Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 81–90 of 1398 results

  • Kabar mengejutkan datang dari salah satu snack paling digemari di Indonesia, Kinder Joy ditarik BPOM untuk sementara dikarenakan adanya dugaan bakteri Salmonella yang terkontaminasi pada produk cokelat berbentuk telur tersebut. Terkait dengan kabar tersebut, akhirnya Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dalam keterangan resminya pada Senin, 11 April 2022 juga akan menghentikan peredaran produk merek Kinder […]

    Kinder Joy Ditarik BPOM, Kenali Bahaya Bakteri Salmonella

    Kabar mengejutkan datang dari salah satu snack paling digemari di Indonesia, Kinder Joy ditarik BPOM untuk sementara dikarenakan adanya dugaan bakteri Salmonella yang terkontaminasi pada produk cokelat berbentuk telur tersebut.

    Terkait dengan kabar tersebut, akhirnya Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dalam keterangan resminya pada Senin, 11 April 2022 juga akan menghentikan peredaran produk merek Kinder untuk sementara waktu sampai dipastikan produk tersebut aman. Beberapa produk Kinder yang terdaftar di BPOM diantaranya Kinder Joy, Kinder Joy for Boys, dan Kinder Joy for Girl. 

    Kinder Joy Ditarik BPOM, Kenali Bahaya Bakteri Salmonella

    Kinder Joy Ditarik BPOM, Kenali Bahaya Bakteri Salmonella

    Produk merk Kinder yang terdaftar di BPOM diketahui berasal dari India, tepatnya diproduksi oleh Ferrero India PVT, LTD. Selain diproduksi ditempat yang berbeda, ternyata nama varian produk Kinder yang ada di Indonesia berbeda dengan yang ditarik di Inggris dan beberapa negara Eropa lainnya. 

    Untuk mengetahui ada atau tidaknya cemaran bakteri Salmonella, BPOM akan melakukan random sampling dan pengujian pada semua varian produk Kinder yang terdaftar di seluruh wilayah Indonesia.

    Anak-anak Mengalami Gangguan Pencernaan

    Sebelumnya, Food Standard Agency (FSA) Inggris menerbitkan peringatan publik pada 2 April 2022 yang diikuti oleh sejumlah negara di Eropa, yakni Irlandia, Perancis, Belanda, Jerman, dan Swedia, terkait penarikan secara sukarela produk coklat merk Kinder Surprise karena dicurigai terkontaminasi bakteri Salmonella (non-typhoid).

    Setidaknya ada sekitar 63 anak-anak di Inggris yang mengeluh mengalami diare, demam, dan kram perut. Ketiga gejala tersebut menjadi indikasi seseorang terinfeksi Salmonella.

    Biasanya gejala akan muncul dalam 8-72 jam setelah terinfeksi disertai gejala tambahan seperti pusing, sakit perut, muntah, hingga BAB berdarah. 

    Cegah Demam Tifoid dengan Vaksinasi: Layanan Vaksinasi Tifoid dan Hepatitis A ke Rumah

    Apa Itu Salmonella?

    Salmonella adalah bakteri yang hidup di usus manusia, burung, dan hewan. Sebagian besar orang terinfeksi bakteri ini setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi oleh feses. Makanan yang biasanya terinfeksi salmonella adalah telur mentah, daging mentah, sayuran, serta buah-buahan. 

    Selain itu, bakteri Salmonella juga banyak ditemukan pada rempah-rempah dan makanan olahan yang ketika disiapkan oleh orang-orang yang tidak mencuci tangan dengan bersih setelah mengganti popok atau menggunakan toilet.

    Infeksi ini juga dapat terjadi saat Anda menyentuh sesuatu yang terkontaminasi, seperti barang ataupun hewan peliharaan, terutama reptil dan burung, kemudian memegang makanan atau memasukan jari ke dalam mulut. 

    Baca Juga: 8 Asupan yang Tepat untuk Mengatasi Diare Si Kecil

    Infeksi Salmonella pada Anak Usia Dibawah 5 Tahun

    Infeksi Salmonella termasuk jenis infeksi yang umum terjadi. Apabila seseorang mengalami keracunan makanan, maka kemungkinan besar hal tersebut disebabkan oleh bakteri Salmonella. Tak heran jika setiap tahun terdapat puluhan juta kasus infeksi Salmonella yang dilaporkan warga dunia. 

    Anak-anak, terutama yang berusia kurang dari 5 tahun, cenderung lebih rentan terhadap infeksi salmonella. Pasalnya, sistem kekebalan tubuh anak-anak masih lemah dan belum terbentuk sempurna layaknya orang dewasa. 

    Terlepas dari kasus Kinder Joy ditarik BPOM, terdapat tiga faktor risiko yang membuat seseorang rentan terhadap infeksi salmonella, yaitu:

    Perjalanan

    Risiko paparan bakteri Salmonella akan lebih tinggi di tempat atau daerah yang memiliki sistem sanitasi yang buruk. 

    Orang yang mengonsumsi obat tertentu

    Beberapa jenis obat seperti steroid atau obat kanker dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Rutin mengonsumsi obat antasida juga dapat menurunkan kadar asam di perut Anda, yang membuat bakteri salmonella lebih mudah bertahan hidup dan berkembang biak disana. Sementara bagi mereka yang mengonsumsi antibiotik dapat membunuh bakteri “baik” di dalam tubuh, sehingga tubuh akan kesulitan melawan infeksi. 

    Penyakit radang usus

    Kondisi ini dapat merusak lapisan usus, sehingga bakteri Salmonella akan lebih mudah bertahan di usus. 

    Kapan Harus ke Dokter?

    Infeksi akibat bakteri Salmonella cenderung sembuh kurang dari seminggu. Namun, segeralah ke dokter jika anak tampak lemas, gejala memburuk, atau tak kunjung sembuh setelah seminggu.

    Baca Juga: 5 Manfaat Vaksin Tifoid Buat Kamu yang Doyan Travelling

    Sahabat Sehat, itulah mengenai Kinder Joy Ditarik BPOM, serta penjelasan tentang bakteri Salmonella. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, pemeriksaan laboratorium, produk imunisasi, obat-obatan, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 0811-1816-800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Desideria, B., 2022. BPOM Tarik Kinder Joy dari Pasaran, Apa Saja Bahaya Infeksi Salmonella?.
    2. MEDIA, P., 2022.5 Fakta Mengejutkan Kinder Joy, Diduga Mengandung Bakteri hingga Peredarannya Ditarik BPOM.
    3. Pom.go.id. 2022. Badan Pengawas Obat dan Makanan – Republik Indonesia.
    4. Rahmadania, S., 2022. 5 Fakta Kinder Joy, Disetop BPOM Sementara Gegara Gaduh Salmonella.

     

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

    Read More
  • Pilek merupakan salah satu kondisi yang sering dijumpai pada anak kecil. Hampir setiap anak mengalami pilek 6-8 kali setiap tahunnya. Terkadang gejala yang dijumpai hanya merupakan hidung yang mampet atau demam dan lemas. Lalu apa yang menjadi penyebab anak sering pilek? Kuman Penyebab Anak Sering Pilek Pilek merupakan sebuah keluhan yang disebabkan oleh infeksi di saluran […]

    Apa Penyebab Anak Sering Pilek? Begini Cara Mencegahnya

    Pilek merupakan salah satu kondisi yang sering dijumpai pada anak kecil. Hampir setiap anak mengalami pilek 6-8 kali setiap tahunnya. Terkadang gejala yang dijumpai hanya merupakan hidung yang mampet atau demam dan lemas. Lalu apa yang menjadi penyebab anak sering pilek?

    Apa Penyebab Anak Sering Pilek Begini Cara Mencegahnya

    Apa Penyebab Anak Sering Pilek? Begini Cara Mencegahnya

    Kuman Penyebab Anak Sering Pilek

    Pilek merupakan sebuah keluhan yang disebabkan oleh infeksi di saluran napas atas yang memicu peradangan, responnya berupa pembengkakan jaringan dan produksi mukus atau “ingus” yang berlebih. Namun terkadang tanda dan gejala yang dijumpai dapat lebih dari pilek, seperti demam, mual muntah, tubuh lemas, otot pegal-pegal, bahkan yang jarang namun dapat terjadi yaitu sesak nafas.

    Dapatkan: Layanan Paket Imunisasi Balita 5 tahun ke Rumah

    Jumlah virus yang dapat menyebabkan pilek lebih dari 200 jenis virus, namun yang paling sering adalah rhinovirus. Virus tersebut dapat menular melalui droplet yang diproduksi oleh orang yang terinfeksi. Saat orang yang terinfeksi batuk atau bersin, droplet berisi virus dapat dikeluarkan dan dapat menginfeksi seseorang apabila masuk melalui hidung, mulut, atau mata.

    Pada anak kecil, pilek terjadi lebih sering karena beberapa hal:

    • Anak memiliki sistem imun yang masih belum sempurna.
    • Bermain dengan teman sebayanya yang sedang pilek dalam jarak yang dekat. Hal ini lebih sering dijumpai apabila anak sedang bersekolah, di penitipan daycare, atau berkumpul dengan teman-temannya.
    • Tangan yang kotor menyentuh bagian hidung, mulut, atau mata menyebabkan infeksi virus sehingga menjadi pilek.

    Baca Juga: Jika Anak Sering Batuk Pilek, Coba Perhatikan Asupan Makanannya

    Penyebab Gejala Pilek Berat

    Pilek memiliki gejala yang lebih ringan dibandingkan dengan flu yang disebabkan oleh virus influenza. Tetapi terdapat beberapa kondisi yang dapat menyebabkan pilek menjadi berat, contohnya saat kekebalan tubuhnya sedang turun, terinfeksi penyakit lain, atau dalam mengalami kelainan sistem imun (immunosuppressed). Virus pilek tersebut dapat menyebabkan sesak nafas karena menginfeksi hingga saluran napas bawah yang disebut dengan pneumonia atau paru-paru basah.

    Kiat Mencegah Pilek Berulang

    Infeksi virus yang menyebabkan pilek tentu dapat dicegah, misalnya dengan rajin mencuci tangan sebelum dan setelah makan, juga sebelum menyentuh wajah. Selain itu apabila Anda yang sedang batuk atau bersin, maka disarankan untuk memakai masker agar droplet tersebut dapat dihentikan oleh masker. 

    Secara umum pilek dengan gejala yang ringan tidak memerlukan obat-obatan seperti antibiotik. Obat yang diberikan dapat berupa obat demam dan untuk pengencer mukus saja. Selain itu makan, minum dan istirahat yang cukup bisa membantu imun tubuh anak untuk melawan infeksi tersebut.

    Baca Juga: Anak Sering Flu? Ini Salah Satu Solusinya

    Sahabat Sehat, karena anak-anak belum memiliki kekebalan tubuh yang sempurna, maka orang tua perlu memberikan perhatian ekstra dalam menjaga kebersihan dan kesehatannya. Ikuti kiat pencegahan pilek di atas agar Si Kecil senantiasa terlindungi.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, pemeriksaan medical check up berkala, pemeriksaan laboratorium, layanan fisioterapi, produk imunisasi dewasa, produk multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Stanford Children’s Health [Internet]. Stanfordchildrens.org. 2022.
    2. Colds in children. Paediatrics & Child Health. 2005;10(8):493-495.
    3. Common Cold [Internet]. cdc.gov. 2022.
    4. Cold Versus Flu [Internet]. cdc.gov. 2022.
    5. Pneumonia – What Is Pneumonia? | NHLBI, NIH. 2022.

     

    Ditulis oleh: dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh: dr. Nurul Larasati

    Read More
  • Tahun ini menjadi Ramadhan ketiga umat Muslim menjalankan ibadah puasa di pandemi Covid-19. Tahukah Anda Kapan Waktu Terbaik untuk Olahraga saat Puasa? Berpuasa dalam suasana pandemi Covid-19 merupakan suatu tantangan tersendiri dalam menjalaninya. Pasalnya, selain menahan lapar dan haus, kondisi tubuh harus tetap fit dan sehat agar terhindar dari infeksi virus corona.  Meski demikian, bukan […]

    Kapan Waktu Terbaik untuk Olahraga saat Puasa?

    Tahun ini menjadi Ramadhan ketiga umat Muslim menjalankan ibadah puasa di pandemi Covid-19. Tahukah Anda Kapan Waktu Terbaik untuk Olahraga saat Puasa? Berpuasa dalam suasana pandemi Covid-19 merupakan suatu tantangan tersendiri dalam menjalaninya. Pasalnya, selain menahan lapar dan haus, kondisi tubuh harus tetap fit dan sehat agar terhindar dari infeksi virus corona. 

    Kapan Waktu Terbaik untuk Olahraga saat Puasa

    Kapan Waktu Terbaik untuk Olahraga saat Puasa?

    Meski demikian, bukan berarti Anda tidak bisa menjalankan ibadah puasa dengan hikmat. Ada banyak cara yang dapat dilakukan selama menjalankan ibadah puasa agar tubuh tetap bugar, salah satunya dengan berolahraga. Bagaimana cara berolahraga yang disarankan saat puasa? Yuk ikuti penjelasannya di bawah ini.

    Kapan Waktu Terbaik untuk Olahraga saat Puasa?

    Masih banyak orang bertanya-tanya, apakah olahraga saat puasa aman dilakukan? Ya, melanjutkan kebiasaan olahraga saat berpuasa dianggap aman. Namun, agar olahraga tidak mengganggu puasa, Anda harus mengetahui terlebih dahulu waktu terbaik untuk berolahraga di bulan Ramadhan. Jangan sampai Anda dehidrasi atau lemas, ya!

    Maksimalkan Kebutuhan Protein Harian Anda, Pesan Sekarang: Fitlife True Whey Choco Malt

    Sebelum Sahur

    Bagi Anda yang menjaga pola tidur baik dan terbiasa berolahraga di pagi hari, waktu olahraga di bulan Ramadhan bisa Anda sesuaikan sebelum sahur. Caranya, bangunlah setengah jam sebelum waktu sahur, minum air yang banyak agar tubuh tetap terhidrasi. Kemudian berolahragalah. 

    Sebab, olahraga sebelum sahur memungkinkan tubuh masih menyimpan cadangan energi dari makan malam sebelumnya. Selain itu, tubuh bisa segera mengganti energi dan cairan yang hilang setelah olahraga dengan dengan santap sahur. Dengan begitu, tubuh bisa senantiasa berenergi sepanjang hari. 

    Baca Juga: Hal-hal yang Perlu Diketahui dari Berolahraga di Malam Hari

    Sebelum berbuka Puasa

    Olahraga sebelum berbuka sangat bagus untuk membakar lemak lebih banyak, sehingga efektif dalam menurunkan berat badan. Namun, olahraga saat puasa tidak boleh dilakukan sembarangan. Pasalnya perut dalam kondisi kosong dan dengan kadar cairan tubuh yang sudah banyak berkurang. Waktu yang direkomendasikan untuk olahraga adalah antara 1,5 jam sampai 30 menit sebelum berbuka puasa. 

    Ingat, Anda tidak boleh memaksakan diri untuk berolahraga secara berlebihan. Sebab, Anda masih dalam keadaan berpuasa dengan sisa energi sedikit, sehingga olahraga yang dilakukan perlu dibatasi.

    Setelah Berbuka

    Jika tubuh dirasa tidak mampu untuk olahraga saat puasa, maka cobalah setelah berbuka. Namun ingat, tunggu hingga makanan Anda tercerna dengan baik oleh tubuh.  Alternatifnya adalah cukup mengonsumsi makanan ringan dahulu saat berbuka puasa, agar sesi olahraga Anda lebih efektif dan optimal. Setelah berolahraga, barulah Anda mengonsumsi makanan berat. 

    Perlu diketahui, sesi olahraga saat berpuasa tidak boleh lebih dari 60 menit. Selain itu, batasi latihan kardio sebanyak 2 kali saja dalam seminggu.

    Baca Juga: Pentingnya Olahraga Bagi Penderita Diabetes Tipe 2

    Sahabat Sehat, selain harus memperhatikan waktu, jenis olahraga saat puasa pun juga tidak boleh asal-asalan. Pilihlah jenis olahraga dengan intensitas rendah agar gula darah tidak turun secara tiba-tiba. Perbanyak jenis latihan ketahanan, latihan repetisi, angkat beban yang ringan, dan peregangan. Misalnya jalan cepat, jogging ringan, bersepeda, pilates, atau yoga. 

    Bagi orang dengan kondisi medis tertentu, seperti diabetes, penyakit jantung, dan sebagainya, pastikan Anda sudah berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan olahraga tertentu saat puasa.

     

    Nah Sahabat Sehat, itulah saran-saran waktu yang tepat bila Anda ingin berolahraga selama puasa Ramadhan. Jangan lupa untuk makan makanan gizi seimbang dan minum air yang cukup. Lakukan evaluasi untuk mengukur kemampuan Anda berolahraga saat berpuasa.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, pemeriksaan medical check up berkala, pemeriksaan laboratorium, layanan fisioterapi, produk imunisasi dewasa, produk multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Froneman, A., 2022. Exercising during Ramadan | Health24.
    2. Khaleej Times. 2022. Best times to exercise during Ramadan.
    3. thenational.2022. tips for healthy eating and exercising during ramadan.
    4. IslamiCity. 2022. The Ramadan Nutrition and Workout Plan for Success – IslamiCity.
    5. Media, K., 2022. Sore Hari, Waktu Tepat Olahraga Saat Berpuasa.

     

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul Larasati

    Read More
  • Seluruh umat Islam telah menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dengan suka cita. Tentu perlu ada persiapan puasa untuk ibu menyusui. Walaupun ibu menyusui adalah termasuk kelompok yang dibolehkan tidak berpuasa Ramadhan, sebagian tetap berkeinginan untuk menjalaninya. Lalu apakah yang harus dipersiapkan ibu menyusui dalam menjalankan ibadah puasa? Simak penjelasannya di bawah ini. Ibu Menyusui harus […]

    Bagaimana Persiapan Puasa untuk Ibu Menyusui?

    Seluruh umat Islam telah menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dengan suka cita. Tentu perlu ada persiapan puasa untuk ibu menyusui. Walaupun ibu menyusui adalah termasuk kelompok yang dibolehkan tidak berpuasa Ramadhan, sebagian tetap berkeinginan untuk menjalaninya. Lalu apakah yang harus dipersiapkan ibu menyusui dalam menjalankan ibadah puasa? Simak penjelasannya di bawah ini.

    Bagaimana Persiapan Puasa untuk Ibu Menyusui

    Bagaimana Persiapan Puasa untuk Ibu Menyusui?

    Ibu Menyusui harus Sehat Fisik dan Mental

    Pada saat berpuasa, ibu menyusui harus dalam kondisi sehat agar dapat memproduksi ASI yang berkualitas baik dengan kuantitas yang cukup. Hal ini dapat dicapai dengan mengonsumsi makanan gizi seimbang dan air putih yang cukup saat sahur dan berbuka, karena zat gizi yang dikonsumsi ibu dan cairan yang cukup sangat memengaruhi kualitas dan kuantitas ASI yang dihasilkan.

    Selain asupan nutrisi, psikis ibu juga harus baik. Dukungan yang adekuat dari suami dan keluarga akan memengaruhi kesiapannya menyusui dalam kondisi berpuasa.

    Pesan Produk Kesehatan dari ProSehat: Suplemen untuk Ibu Menyusui

    Beraktivitas saat Puasa

    Ibu menyusui boleh melakukan aktivitas sehari-hari, namun tidak aktivitas yang meningkatkan resiko dehidrasi. Luangkan waktu cukup untuk istirahat di sela-sela kegiatan. Gunakan juga waktu tersebut untuk menyiapkan stok ASI sehingga kebutuhan Si Kecil dapat tetap terpenuhi. Volume ASI yang dihasilkan saat berpuasa cenderung akan sedikit berkurang dibandingkan saat ibu tidak berpuasa.

    Apakah berpuasa akan Membahayakan Si Kecil ?

    Jika Anda memutuskan untuk berpuasa, Si Kecil tidak akan dirugikan karena tubuh akan tetap menghasilkan ASI. Setelah membakar energi dari makanan, tubuh akan menggunakan energi dari simpanan kalori, seperti simpanan gula darah dan lemak, sebagai modal untuk menghasilkan ASI.

    Namun demikian, puasa terkadang bisa membuat perubahan kecil pada kandungan ASI, seperti menurunnya tingkat kandungan vitamin dan zat gizi mikro di dalam ASI menurun. Salah satu penelitian menunjukkan bahwa kadar seng, magnesium dan kalium menurun pada ibu menyusui yang berpuasa selama bulan Ramadhan.

    Baca Juga: 6 Makanan untuk Ibu Menyusui Agar ASI Lancar

    Persiapan Puasa untuk Ibu Menyusui

    Berikut ini adalah hal yang perlu Anda siapkan untuk berpuasa selama masa menyusui:

    Kesehatan Ibu

    Sebelum Anda memutuskan untuk menunaikan ibadah puasa, Anda harus memastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat. Jangan memaksakan diri untuk berpuasa apabila Anda memiliki riwayat penyakit yang belum terkontrol, misalnya tekanan darah rendah atau tinggi, gangguan gula darah (diabetes), masalah hormonal atau sedang tidak sehat. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk memastikan apakah kondisi kesehatan Anda siap untuk berpuasa.

    Usia dan kesehatan Si Kecil

    Apabila Anda masih memberikan ASI eksklusif, maka disarankan agar Anda menunda berpuasa. Hal ini dikarenakan asupan nutrisi Si Kecil masih sangat bergantung pada ASI. Lain halnya dengan anak yang sudah memasuki fase MPASI.

    Perhatikan asupan kalori saat sahur dan berbuka puasa

    Ibu menyusui memerlukan tambahan 450-500 kilo kalori per hari. Untuk itu, pastikan Anda menjaga asupan kalori dengan makan makanan gizi seimbang.

    Cukupi asupan cairan 

    Perhatikan asupan cairan saat berbuka dan sahur, jangan sampai Anda dehidrasi.

    • Usahakan untuk minum air putih sebanyak 1.5-2 liter/hari.
    • Hindari minum teh, kopi atau minuman bersoda yang menyebabkan sering berkemih karena kandungan kafeinnya.
    • Hindari panas matahari dan aktivitas di ruangan panas.
    • Pastikan asupan protein, sayur dan buah terpenuhi saat berbuka dan sahur.

    Beristirahat

    Walau Anda bisa beraktivitas seperti biasa, jangan lupa luangkan waktu untuk beristirahat.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksinasi untuk Ibu Menyusui

    Sahabat Sehat, itulah persiapan puasa bagi Anda yang sedang menyusui. Pastikan Anda siap secara fisik dan mental agar Anda dapat fokus berpuasa dan ASI tetap lancar. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, pemeriksaan medical check up berkala, pemeriksaan laboratorium, layanan fisioterapi, produk imunisasi dewasa, produk multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. septa Julian, T. and Prima Handayani, F., 2022. Ibu Menyusui Berpuasa, Ini 5 Persiapan yang Wajib Diperhatikan.
    2. Prawita Sari, M.Sc, Sp.GK, d., 2020. RS Pondok Indah.
    3. Thomas, C. and Watkins, S., 2022. Breastfeeding and fasting.
    4. Unantenne, N., 2022. Breastfeeding And Fasting During Ramadan: Complete Guide for Mums | theAsianparent.

     

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul Larasati

    Read More
  • Vaksinasi tetanus untuk anak penting untuk diberikan, Jangan anggap sepele saat SiKecil terluka. kapan waktu yang tepat vaksinasi tetanus? Pasalnya, anak-anak belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang sempurna layaknya orang dewasa. Inilah sebabnya anak yang terluka sangat rentan terhadap serangan infeksi, terutama infeksi tetanus. Sahabat Sehat, apa itu tetanus ? Mari simak penjelasan berikut. Apa […]

    Kapan Waktu yang Tepat Vaksinasi Tetanus Untuk Anak?

    Vaksinasi tetanus untuk anak penting untuk diberikan, Jangan anggap sepele saat SiKecil terluka. kapan waktu yang tepat vaksinasi tetanus? Pasalnya, anak-anak belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang sempurna layaknya orang dewasa.

    Kapan Waktu yang Tepat Vaksinasi Tetanus Untuk Anak

    Kapan Waktu yang Tepat Vaksinasi Tetanus Untuk Anak?

    Inilah sebabnya anak yang terluka sangat rentan terhadap serangan infeksi, terutama infeksi tetanus. Sahabat Sehat, apa itu tetanus ? Mari simak penjelasan berikut.

    Apa Itu Tetanus ?

    Tetanus adalah penyakit infeksi bakteri Clostridium tetani yang masuk kedalam tubuh manusia melalui luka terbuka. Racun akibat bakteri ini dapat mempengaruhi otot dan saraf tubuh, seperti kejang otot, spasmus, dan kekakuan otot-otot yang menyebabkan tulang belakang tampak melengkung. Bahkan pada kasus yang berat, tetanus dapat menyebabkan kematian. Penyakit ini tidak menular dan dapat dicegah dengan pemberian vaksin. 

    Jika membutuhkan layanan vaksinasi tetanus bisa mendapatkannya di klinik yang menyediakan vaksin tetanus ataupun menggunakan layanan vaksin tetanus ke rumah. Pesan Sekarang: Layanan Vaksinasi Tetanus dari ProSehat

    Bagaimana Cara Penularan Tetanus ?

    Tetanus berkaitan dengan luka yang diakibatkan tertusuk paku berkarat. Namun perlu diketahui bahwa bakteri penyebab tetanus tidak hanya terdapat pada logam berkarat, namun juga dapat ditemui di tanah dan kotoran. 

    Saat bakteri Clostridium tetani bersentuhan dengan luka atau lubang di kulit, bakteri tersebut akan mudah berkembang hingga dapat menyebabkan infeksi serius pada tubuh. Oleh sebab itu, semua anak dianjurkan menerima vaksinasi tetanus sebagai langkah pencegahan.

    Dapatkan: Produk Perawatan Luka dari Prosehat

    Kapan Waktu yang Tepat Vaksinasi Tetanus Untuk Anak ?

    Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), anak-anak direkomendasikan untuk mendapatkan 5 suntikan DTaP (atau disebut juga vaksin DPT). Suntikan DTaP adalah vaksin kombinasi yang mampu melindungi anak dari 3 penyakit, yakni difteri, tetanus, dan pertussis. Berikut ketentuannya pemberian vaksin untuk mencegah infeksi difteri, tetanus dan pertussis (DPT):

    • 3 suntikan pertama di berikan pada usia 2, 4, dan 6 bulan.
    • Suntikan keempat diberikan pada usia antara 15 dan 18 bulan.
    • Suntikan kelima diberikan pada usia 4 hingga 6 tahun.
    • Suntikan booster Tdap harus diberikan saat anak berusia 11 atau 12 tahun pada jadwal pemeriksaan rutin. Booster Tdap juga dapat melindungi anak dari infeksi tetanus, difteri, dan pertusis. 
    • Remaja dan dan wanita hamil juga perlu mendapatkan booster Tdap antara pekan ke 27 dan 36 setiap kehamilan untuk meningkatkan perlindungan bagi bayi mereka saat lahir. 

    Anak yang Berisiko Terinfeksi Tetanus

    Seorang anak lebih berisiko terkena tetanus apabila belum mendapatkan vaksin tetanus dan mengalami cedera kulit di bagian tubuh dimana bakteri penyebab tetanus mungkin akan lebih aktif. Bakteri tetanus akan masuk ke tubuh melalui luka di kulit, termasuk:

    • Tusukan, luka, atau luka pada kulit
    • Luka bakar
    • Gigitan binatang

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Tetanus Setelah Luka Akibat Benda Tajam

    Gejala Tetanus pada Si Kecil

    Saat anak terpapar bakteri tetanus, mungkin membutuhkan 3 hingga 21 hari masa inkubasi untuk gejalanya muncul. Pada bayi, gejala mungkin akan muncul dalam rentan waktu 3 hingga 14 hari. 

    Gejala tetanus pada anak yang paling umum meliputi:

    • Kekakuan rahang (lockjaw)
    • Kekakuan otot perut dan punggung
    • Kontraksi (pengencangan) otot-otot wajah
    • Kejang
    • Detak jantung cepat
    • Demam
    • Berkeringat
    • Kejang otot yang menyakitkan di sekitar area luka. Saat kejang ini mulai mempengaruhi laring atau dada, anak mungkin akan kesulitan bernapas atau bahkan tidak dapat bernapas.
    • Kesulitan menelan

    Tetanus memiliki gejala yang mirip dengan gangguan kesehatan lainnya. Jika, tidak segera diobati tetanus mungkin akan mengancam jiwa. Untuk itu, pastikan untuk segera membawa anak Anda ke dokter jika mengalami gejala-gejala diatas. 

    Pengobatan Tetanus pada Anak

    Perawatan terhadap penyakit ini akan disesuaikan dengan gejala, usia, dan kondisi kesehatan anak secara umum. Selain itu, pengobatan yang diberikan juga tergantung pada seberapa cepat paparan terjadi atau tingkat keparahan infeksi. Pengobatan ini bertujuan untuk mengurangi adanya risiko tetanus setelah cedera atau terluka. Perawatan yang dapat dilakukan meliputi:

    • Membersihkan luka kulit
    • Memberikan serangkaian suntikan antitoksin tetanus
    • Penggunaan obat antibiotic

    Sedangkan pada kasus yang lebih parah, anak Anda mungkin perlu dirawat di rumah sakit. Perawatan yang diberikan rumah sakit mungkin termasuk:

    • Penggunaan selang pernapasan yang dimasukan ke bagian depan tenggorokan (trakeostomi) jika anak memiliki masalah pernapasan.
    • Obat untuk mengontrol kejang

    Ingat, komunikasikan dengan dokter mengenai risiko, manfaat, dan kemungkinan efek samping dari penggunaan obat-obatan tersebut. 

    Kapan Harus Ke Dokter?

    Apabila Anda tidak yakin apakah si Kecil telah mendapatkan vaksin tetanus atau belum melengkapi rangkaian vaksin tetanus, maka hubungi layanan kesehatan apabila anak Anda mengalami:

    • Gejala yang tidak membaik, atau memburuk
    • Timbul gejala baru

    Baca Juga: Mengapa Bumil Butuh Vaksin Tetanus? Begini Penjelasannya

    Sahabat Sehat, itulah penjelasan tentang kapan waktu yang tepat vaksinasi tetanus untuk anak?. Dengan mendapatkan vaksinasi tetanus sesuai rekomendasi, anak akan terlindungi. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, pemeriksaan medical check up berkala, pemeriksaan laboratorium, layanan fisioterapi, produk imunisasi dewasa, produk multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

     

     

    Referensi

    1. Centers for Disease Control and Prevention. 2021. Tetanus and the Vaccine (Shot).
    2. Cdc.gov. 2021. Tetanus Vaccination | CDC
    3. Kidshealth.org. 2021. Tetanus (for Parents) – Nemours KidsHealth
    4. Pccvi.com. 2021. When Should My Child Get a Tetanus Shot?.
    5. Urmc.rochester.edu. 2021. Tetanus in Children – Health Encyclopedia – University of Rochester Medical Center.

     

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Read More
  • Rutinitas harian yang kita jalani ternyata tidak lepas dari yang namanya stres. Jika tidak segera diatasi, stres dapat mengganggu produktivitas Anda saat bekerja, sulit tidur nyenyak, hingga menyebabkan penyakit. Nah, salah satu cara paling ampuh agar terbebas dari stres adalah dengan olahraga secara rutin. melakukan olahraga penghilang stres ini bisa menjadi waktu menyenangkan untuk Anda […]

    7 Jenis Olahraga Penghilang Stres yang Paling Efektif

    Rutinitas harian yang kita jalani ternyata tidak lepas dari yang namanya stres. Jika tidak segera diatasi, stres dapat mengganggu produktivitas Anda saat bekerja, sulit tidur nyenyak, hingga menyebabkan penyakit. Nah, salah satu cara paling ampuh agar terbebas dari stres adalah dengan olahraga secara rutin. melakukan olahraga penghilang stres ini bisa menjadi waktu menyenangkan untuk Anda lakukan dengan teman, keluarga, atau pasangan.

    Lantas, olahraga seperti apa yang efektif untuk menghilangkan stres? Simak penjelasannya berikut ini. 

    7 Jenis Olahraga Penghilang Stres yang Paling Efektif

    7 Jenis Olahraga Penghilang Stres yang Paling Efektif

    Berbagai Jenis Olahraga Penghilang Stres

    Stres termasuk gangguan yang mampu memengaruhi fisik dan psikis seseorang. Jika stres tidak dikelola dengan baik, hal ini akan membuat kualitas hidup Anda menurun. Akhirnya, Anda akan sulit berkonsentrasi, sulit berpikir jernih, tidak produktif, hingga jatuh sakit. 

    Memberikan pengalaman menyegarkan dan rasa sejuk setelah olahraga, Cek: Young Living Essential Oil Peppermint

    Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan berolahraga karena kegiatan ini menstimulasi keluarnya hormon endorfin. Endorfin adalah hormon yang salah satu tugasnya membuat orang merasa senang dan menghilangkan rasa sakit. Berikut beberapa jenis olahraga yang dapat meningkatkan stamina tubuh sekaligus menghilangkan stres. 

    Jalan kaki

    Jalan kaki menjadi pilihan olahraga yang paling mudah untuk dilakukan saat Anda mengalami stres. Tak perlu jauh-jauh, Anda bisa berjalan kaki di sekitar rumah saat pagi atau sore hari. Berjalan kaki secara santai maupun cepat sama-sama bermanfaat, seperti melatih pernapasan, melepaskan ketegangan otot, serta menenangkan sistem saraf.

    Selain itu, sering berjalan kaki juga dapat mengurangi risiko munculnya penyakit yang disebabkan oleh stres, termasuk tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit jantung. 

    Bagi Anda yang baru akan mencoba olahraga jalan kaki, Anda dapat memulai dengan 15-30 menit setiap hari atau selang sehari. Tingkatkan frekuensi, durasi, dan intensitas berjalan kaki secara bertahap. Selanjutnya, rutinlah berjalan kaki setidaknya 30 menit tanpa henti dan lakukan minimal tiga kali seminggu untuk mengelola stres. 

    Baca Juga : Benarkah Stres Pemicu Penyakit Jantung?

    Yoga

    Berbagai gerakan yoga juga dinilai ampuh dalam menghilangkan stres. Sebab, postur yoga melibatkan kekuatan tubuh serta pikiran yang mampu mengurangi ketegangan otot dan fisik. Selain itu, teknik pernapasan dalam yoga juga dapat memicu tubuh untuk rileks. 

    Tai chi

    Mirip dengan yoga, tai chi adalah teknik relaksasi tubuh yang mengandalkan gerakan tubuh menggunakan teknik pernapasan dalam. Walaupun gerakan ini berasal dari seni bela diri, tai chi dapat menenangkan pikiran dan tubuh sehingga cocok digunakan untuk menghilangkan stres. Teknik relaksasi asal Tiongkok ini juga dapat meningkatkan stamina dan kelenturan tubuh. 

    Menari

    Menari memiliki sederet manfaat baik secara fisik, mental, maupun emosional. Sebab, menari dapat meningkatkan mood, kelenturan dan kelincahan tubuh, serta kekuatan otot. Menari yang dilakukan bersama orang lain juga dapat menumbuhkan rasa kebersamaan. Sehingga menari bisa membantu menurunkan tingkat stres serta meningkatkan kebahagiaan. 

    Pilates

    Pilates memiliki banyak manfaat, terutama dalam peningkatan kekuatan otot dan kelenturan tubuh. Aktivitas ini juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh sehingga mampu mengurangi tingkat stres pada diri Anda.

    Kickboxing

    Jika Anda ingin melampiaskan rasa stres dan kesal terhadap pekerjaan, kickboxing bisa menjadi pilihan. Sebab, gerakan kickboxing menggunakan teknik tinju dan menendang. 

    Rutin melakukan kickboxing dapat membantu meningkatkan keseimbangan, kelenturan, dan koordinasi tubuh Anda. Dengan begitu, kickboxing menjadi cara ampuh dalam melepaskan energi kemarahan dan stres Anda.

    Olahraga Aerobik

    Menurut The American Council on Exercise (ACE) dan Asosiasi Psikolog Amerika (APA), olahraga aerobik efektif mengatasi stres. Untuk melakukan olahraga aerobik, Anda disarankan untuk melakukannya secara rutin. Lakukan setidaknya 5 kali dalam seminggu, selama 30 menit per sesi untuk mendapatkan perasaan positif dalam tubuh.

    Baca Juga : 3 Faktor yang Memengaruhi Perbedaan Tingkat Stres Pada Pria dan Wanita

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai jenis olahraga penghilang stres dan manfaatnya. Kalau Sahabat Sehat belum terbiasa berolahraga, ini saat yang tepat untuk memulainya. Lakukan dengan konsisten dan rasakan manfaatnya. Bila stres dirasa terlalu berat, jangan sungkan untuk meminta bantuan psikolog dan/atau dokter psikiater agar Anda dapat kembali hidup dengan nyaman dan gembira.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, pemeriksaan medical check up berkala, pemeriksaan laboratorium, layanan fisioterapi, produk imunisasi dewasa, produk multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. EverydayHealth.com. 2022. 8 Exercises That Relieve Stress – Women’s Guide to Stress Management – Everyday Health.
    2. WebMD. 2022. Exercise and Depression.
    3. acefitness.org. 2022. education and resources.
    4. Verywell Fit. 2022. Exercise: The Best Stress Relief.
    5. EverydayHealth.com. 2022. 9 Exercises for Stress Relief

     

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul Larasati

    Read More
  • Anemia, atau yang lebih sering dikenal awam sebagai “kurang darah”, adalah kondisi ketika tubuh tidak memiliki jumlah sel darah merah yang cukup untuk mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Dengan demikian, bila jumlah sel darah merah tidak cukup, maka organ tubuh akan mengalami gangguan. Gejala anemia meliputi lemas dan cepat lelah, pusing, mudah mengantuk, pucat, […]

    Vitamin dan Suplemen Penambah Darah untuk Mengatasi Anemia

    Anemia, atau yang lebih sering dikenal awam sebagai “kurang darah”, adalah kondisi ketika tubuh tidak memiliki jumlah sel darah merah yang cukup untuk mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Dengan demikian, bila jumlah sel darah merah tidak cukup, maka organ tubuh akan mengalami gangguan. Gejala anemia meliputi lemas dan cepat lelah, pusing, mudah mengantuk, pucat, dan nafas terasa berat. Anemia bisa terjadi dalam jangka panjang maupun pendek, tingkat keparahan bisa ringan sampai berat. Berikut Vitamin Penambah Darah untuk Mengatasi Anemia.

    Vitamin dan Suplemen Penambah Darah untuk Mengatasi Anemia

    Vitamin dan Suplemen Penambah Darah untuk Mengatasi Anemia

    Penyebab anemia bermacam-macam, seperti perdarahan hebat, kehamilan, dan kekurangan vitamin dan mineral. Untuk anemia yang disebabkan oleh kekurangan vitamin dan mineral, suplemen tambahan akan dibutuhkan agar lebih cepat mencapai target yang diharapkan. Lantas, vitamin atau suplemen apa saja yang bagus dikonsumsi oleh penderita anemia? Berikut penjelasannya. 

    Rekomendasi Vitamin untuk Mengatasi Anemia

    Anemia ada banyak jenisnya, antara lain anemia defisiensi besi, anemia aplastik, anemia pernisiosa, anemia hemolitik, dan anemia sel sabit. Karena ada banyak faktor penyebab, maka pengobatan yang dilakukan pun harus disesuaikan.

    Baca Juga : Sering Merasa Lemas dan Mengantuk? Waspada Kurang Darah

    Berikut beberapa jenis vitamin penambah darah yang mungkin akan dianjurkan dokter:

    Suplemen Zat Besi

    Menambah asupan zat besi dari makanan biasanya akan sangat membantu penyembuhan anemia. Beberapa jenis makanan yang mengandung banyak zat besi adalah daging merah, buah-buahan dan kacang kering, sayuran hijau, serta makanan yang diperkaya dengan nutrisi ini. 

    Namun pada sebagian orang dengan anemia, memperoleh asupan zat besi dari makanan saja mungkin tidak akan cukup. Beberapa kelompok rentan, seperti ibu hamil, remaja pada masa menstruasi, dan individu yang memiliki penyakit kronis, membutuhkan asupan zat besi tambahan dalam bentuk suplemen. 

    Saat ini, suplemen zat besi oral telah tersedia dalam berbagai jenis. Mengonsumsi suplemen zat besi oral ini bertujuan untuk mengobati gejala anemia dengan meningkatkan kadar hemoglobin dan zat besi dalam tubuh.

    Kendati demikian, Anda perlu mengetahui dosis tepat penggunaan suplemen zat besi ini. Meski bermanfaat untuk mengatasi anemia, suplemen zat besi dapat berbahaya bagi tubuh apabila diminum sembarangan. Sebab, kadar zat besi yang berlebihan didalam tubuh bisa menyebabkan overdosis dan menjadi racun.

    Vitamin C

    Vitamin C berfungsi untuk membantu tubuh menyerap dan menyimpan zat besi di hati. Mengonsumsi suplemen vitamin C sebanyak 25 mg dapat meningkatkan proses penyerapan zat besi hingga dua kali lipat, sedangkan mengonsumsi 250 mg vitamin C dapat membantu meningkatkan proses serap zat besi hingga lima kali lipat. Oleh sebab itu, bagi Anda yang menderita anemia sebaiknya selalu penuhi kebutuhan vitamin C setiap hari. 

    Asupan vitamin C terbaik adalah yang berasal dari makanan segar. Namun jika hendak mengonsumsi vitamin C dari bahan alami, perhatikan proses memasaknya. Pasalnya,  proses memasak yang salah justru akan mengurangi sebanyak 50 – 80 persen kandungan vitamin C dalam makanan tersebut.

    Vitamin B12

    Vitamin B12 adalah jenis vitamin yang larut dalam air dan berperan penting dalam berbagai aspek fungsi tubuh, seperti pembentukan sel darah merah dan memperbaiki fungsi saraf. Untuk memenuhi kebutuhan vitamin B12, Anda dapat mengonsumsi makanan seperti daging sapi, ikan-ikanan, produk susu, dan unggas.

    Pada beberapa kondisi anemia tertentu, vitamin B12 dalam bentuk suplemen penambah darah dibutuhkan. Jenis suplemen ini umumnya direkomendasikan untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan vegetarian.

    Suplemen B12 wajib dikonsumsi dengan dosis yang tepat agar aman bagi kesehatan. Idealnya, dosis suplemen vitamin B12 yang direkomendasikan untuk orang dewasa adalah 2,4 mg, tetapi dosis ini bisa ditambah sesuai kondisi tubuh Anda. 

    Asam Folat

    Asam folat berperan penting dalam pembentukan sel darah merah. Senyawa yang larut dalam air ini disebut juga sebagai vitamin B9. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, vitamin B memiliki pernaan penting dalam pembentukan sel darah merah. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan anemia. 

    Untuk mencukupi kebutuhan asupan asam folat, Anda dapat memperolehnya dengan mengonsumsi makanan sumber asam folat tinggi seperti berikut ini:

    • Sayuran hijau
    • Kacang-kacangan
    • Biji-bijian
    • Kentang
    • Tomat
    • Telur
    • Hati 
    • Jeruk
    • Lemon
    • Pisang
    • Melon
    • Stroberi
    • Produk gandum

    Kebutuhan harian asam folat yang dianjurkan bagi orang sehat adalah sebanyak 400 mg, sedangkan pada wanita yang sedang merencanakan kehamilan direkomendasikan sekitar 400-800 mg per hari.

    Baca Juga : Tips Menu Sehat Cegah Anemia

    Nah, Sahabat Sehat, itulah mengenai Vitamin dan Suplemen Penambah Darah untuk Mengatasi Anemia. suplemen vitamin dapat membantu Anda mengatasi anemia. bila Anda merasakan gejala anemia seperti yang disebutkan di atas, segera periksakan diri Anda ke dokter. Anemia yang diketahui sedari dini akan lebih mudah ditangani dibanding yang dibiarkan berkepanjangan. 

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan pemeriksaan laboratorium, layanan fisioterapi, produk imunisasi anak dan dewasa, pemeriksaan Covid-19, produk multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Igwemmar NC, Imran IA. Effect of Heating on Vitamin C Content of Some Selected Vegetables . Ijstr.org. 2022.
    2. Iron deficiency anemia – Symptoms and causes. [Internet] Mayo Clinic. 2022.
    3. Office of Dietary Supplements – Iron [Internet] Ods.od.nih.gov. 2022.
    4. Guidelines for the Use of Iron Supplements to Prevent and Treat Iron Deficiency Anemia [Internet] 2022.
    5. Folate (folic acid) [Internet]. 2022.

     

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul Larasati

    Read More
  • Imunisasi tidak hanya melindungi anak, tetapi juga orangtua dan orang sekitar. Lalu Apa dampak Negatif Pada Anak yang Tidak di Imunisasi?  Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mengatakan bahwa pemberian imunisasi anak diwajibkan guna melindungi Si Kecil dari sejumlah penyakit. Lewat imunisasi, ia akan mendapatkan kekebalan terhadap penyakit tertentu yang membahayakan kesehatan dan […]

    Apa Saja Dampak Negatif Pada Anak yang Tidak di Imunisasi?

    Imunisasi tidak hanya melindungi anak, tetapi juga orangtua dan orang sekitar. Lalu Apa dampak Negatif Pada Anak yang Tidak di Imunisasi?  Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mengatakan bahwa pemberian imunisasi anak diwajibkan guna melindungi Si Kecil dari sejumlah penyakit. Lewat imunisasi, ia akan mendapatkan kekebalan terhadap penyakit tertentu yang membahayakan kesehatan dan bahkan mengancam jiwa.

    Ada berbagai jenis imunisasi yang disarankan oleh ahli kesehatan anak. Namun, pada kenyataannya belum semua anak-anak diimunisasi dikarenakan beragam alasan. Lalu apa saja risiko dan akibatnya pada anak yang tidak di imunisasi? Mari kita simak penjelasannya di bawah ini.

    Apa Saja Dampak Negatif Pada Anak yang Tidak di Imunisasi

    Apa Saja Dampak Negatif Pada Anak yang Tidak di Imunisasi

    Bagaimana Cara Kerja Vaksin?

    Vaksin mengandung materi genetik dari kuman yang dilemahkan. Setelah vaksin masuk ke dalam tubuh, anak tidak akan menjadi sakit karena kuman tersebut tapi justru tubuhnya akan terstimulasi untuk membentuk imunitas terhadap jenis kumannya. Caranya, tubuh akan mengenali dan mengingatnya agar apabila di kemudian hari ia terinfeksi kuman aktif, tubuhnya dapat melawan dengan lebih kuat.

    Dapatkan : Layanan Paket Imunisasi Combo DPT ke Rumah

    Jenis-jenis Imunisasi Anak

    Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan 15 jenis imunisasi untuk anak usia 0 – 18 tahun. Lima diantaranya adalah imunisasi dasar yang diwajibkan oleh pemerintah berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 42 Tahun 2013 dan No. 12 tahun 2017 tentang penyelenggaraan imunisasi.

    Berikut ini adalah lima jenis imunisasi dasar:

    Hepatitis B

    Imunisasi hepatitis B diberikan sebanyak 4 kali. Pemberian pertama segera setelah bayi lahir dan paling lambat 12 jam setelah bayi dilahirkan, kemudian dilanjutkan pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

    Polio

    Imunisasi polio umumnya diberikan dalam bentuk tetes mulut, namun ada juga yang berbentuk suntikan. Imunisasi polio tetes diberikan sebanyak 5 kali, yaitu pada saat bayi baru lahir atau paling lambat usia 1 bulan, kemudian usia 2, 3, 4, dan 18 bulan (booster). Sedangkan vaksin suntik diberikan sebanyak 1 kali yaitu pada usia 4 bulan.

    BCG

    Imunisasi BCG ditujukan untuk mencegah penyakit tuberkulosis (TBC). Vaksin ini diberikan 1 kali saat bayi baru lahir atau berusia 1 bulan. Imunisasi ini diberikan melalui suntikan.

    Campak

    Imunisasi campak diberikan sebanyak 3 kali, yaitu saat anak berusia 9 bulan, 18 bulan dan 6 tahun. Namun, apabila si kecil sudah mendapatkan imunisasi MR/MMR pada usia 15 bulan, maka imunisasi campak pada usia 18 bulan tidak diperlukan lagi.

    DPT-HB-Hib

    Imunisasi ini dapat memberikan perlindungan terhadap penyakit difteri, pertussis, tetanus, hepatitis B, pneumonia dan meningitis. Imunisasi ini diberikan pada usia 2,3,4, dan 18 bulan.

    Baca Juga : Komplikasi Akibat Campak Pada Anak dan Cara Mencegahnya

    Dampak Negatif Pada Anak yang Tidak di Imunisasi

    Perlindungan vaksin memang tidak 100%. Anak yang telah diimunisasi masih bisa tertular penyakit tapi gejala yang dialami akan jauh lebih ringan sehingga lebih mudah disembuhkan dibanding anak yang tidak diimunisasi.

    Jika anak tidak mendapatkan imunisasi, maka ia akan lebih berisiko terhadap beberapa hal, seperti:

    Sistem kekebalan tubuh tidak cukup kuat dalam menghadapi penyakit

    Anak yang tidak menerima imunisasi lengkap dan tepat waktu akan lebih rentan mengalami berbagai penyakit yang seharusnya dapat dicegah dengan imunisasi seperti hepatitis, TBC, batuk rejan dan difteri.  

    Komplikasi penyakit

    Risiko komplikasi seperti kecacatan hingga kematian menjadi lebih besar pada anak yang tidak di imunisasi.

    Membahayakan anak atau orang lain disekitarnya

    Kasus-kasus penyakit menular di kalangan kelompok rentan dapat berkembang menjadi wabah di masyarakat, seperti wabah polio. Untuk alasan inilah pemerintah terus melaksanakan program wajib imunisasi pada anak.

    Penurunan kualitas hidup

    Komplikasi seperti kebutaan karena virus campak atau kelumpuhan permanen karena virus polio dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup anak.

    Resiko penurunan harapan hidup

    Vaksinasi yang tidak lengkap akan menyumbang kepada penurunan angka harapan hidup. Data menunjukkan bahwa anak yang tidak di imunisasi lengkap akan mudah tertular berbagai penyakit saat masih kanak-kanak, sehingga angka harapan hidupnya menurun.

    Baca Juga : Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi COVID-19?

    Nah Sahabat Sehat, itulah risiko dan dampak bila anak tidak diimunisasi. Walau imunisasi tidak memberikan perlindungan 100%, manfaat dari imunisasi lebih besar dari efek sampingnya. Maka, segera imunisasi anak Anda atau kejar imunisasinya bila belum lengkap.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, produk imunisasi anak dan dewasa, produk multivitamin, pemeriksaan medical check up, pemeriksaan laboratorium, layanan fisioterapi, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Primaya Hospital. 2021. Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-18 Tahun IDAI – Primaya Hospital.
    2. Soedjatmiko, S., Sitaresmi, M., Hadinegoro, S., Kartasasmita, C., Moedjito, I., Rusmil, K., Siregar, S., Munasir, Z., Prasetyo, D. and Sarosa, G., 2020. Jadwal Imunisasi Anak Umur 0 – 18 tahun Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia Tahun 2020. Sari Pediatri, 22(4), p.252.
    3. Idai.or.id. 2013. IDAI | Imunisasi penting untuk mencegah penyakit berbahaya.
    4. Unicef.org. 2021.
    5. Cdc.gov. 2012.

     

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia D
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

    Read More
  • Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya tumbuh tinggi dan kuat. Terdapat 7 cara Alami yang bisa dilakukan untuk Memaksimalkan Tinggi Badan Anak. Sebab, selain berat badan, tinggi badan anak juga merupakan salah satu tolok ukur status gizi dan pertumbuhannya. Namun, perlu diketahui bahwa laju pertumbuhan setiap anak berbeda-beda. Hal ini tentunya dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti […]

    7 Cara Alami untuk Memaksimalkan Tinggi Badan Anak

    Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya tumbuh tinggi dan kuat. Terdapat 7 cara Alami yang bisa dilakukan untuk Memaksimalkan Tinggi Badan Anak. Sebab, selain berat badan, tinggi badan anak juga merupakan salah satu tolok ukur status gizi dan pertumbuhannya. Namun, perlu diketahui bahwa laju pertumbuhan setiap anak berbeda-beda. Hal ini tentunya dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti genetik (keturunan), kurangnya stimulasi tumbuh kembang dan asupan nutrisi seimbang, serta kadar hormon pertumbuhan. 

    Namun, Anda tak perlu khawatir karena kondisi ini bisa dicegah dengan beberapa cara untuk membantu anak mendapatkan tinggi badan yang ideal. Apa saja? Berikut upaya yang dapat Anda lakukan. 

    7 Cara Alami untuk Memaksimalkan Tinggi Badan Anak

    7 Cara Alami untuk Memaksimalkan Tinggi Badan Anak

    Cara Memaksimalkan Tinggi Badan Anak

    Agar Si Kecil memiliki tinggi badan yang ideal, sebaiknya lakukan dengan cara yang alami dan sehat. Berikut beberapa cara untuk memaksimalkan tinggi badan anak yang mungkin dapat membantu selama proses percepatan pertumbuhannya, yakni:

    Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang

    Aspek utama dalam memaksimalkan tinggi badan anak secara alami dan sehat adalah dengan memastikan Si Kecil mendapatkan nutrisi yang tepat. Untuk menunjang agar tubuhnya menjadi tinggi dan tulangnya padat, anak-anak dan remaja harus mengonsumsi makanan gizi seimbang. Artinya, dalam setiap porsi makannya mengandung karbohidrat, protein, serat, lemak, vitamin dan mineral.

    Asupan nutrisi tersebut dapat diperoleh dari:

    • Sayuran
    • Buah-buahan
    • Kacang-kacangan
    • Biji-bijian
    • Makanan laut
    • Telur
    • Ikan
    • Tempe dan tahu
    • Susu dan produk olahannya, seperti keju dan yoghurt. 

    Maksimalkan Tinggi Badan Anak dengan Pediasure Complete Vanila

    Cukup Tidur

    Tak hanya dapat memicu berbagai masalah kesehatan anak, kurang tidur juga dapat menghambat tumbuh kembangnya, termasuk tinggi badan. Hal ini karena proses tumbuh kembang anak membutuhkan pasokan energi yang besar dan salah satu cara untuk mengisi ulang energi tersebut adalah dengan tidur malam yang cukup. 

    Jumlah waktu tidur anak yang ideal berdasarkan usianya adalah sebagai berikut:

    • Bayi 0 – 3 bulan: 14 – 17 jam
    • Bayi 3 – 11 bulan: 12 – 17 jam
    • Balita 1 – 2 tahun: 11 – 14 jam
    • Balita 3 – 5 tahun: 10 – 13 jam
    • Anak 6 -13 tahun: 9 – 11 jam

    Aktivitas Fisik

    Secara umum, aktivitas fisik sangat penting selama masa pertumbuhan. Gerak tubuh akan menstimulasi pertumbuhan dan membentuk tulang dan otot yang kuat. Sama seperti olahraga, aktivitas fisik akan mengeluarkan hormon bahagia. Bila ia sudah beranjak remaja, Anda dapat mengajaknya untuk berolahraga. Kenalkan ia ke berbagai macam olahraga dan ajari anak untuk berhati-hati ketika beraktivitas fisik/ olahraga.

    Peregangan (stretching)

    Seringkali dianggap sepele, padahal peregangan merupakan salah satu cara untuk memaksimalkan tinggi badan anak, lho. Memperkenalkan dan mengajaknya melakukan latihan peregangan sejak dini akan membantu mengoptimalkan proses pertumbuhan tinggi badan Si Kecil dan menjaga postur tubuhnya.

    Baca Juga : Panduan Bagaimana Memilih Susu Formula untuk Si Kecil

    Bergelantungan

    Selain peregangan, cara memaksimalkan tinggi badan anak selanjutnya yang mudah dilakukan anak adalah bermain gelantungan. Hal ini dinilai dapat menstimulasi pertumbuhan tulang belakang. 

    Tak hanya itu, anak juga bisa melakukan pull-up atau chin-up bila ia mampu guna mengoptimalkan tinggi badannya. Kedua jenis latihan ini akan membuat lengan dan punggung anak semakin kuat dan membantu tubuhnya menjadi lebih bugar.

    Berenang

    Berenang merupakan salah satu aktivitas yang menyenangkan. Ketika berenang, hampir seluruh otot tubuh bekerja sehingga menstimulasi pertumbuhan anak.

    Olahraga yang satu ini cenderung memberikan tekanan lebih pada beberapa otot tubuh, terutama otot lengan, tulang belakang, dada, dan otot kaki. Hal ini mampu meningkatkan fungsi otot serta pelepasan energi. 

    Skipping

    Skipping atau bermain lompat tali merupakan salah satu aktivitas yang dapat menstimulasi kelenjar pituitari untuk melepaskan hormon pertumbuhan (HGH). Salah satu fungsinya adalah untuk mendukung pertumbuhan tinggi badan anak. 

    Berjemur

    Berjemur di bawah sinar matahari sangat direkomendasikan untuk anak-anak yang dalam masa pertumbuhan. Ini karena cahaya matahari merupakan sumber vitamin D alami yang sangat bermanfaat untuk membantu tubuh dalam menyerap kalsium dari makanan, dan memperkuat tulang serta menjaga kesehatan tulang.  

    Waktu terbaik untuk berjemur adalah pada pagi dan sore hari selama 5-15 menit. Namun ingat, gunakan sunblock minimal SPF 15 agar kulit anak tetap terlindungi. 

    Baca Juga : Hal yang Memengaruhi dan Tips Mendapatkan Tinggi Badan Ideal

    Sahabat Sehat, ikuti cara alami di atas untuk memaksimalkan tinggi badan si kecil. Buatlah aktivitas fisik menjadi aktivitas yang menyenangkan agar ia menikmatinya dengan senang hati. Selalu pantau tumbuh kembang anak dan konsultasikan dengan dokter bila tumbuh kembangnya tampak tidak bagus.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, pemeriksaan medical check up berkala, pemeriksaan laboratorium, layanan fisioterapi, produk imunisasi dewasa, produk multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. FirstCry Parenting. 2022. Best ways to Increase Height in Children.
    2. Healthline. 2022. How to Increase Height: 6 Factors.
    3. The Times of India. 2022. 6 easy ways to increase your child’s height | The Times of India.
    4. Healthxchange.sg. 2022. 10 Foods for the Growing Child – HealthXchange.

     

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul Larasati

    Read More
  • Berpuasa selama bulan Ramadhan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim. Ada banyak sekali manfaat dari berpuasa, salah satunya adalah mengendalikan tekanan darah. Puasa tentu memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Namun ada beberapa hal yang Perlu Diperhatikan Saat Puasa bagi Penderita Hipertensi. Pada dasarnya, penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi dibolehkan berpuasa selama bulan Ramadhan asalkan tekanan […]

    Apa yang Perlu Diperhatikan Saat Puasa bagi Penderita Hipertensi?

    Berpuasa selama bulan Ramadhan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim. Ada banyak sekali manfaat dari berpuasa, salah satunya adalah mengendalikan tekanan darah. Puasa tentu memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Namun ada beberapa hal yang Perlu Diperhatikan Saat Puasa bagi Penderita Hipertensi.

    Pada dasarnya, penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi dibolehkan berpuasa selama bulan Ramadhan asalkan tekanan darahnya terkontrol dan tidak memiliki komplikasi serius. Para pakar kesehatan juga berpesan agar penderita hipertensi untuk selalu disiplin dalam mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan dan menjalani pola hidup sehat. 

    Apa yang Perlu Diperhatikan Saat Puasa bagi Penderita Hipertensi

    Apa yang Perlu Diperhatikan Saat Puasa bagi Penderita Hipertensi

    Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Saat Puasa bagi Penderita Hipertensi

    Hipertensi adalah kondisi yang terjadi saat tekanan darah meningkat hingga jauh diatas angka normal. Pada kondisi normal, tekanan darah pada orang yang sehat berkisar antara 90/60 mmHg sampai 120/80 mmHg. Namun, jika seseorang memiliki tekanan darah mencapai 140/90 mmHg atau lebih, kondisi tersebut dapat dikategorikan sebagai hipertensi atau tekanan darah tinggi. 

    Hipertensi bisa saja kambuh selama puasa. Namun Anda yang menderita hipertensi tak perlu khawatir karena kondisi ini dapat dicegah apabila Anda memerhatikan hal-hal berikut ini:

    Pesan Produk Kesehatan yang mampu membantu menurunkan Hipertensi : Nature’s Plus Garlic and Parsley Oil Softgels

    Rutin Memeriksakan Diri ke dokter

    Selama menjalankan ibadah puasa, penderita hipertensi tetap harus memeriksakan diri ke dokter secara rutin guna memantau kondisi kesehatan. Dengan demikian, kondisi kesehatan Anda akan lebih terkontrol dan dokter dapat memastikan apakah tubuh Anda cukup sehat untuk berpuasa atau tidak.

    Hindari Konsumsi Garam Berlebih

    Mengonsumsi makanan yang mengandung terlalu banyak garam dapat meningkatkan risiko kekambuhan hipertensi. Itulah mengapa penderita hipertensi disarankan untuk menghindari makanan tinggi garam, baik saat sahur maupun berbuka.

    Beberapa makanan yang mengandung banyak asupan garam antara lain makanan olahan seperti sosis, keju, keripik, makanan kaleng, saus instan, dan sebagainya. Untuk menyiasatinya, Anda dapat mengganti garam dengan bawang putih atau rempah lain yang dapat memberikan sensasi gurih pada makanan. 

    Baca Juga : Mengenal Diet DASH untuk Penderita Hipertensi

    Cukupi Kebutuhan Air Putih

    Tekanan darah akan terpengaruh saat Anda kekurangan cairan selama puasa. Untuk itu, penting untuk selalu memenuhi kebutuhan air harian di waktu sahur dan berbuka. Hindari mengonsumsi minuman berkafein seperti teh, kopi, ataupun minuman bersoda karena dapat meningkatkan tekanan darah. 

    Perbanyak Asupan Buah dan Sayur

    Jadikan buah dan sayur sebagai menu yang harus ada saat sahur maupun berbuka. Sebab, buah dan sayur kaya akan kalium yang bermanfaat untuk mengurangi efek natrium pada darah, sehingga tekanan darah akan terjaga.

    Olahraga dan Istirahat yang Cukup

    Melakukan olahraga secara teratur juga mampu mencegah hipertensi. Anda dapat melakukan olahraga ringan sebelum berbuka atau setelah sahur saat energi masih banyak. Kapanpun Anda berolahraga, waspada jangan sampai dehidrasi (kekurangan cairan) atau menjadi terlalu lemas. Konsultasikan dengan dokter jenis olahraga yang terbaik bagi Anda.

    Usahakan untuk rutin berolahraga setidaknya 150 menit dalam seminggu untuk menurunkan 5-8 mmHg pada tekanan darah. Imbangi pula dengan tidur malam yang cukup setidaknya 7 jam untuk menjaga stamina saat berpuasa. 

    Baca Juga : Penderita Hipertensi Wajib Tahu ! 10 Macam Buah Penurun Tekanan Darah

    Sahabat Sehat, itulah hal-hal yang perlu diperhatikan Saat Puasa bagi Penderita Hipertensi. Siapkan diri dengan baik dan lakukan pemantauan kesehatan secara berkala agar Anda dapat menikmati beribadah saat bulan Ramadhan.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, pemeriksaan medical check up berkala, pemeriksaan laboratorium, layanan fisioterapi, produk imunisasi dewasa, produk multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Cleveland Clinic. 2022. Does Fasting Affect Heart and Blood Pressure.
    2. nhs.uk. 2022. High blood pressure (hypertension).
    3. Harvard Health. 2022. 6 simple tips to reduce your blood pressure.
    4. Billock, J., 2022. How to lower blood pressure quickly and naturally

     

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul Larasati

    Read More
Chat Dokter 24 Jam