Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

WHO Mewajibkan Penggunaan Pulse Oximeter untuk Pasien Isolasi Mandiri Covid-19

World Health Organization (WHO) kembali merilis aturan baru bagi pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah. Dalam aturan baru itu, pasien harus mempunyai pulse oximeter atau oksimetri nadi. Alat ini digunakan untuk mengukur kadar oksigen, sehingga dapat membantu pasien mengidentifikasi apabila ada perburukan kondisi dan memerlukan perawatan di rumah sakit. Demikian hal tersebut diungkap oleh juru bicara WHO, Margaret Harris, pada briefing PBB di Jenewa, Swiss, seperti dilansir dari Reuters, 26 Januari 2021. Selain itu, ia juga menyarankan kepada para dokter untuk menempatkan pasien dalam posisi tengkurap agar kadar oksigennya meningkat.

pulse oximeter

Baca Juga: Isolasi Mandiri di Fasilitas Pemerintah dan Pengajuannya

Apakah Pulse Oximeter itu?

Dalam laman resminya WHO menyebutkan bahwa pulse oximeter adalah perangkat medis untuk memantau kadar oksigen dalam darah pasien, dan sebagai pedoman bagi petugas medis untuk melakukan intervensi secara cepat jika kadar oksigen yang ditunjukkan turun di bawah standar. Alat ini penting untuk memantau kadar oksigen dalam operasi, kondisi gawat darurat dan perawatan intensif, serta perawatan dan pemulihan di ruang rawat inap rumah sakit. Bentuknya berupa perangkat kecil seperti klip yang ditempelkan pada tubuh, yaitu pada jari atau daun telinga. Namun, alat ini paling sering digunakan pada jari tangan.

Produk Terkait: Jual Beurer Pulse Oximeter

Tujuan Penggunaan

Tujuan penggunaan pulse oximeter adalah untuk memeriksa kadar oksigen dalam tubuh.  Alat ini biasanya digunakan untuk memantau pasien dengan kondisi-kondisi berikut:

  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
  • Asma
  • Radang paru
  • Kanker paru
  • Anemia
  • Serangan jantung atau gagal jantung
  • Penyakit jantung bawaan

Lalu, terdapat sejumlah kasus penggunaan yang berbeda dari alat ini, yaitu:

  • Untuk menilai seberapa baik kinerja obat paru-paru
  • Mengevaluasi apakah seseorang membutuhkan bantuan pernapasan atau tidak
  • Mengevaluasi seberapa baik kinerja ventilator
  • Memantau kadar oksigen selama atau setelah prosedur pembedahan yang membutuhkan sedasi
  • Menentukan seberapa efektif terapi oksigen tambahan, terutama bila pengobatannya baru
  • Menilai kemampuan seseorang untuk mentoleransi peningkatan aktivitas fisik
  • Mengevaluasi apakah seseorang berhenti bernapas sejenak saat tidur, seperti dalam kasus sleep apnea

Bagaimana Cara Kerjanya?

Alat ini dipasang di jari tangan, jari kaki, atau daun telinga. Seberkas cahaya kecil akan melewati darah di jari dan mengukur kadar oksigen dengan mengukur perubahan penyerapan cahaya dalam darah yang mengandung oksigen dan yang tidak. Prosesnya tidak menyakitkan sama sekali. Setelah itu, pulse oximeter akan memberi tahu Sahabat kadar oksigen bersama dengan denyut jantung. Supaya lebih efektif, disarankan untuk menghapus kuteks pada kuku jari.

Baca Juga: BNPB Bekerja Sama dengan Prosehat untuk Dukung Isolasi Mandiri

Dalam beberapa kasus, Sahabat disarankan menggunakan probe untuk memantau denyut nadi dan saturasi oksigen sesuai kebutuhan. Misalnya, ketika memantau kemampuan aktivitas fisik, alat akan terus dipasang selama latihan dan ketika pemulihan. Untuk penggunaan saat operasi, probe akan dipasang sebelumnya dan dilepas setelah Sahabat bangun dan tidak lagi dalam pengawasan. Terkadang, alat ini hanya digunakan untuk pembacaan satu kali secara cepat. Setelah tes selesai, klip atau probe akan dilepas.

Seperti Apa Cara Membacanya?

Cara membaca alat ini adalah berdasarkan angka yang tertera pada alat. Kadar oksigen yang normal adalah 95%. Jika di bawah itu, berarti ada potensi hipoksemia atau kekurangan oksigen dalam tubuh.

Prosedur Penggunaan Alat

Alat digunakan untuk pasien rawat inap dan rawat jalan di rumah sakit. Namun, saat pandemi Covid-19, alat ini sangat disarankan untuk pasien isolasi mandiri di rumah dengan gejala ringan.

Produk Terkait: Jual Pulse Oximeter Icare

Tips Memilih Pulse Oximeter yang Tepat

Berikut ini adalah beberapa tips untuk memilih alat yang tepat:

  • Pilihlah alat yang berkualitas dan memiliki kredibilitas. Sebaiknya beli alat di toko yang menjual barang medis atau toko medis terpercaya
  • Tes terlebih dahulu pada orang dengan kondisi saturasi oksigen normal supaya terlihat jelas akurasinya, yaitu 95% untuk orang normal

Baca Juga: 7 Cara Melakukan Self Isolation yang Tepat Saat Wabah Corona

Nah, itulah Sahabat mengenai perlunya penggunaan pulse oximeter untuk pasien isolasi mandiri Covid-19 berdasarkan aturan baru WHO. Buat Sahabat yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah, Sahabat bisa membeli pulse oximeter di Prosehat yang menjual barang berkualitas dengan harga terjangkau dan terpercaya. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Referensi:

  1. WHO issues new clinical advice on treating COVID-19 patients [Internet]. reuters.com. 2021 [cited 29 January 2021]. Available from: https://www.reuters.com/article/us-health-coronavirus-who-idUSKBN29V134
  2. Pulse oximetry [Internet]. who.int. 2021 [cited 29 January 2021]. Available from: https://www.who.int/patientsafety/safesurgery/pulse_oximetry/en/
  3. Pulse Oximetry: Uses, Readings, and How It Works [Internet]. Healthline. 2021 [cited 29 January 2021]. Available from: https://www.healthline.com/health/pulse-oximetry
  4. Dokter Bagikan Tips Pilih Oximeter yang Tepat untuk Pasien COVID-19 [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 29 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5351689/dokter-bagikan-tips-pilih-oximeter-yang-tepat-untuk-pasien-covid

Chat Asisten ProSehat aja