Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ imunisasi anak”

Showing 1–10 of 16 results

  • Imunisasi menjadi salah satu cara si kecil terhindar dari penyakit menular. Namun ada beberapa imunisasi yang memberikan beberapa reaksi imunisasi yang sering kali membuat Bunda takut, sehingga Bunda enggan membawa si kecil untuk imunisasi. Bunda khawatir, karena reaksi-reaksi tersebut merupakan reaksi kecil yang wajar terjadi.      Reaksi yang umum terjadi biasanya seperti demam, bercak […]

    Kenali dan Cara Mengatasi Reaksi Imunisasi Si Kecil

    Imunisasi menjadi salah satu cara si kecil terhindar dari penyakit menular. Namun ada beberapa imunisasi yang memberikan beberapa reaksi imunisasi yang sering kali membuat Bunda takut, sehingga Bunda enggan membawa si kecil untuk imunisasi. Bunda khawatir, karena reaksi-reaksi tersebut merupakan reaksi kecil yang wajar terjadi.   

     

    Reaksi yang umum terjadi biasanya seperti demam, bercak merah hingga reaksi lokal ditempat suntikan. Karena itu, yuk kenali dan cara mengatasi reaksi imunisasi si kecil, berikut ini:

    1. BCG (Tubercolosis)

    Reaksi : Dalam 2-6 minggu setelah si kecil imunisasi BCG maka akan timbul bisul kecil yang membesar dan luka dapat terbuka (ulserasi) selama 2 hingga 4 bulan yang akan sembuh secara perlahan dan berganti kulit pada bisul tersebut.

    Cara mengatasinya : Jika luka tersebut mengelurkan cairan, maka Bunda dapat mengkompresnya dengan cairan antiseptik. Segeralah membawa si kecil ke dokter bila cairan tersebut semakin banyak, luka semakin membesar atau semakin parah.

    Produk Terkait:

    2. Hepatitis B

    Reaksi: Setelah imunisasi Hepatitis B, biaasnya timbul demam namun tidak tinggi, timbul kemerahan pada tempat penyuntikan, bengkak, rasa nyeri disekitar sendi dan rasa mual.

    Cara Mengatasinya: Untuk mengatasi reaksi tersebut, dianjurkan untuk si kecil minum lebih banyak baik ASI ataupun air buah. Saat si kecil demam, gunakanlah pakaian yang tipis lalu bekas suntikan yang nyeri dapat dikompres dengan air dingin.

    Produk Terkait:

    Namun jika demam belum turun, berikan parasetamol 15 mg/kgbb setiap 3-4 jam bila diperlukan dan maksimal 6 kali pemberian dalam 24 jam. Saat si kecil demam boleh Bunda seka dengan air hangat. Apabila reaksi tersebut semakin berat maka bawalah si kecil ke dokter.

    3. DPT (Difteri Pertusis Tetanus)

    Reaksi : reaksi yang dapat terjadi setelah imunisasi DPT (Difteri Pertusis Tetanus) ini antara lain terjadi demam tinggi, si kecil menjadi sedikit rewel, timbul kemerahan pada tempat suntikan, nyeri serta pembengkakan. Reaksi ini tidak akan berlangsung lama Bunda, kurang lebih selama 2 hari.

    Cara Mengatasinya : Cara mengatasinya yaitu beri si kecil minum lebih banyak dapat berupa ASI atau air buah. Sama seperti penanganan pada imunisasi Hepatitis B, beri pakaian yang lebih tipis jika si kecil demam, kompreslah bekas suntikan yang nyeri dengan air dingin, apabila demam dapat diberikan parasetamol 15 kg/kgbb setiap 3-4 jam dan maksimal 6 kali pemberian dalam 24 jam.

    Produk Terkait: Imunisasi DPT ke Rumah

    Si Kecil di perbolehkan mandi atau cukup diseka dengan air hangat dan bila reaksi si kecil lebih berat dibandingkan sebelumnya maka bawalah si kecil ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

    4. Polio

    Reaksi: Pemberian imunisasi polio pada umumnya tidak memberikan dampak apapun. Namun sebagian kecil anak yang telah melakukan imunisasi akan merasa pusing, diare ringan dan nyeri otot.

    Cara Mengatasinya: karena reaksi ini jarang terjadi maka Bunda tidak perlu khawatir dan tidak perlu melakukan tindakan apapun.

    Produk Terkait: Imunisasi 3 Bulan Komplit ke Rumah

    5. Campak dan MMR

    Reaksi: Hal yang dapat terjadi pasca imunisasi campak dan MMR yaitu berupa rasa tidak nyaman disekitar bekas penyuntikan.

    Terjadi beberapa gejala-gejala lain yang timbul  5-12 hari setelah penyuntikan seperti demam tidak tinggi atau erupsi kulit halus atau tipis yang berlangsung kurang dari 48 jam. Pembengkakan kelenjar getah bening pada belakang telingan yang dapat terjadi sekitar 3 minggu pasca imunisasi MMR.

    Cara Mengatasinya: Berilah si kecil minum lebih banyak seperti ASI atau air buah, jika demam gunakan pakaian yang tipis, kompreslah area bekas suntikan yang nyeri dengan menggunakan air dingin, bila demam berikan parasetamol 15 mg/kgbb setiap 3-4 jam bila diperlukan, maksimum 6 kali dalam 24 jam. Untuk membersihkan si kecil cukup disekan menggunakan air hangat. Apabila reaksi tersebut berat maka bawalah si kecil ke dokter.

    Produk Terkait: Vaksinasi Campak ke Rumah

     

    6. DT (Diteri, Tetanus)

    Reaksi : Reaksi pasca imunisasi DT (Difteri, Tetanus) biasanya timbul kemerahan, bengkak dan nyeri sekitar bekas suntikan.

    Cara Mengatasinya: Kompreslah area bekas suntikan yang terasa nyeri dengan menggunakan air dingin. Bunda tenang saja karena imunisasi ini tidak memerlukan tindakan khusus.

    Produk Terkait: imunisasi booster ke rumah

    Bila si kecil mengalami demam setelah imunisasi dan tak kunjung turun setelah diberi obat, maka periksakan ke dokter. Selalu catat apa yang dialami si kecil untuk imunisasi ke dua dan selanjutnya.

    Untuk mendapatkan kenyamanan imunisasi si kecil dan layanan imunisasi ke rumah silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

     

    Sumber:

    Trisbiantara, Irene. “Apa Saja Efek Samping Setelah Imunisasi?”. tanyadok.com

    IDAI. “Penjelasan Kepada Orang Tua Mengenai Imunisasi”. idai.or.id

    Read More
  • Dalam beberapa tahun ini, pemerintah memang menerapkan berbagai vaksin untuk mencegah berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus maupun bakteri. Nah, berbicara soal vaksin, maka Sobat mungkin jarang mendengar vaksin PCV. Seberapa penting dan gunanya apa? karena yang umum dibicarakan hanya vaksin rubella, campak atau vaksin dasar layaknya BCG, polio dan juga DPT. Yuk, mari kita […]

    8 Alasan Anak Perlu Disuntik Vaksin PCV

    Dalam beberapa tahun ini, pemerintah memang menerapkan berbagai vaksin untuk mencegah berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus maupun bakteri.

    Nah, berbicara soal vaksin, maka Sobat mungkin jarang mendengar vaksin PCV. Seberapa penting dan gunanya apa? karena yang umum dibicarakan hanya vaksin rubella, campak atau vaksin dasar layaknya BCG, polio dan juga DPT. Yuk, mari kita bahas mengenai vaksin PCV.

    Baca Juga: Apa Saja Fungsi Vaksin PCV?

    Pengertian Vaksin PCV

    Penyakit pneumonia merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri bernama Pneumokokus atau biasa disebut juga Streptococcus pneumoniae.

    Bakteri ini masuk kategori yang berbahaya karena cepat masuk kedalam sirkulasi darah dan tentunya merusak selaput otak, sehingga menyebabkan meningitis atau radang selaput otak. Pneumokokus adalah bakteri, sama menakutkan seperti halnya virus.

    Vaksin PCV dibuat untuk melindungi tubuh dari serangan bakteri tersebut dengan cara memasukkan vaksin ke dalam imun tubuh, mengingat bakteri ini mudah sekali menyerang dan sangat cepat maka diatasi dengan membekali imun dengan antivirusnya.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi PC-13 ke Rumah untuk Dewasa

    Penelitian menjelaskan bahwa beberapa anak dan bayi yang usianya masih dibawah 2 tahun bisa menjad pembawa bakteri aktif dan masuk ke dalam saluran pernafasan mereka, setelah itu bisa menularkan ke manusia lainnya baik ke anak-anak kembali atau ke orang dewasa. Sehingga disimpulkan bahwa bayi atau anak yang berusia 0 bulan hingga 2 tahun berisiko tinggi terkena Pneumonia.

    Pemberian imunisasi PCV

    Setelah membahas mengenai pengertian dan fungsi, selanjutnya adalah aturan pemberian vaksin yang bisa Sobat pelajari, meskipun nantinya akan diarahkan oleh dokter anak ataupun dokter yang ada di puskesmas. Aturannya yaitu :

    • <6 bulan: vaksin dapat diberikan sebanyak 3 kali dengan jarak 2 bulan, dan penguat (booster) pada usia 12-15 bulan.
    • 6-12 bulan: vaksin dapat diberikan sebanyak 2 kali, dan penguat (booster) pada usia 12-15 bulan.
    • 12-24 bulan: diberikan dasar 2 kali, tidak perlu penguat (booster).
    • >24 bulan: diberikan hanya 1 kali.

    Jika Sobat sudah tahu mengenai aturannya, berikut ini penjelasan dua jenis vaksin pneumokokus yang digunakan di Indonesia. Vaksin ini diberikan berdasarkan keamanan untuk anak serta kemungkinan bakteri tersebut menyebar di Indonesia.

    • Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV 13) berisi 13 serotype Vaksin PCV ini aman dan dapat diberikan kepada bayi sejak usia 2 bulan bersamaan dengan vaksin BCG namun hanya harinya saja yang berbeda.
    • Pneumococcal Polysaccharide Vaccine (PCV 23) berisi 23 serotype Vaksin ini aman diberikan pada anak usia lebih dari 2 tahun.

    Lalu, bagaimana jika anak Sobat memiliki jadwal lain dalam imunisasi? tenang saja, adanya vaksin PCV tidak mengganti atau menghapus jadwal imunisasi lainya.

    Sahabat tetap bisa konsultasi dan mengatakan pada dokter bahwa ingin melakukan imunisasi tambahan PCV sehingga dokter bisa membuat rentang kartunya.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi PCV ke rumah untuk Anak

    8 Alasan Mengapa Anak Perlu Vaksin PCV

    Meskipun bukan vaksin yang dipromosikan pemerintah dan wajib, tetapi banyak orang tua bertanya apakah PCV ini wajib dan dibutuhkan. Berikut ini 8 alasan mengapa anak perlu di vaksin PCV. Apa saja ?

    1. Menghindari Wabah

    Pertama tentu saja mengurangi wabah yang bisa terjadi di Indonesia. Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa Pneumokokus merupakan bakteri yang bisa menyebar hanya melalui bersin, cairan dan juga udara. Jelas jika ada yang terjangkit maka kemungkinan akan bertambah pasien lainnya menjadi lebih tinggi.

    2. Mencegah Kematian

    Kita tidak akan pernah tahu bagaimana dan kapan Pneumokokus ini menyerang. Sebagai orang awam bahkan kita tidak pernah tahu bentuk penyakit dan bakterinya seperti apa. Hal seperti ini menjelaskan bahwa vaksin berperan sebagai pencegah kematian karena pneumokokus ini bisa menyebabkan radang selaput otak sampai permasalahan pernafasan yang bisa menyebabkan gagal nafas bahkan pada anak sekalipun.

    3. Mencegah Kecacatan

    Selanjutnya, vaksin PCV dapat mencegah kecacatan yang terjadi pada anak atau bayi. Meskipun beberapa kasus pneumokokus menyebabkan pasien langsung meninggal bahkan tidak memiliki kesempatan hidup lama.

    Namun, beberapa kasus lagi meninggalkan masalah bagi bayi atau anak yaitu gangguan pada perkembangannya. Mereka harus tumbuh dalam bayang-bayang kecacatan.

    Jelas bagi sebagian orang tua hal ini sulit diatasi dan tentu saja membebani mereka baik fisik maupun mental. Tidak ada yang ingin anaknya berubah menjadi cacat khususnya karena bakteri yang tidak diketahui kapan dan dimana menyerangnya.

    Baca Juga: Seperti Apa Imunisasi di Masa Pandemi Covid-19?

    4. Infeksi Mendadak

    Sobat tidak pernah tahu bahwa pneumokokus ternyata berada di lingkungan sekitar Sobat, bakteri ini menyerang secara mendadak dan menakutkan. Hal tersebut juga berlaku bagi petugas medis, mereka harus melewati serangkaian tes untuk memastikan apakah anak terkena penyakit PCV atau tidak.

    5. Mudah Menular

    Sama seperti menghindari wabah, PCV ini mudah menular bahkan yang bukan anak-anak sekalipun bisa langsung tertular. Mereka yang melakukan kontak fisik jelas akan mendapatkan efek sampingnya, meskipun masing-masing imun tubuh orang berbeda-beda.

    6. Komplikasi yang menakutkan

    Bakteri pneumokokus dapat menyebabkan komplikasi yang bisa memberikan masalah lain yang nantinya. Seperti halnya komplikasi pada organ lainnya yang justru memperparah kondisi anak-anak yang terserang PCV.

    Mereka harus berjuang melawan penyakit yang sulit untuk dilawan hanya karena tidak melakukan vaksinasi. Komplikasi pneumokokus yang paling sering adalah radang selaput otak (meningitis) dan menyebarnya bakteri ke dalam darah (bakteremia).

    7. Anak Bebas dan terlindungi

    Anak yang sudah diberikan vaksin PCV jelas lebih bebas melakukan berbagai hal dan bisa bermain kemana dan dimana saja.

    Termasuk ke luar negeri sebagai tempat yang kurang tahu kebersihan dan juga kondisi lingkungannya. Jika sudah vaksin tidak perlu khawatir lagi bukan?

    8. Merugikan fisik dan Mental

    Fisik dan mental merupakan hal yang paling terkuras baik dari sisi anak maupun orang tua. Sobat harus mengurus mereka yang terkena penyakit PCV dan mengeluarkan banyak biaya serta tenaga. Tentu kita tahu kesehatan mahal harganya bukan?

    Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi

    Sudah jelas, kan kenapa kita harus memberikan anak vaksin PCV. Pencegahan akan lebih baik dibandingkan dengan pengobatan. Segera lakukan vaksinasi PCV di layanan kesehatan setampat atau juga bisa dengan memesan layanan di Prosehat yang bisa datang ke rumah. Layanan ini mempunyai keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

    Read More
  • Kita tentunya tidak asing lagi dengan kata vaksin. Vaksin adalah produk biologi yang berasal dari bakteri atau virus yang telah dilemahkan atau telah mati lalu dimasukkan ke dalam tubuh manusia. Vaksin berfungsi sebagai pelindung tubuh dari serangan bakteri dan virus. Di Indonesia, vaksin telah lama dikenalkan oleh pemerintah untuk memberikan perlindungan lebih kepada masyarakat, terutama […]

    Mengenal Lebih Jauh Tentang Jenis – Jenis Vaksin

    Kita tentunya tidak asing lagi dengan kata vaksin. Vaksin adalah produk biologi yang berasal dari bakteri atau virus yang telah dilemahkan atau telah mati lalu dimasukkan ke dalam tubuh manusia.

    Vaksin berfungsi sebagai pelindung tubuh dari serangan bakteri dan virus. Di Indonesia, vaksin telah lama dikenalkan oleh pemerintah untuk memberikan perlindungan lebih kepada masyarakat, terutama anak-anak. Terdapat beberapa jenis vaksin yang dikenal di Indonesia, di antaranya adalah sebagai berikut:

    1. Vaksin BCG

    Vaksin BCG biasanya diberikan ketika bayi baru lahir hingga berusia 2 bulan dan hanya diberikan satu kali saja. Vaksin BCG ini mempunyai manfaat melindungi tubuh dari serangan tuberkulosis.

    Vaksin BCG merupakan vaksin yang mengandung Mycobacterium bovis hidup yang dilemahkan (Bacillus Calmette Guerin), strain Paris. Biasanya pemberian vaksin BCG ini akan menimbulkan bekas luka parut pada bagian yang disuntik.

    Produk Terkait:  Imunisasi BCG ke Rumah

    2. Vaksin oral polio

    Polio adalah penyakit yang dapat menyebabkan kelumpuhan pada penderitanya. Vaksin oral polio diberikan pada anak usia 0, 2, 3, dan 4 bulan secara oral atau diteteskan langsung ke dalam mulut masing-masing sebanyak 2 tetes. Vaksin polio merupakan cairan berwarna kuning kemerahan dalam botol kaca kecil.

    Produk Terkait: Imunisasi Polio ke Rumah

    3. Vaksin campak

    Anak-anak yang rentan terkena campak wajib mendapatkan perlindungan dari vaksin campak. Campak dapat menyebabkan demam yang tinggi hingga kerusakan pada otak. Dengan memberikan vaksin campak pada usia 9 bulan maka Sobat akan melindungi anak dari serangan penyakit campak.

    Baca Juga: Gejala Campak yang Dapat Ibu Kenali dan Cara Mencegahnya

    Vaksin campak berisi virus campak strain CAM 70 yang tidak kurang dari CCID 50 (Cell Culture Infective doses 50) yang telah dilemahkan dan dikemas dalam botol kaca steril dan hanya bisa digunakan dengan campuran larutan campak yang terpisah. Vaksin campak diberikan dengan melarutkan 0.05 ml vaksin dengan pelarutnya dan disuntikkan langsung pada anak.

    4. Vaksin hepatitis B rekombinan

    Hepatitis B merupakan penyakit yang berbahaya yang menyerang hati. Penyakit ini juga bisa menyerang orang dewasa sehingga bagi orang dewasa yang terkena hepatitis B harus diberikan vaksin hepatitis B.

    Baca Juga: Fungsi dan Manfaat Vaksin Hepatitis B

    Vaksin hepatitis B rekombinan mengandung antigen virus hepatitis B, HBs Ag yang telah melewati beberapa  rekayasa DNA. Pemberian vaksin hepatitis B yang dilakukan pada anak-anak di bawah 10 tahun diberikan dengan dosis 0.5 ml, sedangkan yang berusia lebih dari 10 tahun diberikan sebanyak 1 ml. Pemberian vaksin dilakukan pada saat lahir, usia 2,3,4 bulan.

    5. Vaksin DTP

    Vaksin DTP biasanya diberikan sebanyak 3 kali pada bayi usia 2, 3, dan 4 bulan dengan dosis 0.5 ml. Vaksin DTP terdiri dari Toksoid difteri murni, Toksoid tetanus murni, dan B. pertusis yang dilemahkan. Vaksin DTP berfungsi untuk melindungi anak dari pertusis atau batuk rejan, tetanus, dan difteri.

    6. Vaksin jerap DT

    Vaksin jerap DT berfungsi untuk melindungi anak-anak dari serangan difteri dan tetanus secara simultan. Vaksin jerap DT memiliki kandungan Toksoid difteri murni 20 Lf pada tiap 0.5 ml. Vaksin ini diberikan pada anak Sekolah Dasar usia 5 hingga kurang 7 tahun, terutama pada anak yang mengalami alergi terhadap komponen pertusis pada vaksin DTP.

    7. Vaksin DTP-HB

    Vaksin ini berfungsi untuk perlindungan dan pencegahan terhadap penyakit difteri, tetanus, pertusis, dan hepatitis B. Vaksin DTP-HB diberikan sebanyak 3 kali pada anak usia 2, 3, dan 4 bulan. Namun, pemberian ini dilakukan setelah anak mendapatkan vaksin hepatitis B ketika lahir.

    8. Vaksin TT

    Vaksin TT adalah vaksin yang berisikan kandungan toksoid tetanus murni 10 Lf dalam 0.5 ml. Vaksin TT berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit tetanus dan neonatal tetanus yang menyerang bayi baru lahir, maka dari itu vaksin ini diberikan pada wanita dalam usia subur atau sedang hamil.

    Vaksin TT diberikan  pada ibu hamil sebanyak 5 kali, dimana tiap dosis terdiri dari 0.5 ml vaksin dengan jeda 4-6 minggu pada pemberian pertama dan kedua, sedangkan pemberian ketiga diberikan pada 6 bulan berikutnya, TT 4 diberikan setahun setelah TT 3 dan begitu juga TT 5 diberikan setahun setelah TT4.

     9. Vaksin MMR

    Vaksin MMR adalah vaksin yang berisikan virus gondong, campak, dan rubella yang telah dilemahkan. Vaksin ini diberikan sebanyak 2 kali pada saat anak berusia 15-18 bulan dan 6 tahun. Rubella adalah penyakit yang membuat anak mengalami demam tinggi, ruam pada wajah dan leher, hingga munculnya pembengkakan pada kelenjar.

    Baca Juga: Seberapa Pentingkah Vaksin MMR Dilakukan?

    10. Vaksin HPV

    Vaksin HPV diberikan sebanyak tiga kali dan dapat dimulai pada usia 11 atau 12 tahun setelah anak mengalami menstruasi pertama.

    Vaksin HPV kedua diberikan dengan rentang waktu 1 hingga 2 bulan setelah pemberian vaksin pertama dan pemberian ketiga diberikan 6 bulan setelah vaksin pertama. Vaksin ini berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan virus HPV atau Human Papiloma Virus yang menyebabkan kanker serviks.

    Produk Terkait: Vaksinasi HPV ke Rumah

    11. Vaksin HiB

    Vaksin HiB berisi Haemophilus Influenza Tipe B yang telah dilemahkan dan berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit radang selaput otak atau meningitis. Vaksin ini diberikan pada anak mulai usia 2,3, dan 4 bulan dan penguatan diberikan pada usia 15-18 bulan.

    Baca Juga: Vaksinasi Hib Haemophilus Influenza Tipe B

    12. Vaksin PCV

    Vaksin PCV adalah vaksin yang berfungsi untuk melindungi anak dari serangan pneumokokus. Vaksin PCV diberikan pada anak di bawah 1 tahun pada usia 2,4,6 bulan dan penguatan pada usia 12-15 bulan. Tapi jika anak belum mendapatkan vaksin ini diatas usia 2 tahun, maka dapat diberikan 1 kali.

    13. Vaksin rotavirus

    Vaksin rotavirus diberikan pada anak berusia 6-14 pada penyuntikan pertama dan suntikan kedua 4 minggu setelahnya. Pemberian vaksin rotavirus berguna untuk mencegah anak terkena diare parah akibat rotavirus yang biasanya terjadi pada musim pancaroba.

     14. Vaksin varicella

    Vaksin varicella adalah vaksin yang berisikan virus varicella zooster yang telah dilemahkan. Vaksin ini diberikan pada anak berusia 1 tahun ke atas dan berfungsi untuk melindungi anak dari cacar air.

    Produk Terkait: Vaksinasi Varicella ke Rumah

    Itulah beberapa jenis vaksin yang perlu Anda ketahui. Pemerintah telah mewajibkan pemberian beberapa vaksin penting di atas pada masyarakat secara gratis sehingga anak-anak bisa mendapatkan perlindungan penuh dari penyakit yang berbahaya.

    Demikianlah artikel tentang vaksin yang singkat ini. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda dan semoga pemerintah semakin mendukung untuk pemberian vaksin lainnya secara gratis agar seluruh masyarakat Indonesia terlindungi. Selain itu semua jenis vaksin di atas juga tersedia di Prosehat loh.

    Jadi buat kamu yang ingin imunisasi ke rumah, Prosehat bisa jadi pilihan tepatmu. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Untuk info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • Apakah bayi Anda terserang diare? Wah, bisa jadi bayi Anda terinfeksi rotavirus. Rotavirus merupakan virus famili Reoviridae yang masuk dan menginfeksi saluran pencernaan. Baca Juga: Kondisi Kelebihan Lemak Pada Feses dan Cara Mengatasinya Penyebaran virus melalui kontak dengan makanan, air, tangan, dan permukaan objek yang tekontaminasi. Virus ini menyebabkan diare berat, di mana pada bayi dan […]

    Cegah Diare Anak Akibat Rotavirus dengan Vaksinasi

    Apakah bayi Anda terserang diare? Wah, bisa jadi bayi Anda terinfeksi rotavirus. Rotavirus merupakan virus famili Reoviridae yang masuk dan menginfeksi saluran pencernaan.

    Baca Juga: Kondisi Kelebihan Lemak Pada Feses dan Cara Mengatasinya

    Penyebaran virus melalui kontak dengan makanan, air, tangan, dan permukaan objek yang tekontaminasi. Virus ini menyebabkan diare berat, di mana pada bayi dan anak dapat berbahaya karena bisa berakibat dehidrasi berat yang berujung kematian.  

    Setelah terpapar rotavirus, biasanya gejala akan muncul setelah 2 hari kemudian. Gejala muncul berupa demam, muntah, nyeri perut,  dan diare cair yang dapat menyebabkan dehidrasi berat.

    Gejala-gejala tersebut berlangsung selama 3-8 hari. Oleh sebab itu sangat penting bagi Anda untuk mengetahui tanda dehidrasi pada anak, agar cepat tertangani.

    1. Dehidrasi ringan: anak tetap aktif namun sedikit lesu, masih kuat untuk menyusui dan minum.
    2. Dehirasi sedang: anak terlihat lemas, tampak kehausan, kulit mengendur, dan mata cekung. Segera bawa ke pelayanan kesehatan.
    3. Dehidrasi berat: anak sangat lemas, kesadaran anak menurun, tidak bisa minum, sedikit kencing, mata sangat cekung, bibir kering dan biru, kulit lama kembali bila dicubit. Kondisi ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian.

    Pada kasus diare akibat rotavirus pemberian antibiotik bukan solusi karena penyebabnya adalah virus bukan bakteri.

    Pengobatan bersifat meringankan gejala dengan rehidrasi atau pemenuhan cairan melalui perbanyak asupan cairan, air minum, ASI, dan infus. Bisa diberikan zink untuk membantu penyembuhan diare dan menjaga daya tahan tubuh anak.

    Baca Juga: Mengapa Makanan Pedas Menyebabkan Diare? Begini Penjelasannya

    Pencegahan infeksi rotavirus yang optimal dan direkomendasikan adalah dengan imunisasi rotavirus. WHO merekomendasikan imunisasi rotavirus secara rutin pada April 2009.

    Di Indonesia sendiri vaksin ini sudah direkomendasikan oleh IDAI sejak tahun 2011. Vaksin rotavirus yang beredar adalah vaksin hidup yang mengandung 1 strain (monovalen) dan 5 strain (pentavalen).

    Vaksin rotavirus monovalen diberikan 2 kali, dosis pertama diberikan saat usia 6-14 minggu dan dosis kedua diberikan minimal 4 minggu berikutnya.

    Maksimal pemberian dosis kedua pada usia 24 minggu. Untuk, vaksin rotavirus pentavalen diberikan sebanyak 3 kali. Dosis pertama diberikan pada usia 6-14 minggu, dosis kedua dan ketiga diberikan dengan interval 4-10 minggu. Batas akhir pemberian di usia 32 minggu.

    Sebaiknya segera berikan vaksinasi rotavirus pada bayi Anda, mengingat angka kejadian diare di bawah usia 2 tahun cukup tinggi.

    Baca Juga: Mengenal Penyakit Norovirus, dari Penyebab hingga Pencegahan

    Sahabat bisa melakukan vaksinasi Rotavirus di Prosehat yang menyediakan layanan ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Sumber:

    1. Rotavirus | Transmission | CDC [Internet]. Cdc.gov. 2016 [cited 5 February 2018]. Available from: cdc.gov
    2. Haurissa A. TanyaDok.com | Infeksi Rotavirus dan Imunisasinya [Internet]. TanyaDok.com. [cited 5 February 2018]. Avaialable from: tanyadok.com
    Read More
  • Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memutuskan tidak merekomendasikan penerapan sekolah tatap muka yang rencananya akan mulai digelar pada Juli 2021, demikian hal tersebut diungkapkan oleh Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A, (K), FAAP, FRCPI (Hon.) yang merupakan Ketua Umum IDAI pada Rabu, 28 April 2021. Baca Juga: Berikut Panduan Sekolah Tatap Muka Mulai Juli […]

    IDAI Tidak Merekomendasikan Sekolah Tatap Muka Juli 2021, Kenapa?

    Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memutuskan tidak merekomendasikan penerapan sekolah tatap muka yang rencananya akan mulai digelar pada Juli 2021, demikian hal tersebut diungkapkan oleh Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A, (K), FAAP, FRCPI (Hon.) yang merupakan Ketua Umum IDAI pada Rabu, 28 April 2021.

    sekolah tatap muka juli 2021

    Baca Juga: Berikut Panduan Sekolah Tatap Muka Mulai Juli 2021

    Hal ini disebabkan karena belum stabilnya penyebaran Covid-19 di Indonesia sehingga berisiko membahayakan anak, mengingat hingga kini anak belum mendapatkan vaksin Covid-19. IDAI meminta jika sekolah dibuka kembali, tentunya harus melalui beberapa persyaratan seperti telah terkendalinya transmisi lokal yang ditandai dengan positivity rate kurang lebih 5% dan menurunnya angka kematian akibat Covid-19.

    Rekomendasi ini juga telah melalui beberapa pertimbangan yang mengacu pada Konvensi Hak-hak Anak dari Perserikatan Bangsa-Bangsa yang ditegaskan dengan Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 1990.

    Bagaimana Jika Sekolah Tatap Muka Tetap Diberlakukan?

    IDAI meminta pihak sekolah menyiapkan metode belajar blended learning atau pembelajaran campuran yang menggabungkan pembelajaran secara online (daring) dan offline (luring). IDAI meminta anak-anak yang belajar melalui dua metode tersebut tetap mendapatkan hak dan perlakuan yang sama.

    Baca Juga: Sekolah Tatap Muka Siap Dilaksanakan di 14 Provinsi

    Hingga kini belum bisa diprediksi waktu berakhirnya pandemi Covid-19, sehingga IDAI meminta pihak sekolah mencari terobosan dalam proses belajar-mengajar seperti memanfaatkan ruang terbuka di taman maupun lapangan untuk melaksanakan kegiatan belajar-mengajar.

    Kondisi Pembelajaran Tatap Muka di Indonesia

    Pemerintah sebelumnya telah merencanakan sekolah tatap muka kembali dilaksanakan pada Juli 2021. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim mengungkapkan bahwa sekolah tatap muka terbatas sudah bisa dilaksanakan tanpa harus menunggu bulan Juli 2021 karena sudah ada Surat Keputusan Bersama Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang telah disahkan pada Maret 2021.

    Menteri Nadiem Makarim meminta bagi guru dan tenaga pendidik yang telah divaksin agar segera melaksanakan sekolah tatap muka secara terbatas, sesuai dengan persyaratan yang ada meskipun belum semua tenaga pengajar telah divaksin.

    Berdasarkan data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi per 28 April 2021 sudah ada 22% sekolah yang telah menerapkan sekolah tatap muka terbatas, di antaranya SDN 03 Pontianak Selatan dan SMAN 9 Bengkulu Selatan.

    Baca Juga: Tepatkah Sekolah Tatap Muka Dibuka Kembali di Tengah Pandemi?

    Meskipun anak belum dapat melaksanakan sekolah tatap muka sesuai rekomendasi IDAI, Sahabat Sehat sebaiknya tetap memperhatikan kebutuhan gizi dan nutrisi anak serta berikan multivitamin untuk menunjang stamina anak.

    Selama masa pandemi, Sahabat Sehat jangan lupa memberikan imunisasi untuk anak agar  tidak mudah terserang penyakit. Imunisasi untuk anak dapat Sahabat Sehat peroleh melalui layanan Prosehat yang menyediakan layanan ke rumah. Layanan Prosehat memiliki banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Indonesia, C., 2021. IDAI Tidak Rekomendasi Sekolah Tatap Muka Digelar Juli 2021. [online] nasional. Available at: <https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210428111955-20-635822/idai-tidak-rekomendasi-sekolah-tatap-muka-digelar-juli-2021> [Accessed 29 April 2021].
    2. Media, K., 2021. Ikatan Dokter Anak Indonesia Tak Rekomendasikan Sekolah Tatap Muka, Ini Alasannya Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://nasional.kompas.com/read/2021/04/28/10163901/ikatan-dokter-anak-indonesia-tak-rekomendasikan-sekolah-tatap-muka-ini?page=all> [Accessed 29 April 2021].

     

     

    Read More
  • Imunisasi sangat diperlukan untuk bayi dan balita dan banyak sekali macam-macam imunisasi, salah satunya adalah polio. Pemerintah mulai menggalakkan anak wajib imunisasi polio. Kenapa pemerintah mewajibkan anak untuk imunisasi polio? Karena imunisasi polio dapat mencegah penyakit yang akan diderita jika tidak diimunisasi. Baca Juga: Mengenal Penyakit Polio dan Vaksin untuk Mencegahnya Banyak manfaat yang bisa […]

    Efek Samping Vaksin Polio yang Perlu Kamu Ketahui

    Imunisasi sangat diperlukan untuk bayi dan balita dan banyak sekali macam-macam imunisasi, salah satunya adalah polio. Pemerintah mulai menggalakkan anak wajib imunisasi polio.

    Kenapa pemerintah mewajibkan anak untuk imunisasi polio? Karena imunisasi polio dapat mencegah penyakit yang akan diderita jika tidak diimunisasi.

    Baca Juga: Mengenal Penyakit Polio dan Vaksin untuk Mencegahnya

    Banyak manfaat yang bisa didapat ketika seorang anak diberikan imunisasi polio. Namun, imunisasi polio dapat menimbulkan reaksi setelah disuntikkan ke anak.

    vaksinasi polio, efek samping vaksinasi polio

    Apa Saja Manfaat Imunisasi Polio?

    • Agar anak terhindar dari kematian karena infeksi yang terjadi pada selaput otak (meningitis)
    • Mencegah beberapa resiko pada bayi karena virus polio yang pada umumnya merusak syaraf pada otak, dan menimbulkan otot yang tidak berfungsi sehingga anak tersebut lumpuh seketika
    • Mencegah anak menderita polio dan memungkinkan anak untuk tumbuh sehat

    Beberapa manfaat itulah yang membuat anak diwajibkan untuk tetap diberikan imunisasi polio. Ada dua hal yang membedakan vaksin polio, yaitu vaksin oral dan suntik.

    Baca Juga: Tujuan Imunisasi Polio yang Perlu Diketahui

    Seiring dengan berkembangnya zaman, vaksin oral sudah tidak digunakan lagi, sekarang menggunakan vaksin yang disuntik. Jangan lupa ibu-ibu bahwa vaksin suntik pun dapat menimbulkan reaksi pasca imunisasi

    Reaksi pasca-imunisasi Polio yang perlu kamu ketahui:

    1. Demam

    Demam merupakan reaksi dari pemberian vaksin polio oral. Sering juga kita temui vaksin suntik pun terkadang juga akan membuat anak menjadi demam.

    Vaksin oral berisi virus yang sudah dilemahkan untuk memperkuat metabolisme tubuh, sedangkan vaksin yang disuntik virusnya sudah dimatikan terlebih dahulu. Ibu jangan khawatir bila anak mengalami demam, cukup berikan obat penurun panas aja hingga demamnya hilang.

    2. Sakit dan Bengkak di bekas suntikan

    Tak jarang jika kita temui bayi yang menangis terus karena suntikan imunisasi polio, jadi untuk menjaga kenyamanan bayi, sebaiknya posisikan bayi pada keadaan tidur yang nyaman, sehingga bayi tersebut tidak akan menangis/rewel lagi

    3. Reaksi anafialtik

    Reaksi anafilkatik merupakan reaksi alergi tipe cepat yang menimbulkan kegawatan bila tidak ditangani dengan cepat. Reaksi ini terjadi bila sesorang memiliki riwayat alergi terhadap komponen vaksin.

    Mereka yang alergi terhadap beberapa antibiotik seperti Streptomisin, polimiksin B dan Neomisin kemungkinan akan alergi terhadap vaksin polio suntik.

    Baca Juga: Apa dan Bagaimana Penyebab Penyakit Polio Itu?

    Jika Sahabat sebagai ibu ingin mengurangi reaksi lokal yang dapat terjadi pada anak, Sobat harus mengompres pada bekas suntikan, minum air putih, memberikan penurun panas dengan dosis sesuai dengan umur anak. Sebelum dilakukan imunisasi, Sobat perlu mengetahui beberapa hal:

    • Cek apakah anak demam atau tidak
    • Anak sedang diare
    • Anak yang mempunyai kekebalan tubuh yang lemah atau melemahnya sistem imun
    • Anak yang masih menjalani imunosupresif

    Hal itulah yang menjadi pertimbangan untuk dilakukan vaksinasi. Vaksin polio itu penting untuk bayi dan balita, tetapi kita harus memperhatikan reaksi setelah penyuntikan dan apa saja yang tidak boleh dilakukan pada anak yang sedang mengalami demam, diare atau yang sudah dijelaskan di atas.

    Semoga artikel ini memberi manfaat bagi para pembaca, khususnya ibu-ibu yang mempunyai bayi dan anak balita. Jangan lupa konsultasikan pada dokter yang menangani vaksin polio anak Sahabat.

    Apabila Sahabat ingin sekali melakukan vaksinasi polio terutama layanan vaksinasi ke rumah, jangan khawatir karena Prosehat mempunyai layanan tersebut. Layanan ini tentu saja akan membuat Sobat merasa aman dan nyaman. Selain itu, layanan ini mempunyai kelebihan-kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Untuk info lebih lanjut mengenai layanan vaksinasi polio ke rumah, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Read More
  • Jadwal terbaru imunisasi anak 2020 untuk anak umur 0-18 tahun resmi dirilis oleh IDAI atau Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jadwal terbaru ini dikeluarkan dengan mempertimbangkan perkembangan imunisasi anak di Indonesia terutama di masa pandemi Covid-19 serta rekomendasi yang diberikan oleh WHO selaku organisasi kesehatan dunia. Terakhir kali, IDAI mengeluarkan jadwal untuk panduan imunisasi anak ini […]

    Poin-poin Penting dalam Jadwal Terbaru Imunisasi Anak 2020, sehat di rumah, di rumah aja

    Jadwal terbaru imunisasi anak 2020 untuk anak umur 0-18 tahun resmi dirilis oleh IDAI atau Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jadwal terbaru ini dikeluarkan dengan mempertimbangkan perkembangan imunisasi anak di Indonesia terutama di masa pandemi Covid-19 serta rekomendasi yang diberikan oleh WHO selaku organisasi kesehatan dunia.

    Terakhir kali, IDAI mengeluarkan jadwal untuk panduan imunisasi anak ini pada 2017 lalu. Tentu saja terdapat banyak beberapa perbedaan yang merupakan poin penting jika dibandingkan dengan jadwal 2017 lalu. Apa saja perbedaannya? Yuk, Sahabat Sehat, mari simak di bawah ini supaya Sahabat siap ketika akan mengimunisasi anak.

    jadwal terbaru imunisasi anak 2020, jadwal imunisasi anak 2020, jadwal imunisasi bayi 2020, jadwal imunisasi anak dan bayi terbaru 2020

    Baca Juga: Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi Covid-19?

    Poin-poin penting dalam Jadwal Imunisasi Anak 2020

    Ada 15 Jenis Imunisasi Wajib

    Pada jadwal imunisasi 2017, IDAI merekomendasikan sebanyak 16 imunisasi wajib untuk anak. Namun pada jadwal terbaru 2020 ini IDAI hanya merekomendasikan 15 imunisasi wajib. Hal itu karena ada pemberian vaksin yang digabung menjadi satu, yaitu MR dan MMR.

    Pemberiannya mulai umur 9 bulan adalah diberikan vaksin MR terlebih dahulu. Bila sampai umur 12 bulan belum mendapat vaksin MR, dapat diberikan MMR. Umur 18 bulan diberikan MR atau MMR. Umur 5-7 tahun diberikan MR (dalam program BIAS kelas 1) atau MMR.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi MMR ke Rumah

    Perubahan pada Pemberian Vaksin Hepatitis B

    Vaksin Hepatitis B terutama yang monovalen sangat penting diberikan pada bayi segera setelah lahir supaya tidak terkena virus Hepatitis B.

    Pada jadwal 2017, pemberiannya dilakukan 12 jam setelah lahir, pada jadwal imunisasi 2020 ini pemberiannya harus segera sebelum 24 jam, dan didahului dengan penyuntikan vitamin K1 minimal 30 menit sebelumnya.

    Bayi dengan berat lahir kurang dari 2.000 gram untuk pemberiannya sebaiknya ditunda sampai berumur 1 bulan atau lebih, kecuali ibu HBsAg positif, dan bayi bugar diberikan imunisasi HB segera lahir tetapi tidak dihitung sebagai dosis primer.

    Bayi yang lahir dari ibu HBsAg positif segera diberikan vaksin HB dan immunoglobulin hepatitis B (HBIg) pada ekstrimitas yang berbeda, yaitu maksimal 7 hari setelah lahir.

    Imunisasi HB selanjutnya diberikan bersama DTwP atau DTaP. Untuk rekomendasi pemberian pada jadwal imunisasi 2020 adalah sampai 5 kali yaitu hingga anak berusia 18 bulan dari yang hanya pada 4 kali pada jadwal 2017.

    Pemberian Vaksin BCG Sampai Anak Berusia 2 Bulan

    Pada jadwal terbaru Imunisasi Anak 2020 ini untuk vaksin BCG orang tua diberikan keleluasaan melakukan vaksinasi maksimal sampai anak berusia 2 bulan.

    Keleluasaan ini melengkapi rekomendasi terbaik pemberian vaksin BCG segera setelah bayi lahir atau segera mungkin sebelum bayi berumur 1 bulan. Bila berumur 2 bulan atau lebih, BCG diberikan bila uji tuberkulin negatif.

    Apabila uji tuberkulin tidak tersedia, BCG dapat diberikan. Bila timbul reaksi lokal cepat pada minggu pertama, perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk diagnosis tuberkulosis.

    Produk Terkait: Layanan Imunisasi BCG ke Rumah

    Pemberian Vaksin DTP Sampai Umur 18 Tahun

    Pada jadwal imunisasi 2017, pemberian vaksin DTP untuk mencegah penyakit difteri, pertusis, dan tetanus diberikan sebanyak 3 kali, masing-masing satu suntikan saat anak berusia 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan.

    Pada jadwal imunisasi 2020 suntikan keempat diberikan saat anak berusia 18 bulan untuk perlindungan jangka panjang.

    Selanjutnya suntikan kelima diberikan saat anak berusia dari 5 hingga 7 tahun. Kemudian pada umur 7 tahun atau lebih diberikan vaksin Td atau Tdap yang berlanjut pada umur 10 hingga 18 tahun.

    Baca Juga: Mengenal Lebih Jauh Tentang Jenis-jenis Vaksin

    Pemberian Vaksin PCV pada Usia 12-15 Bulan untuk Imunisasi Keempat

    Vaksin PCV atau Pnemukokus yang pada jadwal 2017 hanya direkomendasikan pada saat anak berusia 15 hingga 18 bulan, pada jadwal terbaru diberikan pada usia 12 hingga 15 tahun untuk imunisasi keempat.

    Rekomendasi ini menambahkan rekomendasi sebelumnya untuk mengimunisasi anak dengan PCV sebanyak 3 kali masing-masing saat anak berusia 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan.

    Jika belum diberikan pada umur 7-12 bulan, berikanlah PCV 2 kali dengan jarak 1 bulan dan booster setelah 12 bulan jaraknya adalah 2 bulan dari dosis sebelumnya.

    Jika belum diberikan pada umur 1-2 tahun, berikanlah PCV 2 kali dengan jarak minimal 2 bulan. Jika belum diberikan pada umur 2-5 tahun, PCV10 diberikan 2 kali dengan jarak 2 bulan, PCV13 cukup 1 kali.

    Vaksin Influenza Wajib Diberikan pada Saat Anak Mulai 6 Bulan

    Vaksin influenza wajib diberikan pada saat anak berusia mulai 6 bulan, dan diulang setiap tahun. Pada umur 6 bulan sampai 8 tahun imunisasi pertama diberikan 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu.

    Pada anak umur lebih dari 9 tahun, imunisasi pertama diberikan 1 dosis hingga 18 tahun agar memberikan perlindungan maksimal setiap tahunnya.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu

    Vaksin Varisela Diberikan 1 Kali pada Saat Anak Berusia 12-18 Bulan

    Pada jadwal terbaru imunisasi anak 2020 vaksin varisela untuk mencegah penyakit cacar air diberikan 1 kali saat anak berusia dari 12 bulan hingga 18 bulan.

    Hal ini tentu berbeda pada jadwal sebelumnya yang mengharuskan pemberian  sebanyak 2 kali dengan jarak 6 minggu hingga 3 bulan. Kemudian pada umur 1-12 tahun diberikan sebanyak 2 dosis dengan interval 6 minggu hingga 3 bulan. Umur 13 tahun atau lebih dengan jarak 4 sampai 6 minggu.

    Vaksin Hepatitis A Mulai Diberikan Pada Anak Usia 12-24 bulan

    Di jadwal imunisasi anak terbaru 2020 vaksin Hepatitis A mulai diberikan pada saat anak berusia 12 bulan hingga 24 bulan. Hal ini tentu berbeda dari jadwal 2017 yang merekomendasikan pemberian imunisasi Hepatitis A menunggu sampai anak berusia 24 bulan. Pemberiannya sebanyak 1 dosis saja. Untuk 2 dosis dimulai saat umur 1 tahun.

    Pemberian Vaksin Tifoid Wajib Saat Anak Berusia 24 Bulan

    Vaksin Tifoid yang diberikan pada anak untuk mencegah penyakit tifus pada jadwal terbaru wajib diberikan pada saat anak berusia 24 bulan.

    Hal ini berbeda dari jadwal 2017 yang merekomendasikan pemberian dari saat anak berusia 24 bulan hingga 18 tahun. Setelah pemberian di usia 24 bulan, imunisasi diberikan setiap 3 tahun sekali saat anak berusia 5 tahun.

    Pemberian Vaksin HPV Sebanyak 2 Kali

    Pada jadwal terbaru vaksin HPV yang diberikan kepada anak perempuan untuk mencegah kanker serviks diberikan sebanyak 2 kali dari usia 9 hingga 14 tahun, dengan jarak 6-15 bulan. Umur 15 tahun atau lebih diberikan 3 kali dengan jadwal 0,1, 6 bulan (vaksin bivalen) atau 0,2,6 bulan (vaksin quadrivalen).

    Vaksin Dengue untuk Anak Umur 9-16 Tahun

    Vaksin dengue untuk mencegah terkena penyakit demam berdarah diberikan pada anak umur 9-16 tahun dengan seropositif dengue yang dibuktikan pernah mempunyai dirawat dengan diagnosis dengue (pemeriksaan antigen NS-1 dan atau uji serologis IgM/IgG antidengue positif) atau dibuktikan dengan pemeriksaan serologi IgG anti-positif.

    Vaksin Japanese Encephalitis untuk Anak Usia 9 Bulan di Daerah Endemis

    Vaksin Japanese Encephalitis atau JE wajib diberikan saat anak berusia 9 bulan bagi anak di daerah endemis atau yang akan bepergian ke daerah endemis.

    Untuk memberikan perlindungan maksimal, vaksin dapat diberikan booster saat anak berusia 1 tahun hingga 2 tahun setelah suntikan pertama.

    Vaksin JE diberikan sebagai bentuk perlindungan terhadap penyakit radang otak yang disebabkan oleh virus Japanese Encephalitis yang ditemukan pada babi dan burung. Penularannya terjadi lewat nyamuk yang menggigit hewan-hewan terinfeksi tersebut terutama di Asia Tenggara dan negara-negara Kepulauan Pasifik Barat.

    Catch-Up Immunization Pada Jadwal Baru

    Selain perubahan dalam jadwal imunisasi anak 2020 itu juga terdapat istilah baru, yaitu catch-up immunization. Istilah untuk merujuk pada mengejar imunisasi anak yang belum dilakukan sama sekali atau terpenuhi, yang seharusnya sudah dilakukan sebelum anak berusia 2 tahun atau paling maksimal saat masuk sekolah. Imunisasi yang biasanya belum dilakukan sesuai dengan jadwal yang ada adalah DPT, Influenza, dan Pneumonia.

    Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi

    Cara Sukses Berikan Vaksin Lengkap pada Anak

    Memberikan vaksinasi dan imunisasi lengkap pada anak tentu merupakan dambaan dan keharusan bagi orang tua supaya anak tidak gampang terkena sakit serta terhindar dari penyakit menular yang berbahaya. Berikut ini adalah cara suksesnya:

    Gunakan Satu Buku Kesehatan atau KMS

    Fungsi KMS atau kartu menuju sehat yang diberikan oleh pihak rumah sakit atau puskesmas adalah untuk sebagai pencatat dan pengingat bagi Sahabat Sehat kala akan mengimunisasi anak untuk mengetahui imunisasi apa saja dan yang belum diberikan.

    KMS biasanya diberikan segera setelah bayi lahir dan diberikan vaksin Hepatitis B. Gunakanlah KMS yang sama karena hal itu juga berguna untuk mengontrol kesehatan bayi, obat-obatan yang pernah diberikan, hingga perawatan yang pernah dilakukan. Hal ini juga akan memudahkan dokter yang memeriksa walaupun dokternya berganti-ganti.

    Gunakan Trik Hemat Biaya

    Beberapa imunisasi dasar yang wajib memang diberikan secara gratis karena masuk ke dalam subsidi pemerintah, tetapi imunisasi lainnya  tidak ditanggung pemerintah.

    Sehingga Sahabat hendaknya mempersiapkan biaya imunisasi tambahan ini. Alangkah baiknya jika biaya tersebut disimpan sebagai dana untuk imunisasi yang tidak ditanggung seperti Flu, Rotavirus, dan Pneumokokus.

    Memprediksi Efek Samping

    Efek samping dapat terjadi pasca penyuntikan. Beberapa vaksinasi dapat menyebabkan demam atau bengkak di daerah bekas suntikan. Sahabat dapat menanyakan kapan anak harus diberi obat penurun panas serta apa yang bisa dilakukan saat efek yang terjadi.

    Anak dalam Kondisi Sehat

    Pastikan kondisi anak dalam keadaan sehat karena hal itu akan membantu sistem kekebalan tubuh bekerja melawan penyakit secara maksimal. Apabila keadaan sebaliknya akan membuat kerja tidak maksimal dan imunisasi malah memperparah kondisi tersebut.

    Gali Informasi dari Sumber Terpercaya

    Selalu untuk mencari informasi seputar imunusasi anak selain dari dokter atau situs resmi IDAI terutama jika berkaitan dengan isu-isu vaksin dapat menyebabkan autisme, kematian, mengandung babi dan isu-isu yang belum terbukti kebenarannya.

    Cara Imunisasi Anak dengan Aman di Tengah Pandemi Covid-19

    Pandemi Covid-19 memang membuat jadwal imunisasi anak menjadi berantakan karena ketakutan para orang tua akan tertular virus yang juga dapat menulari anak mereka.

    Hal tersebut berdampak pada sedikitnya kunjungan vaksinasi ke fasilitas-fasilitas layanan kesehatan tertentu seperti puskesmas dan rumah sakit.

    Namun hal tersebut sebenarnya bisa diatasi mengingat imunisasi anak itu wajib sekali terutama untuk tumbuh-kembang mereka. Cara-caranya adalah sebagai berikut:

    • Dilaksanakan di fasilitas kesehatan dengan melakukan protokol-protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak
    • Lakukan di ruangan terpisah yang sudah disemprotkan desinfektan secara rutin saat di fasyankes
    • Mencatat waktu kunjungan ke fasyankes
    • Dilakukan di rumah pribadi dokter
    • Dilakukan di rumah

    Produk Terkait: Imunisasi Anak

    Itulah mengenai jadwal terbaru imunisasi anak 2020 yang sudah bisa Sahabat Sehat jadikan rujukan imunisasi terutama di masa pandemi Covid-19.

    Apabila Sahabat menginginkan layanan imunisasi anak yang aman, nyaman, dan berkualitas dengan di rumah saja supaya terhindar dari Covid-19, Sahabat bisa memanfaatkan layanan imunisasi di rumah dari Prosehat.

    Sahabat cukup mengakses via website atau aplikasi lalu pilih kategori Imunisasi Anak. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Jadwal Imunisasi IDAI 2020 [Internet]. IDAI. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://www.idai.or.id/about-idai/idai-statement/jadwal-imunisasi-idai-2020
    2. Jadwal Imunisasi IDAI 2020, Lengkap dengan Penjelasan 15 Vaksin Anak 0-18 Tahun [Internet]. kumparan. 2020 [cited 18 December 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparanmom/jadwal-imunisasi-idai-2020-lengkap-dengan-penjelasan-15-vaksin-anak-0-18-tahun-1unPj8bpc08/full
    3. [Internet]. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://www.researchgate.net/publication/312175517_Jadwal_Imunisasi_Rekomenda
    4. Jadwal Imunisasi Anak di 2020 [Internet]. gaya hidup. 2020 [cited 18 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20191224121128-255-459589/jadwal-imunisasi-anak-di-2020
    5. Anwar F. 8 Protokol Imunisasi Anak di Tengah Pandemi Corona [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 18 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5074488/8-protokol-imunisasi-anak-di-tengah-pandemi-corona
    6. Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi COVID-19? • ProSehat [Internet]. ProSehat. 2020 [cited 18 December 2020]. Available from: https://www.prosehat.com/artikel/imunisasi/imunisasi-anak-di-masa-pandemi
    7. [Internet]. Covid19.idionline.org. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://covid19.idionline.org/wp-content/uploads/2020/04/15.IDAI-Imunisasipdf.pdf
    Read More
  • Tingkat kesehatan anak dan bayi di Indonesia tergolong rendah sebab banyak dari mereka ternyata belum ada yang mendapatkan mendapatkan imunisasi dasar lengkap bahkan semenjak lahir pun belum pernah sama sekali diimunisasi secara lengkap. Hal tersebut berdasarkan data dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan yang menyatakan bahwa pada periode 2014-2016 terdapat 1,7 anak yang […]

    Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi

    Tingkat kesehatan anak dan bayi di Indonesia tergolong rendah sebab banyak dari mereka ternyata belum ada yang mendapatkan mendapatkan imunisasi dasar lengkap bahkan semenjak lahir pun belum pernah sama sekali diimunisasi secara lengkap.

    Hal tersebut berdasarkan data dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan yang menyatakan bahwa pada periode 2014-2016 terdapat 1,7 anak yang sama sekali belum diimunisasi atau belum lengkap sama sekali status pemberian imunisasinya.

    Baca Juga: Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi COVID-19?

    vaksinasi dasar lengkap

    Hal inilah yang menyebabkan kondisi kesehatan anak-anak di Indonesia sangat rentan terhadap segala penyakit termasuk penyakit menular yang mematikan sehingga upaya pemberian imunisasi harus terus digalakkan supaya dapat menciptakan generasi masa depan yang berkualitas.

    Tentu Sobat Sehat akan bertanya-tanya apakah imunisasi dasar yang dimaksud dan bagaimana cara pemberiannya? Tanpa berlama-lama silakan disimak poin-poin berikut di bawah ini.

    Apakah Imunisasi Dasar Lengkap Itu?

    Imunisasi dasar yang sudah disinggung pada paragraf awal mempunyai pengertian, yaitu pemberian imunisasi dasar secara lengkap kepada bayi yang berumur 0-9 bulan. Imunisasi ini merupakan salah satu program wajib dari pemerintah di bidang kesehatan berdasarkan Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009. 

    Untuk Apa Tujuannya dan Seberapa Penting?

    Tujuan pemberian imunisasi adalah untuk membuat bayi yang baru lahir atau sudah berumur beberapa bulan kebal terhadap segala serangan penyakit seperti TBC, Hepatitis B, difteri, polio, dan campak. Karena tujuannya seperti itu, pemberian imunisasi melalui vaksin merupakan hal yang cukup penting.

    Sebab, imunisasi itu sendiri pada dasarnya adalah menyuntikkan virus yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh untuk merangsang keluarnya antibodi sehingga tubuh sudah tahu cara melawan ketika ada virus sejenis yang menyerang.

    Pemberian vaksin selain mencegah penularan penyakit berbahaya pada bayi, juga untuk mencegah menularkan penyakit tersebut pada orang lain sampai usia dewasa.

    Apabila bayi atau anak tidak diimunisasi, risiko terkena penyakit menular yang berbahaya akan lebih tinggi sehingga dapat menyebabkan kecacatan hingga kematian. Selain cepat dan aman, imunisasi juga hampir 100% efektif, dan apabila anak ternyata masih tetap terkena penyakit menular, gejalanya pun lebih ringan.

    Baca Juga: Vaksinasi Antre? Yuk, Vaksinasi di Rumah Saja

    Imunisasi Apa Sajakah yang Harus Diberikan?

    Untuk imunisasi dasar ini terdapat  5 jenis imunisasi yang wajib diberikan kepada bayi, yaitu:

    • Hepatitis B
    • Polio
    • BCG
    • Pentavalen (DPT, HB, HIB)
    • Campak

    Seperti Apakah Prosedurnya?

    Prosedur pemberian imunisasi dasar ini tentu harus berdasarkan usia. Hal ini sesuai dengan ketetapan yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan dan IDAI, yang tentu saja membuat prosedur ini berdasarkan rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO.

    Untuk prosedurnya adalah sebagai berikut:

    Hepatitis B

    Vaksin Hepatitis B diberikan pada saat bayi baru lahir, yaitu paling lambat 12 jam setelah lahir. Manfaatnya adalah untuk mencegah penularan hepatitis B dari ibu ke bayi saat proses persalinan.

    Baca Juga: 8 Alasan Mengapa Bayi Baru Lahir Harus Suntik Hepatitis B

    Polio

    Vaksin polio diberikan sebanyak 4 kali sebelum bayi berumur 6 bulan, yaitu pada saat lahir, usia 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan. Pemberian vaksin ini kepada bayi untuk mencegah tertularnya bayi terkena penyakit polio.

    Produk Terkait: Vaksinasi Polio

    Penyakit ini disebabkan oleh virus dalam saluran pencernaan dan tenggorokan, dan dapat mengakibarkan kelumpuhan kaki, tangan, otot pernapasan sehingga menyebabkan kematian.

    BCG

    Vaksin BCG diberikan saat bayi berusia 2 bulan. Vaksin ini berfungsi mencegah anak terkena kuman penyebab penyakit tuberculosis yang dapat menyerang paru-paru dan selaput otak yang dapat menyebabkan kecacatan bahkan kematian.

    Produk Terkait: Vaksinasi BCG

    Pentavalen

    Pentavalen adalah vaksin yang merupakan gabungan dari vaksin DPT (difteri, pertusis, tetanus), vaksin HB (hepatitis B), dan vaksin HiB (haemophilus influenza tipe B) ini mampu mencegah 6 penyakit sekaligus, yaitu difteri (infeksi selaput lendir hidung dan tenggorokan), pertusis (batuk rejan), tetanus, hepatitis B, pneumonia, dan meningitis (radang otak). Vaksin diberikan pada saat bayi mencapai usia 2,3, dan 4 bulan.

    Campak

    Terakhir adalah vaksin campak yang diberikan saat bayi berusia 9 bulan. Vaksin ini bermanfaat untuk mencegah penyakit campak berat yang dapat menyebabkan pneumonia (radang paru), diare, dan bisa menyerang otak.

    Produk Terkait: Imunisasi Campak

    Sampai Kapan Pemberiannya?

    Kelima jenis imunisasi dasar lengkap di atas tersebut harus diberikan pada bayi dan anak sebelum mereka berusia 1 tahun.

    Meski begitu, ada tiga jenis vaksin yang perlu diulang di usia batita atau di bawah tiga tahun, yaitu vaksin polio, campak, dan DPT karema kadar antibodinya akan turun setelah setahun. Sedangkan, imunisasi BCG cukup sekali saja karena antibodinya yang tidak pernah turun.

    Seperti Apa Cara Pemberiannya?

    Untuk pemberian vaksin imunisasi ini terdiri dari dua macam, yaitu bisa dilakukan dengan cara memasukkan cairan ke dalam tubuh melalui penyuntikkan cairan ke dalam bagian otot, atau disuntikkan di bagian bawah lapisan kulit. Selain dengan cara disuntik, cara lainnya adalah dengan meneteskan cairan ke bagian mulut atau oral. Semua disesuaikan dengan jenis vaksin yang akan diberikan.

    Untuk Penyuntikan, Di Manakah Lokasinya Pada Tubuh?

    Lokasi penyuntikan pada tubuh biasanya pada paha atas dan lengan atas. Untuk paha atas, biasanya diberikan pada anak-anak berusia di bawah 12 bulan. Sedangkan untuk lengan atas pada anak-anak di atas 12 bulan. Jenis suntikannya disebut dengan subkutan atau SC. Selain jenis suntikan SC, ada lagi jenis suntikan bernama IM untuk penyuntikan vaksin intramuscular, yang diberikan pada anak berusai di bawah 12 bulan, dengan menyuntikkan bagian paha atas.

    Baca Juga: Imunisasi Polio Tetes vs Suntik, Yuk Disimak Penjelasannya

    Di Manakah Tempat Mendapatkan Imunisasi Dasar Ini?

    Untuk bisa mendapatkan imunisasi dasar, Sobat Sehat yang telah menjadi orang tua bisa mendapatkanya untuk bayi dan anak Sobat dengan mendatangi posyandu, puskesmas, rumah sakit, tempat praktek dokter anak atau bidan. Untuk puskesmas vaksin yang digunakan disediakan langsung dari pemerintah sementara untuk vaksin tambahan seperti rotavirus, influenza, varicella, PCV, atau hepatitis A yang tidak disediakan langsung dapat diperoleh di rumah sakit atau dokter anak.

    Adakah Efek Samping yang Dihasilkan?

    Mengenai efek samping dari imunisasi wajib untuk bayi dan anak tentu saja ada, dan biasa disebut dengan kejadian ikutan pasca-imunisasi atau KIPI. Biasanya, bayi atau anak yang terkena KIPI akan mengalami demam ringan hingga tinggi, kemudian mengalami bengkak, kemerahan, dan menjadi agak rewel.

    Umumnya KPI akan hilang dalam waktu 3-4 hari meskipun juga bisa berlangsung lebih lama. Selama bayi dan anak mengalami KIPI, sobat tidak perlu panik. Hal yang perlu Sobat lakukan adalah memberikan obat penurun panas tiap 4 jam, mengompres dahi dengan air hangat, memberikan ASI, susu, atau jus buah apabila sudah bisa mengonsumsi makanan padat. KIPI biasanya tidak sampai mengakibatkan penyakit berat apalagi kelumpuhan, serta kematian.Jika kondisi tidak kunjung membaik, segera hubungi atau bawa ke dokter.

    Apa yang Perlu Dilakukan Setelah Imunisasi Dasar?

    Setelah Sobat memberikan semua vaksin dari imunisasi dasar secara lengkap, dan sesuai usia, bukan berarti pemberian imunisasi selesai begitu saja sebab ada yang namanya imunisasi lanjutan. Imunisasi jenis ini juga tercakup dalam program pemerintah di bidang kesehatan, dan masuk pada imunisasi rutin lengkap sebagai pengembangan dari imunisasi dasar lengkap. Pemberian imunisasi lanjutan ini diperlukan untuk memberikan perlindungan yang lebih optimal mengingat imunisasi dasar saja ternyata belum cukup memberikan kekebalan.

    Adapun vaksin yang diberikan saat imunisasi lanjutan mencakup vaksin-vaksin yang sudah pernah diberikan pada imunisasi dasar seperti polio, campak, hepatitis B, dan DPT, lalu ditambahkan beberapa vaksin seperti MMR, Influenza, hingga hepatitis A. Imunisasi lanjutan dimulai dari anak berusia 12 bulan hingga 18 tahun.

    Bagaimanakah Supaya Pemberian Imunisasi Lancar?

    Supaya pemberian imunisasi dasar lengkap untuk bayi dan anak itu lancar, Sobat  perlu memperhatikan pada jadwal pemberian imunisasi yang telah disusun oleh Kemenkes dan IDAI, serta berdasarkan rekomendasi dari WHO. Di dalamnya ada pemberian vaksin sesuai usia. Selain itu, yang  perlu diperhatikan adalah jadwal jeda pemberian vaksin satu dengan yang lainnya terutama untuk vaksin hidup.

    Apabila yang diberikan adalah vaksin hidup dalam imunisasi, jeda waktu pemberiannya adalah 4 minggu. Hal ini untuk mengurangi terjadinya intervensi atau reaksi antibodi yang saling berinteraksi antara satu vaksin dan yang lainnya. Meski begitu, untuk vaksin hidup yang pemberiannya dilakukan dengan meneteskan cairan ke mulut seperti polio dan rotavirus, pemberiannya tidak harus menunnggu jeda waktu minimal dengan proses pemberian vaksin jenis lainnya, dan berlaku juga untuk jenis vaksin mati.

    Baca Juga: Reaksi KIPI Berat, Kapan Perlu Bawa Anak ke Dokter?

    Karena itu, pemberian imunisasi sesuai  jadwal sangatlah penting sebab bila tidak sesuai jadwal akan mempengaruhi kekebalan tubuh pada bayi dan anak sehingga anak mereka akan rentan terhadap penyakit. Meski begitu, ada saja kendala-kendala yang dialami mulai dari kondisi anak yang tidak sehat, permasalahan orang tua, dan virus Corona.

    Salah satu solusi paling tepat untuk masalah ini adalah mengadakan layanan vaksinasi dengan memanggil dokter ke rumah supaya vaksinasi tetap berjalan lancar dan aman yang diberikan oleh Prosehat. Untuk layanan ini Sobat tinggal menginstal aplikasi Prosehat dari Play Store, dan pilih jenis layanan yang ada.

    Layanan ini tentu saja akan membuat Sahabat merasa aman dan nyaman. Selain itu, layanan ini mempunyai kelebihan-kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Nah, bagi Sahabat yang memerlukan info lebih lanjut mengenai layanan vaksinasi bayi ke rumah silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Daftar Lengkap Imunisasi Dasar untuk Bayi Rekomendasi dari Kemenkes – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 20 July 2020]. Available from: https://tirto.id/daftar-lengkap-imunisasi-dasar-untuk-bayi-rekomendasi-dari-kemenkes-dk2Y
    2. [Internet]. 2020 [cited 20 July 2020]. Available from: http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/daerah/20160829/0018303/pastikan-bayi-anda-diberi-imunisasi-dasar-lengkap/
    3. Cara Tepat Pemberian Vaksin/Imunisasi Yang Wajib Anda Ketahui [Internet]. kumparan. 2020 [cited 20 July 2020]. Available from: https://kumparan.com/babyologist/cara-tepat-pemberian-vaksin-imunisasi-yang-wajib-anda-ketahui
    4. Harsono F. Imunisasi Dasar Lengkap Belum Cukup Lindungi Anak dari Penyakit [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 20 July 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/3948967/imunisasi-dasar-lengkap-belum-cukup-lindungi-anak-dari-penyakit
    5. Memahami KIPI, Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi [Internet]. kumparan. 2020 [cited 20 July 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparanmom/memahami-kipi-kejadian-ikutan-pasca-imunisasi-1qxGY3P6TN
    Read More
  • Mewabahnya COVID-19 di Indonesia membuat semua aktivitas rutin menjadi terganggu, termasuk imunisasi anak. Imunisasi pada anak dilakukan sebagai upaya membentuk kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit menular, seperti cacar, polio, tuberkulosis, hepatitis B, difteri, campak, dan rubella. Hal ini dikarenakan anak-anak, terutama bayi, masih rentan terserang penyakit. Berbagai penyakit dapat mempengaruhi pertumbuhan anak, seperti menyebabkan kecacatan, […]

    Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi COVID-19?

    Mewabahnya COVID-19 di Indonesia membuat semua aktivitas rutin menjadi terganggu, termasuk imunisasi anak. Imunisasi pada anak dilakukan sebagai upaya membentuk kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit menular, seperti cacar, polio, tuberkulosis, hepatitis B, difteri, campak, dan rubella.

    Hal ini dikarenakan anak-anak, terutama bayi, masih rentan terserang penyakit. Berbagai penyakit dapat mempengaruhi pertumbuhan anak, seperti menyebabkan kecacatan, kelumpuhan, bahkan kematian. Oleh karena itu, imunisasi pada anak begitu penting untuk dilakukan.1

    Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi

    vaksinasi anak, imunisasi anak di masa Corona

    Namun, ketika COVID-19 mewabah, banyak orang tua yang bertanya-tanya, apakah imunisasi masih perlu dilakukan? Hal ini disebabkan virus corona adalah salah satu virus mematikan yang dapat menyebar begitu cepat sehingga membuat banyak orang tua khawatir dirinya dan anaknya tertular bila pergi ke luar rumah.2

    Jawabannya adalah perlu. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sebagai organisasi yang bertanggung jawab terhadap kesehatan anak-anak Indonesia, termasuk di dalamnya mengenai imunisasi, menyatakan bahwa imunisasi untuk anak-anak tetap harus dilakukan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan berdasarkan rekomendasi dari WHO.

    Penetapan jadwal juga melihat kondisi perkembangan anak di Indonesia sehingga jadwal pemberian imunisasi yang sesuai dan bertahap akan membantu perkembangan anak.2

    Karena imunisasi anak tetap harus dilakukan, pelaksanaannya pun menyesuaikan dengan kondisi yang ada, yaitu menerapkan protokol kesehatan sebagai tindak lanjut upaya mengurangi penyebaran corona.

    Hal itu tertuang dalam Petunjuk Teknis Pelayanan Imunisasi Pada Masa Pandemi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan.1 Lalu, seperti apakah imunisasi anak di masa pandemi? Yuk, tanpa berlama-lama, mari kita simak, Sobat Sehat!

    Dilaksanakan di Fasilitas Kesehatan

    Fasilitas kesehatan seperti posyandu, puskesmas, dan rumah sakit tetap melaksanakan imunisasi dasar lengkap untuk anak-anak, namun dengan berbagai protokol kesehatan, seperti melakukan physical distancing 1-2 meter, melakukannya di ruangan yang cukup besar dan mempunyai sirkulasi udara yang baik untuk mencegah terjadinya penularan corona secara airborne, dan petugas medis diharuskan memakai APD lengkap.1

    Selain itu, ruangan dipastikan harus steril sebelum dan sesudah kunjungan dengan disemprotkan cairan desinfektan.

    Tak lupa, setiap orang yang membawa anaknya untuk imunisasi harus memakai masker dan mencuci tangan. Untuk jam kunjungan pun diusahakan tidak sampai membuat orang tua dan anak lama menunggu untuk meminimalkan paparan virus.

    Karena itu, diharapkan orang tua untuk mengatur jadwal imunisasi anak sebelumnya dengan mengatur janji bertemu dokter.1

    Dapat Dilaksanakan di Tempat Pribadi Dokter atau Layanan ke Rumah

    Apabila Sobat Sehat yang telah menjadi orang tua masih begitu khawatir mengenai pelayanan pemberian imunisasi secara langsung di fasilitas kesehatan yang menjadi tempat rentan penyebaran virus, Sahabat juga bisa melakukannya di tempat pribadi dokter yang membuka praktik pribadi sehingga bersifat lebih privat. Pilihan lainnya dapat berupa layanan imunisasi ke rumah sebagai salah satu cara mengurangi penyebaran virus.3

    Untuk layanan imunisasi ini, Sobat juga dapat memanfaatkan layanan imunisasi ke rumah dari Prosehat yang mempunyai beberapa kelebihan seperti:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Imunisasi Tidak Dilakukan di Wilayah Rawan Corona

    Imunisasi anak boleh saja tidak dilakukan di wilayah yang menurut pemerintah merupakan wilayah rawan COVID-19. Penundaannya adalah satu bulan jika memang imunisasi tidak memungkinkan dan sangat berisiko. Namun, apabila memungkinkan, imunisasi harus dijalankan.3

    Dapat Diberikan Imunisasi Tambahan dan Kombinasi

    Jika sebelum datangnya virus corona imunisasi yang diberikan sebatas pemberian vaksinasi dasar seperti hepatitis, polio, BCG, DPT, HiB, dan campak/MR, di masa pandemi ini, pemberian imunisasi tambahan dan kombinasi, seperti influenza dan PCV dapat sangat bermanfaat dalam mencegah pneumonia pada anak.2

    Catat Waktu Kunjungan

    Agar imunisasi dasar anak di masa pandemi dapat berjalan seperti biasa dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, sebaiknya Sobat mencatat waktu kunjungan ke fasilitas kesehatan yang memberikan layanan imunisasi.

    Pencatatan ini akan membuat jadwal kunjungan menjadi teratur. Dari pencatatan ini pun Sobat bisa merencanakan jadwal kunjungan setelahnya.3

    Physical Distancing untuk Anak di Rumah

    Ketika di rumah, anak yang sudah diimunisasi sebaiknya diusahakan jangan keluar rumah supaya tidak tertular virus corona.

    ASI juga harus tetap diberikan pada anak yang berusia di bawah 2 tahun. Selain itu, jauhkan anak dari orang-orang dengan gejala flu, seperti batuk dan pilek yang diindikasikan sebagai gejala COVID-19.

    Itulah gambaran mengenai imunisasi anak di masa pandemi corona yang harus tetap sesuai jadwal dan memperhatikan banyak protokol kesehatan dari pemerintah.

    Apabila Sahabat ingin mengetahui secara lengkap dan dalam mengenai imunisasi di masa pandemi silakan tonton YouTube di bawah ini,  dan jangan lupa subscribe YouTube Prosehat.

    Nah, bagi Sobat yang memerlukan info lebih lanjut silakan hubungi asisten kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi:

    1. Petunjuk Teknis Pelayanan Imunisasi pada Masa Pandemi COVID-19 [Internet]. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia; 2020 [cited 6 August 2020]. Available from: https://covid19.go.id/storage/app/media/Protokol/Final%20Juknis%20Pelayanan%20Imunisasi%20pada%20Masa%20Pandemi%20COVID-19.pdf
    2. Ada jadwal imunisasi anak saat pandemi corona? Ini yang wajib Parents tahu! [Internet]. theAsianparent: Situs Parenting Terbaik di Indonesia. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://id.theasianparent.com/anak-imunisasi-saat-pandemi-corona
    3. Media K. Selama Pandemi, Jadwal Imunisasi Anak Tetap Dilakukan atau Ditunda? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/04/02/152505420/selama-pandemi-jadwal-imunisasi-anak-tetap-dilakukan-atau-ditunda?page=all
    Read More
  • Bagi Sahabat yang sudah berkeluarga dan memiliki anak, tentu Sahabat berharap agar anak  cerdas dan pintar. Selain memperhatikan asupan nutrisi, memberikan multivitamin, serta imunisasi, Sahabat juga dapat mulai mengajarkan anak untuk membaca buku. Baca Juga: 3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh-Kembang Anak Selama Pandemi Membaca buku dapat memberi berbagai manfaat bagi karena buku diibaratkan seperti jendela dunia. […]

    7 Manfaat Membaca Buku Bagi Anak di Masa Tumbuh-Kembang

    Bagi Sahabat yang sudah berkeluarga dan memiliki anak, tentu Sahabat berharap agar anak  cerdas dan pintar. Selain memperhatikan asupan nutrisi, memberikan multivitamin, serta imunisasi, Sahabat juga dapat mulai mengajarkan anak untuk membaca buku.

    manfaat membaca buku bagi anak

    Baca Juga: 3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh-Kembang Anak Selama Pandemi

    Membaca buku dapat memberi berbagai manfaat bagi karena buku diibaratkan seperti jendela dunia. Apa saja manfaat membaca buku bagi anak? Sahabat, mari simak penjelasan di bawah ini!

    1. Melatih Konsentrasi

    Manfaat membaca buku yang pertama adalah dapat melatih konsentrasi anak. Kemampuan berkonsentrasi anak yang baik akan membantu anak lebih siap saat belajar di sekolah karena anak sudah terbiasa menyerap informasi, Sahabat Sehat tetap perlu mendampingi anak dalam memilih buku bacaan yang tepat.

    2. Mengasah Kemampuan Berpikir

    Apabila Sahabat membiasakan anak membaca buku sejak dini, kemampuan anak untuk berpikir akan terasah dengan baik karena otak berkembang dengan baik.

    Produk Terkait: Jual Nutrimix

    3. Meningkatkan Keterampilan Berbicara

    Manfaat membaca buku bagi anak selanjutnya yaitu dapat membantu anak meningkatkan keterampilan berbicara terutama di masa tumbuh-kembang. Dengan membaca buku, anak dapat menerima informasi melalui gambar dan tulisan sehingga memperkaya kosakata dan meningkatkan kemampuan berbicara dengan baik.

    4. Membuat Anak Aktif dan Cepat Tanggap

    Membaca buku dapat membuat anak menjadi aktif dan cepat tanggap terhadap suatu masalah karena sistem motorik dan kognitif anak berkembang dengan baik.

    5. Menjalin Kedekatan dengan Orang Tua

    Anak yang sering membaca buku ternyata diketahui dapat mempererat hubungan dengan orang tua, terutama bila orang tua ikut menemani anak saat membaca buku dan menghabiskan waktu bersama saat membaca buku. Sahabat bisa berdiskusi dengan anak setelah membaca buku, yang dapat menjadi salah cara untuk mempererat hubungan dengan anak.

    Baca Juga: 7 Tips Orang Tua Dampingi Anak yang Bosan dan Stres Belajar di Rumah

    6. Mengenal Nilai-nilai Sosial

    Saat ini tersedia berbagai jenis buku bacaan. Sahabat sebaiknya pilih jenis buku khusus anak yang berisi nilai-nilai sosial, sehingga anak dapat mengetahui nilai-nilai sosial yang baik untuk  diterapkan di lingkungan sekitar serta menumbuhkan pendidikan karakter dan mental anak.

    7. Meningkatkan Kemampuan Akademis

    Membaca buku turut berperan dalam meningkatkan kemampuan anak mempelajari berbagai hal termasuk bahasa dan ilmu pengetahuan. Hal ini tentu sangat membantu proses pembelajaran anak ketika di sekolah.

    Baca Juga: Bagaimana Membesarkan Anak di Tengah Pandemi? Ini 9 Tipsnya!

    Sahabat, itulah 7 manfaat membaca buku bagi anak dimasa tumbuh-kembang . Apabila anak masih berusia 1-3 tahun, Sahabat dapat mulai membacakan buku terlebih dahulu. Berikut beberapa cara yang bisa Sahabat lakukan saat membacakan buku untuk anak:

    1. Bacalah buku apa pun yang diminta anak, meskipun buku yang sama.
    2. Baca buku secara perlahan agar anak bisa memahami ceritanya, dan menggunakan intonasi berbeda saat membaca karakter yang berbeda.
    3. Gunakan boneka, jari atau alat peraga lainnya saat membacakan buku.
    4. Ajak anak untuk bertepuk tangan atau bernyanyi saat Sahabat membaca buku yang berisi nyanyian.
    5. Diskusikan dengan anak mengenai gambar dalam buku atau mengulang kembali nama karakter dalam buku.
    6. Ajukan pertanyaan terbuka seperti, “Menurut kakak/adik, kenapa ya singanya pergi ke hutan? Dia mau ngapain ya?”. Pertanyaan terbuka dapat melatih anak untuk berpikir.
    7. Gunakan nama anak atau anggota keluarga lainnya pada karakter dalam buku agar mudah diingat.

    Sahabat juga perlu perhatikan jenis buku bacaan yang tepat untuk anak. Pilih buku bacaan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dengan gambar yang menarik.

    Baca Juga: Poin-poin Penting dalam Jadwal Terbaru Imunisasi Anak 2020

    Agar pertumbuhan dan perkembangan anak maksimal, yuk Sahabat manfaatkan layanan imunisasi anak di Prosehat yang menyediakan layanan imunisasi ke rumah. Layanan Prosehat memiliki banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Putri A. 5 Manfaat Membaca untuk Anak [Internet]. POPMAMA.com. 2021 [cited 5 April 2021]. Available from: https://www.popmama.com/big-kid/10-12-years-old/amelia-putri/manfaat-membaca-bagi-anak
    2. Afani A. 7 Manfaat Membaca Buku untuk Anak, Bunda Perlu Tahu [Internet]. parenting. 2021 [cited 5 April 2021]. Available from: https://www.haibunda.com/parenting/20200819173602-61-157705/7-manfaat-membaca-buku-untuk-anak-bunda-perlu-tahu
    3. Tahukah Anda Manfaat Membaca Buku Sejak Usia Dini? – EduCenter [Internet]. EduCenter. 2021 [cited 5 April 2021]. Available from: https://www.educenter.id/tahukah-anda-manfaat-membaca-buku-sejak-usia-dini/
    Read More

Showing 1–10 of 16 results

Chat Asisten ProSehat aja