Sering Merasa Lemas dan Mengantuk? Waspada Kurang Darah
Awas, Masalah Gizi pada Remaja Menyebabkan 7 Penyakit Ini Apakah Sahabat Sehat sering merasa mudah lelah dan lesu yang tak berkesudahan? Meski Sahabat Sehat tidak melakukan aktivitas berat, namun tubuh terasa tidak cukup bersemangat. Kalau ya, Sahabat Sehat perlu waspada karena salah satu penyebabnya adalah akibat kurang darah (atau disebut juga anemia).
Apa Itu Kurang Darah ?
Anemia atau disebut juga kurang darah adalah kondisi ketika tubuh kekurangan kadar sel darah merah (hemoglobin). Hemoglobin yang mengandung zat besi berfungsi untuk mengangkut oksigen dari paru-paru menuju otak dan organ lainnya. Saat oksigen mengalir dengan lancar, maka tubuh juga akan bekerja dengan optimal dalam menghasilkan energi. Oleh sebab itu ketika tubuh kekurangan hemoglobin, tubuh akan mudah lelah.
Apa Saja Gejala Kurang Darah?
Selain menyebabkan lelah dan lesu, rendahnya sel darah merah dapat mempengaruhi transportasi sirkulasi karbondioksida dan oksigen dalam tubuh, sehingga dapat menimbulkan tanda dan gejala sebagai berikut:
- Nafas terengah-engah, terutama saat berolahraga
- Kelelahan yang tidak berkesudahan
- Pengelihatan kabur
- Sulit berkonsentrasi
- Jantung berdebar tanpa sebab yang jelas
- Pusing
- Sakit kepala
- Pucat
- Kedinginan atau kesemutan pada kaki dan tangan
- Kulit kering
- Rambut rontok
- Sulit tidur
Selain itu, juga dapat disertai keluhan lain sesuai dengan penyebab kurang darah yakni:
Anemia aplastik
dapat disertai keluhan demam, mudah terinfeksi penyakit lain, dan ruam kulit.
Anemia defisiensi asam folat
dapat disertai keluhan diare, gelisah, dan lidah tampak licin.
Anemia hemolitik
dapat disertai keluhan kulit tampak kuning, urin berwarna gelap, demam, dan sakit perut.
Anemia sel sabit
dapat disertai keluhan pembengkakan pada kaki, tangan, serta kelelahan dan kulit tampak kuning.
Apa Penyebab Anemia?
Apabila tanda atau gejala di atas sudah dialami dalam waktu yang lama, maka Sahabat Sehat perlu melakukan pemeriksaan darah di fasilitas kesehatan untuk mengetahui kadar hemoglobin dalam tubuh. Berikut adalah beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya anemia, antara lain:
- Kekurangan zat besi
- Kekurangan vitamin B-12
- Penyakit kronis, seperti hipertiroidisme, hipotiroidisme, penyakit ginjal akut, lupus, AIDS, diabetes, serta penyakit langka lainnya
- Kehamilan
- Lahir prematur
- Kehilangan terlalu banyak darah, misalnya saat menstruasi, wasir, gastritis, habis operasi atau trauma
- Efek samping obat-obatan, seperti ibuprofen
- Memiliki riwayat penyakit bawaan, seperti anemia sel sabit atau thalassemia
Bagaimana Cara Mengatasi Kurang Darah ?
Kurang darah atau disebut juga Anemia termasuk masalah kesehatan yang umum terjadi, namun bukan berarti Sahabat Sehat dapat menyepelekannya. Pasalnya, gejala kurang darah terus dibiarkan dalam waktu lama justru dapat memicu munculnya gejala lain yang lebih berat misalnya:
- Kehilangan konsentrasi
- Depresi
- Kuku tampak kebiruan
- Menurunnya gairah seksual
Penanganan nya bertujuan untuk meningkatkan jumlah sel darah merah sekaligus meningkatkan jumlah oksigen dalam darah. Berikut beberapa cara untuk mengatasi kurang darah, berdasarkan jenisnya:
Anemia defisiensi bes
Dapat diatasi dengan mengkonsumsi suplemen zat besi dan memperbaiki pola makan. Selain itu, dokter mungkin akan mengidentifikasi dan memberikan perawatan yang tepat apabila terjadi perdarahan yang berlebihan.
Anemia defisiensi vitamin B 12
Dapat diatasi dengan pemberian suplemen makanan dan asupan gizi yang kaya vitamin B 12.
Thalassemia
Dapat diatasi dengan mengkonsumsi suplemen asam folat, pemberian terapi kelasi besi, transfusi darah, hingga transplantasi sumsum tulang belakang mungkin dibutuhkan.
Anemia karena penyakit kronis
Penanganan akan disesuaikan dengan penyakit kronis yang diderita.
Anemia aplastik
Penanganan dapat berupa transfusi darah atau hingga transplantasi sumsum tulang.
Anemia sel sabit
Penanganan berupa pemberian obat, transfusi darah, dan lainnya sesuai kondisi pasien.
Anemia hemolitik
Penanganannya berupa pemberian obat untuk menekan sistem imun, dan penanganan lainnya sesuai kondisi pasien.
Baca Juga: Awas, Masalah Gizi pada Remaja Menyebabkan 7 Penyakit Ini
Bagaimana Mencegah Kurang Darah ?
Meski ada beberapa jenis anemia yang tidak dapat dicegah, namun Sahabat Sehat dapat menjaga kesehatan tubuh dengan mengkonsumsi beberapa jenis makanan seperti :
Makanan Sumber Zat Besi
Misalnya daging sapi dan daging lainnya, kacang-kacangan, lentil, sereal yang diperkaya zat besi, sayuran berdaun hijau tua dan buah-buahan kering termasuk makanan yang mengandung tinggi zat besi.
Asam Folat
Asam folat merupakan asupan yang juga bagus untuk ibu hamil. Asam folat dapat ditemukan pada buah-buahan dan jus buah, sayuran berdaun hijau tua, kacang polong, kacang merah, kacang tanah, dan produk biji-bijian yang diperkaya asam folat, seperti roti, sereal, pasta dan nasi.
Vitamin B-12
Makanan yang memiliki kadar vitamin B-12 tinggi yaitu daging, produk susu, dan sereal serta produk kedelai yang diperkaya vitamin B-12.
Vitamin C
Beberapa makanan yang mengandung vitamin C, misalnya buah dan jus jeruk, paprika, brokoli, tomat, melon, dan stroberi. Selain itu, makanan tersebut juga mampu membantu meningkatkan proses penyerapan zat besi.
Baca Juga: Sering Alami Lemas dan Pucat? Waspadai Gejala Kurang Darah
Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai gejala kurang darah serta cara mencegahnya. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check up, layanan fisioterapi, pemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.
Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.
Referensi
- Mayo Clinic. Anemia – Diagnosis and treatment [Internet]. USA : Mayo Clinic.
- WebMD. Anemia [Internet]. USA : WebMD.
- Cleveland Clinic. Anemia: Symptoms, Types, Causes, Risks, Treatment & Management [Internet]. USA : Cleveland Clinic.
- National Health Service. Iron deficiency anemia [Internet]. UK : National Health Service.
- Medical News Today. Anemia: Symptoms, treatments, types, and causes [Internet]. USA : Medical News Today.
![Sering Merasa Lemas dan Mengantuk? Waspada Kurang Darah Awas, Masalah Gizi pada Remaja Menyebabkan 7 Penyakit Ini Apakah Sahabat Sehat sering merasa mudah lelah dan lesu yang tak berkesudahan? Meski Sahabat Sehat tidak melakukan aktivitas berat, namun tubuh terasa tidak cukup bersemangat. Kalau ya, Sahabat Sehat perlu waspada karena salah satu penyebabnya adalah akibat kurang darah (atau disebut juga anemia). Apa Itu Kurang […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Sering-Merasa-Lemas-dan-Mengantuk-Waspada-Kurang-Darah.jpg)

![Komplikasi Akibat Campak Pada Anak dan Cara Mencegahnya Campak atau yang disebut dengan measles merupakan salah satu penyakit sangat menular yang biasanya menyerang anak-anak yang ditandai dengan ruam kemerahan namun tidak berisi cairan seperti ruam kemerahan yang terjadi pada cacar air. Si kecil yang belum mendapatkan imunisasi campak lebih beresiko untuk tertular penyakit ini. Orang tua harus mewaspadai komplikasi akibat campak pada anak karena […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Komplikasi-Akibat-Campak-Pada-Anak-dan-Cara-Mencegahnya.jpg)

![Metode Skrining yang Digunakan untuk Mendeteksi Sifilis Sifilis pertama kali dideteksi di Eropa pada akhir abad ke 15 dan pada tahun 1905, Schaudinn dan Hoffman menemukan penyebab penyakit ini yaitu akibat infeksi bakteri Treponema pallidum yang ditularkan melalui kontak seksual. Sifilis atau disebut juga dengan sebutan “Penyakit raja singa” ditandai dengan munculnya luka pada area kelamin dan dubur, tanpa rasa nyeri sehingga […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Metode-Skrining-yang-Digunakan-untuk-Mendeteksi-Sifilis.jpg)
![Cara Mencegah Hepatitis A Bagi Kamu yang Suka Kulineran Makanan dan minuman yang kotor akibat sanitasi yang buruk dapat menularkan berbagai macam penyakit. Penyakit-penyakit tersebut dapat berupa tifoid, diare hingga hepatitis. Terdapat beberapa jenis dari virus hepatitis, namun salah satu yang sering ditemukan akibat sanitasi yang buruk adalah penyakit hepatitis A. Nah Sahabat Sehat, bagaimana mencegah terinfeksi hepatitis A bagi yang sering makan diluar […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Cara-Mencegah-Hepatitis-A-Bagi-Kamu-yang-Suka-Kulineran.jpg)

![4 Metode yang Umum Digunakan Dalam Tes Pemeriksaan HIV Sebagian besar penderita HIV dan AIDS (ODHA) tidak menyadari bahwa terinfeksi HIV. Oleh karena itu, bagi seseorang yang dicurigai menderita HIV dianjurkan menjalani pemeriksaan skrining HIV/Aids untuk deteksi awal. Sahabat Sehat, apa saja jenis pemeriksaan HIV ? Mari simak penjelasan berikut. Apa Itu HIV ? Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah jenis virus yang dapat menyerang […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/4-Metode-yang-Umum-Digunakan-Dalam-Tes-Pemeriksaan-HIV.jpg)
![Perlukah Vaksin Tifoid Sebelum Bepergian? Tifoid merupakan sebuah penyakit yang pasti sudah pernah Sahabat Sehat dengar. Penyakit tifoid atau sering kali disebut “tipes” disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Penyakit ini paling sering dijumpai pada negara Asia Tenggara, terutama Pakistan, India, dan Bangladesh. Sebanyak 21 juta kasus dengan 200.000 kematian akibat tifoid terjadi di seluruh dunia setiap tahunnya. Tingkat penyakit ini […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Perlukah-Vaksin-Tifoid-Sebelum-Bepergian.jpg)
![Waspada Japanese Encephalitis Saat Berlibur ke Persawahan Musim liburan telah tiba dan pastinya beberapa dari Sahabat Sehat bepergian. Saat berpergian mungkin terdapat penyakit yang sering dijumpai pada daerah tersebut. Sebagai contoh adalah penyakit yang ditularkan dari gigitan nyamuk yaitu malaria atau chikungunya yang jarang dijumpai pada daerah perkotaan namun sering dijumpai pada daerah kepulauan. Sahabat Sehat, ternyata ada penyakit lain yang dapat […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Waspada-Japanese-Encephalitis-Saat-Berlibur-ke-Persawahan.jpg)
![9 Penyebab Kadar Ureum Meningkat dan Cara Menurunkannya Tingginya kadar ureum dalam darah merupakan tanda bahwa ginjal tidak berfungsi dengan baik. Dalam keadaan normal, ginjal berfungsi sebagai penyaring dan pembuangan zat yang tidak diperlukan tubuh. Apabila ureum menumpuk di darah, maka akan menimbulkan berbagai macam gangguan kesehatan. Sahabat Sehat, mengapa kadar ureum meningkat dalam tubuh ? Mari simak penjelasan berikut. Apa Itu Ureum […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/9-Penyebab-Kadar-Ureum-Meningkat-dan-Cara-Menurunkannya.jpg)
![Berbagai Jenis Pemeriksaan Deteksi Dini Kanker Serviks Anda mungkin sudah cukup sering mendengar tentang penyakit kanker serviks. Ya, penyakit kanker terbanyak kedua pada wanita di Indonesia setelah kanker payudara. Tahukah Anda bahwa harapan hidup dan keberhasilan pengobatan kanker serviks bergantung dari stadium penyakit saat didiagnosis pertama kali? Semakin awal ditemukan lesi kankernya, maka semakin baik pula prognosis dan tingkat keberhasilan pengobatan. Maka, […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Berbagai-Jenis-Pemeriksaan-Deteksi-Dini-Kanker-Serviks.jpg)

![Berbagai Pilihan Olahraga yang Aman Untuk Lansia Tak hanya kaum muda, orang dewasa yang lebih tua atau lansia juga perlu melakukan beberapa jenis aktivitas fisik setiap hari guna meningkatkan kesehatan serta mengurangi risiko berbagai penyakit. Meski demikian ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni jenis olahraga yang dilakukan oleh lansia. Secara alami tubuh akan mengalami penurunan fisik seiring bertambahnya usia, sehingga hal […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Berbagai-Pilihan-Olahraga-yang-Aman-Untuk-Lansia.jpg)
