Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

7 Poin Penting Agar Tidur Anda Tetap Berkualitas Meski Sedang Berpuasa

Selama bulan suci Ramadan, sebagai umat muslim diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa bagi yang mampu. Perlu diketahui bahwa ada hal penting yang harus diperhatikan selama berpuasa agar tubuh tetap fit dan bugar.

Baca Juga: 8 Jenis Olahraga yang Pas Dilakukan Saat Puasa

Yup, selain harus menyesuaikan perubahan pola makan, kita juga harus memperhatikan perubahan pola tidur agar dapat maksimal saat menjalankan ibadah puasa.

Perubahan pola tidur ini yang sering menjadi alasan seseorang menjadi sering lemas dan mengantuk sepanjang hari. Akhirnya memengaruhi produktivitas sehari-hari. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan dalam menjaga pola tidur saat berpuasa agar membantu tubuh untuk tetap fit, di antaranya:

1. Memajukan jam tidur

Upayakan untuk memajukan jam tidur selama bulan puasa dan buatlah jadwal di jam yang sama setiap harinya. Misalnya, apabila selama bulan puasa rutin menjalankan salat Tarawih, upayakan untuk segera tidur setelahnya dan hindari waktu untuk begadang.

Jika pada umumnya salat Tarawih selasai pada pukul 8 malam, cobalah mengambil waktu sekitar 90 menit untuk mempersiapkan tidur, seperti untuk mandi, beres-beres, dan sebagainya. Kemudian segeralah pergi tidur, artinya pastikan sudah berbaring ditempat tidur pada pukul 9.30 malam.

Namun, apabila tidak terbiasa untuk tidur lebih cepat selama bulan puasa,  sebenarnya waktu tidurnya dapat berkurang sekitar 40 menit, karena terpotong waktu sahur.

Menurut sebuah penelitian dalam Journal of Sleep Research, hal ini dapat mengurangi durasi tahap tidur pulas atau rapid eye movement (REM) yang membuat tubuh menjadi mudah lemas dan sering mengantuk disiang hari.

2. Menyempatkan tidur lagi setelah sahur

Meskipun langsung tidur setelah sahur akan berdampak negatif bagi tubuh, tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa memiliki waktu tidur yang cukup merupakan kebutuhan dasar setiap manusia yang harus dicukupi.

Untuk menyiasatinya, upayakan bangun sahur tepat waktu. Dengan begitu tubuh masih memiliki waktu yang cukup untuk mencerna makanan seoptimal mungkin agar dapat menghasilkan energi yang dibutuhkan nanti.

Setelahnya masih juga memiliki waktu kosong sekitar 1-2 jam untuk kembali tidur sebelum bersiap melanjutkan aktivitas.

3. Sempatkan tidur di waktu luang

Menggunakan waktu luang yang dimiliki dalam setiap aktivitas harian untuk menyempatkan tidur meski hanya sebentar saja.

Misalnya dengan memanfaatkan waktu luang saat dalam perjalanan pulang-pergi kantor untuk tidur. Namun, apabila mengendarai kendaraan pribadi, jangan paksakan untuk tetap berangkat jika masih mengantuk.

Sebaiknya tidur dahulu walau hanya sejenak untuk menyegarkan tubuh. Sama halnya ketika akan bersiap untuk pulang.

Baca Juga: Ternyata Tidur Selama 6 Jam Saja Tidak Cukup

Jika merasa ngantuk, ada baiknya memberi waktu 5 menit untuk tidur sejenak. Karena meski hanya 5 menit, itu akan memberikan pengaruh yang luar biasa bagi tubuh.

Selain itu, coba mengalokasikan jam istirahat makan siang untuk tidur siang. Sebuah penelitian juga mengungkapkan bahwa tidur siang selama 20-30 menit sudah lebih dari cukup untuk menambah energi agar kembali produktif dan juga dapat menutupi kebutuhan tidur apabila kita hanya tidur selama 2 jam di malam hari.

Tidur siang juga dipercaya dapat mengurangi hormon stress pada tubuh akibat dari kurangnya waktu tidur di malam hari.

4. Perhatikan apa yang dimakan sebelum tidur

Pada umumnya orang akan sulit tidur jika perut dalam kondisi lapar maupun saat kekenyangan. Jadi alangkah baiknya jika lebih memperhatikan kembali apa yang dikonsumsi sebelum tidur, terutama hindari mengonsumsi makanan berat sebelum tidur.

Karena segera tidur setelah makan besar dapat membuat waktu tidur terganggu, bahkan dapat memicu risiko terkena stroke

Apabila merasa sangat lapar dan terpaksa harus makan sebelum pergi tidur, sebaiknya pilihlah makanan yang mudah dicerna dan hanya dalam porsi kecil. Misalnya, buah atau biskuit gandum.

Produk Terkait: Jual Makanan Sehat

Selain itu, merokok dan konsumsi kafein harus dihindari jika ingin menjaga pola tidur sehat selama bulan puasa karena efek dari stimulasi nikotin dan kafein memerlukan waktu yang sangat lama untuk bisa luruh sepenuhnya, sehingga ini dapat membuat tidur tidak berkualitas.

5. Menciptakan lingkungan tidur yang nyaman

Agar tidur semakin berkualitas, pastikan lingkungan yang nyaman pada kamar tidur seperti dengan mematikan lampu, mengganti sprei dan sarung bantal, hidupkan pendingin ruangan, dan matikan perangkat elektronik lainnya.

Pancaran sinar terang dari ponsel juga dapat meniru cahaya alami sinar matahari, sehingga jam biologis tubuh menganggap pancaran sinar ini sebagai tipuan sinyal bahwa hari masih pagi.

Karena itu, proses tubuh dalam memproduksi senyawa melatonin, hormon pemicu ngantuk menjadi terganggu. Selain itu, cobalah untuk melakukan kegiatan yang dapat membuat tubuh semakin relax sebelum tidur.

Misalnya dengan mandi air hangat, melakukan perenggangan, atau dengan teknik relaksasi lainnya agar dapat mempercepat proses tidur dan lebih berkualitas.

6. Tetap rutin olahraga meski sedang puasa

Biasanya orang akan menghindari aktivitas berat saat sedang puasa, terutama olahraga. Namun, sebenarnya melakukan aktifitas fisik seperti olahaga justru akan meningkatkan kebugaran tubuh dan bahkan meningkatkan kualitas tidur yang lebih baik.

Yang sangat disarankan adalah berolahraga di pagi hari. Apabila kondisinya tidak memungkinkan, coba melakukannya di waktu sebelum berbuka atau sekitar 4-5 jam sebelum pergi tidur.

7. Jangan membedakan jadwal tidur di hari kerja dan akhir pekan

Akhir pekan merupakan hari yang tepat untuk bangun siang dan bersantai dari kesibukan sehari-hari. Namun, saat bulan puasa sebaiknya tahan dahulu keinginan tersebut jika tidak ingin merusak pola tidur yang berkualitas.

Sebisa mungkin upayakan untuk tetap konsisten pada jadwal tidur yang telah ditetapkan sebelumnya. Semakin lama kebiasaan baik ini dilakukan, maka semakin banyak manfaat positif bagi tubuh yang akan dirasakan.

Misalnya, tubuh menjadi lebih ringan, hangat dan memberi energi lebih untuk berakifitas. Apabila anda mengubahnya secara tiba-tiba, maka hal ini akan berpengaruh pada proses metabolisme tubuh.

Menjalani pola tidur sehat serta memperhatikan asupan nutrisi pada makanan yang dikonsumsi merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan agar terhindar dari gangguan tidur.

Baca Juga: Sahabat Mengalami Gangguan Tidur Berjalan? Berikut Cara Mengatasinya!

Karena jika gangguan tidur diabaikan, maka akan berdampak pada kesehatan fisik dan mental. Namun, Sahabat Sehat tidak perlu khawatir lagi karena saat ini telah hadir layanan kesehatan mental di Prosehat.

Sahabat bisa agendakan untuk berkonsultasi dengan psikiater secara daring atau online melalui fasilitas kesehatan yang telah disediakan oleh Prosehat.  Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

 

Referensi:

  1. Media, K., 2021. 7 Cara Menjaga Pola Tidur Selama Bulan Puasa Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://lifestyle.kompas.com/read/2018/05/25/094401320/7-cara-menjaga-pola-tidur-selama-bulan-puasa?page=all> [Accessed 22 April 2021].
  2. Direktorat P2PTM. 2021. Tips mengatur pola tidur saat bulan puasa – Direktorat P2PTM. [online] Available at: <http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/page/18/tips-mengatur-pola-tidur-saat-bulan-puasa> [Accessed 22 April 2021].
  3. Psychology Today. 2021. What Is Intermittent Fasting, and Will It Help Your Sleep?. [online] Available at: <https://www.psychologytoday.com/us/blog/sleep-newzzz/201904/what-is-intermittent-fasting-and-will-it-help-your-sleep> [Accessed 22 April 2021].

 

 

 

Chat Asisten ProSehat aja