Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Healthy Sexual Life in Women #KamiSehat

Setiap wanita pasti ingin bahagia dan tentunya membahagiakan pasangan. Salah satu kegiatan yang dapat mendukung kedua tujuan itu adalah dengan berhubungan seksual dengan pasangan Anda. Namun, pada beberapa kondisi banyak wanita yang memiliki masalah seputar kesehatan seksual mereka. Nah, apa sih yang disebut dengan kehidupan seksual yang sehat dan masalah apa yang sering dialami oleh wanita? Yuk, kita simak di #KamiSehat dengan topik Healthy Sexual Life in women.

Baca Juga: Kehidupan Seks Tetap Membara Setelah Menikah dan Punya Anak

Kegiatan seksual merupakan aktivitas kompleks yang melibatkan sistem reproduksi, saraf, hormon, peredaran darah dan struktur lainnya yang dapat menimbulkan gairah seksual, hubungan seksual, dan kepuasan. Sehingga, banyak sekali manfaat dari kegiatan seksual antara lain:

  1. Menimbulkan rasa senang dan puas
  2. Sumber relaksasi alami dan menghilangkan stres
  3. Meningkatkan harga diri seseorang
  4. Meningkatkan keintiman dan hubungan dengan pasangan
  5. Meningkatkan daya tahan tubuh
  6. Membakar kalori
  7. Meningkatkan kesehatan jantung
  8. Mengurangi rasa nyeri
  9. Mengurangi risiko kanker prostat
  10. Memperkuat otot-otot panggul
  11. Membantu tidur menjadi lebih nyenyak

Baca Juga: 5 Jenis Prilaku Seksual yang Berpotensi Tinggi Terkenal HIV

Seks yang sehat mempunyai definisi sebagai keadaan yang dinamis dan harmonis yang melibatkan pengalaman yang erotis secara emosional, interpersonal, dan sosial yang luas serta rasa sejahtera tanpa adanya gangguan. Aspek kesehatan seksual lain pada wanita adalah perlindungan terhadap penyakit menular seksual (PMS), penggunaan KB, perencanaan keluarga, pemenuhan kebutuhan seksual dan hubungan dengan pasangan. Cukup kompleks, ya.

Apa yang harus diperhatikan pada wanita yang sudah aktif secara seksual?Wanita yang sudah aktif secara seksual yang pertama kali kita harus perhatikan tentu keamanan karena kita tidak pernah tahu bagaimana status kesehatan pasangan kita. Jadi sebaiknya kita yang harus lebih waspada dan proteksi diri. Hal ini karena banyaknya penyakit yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual (penyakit menular seksual).

Beberapa pasangan yang seksnya terpenuhi ternyata lebih bahagia dan lebih berkurang rasa cemas mereka serta lebih jarang bertengkar. Sehingga, beberapa hal memang harus diperhatikan wanita seputar seks:

  • Lindungi diri Anda dengan menggunakan pelindung dan menghindari Penyakit Menular Seksual (PMS)
  • Tingkatkan pengetahuan seks Anda dengan belajar mengetahui tentang tubuh dan stimulasi yang penting
  • Siapkan kontrasepsi bila Anda belum berencana untuk memiliki anak.
  • Perhatikan kualitas hubungan Anda dengan pasangan, bukan hanya kuantitas saja.

Baca Juga: 6 Tips Menghindari Perilaku Seks Beresiko

Organ reproduksi wanita

Siklus Respon terhadap Seks

Ketika kita berbicara mengenai hubungan seksual, terdapat 4 proses yang terjadi di dalamnya:

1. Fase pertama: hasrat seksual, fase ini terdiri dari motivasi atau respon seksual pertama, dorongan seksual, fantasi seks.

2. Fase kedua: gairah seksual, pada fase timbul kesenangan seksual. Perubahan biologis yang terjadi pada wanita:

  • Keluarnya cairan pelumas pada wanita.
  • Terbukanya bagian dalam pada vagina
  • Warna dinding vagina menjadi lebih gelap
  • Menebalnya bibir vagina
  • Membesarnya klitoris
  • Menegangnya puting payudara
  • Meningkatnya tekanan darah dan nadi
  • Otot-otot tubuh lebih menegang

3. Fase ketiga: orgasme atau klimaks, fase ini merupakan puncak kenikmatan seksual. Perubahan yang terjadi pada wanita:

  • Kontraksi teratur pada rahim
  • Wajah lebih memerah (flushing)
  • Kontraksi otot anus’
  • Tekanan darah, nadi, dan napas mencapai puncaknya
  • Menegangnya otot wajah, tangan dan kaki

4. Fase resolusi: fase istirahat setelah orgasme. Perubahan yang terjadi antara lain:

  • Klitoris mengecil
  • Organ reproduksi seperti bibir vagina, rahim kembali pada bentuk normal
  • Memerahnya wajah menghilang

Orgasme dan G spot

Banyak wanita yang menanyakan, sebenarnya orgasme itu apa dan bagaimana cara mencapainya?Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, orgasme merupakan fase puncak kenikmatan seksual yang sering ditandai dengan perubahan biologis seperti kontraksi teratur pada rahim, wajah lebih memerah (flushing), kontraksi otot anus, meningkatnya tekanan darah, nadi, dan napas serta menegangnya otot wajah, tangan dan kaki.

Baca Juga: 6 Kondisi yang Meningkatkan Risiko Kanker Serviks

Lalu, apakah yang disebut dengan G-spot?

G-spot merupakan area pada organ intim wanita yang dapat menimbulkan orgasme. Banyak pakar meneliti daerah ini, tetapi masih menjadi misteri yang tidak terpecahkan. Beberapa studi mengatakan bahwa G-spot merupakan bagian dari klitoris wanita, tetapi lagi-lagi area ini berbeda-beda tiap wanita. Kenapa area ini sangat spesial?Karena konon katanya bila kita menemukan area ini, maka kita akan merasakan sensasi orgasme yang bertubi-tubi!

Posisi saat berhubungan seksual

Banyak pakar yang mengatakan bahwa posisi saat berhubungan seksual berperan dalam terciptanya kepuasan seksual yang optimal. Namun, hal ini tentunya berbeda-beda pada tiap wanita. Preferensi posisi seksual dan timbulnya puncak kenikmatan bergantung pada kerjasama wanita dengan pasangannya. Beberapa posisi seksual dianggap dapat memudahkan ditemukannya G-spot pada wanita. Posisi tersebut antara lain posisi wanita diatas, wanita menungging dan penetrasi dilakukan dari belakang serta posisi klasik yaitu pria diatas. Lagi-lagi, belum ada studi yang menjelaskan kenapa ketiga posisi ini dapat dilakukan untuk mendapatkan area G-spot.

Baca Juga: Wanita Wajibkah Melakukan Pap Smear?

Masalah Seksual pada Wanita

Penyebab masalah seksual pada wanita sering disebabkan karena penuaan/menopause, perubahan hormon, stres dan rasa cemas, hubungan yang buruk dengan pasangan, penyakit (PMS dan depresi), serta pengalaman seksual yang buruk di masa lalu.

  • Penyakit Menular Seksual (PMS)

Penyakit Menular Seksual (PMS) adalah penyakit yang penularannya melalui hubungan seksual baik melalui anus, mulut (oral) atau vagina. Beberapa penyakit yang termasuk di dalamnya antara lain kencing nanah (Gonore), raja Singa (sifilis), infeksi Jamur (kandida), kutil kelamin (kondiloma akuminata), herpes genital, klamidiasis, trikomoniasis, vaginosis bakterial, dan herpes simpleks.

  • Masalah pada hasrat seksual

Seringkali wanita mengalami penurunan hasrat seksual yang ditandai dengan tidak merasakan ingin melakukan hubungan seksual. Hal ini merupakan gangguan bila wanita tidak mau berhubungan dengan kegiatan seksual termasuk masturbasi, tidak memiliki fantasi seksual atau memiliki kecemasan terhadap masalah ini.

Produk Terkait: Durex Play Lubricant 50 ml

  • Masalah pada gairah seksual

Masalah pada gairah seksual sering terjadi karena beberapa faktor antara lain merokok, alkohol, obat-obatan terlarang, obat tertentu, stres dan cemas, penyakit tertentu, masalah dengan pasangan atau pengalaman hubungan seksual yang buruk di masa lalu dapat menyebabkan gairah seksual wanita menurun. Hal ini menyebabkan wanita setelah dirangsang tidak/kurang menimbulkan perubahan fisik dan emosional pada saat mereka berhubungan seksual.

  • Masalah orgasme pada wanita

Beberapa wanita tidak mempermasalahkan orgasme saat berhubungan seksual dengan pasangannya karena mengedepankan keintimannya. Namun, bagi yang lainnya tidak orgasme merupakan masalah. Hal ini dapat disebabkan karena gambaran buruk terhadap bentuk tubuh wanita, ketakutan akan kehilangan kontrol, dan tidak percaya terhadap pasangannya.

Baca Juga: 7 Cara Meningkatkan Gairah Pasangan

  • Kondisi tertentu yang mengganggu seksualitas wanita

Beberapa kondisi seringkali terjadi pada wanita yang berhubungan dengan kegiatan seksual:

  1. Vaginismus: kondisi otot vagina wanita yang mengalami kram saat penetrasi seksual yang terkadang hilang dengan sendirinya tapi tidak selalu. Nyeri yang dirasakan seperti dirobek atau menghantam dinding. Penyebabnya belum diketahui, tetapi sering disebabkan masalah psikologis seperti rasa cemas dan takut saat berhubungan seksual.
  2. Dyspareunia: nyeri sebelum, saat, atau setelah melakukan hubungan seksual. Nyeri dapat dirasakan seperti terbakar atau berdenyut yang dapat terjadi beberapa saat setelah berhubungan.
  3. Keputihan: keputihan yang normal biasanya tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak gatal serta terjadi pada saat tertentu seperti sebelum dan sesudah haid, sebelum dan sesudah berhubungan, saat letih, dan pada wanita hamil. Keputihan yang tidak normal ditandai dengan cairan vagina yang berwarna kuning hingga hijau, berbau dan gatal.

Lalu, bila wanita mengalami masalah sehubungan dengan seksualitas, apa yang harus dilakukan?

Perbaiki komunikasi dengan pasangan

Rasa takut, tidak nyaman, kelelahan, habis bertengkar merupakan beberapa contoh yang menyebabkan masalah seksual pada wanita. Oleh karena itu, cobalah untuk membuka komunikasi dengan pasangan dan mengutarakan isi hati anda. Bila pasangan mengerti perasaan dan keinginan, mudah-mudahan perlahan masalah seksual Anda teratasi.

Temui terapis untuk membantu masalah seksual Anda

Sebagian besar masalah seksual wanita berhubungan dengan kondisi psikologis yang terganggu seperti rasa cemas dan depresi atau pengalaman buruk terhadap hubungan seks. Beranikan untuk menemui psikolog atau psikiater di kota Anda sehingga gangguan dapat teratasi.

Ubah Pola Hidup Anda menjadi lebih sehat

Istirahat yang cukup, hindari merokok dan konsumsi alkohol, olahraga teratur (termasuk senam kegel), perbanyak makan makanan sehat merupakan cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah seksual pada wanita.

Baca Juga: 10 Makanan Meningkatkan Gairah Pasangan

Menambahkan “bantuan” saat berhubungan seksual

Bantuan yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah seksual antara lain adalah pelumas buatan untuk mengatasi kekeringan pada vagina, sex toys (alat bantu seks), atau pemanasan (foreplay) yang panjang sehingga masalah dapat teratasi. Memilih posisi seks yang berbeda, mengosongkan kantung kemih sebelum berhubungan, dan mandi air hangat dapat mengurangi nyeri saat berhubungan.

Berapa kali hubungan seksual yang sehat?

Tidak ada angka yang pasti mengenai seberapa sering “normalnya” hubungan seksual karena setiap wanita berbeda-beda. Ada yang melakukannya 3x seminggu, bahkan hanya 1x sebulan.

Kenapa ada darah setelah hubungan seksual?

Penyebabnya bermacam-macam mulai dari adanya penyakit menular infeksi, peradangan pada vagina, kurangnya pelumas, awal atau akhir periode haid, polip pada rahim, atau pertanda awal dari kanker.

Masturbasi pada wanita itu normal atau tidak ya?

Wanita melakukan masturbasi adalah normal. Pada wanita, masturbasi dilakukan dengan menstimulasi klitoris sehingga menimbulkan sensasi orgasme, bisa dengan bantuan tangan atau alat seks lain.

Bolehkah wanita hamil berhubungan seksual?

Wanita hamil boleh melakukan hubungan seksual bila tidak ada riwayat melahirkan prematur, masalah pada plasenta bayi, perdarahan vagina, atau riwayat pembukaan serhiks dini. Hal ini karena bayi dilindungi oleh cairan amnion sehingga aktivitas seksual tidak masalah dilakukan. Hubungan seks saat hamil tidak akan menyebabkan keguguran. Namun, tetap konsultasikan hal ini dengan dokter Anda.

Normalkah bila pasangan ingin berhubungan seks lebih banyak daripada saya?

Hal ini adalah normal karena hasrat seksual setiap orang berbeda-beda. Bila ada perbedaan frekuensi berhubungan seksual dengan pasangan, maka cobalah untuk mencari jalan tengah diantaranya.

Apakah kegemukan dapat menurunkan hasrat seksual pada wanita?

Masalah kegemukan bukanlah penyebab langsung penurunan hasrat seks wanita. Kegemukan dapat menyebabkan rasa tidak percaya diri pada wanita saat berhubungan seks. Selain itu, wanita terkadang merasakan kelelahan karena pekerjaannya sehari-hari sehingga hasrat seksnya pun dapat menurun.

Apa yang dimaksud dengan cairan bening (pelumas) yang keluar pada awal bercumbu?Mengapa bisa keluar banyak dan apakah normal bila keluarnya berlebihan?

Sangat wajar jika dari kemaluan wanita mengeluarkan cairan bening yang fungsinya sebagai pelumas sebelum terjadinya intercourse atau masuknya alat kelamin pria ke dalam alat kelamin perempuan. Ini sangat normal supaya tidak terjadi luka akibat gesekan yang tentu saja bikin wanita menjadi tidak nyaman karena nyeri. Bila cairan pelumas terlalu banyak seringkali menimbulkan rasa kurang puas pada pria karena sensasi dan gesekan yang berkurang.

Kenapa pria dapat gagal intercourse dan makanan apa yang dapat meningkatkan hasrat seks?

Gagal intercourse dapat disebabkan banyak hal, salah satunya kurangnya komunikasi dengan pasangan Anda. Cobalah untuk terbuka dengan pasangan mengenai kehidupan seksual Anda, apa yang disuka atau yang tidak disuka.

Banyak makanan yang dipercaya bisa membantu meningkatkan libido sehingga membuat vagina agar tetap bisa menghasilkan cairan pelumas yang normal adalah apel, alpukat, sayuran berdaun hijau, flaxseed, udang, fish oil, dan banyak lagi

Apa saja yang dapat mempengaruhi jumlah cairan pelumas pada wanita?

Selain makanan yang dapat meningkatkan hasrat seks Anda, melakukan foreplay pada saat awal fase berhubungan seks juga mempengaruhi keluarnya cairan pelumas pada wanita. Foreplay merupakan rangsangan yang diberikan pada awal seks yang bertujuan untuk menstimulasi organ tubuh wanita, salah satunya dengan mengeluarkan cairan pelumas.

Baca Juga: Begadang Memberikan Efek Penurunan Gairah Seks

Apakah berbahaya bila berhubungan seks saat haid?

Orang luar negri seringkali melakukan hubungan seks saat wanita sedang haid karena dipercaya akan mengurangi kram dan sakit kepala saat haid. Namun, berhubungan seks saat haid dapat meningkatkan terjadinya infeksi karena pembuluh darah di sekitar lapisan rahim sedang terbuka semua.

Mengapa setelah berhubungan seks cairan pelumas tetap keluar?

Hal ini terjadi karena  naiknya hormon dan pada saat selesai berhubungan tentu hormon kita pun bertahap menurunnya sehingga masih ada aja yang keluar.Tapi biasanya hanya sampai sehari saja.

Bagaimana mengatasi pasangan yang ingin berhubungan seks saat haid?

Komunikasikan dengan pasangan Anda mengenai bahaya infeksi yang mungkin terjadi bila berhubungan seks saat haid. Kemudian, tawarkan solusi lain seperti penggunaan tangan sebagai salah satu cara memuaskan pasangan Anda.

Apakah panjang vagina atau penis berpengaruh terhadap kepuasan seksual diri dan pasangan?

Tidak ada patokan yang sama tiap pasangan untuk mendapatkan kepuasan seksual. Salah satu area yang dapat memuaskan wanita adalah G-spot yang letaknya berbeda-beda setiap wanita. Kemudian, kedalaman liang vagina umumnya pada saat berhubungan itu sekitar 12-17cm. Jadi, panjang penis dan vagina tidak berpengaruh terhadap kepuasan seksual. Lagi-lagi, komunikasikan dengan pasangan Anda mengenai hal ini.

Apakah bermasalah bila wanita dan pasangannya tidak sama waktunya dalam mencapai klimaks?

Wanita seringkali menghadapi masalah ini karena stres. Stres dapat terjadi karena wanita atau pasangan merasa tidak terpuaskan, lama-lama menjadi tidak pede atau justru marah kenapa suaminya tidak memikirkan perasaan dia atau suami yang harus mengimbangi. Hal ini yang bisa mengakibatkan masalah dalam hubungan seksual. Padahal masalah ini memang wajar dialami wanita karena 90% wanita tidak bisa mencapai klimaks hanya dengan intercourse. Jadi, bagi wanita, foreplay, mood dan rangsangan pada G-spot sebelum berhubungan itu penting. Sehingga, wanita dan pria bisa mencapai klimaks pada saat bersamaan.

Berapakah durasi rata-rata pria akan mencapai klimaksnya?

Lamanya intercourse, belum termasuk foreplay, idealnya 7-10 menit. Tapi rata-rata biasanya sekitar 5-7 menit.

Apakah yang dimaksud MCU untuk skrining Penyakit Menular Seksual (PMS)?

Medical Check Up (MCU) untuk skrining PMS adalah pemeriksaan medis yang digunakan untuk mengecek seseorang terkena PMS atau tidak. Pemeriksaan yang dapat dilakukan antara lain pap smear dan HPV DNA (untuk skrining infeksi HPV yang bisa menyebabkan kanker serviks atau leher rahim). Lalu untuk pemeriksaan darah bisa di cek HBsAg (pemeriksaan hepatitis), HIV, VDRL dan TPHA (pemeriksaan sifilis).

Baca Juga: Jangan Biarkan Stamina Loyo Kanker Sakit Jantung

Apakah berbahaya bila timbul benjolan pada bagian kewanitaan?

Benjolan yang timbul pada bagian kewanitaan harus dicek dulu bentuk dan posisinya dimana. Benjolan yang sering terjadi pada wanita adalah kista bartolini yang disebabkan karena tersumbatnya muara dari kelenjar bartolin/kelenjar yang menghasilkan pelumas pada wanita.

Apakah posisi dalam berhubungan mempengaruhi terjadinya kehamilan?

Posisi dalam berhubungan tentu mempengaruhi untuk bisa hamil. Biasanya karena posisi rahim kita yang berbeda-beda.

Biasanya posisi umu rahim adalah antefleksi dan retrofleksi. Posisi seks yang biasanya dilakukan adalah missionary (wanita diatas pria) dan doggystyle.

Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai kehidupan seksual dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungiAsisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

 

Sumber:

  1. Tss R, Mysore NAK. Female sexuality. Indian Journal of Psychiatri. 2015; 57:296-302.
  2. healthline.com/health/g-spot-in-women#4
  3. healthline.com/health/womens-health-sex
  4. acog.org/-/media/For-Patients/faq072.pdf
  5. webmd.com/women/guide/vaginismus-causes-symptoms-treatments
  6. mayoclinic.org/diseases-conditions/painful-intercourse/symptoms-causes/syc-20375967
  7. mayoclinic.org/healthy-lifestyle/sexual-health/in-depth/womens-sexual-health/art-20047771
  8. healthywomen.org/sites/default/files/SHYBooklet.pdf
  9. mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/sex-during-pregnancy/art-20045318

Chat Asisten ProSehat aja