Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Ayo Imunisasi Demi Kesehatan Si Kecil

Mendapatkan buah hati menjadi kebahagiaan Bunda dan Ayah, apapun akan dilakukan demi masa depan si kecil termasuk kesehatannya. Apakah Bunda sudah membawa si kecil untuk melakukan imunisasi? Pastikan Bunda sudah memenuhi semua imunisasi wajib dan imunisasi tambahannya untuk si kecil.

Sebelum lebih jauh, yuk kenali lebih dekat Imunisasi itu apa? Imunisasi adalah pemberian vaksin ke dalam tubuh untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit tertentu. Kekebalan akan muncul karena vaksin yang dimasukkan akan memicu sistem kekebalan tubuh untuk membentuk antibodi terhadap vaksin tersebut dan pada saat terpapar kuman yang sama sehingga tubuh telah memiliki senjata untuk menangkalnya.

Nah sebelum Bunda melakukan imunisasi untuk si kecil, tentu Bunda harus mempersiapkan beberapa hal. Seperti:

  1. Pastikan tubuh si kecil dalam kondisi sehat
  2. Tenangkan sii kecil agar tidak takut saat imunisasi dilakukan
  3. Selalu menginformasikan kepada dokter atau petugas kesehatan bila si kecil memiliki alergi (makanan, obat atau zat tertentu) serta bila memiliki kondisi penyakit kronis atau mengkonsumsi obat-obatan secara rutin diminum.
  4. Jangan lupa membawa buku imunisasi si kecil ya Bunda.

Apabila si kecil dalam kondisi yang prima, maka imunisasi bisa Bunda lakukan. Nah, Apa saja imunisasi wajib dan imunisasi tambahan untuk si kecil? Cek jadwal imunisasi 2017 rekomendasi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDAI), berikut ini:

Untuk imunisasi wajib bagi si kecil yaitu BCG, Hepatitis B, DPT, Polio dan Campak. Sedangkan untuk imunisasi tambahan yaitu MMR, HiB, Hepatitis A, Cacar Air dan Influenza. Yuk Bunda lebih mengenal beberapa imunisasi-imunisasi tersebut:

  1.       Imunisasi BCG

Imunisasi ini untuk melindungi si kecil dari Infeksi primer Tuberkulosis (TBC) atau keparahan penyakit yang ditimbulkan. Imunisasi BCG sangat berguna pada daerah endemik (Kekerapan penyakit untuk muncul tinggi) seperti di Indonesia. Selain itu imunisasi ini dapat merangsang tubuh dan membentuk antibodi terhadap tuberkulosis.

Imunisasi BCG ini diberikan sebanyak satu kali setelah lahir dengan melakukan tes mantoux pada bayi negatif dan Bunda dalam kondisi tidak sedang menderita TBC. Pemberian imunisasi akan ditunda jika Bunda sedang menderita TBC pada saat hamil, selanjutnya diadakan pemeriksaan lanjutan. Suntikan BCG tidak dapat dilakukan jika pada sisi yang disuntik terdapat sakit pada kulit atau terdapat luka.

  1.       Imunisasi Hepatitis B

Imunisasi satu ini berguna untuk mencegah dari Hepatitis B dan diberikan sebanyak tiga kali pada saat lahir, usia 1 bulan serta usia 6 bulan. Apabila Bunda menderita Hepatitis B saat hamil, maka vaksinasi dapat diulang saat berusia satu tahun.

Untuk pada orang dewasa juga dilakukan sebanyak 3 kali selang 1 bulan setiap kali vaksinasi dengan syarat, kadar HbsAg, anti HBc dan anti HBs dalam darah sesuai dengan indikasi vaksinasi. Tidak ada reaksi yang terjadi setelah vaksinasi dan bila ada biasanya berupa demam ringan atau rasa tidak enak badan yang dapat sembuh secara sendirinya.

  1.       Imunisasi DPT (Difteri, Pertusis, tetanus ) dan Polio

Imunisasi ini berguna untuk mencegah dari penyakit Difteri, Pertusis (batuk rejan), tetanus dan polio (lumpuh layu) pada saat bayi. Pemberian imunisasi dilakukan sebanyak 3 kali di usia 3, 4 da 5 bulan. Lalu di ulang kembali pada usia 18 bulan, 6 tahun dan 12 tahun, imunisasi ini akan memberikan si kecil kekebalan seumur hidup.

  1.       Imunisasi Campak

Imunisasi Campak (morbili) diberikan bersamaan dengan imunisasi Mumps (gondongan) dan rubella (campak jerman) dan rubella (campak jerman). Imunisasi ini guna mencegah si kecil terkena campak, gondongan dan campak jerman, pemberiannya dilakukan satu kali pada usia 1-2 tahun.

  1.       Imunisasi Hepatitis A

Imunisasi yang berguna mencegah dari penyakit Hepatitis A yang sering mengenai anak-anak dengan tanpa gejala terutama daerah endemik hepatitis A dan penyakit ini dapat sembuh secara sendirinya tanpa komplikasi yang berarti. Namun bila hal ini terjadi pada saat dewasa maka akan menimbulkan gejala yang berat hingga mematikan. Maka imunisasi ini diperlukan pada saat seseorang hendak pergi ke daerah endemik hepatitis A.

Imunisasi ini diberikan sekali pada usia 12-18 bulan dan saat dewasa suntikan pertama kali dapat memberikan kekebalan selama 4 minggu pertama namun untuk kekebalan jangka panjang harus dilakukan penyuntikan secara berulang.

  1.       Imunisasi Cacar Air (Varicella)

Untuk mencegah cacar air maka perlu dilakukan imunisasi cacar air atau varicella yang dilakukan sekali saja pada bayi dengan usia 12-18 bulan atau usia lebih dari 12 tahun dan belum terkena cacar air sebelumnya.

Bunda ingin bila si kecil merasa nyaman pada saat imunisasi? Bunda bisa mendapatkan layanan imunisasi dirumah melalui ProSehat. Selain itu, Bunda dapat bertanya langsung seputar imunisasi dengan Maya Asisten Kesehatan ProSehat. Pesan sekarang juga, beri yang terbaik untuk masa depan si kecil. Hubungi Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 atau klik www.prosehat.com.

Sumber:

Suci,Hygiena Kumala. “Ayo Vaksinasi !!!”. https://www.tanyadok.com/anak/ayo-vaksinasi. Diakses pada 25 Januari 2018

IDAI. “Imunisasi Penting Untuk Mencegah Penyakit Berbahaya”. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/imunisasi-penting-untuk-mencegah-penyakit-berbahaya. Diakses pada 8 Februari 2018