Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 191–200 of 1009 results

  • Setelah happy hypoxia,1 anosmia, dan keluhan pada mata sebagai gejala-gejala baru penderita Covid-19, kini muncul lagi gejala baru untuk penyakit tersebut, yaitu delirium.2 Sebelumnya, gejala-gejala yang biasa dialami oleh pengidap Covid-19 ini dapat berupa kelelahan, sesak napas, batuk, sakit kepala, nyeri dada dan nyeri otot, sulit berkonsentrasi, demam, menggigil serta mengalami masalah pencernaan.3 Baca Juga: Vitamin C, […]

    Apakah Gangguan Delirium Merupakan Gejala Baru Covid-19?

    Setelah happy hypoxia,1 anosmia, dan keluhan pada mata sebagai gejala-gejala baru penderita Covid-19, kini muncul lagi gejala baru untuk penyakit tersebut, yaitu delirium.2 Sebelumnya, gejala-gejala yang biasa dialami oleh pengidap Covid-19 ini dapat berupa kelelahan, sesak napas, batuk, sakit kepala, nyeri dada dan nyeri otot, sulit berkonsentrasi, demam, menggigil serta mengalami masalah pencernaan.3

    gangguan delirium

    Baca Juga: Vitamin C, Wajibkah Dikonsumsi Agar Tidak Terserang Corona?

    Delirium, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah gangguan mental yang ditandai oleh ilusi, halusinasi, ketegangan otak, dan kegelisahan fisik.4 Definisi ini sejalan dengan definisi yang diberikan oleh dr. Gina Anindyajati SpKJ dari Departemen Ilmu Kesehatan Jiwa FKUI-RSCM, seperti dilansir Kompas.com. Disebutnya bahwa orang yang mengalami delirium biasanya menunjukkan gangguan tingkat kesadaran, perhatian, kognitif, dan persepsi yang terjadi secara fluktuatif.3 Berdasarkan sebuah studi umumnya, delirium kerap dialami oleh pasien Covid-19 yang berusia lanjut.5

    Seperti Apa Gejala dan Pemicunya?

    Delirium biasanya mempunyai gejala yang begitu cepat dalam beberapa jam atau beberapa hari, sering berfluktuasi sepanjang hari, dan memburuk pada malam hari. Meski begitu, ada periode dimana delirium tidak menunjukka gejala apa pun. Sejumlah penelitian juga telah mempelajari manifestasi Covid-19 pada sistem saraf. Delirium dan keadaan kebingungan adalah gejala yang cukup umum dialami oleh pasien Covid-19 yang dapat terjadi sejak hari pertama. Berdasarkan studi yang diterbitkan oleh JAMA Network seperti dilansir dari Detik.com, terdapat 817 pasien lansia positif Covid-19. Sebanyak 28% mengalami delirium saat presentasi, yang merupakan gejala keenam yang paling umum dari semua gejala dan tanda yang muncul. Di antara pasien yang mengigau, sebanyak 16% menunjukkan delirium sebagai gejala utama dan 37% tidak memiliki gejala Covid-19 yang khas seperti batuk atau demam.6

    Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa delirium harus dimasukkan pada daftar periksa pasien yang menunjukkan tanda dan gejala Covid-19. Beberapa faktor yang dapat menjadi pemicu delirium, yaitu:6

    • Hipoksia, ketika jaringan otak kekurangan kadar oksigen yang dapat menyebabkan pembengkakan saraf dan edema otak serta menyebabkan kerusakan eksternal dan internal di otak
    • Peradangan, ketika sistem kekebalan menjadi terlalu aktif sehingga menyerang organ-organ juga serta mengubah atau merusak fungsi otak
    • Toksisitas neuronal, ketika virus SARS-CoV-2 secara langsung menganggu fungsi saraf pada tingkat sel bahkan sebelum mencapai paru (komplikasi ini jarang terjadi)
    • Hiperkoagulasi, pengentalan darah yang hebat sehingga menganggu aliran darah ke otak

    Bagaimana Cara Mengobatinya?

    Pengobatan untuk orang-orang yang terkena delirium harus disesuaikan dengan penyebabnya. Jika disebabkan infeksi, pengobatan ditujukan untuk menghilangkan sumber infeksinya. Namun, jika disebabkan pengentalan darah yang berlebihan, perlu diberikan terapi agar kekentalan darahnya berkurang. Selain itu, terapi juga diperlukan untuk pasien yang mengalami delirium bergejala reorientasi. Orang-orang yang mengalami hal ini juga perlu dirawat pada ruangan yang cukup nyaman, cukup pencahayaan dan tenang, serta suhu ruangan yang hangat.3

    Baca Juga: Stres dan Panik Hadapi Corona Justru Turunkan Imun Tubuh

    Apakah Delirium Merupakan Gejala Baru?

    Delirium disebut merupakan gejala baru, namun, menurut Ikatan Dokter Indonesia atau IDI, delirium bukanlah gejala baru. Dilansir dari Kompas TV, Ketua Satgas Covid-19 dari IDI, Zuhairi Djoerban, menyatakan bahwa gejala ini sebenarnya sudah pernah dipublikasikan sebelumnya di beberapa media di Amerika Serikat dan Inggris.5

    Baca Juga: 7 Kiat Mengelola Stres Karena Terbebani Kapan Covid-19 Berakhir

    Demikianlah mengenai delirium yang belakangan ini menyita perhatian semua orang karena berkaitan dengan Covid-19. Apabila Sahabat masih memerlukan informasi mengenai delirium dan gejala-gejala Covid-19 lainnya serta produk-produk kesehatan yang berkaitan untuk deteksi dini seperti PCR swab dan rapid test silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Mediatama G. Mengenal happy hypoxia dan bahayanya jika menyerang pasien Covid-19 [Internet]. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://kesehatan.kontan.co.id/news/mengenal-happy-hypoxia-dan-bahayanya-jika-menyerang-pasien-covid-19?page=all
    2. Anindita K. Deretan Gejala COVID-19 yang Tak Terbayangkan, Anosmia hingga Delirium [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5293529/deretan-gejala-covid-19-yang-tak-terbayangkan-anosmia-hingga-delirium
    3. Media K. Kenali Tanda-tanda Mengalami Delirium, Gejala Baru Covid-19 Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/12/12/091000465/kenali-tanda-tanda-mengalami-delirium-gejala-baru-covid-19?page=all
    4. Setiawan E. Arti kata delirium – Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online [Internet]. Kbbi.web.id. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://kbbi.web.id/delirium
    5. IDI: Delirium Bukan Gejala Baru Covid-19 [Internet]. KOMPAS.tv. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://www.kompas.tv/article/129881/idi-delirium-bukan-gejala-baru-covid-19
    6. Nabila F. Kenali Pemicu Delirium, Gejala Baru yang Diidap Pasien COVID-19 [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5292222/kenali-pemicu-delirium-gejala-baru-yang-diidap-pasien-covid-19
    Read More
  • Tes air liur Covid-19 kemungkinan akan dipakai sebagai salah satu metode pemeriksaan untuk mendeteksi virus SARS-CoV-2 dalam tubuh manusia. Selama ini, pemeriksaan Covid-19 yang sudah tersedia meliputi rapid test, baik antibodi maupun antigen, serta PCR swab. Dari pemeriksaan yang ada, PCR swab dinyatakan sebagai pemeriksaan yang paling akurat untuk mendeteksi virus. Sayangnya, harga pemeriksaan PCR […]

    Tes Air Liur Covid-19 Dinilai Lebih Akurat dan Murah?

    Tes air liur Covid-19 kemungkinan akan dipakai sebagai salah satu metode pemeriksaan untuk mendeteksi virus SARS-CoV-2 dalam tubuh manusia. Selama ini, pemeriksaan Covid-19 yang sudah tersedia meliputi rapid test, baik antibodi maupun antigen, serta PCR swab. Dari pemeriksaan yang ada, PCR swab dinyatakan sebagai pemeriksaan yang paling akurat untuk mendeteksi virus. Sayangnya, harga pemeriksaan PCR ini cukup mahal, sehingga membuat orang-orang harus berpikir terlebih lebih dahulu sebelum mengeluarkan uang. Akibatnya, banyak orang lebih memilih metode rapid test yang lebih murah dan cepat, meskipun hasil yang didapat belum tentu akurat.1

    tes air liur covid-19, tes air ludah covid-19, saliva based testing

    Baca Juga: Rapid Swab Antigen dan Caranya Mendeteksi Covid-19

    Tes menggunakan air liur atau saliva-based testing ini disebut tidak kalah akurat dibandingkan PCR swab. Seperti kita ketahui, prosedur tes swab belakang hidung atau tenggorokan sering menyebabkan ketidaknyamanan. Pemeriksaan swab seringkali membuat orang yang diperiksa merasakan geli, mengeluarkan air mata, batuk-batuk, bahkan muntah. Berbeda dari metode swab, tes air air liur dapat dilakukan secara mandiri, sehingga tidak perlu ke tempat pemeriksaan. Cara ini diharapkan dapat mengurangi beban tenaga medis dalam melakukan pemeriksaan Covid-19 dan meminimalkan paparan virus dari pasien yang terinfeksi.1

    Yale University menguji akurasi tes air liur dibandingkan tes swab. Tim peneliti mengidentifikasi 70 pasien rumah sakit yang telah terkonfirmasi Covid-19 melalui swab. Setiap kali pasien melalukan tes swab, peneliti juga meminta pasien untuk menjalani tes air liur. Hasilnya, tes air liur bekerja lebih baik dalam mendeteksi virus SARS-CoV-2. Dalam lima hari pertama setelah diagnosis, sebanyak 81% tes air liur kembali positif apabila dibandingkan dengan tes swab sebesar 71%. Kesenjangan serupa tetap ada hingga 10 hari setelah diagnosis. Selain itu, para peneliti mendeteksi lebih banyak salinan materi genetik virus dalam air liur pasien dibandingkan dengan sampel yang diambil dari bagian belakang rongga hidung.2

    Produk Terkait: Rapid Test-PCR Swab

    Hokkaido University di Jepang juga melakukan penelitian serupa. Tim peneliti dari universitas tersebut menguji 1.924 orang yang tidak menunjukkan gejala Covid-19 dengan menggunakan sampel air liur dan tes swab di Bandara Haneda, Tokyo, dan Bandara Internasional Kansai di Osaka. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa air liur memiliki keakuratan sekitar 90% dalam mengidentifikasi kasus positif, dengan hampir tidak ada positif palsu. Para peneliti dalam pengujian tersebut juga memaparkan mengenai kemudahan tes, yakni dengan hanya meludah di sebuah cangkir kecil.3

    Sejauh ini, tes air liur Covid-19 sudah digunakan oleh beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura. Amerika Serikat sudah mendapatkan rekomendasi dari FDA untuk memulai tes ini dengan status open source, yang artinya tes dilakukan melalui laboratorium rekomendasi dari Yale University sebagai penguji. Tes air liur juga sudah diuji coba pada pemain basket profesional NBA.4 Inggris juga sudah mulai menguji tes ini pada para mahasiswa dan pelajar di negara tersebut,5 sedangkan Singapura sudah mendapat persetujuan langsung dari Advance MedTech untuk menggunakan tes ini secara massal.6

    Baca Juga: Inilah 7 Perbedaan PCR Swab dan Rapid Test Corona

    Harga Diklaim Lebih Murah

    Dari sisi biaya, seperti yang dilansir dari Kompas.com, harga tes liur ini dimulai dari US$ 10 per sampel atau Rp 140.547,96 jika dirupiahkan dengan mengacu pada konversi mata uang dolar ke rupiah pada saat ini. Dengan harga yang terjangkau tersebut, tes ini diharapkan bisa menjadi alternatif bagi orang yang ingin melakukan tes secara akurat, namun dengan harga yang cukup murah, serta hasil yang didapat kurang dari tiga jam.2

    Penggunaan tes air liur sendiri dalam mendeteksi penyakit sebenarnya bukanlah hal yang baru karena sebelum ada Covid-19 air liur sudah digunakan untuk mendeteksi kanker mulut, mendeteksi DNA seseorang, dapat digunakan untuk menelusuri kondisi kesehatan seseorang.7-9

    Baca Juga: Perlunya Nilai Cycle Treshold dalam Tes Corona

    Demikianlah mengenai tes air liur Covid-19 yang dapat menjadi alternatif di masa-masa semakin meningkatnya kasus Covid-19. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai tes Covid-19 dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Ada Kemungkinan Tes COVID-19 Bisa Dilakukan dari Sampel Air Liur [Internet]. detikinet. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://inet.detik.com/science/d-5156094/ada-kemungkinan-tes-covid-19-bisa-dilakukan-dari-sampel-air-liur
    2. Deteksi Covid-19 dari Air Liur Diklaim Lebih Cepat dan Murah, Ini Kata Peneliti [Internet]. kompas.com. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2020/08/17/100000323/deteksi-covid-19-dari-air-liur-diklaim-lebih-cepat-dan-murah-ini-kata?page=all
    3. Peneliti Jepang: Tes Swab Tidak Diperlukan Lagi dengan Adanya Tes Air Liur [Internet]. suara.com. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://www.suara.com/health/2020/10/01/121933/peneliti-jepang-tes-swab-tidak-diperlukan-lagi-dengan-adanya-tes-air-liur
    4. FDA Izinkan Tes Covid-19 dengan Air Liur |Republika Online [Internet]. Republika Online. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://republika.co.id/berita/qf9mpb463/fda-izinkan-tes-covid19-dengan-air-liur
    5. Inggris Membuat Tes Air Liur untuk Deteksi Virus Corona Hanya 15 Menit! [Internet]. suara.com. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://www.suara.com/health/2020/10/24/083144/inggris-membuat-tes-air-liur-untuk-deteksi-virus-corona-hanya-15-menit
    6. Lebih Nyaman dan Mudah, Singapura Mulai Uji Covid-19 Lewat Air Liur [Internet]. JawaPos.com. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://www.jawapos.com/internasional/12/12/2020/lebih-nyaman-dan-mudah-singapura-mulai-uji-covid-19-lewat-air-liur/
    7. Tes Air Liur untuk Deteksi Kanker Mulut [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-1895619/tes-air-liur-untuk-deteksi-kanker-mulut
    8. Berapa harga tes DNA di Indonesia? [Internet]. Antara News. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://www.antaranews.com/berita/1327530/berapa-harga-tes-dna-di-indonesia
    9. Ketahui kondisi kesehatanmu lewat pemeriksaan air liur selama 1 menit [Internet]. merdeka.com. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://www.merdeka.com/sehat/ketahui-kondisi-kesehatanmu-lewat-pemeriksaan-air-liur-selama-1-menit.html
    Read More
  • Berkendara di musim hujan tentu saja berbeda dari musim kemarau. Hal ini karena berkendara sewaktu hujan membutuhkan konsentrasi yang cukup tinggi karena hujan mampu mengaburkan jarak pandang apabila turun dengan sangat deras. Hal ini dapat mengakibatkan sejumlah kecelakaan, baik dalam bentuk kecelakaan tunggal atau melibatkan banyak kendaraan. Nah, konsentrasi sangat penting untuk menghindarkan diri dari […]

    Cara Meningkatkan Konsentrasi Berkendara di Musim Hujan

    Berkendara di musim hujan tentu saja berbeda dari musim kemarau. Hal ini karena berkendara sewaktu hujan membutuhkan konsentrasi yang cukup tinggi karena hujan mampu mengaburkan jarak pandang apabila turun dengan sangat deras. Hal ini dapat mengakibatkan sejumlah kecelakaan, baik dalam bentuk kecelakaan tunggal atau melibatkan banyak kendaraan. Nah, konsentrasi sangat penting untuk menghindarkan diri dari kecelakaan, Ketika melewati jalan yang rusak ataupun banjir. Namun, konsentrasi seringkali berkurang saat berkendara. Beberapa penyebabnya adalah sebagai berikut:

    berkendara di musim hujan, berkendara sewaktu hujan, berkendara saat musim hujan

    Baca Juga: Minuman Selain Kopi yang Membantu Meningkatkan Konsentrasi

    • Microsleep atau kondisi berkendara dalam keadaan mengantuk
    • Melewati rute baru
    • Memiliki masalah mental
    • Terganggu oleh banyak pandangan visual seperti iklan di jalan raya
    • Gangguan dari dalam kendaraan
    • Tidak terbiasa menggerakkan kendaraan yang belum dikuasai misal dari manual ke automatic
    • Terkena highway hypnosis saat berkendara di jalan yang cukup lurus

    Cara Meningkatkan Konsentrasi

    Agar berkendara tetap aman dan nyaman, pengemudi hendaknya menjaga stamina sehingga tidak mengantuk yang dapat membahayakan orang lain. Nah, inilah beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya Sahabat dapat selamat berkendara.

    Perlunya Istirahat yang Cukup

    Cara pertama untuk meningkatkan konsentrasi saat berkendara saat hujan adalah istirahat yang cukup sebelum berkendara. Apabila Sahabat berencana bepergian saat musim hujan, hindarilah bergadang supaya keesokan harinya menjadi lancar. Istirahatlah dalam rentang waktu 6-8 menit setiap hari. Istirahat ini juga bermanfaat bagi Sahabat selain untuk menghilangkan microsleep, juga dapat meningkatkan kesehatan jantung, menjaga kesehatan kulit, menjaga sistem kekebalan tubuh, mengendalikan nafsu makan, dan bisa aktif berkegiatan sepanjang hari.

    Utamakan Sarapan

    Supaya konsentrasi benar-benar fokus dan terjaga saat berkendara di musim hujan, jangan juga lupakan sarapan. Sarapan merupakan sumber energi dan daya fokus untuk beraktivitas sepanjang hari atau setidaknya hingga waktu makan siang. Sarapan tidak harus selalu makanan yang berat, Sahabat juga bisa mengonsumsi makanan yang merupakan sumber protein tinggi seperti telur atau susu.

    Baca Juga: Menu Makanan Sehat untuk Sehari-hari

    Konsumsi Minuman Berkafein

    Minuman berkafein dapat dijadikan sebagai pilihan agar konsentrasi tidak buyar saat mengendarai mobil atau motor di musim hujan. Minuman ini yang dapat ditemukan pada kopi dan teh dinilai bisa menghilangkan rasa kantuk yang biasa melanda selama mengemudi. Namun perlu diperhatkkan untuk tidak mengonsumsi secara berlebihan karena dapat menimbulkan dehidrasi.

    Konsumsi Vitamin dan Suplemen Tambahan

    Ada kalanya Sahabat lupa memberikan asupan yang baik untuk tubuh karena kesibukan sehari-hari. Hal itu tentu saja akan berpengaruh pada kondisi tubuh terutama saat mengemudi mobil dan motor di musim hujan yang membutuhkan konsentrasi cukup tinggi. Agar kebutuhan akan asupan yang baik terpenuhi Sahabat dapat menggantinya dengan konsumsi vitamin dan suplemen. Pilihlah vitamin A yang berguna untuk menajamkan mata dan C untuk mencegah terkena penyakit-penyakit di musim hujan seperti flu dan suplemen yang mengandung ekstrak ginseng alami untuk daya tahan tubuh yang kuat selama berkendara.

    Baca Juga: Vitamin C, Wajibkah Dikonsumsi Agar Tidak Terserang Corona?

    Itulah beberapa cara yang bisa digunakan untuk meningkatkan konsentrasi selama berkendara di musim hujan. Semoga artikel ini bermanfaat dan cukup membantu, serta bisa membantu Sahabat menghindarkan diri dari kecelakaan. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai konsentrasi dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. VIVA P. 5 Hal Bikin Konsentrasi Nyetir Buyar, Dengar Musik Juga? [Internet]. Viva.co.id. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://www.viva.co.id/otomotif/tips/1012832-5-hal-bikin-konsentrasi-nyetir-buyar-dengar-musik-juga
    2. Media K. Apa Itu Microsleep dan Bahayanya Saat Berkendara Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://sains.kompas.com/read/2019/10/14/200500823/apa-itu-microsleep-dan-bahayanya-saat-berkendara?page=all
    3. Highway Hypnosis, Kondisi Hilang Fokus Saat Menyetir di Jalan Lurus – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://tirto.id/highway-hypnosis-kondisi-hilang-fokus-saat-menyetir-di-jalan-lurus-eqLr
    4. Tbk P. Memasuki Musim Hujan, Ini Dia Cara Meningkatkan Fokus Saat Berkendara Jarak Jauh [Internet]. hemaviton.com. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://www.hemaviton.com/read/active/memasuki-musim-hujan-ini-dia-cara-meningkatkan-fokus-saat-berkendara-jarak-jauh
    5. 6 Makanan untuk Konsentrasi Mengemudi – GOODYEAR [Internet]. GOODYEAR. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://www.goodyear-indonesia.com/learn/6-makanan-untuk-konsentrasi-mengemudi
    Read More
  • Selain rapid test dan PCR swab sebagai metode untuk mengetahui positif atau tidaknya seseorang terhadap Covid-19, kini terdapat metode lain yang juga tidak kalah pentingnya, yaitu rapid swab antigen. Tes ini adalah penerapan uji Covid-19 dengan pengambilan sampel di pangkal hidung dan tenggorokan. Metode yang demikian mirip dengan PCR swab. Sebelum digunakan sebagai salah satu tes […]

    Rapid Swab Antigen dan Caranya Mendeteksi Covid-19

    Selain rapid test dan PCR swab sebagai metode untuk mengetahui positif atau tidaknya seseorang terhadap Covid-19, kini terdapat metode lain yang juga tidak kalah pentingnya, yaitu rapid swab antigen. Tes ini adalah penerapan uji Covid-19 dengan pengambilan sampel di pangkal hidung dan tenggorokan. Metode yang demikian mirip dengan PCR swab. Sebelum digunakan sebagai salah satu tes Covid-19, rapid swab ini biasanya digunakan untuk mendiagnosis penyakit pernapasan akibat virus influenza atau Respiratory Synctical Virus (RSV). Setelah Covid-19 benar-benar dinyatakan darurat, FDA Amerika Serikat memberikan izin pengunaan secara darurat untuk mengidentifikasi penyebab Covid-19. Tes ini termasuk tes diagnostik cepat yang dilakukan untuk mendeteksi keberadaan antigen virus Corona. Antigen merupakan protein asing yang memicu suatu proses pembuatan antibodi, dan antigen akan terdeteksi ketika virus sedang aktif menggandakan diri.

    rapid swab antigen

    Baca Juga: List dan Biaya Tempat Rapid Swab Antigen di Jabodetabek

    Apa Perbedaannya dengan Rapid Test Antibodi?

    Perbedaan dengan rapid test antibodi atau rapid test yaitu terletak pada cara pengambilannya. Rapid test sendiri diketahui mengambil darah dari jari atau tangan pasien untuk mendeteksi keberadaan Covid-19 di dalam tubuh sedangkan rapid test antigen lebih mirip dengan PCR swab. Perbedaan mendasar lainnya adalah rapid test antibodi mendeteksi antibodi berupa IgM dan IgG yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan Covid-19. Antibodi ini akan terbentuk bila ada paparan virus Corona atau SARS-CoV2. Rapid test antibodi sering dianggap tidak efektif karena saat terpapar virus, tubuh tidak langsung memproduksi antibodi, yang biasanya baru akan terbentuk setelah 10 hingga 14 hari. Kedua-duanya hanya mempunyai persamaan sebagai penapisan awal dengan hasil yang bisa didapatkan selama 30 menit.

    Produk Terkait: Rapid Test-PCR Swab Antigen

    Lalu Apakah Ada Perbedaan dengan PCR Swab?

    Meski mempunyai metode yang sama dengan PCR Swab, rapid antigen ini ternyata mempunyai perbedaan dengan tes swab. Perbedaannya adalah pada metode pencarian. Swab antigen diketahui mencari protein yang terdapat di permukaan virus sedangkan PCR swab mencari material genetik pada virus Corona penyebab Covid-19. Perbedaan lainnya adalah hasil yang didapatkan dari swab antigen tidak terlalu sensitif sehingga berisiko memberikan hasil false negative dan false positive. Hal ini karena swab antigen tidak mempunyai banyak bahan kimia jika dibandingkan dengan PCR, dan reagen dapat salah mengenal protein Covid-19 atau sama sekali melewatkannya. Pemeriksaannya hanya mampu mendeteksi 11,1% hingga 45,7% positif Covid-19 daripada yang yang menggunakan PCR swab. Sehingga, pasien diharapkan tetap melakukan PCR swab setelah melakukan rapid antigen ini terutama pada pasien yang hasilnya negatif tapi menunjukkan gejala atau berisiko terpapar Covid-19.

    Baca Juga: Infografik Perbedaan Tes Corona dari Rapid Test hingga Swab Test (PCR)

    Siapa yang Perlu Diperiksa dengan Metode ini?

    Pemeriksaan rapid test antigen digunakan pada orang dengan konfirmasi tanpa gejala, dan orang yang telah melakukan kontak dengan pasien konfirmasi Covid-19. Selain dengan orang konfirmasi tanpa gejala, metode ini juga diperlukan bagi pasien dalam dengan status suspek dan kontak erat pada wilayah yang tidak mempunyai fasilitas pemeriksaan reverse transcriptase-polymerase chain reaction atau RT-PCR atau tidak mempunyai media pengambilan specimen (swab dan VTM).

    Fasilitas Kesehatan Mana Saja yang Melayani?

    Rapid swab antigen dapat dilakukan di fasilitas layanan kesehatan yang memiliki biosafety cabinet atau area kerja laboratorium dengan ventilasi udara yang telah direkayasa untuk mengamankan pekerja yang bekerja dengan sampel material, lingkungan dan sampel material dari kemungkinan bahaya terkontaminasi atau menimbulkan penyebaran bakteri atau virus yang bersifat patogen.

    Bagaimana Alur Pemeriksaannya?

    Untuk alur pemeriksaan setelah melakukan tes swab antigen adalah sebagai berikut:

    Positif

    Apabila Sahabat terkonfirmasi positif Covid-19 melalui metode ini akan diarahkan langsung untuk real time PCR/TCM SARS-CoV-2 swab/sputum 2 kali selama dua hari berturut-turut. Melakukan isolasi mandiri di rumah jika terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala dan terkena gejala ringan. Dirujuk ke rumah sakit darurat jika mempunyai gejala sedang dan ke rumah sakit rujukan jika berat.

    Negatif

    Sedangkan jika negatif akan diarahkan untuk isolasi mandiri. Apabila selama isolasi gejala memberat segera ke fasyankes, dan apabila gejala infeksi ISPA tidak muncul selama 10 hari lakukan rapid test antibodi 10 hari kemudian. Kemudian apabila positif, harus melakukan real time PCR/TCM SARS CoV-2 Swab/Sputum sebanyak 2 kali dan selama 2 hari berturut-turut. Selebihnya sama dengan yang positif, Sahabat bisa melakukan isolasi mandiri di rumah jika tanpa gejala dan punya gejala ringan. Apabila gejalanya sedang berat harap segera ke rumah sakit darurat dan rujukan.

    Baca Juga: Tempat PCR Swab di Jabodetabek, List dan Biayanya

    Demikianlah Sahabat mengenai rapid swab antigen yang ternyata tidak kalah pentingnya sebagai salah satu pendeteksi Covid-19. Untuk rapid antigen ini Sahabat bisa mendapatkannya di Prosehat dan mitra-mitra berupa rumah sakit, laboratorium yang telah bekerja sama dengan Prosehat. Caranya cukup mudah, Sahabat bisa datang langsung ke mitra-mitra Prosehat atau melakukan pemesanan, baik di website atau aplikasi Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Indonesia C. Mengenal Swab Antigen Covid-19, Lebih Cepat dari Tes PCR [Internet]. teknologi. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20200809142754-199-533785/mengenal-swab-antigen-covid-19-lebih-cepat-dari-tes-pcr
    2. Astutik Y. Perkuat Testing, Pemerintah Diminta Terapkan Swab Antigen [Internet]. news. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/news/20201204133340-4-206880/perkuat-testing-pemerintah-diminta-terapkan-swab-antigen
    3. Widiyani R. Swab Antigen, Rapid Test, Test PCR: Perbedaan dan Tingkat Akurasinya [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5268477/swab-antigen-rapid-test-test-pcr-perbedaan-dan-tingkat-akurasinya
    4. Rapid Test Antigen & Antibodi, Mana yang Efektif Deteksi COVID-19? – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://tirto.id/rapid-test-antigen-antibodi-mana-yang-efektif-deteksi-covid-19-f5tz
    5. Media K. Beda Alur Pemeriksaan Rapid Test Antibodi dan Rapid Test Antigen Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/04/09/100100868/beda-alur-pemeriksaan-rapid-test-antibodi-dan-rapid-test-antigen?page=all
    Read More
  • Vaksin Covid-19 dari Sinovac telah tiba di Indonesia pada Minggu malam, 6 Desember 2020, dan akan memulai tahapan izin edar dan distribusi dari BPOM untuk selanjutnya. Keberadaan vaksin yang mampu meminimalkan penyebaran Covid-19 di Indonesia menjadi harapan baru kita. Meski begitu, masyarakat harus tetap menjalankan 3M berupa mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Selain […]

    Vaksin Lain Selain Sinovac dan Beberapa Efek Sampingnya

    Vaksin Covid-19 dari Sinovac telah tiba di Indonesia pada Minggu malam, 6 Desember 2020, dan akan memulai tahapan izin edar dan distribusi dari BPOM untuk selanjutnya. Keberadaan vaksin yang mampu meminimalkan penyebaran Covid-19 di Indonesia menjadi harapan baru kita. Meski begitu, masyarakat harus tetap menjalankan 3M berupa mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Selain Sinovac, Indonesia ternyata juga sudah menetapkan vaksin-vaksin Covid-19 lain.

    vaksin lain selain Sinovac

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia dan Cara Mendapatkannya

    Vaksin Lain Selain Sinovac

    Berikut ini adalah vaksin-vaksin lain selain Sinovac yang sudah direkomendasikan oleh pemerintah Indonesia dalam menangani pandemi Covid-19. Vaksin-vaksin itu adalah:

    Bio Farma

    Di urutan pertama adalah vaksin buatan Bio Farma, BUMN yang bergerak di bidang farmasi dan obat-obatan. Vaksin yang sedang diproduksi dan dikembangkan ini adalah Vaksin Merah Putih yang pembuatannya bekerja sama dengan Lembaga Biomolekuler Eijkman. Selain akan memproduksi Vaksin Merah Putih, Bio Farma juga menjalin kerja sama dengan Sinovac dalam pembuatan dan distibusi vaksin Sinovac curah.

    AstraZeneca

    Vaksin yang dibuat oleh AstraZeneca dari Inggris ini bekerja sama dengan salah satu universitas ternama di dunia, Universitas Oxford. Berdasarkan sebuah laporan vaksin AstraZeneca ini 90% efektif mencegah Covid-19. Harga vaksin ini diklaim jauh lebih murah dan lebih sedikit menimbulkan masalah dalam hal distribusi dan administrasi.

    Moderna

    Di tempat selanjutnya adalah vaksin buatan Moderna yang merupakan vaksin lain selain Sinovac. Vaksin ini diklaim oleh Moderna sendiri memiliki efektivitas hampir 95%. Moderna mengklaim bahwa vaksin Covid-19 miliknya dapat disimpan dalam keadaan beku di suhu minus 20 derajat Celcius, dan dalam lemari es, vaksin ini mampu bertahan selama sebulan. Pemberiannya membutuhkan dua dosis. Dosis pertama dan kedua diberikan dengan jarak 4 minggu. Apabila disetujui, ia akan menjadi vaksin pertama yang menggunakan teknologi RNA.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu, Serta Bagaimana Cara Vaksinasi ke Rumah?

    Sinopharm

    Selain Sinovac, Indonesia juga sudah menetapkan vaksin lainnya dari Cina, yaitu Sinopharm, dan dilaporkan sudah masuk tahap uji klinis pada manusia. Vaksin buatan Sinopharm bekerja dengan melemahkan virus Corona atau sering disebut dengan inactivated vaccine. Kandidat vaksin ini diklaim yang pertama menunjukkan imunogenisitas dan keamanan yang sangat bagus di dunia.

    Pfizer

    Terakhir adalah vaksin buatan Pfizer asal Amerika Serikat yang bekerja sama dengan BioNTech. Vaksin ini merupakan vaksin yang sangat dinantikan, dan efektivitasnya lebih dari 90%. Vaskin Pfizer inilah yang direkomendasikan mampu mengakhiri pandemi. Seperti halnya Moderna, vaksin ini menggunakan teknologi RNA. Dalam pemberiannya Pfizer membutuhkan dua dosis. Satu dosis untuk menjaga tubuh dan dosis lainnya untuk meningkatkan respons. Jarak pemberian dosis yakni tiga minggu.

    Itulah vaksin-vaksin lain selain Sinovac, yang bagi pemerintah Indonesia terbuka kemungkinan untuk dijajaki kerja sama. Adapun syarat-syarat vaksin yang dijajaki untuk bekerja sama sebagai berikut:

    • Kandidat vaksin dikaji mendalam berdasarkan kaidah keilmuan
    • Lolos uji klinis tahap ketiga
    • Memperoleh emergency use authorization(EUA) dari BPOM
    • Sesuai karakter masyarakat Indonesia
    • Sesuai dengan sarana pendukung lainnya

    Lalu bagaimanakah dengan efek samping?

    Mengenai efek samping sudah pasti dalam semua vaksin yang diproduksi manusia. Efek samping yang dihasilkan ini merupakan hal yang wajar, dan karena tubuh sedang belajar cara merespons imun yang sedang diberikan. Efek samping yang dilaporkan dari sejumlah vaksinasi yang telah diuji coba seperti Pfizer, Moderna, dan Sinovac adalah nyeri karena suntikan, kelelahan, nyeri sendi, sakit kepala, dan nyeri otot yang berlangsung 1-2 hari. Namun hal ini lebih baik daripada terkena Covid-19 yang belum tentu diketahui waktu penyembuhannya.

    Baca Juga: Mengembangkan Vaksin dalam Pandemic Speed, Bagaimana dengan Indonesia?

    Nah, Sahabat jangan ragu untuk melakukan vaksinasi saat vaksinasi Covid-19 sudah dimulai oleh pemerintah sebab vaksinasi itu baik untuk pencegahan. Apabila Sahabat ingin mengetahui lebih banyak soal vaksinasi Covid-19, Sahabat bisa berkonsultasi di Prosehat, dan apabila Sahabat ingin melindungi diri selain melakukan 3M dengan rapid test dan PCR swab, sahabat juga bisa melakukannya di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Karnesyia A. 1 dari 6 Jenis Vaksin COVID-19 Tiba di Indonesia, Simak Cara Dapatnya [Internet]. trending. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://www.haibunda.com/trending/20201207094609-93-178213/1-dari-6-jenis-vaksin-covid-19-tiba-di-indonesia-simak-cara-dapatnya
    2. MEDIA P. Perbedaan 3 Vaksin [Internet]. akurat.co. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://akurat.co/news/id-1238057-read-perbedaan-3-vaksin
    3. Efek Samping Vaksin Jauh Lebih Ringan daripada Kena Covid-19 |Republika Online [Internet]. Republika Online. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://republika.co.id/berita/qkquj9414/efek-samping-vaksin-jauh-lebih-ringan-daripada-kena-covid19
    Read More
  • Mencari tempat rapid swab antigen di Jabodetabek sebenarnya tidak terlalu sulit bagi Sahabat Sehat yang memang menginginkan melakukan salah satu tes Corona selain rapid test dan PCR swab. Rapid swab test ini merupakan salah satu  metode tes Corona yang mampu mendeteksi keberadaan virus Covid-19 dalam waktu dari 30 menit hingga 60 menit seperti halnya rapid […]

    List dan Biaya Tempat Rapid Swab Antigen di Jabodetabek

    Mencari tempat rapid swab antigen di Jabodetabek sebenarnya tidak terlalu sulit bagi Sahabat Sehat yang memang menginginkan melakukan salah satu tes Corona selain rapid test dan PCR swab. Rapid swab test ini merupakan salah satu  metode tes Corona yang mampu mendeteksi keberadaan virus Covid-19 dalam waktu dari 30 menit hingga 60 menit seperti halnya rapid test. Metode rapid antigen ini sama halnya dengan PCR swab, yaitu dengan mengusapkan alat pada hidung dan tenggorokan. Tingkat akurasinya sendiri di bawah tes swab. Karena itulah, rapid antigen lebih akurat dari rapid test, dan dapat menjadi pilihan alternatif bagi Sahabat Sehat yang menginginkan tes yang lebih akurat namun terkendala biaya. Sebab, selama ini yang paling akurat dari semua tes Corona yang ada hanyalah PCR swab. Namun, biaya yang harus dikeluarkan cukup mahal bisa mencapai hingga Rp 5 juta meskipun pemerintah sendiri sudah memutuskan batas maksimal untuk tes Swab adalah Rp 900.000.

    tempat rapid swab antigen di Jabodetabek, list tempat rapid swab antigen di Jabodetabek, biaya tempat rapid swab antigen di Jabodetabek

    Baca Juga: Infografik Perbedaan Tes Corona dari Rapid Test hingga PCR Swab

    Diketahui bahwa untuk rapid swab test ini biaya yang dikeluarkan dimulai dari angka Rp 350.000 hingga Rp 750.000. Berikut ini adalah fasilitas-fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, laboratorium, dan klinik di Jabodetabek yang menyediakan layanan tersebut, serta dilengkapi juga dengan biayanya untuk Sahabat jadikan sebagai rujukan terutama bagi Sahabat yang berencana berlibur di akhir tahun.

    Untuk layanan rapid antigen lebih lanjut, Sahabat silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Rumah Sakit

    Jakarta

    Rumah Sakit Omni Pulomas

    Rumah sakit pertama di Jabodetabek yang menyediakan layanan rapid antigen ini adalah Rumah Sakit Omni yang merupakan salah satu jaringan Omni Hospital. Di Jakarta rumah sakit ini berada di Pulomas, Jakarta Timur, tepatnya di Jalan Pulomas Barat VI Nomor 20 RT 1 RW 1 Kayu Putih, Pulogadung. Biaya untuk layanan di rumah sakit ini berkisar dari harga Rp 575.000. Info lebih lengkap silakan hubungi 02129779999.

    Rumah Sakit Atmajaya

    Rumah sakit kedua di Jabodetabek yang menyediakan layanan rapid antigen adalah Rumah Sakit Atmajaya. Rumah sakit ini terletak di Jalan Pluit Raya Nomor 2, Penjaringan, Jakarta Utara. Layanan rapid swab di rumah sakit ini berkisar dari angka Rp 600.000. Untuk info lebih lanjut silakan klik tautan berikut ini.

    Rumah Sakit Siloam

    Rumah sakit ketiga di Jabodetabek yang bisa Sahabat jadikan sebagai rujukan untuk tes antigen adalah Rumah Sakit Siloam Grup, yang jaringannya tersebar di hampir seluruh Indonesia. Untuk rapid antigent pada rumah sakit yang punya 3 alamat di Jakarta ini, yaitu di Kebon Jeruk, Semanggi, dan T.B. Simatupang ini harga yang dipatok mulai dari Rp 499.000 hingga Rp 699.000. Untuk informasi lebih lengkap silakan hubungi 1500181.

    Rumah Sakit Cendana

    Rumah sakit lainnya di Jabodetabek untuk rujukan swab antigen adalah Rumah Sakit Cendana. Rumah sakit ini beralamat di Jalan Kedoya Raya Nomor 2 RT 7 RW 3 Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Biaya layanan rapid antigen di rumah sakit ini dimulai dari harga Rp 277.000. Info lebih lengkap silakan hubungi 02129863838.

    Bogor

    Rumah Sakit Siloam Bogor

    Untuk wilayah Bogor yang masuk Jabodetabek rumah sakit yang mempunyai layanan rapid antigen adalah Rumah Sakit Siloam Bogor. Rumah sakit ini terletak di Jalan Raya Pajajaran Nomor 27, Tegallega, Bogor Tengah, Bogor, Jawa Barat. Untuk informasi lebih lengkap silakan hubungi 02518303911.

    Bekasi

    Rumah Sakit Siloam Bekasi

    Rumah Sakit Siloam tidak hanya ada di Jakarta dan Bogor saja, tetapi juga ada di Bekasi, yaitu Rumah Sakit Siloam Bekasi yang juga mempunyai layanan rapid antigen. Di kota ini Rumah Sakit Siloam berada di Rawalumbu dan Bekasi Timur. Layanan swab antigen di rumah sakit ini dimulai dari harga Rp 499.000 hingga Rp 690.000. Informasi lebih lengkap silakan hubungi 1500181.

    Rumah Sakit Omni Bekasi

    Terletak di Jalan Pulo Ribung Nomor 1 RT 001/RW 021 Pekayon Jaya, Bekasi Selatan, Rumah Sakit Omni Bekasi menyediakan layanan rapid antigen yang dimulai dari harga Rp 575.000. Untuk info lebih lengkap silakan hubungi 02129779999.

    Tangerang

    Rumah Sakit Siloam Tangerang

    Tangerang sendiri juga mempunyai rumah sakit yang melayani rapid antigen. Tepatnya di rumah sakit Siloam Tangerang. Rumah sakit ini beralamat di Jalan Siloam Nomor 6 Lippo Karawaci 1600 Tangerang. Harga layanan swab antigen di rumah sakit ini dimulai dari harga Rp 499.000 hingga Rp 699.000. Info lebih lengkap silakan hubungi 1500181.

    Rumah Sakit Omni Alam Sutera

    Selain Rumah Sakit Siloam Tangerang, juga terdapat Rumah Sakit Omni Alam Sutera yang mempunyai layanan rapid antigen. Rumah sakit ini beralamat di Jalan Alam Sutera Boulevard Kavling 25, Pakulonan, Serpong Utara, Tangerang Selatan. Harga layanan rapid antigen di rumah sakit ini dimulai dari Rp 575.000 hingga Rp 700.000. Info lebih lengkap silakan hubungi 02129779999.

    Baca Juga: Tempat PCR Swab di Jabodetabek, List dan Biayanya

    Laboratorium dan Klinik

    Selain rumah sakit, tempat rapid swab antigen di Jabodetabek lainnya adalah laboratorium dan klinik yang bisa Sahabat Sehat jadikan rujukan. Berikut adalah laboratorium dan klinik tersebut.

    Laboratorium Helix Lab

    Helix Lab merupakan salah satu laboratorium di Jabodetabek yang menyediakan layanan rapid antigen. Laboratorium ini beralamat di Jalan Profesor Lafran Pane Nomor 13, Tugu, Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Tarif yang dikenakan dimulai dari Rp 350.000. Untuk info lebih lengkap silakan klik di sini.

    Poliklinik Cellscience

    Cellscience adalah salah satu poliklinik di Jabodetabek yang beralamat di banyak di mal di Jakarta seperti Lippo Mal Kemang dan Puri, serta Mal Kota Kasablanka. Poliklinik ini menyediakan layanan swab antigen yang  dimulai dari harga Rp 420.000. Untuk info lebih lengkap silakan hubungi 081511112023.

    Klinik Tridatama

    Klinik Tridatama adalah salah satu klinik di Jabodetabek yang juga menyediakan layanan swab antigen adalah klinik Tridatama yang beralamat di CIBIS Park Nomor 2 Jalan T.B. Simatupang Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Layanan swab antigen di klinik ini dikenakan dari angka Rp 349.000. Info lebih lengkap silakan hubungi 021331069999.

    Klinik Gloskin Aesthetic

    Beralamat di Ruko Grand Soepomo Jalan Profesor Dr. Soepomo Nomor 73A, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, Gloskin Aesthetic adalah salah satu klinik yang menyediakan layanan rapid antigen. Tarifnya sendiri dimulai dari harga Rp 665.000, dan hasilnya dikirimkan lewat email. Info lebih lengkap silakan hubungi 02128543511.

    Klinik NK Health

    Terkenal sebagai salah satu klinik fisioterapi di Jabodetabek, NK Health ternyata juga mempunyai layanan rapid antigen. Beralamat di Jalan Tatalogam Tower Lantai 3 Jalan Arjuna Utara Nomor 89 RT 9/RW1, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, ini mempunyai tarif yang dimulai dari harga Rp 387.000. Info lebih lengkap silakan hubungi 087877620119.

    Klinik Mayapada

    Berlokasi di Kavling 27, Jalan Jenderal Sudirman, Kuningan, Karet, Setiabudi, Jakarta Selatan, Mayapada merupakan salah satu klinik yang juga menyediakan layanan swab antigen. Tarif yang dikenakan dimulai dari Rp 550.000, dan hasilnya dapat dikirimkan via email. Info lebih lengkap silakan hubungi 087881906546.

    Klinik Miracle

    Klinik lainnya di Jabodetabek yang juga mempunyai layanan swab antigen adalah Klinik Miracle. Klinik ini beralamat di Sudirman Plaza-Indofood Tower Lantai 8 Jalan Jenderal Sudirman Kav 76-78 Setiabudi, Jakarta Selatan. Tarif untuk rapid antigen di klinik ini dimulai dari Rp 550.000, dan hasilnya bisa dikirimkan via email. Info lebih lengkap silakan hubungi 081283391220.

    Klinik Medizen

    Klinik Medizen adalah klinik yang beralamat di Menara Standard Chartered Lantai Lower Ground Podium Blok 004B Jalan Profesor Dr. Satrio Nomor 64, Karet Semanggi, Setiabudi, Jakarta Selatan. Tarif yang dikenakan dimulai dari Rp 500.000. Info lebih lengkap silakan hubungi 082210383388.

    Klinik Merial Health

    Beralamat di Jalan Dewi Sartika Nomor 132, Cawang, Jakarta Timur, Merial Health adalah salah satu klinik di Jabodetabek yang menyediakan rapid antigen. Tarif layanan ini dimulai dari harga Rp 450.000. Info lebih lengkap silakan klik tautan berikut.

    Klinik An Nafi

    Klinik An-Nafi adalah klinik yang beralamat di Jalan Puma Raya, Sertajaya, Cikarang Pusat, Cikarang, Kabupaten Bekasi. Klinik ini mempunyai layanan swab antigen yang dimulai dari harga Rp 750.000. Info lebih lengkap silakan klik tautan berikut.

    Klinik Mitra Pandawa

    Beralamat di Jalan A Karang Anyar Nomor 61 RT 15/RW 4, Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Klinik Mitra Pandawa adalah salah satu klinik yang juga mempunyai layanan swab antigen yang dimulai dari harga Rp 200.000. Info lebih lengkap silakan klik tautan berikut.

    Klinik Kasih

    Klinik Kasih adalah salah satu klinik yang juga menyediakan layanan swab antigen. Terletak di Jalan Palmerah Barat Nomor 45, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, ini mematok harga dimulai dari Rp 150.000 untuk rapid antigen. Untuk info lebih lengkap dan pemesanan silakan klik tautan berikut.

    Baca Juga: Inilah 7 Perbedaan PCR Swab dan Rapid Test Corona

    Prosehat

    Selain di rumah sakit, laboratorium, dan klinik, tempat rapid swab antigen di Jabodetabek yang bisa Sahabat jadikan rujukan adalah Prosehat yang menyediakan rapid antigen ke rumah. Layanan ini tentu saja mempermudah Sahabat yang bisa saja tidak mempunyai waktu sama sekali atau merasa kemahalan jika melakukan tes antigen di rumah sakit. Untuk layanan dari Prosehat ini Sahabat akan mendapat banyak keuntungan, yaitu bisa konsultasi secara online dengan dokter melalui WA, konfirmasi jadwal, dan dokter datang tepat waktu. Cara mengakses layanan ini cukup mudah, cukup buka website atau aplikasi, dan pilih ke Rapid Test Covid-19. Apabila Sahabat memerlukan layanan rapid swab antigen lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Daftar Lokasi Swab Test di Jakarta, Tarif Mulai dari Rp875 Ribu! [Internet]. Parenting.orami.co.id. 2020 [cited 10 December 2020]. Available from: https://parenting.orami.co.id/magazine/daftar-lokasi-swab-test-di-jakarta/
    2. Indonesia C. Mengenal Swab Antigen Covid-19, Lebih Cepat dari Tes PCR [Internet]. teknologi. 2020 [cited 10 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20200809142754-199-533785/mengenal-swab-antigen-covid-19-lebih-cepat-dari-tes-pcr
    3. detikHealth T. 5 Fakta Swab Antigen yang Dipakai Anies Baswedan Sebelum Positif COVID-19 [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 10 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5277794/5-fakta-swab-antigen-yang-dipakai-anies-baswedan-sebelum-positif-covid-19
    4. Cari dokter dan buat janji dengan dokter pilihan Anda – Siloam Hospitals [Internet]. Appointment.siloamhospitals.com. 2020 [cited 10 December 2020]. Available from: https://appointment.siloamhospitals.com/paket-tes-covid-19-siloam-hospitals
    Read More
  • Upaya untuk mencegah dan meminimalkan penyebaran Covid-19 di Indonesia menggunakan vaksinasi tampaknya akan menjadi kenyataan. Vaksin Covid-19 buatan Sinovac sudah tiba di Tanah Air pada tanggal 6 Desember 2020.1 Meskipun vaksin sudah tersedia, pemerintah tetap menganjurkan masyarakat untuk melaksanakan 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak), sementara pemerintah diharapkan untuk terus menggalakkan 3T (tracing, testing, […]

    Meski Vaksin Beredar, Tetap Konsumsi Asupan Bernutrisi untuk Kekebalan Tubuh

    Upaya untuk mencegah dan meminimalkan penyebaran Covid-19 di Indonesia menggunakan vaksinasi tampaknya akan menjadi kenyataan. Vaksin Covid-19 buatan Sinovac sudah tiba di Tanah Air pada tanggal 6 Desember 2020.1 Meskipun vaksin sudah tersedia, pemerintah tetap menganjurkan masyarakat untuk melaksanakan 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak), sementara pemerintah diharapkan untuk terus menggalakkan 3T (tracing, testing, dan treatment) sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus.

    asupan bernutrisi untuk kekebalan tubuh

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tersedia, Pandemi Corona Berakhir?

    Sahabat Sehat harus menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan berolahraga, menghindari stres, dan mengonsumsi asupan nutrisi secara tepat untuk menjaga sistem imun tubuh tetap baik. Dengan demikian, Sahabat akan terhindar dari infeksi virus, baik secara langsung maupun tidak. Berikut ini adalah asupan nutrisi yang dapat membantu sistem imun tubuh untuk melawan penyakit menular dan berpotensi mematikan, termasuk Covid-19. Asupan nutrisi ini akan membantu Sahabat tetap sehat, sembari menunggu vaksin bisa diedarkan ke masyarakat.

    Vitamin C

    Vitamin C ini sering disebut-sebut sebagai vitamin yang mampu membantu membentuk kekebalan tubuh secara alami dengan mendorong produksi antibodi agar tubuh mampu melawan penyakit.2 Vitamin C dikatakan mampu mencegah infeksi dan mempercepat masa penyembuhan infeksi.3 Sebagai antioksidan, vitamin C mampu melindungi sel dari stres oksidatif yang menyebabkan produksi radikal bebas, memicu kerusakan sel, dan memperburuk peradangan. Vitamin C juga membantu membersihkan kekacauan seluler dengan sel-sel respons imun, termasuk neutrofil, limfosit, dan fagosit.4 Untuk mendapatkan vitamin C, Sahabat bisa mengonsumsi sayur dan buah, seperti bayam, kubis, paprika, stroberi, dan pepaya.3

    Produk Terkait: Jual Vitamin C

    Vitamin D

    Selain vitamin C, vitamin D juga dikatakan bisa membantu menjaga kekebalan tubuh. Cara paling mudah untuk mendapatkan vitamin D adalah dengan bangun pagi, lalu merasakan hangat sinar matahari selama 30 menit. Secara alami, vitamin ini bisa dipoduksi dari kulit setelah terpapar sinar matahari. Manfaat lain dari sinar matahari adalah mencegah lemah otot, osteoporosis, nyeri tulang dan punggung, serta rambut rontok. Selain dari sinar matahari, vitamin D juga bisa didapatkan dari susu sapi, susu kedelai, yogurt, telur, minyak ikan, ikan sarden, dan tuna.2

    Vitamin E

    Vitamin mempunyai kandungan yang sangat penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh menjadi lebih kuat. Vitamin ini mudah ditemukan di berbagai makanan dan sering ditambahkan ke produk makanan tertentu.2 Vitamin E berperan dalam pelebaran pembuluh darah dan mencegah terbentuknya gumpalan darah. Sel-sel dalam tubuh memerlukan vitamin E untuk berinteraksi satu sama lain dan melakukan berbagai fungsi penting. Kekurangan vitamin ini bisa menyebabkan tubuh merasakan berbagai gejala, seperti mudah lelah, refleks yang lambat, banyak bergerak atau sulit mengambil suatu benda, gangguan penglihatan, kesemutan atau mati rasa di bagian tubuh.2 Vitamin E, seperti vitamin C, juga merupakan antioksidan yang dapat membantu tubuh melawan infeksi. Vitamin E berperan dalam hampir 200 reaksi biokimia dalam tubuh yang sangat penting untuk kerja sistem kekebalan. Vitamin E bisa didapatkan dari asupan makanan, seperti kacang almond, biji bunga matahari, safflower atau minyak bunga matahari, dan minyak kedelai kacang hazel.3

    Vitamin A

    Vitamin A merupakan garis pertahanan pertama tubuh yang ikut berperan dalam membentuk penghalang yang berfungsi menjaga struktur sel di kulit, saluran pernapasan, dan saluran pencernaan. Vitamin ini juga dibutuhkan untuk membantu pembuatan antibodi yang dapat menetralkan patogen penyebab infeksi. Vitamin A bisa Sahabat temukan dalam ikan berminyak, kuning telur, keju, tahu, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Selain itu, sayuran yang mengandung beta-karoten dapat dikonversi tubuh menjadi vitamin A, dapat ditemukan pada pada sayuran hijau, sayuran kuning dan jingga, seperti labu dan wortel.4

    Produk Terkait: Jual Vegefrut Kapsul Ekstrak Sayur dan Buah

    Vitamin B

    Vitamin B, terutama B6, B9, dan B12, berperan penting pada respons pertama pertahanan tubuh setelah diketahui adanya patogen. Vitamin B memengaruhi produksi dan aktivitas sel “pembunuh” alami yang menyebabkan kematian sel atau apoptosis. Vitamin B bisa didapatkan dari sereal, kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, buah, ikan, ayam, dan daging untuk B6. Sedangkan vitamin B9 atau asam folat dapat ditemukan pada sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, biji-bijian, dan bahkan tepung roti. Vitamin B12 terdapat dalam produk-produk hewani, termasuk telur, daging, susu, serta susu kedelai yang telah diperkaya dengan vitamin tersebut.4

    Baca Juga: Cara Dapatkan Imunitas Tubuh Secara Alami Tanpa ke Bioskop

    Zat Besi, Seng, dan Selenium

    Selain vitamin, terdapat zat lain berupa mineral yang dapat membantu menjaga kekebalan tubuh. Mineral yang dibutuhkan tubuh di antaranya adalah zat besi, seng, dan selenium. Zat besi sendiri diketahui dapat membantu mengatur reaksi enzim yang penting bagi sel kekebalan untuk mengenali dan menargetkan patogen. Seng membantu menjaga integritas kulit dan selaput lendir. Seng dan selenium bertindak sebagai antioksidan. Keduanya membantu memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh stres oksidatif. Zat besi terkandung dalam daging, ayam, ikan, kacang-kacangan, serealia utuh, dan sereal. Seng dapat ditemukan dalam tiram dan makanan laut, daging ayam, kacang kering, dan kacang-kacangan. Sementara selenium dapat ditemukan pada kacang Brasil, daging, sereal, dan jamur.4

    Baca Juga: 5 Cara Tingkatkan Imun untuk Lawan Corona

    Itulah beberapa asupan bernutrisi yang mampu membantu Sahabat untuk menjaga kekebalan tubuh selama pandemi, selagi vaksin Covid-19 belum beredar. Namun, Sahabat jangan sampai terlena walaupun kini sudah ada vaksin di Indonesia. Sebaiknya, Sahabat tidak meninggalkan PHBS dan mengonsumsi nutrisi-nutrisi ini supaya diri Sahabat tetap terjaga dari berbagai serangan penyakit, dan tidak hanya Covid-19. Apabila Sahabat menginginkan informasi lebih lanjut seputar asupan bernutrisi untuk menjaga kekebalan tubuh dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Mengenal Vaksin Sinovac yang Telah Tiba di Indonesia [Internet]. Kompas.com. 2020 [cited 8 December 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/12/08/110300765/mengenal-vaksin-sinovac-yang-telah-tiba-di-indonesia?page=all
    2. Vitamin dan Mineral untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh [Internet]. cnnindonesia.com. 2020 [cited 8 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200312120215-255-482798/vitamin-dan-mineral-untuk-meningkatkan-kekebalan-tubuh
    3. 8 Jenis Vitamin dan Mineral yang Bantu Perkuat Sistem imun [Internet]. Kompas.com. 2020 [cited 8 December 2020]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/12/05/140000568/8-jenis-vitamin-dan-mineral-yang-bantu-perkuat-sistem-imun
    4. Ini nutrisi yang bisa meningkatkan imun tubuh [Internet]. kesehatan.contan.co.id. 2020 [cited 8 December 2020]. Available from: https://kesehatan.kontan.co.id/news/ini-nutrisi-yang-bisa-meningkatkan-imun-tubuh
    Read More
  • Pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum dapat diprediksi kapan berakhirnya kemudian membuat sebuah fenomena long Covid atau Covid berkepanjangan berdasarkan laporan WHO pada 9 September 2020. Long Covid adalah istilah untuk gejala-gejala yang dialami pasien pasca-infeksi Covid-19. Keluhan yang terjadi biasanya berupa mild symtomps atau gejala ringan, dan rata-rata mengalami gejala lebih dari 3 minggu […]

    Fenomena Long Covid, Gejala yang Menyerang Eks-Pasien Covid-19

    Pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum dapat diprediksi kapan berakhirnya kemudian membuat sebuah fenomena long Covid atau Covid berkepanjangan berdasarkan laporan WHO pada 9 September 2020. Long Covid adalah istilah untuk gejala-gejala yang dialami pasien pasca-infeksi Covid-19. Keluhan yang terjadi biasanya berupa mild symtomps atau gejala ringan, dan rata-rata mengalami gejala lebih dari 3 minggu bahkan berbulan-bulan setelah gejala awal dialami oleh pasien. Adapun Covid berkepanjangan ini bukanlah virus. Demikian yang ditegaskan oleh Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Agus Dwi Susanto, seperti dilansir Tirto.id.

    fenomena long covid, long covid, long covid-19

    Baca Juga: Isolasi Mandiri Covid-19 di Fasilitas Pemerintah dan Pengajuannya

    Fenomena yang dahulunya bernama post-covid syndrome ini merupakan gejala sisa yang muncul setelah pasien positif Covid-19 dinyatakan sembuh. Ini dapat terjadi akibat proses ketika sakit kemudian menimbulkan kelainan yang menetap secara anatomis yang akhirnya memengaruhi secara fungsional. Eks pasien Covid-19 yang berisiko terkena long Covid adalah mereka yang mempunyai penyakit penyerta atau komorbid. Begitu juga dengan lanjut usia. Meski begitu, eks pasien dalam kelompok umur 19 hingga 59 tahun tanpa komorbid ternyata juga dapat mengalaminya.

    Gejala-gejala Terkena Long Covid

    Seperti halnya Covid-19, fenomena long Covid ini juga dimulai dari sebuah gejala. Meski begitu gejala-gejala yang dialami berbeda berdasarkan sifat dan durasinya. Jika pada Covid-19, gejala yang dialami bersifat akut dan berlangsung harian dan bulanan, pada long Covid bisa berlangsung menetap seminggu hingga bulanan. Gejalanya sendiri cukup bervariasi dari gejala kelelahan kronis hingga depresi. Long Covid sendiri mempunyai dua gejala, yaitu, fisik dan psikis.

    Produk Terkait: Layanan Rapid Test-PCR Swab

    Gejala Fisik

    Untuk gejala fisik yang dialami adalah sebagai berikut:

    • Rasa lelah berlebihan
    • Gangguan napas
    • Nyeri sendi
    • Nyeri dada
    • Sakit kepala
    • Nyeri otot
    • Pegal-pegal

    Gejala Psikis

    Sedangkan untuk gejala psikis adalah adanya gangguan pada kualitas hidup seseorang dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Hal ini berkaitan dengan pengalaman psikis yang dialami pasien Covid-19 selama sakit, dan akan masih dirasakan setelah sembuh. Jika dibiarkan hal ini dapat mengakibatkan depresi berkepanjangan. Karena itulah, mereka yang terkena gejala psikis ini membutuhkan pendampingan di rumah sakit oleh psikiater.

    Baca Juga: 8 Istilah Baru Penderita Covid-19, dari Suspek hingga Kematian

    Cara Mendeteksinya

    Pasien dengan gejala long Covid ini tentunya bisa dideteksi. Cara mendeteksinya adalah dengan 4 tahapan, yaitu:

    • Ananesis
    • Pemeriksaan fisik,
    • Riwayat penyakit sebelumnya
    • Pemeriksaan penunjang untuk menentukan ada tidaknya gejala long Covid

    Pada tahapan anamnesis dilakukan wawancara kepada pasien mengenai gejala-gejala yang dialaminya setelah dirawat dan diterapi  di rumah sakit sebagai pasien Covid-19. Setelah itu dilakukan pemeriksaan fisik yang menggunakan pemeriksaan radiologi paru serta laboratorium. Pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan darah lengkap, penanda proses peradangan dan infeksi, penanda enzim jantung hingga pemeriksaan molekuler.

    Cara Dinyatakan Sembuh

    Untuk dapat dinyatakan sembuh dari long Covid, pasien harus mempunyai hasil tes PCR swab yang negatif. Meski demikian, pasien yang telah melakukan perawatan Covid-19 cukup lama dapat masih dinyatakan positif pada hasil tes swabnya dengan menilai CT value. Hasil positif tersebut kemungkinan terjadi karena masih ada serpihan virus yang terdeteksi PCR, namun kemungkinan menularkan virus ke orang lain semakin kecil. Jika tanpa pemeriksaan PCR, biasanya pasien positif Covid-19 dapat mengakhiri masa isolasi selama 10 hari sejak muncul gejala ditambah dengan 3 hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala. Setelah masa tersebut potensi penularan virus dapat semakin kecil.

    Baca Juga: Inilah 7 Perbedaan PCR Swab dan Rapid Test Corona

    Fenomena Long Covid tidak dapat diremehkan sebab dapat menyebabkan depresi dan kecemasan yang berlebihan jika tidak ditangani. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Sehat. Supaya Sahabat dapat terlindungi dari Covid-19 sehingga tidak mengalami Covid berkepanjangan, yuk tetap disipilin dalam melaksanakan 3M, dan jangan lupa untuk rapid test dan PCR swab di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Mengenal Long Covid dari Gejala, Deteksi hingga Dinyatakan Sembuh Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 4 December 2020]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2020/10/31/170200923/mengenal-long-covid-dari-gejala-deteksi-hingga-dinyatakan-sembuh?page=all
    2. Fenomena Long Covid-19 Bisa Muncul pada Semua Pasien yang Sembuh | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2020 [cited 4 December 2020]. Available from: https://www.merdeka.com/peristiwa/fenomena-long-covid-19-bisa-muncul-pada-semua-pasien-yang-sembuh.html
    3. Taher A. Perhimpunan Dokter Paru: Long COVID Mengintai Eks Pasien Corona – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 4 December 2020]. Available from: https://tirto.id/perhimpunan-dokter-paru-long-covid-mengintai-eks-pasien-corona-f7HK
    4. Media K. Fenomena Long Covid, Ancaman Bagi Penyintas Covid-19 yang Perlu Diwaspadai [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 4 December 2020]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2020/12/04/06145931/fenomena-long-covid-ancaman-bagi-penyintas-covid-19-yang-perlu-diwaspadai
    Read More
  • Pandemi Covid-19 yang masih mewabah hingga saat ini rupanya membuat banyak orang di seluruh dunia lupa mengenai HIV/AIDS. Ini adalah salah satu penyakit mematikan di dunia yang secara global jumlah penderitanya mencapai angka 38 juta orang berdasarkan data UNAIDS pada tahun 2019, dan 1,8 juta di antaranya adalah anak-anak di bawah usia 15 tahun. Sebanyak […]

    Bagaimana Cara Penderita HIV/AIDS Menghadapi Covid-19?

    Pandemi Covid-19 yang masih mewabah hingga saat ini rupanya membuat banyak orang di seluruh dunia lupa mengenai HIV/AIDS. Ini adalah salah satu penyakit mematikan di dunia yang secara global jumlah penderitanya mencapai angka 38 juta orang berdasarkan data UNAIDS pada tahun 2019, dan 1,8 juta di antaranya adalah anak-anak di bawah usia 15 tahun. Sebanyak 81% mengetahui statusnya dan 67% telah menerima pengobatan. Setiap tahunnya juga sekitar 1,7 juta orang terinfeksi virus ini, dan 690.000 orang dilaporkan meninggal dunia. Di Indonesia sendiri jumlah penderita menurut data Kementerian Kesehatan pada triwulan II 2020 seperti yang dilansir dari Tempo.co diperkirakan mencapai 543.100 orang. Dari jumlah itu baru 398.784 orang yang sudah ditemukan, dan baru 205.945 orang yang mengonsumsi obat antiretroviral atau ARV sebagai obat untuk menurunkan komplikasi HIV/AIDS.

    penderita hiv/aids menghadapi covid-19

    Baca Juga: HIV dan AIDS: Penyebab, Gejala, Pengobatan, Fakta dan Mitos

    Data di atas menunjukkan bahwa HIV/AIDS merupakan penyakit yang sama berbahayanya dengan Covid-19. Namun, wabah ini justru  membuat HIV/AIDS tidak terlihat sama sekali, dan terkesan diabaikan. Jika dikaitkan dengan Covid-19, para penderita HIV/AIDS atau ODHA disebut 3 kali lebih besar berpeluang untuk meninggal jika terkena virus asal Wuhan tersebut apabila dikaitkan dengan imun tubuh yang dimiliki dan saluran pernapasan. Hal itu berdasarkan temuan penderita HIV/AIDS di Afrika Selatan oleh departemen kesehatan negara tersebut yang juga menderita Covid-19. Karena itulah, WHO meminta ODHA yang belum pernah menjalani terapi ARV agar segera melakukannya supaya terhindar dari virus.

    Baca Juga: 10 Pertanyaan Penting Seputar HIV AIDS

    Seperti dilansir dari Avert.org, penderita HIV/AIDS yang berpotensi terinfeksi Covid-19 adalah mereka yang mempunyai tingkat CD4 atau sel darah putih limfosit yang rendah (dengan jumlah kurang dari 200 per sel), memiliki viral load yang tinggi, dan memiliki infeksi oportunistik akibat virus, jamur, dan bakteri yang menyerang pada tubuh dengan imun yang lemah.

    Cara Penderita HIV/AIDS Menghadapi Covid-19

    Lalu bagaimana cara penderita HIV/AIDS menghadapi Covid-19? Masih dikutip dari situs yang sama, berikut ini adalah cara-caranya, dan tidak jauh berbeda dari cara-cara yang sudah ada, yaitu:

    • Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air setidaknya selama 40 detik.
    • Gunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol seperti hand sanitizer dalam situasi tidak ada akses mencuci dengan sabun pada air yang mengalir
    • Hindari menyentuh wajah karena ini salah satu cara virus masuk ke tubuh
    • Hindari orang yang merasa tidak enak badan
    • Tutupi hidung dan mulut dengan tisu bersih saat Sahabat bersin atau batuk kemudian cucilah tangan. Jika tidak ada tisu, gunakan bagian dalam siku untuk menutupi mulut dan hidung
    • Batasi kontak fisik jika merasa berisiko terkena Covid-19 dengan di rumah saja
    • Apabila sudah merasakan gejala-gejala seperti batuk kering yang terus-menerus serta tidak bisa mencium sesuatu, segera hubungi petugas kesehatan terdekat
    • Pastikan memiliki stok obat ARV untuk maksimal 30 hari
    • Pastikan Sahabat juga sudah divaksinasi terakhir sebelum di rumah saja, baik itu flu maupun pneumokokus
    • Menjalankan pola makan yang baik
    • Istirahat teratur
    • Berolahraga terutama olahraga ringan
    • Tetap terhubung dengan orang-orang sekitar melalui pemanfaatan teknologi online agar tidak mengalami gangguan kesehatan mental dan stres

    Baca Juga: Benarkah Gay Lebih Rentan Terkena HIV?

    Sekian mengenai tips yang perlu dilakukan penderita HIV/AIDS atau ODHA dalam menghadapi Covid-19. Intinya, Sahabat Sehat harus bersikap waspada namun juga tenang serta mau dan disiplin menjalankan protokol-protokol kesehatan yang ditetapkan. Ini dilakukan agar Sahabat jangan sampai terpapar Covid-19 yang tentunya akan menambah penderitaan. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai HIV/AIDS dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Jember P. Sejarah Hari AIDS Sedunia yang Diperingati 1 Desember dan Tema dari Tahun ke Tahun – Portal Jember [Internet]. Portal Jember. 2020 [cited 1 December 2020]. Available from: https://portaljember.pikiran-rakyat.com/internasional/pr-161039326/sejarah-hari-aids-sedunia-yang-diperingati-1-desember-dan-tema-dari-tahun-ke-tahun
    2. Kemenkes Bilang HIV/AIDS Tak Boleh Luput dari Perhatian Semasa Pandemi Covid-19 [Internet]. Tempo. 2020 [cited 1 December 2020]. Available from: https://nasional.tempo.co/read/1410430/kemenkes-bilang-hivaids-tak-boleh-luput-dari-perhatian-semasa-pandemi-covid-19/full&view=ok
    3. Kena Covid-19, Pengidap HIV/AIDS Berpeluang 3 Kali Lebih Besar untuk Mati | Lifestyle – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2020 [cited 1 December 2020]. Available from: https://lifestyle.bisnis.com/read/20200611/106/1251218/kena-covid-19-pengidap-hivaids-berpeluang-3-kali-lebih-besar-untuk-mati
    4. Orang yang Hidup dengan HIV-AIDS (ODHA) Rentan Terinfeksi COVID-19? – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 1 December 2020]. Available from: https://tirto.id/orang-yang-hidup-dengan-hiv-aids-odha-rentan-terinfeksi-covid-19-f7eD
    5. Coronavirus (COVID-19) and HIV [Internet]. Avert. 2020 [cited 1 December 2020]. Available from: https://www.avert.org/coronavirus/covid19-HIV
    Read More
  • Menghadapi musim hujan di tengah pandemi Covid-19 tentu sangat berbeda jika dibandingkan dengan menghadapi musim hujan di masa sebelum pandemi. Perbedaan itu tentu saja membutuhkan usaha ekstra supaya tubuh tetap dapat terlindungi dari penyakit-penyakit yang kerap muncul di musim hujan seperti flu, diare, dan kolera, serta terlindungi dari Covid-19 yang masih mewabah dan mempunyai sifat […]

    Tips Menghadapi Musim Hujan di Tengah Pandemi Covid-19

    Menghadapi musim hujan di tengah pandemi Covid-19 tentu sangat berbeda jika dibandingkan dengan menghadapi musim hujan di masa sebelum pandemi. Perbedaan itu tentu saja membutuhkan usaha ekstra supaya tubuh tetap dapat terlindungi dari penyakit-penyakit yang kerap muncul di musim hujan seperti flu, diare, dan kolera, serta terlindungi dari Covid-19 yang masih mewabah dan mempunyai sifat penularan yang sangat cepat. Musim hujan sendiri memang kerap identik dengan munculnya banyak penyakit yang mudah menyerang seseorang. Hal itu karena adanya perubahan suhu pada lingkungan. Saat musim hujan, kuman lebih mudah berkembang biak dan menginfeksi tubuh manusia. Para ahli juga sudah membuktikan, semakin rendah suhu, semakin kuat pula virus sehingga sulit mati. Jika tubuh lemah, akan mudah menjadi sasaran empuk bakteri dan virus. Karena itu, supaya tubuh tidak mudah terserang penyakit saat musim hujan, Sahabat selalu disarankan untuk menguatkan imunitas tubuh dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang bergizi dan bernutrisi, berolahraga, dan juga vaksinasi.

    musim hujan di tengah pandemi covid-19, musim hujan saat covid-19

    Baca Juga: Khawatir Beraktivitas di Musim Hujan? Nggak Lagi Tuh!

    Lalu bagaimana jika yang dihadapi adalah Covid-19? Apakah caranya sama atau berbeda sama sekali dengan penyakit-penyakit yang sudah ada? Yuk, Sahabat, tanpa berlama-lama, mari kita simak penjelasan di bawah ini!

    Bagaimana Menghadapi Musim Hujan di Tengah Covid-19?

    Covid-19 sekarang ini merupakan penyakit yang teramat istimewa sehingga untuk menghadapinya di kala musim hujan juga berbeda, yaitu sebagai berikut.

    Memiliki Masker Cadangan

    Mengenakan masker merupakan hal wajib bagi semua orang di masa pandemi ini. Penggunaan masker dipercaya dapat secara efektif mengurangi penyebaran virus. Pemakaian masker sendiri juga termasuk dalam 3M yang dianjurkan pemerintah berdasarkan saran dari WHO. Untuk musim hujan ini ternyata masker yang digunakan harus lebih dari satu. Hal itu karena masker berpotensi besar basah terkena air hujan, dan masker yang basah serta lembap dinilai tidak akan efektif karena air membatasi aliran udara dan mengurangi jumlah pengurangan virus. Karena itu, jika masker Sahabat basah karena air hujan segera ganti, dan jangan lupa pakailah masker medis atau kain tiga lapis.

    Produk Terkait: Jual Masker Medis

    Tetap Menjaga Kebersihan Lingkungan

    Musim hujan berpotensi mendatangkan banjir terutama bagi Sahabat yang tinggal di daratan rendah atau dekat sungai. Banjir sendiri juga disebut mendatangkan banyak penyakit seperti kolera, leptosipirosis, dan tifus. Apalagi, Covid-19 juga berpotensi muncul terutama saat berada di pengungsian yang dapat menciptakan kluster penyebaran virus. Karena itu, sangat penting bagi Sahabat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan ke sungai, dan selalu membuat sumur resapan untuk menampung air hujan yang turunnya cukup banyak.

    Hati-hati Terhadap Penyakit Musiman

    Musim hujan di tengah pandemi Covid-19 memang benar-benar membutuhkan tenaga ekstra saat menghadapinya. Hal ini karena adanya penyakit-penyakit musiman yang sudah pasti datang dan menyerang. Sebut saja diare dan demam berdarah. Datangnya penyakit-penyakit musiman tentu akan sangat berpengaruh terhadap kondisi tubuh. Apabila lemah, tubuh yang sudah terserang penyakit itu juga mudah terserang Covid-19.

    Baca Juga: 10 Penyakit Karena Banjir yang Perlu Diwaspadai

    Tetap Disiplin dalam Menjalankan Protokol Kesehatan

    Musim hujan saat pandemi bukan berarti Sahabat abai dalam menjalankan protokol kesehatan, yang di dalamnya terdapat 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) untuk memutus mata rantai penularan penyakit Covid-19. Jangan sampai musim hujan dijadikan alasan karena hingga saat ini pandemi belum akan berakhir meskipun nanti vaksin sudah ditemukan dan tersedia.

    Baca Juga: Infografik Pentingnya Vaksin Influenza untuk Pencegahan Flu di Musim Hujan

    Selain tips-tips di atas, jangan lupa untuk melakukan vaksinasi sebagai salah satu cara mencegah penyakit musim hujan di tengah pandemi Covid-19. Vaksinasi yang tentu saja utama dan penting dilakukan adalah vaksinasi flu. Penyakit flu sendiri bersifat musiman dan mempunyai kemiripan dengan Covid-19 sehingga dengan vaksinasi ini akan mencegah Sahabat terkena Covid-19. Untuk vaksinasi ini, Sahabat bisa melakukannya di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Indonesia C. Penyakit-penyakit yang Meradang saat Musim Hujan [Internet]. gaya hidup. 2020 [cited 1 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20181029082340-255-342178/penyakit-penyakit-yang-meradang-saat-musim-hujan
    2. VIVA P. Virus Kuat di Musim Hujan, Satgas COVID-19 Khawatirkan Libur Panjang [Internet]. Viva.co.id. 2020 [cited 1 December 2020]. Available from: https://www.viva.co.id/gaya-hidup/kesehatan-intim/1316133-virus-kuat-di-musim-hujan-satgas-covid-19-khawatirkan-libur-panjang
    3. Musim Hujan saat Pandemi Covid-19 P. Musim Hujan saat Pandemi Covid-19, Para Ahli Sarankan untuk Selalu Bawa Barang Cadangan Ini – Semua Halaman – Grid Health [Internet]. Grid Health. 2020 [cited 1 December 2020]. Available from: https://health.grid.id/read/352387335/musim-hujan-saat-pandemi-covid-19-para-ahli-sarankan-untuk-selalu-bawa-barang-cadangan-ini?page=all
    4. 4 Tips Hindari Paparan Covid-19 Saat Musim Hujan Tiba | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2020 [cited 1 December 2020]. Available from: https://www.merdeka.com/sehat/4-tips-hindari-paparan-covid-19-saat-musim-hujan-tiba.html
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja