Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 121–130 of 1354 results

  • Pendidikan Kedokteran saat ini masih menjadi salah satu pilihan terfavorit para lulusan SMA di Indonesia. Namun, untuk menjadi dokter, bukanlah perkara sederhana. Mahalnya biaya pendidikan kedokteran di Indonesia menjadi salah satu masalah dan pertimbangan calon mahasiswa untuk menempuh Pendidikan kedokteran. Filipina adalah salah satu negara tujuan alternatif untuk pendidikan kedokteran umum dan lanjutan (spesialis). Pasalnya, […]

    Filipina, Destinasi Kuliah Kedokteran Mahasiswa Indonesia. Apa Yang Perlu Disiapkan?

    Pendidikan Kedokteran saat ini masih menjadi salah satu pilihan terfavorit para lulusan SMA di Indonesia. Namun, untuk menjadi dokter, bukanlah perkara sederhana. Mahalnya biaya pendidikan kedokteran di Indonesia menjadi salah satu masalah dan pertimbangan calon mahasiswa untuk menempuh Pendidikan kedokteran.

    Filipina, Destinasi Kuliah Kedokteran Mahasiswa Indonesia. Apa Yang Perlu Disiapkan

    Filipina, Destinasi Kuliah Kedokteran Mahasiswa Indonesia. Apa Yang Perlu Disiapkan?

    Filipina adalah salah satu negara tujuan alternatif untuk pendidikan kedokteran umum dan lanjutan (spesialis). Pasalnya, biaya pendidikan kedokteran di sana masih lebih murah dibanding Indonesia.

    Namun, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum calon mahasiswa kedokteran menetap dan memulai pendidikan di Filipina. Selain persyaratan dokumen akademik, universitas dan pemerintah setempat juga mewajibkan agar calon mahasiswa melengkapi status vaksinasinya. Yuk, cari tau apa saja vaksin yang diperlukan sebelum kuliah di Filipina!

    Vaksinasi dasar dan booster

    Gaya hidup, keberagaman pendatang dari seluruh dunia, dan status vaksinasi masyarakat menjadi beberapa faktor yang memengaruhi jenis penyakit di negara tersebut serta kecepatan penularan sebuah penyakit.

    Bagi calon mahasiswa, imunisasi dasar sudah pasti harus dilengkapi. Contohnya adalah BCG, Hepatitis B, DPT, Polio, campak, dan Hib.  Selain itu, ada pula vaksin lain yang perlu diberikan jika belum pernah, atau diberikan ulang sebagai booster, misalnya:

    1. Varisela (cacar air)
    2. DTP
    3. Flu (influenza)
    4. MMR
    5. Polio.

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Vaksinasi yang disarankan

    Mahasiswa kedokteran akan sering berinteraksi dengan orang sakit selama pendidikannya, selain juga terpapar dari lingkungan. Berikut adalah rekomendasi vaksinasi bagi mahasiswa kedokteran:

    • Hepatitis A dan B

    Penyakit hepatitis A mudah ditularkan melalui makanan dan air yang terkontaminasi, serta hubungan seksual anal (dubur). Sedangkan, hepatitis B ditularkan melalui kontak cairan tubuh dan darah.2,5 Keduanya akan sering ditemui di fasilitas kesehatan ketika mahasiswa kontak dengan pasien.

    • Tifoid

    Tifoid merupakan salah satu penyakit yang banyak terjadi di Filipina dan dapat ditularkan melalui air dan makanan yang terkontaminasi.

    • Yellow Fever

    Walau demam kuning atau yellow fever bukan penyakit yang banyak ditemukan di Filipina, namun dengan beragamnya pendatang dari seluruh penjuru dunia akan meningkatkan risiko infeksi.

    • Japanese encephalitis (JE)

    Virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk ini biasanya ditemukan di daerah pedesaan, namun belakangan ini sudah ditemukan juga di daerah sekitar perkotaan. Jika terinfeksi, orang tersebut dapat mengalami ensefalitis atau radang otak yang bisa berakibat fatal.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Tifoid Bagi yang Kuliah di Asia Tenggara

    • Rabies

    Anjing yang terinfeksi rabies banyak ditemukan di Filipina. Bagi Sahabat Sehat yang sering beraktivitas di luar ruangan, berpetualang, mengunjungi ke daerah pedesaan dan bekerja dengan hewan atau sampel laboratorium, penting untuk mendapatkan vaksinasi ini.

    • Pneumonia

    Vaksinasi Pneumonia merupakan vaksinasi wajib yang direkomendasikan oleh CDC sebelum para pengunjung melakukan perjalanan internasional termasuk Filipina terutama untuk mencegah tertularnya virus pneumonia melalui udara atau mencegah komplikasi infeksi penyakit saluran pernapasan dan influenza yang menyebabkan pneumonia. 2,6 Penyakit ini akan sering ditemui di fasilitas kesehatan saat mahasiswa kontak dengan pasien.

    • Influenza

    Vaksinasi Influenza juga merupakan vaksinasi wajib yang direkomendasikan oleh CDC dan dilakukan setahun sekali.7 Virus influenza akan banyak ditemukan di fasilitas kesehatan dan di lingkungan sehari-hari.

    Baca Juga: Ketahui Pentingnya Vaksinasi MMR Bagi Mahasiswa

    Sahabat Sehat, itulah jenis-jenis vaksinasi yang diperlukan jika Sahabat Sehat akan melanjutkan studi ke Filipina. Sebagai calon mahasiswa kedokteran yang akan banyak bersinggungan dengan penyakit, Sahabat Sehat harus membekali diri dengan cukup kekebalan tubuh. Vaksinasi adalah salah satu cara yang efektif.

    Segera jadwalkan vaksinasi yang Sahabat Sehat perlukan bersama Prosehat. Layanan vaksinasi di Prosehat adalah layanan unggulan yang dapat dilakukan di klinik mitra Prosehat dan juga di rumah. Vaksinasi bersama Prosehat aman, nyaman, dan mudah!

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. KOMPASIANA. 2014. Kuliah Kedokteran Mahal, Lari ke Tiongkok dan Filipina.
    2. Christian, J., 2019. Infectious disease crisis in the Philippines.
    3. Travel Vaccinations. 2022. Vaccinations for Philippines – Travel Vaccinations.
    4. Kemenkes RI. 2019. Wabah Polio di Filipina, Indonesia Terus Waspada.
    5. Passporthealthusa.com. n.d. Travel Vaccines and Advice for Philippines | Passport Health.
    6. Centers of Disease Control and Prevention. 2022. Philippines Travel Information.
    7. Centers of Disease Control and Prevention. 2021. Who Needs a Flu Vaccine
    Read More
  • Meningitis erat dikaitkan dengan perjalanan Haji dan Umroh ke Arab Saudi. Mengapa demikian? Ya, karena Arab Saudi pernah mengalami wabah meningitis saat musim Haji ketika jutaan orang dari seluruh penjuru dunia berkumpul. Tetapi, daerah yang endemik virus meningitis justru berada di Afrika, terutama negara-negara sub sahara (African meningitis belt).1,2 Badan Kesehatan Dunia atau World Health […]

    Selain Haji dan Umroh, Vaksin Meningitis Juga Penting untuk Ke Timur Tengah dan Afrika

    Meningitis erat dikaitkan dengan perjalanan Haji dan Umroh ke Arab Saudi. Mengapa demikian? Ya, karena Arab Saudi pernah mengalami wabah meningitis saat musim Haji ketika jutaan orang dari seluruh penjuru dunia berkumpul.

    Tetapi, daerah yang endemik virus meningitis justru berada di Afrika, terutama negara-negara sub sahara (African meningitis belt).1,2 Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mencatat 15.574 kasus meningitis dengan 1.074 kematian di sepanjang meningitis belt tersebut.

    Selain Haji dan Umroh, Vaksin Meningitis Juga Penting untuk Ke Timur Tengah dan Afrika

    Selain Haji dan Umroh, Vaksin Meningitis Juga Penting untuk Ke Timur Tengah dan Afrika

    Melansir data dari Global Flow of Tertiary Level Students yang dikeluarkan oleh UNESCO Institute for Statistic 202, Arab Saudi, Mesir, dan Sudan merupakan beberapa negara favorit mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan pendidikan keagamaan. Untuk destinasi wisata dan ritual keagamaan, Arab Saudi, Israel, Mesir, Yordania, dan Emirat menjadi lima negara terfavorit.

    Oleh karena rawannya penularan meningitis, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika menyarankan pemberian vaksinasi meningitis pada mahasiswa/ calon mahasiswa dan wisatawan yang akan bepergian atau menetap ke Timur Tengah dan Afrika.

    Gejala Awal Meningitis seperti Flu

    Meningitis merupakan infeksi yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, dan jamur dan ditularkan melalui droplet, misalnya saat seseorang batuk, bersin, atau berciuman. Penyakit ini menyebabkan peradangan selaput otak dan saraf tulang belakang, serta memiliki gejala awal yang mirip dengan gejala flu biasa, seperti demam dan nyeri kepala.

    Bakteri maupun virus yang menginfeksi cairan otak dan cairan tulang belakang dapat menyebabkan pembengkakan. Sehingga, pada kasus lanjut, seseorang yang terinfeksi meningitis akan mengalami penurunan kesadaran. Tingkat kematian akibat meningitis dapat mencapai 50% apabila tidak ditangani dengan tepat.

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Berikut ini gejala meningitis secara umum, antara lain :

    • Demam tinggi
    • Leher kaku
    • Nyeri kepala hebat disertai mual muntah
    • Sulit berkonsentrasi
    • Kejang
    • Mengantuk dan kesulitan untuk berjalan 
    • Sensitif terhadap cahaya (fotofobia)
    • Nafsu makan menurun
    • Kemerahan pada kulit.

    Lalu, kapan harus mencari pertolongan dokter? Segera ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila ditemukan gejala seperti:

    • Demam tinggi
    • Nyeri kepala sangat hebat
    • Kebingungan atau tidak sadarkan diri
    • Kaku pada leher
    • Muntah hebat.

    Baca Juga: Kenapa Vaksinasi Penting Sebelum Pergi Umroh?

    Mencegah Meningitis

    Langkah pencegahan meningitis ditujukan untuk mengurangi risiko penyebaran dengan cara berikut ini:

    1. Cuci tangan setiap kali selesai beraktivitas atau sebelum makan.
    2. Menjaga kebersihan tubuh.
    3. Memasak makanan sampai matang terutama bila sedang hamil.
    4. Gunakan masker bila sedang sakit
    5. Hindari kontak dengan pasien yang sedang terinfeksi
    6. Jangan berbagi makanan atau minuman yang sedang dimakan atau barang pribadi (pisau cukur, lipstick, sikat gigi)
    7. Berperilaku hidup sehat (olahraga teratur dan cukup istirahat minimal 7-9 jam)
    8. Lakukan vaksinasi meningitis
    9. Lengkapi vaksinasi lainnya yang dapat melindungi terhadap meningitis.

    Baca Juga: Manfaat Vaksin Meningitis dan Yellow Fever Sebelum Umroh

    Vaksinasi Meningitis

    Pemberian vaksinasi meningitis bertujuan untuk melindungi pasien dari penyebab seperti bakteri dan virus yang menyebabkan meningitis. Beberapa vaksinasi yang digunakan untuk mencegah meningitis meliputi :

    • PCV

    Bertujuan untuk melindungi seseorang dari bakteri pneumokokus.

    • Vaksin Hib

    Melindungi dari bakteri Haemophilus influenza tipe B yang merupakan penyebab meningitis.

    • Vaksin MMR

    Bertujuan untuk melindungi pasien dari kondisi yang memicu meningitis, seperti campak, rubella dan gondongan.

    • Vaksin ACWY

    Bertujuan untuk memberikan perlindungan terhadap bakteri meningococcal grup A, C, W dan Y.

    • Vaksin Meningitis B

    Vaksinasi ini melindungi seseorang terhadap bakteri meningococcal tipe B.

    Pemberian vaksinasi meningitis dilakukan setidaknya dua minggu sebelum keberangkatan karena efektivitas vaksin mulai terbentuk 10-14 hari setelah pemberian.

    Baca Juga: 5 Gejala Meningitis pada Anak yang Kerap Tidak Disadari

    Sahabat Sehat, itulah pentingnya vaksinasi meningitis untuk perjalanan atau menetap di Timur Tengah dan Afrika. Bila Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Kemkes.go.id. 2013. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
    2. Mathew, S., A. Al Khatib, H. and Al Ansari, h., 2018. Epidemiology Profile of Viral Meningitis Infections Among Patients in Qatar (2015–2018).
    3. Pininta Kasih, A., 2022. 15 Negara Ini Jadi Favorit Siswa Indonesia Lanjutkan Kuliah Halaman all – Kompas.com.
    4. Aisyah, N., 2022. 20 Negara Favorit & Paling Tidak Diminati Mahasiswa RI untuk Kuliah di Luar Negeri.
    5. Suharjanti I, T Pinzon R. PANDUAN PRAKTIK KLINIS NEUROLOGI. PERDOSSI; 2016
    6. Meningitis | CDC. Cdc.gov.
    7. Meningitis – Symptoms and causes. Mayo Clinic.
    8. Cassoobhoy, MD, MPH A. Meningitis (Bacterial, Viral, and Fungal). WebMD.
    9. Meningitis – Vaccination. nhs.uk.
    10. Felson, MD S. Adult Meningococcal Vaccine: Guidelines, Side Effects, Benefits.
    Read More
  • Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Amerika atau CDC (Centers of Disease Control and Prevention) menyarankan calon mahasiswa untuk melakukan berbagai rangkaian vaksinasi sebelum berangkat ke Amerika. Hal ini ditujukan agar mahasiswa terlindungi selama pendidikannya dan menurunkan risiko kemungkinan terjadinya wabah penyakit. Selain disyaratkan untuk melengkapi imunisasi dasar yang biasanya diselesaikan saat masih anak-anak, calon […]

    Mengapa Vaksin Flu Disyaratkan Sebelum Kuliah di Amerika?

    Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Amerika atau CDC (Centers of Disease Control and Prevention) menyarankan calon mahasiswa untuk melakukan berbagai rangkaian vaksinasi sebelum berangkat ke Amerika. Hal ini ditujukan agar mahasiswa terlindungi selama pendidikannya dan menurunkan risiko kemungkinan terjadinya wabah penyakit.

    Mengapa Vaksin Flu Disyaratkan Sebelum Kuliah di Amerika

    Mengapa Vaksin Flu Disyaratkan Sebelum Kuliah di Amerika?

    Selain disyaratkan untuk melengkapi imunisasi dasar yang biasanya diselesaikan saat masih anak-anak, calon mahasiswa yang akan berangkat ke Amerika juga memerlukan jenis vaksin lain seperti vaksin influenza.

    Vaksin Flu Melindungi saat Musim Flu

    Pentingnya vaksinasi influenza bagi pendatang disebabkan karena Amerika dan negara-negara di belahan dunia bagian utara, mengalami perubahan musim pada bulan Oktober sehingga menyebabkan virus influenza mudah sekali menyebar.

    Musim flu biasanya terjadi pada musim gugur dan musim dingin. Walau virus influenza sebenarnya ada sepanjang tahun, sebagian besar kejadian flu memuncak antara Desember dan Februari, tetapi dapat berlangsung hingga akhir Mei.

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Pilihan Jenis Vaksinasi Flu

    Flu merupakan penyakit pernapasan yang menimbulkan komplikasi yang lebih parah. Badan kesehatan dunia atau WHO memperkirakan terjadi 290-650 ribu kematian setiap tahunnya akibat gangguan pernapasan yang berasal dari infeksi virus influenza. Oleh karena itu, WHO menilai flu tetap menjadi ancaman global sehingga WHO menyarankan untuk melakukan vaksinasi influenza.

    Vaksinasi flu dapat melindungi seseorang dari 4 strain virus penyebab influenza selama musim flu. Vaksin ini dianjurkan untuk diberikan ulang (booster) setiap satu tahun sekali.

    Ada dua jenis vaksin influenza, yaitu vaksin trivalent dan vaksin quadrivalent. Vaksin trivalent memberikan perlindungan terhadap tiga jenis virus influenza, yaitu influenza A (H1N1), Influenza A (H3N3 ) dan Influenza B.

    Sementara vaksin quadrivalent dapat memberikan perlindungan terhadap dua varian virus influenza A dan dua varian virus influenza B.

    Baca Juga: Musim Flu di Australia, Perlukah Mahasiswa Vaksin Influenza?

    Komplikasi dari Virus Influenza

    Virus Influenza menyebar melalui droplet seseorang yang terinfeksi. Droplet berisi virus tersebut disebarkan saat seseorang yang sedang flu batuk atau bersin. Infeksi dapat terjadi apabila droplet tersebut kontak dengan mata, hidung, atau mulut seseorang.

    Beberapa tanda dan gejala flu adalah demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, nyeri otot, pegal-pegal, nyeri kepala, mual muntah dan diare.1 Dalam kondisi sehat, seseorang dapat sembuh dalam beberapa hari hingga kurang dari 2 minggu, namun komplikasi seperti pneumonia atau paru-paru basah dapat terjadi apabila infeksi virus Influenza dialami oleh kelompok berisiko. Kelompok berisiko yang dimaksud adalah sebagai berikut:

    • Anak berusia 6 bulan – 5 tahun
    • Wanita hamil (usia hamil berapapun)
    • Usia diatas 65 tahun
    • Usia 6 bulan keatas dengan kondisi medis tertentu yang dapat menyebabkan komplikasi berat bila terkena flu seperti:
      • Penyakit jantung
      • Kondisi kronis sistem pernapasan
      • Kondisi kronis sistem sarah
      • Gangguan sistem imun
      • Diabetes dan kelainan metabolik
      • Penyakit ginjal
      • Gangguan hematologi
      • Anak berusia 6 bulan – 10 tahun dengan terapi aspirin jangka panjang

    Baca Juga: Vaksin Flu: Perlindungan Ekstra Bagi Anak dan Dewasa Saat Liburan

    Sahabat Sehat, pemberian vaksin Influenza rutin dilakukan setiap tahun di Amerika karena pada musim flu angka kejadian infeksi influenza menjadi meningkat. Cegah gangguan kesehatan yang mungkin disebabkan oleh virus influenza selama pendidikan di Amerika. Bekali diri dengan vaksinasi lengkap agar kamu terlindungi dan dapat mengeksplorasi Amerika dengan aman dan nyaman. Hubungi Prosehat untuk layanan vaksinasi di rumah maupun di klinik mitra Prosehat dan dapatkan vaksin influenza dengan harga terbaik!

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Center of Disease Control and Prevention. 2022. Seasonal Flu Vaccines
    2. Passporthealthusa.com. n.d. Travel Vaccines and Advice for the United States.
    3. Centers of Disease Control and Prevention. 2021. Influenza Prevention: Information for Travelers.
    4. Center of Disease Control and Prevention. 2022. Weekly U.S. Influenza Surveillance Report.
    Read More
  • Influenza atau flu merupakan sebuah penyakit saluran napas yang menular. Penyakit ini disebabkan oleh sebuah virus yang dinamakan virus Influenza yang menginfeksi hidung, tenggorokan, dan paru. Flu mungkin dianggap sebuah penyakit biasa dan hanya menimbulkan gejala yang ringan, namun sebenarnya virus ini dapat menyebabkan komplikasi berat seperti paru-paru basah (pneumonia) dan infeksi telinga, terutama pada […]

    Musim Flu di Australia, Perlukah Mahasiswa Vaksin Influenza?

    Influenza atau flu merupakan sebuah penyakit saluran napas yang menular. Penyakit ini disebabkan oleh sebuah virus yang dinamakan virus Influenza yang menginfeksi hidung, tenggorokan, dan paru.

    Musim Flu di Australia, Perlukah Mahasiswa Vaksin Influenza

    Musim Flu di Australia, Perlukah Mahasiswa Vaksin Influenza?

    Flu mungkin dianggap sebuah penyakit biasa dan hanya menimbulkan gejala yang ringan, namun sebenarnya virus ini dapat menyebabkan komplikasi berat seperti paru-paru basah (pneumonia) dan infeksi telinga, terutama pada anak kecil, orang tua, dan kondisi penyakit tertentu.

    Di Australia, terdapat National Immunization Programme (NIP) yang menyarankan vaksin Influenza setiap tahunnya bagi yang tinggal dan akan tinggal di Australia dikarenakan adanya “musim flu”. Maka, bagi kamu yang akan kuliah atau sekolah di Australia di pertengahan tahun ini, sebaiknya kamu sudah divaksinasi influenza sebelum berangkat. 

    Virus Influenza Terus Bermutasi

    Vaksin Influenza membantu sistem imun tubuh untuk membuat antibodi terhadap virus Influenza dalam 2 minggu setelah vaksinasi.3 Setelah divaksin, maka tubuh Anda akan kebal terhadap jenis virus Influenza tersebut. Dengan demikian menurunkan risiko gejala berat serta komplikasi.

    Setiap tahunnya para peneliti memeriksa tipe virus Influenza apa yang dapat menyebar karena sifatnya yang terus bermutasi. Maka, vaksin influenza selalu diperbarui setiap tahun dengan tipe virus baru tersebut.

    Departemen kesehatan Australia menyarankan untuk mendapatkan vaksin Influenza dimulai dari pertengahan bulan April sebagai persiapan “musim flu” yang akan mendatang nantinya pada bulan Juni hingga September.4 Efek proteksi tertinggi didapatkan 3-4 bulan setelah seseorang menerima vaksin Influenza.

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Baca Juga: Bingung Ada Berapa Jenis Vaksin Influenza? Ini Jawabannya

    Komplikasi dari Infeksi Influenza

    Virus Influenza menyebar melalui droplet seseorang yang terinfeksi. Droplet berisi virus tersebut disebarkan saat seseorang yang sedang flu batuk atau bersin. Infeksi dapat terjadi apabila droplet tersebut kontak dengan mata, hidung, atau mulut seseorang.

    Beberapa tanda dan gejala flu adalah demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, nyeri otot, pegal-pegal, nyeri kepala, mual muntah dan diare.1 Dalam kondisi sehat, seseorang dapat sembuh dalam beberapa hari hingga kurang dari 2 minggu, namun komplikasi seperti pneumonia atau paru-paru basah dapat terjadi apabila infeksi virus Influenza dialami oleh kelompok berisiko. Kelompok berisiko yang dimaksud adalah sebagai berikut:

    • Anak berusia 6 bulan – 5 tahun
    • Wanita hamil (usia hamil berapapun)
    • Usia diatas 65 tahun
    • Usia 6 bulan keatas dengan kondisi medis tertentu yang dapat menyebabkan komplikasi berat bila terkena flu seperti:
      • Penyakit jantung
      • Kondisi kronis sistem pernapasan
      • Kondisi kronis sistem sarah
      • Gangguan sistem imun
      • Diabetes dan kelainan metabolik
      • Penyakit ginjal
      • Gangguan hematologi
      • Anak berusia 6 bulan – 10 tahun dengan terapi aspirin jangka panjang

    Baca Juga: Apa Manfaat Imunisasi Influenza dan Efek Sampingnya Bagi Anak

    Sahabat Sehat, pemberian vaksin Influenza rutin dilakukan setiap tahun di Australia. Dengan adanya “musim flu” mulai bulan Mei hingga September, maka vaksin Influenza lebih baik didapatkan dari pertengahan bulan April. Sehingga ketika sekolah atau kuliah dimulai, kamu sudah siap menghadapi musim flu. Vaksin Influenza juga aman untuk diberikan dalam hari yang sama dengan pemberian vaksin Covid-19.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. About Flu [Internet]. cdc.gov. 2022. 
    2. National Immunisation Program Schedule [Internet]. health.gov.au. 
    3. Different Types of Flu Vaccines [Internet]. cdc.gov. 2022. 
    4. Seasonal influenza vaccine [Internet]. Health.vic.gov.au. 2022. 
    5. Influenza (flu) vaccine [Internet]. health.gov.au. 2022. 
    Read More
  • Libur Lebaran sudah usai. Sebentar lagi anak-anak pun akan kembali bersekolah. Sebagian besar sekolah di Indonesia sudah menerapkan pembelajaran tatap muka 100%. Artinya, kegiatan belajar mengajar akan dilakukan di sekolah tanpa terkecuali. Walaupun angka kasus Covid-19 hingga kini relatif rendah, orang tua tidak boleh lengah dan abai dalam mempersiapkan anak kembali sekolah. Apalagi sebagian besar […]

    Waspada Hepatitis Akut Misterius, Perkuat Imunitas Anak Sebelum Kembali Sekolah

    Libur Lebaran sudah usai. Sebentar lagi anak-anak pun akan kembali bersekolah. Sebagian besar sekolah di Indonesia sudah menerapkan pembelajaran tatap muka 100%. Artinya, kegiatan belajar mengajar akan dilakukan di sekolah tanpa terkecuali.

    Waspada Hepatitis Akut Misterius, Perkuat Imunitas Anak Sebelum Kembali Sekolah

    Waspada Hepatitis Akut Misterius, Perkuat Imunitas Anak Sebelum Kembali Sekolah

    Walaupun angka kasus Covid-19 hingga kini relatif rendah, orang tua tidak boleh lengah dan abai dalam mempersiapkan anak kembali sekolah. Apalagi sebagian besar masyarakat baru saja bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang selama Idul Fitri.

    Tidak hanya risiko penularan Covid-19, tapi ada juga risiko penularan penyakit lainnya seperti flu, tifoid (tipes), dan juga penyakit baru yang ramai dibicarakan belakangan ini, yaitu hepatitis akut yang masih misterius penyebabnya. 

    Maka dari itu, orang tua perlu persiapkan kesehatan anak-anak dengan baik sebelum kembali ke sekolah. Simak apa saja yang orang tua perlu siapkan.

    Perkuat Daya Tahan Tubuh

    Untuk mempersiapkan anak kembali ke sekolah, tentunya sangat penting untuk memperkuat pertahanan tubuh dalam menghadapi kemungkinan paparan berbagai macam virus dan bakteri. 

    Menjaga sistem imunitas bisa diperoleh dengan berbagai cara, diantaranya:

    • Memberikan anak makanan yang sehat dan penuh nutrisi
    • Menjaga kebersihan makan dan minumannya
    • Cukupi waktu tidur malam anak minimal 9 jam
    • Mengajak anak untuk tetap aktif atau berolahraga
    • Menjaga kondisi mental anak, misalnya bermain bersama, bercanda, dan sebagainya
    • Mengonsumi suplemen vitamin dan daya tahan tubuh bila diperlukan.

    Sedangkan, untuk memperkuat daya tahan tubuh anak, orang tua dapat memberikannya vaksinasi yang ia butuhkan.

    Vaksinasi memerlukan waktu sekitar 2 minggu sebelum benar-benar efektif melindungi. Walau sekolah mulai dalam beberapa hari lagi, tidak ada salahnya jika orang tua menyegerakan vaksinasi saat anak dalam keadaan sehat. Sehingga, ia sudah terlindungi di minggu kedua sekolah.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Vaksin yang disarankan antara lain:

    • Influenza

    Penyakit influenza/ flu paling mudah ditularkan di lingkungan sekolah saat siswa, guru, atau staff yang sakit berbicara, batuk, atau bersin.

    • Tifoid

    Tangan yang kotor serta makanan dan minuman yang terinfeksi bakteri Salmonella typhi akan menyebabkan penyakit tipes/ tifus/ tifoid yang menimbulkan gejala pencernaan.

    • Hepatitis A

    Virus hepatitis A ditularkan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Kebersihan tangan yang buruk, misalnya tidak cuci tangan setelah BAB, juga menjadi jalur penularannya. Hepatitis A menimbulkan gejala yang mirip dengan penyakit hepatitis akut misterius, yaitu gejala pencernaan (mual, muntah, diare, demam) dan gejala lanjut (mata dan kulit menguning, warna air kencing pekat, warna BAB pucat, dll).

    Cek Kondisi Tubuh Sebelum Berangkat

    Sebelum berangkat ke sekolah, pastikan Moms selalu mengecek kondisi tubuh Si Kecil terlebih dahulu. Tujuannya, untuk memastikan bahwa Si Kecil benar-benar dalam kondisi sehat saat ke sekolah.

    Apabila tubuh anak terasa panas dan mengeluhkan gejala lainnya, sebaiknya tunda ke sekolah sampai ia benar-benar sehat dan bugar.

    Selain mengecek kesehatan Si Kecil, sebaiknya orang tua atau orang dewasa lainnya dalam keluarga juga melakukan tes Covid-19 untuk mengetahui status kesehatannya terhadap Covid-19 pasca Lebaran.

    Baca Juga: Hal Sepele yang Jadi Penyebab Hepatitis A Kambuh Lagi

    Bawa Bekal dari Rumah

    Selama pandemi Covid-19, pembelajaran tatap muka dilakukan dengan durasi yang lebih singkat dari biasanya. Sebab waktu di sekolah lebih dimaksimalkan untuk kegiatan belajar mengajar di kelas sehingga tidak ada pelajaran diluar kelas maupun waktu istirahat untuk bermain di luar kelas. Termasuk larangan untuk membuka kantin dan adanya pedagang di sekitar sekolah. 

    Oleh sebab itu, sebaiknya Moms bawakan Si Kecil bekal sendiri dari rumah, seperti air minum dan snack. Membawa bekal sendiri bisa menjadi cara yang efektif untuk meminimalisir kontak fisik dengan orang lain dan menghindari penyajian makanan/ minuman yang kurang bersih.

    Jangan Bertukar Alat Tulis dan Buku

    Seperti yang diketahui, penyebaran kuman bisa dari mana saja. Untuk itu, beri anak pemahaman agar tidak saling bertukar atau pinjam meminjam alat tulis dan buku selama di sekolah. 

    Baca Juga: Cara Mencegah Hepatitis A Bagi Kamu yang Suka Kulineran

    Mengingatkan Bahaya Covid-19 dan Hepatitis Akut Misterius

    Setelah lama menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ), anak pasti gembira bahwa ia sudah dapat kembali bersekolah seperti biasa dan bertemu dengan teman-teman dan guru.

    Namun, jangan sampai euphoria ini membuatnya lupa bahwa paparan virus corona dan hepatitis akut bisa mengintai dimana saja. 

    Oleh sebab itu, Moms harus lebih rutin mengingatkan pentingnya menerapkan protokol kesehatan sambil memberikan pemahaman akan bahayanya penyakit-penyakit ini dengan bahasa yang mudah dicerna.

    Selain protokol kesehatan, Kementerian Kesehatan mengimbau agar:

    1. Rutin cuci tangan dengan sabun
    2. Makan makanan yang sudah matang dan bersih
    3. Tidak bergantian alat makan dengan orang lain
    4. Menghindari kontak dengan orang lain
    5. Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.

    Baca Juga: Yang Perlu Sahabat Sehat Ketahui Tentang Vaksin Hepatitis B

    Nah, itulah beberapa tips yang orang tua bisa lakukan dalam mempersiapkan anak kembali sekolah tatap muka setelah libur Lebaran. Tetap waspada terhadap virus corona, flu, tifoid, dan hepatitis akut yang rentan terjadi. Berikan perlindungan terbaik bagi Si Kecil.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Anisya, N., 2022. Persiapan Sekolah Tatap Muka, Berikut Tips dari WHO
    2. liputan6.com. 2022. Persiapan Sekolah Tatap Muka di Tengah Pandemi Covid-19
    3. merdeka.com. 2022. 6 Langkah Persiapan Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah secara Aman | merdeka.com.
    4. pintek.id. 2022. persiapan anak kembali ke sekolah.
    Read More
  • India dikenal sebagai salah satu negara terbaik untuk pendidikan tinggi di bidang teknik dan teknologi, serta sains. Menurut QS Higher Education System Strength Ranking 2018, pendidikan tingkat tinggi India masuk ke dalam ranking 26 di dunia. Maka, tidak heran jika India dijadikan tujuan pendidikan bagi banyak orang. Sama seperti Indonesia, India adalah negara yang padat […]

    Ingin Melanjutkan Kuliah di India? Vaksin Hepatitis A Dulu!

    India dikenal sebagai salah satu negara terbaik untuk pendidikan tinggi di bidang teknik dan teknologi, serta sains. Menurut QS Higher Education System Strength Ranking 2018, pendidikan tingkat tinggi India masuk ke dalam ranking 26 di dunia. Maka, tidak heran jika India dijadikan tujuan pendidikan bagi banyak orang.

    Ingin Melanjutkan Kuliah di India Vaksin Hepatitis A Dulu!

    Ingin Melanjutkan Kuliah di India? Vaksin Hepatitis A Dulu!

    Sama seperti Indonesia, India adalah negara yang padat penduduk. Bahkan lebih padat. Hal ini menyebabkan beberapa penyakit menular masih endemi di negara ini, salah satunya adalah hepatitis A.

    Sebenarnya, sebagian besar masyarakat India telah terinfeksi hepatitis A sehingga mereka memiliki kekebalan tubuh terhadap hepatitis A. Namun, wabah ini terus bermunculan dan membuat hampir 50% anak usia 1-5 tahun di India rentan terhadap virus Hepatitis A.

    Tingginya kasus hepatitis A di India dikaitkan dengan pasokan air bersih, higienitas diri, dan sanitasi yang buruk di India. Oleh karena itu, Badan Kesehatan di India menggalakkan program vaksinasi hepatitis A bagi anak-anak dan pendatang yang hendak melakukan perjalanan ke India atau menetap di India.

    Virus hepatitis A mengganggu fungsi hati

    Hepatitis A merupakan penyakit hati atau liver yang disebabkan oleh virus Hepatitis A. Infeksi virus hepatitis A terjadi akibat seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi tinja dari pasien yang terinfeksi.

    Ketika virus masuk ke dalam tubuh, virus akan menyerang hati dan menyebabkan peradangan. Pada kasus tertentu, virus dapat mengganggu fungsi hati.

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Gejala hepatitis A

    Gejala yang timbul pada setiap orang dapat berbeda-beda, mulai dari gejala ringan sampai gejala berat. Gejala pada seseorang yang terinfeksi akan timbul dalam 2-6 minggu setelah virus masuk kedalam tubuh.

    Gejala hepatitis A antara lain :

    • Demam
    • Nyeri perut
    • Mual dan muntah
    • Kulit dan mata berwarna kuning
    • Urin berwarna coklat gelap
    • Tinja berwarna putih/ pucat seperti dempul.

    Tidak seperti Hepatitis B dan Hepatitis C, Hepatitis A jarang sekali menyebabkan penyakit gagal hati kronis, tetapi apabila tidak diterapi dengan segera akan berakibat fatal. WHO (World Health Organization) memperkirakan bahwa pada tahun 2016, 7134 orang meninggal karena Hepatitis A di seluruh dunia atau menyumbang sekitar 0,5% dari kematian akibat infeksi virus Hepatitis.

    Seseorang yang belum mendapatkan vaksinasi Hepatitis A, terutama tinggal di daerah dengan sanitasi buruk akan mudah sekali tertular. Berikut ini resiko tinggi terinfeksi Hepatitis A antara lain :

    • Sanitasi dan kebersihan lingkungan buruk
    • Kurangnya sumber air bersih
    • Tinggal satu rumah dengan seseorang yang terinfeksi Hepatitis A
    • Berhubungan seksual dengan seseorang yang terinfeksi Hepatitis A
    • Menggunakan obat suntik bersamaan
    • Hubungan seksual dengan sesama pria
    • Bepergian ke daerah dengan kasus Hepatitis A tinggi
    • Makan makanan mentah atau setengah matang
    • Bekerja di area yang terkontaminasi, misalnya petugas dinas kebersihan dan petugas kebersihan toilet.

    Baca Juga: Perlukah Vaksin Tifoid Sebelum Bepergian?

    Lindungi diri dengan vaksin Hepatitis A

    Vaksin hepatitis A sudah lama tersedia di Indonesia. Vaksin ini disarankan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) untuk diberikan pada anak-anak dan dewasa.

    Bagi orang dewasa, diperlukan 2 dosis vaksin hepatitis A. Setelah vaksin pertama, dosis kedua diberikan 6 hingga 12 bulan kemudian. Maka, pastikan kamu telah melengkapi kedua dosisnya untuk mendapatkan perlindungan sempurna sebelum pergi berangkat ke negara tujuan.

    Baca Juga: Mau Liburan Ke Luar Negeri? Jangan Lupa Persiapan Ini!

    Efek Samping Vaksinasi

    Sama seperti vaksinasi pada umumnya, efek samping vaksinasi hepatitis A tergolong ringan dan biasanya hilang dalam beberapa hari. Efek sampingnya meliputi:

    • Nyeri, kemerahan dan bengkak di area penyuntikan
    • Demam
    • Nyeri kepala
    • Kelelahan.

    Baca Juga: Manfaat Vaksin Meningitis dan Yellow Fever Sebelum Umroh

    Sahabat Sehat, kalau kamu akan melanjutkan kuliah di India atau negara lainnya di Asia Timur, pastikan kamu sudah divaksinasi hepatitis A yang lengkap. Sehingga, risiko sakit berat dapat diminimalisir selama pendidikan di negara orang. Ayo segera jadwalkan vaksinasimu bersama ProSehat dan dapatkan harga yang terbaik! Selain bisa dilakukan di klinik, tersedia juga layanan vaksinasi di rumah untuk kenyamananmu.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. CDC- Centers of Disease Control and Prevention. 2015. Viral Hepatitis Surveillance — India, 2011–2013.
    2. Verma, R. and Khanna, P., 2022. Hepatitis A vaccine should receive priority in National Immunization Schedule in India.
    3. Hikmah Laila N, Mahkota R. Faktor Risiko Terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) Hepatitis A di Kabupaten Tangerang Tahun 2016.
    4. Linder K, Malani P. Hepatitis A. JAMA.
    5. Hepatitis A [Internet]. Who.int. 2021.
    6. Papdi.or.id. 2021. JADWAL IMUNISASI DEWASA.
    Read More
  • Demam tifoid telah menjadi kasus global yang meningkatkan angka kesakitan dan kematian. Penyakit ini banyak terjadi di negara berkembang, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan lainnya. Bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke negara-negara di Asia Tenggara, vaksin tifoid adalah vaksin yang wajib dilakukan. Pasalnya, sanitasi air dan kebersihan lingkungan di negara-negara ini masih […]

    Pentingnya Vaksin Tifoid Bagi yang Kuliah di Asia Tenggara

    Demam tifoid telah menjadi kasus global yang meningkatkan angka kesakitan dan kematian. Penyakit ini banyak terjadi di negara berkembang, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan lainnya.

    Pentingnya Vaksin Tifoid Bagi yang Kuliah di Asia Tenggara

    Pentingnya Vaksin Tifoid Bagi yang Kuliah di Asia Tenggara

    Bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke negara-negara di Asia Tenggara, vaksin tifoid adalah vaksin yang wajib dilakukan. Pasalnya, sanitasi air dan kebersihan lingkungan di negara-negara ini masih belum sebersih negara maju. Maka lebih berisiko terkontaminasi kuman penyebab demam tifoid. Ditambah, masih banyak makanan dan minuman dijual di pinggir jalan tanpa memerhatikan kebersihan. 

    pada tahun 2015 lalu misalnya, Malaysia pernah mengalami peningkatan kasus demam tifoid dan sejak itu Badan Kesehatan Malaysia menyarankan untuk menghindari makan makanan di restauran dan memperhatikan kebersihan penyajian makanan.

    Salah satu cara yang ampuh untuk mencegah demam tifoid adalah dengan melakukan vaksinasi tifoid sebelum keberangkatan agar terlindungi selama masa pendidikan.

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Demam Tifoid

    Demam tifoid atau yang lebih sering dikenal sebagai tipes merupakan suatu penyakit akut yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thypi.

    Bakteri penyebab demam tifoid bisa menyebar ke seluruh organ tubuh. Penularan bakteri bisa melalui:

    • Feses dan urin
    • Makanan dan minuman yang telah terkontaminasi dengan urin atau feses penderita tifoid (misalnya ia tidak mencuci tangan setelah buang air besar)
    • Mengonsumsi makanan yang ditangani orang yang sedang sakit dan belum dinyatakan sembuh oleh dokter.

    Gejala yang timbul karena infeksi Salmonella typhi diantaranya demam, mual/ muntah, nyeri sendi, diare atau sembelit, tidak nafsu makan, dan sakit perut.

    Baca Juga: Perlukah Vaksin Tifoid Sebelum Bepergian?

    Vaksinasi Tifoid

    Vaksinasi tifoid adalah salah satu program dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengendalikan epidemi demam tifoid termasuk di Indonesia sendiri. Indonesia merupakan salah satu negara endemis tifoid.

    Ada 3 jenis vaksinasi tifoid yang dianjurkan oleh WHO, yaitu :

    1. Vaksin konjugat tifoid suntik (TVC) yang diperuntukkan bagi anak usia 6 bulan hingga dewasa berusia 45 tahun.
    2. Vaksin polisakarida tak terkonjugasi bagi anak yang berusia 2 tahun keatas.
    3. Vaksin Ty21a yang diberikan berupa kapsul dan akan diberikan secara oral bagi anak berusia diatas 6 tahun.

    Tujuan dari vaksinasi tifoid adalah untuk mengurangi risiko sakit berat dan kematian ketika terjangkit kuman penyebab demam tifoid.

    Baca Juga: Manfaat Vaksin Tifoid dan Jadwal Pemberian Vaksin Tifoid

    Efek Samping Vaksinasi Tifoid

    Beberapa efek samping yang mungkin dapat timbul setelah vaksinasi adalah nyeri, kemerahan dan bengkak ditempat suntikan, demam, pusing dan mual.

    Vaksin ini aman untuk diberikan kepada siapa saja kecuali orang-orang di bawah ini, antara lain:

    • Memiliki riwayat alergi berat vaksinasi
    • Mempunyai masalah sistem imun
    • Sedang hamil dan menyusui
    • Sedang mengalami pengobatan malaria atau minum antibiotik.

    Maka, sebaiknya kamu konsultasikan dulu dengan dokter untuk memastikan bahwa kamu sudah siap untuk divaksinasi. Setelah itu segera jadwalkan vaksinasinya agar tidak terlalu dekat dengan jadwal keberangkatanmu! Sebab, vaksin membutuhkan sekitar 2 minggu untuk bekerja efektif melindungimu.

    Baca Juga: Cegah Tipes Dengan Vaksin Tifoid

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Muhammad, E., Abdul Mutalip, M., Hasim, M., Paiwai, F., Pan, S., Mahmud, M., Yeop, N., Tee, G., Senin, A. and Aris, T., 2020. The burden of typhoid fever in Klang Valley, Malaysia, 2011–2015.
    2. The Straits Times. 2015. Amid KL typhoid outbreak, Malaysia’s Health Ministry assures disease preventable and treatable.
    3. U.S. Embassy in Malaysia. 2022. Typhoid Outbreak
    4. Rumah Sakit Universitas Udayana. 2022. Tipes / Demam Tifoid – Rumah Sakit Universitas Udayana
    5. Primayahospital.com. 2022. Imunisasi Tifoid, Manfaat, dan Kapan Vaksin Tifoid Dilakukan – Primaya Hospital | Primaya Hospital.
    Read More
  • Kuliah di Australia akan menjadi pengalaman yang menyenangkan. Selain bisa mendapatkan pengalaman pendidikan dari negara maju, kamu juga akan merasakan langsung berbagai ragam budaya khas Australia. Namun, perlu kamu ketahui bahwa saat ini ada penyakit Japanese encephalitis yang sedang menyebar di Australia bagian timur dan tenggara, yaitu New South Wales, Queensland bagian selatan, hingga tenggara […]

    Mengapa Kuliah di Australia Perlu Vaksinasi Japanese Encephalitis?

    Kuliah di Australia akan menjadi pengalaman yang menyenangkan. Selain bisa mendapatkan pengalaman pendidikan dari negara maju, kamu juga akan merasakan langsung berbagai ragam budaya khas Australia.

    Mengapa Kuliah di Australia Perlu Vaksinasi Japanese Encephalitis

    Mengapa Kuliah di Australia Perlu Vaksinasi Japanese Encephalitis?

    Namun, perlu kamu ketahui bahwa saat ini ada penyakit Japanese encephalitis yang sedang menyebar di Australia bagian timur dan tenggara, yaitu New South Wales, Queensland bagian selatan, hingga tenggara Australia dan Utara Victoria. Kejadian terbanyak terjadi di dekat sungai Murai dan area sekitarnya, daerah perbatasan Victoria dan New South Wales.

    Oleh karena itu, untuk keamanan kesehatan diri dan masyarakat, saat ini pemerintah Australia merekomendasikan pendatang yang akan tinggal lama untuk mendapatkan vaksin Japanese encephalitis (JE).

    Memang seperti apa penyakitnya hingga disarankan untuk vaksinasi? Simak ulasannya berikut ini ya!

    Temuan Kasus Baru JE

    Badan Kesehatan Australia telah memperkirakan bahwa per tanggal 28 April 2022 sudah ada sekitar 37 kasus Japanese encephalitis di Australia, diantaranya 25 pasien yang sudah terkonfirmasi positif dari hasil laboratorium sedangkan 12 pasien lainnya masih dicurigai terinfeksi JE.

    Dua kasus kematian terkait infeksi virus Japanese encephalitis juga diketahui telah mengenai dua orang pasien lansia berusia 60an dan 70an tahun.

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Radang Otak yang Mematikan

    Japanese encephalitis merupakan salah satu penyakit virus yang menyebabkan peradangan otak (ensefalitis) yang serius. Virus ini bisa ditemukan di seluruh dunia terutama di Asia, Pasifik bagian barat dan Australia, dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Culex yang terinfeksi, khususnya nyamuk Culex tritaeniorhynchus.

    Kasus kematian akibat radang otak yang disebabkan penyakit ini mencapai 20-30%. Sedangkan, sekitar 30-50% kasus pada pasien yang mengalami perbaikan kondisi menunjukkan gejala gangguan saraf sisa.

    Baca Juga: Perlukah Si Kecil Vaksin Japanese Encephalitis, Kapan Dibutuhkannya?

    Gejala JE

    Setelah seseorang digigit oleh nyamuk yang terinfeksi virus JE, gejala akan timbul dalam 5-15 hari. Gejala awalnya termasuk:

    • Demam
    • Sakit kepala
    • Menggigil
    • Mual dan muntah

    Setelah penyakit berkembang, maka akan muncul gejala lanjutan yang menandakan adanya peradangan atau infeksi, seperti:

    • Tubuh terasa lemah
    • Linglung
    • Kaku kuduk/ tengkuk
    • Kejang
    • Lumpuh bagian tubuh
    • Penurunan kesadaran hingga koma.

    Baca Juga: Yuk Moms, Cek Lagi Jadwal Imunisasi Balita Anda

    Cegah JE dengan Vaksin

    Penyakit Japanese encephalitis sudah ada vaksinnya. Vaksin ditujukan sebagai langkah pencegahan dan perlindungan diri agar bila terinfeksi, risiko sakit berat, kecacatan dan kematian dapat diminimalisir.

    Vaksin ini merupakan jenis vaksin virus hidup yang dilemahkan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian dosis tunggal vaksin Japanese encephalitis di area endemis, termasuk Australia.

    Untuk perlindungan jangka panjang dapat diberikan booster 1-2 tahun berikutnya. Vaksin ini juga direkomendasikan untuk wisatawan yang akan tinggal di daerah endemis Japanese encephalitis.

    Baca Juga: Waspada Japanese Encephalitis Saat Berlibur ke Persawahan

    Nah Sahabat Sehat, itulah alasan mengapa vaksin JE diperlukan untuk kuliah ataupun menetap di Australia. Segera jadwalkan vaksinasi bersama ProSehat agar kamu sudah terlindungi sebelum keberangkatan.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Australia Government Department of Health. 2022. Japanese encephalitis virus (JEV).
    2. Centers of Disease Control and Prevention. 2022. Japanese Encephalitis in Australia
    3. Citra Ramadani, A. and Dwinanda, R., 2022. Menyebar di Australia, Infeksi Virus Japanese Encephalitis tak Bisa Diremehkan |Republika Online.
    4. Who.int. 2022. Japanese Encephalitis – Australia.
    5. Kurniawan, R., 2018. Vaksin Japanese Encephalitis: Manfaat dan Komplikasi. Cermin Dunia Kedokteran.
    6. Prasetyo, Sp.A(K), P., 2018. IDAI | Japanese Encephalitis
    Read More
  • Selain diberikan untuk anak-anak sebagai salah satu vaksinasi wajib, vaksinasi MMR (Mumps, Measles dan Rubella) juga dapat diberikan bagi orang calon mahasiswa. Pemberian vaksinasi MMR bagi orang dewasa dapat dibilang sangat penting terutama bagi yang sangat berisiko tertular ketiga penyakit tersebut, yaitu campak, gondongan, dan campak Jerman. Mumps, Measles dan Rubella merupakan penyakit yang disebabkan […]

    Ketahui Pentingnya Vaksinasi MMR Bagi Mahasiswa

    Selain diberikan untuk anak-anak sebagai salah satu vaksinasi wajib, vaksinasi MMR (Mumps, Measles dan Rubella) juga dapat diberikan bagi orang calon mahasiswa. Pemberian vaksinasi MMR bagi orang dewasa dapat dibilang sangat penting terutama bagi yang sangat berisiko tertular ketiga penyakit tersebut, yaitu campak, gondongan, dan campak Jerman.

    Ketahui Pentingnya Vaksinasi MMR Bagi Mahasiswa

    Ketahui Pentingnya Vaksinasi MMR Bagi Mahasiswa

    Mumps, Measles dan Rubella merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus. Ketiganya dapat menjadi masalah yang serius apabila tidak dicegah, terutama pada anak-anak dan ibu hamil dengan tingkat daya tahan tubuh yang rendah.

    Mahasiswa yang perlu vaksin MMR

    Sebenarnya, semua mahasiswa yang akan kuliah di dalam negeri dan luar negeri disarankan untuk mendapatkan vaksinasi MMR karena penyakit ini masih umum bermunculan.

    Namun, bagi mahasiswa yang berada di lingkungan dengan risiko tinggi penularan, vaksin ini menjadi lebih utama, yaitu mahasiswa fakultas kesehatan seperti kedokteran dan keperawatan. Selain itu juga bagi mahasiswa yang akan berinteraksi banyak dengan anak-anak atau berada di lingkungan dengan jumlah kasus yang tinggi.

    Ketiga penyakit ini termasuk kedalam penyakit akibat infeksi virus yang mudah sekali menyebar melalui udara. Orang yang sedang terinfeksi dapat menularkannya saat bersin, berbicara, tertawa, dan batuk.

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Baca Juga: Kenali Perbedaan Imunisasi MR dan MMR

    Komplikasi dari campak, gondongan, dan campak Jerman

    Pemberian vaksinasi MMR sangat diperlukan karena mengingat komplikasi yang berbahaya bagi kesehatan, seperti :

    • Campak dapat menimbulkan komplikasi seperti infeksi telinga, radang paru dan radang otak
    • Gondongan dapat menyebabkan komplikasi lain seperti radang selaput otak, gangguan pendengaran permanen dan radang buah zakar yang dapat menimbulkan kemandulan bagi pria.
    • Komplikasi penyakit rubella cukup serius karena dapat menyebabkan cacat lahir pada janin atau disebut dengan sindrom rubella kongenital.

    Baca Juga: Anak yang Sudah Pernah Kena Campak, Masih Perlu Divaksin MR?

    Dosis vaksinasi MMR

    Orang dewasa yang belum pernah atau tidak diketahui adanya riwayat vaksinasi sebelumnya saat masa kanak-kanak, tetap dianjurkan untuk melakukan vaksinasi MMR setidaknya 1 dosis vaksin MMR.

    Sementara itu, seseorang yang beresiko terkena campak atau gondongan perlu mendapatkan 2 dosis vaksin MMR dengan jarak 4 minggu.

    Bagi wanita yang berencana hamil juga sangat dianjurkan untuk menjalani vaksinasi MMR, minimal 1 bulan sebelum hamil, karena infeksi rubella pada ibu hamil beresiko mengakibatkan cacat pada janin dan bahkan keguguran.

    Baca Juga: Usia Berapa Saja Anak Perlu Imunisasi MMR?

    Sahabat Sehat, itulah pentingnya vaksinasi MMR bagi kamu yang akan kuliah di dalam dan luar negeri. Persiapkan kesehatanmu dengan baik sebagai upaya melindungi diri dari penyakit-penyakit menular yang dapat dicegah dengan vaksinasi.

    Segera konsultasikan dengan dokter Prosehat melalui Chat Dokter 24 jam bila Anda belum mendapatkan vaksinasi MMR. Dokter akan menyarankan jadwal vaksinasi yang terbaik dan Anda dapat melakukan vaksinasi di klinik atau rumah. Dapatkan juga harga vaksin HPV terbaik dari Prosehat!

    Jangan lupa untuk mengajak saudara dan kerabat perempuan Anda agar sama-sama terlindungi dari virus HPV.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia D
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Buffum Taylor, R. and Robinson, MD, J. Adult MMR Vaccine: Advantages, Side Effects, Guidelines.
    2. CDC. Measles, Mumps, and Rubella (MMR) Vaccination.
    3. RSUD Kota Bogor. 2017. Campak atau Measles.
    4. CDC. MMR or MMRV Vaccine: Discussing Options with Parents.
    5. Drugs.com. MMR Vaccine for Adults.
    Read More
  • Pemeriksaan TSH merupakan pemeriksaan apabila terjadi kelainan pada kelenjar tiroid. Tujuannya tentu untuk mengetahui kondisi tubuh. Di dalam tubuh manusia terdapat berbagai organ dan kelenjar yang berfungsi untuk menjaga kinerja tubuh agar berlangsung dengan baik. Pada bagian leher terdapat sebuah kelenjar yang disebut dengan kelenjar tiroid, yang berbentuk seperti kupu-kupu. Salah satu jenis pemeriksaan yang […]

    Apa Sih Arti dari Pemeriksaan TSH Tiroid? Ini Jawabannya

    Pemeriksaan TSH merupakan pemeriksaan apabila terjadi kelainan pada kelenjar tiroid. Tujuannya tentu untuk mengetahui kondisi tubuh.

    Apa Sih Arti dari Pemeriksaan TSH Tiroid Ini Jawabannya

    Apa Sih Arti dari Pemeriksaan TSH Tiroid? Ini Jawabannya

    Di dalam tubuh manusia terdapat berbagai organ dan kelenjar yang berfungsi untuk menjaga kinerja tubuh agar berlangsung dengan baik. Pada bagian leher terdapat sebuah kelenjar yang disebut dengan kelenjar tiroid, yang berbentuk seperti kupu-kupu.

    Salah satu jenis pemeriksaan yang kerap dilakukan apabila terjadi kelainan pada kelenjar tiroid adalah pemeriksaan TSH. Apakah pemeriksaan TSH tersebut, dan mengapa perlu dilakukan pemeriksaan tersebut ? Mari simak penjelasan berikut.

     

    medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

    Apa Itu TSH ?

    Kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid yang berperan dalam proses metabolisme, proses pertumbuhan, menjaga keseimbangan suhu tubuh, dan berbagai fungsi lainnya.1,2 Hormon tiroid yang diproduksi kelenjar tiroid, yaitu triiodothyronine (T3) dan tetraiodothyronine (T4).

    Hormon TRH (Thyrotropin releasing hormone) diproduksi oleh hipotalamus, sementara TSH (Thyroid stimulating hormone) diproduksi oleh kelenjar pituitari yang terletak di dalam otak. Sama seperti namanya, TSH merupakan hormon yang menstimulasi kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon tiroid.

    Untuk mengetahui kadar TSH dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan laboratorium. Menurut American Thyroid Association (ATA) nilai normal dari TSH berkisar antara 0,4-4 milli unit per liter (mU/l).

    Baca Juga: Pengaruh Gangguan Tiroid Terhadap Psikologi Penderitanya

    Nilai TSH yang Tinggi

    Jika hasil pemeriksaan TSH melebihi batas nilai normal, maka menunjukan adanya kelainan hipotiroid.1 Hipotiroid merupakan kondisi ketika kelenjar tiroid tidak cukup memproduksi hormon tiroid yang dibutuhkan tubuh.

    Kondisi ini lebih sering dijumpai pada wanita dan pada usia diatas 60 tahun. Pada kondisi hipotiroid, kadar TSH meningkat sehingga dapat memicu produksi hormon tiroid oleh kelenjar tiroid.

    Risiko hipotiroidisme meningkat jika memiliki riwayat keturunan hipotiroidisme, menjalani pengobatan radiasi pada area leher, riwayat menjalani prosedur operasi pada kelenjar tiroid maupun riwayat menjalani terapi radioaktif yodium, riwayat hamil dalam 6 bulan terakhir, serta kurangnya asupan yodium. Berikut adalah berbagai gejala yang dapat dialami jika menderita hipotiroid, yaitu :

    • Mudah lelah
    • Berat badan bertambah
    • Bengkak pada wajah dan leher
    • Mudah kedinginan
    • Kulit kering
    • Rambut menipis
    • Denyut jantung melambat
    • Siklus menstruasi tidak teratur
    • Gangguan kesuburan
    • Depresi
    • Konstipasi.

    Baca Juga: Hipotiroid pada Perempuan | Kenali Gejala & Penanganannya

    Nilai TSH yang Rendah

    Sebaliknya, apabila nilai TSH melebihi nilai batas ideal maka menunjukan adanya kondisi hipertiroid. Jika kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid dalam jumlah berlebih, maka kelenjar pituitari akan mengurangi produksi hormon TSH. Kondisi hipertiroid lebih sering dijumpai pada wanita, serta pada usia diatas 60 tahun.4

    Resiko hipertiroid meningkat apabila memiliki riwayat penyakit keluarga yang menderita hipertiroid, mengkonsumsi obat atau makanan yang tinggi yodium, memiliki riwayat penyakit lain seperti anemia pernisiosa, diabetes melitus, gangguan kelenjar adrenal; serta riwayat hamil dalam 6 bulan terakhir.4 Berikut adalah berbagai gejala yang dapat dialami para penderita hipertiroid, yaitu :

    • Denyut jantung cepat dan tidak teratur
    • Otot melemah
    • Gelisah
    • Gemetaran
    • Sulit tidur
    • Pergerakan usus meningkat
    • Penurunan berat badan
    • Perubahan mood 
    • Pembesaran kelenjar tiroid di leher (disebut “goiter”)

    Baca Juga: Infografik Suplemen untuk Penderita Hipo dan Hipertiroid

    Bagaimana Mendiagnosa Kelainan Tiroid ?

    Untuk mendiagnosis kelainan kelenjar tiroid, pada umumnya dokter akan bertanya mengenai beberapa hal lalu memeriksa kondisi leher dan menyarankan pemeriksaan hormon tiroid. 

    Tatalaksana untuk kondisi hipertiroid maupun hipotiroid bervariasi, dimulai dengan pemberian obat, terapi radioaktif yodium, hingga prosedur operasi. Apabila Anda mengalami gejala seperti disebutkan diatas, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

    Baca Juga: Infografik Deteksi Dini Mandiri Untuk Penderita Gangguan Tiroid

    Apabila Anda merasakan tanda atau gejala yang disebutkan diatas, konsultasikan ke dokter terlebih dahulu agar dapat diperiksa dan diberi penanganan sejak dini.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    (ID-NONT-00089)

     

    Referensi

    1. Eske J. TSH levels: What do normal, high, and low levels mean?. USA : Medical News Today. 2019.
    2. Shahid M, Ashraf M, Sharma S. Physiology, Thyroid Hormone. In: Stat Pearl.
    3. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Hypothyroidism (Underactive Thyroid).
    4. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Hyperthyroidism (Overactive Thyroid).
    5. Ross D, Burch H, Cooper D, Greenlee M, Laurberg P, Maia AL, et al. 2016 American Thyroid Association Guidelines for Diagnosis and Management of Hyperthyroidism and Other Causes of Thyrotoxicosis. Thyroid. 2016 Oct;26(10):1343–421. 
    Read More
Chat Asisten Maya
di Prosehat.com