Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ ramadan”

Showing 1–10 of 36 results

  • Bulan suci Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk memperbanyak ibadah dan mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya. Namun, seringkali kita justru kehilangan fokus spiritual akibat adanya gangguan pada sistem pencernaan. Salah satu gangguan pencernaan yang sering dijumpai selama buan Ramadan adalah sembelit. Baca Juga: 5 Mitos vs Fakta Seputar BAB yang Perlu Diketahui Sembelit saat bulan puasa biasanya […]

    Sembelit Saat Puasa, Simak Gejala, Penyebab, dan Cara pengobatannya!

    Bulan suci Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk memperbanyak ibadah dan mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya.

    sembelit saat puasa

    Namun, seringkali kita justru kehilangan fokus spiritual akibat adanya gangguan pada sistem pencernaan. Salah satu gangguan pencernaan yang sering dijumpai selama buan Ramadan adalah sembelit.

    Baca Juga: 5 Mitos vs Fakta Seputar BAB yang Perlu Diketahui

    Sembelit saat bulan puasa biasanya disebabkan oleh perubahan pola makan dan minimnya asupan serat serta cairan yang masuk kedalam tubuh.

    Selain itu, mengonsumsi berbagai jenis takjil seperti gorengan, es buah, makanan manis, dan hidangan bersantan juga dapat memicu sembelit saat puasa. Lalu apa saja gejala sembelit yang perlu diketahui?

    Gejala Sembelit Selama Bulan Ramadan

    Beberapa gejala dan tanda seseorang mengalami sembelit, diantaranya:

    • Kesulitan buang air besar (kurang dari 3 kali dalam seminggu)
    • Memiliki tinja yang padat dan keras
    • Seperti ada penyumbatan di rektum
    • Merasa tidak dapat sepenuhnya mengosongkan feses dari dalam dubur.

    Tinja memerlukan pergerakan pada otot-otot dinding usus yang berkontraksi agar dapat terdorong keluar pada saat buang air besar.

    Namun, apabila jumlah tinja dalam dalam usus belum sampai pada batas tertentu untuk diproses, maka kontraksi pada usus pun menjadi berkurang sehingg dapat menyebabkan sembelit.

    Penyebab Sembelit Saat Berpuasa

    Berhubungan dengan proses kontraksi pada pergerakan usus, berikut ini adalah beberapa hal yang dapat menyebabkan sembelit selama bulan puasa:

    1. Kurang asupan makanan

    Selama Ramadhan, jumlah asupan makanan yang dikonsumsi akan berkurang karena puasa sehingga tubuh akan kekurangan bahan untuk pembentukan feses.

    Karena makanan yang dikonsumsi saat sahur dan berbuka belum cukup untuk membentuk feses yang yang lunak namun tetap padat.

    2. Kurang serat

    Komponen utama dalam pembentukan tinja yang sempurna adalah serat pada makanan. Sebaliknya, jika asupan serat yang dikonsumsi tidak memenuhi kebutuhan harian akan menyebabkan kita mengalami sembelit.

    Hal ini karena serat memegang kendali penuh akan sistem pencernaan, jika serat didalam tubuh tercukupi, maka feses dalam usus akan menyerap air dengan baik sehingga feses akan menjadi lunak dan mudah dikeluarkan ketika buang air besar.

    3. Dehidrasi

    Disaat berpuasa, tentunya seseorang akan mengalami dehidrasi. Terhentinya asupan cairan dan elektrolit yang terus dikeluarkan oleh tubuh menyadi salah satu penyebab terjadinya dehidrasi.

    Baca Juga: Wajib Dicoba! 10 Macam Buah Pencegah Dehidrasi Saat Berpuasa

    Apalagi jika berkegiatan juga di lingkungan yang panas atau melakukan kegiatan fisik yang berat. Asupan air yang kurang dapat membuat tinja menjadi keras dan sulit dikeluarkan ketika buang air besar.

    4. Kadar gula darah rendah

    Kadar gula darah rendah atau hipoglikemia merupakan efek umum dari puasa. Kondisi ini biasanya akan ditandai dengan kondisi tubuh yang kurang berenergi, cepat dan sering merasa lelah dan lemah ketika berpuasa.

    Sehingga akan berakibat pada pergerakan pada otot-otot usus menjadi lebih lambat sehingga menyebabkan sembelit. Oleh sebab itu, sangat disarankan bagi yang berpuasa untuk mengonsumsi buah kurma yang manis ketika berbuka.

    Cara Pengobatan Rumahan untuk Sembelit

    • Biasakan untuk sering minum air, karena air dapat mengembalikan cairan tubuh dan akan membuat organ tubuh kembali bekerja dengan baik.
    • Mengonsumsi makanan kaya serat, terutama serat yang dapat larut dan tidak difermentasi. Misalnya seperti pada sayuran buncis, gandum, biji-bijian, maupun kacang-kacangan.
    • Rutin olahraga dipercaya dapat meningkatkan kontraksi dalam usus sehingga feses akan bergerak dan terdorong. Saat puasa, anda dapat mencoba olahraga ringan seperti jalan santai, berenang, bersepeda, atau jogging.
    • Meminum Senna atau obat pencahar herbal merupakan solusi yang aman dan efektif dalam mengobati sembelit. Senna mengandung senyawa tanaman yang biasa disebut glikosida yang berfungsi merangsang saraf diusus dan dapat membantu meningkatkan pergerakan usus. Senna dapat diperoleh tanpa resep dari dokter.
    • Konsumsi makanan atau suplemen yang mengandung probiotik. Probiotik dipercaya dapat membantu mencegah timbulnya sembelit kronis, karena didalamnya mengandung bakteri hidup yang menguntungkan secara alami di dalam usus.
    • Mengonsumsi makanan yang mengandung prebiotik, seperti bawang-bawangan, daun bawang, pisang, dan buncis. Karena prebiotik yang terkandung dalam makanan dapat meningkatkan kesehatan pencernaan sehingga dapat meningkatkan frekuensi buang air besar dan membuat tinja menjajdi lebih lunak.
    • Coba dengan menghindari produk susu, karena ada beberapa orang yang memiliki intoleransi terhadap produk susu. Seseorang yang mengidap intoleransi terhadap produk susu atau laktosa dapat mengalami sembelit.

    Sembelit merupakan gangguan pencernaan yang sangat mengganggu. Namun sahabat sehat tidak perlu cemas, karena sembelit dapat dicegah dan mudah diobati dengan pengobatan rumahan dan metode alami lainnya.

    Baca Juga: Makanan Sehat Pencernaan Lancar

    Namun apabila sembelit masih berlajut, sahabat dapat konsultasikan dengan  Dokter 24 Jam dari Prosehat untuk mengidentifikasi penyebab dan menemukan pengobatan yang tepat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. theAsianparent: Situs Parenting Terbaik di Indonesia. 2021. Sembelit saat puasa, ini penyebab dan cara mengatasinya!. [online] Available at: <https://id.theasianparent.com/sembelit-saat-puasa> [Accessed 29 April 2021].
    2. com. 2021. 13 home remedies to relieve constipation naturally. [online] Available at: <https://www.medicalnewstoday.com/articles/318694> [Accessed 29 April 2021].
    3. Media, K., 2021. 8 Tips Mencegah Sembelit Saat Puasa Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://health.kompas.com/read/2020/05/05/034500468/8-tips-mencegah-sembelit-saat-puasa?page=all> [Accessed 29 April 2021].

     

    Read More
  • Saat Ramadan, sebagian besar orang akan mangalami perubahan pada pola tidurnya. Hal ini dikarenakan mereka harus bangun lebih awal untuk makan sahur sebagai persiapan menjalani ibadah puasa setiap harinya. Meskipun demikian, banyak di antara mereka yang memilih untuk kembali melanjutkan tidur setelah menyantap makan sahur karena rasa kantuk. Baca Juga: 5 Menu Sehat dan Praktis […]

    Sering Dianggap Sepele! Simak 7 Masalah Kesehatan Akibat Kebiasaan Tidur Setelah Makan Sahur

    Saat Ramadan, sebagian besar orang akan mangalami perubahan pada pola tidurnya. Hal ini dikarenakan mereka harus bangun lebih awal untuk makan sahur sebagai persiapan menjalani ibadah puasa setiap harinya.

    Meskipun demikian, banyak di antara mereka yang memilih untuk kembali melanjutkan tidur setelah menyantap makan sahur karena rasa kantuk.

    Baca Juga: 5 Menu Sehat dan Praktis Saat Telat Sahur

    Padahal kebiasaan tidur setelah makan dapat memicu gangguan pencernaan karena tubuh akan bekerja lebih keras dalam mencerna makanan.

    Lalu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk dapat kembali tidur setelah sahur?

    Apabila makanan yang dikonsumsi ketika sahur berupa karbohidrat, protein, dan sayuran, maka setidaknya membutuhkan waktu jeda sekitar tiga jam agar makanan dapat tercerna secara sempurna oleh lambung dan baru bisa kembali melanjutkan tidur.

    Untuk mengisi waktu jeda tersebut, lakukanlah ibadah subuh seperti mengaji dan salat, serta mencicil beberes rumah. Sebagai kompensasi karena kurang tidur di pagi hari, bisa juga ‘mencuri’ waktu tidur siang walau hanya sebentar.

    Nah, berikut ini 7 masalah kesehatan yang ditimbulkan akibat kebiasaan langsung tidur setelah makan yang dapat membahayakan tubuh, di antaranya:

    1. Refluks asam lambung atau GERD

    Refluks asam lambung atau biasa dikenal dengan GERD (Gastro-Esophageal Refluks Disease) merupakan suatu kondisi yang terjadi akibat tidak menutupnya katup antara lambung dan kerongkongan secara sempurna.

    Kondisi ini biasa disebabkan oleh efek gravitasi ketika posisi tubuh berbaring telentang atau miring setelah makan, sehingga menyebabkan makanan yang belum tercerna sepenuhya oleh lambung dapat mudah naik kembali ke kerongkongan.

    Hal ini akan semakin tidak nyaman apabila tidur usai makan berat, dapat dipastikan setelahnya akan terbangun dengan kondisi perut kembung. Jika kebiasaan ini terus dibiarkan dalam waktu lama akan memicu penyakit asam lambung.

    Produk Terkait: Jual Obat Lambung

    Gejala yang ditimbulkan GERD dapat beragam, misalnya seperti tenggorokan panas, bersendawa, mulut pahit, hingga dada terasa panas.

    Hal tersebut akan membuat rasa tidak nyaman saat berpuasa. Oleh karena itu, kondisi ini dapat dicegah dengan memberi jeda waktu kurang lebih tiga jam hingga makanan telah tercerna sempurna, kemudian baru bisa melanjutkan tidur.

    2. Kualitas tidur menurun

    Langsung tidur setelah santap sahur adalah kebiasaan yang tidak baik jika dilakukan secara terus menerus selama Ramadan, terutama jika saat sahur mengonsumsi makanan yang berlemak akan sangat berdampak pada kualitas tidur.

    Makanan yang tinggi lemak seperti olahan daging dan goreng-gorengan berminyak membutuhkan banyak waktu dalam proses mencernanya. Oleh karenanya, berilah jeda waktu yang lebih lama agar makanan tercerna dengan baik agar tidur tetap berkualitas.

    3. Kenaikan berat badan

    Sudah bukan lagi menjadi hal yang aneh bahwa kebiasaaan langsung tidur setelah makan dapat memicu penimbunan lemak pada tubuh.

    Sebuah penelitian juga mengatakan bahwa seseorang yang mempunyai riwayat keturunan keluarga gemuk atau obesitas, dan memiliki kebiasaan tidur setelah makan dapat meningatkan risiko kelebihan berat badan hingga 2x lipat.

    Baca Juga: 6 Cara Sehat Menurunkan Berat Badan dalam Waktu Sebulan

    Selain itu, seorang professor dari Missouri State University Jeremy Barnes mengungkapkan bahwa ketika tidur, seseorang akan mengalami peningkatan kadar hormon ghrelin.

    Efek dari peningkatan hormon ghrelin tersebutlah yang memicu perasaan lapar ketika bangun. Tidak heran, ketika Ramadan banyak orang yang justru mengalami kenaikan berat badan ketimbang menjadi kurus.

    4. Produksi asam lambung meningkat

    Peningkatan produksi asam lambung atau heartburn merupakan suatu kondisi dimana asam lambung yang diproduksi berlebihan menyebar dan naik ke kerongkongan dan dada.

    Pada prinsipnya, setiap kali makan, makanan akan melewati tenggorokan dan kemudian masuk ke dalam esofagus yang berfungsi untuk melumat serta menghantaran makanan ke dalam lambung. Setelah itu makanan akan diproses oleh lambung menjadi halus dan berbentuk pasta.

    Namun apabila proses cerna tidak sempuna, makanan yang masih kasar di dalam lambung dapat membuat dinding lambung menjadi iritasi dan nantinya bisa memicu penyakit asam lambung.

    Kondisi ini dapat menyebabkan sendawa dan munculnya rasa asam disekitar mulut. Tentu saja hal ini tidak baik bagi kesehatan jika dibiarkan dalam jangka waktu lama.

    Gejala lainnya yang dapat terjadi yakni rasa nyeri disekitar lambung atau perut kiri atas. Dapat juga berupa sensasi panas disasa. Bagi yang mudah merasa mulas atau sakit perut, sangat dianjurkan untuk menghindari kebiasaan tidur setelah makan.

    5. Sakit tenggorokan

    Selain Refluks, produksi asam lambung yang berlebih juga berpengaruh pada tenggorokan. Hal ini terjadi karena asam lambung yang berlebih dapat naik kekerongkongan sehingga mengiritasi lapisan sekitar, dan iritasi inilah yang memicu sakit tenggorokan, batuk kering, atau bahkan mengi.

    Saat tubuh dalam posisi tidur atau berbaring dengan kondisi perut penuh, katup diantara lambung dan kerongkongan tidak dapat menutup dengan sempurna.

    Produk Terkait: Jual Obat Sakit Tenggorokan

    Hal ini yang menyebabkan asam lambung dapat mudah naik hingga ke kerongkongan dan menimbulkan sensasi panas terbakar pada tenggorokan.

    Selain itu sensasi panas ini tidak hanya dirasakan oleh tenggorokan tetapi juga dapat dirasakan hingga ke dada. Apabila kondisi ini terus dibiarkan akan semakin memperburuk peradangan yang ada.

    6. Sembelit

    Pada umumnya, lambung manusia akan mengalami proses pengosongan dalam kurun waktu dua hingga tiga jam setelah makan.

    Namun, dengan posisi tubuh yang berbaring atau tiduran akan menghambat proses pengosongan lambung tersebut. Apabila kondisi ini terus berulang dapat memicu sembelit atau sulit buang air besar.

    Produk Terkait: Jual Obat Sembelit

    Sebagai pencegahan, hindarilah konsumsi makanan yang tinggi lemak, kafein dan gula dalam menu sahur. Selain itu, mengonsumsi sayur dan aneka buah juga dapat memperlancar proses pencernaan.

    7. Stroke

    Bahaya tidur setelah makan sahur lainnya adalah dapat memicu gejala penyakit stroke. Stroke sendiri adalah penyakit berbahaya yang cukup ditakuti oleh banyak orang.

    Stroke terbagi menjadi dua jenis, yaitu stroke penyumbatan dan stroke pendarahan. Jenis stroke yang disebabkan oleh kebiasaan tidur setelah makan adalah stroke penyumbatan.

    Baca Juga: Penyakit-penyakit Kronis Akibat Kesehatan Gigi yang Buruk

    Pasalnya, saat tidur aliran darah yang mengalir ke otak harus tetap berjalan sesuai kebutuhan. Sehingga apabila lambung dan otak bekerja secara bersamaan dalam proses pencernaan makanan, maka suplai aliran darah akan terbagi-bagi.

    Tentunya apabila kondisi ini terulang dalam jangka panjang, akan sangat mempengaruhi otak akibat kekurangan oksigen sehingga dapat menyebabkan stroke. Oleh sebab itu, hindari kebiasaan tidur setelah makan mulai dari sekarang.

    Tips Tetap Sehat Selama Ramadan

    Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan agar tetap sehat selama Ramadan:

    1. Konsumsi makanan secukupnya

    Tidak hanya kebiasaan tidur setelah makan yang dapat memicu masalah kesehatan, namun mengkonsumsi terlalu banyak makanan nyatanya juga tidak baik bagi kesehatan tubuh selama Ramadan.

    Karena makan yang berlebihan saat berbuka hanya akan membuat tubuh anda lelah dan perut pun terasa begah sehingga dapat menggangu aktivitas.

    Jadi, konsumsilah makanan bergizi seimbang dengan karbohidrat, protein, lemak, sayur dan buah dengan porsi secukupnya. Serta pastikan mengkonsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi merah, dan gandum karena akan membuat lebih cepat kenyang dan memperlambat timbulnya rasa lapar.

    2. Tetap olahraga

    Walaupun sedang puasa, melakukan olahraga tetap harus dijalankan dengan rutin. Cukup melakukan olahraga ringan seperti yoga, stretching, ataupun jalan kaki mengelilingi kompek.

    Waktu yang dianjurkan untuk melakukan olahraga selama berpuasa yakni pada pagi hari setelah sahur atau 1-2 jam sebelum waktu berbuka.

    3. Pola tidur sehat

    Selama Ramadan, pola tidur pun tentu akan mengalami sedikit perubahan, yaitu bangun lebih pagi untuk mempersiapkan sebagai persiapan sahur dan tidur lebih lebih malam untuk memperbanyak ibadah.

    Oleh sebab itu, pastikan tetap memiliki istirahat yang cukup di siang hari. Selain mendapatkan pahala yang berlipat, menjalan puasa di bulan Ramadan juga memiliki manfaat baik bagi tubuh. Jadi, jangan lupa tetap konsumsi makanan sehat serta hindari kebiasaan tidur setelah sahur ya.

    Baca Juga: 10 Manfaat Puasa Ramadan yang Belum Kita Ketahui

    Jika ada yang perlu sahabat sehat tanyakan, langsung saja konsultasikan dengan  Dokter 24 Jam dari Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.


    Referensi

    1. Gaya hidup. 2021. 7 Bahaya Tidur setelah Sahur bagi Kesehatan. [online] Available at: <https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200424140306-255-496956/7-bahaya-tidur-setelah-sahur-bagi-kesehatan> [Accessed 28 April 2021].
    2. theAsianparent: Situs Parenting Terbaik di Indonesia. 2021. Sering tidur setelah sahur? Waspada 5 masalah kesehatan ini!. [online] Available at: <https://id.theasianparent.com/tidur-setelah-sahur> [Accessed 28 April 2021].
    3. University Hospitals Birmingham. 2021. University Hospitals Birmingham NHS Foundation Trust | How to stay healthy during Ramadan. [online] Available at: <https://hgs.uhb.nhs.uk/how-to-stay-healthy-during-ramadan/> [Accessed 28 April 2021].

     

     

    Read More
  • Berpuasa merupakan kewajiban dari seorang muslim. Bahkan, di tengan pandemi Covid-19 sekalipun, umat muslim tetap diwajibkan berpuasa. Apalagi bagi yang masih dalam keadaan sehat. Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Saat Puasa Di Indonesia, ibadah puasa di tengah pandemi Covid-19 sudah memasuki kali kedua. Namun, Sahabat Sehat tetap harus mengikuti beberapa […]

    Tips Berpuasa di Tengah Pandemi yang Perlu Sahabat Ketahui

    Berpuasa merupakan kewajiban dari seorang muslim. Bahkan, di tengan pandemi Covid-19 sekalipun, umat muslim tetap diwajibkan berpuasa. Apalagi bagi yang masih dalam keadaan sehat.

    Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Saat Puasa

    Di Indonesia, ibadah puasa di tengah pandemi Covid-19 sudah memasuki kali kedua. Namun, Sahabat Sehat tetap harus mengikuti beberapa tips berpuasa di tengah pandemi. Berikut tips berpuasa di tengah pandemi Covid-19:

    Menjaga Asupan Makan

    Agar kondisi tubuh tetap prima, maka Sahabat Sehat dianjurkan untuk menjaga asupan makanan selama bulan puasa. Karena hal pertama yang paling penting dalam berpuasa adalah menjaga asupan makan yang bergizi.

    Agar Sahabat Sehat tetap prima, Sahabat Sehat bisa mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang, dengan komposisi karbohidrat, protein, lemak dan mineral yang cukup.

    Makan yang kaya karbohidrat sebagai sumber kalori, contohnya seperti nasi, roti, umbi-umbian, dan sebagainya. Kemudian juga Sahabat Sehat bisa mengonsumsi telur, ikan, dan daging bagi sumber protein hewani, serta kacang-kacangan sebagai protein nabati yang berguna untuk membentuk imunitas dan pembentukan jaringan tubuh lainnya.

    Produk Terkait: Jual Makanan Sehat

    Sahabat Sehat juga wajib mengonsumsi mineral, seperti sayur dan buah-buahan yang kaya nutrisi dan antioksidan. Mengonsumsi lemak baik juga diperlukan, seperti yang terkandung dalam zaitun dan ikan salmon.

    Lemak baik diketahui bisa mengurangi peradangan di dalam tubuh. Peradangan tersebut dapat menghambat kinerja sistem imun.

    Oleh karena itu, konsumsi lemak baik seperti zaitun dan ikan salmon bisa menjaga daya tahan tubuh Sahabat Sehat selama menjalankan ibadah puasa.

    Asupan nutrisi saat sahur dan berbuka puasa harus seimbang dan diperhatikan. Kebutuhan zat gizi harian rata-rata adalah 50% dari karbohidrat, 30% dari lemak, dan 15 % dari protein.

    Tetap Berolahraga

    Biasanya puasa di bulan Ramadan dijadikan alasan untuk tidak berolahraga. Padahal sebenarnya, olahraga berguna untuk menjaga keseimbangan metabolisme tubuh.

    Bahkan, sejumlah pakar juga mengatakan, bulan puasa adalah momen yang paling tepat untuk meningkatkan aktivitas fisik sehari-hari.

    Waktu terbaik untuk berolahraga sendiri adalah 30 sampai 60 menit sebelum berbuka puasa, dan 60 menit setelah berbuka puasa, yang berguna untuk mempermudah rehidrasi.

    Baca Juga: 8 Jenis Olahraga yang Pas Dilakukan Saat Puasa

    Jika ingin berolahraga, sebaiknya Sahabat Sehat memilih olahraga yang ringan. Contoh olahraga ringan seperti berjalan kaki atau senam kecil di rumah.

    Minum Air Putih yang Cukup

    Biasanya saat berbuka puasa, banyak orang cenderung mengonsumsi minuman yang manis sehingga lupa minum air putih. Padahal, air putih sangat dibutuhkan bagi tubuh agar terhindar dari dehidrasi saat menjalani puasa di siang hari.

    Idealnya, minum air putih adalah sebanyak 8 sampai 10 gelas dalam sehari. Sahabat Sehat bisa melakukannya saat berbuka puasa, setelah berbuka puasa, menjelang tarawih, setelah tarawih, sebelum tidur, setelah bangun untuk sahur, saat makan sahur, dan setelah makan sahur.

    Baca Juga: Cegah Dehidrasi Saat Berpuasa di Bulan Ramadan

    Untuk menyiasati kebutuhan air perharinya juga bisa dengan pola 2 gelas air saat sahur, 2 gelas air saat berbuka puasa, dan 4 gelas air di malam hari.

    Hindari Makan dan Minum yang Manis

    Sahabat Sehat tidak disarankan untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang manis secara berlebihan di saat bulan puasa.

    Karena mengonsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan bisa menyebabkan obesitas dan meningkatkan risiko terserang penyakit lainnya, seperti diabetes dan jantung.

    Sahabat Sehat disarankan mengurangi makanan dan minuman manis, bukan tidak sama sekali menyentuh makanan dan minuman manis. Dan satu hal lagi yang perlu diketahui, makanan dan minuman manis dapat juga melemahkan imun tubuh.

    Tidur Cukup

    Kurang tidur bisa menyebabkan gangguan imunitas tubuh dan juga meningkatkan risiko penyakit. Maka dari itu, Sahabat Sehat diharapkan bisa memenuhi waktu tidur, minimal 7 jam dalam semalam demi kesehatan tubuh.

    Konsumsi Suplemen

    Mengonsumsi suplemen sangatlah penting, apalagi di tengah bulan puasa seperti ini. Dengan mengonsumsi suplemen, kinerja sistem imun akan terjaga.  Suplemen multivitamin yang bisa dikonsumsi saat bulan Ramadhan bisa berupa Vitamin C, Vitamin B kompleks, Vitamin E, kalsium, dan zat besi.

    Suplemen seperti Vitamin C, Vitamin D, dan zat besi telah terbukti menjaga sistem imun dan daya tahan tubuh manusia. Sahabat Sehat bisa mengonsultasikan ke dokter, terkait suplemen yang bisa dikonsumsi.

    Produk Terkait: Jual Suplemen

    Dan yang paling penting dari semua itu adalah Sahabat Sehat harus tetap menjaga pola hidup yang sehat dan teratur, sehingga imun tetap terjaga dan Covid-19 tidak berani menyerang tubuh Sahabat Sehat.

    Tetap Beraktivitas

    Puasa bukan berarti dijadikan alasan untuk bermalas-malasan dan tidak melakukan aktivitas. Sahabat Sehat tetap harus melakukan aktivitas seperti biasa.

    Hal tersebut bisa dilakukan dengan olahraga, bekerja, mengerjakan berbagai pekerjaan rumah, atau aktivitas lainnya. Dengan mengerjakan dan tetap melakukan aktivitas seperti biasa, membuat Sahabat Sehat semakin bersemangat dalam menjalani hari-hari di tengah puasa dan pandemi Covid-19.

    Menjaga Protokol Kesehatan

    Di masa pandemi Covid-19, Sahabat Sehat tentunya memiliki tugas tambahan, yaitu menjaga kesehatan diri selama berpuasa. Meskipun saat berpuasa tubuh lemas, namun Sahabat Sehat tetap harus menerapkan protokol kesehatan (prokes).

    Bahkan, saat Sahabat Sehat datang atau menghadiri acara buka bersama, pastikan Sahabat Sehat dalam kondisi sehat dan pastikan menerapkan prokes yang ketat.

    Seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan lainnya. Hal tersebut berguna untuk menjaga diri sendiri agar tidak mudah terpapar atau tertular Covid-19.

    Menjaga Kondisi Mental

    Dalam kondisi pandemi Covid-19, diharapkan Sahabat Sehat tetap bisa menjaga kesehatan mental. Dan mulai menerima keadaan di masa sekarang. Sahabat Sehat bisa serahkan semua yang terjadi kepada Tuhan, karena sebenarnya apa yang telah terjadi memang yang telah dikehendaki oleh Tuhan.

    Nah, Sahabat Sehat bisa menerapkan tips berpuasa di tengah pandemi Covid-19. Semoga Sahabat Sehat bisa menjalankan ibadah puasa dengan lancar, walaupun di tengah pandemi Covid-19, ya!

    Baca Juga: Sahabat Sehat, Ini Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Jiwa

    Ingin konsultasi kesehatan mengenai puasa? Yuk, manfaatkan segera Chat Dokter 24 jam di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Persiapan dan Tips Berpuasa Saat Pandemi [Internet] com. 2021 [cited 29 April 2021] Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2021/02/22/200500365/persiapan-dan-tips-berpuasa-saat-pandemi?page=all
    2. 4 Tips Sehat Berpuasa di Tengah Pandemi Covid-19 [Internet]com [cited 29 April 2021] Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210413101541-255-629133/4-tips-sehat-berpuasa-di-tengah-pandemi-covid-19
    3. Puasa Ramadan Saat Pandemi COVID-19, Ini Tips dari Satgas untuk Perkuat Imunitas. [Internet] com [cited 29 April 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/ramadan/read/4527506/puasa-ramadan-saat-pandemi-covid-19-ini-tips-dari-satgas-untuk-perkuat-imunitas
    4. 7 Cara Menjaga Imunitas Tubuh Saat Puasa Selama Pandemi. [Internet]tv [cited 29 April 2021]. Available from: https://www.kompas.tv/article/164825/7-cara-menjaga-imunitas-tubuh-saat-puasa-selama-pandemi
    Read More
  • Berpuasa di bulan Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap umat muslim. Namun, terdapat beberapa kriteria orang yang boleh atau diizinkan untuk tidak berpuasa, salah satunya adalah ibu hamil. Baca Juga: 7 Tips Aman Hamil di Masa Pandemi Ibu hamil boleh atau diizinkan tidak berpuasa karena dinilai ketika dalam kondisi tersebut, janin di dalam kandungannya membutuhkan banyak […]

    Tips Berpuasa Bagi Ibu Hamil Seperti Apa?

    Berpuasa di bulan Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap umat muslim. Namun, terdapat beberapa kriteria orang yang boleh atau diizinkan untuk tidak berpuasa, salah satunya adalah ibu hamil.

    tips berpuasa bagi ibu hamil

    Baca Juga: 7 Tips Aman Hamil di Masa Pandemi

    Ibu hamil boleh atau diizinkan tidak berpuasa karena dinilai ketika dalam kondisi tersebut, janin di dalam kandungannya membutuhkan banyak nutrisi.

    Namun, apabila ibu hamil ingin tetap berpuasa, terdapat tips berpuasa bagi ibu hamil, sebagai berikut:

    Konsultasi ke Dokter

    Jika Sahabat Sehat yang sedang hamil ingin tetap berpuasa, sebaiknya harus mendiskusikan dulu dengan bidan atau dokter, terkait kondisi yang memungkinkan atau tidak untuk berpuasa.

    Selain itu, ibu hamil juga perlu melakukan pemeriksaan kesehatan, yang berguna untuk mengidentifikasi potensi komplikasi yang mungkin terjadi saat berpuasa. Dengan menemui bidan atau dokter, ibu hamil bisa mendapatkan masukan atau nasehat agar kesehatan bayi tetap terjaga selama ibu hamil berpuasa.

    Menjaga Cairan Tubuh

    Sampai saat ini, belum terdapat penelitian mengenai perbedaan kondisi bayi yang lahir dari ibu berpuasa dan ibu yang tidak berpuasa selama bulan Ramadan.

    Meskipun begitu, puasa sendiri tetap dapat meningkatkan risiko dehidrasi, apalagi bulan Ramadan bertepatan dengan musim panas. Hal tersebut bisa mempengaruhi fungsi ginjal dan jumlah cairan di sekitar bayi.

    Maka dari itu, tips berpuasa bagi ibu hamil salah satunya adalah dengan tetap menjaga cairan tubuh. WHO tidak merekomendasikan minuman yang bisa memicu urine berlebih. Contohnya seperti kopi, teh, maupun minuman bersoda. Ibu hamil harus ingat bahwa selama kehamilan jumlah cairan yang dibutuhkan tubuhnya bisa bertambah.

    Selain minum banyak cairan, Sahabat Sehat bisa mengonsumsi makanan dengan kandungan air yang tinggi, seperti buah-buahan, sayuran, sup, dan lain-lain.

    Makanan tersebut bisa dijadikan menu sahur dan berbuka puasa. Saat ibu hamil berpuasa juga jangan terlalu banyak mengonsumsi makanan asin, terutama di waktu sahur atau pagi hari, hal tersebut bisa membuat ibu hamil menjadi mudah haus.

    Penuhi Kebutuhan Nutrisi

    Tips berpuasa bagi ibu hamil selanjutnya adalah dengan tetap menjaga kebutuhan nutrisi. Menjaga kebutuhan nutrisi bukan berarti harus makan dalam jumlah yang banyak, namun diutamakan memiliki gizi dan nutrisi yang cukup.

    Nutrisi yang harus terpenuhi bagi ibu hamil saat berpuasa, seperti zat besi yang bisa dikonsumsi melalui daging merah dan sayuran hijau.

    Kemudian kalsium, pada trimester tiga, biasanya pertumbuhan tulang bayi sangatlah cepat, sehingga kebutuhan kalsium ibu hamil juga ikut meningkat.

    Ibu hamil harus mencukupi kebutuhan kalsiumnya sebesar 1.200 mg per hari. Kalsium sendiri bisa didapat dengan mengonsumsi susu, yogurt, keju, ikan beserta dengan tulangnya (ikan teri dan sarden), dan sayuran hijau.

    Baca Juga: 10 Makanan Sehat untuk Ibu Hamil

    Saat ibu hamil berpuasa juga harus mendapat nutrisi asam lemak dan kolin, yang diperlukan dalam perkembangan otak dan sistem saraf janin. Makanan yang memiliki sumber asam lemak dan kolin antara lain, salmon, tuna, sarden, dan telur yang kaya akan omega-3.

    Selain itu, nutrisi yang dibutuhkan selanjutnya adalah seng, kebutuhan seng yang terpenuhi bisa mencegah ibu hamil melahirkan bayi yang prematur. Sumber mineral seng bisa Sahabat Sehat dapat dari daging merah, seafood, sayuran hijau, dan kacang-kacangan.

    Ibu hamil juga bisa memilih menu sahur yang ideal dengan mengonsumsi tiga butir kurma, agar kadar gula tetap normal atau pisang yang membuat perut kenyang lebih lama.

    Selain itu, susu juga direkomendasikan dikonsumsi, karena mengandung vitamin dan mineral. Hindari makanan yang tinggi lemak, karena makanan yang tinggi lemak tidak mengandung nutrisi yang cukup untuk kebutuhan yang ibu hamil dan bayinya. Terlalu banyak makan makanan yang berlemak juga bisa menyebabkan kita terkena sembelit dan gangguan pencernaan lainnya.

    Konsumsi Air Putih Lebih Banyak

    Konsumsi air putih lebih banyak juga merupakan salah satu tips berpuasa bagi ibu hamil. Bahkan, minum air putih tidak hanya dibutuhkan bagi ibu hamil saja, namun semua orang.

    Karena dehidrasi bukanlah kondisi yang baik bagi metabolisme tubuh manusia. Selain itu, jika ibu hamil kekurangan air putih, perkembangan janin pun akan terhambat nantinya.

    Ibu hamil harus tetap memenuhi asupan cairan minimal 2 liter per hari atau yang setara dengan delapan gelas air putih per hari. Hal tersebut bertujuan untuk menghindari dehidrasi selama ibu hamil berpuasa. Hal tersebut dapat disiasati dengan konsumsi air putih yang banyak saat sahur. 

    Jangan Lupa Sahur

    Biasanya banyak orang malas untuk makan sahur, karena masih mengantuk. Namun, salah satu tips berpuasa bagi ibu hamil adalah tidak melewatkan sahur. Karena sahur sangat penting dilakukan yang bisa menjadi sumber energi di siang hari atau saat berpuasa.

    Dengan ibu hamil makan yang cukup saat sahur, bisa menyempurnakan kebutuhan energi hariannya selama berpuasa.

    Serta juga bisa membantu mencegah perasaan lapar dan haus di siang hari saat berpuasa. Selain itu, apabila tidak melewatkan sahur bisa mencegah Sahabat Sehat dari sakit kepala, pusing, sembelit, lemas, dan mudah mengantuk.

    Jangan Lakukan Aktivitas Fisik Berat

    Selama berpuasa, ibu hamil sebaiknya menghindari melakukan kegiatan yang menguras tenaga. Melakukan aktivitas fisik yang berat bisa membuat tubuh ibu hamil menjadi lemas dan memicu stres.

    Tips berpuasa bagi ibu hamil yang satu ini sangatlah penting, apalagi jika Sahabat Sehat merupakan seorang wanita karir. Coba bicarakan dengan atasan mengenai pengelolaan waktu pekerjaan selama Bulan Ramadan.

    Jika Sahabat Sehat sudah mulai atau merasa lelah, segeralah minum yang banyak cairan sudah berbuka puasa. Hal tersebut bisa mengembalikan kondisi tubuh ibu hamil menjadi seperti semula.

    Hindari Kafein

    Meskipun tidak berpuasa sekalipun, ibu hamil sangat tidak disarankan untuk mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung tinggi kafein, seperti teh, kopi, dan cokelat.

    Karena konsumsi teh dan kopi bisa menyebabkan gangguan penyerapan zat besi dalam tubuh. Apabila ingin meminumnya, batasi konsumsi kafein dengan tidak lebih dari 200mg per hari atau setara dengan dua cangkir kopi instan.

    Baca Juga: 10 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Ibu Hamil

    Nah, Sahabat Sehat sudah tahu ‘kan tips berpuasa bagi ibu hamil. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat ya, bagi Sahabat Sehat, terlebih lagi di saat bulan Ramadan seperti ini. Semoga Sahabat Sehat diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa, ya!

    Produk Terkait: Jual Kebutuhan Ibu Hamil

    Ingin konsultasi kehamilan saat berpuasa? Yuk, manfaatkan segera Chat Dokter 24 Jam di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Tips Puasa bagi Ibu atau Wanita Hamil [Internet].kompas.com. 2021 [cited 29 April 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2021/04/17/170000165/tips-puasa-bagi-ibu-atau-wanita-hamil?page=all
    2. 8 Tips Puasa untuk Ibu Hamil agar Kandungan Tetap Aman [Internet]. Cnnindonesia.com. 2020 [cited 29 April 2021].Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200423183643-255-496720/8-tips-puasa-untuk-ibu-hamil-agar-kandungan-tetap-aman
    3. 5 Tips Puasa Bagi Ibu Hamil Tua, Aman Bagi Ibu dan Bayi [Internet]. Liputan6.com. 2021 [cited 29 April 2021].Available from: https://www.liputan6.com/ramadan/read/4242549/5-tips-puasa-bagi-ibu-hamil-tua-aman-bagi-ibu-dan-bayi

     

    Read More
  • Apakah penderita hipertensi diperbolehkan berpuasa? Jawabannya tentu saja bisa. Namun, untuk menjalankan ibadah puasa tentunya ada beberapa hal yang harus Sahabat Sehat perhatikan mengingat hipertensi adalah salah satu jenis penyakit kronis. Baca Juga: Sahabat, Yuk, Simak Tips Puasa Bagi Penderita Penyakit Kronis Sahabat Sehat, mari simak beberapa tips berikut agar penderita hipertensi dapat berpuasa dengan […]

    Trik Berpuasa Bagi Penderita Hipertensi Seperti Apa?

    Apakah penderita hipertensi diperbolehkan berpuasa? Jawabannya tentu saja bisa. Namun, untuk menjalankan ibadah puasa tentunya ada beberapa hal yang harus Sahabat Sehat perhatikan mengingat hipertensi adalah salah satu jenis penyakit kronis.

    trik berpuasa bagi penderita hipertensi

    Baca Juga: Sahabat, Yuk, Simak Tips Puasa Bagi Penderita Penyakit Kronis

    Sahabat Sehat, mari simak beberapa tips berikut agar penderita hipertensi dapat berpuasa dengan lancar.

    Kontrol Tekanan Darah

    Sebelum mulai berpuasa, ada baiknya Sahabat Sehat yang menderita hipertensi berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter mengenai cara yang tepat untuk berpuasa. Rutin memeriksa tekanan darah agar terkontrol dengan baik. Tekanan darah yang diukur nantinya dapat dijadikan sebagai acuan untuk menentukan boleh atau tidaknya berpuasa.

    Produk Terkait: Cek Lab

    Menu Makanan Sehat untuk Sahur dan Berbuka Puasa

    Bagi Sahabat Sehat yang menderita hipertensi, tentu harus memperhatikan menu makanan saat sahur dan berbuka puasa.

    Perbanyak konsumsi sayur, buah, dan air putih. Hindari makanan yang digoreng dan batasi asupan makanan kemasan karena mengandung garam dalam jumlah yang cukup tinggi. Makanan bersantan juga sebaiknya dihindari karena dapat menyebabkan penumpukan lemak di pembuluh darah.

    Baca Juga: Menu Buka Puasa di Tengah Pandemi Covid-19

    Sahabat Sehat sebaiknya menghindari minum kopi dan teh saat sahur dan berbuka, karena keduanya turut berperan dalam meningkatkan tekanan darah.

    Rutin Berolahraga

    Selama berpuasa, Sahabat Sehat yang menderita hipertensi tetap diperbolehkan berolahraga untuk menghindari resiko penyakit jantung dan stroke. Pilih jenis olahraga yang ringan seperti berjalan kaki dan bersepeda. Lakukanlah selama minimal 30 menit dalam sehari.

    Baca Juga: 8 Jenis Olahraga yang Pas Dilakukan Saat Puasa

    Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa trik berpuasa yang bisa Sahabat lakukan selama berpuasa. Sahabat Sehat ingin informasi lebih lengkap mengenai hipertensi?

    Yuk, konsultasikan segera dengan para dokter online 24 jam di Prosehat. Hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media, K., 2021. Tips Puasa Sehat untuk Penderita Hipertensi, Perbanyak Sayur dan Cek Tensi Rutin Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://www.kompas.com/tren/read/2021/04/20/164500365/tips-puasa-sehat-untuk-penderita-hipertensi-perbanyak-sayur-dan-cek-tensi?page=all> [Accessed 30 April 2021].
    2. com. 2021. Tips Berpuasa Bagi Penderita Hipertensi – Tribunnews.com. [online] Available at: <https://www.tribunnews.com/tribunners/2017/06/05/tips-berpuasa-bagi-penderita-hipertensi> [Accessed 30 April 2021]

     

     

    Read More
  • Hal yang sangat membahagiakan bagi orang tua ketika anak mulai mau belajar berpuasa. Supaya ibadah puasa anak berjalan lancar, tentu Sahabat perlu memperhatikan asupan nutrisinya. Baca Juga: Si Kecil Mulai Puasa Setengah Hari, Apa Saja yang Perlu Ibu Ketahui? Asupan nutrisi yang dibutuhkan anak sedikit berbeda dari orang dewasa, mengingat kekebalan tubuh anak lebih rentan […]

    Menu Makanan Anak Selama Berpuasa, Perhatikan Gizi dan Nutrisinya!

    Hal yang sangat membahagiakan bagi orang tua ketika anak mulai mau belajar berpuasa. Supaya ibadah puasa anak berjalan lancar, tentu Sahabat perlu memperhatikan asupan nutrisinya.

    menu makanan anak selama berpuasa

    Baca Juga: Si Kecil Mulai Puasa Setengah Hari, Apa Saja yang Perlu Ibu Ketahui?

    Asupan nutrisi yang dibutuhkan anak sedikit berbeda dari orang dewasa, mengingat kekebalan tubuh anak lebih rentan terserang penyakit. Sahabat Sehat, mari simak menu makanan sehat bagi anak selama berpuasa!

    Menu Makanan Sehat Saat Sahur

    Menu makanan saat sahur perlu diperhatikan agar mencukupi energi yang dibutuhkan anak untuk beraktivitas seharian.

    Menu yang disarankan saat sahur sebaiknya meliputi buah, sayur, susu, sumber karbohidrat (nasi, beras merah, roti, jagung), serta sumber protein (ikan, telur, daging, tahu, dan tempe) untuk mencukupi kebutuhan nutrisi harian.

    Produk Terkait: Jual Vegefrut

    Anak juga disarankan untuk mengonsumsi makanan yang dikukus dan ditumis serta hindari makanan gorengan. Sajikan menu makanan yang bervariasi agar anak tidak mudah bosan.

    Baca Juga: Yang Perlu Sahabat Ketahui Mengenai Nutrisi Puasa Bagi Anak

    Pilih sumber makanan dengan indeks glikemik rendah seperti beras merah, ubi rebus, pisang, apel, jeruk, dan kacang hijau yang mampu memberikan rasa kenyang yang lama sehingga anak tidak mudah merasa lapar saat berpuasa.

    Menu Makanan Sehat Saat Berbuka Puasa

    Berbuka puasa tentu merupakan momen yang ditunggu saat berpuasa, karena Sahabat Sehat dapat mengisi kembali energi yang terkuras setelah seharian berpuasa. Oleh sebab itu, Sahabat tentunya juga perlu memperhatikan menu makanan yang bergizi bagi anak saat berbuka puasa.

    Berikanlah menu makanan sehat seperti kurma, kolak hangat, puding, ataupun segelas susu yang mengandung gula. Hindari memberikan makanan atau minuman yang mengandung pemanis buatan sebab ternyata kurang baik bagi kesehatan anak.

    Untuk hidangan utama, Sahabat Sehat dapat memilih menu karbohidrat yang dilengkapi dengan protein dan serat. Pilihlah jenis makanan yang disukai anak agar anak semakin lahap menyantap menu berbuka puasa.

    Untuk menu makanan penutup, Sahabat Sehat dapat menambahkan beberapa potong buah segar yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan serat dan vitamin tubuh.

    Apabila anak masih merasa lapar beberapa jam setelah berbuka puasa, berikanlah camilan sehat seperti cookies buah dan yogurt yang kaya serat.

    Produk Terkait: Jual Hilo Teen Yoghurt Banana 250 gram

    Tips Agar Anak Tidak Kekurangan Nutrisi di Bulan Puasa

    Agar anak tidak kekurangan nutrisi selama menjalani ibadah puasa, Sahabat Sehat perlu memperhatikan hal-hal berikut:

    • Penuhi kebutuhan kalori anak saat sahur dan berbuka. Kebutuhan kalori ini dapatberbeda-beda tergantung umur. Misal, anak umur 7 tahun kebutuhan kalori hariannya sebesar 1.200-1.600.
    • Informasikan pada anak apabila saat berpuasa merasakan pusing berkunang-kunang, segera beritahu orang tua dan minum segelas air putih.
    • Beritahu anak untuk tidak memaksakan diri berpuasa seharian jika tubuh terasa lemas.
    • Perhatikan asupan nutrisi anak saat berpuasa agar tetap dapat beraktivitas seperti biasanya.

    Sahabat Sehat, itulah berbagai hal yang perlu diperhatikan ketika anak mulai belajar berpuasa. Sahabat Sehat perlu memperhatikan asupan nutrisi bagi anak agar tetap aktif seharian.

    Baca Juga: 10 Manfaat Puasa Ramadan yang Belum Kita Ketahui

    Sahabat Sehat bisa mendapatkan menu makanan sehat serta suplemen kesehatan di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Ini Menu Sehat untuk Anak saat Berpuasa, Yuk Coba! [Internet]. Orami.co.id. 2021 [cited 27 April 2021]. Available from: https://www.orami.co.id/magazine/anak-berpuasa-perhatikan-menu-sahur-dan-berbukanya/
    2. 7 Menu Buka Puasa Sehat untuk Si Kecil – seruni.id [Internet]. seruni.id. 2021 [cited 27 April 2021]. Available from: https://seruni.id/7-menu-buka-puasa-sehat-untuk-si-kecil/
    Read More
  • Puasa merupakan ibadah yang wajib dijalankan oleh setiap umat Muslim yang telah memenuhi syarat. Namun, menjalankan puasa bagi orang yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes mellitus, hipertensi, penyakit jantung, penyakit ginjal kronik, maupun asam lambung (maag) atau gastroesophageal reflux disease (GERD) menjadi tantangan tersendiri. Sehingga, biasanya para penderita penyakit kronis memiliki tips untuk tetap menjalankan puasa. Baca Juga: […]

    Sahabat, Yuk, Simak Tips Puasa Bagi Penderita Penyakit Kronis!

    Puasa merupakan ibadah yang wajib dijalankan oleh setiap umat Muslim yang telah memenuhi syarat. Namun, menjalankan puasa bagi orang yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes mellitus, hipertensi, penyakit jantung, penyakit ginjal kronik, maupun asam lambung (maag) atau gastroesophageal reflux disease (GERD) menjadi tantangan tersendiri. Sehingga, biasanya para penderita penyakit kronis memiliki tips untuk tetap menjalankan puasa.

    tips puasa bagi penderita penyakit kronis

    Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Fit Selama Puasa

    Berikut tips puasa bagi penderita penyakit kronis:

    Sebelum mulai berpuasa, Sahabat Sehat bisa melakukan konsultasi ke dokter dahulu untuk mengetahui apakah kondisi tubuh stabil dan memungkinkan untuk melakukan ibadah puasa. Jika dokter mengatakan boleh berpuasa, maka pastikan mengikuti anjuran yang diberikan oleh dokter.

    Penyakit kronis diabetes melitus

    Tips berpuasa bagi penderita diabetes melitus adalah, yang pertama harus memastikan keadaan atau kondisi gula darah dalam keadaan stabil dan terkontrol, yang artinya tidak mengalami hipoglikemia ataupun hiperglikemia dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.

    Produk Terkait: Jual Produk Diabetes

    Agar kadar gula darah bisa terus stabil, penderita diabetes melitus sebaiknya melakukan kontrol ke dokter terkait dosis obat yang dianjurkan.

    Menu yang dianjurkan bagi penderita diabetes melitus adalah meminum tah manis dengan gula khusus, mengonsumsi beras merah, atau kentang rebus.

    Apabila ingin minum es, maka usahakan yang berbahan dasar sirup atau gula merah khusus diet. Sedangkan, menu yang tidak dianjurkan adalah makanan yang berkuah santan, seperti opor ayam dan rendang, es buah yang memiliki kadar gula tinggi, serta teh tawar tanpa gula.

    Penyakit kronis hipertensi

    Bagi penderita penyakit hipertensi, untuk dapat berpuasa ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu kondisi penyakit dalam stadium ringan, sedang tidak dalam keadaan kritis, tekanan darah terkontrol, dan mendapat persetujuan dari dokter untuk melaksanakan puasa.

    Adapun menu yang dianjurkan bagi penderita hipertensi adalah makanan yang memiliki tinggi kalium, seperti belimbing, seledri, wortel, melon dan pisang. Selain itu juga makanan yang mengandung saponin, seperti tempe dan kacang-kacangan.

    Sedangkan menu yang tidak dianjurkan adalah makanan olahan, junk food, dan makanan siap saji. Alasannya adalah karena makanan tersebut mengandung banyak garam dan natrium yang dapat meningkatkan tekanan darah.

    Penyakit kronis jantung

    Ada 3 syarat utama berpuasa bagi orang dengan penyakit jantung yaiitu, tidak sedang dalam pengobatan rawat jalan, bukan merupakan pasien serangan jantung mendadak, dan bukan pasien dengan gagal jantung akut. Jika semua itu terpenuhi, maka diperbolehkan berpuasa.

    Menu yang dianjurkan bagi penderita penyakit jantung adalah makanan dengan karbohidrat kompleks. Contohnya adalah beras merah, havermut, serta buah-buahan atau sayuran yang memang mengandung banyak serat.

    Baca Juga: Penyakit Jantung pada Remaja, Penyebab hingga Pencegahan

    Sementara itu, menu yang tidak dianjurkan adalah makanan yang memiliki karbohidrat simpel. Contohnya seperti mie instan, daging merah, dan makanan cepat saji.

    Penyakit ginjal kronik

    Bila Sahabat Sehat menderita penyakit gagal ginjal kronik, bila ingin berpuasa harus mendapat izin dari dokter dahulu apa diperbolehkan atau tidak. Biasanya jika kondisinya sedang tidak stabil ataupun dalam stadium berat, dokter tidak menganjurkan untuk berpuasa.

    Nah, tips berpuasa bagi penderita penyakit ini adalah makanlah makanan yang memiliki rendah kalori, rendah kalium dan fosfat, serta konsumsi air tidak lebih dari 300 cc.

    Sedangkan menu yang tidak dianjurkan adalah makanan yang tinggi kalium seperti produk susu, buah, dan sayur. Selain itu, tidak juga dianjurkan mengonsumsi makanan yang tinggi fosfat seperti daging merah, kacang-kacangan, cokelat dan gandum.

    Penyakit kronis maag

    Bagi penderita penyakit asam lambung atau maag atau GERD sebaiknya melakukan konsultasi ke dokter sebelum memulai ibadah puasa. Bagi Sahabat Sehat yang memiliki penyakit kronis asam lambung yang ingin tetap berpuasa, sebaiknya tidak sedang sering kambuh-kambuhan, tidak dalam keadaan kritis, ataupun sedang dalam pengobatan rawat jalan.

    Tips puasa bagi penderita penyakit maag adalah pilihlah makanan yang memiliki kalori rendah serta tidak merangsang asam lambung dan hindari makan makanan pedas, asam, serta makanan yang mengandung gas seperti kol, durian, sawi, minuman bersoda, susu full cream, dan kopi.

    Selain itu, hindari juga makanan yang berlemak di saat sahur. Walaupun makanan yang serba digoreng sangat menggoda selera, namun sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi bagi penderita penyakit maag karena bisa menimbulkan begah dan dikhawatirkan bisa menimbulkan luka pada lambung serta rasa tidak nyaman selama seharian berpuasa.

    Disarankan, untuk mengonsumsi makanan yang bertekstur lembut dan tidak berlemak, seperti sup dan makanan rebus.

    Untuk mencegah gejala penyakit maag dapat kumat selama berpuasa, jangan langsung tidur setelah sahur. Walaupun rasa kantuk melanda, sebaiknya Sahabat Sehat yang menderita penyakit maag menunda hal itu, karena bisa mengakibatkan asam lambung akan naik.

    Baca Juga: Seperti Apa Diet Lambung Bagi Penderita Maag?

    Namun jikapun tetap ingin tidur, dianjurkan dengan memberi jeda setidaknya dua jam. Ambil juga posisi tidur setengah duduk untuk mencegah asam lambung naik.

    Pada saat berbuka puasa, makanlah makanan secara bertahap dengan porsi yang sedikit-sedikit. Jadi jangan langsung mengonsumsi makanan utama dalam porsi yang banyak ya.

    Nah, sekarang Sahabat Sehat sudah mengetahui tips puasa bagi penderita penyakit kronis. Semoga informasi ini bisa membantu Sahabat Sehat dalam menjalankan ibadah puasa di tahun ini ya!

    Ingin konsultasi kesehatan mengenai puasa? Yuk, manfaatkan segera Chat Dokter 24 Jam dari Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media, K., 2021. 6 Tips Puasa untuk Penderita Asam Lambung Halaman all. – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://health.kompas.com/read/2021/04/19/120200068/6-tips-puasa-untuk-penderita-asam-lambung?page=all.> [Accessed 25 April 2021].
    2. HD, M., 2021. Panduan Singkat Buka Puasa Bagi Pasien Penyakit Kronis. [online] detikHealth. Available at: <https://health.detik.com/ulasan-khas/d-3228390/panduan-singkat-buka-puasa-bagi-pasien-penyakit-kronis> [Accessed 25 April 2021].
    3. Gaya hidup. 2021. 5 Tips Puasa Bagi Pengidap Maag dan GERD – Halaman 2. [online] Available at: <https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210420135322-255-632223/5-tips-puasa-bagi-pengidap-maag-dan-gerd/2> [Accessed 25 April 2021].
    4. Universitas Islam Indonesia. 2021. Tips Tetap Fit Berpuasa Bagi Penderita Penyakit Kronis | UII. [online] Available at: <https://www.uii.ac.id/tips-tetap-fit-berpuasa-bagi-penderita-penyakit-kronis/> [Accessed 25 April 2021].

     

     

     

    Read More
  • Asupan nutrisi bagi anak diperlukan tubuh untuk membentuk suatu energi agar bisa mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Terlebih lagi, selama bulan puasa di tengah masa pandemi Covid-19 seperti ini, memberikan asupan dengan gizi seimbang dan cukup cairan pada anak di saat sahur dan berbuka puasa juga penting untuk menjaga kesehatannya. Baca Juga: Catat! Ini Menu Sehat […]

    Yang Perlu Sahabat Ketahui Mengenai Nutrisi Puasa Bagi Anak

    Asupan nutrisi bagi anak diperlukan tubuh untuk membentuk suatu energi agar bisa mendukung pertumbuhan dan perkembangannya.

    nutrisi puasa bagi anak

    Terlebih lagi, selama bulan puasa di tengah masa pandemi Covid-19 seperti ini, memberikan asupan dengan gizi seimbang dan cukup cairan pada anak di saat sahur dan berbuka puasa juga penting untuk menjaga kesehatannya.

    Baca Juga: Catat! Ini Menu Sehat Berbuka Puasa di Tengah Pandemi Covid-19

    Pada saat berpuasa atau belajar puasa, anak tetap membutuhkan nutrisi harian yang terdiri dari nutrisi makro, seperti karbohidrat, protein, dan lemak, serta nutrisi mikro, seperti vitamin dan mineral

    Penyerapan nutrisi yang baik bisa membuat sistem kekebalan tubuh anak bekerja dengan optimal dan tidak lemas, meskipun anak sedang belajar berpuasa. Berikut nutrisi puasa bagi anak:

    Karbohidrat

    Karbohidrat merupakan nutrisi puasa bagi anak yang penting karena memiliki sumber energi utama di dalam tubuh. Biasanya makanan yang mengandung karbohidrat kompleks lebih lama dicerna, sehingga energi tetap bisa stabil sepanjang hari. Contohnya adalah nasi merah, kentang, sereal gandum, roti gandum, dan lain sebagainya.

    Protein

    Protein juga merupakan nutrisi penting bagi anak yang sudah mulai berpuasa, karena ini termasuk zat utama pembangun tubuh yang membantu pembentukan otot, memproduksi hormon, memperkuat tulang, serta mengangkut nutrisi ke seluruh tubuh.

    Selain itu, protein  berperan penting dalam pembentukan kekebalan tubuh. Jika anak kekurangan protein, akan mengakibatkan anak menjadi mudah lelah serta memiliki daya tahan tubuh yang buruk. Contoh makanan sehat yang mengandung protein adalah daging tanpa lemak, ikan, telur, susu, dan kacang-kacangan.

    Lemak

    Selain karbohidrat dan protein, lemak juga merupakan nutrisi penting bagi anak yang berpuasa karena merupakan sumber energi yang dapat disimpan sebagai cadangan di dalam tubuh.

    Baca Juga: 8 Makanan Rendah Lemak untuk Diet yang Enak dan Mengenyangkan

    Tapi perhatikan, lemak itu ada dua jenis, yaitu lemak jenuh dan lemak tidak jenuh. Nah, sebaiknya anak diberikan makanan dari sumber lemak yang tidak jenuh seperti alpukat, minyak zaitun, ikan, dan kacang-kacangan.

    Vitamin A

    Vitamin dan mineral merupakan jenis dari nutrisi mikro yang juga dibutuhkan oleh tubuh. Salah satunya adalah vitamin A, yang selain baik untuk mata juga berfungsi untuk mempertahankan daya tahan tubuh.

    Produk Terkait: Jual Vitamin Lengkap

    Vitamin ini terkandung dalam minyak ikan, hati sapi, hati ayam, kuning telur, wortel, mentega, bayam, labu kuning, ubi jalar, kangkung, dan sebagainya.

    Vitamin C

    Guna menunjang daya tahan tubuh selama anak puasa, Vitamin C memiliki penting bagi anak yang berpuasa. Bahkan, tidak hanya saat berpuasa, vitamin ini juga disarankan untuk dikonsumsi saat masa pemulihan pasca sakit karena peran pentingnya dalam meningkatkan daya tahan tubuh tersebut. Sumber vitamin C terbaik bisa ditemukan dalam jambu biji dan juga jeruk.

    Produk Terkait: Jual Vitamin C

    Vitamin E

    Vitamin E merupakan nutrisi penting juga bagi anak karena besifat sebagai antioksidan serta berfungsi untuk melawan infeksi dalam tubuh.

    Vitamin ini bisa diperoleh dari brokoli, bayam, kacang almond, kedelai, biji bunga matahari, mangga, kiwi, alpukat, dan lainnya.

    Zinc

    Zinc yang banyak terkandung dalam daging, produk susu, kacang-kacangan, polong-polongan, dan biji-bijian ini merupakan nutrisi penting yang dapat menjaga daya tahan tubuh anak. Selain itu, mineral jenis ini juga diperlukan untuk proses penyembuhan luka, pembekuan darah, fungsi tiroid, serta fungsi organ lain di dalam tubuh.

    Bila anak tidak mendapatkan nutrisi yang cukup selama berpuasa, maka bisa saja mengakibatkan gejala seperti mulut kering, mata terlihat cekung, kulit kering dan dingin, mengeluh pusing, mudah marah, lesu, dan sulit konsentrasi.

    Jangan Lewatkan Sahur

    Bagi anak yang ingin berpuasa, sebaiknya jangan melewatkan sahur karena di waktu inilah tubuh dapat terpenuhi kebutuhan nutrisinya dan di bulan puasa, sahur memiliki peran yang sama pentingnya dengan sarapan di hari biasa.

    Saat sahur, tubuh anak akan mendapat pasokan bahan bakar yang dibutuhkan sebagai bekal nutrisi puasa bagi anak dalam satu hari. Pemilihan menu yang mengandung nutrisi juga perlu diperhatikan saat makan sahur.

    Baca Juga: Anak Malas Makan? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya!

    Walaupun makan sahur tidak seenak saat berbuka puasa, karena pastinya anak masih mengantuk, maka sebagai orangtua, Sahabat Sehat bisa menyiapkan menu sehat dengan nutrisi puasa bagi anak yang memang disukainya.

    Jadi sebaiknya cobalah untuk membuat makanan kesukaannya agar membuat nafsu makan anak lebih baik di kala sahur.

    Cara lainnya yang bisa dicoba juga adalah mengajak anak saat berbelanja, memasak, dan menyiapkan menu buka puasa ataupun sahur.

    Karena anak biasanya akan lebih bersemangat untuk makan apabila mereka terlibat di dalamnya. Tentunya, orangtua juga harus memberi pengetahuan nutrisi puasa bagi anak, yang cocok dikonsumsi oleh anak selama berpuasa.

    Nah, sekarang Sahabat Sehat sudah tahu kan nutrisi puasa bagi anak yang harus terpenuhi apa saja. Semoga bisa diterapkan di kehidupan Sahabat Sehat, ya! Agar puasa anak bisa menjadi maksimal lagi. Semoga ibadah puasa tahun ini, tetap bisa berjalan lancar walaupun kita semua masih berada di kondisi pandemi Covid-19.

    Ingin konsultasi kesehatan anak berpuasa? Manfaatkan layanan chat dokter 24 jam di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Gaya hidup. 2021. 5 Nutrisi Penting Selama Puasa di Tengah Pandemi. [online] Available at: <https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210413060756-255-629060/5-nutrisi-penting-selama-puasa-di-tengah-pandemi> [Accessed 25 April 2021].
    2. unimus.ac.id. 2021. [online] Available at: <http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/106/jtptunimus-gdl-srisulastr-5283-2-bab2.pdf> [Accessed 25 April 2021].
    3. Media, K., 2021. Nutrisi yang Diperlukan Anak Selama Berpuasa Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://health.kompas.com/read/2021/04/14/200000768/nutrisi-yang-diperlukan-anak-selama-berpuasa?page=all> [Accessed 25 April 2021].
    4. com. 2021. 5 Cara Memenuhi Kebutuhan Gizi Anak Saat Puasa Ramadan. [online] Available at: <https://www.liputan6.com/ramadan/read/4233012/5-cara-memenuhi-kebutuhan-gizi-anak-saat-puasa-ramadan#> [Accessed 25 April 2021].

     

     

     

    Read More
  • Sahabat Sehat, momen berbuka puasa adalah salah satu hal yang dinantikan saat bulan Ramadan. Selama masa pandemi Covid-19, Sahabat Sehat disarankan untuk tetap memilih menu makanan yang sehat dan bergizi seimbang untuk tetap menjaga sistem kekebalan tubuh. Baca Juga: 8 Manfaat Positif Berpuasa Bagi Kesehatan Tubuh dan Mental yang Perlu Kamu Ketahui Nah, apa saja […]

    Catat ! Ini Menu Sehat Berbuka Puasa di Tengah Pandemi Covid-19

    Sahabat Sehat, momen berbuka puasa adalah salah satu hal yang dinantikan saat bulan Ramadan. Selama masa pandemi Covid-19, Sahabat Sehat disarankan untuk tetap memilih menu makanan yang sehat dan bergizi seimbang untuk tetap menjaga sistem kekebalan tubuh.

    menu sehat berbuka puasa di tengah pandemi

    Baca Juga: 8 Manfaat Positif Berpuasa Bagi Kesehatan Tubuh dan Mental yang Perlu Kamu Ketahui

    Nah, apa saja menu sehat yang dapat dikonsumsi untuk berbuka puasa? Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut ini !

    Pilih Makanan Bergizi Seimbang

    Saat berpuasa, Sahabat Sehat membutuhkan energi agar dapat melakukan berbagai aktivitas. Agar tubuh tidak lesu, Sahabat Sehat harus memilih makanan dengan komposisi gizi yang seimbang seperti mengandung karbohidrat, protein, lemak, dan mineral.

    Ahli gizi dari RSU PKU Muhammadiyah Bantul, dr. Ika Rubaidah mengungkap bahwa karbohidrat yang terbaik adalah karbohidrat kompleks seperti nasi merah dan roti gandum.

    Hal lain yang perlu diperhatikan adalah konsumsi buah dan sayur untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan serat bagi tubuh. Menu makanan bergizi seimbang tersebut sebaiknya Sahabat Sehat terapkan ketika sahur dan berbuka puasa.

    Konsumsi Makanan Segar

    Agar tubuh kembali bertenaga setelah berpuasa, Sahabat Sehat sebaiknya pilih makanan yang segar seperti pisang, jambu biji, pepaya, bayam, sawi, kacang panjang, pare, dan lainnya.

    Produk Terkait: Jual Vegeblend

    Hindari makanan atau minuman yang diawetkan, sebab makanan segar lebih kaya akan vitamin dan mineral yang dibutuhkan bagi tubuh.

    Hindari Gorengan & Santan

    Saat berbuka puasa, banyak Sahabat Sehat yang langsung menyantap gorengan karena aroma, tekstur, dan rasanya yang menggoda.

    Namun ternyata kebiasaan ini kurang baik bagi tubuh sebab makanan gorengan dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh. Selain makanan gorengan, yang perlu Sahabat Sehat hindari juga adalah makanan bersantan.

    Baca Juga: Alasan Orang Indonesia Gemar Konsumsi Gorengan Meski Tidak Menyehatkan

    Ada baiknya Sahabat Sehat mulai mengurangi asupan makanan gorengan dan bersantan dan sebagai gantinya Sahabat Sehat dapat memilih sayur, buah, maupun kurma yang lebih bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

    Batasi Asupan Gula dan Garam

    Saat menyajikan makanan untuk berbuka puasa, Sahabat Sehat perlu memperhatikan takaran  gula dan garam. Asupan gula dibatasi maksimal 4 sendok makan per hari sebab konsumsi gula yang berlebihan berisiko menyebabkan penyakit degeneratif seperti kencing manis.

    Sedangkan untuk asupan garam dibatasi sekitar 1 sendok teh garam per hari. Asupan garam yang berlebihan meningkatkan risiko penyakit hipertensi.

    Produk Terkait: Jual Garam Himalaya

    Sahabat Sehat juga sebaiknya membatasi konsumsi makanan cepat saji dan minuman berpengawet karena mengandung garam dan gula yang tinggi.

    Makan Secukupnya

    Supaya tubuh tetap sehat saat berbuka puasa, sebaiknya Sahabat Sehat memastikan porsi makan secukupnya dan tidak berlebihan.

    Makan secara berlebihan, dapat berimbas pada kenaikan berat badan dan meningkatkan risiko timbulnya penyakit metabolik. Sementara itu jika asupan makanan kurang, dapat meningkatkan resiko kekurangan gizi sehingga sistem kekebalan tubuh menurun dan mudah terinfeksi penyakit.

    Sahabat Sehat, jangan lupa konsumsi air putih yang cukup untuk mencegah kekurangan cairan tubuh saat berpuasa. Minum air putih 2 gelas saat berbuka puasa, 4 gelas di malam hari, dan 2 gelas saat sahur.

    Hindari Makan dan Minum di Luar Rumah

    Supaya Sahabat Sehat dapat menjalani puasa di tengah masa pandemi Covid-19 dengan baik, sebaiknya hindari makan dan minum di luar rumah. Sahabat Sehat dapat mengolah makanan dan minuman buatan sendiri, sehingga lebih terjamin kualitas dan kebersihan makanan yang dikonsumsi.

    Baca Juga: Panduan Menu Masakan Sehari-hari Buat Keluarga dengan Gizi Seimbang

    Nah Sahabat Sehat, itulah tips menu makanan sehat untuk berbuka puasa di tengah masa pandemi Covid-19 yang dapat Sahabat Sehat lakukan sehingga tetap melindungi tubuh dari berbagai penyakit.

    Ingin konsumsi makanan sehat yang berkualitas untuk menu buka puasa? Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Cara Memilih Makanan Sehat saat Puasa Ramadhan di Masa Pandemi – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2021 [cited 26 April 2021]. Available from: https://tirto.id/cara-memilih-makanan-sehat-saat-puasa-ramadhan-di-masa-pandemi-gdd8
    2. Tepat Memilih Menu Buka dan Sahur Saat Ramadan Jaga Tubuh Tetap Sehat di Masa Pandemi [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 26 April 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/ramadan/read/4529276/tepat-memilih-menu-buka-dan-sahur-saat-ramadan-jaga-tubuh-tetap-sehat-di-masa-pandemi#
    3. Media K. Tips Pilih Menu Buka Puasa dan Sahur dari Dokter Gizi Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 26 April 2021]. Available from: https://www.kompas.com/food/read/2021/04/12/141943575/tips-pilih-menu-buka-puasa-dan-sahur-dari-dokter-gizi?page=all

     

    Read More
  • Ketua Program Studi Pendidikan Spesialis Ilmu Kedokteran Jiwa FKKMK UGM mengungkapkan bahwa puasa sangat berpengaruh dalam meredakan stres. Selain itu, berpuasa memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Baca Juga: Sahabat Sehat, Ini Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Jiwa Sebab, ketika berpuasa banyak orang cenderung melakukan pola makan dengan lebih baik. Asupan makanan yang dikonsumsi pun turut lebih […]

    8 Manfaat Positif Berpuasa Bagi Kesehatan Tubuh dan Mental yang Perlu Kamu Ketahui

    Ketua Program Studi Pendidikan Spesialis Ilmu Kedokteran Jiwa FKKMK UGM mengungkapkan bahwa puasa sangat berpengaruh dalam meredakan stres. Selain itu, berpuasa memiliki banyak manfaat bagi tubuh.

    manfaat berpuasa bagi kesehatan tubuh dan mental

    Baca Juga: Sahabat Sehat, Ini Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Jiwa

    Sebab, ketika berpuasa banyak orang cenderung melakukan pola makan dengan lebih baik. Asupan makanan yang dikonsumsi pun turut lebih sehat dibandingkan dengan pola makan sehari-hari pada umumnya.

    Hal inilah yang akhirnya mempengaruhi cara berpikir menjadi lebih teratur serta memberi efek baik pada kesehatan tubuh dan mental.

    Dengan menjaga makanan yang dikonsumsi selama berpuasa, kadar hormon kortisol dalam tubuh akan terjaga, dan hal ini berkaitan dengan kesehatan tubuh dan manajemen stres yang lebih baik.

    Apa saja manfaat puasa bagi kesehatan?

    Bukan hanya mendapatkan kesehatan fisik, tetapi berpuasa juga akan memberikan manfaat bagi kesehatan mental. Nah, berikut ini beberapa manfaat yang akan didapatkan dengan berpuasa.

    Menstabilkan Kadar Gula Darah

    Berpuasa sangat membawa manfaat bagi orang yang mengidap diabetes karena dapat membantu meredakan resistensi terhadap insulin dan mengurangi kadar gula darah yang berlebih.

    Produk Terkait: Cek Lab

    Hal tersebut dapat terjadi karena insulin ikut membantu mengontrol kadar gula darah didalam tubuh dengan cara menyebarkan gula ke seluruh sel tubuh dan mengubahnya menjadi sumber energi.

    Selain itu juga dapat dipengaruhi oleh berkurangnya konsumsi kalori dan gula saat berpuasa. Sebuah penelitian juga membuktikan bahwa ketika berpuasa dengan teratur, insulin akan lebih efektif dalam mengelola gula dalam darah.

    Biasanya kadar gula darah akan menurun sebanyak 30% lebih selama beberapa hari berpuasa. Akan tetapi, sebaiknya tetap usahakan agar kadar gula darah tetap stabil, tidak kelebihan ataupun kekurangan.

    Menurunkan Berat Badan

    Sudah menjadi hal wajar apabila berat badan akan berkurang selama menjalankan ibadah puasa. Sebab, saat berpuasa tubuh akan otomatis memecah glukosa yang tersimpan.

    Nah, apabila glukosa dalam tubuh habis, secara tidak langsung tubuh akan memecah lemak-lemak dan menjadikannya sebagai sumber energi.

    Baca Juga: 7 Penyebab Berat Badan Naik Terus Naik Saat Puasa Ramadan

    Pada proses alami inilah yang akhirnya membuat berat badan menurun, karena lemak yang ada akan berganti peran sebagai karbohidrat cadangan.

    Bantu Menghilangkan Kecanduan

    Ketika sedang berpuasa, tubuh akan secara otomatis beristirahat sejenak dari mengonsumsi makanan sehari-hari yang tidak sehat. Jika biasanya setiap hari selalu minum kopi, maka selama berpuasa kebiasaan tersebut otomatis akan berkurang sampai pada akhirnya akan menghilang dengan sendirinya.

    Selain itu, puasa juga akan menghindarkan dari kebiasaan mengonsumsi makanan tidak sehat lainnya, seperti junk food, makanan manis, maupun cemilan kemasan.

    Karena selama berpuasa tentu tidak akan bisa mengunyah makanan setiap saat. Dengan begitu, tubuh akan terbiasa dengan pola makan tepat waktu.

    Mendetoks Racun Tubuh

    Manfaat lain berpuasa bagi kesehatan adalah untuk mendetoks tubuh dari racun. Racun dari makanan tidak sehat yang dikonsumsi sehari-hari mengendap di dalam lemak dan jika racun-racun ini dibiarkan akan menyebabkan timbulnya bibit penyakit.

    Sebenarnya ada banyak cara untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh, misalnya dengan berolahraga, meminum banyak air putih, mengonsumsi air lemon dan madu, dan sebagainya.

    Namun di samping itu semua, puasa dipercaya menjadi cara paling ampuh dalam membantu tubuh untuk mengelurkan racun secara optimal.

    Ketika sedang berpuasa, tubuh secara otomatis akan membakar lemak lebih banyak sebagai cadangan energi. Dengan begitu racun yang terdapat dalam tubuh akan ikut terbakar bersamaan dengan lemak.

    Memperlambat Penuaan Dini

    Selain menahan makan dan minum, selama berpuasa juga diwajibkan untuk menahan nafsu dan amarah. Oleh sebab itu, puasa sangat efektif membantu menghambat proses penuaan dini yang biasanya muncul akibat amarah saat berpuasa tubuh juga akan mengurangi proses metabolisme, khususnya dalam sistem pencernaan. Hal tersebutlah yang dapat membantu memperlambat proses penuaan dini.

    Baca Juga: Selain Oplas, Berikut 8 Cara Menunda Penuaan Dini

    Memiliki kulit yang awet muda tentu saja sangat diidam-idamkan oleh kaum hawa. Bahkan, beberapa orang rela mengelurkan budget lebih demi membeli skincare mahal agar selalu awet muda.

    Nah, puasa juga dipercaya mampu meningkatkan antioksidan serta mengurangi radikal bebas dalam tubuh, sehingga membuat kulit tampak lebih awet muda.

    Mengurangi Risiko Penyakit Jantung

    Seperti yang telah dijelaskan diatas, ketika sedang berpuasa, racun-racun di dalam tubuh akan ikut terbakar dengan lemak. Hal inilah yang membuat terhindar dari bermacam-macam risiko penyakit, terutama penyakit jantung.

    Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa orang yang melakukan puasa secara rutin memiliki risiko mengidap penyakit jantung 58% lebih rendah.

    Hal itu terjadi karena lemak yang terbakar berubah menjadi sumber energi dan otomatis akan menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh yang menjadi penyebab utama penyakit jantung.

    Meningkatkan Mood

    Menjalankan ibadah puasa sama saja dengan melatih kesabaran dan meningkatkan kebiasaan positif. Hal ini tentu saja akan meningkatkan suasana hati menjadi lebih baik lagi.

    Ada banyak kegiatan positif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mood selama menjalankan ibadah puasa, misalnya seperti melakukan kegiatan yang disukai, membantu orang terdekat, berbagi dengan orang yang membutuhkan, dan sebagainya.

    Dengan melakukan hal positif seperti itu, selain dapat meningkatkan mood juga dapat berbagi kebahagiaan dengan orang sekitar serta membuat lingkungan sekitar menjadi sejahtera.

    Meningkatkan Fungsi Otak dan Menyehatkan Mental

    Beberapa ahli menjelaskan bahwa berpuasa juga dapat meningkatkan fungsi otak karena berpuasa dapat merangsang pelepasan BDNF (brain-derived neurotopic factor) di otak.

    Pelepasan senyawa ini dipercaya dapat meningkatkan fungsi kerja otak dan bisa memproduksi sel lebih banyak lagi. BDFN juga berfungsi melindungi sel-sel otak dan mengurangi depresi, serta mengurangi risiko demensia atau pikun.

    Demikian beberapa manfaat puasa bagi kesehatan tubuh dan mental yang dapat diperoleh dari menjalankan ibadah puasa. Namun, ada baiknya apabila Sahabat Sehat telah memastikan kesehatan terlebih dahulu agar dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman, nyaman, dan maksimal.

    Baca Juga: 10 Manfaat Puasa Ramadan yang Belum Kita Ketahui

    Meskipun berpuasa dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan mental, namun jika Sahabat Sehat dirasakan memiliki masalah mental yang sulit dikendalikan, sebaiknya tetap konsultasikan dengan psikiater ya.

    Sahabat bisa agendakan untuk berkonsultasi dengan psikiater secara daring atau online melalui fasilitas kesehatan yang telah disediakan oleh Prosehat.  Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

     

     

    Referensi

    1. 2021. 8 Manfaat Puasa bagi Kesehatan Fisik dan Mental yang Harus Kamu Tahu. [online] Available at: <https://www.rukita.co/stories/manfaat-puasa-bagi-kesehatan/> [Accessed 22 April 2021].
    2. Kinanti, A., 2021. 7 Manfaat Puasa untuk Kesehatan Fisik dan Mental. [online] POPMAMA.com. Available at: <https://www.popmama.com/life/health/annas/manfaat-puasa-untuk-kesehatan-fisik-dan-mental/7> [Accessed 22 April 2021].
    3. co.id. 2021. 6 Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Tubuh yang Harus Diketahui. [online] Available at: <https://www.prudential.co.id/id/pulse/article/6-manfaat-puasa-bagi-kesehatan-tubuh-yang-harus-diketahui/> [Accessed 22 April 2021].

     

     

     

    Read More

Showing 1–10 of 36 results

Chat Asisten ProSehat aja