Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

7 Cara Melakukan Self Isolation yang Tepat saat Wabah Corona

Maraknya Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), terdapat banyak hal yang dihimbau kepada masyarakat. Salah satunya mengenai self isolation pada seseorang yang memiliki riwayat berpergian atau tinggal di area transmisi lokal atau pernah kontak erat dengan pasien positif COVID-19 yang dilakukan secara volunter atau berdasarkan rekomendasi petugas kesehatan untuk melakukan isolasi diri di rumah selama 14 hari atau sampai dikatakan negatif COVID-19. Kontak erat adalah seseorang yang melakukan kontak fisik atau berada dalam satu ruangan dalam radius 1 meter dengan kasus pasien dalam pengawasan, probabel, atau konfirmasi COVID-19.

Gejala klinis dari COVID-19 adalah gangguan pernapasan akut seperti demam serta gejala Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) seperti batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan sesak nafas. Berdasarkan bukti ilmiah, COVID-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui kontak erat dan percik renik (droplet) saat batuk atau bersin.2 Bila Sobat disarankan untuk melakukan isolasi mandiri, berikut tips untuk melakukan isolasi di rumah:

  1. Tidak keluar dari rumah kecuali untuk mendapatkan pengobatan. Tetaplah berada di rumah. Jika harus keluar rumah, gunakan masker, hindari tempat ramai dan hindari menggunakan transportasi umum. Sebaiknya batasi orang-orang yang berkunjung.
  2. Pisahkan diri dari orang-orang sekitar yang tinggal serumah. Sebaiknya walaupun tinggal di rumah yang sama, pasien yang melakukan isolasi diri berada dalam ruangan yang terpisah dari anggota keluarga yang lain. Jaga jarak lebih dari 1 meter dengan orang yang sehat. Hindari penggunaan alat makan atau linen bersamaan, cucilah dengan air dan sabun setelah digunakan. Linen sebaiknya dipisahkan dari linen anggota keluarga yang lain, gunakan deterjen, dan suhu air 60-90
  3. Menggunakan masker. Gunakan masker yang dilengkapi dengan filter seperti masker bedah atau masker N95 untuk menyaring partikel yang keluar saat batuk atau bersin. Buang masker sehabis digunakan di tempat sampah.
  4. Melakukan etika batuk yang benar. Menutup batuk atau bersin dengan menggunakan tisu atau lipat dalam siku. Langsung membuang tisu di tempat sampah dan mencuci tangan.
  5. Sering mencuci tangan. Mencuci tangan dengan air dan sabun minimal selama 20 detik. Pastikan seluruh bagian tangan sudah tercuci dengan bersih, termasuk telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, dan kuku. Bila tidak tersedia, silahkan gunakan hand-rub yang berbahan dasar alkohol diatas 70%. Mencuci tangan sebaiknya dilakukan setelah batuk dan bersin, sebelum dan setelah makan, setelah menggunakan toilet, serta bila tangan terlihat kotor.
  6. Membersihkan benda yang sering disentuh setiap harinya. Bersihkan gagang pintu, meja, kursi, gadget, dan benda lain yang sering disentuh. Gunakan larutan pembersih atau lap. Sebaiknya gunakan sarung tangan saat membersihkan benda-benda tersebut.
  7. Melakukan observasi gejala. Memantau gejala klinis selama dilakukan isolasi diri, gejala yang perlu di perhatikan adalah demam disertai gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) seperti batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sesak nafas. Bila terjadi perburukan gejala segera menghubungi petugas kesehatan.

Penyakit yang disebabkan oleh virus bersifat self limiting, yang artinya dapat sembuh dengan sendirinya. Sehingga penting juga untuk menguatkan sistem imun tubuh untuk membantu melawan penyakit. Istirahat yang cukup minimal 8 jam sehari. Perbanyak mengonsumsi makanan yang sehat seperti sayur dan buah. Minum air yang cukup sebanyak 2 liter atau 8 gelas setiap harinya. Rutin berolahraga bila tidak ada gejala penyakit, sebanyak 30 menit setiap harinya, 2 kali setiap minggu.

Untuk informasi kesehatan lainnya, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

Ditulis Oleh: dr Erika Gracia

DAFTAR PUSTAKA

  1. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19). Kementerian Kesehatan RI; 2020.
  2. Huang C, Wang Y, Li X, Ren L, Zhao J, Hu Y, et al. Clinical features of patients infected with 2019 novel coronavirus in Wuhan, China. The Lancet [Internet]. 2020 Jan 24 [cited 2020 Jan 27];0(0). Available from: https://www.thelancet.com/journals/lancet/article/PIIS0140-6736(20)30183-5/abstract
  3. CDC. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020 [cited 2020 Mar 20]. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/hcp/guidance-prevent-spread.html
  4. Advice for public [Internet]. [cited 2020 Jan 27]. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
  5. N95 Respirators vs Medical Masks for Preventing Influenza Among Health Care Personnel: A Randomized Clinical Trial | Infectious Diseases | JAMA | JAMA Network [Internet]. [cited 2020 Feb 4]. Available from: https://jamanetwork.com/journals/jama/fullarticle/2749214
  6. Hand Hygiene to Prevent Infections – Journal of PeriAnesthesia Nursing [Internet]. [cited 2020 Feb 4]. Available from: https://www.jopan.org/article/S1089-9472(17)30247-2/fulltext
  7. Physical Activity Guidelines for American. 2nd ed. U.S. Department of Health and Human Services; 2018.

Chat Asisten ProSehat aja