Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ ramadan”

Showing 1–10 of 36 results

  • Berpuasa di bulan Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap umat muslim. Namun, terdapat beberapa kriteria orang yang boleh atau diizinkan untuk tidak berpuasa, salah satunya adalah ibu hamil. Baca Juga: 7 Tips Aman Hamil di Masa Pandemi Ibu hamil boleh atau diizinkan tidak berpuasa karena dinilai ketika dalam kondisi tersebut, janin di dalam kandungannya membutuhkan banyak […]

    Tips Berpuasa Bagi Ibu Hamil Seperti Apa?

    Berpuasa di bulan Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap umat muslim. Namun, terdapat beberapa kriteria orang yang boleh atau diizinkan untuk tidak berpuasa, salah satunya adalah ibu hamil.

    Tips Berpuasa Bagi Ibu Hamil Seperti Apa

    Tips Berpuasa Bagi Ibu Hamil Seperti Apa?

    Baca Juga: 7 Tips Aman Hamil di Masa Pandemi

    Ibu hamil boleh atau diizinkan tidak berpuasa karena dinilai ketika dalam kondisi tersebut, janin di dalam kandungannya membutuhkan banyak nutrisi.

    Namun, apabila ibu hamil ingin tetap berpuasa, terdapat tips berpuasa bagi ibu hamil, sebagai berikut:

    Konsultasi ke Dokter

    Jika Sahabat Sehat yang sedang hamil ingin tetap berpuasa, sebaiknya harus mendiskusikan dulu dengan bidan atau dokter, terkait kondisi yang memungkinkan atau tidak untuk berpuasa.

    Selain itu, ibu hamil juga perlu melakukan pemeriksaan kesehatan, yang berguna untuk mengidentifikasi potensi komplikasi yang mungkin terjadi saat berpuasa. Dengan menemui bidan atau dokter, ibu hamil bisa mendapatkan masukan atau nasehat agar kesehatan bayi tetap terjaga selama ibu hamil berpuasa.

    Produk Terkait: Jual Kebutuhan Ibu Hamil

    Menjaga Cairan Tubuh

    Sampai saat ini, belum terdapat penelitian mengenai perbedaan kondisi bayi yang lahir dari ibu berpuasa dan ibu yang tidak berpuasa selama bulan Ramadan.

    Meskipun begitu, puasa sendiri tetap dapat meningkatkan risiko dehidrasi, apalagi bulan Ramadan bertepatan dengan musim panas. Hal tersebut bisa mempengaruhi fungsi ginjal dan jumlah cairan di sekitar bayi.

    Maka dari itu, tips berpuasa bagi ibu hamil salah satunya adalah dengan tetap menjaga cairan tubuh. WHO tidak merekomendasikan minuman yang bisa memicu urine berlebih. Contohnya seperti kopi, teh, maupun minuman bersoda. Ibu hamil harus ingat bahwa selama kehamilan jumlah cairan yang dibutuhkan tubuhnya bisa bertambah.

    Selain minum banyak cairan, Sahabat Sehat bisa mengonsumsi makanan dengan kandungan air yang tinggi, seperti buah-buahan, sayuran, sup, dan lain-lain.

    Makanan tersebut bisa dijadikan menu sahur dan berbuka puasa. Saat ibu hamil berpuasa juga jangan terlalu banyak mengonsumsi makanan asin, terutama di waktu sahur atau pagi hari, hal tersebut bisa membuat ibu hamil menjadi mudah haus.

    Penuhi Kebutuhan Nutrisi

    Tips berpuasa bagi ibu hamil selanjutnya adalah dengan tetap menjaga kebutuhan nutrisi. Menjaga kebutuhan nutrisi bukan berarti harus makan dalam jumlah yang banyak, namun diutamakan memiliki gizi dan nutrisi yang cukup.

    Nutrisi yang harus terpenuhi bagi ibu hamil saat berpuasa, seperti zat besi yang bisa dikonsumsi melalui daging merah dan sayuran hijau.

    Kemudian kalsium, pada trimester tiga, biasanya pertumbuhan tulang bayi sangatlah cepat, sehingga kebutuhan kalsium ibu hamil juga ikut meningkat.

    Ibu hamil harus mencukupi kebutuhan kalsiumnya sebesar 1.200 mg per hari. Kalsium sendiri bisa didapat dengan mengonsumsi susu, yogurt, keju, ikan beserta dengan tulangnya (ikan teri dan sarden), dan sayuran hijau.

    Baca Juga: 10 Makanan Sehat untuk Ibu Hamil

    Saat ibu hamil berpuasa juga harus mendapat nutrisi asam lemak dan kolin, yang diperlukan dalam perkembangan otak dan sistem saraf janin. Makanan yang memiliki sumber asam lemak dan kolin antara lain, salmon, tuna, sarden, dan telur yang kaya akan omega-3.

    Selain itu, nutrisi yang dibutuhkan selanjutnya adalah seng, kebutuhan seng yang terpenuhi bisa mencegah ibu hamil melahirkan bayi yang prematur. Sumber mineral seng bisa Sahabat Sehat dapat dari daging merah, seafood, sayuran hijau, dan kacang-kacangan.

    Ibu hamil juga bisa memilih menu sahur yang ideal dengan mengonsumsi tiga butir kurma, agar kadar gula tetap normal atau pisang yang membuat perut kenyang lebih lama.

    Selain itu, susu juga direkomendasikan dikonsumsi, karena mengandung vitamin dan mineral. Hindari makanan yang tinggi lemak, karena makanan yang tinggi lemak tidak mengandung nutrisi yang cukup untuk kebutuhan yang ibu hamil dan bayinya. Terlalu banyak makan makanan yang berlemak juga bisa menyebabkan kita terkena sembelit dan gangguan pencernaan lainnya.

    Konsumsi Air Putih Lebih Banyak

    Konsumsi air putih lebih banyak juga merupakan salah satu tips berpuasa bagi ibu hamil. Bahkan, minum air putih tidak hanya dibutuhkan bagi ibu hamil saja, namun semua orang.

    Karena dehidrasi bukanlah kondisi yang baik bagi metabolisme tubuh manusia. Selain itu, jika ibu hamil kekurangan air putih, perkembangan janin pun akan terhambat nantinya.

    Ibu hamil harus tetap memenuhi asupan cairan minimal 2 liter per hari atau yang setara dengan delapan gelas air putih per hari. Hal tersebut bertujuan untuk menghindari dehidrasi selama ibu hamil berpuasa. Hal tersebut dapat disiasati dengan konsumsi air putih yang banyak saat sahur. 

    Jangan Lupa Sahur

    Biasanya banyak orang malas untuk makan sahur, karena masih mengantuk. Namun, salah satu tips berpuasa bagi ibu hamil adalah tidak melewatkan sahur. Karena sahur sangat penting dilakukan yang bisa menjadi sumber energi di siang hari atau saat berpuasa.

    Dengan ibu hamil makan yang cukup saat sahur, bisa menyempurnakan kebutuhan energi hariannya selama berpuasa.

    Serta juga bisa membantu mencegah perasaan lapar dan haus di siang hari saat berpuasa. Selain itu, apabila tidak melewatkan sahur bisa mencegah Sahabat Sehat dari sakit kepala, pusing, sembelit, lemas, dan mudah mengantuk.

    Jangan Lakukan Aktivitas Fisik Berat

    Selama berpuasa, ibu hamil sebaiknya menghindari melakukan kegiatan yang menguras tenaga. Melakukan aktivitas fisik yang berat bisa membuat tubuh ibu hamil menjadi lemas dan memicu stres.

    Tips berpuasa bagi ibu hamil yang satu ini sangatlah penting, apalagi jika Sahabat Sehat merupakan seorang wanita karir. Coba bicarakan dengan atasan mengenai pengelolaan waktu pekerjaan selama Bulan Ramadan.

    Jika Sahabat Sehat sudah mulai atau merasa lelah, segeralah minum yang banyak cairan sudah berbuka puasa. Hal tersebut bisa mengembalikan kondisi tubuh ibu hamil menjadi seperti semula.

    Hindari Kafein

    Meskipun tidak berpuasa sekalipun, ibu hamil sangat tidak disarankan untuk mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung tinggi kafein, seperti teh, kopi, dan cokelat.

    Karena konsumsi teh dan kopi bisa menyebabkan gangguan penyerapan zat besi dalam tubuh. Apabila ingin meminumnya, batasi konsumsi kafein dengan tidak lebih dari 200mg per hari atau setara dengan dua cangkir kopi instan.

    Baca Juga: 10 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Ibu Hamil

    Nah, Sahabat Sehat sudah tahu ‘kan tips berpuasa bagi ibu hamil. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat ya, bagi Sahabat Sehat, terlebih lagi di saat bulan Ramadan seperti ini. Semoga Sahabat Sehat diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa, ya!

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan vaksinasi dewasa dan anak, konsultasi dokter, pemeriksaan laboratorium, obat-obatan, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 0811-1816-800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Tips Puasa bagi Ibu atau Wanita Hamil [Internet].kompas.com. 2021.
    2. 8 Tips Puasa untuk Ibu Hamil agar Kandungan Tetap Aman [Internet]. Cnnindonesia.com. 2020.
    3. 5 Tips Puasa Bagi Ibu Hamil Tua, Aman Bagi Ibu dan Bayi [Internet]. Liputan6.com. 2021.
    Read More
  • Bulan Ramadan menjadi momen untuk memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik. Selain itu, Ramadan  waktu yang tepat untuk menurunkan berat badan. Kenyataannya, masih banyak orang yang mengeluh berat badannya terus naik saat berpuasa. Penyebab berat badan naik selama berpuasa dipengaruhi dari gaya hidup seseorang pada bulan Ramadan. Apa saja penyebabnya? Cek selengkapnya disini 1. Tidur […]

    7 Penyebab Berat Badan Terus Naik Saat Puasa Ramadan

    Bulan Ramadan menjadi momen untuk memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik. Selain itu, Ramadan  waktu yang tepat untuk menurunkan berat badan. Kenyataannya, masih banyak orang yang mengeluh berat badannya terus naik saat berpuasa.

    Penyebab berat badan naik selama berpuasa dipengaruhi dari gaya hidup seseorang pada bulan Ramadan. Apa saja penyebabnya? Cek selengkapnya disini

    1. Tidur Setelah Sahur

    Tidur Setelah Sahur

    Banyak orang yang memilih melanjutkan tidurnya setelah sahur. Namun ternyata, kebiasaan tidur setelah makan akan meningkatkan risiko penyakit GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau naiknya asam lambung ke bagian atas kerongkongan yang seringkali mengiritasi kerongkongan.

    Jika sering terjadi, GERD akan menyebabkan perubahan pada struktur dinding kerongkongan hingga berujung pada penyakit Barrett’s yang merupakan lesi pra-kanker.

    Menurut dr Dian Permatasari,M.Gizi, SpGK, tidur setelah sahur tidak masalah. Namun, disarankan untuk memberi jarak saat sekitar satu jam setelah makan.

    Baca Juga: 8 Makanan yang Dianjurkan Saat Puasa

    2. Kurangnya Aktivitas Fisik

    olahraga, yoga

    Tubuh mudah lemas saat melakukan aktivitas fisik selama puasa, sehingga kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk tidur dibandingkan berolahraga. Hal ini akan membuat berat badan Sahabat melonjak.

    Terlebih lagi jika Sahabat banyak mengonsumsi makanan berlemak, timbunan lemak makin menumpuk. Jadi, jangan malas berolahraga, ya.

    3. Banyak Mengonsumsi Makanan Manis

    Makanan dan minuman manis menjadi godaan kita saat berpuasa terlebih lagi saat berbuka. Namun, Sahabat harus ingat jangan mengonsumsi gula secara berlebihan.

    Memang saat berpuasa, tubuh akan kehilangan banyak gula dan tubuh terasa lemas. Konsumsi gula secukupnya, ya, Sahabat.

    Baca Juga: 10 Komplikasi Diabetes yang Perlu Diwaspadai

    Mengonsumsi makanan dan minuman manis justru akan disimpan sebagai lemak tubuh dan membuat diet Sahabat menjadi kacau. Minuman manis juga menjadi risiko Diabetes Melitus yang  dapat mengancam kesehatan Sahabat.

    4. Porsi Makan Berlebihan

    makanan porsi besar

    Berpuasa seharian membuat perut kita menjadi sangat lapar. Godaan untuk makan menjadi meningkat dibandingkan biasanya. Segala macam makanan yang berada di hadapan akan habis dalam seketika setelah waktu berbuka tiba.

    Hal ini seringkali menjadi penyebab berat badan Sahabat naik. Padahal, makan secara berlebihan dapat menimbulkan berbagai penyakit, seperti obesitas, bau mulut, gagal organ, hingga masalah asam lambung.

    Baca Juga: Fakta dan Mitos Diabetes

    5. Mengonsumsi Banyak Karbohidrat

    Tahukah Sahabat, bahwa gorengan dapat memicu naiknya berat badan. Hal ini karena makanan favorit saat berbuka puasa mengandung banyak lemak dan karbohidrat yang cepat disimpan menjadi lemak dalam tubuh.

    Pilihlah konsumsi makanan yang mengandung tinggi protein atau karbohidrat komplek seperti kentang atau nasi merah sebagai gantinya gorengan. Hal ini dapat membantu pencernaan Anda dapat mencerna lebih lambat. Sehingga bahan makanan yang masuk tidak langsung disimpan sebagai lemak.

    6. Kurang Tidur

    Tidur dapat menjadi salah satu cara untuk menurunkan berat badan saat puasa. Kurangnya tidur akan mengacaukan sistem metabolisme tubuh Sahabat. Akibatnya, tubuh tidak membakar cadangan lemak secara efektif.

    Aturlah tidur Sahabat dengan memanfaatkan saat sahur, saat istirahat dan setelah tarawih. Saat sahur dan shalat subuh, maka gunakan waktu sekitar 30 menit hingga 1 jam sebelum persiapan berangkat ke kantor.

    Saat siang hari, Sahabat diberikan waktu kurang lebih satu jam untuk beristirahat. Maka gunakanlah waktu tersebut untuk tidur selama 5 menit. Meskipun waktu tidur terbilang singkat, dapat membuat tubuh menjadi lebih bugar.

    Setelah Sahabat menjalankan ibadah tarawih, gunakan waktu luang untuk istirahat. Sahabat bisa mendapatkan waktu tidur lebih dari 6 jam yang merupakan waktu normal manusia untuk mencukupi kebutuhan tidurnya.

    Baca Juga: Cara Atasi Dehidrasi Anak Saat Travelling

    7. Kurang Konsumsi Air Putih

    minum air putih

    Saat kita berpuasa, tubuh akan kehilangan banyak cairan. Sementara cairan di tubuh kita banyak digunakan untuk membantu pencernaan bekerja lebih. Konsumsi air dapat membantu kita diet sehat selama berpuasa.

    Selain membantu pencernaan, air putih memberikan manfaat lainnya. Air putih dapat mempercepat metabolisme tubuh, meningkatkan imunitas tubuh, mencegah migrain, membuat kulit lebih bersinar, meningkatkan energi hingga membantu menumbuhkan rambut.

    Baca Juga: Cegah Dehidrasi Saat Berpuasa di Bulan Ramadan

    Itulah penyebab-penyebab berat badan menjadi naik saat puasa. Selalu berolahraga dan mengonsumsi makanan sehat yang baik untuk Sahabat dan keluarga.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, produk imunisasi, pemeriksaan kesehatan, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

     

    Referensi

    1. Bangkapos. “Jangan Langsung Tidur Setelah Sahur, Ini Bahayanya bagi Kesehatan Tubuh.”
    2. Setia, Unoviana K. “3 Kebiasaan Penyebab Berat Badan Naik Selama Ramadan”.
    3. Sartika, Resa Eka. “Tidur Setelah Sahur Boleh, Asal…”
    4. Setyani, Christina A. “Lima Bahaya yang Mengintai Saat Anda Makan Terlalu Banyak”.
    5. Tyas. “Mengantuk Saat Puasa?”
    6. CCN Indonesia. “10 Manfaat Minum Air Putih Saat Perut Kosong”.
    Read More
  • Pemerintah memutuskan tetap menjalankan program vaksinasi Covid-19 selama bulan Ramadan, sesuai fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 pada Saat Berpuasa yang menyebutkan bahwa vaksinasi Covid-19 tidak membatalkan puasa dan boleh dilakukan bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa. Baca Juga: 8 Tips Meningkatkan Semangat Work From Home Selama […]

    Boleh Vaksin di Bulan Ramadan, Berikut Tips dan Persiapannya!

    Pemerintah memutuskan tetap menjalankan program vaksinasi Covid-19 selama bulan Ramadan, sesuai fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 pada Saat Berpuasa yang menyebutkan bahwa vaksinasi Covid-19 tidak membatalkan puasa dan boleh dilakukan bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa.

    Boleh Vaksin di Bulan Ramadan, Berikut Tips dan Persiapannya!

    Boleh Vaksin di Bulan Ramadan, Berikut Tips dan Persiapannya!

    Baca Juga: 8 Tips Meningkatkan Semangat Work From Home Selama Bulan Ramadan

    Hal ini ditujukan agar program vaksinasi tetap dapat dilaksanakan untuk mencegah penularan Covid-19. Meski begitu, pemberian vaksin harus tetap mempertimbangkan kondisi masing-masing orang dan disarankan untuk dilaksanakan pada siang hari.

    Pemberian vaksinasi selama bulan Ramadan dianggap tidak akan menimbulkan reaksi negatif bagi kesehatan karena dengan berpuasa dapat memberikan manfaat detoksifikasi bagi tubuh.

    Lalu bagaimana tips vaksinasi Covid-19 selama bulan Ramadan agar berjalan lancar? Sahabat Sehat, mari simak penjelasan di bawah ini!

    Tips Vaksinasi Covid-19 Selama Bulan Ramadan

    Dilansir dari Kompas.com, epidemiolog Universitas Padjajaran, Budi Sujatmiko mengungkapkan bahwa tidak ada persiapan khusus perihal menjalani vaksinasi Covid-19 selama bulan puasa. Secara umum para peserta vaksinasi disarankan untuk beristirahat yang cukup, dan makan makanan bergizi seimbang saat sahur dan berbuka puasa.

    Baca Juga: 8 Makanan yang Dianjurkan Saat Puasa yang Perlu Kamu Ketahui

    Pilihlah makanan yang mengandung karbohidrat, protein, rendah lemak, buah, sayur, dan susu sebagai pelengkap.

    Antisipasi KIPI Pasca Vaksinasi Selama Bulan Ramadan

    Sahabat Sehat yang hendak menjalani vaksinasi perlu mengantisipasi kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang dapat dialami setelah disuntik vaksin, misalnya demam, nyeri ataupun bengkak di tempat suntikan.

    Apabila Sahabat mengalami gejala seperti lemas, pusing, maupun demam, maka Sahabat sebaiknya membatalkan puasa dan segera konsumsi obat sebagai pertolongan pertama.

    Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19

    Sahabat, karena vaksinasi diperbolehkan dilakukan selama bulan Ramadan maka sebaiknya persiapkan tubuh Sahabat sebaik mungkin agar dapat menjalankan ibadah dengan baik selama bulan Ramadan.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, produk imunisasi, pemeriksaan kesehatan, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Kemenkes Tetap Jalankan Vaksinasi COVID-19 di Bulan Ramadhan [Internet]. Sehat Negeriku. 2021 
    2. Media K. Epidemiolog Unpad Beri Tips Vaksinasi Covid-19 Saat Bulan Ramadan Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021

     

    Read More
  • Saat Ramadan, sebagian besar orang akan mangalami perubahan pada pola tidurnya. Hal ini dikarenakan mereka harus bangun lebih awal untuk makan sahur sebagai persiapan menjalani ibadah puasa setiap harinya. Meskipun demikian, banyak di antara mereka yang memilih untuk kembali melanjutkan tidur setelah menyantap makan sahur karena rasa kantuk. Baca Juga: 5 Menu Sehat dan Praktis […]

    Sering Dianggap Sepele! Simak 7 Masalah Kesehatan Akibat Kebiasaan Tidur Setelah Makan Sahur

    Saat Ramadan, sebagian besar orang akan mangalami perubahan pada pola tidurnya. Hal ini dikarenakan mereka harus bangun lebih awal untuk makan sahur sebagai persiapan menjalani ibadah puasa setiap harinya.

    Meskipun demikian, banyak di antara mereka yang memilih untuk kembali melanjutkan tidur setelah menyantap makan sahur karena rasa kantuk.

    Baca Juga: 5 Menu Sehat dan Praktis Saat Telat Sahur

    Padahal kebiasaan tidur setelah makan dapat memicu gangguan pencernaan karena tubuh akan bekerja lebih keras dalam mencerna makanan.

    Lalu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk dapat kembali tidur setelah sahur?

    Apabila makanan yang dikonsumsi ketika sahur berupa karbohidrat, protein, dan sayuran, maka setidaknya membutuhkan waktu jeda sekitar tiga jam agar makanan dapat tercerna secara sempurna oleh lambung dan baru bisa kembali melanjutkan tidur.

    Untuk mengisi waktu jeda tersebut, lakukanlah ibadah subuh seperti mengaji dan salat, serta mencicil beberes rumah. Sebagai kompensasi karena kurang tidur di pagi hari, bisa juga ‘mencuri’ waktu tidur siang walau hanya sebentar.

    Nah, berikut ini 7 masalah kesehatan yang ditimbulkan akibat kebiasaan langsung tidur setelah makan yang dapat membahayakan tubuh, di antaranya:

    1. Refluks asam lambung atau GERD

    Refluks asam lambung atau biasa dikenal dengan GERD (Gastro-Esophageal Refluks Disease) merupakan suatu kondisi yang terjadi akibat tidak menutupnya katup antara lambung dan kerongkongan secara sempurna.

    Kondisi ini biasa disebabkan oleh efek gravitasi ketika posisi tubuh berbaring telentang atau miring setelah makan, sehingga menyebabkan makanan yang belum tercerna sepenuhya oleh lambung dapat mudah naik kembali ke kerongkongan.

    Hal ini akan semakin tidak nyaman apabila tidur usai makan berat, dapat dipastikan setelahnya akan terbangun dengan kondisi perut kembung. Jika kebiasaan ini terus dibiarkan dalam waktu lama akan memicu penyakit asam lambung.

    Produk Terkait: Jual Obat Lambung

    Gejala yang ditimbulkan GERD dapat beragam, misalnya seperti tenggorokan panas, bersendawa, mulut pahit, hingga dada terasa panas.

    Hal tersebut akan membuat rasa tidak nyaman saat berpuasa. Oleh karena itu, kondisi ini dapat dicegah dengan memberi jeda waktu kurang lebih tiga jam hingga makanan telah tercerna sempurna, kemudian baru bisa melanjutkan tidur.

    2. Kualitas tidur menurun

    Langsung tidur setelah santap sahur adalah kebiasaan yang tidak baik jika dilakukan secara terus menerus selama Ramadan, terutama jika saat sahur mengonsumsi makanan yang berlemak akan sangat berdampak pada kualitas tidur.

    Makanan yang tinggi lemak seperti olahan daging dan goreng-gorengan berminyak membutuhkan banyak waktu dalam proses mencernanya. Oleh karenanya, berilah jeda waktu yang lebih lama agar makanan tercerna dengan baik agar tidur tetap berkualitas.

    3. Kenaikan berat badan

    Sudah bukan lagi menjadi hal yang aneh bahwa kebiasaaan langsung tidur setelah makan dapat memicu penimbunan lemak pada tubuh.

    Sebuah penelitian juga mengatakan bahwa seseorang yang mempunyai riwayat keturunan keluarga gemuk atau obesitas, dan memiliki kebiasaan tidur setelah makan dapat meningatkan risiko kelebihan berat badan hingga 2x lipat.

    Baca Juga: 6 Cara Sehat Menurunkan Berat Badan dalam Waktu Sebulan

    Selain itu, seorang professor dari Missouri State University Jeremy Barnes mengungkapkan bahwa ketika tidur, seseorang akan mengalami peningkatan kadar hormon ghrelin.

    Efek dari peningkatan hormon ghrelin tersebutlah yang memicu perasaan lapar ketika bangun. Tidak heran, ketika Ramadan banyak orang yang justru mengalami kenaikan berat badan ketimbang menjadi kurus.

    4. Produksi asam lambung meningkat

    Peningkatan produksi asam lambung atau heartburn merupakan suatu kondisi dimana asam lambung yang diproduksi berlebihan menyebar dan naik ke kerongkongan dan dada.

    Pada prinsipnya, setiap kali makan, makanan akan melewati tenggorokan dan kemudian masuk ke dalam esofagus yang berfungsi untuk melumat serta menghantaran makanan ke dalam lambung. Setelah itu makanan akan diproses oleh lambung menjadi halus dan berbentuk pasta.

    Namun apabila proses cerna tidak sempuna, makanan yang masih kasar di dalam lambung dapat membuat dinding lambung menjadi iritasi dan nantinya bisa memicu penyakit asam lambung.

    Kondisi ini dapat menyebabkan sendawa dan munculnya rasa asam disekitar mulut. Tentu saja hal ini tidak baik bagi kesehatan jika dibiarkan dalam jangka waktu lama.

    Gejala lainnya yang dapat terjadi yakni rasa nyeri disekitar lambung atau perut kiri atas. Dapat juga berupa sensasi panas disasa. Bagi yang mudah merasa mulas atau sakit perut, sangat dianjurkan untuk menghindari kebiasaan tidur setelah makan.

    5. Sakit tenggorokan

    Selain Refluks, produksi asam lambung yang berlebih juga berpengaruh pada tenggorokan. Hal ini terjadi karena asam lambung yang berlebih dapat naik kekerongkongan sehingga mengiritasi lapisan sekitar, dan iritasi inilah yang memicu sakit tenggorokan, batuk kering, atau bahkan mengi.

    Saat tubuh dalam posisi tidur atau berbaring dengan kondisi perut penuh, katup diantara lambung dan kerongkongan tidak dapat menutup dengan sempurna.

    Produk Terkait: Jual Obat Sakit Tenggorokan

    Hal ini yang menyebabkan asam lambung dapat mudah naik hingga ke kerongkongan dan menimbulkan sensasi panas terbakar pada tenggorokan.

    Selain itu sensasi panas ini tidak hanya dirasakan oleh tenggorokan tetapi juga dapat dirasakan hingga ke dada. Apabila kondisi ini terus dibiarkan akan semakin memperburuk peradangan yang ada.

    6. Sembelit

    Pada umumnya, lambung manusia akan mengalami proses pengosongan dalam kurun waktu dua hingga tiga jam setelah makan.

    Namun, dengan posisi tubuh yang berbaring atau tiduran akan menghambat proses pengosongan lambung tersebut. Apabila kondisi ini terus berulang dapat memicu sembelit atau sulit buang air besar.

    Produk Terkait: Jual Obat Sembelit

    Sebagai pencegahan, hindarilah konsumsi makanan yang tinggi lemak, kafein dan gula dalam menu sahur. Selain itu, mengonsumsi sayur dan aneka buah juga dapat memperlancar proses pencernaan.

    7. Stroke

    Bahaya tidur setelah makan sahur lainnya adalah dapat memicu gejala penyakit stroke. Stroke sendiri adalah penyakit berbahaya yang cukup ditakuti oleh banyak orang.

    Stroke terbagi menjadi dua jenis, yaitu stroke penyumbatan dan stroke pendarahan. Jenis stroke yang disebabkan oleh kebiasaan tidur setelah makan adalah stroke penyumbatan.

    Baca Juga: Penyakit-penyakit Kronis Akibat Kesehatan Gigi yang Buruk

    Pasalnya, saat tidur aliran darah yang mengalir ke otak harus tetap berjalan sesuai kebutuhan. Sehingga apabila lambung dan otak bekerja secara bersamaan dalam proses pencernaan makanan, maka suplai aliran darah akan terbagi-bagi.

    Tentunya apabila kondisi ini terulang dalam jangka panjang, akan sangat mempengaruhi otak akibat kekurangan oksigen sehingga dapat menyebabkan stroke. Oleh sebab itu, hindari kebiasaan tidur setelah makan mulai dari sekarang.

    Tips Tetap Sehat Selama Ramadan

    Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan agar tetap sehat selama Ramadan:

    1. Konsumsi makanan secukupnya

    Tidak hanya kebiasaan tidur setelah makan yang dapat memicu masalah kesehatan, namun mengkonsumsi terlalu banyak makanan nyatanya juga tidak baik bagi kesehatan tubuh selama Ramadan.

    Karena makan yang berlebihan saat berbuka hanya akan membuat tubuh anda lelah dan perut pun terasa begah sehingga dapat menggangu aktivitas.

    Jadi, konsumsilah makanan bergizi seimbang dengan karbohidrat, protein, lemak, sayur dan buah dengan porsi secukupnya. Serta pastikan mengkonsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi merah, dan gandum karena akan membuat lebih cepat kenyang dan memperlambat timbulnya rasa lapar.

    2. Tetap olahraga

    Walaupun sedang puasa, melakukan olahraga tetap harus dijalankan dengan rutin. Cukup melakukan olahraga ringan seperti yoga, stretching, ataupun jalan kaki mengelilingi kompek.

    Waktu yang dianjurkan untuk melakukan olahraga selama berpuasa yakni pada pagi hari setelah sahur atau 1-2 jam sebelum waktu berbuka.

    3. Pola tidur sehat

    Selama Ramadan, pola tidur pun tentu akan mengalami sedikit perubahan, yaitu bangun lebih pagi untuk mempersiapkan sebagai persiapan sahur dan tidur lebih lebih malam untuk memperbanyak ibadah.

    Oleh sebab itu, pastikan tetap memiliki istirahat yang cukup di siang hari. Selain mendapatkan pahala yang berlipat, menjalan puasa di bulan Ramadan juga memiliki manfaat baik bagi tubuh. Jadi, jangan lupa tetap konsumsi makanan sehat serta hindari kebiasaan tidur setelah sahur ya.

    Baca Juga: 10 Manfaat Puasa Ramadan yang Belum Kita Ketahui

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, produk imunisasi, pemeriksaan kesehatan, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Gaya hidup. 2021. 7 Bahaya Tidur setelah Sahur bagi Kesehatan.
    2. theAsianparent: Situs Parenting Terbaik di Indonesia. 2021. Sering tidur setelah sahur? Waspada 5 masalah kesehatan ini!. University Hospitals Birmingham. 2021. University Hospitals Birmingham NHS Foundation Trust | How to stay healthy during Ramadan.

     

     

    Read More
  • Bau mulut menjadi salah satu masalah yang sering dialami saat orang berpuasa. Munculnya bau mulut, dapat dipicu dari berbagai hal seperti kebersihan mulut yang kurang, merokok, pola makan yang tidak teratur hingga adanya kuman, dan bakteri pada gigi yang berlubang.   Baca Juga: 8 Cara Menghilangkan Bau Mulut Saat Berpuasa Ayo tetap semangat dan jangan […]

    7 Cara Ampuh Mulut Tetap Segar Saat Berpuasa

    Bau mulut menjadi salah satu masalah yang sering dialami saat orang berpuasa. Munculnya bau mulut, dapat dipicu dari berbagai hal seperti kebersihan mulut yang kurang, merokok, pola makan yang tidak teratur hingga adanya kuman, dan bakteri pada gigi yang berlubang.

     

    7 Cara Ampuh Mulut Tetap Segar Saat Berpuasa

    7 Cara Ampuh Mulut Tetap Segar Saat Berpuasa

    Baca Juga: 8 Cara Menghilangkan Bau Mulut Saat Berpuasa

    Ayo tetap semangat dan jangan sampai malas menunaikan ibadah puasa hanya karena bau mulut. Agar mulut Anda tetap segar saat berpuasa, berikut 7 cara ampuh yang bisa Sahabat coba.

    1. Konsumsi Cengkeh

    Cengkeh tidak hanya sekadar rempah-rempah penambah cita rasa masakan, tetapi memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Cengkeh mengandung vitamin C, B6, A, D, E dan K, tiamin, asam folat dan niasin.

    Produk Terkait: Jual Fajarva Cloves Whole

    Cengkeh dapat mengatasi masalah pencernaan hingga menghilangkan bau mulut. Caranya adalah dengan menyiapkan 4 biji cengkeh dan merebusnya dengan air. Gunakan air rebusan cengkeh sebagai obat kumur. Lakukan selama dua kali sehari, air rebusan cengkeh bisa membantu menghilangkan bakteri di mulut.

    2. Hindari Meminum Kopi

    Sungguh nikmat rasanya menyeruput kopi saat sahur. Namun ternyata minum kopi saat sahur dapat memicu bau mulut, loh. Tahukah sahabat, bahwa kopi mengandung 200 mg kafein di setiap cangkirnya.  Selain itu, kopi memiliki kandungan senyawa sulfur yang tinggi sebagai salah satu penyebab bau mulut.

    Apabila Sahabat telanjur minum kopi, minumlah air mineral sebagai penetralisir aroma dalam mulut kita. Selain air mineral, yogurt juga dapat mengatasi masalah bau mulut karena memiliki kandungan bakteri yang baik.

    3. Rutin Sikat Gigi

    Menghilangkan bau dapat dilakukan dengan rutin menyikat gigi. Sikat gigi secara benar dan menyeluruh, termasuk lidah Sahabat.

    Baca Juga: Penyakit-penyakit Kronis Akibat Kesehatan Gigi yang Buruk

    Hal ini akan membantu mengurangi dan mencegah terkena penyakit gigi dan gusi yang berasal dari kuman. Kuman dapat tumbuh pada sisa makanan yang tersisa bila Sahabat tidak menyikat gigi.  Lakukanlah secara rutin pada malam dan setelah sahur, agar bau mulut dapat dikurangi.

    4. Gunakan Baking Soda

    Bau mulut dapat dihilangkan dengan menggunakan baking soda. Baking soda dapat mengurangi kadar asam dan bakteri pada mulut. Penggunaan baking soda ada 2 cara, yaitu baking soda dengan air dan baking soda dengan madu.

    Cara menggunakan baking soda dan air yaitu dengan mencampurkan 1 sendok teh baking soda dan 1 gelas air hangat, aduk hingga larut. Gunakan campuran baking soda dan air untuk berkumur selama 30 detik. Lakukan cara ini setiap dua hari sekali.

    Campuran baking soda dan madu memiliki kandungan anti-inflamasi. Campurkan 1 sendok teh baking soda dan madu ke dalam segelas air hangat untuk diminum. Lakukan cara ini dua hari sekali.

    5. Minum Air Setelah Berbuka

    Kekurangan air minum dapat memicu bau mulut, loh karena salah satu manfaat air putih adalah mampu mengurangi kemungkinan bau mulut.

    Pada saat puasa, kita harus menahan haus dan lapar selama seharian penuh. Bayangkan bagaimana jadinya kondisi mulut kita. Bau mulut saat puasa dapat diatasi dengan menerapkan pola konsumsi air putih 242 saat puasa. Dua  gelas air putih saat berbuka, 4 gelas saat makan malam hingga menjelang tidur dan 2 gelas saat sahur.

    Baca Juga: Cegah Dehidrasi Saat Berpuasa di Bulan Ramadan

    Mengkonsumsi air putih minimal 8 gelas perhari akan menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Selain itu, fungsi air putih mampu meningkatkan produksi air liur dalam mulut sehingga kebersihan mulut tetap terjaga.

    6. Mengonsumsi Buah dan Sayuran

    Buah dan sayuran segar sangat efektif dalam mengatasi bau mulut. Kandungan serat yang dimiliki keduanya dapat membantu enzim pencernaan yang aktif mencegah dan menghilangkan sedikit plak penyebab bau mulut. Selain itu, buah dan sayur bersifat basa sehingga mampu menetralisir asam di dalam mulut.

    Produk Terkait: Jual Vegeblend Adult

    Contoh buah dan sayuran yang dapat mengatasi bau mulut yaitu wortel, seledri, apel, dan stroberi. Hilang, deh, bau mulutnya

    7. Berkumur dengan Mouthwash

    Cara terakhir mengatasi bau mulut dengan menggunakan mouthwash atau obat kumur. Menurut Kepala Departemen Luar Negeri dan Kerjasama Internasional PDGI, Prof. Dr. drg. Tri Errie Astoeti, Mkes yang dilansir dari Okezone menjelaskan berkumur menggunakan mouthwash dapat membuat gigi kita lebih bersih, terhindar dari gigi berlubang dan bebas dari plak.

    Produk Terkait: Jual Mouthwash

    Namun, penggunaan mouthwash tidak boleh digunakan setiap hari. Karena dapat merusak perkembangan bakteri baik yang ada di sekitar rongga mulut.

    Penggunaan mouthwash dilakukan sebanyak dua hari sekali. Gunakan mouthwash yang mengandung essential oil dan bebas alkohol. Jadi, obat kumur akan aman saat digunakan dan tidak menimbulkan efek samping.

    Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Selama Puasa

    Sahabat Sehat, itulah beberapa Cara Ampuh Mulut Tetap Segar Saat Berpuasa. Selalu konsultasikan kembali dengan dokter untuk kondisi Anda dan jangan sampai terlewat dosisnya agar pengobatan berhasil.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, obat-obatan, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 0811-1816-800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Mecadinisa, Nabila. “Cegah Bau Mulut Saat Puasa dengan Cara Ini”.
    2. Putri, Wulan Kurnia. “5 Cara Ampuh Mengatasi Bau Mulut Berpuasa,Bisa Kamu Coba Guys!”.
    3. Maharani, Dian. “Cengkeh, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh”.
    4. Popbela. “Bau Mulut Sehabis Minum Kopi? Atasi dengan 5 Tips Mudah Ini”.
    5. Oktania, Marcella. “Simple! 5 Cara Mengatasi Bau Mulut dengan Baking Soda”
    6. Putri, Winda D. “Banyak Minum Air Putih Bantu Hindari Bau Mulut”.
    7. Kompas.com. “Selama Puasa, Cobalah Terapkan pola 242 Agar Tetap Sehat dan Bugar”.
    8. Kania, Dewi. “Tak Hanya Menghilangkan Bau Mulut, Berkumur dengan Mouthwash Usai Gosok Gigi Bisa Mencegah Gigi Berlubang”
    9. Haurissa, Andreas Erick. “Mulut Tetap Segar Saat Berpuasa”
    Read More
  • Sering melewatkan makan sahur karena telat bangun tidur? Jangan dibiasakan, ya Sahabat. Tubuh kita memang mampu menoleransi, walaupun tanpa makan dan minum seharian. Namun, tubuh kita sangat membutuhkan air untuk bertahan selama seharian penuh. Bila kita melewatkan sahur, tidak ada cadangan cairan selama seharian penuh. Hal ini membuat tubuh kita akan mengalami kekurangan cairan dan […]

    5 Menu Sehat dan Praktis Saat Telat Sahur

    Sering melewatkan makan sahur karena telat bangun tidur? Jangan dibiasakan, ya Sahabat. Tubuh kita memang mampu menoleransi, walaupun tanpa makan dan minum seharian. Namun, tubuh kita sangat membutuhkan air untuk bertahan selama seharian penuh.

    5 Menu Sehat dan Praktis Saat Telat Sahur

    5 Menu Sehat dan Praktis Saat Telat Sahur

    Bila kita melewatkan sahur, tidak ada cadangan cairan selama seharian penuh. Hal ini membuat tubuh kita akan mengalami kekurangan cairan dan memberi dampak pada aktifitas sehari-hari. Akibatnya, tubuh mudah lemas dan sulit fokus akibat tidak ada asupan nutrisi apapun.

    Pilihlah menu makanan yang mudah untuk mencegah tubuh lemas, meskipun terlambat bangun sahur. Berikut 5 menu sehat dan praktis yang pas saat telat sahur:

    Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Selama Puasa

    1. Roti dan telur

    telur dan roti

    Roti dan telur menjadi salah satu menu yang sangat mudah dibuat. Serta kandungan gizinya bagus untuk aktifitas kita. Apa saja bahan-bahannya?

    • Lama Memasak : 5 Menit
    • Jumlah Porsi : 2 Orang

    Bahan-bahan :

    • 1 Buah Telur
    • 2 Buah Roti Tawar tau Roti Gandum
    • 1 Sdm Minyak Kanola
    • Garam Secukupnya

    Cara Membuat:

    1)  Panaskan minyak kanola sebagai pengganti minyak goreng biasa

    2)  Masukkan telur ke dalam wajan dan sedikit garam

    3)  Tunggu telur hingga matang, angkat dan tiriskan.

    4)  Saatnya memanggang roti menggunakan oven atau wajan. Tunggu hingga berubah warna.

    5)  Sajikan Telur ceplok dan roti selagi hangat

    Baca Juga: 8 Jenis Olahraga yang Pas Dilakukan Saat Puasa

    2. Oatmeal Buah

    Menu sehat dan praktis lainnya yaitu oatmeal buah. Oatmeal merupakan makanan yang mengandung serat yang tinggi. Serat yang dimiliki oatmeal bersifat lama dicerna dalam tubuh. Jadi makanan ini cocok sekali dikonsumsi saat puasa. Bagaimana cara membuatnya?

    • Lama Memasak : 5-7 Menit
    • Jumlah Porsi : 1-2 orang

    Bahan-bahan:

    • ½ Cangkir (40 gr) Oatmeal Instan
    • ½ Cangkir  (120 mililiter) Air
    • Garam Secukupnya
    • Toping (Buah Kering atau kacang-kacangan) secukupnya

    Cara membuat :

    1)  Siapkan ½ cangkir atau setara 40 gram oatmeal instan ke dalam mangkuk

    2)  Tambahkan sedikit garam untuk menambah cita rasa pada oatmeal yang cenderung tawar

    3)  Didihkan air, tuang kedalam mangkuk yang telah terisi oatmeal sebanyak ½ Cangkir (120 militer)

    4)   Tunggu dua hingga tiga menit hingga oarmeal matang.

    5)   Jika terlalu kental, tambahkan air atau susu untuk mengencerkannya

    6)   Sajikan oatmeal dengan toping buah kering atau kacang-kacangan

    Baca Juga: 8 Cara Mengatasi Kantuk Saat Ramadhan

    3. Salad Buah dengan yogurt

    Menu ini terbilang sangat mudah dibuat saat sahur. Selain itu menu ini cocok buat Sobat yang ingin berdiet. Berikut resep yang bisa Sobat ikuti:

    Lama Memasak : 3-4 Menit

    Jumlah Porsi : 1-2 orang

    Bahan-bahan:

    • 1 Buah Kiwi
    • 6 Buah Stroberi
    • 6 Butir Anggur
    • 1 Potong Semangka
    • 5 Buah tomat cherry
    • 1 Kotak yoghurt plain

    Cara Membuat

    1)  Cuci terlebih dahulu buah-buah yang akan di gunakan

    2)  Potong kecil dan taruh di dalam mangkuk

    3)  Masukan yoghurt dan tambahkan perasan jeruk lemon. Sajikan.

    Baca Juga: 10 Test Kesehatan Pranikah Untuk Anda dan Pasangan

    4. Pancake

    Pancake menjadi menu yang sering dipilih untuk sarapan. Bisa menjadi menu alternatif saat sahur bersama keluarga. Apa saja yang perlu disiapkan?

    • Lama Memasak : 15 Menit
    • Jumlah Porsi : 3-4 orang

    Bahan-bahan:

    • 250 gram Tepung terigu
    • 2 butir telur
    • 4 sdt margarin
    • 4 sdm gula putih
    • 1 gelas susu cair
    • 1 gelas air
    • ½ sdt baking powder

    Topping :

    • Madu
    • Buah-buahan (Strawberry atau pisang)

    Cara Membuat :

    1. Campurkan bahan-bahan dalam satu wadah (terigu, gula putih, telur, susu cair, baking powder dan margarin yang sudah dicairkan.
    2. Aduk semua bahan hingga tercampur dengan rata. Perhatikan adonan tidak terlalu cair ataupun menggumpal
    3. Tuangkan adonan menggunakan sendok sayur kedalam wajan yang sudah dipanaskan. Buatlah adonan berbentuk bulat dan sedikit tipis.
    4. Angkat adonan, jika kedua sisi telah matang. Lakukan tahap ketiga secara berulang hingga adonan habis.
    5. Sajikan pancake dengan madu  dan buah-buahan segar.

    Baca Juga: 6 Mitos dan Fakta Seputar Imunisasi

    5. Mie Goreng Ayam

    Mie goreng ayam menjadi menu terakhir yang pas disantap saat sahur. Membuat mie goreng ayam tidak membutuhkan waktu yang lama. Siapkan bahan-bahan yang dibutuhkan terlebih dahulu. Agar saat memasak di waktu sahur lebih cepat. Berikut tahap-tahapnya:

    • Lama Memasak : 25 Menit
    • Jumlah Porsi : 4-5 orang

    Bahan-bahan:

    • 3 sdm minyak jagung
    • ½ bawang bombay, cincang halus
    • 5 siung bawang putih, cincang halus
    • 4 butir bawang merah, cincang halus
    • 200 gr fillet dada ayam, iris
    • 100 gr kol, iris tipis
    • 100 gr sawi hijau
    • 2 sdm saus tiram
    • 1 sdm kecap manis
    • ¼ sdt garam
    • ½ sdt merica bubuk
    • 2 batang bawang daun, iris tipis
    • 200 gr Mie

    Cara Membuat:

    1)  Rebus air panas, masukkan mie hingga setengah empuk dan tiriskan

    2)  Panaskan minyak di wajan, tumis semua bawang hingga harum.

    3)  Masukkan daging ayam, aduk merata dan tunggu hingga setengah matang

    4)  Masukkan kol, sawi hijau dan cabai sesuai selera, tunggu hingga layu.

    5) Masukkan mie yang setengah empuk, bawang daun, saus tiram, kecap manis, garam dan merica bubuk. Aduk hingga merata, angkat dan sajikan selagi hangat.

     

    Sahabat Sehat, itulah mengenai Menu Sehat dan Praktis Saat Telat Sahur. Selalu konsultasikan kembali dengan dokter untuk kondisi Anda dan jangan sampai terlewat dosisnya agar pengobatan berhasil.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, obat-obatan, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 0811-1816-800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

    Referensi

    Detik Health. “Jangan Malas, Ini Akibatnya Jika Sering Tidak Sahur”. Diakses pada 7 Mei 2018
    Uli, Catherine M. “Manfaat Puasa Bagi Kesehatan”. Diakses pada 7 Mei 2018
    Corry, Vina. “Manfaat Berpuasa di Bulan Ramadhan”. Diakses pada 7 Mei 2018
    Limbong, Valentina. “Resep Mi Goreng Ayam Sayuran”. Diakses pada 7 Mei 2018

    Read More
  • Tidak terasa bulan Ramadan telah tiba. Saatnya umat muslim menjalankan ibadah puasa dan berbagi kebaikan dengan sesama. Salah satu hal yang selalu diingat saat bulan Ramadhan yaitu banyak penjual yang menjajakan makanan, seperti kolak hingga gorengan. Baca Juga: Alasan Orang Indonesia Gemar Konsumsi Gorengan Meski Tidak Menyehatkan Godaan seperti itulah yang membuat kantong kita menipis. […]

    5 Tips Hemat Agar Keuangan Tidak Jebol Saat Ramadan

    Tidak terasa bulan Ramadan telah tiba. Saatnya umat muslim menjalankan ibadah puasa dan berbagi kebaikan dengan sesama. Salah satu hal yang selalu diingat saat bulan Ramadhan yaitu banyak penjual yang menjajakan makanan, seperti kolak hingga gorengan.

    5 Tips Hemat Agar Keuangan Tidak Jebol Saat Ramadan

    5 Tips Hemat Agar Keuangan Tidak Jebol Saat Ramadan

    Baca Juga: Alasan Orang Indonesia Gemar Konsumsi Gorengan Meski Tidak Menyehatkan

    Godaan seperti itulah yang membuat kantong kita menipis. Belum lagi adanya kegiatan berbuka puasa bersama keluarga, sahabat dan teman kerja. Mengakali hal tersebut, berikut 5 tips hemat agar keuangan tidak jebol saat ramadan.

    1. Membuat Daftar Menu Selama Ramadan

    Ramadhan kali ini Sahabat harus lebih menata hidup lebih baik, misalnya dengan membuat daftar menu makanan dari sahur hingga berbuka puasa.

    Lengkapi daftar menu tersebut seperti bahan-bahan yang akan digunakan dan berapa porsi yang harus dibuat. Hal ini akan memudahkan Sahabat dalam menghitung estimasi pengeluaran selama sebulan.

    Baca Juga: 5 Menu Praktis Untuk Anda yang Telat Sahur

    Biasakan juga untuk mencatat ulang biaya yang dikeluarkan untuk membeli bahan-bahan tersebut sebagai pengukur keuangan kita.

    2. Membatasi Berbuka Puasa di Luar

    Ramadhan menjadi momen yang tepat untuk temu kangen dengan sahabat dari sekolah dasar hingga kuliah. Belum lagi acara berbuka puasa bersama keluarga dan teman kerja.

    Tetapi kalau Sahabat ingin berhemat, sepertinya harus mengurangi berbuka puasa di luar. Selain harga makanan yang meningkat, penyajiannya akan sedikit lama dibandingkan sebelum puasa, karena banyaknya yang berbuka puasa di luar.

    Baca Juga: 4 Jenis Makanan Agar Kenyang Lebih Lama

    Aturlah jadwal berbuka puasa sahabat dan pilihlah makanan yang sesuai dengan kantong. Agar lebih hemat, bawalah minuman air putih dari rumah.

    3. Stok Kebutuhan Sebelum Ramadan

    Tips selanjutnya adalah stok kebutuhan Sahabat selama bulan Ramadhan. Seperti biasa, saat Ramandhan tiba, harga kebutuhan baik makanan hingga kebutuhan rumah tangga akan terus meningkat.

    Belanjalah bahan pokok makanan yang tahan lama hingga saru bulan kedepan. Selain itu pilihlah barang-barang yang menawarkan bonus, seperti buy 1 get 1 atau potongan harga.

    Baca Juga: Persiapan Kesehatan Untuk yang Ingin Liburan

    Sebelum berbelanja, pastikan untuk membuat catatan belanja selama sebulan dan tahan diri Sahabat untuk tidak membeli barang diluar catatan belanja kita.

    4. Hindari Godaan Sale

    Bagi sebagian masyarakat Indonesia, bulan Ramadhan identik juga dengan baju baru yang dikenakan saat lebaran. Tidak jarang momen ini dimanfaatkan departement store dengan promo-promo.

    Jika ingin berhemat, hindarilah godaan-godaan sale yang membuat kantong Sahabat menipis. Lebih baik gunakan pakaian sebelumnya yang masih terlihat bagus karena lebaran bukanlah ajang untuk memamerkan pakaian baru namun untuk ibadah.

    Baca Juga: Tips Liburan Dengan yang Alergi Makanan

    5. Lebih Baik Mencegah Daripada Mengobati

    Mungkin kata itu yang tepat untuk menjaga kantong keuangan kita terlebih dibulan Ramadan. Menjaga kesehatan sangatlah penting bagi kita. Saat ramadan, lakukanlah olahraga ringan, minimal selama 5 hingga 10 menit setiap harinya. Pilihlah menu makanan sehat dan proteksi diri Sahabat dan keluarga dengan vaksinasi di ProSehat.  

    Sahabat Sehat, tips di atas adalah Tips Hemat Saat Ramadan. Selalu konsultasikan kembali dengan dokter untuk kondisi Anda dan jangan sampai terlewat dosisnya agar pengobatan berhasil.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, obat-obatan, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 0811-1816-800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Kompas.com. Ika, Aprillia. “4 Cara Cerdas Mencegah Pemborosan di bulan Ramadhan”.
    2. Kompas.com. Ika, Aprillia. “Tips Hemat Saat Bulan Puasa Bagi Anak Kost”.
    3. Tempo.co. Sarosa, Astari P. “Sebulan Menjelang Puasa Ramadan, Lakukan Persiapan Berikut”.
    Read More
  • Bulan suci Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk memperbanyak ibadah dan mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya. Namun, seringkali kita justru kehilangan fokus spiritual akibat adanya gangguan pada sistem pencernaan. Salah satu gangguan pencernaan yang sering dijumpai selama buan Ramadan adalah sembelit. Baca Juga: 5 Mitos vs Fakta Seputar BAB yang Perlu Diketahui Sembelit saat bulan puasa biasanya […]

    Sembelit Saat Puasa, Simak Gejala, Penyebab, dan Cara pengobatannya!

    Bulan suci Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk memperbanyak ibadah dan mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya.

    sembelit saat puasa

    Namun, seringkali kita justru kehilangan fokus spiritual akibat adanya gangguan pada sistem pencernaan. Salah satu gangguan pencernaan yang sering dijumpai selama buan Ramadan adalah sembelit.

    Baca Juga: 5 Mitos vs Fakta Seputar BAB yang Perlu Diketahui

    Sembelit saat bulan puasa biasanya disebabkan oleh perubahan pola makan dan minimnya asupan serat serta cairan yang masuk kedalam tubuh.

    Selain itu, mengonsumsi berbagai jenis takjil seperti gorengan, es buah, makanan manis, dan hidangan bersantan juga dapat memicu sembelit saat puasa. Lalu apa saja gejala sembelit yang perlu diketahui?

    Gejala Sembelit Selama Bulan Ramadan

    Beberapa gejala dan tanda seseorang mengalami sembelit, diantaranya:

    • Kesulitan buang air besar (kurang dari 3 kali dalam seminggu)
    • Memiliki tinja yang padat dan keras
    • Seperti ada penyumbatan di rektum
    • Merasa tidak dapat sepenuhnya mengosongkan feses dari dalam dubur.

    Tinja memerlukan pergerakan pada otot-otot dinding usus yang berkontraksi agar dapat terdorong keluar pada saat buang air besar.

    Namun, apabila jumlah tinja dalam dalam usus belum sampai pada batas tertentu untuk diproses, maka kontraksi pada usus pun menjadi berkurang sehingg dapat menyebabkan sembelit.

    Penyebab Sembelit Saat Berpuasa

    Berhubungan dengan proses kontraksi pada pergerakan usus, berikut ini adalah beberapa hal yang dapat menyebabkan sembelit selama bulan puasa:

    1. Kurang asupan makanan

    Selama Ramadhan, jumlah asupan makanan yang dikonsumsi akan berkurang karena puasa sehingga tubuh akan kekurangan bahan untuk pembentukan feses.

    Karena makanan yang dikonsumsi saat sahur dan berbuka belum cukup untuk membentuk feses yang yang lunak namun tetap padat.

    2. Kurang serat

    Komponen utama dalam pembentukan tinja yang sempurna adalah serat pada makanan. Sebaliknya, jika asupan serat yang dikonsumsi tidak memenuhi kebutuhan harian akan menyebabkan kita mengalami sembelit.

    Hal ini karena serat memegang kendali penuh akan sistem pencernaan, jika serat didalam tubuh tercukupi, maka feses dalam usus akan menyerap air dengan baik sehingga feses akan menjadi lunak dan mudah dikeluarkan ketika buang air besar.

    3. Dehidrasi

    Disaat berpuasa, tentunya seseorang akan mengalami dehidrasi. Terhentinya asupan cairan dan elektrolit yang terus dikeluarkan oleh tubuh menyadi salah satu penyebab terjadinya dehidrasi.

    Baca Juga: Wajib Dicoba! 10 Macam Buah Pencegah Dehidrasi Saat Berpuasa

    Apalagi jika berkegiatan juga di lingkungan yang panas atau melakukan kegiatan fisik yang berat. Asupan air yang kurang dapat membuat tinja menjadi keras dan sulit dikeluarkan ketika buang air besar.

    4. Kadar gula darah rendah

    Kadar gula darah rendah atau hipoglikemia merupakan efek umum dari puasa. Kondisi ini biasanya akan ditandai dengan kondisi tubuh yang kurang berenergi, cepat dan sering merasa lelah dan lemah ketika berpuasa.

    Sehingga akan berakibat pada pergerakan pada otot-otot usus menjadi lebih lambat sehingga menyebabkan sembelit. Oleh sebab itu, sangat disarankan bagi yang berpuasa untuk mengonsumsi buah kurma yang manis ketika berbuka.

    Cara Pengobatan Rumahan untuk Sembelit

    • Biasakan untuk sering minum air, karena air dapat mengembalikan cairan tubuh dan akan membuat organ tubuh kembali bekerja dengan baik.
    • Mengonsumsi makanan kaya serat, terutama serat yang dapat larut dan tidak difermentasi. Misalnya seperti pada sayuran buncis, gandum, biji-bijian, maupun kacang-kacangan.
    • Rutin olahraga dipercaya dapat meningkatkan kontraksi dalam usus sehingga feses akan bergerak dan terdorong. Saat puasa, anda dapat mencoba olahraga ringan seperti jalan santai, berenang, bersepeda, atau jogging.
    • Meminum Senna atau obat pencahar herbal merupakan solusi yang aman dan efektif dalam mengobati sembelit. Senna mengandung senyawa tanaman yang biasa disebut glikosida yang berfungsi merangsang saraf diusus dan dapat membantu meningkatkan pergerakan usus. Senna dapat diperoleh tanpa resep dari dokter.
    • Konsumsi makanan atau suplemen yang mengandung probiotik. Probiotik dipercaya dapat membantu mencegah timbulnya sembelit kronis, karena didalamnya mengandung bakteri hidup yang menguntungkan secara alami di dalam usus.
    • Mengonsumsi makanan yang mengandung prebiotik, seperti bawang-bawangan, daun bawang, pisang, dan buncis. Karena prebiotik yang terkandung dalam makanan dapat meningkatkan kesehatan pencernaan sehingga dapat meningkatkan frekuensi buang air besar dan membuat tinja menjajdi lebih lunak.
    • Coba dengan menghindari produk susu, karena ada beberapa orang yang memiliki intoleransi terhadap produk susu. Seseorang yang mengidap intoleransi terhadap produk susu atau laktosa dapat mengalami sembelit.

    Sembelit merupakan gangguan pencernaan yang sangat mengganggu. Namun sahabat sehat tidak perlu cemas, karena sembelit dapat dicegah dan mudah diobati dengan pengobatan rumahan dan metode alami lainnya.

    Baca Juga: Makanan Sehat Pencernaan Lancar

    Namun apabila sembelit masih berlajut, sahabat dapat konsultasikan dengan  Dokter 24 Jam dari Prosehat untuk mengidentifikasi penyebab dan menemukan pengobatan yang tepat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. theAsianparent: Situs Parenting Terbaik di Indonesia. 2021. Sembelit saat puasa, ini penyebab dan cara mengatasinya!. [online] Available at: <https://id.theasianparent.com/sembelit-saat-puasa> [Accessed 29 April 2021].
    2. com. 2021. 13 home remedies to relieve constipation naturally. [online] Available at: <https://www.medicalnewstoday.com/articles/318694> [Accessed 29 April 2021].
    3. Media, K., 2021. 8 Tips Mencegah Sembelit Saat Puasa Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://health.kompas.com/read/2020/05/05/034500468/8-tips-mencegah-sembelit-saat-puasa?page=all> [Accessed 29 April 2021].

     

    Read More
  • Berpuasa merupakan kewajiban dari seorang muslim. Bahkan, di tengan pandemi Covid-19 sekalipun, umat muslim tetap diwajibkan berpuasa. Apalagi bagi yang masih dalam keadaan sehat. Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Saat Puasa Di Indonesia, ibadah puasa di tengah pandemi Covid-19 sudah memasuki kali kedua. Namun, Sahabat Sehat tetap harus mengikuti beberapa […]

    Tips Berpuasa di Tengah Pandemi yang Perlu Sahabat Ketahui

    Berpuasa merupakan kewajiban dari seorang muslim. Bahkan, di tengan pandemi Covid-19 sekalipun, umat muslim tetap diwajibkan berpuasa. Apalagi bagi yang masih dalam keadaan sehat.

    Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Saat Puasa

    Di Indonesia, ibadah puasa di tengah pandemi Covid-19 sudah memasuki kali kedua. Namun, Sahabat Sehat tetap harus mengikuti beberapa tips berpuasa di tengah pandemi. Berikut tips berpuasa di tengah pandemi Covid-19:

    Menjaga Asupan Makan

    Agar kondisi tubuh tetap prima, maka Sahabat Sehat dianjurkan untuk menjaga asupan makanan selama bulan puasa. Karena hal pertama yang paling penting dalam berpuasa adalah menjaga asupan makan yang bergizi.

    Agar Sahabat Sehat tetap prima, Sahabat Sehat bisa mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang, dengan komposisi karbohidrat, protein, lemak dan mineral yang cukup.

    Makan yang kaya karbohidrat sebagai sumber kalori, contohnya seperti nasi, roti, umbi-umbian, dan sebagainya. Kemudian juga Sahabat Sehat bisa mengonsumsi telur, ikan, dan daging bagi sumber protein hewani, serta kacang-kacangan sebagai protein nabati yang berguna untuk membentuk imunitas dan pembentukan jaringan tubuh lainnya.

    Produk Terkait: Jual Makanan Sehat

    Sahabat Sehat juga wajib mengonsumsi mineral, seperti sayur dan buah-buahan yang kaya nutrisi dan antioksidan. Mengonsumsi lemak baik juga diperlukan, seperti yang terkandung dalam zaitun dan ikan salmon.

    Lemak baik diketahui bisa mengurangi peradangan di dalam tubuh. Peradangan tersebut dapat menghambat kinerja sistem imun.

    Oleh karena itu, konsumsi lemak baik seperti zaitun dan ikan salmon bisa menjaga daya tahan tubuh Sahabat Sehat selama menjalankan ibadah puasa.

    Asupan nutrisi saat sahur dan berbuka puasa harus seimbang dan diperhatikan. Kebutuhan zat gizi harian rata-rata adalah 50% dari karbohidrat, 30% dari lemak, dan 15 % dari protein.

    Tetap Berolahraga

    Biasanya puasa di bulan Ramadan dijadikan alasan untuk tidak berolahraga. Padahal sebenarnya, olahraga berguna untuk menjaga keseimbangan metabolisme tubuh.

    Bahkan, sejumlah pakar juga mengatakan, bulan puasa adalah momen yang paling tepat untuk meningkatkan aktivitas fisik sehari-hari.

    Waktu terbaik untuk berolahraga sendiri adalah 30 sampai 60 menit sebelum berbuka puasa, dan 60 menit setelah berbuka puasa, yang berguna untuk mempermudah rehidrasi.

    Baca Juga: 8 Jenis Olahraga yang Pas Dilakukan Saat Puasa

    Jika ingin berolahraga, sebaiknya Sahabat Sehat memilih olahraga yang ringan. Contoh olahraga ringan seperti berjalan kaki atau senam kecil di rumah.

    Minum Air Putih yang Cukup

    Biasanya saat berbuka puasa, banyak orang cenderung mengonsumsi minuman yang manis sehingga lupa minum air putih. Padahal, air putih sangat dibutuhkan bagi tubuh agar terhindar dari dehidrasi saat menjalani puasa di siang hari.

    Idealnya, minum air putih adalah sebanyak 8 sampai 10 gelas dalam sehari. Sahabat Sehat bisa melakukannya saat berbuka puasa, setelah berbuka puasa, menjelang tarawih, setelah tarawih, sebelum tidur, setelah bangun untuk sahur, saat makan sahur, dan setelah makan sahur.

    Baca Juga: Cegah Dehidrasi Saat Berpuasa di Bulan Ramadan

    Untuk menyiasati kebutuhan air perharinya juga bisa dengan pola 2 gelas air saat sahur, 2 gelas air saat berbuka puasa, dan 4 gelas air di malam hari.

    Hindari Makan dan Minum yang Manis

    Sahabat Sehat tidak disarankan untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang manis secara berlebihan di saat bulan puasa.

    Karena mengonsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan bisa menyebabkan obesitas dan meningkatkan risiko terserang penyakit lainnya, seperti diabetes dan jantung.

    Sahabat Sehat disarankan mengurangi makanan dan minuman manis, bukan tidak sama sekali menyentuh makanan dan minuman manis. Dan satu hal lagi yang perlu diketahui, makanan dan minuman manis dapat juga melemahkan imun tubuh.

    Tidur Cukup

    Kurang tidur bisa menyebabkan gangguan imunitas tubuh dan juga meningkatkan risiko penyakit. Maka dari itu, Sahabat Sehat diharapkan bisa memenuhi waktu tidur, minimal 7 jam dalam semalam demi kesehatan tubuh.

    Konsumsi Suplemen

    Mengonsumsi suplemen sangatlah penting, apalagi di tengah bulan puasa seperti ini. Dengan mengonsumsi suplemen, kinerja sistem imun akan terjaga.  Suplemen multivitamin yang bisa dikonsumsi saat bulan Ramadhan bisa berupa Vitamin C, Vitamin B kompleks, Vitamin E, kalsium, dan zat besi.

    Suplemen seperti Vitamin C, Vitamin D, dan zat besi telah terbukti menjaga sistem imun dan daya tahan tubuh manusia. Sahabat Sehat bisa mengonsultasikan ke dokter, terkait suplemen yang bisa dikonsumsi.

    Produk Terkait: Jual Suplemen

    Dan yang paling penting dari semua itu adalah Sahabat Sehat harus tetap menjaga pola hidup yang sehat dan teratur, sehingga imun tetap terjaga dan Covid-19 tidak berani menyerang tubuh Sahabat Sehat.

    Tetap Beraktivitas

    Puasa bukan berarti dijadikan alasan untuk bermalas-malasan dan tidak melakukan aktivitas. Sahabat Sehat tetap harus melakukan aktivitas seperti biasa.

    Hal tersebut bisa dilakukan dengan olahraga, bekerja, mengerjakan berbagai pekerjaan rumah, atau aktivitas lainnya. Dengan mengerjakan dan tetap melakukan aktivitas seperti biasa, membuat Sahabat Sehat semakin bersemangat dalam menjalani hari-hari di tengah puasa dan pandemi Covid-19.

    Menjaga Protokol Kesehatan

    Di masa pandemi Covid-19, Sahabat Sehat tentunya memiliki tugas tambahan, yaitu menjaga kesehatan diri selama berpuasa. Meskipun saat berpuasa tubuh lemas, namun Sahabat Sehat tetap harus menerapkan protokol kesehatan (prokes).

    Bahkan, saat Sahabat Sehat datang atau menghadiri acara buka bersama, pastikan Sahabat Sehat dalam kondisi sehat dan pastikan menerapkan prokes yang ketat.

    Seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan lainnya. Hal tersebut berguna untuk menjaga diri sendiri agar tidak mudah terpapar atau tertular Covid-19.

    Menjaga Kondisi Mental

    Dalam kondisi pandemi Covid-19, diharapkan Sahabat Sehat tetap bisa menjaga kesehatan mental. Dan mulai menerima keadaan di masa sekarang. Sahabat Sehat bisa serahkan semua yang terjadi kepada Tuhan, karena sebenarnya apa yang telah terjadi memang yang telah dikehendaki oleh Tuhan.

    Nah, Sahabat Sehat bisa menerapkan tips berpuasa di tengah pandemi Covid-19. Semoga Sahabat Sehat bisa menjalankan ibadah puasa dengan lancar, walaupun di tengah pandemi Covid-19, ya!

    Baca Juga: Sahabat Sehat, Ini Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Jiwa

    Ingin konsultasi kesehatan mengenai puasa? Yuk, manfaatkan segera Chat Dokter 24 jam di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Persiapan dan Tips Berpuasa Saat Pandemi [Internet] com. 2021 [cited 29 April 2021] Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2021/02/22/200500365/persiapan-dan-tips-berpuasa-saat-pandemi?page=all
    2. 4 Tips Sehat Berpuasa di Tengah Pandemi Covid-19 [Internet]com [cited 29 April 2021] Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210413101541-255-629133/4-tips-sehat-berpuasa-di-tengah-pandemi-covid-19
    3. Puasa Ramadan Saat Pandemi COVID-19, Ini Tips dari Satgas untuk Perkuat Imunitas. [Internet] com [cited 29 April 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/ramadan/read/4527506/puasa-ramadan-saat-pandemi-covid-19-ini-tips-dari-satgas-untuk-perkuat-imunitas
    4. 7 Cara Menjaga Imunitas Tubuh Saat Puasa Selama Pandemi. [Internet]tv [cited 29 April 2021]. Available from: https://www.kompas.tv/article/164825/7-cara-menjaga-imunitas-tubuh-saat-puasa-selama-pandemi
    Read More
  • Apakah penderita hipertensi diperbolehkan berpuasa? Jawabannya tentu saja bisa. Namun, untuk menjalankan ibadah puasa tentunya ada beberapa hal yang harus Sahabat Sehat perhatikan mengingat hipertensi adalah salah satu jenis penyakit kronis. Baca Juga: Sahabat, Yuk, Simak Tips Puasa Bagi Penderita Penyakit Kronis Sahabat Sehat, mari simak beberapa tips berikut agar penderita hipertensi dapat berpuasa dengan […]

    Trik Berpuasa Bagi Penderita Hipertensi Seperti Apa?

    Apakah penderita hipertensi diperbolehkan berpuasa? Jawabannya tentu saja bisa. Namun, untuk menjalankan ibadah puasa tentunya ada beberapa hal yang harus Sahabat Sehat perhatikan mengingat hipertensi adalah salah satu jenis penyakit kronis.

    trik berpuasa bagi penderita hipertensi

    Baca Juga: Sahabat, Yuk, Simak Tips Puasa Bagi Penderita Penyakit Kronis

    Sahabat Sehat, mari simak beberapa tips berikut agar penderita hipertensi dapat berpuasa dengan lancar.

    Kontrol Tekanan Darah

    Sebelum mulai berpuasa, ada baiknya Sahabat Sehat yang menderita hipertensi berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter mengenai cara yang tepat untuk berpuasa. Rutin memeriksa tekanan darah agar terkontrol dengan baik. Tekanan darah yang diukur nantinya dapat dijadikan sebagai acuan untuk menentukan boleh atau tidaknya berpuasa.

    Produk Terkait: Cek Lab

    Menu Makanan Sehat untuk Sahur dan Berbuka Puasa

    Bagi Sahabat Sehat yang menderita hipertensi, tentu harus memperhatikan menu makanan saat sahur dan berbuka puasa.

    Perbanyak konsumsi sayur, buah, dan air putih. Hindari makanan yang digoreng dan batasi asupan makanan kemasan karena mengandung garam dalam jumlah yang cukup tinggi. Makanan bersantan juga sebaiknya dihindari karena dapat menyebabkan penumpukan lemak di pembuluh darah.

    Baca Juga: Menu Buka Puasa di Tengah Pandemi Covid-19

    Sahabat Sehat sebaiknya menghindari minum kopi dan teh saat sahur dan berbuka, karena keduanya turut berperan dalam meningkatkan tekanan darah.

    Rutin Berolahraga

    Selama berpuasa, Sahabat Sehat yang menderita hipertensi tetap diperbolehkan berolahraga untuk menghindari resiko penyakit jantung dan stroke. Pilih jenis olahraga yang ringan seperti berjalan kaki dan bersepeda. Lakukanlah selama minimal 30 menit dalam sehari.

    Baca Juga: 8 Jenis Olahraga yang Pas Dilakukan Saat Puasa

    Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa trik berpuasa yang bisa Sahabat lakukan selama berpuasa. Sahabat Sehat ingin informasi lebih lengkap mengenai hipertensi?

    Yuk, konsultasikan segera dengan para dokter online 24 jam di Prosehat. Hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media, K., 2021. Tips Puasa Sehat untuk Penderita Hipertensi, Perbanyak Sayur dan Cek Tensi Rutin Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://www.kompas.com/tren/read/2021/04/20/164500365/tips-puasa-sehat-untuk-penderita-hipertensi-perbanyak-sayur-dan-cek-tensi?page=all> [Accessed 30 April 2021].
    2. com. 2021. Tips Berpuasa Bagi Penderita Hipertensi – Tribunnews.com. [online] Available at: <https://www.tribunnews.com/tribunners/2017/06/05/tips-berpuasa-bagi-penderita-hipertensi> [Accessed 30 April 2021]

     

     

    Read More

Showing 1–10 of 36 results

Chat Dokter 24 Jam