Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ tidur”

  • Saat Ramadan, sebagian besar orang akan mangalami perubahan pada pola tidurnya. Hal ini dikarenakan mereka harus bangun lebih awal untuk makan sahur sebagai persiapan menjalani ibadah puasa setiap harinya. Meskipun demikian, banyak di antara mereka yang memilih untuk kembali melanjutkan tidur setelah menyantap makan sahur karena rasa kantuk. Baca Juga: 5 Menu Sehat dan Praktis […]

    Sering Dianggap Sepele! Simak 7 Masalah Kesehatan Akibat Kebiasaan Tidur Setelah Makan Sahur

    Saat Ramadan, sebagian besar orang akan mangalami perubahan pada pola tidurnya. Hal ini dikarenakan mereka harus bangun lebih awal untuk makan sahur sebagai persiapan menjalani ibadah puasa setiap harinya.

    Meskipun demikian, banyak di antara mereka yang memilih untuk kembali melanjutkan tidur setelah menyantap makan sahur karena rasa kantuk.

    Baca Juga: 5 Menu Sehat dan Praktis Saat Telat Sahur

    Padahal kebiasaan tidur setelah makan dapat memicu gangguan pencernaan karena tubuh akan bekerja lebih keras dalam mencerna makanan.

    Lalu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk dapat kembali tidur setelah sahur?

    Apabila makanan yang dikonsumsi ketika sahur berupa karbohidrat, protein, dan sayuran, maka setidaknya membutuhkan waktu jeda sekitar tiga jam agar makanan dapat tercerna secara sempurna oleh lambung dan baru bisa kembali melanjutkan tidur.

    Untuk mengisi waktu jeda tersebut, lakukanlah ibadah subuh seperti mengaji dan salat, serta mencicil beberes rumah. Sebagai kompensasi karena kurang tidur di pagi hari, bisa juga ‘mencuri’ waktu tidur siang walau hanya sebentar.

    Nah, berikut ini 7 masalah kesehatan yang ditimbulkan akibat kebiasaan langsung tidur setelah makan yang dapat membahayakan tubuh, di antaranya:

    1. Refluks asam lambung atau GERD

    Refluks asam lambung atau biasa dikenal dengan GERD (Gastro-Esophageal Refluks Disease) merupakan suatu kondisi yang terjadi akibat tidak menutupnya katup antara lambung dan kerongkongan secara sempurna.

    Kondisi ini biasa disebabkan oleh efek gravitasi ketika posisi tubuh berbaring telentang atau miring setelah makan, sehingga menyebabkan makanan yang belum tercerna sepenuhya oleh lambung dapat mudah naik kembali ke kerongkongan.

    Hal ini akan semakin tidak nyaman apabila tidur usai makan berat, dapat dipastikan setelahnya akan terbangun dengan kondisi perut kembung. Jika kebiasaan ini terus dibiarkan dalam waktu lama akan memicu penyakit asam lambung.

    Produk Terkait: Jual Obat Lambung

    Gejala yang ditimbulkan GERD dapat beragam, misalnya seperti tenggorokan panas, bersendawa, mulut pahit, hingga dada terasa panas.

    Hal tersebut akan membuat rasa tidak nyaman saat berpuasa. Oleh karena itu, kondisi ini dapat dicegah dengan memberi jeda waktu kurang lebih tiga jam hingga makanan telah tercerna sempurna, kemudian baru bisa melanjutkan tidur.

    2. Kualitas tidur menurun

    Langsung tidur setelah santap sahur adalah kebiasaan yang tidak baik jika dilakukan secara terus menerus selama Ramadan, terutama jika saat sahur mengonsumsi makanan yang berlemak akan sangat berdampak pada kualitas tidur.

    Makanan yang tinggi lemak seperti olahan daging dan goreng-gorengan berminyak membutuhkan banyak waktu dalam proses mencernanya. Oleh karenanya, berilah jeda waktu yang lebih lama agar makanan tercerna dengan baik agar tidur tetap berkualitas.

    3. Kenaikan berat badan

    Sudah bukan lagi menjadi hal yang aneh bahwa kebiasaaan langsung tidur setelah makan dapat memicu penimbunan lemak pada tubuh.

    Sebuah penelitian juga mengatakan bahwa seseorang yang mempunyai riwayat keturunan keluarga gemuk atau obesitas, dan memiliki kebiasaan tidur setelah makan dapat meningatkan risiko kelebihan berat badan hingga 2x lipat.

    Baca Juga: 6 Cara Sehat Menurunkan Berat Badan dalam Waktu Sebulan

    Selain itu, seorang professor dari Missouri State University Jeremy Barnes mengungkapkan bahwa ketika tidur, seseorang akan mengalami peningkatan kadar hormon ghrelin.

    Efek dari peningkatan hormon ghrelin tersebutlah yang memicu perasaan lapar ketika bangun. Tidak heran, ketika Ramadan banyak orang yang justru mengalami kenaikan berat badan ketimbang menjadi kurus.

    4. Produksi asam lambung meningkat

    Peningkatan produksi asam lambung atau heartburn merupakan suatu kondisi dimana asam lambung yang diproduksi berlebihan menyebar dan naik ke kerongkongan dan dada.

    Pada prinsipnya, setiap kali makan, makanan akan melewati tenggorokan dan kemudian masuk ke dalam esofagus yang berfungsi untuk melumat serta menghantaran makanan ke dalam lambung. Setelah itu makanan akan diproses oleh lambung menjadi halus dan berbentuk pasta.

    Namun apabila proses cerna tidak sempuna, makanan yang masih kasar di dalam lambung dapat membuat dinding lambung menjadi iritasi dan nantinya bisa memicu penyakit asam lambung.

    Kondisi ini dapat menyebabkan sendawa dan munculnya rasa asam disekitar mulut. Tentu saja hal ini tidak baik bagi kesehatan jika dibiarkan dalam jangka waktu lama.

    Gejala lainnya yang dapat terjadi yakni rasa nyeri disekitar lambung atau perut kiri atas. Dapat juga berupa sensasi panas disasa. Bagi yang mudah merasa mulas atau sakit perut, sangat dianjurkan untuk menghindari kebiasaan tidur setelah makan.

    5. Sakit tenggorokan

    Selain Refluks, produksi asam lambung yang berlebih juga berpengaruh pada tenggorokan. Hal ini terjadi karena asam lambung yang berlebih dapat naik kekerongkongan sehingga mengiritasi lapisan sekitar, dan iritasi inilah yang memicu sakit tenggorokan, batuk kering, atau bahkan mengi.

    Saat tubuh dalam posisi tidur atau berbaring dengan kondisi perut penuh, katup diantara lambung dan kerongkongan tidak dapat menutup dengan sempurna.

    Produk Terkait: Jual Obat Sakit Tenggorokan

    Hal ini yang menyebabkan asam lambung dapat mudah naik hingga ke kerongkongan dan menimbulkan sensasi panas terbakar pada tenggorokan.

    Selain itu sensasi panas ini tidak hanya dirasakan oleh tenggorokan tetapi juga dapat dirasakan hingga ke dada. Apabila kondisi ini terus dibiarkan akan semakin memperburuk peradangan yang ada.

    6. Sembelit

    Pada umumnya, lambung manusia akan mengalami proses pengosongan dalam kurun waktu dua hingga tiga jam setelah makan.

    Namun, dengan posisi tubuh yang berbaring atau tiduran akan menghambat proses pengosongan lambung tersebut. Apabila kondisi ini terus berulang dapat memicu sembelit atau sulit buang air besar.

    Produk Terkait: Jual Obat Sembelit

    Sebagai pencegahan, hindarilah konsumsi makanan yang tinggi lemak, kafein dan gula dalam menu sahur. Selain itu, mengonsumsi sayur dan aneka buah juga dapat memperlancar proses pencernaan.

    7. Stroke

    Bahaya tidur setelah makan sahur lainnya adalah dapat memicu gejala penyakit stroke. Stroke sendiri adalah penyakit berbahaya yang cukup ditakuti oleh banyak orang.

    Stroke terbagi menjadi dua jenis, yaitu stroke penyumbatan dan stroke pendarahan. Jenis stroke yang disebabkan oleh kebiasaan tidur setelah makan adalah stroke penyumbatan.

    Baca Juga: Penyakit-penyakit Kronis Akibat Kesehatan Gigi yang Buruk

    Pasalnya, saat tidur aliran darah yang mengalir ke otak harus tetap berjalan sesuai kebutuhan. Sehingga apabila lambung dan otak bekerja secara bersamaan dalam proses pencernaan makanan, maka suplai aliran darah akan terbagi-bagi.

    Tentunya apabila kondisi ini terulang dalam jangka panjang, akan sangat mempengaruhi otak akibat kekurangan oksigen sehingga dapat menyebabkan stroke. Oleh sebab itu, hindari kebiasaan tidur setelah makan mulai dari sekarang.

    Tips Tetap Sehat Selama Ramadan

    Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan agar tetap sehat selama Ramadan:

    1. Konsumsi makanan secukupnya

    Tidak hanya kebiasaan tidur setelah makan yang dapat memicu masalah kesehatan, namun mengkonsumsi terlalu banyak makanan nyatanya juga tidak baik bagi kesehatan tubuh selama Ramadan.

    Karena makan yang berlebihan saat berbuka hanya akan membuat tubuh anda lelah dan perut pun terasa begah sehingga dapat menggangu aktivitas.

    Jadi, konsumsilah makanan bergizi seimbang dengan karbohidrat, protein, lemak, sayur dan buah dengan porsi secukupnya. Serta pastikan mengkonsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi merah, dan gandum karena akan membuat lebih cepat kenyang dan memperlambat timbulnya rasa lapar.

    2. Tetap olahraga

    Walaupun sedang puasa, melakukan olahraga tetap harus dijalankan dengan rutin. Cukup melakukan olahraga ringan seperti yoga, stretching, ataupun jalan kaki mengelilingi kompek.

    Waktu yang dianjurkan untuk melakukan olahraga selama berpuasa yakni pada pagi hari setelah sahur atau 1-2 jam sebelum waktu berbuka.

    3. Pola tidur sehat

    Selama Ramadan, pola tidur pun tentu akan mengalami sedikit perubahan, yaitu bangun lebih pagi untuk mempersiapkan sebagai persiapan sahur dan tidur lebih lebih malam untuk memperbanyak ibadah.

    Oleh sebab itu, pastikan tetap memiliki istirahat yang cukup di siang hari. Selain mendapatkan pahala yang berlipat, menjalan puasa di bulan Ramadan juga memiliki manfaat baik bagi tubuh. Jadi, jangan lupa tetap konsumsi makanan sehat serta hindari kebiasaan tidur setelah sahur ya.

    Baca Juga: 10 Manfaat Puasa Ramadan yang Belum Kita Ketahui

    Jika ada yang perlu sahabat sehat tanyakan, langsung saja konsultasikan dengan  Dokter 24 Jam dari Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.


    Referensi

    1. Gaya hidup. 2021. 7 Bahaya Tidur setelah Sahur bagi Kesehatan. [online] Available at: <https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200424140306-255-496956/7-bahaya-tidur-setelah-sahur-bagi-kesehatan> [Accessed 28 April 2021].
    2. theAsianparent: Situs Parenting Terbaik di Indonesia. 2021. Sering tidur setelah sahur? Waspada 5 masalah kesehatan ini!. [online] Available at: <https://id.theasianparent.com/tidur-setelah-sahur> [Accessed 28 April 2021].
    3. University Hospitals Birmingham. 2021. University Hospitals Birmingham NHS Foundation Trust | How to stay healthy during Ramadan. [online] Available at: <https://hgs.uhb.nhs.uk/how-to-stay-healthy-during-ramadan/> [Accessed 28 April 2021].

     

     

    Read More
  • Selama bulan suci Ramadan, sebagai umat muslim diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa bagi yang mampu. Perlu diketahui bahwa ada hal penting yang harus diperhatikan selama berpuasa agar tubuh tetap fit dan bugar. Baca Juga: 8 Jenis Olahraga yang Pas Dilakukan Saat Puasa Yup, selain harus menyesuaikan perubahan pola makan, kita juga harus memperhatikan perubahan pola […]

    7 Poin Penting Agar Tidur Anda Tetap Berkualitas Meski Sedang Berpuasa

    Selama bulan suci Ramadan, sebagai umat muslim diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa bagi yang mampu. Perlu diketahui bahwa ada hal penting yang harus diperhatikan selama berpuasa agar tubuh tetap fit dan bugar.

    Baca Juga: 8 Jenis Olahraga yang Pas Dilakukan Saat Puasa

    Yup, selain harus menyesuaikan perubahan pola makan, kita juga harus memperhatikan perubahan pola tidur agar dapat maksimal saat menjalankan ibadah puasa.

    Perubahan pola tidur ini yang sering menjadi alasan seseorang menjadi sering lemas dan mengantuk sepanjang hari. Akhirnya memengaruhi produktivitas sehari-hari. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan dalam menjaga pola tidur saat berpuasa agar membantu tubuh untuk tetap fit, di antaranya:

    1. Memajukan jam tidur

    Upayakan untuk memajukan jam tidur selama bulan puasa dan buatlah jadwal di jam yang sama setiap harinya. Misalnya, apabila selama bulan puasa rutin menjalankan salat Tarawih, upayakan untuk segera tidur setelahnya dan hindari waktu untuk begadang.

    Jika pada umumnya salat Tarawih selasai pada pukul 8 malam, cobalah mengambil waktu sekitar 90 menit untuk mempersiapkan tidur, seperti untuk mandi, beres-beres, dan sebagainya. Kemudian segeralah pergi tidur, artinya pastikan sudah berbaring ditempat tidur pada pukul 9.30 malam.

    Namun, apabila tidak terbiasa untuk tidur lebih cepat selama bulan puasa,  sebenarnya waktu tidurnya dapat berkurang sekitar 40 menit, karena terpotong waktu sahur.

    Menurut sebuah penelitian dalam Journal of Sleep Research, hal ini dapat mengurangi durasi tahap tidur pulas atau rapid eye movement (REM) yang membuat tubuh menjadi mudah lemas dan sering mengantuk disiang hari.

    2. Menyempatkan tidur lagi setelah sahur

    Meskipun langsung tidur setelah sahur akan berdampak negatif bagi tubuh, tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa memiliki waktu tidur yang cukup merupakan kebutuhan dasar setiap manusia yang harus dicukupi.

    Untuk menyiasatinya, upayakan bangun sahur tepat waktu. Dengan begitu tubuh masih memiliki waktu yang cukup untuk mencerna makanan seoptimal mungkin agar dapat menghasilkan energi yang dibutuhkan nanti.

    Setelahnya masih juga memiliki waktu kosong sekitar 1-2 jam untuk kembali tidur sebelum bersiap melanjutkan aktivitas.

    3. Sempatkan tidur di waktu luang

    Menggunakan waktu luang yang dimiliki dalam setiap aktivitas harian untuk menyempatkan tidur meski hanya sebentar saja.

    Misalnya dengan memanfaatkan waktu luang saat dalam perjalanan pulang-pergi kantor untuk tidur. Namun, apabila mengendarai kendaraan pribadi, jangan paksakan untuk tetap berangkat jika masih mengantuk.

    Sebaiknya tidur dahulu walau hanya sejenak untuk menyegarkan tubuh. Sama halnya ketika akan bersiap untuk pulang.

    Baca Juga: Ternyata Tidur Selama 6 Jam Saja Tidak Cukup

    Jika merasa ngantuk, ada baiknya memberi waktu 5 menit untuk tidur sejenak. Karena meski hanya 5 menit, itu akan memberikan pengaruh yang luar biasa bagi tubuh.

    Selain itu, coba mengalokasikan jam istirahat makan siang untuk tidur siang. Sebuah penelitian juga mengungkapkan bahwa tidur siang selama 20-30 menit sudah lebih dari cukup untuk menambah energi agar kembali produktif dan juga dapat menutupi kebutuhan tidur apabila kita hanya tidur selama 2 jam di malam hari.

    Tidur siang juga dipercaya dapat mengurangi hormon stress pada tubuh akibat dari kurangnya waktu tidur di malam hari.

    4. Perhatikan apa yang dimakan sebelum tidur

    Pada umumnya orang akan sulit tidur jika perut dalam kondisi lapar maupun saat kekenyangan. Jadi alangkah baiknya jika lebih memperhatikan kembali apa yang dikonsumsi sebelum tidur, terutama hindari mengonsumsi makanan berat sebelum tidur.

    Karena segera tidur setelah makan besar dapat membuat waktu tidur terganggu, bahkan dapat memicu risiko terkena stroke

    Apabila merasa sangat lapar dan terpaksa harus makan sebelum pergi tidur, sebaiknya pilihlah makanan yang mudah dicerna dan hanya dalam porsi kecil. Misalnya, buah atau biskuit gandum.

    Produk Terkait: Jual Makanan Sehat

    Selain itu, merokok dan konsumsi kafein harus dihindari jika ingin menjaga pola tidur sehat selama bulan puasa karena efek dari stimulasi nikotin dan kafein memerlukan waktu yang sangat lama untuk bisa luruh sepenuhnya, sehingga ini dapat membuat tidur tidak berkualitas.

    5. Menciptakan lingkungan tidur yang nyaman

    Agar tidur semakin berkualitas, pastikan lingkungan yang nyaman pada kamar tidur seperti dengan mematikan lampu, mengganti sprei dan sarung bantal, hidupkan pendingin ruangan, dan matikan perangkat elektronik lainnya.

    Pancaran sinar terang dari ponsel juga dapat meniru cahaya alami sinar matahari, sehingga jam biologis tubuh menganggap pancaran sinar ini sebagai tipuan sinyal bahwa hari masih pagi.

    Karena itu, proses tubuh dalam memproduksi senyawa melatonin, hormon pemicu ngantuk menjadi terganggu. Selain itu, cobalah untuk melakukan kegiatan yang dapat membuat tubuh semakin relax sebelum tidur.

    Misalnya dengan mandi air hangat, melakukan perenggangan, atau dengan teknik relaksasi lainnya agar dapat mempercepat proses tidur dan lebih berkualitas.

    6. Tetap rutin olahraga meski sedang puasa

    Biasanya orang akan menghindari aktivitas berat saat sedang puasa, terutama olahraga. Namun, sebenarnya melakukan aktifitas fisik seperti olahaga justru akan meningkatkan kebugaran tubuh dan bahkan meningkatkan kualitas tidur yang lebih baik.

    Yang sangat disarankan adalah berolahraga di pagi hari. Apabila kondisinya tidak memungkinkan, coba melakukannya di waktu sebelum berbuka atau sekitar 4-5 jam sebelum pergi tidur.

    7. Jangan membedakan jadwal tidur di hari kerja dan akhir pekan

    Akhir pekan merupakan hari yang tepat untuk bangun siang dan bersantai dari kesibukan sehari-hari. Namun, saat bulan puasa sebaiknya tahan dahulu keinginan tersebut jika tidak ingin merusak pola tidur yang berkualitas.

    Sebisa mungkin upayakan untuk tetap konsisten pada jadwal tidur yang telah ditetapkan sebelumnya. Semakin lama kebiasaan baik ini dilakukan, maka semakin banyak manfaat positif bagi tubuh yang akan dirasakan.

    Misalnya, tubuh menjadi lebih ringan, hangat dan memberi energi lebih untuk berakifitas. Apabila anda mengubahnya secara tiba-tiba, maka hal ini akan berpengaruh pada proses metabolisme tubuh.

    Menjalani pola tidur sehat serta memperhatikan asupan nutrisi pada makanan yang dikonsumsi merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan agar terhindar dari gangguan tidur.

    Baca Juga: Sahabat Mengalami Gangguan Tidur Berjalan? Berikut Cara Mengatasinya!

    Karena jika gangguan tidur diabaikan, maka akan berdampak pada kesehatan fisik dan mental. Namun, Sahabat Sehat tidak perlu khawatir lagi karena saat ini telah hadir layanan kesehatan mental di Prosehat.

    Sahabat bisa agendakan untuk berkonsultasi dengan psikiater secara daring atau online melalui fasilitas kesehatan yang telah disediakan oleh Prosehat.  Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

     

    Referensi:

    1. Media, K., 2021. 7 Cara Menjaga Pola Tidur Selama Bulan Puasa Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://lifestyle.kompas.com/read/2018/05/25/094401320/7-cara-menjaga-pola-tidur-selama-bulan-puasa?page=all> [Accessed 22 April 2021].
    2. Direktorat P2PTM. 2021. Tips mengatur pola tidur saat bulan puasa – Direktorat P2PTM. [online] Available at: <http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/page/18/tips-mengatur-pola-tidur-saat-bulan-puasa> [Accessed 22 April 2021].
    3. Psychology Today. 2021. What Is Intermittent Fasting, and Will It Help Your Sleep?. [online] Available at: <https://www.psychologytoday.com/us/blog/sleep-newzzz/201904/what-is-intermittent-fasting-and-will-it-help-your-sleep> [Accessed 22 April 2021].

     

     

     

    Read More
  • Setiap orang tentunya ingin tidur nyenyak supaya dapat kembali berenergi setelah beraktivitas seharian penuh. Namun beberapa orang diketahui mengalami gangguan tidur, seperti gangguan tidur berjalan yang menyebabkan seseorang berdiri dan berjalan saat tidur. Baca Juga: 10 Cara Mengatasi Kurang Tidur Atau Kebiasaan Bergadang Penderita gangguan tidur berjalan, umumnya tidak dapat merespons dan biasanya tidak mengingat […]

    Sahabat Mengalami Gangguan Tidur Berjalan? Berikut Cara Mengatasinya!

    Setiap orang tentunya ingin tidur nyenyak supaya dapat kembali berenergi setelah beraktivitas seharian penuh. Namun beberapa orang diketahui mengalami gangguan tidur, seperti gangguan tidur berjalan yang menyebabkan seseorang berdiri dan berjalan saat tidur.

    gangguan tidur berjalan

    Baca Juga: 10 Cara Mengatasi Kurang Tidur Atau Kebiasaan Bergadang

    Penderita gangguan tidur berjalan, umumnya tidak dapat merespons dan biasanya tidak mengingat hal yang dilakukan saat tidur.

    Gangguan semacam ini dapat disebabkan oleh banyak faktor misalnya faktor genetik (keturunan), gaya hidup (kurang tidur, jadwal tidur yang tidak teratur, demam, stres, kekurangan magnesium, keracunan alkohol), dan kondisi fisik (menstruasi, kehamilan, gangguan psikiatri, sleep apnea, sindrom tourette, dan Tirotoksikosis).

    Jika hal ini dibiarkan, gangguan tidur dapat berpengaruh pada kondisi fisik dan mental. Lalu bagaimana cara mengatasinya? Yuk, mari simak penjelasan di bawah ini!

    Cara Mengatasi Gangguan Tidur Berjalan

    Gangguan tidur berjalan dapat diatasi dengan pemberian obat seperti benzodiazepin atau antidepresan, yang dapat digunakan untuk mengatasi kecemasan dan gangguan tidur. Penggunaan obat obatan lain mungkin diperlukan, namun sebaiknya diperiksakan ke dokter terlebih dahulu.

    Produk Terkait: Jual Obat Tidur Nyenyak

    Hipnosis

    Terapi hipnosis dinilai turut membantu seseorang menjadi lebih rileks dan fokus. Terapis akan memberikan saran yang disesuaikan dengan kondisi tiap individu.

    Baca Juga: Ternyata Tidur Selama 6 Jam Saja Tidak Cukup

    Penanganan Lanjutan

    Apabila gangguan gangguan tidur berjalan disertai keluhan lain, misalnya sindrom kaki gelisah, perlu mendapatkan penanganan lanjutan sesuai keluhan yang dialami.

    Apabila gangguan tidur berjalan ini dirasa cukup mengganggu, Sahabat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.

    Selain dengan berbagai cara di atas, Sahabat Sehat juga dapat melakukan beberapa tips berikut di rumah :

    • Cobalah tidur pada waktu yang sama setiap malam
    • Memastikan kamar tidur gelap dan tenang
    • Batasi minuman sebelum tidur, terutama minuman berkafein
    • Buang air kecil sebelum tidur
    • Mandi air hangat, membaca, atau menarik napas secara dalam agar rileks.
    • Kelola stres dengan baik

    Apabila yang mengalami gangguan tidur berjalan ini adalah orang lain, yang bisa Sahabat lakukan adalah:

    • Bimbing penderita tidur berjalan agar dapat kembali tidur. Usahakan jangan berteriak atau mengejutkan penderita.
    • Bangunkan penderita 15-30 menit sebelum gejala penyakit tidur berjalan muncul, terutama bila hal tersebut selalu dialami di waktu yang sama tiap malam.
    • Jika kondisi ini terjadi pada anak-anak, buatlah tambahan pengaman di tiap sisi ranjang untuk mencegah mereka turun dari kasur.

    Seperti itulah cara mengatasi gangguan tidur berjalan yang perlu Sahabat lakukan, agar kualitas tidur tetap baik.

    Baca Juga: Duh, Sering Susah Tidur Malam Hari Nih!

    Apabila Sahabat ingin informasi lebih lanjut mengenai gangguan tidur dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Gangguan Tidur Berjalan: Penyebab dan Cara Mengatasinya [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 31 March 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/bola/read/4179627/gangguan-tidur-berjalan-penyebab-dan-cara-mengatasinya
    2. Mengenal Sleepwalking, Gangguan Tidur Sambil Berjalan dan Cara Mengatasinya | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2021 [cited 31 March 2021]. Available from: https://www.merdeka.com/jatim/mengenal-sleepwalking-gangguan-tidur-sambil-berjalan-dan-cara-mengatasinya-kln.html
    3. Gangguan Tidur Sambil Berjalan, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya [Internet]. suara.com. 2021 [cited 31 March 2021]. Available from: https://www.suara.com/lifestyle/2020/12/29/134942/gangguan-tidur-sambil-berjalan-ini-penyebab-dan-cara-mengatasinya
    Read More
  • Idealnya, kita tidur selama 8-9 jam setiap hari. Namun, banyak hal yang bisa menyebabkan seseorang kurang tidur, mulai dari stres, gaya hidup, insomnia (gangguan kesulitan tidur) hingga diet yang tidak sehat. Mayoritas pria lajang menganggap kondisi kurang tidur adalah hal sepele. Itu membuat mereka tak sungkan untuk sering lembur atau begadang demi menyelesaikan pekerjaan kantor, […]

    10 Cara Mengatasi Kurang Tidur atau Kebiasaan Begadang

    Idealnya, kita tidur selama 8-9 jam setiap hari. Namun, banyak hal yang bisa menyebabkan seseorang kurang tidur, mulai dari stres, gaya hidup, insomnia (gangguan kesulitan tidur) hingga diet yang tidak sehat. Mayoritas pria lajang menganggap kondisi kurang tidur adalah hal sepele. Itu membuat mereka tak sungkan untuk sering lembur atau begadang demi menyelesaikan pekerjaan kantor, begadang untuk bermain games, menonton YouTube atau internetan dari smartphone, atau begadang karena menghabiskan malam dengan kumpul-kumpul bersama teman di luar, dan sebagainya.

    Baca Juga: Karyawan yang Sering Begadang, Waspada Dampaknya Pada Kesehatan

    Tahukah Sobat, terlihat sepele, tapi kurang tidur berdampak banyak bagi kesehatan, penampilan, konsentrasi, bahkan jika sangat serius bisa berakibat kematian, loh! Jadi, jangan tunggu sampai Sobat merasakan akibatnya. Lebih baik segera mencari tahu cara mengatasi kurang tidur atau kebiasaan begadang Sobat!

    Sebelumnya, Sobat perlu mengetahui apa saja dampak kurang tidur bagi tubuh. Kurang tidur meningkatkan faktor risiko terjadinya berbagai masalah kesehatan, yakni penyakit jantung, tekanan darah tinggi, stroke, diabetes, hingga kanker prostat. Selain itu, penelitian menunjukkan, kebiasaan tidur 5 jam atau kurang setiap hari, bisa meningkatkan risiko kematian, yang sebagian besar berasal dari serangan jantung akut. Bukan itu saja, banyak kecelakaan di jalan raya/tempat kerja yang mengakibatkan kematian ternyata ada kaitannya dengan kurang tidur. Ya, kurang tidur membuat seseorang jadi lelah, tidak fokus/konsentrasi, lalai dan mengantuk.

    Lalu, kalau Sobat kurang tidur, bawaannya ingin marah-marah melulu, deh. Tidur malam yang cuma 3 jam, bisa bikin Sobat jadi gampang emosi di tempat kerja keesokan harinya. Selain muka kusam, mood alias suasana hati pun ikut muram. Jika berlanjut, pengaruh psikologis ini bisa berdampak lebih serius. Menurut penelitian, kurang tidur dapat berkontribusi terhadap terjadinya gejala depresi. Jajak pendapat di Amerika pada tahun 2005 menunjukkan, orang-orang yang didiagnosis mengalami depresi atau kecemasan berlebihan ternyata tidur di bawah 6 jam setiap hari.

    Wah, tentu Sobat tak ingin dampak kurang tidur menghampiri Sobat, bukan?

    Berikut ini 10 cara mengatasi kurang tidur atau kebiasaan begadang yang bisa Sobat coba!

    1. Batasi Asupan Kafein

    Minuman berkafein kerap jadi teman setia para pria. Menyesap secangkir kopi yang kuat memang membantu Sobat untuk menjalani hari. Boleh-boleh saja. Namun, jangan mengonsumsi berlebihan, dan perhatikan kapan Sobat meminumnya. Kafein yang terdapat dalam kopi, teh, atau minuman berenergi memang akan memberikan Sobat tenaga ekstra. Orang yang meminumnya, akan merasa lebih terjaga dan waspada, sebab kafein melawan penumpukan hormon tidur di otak.

    Baca Juga: 7 Makanan Ini Dapat Cegah Akibat Buruk Begadang

    Tapi, sebenarnya itu hanya berfungsi sampai titik tertentu saja. Manfaat dari kafein tidak banyak kita rasakan lagi setelah kita meminum cangkir kopi kedua, ketiga dan seterusnya. Sebaliknya, yang muncul adalah rasa gelisah. Jadi, batasilah asupan kafein Sobat.

    Minumlah hanya 1-2 cangkir setiap hari. Lalu, cobalah untuk tidak minum kopi, teh, atau minuman bersoda setelah pukul 4 sore atau 6 jam sebelum tidur malam (asumsi tidur pukul 22.00 WIB). Sebab, minuman kafein adalah stimulan yang membuat Sobat sulit tidur, terlebih jika diminum pada malam hari. Sebagai penggantinya, Sobat dapat beralih pada minuman hangat sebelum tidur, seperti teh herbal chamomile, yang dapat memberikan efek menenangkan tubuh dan merangsang kantuk atau segelas susu hangat juga bisa dijadikan alternatif.

    2. Makanlah dengan Bijak

    Perut kosong bikin susah tidur, benar sih, tapi jangan pula makan berlebihan. Kalau terlalu banyak makan di malam hari, justru akan membuat perut jadi tidak nyaman. Itu malah membuat Sobat jadi sulit tidur.

    Jika lapar, lebih baik ‘ganjal’ dengan sedikit camilan yang membantu Sobat bisa tidur nyenyak. Tapi hindari roti putih, pasta, makanan manis, atau makanan yang dipanggang. Semua ini dapat mengurangi kadar serotonin dan mengganggu tidur. Sebagai gantinya, berikut rekomendasi makanan yang bisa Sobat konsumsi sebelum tidur:

    – Oatmeal. Makan semangkuk oatmeal hangat, terutama yang terbuat dari gandum utuh, akan membuat Sobat cepat mengantuk. Sebab, gandum utuh terbukti dapat meningkatkan produksi insulin yang mendorong timbulnya asam amino tryptopthan, yang bersifat sedatif dan bisa membantu tidur jadi lebih pulas.

    – Kacang-kacangan. Terutama almond dan walnut, mengandung melatonin, yakni hormon yang membantu mengatur siklus tidur dan bangun Sobat. Mengonsumsi secangkir kecil kacang ini juga dapat meningkatkan kadar hormon darah sehingga tidur menjadi lebih nyenyak.

    – Buah-buahan. Beberapa buah-buahan kaya akan zat melatonin yang dapat membantu Sobat tertidur lebih cepat dan jarang terbangun di malam hari seperti buah ceri, beri, pisang, nanas, dan jeruk. Buah-buahan ini juga berfungsi merelaksasi otot yang membantu tubuh merasa santai sehingga membuat Sobat lebih mudah tidur.

    – Madu. Selain teh herbal atau susu hangat, madu juga baik untuk diminum sebelum tidur sebab mampu melemaskan otot-otot tubuh dan pikiran. Ini akan membuat Sobat merasa rileks dan cepat mengantuk.

    3. Hindari Alkohol Sebelum Tidur

    Selain kopi, banyak pria mengonsumsi minuman beralkohol. Ternyata, alkohol juga dapat mengganggu pola tidur sebab alkohol adalah depresan. Beberapa orang berpikir dengan minum 1 – 2 gelas anggur dapat membantu mereka untuk tertidur, padahal fakta sebenarnya adalah mengurangi kualitas tidur. Ketika minum alkohol sebelum tidur, Sobat akan mendapatkan tidur yang kurang dalam. Tidur di bawah pengaruh alkohol juga membuat Sobat cenderung lebih sering terbangun. Tubuh pun jadi lebih lelah keesokan harinya.

    4. Ciptakan Rutinitas Malam Hari

    Lakukan pola yang sama setiap malam sebelum tidur. Mulailah dengan membuat jadwal tidur dan bangun yang sama setiap hari. Sebelum tidur, coba lakukan relaksasi, misalnya membaca, mendengarkan musik yang lembut, atau melakukan gerakan meditasi ringan (tarik dan keluarkan napas secara teratur) sehingga otak akan mengasosiasikan kegiatan rutin ini dengan saatnya Sobat tidur malam.

    5. Buat Kondisi Kamar Nyaman

    Persiapkan kamar Sobat agar nyaman saat tidur, dengan cara:

    – Atur suhu kamar. Jika suhu udara di tempat Sobat tinggal terlalu panas, pakai selimut yang lebih tipis, atau nyalakan AC atau kipas angin. Sementara bila terlalu dingin, kenakan baju hangat dan pakai selimut yang lebih tebal sebelum tidur.

    – Redupkan lampu kamar agar tidur menjadi lebih nyaman. Bila Sobat kebetulan berada di lokasi yang terang, pakailah masker penutup mata.

    – Bila perlu, gunakan aromaterapi. Ramuan herbal lavender, misalnya, bisa mengurangi stres dan memicu ketenangan. Pakai sebagai minyak untuk memijat tubuh Sobat yang lelah, atau gunakan sebagai pengharum ruangan.

    6. Gunakan Kamar untuk Tidur, Bukan yang Lain!

    Sebaiknya, ciptakan kamar hanya untuk tidur, bukan untuk bekerja atau menonton. Pindahkan benda-benda yang bisa membuat Sobat tergoda untuk melakukan hal lain, misalnya komputer atau televisi. Jika kebetulan Sobat tinggal di apartemen ukuran studio yang memuat semua barang dalam satu ruangan, maka selesaikan pekerjaan Sobat di kantor atau tempat lain. Upayakan jangan bekerja di kamar (tempat tidur) karena bisa membuat pikiran bawah sadar Sobat mengasosiasikan sebagai tempat untuk bekerja, bukan untuk beristirahat.

    7. Jangan Bermain Ponsel Sebelum Tidur

    Perangkat elektronik seperti televisi, telepon pintar, tablet, komputer, dan gadget lain bersifat adiktif dan bisa membuat Sobat ‘terpaku’ berjam-jam tanpa disadari. Selain itu, lampu latar yang terang pada gadget tersebut bisa menekan produksi seratonin dan melatonin dalam tubuh, sehingga membuat kita terjaga dan sulit tidur. Jadi, jangan bermain gadget. Matikan semua perangkat Sobat 1 – 2 jam sebelum Sobat berangkat tidur.

    8. Tidak Tidur Siang

    Seandainya Sobat mengantuk saat siang hari, coba alihkan dengan hal lain, seperti mengobrol dengan teman, berolahraga, membaca, atau melakukan aktivitas lain. Kebiasaan tidur siang akan membuat mata Sobat tahan melek hingga larut malam. Tentu saja hal ini dapat mengurangi jam tidur dan kualitas tidur di malam hari.

    Baca Juga: 5 Tips Begadang Agar Tidak Cepat Lelah

    9. Mandi Air Hangat

    Biasakan mandi dengan air hangat sebelum tidur. Selain membuat tubuh bersih dan segar, Sobat juga akan merasa lebih rileks dan nyaman. Rasa kantuk biasanya akan menyerang setelah tubuh kembali dingin sehabis mandi air hangat.

    10. Konsultasi dengan Ahli Kesehatan

    Jika Sobat mengalami insomnia atau kesulitan tidur secara rutin dan dirasa sangat mengganggu, cari tahu apa sebabnya, apakah itu stres atau ada gangguan atau masalah lain. Konsultasikan dengan dokter. Ia mungkin akan meresepkan obat mengatasi insomnia atau memberikan obat pereda kecemasan dan depresi.

    Memang, ada pula obat bebas untuk mengatasi insomnia, misalnya antihistamin dan melatonin yang bisa Sobat beli. Namun, sebelumnya, berkonsultasilah dengan ahli kesehatan atau apoteker untuk memastikan pengobatan yang tepat untuk masalah sulit tidur Sobat. Jangan sembarangan mengonsumsi obat penenang untuk mengatasi masalah tidur tanpa tahu kandungan maupun dosis yang tepat karena bisa membahayakan kesehatan fisik maupun mental Sobat.

    Demikianlah 10 Cara Mengatasi Kurang Tidur atau Kebiasaan Begadang yang bisa Sobat coba terapkan. Nah, jika Sobat ingin mengobati masalah kurang tidur, tak perlu repot mencari informasinya. Info lebih lanjut lainnya, silakan hubungi segera Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Cold F, Health E, Disease H, Management P, Conditions S, Problems S et al. Sleep Loss: 10 Surprising Effects [Internet]. WebMD. 2018 [cited 16 August 2018]. Available from: webmd.com/sleep-disorders/features/10-results-sleep-loss#1

    2. 9 Dangerous Health Effects Of Lack Of Sleep – CureJoy | DailyHunt [Internet]. DailyHunt. 2018 [cited 16 August 2018]. Available from: dailyhunt.in/news/india/english/curejoy-epaper-curejoy/9+dangerous+health+effects+of+lack+of+sleep-newsid-76419123

    3. Food and Drink That Promote a Good Night’s Sleep [Internet]. Sleepfoundation.org. 2018 [cited 16 August 2018]. Available from: sleepfoundation.org/sleep-topics/food-and-drink-promote-good-nights-sleep

    4. How to Deal with Lack of Sleep [Internet]. wikiHow. 2018 [cited 16 August 2018]. Available from: wikihow.com/Deal-with-Lack-of-Sleep
    5. Sulit Tidur? Coba Konsumsi 6 Makanan Ini [Internet]. liputan6.com. 2018 [cited 16 August 2018]. Available from: liputan6.com/health/read/636789/sulit-tidur-coba-konsumsi-6-makanan-ini

    Read More
Chat Asisten Maya
di Prosehat.com