Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Gejala Campak yang Dapat Ibu Kenali dan Cara Mencegahnya

Semua orang tua berharap anaknya dapat sehat dan tumbuh dengan baik. Orang tua sebagai orang yang mengurus dan memberikan kasih sayang sejak kecil, tentu mengharapkan anaknya memiliki kehidupan yang menyenangkan dan jauh dari penyakit. Sayangnya hal tersebut tidak mungkin, karena  virus dan bakteri ada dimana-mana termasuk di udara sehingga menyebabkan seorang anak pasti pernah terserang penyakit.

Salah satu penyakit yang sering menyerang adalah campak. Penyakit ini dapat dikatakan musuh besar orang tua karena kedatangannya yang tidak diharapkan dan tentu saja terkadang tidak menampilkan gejala yang jelas bagi beberapa anak. Dalam artikel ini Sobat dapat mempelajarinya sekaligus mengetahui cara mencegahnya.

Pengertian Campak

Penyakit campak merupakan infeksi yang disebabkan virus  Morbili yang ditandai adanya bercak merah (ruam) di seluruh tubuh yang sangat menular. Saat campak menyerang anak dan tidak ditangani serius maka akan terjadi komplikasi yang lebih buruk. Gejala campak mulai muncul kurang lebih 2 minggu setelah virus masuk kedalam tubuh.

Campak ini ditakuti banyak orang tua karena selain penyakitnya mudah menular, juga menyiksa anak dengan rasa sakitnya ataupun rasa kurang nyaman karena infeksi virus ini. Akibatnya, banyak orang tua baru yang kewalahan ketika anaknya terkena campak.

Penderita Campak di Indonesia

Berbicara soal penderita campak yang ada di Indonesia khususnya anak-anak, pemerintah sudah sadar bahwa campak berbahaya dan telah melakukan program imunisasi sejak tahun 1982. Selain itu, data dari Departemen Kesehatan di tahun 2015 mengemukakan tentang cakupan imunisasi campak di Indonesia yang merupakan kategori sedang di Asia Tenggara.

Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan cakupan imunisasi dari 84% menjadi 95% di tahun 2020. Sehingga, tidak ada alasan masyarakat Indonesia terkena campak khususnya anak. Alasannya karena campak masuk kedalam 10 besar penyebab kematian terbanyak pada balita di Indonesia.

Gejala Campak

Adapun beberapa gejala jelas yang dapat ibu kenali ketika anaknya terserang virus campak, adalah:

  • Mata merah dan menjadi lebih sensitif pada cahaya atau bisa dikatakan mata mudah silau dengan lampu yang terang.
  • Tanda seperti pilek, batuk, radang tenggorokan, hidung beringus, atau hidung tersumbat muncul secara tiba-tiba
  • Adanya ruam berwarna merah kecoklatan dan biasanya muncul di kulit dalam beberapa hari kemudian. Adanya bercak di bagian telinga, sekitar kepala serta leher menjadi ciri khas paling terlihat.Pada akhirnya ruam akan menyebar ke seluruh tubuh. Selain itu, penderita juga berpotensi mengalami pembengkakan pada kelenjar getah bening di leher.
  • Adanya bercak putih keabu-abuan yang muncul di bagian mulut serta tenggorokan.
  • Gejala lainnya hampir sama dengan penyakit pada umumnya seperti demam, sakit kepala, tidak nafsu makan.

Penyebaran Virus Campak

Virus campak dapat menyebar di dalam percikan cairan yang dikeluarkan oleh penderita karena bersin maupun batuk. Virus campak juga bisa menulari siapa saja yang menghirup percikan cairan ini.

Virus campak dapat bertahan di luar makhluk hidup selama beberapa jam dan dapat menempel ke benda lain dengan cepat. Hal inilah yang menyebabkan anda bisa terkena campak meskipun orang yang menderita sudah tidak ada di lingkungan tersebut. terutama ketika Sobat menyentuhnya maka benda yang sudah ada virusnya akan menempel di tangan ke hidung atau mulut, kita bisa ikut terinfeksi.

Pengobatan Campak

Bagaimana jika sebagian anak Sobat sudah terkena campak atau memiliki gejala campak ? sistem kekebalan tubuh manusia memang berjalan secara alami dan akan melawan virus. Namun, komplikasi yang dapat terjadi bisa menjadi sangat parah, sehingga dibutuhkan perawatan di rumah sakit terutama untuk anak-anak yang kondisinya sedang tidak fit.

Ada beberapa cara untuk mencegah anak sampai terkena masalah campak atau penyakit campak.

  1. Istirahat yang cukup

Anak-anak mengeluarkan energi dengan sangat tinggi, jika tidak dibarengi dengan istirahat jelas akan menyebabkan masalah pada tubuhnya. Bila daya tahan tubuh menurun, virus seperti campak mungkin saja menyerang tanpa gejala dan juga aba-aba. Anda harus tahu bahwa imun anak adalah yang terpenting, belum lagi campak bisa saja menular ke anak-anak yang lainnya.

  1. Konsultasikan ke dokter

Bawalah ke dokter anak bila buah hati Sobat terkena campak dan usahakan konsultasi sesegera mungkin. Nantinya dokter akan memutuskan apakah anak anda harus di isolasi di rumah sakit atau bisa dirawat dirumah. Hal ini untuk menghindari adanya wabah campak yang berkembang di keluarga anda yang mungkin menular ke adik atau kakaknya. Hal ini juga sering diingatkan oleh para dokter untuk langsung memisahkan peralatan makan dan sejenisnya ketika ada yang terkena campak.

  1. Imunisasi Campak

Terakhir jelas dengan imunisasi campak sejak kecil. Anak-anak yang mendapatkan imunisasi campak akan membentuk imun yang bagus dengan vaksin didalam tubuhnya. Sehingga sejak awal virus campak  akan sulit menerobos masuk dan menyebabkan penyakit. Imunisasi bisa dikatakan cara untuk mencegah dibandingkan sudah terjangkit dan mengobati. Imunisasi campak diberikan pada usia 9 bulan dengan penguatan di usia 18 bulan dan 6-7 tahun. Namun, imunisasi campak kedua (penguatan) tidak diberikan bila anak telah mendapatkan MMR pada usia 15 bulan.

Buat sobat yang ingin melakukan vaksinasi namun terkendala waktu maka sobat bisa melakukan vaksinasi bersama Prosehat. Prosehat memberikan layanan vaksinasi campak lengkap dan terjangkau untuk sobat semua. Ingat sehat ingat prosehat.

instal aplikasi prosehat

WhatsApp Asisten Maya saja