sebelumnya memiliki kebiasaan berinteraksi jarak jauh atau jarang bertemu.

    Tetapi saat pandemi mereka diharuskan untuk berada didalam rumah, sehingga mau tidak mau mereka akan terus bertemu dan menghabiskan waktu bersama.

    Baca Juga: Kehidupan Seks Tetap Membara Setelah Menikah dan Punya Anak

    Kebiasaan baru ini bukan menjadi hal yang tidak mungkin dalam memicu terjadinya konflik diantara mereka. Terlebih jika salah satu diantara mereka tidak ada yang mengalah dan saling meninggikan ego, perceraian menjadi tak terhindarkan.

    3. Perasaan Jenuh

    Panjangnya masa pemberlakuan PSBB berdampak juga pada kondisi mental setiap keluarga, terutama pasangan suami istri.

    Kondisi tersebut membuat mereka yang sebelumnya memiliki kegiatan aktif di luar, kini merasa “terkurung” karena berada di dalam rumah pada jangka waktu yang panjang. Hal ini menyebabkan kedua pasangan akan merasa jenuh dan bosan.

    Mengulang kebiasaan yang sama di dalam rumah setiap harinya, dengan tidak adanya aktivitas lain tentunya akan menimbulkan perasaan jenuh.

    Maka, sangat penting bagi pasangan suami istri untuk terus mengkomunikasikan segala sesuatu demi mencegah hal yang tidak diinginkan. Misalnya, dengan menjaga komunikasi untuk mempererat keharmonisan di dalam kehidupan rumah tangga.

    4. Usia Pernikahan

    Usia pernikahan juga sangat berpengaruh pada keharmonisan rumah tangga. Banyak dari mereka menjadikan usia pernikahan sebagai alasan untuk bercerai di tengah pandemi Covid-19.

    Pada pengantin baru atau yang usia pernikahannya masih muda, kemungkinan akan terkejut dengan perubahan yang terjadi akibat pandemi Covid-19.

    Ikatan pernikahan mereka cenderung lebih mudah goyah karena belum banyaknya pengalaman dalam menghadapi ujian pernikahan.

    Selain itu, tuntutan untuk menjalani gaya hidup sederhana akibat masa krisis sangat bersebrangan dengan kebanyakan visi pasangan baru yang mengacu pada ‘indahnya pernikahan dan kesempurnaan hidup’.

    Akibat dari kenyataan yang tidak sesuai dengan angan-angan tersebutlah, banyak dari mereka yang menyerah dengan kehidupan pernikahannya.

    5. Kesehatan Emosional

    Peningkatan jumlah kasus KDRT saat ini telah dilaporkan semenjak berlakunya kebijakan PSBB, jumlahnya menginjak angka 110 kasus KDRT di Indonesia.

    Salah satu alasan meningkatnya angka KDRT disebabkan oleh bertambahnya berbagai bentuk ketidakberdayaan yang dialami perempuan.

    Sebagian besar juga terjadi karena bertambahnya tuntutan rumah tangga yang dibebankan kepada perempuan, seperti megurus anak dan tugas internal lainnya.

    Baca Juga: 3 Faktor yang Memengaruhi Tingkat Stres Pada Pria dan Wanita

    Selain itu, KDRT yang terjadi bisa juga dipicu oleh kesulitan ekonomi yang kemudian merembet ke beberapa aspek kehidupan rumah tangga.

    Ditambah pula ketika pasangan mulai mempertanyakan kesanggupan dalam menafkahi keluarga, hal ini akan berujung pada pertengkaran karena perekomonian yang tidak kunjung membaik. Sehingga sangat mempengaruhi kesehatan emosional.

    Baik istri maupun suami pasti lama-lama akan merasa lelah dan jenuh dengan konflik yang terjadi setiap harinya. Jika kondisi ini terus diabaikan, hubungan antara suami istri akan semakin merenggang dan menjauh, atau bahkan akan timbul perasaan sudah tidak ada perasaan bahagia ketika bersama.

    Setiap pernikahan sejatinya memang tidak ada yang sempurna dan memiliki masalah merupakan hal yang wajar. Namun, apabila terjadi perubahan kondisi yang mendadak sehingga menimbulkan masalah baru tak terhindarkan dan justru terus berulang setiap harinya.

    Jadi, ada baiknya jika Sahabat Sehat mulai mempertimbangkan dan membuat perencanaan untuk mengantisipasi kemungkinan buruk yang mungkin terjadi dikemudian hari.

    Untuk mengurangi beban pikiran dan mental, Sahabat Sehat bisa mulai mengajak bicara sanak saudara, teman atau sahabat yang dapat dipercaya.

    Baca Juga: Seperti Apa dan Bagaimana Pertolongan Pertama Gangguan Kesehatan Jiwa?

    Namun, jika pada akhirnya merasa belum juga menemukan solusi atas permasalahan yang sedang dihadapi, Sahabat Sehat bisa mengagendakan untuk berkonsultasi dengan psikiater secara daring atau online melalui fasilitas kesehatan yang telah disediakan oleh Prosehat.

    Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

     

    Referensi:

    1. ipb.ac.id. 2021. View of ANALISIS FAKTOR PENYEBAB PERCERAIAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KABUPATEN BANYUMAS. [online] Available at: <https://jurnal.ipb.ac.id/index.php/jikk/article/view/31790/21087> [Accessed 8 April 2021].
    2. BBC News Indonesia. 2021. Mengapa angka perceraian di berbagai negara melonjak saat pandemi Covid-19? – BBC News Indonesia. [online] Available at: <https://www.bbc.com/indonesia/vert-cap-55284729> [Accessed 8 April 2021].
    3. Ramadhi, A., 2021. Perceraian di Masa Pandemi Covid-19 – Love Life –. [online] Love Life. Available at: <https://ilovelife.co.id/blog/perceraian-di-masa-pandemi-covid-19/> [Accessed 8 April 2021].
    Read More
  • Pandemi Covid-19 telah banyak mengubah pola hidup masyarakat secara nyata. Dengan segala upaya, pemerintah telah melakukan pencegahan berkembangnya virus corona ini. Baca Juga: Begini Cara Air Liur Menyebarkan Virus dan Risiko Penyakitnya Salah satu upaya yang sangat mempengaruhi rutinitas kehidupan adalah dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), segala kegiatan menjadi dibatasi dan pemerintah pun mengimbau […]

    7 Tips Mengusir Bosan Selama Pandemi, Apa Saja?

    Pandemi Covid-19 telah banyak mengubah pola hidup masyarakat secara nyata. Dengan segala upaya, pemerintah telah melakukan pencegahan berkembangnya virus corona ini.

    Baca Juga: Begini Cara Air Liur Menyebarkan Virus dan Risiko Penyakitnya

    Salah satu upaya yang sangat mempengaruhi rutinitas kehidupan adalah dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), segala kegiatan menjadi dibatasi dan pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk melakukan segala kegiatan dari dalam rumah.

    mengusir bosan selama pandemi

    Panjangnya masa pemberlakuan PSBB pastinya telah membuat sebagian besar masyarakat menjadi bosan dan jenuh akibat menghabiskan banyak waktu di rumah saja tanpa bebas berpergian.

    Namun, demi keselamatan bersama, tetap berada di rumah saja merupakan tindakan terbaik sebagai pencegahan penyebaran virus corona yang saat ini telah menyandang status pandemi dunia.

    Lantas, bagaimana cara untuk mengusir bosan selama  pandemi? Berikut beberapa tips yang dapat Sahabat Sehat lakukan.

    1. Memasak

    Bagi Sahabat yang berjiwa kreatif dan berkeinginan untuk mencoba hal baru, memasak adalah hal yang tepat untuk dilakukan selama masa pandemi seperti saat ini. Tidak perlu pergi keluar, yang penting selalu ingin menciptakan kreasi makanan dari rumah.

    Hal ini selain dapat menambah kreativitas dan kemampuan memasak, tentunya juga dapat mengusir rasa bosan dan jenuh selama di rumah. Mengajak pasangan atau buah hati untuk memasak bersama akan menambah keseruan dalam menciptakan menu masakan baru untuk keluarga.

    Sahabat dapat memulainya dengan membuat roti panggang, sandwich, salad, ataupun cemilan sehat lainnya. Untuk menghindari kesalahan, bisa juga dengan melihat resep dari buku panduan maupun internet. Jangan lupa untuk menyiapkan bahan-bahan makanan yang lengkap agar kegiatan memasak jadi lebih menyenangkan.

    2. Olahraga di Pagi Hari

    Melakukan olahraga di pagi hari merupakan hal yang baik untuk tubuh, terutama di masa pandemi seperti saat ini. Sahabat dapat melakukan olahraga ringan seperti jalan-jalan keliling kompleks maupun olahraga fisik seperti cardio dan yoga di dalam rumah.

    Tentunya jangan lupa untuk tetap melakukan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) ketika berolahraga di luar rumah. Pastikan juga kondisi tubuh saat berolahraga memang sedang fit agar dapat melakukannya dengan penuh semangat.

    Baca Juga: Hindari Kesalahan Berolahraga Saat Pandemi Corona

    Selain dapat membuat badan menjadi lebih prima, berolahraga di pagi hari juga dapat menghilangkan bosan akibat rutinitas yang begitu-gitu saja di rumah.

    Lebih dari itu, berolahraga secara tidak langsung juga dapat memperbaiki mental, karena paparan sinar matahari pagi dipercaya memiliki khasiat yang baik dalam mengatasi depresi maupun penyakit mental lainnya.

    3. Berkebun

    Pekarangan rumah dapat dimanfaatkan untuk berkebun sekaligus berkreasi bersama pasangan maupun buah hati. Jika tidak memiliki pekarangan di rumah, Sahabat dapat berkreasi menggunakan tanaman di pot.

    Karena berkebun akan menciptakan pengalaman baru yang menyenangkan, serta membuat rumah menjadi lebih asri. Berkebun juga dapat melatih anak untuk belajar bertanggung jawab, mencintai dan menjaga lingkungan, serta mengenal berbagai tumbuh-tumbuhan.

    4. Berkreasi dengan seni

    Melakukan kegiatan seperti menggambar dan mewarnai bersama buah hati akan menjadi hal yang menyenangkan untuk mengusir rasa bosan.

    Kegiatan seperti ini juga dapat mengasah bakat anak dalam berkreasi dengan bentuk dan warna. Selain itu, dengan menggambar dan mewarnai juga dapat membangun rasa percaya diri pada anak, membuatnya senang, dan melatih imajinasnya.

    Bukan hanya menggambar, tapi bisa juga mengajak si kecil untuk bernyanyi, main musik, hingga menari bersama. Kegiatan positif seperti ini akan meningkatkan keterampilan motorik kasar si kecil serta menyeimbangkan koordinasi antara tangan dengan matanya. Selain itu, Sahabat juga dapat memberikan pilihan minat kepada si kecil sejak dini.

    Baca Juga: 3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Selama Pandemi

    5. Movie night

    Akan sangat mengasyikan apabila Sahabat menyempatkan waktu untuk menonton film bersama keluarga. Cukup siapkan proyektor dan layar sederhana untuk menciptakan suasana menonton film seperti sedang di bioskop. Pemilihan film yang akan diputar pun juga tidak kalah penting.

    Izinkan semua orang untuk menulis daftar film pilihannya di selembar kertas, lalu kumpulkan jadi satu di sebuah wadah dan buat pilihan baru di setiap minggu.

    Agar tidak hanya sebatas menonton film, ajaklah pasangan dan buah hati untuk mendiskusikan film tersebut, seperti pesan moral atau pembelajaran apa yang dapat diambil dari film tersebut. Jika ingin suasana lebih seru, bisa juga disertai kuis dengan hadiah yang menarik.

    6. Game night

    Bermain game di gadget tentunya sudah sering dilakukan, atau bahkan sudah ditahap bosan akibat terlalu sering memainkannya di masa pandemi saat ini. Gunakan kesempatan ini untuk bermain bersama keluarga.

    Sahabat dapat mengusulkan permainan yang dapat dilakukan bersama-sama, misalnya seperti permainan congklak, bola bekel, papan monopoli, atau petak umpet.

    Dengan melakukan permainan-permainan tersebut, Sahabat dapat memperkenalkan permainan jaman dulu kepada anak-anak, sembari menceritakan kenangan berharga dimasa lampau.

    7. Lakukan hobi yang tertunda

    Padatnya rutinitas sehari-hari pasti membuat waktu terasa lebih sempit atau bahkan tidak memiliki waktu sama sekali untuk melakukan hobi.

    Nah, panjangnya masa pemberlakuan PSBB tentunya akan membuat bosan karena memiliki banyak waktu dirumah. Hal ini justru dapat dimanfaatkan untuk melakukan kembali hobi yang disenangi, seperti berkebun, memasak, melukis, dan sebagainya. Selain untuk mengusir rasa bosan, Sahabat juga akan merasakan manfaat pada kesehatan fisik maupun mental.

    Demikian beberapa ide kegiatan yang dapat Sahabat Sehat lakukan di rumah untuk mengusir bosan selama pandemi Covid-19. Meskipun merasa jenuh dan bosan,  Sahabat Sehat tetap harus patuhi anjuran pemerintah untuk sebisa mungkin beraktifitas dari rumah.

    Baca Juga: Seperti Apa dan Bagaimana Pertolongan Pertama Gangguan Kesehatan Jiwa?

    Apabila Sahabat ingin berpergian, maka jangan lupa untuk selalu terapkan protokol kesehatan, yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak demi mencegah penyebaran virus Covid-19.

    Apabila memiliki masalah atau pertanyaan mengenai kesehatan mental, Sahabat Sehat dapat langsung berkonsultasi secara daring atau online melalui fasilitas kesehatan yang telah disediakan oleh Prosehat.  Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

      

    Referensi

    1. com. 2021. 9 Aktivitas Penghilang Rasa Bosan Selama di Rumah Aja – Cermati.com. [online] Available at: <https://www.cermati.com/artikel/9-aktivitas-penghilang-rasa-bosan-selama-di-rumah-aja> [Accessed 6 April 2021].
    2. Brownlee, D., 2021. Got Bored Kids? Here Are 20 Fun Activities For A Pandemic Summer. [online] Forbes. Available at: <https://www.forbes.com/sites/danabrownlee/2020/07/14/got-bored-kids-here-are-20-fun-activities-for-a-pandemic-summer/> [Accessed 6 April 2021].
    3. com. 2021. 5 Cara Menghilangkan Rasa Bosan Anak di Rumah saat Pandemi Corona, Patut Dicoba – Tribunnews.com. [online] Available at: <https://www.tribunnews.com/lifestyle/2020/05/01/5-cara-menghilangkan-rasa-bosan-anak-di-rumah-saat-pandemi-corona-patut-dicoba?page=3> [Accessed 6 April 2021].
    Read More
  • Seminggu belakangan ini ramai diberitakan sebuah insiden tabrakan di jalan raya yang melibatkan seorang pengendara mobil dan seorang pengendara motor, dan berakhir dengan adu argumen serta penodongan senjata api oleh pengendara mobil. Hingga kini, belum diketahui alasan yang bersangkutan berani mengeluarkan senjata api yang dapat membahayakan orang lain. Baca Juga: Gangguan Kesehatan Jiwa, dari Penyebab […]

    Mari Simak Cara Jitu Menghadapi Orang Arogan!

    Seminggu belakangan ini ramai diberitakan sebuah insiden tabrakan di jalan raya yang melibatkan seorang pengendara mobil dan seorang pengendara motor, dan berakhir dengan adu argumen serta penodongan senjata api oleh pengendara mobil.

    cara jitu menghadapi orang arogan

    Hingga kini, belum diketahui alasan yang bersangkutan berani mengeluarkan senjata api yang dapat membahayakan orang lain.

    Baca Juga: Gangguan Kesehatan Jiwa, dari Penyebab hingga Cara Mengatasi

    Dalam kehidupan sehari hari, apakah Sahabat Sehat pernah menghadapi orang yang arogan? Mari kita simak ulasan berikut ini.

    Alasan Orang Menjadi Arogan

    Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) arogan diartikan sebagai sikap sombong, congkak, angkuh, mempunyai perasaan superioritas yang diperlihatkan dalam sikap suka memaksa atau pongah.

    Ada beberapa alasan penyebab mengapa seseorang bertingkah arogan. Yang pertama adalah karena merasa lebih baik dari segi kemampuan, kelebihan, atau materi yang dimiliki.

    Yang kedua, karena pengaruh pergaulan dengan komunitas yang sama-sama memiliki karakter arogan. Seseorang yang bertingkah arogan seringkali tidak menyadari bahwa apa yang dilakukannya mengarah pada kesombongan.

    Cara Jitu Menghadapi Orang Arogan

    Berikut beberapa cara yang Sahabat Sehat dapat lakukan untuk menghadapi orang yang arogan :

    Mengutamakan Rasa Kasih

    Sahabat dapat mengutamakan rasa kasih, untuk memberikan kedamaian bagi Sahabat dalam menghadapi orang arogan dan membuat situasi menjadi lebih tenang.

    Baca Juga: Inilah Gejala Kesehatan Mental yang Sering Sahabat Anggap Remeh!

    Menerima Fakta

    Cara selanjutnya, Sahabat harus menerima fakta kalau orang yang dihadapi memiliki sifat sombong dan arogan. Namun, Sahabat tidak perlu merasa minder karena hal tersebut malah akan semakin menambah kesombongan dan arogansi mereka.

    Berkomunikasi Dengan Sopan

    Sahabat Sehat dapat menggunakan kalimat yang sopan saat berkomunikasi dengan orang yang arogan, misalnya: “maaf memotong, tapi..”.

    Jaga Jarak dan Frekuensi Bertemu

    Menjaga jarak dan mengatur frekuensi bertemu, bisa menjadi salah satu cara dalam menghadapi orang arogan. Hal ini dapat membantu Sahabat menghindari debat atau membicarakan hal lain yang dapat memancing arogansi lawan bicara.

    Jangan Terlalu Terikat

    Jangan terlalu terikat dengan orang arogan, sebab hal itu malah dapat menguras energi Sahabat.

    Tidak Menyindir di Media Sosial

    Sebaiknya Sahabat tidak menyindir orang arogan di media sosial, agar tidak menghabiskan waktu dan menghindari debat dengan orang arogan.

    Baca Juga: Waspada Bahaya Narsistik di Media Sosial!

    Nah Sahabat, itulah cara menghadapi orang arogan. Apabila Sahabat ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai kesehatan mental, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Bagaimana Menghadapi Orang Arogan di Dunia Nyata dan di Dunia Maya? [Internet]. KOMPASIANA. 2021 [cited 7 April 2021]. Available from: https://www.kompasiana.com/rintar_sipahutar/5c1742dc43322f57421ef0a4/bagaimana-cara-menghadapi-orang-arogan-di-dunia-maya-dan-di-dunia-nyata?page=all#sectionall
    2. Arogan: cara menghadapi bos, rekan kerja, teman, kenalan yang arogan [Internet]. Limone. 2021 [cited 7 April 2021]. Available from: https://www.limone.id/cara-menghadapi-orang-yang-arogan/
    3. Penyebab Umum Seseorang Menjadi Sombong | Amru [Internet]. Amru. 2021 [cited 7 April 2021]. Available from: https://amru.id/penyebab-umum-seseorang-menjadi-sombong/#:~:text=Banyak%20sekali%20orang%20menjadi%20sombong,menjatuhk
    4. Times I, Wicaksono B. Inilah 7 Cara Tersantai untuk Menghadapi Orang yang Arogan [Internet]. IDN Times. 2021 [cited 7 April 2021]. Available from: https://www.idntimes.com/life/relationship/bayu/cara-menghadapi-orang-yang-arogan/7
    5. detikcom T. Kabar Terbaru Kasus Farid Pengemudi Fortuner ‘Koboi’ Duren Sawit [Internet]. detiknews. 2021 [cited 7 April 2021]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5521396/kabar-terbaru-kasus-farid-pengemudi-fortuner-koboi-duren-sawit/1

     

    Read More
  • Bencana alam kembali melanda Indonesia, kali ini bencana banjir dan longsor melanda Nusa Tenggara Timur tepatnya di Pulau Adonara, Flores Timur. Banjir dan longsor terjadi pada kecamatan Adonara Timur, Ile Boleng, dan Wotan Ulumado. Baca Juga: Bencana Datang, Yuk Persiapkan Tas Siaga Bencana! Hingga Selasa 6 April 2021, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak […]

    Ketahui Manfaat Berdonasi Bagi Kesehatan Mental

    Bencana alam kembali melanda Indonesia, kali ini bencana banjir dan longsor melanda Nusa Tenggara Timur tepatnya di Pulau Adonara, Flores Timur. Banjir dan longsor terjadi pada kecamatan Adonara Timur, Ile Boleng, dan Wotan Ulumado.

    manfaat berdonasi bagi kesehatan mental

    Baca Juga: Bencana Datang, Yuk Persiapkan Tas Siaga Bencana!

    Hingga Selasa 6 April 2021, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 128 orang tewas, 71 orang dinyatakan hilang dan 8.424 orang mengungsi akibat banjir dan longsor yang terjadi pada Minggu, 4 April 2021.

    Pemerintah daerah Flores Timur telah membangun posko bagi para pengungsi di tempat yang dinilai aman. Bencana banjir dan longsor ini tentu saja membutuhkan uluran bantuan dari semua pihak, termasuk Sahabat Sehat.

    Ternyata membantu dan menolong orang melalui kegiatan amal seperti berdonasi maupun menjadi tim relawan, diketahui dapat memberikan berbagai manfaat yang baik bagi kesehatan mental. Apa saja manfaatnya ? Mari simak penjelasan berikut!

    Manfaat Berdonasi Bagi Kesehatan Mental

    Menurunkan Tingkat Stres

    Manfaat pertama yang bisa Sahabat Sehat rasakan dengan melakukan kegiatan sosial adalah menurunnya tingkat stres. Saat membantu orang lain, tubuh secara tidak langsung akan memproduksi hormon endorfin yang memberi efek menenangkan.

    Memperpanjang Usia

    Rupanya membantu orang lain di tengah kesusahan juga dapat memperpanjang usia, hal ini diketahui berdasarkan sebuah penelitian di Swiss yang menyatakan bahwa orang yang merawat orang lain di sekitarnya ternyata memiliki usia yang lebih panjang.

    Hidup Menjadi Lebih Bahagia

    Rasa bahagia juga dapat Sahabat peroleh ketika menolong orang lain. Berdasarkan sebuah penelitian di Amerika Serikat, terdapat 2.000 orang yang menyebut diri mereka sangat bahagia karena telah memberikan bantuan sosial.

    Menurunkan Tekanan Darah

    Membantu orang lain diketahui dapat membantu meringankan penyakit kronis, seperti darah tinggi. Sebuah penelitian menunjukan bahwa orang yang melakukan kegiatan sosial setidaknya 2.000 jam per tahun, mengalami penurunan tekanan darah hingga 40%.

    Baca Juga: Perlu Makan Apa Supaya Tekanan Darah Jadi Normal?

    Hal ini terjadi karena kegiatan sosial yang dilakukan dapat membantu menghilangkan rasa kesepian dan stres, yang sering kali menyertai gangguan tekanan darah tinggi.

    Memperoleh Pengalaman Baru

    Dengan membantu orang lain Sahabat Sehat dapat memperoleh pengalaman baru, menjalin relasi dengan orang lain atau bahkan Sahabat dapat menemukan hobi baru.

    Meningkatkan Rasa Percaya Diri

    Kegiatan beramal dan aktivitas sosial lainnya berdampak baik bagi remaja untuk meningkatkan rasa percaya diri.

    Ternyata menolong orang lain yang sedang dalam kesusahan, baik melalui kegiatan berdonasi ataupun menjadi relawan sangat bermanfaat bagi kesehatan mental selain juga menunjukkan kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan.

    Baca Juga: Inilah Masalah Kesehatan yang Timbul Akibat Gempa Bumi bagi Korban Selamat

    Apabila Sahabat Sehat membutuhkan informasi lebih lanjut perihal kesehatan mental, Sahabat dapat berkonsultasi secara online di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. UPDATE Korban Banjir dan Longsor di Flores Timur, NTT: 62 Warga Ditemukan Meninggal, 4 Masih Dicari [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 6 April 2021]. Available from: https://regional.kompas.com/read/2021/04/05/104115778/update-korban-banjir-dan-longsor-di-flores-timur-ntt-62-warga-ditemukan
    2. Update Banjir NTT: 128 Meninggal, 71 Hilang, 8.424 Mengungsi [Internet]. 2021 [cited 6 April 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210406084138-20-626386/update-banjir-ntt-128-meninggal-71-hilang-8424-mengungsi
    3. 5 Manfaat Tolong Menolong Untuk Kesehatan – WeCare.id [Internet]. WeCare.id. 2021 [cited 6 April 2021]. Available from: https://blog.wecare.id/2020/11/manfaat-tolong-menolong/
    4. Times I. 6 Manfaat Membantu Orang Lain untuk Kesehatan Tubuh [Internet]. IDN Times. 2021 [cited 6 April 2021]. Available from: https://www.idntimes.com/health/fitness/siti-anisah-2/manfaat-membantu-orang-lain-untuk-kesehatan-tubuh-exp-c1c2/6
    Read More
  • Tanggal 2 April setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Autisme Sedunia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan dukungan dari masyarakat atas hak para penderita autisme agar dapat hidup mandiri dan mendapatkan kesetaraan untuk mengakses pendidikan serta pekerjaan. Baca Juga: Mengenai Kesehatan Mental di Indonesia Apa Itu Autisme ? Autisme merupakan kondisi adanya gangguan dalam menjalin hubungan […]

    Hari Autisme Sedunia, Sahabat Kenali Apa Itu Autisme ?

    Tanggal 2 April setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Autisme Sedunia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan dukungan dari masyarakat atas hak para penderita autisme agar dapat hidup mandiri dan mendapatkan kesetaraan untuk mengakses pendidikan serta pekerjaan.

    hari autisme sedunia

    Baca Juga: Mengenai Kesehatan Mental di Indonesia

    Apa Itu Autisme ?

    Autisme merupakan kondisi adanya gangguan dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Istilah autisme diperkenalkan pertama kali oleh Leo Kanner, seorang psikiater dari Harvard pada tahun 1943.

    Autisme dapat dialami siapa saja, baik anak maupun dewasa. Rata-rata autisme dapat dikenali sejak usia dini sekitar usia 2-3 tahun.

    Gejala Autisme

    Autisme dapat ditandai dengan :

    • Tidak peduli terhadap lingkungan sosial
    • Kurang dapat bergaul dalam lingkungan sosial
    • Perkembangan bicara dan kemampuan bahasa yang terlambat

    Gejala yang dialami ini bergantung pada umur, kemampuan berpikir, pengaruh obat, dan faktor lainnya.

    Penyebab Autisme

    Banyak orang menganggap autisme disebabkan oleh rasa malu atau pengaruh pola asuh. Namun berdasarkan penelitian medis, autisme diketahui terjadi karena adanya kelainan dari sistem saraf seperti:

    • Keracunan kehamilan
    • Infeksi pada ibu hamil seperti rubella, dan penyakit CMV (cytomegalovirus)
    • Bayi lahirkekurangan oksigen
    • Gangguan pembentukan otak janin
    • Kelainan metabolisme seperti pada penyakit Addison
    • Kelainan kromosom

     Penanganan Autisme

    Hingga kini belum ada penanganan untuk Autisme, namun penderita autisme dapat menjalani berbagai metode penanganan medis agar dapat beraktivitas seperti orang lain.

    Baca Juga: 14 Masalah Kesehatan Mental Pada Anak

    Sebelum mendiagnosis autisme, perlu dilakukan berbagai pemeriksaan seperti pemeriksaan fisik dan penunjang misalnya CT Scan, maupun EEG.

    Level Kecerdasan Penderita Autisme

    Meskipun dianggap memiliki perilaku yang berbeda, para penderita autisme diketahui memiliki level kecerdasan yang baik. Hal ini berdasarkan hipotesis dari Kanner, seorang psikiater asal AS pada tahun 1943.

    Cara Mencegah Perundungan Bagi Penderita Autisme

    Pengidap autisme seringkali mendapatkan perundungan, karena itu Kementerian Kesehatan berupaya melakukan berbagai pencegahan sebagai berikut:

    • Melakukan upaya promotif dan preventif melalui media komunikasi, informasi dan edukasi, sosialisasi, penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat agar dapat melakukan deteksi dini autisme
    • Melaksanakan pelatihan keterampilan kecakapan hidup bagi guru dan remaja serta pelatihan pola asuh bagi kader dan orang tua
    • Memberdayakan peran keluarga, guru, dan masyarakat untuk mencegah dan mendeteksi dini tanda autisme untuk segera ditindaklanjuti

    Baca Juga: Seperti Apa dan Bagaimana Pertolongan Pertama Gangguan Kesehatan Jiwa?

    Apabila Sahabat Sehat memerlukan info lebih lanjut mengenai Autisme, Sahabat bisa konsultasi secara online dengan para dokter di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Autisme: Ciri-ciri, Penyebab, dan Cara Menangani Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 31 March 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/02/15/150100568/autisme–ciri-ciri-penyebab-dan-cara-menangani?page=all
    2. Hari Peduli Autisme Sedunia 2 April: Melawan Bullying Pengidap GSA – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2021 [cited 31 March 2021]. Available from: https://tirto.id/hari-peduli-autisme-sedunia-2-april-melawan-bullying-pengidap-gsa-gbCb

     

    Read More
  • Setiap tahunnya, tanggal 1 April dirayakan sebagai hari April Mop, yaitu suatu hari yang dimanfaatkan setiap orang untuk berbuat iseng atau membuat lelucon kepada orang lain. Baca Juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi Namun ternyata hal tersebut dapat berdampak bagi kesehatan mental. Apa saja dampak April mop bagi kesehatan mental? Yuk, Sahabat Sehat […]

    Apa Dampak April Mop Bagi Kesehatan Mental?

    Setiap tahunnya, tanggal 1 April dirayakan sebagai hari April Mop, yaitu suatu hari yang dimanfaatkan setiap orang untuk berbuat iseng atau membuat lelucon kepada orang lain.

    dampak April Mop bagi kesehatan mental

    Baca Juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi

    Namun ternyata hal tersebut dapat berdampak bagi kesehatan mental. Apa saja dampak April mop bagi kesehatan mental? Yuk, Sahabat Sehat mari simak penjelasan di bawah ini!

    Dampak April Mop Bagi Kesehatan Mental

    Menganggap Berita Benar Menjadi Hoax

    April Mop identikkan dengan berita tidak benar (hoax), maka segala berita yang ada di tanggal 1 April dianggap bohong meskipun kenyataannya berita tersebut benar.

    Contohnya pada saat Tsunami yang terjadi pada tanggal 1 April 2008 silam di Hawaii, awalnya dianggap hoax oleh banyak orang sehingga diabaikan begitu saja.

    Mengalami Gangguan Cemas

    Seseorang yang sering dijahili selama April Mop, dikhawatirkan dapat mengalami gangguan cemas yang ditandai dengan munculnya rasa cemas yang berlebihan sehingga berdampak pada kondisi emosional dan psikologis.

    Baca Juga: Rendahnya Penanganan Kesehatan Jiwa di Indonesia

    Gejala cemas bervariasi, misalnya keringat berlebihan, nyeri dada hingga sesak napas. Cara untuk mengatasinya cukup mudah, yaitu dengan menenangkan diri dan melakukan aktivitas yang menyenangkan untuk mengalihkan dari rasa cemas.

    Namun, jika gangguan cemas dirasa mengganggu aktivitas sehari hari maka sebaiknya dikonsultasikan lebih lanjut ke dokter.

    Memicu Emosi Berlebihan

    Dampak April Mop bagi kesehatan mental lainnya adalah dapat menimbulkan emosi yang berlebihan. Hal ini dapat terjadi pada orang yang sering menerima kabar bohong pada April Mop.

    Bagaimana Dengan April Mop di Masa Pandemi?

    Menggunakan pandemi Covid-19 sebagai sebuah lelucon dianggap kurang etis dan tidak lucu karena pandemi Covid-19 adalah salah satu tragedi terburuk sepanjang masa yang telah merenggut nyawa hingga puluhan ribu jiwa di seluruh dunia.

    Apabila pandemi digunakan sebagai lelucon, hal ini dapat menyebabkan kebingungan, ketakutan, dan kepanikan, serta memunculkan perselisihan.

    Baca Juga: Infodemik: Pengertian, Dampak, dan Cara Mengatasinya

    Sahabat Sehat sebaiknya tidak menggunakan Covid-19 sebagai sebuah lelucon di hari April Mop dan bijaklah dalam bercanda terutama di masa pandemi.

    Apabila Sahabat ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai kesehatan mental, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Bahaya April Mop [Internet]. MerahPutih. 2021 [cited 31 March 2021]. Available from: https://merahputih.com/post/read/bahayanya-april-mop-untuk-kesehatan-mental
    2. Alasan Tidak Gunakan Tema Virus Corona Sebagai Lelucon April Mop [Internet]. Telkomsel. 2021 [cited 31 March 2021]. Available from: https://www.telkomsel.com/about-us/blogs/alasan-tidak-gunakan-tema-virus-corona-sebagai-lelucon-april-mop
    Read More

Showing 1–10 of 21 results

Chat Asisten ProSehat aja