Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Mental

Showing 1–10 of 48 results

  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica C Pelecehan seksual dapat terjadi pada siapa saja. Baik itu pria maupun wanita. Kejadian tersebut kerap kali menciptakan trauma mendalam. Banyak sekali korban yang tidak tahu bagaimana cara mengatasi trauma tersebut. Alhasil, hidupnya tidak lagi sama seperti sebelum terjadinya kejadian tersebut. Pelaku pelecehan seksual kerap […]

    Yuk Bangkit, Ini Cara Mengatasi Trauma Pelecehan Seksual

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Cara Mengatasi Trauma Pelecehan Seksual Bisa Dilakukan dengan Berkonsultasi pada Dokter

    Cara Mengatasi Trauma Pelecehan Seksual Bisa Dilakukan dengan Berkonsultasi pada Dokter

    Pelecehan seksual dapat terjadi pada siapa saja. Baik itu pria maupun wanita. Kejadian tersebut kerap kali menciptakan trauma mendalam. Banyak sekali korban yang tidak tahu bagaimana cara mengatasi trauma tersebut. Alhasil, hidupnya tidak lagi sama seperti sebelum terjadinya kejadian tersebut.

    Pelaku pelecehan seksual kerap kali tidak menyadari bahwa dirinya telah melakukan pelecehan seksual. Karena pelecehan seksual bukan hanya pemerkosaan namun juga meliputi:

    • Omongan yang menyinggung area tubuh tertentu
    • Sentuhan
    • Penyebaran rumor tentang aktivitas seksual orang lain

    Semua perilaku tersebut dapat terjadi di mana saja. Tempat kerja, sekolah dan kampus, di jalan, moda transportasi, maupun di rumah sendiri.

    Lihat Juga: Cara Mengatasi Pelecehan di Tempat Kerja

    Setidaknya, sebanyak 1 dari 6 wanita dan 1 dari 33 pria melaporkan pernah mengalami percobaan atau telah mendapatkan pelecehan seksual dalam hidup mereka. Korban pelecehan seksual umumnya akan mengalami gangguan psikologis akibat pengalaman traumatis yang dialaminya. Kondisi ini mengacu pada perilaku seksual yang terjadi tanpa persetujuan yang jelas dari korban. Menurut Jaringan Nasional Pemerkosaan, Penyalahgunaan, dan Incest (RAINN), ini meliputi:

    • Percobaan pemerkosaan
    • Memeluk atau sentuhan seksual yang tidak diinginkan 
    • Memaksa korban untuk melakukan tindakan seksual (termasuk oral dan ciuman)
    • Penetrasi ke tubuh korban

    Ingat, bahwa pelecehan seksual tidak hanya berupa paksaan secara fisik, tetapi juga mencangkup manipulasi, paksaan, ancaman, serta situasi dimana seseorang tidak setuju atas perilaku tersebut.

    Pelecehan seksual dapat menyebabkan berbagai efek jangka pendek dan jangka panjang pada kesehatan korbannya. Korban pelecehan seksual umumnya akan menanggung perasaan malu, merasa terisolasi, bingung, kaget, merasa bersalah hingga menyebabkan depresi. Para korban pelecehan seksual berisiko mengalami gangguan kesehatan mental, seperti:

    • Depresi
    • PTSD (Post traumatic Stress Disorder)
    • Gangguan penggunaan narkoba
    • Gangguan makan
    • Gangguan kecemasan

    Pada kasus yang lebih parah, trauma akibat pelecehan seksual ini dapat menyebabkan depresi hingga menimbulkan pikiran untuk bunuh diri. Untuk itu, trauma akibat pelecehan seksual perlu untuk segera diatasi untuk mencegah terjadinya berbagai dampak negatif tersebut.

    Cara Mengatasi Trauma Pelecehan Seksual

    Trauma akibat pelecehan seksual memang dapat dihadapi orang dengan cara yang berbeda-beda. Pada awalnya, korban mungkin akan menyangkal dan berusaha menutupi kejadian tidak menyenangkan tersebut karena malu. Namun seiring waktu kondisi ini akan menimbulkan gejala lain berupa sakit kepala, sulit berkonsentrasi, pelupa, dan tekanan darah tinggi.

    Bagi penyintas pelecehan seksual, reaksi negatif dari keluarga, teman, atau lingkungan sekitar hanya akan memperburuk kondisi kesehatan mental korban. Mulai dari sulit tidur, aktivitas terhambat, sampai tidak bisa menikmati kehidupannya.

    Untuk mengatasi trauma akibat pelecehan seksual di masa lalu, beberapa langkah berikut bisa dilakukan:

    Menjauh dari Pelaku

    Banyak sekali korban pelecehan seksual yang traumanya tidak bisa hilang namun tidak bisa berbuat banyak karena pelaku masih ada di sekitarnya. Misal karena pelaku adalah rekan kerja atau atasan di kantor, atau pelaku adalah tenaga pengajar di tempat korban menuntut ilmu. Trauma dengan kondisi pelaku masih berada dekat dengan korban kerap kali menyebabkan pelaku dapat mengulangi aksinya, dan korban hanya pasrah karena trauma menyebabkan rasa takut untuk menolak.

    Oleh sebab itu, sangat penting untuk mencari cara agar bisa jauh dari pelaku sehingga pemulihan trauma bisa efektif. Misalnya dengan melaporkan pelaku ke pihak berwajib, atau menjauh dari pelaku dengan pindah tempat kerja. Tidak perlu ragu untuk melakukan pelaporan kepada pihak berwajib karena korban justru akan dilindungi.

    Menerima Kenyataan yang Sudah Terjadi

    Langkah pertama dalam mengatasi trauma akibat pelecehan seksual adalah dengan berhenti menyangkal dan menerima kenyataan tersebut. Menerima peristiwa traumatis seperti ini memanglah tidak mudah, oleh sebab itu mintalah bantuan keluarga, teman dekat, atau psikolog untuk mengatasinya.

    Sahabat Sehat juga dapat mencoba melakukan yoga, meditasi, maupun aktivitas lainnya yang dapat menenangkan diri. Berolahraga seperti berenang dan bersepeda santai bisa menjadi pilihan yang tepat untuk menghilangkan rasa trauma tersebut.

    Pahami Bahwa Perjalanan Hidup Masih Panjang

    Kebanyakan korban pelecehan seksual merasa hidupnya sudah berakhir. Padahal tidaklah demikian. Hidup masih panjang. Masih ada kesempatan untuk bisa menjalani hidup yang lebih baik. Namun untuk dapat memahami hal ini, korban harus selalu mendapatkan dukungan dari keluarga. Oleh sebab itu, pengucilan terhadap korban kekerasan dan pelecehan seksual adalah hal yang tidak boleh dilakukan.

    Untuk memahami bahwa perjalanan hidup masih panjang bisa dilakukan dengan membaca biografi dan pengalaman hidup yang dibagikan oleh orang-orang sukses yang dahulu juga pernah mengalami pelecehan seksual. Pengalaman hidup mereka dapat dijadikan motivasi untuk bangkit dan untuk memahami apa yang menyebabkan mereka bisa bangkit dari sesuatu yang memang dapat menimbulkan trauma mendalam tersebut.

    Bercerita Kepada Orang Lain atau Pada Buku Harian

    Carilah anggota keluarga, teman dekat, atau siapapun yang dapat dipercaya untuk berbagi cerita tentang peristiwa pelecehan seksual yang dialami. Meski tidak selalu memperoleh solusi, namun bercerita dapat meringankan beban yang Sahabat Sehat derita. Bergabung dengan kelompok orang yang yang pernah mengalami kondisi serupa sehingga Sahabat Sehat dapat berbagi cerita.

    Meluapkan amarah dan emosi yang dipendam dengan menuliskannya di buku harian dapat dicoba untuk mengatasi trauma karena pelecehan seksual. Meski tidak bisa mendapatkan feedback ataupun solusi seperti bercerita kepada orang lain, tetapi Sahabat Sehat dapat menuangkan isi hati dan semua perasaan yang dipendam tanpa harus menimbang perlu atau tidaknya untuk diceritakan.

    Aktif Kegiatan Sosial

    Jangan pernah mencoba untuk mengisolasi atau menutup diri. Tetap aktif secara sosial dengan selalu terhubung dengan lingkungan sekitar akan membantu Sahabat Sehat terhindar dari pikiran-pikiran negatif yang mungkin muncul akibat peristiwa buruk tersebut, misalnya dengan mengikuti kegiatan sosial. Aktivitas relawan ini juga telah terbukti dapat meredakan stres dan rasa sakit yang diderita.

    Berhenti Menyalahkan Diri Sendiri

    Cara mengatasi trauma pelecehan seksual selanjutnya adalah dengan berhenti menyalahkan diri sendiri. Rasa bersalah dan menyalahkan diri sendiri menjadi gangguan psikologis yang paling sering terjadi pada korban pelecehan seksual. Entah menyalahkan diri sendiri sebagai penyebab pelecehan seksual karena memakai baju yang ketat atau memakai rok yang terlalu mini. Padahal orang yang berpakaian tertutup sekalipun juga sering mendapatkan perlakuan yang serupa. Oleh karena itu, berhentilah menyalahkan diri sendiri.

    Masyarakat dan orang di sekitar korban juga diharapkan dapat berhenti menyalahkan korban. Karena masalah utama di kasus pelecehan seksual adalah pelaku yang tidak dapat mengontrol dirinya dengan baik.

    Gunakan Bantuan Ahli

    Jangan malu dan takut untuk menggunakan bantuan tenaga ahli seperti psikolog maupun psikiater. Bimbingan dari ahli akan membantu meredakan dan bahkan menghilangkan trauma yang pernah dialami. Hindari mengkonsumsi obat-obatan anti depresi tanpa resep dan pengawasan dari dokter. Penggunaan obat anti depresi tanpa pengawasan dokter dapat memperburuk keadaan dan dapat menyebabkan kondisi ketergantungan.

    Kapan harus menggunakan bantuan ahli? Apapun kondisinya, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli yang dapat membantu menangani trauma tersebut. Apalagi jika diketahui trauma tersebut menyebabkan terjadinya phobia tertentu.

    Nah Sahabat Sehat, itulah tips mengenai cara mengatasi trauma pelecehan seksual sehingga bisa bangkit dan menjalani hidup seperti sedia kala. Jika Sahabat Sehat membutuhkan konsultasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya klik http://www.prosehat.com/wa atau hubungi melalui nomor 08111816800.

    Referensi:

    1. Good Therapy. The Mental Health Effects of Sexual Assault and Abuse – Recovery from Sexual Assault
    2. Washington University in St Louis. Rape Trauma Syndrome – Students
    3. Mental Health America. Sexual Assault and Mental Health
    4. Government of Western Australia. Recovering from Sexual Assault
    5. Verywell Mind. 7 Tips for Healing From a Sexual Harassment Experience at Work
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica C Kebahagiaan istri menjadi tanggung jawab seorang suami. Namun cukup banyak faktor yang dapat menjadi penyebab istri stres dan depresi. Beberapa faktor tersebut nyatanya tidak disadari oleh pihak suami maupun pihak istri. Banyak orang menganggap bahwa menjadi seorang ibu rumah tangga adalah hal yang mudah. […]

    Penyebab Istri Stres Saat Harus Menjadi Ibu Rumah Tangga

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

     Mengerjakan Semua Urusan Rumah Tangga Seorang Diri Kerap Jadi Penyebab Istri Stres

    Mengerjakan Semua Urusan Rumah Tangga Seorang Diri Kerap Jadi Penyebab Istri Stres

    Kebahagiaan istri menjadi tanggung jawab seorang suami. Namun cukup banyak faktor yang dapat menjadi penyebab istri stres dan depresi. Beberapa faktor tersebut nyatanya tidak disadari oleh pihak suami maupun pihak istri.

    Banyak orang menganggap bahwa menjadi seorang ibu rumah tangga adalah hal yang mudah. Namun sesungguhnya seorang istri, khususnya yang menjadi ibu rumah tangga sangat rentan stres.

    Penyebab Istri Stres

    Stres adalah suatu respon alami tubuh terhadap sebuah peristiwa atau rutinitas sehari-hari dalam hidup seseorang. Meski dapat memberikan pengaruh positif seperti mengarahkan seseorang dalam mencapai tujuan hidup, tetapi disisi lain stres juga dapat memberi dampak buruk bagi kesehatan fisik dan jiwa.

    Beberapa dampak buruk istri yang mengalami stres seperti kenaikan berat badan dan depresi. Bahkan, pada kondisi yang sudah kronis, penyakit akibat stres akan sulit diatasi dan dapat memakan korban jiwa.

    Seorang istri memiliki peran yang sangat penting dalam keluarga. Selain harus menjaga kesehatan fisik dirinya sendiri, seorang istri juga dituntut untuk memiliki kesehatan mental yang optimal. Apalagi jika sudah dikaruniai anak.

    Sementara itu, ada banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan kesehatan mental pada ibu rumah tangga, mulai dari kondisi psikologi, biologi, hingga sosial. Adapun faktor yang menjadi penyebab istri stres, terutama saat menjadi ibu rumah tangga antara lain:

    Aktivitas Fisik Terus Menerus

    Seringkali istri harus melakukan berbagai pekerjaan rumah tangga seorang diri. Mulai dari mengurus orang-orang rumah, memasak, mengurus anak, berbelanja, dan membersihkan rumah. Kegiatan tersebut menjadi kegiatan fisik yang dilakukan seorang ibu setiap harinya.

    Pekerjaan ini pun juga seringkali dilakukan bersamaan, seperti memasak sambil menggendong anak atau berbelanja sambil mengasuh anak. Akibat kondisi fisik yang kelelahan, ibu rumah tangga rentan dilanda stres terlebih saat mereka tidak memiliki jadwal tetap dalam melakukan pekerjaan rumah tangga. Kelelahan fisik terus menerus akhirnya dapat menyebabkan rasa lelah yang akhirnya berubah jadi rasa bosan dan stres.

    Banyak Beban Pikiran

    Dalam melakukan pekerjaannya, seorang ibu juga perlu berpikir. Misalnya seperti memikirkan solusi atas permasalahan yang dialami anak, memikirkan menu makan keluarga setiap hari, hingga menghitung pemasukan dan pengeluaran rumah tangga. Kondisi ini akan semakin menambah beban pikiran seorang istri ketika memiliki masalah keuangan dalam rumah tangganya. 

    Aktivitas mental yang sedemikian rupa dapat membuat psikologis merasa kelelahan dan akhirnya mengganggu konsentrasinya dalam mengurus segala kebutuhan rumah tangga. Selain itu, kondisi ini juga akan berdampak buruk pada kestabilan emosi sehingga menyebabkan stres.

    Tidak Ada Waktu untuk Diri Sendiri

    Dengan setumpuk pekerjaan yang harus dikerjakan setiap harinya, membuat ibu rumah tangga kesulitan meluangkan waktu untuk dirinya sendiri. Hampir seluruh waktu habis  untuk memenuhi kebutuhan anak dan keluarga sehingga seorang istri yang mengurus rumah kerap melupakan kebutuhan dirinya sendiri. Bahkan jikapun ingat, seorang istri tidak memiliki waktu untuk hal tersebut.

    Menurut seorang psikoterapis dari Chicago, Cherilynn Veland, mengungkapkan bahwa saat seseorang tidak mampu meluangkan waktu untuk dirinya sendiri, seperti sekedar beristirahat, bersantai, atau menyegarkan diri, maka akan memicu terjadinya hal-hal buruk pada dirinya, seperti stres dan depresi. 

    Tidak Mendapat Pengakuan

    Saat ini, ada banyak sekali wanita yang telah menikah dan memiliki anak namun tetap bekerja di luar rumah sebagai seorang pekerja kantoran. Akibatnya sejumlah wanita menjadi salah paham dan berpikir bahwa menjadi ibu rumah tangga bukanlah suatu pekerjaan yang dapat diakui masyarakat. Dengan adanya pemikiran tersebut, akhirnya membuat banyak ibu rumah tangga stres karena merasa dirinya terisolasi di rumah dan merasa kesepian.

    Selain itu, pekerjaan berat sebagai ibu rumah tangga kerap tidak mendapat pujian dari pihak suami. Hal ini tentunya membuat rasa frustasi karena tidak adanya pengakuan dan bentuk penghargaan atas semua rasa lelah selama ini.

    Merasa Dihakimi

    Ibu rumah tangga dituntut untuk menangani segala urusan keluarganya. Banyak tanggung jawab yang harus dilakukan. Sayangnya banyak kasus dimana istri dihakimi oleh suami ketika suami merasa ada yang kurang pada kondisi rumah. Misal menyudutkan istri karena merasa makanan kurang enak, marah-marah karena tidak tahu dimana letak suatu barang, atau karena ada bagian rumah yang kotor. Dengan adanya kejadian seperti itu, tidak jarang dapat menjadi penyebab istri stres.

    Memiliki peran sebagai ibu rumah tangga bukanlah yang hal yang mudah. Ada sejumlah yang pekerjaan yang harus dilakukan ibu rumah tangga dengan tanggung jawab yang besar. Dengan memahami berbagai faktor pemicu diatas, alangkah baiknya jika mulai dari sekarang ibu rumah tangga mulai meluangkan waktu untuk diri sendiri agar terhindar dari stres. Selain itu, bercerita atau mendiskusikan masalah yang sedang dihadapi dengan pasangan juga akan membantu ibu memecahkan masalah penyebab stres.

    Referensi:

    1. Exploring your mind. The Stress of Being a Housewife [Internet]. USA : Exploring Your Mind; [cited 2021 Nov 23].
    2. Cleveland Clinic. Women and Stress [Internet]. USA : Cleveland Clinic; [cited 2021 Nov 23].
    3. Apreviadizy P, Puspitacandri A. Perbedaan Stres Ditinjau dari Ibu bekerja dan Ibu Tidak Bekerja [Internet]. Indonesia : Universitas Merdeka Malang; [cited 2021 Nov 23].
    4. HuffPost. 7 Reasons Your Wife Is Stressed Out All The Time [Internet]. USA : HuffPost; [cited 2021 Nov 23].
    5. Psychology Today. Why Women Need More Me-Time – and How They Can Claim It [Internet]. USA : Psychology Today; [cited 2021 Nov 23].
    Read More
  • Beragam jenis halusinasi dapat terjadi. Beda penyebab, beda juga bentuk halusinasi yang dialami oleh seseorang. Solusinya juga berbeda. Oleh sebab itu, bagi orang yang sering mengalami halusinasi, atau bagi Sahabat Sehat yang memiliki sanak saudara dengan gejala sering berhalusinasi, penting untuk mencari tahu jenis halusinasi yang dialami. Dengan mengetahui jenis halusinasi yang dialami, akan lebih […]

    7 Jenis dan Bentuk Halusinasi yang Paling Sering Terjadi

    Seorang Pria dengan Jenis Halusinasi Visual Sehingga Tidak Mengenali Bayangannya Sendiri

    Seorang Pria dengan Jenis Halusinasi Visual Sehingga Tidak Mengenali Bayangannya Sendiri

    Beragam jenis halusinasi dapat terjadi. Beda penyebab, beda juga bentuk halusinasi yang dialami oleh seseorang. Solusinya juga berbeda. Oleh sebab itu, bagi orang yang sering mengalami halusinasi, atau bagi Sahabat Sehat yang memiliki sanak saudara dengan gejala sering berhalusinasi, penting untuk mencari tahu jenis halusinasi yang dialami.

    Dengan mengetahui jenis halusinasi yang dialami, akan lebih mudah menentukan penyebab munculnya masalah. Serta dapat menentukan penanganan terbaik yang perlu dilakukan.

    Jenis Halusinasi

    Setidaknya ada 7 bentuk atau jenis halusinasi yang kerap ditemukan terjadi. Berdasarkan ciri dan penyebabnya, jenis halusinasi yang umum terjadi antara lain:

    Halusinasi Visual

    Melibatkan penglihatan yang membuat Anda melihat hal-hal yang tidak ada. Hal yang dilihat biasanya dapat berupa objek, pola visual, orang atau cahaya.

    Pada penderita jenis halusinasi visual, penyebabnya biasanya karena konsumsi alkohol. Bisa juga karena penggunaan narkoba. Beberapa kasus halusinasi visual juga ditemukan pada orang yang memiliki masalah kejiwaan serta mereka yang memiliki masalah pada penglihatannya.

    Halusinasi Olfaktori

    Melibatkan indera penciuman yang membuat Anda mungkin merasa tubuh Anda berbau tak sedap, padahal tidak. Halusinasi jenis ini juga dapat mencangkup aroma yang mungkin Anda sukai, seperti aroma bunga.

    Parosmia adalah masalah pada indera penciuman yang kini kerap ditemukan pada penyintas Covid-19. Parosmia menjadi salah satu penyebab terjadinya halusinasi olfaktori. Selain tentunya karena adanya masalah kejiwaan, phobia, OCD, ataupun adanya masalah lain pada indera penciuman.

    Halusinasi Gustatorik

    Mirip dengan halusinasi penciuman. Namun, halusinasi ini melibatkan indera perasa, seperti perasaan aneh atau tidak menyenangkan saat mengecap sesuatu. Halusinasi gustatorik sering kali muncul dengan rasa logam, dan ini adalah gejala yang relatif umum dialami oleh penderita epilepsi.

    Halusinasi gustatorik memang kerap ditemukan pada penderita epilepsi. Namun kasus halusinasi inipun kerap ditemukan pada orang sehat karena misalnya terlalu sering mengkonsumsi suatu rasa dalam jangka waktu lama. Akibatnya rasa tersebut muncul kembali saat sedang mengkonsumsi makanan yang rasanya sebenarnya sangat berbeda.

    Halusinasi Auditori

    Adalah salah satu jenis halusinasi yang paling umum. Misalnya, Anda mungkin mendengar seseorang memanggil atau berbicara pada Anda, padahal tidak. Suara ini biasanya akan muncul seperti kemarahan, netral, atau hangat.

    Penyebab halusinasi auditori biasanya adalah karena seseorang seringkali tidak fokus dan banyak memikirkan hal lain. Bisa juga terjadi pada seseorang yang mengalami masalah pada pendengaran. Namun adanya trauma juga dapat membuat seseorang mengalami halusinasi ini. Seseorang yang memiliki bakat bermusik juga kerap mengalami halusinasi auditori dimana otak dapat membuat seolah-olah mendengar musik yang terasa begitu nyata.

    Halusinasi Taktil

    Melibatkan perasaan sentuhan atau gerakan di dalam tubuh Anda. Misalnya Anda mungkin seperti merasa bahwa ada serangga yang merayap di kulit atau organ dalam Anda terasa bergerak. Anda mungkin juga dapat merasakan seperti ada sentuhan imajinasi tangan seseorang di tubuh Anda.

    Berdasarkan beberapa penelitian, para ahli memiliki pendapat bahwa halusinasi taktil terjadi karena aktivitas listrik yang tidak normal di area tertentu pada otak. Aktivitas listrik yang tidak normal ini terjadi karena faktor seperti masalah kesehatan, konsumsi obat-obatan neurologis, penyakit mental, konsumsi alkohol berlebihan, serta adanya penyakit skizofenia, parkinson, dan alzheimer.

    Halusinasi Temporer

    Kondisi ini biasanya dialami oleh seseorang yang baru saja kehilangan orang terdekatnya, seperti putus hubungan atau meninggal dunia. Mereka mungkin akan mendengar suara atau melihat orang terdekatnya untuk sesaat. Halusinasi jenis ini dapat hilang dengan sendirinya saat rasa sakit akibat kehilangan mereda.

    Penderita sebaiknya terus mendapatkan pendampingan karena seringkali terjadi kasus penderita merasa mendapatkan perintah untuk melakukan hal-hal yang tidak semestinya. Penanganan antara dokter, peran keluarga, dan ahli keagamaan diperlukan untuk membantu memberikan pertolongan pada penderita. Terutama jika gejala halusinasi temporer tidak juga sembuh.

    Halusinasi Somatik

    Ini mengacu pada saat seseorang mengalami perasaan tubuh mereka merasakan nyeri yang parah, misalnya merasa tubunya mengalami mutilasi atau pergeseran sendi. Pasien jenis halusinasi somatik juga bisa mengalami perasaan mendapat penyerangan oleh hewan pada tubuh mereka, seperti ular merayap ke dalam perut.

    Halusinasi somatik terlihat sama seperti halusinasi taktil. Namun sebenarnya berbeda. Pada halusinasi taktil, penderita merasakan adanya sesuatu di dalam tubuhnya yang merayap, menyentuh, ataupun mengganggu penderita. Namun pada halusinasi somatik, gangguan halusinasi menyebabkan penderita seolah merasakan rasa sakit yang sebenarnya tidak ada.

    Penyebab halusinasi somatik bisa terjadi karena adanya masalah kesehatan medis, penggunaan obat-obatan, maupun karena konsumsi alkohol.

    Lihat Juga: 10 Penyebab Utama Seseorang Sering Mengalami Halusinasi

    Itulah beberapa bentuk dan jenis halusinasi yang kerap ditemukan. Jika kondisi halusinasi semakin sering terjadi, semakin sulit terkontrol, atau semakin sulit dibedakan mana halusinasi mana kenyataan, pastikan untuk segera menghubungi dokter. Penanganan dini akan sangat membantu proses penyembuhan

    Referensi: 

    1. nhs.uk. Hallucinations and hearing voices.
    2. WebMD. Hallucinations.
    3. Healthline. 2021. About Hallucinations.
    Read More
  • Sangat banyak penyebab seseorang mengalami halusinasi. Mulai dari masalah mental, cidera kepala, hingga pengaruh makanan dan obat. Celakanya ada yang berpikir halusinasi tersebut sebagai bisikan ghaib. Alhasil, halusinasi tersebut membawa celaka pada diri sendiri maupun pada orang lain. Berdasarkan penelitian, 1 dari 10 orang pasti pernah mengalami halusinasi. Oleh sebab itu, sangat penting memahami faktor […]

    10 Penyebab Utama Seseorang Sering Mengalami Halusinasi

    Penyebab Halusinasi pada Diri Seseorang Perlu Segera Mendapat Penanganan Sebelum Menjadi Kegilaan

    Sangat banyak penyebab seseorang mengalami halusinasi. Mulai dari masalah mental, cidera kepala, hingga pengaruh makanan dan obat. Celakanya ada yang berpikir halusinasi tersebut sebagai bisikan ghaib. Alhasil, halusinasi tersebut membawa celaka pada diri sendiri maupun pada orang lain.

    Berdasarkan penelitian, 1 dari 10 orang pasti pernah mengalami halusinasi. Oleh sebab itu, sangat penting memahami faktor yang dapat menyebabkan seseorang dapat berhalusinasi. Dengan demikian, pertolongan yang tepat bisa diberikan berdasarkan faktor penyebabnya.

    Penyebab Halusinasi

    Penderita halusinasi kerap meyakini bahwa apa yang mereka alami adalah hal yang nyata, sehingga sering kali menyebabkan masalah di kehidupan sehari-harinya. Orang yang sedang mengalami halusinasi mungkin seolah mendengar suara tidak dapat didengar oleh orang lain yang berada diruangan yang sama, atau melihat gambar yang tidak nyata. Seringkali suara-suara tersebut memberikan perintah untuk melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak boleh dilakukan.

    Ada beberapa penyebab halusinasi dapat terjadi, diantaranya adalah:

    Kondisi Kesehatan Mental

    Penyakit mental merupakan salah satu penyebab halusinasi yang paling umum terjadi. Beberapa contohnya adalah skizofrenia, demensia, dan delirium. Selain itu, phobia berlebihan juga dapat menyebabkan seseorang mengalami halusinasi berlebihan.

    Minuman Beralkohol

    Halusinasi akibat penggunaan zat biasanya akan mengalami melihat atau mendengar hal-hal yang tidak biasa setelah minum terlalu banyak alkohol. Bisa juga terjadi ketika seseorang mengkonsumsi obat-obatan seperti kokain maupun jamur yang memiliki efek halusinogen. 

    Kurang Tidur

    Seseorang yang tidak tidur dalam beberapa hari atau tidak memiliki waktu tidur yang cukup dalam jangka waktu yang lama cenderung lebih rentan terhadap halusinasi. Halusinasi akibat kurang tidur terbagi menjadi dua, yakni halusinasi hypnagogic yang biasanya terjadi tepat sebelum tertidur, dan halusinasi hypnopompic yang terjadi tepat sebelum bangun dari tidur. 

    Migrain

    Tak seperti sakit kepala lainnya, setidaknya sekitar sepertiga orang yang mengalami sakit kepala jenis ini akan mengalami halusinasi visual. Halusinasi akibat migrain biasanya menyebabkan seseorang seperti melihat cahaya bulan sabit warna-warni.

    Obat-Obatan Tertentu

    Ada sejumlah obat-obatan tertentu yang jika dikonsumsi untuk kondisi kesehatan mental dan fisik dapat menyebabkan halusinasi. Obat epilepsi dan psikosis terkadang juga dapat menimbulkan gejala halusinasi. Selain itu, obat halusinogen seperti LSD dan PCP juga dapat menyebabkan seseorang berhalusinasi.

    Sindrom Charles Bonnet

    Kondisi ini biasanya akan menimbulkan masalah pada penglihatan, seperti glaucoma, degenerasi makula, atau katarak, sehingga penderitanya akan berhalusinasi melihat sesuatu. Pada awalnya, penderita sindrom ini mungkin tidak menyadari bahwa apa yang dialaminya adalah sebuah halusinasi. Namun pada akhirnya, mereka akan menyadari dengan sendirinya bahwa apa yang ia alami tersebut tidaklah nyata.

    Epilepsi

    Penyebab halusinasi juga bisa terjadi karena seseorang menderita epilepsi. Epilepsi yang disertai kejang biasanya akan lebih mudah membuat penderitanya untuk berhalusinasi. Jenis halusinasi yang dialami pun tergantung pada bagian otak mana yang mengalami kejang. 

    Tumor Otak

    Tumor otak juga dapat memicu berbagai jenis halusinasi. Jika berada di area yang berhubungan dengan penglihatan, penderitanya mungkin akan berhalusinasi melihat hal-hal yang tidak nyata. Penderita tumor otak juga mungkin akan melihat bintik atau bentuk cahaya. Selain itu, adanya tumor di sejumlah bagian otak juga akan memicu timbulnya halusinasi pada indera penciuman dan perasa.

    Cidera pada Kepala

    Seseorang yang mengalami cidera pada kepala bisa jadi ada organ di otak yang mengalami masalah. Adanya masalah di otak dapat memicu otak untuk memperlihatkan hal yang sebenarnya tidak ada. Oleh sebab itu, seseorang dengan cidera kepala perlu mendapatkan perhatian dan pengawsan untuk melihat apakah cidera kepala memberikan pengaruh pada kondisi kesehatan.

    Kondisi Lainnya

    Sebenarnya masih banyak faktor lain yang menyebabkan seseorang berhalusinasi. Kondisi lain tersebut misalnya:

    • Demam tinggi pada anak-anak dan lansia
    • Adanya isolasi sosial
    • Migrain yang berkepanjangan
    • Pernah mengalami kejang-kejang
    • Masalah pada indera pendengaran
    • Masalah pada indera penglihatan
    • Penyakit HIV Stadium 3 (Aids)
    • Kanker otak, gagal ginjal, maupun liver
    • Asam basa di tubuh yang tidak normal
    • Gangguan elektrolit karena hyponatremia
    • Gangguan elektrolit hypomangesemia

    Itulah beberapa faktor utama yang menjadi penyebab halusinasi pada diri seseorang. Jika merasa sering mengalami halusinasi, jangan ragu untuk mencari pertolongan medis dengan menghubungi dokter agar bisa diberikan pertolongan.

    Referensi: 

    1. nhs.uk. Hallucinations and hearing voices.
    2. WebMD. Hallucinations.
    3. Healthline. 2021. About Hallucinations.
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica C Banyak manfaat pergi berlibur bagi kesehatan mental. Hal ini berdasarkan studi yang telah dilakukan American Psychological Association. Oleh sebab itu, jika memang merasa sedang memiliki masalah, memilih bersantai sejenak dengan liburan merupakan pilihan yang tepat. Masalah mental yang sedang dialami saat ini dapat mempengaruhi […]

    Manfaat Pergi Berlibur Menurut Para Ahli Kesehatan Mental

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Manfaat Pergi Berlibur untuk Pemulihan Mental akan Sangat Terasa saat Bepergian ke Tempat yang Menenangkan

    Banyak manfaat pergi berlibur bagi kesehatan mental. Hal ini berdasarkan studi yang telah dilakukan American Psychological Association. Oleh sebab itu, jika memang merasa sedang memiliki masalah, memilih bersantai sejenak dengan liburan merupakan pilihan yang tepat.

    Masalah mental yang sedang dialami saat ini dapat mempengaruhi produktivitas kerja. Oleh sebab itu, masalah mental perlu diselesaikan. Misalnya dengan berlibur. Harapannya, berlibur dapat membuat otak kembali segar sehingga kinerja Sahabat Sehat akan jauh lebih baik.

    Manfaat Pergi Berlibur Bagi Kesehatan Mental

    Kesehatan mental sangat penting. Membiarkan masalah mental seperti stres terus hinggap dapat menyebabkan tubuh mengeluarkan lebih banyak hormon yang kurang baik. Sebaliknya, berdasarkan penelitian, pergi jalan-jalan atau berlibur dapat memberikan banyak manfaat seperti:

    Meningkatkan Rasa Percaya Diri

    Saat berlibur, Sahabat Sehat mungkin akan mengalami beberapa hal yang mungkin mengharuskan Sahabat Sehat keluar dari zona nyaman terutama ketika mengunjungi tempat baru yang sebelumnya belum pernah disinggahi.

    Berada di lingkungan baru adalah cara yang  bagus dalam mengatasi ketakutan atau mempelajari keterampilan baru sehingga akan memberi rasa puas atas pencapaian luar biasa setelahnya. Ini akan membantu Sahabat Sehat meningkatkan kepercayaan diri.

    Memperbaiki Suasana Hati

    Manfaat lain dari jalan-jalan yaitu memperbaiki suasana hati. Selama bepergian, Sahabat Sehat  dapat mengisi waktu dengan aktivitas yang disukai. Misalnya dengan mendaki gunung, berwisata ke pantai, atau bahkan hanya sekedar berjalan-jalan di taman. 

    Mengurangi Stres dan Kecemasan

    Salah satu manfaat psikologis lain yang luar biasa dari bepergian adalah membantu mengatasi tingkat stres dan kecemasan. Menurut Brain & Behavior Research Foundation, diketahui bahwa liburan dapat mengurangi stres dan menjauhkan orang dari lingkungan atau aktivitas yang berkaitan dengan stres. 

    Membantu Agar Tetap Aktif dan Bahagia

    Ada berbagai jenis liburan yang dapat mendorong Anda untuk tetap aktif secara fisik, sebagai contoh berjalan-jalan mengelilingi kota, bersepeda, ataupun berenang di pantai. Harvard Medical School mengungkapkan bahwa aktivitas fisik mampu mengurangi hormon stres seperti adrenalin dan kortisol, serta meningkatkan produksi endorphin atau yang dikenal sebagai hormon bahagia karena dapat menimbulkan perasaan senang dan positif. 

    Mendapatkan Istirahat dan Relaksasi yang Lebih Berkualitas

    Rutinitas sehari-hari dengan setumpuk pekerjaan tentunya dapat memicu depresi dan stres. Oleh sebab itu, mengambil waktu untuk berlibur sangat penting untuk meluangkan waktu untuk mengistirahatkan tubuh dan memulihkan tenaga. Bepergian adalah cara terbaik untuk meninggalkan kesibukan kehidupan sehari-hari.

    Meningkatkan Kreativitas

    Banyak orang yang sebenarnya kreatif dan mampu menelurkan ide-ide segar. Sayangnya, rasa stres menjadikan ide kreatif hilang. Oleh sebab itu, banyak orang yang habis berlibur merasakan kreatifitasnya kembali ke puncaknya. Oleh sebab itu, orang-orang di industri kreatif perlu berlibur agar mendapatkan ide-ide segar, dan mengembalikan kemampuan otak untuk mengolah ide-ide segar.

    Membuat Hubungan yang Lebih Baik dengan Pasangan

    Berlibur dengan pasangan dapat mempererat hubungan. Jika memang sedang ada masalah dengan pasangan, mengajak pasangan berlibur dapat menjadikan masalah antar pasangan menjadi berkurang, bahkan hilang. Tentunya manfaat pergi berlibur ini dapat dirasakan jika pergi ke tempat yang romantis ataupun tempat yang memiliki wahana bermain bersama dengan pasangan.

    Membantu Menemukan Resolusi Baru

    Berdasarkan beberapa penelitian, dikatakan bahwa setelah berlibur seseorang biasanya menemukan resolusi baru dalam hidupnya. Misal apa goal dalam hidupnya dalam 5 tahun kedepan. Ataupun dapat menentukan sikap terhadap pilihan hidup. Misal saat bimbang memilih resign atau tetap bekarja di suatu tempat. Setelah berlibur seseorang akan mampu lebih mantap dalam menentukan pilihan.

    Salah satu tujuan utama berlibur adalah untuk memperoleh kenangan sejenak, baik untuk fisik maupun mental. Namun sayangnya, kebanyakan dari kita justru cenderung tidak menjaga kesehatan tubuh dan tidak dapat mengelola stress secara maksimal saat berlibur. Lakukan berbagai tips berikut sebagai persiapan agar tubuh tetap fit selama berlibur:

    • Rencanakan waktu dan transportasi yang akan digunakan. Hal ini dapat membantu Sahabat Sehat menyiapkan kebutuhan selama di perjalanan. Pilih moda transportasi yang nyaman untuk seluruh anggota keluarga yang ikut berlibur.
    • Perbaiki kualitas dan kuantitas tidur yang cukup. Pola tidur malam yang sehat dan cukup dapat meminimalisir rasa lelah. Selain itu, Sahabat Sehat dianjurkan untuk menghindari asupan kafein berlebihan. 
    • Tetap aktif bergerak. Terjebak di dalam transportasi dengan perjalanan yang jauh dapat membuat ruang gerak Sahabat Sehat terbatasi. Oleh karena itu, sebelum hari H keberangkatan usahakan untuk banyak bergerak, seperti stretching atau berjalan-jalan ringan. Hal ini dilakukan untuk menjaga agar tubuh tetap rileks dan berenergi.
    • Cukupi asupan nutrisi. Saat berlibur, tenaga Anda tentunya akan lebih terkuras dibanding ketika melakukan aktivitas sehari-hari. Oleh karenanya, sesuaikan kebutuhan kalori dengan asupan karbohidrat dan lemak dengan aktivitas yang mungkin dilakukan selama berlibur. Namun batasi konsumsi makanan yang tinggi karbohidrat dan lemak jika Sahabat Sehat melakukan aktivitas sedentari, seperti duduk dan tidur. 
    • Kurangi kontak dengan rutinitas. Batasi penggunaan gadget dan barang elektronik, serta aktivitas yang biasa dilakukan saat bekerja. Upaya ini dilakukan agar Sahabat Sehat tetap rileks tanpa mencemaskan pekerjaan. 

    Mau pergi berlibur? Lihat Juga: 5 Jenis Vaksin Travel

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai manfaat pergi berlibur atau jalan-jalan bagi kesehatan mental. Jika Sahabat Sehat memerlukan produk kesehatan, P3K, maupun vaksinasi sebagai persiapan sebelum berlibur maka segera manfaatkan layanan Prosehat dan Klinik Kasih. Dapatkan sekarang juga: Perlengkapan P3K untuk berlibur

    Referensi:

    • WebMD. How Travel Affects Mental Health [Internet]. USA : WebMD.
    • Nazish N. Five Reasons Why Travel Is Good For Your Mental Health [Internet]. USA : Forbes.
    • Blog H. 6 mental health benefits of travelling [Internet]. USA : Hostelworld Travel Blog.
    • LIVESTRONG.COM. 2021. The Best Time to Workout If You Work a Night Shift [Internet]. USA : Livestrong.
    • Health Net. Health Benefits of Vacations [Internet]. USA : Health Net.
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica C Sebenarnya banyak bahaya burnout atau kerja berlebihan. Namun hal ini kerap diabaikan oleh atasan, maupun oleh karyawan itu sendiri. Akibatnya banyak karyawan yang kemudian sering jatuh sakit ataupun performa kerjanya semakin menurun. Cari Tahu: Solusi Agar Karyawan Bebas Stress Tumpukan pekerjaan seringkali […]

    Awas Bahaya Burnout atau Kerja Berlebihan, Bisa Stroke!

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Bahaya Burnout Bukan Sekedar Menyebabkan Stres Namun Dapat Mengganggu Jantung dan Meningkatkan Risiko Stroke

    Bahaya Burnout Bukan Sekedar Menyebabkan Stres Namun Dapat Mengganggu Jantung dan Meningkatkan Risiko Stroke

    Sebenarnya banyak bahaya burnout atau kerja berlebihan. Namun hal ini kerap diabaikan oleh atasan, maupun oleh karyawan itu sendiri. Akibatnya banyak karyawan yang kemudian sering jatuh sakit ataupun performa kerjanya semakin menurun.

    Cari Tahu: Solusi Agar Karyawan Bebas Stress

    Tumpukan pekerjaan seringkali memang tidak ada habisnya, seringkali kita mengabaikan waktu istirahat agar pekerjaan menjadi cepat selesai. Namun, ada baiknya, bila tubuh sudah merasa lelah, sebaiknya berikan waktu untuk tubuh beristirahat demi kesehatan jantung. Istilah “burnout” atau kelelahan akibat pekerjaan disebut sebagai salah satu kondisi stres kronis oleh Badan Kesehatan Dunia atau WHO (World Health Organization).

    Salah satu komplikasi yang diakibatkan “burnout” akibat pekerjaan adalah timbulnya penyakit stroke. Sahabat Sehat, bagaimana cara mencegah stroke yang diakibatkan oleh burnout ini? Mari simak penjelasan berikut.

    Apa Itu Stroke?

    Penyakit stroke merupakan penyebab kematian kedua dan penyebab disabilitas ketiga di dunia. Stroke menurut World Health Organization adalah suatu keadaan dimana ditemukan tanda klinis yang berkembang cepat berupa gangguan saraf secara lokal atau menyeluruh, yang dapat berlangsung lama selama 24 jam atau lebih dan atau dapat menyebabkan kematian, tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain gangguan pembuluh darah.

    Stroke terjadi apabila pembuluh darah otak mengalami penyumbatan atau pecah yang mengakibatkan sebagian otak tidak mendapatkan pasokan darah yang membawa oksigen yang diperlukan sehingga mengalami kematian sel atau jaringan otak. Data dari World Stroke Organization menunjukkan bahwa setiap tahunnya ada 13,7 juta kasus baru stroke dan sekitar 5,5 juta kematian yang terjadi akibat stroke.

    Selain penyakit jantung yang disebabkan karena “burnout”, penyakit stroke juga dapat menyerang sehingga menyebabkan disabilitas jangka panjang hingga kematian. Semua orang takut akan penyakit stroke, namun sayangnya hanya sedikit saja yang tergerak untuk melakukan pencegahan sedini mungkin. Untuk itu, bagi para pekerja kantoran, diharapkan agar tetap waspada terhadap penyakit stroke karena para pekerja kantoran lebih rentan terkena stroke.

    Kenali Tanda Burnout

    Karena burnout dapat menyebabkan stroke, maka sudah seharusnya karyawan maupun atasan mengetahui tanda bahwa telah terjadi burnout dalam bekerja. Dengan sedini mungkin mengetahui adanya burnout di tempat kerja, tindakan penegahan risiko dapat segera dilakukan.

    WHO mengungkapkan berikut adalah berbagai gejala “burnout” yang perlu Sahabat Sehat waspadai, yaitu:

    • Waktu untuk kehidupan pribadi berkurang drastis untuk bekerja
    • Kurang tidur karena sebagian waktu tidur digunakan untuk bekerja
    • Merasa lelah, bosan, dan kehabisan energi akibat terus menerus bekerja
    • Merasa terasing dalam pekerjaan, perasaan negatif dan pesimis terhadap pekerjaan
    • Kinerja atau performa kerja menurun

    Seseorang yang mengalami burnout biasanya mengalami hal tersebut karena merasa tertekan sehingga mau tidak mau pada akhirnya bekerja secara berlebihan. Terdapat dua jenis golongan tekanan dalam pekerjaan, yaitu :

    Tuntutan pekerjaan psikologis

    Tuntutan pekerjaan psikologis diidentifikasikan sebagai tekanan waktu, beban mental dan tingkat tanggung jawab seseorang terhadap pekerjaannya.

    Tekanan kontrol pekerjaan

    Sementara tekanan kontrol terhadap pekerjaan diidentifikasi sebagai kontrol seseorang terhadap keputusan.

    Pengaruh Stres Akibat Burnout dengan Stroke

    Orang yang mengalami burnout atau kerja berlebihan cepat atau lambat akan mengalami stres. Jika stres dialami berkepanjangan, stres dapat memicu berbagai masalah medis seperti gangguan jantung, stroke, dan masalah medis lainnya. Selain itu, stres juga dapat menyebabkan peradangan, tekanan darah tinggi dan masalah pada pembuluh darah. Masalah-masalah inilah yang kemudian berpotensi dapat menyebabkan stroke.

    Beberapa penelitian menyebutkan bahwa meningkatnya tekanan psikososial (seperti tekanan pada tempat kerja) berkaitan erat dengan resiko stroke fatal dan non-fatal pada orang dewasa.

    Pada sebuah penelitian di China yang mengumpulkan data dari enam penelitian dengan 138.782 peserta, dengan mengevaluasi hubungan antara stres kerja dan resiko stroke di masa depan. Sebuat studi dari Jurnal Neurology menunjukkan bahwa:

    • Stroke yang disebabkan stres memang dapat terjadi
    • Stres dalam bentuk dan penyebab apapun cukup berbahaya bagi kesehatan dan harus dianggap serius

    Bahaya Burnout pada Kesehatan Seseorang

    Para peneliti menemukan bahwa pekerjaan dengan tuntutan tinggi dan kontrol rendah (seperti pelayan dan asisten perawat) dan memicu burnout dikaitkan dengan 22% peningkatan resiko stroke dibandingkan dengan pekerjaan dengan tuntutan rendah dan kontrol tinggi seperti arsitek atau ilmuan.

    Sebuah penelitian pada tahun 2010  mengatakan bahwa stres terkait pekerjaan dapat memicu beberapa hal seperti depresi, hipertensi, merokok, pola hidup yang tidak berkualitas (jarang olahraga, pola makan buruk sampai penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan.

    Sedangkan penelitian lain mengatakan bahwa terjadinya stroke ringan atau TIA (Transient Ischemic Acute) pada orang dewasa dipengaruhi oleh tingkat stres dan gejala depresi yang dialami akibat pekerjaan.

    Ada satu penelitian dari Universitas Harvard, Amerika Serikat (AS), yang hasilnya cukup menarik. Penelitian menemukan bahwa saat seseorang mengalami stres, area otak tertentu (yaitu amigdala) akan memberikan sinyal kepada sumsum tulang untuk memproduksi lebih banyak sel darah putih.

    Cara Mengatasi Stres di Tempat Kerja Akibat Burnout

    Memang ada kalanya kita harus bekerja extra. Misalnya lembur. Namun jangan sampai pekerjaan extra tersebut menjadi penyebab burnout yang kemudian menyebabkan terjadinya stes. Sahabat Sehat, berikut ini beberapa saran yang dapat digunakan untuk mencegah bahaya burnout dan menghilangkan stres akibat tekanan pekerjaan:

    1. Ketika merasa lelah dan stres, coba untuk menarik napas dalam-dalam
    2. Sempatkan waktu untuk mencoba bermeditasi atau mencoba yoga
    3. Gunakan musik sebagai media untuk menenangkan suasana hati.
    4. Buat waktu untuk kegiatan olahraga dengan teman-teman untuk meningkatkan mood
    5. Hindari alkohol, baik saat senang maupun ketika stres
    6. Coba untuk melakukan hobi baru 
    7. Hidupkan ruangan pekerjaan dengan mengganti desain ruangan atau menambah tanaman
    8. Berikan nuansa warna lembut pada ruangan kerja untuk membantu menciptakan ruang yang menyenangkan.
    9. Fokus pada satu tugas terlebih dahulu, karena apabila anda mengerjakan tugas secara multitasking sering kali dapat menyebabkan peningkatan tingkat stres
    10. Berani bicara dan diskusikan dengan atasan jika memang terjadi penumpukan pekerjaan

    Selengkapnya: Cara Mengatasi Stress

    Sahabat Sehat, itulah mengenai dampak dan bahaya burnout karena bekerja yang berlebihan terhadap resiko stroke. Jika Sahabat Sehat memerlukan pemeriksaan kesehatan (Medical Check Up) maupun konsultasi kesehatan segera manfaatkan layanan Prosehat dan Klinik Kasih, yang turut menyediakan layanan pemeriksaan kerumah dan Chat Dokter 24 Jam.

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Kompas. Bagaimana Kelelahan Kerja Sebabkan Gangguan Jantung Halaman all – Kompas.com [Internet]. Indonesia : Kompas. 2020 [cited 12 November 2021].
    2. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. Stroke Don’t be The One. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI; 2019. 
    3. Gorvett Z. Waspada stres akut karena kelelahan bekerja: Bagaimana mengatasinya? – BBC News Indonesia [Internet]. BBC News Indonesia. 2019 [cited 12 November 2021].
    4. World Health Organization. Burn-out an “occupational phenomenon”: International Classification of Diseases [Internet]. Who.int. 2019 [cited 12 November 2021].
    5. Cleveland Clinic. Can Stress Cause a Stroke? [Internet]. Cleveland Clinic. 2021 [cited 12 November 2021].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica C Banyak karyawan  memutuskan resign karena stress dengan beban kerja yang semakin besar. Namun sebenarnya resign belum tentu jadi solusi. Ya, jika resign belum tentu stress akan hilang karena bisa saja rasa stress akibat beban kerja di kantor berubah menjadi stress dalam mencari kerja. Selain itu, belum tentu pekerjaan baru […]

    Memahami Kapan Sebaiknya Resign Karena Stress di Kantor

    Ditulis oleh : dr. Monica C

    Karyawan Mempertimbangkan Resign Karena Stress yang Diakibatkan Beban Kerja yang Berlebihan

    Banyak karyawan  memutuskan resign karena stress dengan beban kerja yang semakin besar. Namun sebenarnya resign belum tentu jadi solusi. Ya, jika resign belum tentu stress akan hilang karena bisa saja rasa stress akibat beban kerja di kantor berubah menjadi stress dalam mencari kerja. Selain itu, belum tentu pekerjaan baru akan lebih baik daripada tempat kerja yang lama.

    Sebenarnya stress di tempat kerja merupakan hal yang umum dialami para pekerja. Sumber stress dapat berasal dari beban pekerjaan yang berlebihan, ketidak cocokan dengan rekan kerja maupun atasan, atau tidak adanya jenjang karir yang menjanjikan. Namun apakah resign menjadi solusinya? Bisa ya, bisa tidak. Karena hal yang paling penting adalah bagaimana mengatasi stress di tempat kerja. Lalu apa sebanarnya tanda Sahabat Sehat sebaiknya resign dari tempat kerja demi menjaga kesehatan mental?

    Waktu yang Tepat untuk Resign Karena Stress di Kantor

    Resign merupakan hal yang normal terjadi dalam dunia kerja. Namun pilihan untuk resign harus dipikirkan dengan matang. Bila Sahabat Sehat mengalami beberapa kondisi berikut, maka sebaiknya pertimbangkan untuk resign dari tempat kerja saat ini:

    Batin Tertekan Saat Bekerja

    Jika Sahabat Sehat merasa kurang tenang, atau merasa gelisah saat akan memulai bekerja maka hal ini menunjukan bahwa kondisi batin mulai terganggu akibat pekerjaan. Jika Sahabat Sehat merasa tertekan tentu dapat mempengaruhi kondisi psikis dan performa saat bekerja.

    Tidak Ada Jenjang Karir

    Jika posisi Sahabat Sehat di tempat kerja tidak mengalami peningkatan dan tidak ada perkembangan dalam karir maka sebaiknya pertimbangkan untuk mencari pekerjaan di tempat lain. Apalagi jika mengetahui beban kerja sangat besar dan menyebabkan kesehatan mental terganggu akibat stress, padahal jenjang karir tidak akan mengalami peningkatan.

    Tidak Ada Keseimbangan Antara Kehidupan Pribadi dan Pekerjaan

    Jika pekerjaan mengharuskan Sahabat Sehat bekerja seharian bahkan meskipun sudah diluar jam kerja, maka hal ini menunjukan bahwa tidak adanya keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan. Meski tidak jarang beberapa perusahaan memberikan kompensasi untuk libur di hari kerja, namun Sahabat Sehat sebaiknya mulai mempertimbangkan untuk mencari pekerjaan di tempat lain.

    Kurangnya Penghargaan

    Apabila Sahabat Sehat telah melakukan berbagai prestasi di tempat kerja dan memberikan kontribusi maksimal bagi perusahaan namun tidak ada penghargaan dari perusahaan atas kontribusi yang dilakukan maka dianjurkan untuk mempertimbangkan berganti tempat kerja.

    Kurang Kebebasan Berekspresi

    Beberapa perusahaan memiliki aturan tertentu dalam menyalurkan aspirasi. Apabila aspirasi Sahabat Sehat sama sekali tidak didengar atau bahkan aturan perusahaan mempengaruhi keleluasaan dalam bekerja maka sebaiknya pertimbangkan masalah kebebasan berekspresi ini sebagai alasan resign karena stress bekerja dan merasa ini waktunya untuk berganti tempat kerja.

    Tips Mengatasi Stress Di Tempat Kerja

    Resign atau terus bertahan dalam suatu pekerjaan adalah hak dan pilihan Sahabat Sehat. Namun bisa jadi masalah utama adalah kemampuan dalam mengatur dan mengatasi stress. Sangat penting mengetahui bagaimana cara mengatasi stress di tempat kerja.

    Untuk mengatasi stress di tempat kerja, Sahabat Sehat dapat melakukan beberapa tips mudah berikut:

    Awali Hari Dengan Senyuman & Bersyukur

    Dengan bersyukur dan tersenyum di pagi hari, dapat membuat mood Sahabat Sehat menjadi lebih baik. Hindari memulai hari dengan menggerutu dan mulailah bersyukur dari hal yang kecil.

    Menggunakan Waktu Dengan Efisien

    Jika pekerjaan Sahabat Sehat cukup banyak, sebaiknya mulailah menggunakan waktu dengan efisien. Urutkan pekerjaan dari skala prioritas dan kerjakan satu persatu agar pekerjaan lekas selesai.

    Menciptakan Lingkungan Kerja Nyaman

    Sebaiknya atur suasana meja kerja menjadi rapi, hindari menyetel musik terlalu kencang agar tidak mengganggu rekan kerja lainnya. Susunlah pekerjaan dalam wadah khusus, dan hiasi meja kerja dengan tanaman hias ataupun pajangan lainnya agar membuat suasana menjadi lebih nyaman.

    Jangan Malu Bertanya

    Jika Sahabat Sehat cukup bingung dengan tugas yang diberikan, sebaiknya tanya ke rekan kerja maupun atasan agar Sahabat Sehat dapat mengerjakan pekerjaan tersebut. Salah satu kendala dalam bekerja adalah para pekerja rata-rata malu bertanya sehingga membuat pekerjaan menjadi lebih lama dikerjakan.

    Beristirahat yang Cukup

    Sepulang bekerja sebaiknya hindari mengerjakan pekerjaan kantor di rumah. Istirahatkan tubuh dan pikiran Sahabat Sehat saat di rumah. Hal ini mampu membantu mengurangi stress akibat pekerjaan di kantor.

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai tanda bahwa resign karena stress di kantor merupakan pilihan terbaik serta berbagai tips mengatasi stress akibat beban pekerjaan. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah atau di kantor, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat.  Informasi lebih lanjut hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Sari f. Segera Resign Jika 6 Hal Ini Sampai Terjadi [Internet]. Indonesia : Liputan 6; 2018 [updated 2018 Mar 19; cited 2021 Oct 25].
    2. Afifah M. 7 Cara Mudah Mengatasi Stres Kerja [Internet]. Indonesia : Kompas. 2020 [updated 2020 Feb 30; cited 2021 Oct 25].
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica C Sangat besar dampak perceraian terhadap mental anak dan prestasinya di sekolah. Juga dapat mempengaruhi pola pikirnya saat dewasa nanti. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengatasi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi pada mental si kecil jika orangtuanya sampai bercerai. Bagaimanapun juga, anak tentunya mendambakan hubungan keluarga […]

    7 Dampak Perceraian Terhadap Mental Anak serta Solusinya

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Mencegah Dampak Perceraian Terhadap Mental Anak dengan Tetap Memperlihatkan Hubungan Baik di Depan si Kecil

    Sangat besar dampak perceraian terhadap mental anak dan prestasinya di sekolah. Juga dapat mempengaruhi pola pikirnya saat dewasa nanti. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengatasi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi pada mental si kecil jika orangtuanya sampai bercerai.

    Bagaimanapun juga, anak tentunya mendambakan hubungan keluarga yang harmonis, saling menyayangi dan mendukung. Namun permasalahan rumah tangga memang sudah tak dapat dihindari dan sudah tidak terselesaikan. Maka solusi seperti perceraian harus diambil. Lantas apa saja risiko pada mental anak yang mengetahui orang tuanya bercerai? Apa solusi untuk menjaga kesehatan mental anak yang bisa saja sangat terguncang akibat mengetahui orang tuanya bercerai?

    Ini Dampak Perceraian Terhadap Mental Anak

    Banyak sekali dampak mental yang dirasakan seorang anak ketika mengetahui bahwa kedua orang tuanya tidak akan lagi bersama. Apalagi jika mengetahui bahwa perceraian ini menimbulkan permusuhan antara ayah dan ibunya. Oleh sebab itu, dampak yang mungkin terjadi pada mental anak harus kita ketahui bersama. Dengan demikian, solusi pencegahan bisa diambil.

    Adapun beberapa dampak perceraian pada mental anak dan solusinya antara lain:

    Si Kecil Beresiko Mengalami Trauma Psikologis

    Perceraian orang tua dapat menimbulkan luka dan trauma mendalam bagi SI Kecil, terutama pada anak yang berusia lebih besar dan sudah cukup mengerti situasi yang terjadi pada kedua orang tuanya. Si Kecil dapat merasa tidak dicintai, merasa terabaikan, stress dan cemas berlebih, serta efek psikologis lainnya yang mungkin terjadi kemudian hari. 

    Solusi: Pastikan hak-hak si kecil tetap ada, seperti hak dicintai, hak untuk mendapatkan perhatian, dan jangan biarkan si kecil merasa stress. Caranya bisa dengan memberikan waktu di mana si kecil bisa bersama dengan ayahnya, berikan waktu di mana si kecil bisa bersama dengan ibunya. Sesekali buatlah juga waktu di mana ayah dan ibunya yang sudah bercerai bisa berkumpul bersama. Misalnya berkumpul saat acara ulang tahun si kecil.

    Prestasi Akademik Si Kecil Menurun

    Pasca perceraian kedua orang tua, Si Kecil cenderung bingung dengan kondisi keluarga yang berubah. Hal ini berpotensi mengganggu aktivitas keseharian mereka sehingga mempengaruhi prestasi akademiknya.

    Penurunan prestasi akademik ini terjadi karena si kecil menjadi malas belajar, dan pikirannya merasa terbebani sehingga sulit menerima pelajaran di sekolah. Sebagai orang tua kita tentunya tidak ingin dampak perceraian terhadap mental anak ini terjadi karena dapat mempengaruhi masa depannya.

    Solusi: Kedua orang tua sebaiknya tetap memperhatikan akademik si kecil. Agar si kecil tetap mau belajar dan bisa berkonsentrasi belajar maka orang tua bisa bergantian menemani si kecil ke sekolah, menemaninya belajar, dan memberikannya hadiah setiap kali dia mendapatkan nilai yang baik.

    Kehilangan Minat Dalam Beraktivitas

    Dampak perceraian terhadap mental anak lainnya yang dialami Si Kecil, yaitu sulitnya menjalin hubungan dengan orang lain dan cenderung membatasi kontak sosial. Terkadang muncul pertanyaan di benak Si Kecil mengenai alasan orang tuanya bercerai, hingga muncul rasa kurang percaya diri karena keluarganya yang berbeda dibandingkan keluarga lain.

    Solusi: Untuk menghindari rasa introvert yang terjadi sebagai dampak perceraian terhadap mental anak, solusi yang bisa diambil adalah orang tua sebaiknya mengajak si kecil beraktivitas bersama. Misal merayakan ulang tahunnya di mana kedua orang tuanya berkumpul. Selain itu, anak juga bisa diajak melakukan kegiatan bersama seperti bersepeda bersama, atau menemaninya bersekolah.

    Emosi yang Tidak Stabil

    Si Kecil merasa kewalahan dan tidak mampu mengolah perasaan mereka akibat perceraian yang terjadi sehingga cenderung menjadi mudah marah dan sensitif. Pada beberapa anak, emosi yang berlebih akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Tetapi pada anak-anak lainnya, kemungkinan akan berlangsung lebih lama.

    Solusi: Anak biasanya mencontoh apa yang terjadi di sekitarnya. Agar emosional anak tetap terjaga, ada baiknya orang tua selalu memperlihatkan bahwa tidak ada hubungan yang penuh amarah. Artinya, hindari memperlihatkan adanya perselisihan di depan si kecil. Tetap tonjolkan bahwa kedua orang tuanya akan tetap menyayangi si kecil meskipun berpisah. Hindari saling berteriak, memarahi, memaki, dan menunjukkan sikap bermusuhan di depan si kecil.

    Perasaan Bersalah

    Pertanyaan yang muncul dalam benak anak perceraian yang dialami kedua orangtuanya, membuat mereka terus mencari jawaban berdasarkan asumsi mereka sendiri. Bahkan, tak jarang Si Kecil justru menyalahkan diri sendiri sebagai penyebab orangtua mereka bercerai. Perasaan bersalah ini merupakan efek yang paling umum dialami anak setelah perceraian dan dapat menyebabkan timbulnya masalah lain seperti depresi, dan gangguan kesehatan lainnya.

    Solusi: Orang tua wajib tetap berkomunikasi dengan anak. Hilangkan rasa bersalah yang mungkin terjadi pada si kecil dengan cara memberitahunya bahwa orang tuanya bercerai bukan karena kesalahan si kecil. Juga hindari memperlihatkan adanya kekerasan seperti berteriak di depan si kecil, atau memperlihatkan adanya sikap orang tua yang saling bermusuhan di depan si kecil.

    Perubahan Perilaku

    Konflik yang tidak terselesaikan berpotensi mempengaruhi pola perilaku Si Kecil, misalnya menjadi pemberontak, berperilaku destruktif, merokok, penggunaan obat terlarang, hingga berpartisipasi dalam aktivitas kriminal.

    Walaupun tidak bisa digeneralisir, namun faktanya perilaku anak korban perceraian yang terjebak pada kriminalitas cukuplah tinggi. Hal ini banyak terjadi pada anak yang orang tuanya cenderung mengabaikan dan tidak mengetahui kondisi mental si kecil.

    Solusi: Maka dari itu, orang tua wajib tetap memberikan perhatian dan waktu bagi si kecil. Temani si kecil pada berbagai kesempatan. Tetap ajarkan nilai-nilai moralitas, agama, dan cara berperilaku yang baik. Selalu gunakan momen-momen tertentu si kecil untuk memperlihatkan padanya bahwa meskipun orang tuanya berpisah namun hubungan baik tetap ada. Terutama pada momen spesialnya seperti saat si kecil berulang tahun, saat dia lulus sekolah, atau saat-saat si kecil mengundang kedua orang tuanya untuk makan bersama.

    Hilangnya Kepercayaan Akan Pernikahan

    Meski setiap orang memiliki jalan hidupnya masing-masing, tetapi anak yang berasal dari orangtua yang bercerai lebih sadar dan peka terhadap makna pernikahan sehingga mereka cenderung berharap memiliki kehidupan rumah tangga yang stabil. Namun pada beberapa kasus, anak justru kehilangan rasa kepercayaan akan hubungan pernikahan. 

    Solusi: Komunikasikan dengan anak bahwa pernikahan adalah penting dan sakral. Ajarkan bahwa kesalahan bukan pada pernikahannya, namun pada orang tuanya yang memang sudah tidak menemukan kecocokan. Beritahu si kecil bahwa pernikahan dan kehidupan berumah tangga itu sebenarnya indah. Oleh sebab itu, si kecil harus bisa menemukan pasangan terbaik sehingga kesalahan orang tuanya dalam membangun rumah tangga tidak terjadi pada si kecil.

    Orang tua juga bisa mengajak si kecil ke acara-acara pernikahan sehingga menimbulkan ketertarikannya untuk menikah. Selain itu, hindari mengatakan tidak akan menikah lagi pada si kecil. Sebaliknya, katakan bahwa pasti akan menikah lagi, namun jika sudah menemukan pasangan yang tepat dari TUHAN.

    Perlu Sahabat Sehat ingat bahwa dampak perceraian dapat direspon dengan cara yang berbeda oleh setiap anak. Jika terjadi perubahan yang tidak wajar pada sifat dan perilaku anak Anda, segeralah konsultasi pada tenaga kesehatan profesional.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai dampak perceraian terhadap mental anak yang perlu diwaspadai dan dicegah oleh para orang tua. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Morin A. The Psychological Effects of Divorce on Children [Internet]. USA : Very Well Family. 2021 [updated 2021 Feb 21; cited 2021 Oct 08].
    2. Family Means. What Are the Effects of Divorce on Children? [Internet]. USA : Family Means; [cited 2021 Oct 08].
    3. Pickhardt C. The Impact of Divorce on Young Children and Adolescents [Internet]. 2011 [updated 2011 Dec 29; cited 2021 Oct 08].
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica C Begitu besar dampak stress di tempat kerja bagi kesehatan mental. Namun ternyata hal ini juga berpengaruh pada keharmonisan keluarga. Ya, lingkungan kerja yang buruk dapat menimbulkan gangguan pada kesehatan tubuh dan kesehatan mental yang berujung pada kualitas pekerjaan hingga kehidupan di luar pekerjaan. Beberapa […]

    Dampak Stress di Tempat Kerja pada Keharmonisan Keluarga

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Dampak Stress di Tempat Kerja Sangat Besar pada Keharmonisan Keluarga Jika Dibawa Sampai ke Rumah

    Begitu besar dampak stress di tempat kerja bagi kesehatan mental. Namun ternyata hal ini juga berpengaruh pada keharmonisan keluarga. Ya, lingkungan kerja yang buruk dapat menimbulkan gangguan pada kesehatan tubuh dan kesehatan mental yang berujung pada kualitas pekerjaan hingga kehidupan di luar pekerjaan. Beberapa kondisi ini akhirnya dapat mengakibatkan stress. Celakanya, seringkali stress ini kerap dibawa sampai ke rumah.

    Sahabat Sehat, bagaimana mengatasi stress di tempat kerja agar tidak berdampak pada keharmonisan keluarga ? Mari simak penjelasan berikut.

    Banyak Orang Tidak Sadar Sedang Mengalami Gejala Stres 

    Stress dapat menyebabkan banyak masalah. Namun sayangnya, banyak orang yang tidak sadar bahkan menyangkal bahwa dirinya sedang mengalami stress. Secara umum, stress yang dialami oleh pekerja biasanya dipicu oleh  beban pekerjaan yang semakin besar. Hal ini tentunya akan berdampak pada gejala fisik seperti kelelahan, dan gejala afektif seperti perasaan yang terganggu.

    Orang yang sedang memiliki masalah stress akan memiliki ciri-ciri bergejala fisik seperti:

    • Nafas cepat
    • Mulut dan kerongkongan kering
    • Kedua tangan berkeringat
    • Merasa kepanasan
    • Otot menegang
    • Gangguan pencernaan
    • Diare
    • Sembelit
    • Mudah lelah
    • Sakit kepala 
    • Kelopak mata berkedut 
    • Gelisah

    Secara psikologi, stress di tempat kerja akan menimbulkan gejala seperti:

      • Perasaan terganggu, sensitif, khawatir, sedih, salah paham
      • Kehilangan kemampuan mengatasi masalah yang terjadi
      • Merasa tidak berdaya
      • Merasa gagal
      • Tidak termotivasi bekerja
      • Muncul perasaan gelisah
      • Mudah tersinggung
      • Menarik diri dan depresi
      • Mudah bosan dan kelelahan mental
      • Perilaku agresif
      • Memiliki kecenderungan untuk bunuh diri

    Dampak Stress di Tempat Kerja pada Performa

    Jika Sahabat Sehat merasa tertekan selama bekerja maka perlu untuk segera mengatasinya. Sebab dikhawatirkan jika mengalami stress yang berlarut saat bekerja dapat menyebabkan pekerjaan berantakan dan kesehatan Sahabat Sehat semakin memburuk.

    Berikut adalah beberapa dampak jika Sahabat Sehat mengalami stress saat bekerja :

      • Menurunnya kepuasan saat bekerja
      • Kehilangan semangat dan energi untuk beraktivitasi
      • Menghindari pekerjaan
      • Komunikasi yang buruk
      • Sulit mengambil keputusan
      • Kurang kreativitas dan inovasi
      • Kesulitan dalam berkonsentrasi dan berpikir jernih
      • Kehilangan minat terhadap orang lain.
      • Menurunnya kemampuan berpikir

    Dengan mengetahui adanya dampak tersebut, tentunya sudah jelas bahwa Sahabat Sehat harus mengatasi stress lebih dini dan mencegah stress berlarut.

    Pengaruh Stress Kerja Terhadap Keharmonisan Keluarga

    Dalam dunia kerja, stress tidak selalu selalu membawa dampak negatif. Stress juga memiliki dampak positif jika dihadapi dengan tepat dan meningkatkan motivasi pribadi untuk bekerja lebih keras. Namun sayangnya, seringkali stress ini dibawa sampai ke rumah dan akhirnya menyebabkan keharmonisan keluarga menjadi terganggu.

    Selama di rumah, seseorang yang mengalami stress akibat pekerjaannya di kantor akan melakukan beberapa hal berikut selama:

      • Sering marah pada orang di rumah
      • Membesar-besarkan masalah kecil yang terjadi di rumah
      • Senang mencari-cari kesalahan
      • Mengungkit kesalahan masa lalu yang dilakukan pasangan ataupun anak
      • Lebih suka rebahan atau tidur, dan malas melakukan hal lainnya
      • Menjadi semakin sering merokok ataupun minum-minum
      • Suka tersinggung jika keluarga membahas yang dilakukan selama di kantor

    Hal tersebut tentu akan menyebabkan keluarga menjadi tidak nyaman. Percekcokan akan menjadi lebih sering. Anak mungkin akan tidak betah berada di rumah dan akan lebih sering keluyuran. Bahkan perceraian ataupun KDRT bisa saja terjadi akibat membawa stress di kantor sampai ke rumah. Lantas bagaimana solusi untuk mengatasi masalah ini?

    Tips Mengatasi Stres yang Terjadi di Tempat Kerja

    Dampak stress di tempat kerja sangatlah besar. Maka untuk mengatasi stress di tempat kerja, Sahabat Sehat dianjurkan melakukan berbagai hal berikut ini:

    Pahami Batasan Kemampuan Diri

    Sahabat Sehat perlu memahami kemampuan diri dan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tiap pekerjaan. Dengan demikian, Sahabat Sehat tidak akan memberikan terlalu banyak list kerja yang harus diselesaikan namun sebenarnya diluar kemampuan untuk dilakukan seorang diri.

    Jangan sampai Sahabat Sehat hanya karena ingin tampil luar biasa maka melakukan hal yang sebenarnya diluar kemampuan Sahabat Sehat. Hal ini berbahaya karena dapat merusak kesehatan fisik dan mental Sahabat Sehat.

    Bicara pada Atasan Mengenai Limit yang Dimiliki

    Setiap orang memiliki limit atau batasan pada dirinya masing-masing. Jika beban kerja dan beban tanggung jawab melebihi limit tersebut maka stress yang akan terjadi. Oleh sebab itu, pastikan untuk mengetahui seberapa besar limit yang Sahabat Sehat miliki dan bicarakan pada atasan bahwa Sahabat Sehat saat ini mengalami stress berlebih akibat kerja yang terlalu menumpuk.

    Pastikan tujuan pembicaraan kepada atasan bukan bertujuan untuk mengeluh, melainkan untuk mendiskusikan dengan atasa mengenai rencana kerja yang lebih baik dan lebih bebas stress.

    Hilangkan Stress Sebelum Kembali ke Rumah

    Jangan bawa stress di tempat kerja sampai ke rumah. Untuk itu, beberapa langkah yang disarankan misalnya makanlah terlebih dahulu sebelum sampai ke rumah. Tujuannya agar perut tidak terasa lapar selama di perjalanan. Karena perut yang lapar dapat meningkatkan rasa emosi.

    Selain itu, sebelum berinteraksi dengan anggota keluarga pastikan untuk berelaksasi terlebih dahulu. Misalnya mandi dengan air hangat terlebih dahulu, menikmati secangkir teh hangat terlebih dahulu, atau sekedar tidur selama di perjalanan pulang ke rumah.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai dampak stress di tempat kerja dan pengaruhnya keharmonisan keluarga. Jika memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lanjut hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Sudirman S. Stress kerja Dengan Keharmonisan Keluarga Pada Karyawan [Internet]. Indonesia :  UIN; [cited 2021 Oct 22].
    2. Universitas Diponegoro. 2021. [online]
    3. Inobis. [online]
    4. Kuswinarno M, Indirawati, N. Pengaruh Beban Kerja Dan Konflik Pekerjaan-Keluarga (Work Family Conflict) Terhadap Kinerja Wanita Karir Dengan Stres Kerja Sebagai Variabel Intervening (Pada Cv. Buana Tengka Garment Bangkalan) [Internet]. Indonesia : Journal Trunojoyo; [cited 2021 Oct 22].
    5. PT Len Telekomunikasi Indonesia. Bagaimana Manajemen Penanganan Stres Yang Efektif Di Tempat Kerja? [Internet]. Indonesia : PT Len Telekomunikasi Indonesia; [cited 2021 Oct 22].
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica C Wanita sebaiknya memiliki bekal ilmu cara mengatasi pelecehan di tempat kerja. Karena sangat besar peluang wanita mendapat pelecehan. Baik itu dari atasan, rekan sesama karyawan, atau bahkan dari sesama wanita. Ada berbagai bentuk pelecehan, seperti intimidasi dan pelecehan seksual. Sebenarnya hal dapat terjadi pada […]

    Kaum Hawa, Ini Cara Mengatasi Pelecehan di Tempat Kerja

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Cara Mengatasi Pelecehan Seksual yang Kerap Terjadi di Tempat Kerja

    Wanita sebaiknya memiliki bekal ilmu cara mengatasi pelecehan di tempat kerja. Karena sangat besar peluang wanita mendapat pelecehan. Baik itu dari atasan, rekan sesama karyawan, atau bahkan dari sesama wanita.

    Ada berbagai bentuk pelecehan, seperti intimidasi dan pelecehan seksual. Sebenarnya hal dapat terjadi pada siapa saja di tempat kerja tanpa memandang gender dan jabatan seseorang. Namun tetap saja perempuan memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk mengalami pelecehan seksual dibandingkan laki-laki. 

    Isu pelecehan seksual ini memang bukan hal baru. Namun hal ini tetap menjadi ancaman bagi para pekerja, yang tentunya akan mengarah pada menurunnya kinerja dan akhirnya akan menekan tingkat produktivitas. Sahabat Sehat, bagaimana langkah mencegah dan mengatasi pelecehan seksual di tempat kerja ? Mari simak penjelasan berikut.

    Contoh Pelecehan Seksual

    Pelecehan di tempat kerja sangat beragam bentuknya. Disadari atau tidak, ada banyak pelecehan seksual yang sering terjadi di sekitar kita, khususnya di tempat kerja. Pelecehan ini dibagi menjadi dua yaitu pelecehan seksual melalui verbal (ucapan), dan pelecehan melalui tindakan. Pada beberapa kasus bahkan ada pelecehan verbal yang disertai dengan tindakan.

    Contoh pelecehan seksual yang bersifat verbal antara lain adalah:

    • Mengomentari fisik, khususnya area tertentu dan sensitif seperti payudara dan bokong
    • Memberikan lelucon-lelucon kotor yang mengganggu
    • Merendahkan dan mengumpat menggunakan kata-kata kotor dan berbau seksual

    Sementara itu, contoh pelecehan seksual bersifat tindakan misalnya:

    • Mengajak melakukan aktivitas seksual dengan disertai ancaman
    • Menyentuh tubuh / mencolek tubuh untuk menggoda
    • Menyentuh area terlarang pada wanita
    • Mengirimkan foto-foto berbau pornografi dengan maksud merendahkan

    Pelecehan-pelecehan ini tidak boleh dibiarkan. Sahabat Sehat harus tahu bagaimana cara mengatasi hal ini jika Sahabat Sehat mengalaminya, atau jika Sahabat Sehat mengetahui terjadinya hal ini pada sesama wanita. Selain itu, kantor atau perusahaan juga harus mengambil tindakan agar kejadian ini bisa dicegah. Karen jika sampai terjadi, pada akhirnya nama baik perusahaan yang bisa dipertaruhkan.

    Cara Mengatasi Pelecehan Seksual di Tempat Kerja

    Pelecehan seksual dapat terjadi dengan berbagai cara, entah itu melalui ucapan, maupun tindakan. Kedua cara ini tetap membuat korbannya tidak nyaman, bahkan berakhir dengan trauma psikologis.

    Jika Sahabat Sehat merasa menjadi korban pelecehan, atau merasa melihat ada tindakan pelecehan seksual di tempat kerja, maka ada beberapa cara untuk mengatasinya. Tindakan yang bisa dilakukan untuk mengatasi pelecehan seksual di tempat kerja antara lain:

    Berani Menolak

    Pelaku tindakan pelecehan biasanya berani melakukan tindakan tersebut karena merasa korban atau orang di sekitar tidak akan berani untuk menolak ataupun mengadukannya pada orang lain. Mulailah untuk berani menolak bahkan jika hal tersebut dilakukan oleh atasan sekalipun.

    Berani Berbicara

    Saat terjadi pelecehan seksual, cobalah untuk menghentikan tindakannya dengan berteriak dan mencari pertolongan orang lain dengan menceritakan hal ini ke bagian HRD di tempat kerja. Jangan merasa terintimidasi karena posisi jabatan Si pelaku lebih tinggi dari Sahabat Sehat. 

    Cari Teman dan Saksi Lainnya

    Ketika sadar telah menjadi korban pelecehan seksual, cobalah untuk mencari teman atau saksi yang dapat membantu Sahabat Sehat dalam mendapatkan dukungan. Selain itu, mereka dapat mendukung Sahabat Sehat secara psikologis.

    Rekam untuk Mendapatkan Bukti

    Seringkali pelaku pelecehan merasa di atas angin karena korban ataupun saksi tidak memiliki bukti selain sekedar tuduhan. Oleh sebab itu, cobalah untuk tetap tenang dan siapkan cara untuk mendapatkan bukti bahwa telah terjadi tindak pelecehan secara seksual di tempat kerja. Sahabat Sehat bisa menggunakan gadget atau smartphone untuk merekam kejadian. Bukti bisa berupa bukti video, maupun rekaman suara.

    Sampaikan Kepada Pihak Berwajib

    Apabila pelecehan seksual mempengaruhi kondisi Sahabat Sehat baik secara fisik maupun psikologis, maka dianjurkan melaporkan ke pihak berwajib agar Pelaku mendapatkan hukuman yang sesuai. Pastikan untuk mempersiapkan semua bukti yang dapat menguatkan tuduhan, serta siapkan saksi sehingga akan menguatkan tuduhan di depan hukum.

    Agar Kantor Tidak Menjadi Sarang Pelecehan Seksual

    Jika Sahabat Sehat adalah HRD atau bahkan pemilik perusahaan dan ingin agar tidak ada pelecehan seksual di perusahaan, maka harus ada tindakan tegas. Perusahaan perlu melakukan tindakan untuk mencegah terjadinya pelecehan seksual. Tindakan tersebut antara lain adalah:

    Edukasi Para Karyawan

    Kesadaran dan pemahaman bersama mengenai pelecehan seksual adalah langkah awal dalam mengidentifikasi dan mencegah terjadinya tindakan pelecehan di tempat kerja. Perusahaan yang harus melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai pelecehan seksual kepada seluruh pekerjanya.

    Edukasi bisa dilakukan dengan memberikan edaran-edaran mengenai apa itu pelecehan seksual, apa yang harus dilakukan karyawan jika merasa mendapat pelecehan seksual, dan informasi sanksi jika ada karyawan yang melakukan pelecehan seksual pada karyawan lainnya.

    Perusahaan Perlu Membuat Aturan yang Jelas

    Upaya pencegahan terjadinya pelecehan seksual di lingkungan kerja secara spesifik telah tertuang di dalam Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. SE.03/MEN/IV/2011 tentang Pedoman Pencegahan Pelecehan Seksual di Tempat Kerja.

    Dari aturan tersebut tertulis dengan jelas bahwa Negara memberikan tanggung jawab besar terhadap perusahaan untuk melakukan upaya pencegahan demi terciptanya lingkungan kerja yang aman dan kondusif bagi para pekerjanya. Maka perusahaan diharuskan memiliki aturan terkait penanganan kekerasan seksual. Perusahaan harus memiliki kejelasan bagaimana prosedur pelaporan kepada HRD atau atasan jika terjadi pelecehan seksual. Serta tindakan apa yang akan dilakukan perusahaan kepada pelaku pelecehan seksual.

    Membentuk Tim Respon Terhadap Pelecehan Seksual

    Dibutuhkan tim khusus yang dapat merespon dan menangani kasus pelecehan seksual di perusahaan sehingga karyawan dapat melaporkan pelecehan seksual yang dialaminya. Ya, betul sekali. Banyak karyawan yang diam saja dan akhirnya memilih resign karena tidak kuat akan pelecehan seksual yang dialaminya. Padahal karyawan tersebut bisa saja sebenarnya sangat produktif dan berkontrobusi untuk kemajuan perusahaan. Karyawan memilih diam karena tidak tahu harus melapor ke mana. Apalagi jika pelaku adalah HRD, ataupun seseorang dengan jabatan yang cukup tinggi.

    Dengan adanya tim response dan sarana pengaduan ini tentunya akan membantu perusahaan untuk lebih terbebas dari risiko terjadinya pelecehan seksual pada karyawan maupun karyawatinya.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai tips mencegah dan mengatasi pelecehan seksual di tempat kerja. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan baik selama di rumah maupun di tempat kerja, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lanjut hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Tools for transformation. Guidelines on The Prevention of Workplace Harassment [Internet]. Indonesia : Tools for Transformation; [cited 2021 Oct 19].
    2. Better Work Indonesia. Pedoman Pencegahan Pelecehan Di Tempat Kerja [Internet]. Indonesia : Better Work Indonesia; [cited 2021 Oct 19].
    3. Women Lead. Cara Menangani Pelecehan Seksual di Tempat Kerja [Internet]. Indonesia : Women Lead; [cited  2021 Oct 19].
    4. BBC News Indonesia. Bagaimana memberantas pelecehan seksual di tempat kerja [Internet]. Indonesia : BBC News Indonesia; [cited 2021 Oct 19].
    Read More

Showing 1–10 of 48 results

Chat Dokter 24 Jam