Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Perlukah Tabung Oksigen Saat Isoman di Rumah?

Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi

Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

Sahabat Sehat, angka kasus terkonfirmasi Covid-19 kian meningkat setiap harinya. Cukup banyak pasien yang kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan akibat mulai kolaps nya sistem pelayanan kesehatan di Indonesia.1 Sehingga dihimbau bagi pasien Covid-19 tanpa gejala maupun bergejala ringan, untuk melakukan isolasi mandiri di rumah.1 Nah Sahabat Sehat, apakah perlu menyediakan tabung oksigen selama menjalani isolasi mandiri di rumah ? Mari simak penjelasan berikut. 

Mengapa Pasien Covid-19 Membutuhkan Bantuan Oksigen ?

Virus Covid-19 menyebabkan peradangan pada saluran nafas dan paru yang dapat ditandai dengan menurunnya saturasi oksigen. Berdasarkan beberapa data, hanya 10% pasien Covid-19 bergejala berat yang memerlukan bantuan oksigen.2 Peradangan pada paru menyebabkan berkurangnya jumlah oksigen dalam tubuh sehingga menyebabkan pasien mengalami sesak napas. Berkurangnya oksigen dalam tubuh ditandai dengan gejala berikut :

  • Nyeri dada
  • Kesulitan bernapas
  • Napas pendek
  • Lemas dan kelelahan 
  • Pucat dan kebiruan pada bibir dan jari.3

Baca Juga : Alat Pemantau Kesehatan

Berapa Kadar Saturasi Oksigen Normal ?

Sahabat Sehat, kadar saturasi oksigen dalam tubuh dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut :

  • Kadar oksigen yang dihirup
  • Fungsi organ paru
  • Sistem peredaran darah yang optimal

Normalnya, saturasi oksigen dalam tubuh berkisar antara 94-99%. Sahabat Sehat dapat menggunakan alat pulse oksimetri untuk mengetahui kadar saturasi oksigen dalam tubuh. Ketika terjadi infeksi pada saluran napas dan paru, maka kadar saturasi oksigen menurun di bawah nilai normal. Pada kondisi ini, pasien memerlukan bantuan tambahan oksigen untuk membantu menjaga kadar saturasi oksigen dalam tubuh tetap dalam rentang normal serta mengurangi sesak nafas.3

Bisakah Menggunakan Oksigen Portable ?

Oksigen portable atau oksigen kaleng tidak dapat menangani keluhan sesak nafas pada pasien Covid-19. Jika Sahabat Sehat atau keluarga mengalami sesak nafas dan kadar saturasi oksigen mencapai dibawah 95% maka segera diperiksakan ke IGD terdekat. Pemberian oksigen tambahan dapat diberikan dengan berbagai cara misalnya menggunakan High-Flow Nasal Canul yang berisi tekanan oksigen 30-50 liter. Sementara itu, oksigen portable hanya berisi 1-2 liter oksigen sehingga tidak mencukupi kebutuhan pasien Covid-19 yang sesak nafas.4

Baca Juga : Pulse Oximeter untuk Pasien Isolasi Mandiri Covid-19

Bahaya Menyimpan Tabung Oksigen Medis di Rumah

Sahabat Sehat, tabung oksigen medis tidak dianjurkan untuk disimpan di rumah karena berbagai alasan berikut:

  • Oksigen merupakan gas yang mudah terbakar, terutama jika disimpan dekat dengan sumber api (misal kompor) atau apabila ada anggota keluarga yang merokok.
  • Penggunaan oksigen yang terlalu tinggi tanpa tahu dosis pakainya dapat menyebabkan iritasi pada hidung.
  • Tabung oksigen rentan jatuh dan dapat menyebabkan ledakan.5

Hal Penting Untuk Dilakukan Selama Isoman

Bagi Sahabat Sehat yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah, lakukan beberapa hal berikut :

  • Rutin memantau kadar saturasi oksigen dengan menggunakan oksimetri. Jika kadar saturasi oksigen dibawah 95 % segera diperiksakan ke IGD terdekat.
  • Jika sesak nafas semakin memberat, segera periksakan ke IGD terdekat. Sembari menunggu penanganan dari fasilitas kesehatan, posisikan tubuh duduk atau berbaring miring untuk mengurangi sesak nafas.1,5

Produk Terkait : Wish Health Watch

Nah Sahabat Sehat, meski sudah mendapatkan vaksin Covid-19 sebaiknya tetap melakukan protokol kesehatan 5M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta membatasi mobilisasi). Bagi Sahabat Sehat yang ingin melakukan pemeriksaan Covid-19, segera manfaatkan layanan Prosehat dan Klinik Kasih.

Info lebih lengkap silahkan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Daftar Pustaka

  1. CNN Indonesia. Pertolongan Pertama Sesak Napas pada Pasien Covid-19 [Internet]. Indonesia : CNN Indonesia. 2021 [updated 2021 June 28; cited 2021 July 02]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210624165231-255-659021/pertolongan-pertama-sesak-napas-pada-pasien-covid-19/1
  2. The Times of India. Coronavirus: For how long does a COVID-19 patient require oxygen therapy? How does it help? – Times of India [Internet]. India :  The Times of India. 2021 [updated 2021 May 19; cited 2021 July 01]. Available from: https://timesofindia.indiatimes.com/life-style/health-fitness/health-news/how-long-oxygen-support-required-for-covid-19-coronavirus-for-how-long-does-a-covid-19-patient-require-oxygen-therapy-how-does-it-help/articleshow/82769525.cms
  3. US Food and Drug Administration. Pulse Oximeters and Oxygen Concentrators: What to Know [Internet]. USA : U.S. Food and Drug Administration. 2021[updated 2021 Feb 19; cited 2021 July 01] . Available from: https://www.fda.gov/consumers/consumer-updates/pulse-oximeters-and-oxygen-concentrators-what-know-about-home-oxygen-therapy
  4. National Health Services. Home oxygen therapy [Internet]. UK : National Health Services. 2020 [updated 2020 Aug 18; cited 2021 July 01]. Available from: https://www.nhs.uk/conditions/home-oxygen-treatment/
  5. ABIM Foundation. Home Oxygen After a Hospital Stay | Choosing Wisely [Internet]; [cited 2021 July 01]. Available from: https://www.choosingwisely.org/patient-resources/home-oxygen-after-a-hospital-stay/ 

 

Chat Asisten ProSehat aja