Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Posts tagged “ kanker serviks”

Showing 1–10 of 12 results

  • Kejadian kanker serviks di Indonesia bukan lagi hal yang asing di telinga kita. Tak sedikit pula public figure yang terkena penyakit ini.Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan kanker kedua yangsering terjadi pada wanita setelah kanker payudara. Kejadian kanker serviks dinyatakan dapat meningkat hingga 80% pada tahun 2020 apabila tidak dilakukan program pencegahan yang intens. […]

    Infeksi HPV – Penyebab Utama Kutil Hingga Kanker

    Kejadian kanker serviks di Indonesia bukan lagi hal yang asing di telinga kita. Tak sedikit pula public figure yang terkena penyakit ini.Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan kanker kedua yangsering terjadi pada wanita setelah kanker payudara. Kejadian kanker serviks dinyatakan dapat meningkat hingga 80% pada tahun 2020 apabila tidak dilakukan program pencegahan yang intens. Wanita usia 50 tahun ke atas dinyatakan memiliki risiko terbanyak terhadap terjadinya kanker serviks. Human pappilomavirus, atau lebih dikenal dengan HPV, menjadi penyebab utama dari terjadinya kanker pada leher rahim.

    Diketahui sebelumnya bahwa HPV memiliki banyak sekali jenisnya yang berperan terhadap infeksi pada jaringan kulit dan mukosa manusia, seperti pada leher rahim, vagina, anus, penis, orofaring, dan kulit, yang dikenal pada awalnya sebagai infeksi HPV. HPV tipe 16 dan 18 yang sangat terkait erat terhadap terjadinya kanker leher rahim dan vagina.Sekitar 50% kanker serviks disebabkan oleh HPV tipe 16. Sedangkan, infeksi HPV tipe 1 & 2 biasanya gejalanya akan terdapat pada kulit yang ditandai seperti kutil dengan permukaan yang kasar, biasanya dinamakan sebagai veruka.Infeksi HPV tersering lainnya, selain yang telah disebutkan diatas adalah mengenai rongga mulut dan kulit, yang ditandai dengan munculnya tonjolan-tonjolan yang tidak rata dan lunak, biasanya disebut sebagai kondiloma akuminata. Jadi, jangan sampai salah pengertian, Sobat! Infeksi HPV ini bisa menimbulkan gejala yang bermacam-macam tergantung tipe HPV yang menginfeksi.

    Sebelum menjadi sebuah kanker, biasanya HPV didahului dengan menginfeksi jaringan-jaringan kulit dan mukosa, dimana jaringan mukosa yang paling banyak terkena adalah bagian organ reproduksi wanita, terutama serviks dan vagina, tapi tidak memungkiri bahwa infeksi HPV juga dapat terjadi pada pria walaupun angka kejadiannya sangat rendah, dan apabila terjadi pada pria biasanya infeksi HPV dapat berkembang menjadi sel kanker pada daerah penis. Penularan dari infeksi HPV ini sendiri terutama terjadi melalui hubungan seksual dan dapat dimulai sejak usia 20 tahun.

    Pada orang-orang yang seringkali bergonta-ganti pasangan, maupun yang melakukan hubungan seksual sejak usia muda, serta melakukan seks oral membuat risiko terjadinya infeksi HPV ini meningkat. Bahaya dari infeksi HPV ini adalah pada umumnya infeksi HPV tidak memberikan gejala apapun, sehingga biasanya tidak terdeteksi dan tidak tertangani, dan akibat dari infeksi yang menetap ini adalah dapat menyebabkan perubahan sel pada jaringan yang terkena hingga menjadi suatu sel yang bersifat ganas, biasanya kita kenal dengan kanker. Lamanya waktu yang diperkirakan pada perubahan sel ini adalah selama 7 tahun. Infeksi HPVdiperkirakan terjadi sebanyak 25% pada wanita usia 20-26 tahun dan sekitar 60-80% berkembang menjadi kanker serviks dan vagina.

    Sejak tahun 2006, sudah tersedia 2 jenis vaksin HPV yang berisikan partikel dari virus HPV tipe 16 dan 18, dan telah dinyatakan terbukti dalam mencegah terjadinya keganasan dari leher rahim dan vagina. Perlindungan yang diberikan melalui vaksin ini dapat efektif selama 8-10 tahun. Vaksin HPV  dapat diberikan sejak usia 9 tahun, tapi lebih direkomendasikan untuk usia 12 tahun ke atas. Vaksin HPV ini lebih efektif bagi wanita yang belum pernah melakukan hubungan seksual sebelumnya, tapiapabila sudah melakukan hubungan seksual, vaksin tetap boleh diberikan hanya efektivitas vaksin menjadi lebih berkurang. Vaksin HPV diberikan sebanyak 3 dosis, dimana dosis pertama dapat diberikan sejak usia 9 tahun, dosis kedua diikuti 2 bulan setelah dosis pertama, dan dosis terakhir dapat diberikan 6 bulan setelah dosis pertama. Sampai saat ini, tidak ditemukan adanya efek samping yang bermakna dari pemberian vaksin HPV tersebut.

    Selain dari vaksin HPV, pencegahan lainnya yang dapat dilakukan yaitu dengan pemeriksaan secara berkala, dan apabila didapati adanya suatu lesi pada daerah sekitar vagina dan serviks, segera dilakukan pemeriksaan spesifik terhadap lesi tersebut. Deteksi dini terhadap kanker serviks dan vagina juga dapat dilakukan pada fasilitas kesehatan primer, yaitu puskesmas. Perlu diperhatikan juga Sobat, bahwa vaksin HPV hanya digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi HPV, terutama HPV tipe 16 & 18, tapi tidak dapat digunakan untuk mengobati apabila sudah terinfeksi. Maka, apabila muncul lesi baru maupun tonjolan seperti kutil pada rongga mulut, serta organ reproduksi seperti penis, vagina, leher rahim, maupun organ reproduksi sekitarnya, segera periksa ke dokter agar tidak terlambat ditangani.
    Nah, itulah ulasan seputar infeksi HPV, jika Anda masih membutuhkan informasi maupun produk kesehatan lain, silakan akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Lippiatt J, Powell N, Tristram A. Non-cervical human papillomavirus-related disease. The Obstetrician & Gynaecologist. 2013;15:221-6.
    2. Valentino K, Poronsky CB. Human papillomavirus infection and vaccination. Journal of Pediatric Nursing. 2016;31(2):155-66.
    3. Petry KU. HPV and cervical cancer. Scandinavian Journal of Clinical and Laboratory Investigation. 2014;74(244):59-62.
    4. Department of Health and Human Services: Vaccine Information Statement. Human Papillomavirus Vaccine. Centers for Disease Control and Prevention. 2011.
    5. Johnson HC, Lafferty E, Eggo RM, Louie K, Soldan K, Waller J, Edmunds WJ. Effect of HPV vaccination and cervical cancer screening in England by ethnicity : a modelling study. Lancet Public Health.2018;3:44-51.
    6. Tsu V, Jeronimo J. Saving the World’s Women from Cervical Cancer. The New England Journal of Medicine. 2016;374(26):2509-11.

     

     

    Read More
  • Kanker serviks adalah salah satu jenis kanker yang menjadi momok untuk banyak orang – karena jenis kanker yang satu ini menjadi faktor penyebab kematian terbesar wanita di seluruh dunia. Lalu, siapa yang bisa mengalami kanker serviks? Jawabannya adalah semua wanita memiliki peluang yang sama, alias penyakit yang satu ini tidak memandang bulu penderitanya. Meskipun begitu, […]

    10 Makanan Pencegah Kanker Serviks yang Perlu Dicoba

    Kanker serviks adalah salah satu jenis kanker yang menjadi momok untuk banyak orang – karena jenis kanker yang satu ini menjadi faktor penyebab kematian terbesar wanita di seluruh dunia. Lalu, siapa yang bisa mengalami kanker serviks? Jawabannya adalah semua wanita memiliki peluang yang sama, alias penyakit yang satu ini tidak memandang bulu penderitanya. Meskipun begitu, perlu kita tahu jika kanker serviks ini cenderung menyerang wanita yang aktif secara seksual. Di Indonesia setidaknya terjadi kasus 40 kanker serviks setiap harinya dan 25 persen di antaranya tidak tertolong – alias berujung pada kematian.

    Lalu, apa yang menandakan kita terserang kanker serviks? Yup, sebagai wanita yang peduli akan kesehatan kita harus tahu apa saja yang menjadi gejala dari suatu penyakit sehingga kita bisa segere memberikan penanganan terhadap penyakit yang kita alami. Segera memberikan penanganan yang tepat adalah langkah yang tepat untuk meminimalisir penyakit bertambah parah atau jutsru dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya. Namun, sebenarnya apa sih yang menyebabkan timbulnya kanker serviks? Penyebab utama kanker serviks sendiri adalah human papiloma virus (HPV) di mana virus yang satu ini digolongkan menjadi jenis virus ganas karena mudah untuk menular dari satu orang ke orang lainnya.

    Bagaimana penyebaran virus HPV ke orang lain? Apakah melalui udara? Atau melalui cairan? Virus HPV sangat mudah ditularkan melalui cairan tubuh dan melalui hubungan seksual yang tidak aman. Hal ini juga berarti jika mereka yang sering bergonta-ganti pasangan juga lebih berisiko mengalami kanker serviks di kemudian hari. Bukan saja hanya melalui aktivitas seksual, kebersihan kamar mandi yang kurang terjaga juga meningkatkan risiko terserang virus HPV di kemudian hari. Cukup menyeramkan bukan?

    Gejala Kanker Serviks

    Setelah memahami apa yang menjadi penyebab kanker serviks, maka saatnya kita membahas lebih lanjut mengenai gejala apa saja yang biasanya muncul ketika kanker serviks datang menghantui hidup kita. Sayangnya, berbagai gejala kanker serviks biasanya muncul setelah beberapa saat alias biasanya disadari setelah kanker serviks memasuki tahap parah. Salah satu gejala utama dari kanker serviks adalah terjadinya pendarahan.

    Gejala yang satu ini biasanya terjadi ketika kita selesai berhubungan seks atau bahkan bisa terjadi ketika belum memasuki masa menstruasi. Pendarahan juga bisa terjadi ketika kita sudah mengalami menopouse. Selain itu, keluarnya cairan dari vagina yang tidak normal dapat menjadi salah satu tanda kanker serviks. Namun sbenarnya, kanker serviks stadium awal seringkali tidak menunjukkan gejala apapun.

    Makanan Pencegah Kanker Serviks

    Wah bagaimana? Pastinya terbayang kan apa jadinya jika kanker serviks menyerang kita atau orang yang kita sayang? Pastinya kita tidak mau hal ini terjadi bukan? Lalu, apa yang bisa kita lakukan? Jawabannya tentu saja dengan memulai pola hidup yang sehat dan kita bisa memulai hal ini dengan mengubah pola makan kita menjadi lebih sehat daripada sebelumnya. Yup, kabar baiknya terdapat beberapa jenis makanan yang bisa kita konsumsi untuk mencegah datangnya kanker serviks yang dapat datang kapan saja. Nah daripada semakin penasaran, yuk mending kita simak penjelasannya berikut ini!

    1. Teh hijau

    Teh hijau adalah salah satu jenis minuman yang saat ini disukai bahkan diburu oleh masyarakat karena banyaknya manfaat yang bisa kita dapatkan dengan mengonsumsinya. Teh hijau juga sangat efektif untuk mencegah kanker serviks karena memiliki kandungan katekin yang tinggi di mana zat ini melindungi sel dari kerusakan DNA yang disebabkan oleh radikal bebas. Teh hijau juga mampu menekan jumlah urokinase, di mana enzim ini dapat menyebabkan penyebaran sel kanker – terlebih pada penderita kanker serviks.

    2. Wortel

    Makanan pencegah kanker serviks selanjutnya berasal dari keluarga sayuran, lebih tepatnya kita perlu rutin mengonsumsi wortel. Yup, wortel memiliki kandungan falcarinol yang tinggi di mana zat yang satu ini sangatlah efektif untuk menghambat perkembangan kanker – bahkan juga efektif untuk meminimalisir tumbuhnya penyakit kanker pada tubuh kita. Kita juga bisa mengonsumsi wortel secara mentah ataupun dengan direbus terlebih dahulu yang bisa disesuaikan dengan selera.

    3. Brokoli

    Makanan pencegah kanker serviks berikutnya masih datang dari sayuran, yaitu brokoli. Brokoli adalah salah satu jenis sayuran yang sering dicari karena banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dari brokoli. Mengonsumsi brokoli secara rutin terbukti mampu menghilangkan racun karsinogenik, mencegah perkembangan tumor jinak hingga menjadi tumor ganas dan pastinya mencegah terjadinya penyebaran kanker dari satu organ ke organ lainnya. Sebaiknya kita juga mengonsumsi brokoli secara mentah atau hanya dikukus sebentar karema apabila kita memasaknya terlalu lama justru zat sulforaphane-nya akan hilang di mana zat yang satu ini berfungsi untuk mencegah kanker serviks.

    4. Kubis

    Kubis adalah jenis sayuran berikutnya yang bisa kita konsumsi untuk mencegah datangnya kanker serviks. Kok bisa? Rahasianya tentu saja ada pada kandungan kubis, di mana kubis mengandung lupeol, sinigrin, I3C, sulforapahe, serta DIM yang berfungsi untuk menghambat perkembangan sel kanker dalam tubuh kita. Sebaiknya kita juga mengonsumsi kubis dalam keadaan mentah sehingga kita tidak kehilangan kandungan bermanfaat di dalamnya.

    5. Cokelat

    Siapa sih yang tidak suka makanan yang satu ini? Namun, siapa sangka jika cokelat bisa kita gunakan untuk mencegah datangnya kanker serviks pada wanita? Yup, pastinya bukan rahasia lagi jika cokelat mmeiliki kandungan flavonoid yang tinggi dan hal ini berarti cokelat kaya akan anti-oksidan. Anti-oksidan ini lah yang berfungsi untuk mencegah datangnya kanker serviks pada wanita – lebih tepatnya anti oksidan akan menghanurkan radikal bebas.

    6. Kunyit

    Kunyit adalah salah satu bumbu dapur yang sering digunakan dan juga sering digunakan untuk mengobati berbagai penyakit secara alami. Kunyit sangatlah efektif untuk menghancurkan zat kanker dan tentu saja tanpa merusak sel sehat dalam tubuh. Kunyit juga memiliki kandungan anti-oksidan yang tinggi dan hal ini mencegah pembentukan nitrosamine serta menghambat produksi alflatoksin di mana kedua hal ini terkait dengan pembentukan sel kanker dalam tubuh.

    7. Salmon

    Makanan pencegah kanker berikutnya berasal dari salmon, di mana salmon memiliki kandungan asam lemak omega-3 yang tinggi dan hal ini sangatlah efektif untuk melindungi tubuh kita dari kanker. Selain itu, salmon juga memiliki kandungan astaxanthin yang tinggi di mana zat ini sangat efektif untuk menghancurkan radikal bebas. Bila ingin mencegah kanker, kita disarankan untuk mengonsumsi ikan salmon maksimal dua kali dalam seminggu.

    8. Raspberry

    Raspberry adalah jenis buah selanjutnya yang efektif untuk mencegah datangnya kanker serkvis pada seseorang dan jenis buah ini sangat disarankan untuk dikonsumsi mengingat kandungan kalorinya yang sangat rendah. Mengonsumsi raspberry secara rutin terbukti dapat membunuh sel kanker dan hal ini berarti meminimalisir datangnya kanker serviks di kemudian hari.

    9. Jeruk bali

    Bukan rahasia lagi jika jeruk bali memiliki kandungan vitamin C yang tinggi dan hal ini bermanfaat untuk mencegah terbentuknya senyawa nitrogen penyebab kanker. Mengonsumsi jeruk bali secara rutin sangatlah efektif untuk meminimalsir datangnya berbagai penyakit kanker pada seseorang, seperti kanker perut, usus besar, payudara, kandung kemih, serta kanker serviks

    10. Kacang-kacangan

    Jenis makanan terakhir yang bisa kita konsumsi untuk mencegah kanker serviks berasal dari kacang-kacangan. Tingginya kandungan vitamin E pada kacang-kacangan sangatlah efektif untuk meminimaisir datangnya berbagai penyakit kanker pada tubuh, dan tidak ketinggalan meminimalisir timbulnya kanker serviks. Berbagai kacang-kacangan yang dimaksud di sini antara lain adalah kacang tanah, kacang almond, selai kacang, atau juga biji bunga matahari.

    Nah, bagaimana? Pastinya sekarang sudah tidak bingung lagi kan bagaimana cara mencegah datangnya kanker serviks? Satu hal yang tidak boleh kita lupakan adalah untuk menjalani pola hidup yang sehat supaya terhindar dari berbagai jenis penyakit – dan salah satunya kanker serviks. So, tunggu apalagi untuk hidup lebih sehat daripada sebelumnya?

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Kanker merupakan penyebab kematian terbanyak kedua di dunia setelah penyakit jantung. Bagi kaum wanita, jumlah penderita kanker serviks menempati posisi kedua tertinggi setelah kanker payudara. Kanker serviks adalah tumor ganas yang berasal dari serviks (mulut rahim) dan 90% diawali oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Meskipun kanker serviks memiliki tingkat keberhasilan pencegahan dan kesembuhan paling […]

    Kanker Serviks Bisakah Disembuhkan?

    Kanker merupakan penyebab kematian terbanyak kedua di dunia setelah penyakit jantung. Bagi kaum wanita, jumlah penderita kanker serviks menempati posisi kedua tertinggi setelah kanker payudara. Kanker serviks adalah tumor ganas yang berasal dari serviks (mulut rahim) dan 90% diawali oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Meskipun kanker serviks memiliki tingkat keberhasilan pencegahan dan kesembuhan paling tinggi di antara jenis kanker lainnya, sampai pada tahun 2013, lebih dari separuh populasi wanita di dunia mendapat kanker serviks setiap tahun. Hal ini disebabkan kurang terlaksananya strategi pencegahan kanker serviks, yaitu vaksinasi HPV dan deteksi dini. Saat ini, di Indonesia telah tersedia fasilitas yang melaksanakan strategi tersebut. Oleh karena itu, sayang sekali jika Anda atau kerabat akhirnya menderita kanker serviks hanya karena kita tidak memiliki informasi yang cukup. Melalui artikel ini, mari kita kupas bersama cara pencegahan dan terapi efektif kanker serviks!

    Siapa saja yang harus mendapat vaksin HPV?

    Setiap remaja perempuan dan wanita berusia 9 – 26 tahun yang tidak sedang hamil, disarankan mendapat vaksin HPV dan sebaiknya sebelum melakukan hubungan seksual pertama kali. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan usia terbaik untuk mendapat vaksin HPV adalah 11 – 12 tahun. Untuk perempuan berusia < 14 tahun, cukup diberikan dua dosis (dua kali penyuntikkan) dengan jarak waktu 6 – 12 bulan, sedangkan untuk perempuan berusia 14 – 26 tahun diperlukan tiga dosis (tiga kali penyuntikkan). Jadwal vaksin tiga dosis ini berbeda – beda sesuai dengan jenis vaksin yang diberikan. Di Indonesia, terdapat dua jenis vaksin HPV yaitu kuadrivalen (melawan HPV tipe 6, 11, 16, dan 18) dan bivalen (melawan HPV tipe 16 dan 18). Jika Anda menggunakan vaksin kuadrivalen, penyuntikkan dilakukan di bulan ke 0, 2, dan 6, sedangkan jika Anda menggunakan vaksin bivalen, penyuntikkan dilakukan di bulan ke 0, 1, dan 6.

    Baca Juga: Fakta Seputar Tetanus Pada Anak

    Hingga saat ini belum ada penelitian yang membandingkan perbedaan efektivitas kedua jenis vaksin tersebut, tapi keduanya terbukti mencegah kanker serviks yang disebabkan HPV tipe 16 dan 18 sebesar hampir 100%. Perlu diketahui, kanker serviks juga dapat disebabkan oleh HPV tipe lain dan virus lain, meskipun memang penyebab tersering kanker serviks dan paling berbahaya adalah HPV tipe16 dan 18. Setelah mendapat vaksin HPV, setiap wanita di atas usia 30 tahun tetap wajib melakukan pemeriksaan rutin untuk skrining kanker serviks.

    Sebagai informasi tambahan, pria berusia 9 – 26 tahun juga disarankan mendapat vaksin HPV karena selain menyebabkan kanker serviks, beberapa tipe HPV juga dapat menyebabkan    kanker lain seperti anus, penis (alat kelamin pria), dan orofaring (dinding belakang rongga mulut).

    Kanker serviks paling bisa disembuhkan di antara kanker lain karena perjalanan penyakitnya cukup lama, sehingga konsensus merekomendasikan setiap wanita melakukan pemeriksaan rutin mulai usia 30 tahun setiap 5 tahun sekali, karena semakin  awal stadium saat terdeteksi, semakin besar tingkat kesembuhannya. Pemeriksaan kanker serviks dilakukan secara bertahap. Pemeriksaan awal (skrining) bertujuan untuk melihat apakah ada kelainan pada serviks, berupa Pap smear (sel serviks diambil dan diperiksa di laboratorium) atau  tes Inspeksi Visual Asam-asetat/IVA yang lebih sederhana (kapas yang dibasahi asam-asetat ditempel di serviks selama 5 menit, kemudian serviks diamati secara langsung).

    Baca Juga: 5 Mitos Nyeri Sendi

    Jika hasil skrining menunjukkan kelainan, maka perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan berupa kolposkopi (melihat serviks secara langsung dengan bantuan alat seperti mikroskop, bernama kolposkop) dan biopsi (mengambil sedikit jaringan serviks untuk diperiksa di laboratorium) untuk menegakkan diagnosis.

    Apa saja pilihan pengobatan yang tersedia di Indonesia bagi penderita kanker serviks? Berapa besar kemungkinan untuk sembuh?

    Pilihan pengobatan kanker serviks bergantung pada stadium saat terdiagnosis. Perjalanan dari infeksi HPV hingga menjadi kanker membutuhkan waktu kurang lebih 7 tahun. Sel serviks yang terinfeksi secara persisten (bertahan dalam waktu yang lama) akan berubah menjadi lesi pra-kanker atau disebut cervical intraepithelial neoplasia (CIN), yaitu sel serviks yang tidak normal tapi belum sepenuhnya berubah menjadi sel kanker. Jika seseorang terdeteksi pada stadium CIN, ada 3 pilihan prosedur pengobatan. World Health Organization (WHO) menyatakan pilihan terbaik saat ini adalah ablasi (menghancurkan sel tidak normal tanpa membuang bagian dari serviks). Prosedur ablasi dilakukan tanpa bius umum, dengan menggunakan alat bersuhu sangat dingin (-90oC) atau sangat panas (100 – 120oC) untuk membunuh sel serviks yang tidak normal. Prosedur ini memiliki angka kesembuhan 85 – 95%. Pilihan kedua adalah eksisi serviks (membuang seluruh atau sebagian dari serviks) dengan kemungkinan kesembuhan 84%. Pilihan ketiga adalah histerektomi (mengangkat rahim), dapat menjadi pilihan bagi wanita yang sudah tidak ingin memiliki anak.

    Baca Juga: 6 Mitos dan Fakta Seputar Imunisasi

    Jika stadium CIN terlewati dan berlanjut menjadi kanker, pilihan pengobatan akan berkurang. Pada kanker serviks stadium I (kanker terbatas pada serviks), terdapat pilihan eksisi dan pengangkatan seluruh bagian serviks bagi wanita yang masih ingin memiliki anak, atau pengangkatan rahim jika sudah tidak ingin memiliki anak. Harapan hidup untuk 5 tahun ke depan pada stadium I masih 100%. Pada stadium II (harapan hidup untuk 5 tahun: 44 – 68%) dan stadium III (harapan hidup untuk 5 tahun: 18 – 39%), operasi sulit memberikan hasil yang baik, sehingga pilihan terbatas pada kemoradiasi (gabungan kemoterapi dan radioterapi). Jika sampai pada stadium IV-A (harapan hidup untuk 5 tahun: 18 – 39%), kemoradiasi menjadi pilihan utama, dan pada kasus yang sangat jarang dapat dilakukan pengangkatan seluruh organ panggul. Pada stadium akhir, yaitu IV-B, harapan hidup dalam 5 tahun ke depan sudah < 18%, sehingga umumnya perawatan yang diberikan bukan bertujuan untuk menyembuhkan tetapi meningkatkan kualitas hidup dengan bantuan kemoradiasi.

    Jadi, kanker serviks bisa disembuhkan jika terdeteksi pada stadium awal. Perlu diketahui, setelah dinyatakan sembuh, masih terdapat kemungkinan untuk muncul sel kanker baru sebesar 30 – 70%, tergantung kondisi masing – masing pasien. Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap perempuan untuk melakukan vaksin HPV dan pemeriksaan rutin sesuai rekomendasi untuk mencegah kanker serviks.

    Baca Juga: 10 Makanan si Pencegah Kanker Serviks

    Nah, bila Anda ingin melindungi diri dan keluarga dari bahaya kanker serviks, tak perlu bingung untuk melakukan vaksin HPV, hanya dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Sahabat bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh!

    Info lebih lanjut mengenai vaksinasi HPV, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi

    1. Castle P, Murokora D, Perez C, Alvarez M, Quek S, Campbell C. Treatment of cervical intraepithelial lesions. International Journal of Gynecology & Obstetrics. 2017;138:20-25.
    2. Hoffman B, Schorge J, Schaffer J, Halvorson L, Bradshaw K, Cunningham F. Williams Gynecology. 2nd ed. McGrawHill; 2012.
    3. HPV Vaccine Information For Young Women [Internet]. Cdc.gov. 2017 [cited 6 July 2018]. Available from: https://www.cdc.gov/std/hpv/stdfact-hpv-vaccine-young-women.htm
    4. JadwalImunisasi 2017 [Internet]. IDAI. 2017 [cited 6 July 2018]. Available from: http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-2017
    5. Petry K. HPV and cervical cancer. Scandinavian Journal of Clinical and Laboratory Investigation. 2014;74(sup244):59-62.

     

    Read More
  • Papsmear sebagai deteksi dini kanker serviks pasti sering terdengar familiar di telinga perempuan. Namun jangan salah, bagi sebagian perempuan Indonesia lainnya, papsmear terdengar asing. Pemeriksaan ini adalah salah satu cara untuk mewaspadai kanker serviks yang menyerang banyak perempuan di Indonesia. Sobat pasti bertanya-tanya seberapa penting papsmear dilakukan?apakah wajib dilakukan? Bagaimana prosedur pemeriksaan pap smear, dan […]

    Waspadai Kanker Serviks dengan Metode Pendeteksi Dini Berikut

    Papsmear sebagai deteksi dini kanker serviks pasti sering terdengar familiar di telinga perempuan. Namun jangan salah, bagi sebagian perempuan Indonesia lainnya, papsmear terdengar asing. Pemeriksaan ini adalah salah satu cara untuk mewaspadai kanker serviks yang menyerang banyak perempuan di Indonesia. Sobat pasti bertanya-tanya seberapa penting papsmear dilakukan?apakah wajib dilakukan? Bagaimana prosedur pemeriksaan pap smear, dan sebagainya. Yuk, mari kita kupas tuntas tentang papsmear dan kanker serviks.

    Prevalensi dan faktor risiko kanker seviks

    Tahukah Sobat bahwa kanker serviks merupakan salah satu kanker terbanyak pada wanita disamping kanker payudara?Ya, menurut WHO, 2 dari 20 wanita Indonesia menderita kanker serviks dan setiap harinya terdapat sekitar 26 orang wanita meninggal karena kanker seviks.1 Lebih mirisnya lagi, pada stadium awal kanker seringkali tidak terdeteksi karena tidak bergejala. Gejala akan dirasakan apabila kanker sudah berkembang menjadi stadium lanjut. Hal inilah yang menyebabkan angka kejadian kanker serviks pada wanita terus meningkat setiap tahunnya.

    Baca Juga: 5 Gejala Kanker Serviks yang Perlu Diwaspadai

    Penyebab kanker serviks

    Penyebab kanker serviks adalah Human Papiloma Virus (HPV) tipe 16 dan 18. Sebanyak 12 jenis HPV menyebabkan kanker pada manusia, dan 70% dari kasus kanker serviks disebabkan oleh 2 tipe HPV tersebut.2 Virus ini menular melalui hubungan seksual berisiko tanpa pengaman, sehingga beberapa orang memiliki risiko untuk terkena kanker ini, antara lain:

    • Memiliki pasangan seksual lebih dari satu
    • Melakukan hubungan seks pertama kali di usia dini
    • Riwayat melahirkan lebih dari 6 kali
    • Penggunaan kontrasepsi oral dalam jangka waktu lama
    • Merokok
    • Riwayat menderita Penyakit Menular Seksual (PMS)
    • Menurunnya daya tahan tubuh karena HIV
    • Diet rendah serat (buah dan sayuran)
    • Kegemukan dan obesitas
    • Riwayat keluarga penderita kanker serviks

    Gejala kanker serviks

    Kanker serviks pada stadium awal tidak bergejala. Ketika kanker sudah berkembang ke stadium lanjut, gejala yang dapat dirasakan berupa perdarahan tidak normal dari vagina seperti perdarahan setelah berhubungan seksual, perdarahan setelah menopause, diantara siklus haid, serta perdarahan saat haid yang lebih banyak dan panjang dari biasanya. Kemudian, gejala lainnya adalah keluarnya cairan tidak normal dari vagina diantara siklus haid. Rasa nyeri juga dapat dirasakan bila ada infeksi yang terjadi di daerah serviks.3Kanker serviks memiliki massa pra-kanker yang panjang dan butuh proses 3 hingga 20 tahun sampai terjadinya kanker serviks dimulai dari infeksi HPV.4

    Baca Juga: 6 Tips Menghindari Seks Beresiko

    Pemeriksaan papsmear sebagai deteksi dini

    Pap smear atau papanicolau smear merupakan pemeriksaan mikroskopik sel mulut rahim (serviks) untuk mendeteksi adalanya sel prekanker atau kanker. Pemeriksaan ini pertama kali ditemukan pada tahun 1928 oleh dr. George N. Papanicoloau yang berhasil menurunkan kejadian kanker serviks saat itu sebesar 75%. Pemeriksaan ini hendaknya dilakukan setahun sekali pada wanita yang sudah aktif secara seksual sekitar usia 21 tahun dan dapat berhenti dilakukan saat 70 tahun bila tidak ada kelainan abnormal.5

    Tes pap smear dilakukan pada hari ke 14 setelah menstruasi. Bila sobat ingin melakukan tes ini, harus abstain atau tidak melakukan hubungan seksual 48 jam sebelum pemeriksaan dan tidak boleh menggunakan kontrasepsi, pelumas, atau pembersih vagina sebelum pemeriksaan. Kemudian, pengambilan sampel dilakukan dengan posisi litotomi (mengangkang) dan alat berupa spekulum dimasukkan serviks dapat terlihat. Setelah itu, diambil bagian dari mulut serviks dengan menggunakan spatula dan dioleskan dengan di kaca gelas.5

    Baca Juga: Kanker Serviks Bisakah Disembuhkan?

    Hasil pemeriksaan pap smear dapat diambil kemudian dan dapat terlihat apakah ada lesi kanker atau pra kanker di sana. Hasil pap smear dapat negatif (meskipun ada sel abnormal pada serviks anda) karena beberapa sebab antara lain kurangnya sel serviks yang diambil, jumlah sel yang tidak normalnya sedikit, adanya sel darah atau sel radang yang menutupi sel yang tidak normal. Bila hasil pemeriksaan positif atau ditemukan sel tidak normal, maka Sobat akan disarankan melakukan pemeriksaan kolposkopi atau biopsi untuk memeriksa jaringan serviks, vagina dan vulva.

    Apakah pemeriksaan pap smear sakit?Tentu tidak. Kemungkinan penyebab rasa sakit pada saat diperiksa adalah saat alat spekulum dimasukkan ke dalam vagina. Hal ini menimbulkan sedikit rasa sakit, pada saat pengambilan sel tidak akan terasa sakit. Selain rasa sakit, berbagai alasan membuat wanita menjadi enggan untuk memeriksakan diri. Ada yang bilang takut ketahuan bila ternyata hasil pemeriksaan positif kanker hingga alasan tidak ada waktu untuk melakukan pemeriksaan. Ayolah, satu hari dalam setahun dapat Sobat luangkan untuk pemeriksaan pap smear.

    Pencegahan kanker serviks

    Kanker serviks sekarang dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi kanker serviks. Vaksinasi ini mulai dapat diberikan anak usia 11 atau 12 tahun dalam 2 kali suntik. Jika anak berusia diatas 14 tahun, vaksin ini diberikan dalam 3 kali suntik. Selain itu, semua wanita dapat diberikan vaksin ini. Pencegahan lain dari kanker serviks adalah dengan menghindari semua faktor risiko seperti setia pada satu pasangan seksual, tidak merokok, lawan kegemukan, dan pastinya selalu jalanin gaya hidup sehat setiap harinya dengan makan makanan sehat, olahraga teratur, lakukan pemeriksaan kesehatan berkala serta kelola stres.

    Baca Juga: 10 Makanan Pencegah Kanker Serviks

    Suduh cukup tau tentang pap smear dan kanker serviks, kan? Mau tunggu apalagi, yuk, segera datangi layanan kesehatan terdekat untuk melakukan pemeriksaan pap smear secara teratur. Jangan takut untuk untuk diperiksa ya, karena pencegahan dan deteksi dini lebih baik dibandingkan dengan bila sudah terkena penyakit.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:
    Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kendalikan kanker serviks sejak dini dengan imunisasi. 2016. [Internet]. Retrieved from: kemkes.go.id
    Murillo R, Herrero R, Sierra MS, Forman D. Etiology of cervical cancer (C53) in Central and South America.2016. In: Cancer in Central and South America. Lyon: International Agency for Research on Cancer
    American Cancer Society. Cervical cancer causes, risk factors and prevention. [Internet]. Retrieved from: cancer.org/content/dam/CRC/PDF/Public/8600.00.pdf
    Mastutik G, Alia R, Rahniayu A, Kurniasari N, Rahaju AS, Mustokoweni S. Skirining kanker serviks dengan pemeriksaan papsmear di Puskesmas Tanah Kali Kedinding Surabaya dan RS Mawadah Mojokerto. Majalah Obstetri dan ginekologi.
    Mehta V, Vasanth V, Balachandran C. Pap smear. Indian Journal Dermatology Venereology Leprology 2009;75:214-6.

    Read More
  • Vaksin kanker serviks adalah cara mencegah salah satu kanker yang sering diderita oleh perempuan, yaitu kanker serviks yang penyebabnya adalah Human Papilloma Virus (HPV). Bayangkan saja, sekitar 2 dari 10  wanita di Indonesia menderita kanker serviks dan kira-kira 26 perempuan meninggal setiap harinya karena penyakit ini. Saat ini baru sekitar 67 negara dari 195 negara […]

    Bagaimana Cara Cegah Penularan HPV? Yuk Dipahami Dulu

    Vaksin kanker serviks adalah cara mencegah salah satu kanker yang sering diderita oleh perempuan, yaitu kanker serviks yang penyebabnya adalah Human Papilloma Virus (HPV). Bayangkan saja, sekitar 2 dari 10  wanita di Indonesia menderita kanker serviks dan kira-kira 26 perempuan meninggal setiap harinya karena penyakit ini.

    Saat ini baru sekitar 67 negara dari 195 negara yang menerapkan pemberian vaksin kanker serviks/vaksin HPV.1Infeksi dari HPV dapat menyebabkan 91% kanker serviks, 69% kanker vulva, 75% kanker vagina, 93% kanker anus, dan 63% kanker tenggorokan pada perempuan. Selain itu, HPV juga menyebabkan 89% kanker anus dan 72% kanker tenggorokan pada laki-laki.2Vaksin HPV juga diperlukan untuk  kaum lelaki.

    Lalu, bagaimanakah gejala kanker serviks?

    Tahukah Sobat  bila kanker serviks pada stadium awal tidak menimbulkan gejala alias penderita merasa sehat-sehat saja. Namun, ketika kanker sudah berkembang ke stadium lanjut, gejala dapat mulai dirasakan berupa perdarahan tidak normal dari vagina seperti, perdarahan setelah menopause, perdarahan setelah berhubungan seksual diantara siklus haid, serta perdarahan saat haid yang lebih banyak dan panjang dari biasanya.

    Kemudian, gejala lainnya adalah keluarnya cairan tidak normal dari vagina diantara siklus haid. Rasa nyeri juga dapat dirasakan bila ada infeksi yang terjadi di daerah serviks. Kanker serviks memiliki massa pra-kanker yang panjang dan butuh proses 3 hingga 20 tahun sampai terjadinya kanker serviks dimulai dari infeksi HPV.

    Siapakah yang berisiko terkena kanker ini?

    Beberapa orang memiliki faktor risiko yang dapat memicu kanker antara lain mereka yang memiliki pasangan seksual lebih dari satu, melakukan hubungan seks pertama kali di usia dini, penggunaan pil KB dalam jangka waktu lama, riwayat melahirkan lebih dari 6 kali, riwayat menderita Penyakit Menular Seksual (PMS) seperti gonore (kencing nanah), sifilis (raja singa), dan  kutil kelamin. Kemudian, mereka yang merokok, diet rendah serat (buah dan sayuran), menurunnya daya tahan tubuh karena HIV, kegemukan dan obesitas, dan riwayat keluarga penderita kanker serviks.

    Apakah Sobat adalah salah satu orang yang memiliki faktor risiko diatas?

    Yuk, segera dapatkan vaksin kanker serviks. Nah, vaksin kanker serviks disarankan pemberiannya pada anak usia 11-12 tahun yang akan melindungi dari infeksi virus HPV tipe 6, 11, 16, dan 18. Tipe HPV 6 dan 11 diketahui merupakan penyebab kutil kelamin sedangkan tipe 16 dan 18 berkontribusi dalam 70% keganasan di mulut/leher rahim.3,4 Selain itu, mereka yang sudah aktif berhubungan seksual dan belum terkena HPV juga disarankan untuk mendapatkan vaksin ini. Bagaimana dengan mereka yang sudah terinfeksi HPV? Bila vaksin diberikan, maka perlindungannya tidak akan maksimal.

    Bagaimana cara vaksin ini diberikan?

    Vaksin kanker serviks disuntikkkan di otot bahu yang besar ke dalam ototnya (intramuskular). Pemberiannya dilakukan 3 kali pada bulan 0, 2, dan 6 bulan setelah penyuntikan pertama. Bila jadwal vaksin terlewat, tidak perlu diulang dari awal, cukup dengan melengkapi dosis berikutnya. Vaksin HPV ini memiiki perlindungan terhadap virus sebesar 94% dan akan bertahan lama dalam tubuh.Vaksin penguat (booster) diberikan bila kadar antibodi menurun sampai dibawah kadar protektif/perlindungan.

    Apa saja jenis vaksin kanker serviks?

    Jenis vaksin kanker serviks yang beredar di Indonesia ada 2, yaitu bivalen dan tetravalen. Vaksin bivalen mengandung 2 jenis virus HPV tipe 16 dan 18 yang dapat mencegah penyakit kanker serviks dan tetravalen mengandung 4 jenis virus HPV tipe 6, 11, 16 dan 18 yang dapat mencegah kanker serviks sekaligus dengan kutil kelamin.4

    Lalu, apakah ada reaksi yang dapat ditimbulkan setelah penyuntikan?

    Beberapa reaksi mungkin terjadi setelah penyuntikan vaksin kanker serviks. Reaksi lokal yang sering dirasakan antara lain nyeri di tempat penyuntikan, kemerahan, dan bengkak yang akan hilang dengan sendirinya. Reaksi sistemik yang terjadi setelah penyuntikan sangat jarang. Demam dapat terjadi pada sekitar 1% kasus. Kemudian, beberapa gejala yang dirasakan antara lain sakit kepala, nyeri otot dan sendi, mual dan muntah. Reaksi berat juga sangat jarang terjadi setelah diberikan vaksin. Reaksi anafilaksis dapat terjadi karena alergi terhadap komponen vaksin.5

    Jadi, vaksin kanker serviks itu aman diberikan pada wanita dan pria. Vaksin ini mengandung virus yang tidak aktif, sehingga aman dan tidak akan menginfeksi kita. Vaksin yang disuntikkan akan merangsang pembentukan antibodi dalam tubuh berperan sebagai tameng dalam melawan HPV. Mitos yang menyebutkan bahwa vaksin kanker serviks dapat menyebabkan kemandulan dan menopause dini adalah salah karena vaksin ini sudah digunakan sebanyak 200 juta di seluruh dunia dan aman digunakan.1

    Apakah pemberian vaksin kanker serviks ini diperbolehkan pada wanita hamil?

    Pada wanita hamil pemberian vaksin kanker serviks sebaiknya ditunda. Bila  sebelum hamil wanita sudah mendapatkan vaksin tetapi tidak lengkap, maka pemberian berikutnya harus ditunda setelah melahirkan. Bagaimana dengan wanita menyusui?Pemberian vaksin pada wanita menyusui diperbolehkan.6 Vaksin kanker serviks juga tidak boleh diberikan pada mereka yang memiliki riwayat alergi pada komponen vaksin. Misalkan, pada suntikan pertama mengalami reaksi alergi, maka pemberian vaksin berikutnya tidak dianjurkan.

    Bagaimana, Sobat? Sudah tidak takut lagi bukan untuk mendapatkan vaksin kanker serviks. Pencegahan akan lebih baik daripada nanti sudah sakit. Segera Sobat datangi layanan kesehatan terdekat yang menyediakan layanan vaksinasi. Jangan ragu untuk mendapatkan 3 dosis vaksinasi kanker serviks sehingga Sobat dapat langsung terlindungi.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kendalikan kanker serviks sejak dini dengan imunisasi. 2016. [Internet]. Retrieved from: kemkes.go.id (07.07.2018)

    Saslow D, Andrews KS, Manassaram-baptise D, Loomer L, E.Lam K, Fisher-Borne M,et. Al. Human papilloma vaccination guideline update: American cancer society guideline endorsement. Cancer Journal of Clinician. 2016; 6(6): 375-385.

    Dwipoyono B. Kanker serviks dan vaksin HPV. Indonesian Journal of Cancer. 2007; 3: 87-91.

    Fadhila SR. Sekilas tentang vaksin HPV. 2017. [Internet]. Retrieved from: idai.or.id (07.07.2018)

    World Health Organization. Information sheet: Observed rate of vaccine reactions Human Papilloma Virus Vaccine. 2017. Geneva: WHO

    Winardo DS. Kanker serviks dan imunisasi HPV. [Internet]. Retrieved from: tanyadok.com (07.07.2018)

    Read More
  •   Kanker serviks menjadi hal yang menakutkan bagi para wanita di dunia termasuk di Indonesia. Persepsi seseorang pada penyakit ini masih dianggap miring, karena pola hidup yang kurang sehat, merokok, infeksi kelamin  hingga seringnya berganti-ganti pasangan. Memang hal tersebut menjadi salah satu faktor penyebab kanker serviks. Kanker yang menyerang daerah leher rahim wanita ini disebabkan […]

    Takut Sama Kanker Serviks? Vaksinasi HPV Aja

     

    Kanker serviks menjadi hal yang menakutkan bagi para wanita di dunia termasuk di Indonesia. Persepsi seseorang pada penyakit ini masih dianggap miring, karena pola hidup yang kurang sehat, merokok, infeksi kelamin  hingga seringnya berganti-ganti pasangan. Memang hal tersebut menjadi salah satu faktor penyebab kanker serviks.

    Kanker yang menyerang daerah leher rahim wanita ini disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus).  Kanker ini tidak memiliki gejala, hingga seseorang baru mengetahui terkena kanker serviks setelah mencapai stadium lanjut. Jika kalian yang mengalaminya bagaimana? Rasa takut dan hancur menjadi satu karena kanker serviks merenggut masa depanmu.

    Mengatasi ketakutan kalian pada kanker serviks, maka bisa dicegah dengan vaksinasi HPV. Namun sebelum melakukan vaksinasi, harus ketahui beberapa hal berikut ini.

    1. Vaksinasi HPV Dapat diberikan Pada Anak-anak
      Beberapa pendapat dari Advisory Committee on Immunization Practice (ACIP) serta Centre for diagnosis Control Prevention (CDC) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan vaksinasi HPV dapat diberikan pada anak perempuan mulai dari usia 10 tahun.
    2. Mungkin Anda pernah mendengar atau mendapat broadcast tentang vaksinasi HPV yang bisa menyebabkan menopause?
      Jangan langsung percaya, kepala Dinas Kesehatan DKI Koesmedi Priharto menyangkal hal tersebut. Menurutnya “Setiap 1 jam ada 33 wanita di Indonesia meninggal karena kanker serviks. Dengan tingginya kasus kanker serviks maka pemerintah mengambil keputusan untuk memberikan vaksinasi guna mencegah kanker serviks. Sedangkan berita di luar sana tidak bisa di pertanggungjawabkan alasannya”.
      Menopause sendiri dipengaruhi dari fungsi sel ovarium yang berkurang karena usia sehingga produksi hormon estrogen menurun. Penyebab lainnya akibat dari operasi pengangkatan ovarium (yang dilakukan bersamaan dengan pengangkatan kandungan atau histerektomi) atau adanya paparan radiasi dan juga kemoterapi.
    3. Paps Smear Dulu Baru Vaksinasi HPV
      Untuk Anda wanita yang telah aktif secara seksual disarankan untuk melakukan pemeriksaan pap smear yang berfungsi untuk mendeteksi sel abnormal atau lesi prakanker dan dilakukan secara berkala untuk wanita berusia di atas 40 tahun atau wanita yang beresiko tinggi terkena kanker. Apabila menunjukkan hasil negatif, maka bisa dijalankan proses vaksinasi HPV.
    4. Vaksinasi HPV Dilakukan Sebanyak 3 Kali
      Untuk pemberian vaksinasi HPV ini pada umumnya dilakukan sebanyak 3 kali dengan jarak waktu 0, 2 dan 6 bulan dan pemberian tidak dianjurkan melebihi dari waktu 1 tahun. Khusus untuk anak usia 10-13 tahun, cukup dengan pemberian 2 dosis, yaitu bulan 0 dan bulan 6.
    5. Dapat Mencegah Penyebaran Kanker Serviks
      Hingga saat ini, penelitian menunjukkan keberhasilan vaksinasi HPV bisa mencapai 100%. Walau demikian, tetap disarankan untuk melakukan pap smear secara berkala sebagai pencegahan sekunder.

    Jadi itulah hal-hal yang perlu Anda ketahui seputar vaksinasi HPV. Mari cegah sekarang juga, lindungi dirimu dan orang yang Anda cintai dengan vaksinasi HPV guna cegah kanker serviks. Nah, bila ingin mendapatkan vaksin dengan nyaman, ada cara praktis. Coba akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Anda bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh!

    Info lebih lanjut mengenai vaksinasi, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    Sumber:

    1. TanyaDok. “Info Tentang Kanker Serviks”. tanyadok.com
    2. Khusen, Daniel Denny. “Kanker Serviks Pembunuh Banyak Wanita” . tanyadok.com
    3. Winardo, Donny Sutrisno. “Kanker Serviks dan Imunisasi HPV”. tanyadok.com
    4. CDC. “Human Papillomavirus (HPV)”. cdc.gov
    5. Alief, Bisma. “Ini Penjelasan Dinkes DKI Soal Kabar Vaksin Sebabkan Menopause Dini”. detik.com
    6. Valentine, Maria. “Apa Sebenarnya Menopause Bagi Wanita?”. tanyadok.com
    7. Jadwal Imunisasi 2017 [Internet]. IDAI. 2018 [cited 1 April 2018]. Available from: idai.or.id

     

    Read More
  • Gejala Kanker Serviks – Salah satu artis Indonesia yaitu Julia Perez meninggal di usia 36 tahun akibat dari ganasnya kanker leher rahim atau biasa disebut dengan kanker serviks. Tahun 2014 menjadi tahun yang berat bagi Julia Perez dan keluarga, karena ia baru mengetahui jika ia mengidap kanker serviks, sehingga ia memutuskan untuk melakukan perawatan di […]

    5 Gejala Kanker Serviks yang Perlu Kamu Ketahui

    Gejala Kanker Serviks – Salah satu artis Indonesia yaitu Julia Perez meninggal di usia 36 tahun akibat dari ganasnya kanker leher rahim atau biasa disebut dengan kanker serviks. Tahun 2014 menjadi tahun yang berat bagi Julia Perez dan keluarga, karena ia baru mengetahui jika ia mengidap kanker serviks, sehingga ia memutuskan untuk melakukan perawatan di salah satu rumah sakit di Singapura. Namun, di tahun 2016, kondisinya kembali memburuk dan pada akhirnya Julia Perez harus menyerah melawan kanker serviks.

    Kisah lainnya dari pejuang kanker serviks yaitu Ibu Elly Mawati yang merupakan salah satu anggota CISC (Cancer Information & Support Center) yang aktif menyebarkan kepedulian tentang Kanker serviks dan HPV. Ibu Elly harus merasakan mimpi-mimpinya terenggut di tahun 2015.  Ibu Elly mengeluh keputihan yang tidak wajar yang ia alami. Keputihan yang parah tersebut membuat Ibu Elly memilih menggunakan pembalut setiap harinya dan 2 jam sekali harus buang air kecil.

    Ibu Elly memutuskan untuk melakukan pap smear dengan hasil ia positif mengidap kanker serviks. Hatinya hancur berkeping-keping menerima kenyataan bahwa ia menderita kanker serviks. Saat mengetahui kanker serviks tersebut masih stadium awal, Ia melakukan operasi pengangkatan rahim. Dorongan orang-orang sekitar dan para rekan di komunitasmembuat Ibu Elly yakin dapat melewatinya.  

    Kemudian cerita lain juga dialami oleh Ibu Evie Trefina yang menderita kanker serviks stadium 3B dan telah menjalani delapan kali kemoterapi, 25 kali radioterapi eksternal serta tiga kali radioterapi internal enam tahun yang lalu. Biaya yang dikeluarkan Ibu Evie tidaklah sedikit, pasalnya untuk satu kali kemoterapi, Ibu Evie harus mengeluarkan biaya sebanyak Rp 20 juta. Gejala yang dialami Ibu Evie hampir sama dengan Ibu Elly yaitu keputihan yang berlebihan, hanya saja Ibu Evie harus mengalami pendarahan. Tidak lama setelah itu Ibu Evie menemukan flek darah yang lama-lama semakin banyak.

    Kisah dari Julia Perez, Ibu Elly dan Ibu Evie menjadi pelajaran agar kita perlu waspada terhadap gejala-gejala kanker serviks stadium awal. Biasanya gejala pada stadium awal tidak menunjukkan apapun, gejala baru akan terlihat saat stadium lanjut. Oleh karena itu, mari kita kenali lebih lanjut gejala-gejala kanker serviks:

    1. Pendarahan yang Tidak Biasa

    Pendarahan yang tidak biasa menjadi salah satu gejala kanker serviks di stadium awal yang harus ditangani lebih cepat dan serius. Pendarahan biasa disertai dengan keluarnya cairan-cairan atau flek berwarna dan bau  yang tidak biasa. Pendarahan hebat juga bisa terjadi setelah berhubungan seksual.

    2. Rasa Nyeri Bagian Panggul

    Apabila anda merasakan nyeri dibagian panggul, segera periksakan ke dokter karena nyeri panggul dapat menjadi salah satu gejala dari kanker serviks yang efek nyerinya menyebar ke bagian panggul. Hal ini disebabkan karena reaksi peradangan  yang ditimbulkan dari kanker serviks menjalar ke saraf di daerah panggul.

    3. Tubuh Mudah Lemas

    Apabila badan terasa lemah, lesu dan letih dalam jangka waktu yang lama, berhati-hatilah. Apalagi bila disertai dengan penurunan nafsu makan yang menyebabkan penurunan berat badan yang signifikan. Meskipun banyak faktor yang dapat menurunkan kondisi badan, ada baiknya memeriksakan diri untuk menyingkirkan gejala dari kanker serviks.

    4. Perubahan Pola Buang Air Besar atau Kecil

    Apabila Kanker serviks sudah memasuki stadium lanjut, gejala yang dirasakan juga menjadi bervariasi tergantung pada penyebaran kankernya. Letak serviks di ruang panggul berdekatan dengan usus besar dan kandung kemih. Invasi sel kanker ke kandung kemih dan usus dapat menyebabkan perubahan pada pola buang air besar/kecil. Sembelit, kencing ada darah, hingga sering mengompol karena hilangnya kontrol terhadap kandung kemih dapat terjadi.

    Baca Juga:

    10 Jenis Vaksinasi Ibu Hamil

    5 Persiapan Sebelum Menikah

    5 Gejala Kanker Serviks

    5. Keluarnya Cairan Berbau

    Kanker serviks sering ditandai dengan keputihan tidak normal berupa cairan berwarna putih atau hijau kekuningan dalam jumlah yang banyak sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman pada organ intim Anda. Segera periksa diri Anda bila memiliki keluhan keputihan seperti ini.

    Kanker serviks merupakan penyakit yang mematikan yang dapat dicegah dengan melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi dini gejala-gejalanya. Perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat seperti berolahraga, konsumsi makanan bergizi, dan istirahat dapat mencegah terjadinya kanker serviks. Selain itu, vaksinasi HPV merupakan hal yang sangat penting yang harus dilakukan untuk terhindar dari kanker serviks.

    Vaksinasi kanker serviks bisa Anda dapatkan di ProSehat layanan kesehatan vaksinasi ke rumah. Vaksin terjamin asli dan Anda dapat berkonsultasi langsung dengan dokter-dokter profesional dengan jadwal penyuntikan yang fleksibel. Info lebih lanjut mengenai vaksinasi kanker serviks, Anda bisa bertanya langsung dengan Maya (Asisten Kesehatan ProSehat) melaluiTelp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 atau klik di www.prosehat.com

    Sumber:

    BBC. “Julia Perez Tutup Usia Setelah Tiga  Tahun Melawan Kanker Serviks”. Diakses pada 9 Maret 2018

    CegahKankerServiks. Kicks. “Komunitas dan Keluarga adalah Payung Saya Dalam Melawan Badai”. Diakses pada 9 Maret 2018

    CnnIndonesia. Taylor, Gloria Safira. “Cerita Perjuangan Evie Trefina, PenyintasKankerServiks”. Diaksespada 9 Maret 2018

    TanyaDok. “Gejala Kanker Serviks”. Diakses pada 9 Maret 2018

    Tanyadok. Khusen, Daniel Denny. “Kanker Serviks Pembunuh Banyak Wanita”. Diakses pada 9 Maret 2018

    TanyaDok. “Info Tentang Kanker Serviks”. Diakses pada 9 Maret 2018

    TanyaDok. “Haid Tidak Teratur”. Diakses pada 9 Maret 2018

    Tanyadok. Suwito, Anton. “Ayo! Cegah Kanker Leher Rahim Dengan Vaksinasi”. Diakses pada 9 Maret 2018

    Read More
  • Kanker serviks menjadi kata yang paling ditakutkan para wanita. Bayangkan saja di Indonesia setiap hari terdapat 40-45 wanita yang terdeteksi kanker serviks dan 20-25 orang meninggal setiap harinya. Kanker Serviks yang merupakan infeksi yang terjadi di daerah leher rahim yang disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus), serviks sendiri berada dibagian paling bawah dari badan […]

    Kanker Serviks Si Pembunuh Banyak Wanita

    Kanker serviks menjadi kata yang paling ditakutkan para wanita. Bayangkan saja di Indonesia setiap hari terdapat 40-45 wanita yang terdeteksi kanker serviks dan 20-25 orang meninggal setiap harinya. Kanker Serviks yang merupakan infeksi yang terjadi di daerah leher rahim yang disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus), serviks sendiri berada dibagian paling bawah dari badan rahim.

    Namun dari faktor manakah risiko kanker serviks tersebut? Beberapa faktor risiko yang rentan terserang kanker serviks di antara lain: menikah atau melakukan aktivitas seksual di usia muda (kurang dari 18 tahun), berganti-ganti pasangan seks, rentan terserang infeksi di daerah kelamin serta merokok.

    Untuk wanita perokok, kebiasan merokok ini akan meningkatkan risiko terjangkit kanker serviks. Karena zat nikotin dan racun dalam rokok masuk ke dalam darah melalui asap rokok yang dapat meningkatkan terjadinya cervical neoplasia atau sel-sel abnormal pada rahim. Hal inilah awal berkembangnya kanker serviks untuk wanita perokok ataupun wanita yang terpapar asap rokok (perokok pasif).

    Pada awal terjadinya infeksi HPV dan kanker serviks hal ini tidak akan menimbulkan gejala apapun dan tidak menggangu aktivitas Anda. Namun jika kanker serviks tersebut berkembang ke stadium lanjut maka akan menimbulkan beberapa gejala, seperti:

    • Terjadi pendarahan setelah berhubungan seksual
    • Pendarahan berlebih yang terjadi pada periode menstruasi
    • Nyeri panggul dan nyeri saat berhubungan seksual
    • Keputihan dan keluar cairan berwarna encer
    • Kembali haid setelah menopause

    Lalu bagaimana cara mencegah kanker serviks? Pencegahan kanker serviks dibagi menjadi dua yaitu pencegahan secara sekunder dan primer. Pada pencegahan secara sekunder, yaitu dapat dilakukan dengan pemeriksaan Pap Smear. Pap smear sendiri berfungsi sebagai pendeteksi sel abnormal atau lesi prakanker, kegiatan ini sebaiknya dilakukan sejak dini pada wanita yang telah aktif secara seksual dan dilakukan secara berkala.

    Sedangkan pencegahan secara primer yaitu dengan melakukan vaksinasi HPV. Vaksinasi HPV berguna mencegah kanker yang disebabkan dari infeksi virus HPV dengan cara menstimulasi tubuh Anda untuk membentuk antibodi melawan HPV tersebut. Vaksinasi ini tidak hanya untuk wanita namun dapat diberikan pada pria.

    Vaksinasi HPV dapat mencegah 4 tipe yaitu tipe 6, 11, 16 dan 18. Pada tipe 6 dan 11 mencegah Anda dari bahaya kutil kelamin sedangkan tipe 16 dan 18 mencegah Anda dari bahaya kanker serviks. Pemberian vaksin HPV menurut The Advisory Committee on Immunzation Practice (ACIP) dan Centre for diagnosis Control Prevention (CDC) dianjurkan pemberian diberikan mulai usia 11-12 tahun. Jadi lindungi diri Anda dan orang-orang yang Anda sayangi dari bahaya kanker serviks dengan vaksinasi HPV sekarang juga. Bila ingin lebih praktis, tak perlu bingung untuk melakukan vaksin, hanya dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Anda bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh! Info lebih lanjut mengenai vaksinasi, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    Sumber:
    Khusen, Daniel Denny. “Kanker Serviks Pembunuh Banyak Wanita”. tanyadok.com
    Winardo, Donny Sutrisno. “Kanker Serviks dan Imunisasi HPV”. tanyadok.com

    Read More
  • Kanker serviks adalah penyakit yang telah banyak merenggut nyawa para wanita. Menurut perkiraan Departemen Kesehatan RI, jumlah wanita penderita baru kanker serviks berkisar 90-100 kasus per 100.000 penduduk dan setiap tahun terjadi 40 ribu kasus kanker serviks. Penyakit ini menduduki peringkat no 2 kasus kanker terbanyak di Indonesia. Penyebab utama kanker serviks adalah akibat infeksi […]

    6 KONDISI YANG MENINGKATKAN RISIKO KANKER SERVIKS

    Kanker serviks adalah penyakit yang telah banyak merenggut nyawa para wanita. Menurut perkiraan Departemen Kesehatan RI, jumlah wanita penderita baru kanker serviks berkisar 90-100 kasus per 100.000 penduduk dan setiap tahun terjadi 40 ribu kasus kanker serviks. Penyakit ini menduduki peringkat no 2 kasus kanker terbanyak di Indonesia.

    Penyebab utama kanker serviks adalah akibat infeksi Human papillomavirus (HPV) terutama sub tipe 16 dan 18. Kanker serviks dapat menyerang semua wanita dari berbagai usia.

    Berikut beberapa kondisi yang meningkatkan faktor risiko kanker serviks:

    1. Hubungan seksual di usia  muda
    2. Berganti-ganti pasangan seksual
    3. Penyakit menular seksual
    4. Merokok
    5. Melahirkan lebih dari tiga kali
    6. Pemakaian pil KB

    Kanker serviks biasanya tidak memiliki gejala pada masa awal. Gejala kanker serviks yang muncul umumnya adalah rasa sakit saat berhubungan, keluarnya cairan yang tidak normal dari vagina, dan perdarahan. Perdarahan dapat terjadi setelah berhubungan, di luar masa menstruasi, atau setelah menopause.

    Untuk memastikan kondisi Anda, sebaiknya anda melakukan pemeriksaan deteksi dini         bisa dengan metode Papsmear, Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA), Inspeksi Visual Lugoliodin (VILI), dan Test DNA HPV. Selagi anda masih sehat akan sangat baik jika melakukan pencegahan, dengan tidak berganti-ganti pasangan seksual, menghindari rokok, beralih ke pola hidup sehat.

    Sebagai perlindungan utama lakukanlah vaksinasi terhadap virus HPV. Dengan pemberian vaksin ini tubuh akan membentuk daya tahan terhadap virus sehingga mengurangi kejadian penyakit kelamin yang diakibatkan oleh HPV. Dua jenis vaksin yang beredar dipasaran adalah vaksin bivalent (mencegah infeksi HPV-16 dan HPV-18 yang secara umum sebagai penyebab kanker) dan quadrivalent (mencegah infeksi yang disebabkan HPV-16, HPV-18, juga menangkal infeksi HPV-6 dan HPV-11 sebagai penyebab kutil kelamin).

    Jika ingin lebih praktis, tak perlu bingung untuk melakukan vaksin, hanya dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Anda bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh!

    Info lebih lanjut mengenai vaksinasi, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    Referensi:

    1. CDC – What Are the Symptoms of Cervical Cancer? [Internet]. Cdc.gov. 2018 [cited 25 January 2018]. Available from: cdc.gov
    2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia [Internet]. Depkes.go.id. 2017 [cited 25 January 2018]. Available from: depkes.go.id
    3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia [Internet]. PANDUAN PENATALAKSANAAN KANKER SERVIKS HPV. [cited 12 February 2018]. Available from: kanker.kemkes.go.id

     

    Read More
  • Bagi setiap orangtua ingin mempunyai anak yang dapat dibanggakan dan segala sesuatu akan dilakukan demi masa depannya. Terlebih lagi untuk perlindungan kesehatannya akan Bunda lakukan. Pada sebuah studi disebutkan terdapat 11,6% remaja perempuan yang belum melakukan hubungan seksual, juga dapat terininfeksi dengan satu jenis dari Human Papillomavirus (HPV). Seperti yang kita ketahui, infeksi HPV menjadi […]

    Lindungi Si Gadis Dari Kanker Serviks

    Bagi setiap orangtua ingin mempunyai anak yang dapat dibanggakan dan segala sesuatu akan dilakukan demi masa depannya. Terlebih lagi untuk perlindungan kesehatannya akan Bunda lakukan. Pada sebuah studi disebutkan terdapat 11,6% remaja perempuan yang belum melakukan hubungan seksual, juga dapat terininfeksi dengan satu jenis dari Human Papillomavirus (HPV).

    Seperti yang kita ketahui, infeksi HPV menjadi salah satu pencetus dari kanker serviks yang merupakan penyakit menular melalui kontak seksual vagina ataupun anal. Namun terdapat kontak lainnya secara genital-genital ataupun tangan-genital yang juga dapat meningkatkan risiko infeksi HPV. National Cancer institute mengatakan, lebih dari 40 jenis strain HPC yang ditransmisikan secara kontak seksual dapat menyebabkan kanker.

    Maka dari itu program rekomendasi untuk mencegah infeksi HPV  adalah pemberian vaksin HPV untuk remaja putri berusia 11-12 tahun sebelum terjadinya hubungan seksual secara aktif. Asisten Profesor dari bagian Anak Cincinnati Children, Lea Widdice mengatakan usia 11-12 tahun bukanlah hal yang terlalu cepat karena untuk melindungi mereka sebelum aktif hubungan seksual. Namun sebelumnya anak-anak juga sudah terpapar dengan HPV.

    Namun beberapa penelitian lain telah dilakukan dengan mengambil sample sebanyak 259 perempuan berusia 13-21 tahun yang mayoritas dari komunitas Afrika-Amerika. Pada hasil studi tersebut terdapat 109 partisipan telah melakukan hubungan seksual dan juga memiliki lebih dari satu pasangan. Terdapat 133 dari mereka terinfeksi oleh HPV dan 69 partisipan belum pernah berhubungan seksual namun 8 partisipan diantaranya terinfeksi virus HPV.

    Dari penelitian tersebut, terdapat 2 diantaranya terinfeksi HPV 16 yang merupakan penyebab kanker serviks. Tentu orang yang sudah melakukan hubungan seksual, lebih beresiko terserang kanker serviks, namun hal tersebut akan lebih ringan bila dilakukan terlebih dahulu sebelumnya. Walaupun seseorang telah terinfeksi HPV pada vagina namun tetap bisa mendapatkan proteksi tambahan terhadap infeksi pada serviks dengan vaksin HPV ini.

    Jadi beri yang terbaik bukan hanya untuk Bunda saja namun untuk si Gadis dengan mendapatkan vaksinasi HPV di ProSehat. Kenapa harus di ProSehat? Karena Bunda dapat memilih tempat nyaman dan jadwal yang tepat, ditangani langsung oleh dokter berijin resmi, proses pembayaran yang mudah, produk vaksin yang dijamin asli serta mudah tanya seputar vaksinasi dengan Maya asisten kesehatan ProSehat. Hubungi Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 atau www.prosehat.com.

    Sumber:
    Effendi, Bonita. “Pencegahan Infeksi HP untuk Kaum Muda” https://www.tanyadok.com/berita/pencegahan-infeksi-hpv-untuk-kaum-muda. Diakses pada 29 Januari 2018

     

    Read More

Showing 1–10 of 12 results

WhatsApp Asisten Maya saja