Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

4 Metode yang Umum Digunakan Dalam Tes Pemeriksaan HIV

Sebagian besar penderita HIV dan AIDS (ODHA) tidak menyadari bahwa terinfeksi HIV. Oleh karena itu, bagi seseorang yang dicurigai menderita HIV dianjurkan menjalani pemeriksaan skrining HIV/Aids untuk deteksi awal. Sahabat Sehat, apa saja jenis pemeriksaan HIV ? Mari simak penjelasan berikut.

4 Metode yang Umum Digunakan Dalam Tes Pemeriksaan HIV

4 Metode yang Umum Digunakan Dalam Tes Pemeriksaan HIV

Apa Itu HIV ?

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah jenis virus yang dapat menyerang sistem kekebalan tubuh seseorang. Jika tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat, kondisi HIV dapat menyebabkan semakin berat nya perkembangan penyakit dalam tubuh yang disebut sebagai AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) pada penderitanya. AIDS merupakan stadium akhir pada penderita HIV. Apabila Sahabat Sehat termasuk dalam kelompok orang yang berpotensi tinggi menderita HIV, alangkah baiknya jika mulai melakukan melakukan pemeriksaan HIV sedini mungkin. 

Apa Saja Jenis Tes Pemeriksaan HIV dan AIDS?

Pada sebagian besar kasus, diagnosis HIV biasanya ditegakkan berdasarkan dengan gejala yang dialami serta pemeriksaan penunjang untuk mendeteksi virus HIV. Berikut adalah berbagai jenis pemeriksaan HIV/ AIDS :

  • Pemeriksaan Antibodi

Pemeriksaan antibodi merupakan metode pemeriksaan HIV/AIDS yang paling umum dilakukan. Pemeriksaan HIV jenis ini tujuannya bukanlah untuk mencari penyakit atau virus penyebabnya, melainkan menemukan protein untuk menangkal penyakit atau yang dikenal sebagai antibodi. Protein tersebut dapat ditemukan di dalam darah, air liur, atau urin. 

Untuk melakukan pemeriksaan HIV, dokter biasanya akan mengambil darah. Antibodi  dihasilkan dalam tubuh penderita HIV dalam kurun waktu sekitar 3 – 12 minggu hingga dapat terdeteksi dalam pemeriksaan tersebut. 

  • Pemeriksaan Antibodi-Antigen (Ab-Ag)

Pemeriksaan HIV Antibodi-Antigen merupakan jenis pemeriksaan untuk mendeteksi antibodi yang ditujukan terhadap HIV-1 atau HIV-2. Selain itu, pemeriksaan ini juga bertujuan untuk menemukan protein p24 yang merupakan antigen dari virus (bagian dari inti virus).

Tubuh membutuhkan waktu beberapa minggu hingga terbentuknya antibodi usai infeksi awal. Artinya, pemeriksaan Antibodi-Antigen ini sangat memungkinkan untuk deteksi dini infeksi HIV. 

Melalui pemeriksaan ini, diagnosis HIV dapat diketahui dalam kurun waktu satu minggu lebih cepat dari pada pemeriksaan antibodi. Apabila pemeriksaan ini menunjukan hasil positif,  dokter akan menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan, misalnya pemeriksaan Western blot. 

medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

Pemeriksaan Serologi

Terdapat tiga jenis pemeriksaan serologi yang umum direkomendasikan dalam pemeriksaan HIV dan AIDS, yakni:

  • Tes darah cepat

Proses kerja pemeriksaan ini menggunakan reagen (bahan kimia aktif) yang telah dievaluasi dan direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan. Tes darah HIV dan AIDS in dapat mendeteksi antibodi HIV-1 maupun HIV-2. Selain itu, tes ini membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk dapat mengetahui hasilnya.

  • Tes ELISA

Tes ELISA (enzyme-linked immunosorbent assay) atau yang dikenal juga sebagai EIA (enzyme immunoassay) yakni merupakan suatu pemeriksaan HIV untuk mendeteksi antibodi HIV-1 dan HIV-2. Tes ini dilakukan dengan menambahkan enzim ke cawan petri tersebut untuk mempercepat proses reaksi kimia. Namun, hasil tes ini baru dapat diketahui dalam kurun waktu 1 – 3 hari. 

  • Tes Western Blot

Tes ini hanya dapat dilakukan untuk menindaklanjuti tes skrining awal yang menunjukan hasil positif HIV. Umumnya, pemeriksaan ini disarankan apabila tes ELISA yang sebelumnya dijalani menunjukan hasil positif HIV karena terkadang tes ELISA menunjukan hasil positif (false positif). 

Pemeriksaan Western Blot juga  diperlukan apabila Sahabat Sehat didiagnosa positif HIV dari pemeriksaan sebelumnya. Kondisi yang dimaksud meliputi Lyme, sifilis, atau lupus yang mungkin mempengaruhi hasil pemeriksaan HIV.

Meski tes Western Blot ini hanya membutuhkan waktu 1 hari untuk pengujiannya, namun perlu diingat bahwa tes ini hanya dapat dilakukan sebagai pemeriksaan lanjutan sebab tes Western Blot ini tidak akan membantu jika tanpa melakukan tes lain sebelumnya. 

Baca Juga: 10 Pertanyaan Penting Seputar HIV AIDS

Pemeriksaan Virologis Dengan PCR

Pemeriksaan virologis merupakan salah satu jenis pemeriksaan HIV/AIDS yang dilakukan dengan menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR). Tes ini sangat penting bagi ibu hamil yang terdiagnosa positif HIV. Selain itu, bayi yang baru lahir dari ibu yang positif HIV juga harus melakukan pemeriksaan ini minimal saat ini telah berusia 6 minggu. 

Tes ini juga sangat direkomendasikan bagi anak umur dibawah 18 tahun yang dicurigai mengidap HIV. Tes ini kemungkinan juga dapat membantu mendeteksi adanya infeksi HIV dalam 4 minggu pertama setelah terpapar virus penyebab HIV. Berikut beberapa tes virologi yang dianjurkan, yaitu:

  • HIV DNA Kualitatif (EID)

Jenis pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan darah lengkap atau dried blood spot (DBS), yakni pemeriksaan yang berfungsi dalam mendeteksi keberadaan virus HIV, dan bukan pada antibodi penangkalnya. Tes HIV DNA kualitatis ini digunakan untuk mendiagnosis HIV pada bayi. 

  • HIV RNA Kuantitatif

Tes HIV dan AIDS RNA kuantitatif ini dilakukan dengan menggunakan plasma darah. Periksaan ini bertujuan untuk memeriksa jumlah virus yang di dalam darah (viral load HIV).  Metode pemeriksaan HIV dengan bantuan PCR ini melibatkan enzim dalam menggandakan virus HIV dalam darah. Biasanya, pemeriksaan ini membutuhkan waktu beberapa hari hingga seminggu.

Viral load dapat dinyatakan “tak terdeteksi” apabila hanya terdapat sangat sedikit dalam 1 ml sampel darah. Kondisi ini dapat menandakan bahwa sistem kekebalan tubuh Sahabat Sehat gagal melawan infeksi HIV. 

Baca Juga: HIV dan AIDS: Penyebab, Gejala, Pengobatan, Fakta dan Mitos

Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa jenis pemeriksaan yang dapat Sahabat Sehat lakukan dalam mendeteksi virus HIV. Segera lakukan pemeriksaan bila dicurigai berkaitan dengan penyakit HIV. Mendapatkan penanganan sedini mungkin dapat membuat perkembangan lebih dapat ditangani sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup pengidapnya. 

Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
Ditinjau oleh: dr. Monica C

 

Referensi

  1. Stanford Health Care. Polymerase chain reaction (PCR) [Internet]. USA : Stanford Health Care.
  2. Kementerian Kesehatan RI. Buku Permenkes ARV [Internet]. Indonesia : Kementerian Kesehatan RI.
  3. HIV Gov. HIV Testing Overview [Internet]. USA : HIV Gov.
  4. Avert. HIV testing fact sheet [Internet]. USA : Avert.
  5. Centers for Disease Control and Prevention. Testing HIV Basics [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention.

Chat Asisten Maya
di Prosehat.com