Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ vaksin hpv”

  • Tidak hanya pada wanita dewasa, vaksinasi kanker serviks untuk anak SD juga dapat diberikan. Hal ini penting karena virus HPV yang menyebabkan kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan salah satu kanker ganas organ kewanitaan dengan jumlah kasus terbanyak. Meskipun begitu, kanker serviks merupakan satu-satunya kanker yang dapat dicegah dengan vaksin, tidak seperti kanker ovarium, endometrium, payudara […]

    Pentingnya Vaksinasi Kanker Serviks untuk Anak SD Sebagai Pencegahan dan Proteksi Dini

    Tidak hanya pada wanita dewasa, vaksinasi kanker serviks untuk anak SD juga dapat diberikan. Hal ini penting karena virus HPV yang menyebabkan kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan salah satu kanker ganas organ kewanitaan dengan jumlah kasus terbanyak. Meskipun begitu, kanker serviks merupakan satu-satunya kanker yang dapat dicegah dengan vaksin, tidak seperti kanker ovarium, endometrium, payudara yang hanya dapat dicegah dengan skrining rutin.  Kanker ini disebut sebagai silent killer karena gejalanya seringkali tidak muncul. Kebanyakan pasien penderita kanker ini datang berobat ketika sudah berada pada stadium lanjut.

    vaksinasi kanker serviks untuk anak SD

    Baca Juga: Mari Lindungi Si Gadis dari Kanker Serviks

    Mengapa vaksinasi penting pada perempuan usia dini?

    Vaksinasi kanker serviks sangatlah penting pada perempuan usia dini terutama pada anak-anak SD karena hal itu dapat meningkatkan kekebalan tubuh terhadap virus HPV. Pemberian bisa dilakukan pada usia 9-10 tahun. Hal ini karena sistem kekebalan tubuh pada perempuan di usia tersebut ternyata lebih baik jika dibandingkan dengan orang dewasa. Apalagi proses infeksi virus HPV yang berubah menjadi kanker cukuplah panjang, yaitu sekitar 7-15 tahun. Namun, hal tersebut kurang disadari dan baru diketahui setelah menjadi kanker melalui pemeriksaan. Dengan demikian vaksinasi pada usia dini cukup untuk menghalau infeksi virus dalam jangka waktu yang panjang dari masa SD hingga dewasa.

    Apa saja keuntungan vaksinasi di usia dini?

    Selain memberikan kekebalan dalam jangka waktu yang cukup panjang, vaksinasi kanker serviks untuk anak SD ternyata juga dapat memberikan keamanan yang cukup efektif terutama pada masa perempuan memasuki periode berhubungan seksual terutama setelah menikah. Ketika berhubungan seksual itu tanpa disadari virus HPV masuk ketika ada celah luka pada lapisan kulit atau epitel di serviks. Celah luka ini terjadi dari berhubungan seksual tersebut. HPV ini kemudian menginvasi seluruh jaringan serviks sampai ke dalam sel serviks laalu menggandakan diri, dan lama-kelamaan berubah menjadi kanker. HPV ini hanya masuk ke epitel dan tidak memasuki pembuluh darah sehingga tidak dikenali sistem imun tubuh. Karena itu, vaksinasi sendiri adalah untuk dapat mengenali virus serta membentuk antibodi.

    Bagaimana dengan Pemberiannya?

    Vaksin kanker serviks untuk anak SD ini hendaknya diberikan sebanyak dua kali, dengan rentang jarak waktu 6-12 bulan dari dosis pertama. Barulah pada usia dewasa, dosisnya adalah 3.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Kanker Serviks

    Jenis Vaksin Kanker Serviks Apa Saja yang Dapat Diberikan? Apakah Sama dengan Orang Dewasa?

    Pada dasarnya, jenis vaksin kanker serviks yang diberikan pada anak perempuan usia dini sama dengan yang diberikan pada orang dewasa, yaitu bivalen dan tetravalen. Bivalen mengandung 2 tipe virus HPV (16 dan 18) yang dapat mencegah kanker leher rahim sedangkan tetravalent mengandung 4 tipe virus HPV (6,11,16, dan 18) yang dapat mencegah sekaligus kanker leher rahim serta kutil kelamin. Vaksin jenis terbaru adalah vaksin HPV kuadrivalen, mengandung 8 jenis virus HPV. Efektivitasnya lebih tinggi, namun belum tersedia di Indonesia.

    Baca Juga: Apa Bedanya HPV Bivalen dan Tetravalen?

    Bagaimana dengan Metodenya?

    Untuk metodenya seperti vaksinasi pada umumnya adalah dengan melakukan penyuntikan vaksin secara intramuskular di deltoid, yaitu otot bahu yang terbesar.

    Adakah Efek Samping yang Dirasakan?

    Setiap vaksinasi tentu saja akan ada efek sampingnya. Hal itu wajar karena tubuh sedang bekerja membentuk kekebalan tubuh dalam melawan virus. Pada vaksinasi kanker serviks untuk anak SD ini efek samping yang dirasakan adalah alergi, rasa sakit, kemerahan, serta bengkak di bekas suntikan, bentol kecil sementara di tempat suntikan, demam rendah, merasa kurang sehat, sakit kepala, dan pingsan.

    Untuk mengatasinya, Sahabat bisa melakukan beberapa langkah seperti minum cairan cukup banyak, tidak menggunakan baju tebal saat demam, mengompres bekas luka dengan air dingin, dan mengonsumsi parasetamol untuk meredakan rasa sakit. Apabila efek samping ini belum mereda segera hubungi dan ke fasilitas layanan terdekat untuk penanganan lebih lanjut.

    Produk Terkait: Jual Panadol Kaplet 500 mg

    Berapa Harganya?

    Untuk vaksin kanker serviks harganya berkisar dari angka Rp 750.000 hingga Rp 1,3 juta sekali suntik.

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?

    Itulah mengenai vaksinasi HPV untuk anak SD yang ternyata sangat penting untuk mencegah dan melindungi diri dari virus HPV yang menyebabkan kanker serviks. Intinya, perlindungan dari usia dini akan cukup membantu perempuan saat mereka memasuki masa remaja dan dewasa sehingga tidak perlu khawatir mengenai virus HPV penyebab kanker serviks ini. Sahabat bisa mendapatkan vaksinasi HPV ini di rumah sakit, puskesmas, dan klinik serta di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah.

    Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Anak Perempuan Usia 9 Tahun Sudah Bisa Diberi Vaksin HPV |Republika Online [Internet]. Republika Online. 2021 [cited 15 February 2021]. Available from: https://www.republika.co.id/berita/qo2754366/anak-perempuan-usia-9-tahun-sudah-bisa-diberi-vaksin-hpv
    2. Media K. Vaksin HPV sejak Dini untuk Cegah Kanker Serviks [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 15 February 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2015/02/05/140152923/.Vaksin.HPV.sejak.Dini.unt
    3. Pentingnya Vaksinasi HPV Sejak Dini | Parentstory Blog [Internet]. Parentstory.com. 2021 [cited 15 February 2021]. Available from: https://www.parentstory.com/blog/pentingnya-vaksinasi-hpv-sejak-dini
    4. Tanya Jawab Lengkap Seputar Imunisasi HPV untuk Anak [Internet]. kumparan. 2021 [cited 15 February 2021]. Available from: https://kumparan.com/kumparanmom/tanya-jawab-lengkap-seputar-imunisasi-hpv-untuk-anak-1s445Nfku3q
    5. Ternyata V. Ternyata, Vaksin Kanker Serviks Juga Punya Efek Samping ini! – Semua Halaman – Nakita [Internet]. Nakita. 2021 [cited 15 February 2021]. Available from: https://nakita.grid.id/read/021741236/ternyata-vaksin-kanker-serviks-juga-punya-efek-samping-ini?page=all
    Read More
  • Vaksinasi HPV adalah pemberian vaksin HPV atau Human Papillomavirus untuk terhindar dari kanker serviks. Vaksin ini sering dikenal dengan vaksin kanker serviks. Kanker serviks adalah kanker yang disebabkan oleh virus HPV yang menular pada wanita saat berhubungan seksual terutama kontak langsung pada area genital. Dari situlah kemudian muncul sel yang tumbuh secara tidak normal pada mulut […]

    Amankah Vaksinasi HPV Selama Pandemi Corona?

    Vaksinasi HPV adalah pemberian vaksin HPV atau Human Papillomavirus untuk terhindar dari kanker serviks. Vaksin ini sering dikenal dengan vaksin kanker serviks. Kanker serviks adalah kanker yang disebabkan oleh virus HPV yang menular pada wanita saat berhubungan seksual terutama kontak langsung pada area genital. Dari situlah kemudian muncul sel yang tumbuh secara tidak normal pada mulut rahim atau serviks, yang lama-kelamaan berkembang menjadi kanker serviks yang termasuk salah satu kanker paling mematikan di dunia.1

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?vaksinsi hpv selama pandemi, vaksinasi hpv selama corona

    Menurut data yang dilansir oleh Kementerian Kesehatan, jumlah penderita kanker serviks  di Indonesia adalah 90-100 kasus per 100.000 penduduk, dan setiap tahunnya adalah 15.000 kasus. Indonesia bahkan termasuk negara kedua dengan angka kejadian kanker serviks tertinggi di dunia. Angka global kematian akibat virus ini adalah 99,7%, dan hampir semuanya wanita. Oleh karena itu, pemberian vaksin sangat penting dan perlu dilakukan.1

    Namun, Bagaimanakah dengan Pemberian Vaksin di Masa Pandemi Corona ini? Apakah Pemberian  Vaksin Aman dan Tetap Harus Dilakukan?

    Semenjak ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO pada Maret 2020, Corona Virus Disease 2019 atau COVID-19 telah mempengaruhi banyak gaya hidup orang-orang di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Angka penderita dan kematian yang terus meningkat setiap harinya dan belum ditemukannya vaksin untuk pencegahan membuat WHO menerbitkan protokol-protokol kesehatan, seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. WHO juga meminta kepada para pemerintah negara di seluruh dunia untuk tidak berkerumun karena hal tersebut akan mempermudah penyebaran virus. Hal inilah yang kemudian membuat semua orang menjadi khawatir untuk beraktivitas di luar rumah dan memilih tetap berada di dalam rumah sebagai salah satu cara paling aman.2

    Karena itulah, banyak orang yang mengurungkan niat ke fasilitas-fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas untuk vaksinasi sehingga angka vaksinasi kian menurun. Program vaksinasi yang telah dicanangkan terganggu. Menurut WHO dan UNICEF, ada 82 negara dengan program vaksinasi yang terganggu, di antaranya termasuk Indonesia.3 Salah satu program vaksinasi yang terganggu itu adalah vaksinasi HPV. Indonesia sendiri mempunyai program penapisan atau skrining vaksinasi, dengan target perempuan di usia 30-50 tahun. Target tersebut kenyataannya belum dapat terpenuhi karena yang ditapis masih kurang dari 8%, jauh di bawah target sebesar 50%, itu pun berdasarkan data dari 2014 hingga 2018.4

    Baca Juga: Cara Imunisasi Tetap Aman Selama Covid-19

    Target yang hendak dicapai itu menjadi berantakan karena datangnya COVID-19. Sebelum wabah, setiap hari, 50 perempuan Indonesia meninggal karena kanker serviks, sehingga upaya penapisan terus dilakukan. Namun, ketika wabah datang, aktivitas menurun tajam sehingga upaya pemerintah untuk mencegah kanker serviks semakin terhambat. Alasan penurunan itu adalah sangat ketakutannya orang-orang untuk keluar rumah, apalagi ke fasilitas-fasilitas kesehatan yang sudah pasti banyak orang.4

    Padahal, WHO sendiri sudah mengatakan bahwa vaksinasi, baik untuk anak-anak maupun dewasa, tetap harus dilakukan mengingat penyakit-penyakit memerlukan vaksinasi tersebut bisa datang kapan saja.2 Keterlambatan pemberian vaksin akan menghambat tumbuh-kembang anak dan tingkat kekebalan orang dalam menghadapi virus, termasuk virus HPV, yang pemberiannnya mulai harus dilakukan pada perempuan usia 9 tahun sebagai langkah pencegahan dini.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Supaya vaksinasi HPV tetap berjalan dan dirasa aman tanpa perlu khawatir terhadap ancaman virus Corona, berdasarkan anjuran WHO, pemerintah telah melaksanakan hal-hal berikut agar orang tetap mau vaksinasi, yaitu:2

    • Membatasi jumlah kunjungan ke fasilitas-fasilitas layanan kesehatan
    • Menerapkan jaga jarak saat berada di dalam fasyankes
    • Mengatur jadwal dengan mengadakan janji temu imunisasi
    • Menggabungkan kegiatan imunisasi dengan kegiatan preventif
    • Menggunakan area terbuka apabila memungkinkan jika area dalam sudah dirasa penuh karena jaga jarak, sementara pengunjung yang datang banyak
    • Membuat sesi layanan imunisasi khusus bagi lansia dan orang-orang dengan gangguan kesehatan yang sudah ada seperti darah tinggi, penyakit jantung, gangguan pernapasan, dan diabetes.

    Baca Juga: Pilih Mana? Imunisasi di Rumah atau Faskes Selama Pandemi?

    Namun, apabila hal-hal di atas masih dirasa kurang meyakinkan karena faktor berkerumun yang menjadi medium menyebarnya virus dengan cepat, terdapat solusi-solusi yang bisa membuat orang yang ingin divaksinasi tidak perlu ke rumah sakit, puskesmas, atau klinik, alias cukup di rumah saja. Fasilitas ini memanfaatkan teknologi berupa telemedisin yang memungkinkan pasien bisa konsultasi secara daring atau online melalui perangkat-perangkat teknologi yang ada. Tentu saja layanan ini ada di Prosehat yang juga mempunyai layanan vaksinasi HPV ke rumah sehingga Sobat Sehat tetap bisa vaksinasi dengan aman tanpa perlu khawatir tertular COVID-19, dan tentunya Sobat dapat mendukung program pemerintah untuk mencegah virus HPV.4

    Layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya? • ProSehat [Internet]. ProSehat. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://www.prosehat.com/artikel/wanitasehat/vaksin-kanker-serviks
    2. Tanya Jawab (FAQ) Imunisasi dalam konteks pandemi COVID-19 [Internet]. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://www.who.int/docs/default-source/searo/indonesia/covid19/tanya-jawab-imunisasi-dalam-konteks-pandemi-covid-19-16-april 2020.pdf%3Fsfvrsn%3D66813218_2+&cd=2&hl=id&ct=clnk&gl=id
    3. developer m. WHO dan UNICEF Peringatkan Penurunan Vaksinasi Selama Covid-19 [Internet]. Mediaindonesia.com. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://mediaindonesia.com/read/detail/328954-who-dan-unicef-peringatkan-penurunan-vaksinasi-selama-covid-19
    4. Media K. Screening Terhenti karena Covid-19, Kematian Kanker Serviks Diduga Naik Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2020/10/02/092600023/screening-terhenti-karena-covid-19-kematian-kanker-serviks-diduga-naik?page=all
    Read More
  • Sahabat Sehat, sudah tahukah Anda mengenai vaksin HPV? Apa kegunaannya, apa saja jenisnya, dan bagaimana pemberian yang tepat? Simaklah artikel di bawah ini yang akan membahas seputar vaksin tersebut. Baca Juga: Amankah Vaksinasi HPV Selama Pandemi Corona? Vaksin HPV adalah vaksin yang bertujuan untuk mencegah penyakit menular seksual akibat human papillomavirus. Vaksin ini terbukti efektif […]

    Apa Bedanya HPV Bivalen dan Tetravalen?

    Sahabat Sehat, sudah tahukah Anda mengenai vaksin HPV? Apa kegunaannya, apa saja jenisnya, dan bagaimana pemberian yang tepat? Simaklah artikel di bawah ini yang akan membahas seputar vaksin tersebut.

    HPV bivalen dan tetravalen

    Baca Juga: Amankah Vaksinasi HPV Selama Pandemi Corona?

    Vaksin HPV adalah vaksin yang bertujuan untuk mencegah penyakit menular seksual akibat human papillomavirus. Vaksin ini terbukti efektif untuk mencegah terjadinya penyakit kanker leher rahim pada perempuan akibat paparan terhadap HPV. Selain itu, vaksin ini juga dapat mencegah kanker vagina dan vulva pada perempuan, serta penyakit kutil kelamin maupun kanker anus pada perempuan dan laki-laki. Berikut adalah tipe HPV yang dapat menimbulkan penyakit:

    • HPV tipe 16 dan 18, penyebab 70% kejadian penyakit kanker leher rahim.
    • HPV tipe 6 dan 11, menyebabkan 90% kejadian penyakit kutil kelamin.
    • Terdapat pula 5 tipe HPV lainnya yaitu tipe 31, 33, 45, 52, dan 58 yang dapat menyebabkan kanker leher rahim, kanker vagina, kanker vulva, kanker anus, kanker penis, dan kanker tenggorokan.1,2

    Berdasarkan cakupan tipe HPV yang dapat dicegah dengan vaksin, maka terdapat dua jenis vaksin HPV yang digunakan di Indonesia:

    • Bivalen

    Vaksin HPV bivalen memberikan proteksi terhadap HPV tipe 16 dan 18 yang dapat mencegah kanker leher rahim.

    • Tetravalen

    Vaksin HPV tetravalen memberikan proteksi terhadap HPV tipe 6, 11, 16, dan 18. Sehingga selain berfungsi mencegah kanker leher rahim, vaksin ini juga memberikan perlindungan dari penyakit kutil kelamin.1,3 

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV

    Menurut rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) vaksin HPV dapat diberikan mulai usia 10 tahun atau sebelum yang bersangkutan aktif secara seksual. Tujuannya adalah untuk memberikan kekebalan terhadap infeksi HPV sebelum yang bersangkutan aktif secara seksual dan terpapar dengan virus ini yang ditularkan melalui hubungan seksual. Vaksin HPV masih dapat diberikan kepada perempuan yang sudah aktif secara seksual dengan pertimbangan bahwa yang bersangkutan belum tentu sudah terpapar dengan jenis HPV yang dapat menimbulkan penyakit. Walaupun demikian, perlu diingat bahwa vaksin ini tidak dapat digunakan untuk mengobati infeksi HPV yang sedang terjadi. Selain pada perempuan, vaksinasi varian tetravalen pada laki-laki juga akan memberikan efek proteksi terhadap penyakit kutil kelamin dan juga menurunkan penularan HPV pada pasangannya.3,4

    Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    Jadwal dari pemberian vaksin bivalen diberikan tiga kali yaitu:

    • Dosis pertama: saat ini
    • Dosis kedua: 1 bulan setelah dosis pertama
    • Dosis ketiga: 6 bulan setelah dosis kedua

    Sedangkan untuk vaksin tetravalen diberikan juga tiga kali yaitu:

    • Dosis pertama: saat ini
    • Dosis kedua: 2 bulan setelah dosis pertama
    • Dosis ketiga: 6 bulan setelah dosis kedua

    Apabila vaksin ini diberikan pada remaja usia 10-13 tahun, pemberian cukup diberikan 2 dosis dengan interval 6-12 bulan karena pada usia tersebut, respons antibodi yang diberikan dari 2 kali suntikan setara dengan 3 kali suntikan. Jika jadwal pemberian vaksin terlewat, Anda tidak perlu mengulangnya dari awal. Cukup dengan melengkapi dosis vaksin untuk kanker serviks yang terlewat sebelumnya.3–6

    Vaksin HPV tidak disarankan dilakukan pada wanita yang sedang hamil. Walaupun pemberian vaksin ini tidak menimbulkan gangguan pada bayi yang dikandung,  masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini. Apabila kehamilan terjadi ditengah-tengah pemberian vaksin, dosis berikutnya sebaiknya diberikan setelah melahirkan.7

    Baca Juga: Takut Sama Kanker Serviks? Vaksinasi HPV Saja!

    Efek samping dari pemberian vaksin sebenarnya tergolong cukup ringan seperti rasa nyeri pada lokasi penyuntikan, demam, pusing, dan mual. Efek samping ini juga hanya bersifat sementara dan bisa dikurangi dengan cara beristirahat dalam posisi duduk atau berbaring selama 15 menit terlebih dahulu setelah penyuntikan.7

    Demikian penjelasan singkat mengenai vaksinasi HPV dan jenis-jenisnya, semoga artikel ini bermanfaat bagi Sahabat Sehat. Yuk vaksinasi HPV sekarang untuk mencegah kanker leher rahim ke depannya, lindungi keluarga dan sahabat dengan vaksinasi lengkap di Prosehat. Mengapa di Prosehat? Karena Prosehat mempunyai layanan vaksinasi ke rumah yang mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Human Papillomavirus (HPV) Vaccines – National Cancer Institute [Internet]. 2019. Available from: https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/infectious-agents/hpv-vaccine-fact-sheet
    2. HPV Vaccine | What Is the HPV Vaccination [Internet]. Available from: https://www.plannedparenthood.org/learn/stds-hiv-safer-sex/hpv/should-i-get-hpv-vaccine
    3. Jadwal Imunisasi 2017 [Internet]. IDAI. Available from: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-2017
    4. STD Facts – HPV and Men [Internet]. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/std/hpv/stdfact-hpv-and-men.htm
    5. HPV Vaccines and Cervical Cancer [Internet]. WebMD. Available from: https://www.webmd.com/sexual-conditions/hpv-genital-warts/hpv-vaccines-human-papillomavirus
    6. HPV | For Clinicians | Vaccination Schedules and Recommendations | CDC [Internet]. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/hpv/hcp/schedules-recommendations.html
    7. HPV Vaccine Information For Young Women [Internet]. 2021. Available from: https://www.cdc.gov/std/hpv/stdfact-hpv-vaccine-young-women.htm
    Read More
  • Pada tahun 2018 di Indonesia, berdasarkan data dari Globocan, terdapat 32.469 atau 17,2% wanita terdiagnosis kanker serviks. Angka kematian adalah 18.279 per tahun. Indonesia sendiri menempati peringkat kedua. Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya? Untuk kasus di Indonesia, masih banyak yang belum begitu paham dengan pentingnya vaksinasi HPV, padahal vaksin ini dapat […]

    Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    Pada tahun 2018 di Indonesia, berdasarkan data dari Globocan, terdapat 32.469 atau 17,2% wanita terdiagnosis kanker serviks. Angka kematian adalah 18.279 per tahun. Indonesia sendiri menempati peringkat kedua.

    vaksin hpv

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?

    Untuk kasus di Indonesia, masih banyak yang belum begitu paham dengan pentingnya vaksinasi HPV, padahal vaksin ini dapat menyelamatkan ribuan, bahkan jutaan wanita di dunia dari ancaman kanker serviks. Setiap wanita di dunia perlu mengerti keganasan kanker ini, karena menurut data WHO, setiap tahun ribuan wanita meninggal akibat kanker yang menyerang leher rahim ini.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Salah satu penyebab kanker serviks selain gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, memulai aktivitas seksual pada usia yang muda (di bawah 18 tahun) dan kehidupan seksual yang tidak sehat, adalah paparan Human Papilloma Virus (HPV) tipe 16 dan 18 yang bersifat onkogenik (penyebab kanker). Virus ini adalah salah satu penyebab kanker serviks pada wanita yang merupakan satu golongan virus dengan 100 jenis macamnya. Dan lebih dari 99% kasus kanker serviks yang terjadi pada wanita, beberapa di antaranya telah terinfeksi virus ini.

    Pemberian vaksin HPV akan mencegah transmisi virus ini. Dengan vaksin ini, virus tersebut akan terhalang masuk ke dalam tubuh. Vaksin yang dibuat dengan teknologi rekombinan berpotensi mengurangi angka morbiditas dan mortalitas yang berhubungan dengan infeksi HPV genitalia.

    Terdapat 2 jenis vaksin HPV, yaitu:

    1. Vaksin Bivalen (tipe 16 dan 18)
    2. Vaksin Quadrivalen (tipe 6, 11, 16, 18)

    Vaksin HPV memiliki efikasi 96-100% untuk mencegah penyebaran HPV tipe 16/18 yang akan menyebabkan kanker serviks. Tidak perlu takut, karena vaksin HPV telah disahkan oleh Food and Drug Administration (FDA) dan Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP). Sedangkan di Indonesia sendiri, vaksin ini sudah diizinkan oleh badan POM RI.

    Baca Juga: Mengapa Vaksinasi HPV Diperlukan Juga untuk Si Gadis?

    Vaksinasi HPV ini sudah dapat diberikan sejak usia 9 tahun dan ternyata vaksinasi HPV tidak hanya diperuntukkan bagi mereka yang berusia 9-26 tahun saja, bahkan wanita usia 55 tahun masih diperbolehkan melakukan vaksinasi ini. Dan bagi yang sudah pernah melakukan hubungan seksual diperlukan tes pap smear terlebih dahulu untuk mengetahui apakah sudah terinfeksi kanker serviks.

    Baca Juga: Wanita Menikah Wajib Lakukan Pap Smear?

    Mengingat ancaman dari kanker serviks, bentuk pencegahan yang paling nyata adalah dengan menjalani gaya hidup dan hubungan seksual yang sehat, serta melakukan 3x vaksinasi HPV untuk mencegah transmisi HPV dan rutin melakukan test Pap Smear (bagi yang sudah berkeluarga). Untuk vaksinasi HPV, Sobat bisa memanfaatkan layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat yang mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    Read More
  • Persiapan pernikahan semakin dekat, cek dulu  apakah si pria sudah melakukan vaksinasi HPV? Ya, vaksinasi HPV yang juga diperlukan untuk para pria. Mengapa? Lebih dari 40 jenis virus HPV yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual hingga dapat menyebabkan beberapa penyakit sekitar kemaluan dan anus. Di samping itu, virus HPV juga dapat menginfeksi daerah tenggorokan dan […]

    Tak Hanya Wanita, Pria Juga Perlu Ini

    Persiapan pernikahan semakin dekat, cek dulu  apakah si pria sudah melakukan vaksinasi HPV? Ya, vaksinasi HPV yang juga diperlukan untuk para pria. Mengapa? Lebih dari 40 jenis virus HPV yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual hingga dapat menyebabkan beberapa penyakit sekitar kemaluan dan anus. Di samping itu, virus HPV juga dapat menginfeksi daerah tenggorokan dan rongga mulut. Infeksi virus HPV umumnya tidak menimbulkan gejala, namun sebagian orang mengalami kutil pada daerah kemaluan yang dapat mengarah kepada kanker.

    Hal ini terbukti infeksi virus HPV sebagai penyebab terbesar terjadinya kanker mulut rahim pada wanita. Menurut data CDC (Center for Disease Control and Prevention) di Amerika Serikat, kanker mulut rahim serta kandungan menempati peringkat ke-4 di bawah kanker payudara, kanker paru-paru dan kanker kolon (usus besar). Apabila kutil kemaluan berjumlah satu yang berada di penis dan bila terjadi perubahan warna serta penebalan kulit yang disertai dengan pembengkakan kelenjar getah bening dan terasa nyeri, maka kemungkinan hal ini mengarah pada kanker penis.

    Untuk menurunkan risiko terinfeksi virus HPV sebaiknya lakukan vaksinasi HPV. Vaksin HPV quadrivalent dapat melindungi para pria terhadap virus HPV yang menimbulkan kutil kelamin serta kanker anus yang diberikan sebanyak 3 kali dalam waktu enam bulan. Vaksinasi HPV dapat memberikan kekebalan terhadap 4 tipe HPV, tipe 6 dan 11 sebagai penyebab kutil kelamin sedangkan tipe 16 dan 18 sebagai penyebab kanker serviks. Vaksinasi ini bersifat memberikan kekebalan, maka dapat mencegah infeksi HPV yang terjadi saat berhubungan intim dan tidak dapat menyembuhkan infeksi yang terjadi (seperti kutil kelamin).

    Pemberian vaksinasi HPV, paling efektif pada saat sebelum seseorang berhubungan intim untuk pertama kalinya, karena saat itu orang belum terpapar infeksi HPV. Rekomendasi yang disampaikan oleh CDC sebagai pusat pengendalian penyakit di Amerika ini menyarankan vaksinasi HPV diberikan pada semua anak laki-laki usia 11 atau 12 tahun hingga mencapai usia 21 tahun. Vaksin ini sangat aman dan efektif bila digunakan, serta tanpa adanya efek samping yang berbahaya.

    Rencanakan masa depan Anda dan pasangan agar terlindungi dari virus HPV. Nah, bila ingin mendapatkan vaksin dengan nyaman, ada cara praktis. Coba akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Anda bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh!

    Info lebih lanjut mengenai vaksinasi, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    Sumber:

    1. Winata, Albert. “Perlukah Vaksinasi HPV Pada Pria?”. 
    2. Haurissa, Andreas Erick. “Vaksin HPV Efektif Pada Pria”. 
    3. CDC. “HPV and Men-Fact Sheet”. cdc.gov
    Read More
  • Halo Sobat Sehat! Bagaimana kabar Anda? Pada tanggal 13 Februari yang lalu, Ngobrol Sehat part 5 telah berhasil menyita banyak perhatian Rekan Sehat di Twitter. Mungkin karena tema ngobrol sehat saat itu adalah tentang penyakit ganas yang menjadi momok wanita di dunia selain kanker payudara. Yup, tema ngobrol sehat kemarin adalah kanker serviks yang ditemani […]

    Ngobrol Sehat Part 5 Kanker Serviks Bersama dr. Bram Pradipta, SpOG

    Halo Sobat Sehat! Bagaimana kabar Anda?

    Pada tanggal 13 Februari yang lalu, Ngobrol Sehat part 5 telah berhasil menyita banyak perhatian Rekan Sehat di Twitter. Mungkin karena tema ngobrol sehat saat itu adalah tentang penyakit ganas yang menjadi momok wanita di dunia selain kanker payudara. Yup, tema ngobrol sehat kemarin adalah kanker serviks yang ditemani oleh dokter ahli Onkologi, yaitu dr. Bram Pradipta, SpOG. Dokter tamu kali ini aktif menulis karya ilmiah selama beliau menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Indonesia. Bahkan beberapa jurnal ilmiah tentang Obsgyn (Obstetri dan Ginekologi) beliau telah diterbitkan dalam jurnal kedokteran Indonesia. Dokter berprestasi ini patut diacungi jempol. Bagaimana tidak, beliau juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Kluster Reproduksi Yasmin Kencana International Wing di RSCM dan pernah bekerja dalam HPEQ (Health Professional Education Quality) FKUI yang diselenggarakan oleh Dekanat FKUI. Sudah terbukti ya kejeniusan beliau dalam bidangnya, sehingga dengan bangga beliau kami undang untuk menjawab setiap pertanyaan Rekan Sehat pada Ngobrol Sehat part 5 Sabtu kemarin. Kesibukan dr. Bram saat ini adalah bertugas sebagai Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan di RS Gading Pluit, RS Mediros dan RSUD Koja. Selain itu beliau juga sibuk mengajar mahasiswa Fakultas Kedokteran yang kebetulan bertugas di Rumah Sakit Koja dan masih aktif menulis jurnal ilmiah.

    Tidak sempat mengikuti keseruannya? Jangan takut, kami akan rangkum untuk Anda dalam artikel ini.

    vaksinasi hpv kanker serviks

    Pertanyaan 1

    Sebenarnya apa itu kanker serviks ya dok?

    Jawaban

    Sebelumnya harus tahu dulu apa itu serviks. Serviks atau leher rahim adalah bagian kecil berbentuk silindris yang menghubungkan rahim dan vagina. Bagian ini menonjol ke vagina dan dapat dilihat saat pemeriksaan medis. Fungsi serviks ini adalah sebagai jalur aliran darah haid dari rahim keluar serta mengarahkan sperma pria menuju ke rahim dan saat persalinan akan terbuka hingga 10 cm. Jadi kanker serviks adalah kanker atau tumor ganas yang menyerang organ tersebut. 

    Baca Juga: Infeksi HPV, Penyebab Utama Kutil hingga Kanker

    Pertanyaan 2

    Apa penyebab dari kanker serviks?

    Jawaban

    Beberapa faktor risiko kanker serviks adalah hubungan seksual pada usia muda, hubungan seksual dengan banyak pasangan, laki-laki yang berisiko tinggi, tembakau, supresi sistem imun, nutrisi, serta penyakit hubungan seksual. Sekarang juga sudah diketahui selain faktor-faktor risiko tersebut, infeksi menetap virus Human Papilloma juga menjadi penyebab dari kanker serviks.

    Pertanyaan 3

    Berarti penyebab kanker serviks non-genetik ya dok? Kemudian apakah dokter bisa jelaskan sedikit tentang HPV?

    Jawaban

    Ya, kanker serviks tidak diturunkan (non-genetik). Sementara HPV adalah sekumpulan grup virus yang  menginfeksi manusia pada sel epitel di kulit dan membran mukosa. Tipe HPV saat ini mencapai lebih dari 100 tipe. Dari 100 tipe, hanya kurang dari setengahnya yang dapat menginfeksi saluran kelamin. Masing-masing tipe mempunyai sifat tertentu pada kerusakan epitel dan perubahan morfologi lesi yang ditimbulkan. Tipe yang dapat menyebabkan keganasan HPV adalah tipe 16, 18, 26, 27, 30, 31, 33-35, 39, 40, 42-45, 51-59, 61, 62, 64, 66-69 dan 71-74. Tipe HPV 16 dan 18 diketahui sebagai penyebab 70% dari kasus keganasan di serviks atau leher rahim wanita. Tipe HPV 6 dan 11 diketahui sebagai penyebab dari 90% kasus kutil kelamin (Condyloma accuminatum). Cara penularannya terutama adalah melalui kontak atau hubungan seksual sehingga vaksin yang ada saat ini juga berfokus kepada keempat serotipe tersebut.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Pertanyaan 4

    Boleh dijelasakan tentang vaksin HPV itu sendiri dok?

    Jawaban

    Berawal dari keadaan bahwa pada lebih dari 90% kanker serviks didapatkan Infeksi HPV dan 70%nya merupakan HPV tipe 16 dan 18. Maka dipikirkan cara untuk mencegah infeksi menetap HPV dengan vaksin. Saat ini ada 2 produk vaksin kanker serviks, yaitu yang melindungi terhadap infeksi HPV tipe 16 dan 18 serta yang melindungi terhadap infeksi HPV 6,11,16 dan 18. Penelitian menyatakan bahwa vaksin tersebut dapat memberikan perlindungan terhadap HPV tipe lain atau proteksi silang, meskipun tidak setinggi proteksi terhadap HPV tipe 16 dan 18. Efektivitas proteksi vaksin terhadap HPV tipe 16 dan 18 sendiri mencapai hampir 100%. Vaksin sebaiknya diberikan sebelum pertama kali hubungan seksual.

    Pertanyaan 5

    Apakah ada aturan spesifik terkait usia, jenis kelamin atau kondisi kesehatan sebelum melakukan vaksinasi HPV?

    Jawaban

    Di beberapa negara, vaksin kanker serviks direkomendasikan untuk diberikan mulai usia 11 sampai 12 tahun, meskipun mungkin diberikan lebih awal lagi yaitu pada usia 9 tahun (karena tingginya angka hubungan seksual dini). Di Indonesia sendiri, vaksinasi ini direkomendasikan oleh Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia bersama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia dengan batas usia minimal 10 tahun dan akan lebih baik bila belum aktif secara seksual. Kebijakan IDAI sampai saat ini hanya untuk anak perempuan saja. Tapi di USA, CDC juga menyarankan untuk pemberian pada anak laki-laki, karena juga dapat mencegah kanker penis, anus dan tenggorokan akibat HPV pada mereka. Vaksin HPV tidak boleh diberikan pada pasien yang alergi terhadap komponen vaksin HPV dan ibu hamil serta menyusui.

    Pertanyaan 6

    Lalu bagaimana dengan ibu-ibu yang sudah berumah tangga dan aktif secara seksual? Bentuk pencegahannya seperti apa?

    Jawaban

    Pertanyaan bagus. Sebetulnya dapat dilakukan pemeriksaan DNA HPV pada ibu tersebut. Apakah terdapat infeksi HPV baik tipe 16, 18 maupun serotipe penyebab kanker lainnya. Namun hal tersebut tidak cost effective karena bahkan bisa lebih mahal dari harga vaksin HPV. Kepada mereka masih dapat diberikan vaksin HPV dengan jadwal penyuntikan yang sama. Selain itu juga perlu tindakan pencegahan lain seperti membatasi jumlah pasangan seksual, berhenti merokok, melakukan pemeriksaan pap smear secara rutin, menjalani pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang cukup nutrisi dan bergizi, serta bagi mereka yang berusia di bawah 18 tahun harus menghindari hubungan intim sebelum waktunya.

    Pertanyaan 7

    Bagaimana cara terbaik untuk mencegah kanker serviks sedini mungkin?

    Jawaban

    Untuk mencegah kanker serviks adalah dengan membatasi pasangan seksual, jangan berhubungan seks sebelum waktunya, menggunakan kondom, berhenti merokok, hidup dengan nutrisi yang baik, olahraga teratur, melakukan vaksinasi HPV sejak dini, dan test pap smear rutin bagi yang sudah pernah berhubungan seksual.

    Pertanyaan 8

    Saya belum menikah tapi sudah pernah divaksin HPV, apakah vaksinnya bisa efektif? Perlukah diulang, dan tiap berapa tahun pengulangannya?

    Jawaban

    Vaksin HPV yang diberikan sebanyak 3 kali (yaitu 0-1-6 bulan untuk 2 serotipe dan 0-2-6 bulan untuk 4 serotipe) akan efektif dan memang lebih baik diberikan sebelum menikah atau berhubungan seksual. Sampai saat ini booster untuk vaksin HPV tidak disarankan.

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturannya?

    Pertanyaan 9

    Seberapa rentan wanita terkena kanker serviks, dok?

    Jawaban

    Berganti-ganti pasangan seksual meningkatkan risiko terkena kanker serviks. Apabila seseorang berganti pasangan seksual lebih dari 5 orang dalam 2 tahun terakhir, kemungkinan meningkat sampai 12 kali lipat. Faktor risiko lain yang penting adalah hubungan seksual suami dengan pekerja seks komersial dan dari sumber itu membawa HPV kepada istrinya. Tembakau juga menjadi faktor risiko kanker ini karena bahan pembuat rokok merupakan substansi karsinogenik. Asap rokoknya sendiri juga menjadi polycyclic aromatic hydrocarbon heterocyclic nitrosamines. Seorang perempuan perokok memiliki konsentrasi nikotin pada getah serviks 56 kali lebih tinggi dibandingkan di dalam serum. Terdapat hubungan antara defisiensi asam folat, vitamin C, vitamin E, beta karoten/retinol dengan peningkatan risiko kanker. Berdasarkan data statistik di dunia, setiap 1 menit timbul 1 kasus baru dan setiap 2 menit terjadi 1 kematian akibat kanker serviks. Di Indonesia sendiri, setiap hari timbul 40-45 kasus baru dan 20 kematian akibat kanker serviks.

    Pertanyaan 10

    Gejala klinis seperti apa yang paling mudah diketahui sebelum dokter memvonis kanker serviks?

    Jawaban

    Kanker serviks memiliki beberapa gejala seperti perdarahan vagina yang tidak normal, vaginal discharge (keputihan sprt nanah, berbau), dan gejala lain seperti nyeri pinggul dan nyeri saat senggama. Perdarahan pasca berhubungan juga dapat terjadi. Pada tahap lanjut dari karsinoma serviks adalah gejala mudah lelah (akibat anemia), penurunan nafsu makan (yang menyebabkan penurunan berat badan) terdapatnya urin feses melalui vagina (karena adanya  fistel). Diagnosis pasti kanker serviks adalah melalui biopsy yang merupakan  pemeriksaan massa/tumor yang terdapat pada serviks. Dari pemeriksaan tersebut dapat diketahui tipe dari kanker serviks yang diderita oleh seseorang.

    Pertanyaan 11

    Mungkinkah wanita yang masih perawan bisa terjangkit kanker serviks?

    Jawaban

    Highly unlikely. Namun harus tetap diwaspadai bila pasien pernah melakukan hubungan secara oral seks, berganti seks toys atau biseksual.

    Pertanyaan 12

    Setelah melakukan vaksinasi HPV dan melakukan semua tindakan preventif, apakah kanker serviks masih bisa muncul karena faktor radikal bebas dan lain-lain?

    Jawaban

    Vaksin kanker serviks yang ada saat ini adalah untuk HPV tipe 16 dan 18. HPV tipe 16 dan 18 ini merupakan 70% dari penyebab kanker serviks yang terjadi. Jadi vaksin ini tidak memproteksi kurang lebih 30% kanker serviks yaitu yang tidak disebabkan oleh HPV tipe 16 dan 18. Bersamaan dengan faktor risiko lain yang tidak dihindari masih dapat membuat seseorang terkena kanker serviks. Karena itu deteksi dini seperti IVA dan atau Pap Smear wajib dilakukan meskipun sudah pernah melakukan vaksin HPV.

    Baca Juga: Takut Sama Kanker Serviks? Vaksinasi HPV Saja

    Nah itu tadi beberapa pertanyaan dari Rekan Sehat pada Ngobrol Sehat part 5 Sabtu kemarin. Selesai sesi Ngobrol Sehat ini, dr. Bram Pradipta, SpOG juga berpesan terkait kanker serviks. Menurut beliau, kanker serviks adalah kanker yang mematikan. Angka kematian akibat kanker serviks masih sangat besar baik di dunia dan di Indonesia. Dan karena menyerang wanita mulai dari usia reproduktif tentu akan lebih menyedihkan, sebab kematian akibat hal tersebut dapat meninggalkan suami dan anak di usia relatif muda. Oleh karena itu penting untuk dilakukan tindakan pencegahan kanker serviks baik dari pola hidup dan vaksinasi HPV, serta pengetahuan dan kewaspadaan dari semua orang terhadap faktor risiko dan gejala dini kanker serviks untuk melawannya.

    “With awareness, there is hope. Together we can beat cancer!” tutup dr. Bram sore itu.

    Sobat juga bisa melakukan vaksinasi HPV di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja