Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Bolehkah Vaksin HPV Setelah Menikah? Cek Apa Kata Dokter

Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

Menjawab Pertanyaan Bolehkah Vaksin HPV Setelah Menikah Saja

Banyak yang bertanya bolehkah vaksin HPV setelah menikah. Selain itu, ada asumsi vaksin HPV hanya efektif jika diberi sebelum menikah. Mana yang benar dan harus dipercaya?

Oleh sebab itu, pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai boleh tidaknya vaksin HPV dilakukan setelah menikah. Juga akan membahas apakah pemberian vaksin tersebut efektif mencegah penyakit-penyakit seperti kutil dan kanker serviks yang disebabkan oleh Human Papillomavirus (HPV).

Apa Penyebab Kanker Serviks?

Angka kejadian kanker serviks di Indonesia mencapai 15.000 hingga 21.000 kasus setiap tahunnya. Kanker serviks kini menjadi penyebab kematian nomor 1 bagi perempuan di Indonesia, sekaligus menempatkan Indonesia pada urutan kedua di dunia untuk negara dengan kasus kanker serviks terbanyak.

Kanker serviks disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV) tipe 16 dan 18. Sedangkan Human Papillomavirus (HPV) tipe 6 dan 11 diketahui menjadi 90% penyebab kasus kutil kelamin. Human Papillomavirus ditularkan melalui kontak atau hubungan seksual dengan penderita.

Virus HPV dapat menyerang laki-laki dan perempuan. Pada daerah kelamin, kanker akibat infeksi Human Papillomavirus dapat terjadi pada leher rahim, vulva atau bibir vagina, vagina dan penis. Sedangkan pada daerah non-kelamin, Human Papillomavirus dapat menyerang bagian mulut dan saluran napas atas.

Jenis Vaksin HPV

Penyebaran kasus kanker serviks sebenarnya dapat dicegah, salah satunya dengan melakukan vaksinasi kanker serviks. Bagi wanita yang sudah menikah, deteksi dini kanker serviks menjadi salah satu hal yang penting dilakukan.

Vaksin HPV merupakan salah satu cara mencegah kanker serviks dan kutil kelamin. Vaksin HPV dapat mulai diberikan pada usia 12 tahun keatas, terutama bagi perempuan yang belum aktif secara seksual. Vaksinasi akan diberikan sebanyak 3 dosis tanpa skrining apapun jika seseorang belum aktif berhubungan seksual. Efektivitas vaksin HPV sangat baik bila diberikan pada perempuan yang belum aktif secara seksual.

Di Indonesia, ada 2 jenis vaksin HPV yaitu vaksin bivalen dan tetravalen. Vaksin HPV bivalen mengandung 2 tipe HPV yaitu tipe 16 dan 18 yang dapat mencegah kanker leher rahim. Sementara vaksin HPV tetravalen mengandung 4 tipe HPV yaitu tipe 6, 11, 16 dan 18 yang dapat mencegah kanker leher rahim dan juga kutil kelamin.

Efek Samping Vaksin HPV

Sahabat Sehat, rata-rata efek samping pasca vaksinasi HPV bersifat ringan. Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin dialami setelah menjalani vaksinasi HPV :

  • Nyeri dan kemerahan di area suntikan
  • Pusing
  • Nyeri kepala
  • Mual dan muntah

Efek samping bersifat sementara dan umumnya akan hilang kurang dari 1 hari. Oleh sebab itu, tidak perlu ragu untuk melakukan vaksinasi HPV.

Kapan Jadwal Vaksinasi HPV ?

Idealnya vaksinasi HPV diberikan pada saat seseorang belum aktif berhubungan seksual untuk memberi efek yang maksimal. Vaksinasi HPV diberikan sebanyak 3 kali dengan jadwal pemberian vaksinasi HPV dosis ke 2 berjarak 1 atau 2 bulan setelah penyuntikan pertama, tergantung dari jenis vaksin apa yang digunakan (bivalen atau tetravalent) dan dosis terakhir diberikan 6 bulan setelah penyuntikan dosis vaksin HPV pertama. Apabila pemberian vaksinasi ada yang terlewat, maka vaksinasi dapat terus dilanjutkan tanpa mengulangi dosisnya dari awal.

Lalu apakah boleh melakukan suntik vaksin HPV setelah menikah saja? Apakah tetap efektif?

Bolehkah Menerima Vaksin HPV Setelah Menikah?

Jika Sahabat Sehat sudah aktif berhubungan seksual, resiko terpapar virus HPV menjadi lebih tinggi. Oleh sebab itu bagi Sahabat Sehat yang telah aktif melakukan hubungan seksual dianjurkan melakukan pemeriksaan pap smear terlebih dahulu. Pemeriksaan pap smear dapat dilakukan minimal satu tahun sekali untuk mendeteksi kanker serviks.

Pemeriksaan Pap Smear dilakukan dengan mengambil sampel sel dari leher rahim atau serviks dengan diusap dengan kapas cotton bud lalu dibawa ke laboratorium untuk diperiksa lebih lanjut. Apabila didapatkan hasil mengarah pada infeksi HPV, maka vaksinasi tidak dapat diberikan.

Memang vaksin HPV pada usia 26 tahun ke atas tetap efektif dalam mencegah virus HPV, namun pemberian sedini mungkin akan lebih baik dan lebih efektif. Terutama dalam mencegah sejak dini risiko-risiko seperti kanker serviks.

Nah Sahabat Sehat, itulah jawaban dari pertanyaan boleh tidaknya vaksin HPV setelah menikah dan bagaimana tingkat efektivitasnya jika diberikan setelah menikah. Bagi Sahabat Sehat yang berminat melakukan vaksinasi HPV ataupun vaksinasi kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat.

Vaksinasi Pranikah Lengkap ke Rumah

Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Referensi:

  1. Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit Kelamin Indonesia. 6 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Vaksin HPV [Internet]. Indonesia : Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit Kelamin Indonesia. 2017 [updated 2017 Dec 26; cited 2021 Aug 24].
  2. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Sekilas tentang Vaksin HPV [Internet]. Indonesia : Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2017 [updated 2017 March 13; cited 2021 Aug 24].
  3. Centers for Disease Control and Prevention. HPV Vaccination: What Everyone Should Know [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2020 [updated 2020 March 17; cited 2021 Aug 24].
  4. Planned Parenthood. What Is the HPV Vaccination [Internet]. USA : Planned Parenthood; [cited 2021 Aug 24].
  5. Centers for Disease Control and Prevention. Human Papillomavirus (HPV) Vaccine [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 July 23; cited 2021 Aug 24].
  6. Mayo Clinic. HPV vaccine: Get the facts [Internet]. USA : Mayo Clinic. 2020 [updated 2020 May 14; cited 2021 Aug 24].
  7. Centers for Disease Control and Prevention. HPV Vaccine Information For Young Women [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2016 [updated 2016 Dec 28; cited 2021 Aug 24].
  8. Sulaiman M. Bagi yang Sudah Menikah, Lebih Baik Papsmear atau Vaksinasi HPV Dulu? [Internet]. Indonesia : DetikHealth. 2017 [updated 2017 Feb 09; cited 2021 Aug 24].

Chat Asisten ProSehat aja