Hal Sepele yang Jadi Penyebab Hepatitis A Kambuh Lagi
Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
Ditijau oleh : dr. Monica Cynthia D

Ada beberapa penyebab hepatitis A kambuh lagi bahkan pada yang sudah vaksin. Meski kemungkinan kambuh kecil namun tetap harus waspada. Risiko kematian akibat hepatitis A tetap ada, terutama pada mereka yang memiliki masalah pada daya tahan tubuh.
Hepatitis A merupakan penyakit infeksi pada hati oleh virus Hepatitis A. Penyakit ini seringkali menjadi masalah utama pada negara berkembang dengan sanitasi dan kebersihan lingkungan yang buruk.
Di Indonesia, tercatat sekitar 90% anak berusia kurang dari 10 tahun telah menderita Hepatitis A. Selain itu, penyakit Hepatitis A seringkali menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).1 Mungkin banyak diantara Sahabat Sehat bertanya, apakah Hepatitis A dapat kembali kambuh meski sebelumnya sudah pernah terinfeksi Hepatitis A? Nah Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut.
Penularan dan Gejala Hepatitis A
Penularan virus Hepatitis A terjadi jika Sahabat Sehat mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi tinja penderita Hepatitis A. Gejala yang timbul pada setiap orang dapat bervariasi, mulai dari gejala ringan hingga berat. Gejala akan timbul dalam 2-6 minggu setelah virus Hepatitis A masuk kedalam tubuh.
Beberapa gejala yang dialami penderita hepatitis A antara lain:
- Demam
- Nyeri perut
- Mual dan muntah
- Kulit dan mata tampak kekuningan
- Urin berwarna coklat gelap
- Tinja berwarna putih seperti dempul
Namun demikian, sebagian besar penderita Hepatitis A tidak bergejala atau hanya bergejala ringan. Oleh karena itu mungkin Sahabat Sehat tidak menyadari sedang menderita Hepatitis A. Kebanyakan pasien mengetahui dirinya terinfeksi Hepatitis A setelah melakukan pemeriksaan darah yang mendeteksi antibodi virus Hepatitis A.
Faktor Risiko Penyebab Hepatitis A
Untuk mencegah terinfeksi Hepatitis A, penting bagi Sahabat Sehat untuk mengetahui faktor resiko terinfeksi Hepatitis A. Hal ini penting karena akan membantu Sahabat Sehat memahami apa yang sebaiknya dilakukan dan sebaiknya tidak dilakukan untuk mencegah tertular hepatitis A.
Beberapa sumber penularan Hepatitis A antara lain adalah:
- Sanitasi dan kebersihan lingkungan yang buruk
- Kurangnya sumber air bersih
- Tinggal satu rumah dengan penderita Hepatitis A
- Berhubungan seksual dengan penderita Hepatitis A
- Hubungan seksual dengan sesama pria
- Bepergian ke daerah endemis kasus Hepatitis A
- Konsumsi makanan mentah atau setengah matang
- Bekerja di area yang terkontaminasi, misalnya petugas dinas kebersihan dan petugas kebersihan toilet
Oleh sebab itu sangat penting untuk senantiasa melakukan pencegahan mandiri maupun kolektif untuk menghentikan penyebaran penyakit ini. Caranya tentu dengan menghindari atau menyingkirkan faktor-faktor yang bisa menjadi sumber penyebaran Hepatitis A.
Pencegahan Infeksi Hepatitis A
Pentingnya menjaga kebersihan merupakan langkah terbaik menahan laju penyebaran penyakit hepatitis A. Tindakan-tindakan untuk mencegah penyebaran hepatitis A antara lain adalah:
Pasokan Sumber Air Bersih
Oleh sebab itu, pasokan sumber air bersih perlu ditingkatkan hingga ke pelosok daerah. Semakin tinggi ketersediaan air bersih, ratio penyebaran hepatitis akan semakin kecil.
Mencuci Tangan
Mencuci tangan menggunakan sabun atau setidaknya dengan air bersih menjadi sebuah kebiasaan baik. Mencuci tangan perlu dilakukan sebelum maupun setelah makan, setelah dari toilet, maupun setelah memegang barang-barang yang dirasa kurang higienis.
Mengkonsumsi Makanan Matang
Makanan mentah atau yang cuma setengah matang berpotensi mengandung virus penyebab hepatitis. Oleh sebab itu, konsumsi makanan matang menjadi solusi memastikan makanan benar-benar higienis.
Merebus Air Minum Hingga Mendidih
Jika meminum air ledeng ataupun air yang belum tersterilisasi, pastikan untuk merebusnya hingga mendidih. Walaupun air tampak bersih namun sebenarnya mengandung banyak mikroorganisme dan virus berbahaya bagi tubuh. Oleh sebab itu, air minum perlu disterilisasi atau dimasak hingga mendidih terlebih dahulu.
Tidak Berbagi Barang Pribadi
Berbagi penggunaan barang pribadi seperti handuk, sikat gigi, peralatan makan, dan pisau cukup menjadi langkah mencegah penyebaran Hepatitis A. Selain itu, berbagi barang pribadi juga beresiko menimbulkan penyakit lainnya seperti masalah kulit dan penyakit lainnya.
Selain melakukan hal-hal di atas, satu hal lagi yang sangat penting untuk dilakukan adalah dengan melakukan vaksinasi Hepatitis A. Sayangnya tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksin Hepatitis A masih tergolong rendah.
Faktor Utama Penyebab Hepatitis A Kambuh Lagi
Pasien yang dinyatakan sembuh dari Hepatitis A telah memiliki kekebalan tubuh (antibodi) terhadap virus Hepatitis A. Oleh sebab itu, angka kekambuhan infeksi Hepatitis A sangatlah kecil. Namun Sahabat Sehat tetap perlu waspada terutama bagi yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi buruk karena faktor lingkungan dapat menjadi penyebab hepatitis A kambuh lagi pada orang yang sebelumnya pernah menderita penyakit ini. Sekitar 3-5% pasien yang pernah terinfeksi Hepatitis A telah dilaporkan mengalami infeksi ulang dikemudian hari.
Beberapa faktor yang menjadi penyebab Hepatitis A kambuh kembali antara lain adalah:
Daya Tahan Tubuh Sedang Lemah
Ketika seseorang sedang memiliki daya tahan tubuh yang kurang baik otmatis antibodi tidak berfungsi maksimal dalam mengidentifikasi dan melawan virus. Ketika Sahabat Sehat kembali terserang virus Hepatitis A saat daya tahan tubuh menurun, otomatis gejala hepatitis A akan kambuh kembali.
Oleh sebab itu, sangat penting untuk menjaga kebersihan, tidak berjalan dengan bertelanjang kaki, serta cukup beristirahat ketika tubuh sedang lemas (tidak enak badan).
Belum Sepenuhnya Sembuh dari Hepatitis A
Pada beberapa penderita hepatitis A, gejala hepatitis akan menghilang dalam beberapa hari. Namun menghilangnya gejala bukan berarti sudah sembuh dari hepatitis. Bisa jadi gejala ini akan muncul kembali dalam beberapa hari. Jadi bukan hepatitis A yang kambul lagi namun memang pada dasarnya penyakit belum sepenuhnya sembuh dari tubuh Sahabat Sehat.
Maka dari itu, untuk memastikan sudah sembuh atau belum sebaiknya dilakukan dengan test darah. Menggunakan asumsi dapat berbahaya karena walaupun Hepatitis A tergolong tipe ringan dan bisa sembuh dengan sendirinya, namun resiko yang ditimbulkan bisa berbeda pada orang-orang tertentu.
Tidak seperti Hepatitis B dan Hepatitis C, penyakit Hepatitis A jarang sekali menyebabkan komplikasi gagal hati kronis. Namun demikian, World Health Organization (WHO) memperkirakan bahwa pada tahun 2016 sekitar 7.134 orang meninggal akibat penyakit Hepatitis A di seluruh dunia, dan menyumbang sekitar 0,5% dari kematian akibat infeksi virus Hepatitis. Oleh sebab itu Hepatitis A tetap tidak boleh dianggap remeh.
Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai informasi mengenai infeksi Hepatitis A dan apa yang menjadi penyebab hepatitis A kambuh lagi. Sebagai salah satu cara mencegah penyakit Hepatitis A, Sahabat Sehat dianjurkan melakukan vaksinasi Hepatitis A.
Jika Sahabat Sehat berminat melakukan vaksinasi Hepatitis A, segera manfaatkan layanan Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.
Referensi
- Laila N, Mahkota R, Sariwati E, Setiabudi D. Faktor Risiko Terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) Hepatitis A di Kabupaten Tangerang Tahun. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia. 2018 June; 2 (1) : 1-4
- Linder K, Malani P. Hepatitis A. JAMA 2017;318(23):2393.
- World Health Organization. Hepatitis A [Internet]. USA : World Health Organization. 2021 [updated 2021 July 27; cited 2021 July 27].
- Gilroy R. How common is relapsing hepatitis A virus (HAV) infection? [Internet]. USA : Medscape. 2019 [updated 2019 May 08; cited 2021 July 27].
Read More
![Rekomendasi Obat Alami Terbaik untuk Penderita Diabetes Beberapa herbal menjadi obat diabetes alami yang terbukti ampuh. Selain dengan obat, kita bisa lawan diabetes dengan pola hidup sehat. Selain mengkonsumsi obat dan pola hidup sehat, ada beberapa tindakan lagi yang perlu dilakukan untuk membantu mempercepat proses penyembuhan. Sahabat Sehat, penyakit diabetes melitus atau seringkali dikenal sebagai kencing manis telah menjadi salah satu penyakit […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2021/07/Obat-Diabetes-Alami-untuk-Mengurangi-Kadar-Gula-dan-Glukosa-dalam-Darah.jpg)

![Cara Terbaik Mencegah Penularan Penyakit Hepatitis Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Menjaga kebersihan lingkungan menjadi cara mencegah hepatitis semakin menyebar. Selain itu, beberapa tindakan lain perlu dilakukan. Misalnya menjaga pola hidup, serta tentunya melakukan vaksinasi Hepatitis merupakan masalah kesehatan yang menyebabkan peradangan pada hati. Penyebab Hepatitis paling sering akibat infeksi virus Hepatitis, namun juga […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2021/07/Rekomendasi-Cara-Mencegah-Hepatitis-Terus-Menyebar-dan-Menulari-Lebih-Banyak-Orang.jpg)
![Cara Menghilangkan Sariawan dengan Cepat Namun Tetap Aman Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Mungkin banyak diantara Sahabat Sehat mengalami sariawan yang datang lagi dan lagi. Sariawan ditandai dengan luka berwarna putih atau kekuningan yang disertai nyeri pada rongga mulut dan bibir. Tentu rasanya tidak nyaman jika mengalami sariawan, bahkan dapat berimbas pada menurunnya nafsu makan. Nah Sahabat Sehat, bagaimana cara mengatasi […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2021/07/Pengobatan-Terbaik-sebagai-Cara-Menghilangkan-Sariawan-dengan-Cepat.jpg)
![5 Manfaat Bersedekah Bagi Kesehatan Tubuh Menurut Para Ahli Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sedekah diketahui merupakan salah satu cara menunaikan amalan ibadah, namun secara medis ada manfaat bersedekah bagi kesehatan manusia. Maka dari itu, dapat dikatakan bersedekah menjadi jalan agar manusia bisa sehat secara jasmani dan rohani. Nah Sahabat Sehat, apa saja manfaat bersedekah dari sisi […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2021/07/Secara-Medis-Diakui-Banyak-Manfaat-Bersedekah-Bagi-Kesehatan-Tubuh-dan-Jiwa-Seseorang.jpg)

![Cara Mengetahui Jenis Hepatitis dengan Mudah dan Akurat Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Ada 2 cara mengetahui jenis hepatitis yang diderita seseorang. Caranya dengan melihat gejala, atau dengan pemeriksaan di laboratorium. Dari setiap jenis hepatitis tentunya gejala yang ditimbulkan berbeda-beda. Meskipun demikian, sangat penting untuk melakukan pemeriksaan lab. Terutama agar sahabat sehat mengetahui secara […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2021/07/Rekomendasi-Cara-Mengetahui-Jenis-Hepatitis-Paling-Cepat-dan-Akurat.jpg)
![Yuk, Cari Tahu Cara Membaca CT Value Tes PCR Covid-19 Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Jika Sahabat Sehat melakukan pemeriksaan PCR, pada lembar pemeriksaan akan tertera hasil CT Value. Namun, apakah Sahabat Sehat mengetahui apa arti dari CT Value dan tahu cara membaca CT Value tersebut? Nah Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut. Mengenali Apa Itu […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2021/07/Cara-Membaca-CT-Value-dari-Hasil-Pemeriksaan-PCR-Covid-19.jpg)
![5 Jenis Penyakit dengan Ciri Keluar Feses Berwarna Gelap Feses berwarna gelap sering kali dikaitkan dengan faktor makanan yang Sahabat Sehat konsumsi. Namun, tidak menutup kemungkinan hal ini merupakan gejala dari suatu penyakit. Pada kesempatan kali ini akan dibahas beberapa hal yang menyebabkan feses berwarna gelap, serta solusi terbaik jika Sahabat Sehat mengalami masalah ini. Penyebab Feses Berwarna Gelap Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2021/07/Gangguan-Fungsi-Hati-Menyebabkan-Feses-Berwarna-Gelap-Kehitaman.jpg)

![Sering Susah Tidur ? Coba Lakukan Tips Berikut Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Apakah Sahabat Sehat sering kesulitan tidur di malam hari? Sulit tidur atau disebut juga Insomnia yang dialami berkepanjangan, berpotensi menimbulkan gangguan pada fungsi organ dan psikologis seseorang. Nah Sahabat Sehat, bagaimana cara mengatasi sulit tidur ? Mari simak penjelasan berikut. Berapa Lama Waktu […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2021/05/tidur-setelah-makan-sahur.jpg)

![Sesak Nafas Saat Isolasi Mandiri ? Jangan Panik, Lakukan Latihan Pernapasan Berikut Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sahabat Sehat, salah satu hal yang perlu diwaspadai selama menjalani isolasi mandiri adalah munculnya sesak nafas akibat proses peradangan di paru-paru. Latihan pernapasan diketahui dapat membantu meningkatkan kadar oksigen pada paru dan membersihkan lendir pada saluran nafas. Nah Sahabat Sehat, bagaimana cara melakukan latihan pernapasan ? Mari simak […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2021/03/gagal-jantung-kongestif.jpg)
