Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Mata Kuning Sebagai Gejala Hepatitis A, Kenali Lebih Jauh Penyakit Ini

Orang awam sering mengira bahwa jika mata kita terlihat kuning itu adalah gejala dari hepatitis, salah satunya adalah hepatitis A. Hepatitis adalah sebuah infeksi pada organ hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A, B, C, D, dan E. Hepatitis B dan C dapat berubah menjadi  kronis, sedangkan hepatitis D hanya dapat menginfeksi bila host (manusia) sudah terinfeksi virus hepatitis B sebelumnya. Sedangkan, virus hepatitis A dan E hanya akan berakhir sebagai hepatitis akut dan kedua virus ini juga merupakan penyebab utama wabah hepatitis.

Baca Juga: Fungsi dan Manfaat Vaksin Hepatitis B

Penyakit  hepatitis A disebabkan oleh virus hepatitis A atau HAV yang ditularkan melalui feses (fekal-oral) artinya penyakit tersebut ditularkan melalui makanan yang terkontaminasi oleh feses yang mengandung virus hepatitis A. Hepatitis A memang tidak akan berkembang menjadi parah dan kronik, tetapi infeksi virus hepatitis A dapat menjadi penyakit infeksi yang mampu menyebabkan kerugian ekonomi yang cukup signifikan.

Hepatitis A masih merupakan masalah kesehatan di negara berkembang seperti Indonesia. Berdasarkan data hepatitis A masih merupakan bagian terbesar kasus hepatitis akut yang dirawat di rumah sakit. Sekitar 1,5 juta kasus klinis dari hepatitis A terjadi di seluruh dunia setiap tahunnya, tetapi rasio infeksi hepatitis A yang tidak terdeteksi dapat mencapai sepuluh kali lipat dari jumlah kasus klinis tersebut. Indonesia  menempati urutan yang ketiga tertinggi angka kejadian hepatitis A setelah India dan Cina dari beberapa negara di Asia.

Penelitian dari Riskesdas pada tahun 2013 menunjukkan bahwa secara nasional diperkirakan 1,2% atau 2.981.075 jiwa penduduk Indonesia mengidap penyakit hepatitis dan kondisi ini meningkat dua kali lipat dibanding dari tahun 2007. Puslitbang BTDK melakukan penelitian terhadap kasus penyakit kuning akut selama tahun 2013 di empat provinsi di Indonesia, yaitu Banten, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kepulauan Riau. Berdasarkan  penelitian tersebut didapatkan kejadian kasus hepatitis A terbanyak pada usia > 14 tahun yaitu sebanyak 75% kasus. Pada usia < 6 tahun hanya ditemukan 1% kasus, dan pada usia 6 – 14 tahun ditemukan 23% kasus. Hasil ini sesuai dengan pernyataan WHO bahwa negara-negara berkembang seperti Indonesia, infeksi hepatitis A banyak terjadi pada remaja dan orang dewasa.

Baca Juga: Sirosis Hati dan Hepatitis, Apa Bedanya?

Penularan virus hepatitis A dapat terjadi dengan cara kontak antara orang ke orang (kontak di rumah, di tempat penitipan anak, pesantren, dan asrama) atau melalui makanan dan air yang tercemar tinja yang mengandung virus hepatitis A. Masa inkubasi virus hepatitis A dari terinfeksi hingga menimbulkan gejala adalah sekitar 15–50 hari dengan rata-rata 28 hari sampai dengan 30 hari.

Pada anak, penyakit ini biasanya subklinis anikterik artinya tidak menimbulkan kekuningan, sedangkan pada dewasa yang terinfeksi virus hepatitis A biasanya cenderung menimbulkan ikterik atau kekuningan. Tanda dan gejala hepatitis A adalah demam yang tidak terlalu tinggi, kelelahan, anoreksia (kehilangan nafsu makan), gangguan pencernaan atau ketidaknyamanan terutama di hati, mual, muntah, urin  berwarna teh pekat, mata kuning, dan kulit berwarna kuning.

Penyakit ini berkaitan erat dengan lingkungan dan sanitasi yang bersih dari tiap individu. Suplai air bersih yang adekuat, pembuangan tinja dan sampah yang baik dan benar di dalam  komunitas, dikombinasikan dengan praktik kebersihan perorangan yang baik dapat mengurangi penyebaran infeksi virus hepatitis A.

Salah satu bentuk kebersihan diri yang baik adalah dengan mencuci tangan secara teratur sebelum makan atau memegang makanan, dan setelah dari toilet atau mengganti popok. Cuci tangan yang benar adalah dengan menggunakan air bersih dan sabun selama sekitar 10 menit. Selain itu, Sobat juga harus menjaga kesehatan makanan dengan membeli makanan segar dari sumber yang dapat diandalkan, menggunakan air minum dari sumber yang jelas, memasak makanan sampai benar-benar matang merata sebelum dikonsumsi, dan mencuci bahan makanan dengan bersih di air mengalir.

Orang yang sudah terinfeksi hepatitis A akan mendapatkan imunitas atau kekebalan seumur hidup terhadap virus tersebut. Namun, jika belum pernah terinfeksi, kita dapat juga memperoleh imunitas atau kekebalan dengan pemberian imunisasi virus hepatitis A. Angka kejadian hepatitis A di Amerika Serikat telah turun sebanyak 95% sejak vaksin virus hepatitis A pertama kali tersedia pada tahun 1995. Vaksinasi virus hepatitis A memberikan kemanjuran proteksi terhadap penyakit hepatitis A sebesar 94% sampai 100% setelah 2–3 dosis suntikan yang diberikan 6–12 bulan secara terpisah.

Vaksinasi direkomendasikan untuk kelompok-kelompok tertentu yang menghadapi risiko lebih tinggi terkena mata kuning sebagai salah satu gejala hepatitis A. Kelompok tersebut antara lain orang yang berkunjung ke negara di mana hepatitis A umum terjadi (kebanyakan negara yang sedang berkembang), orang yang sering berkunjung ke masyarakat pribumi di luar kota dan daerah terpencil, pria yang berhubungan seks melalui anus dengan pria (homoseksual), petugas kesehatan, petugas penitipan anak, penyandang cacat intelektual dan penjaganya, petugas kebersihan, tukang ledeng, pengguna narkoba suntik, pasien yang menderita penyakit hati kronis, dan penderita hemofilia yang mungkin menerima konsentrat plasma terkumpul.

Baca Juga: Kenali dan Cegah Hepatitis

Oleh karena itu, jika Sahabat ingin melindungi diri dan keluarga dari bahaya hepatitis, tak perlu bingung untuk melakukan vaksin, hanya dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Sahabat bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh!

Info lebih lanjut mengenai vaksinasi hepatitis, hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

 

Sumber:

  1. Godoy P, Broner S, dkk.Outbreaks of hepatitis A associated withimmigrants travelling to visit friends andrelatives. J Infect. 2016.
  2. Ghasemian A. Prevalence of hepatitis Aacross various countries in the Middle East,African and Eastern European countries.Caspian J Intern Med. 2016.
  3. Fares A. Seasonality of hepatitis: areview update. J Family Med Prim Care.2015.
  4. Lee HW, Chang DY, Moon HJ, dkk. Clinical factors andviral load influencing of acute hepatitis A.PLoS One. 2015.
  5. Vivek R, Zachariah UG, RamachandranJ, Eapen CE, Rajan DP, Kang G.Characterization of hepatitis E virus fromsporadic hepatitis cases and sewage samplesfrom Vellore, south India. Trans R Soc TropMed Hyg. 2013.
  6. Pusat Data danInformasi, KementerianKesehatan RI. Situasidananalisis hepatitis.Jakarta: Kemenkes RI; 2014.
  7. BadanPenelitiandanPengembanganKesehatan, KementerianKesehatanRepublik Indonesia. Risetkesehatandasar(Riskesdas) 2013. Jakarta: BadanPenelitiandanPengembanganKesehatan, KemenkesRI; 2013.
  8. Bohm SR, Berger KW, Parker N, dkk. Hepatitis Aoutbreak among adults with developmentaldisabilities in group homes–Michigan, 2015.
  9. Wang Z, Chen Y, Xie S, Lv H. Changingepidemiological characteristics of hepatitisA in Zhejiang Province, China: increasedsusceptibility in adults. PLoS One.2016.

Chat Asisten ProSehat aja