Telp / WhatsApp : 0811-15-12-800

Posts tagged “ tips”

Showing 1–10 of 142 results

  • Coronavirus disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 yang sudah dinyatakan sebagai pandemik oleh the World Health Organization (WHO). Mungkin bagi ibu yang sedang hamil ditengah pandemik ini memiliki kecemasan mengenai kesehatan diri sendiri dan bayi yang sedang dikandung. Berikut adalah panduan tanya-jawab yang sering ditanyakan oleh masyarakat: Apakah wanita hamil memiliki […]

    Panduan untuk Wanita Hamil Saat Pandemi Corona

    Coronavirus disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 yang sudah dinyatakan sebagai pandemik oleh the World Health Organization (WHO). Mungkin bagi ibu yang sedang hamil ditengah pandemik ini memiliki kecemasan mengenai kesehatan diri sendiri dan bayi yang sedang dikandung. Berikut adalah panduan tanya-jawab yang sering ditanyakan oleh masyarakat:

    1. Apakah wanita hamil memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena COVID-19?

    Sejauh ini para ilmuwan masih meneliti lebih lanjut mengenai dampak COVID-19 pada wanita hamil. Saat ini, data yang dimiliki masih terbatas, namun sampai sekarang belum ada bukti ilmiah adanya risiko gejala penyakit yang lebih berat pada wanita hamil dibandingkan populasi umum lainnya. Gejala penyakit yang lebih berat seperti pneumonia lebih sering ditemukan pada orang lanjut usia, orang dengan penyakit yang mendasari sebelumnya, dan orang yang memiliki penurunan kerja sistem kekebalan tubuh.1,2

    Namun, seorang wanita yang sedang hamil memang mengalami berbagai perubahan pada tubuhnya termasuk kinerja sistem imun tubuh, sehingga lebih mudah terpapar dengan infeksi saluran pernafasan. Sehingga ibu hamil disarankan untuk mengetahui cara melindungi diri dari COVID-19.1,3

    1. Bagaimana cara melindungi diri dari COVID-19?
    • Rajin mencuci tangan dengan air dan sabun selama minimal 20 detik. Mencuci tangan sebaiknya dilakukan setelah batuk dan bersin, sebelum dan setelah makan, setelah menggunakan toilet, serta bila tangan terlihat kotor Bila tidak ada sabun, dapat menggunakan hand-rub berbahan dasar alkohol.
    • Menghindari untuk memegang bagian mata, hidung, dan mulut.
    • Mengetahui etika batuk dan bersin yang benar, bila batuk atau bersin tutuplah bagian hidung dan mulut dengan tisu atau lipat siku bagian dalam. Segera buang tisu dan cuci tangan dengan air dan sabun.
    • Menjaga jarak lebih dari 1 meter dari orang lain, hal ini dilakukan karena adanya percik renik yang mungkin mengandung virus yang dapat menyebar saat seseorang batuk maupun bersin serta menghindari berpergian ke tempat yang ramai.
    • Pergi memeriksakan diri ke dokter bila mengalami gejala demam, batuk dan sesak nafas.1,4
    1. Dapatkah bayi yang baru lahir tertular COVID-19 dari ibunya?

    Sampai saat ini risiko penularan pada janin atau bayi selama masa kehamilan dan persalinan masih belum diketahui. Sehingga masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.5

    1. Pemeriksaan apa saja yang dapat dilakukan saat hamil dan persalinan bagi ibu yang mengalami infeksi COVID-19?

    Semua wanita hamil yang merupakan pasien suspek atau terkonfirmasi infeksi COVID-19 memiliki hak untuk tetap mendapatkan pelayanan antenatal dan persalinan berkualitas tinggi yaitu:

    • Mendapatkan pelayanan dengan hormat dan bermartabat.
    • Mendapatkan informasi yang jelas dari tenaga kesehatan.
    • Mendapatkan strategi penghilang rasa nyeri yang sesuai.
    • Dapat memilih pendamping yang diinginkan untuk menemani saat persalinan.
    • Dapat bergerak bebas dan memilih posisi persalinan pilihan.1,5
    1. Apakah persalinan harus melalui operasi caesar?

    Tidak selalu. Metode persalinan spontan maupun operasi caesar ditentukan oleh indikasi kebidanan sesuai dengan kondisi ibu hamil.1

    1. Bolehkah ibu dengan COVID-19 menyusui?

    Boleh. Ibu dengan COVID-19 diperbolehkan untuk menyusui bayinya namun harus lebih memperhatikan hal berikut:

    • Mengetahui etika batuk dan bersin yang benar menggunakan masker bila tersedia.
    • Mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang bayi.
    • Rutin membersihkan dan disinfeksi permukaan-permukaan yang sering disentuh.1
    1. Bolehkah ibu dengan COVID-19 memegang bayinya?

    Boleh. Menyusui, memegang bayi, dan berada dalam satu ruangan dengan bayinya diperbolehkan. Namun, tetap ditekankan untuk rutin mencuci tangan, membersihkan permukaan yang sering disentuh, dan mengetahui etika batuk dan bersin yang benar.1

     

    Untuk informasi terkait corona, Sobat dapat menghubungi hotline ProSehat ke nomor WA (whatsapp) 0811-1512-800, klik link prosehat.com/wa. Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr Erika Gracia

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Q&A on COVID-19, pregnancy, childbirth and breastfeeding [Internet]. Available from: https://www.who.int/news-room/q-a-detail/q-a-on-covid-19-pregnancy-childbirth-and-breastfeeding
    2. Huang C, Wang Y, Li X, Ren L, Zhao J, Hu Y, et al. Clinical features of patients infected with 2019 novel coronavirus in Wuhan, China. The Lancet [Internet]. 2020 Jan 24;0(0). Available from: https://www.thelancet.com/journals/lancet/article/PIIS0140-6736(20)30183-5/abstract
    3. Kourtis AP, Read JS, Jamieson DJ. Pregnancy and Infection. N Engl J Med. 2014 Jun 5;370(23):2211–8.
    4. Coronavirus | About | Prevention and Treatment | CDC [Internet]. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/about/prevention.html
    5. MD HF. Pregnant and worried about the new coronavirus? [Internet]. Harvard Health Blog. 2020. Available from: https://www.health.harvard.edu/blog/pregnant-and-worried-about-the-new-coronavirus-2020031619212
    Read More
  • Pemerintah telah menghimbau agar seluruh warga tetap berada di rumah dan mengurangi aktivitas di luar rumah untuk mencegah penularan virus SARS-CoV-2 yang dapat menyebabkan Coronavirus disease 2019 (COVID-19) yang sudah menjadi pandemi dan kian masif. Keluar rumah memang masih dibolehkan untuk beberapa hal tertentu, misalnya untuk berobat dan belanja kebutuhan sehari-hari. Penyebaran virus ini bisa […]

    6 Tips Belanja Aman di Supermarket agar Terhindar dari Corona

    Pemerintah telah menghimbau agar seluruh warga tetap berada di rumah dan mengurangi aktivitas di luar rumah untuk mencegah penularan virus SARS-CoV-2 yang dapat menyebabkan Coronavirus disease 2019 (COVID-19) yang sudah menjadi pandemi dan kian masif. Keluar rumah memang masih dibolehkan untuk beberapa hal tertentu, misalnya untuk berobat dan belanja kebutuhan sehari-hari.

    Penyebaran virus ini bisa dari orang ke orang terutama melalui droplets yaitu percikan yang keluar saat batuk dan bersin yang dapat menyebar hingga 1 meter. Percikan yang mengandung virus ini dapat hidup di permukaan tertentu selama beberapa jam bahkan hari. Dengan mengetahui metode penularannya, maka metode efektif untuk mencegah penularan adalah dengan rajin mencuci tangan, tidak memegang area wajah, mengetahui etika batuk dan pilek yang benar, menggunakan masker bila sakit, menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain, memeriksakan diri ke dokter bila terdapat gejala, dan mengurangi berpergian ke tempat umum yang ramai orangnya, salah satunya pusat perbelanjaan seperti supermarket. Berikut adalah tips yang bisa dilakukan untuk belanja yang aman:

    1. Menjaga jarak dari karyawan dan pembeli lainnya

    Tetaplah menjaga jarak lebih dari 1 meter dengan orang lain selama berada di dalam supermarket. Ambilah waktu untuk mengantri atau membeli ke area yang lain terlebih dahulu bila area barang yang perlu Sobat beli masih ada orang lain.

    1. Rencanakan keperluan makanan selama seminggu

    Dengan merencanakan makanan selama seminggu, Sobat akan tahu apa saja yang harus dibeli. Ini akan mecegah Sobat bingung apa yang harus dibeli saat belanja dan lebih menghemat waktu. Jangan hanya mengandalkan makanan kaleng yang tahan lama, pastikan tetap membeli makanan yang bernutrisi sehat seperti buah dan sayur yang dapat mendukung kesehatan tubuh dan meningkatkan sistem imun yang kuat.

    1. Buatlah daftar belanja

    Catatlah barang-barang yang diperlukan sesuai dengan kategorinya, sebaiknya jangan terpaku pada satu produk tertentu, siapkan alternatif lainnya bila produk yang dicari tidak ada. Dengan begitu kegiatan belanja akan menjadi lebih cepat dan tepat karena tidak perlu berlama-lama untuk mencari barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.

    1. Tidak perlu belanja beramai-ramai

    Cukup satu orang saja yang belanja untuk keperluan keluarga agar kondisi di supermarket tidak ramai, proses belanja menjadi lebih cepat dan memungkinkan untuk setiap pembeli menjaga jarak dengan orang lain.

    1. Belanja secukupnya saja

    Walaupun kegiatan berbelanja sebaiknya dibatasi tidak lebih dari satu kali seminggu. Namun, Sobat tidak perlu menimbun banyak barang akibat sedang panik. Hal ini dapat merugikan masyarakat luas karena barang tersebut akan menjadi sulit untuk didapatkan oleh orang yang benar-benar membutuhkannya. Belilah barang-barang sesuai dengan kebutuhan secukupnya saja.

    1. Perilaku bersih dan sehat

    Bila Sobat dalam kondisi yang sehat tidak perlu menggunakan masker, karena penggunaan masker diprioritaskan hanya untuk orang yang sakit dan tenaga medis saja. Cukup mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun minimal selama 20 detik, sebaiknya dilakukan sebelum dan sesudah belanja. Hindari untuk memegang bagian wajah selama belanja. Setelah sampai di rumah, segera membersihkan diri dan barang-barang yang dibawa dari supermarket sebelum melakukan kontak dengan anggota keluarga lainnya.

    Itulah beberapa tips belanja aman di supermarket agar terhindar dari virus corona. Sobat tidak perlu panik dan melakukan pelindungan diri yang berlebihan. Dengan mengetahui cara penularan penyakit COVID-19 ini diharapkan Sobat dapat menangkap hal-hal penting yang harus dilakukan dan hal-hal yang perlu dihindari.

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Sedangkan terkait informasi corona, Sobat pun dapat menghubungi hotline ProSehat ke nomor WA (whatsapp) 0811-1512-800, klik link prosehat.com/wa. Tetap jaga kesehatan ya. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr Erika Gracia

    DAFTAR PUSTAKA

    1. CDC. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/lab/index.html
    2. Advice for public [Internet]. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
    3. How Can You Safely Grocery Shop in the Time of Coronavirus? Here’s What Experts Suggest [Internet]. Time. Available from: https://time.com/5810782/grocery-store-safety-coronavirus/
    4. Zelman KM, MPH, RD, LD. 10 Tips for Healthy Grocery Shopping [Internet]. WebMD. Available from: https://www.webmd.com/food-recipes/features/10-tips-for-healthy-grocery-shopping
    5. Parker-Pope T. Who Knew Grocery Shopping Could Be So Stressful? The New York Times [Internet]. 2020 Mar 26 Available from: https://www.nytimes.com/2020/03/26/well/eat/coronavirus-shopping-food-groceries-infection.html
    6. Coronavirus | About | Prevention and Treatment | CDC [Internet]. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/about/prevention.html
    Read More
  • Maraknya Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), terdapat banyak hal yang dihimbau kepada masyarakat. Salah satunya mengenai self isolation pada seseorang yang memiliki riwayat berpergian atau tinggal di area transmisi lokal atau pernah kontak erat dengan pasien positif COVID-19 yang dilakukan secara volunter atau berdasarkan rekomendasi petugas kesehatan untuk melakukan isolasi diri di rumah selama 14 hari […]

    7 Cara Melakukan Self Isolation yang Tepat saat Wabah Corona

    Maraknya Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), terdapat banyak hal yang dihimbau kepada masyarakat. Salah satunya mengenai self isolation pada seseorang yang memiliki riwayat berpergian atau tinggal di area transmisi lokal atau pernah kontak erat dengan pasien positif COVID-19 yang dilakukan secara volunter atau berdasarkan rekomendasi petugas kesehatan untuk melakukan isolasi diri di rumah selama 14 hari atau sampai dikatakan negatif COVID-19. Kontak erat adalah seseorang yang melakukan kontak fisik atau berada dalam satu ruangan dalam radius 1 meter dengan kasus pasien dalam pengawasan, probabel, atau konfirmasi COVID-19.

    Gejala klinis dari COVID-19 adalah gangguan pernapasan akut seperti demam serta gejala Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) seperti batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan sesak nafas. Berdasarkan bukti ilmiah, COVID-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui kontak erat dan percik renik (droplet) saat batuk atau bersin.2 Bila Sobat disarankan untuk melakukan isolasi mandiri, berikut tips untuk melakukan isolasi di rumah:

    1. Tidak keluar dari rumah kecuali untuk mendapatkan pengobatan. Tetaplah berada di rumah. Jika harus keluar rumah, gunakan masker, hindari tempat ramai dan hindari menggunakan transportasi umum. Sebaiknya batasi orang-orang yang berkunjung.
    2. Pisahkan diri dari orang-orang sekitar yang tinggal serumah. Sebaiknya walaupun tinggal di rumah yang sama, pasien yang melakukan isolasi diri berada dalam ruangan yang terpisah dari anggota keluarga yang lain. Jaga jarak lebih dari 1 meter dengan orang yang sehat. Hindari penggunaan alat makan atau linen bersamaan, cucilah dengan air dan sabun setelah digunakan. Linen sebaiknya dipisahkan dari linen anggota keluarga yang lain, gunakan deterjen, dan suhu air 60-90
    3. Menggunakan masker. Gunakan masker yang dilengkapi dengan filter seperti masker bedah atau masker N95 untuk menyaring partikel yang keluar saat batuk atau bersin. Buang masker sehabis digunakan di tempat sampah.
    4. Melakukan etika batuk yang benar. Menutup batuk atau bersin dengan menggunakan tisu atau lipat dalam siku. Langsung membuang tisu di tempat sampah dan mencuci tangan.
    5. Sering mencuci tangan. Mencuci tangan dengan air dan sabun minimal selama 20 detik. Pastikan seluruh bagian tangan sudah tercuci dengan bersih, termasuk telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, dan kuku. Bila tidak tersedia, silahkan gunakan hand-rub yang berbahan dasar alkohol diatas 70%. Mencuci tangan sebaiknya dilakukan setelah batuk dan bersin, sebelum dan setelah makan, setelah menggunakan toilet, serta bila tangan terlihat kotor.
    6. Membersihkan benda yang sering disentuh setiap harinya. Bersihkan gagang pintu, meja, kursi, gadget, dan benda lain yang sering disentuh. Gunakan larutan pembersih atau lap. Sebaiknya gunakan sarung tangan saat membersihkan benda-benda tersebut.
    7. Melakukan observasi gejala. Memantau gejala klinis selama dilakukan isolasi diri, gejala yang perlu di perhatikan adalah demam disertai gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) seperti batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sesak nafas. Bila terjadi perburukan gejala segera menghubungi petugas kesehatan.

    Penyakit yang disebabkan oleh virus bersifat self limiting, yang artinya dapat sembuh dengan sendirinya. Sehingga penting juga untuk menguatkan sistem imun tubuh untuk membantu melawan penyakit. Istirahat yang cukup minimal 8 jam sehari. Perbanyak mengonsumsi makanan yang sehat seperti sayur dan buah. Minum air yang cukup sebanyak 2 liter atau 8 gelas setiap harinya. Rutin berolahraga bila tidak ada gejala penyakit, sebanyak 30 menit setiap harinya, 2 kali setiap minggu.

    Untuk informasi kesehatan lainnya, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr Erika Gracia

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19). Kementerian Kesehatan RI; 2020.
    2. Huang C, Wang Y, Li X, Ren L, Zhao J, Hu Y, et al. Clinical features of patients infected with 2019 novel coronavirus in Wuhan, China. The Lancet [Internet]. 2020 Jan 24 [cited 2020 Jan 27];0(0). Available from: https://www.thelancet.com/journals/lancet/article/PIIS0140-6736(20)30183-5/abstract
    3. CDC. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020 [cited 2020 Mar 20]. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/hcp/guidance-prevent-spread.html
    4. Advice for public [Internet]. [cited 2020 Jan 27]. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
    5. N95 Respirators vs Medical Masks for Preventing Influenza Among Health Care Personnel: A Randomized Clinical Trial | Infectious Diseases | JAMA | JAMA Network [Internet]. [cited 2020 Feb 4]. Available from: https://jamanetwork.com/journals/jama/fullarticle/2749214
    6. Hand Hygiene to Prevent Infections – Journal of PeriAnesthesia Nursing [Internet]. [cited 2020 Feb 4]. Available from: https://www.jopan.org/article/S1089-9472(17)30247-2/fulltext
    7. Physical Activity Guidelines for American. 2nd ed. U.S. Department of Health and Human Services; 2018.
    Read More
  • Dengan berkembangnya teknologi saat ini, membuat kehidupan Kita menjadi lebih mudah. Salah satu nya dengan kehadiran transaksi belanja secara online. Akan tetapi perkembangan tersebut dimanfaatkan beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan jual beli online. Uang sudah ditransfer, namun barang yang Anda beli atau pesan tidak kunjung datang. Walaupun harga yang Kita keluarkan […]

    Tips Aman Berbelanja Online

    Dengan berkembangnya teknologi saat ini, membuat kehidupan Kita menjadi lebih mudah. Salah satu nya dengan kehadiran transaksi belanja secara online. Akan tetapi perkembangan tersebut dimanfaatkan beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan jual beli online. Uang sudah ditransfer, namun barang yang Anda beli atau pesan tidak kunjung datang.

    Walaupun harga yang Kita keluarkan mungkin tidak seberapa, tentu membuat Kita sedikit kesal. Uang sudah ditransfer, namun barang yang Anda beli atau pesan tidak kunjung datang. Terlebih lagi jika barang yang Anda pesan tersebut berupa produk kesehatan yang Anda atau keluarga butuhkan.

    Untuk menghindari dari penipuan seperti itu, berikut tips aman untuk Anda yang berniat berbelanja online.

    1. Selalu jaga informasi pribadi Anda

    Jangan pernah memberikan informasi pribadi Anda seperti Email, username, password dan nomor kartu kredit Anda kepada orang lain. Termasuk kode OTP saat Anda mengakses marketplace atau online shop lainnya.

    1. Jangan klik link yang mencurigakan

    Sering mendapatkan link melalui SMS atau Whatsapp yang mencurigakan? Jangan langsung klik ya, karena mungkin saja link tersebut bukan link resmi marketplace.

    1. Berhati-hati dengan pihak yang mengatasnamakan marketplace tertentu

    Selalu waspada jika Anda dihubungi oleh pihak yang mengatasnamakan marketplace. Terlebih lagi jika pihak tersebut menawarkan voucher, promo, hadiah ataupun menginformasikan kendala seputar verifikasi,transaksi atau pengiriman.

    1. Teliti dan lakukan transaksi pembayaran melalui marketplace resmi

    Pastikan untuk teliti sebelum melakukan pembayaran. Lakukanlah transaksi pembayaran yang resmi.

    1. Rutin mengganti Kata Sandi secara berkala

    Dengan rutin mengganti kata sandi dapat melindungi akun Anda. Selain itu gunakan kaa sandi yang kuat dengan menggabungkan kata dan numerik.

    Dengan adanya kejadian seperti itu, membuat ProSehat sebagai salah satu aplikasi asisten  kesehatan lebih meningkatkan keamanan konsumen saat berbelanja. ProSehat menawarkan berbagai produk kesehatan, seperti multivitamin, jamu hingga makanan sehat. Selain itu, ProSehat menawarkan layanan kesehatan vaksinasi dan home care.

    Untuk produk kesehatan, ProSehat selalu menggunakan produk yang terjamin asli dan memiliki ijin edar BPOM atau Farmalkes. Kalau tanggal kadaluarsa ada nggak, sih? Pasti ada dong. Karena selain tanggal kadaluarsa, nomor batch produksi nya juga tercantum.

    Lalu bagaimana dengan layanan kesehatan seperti vaksinasi dan home care di ProSehat? ProSehat memastikan jika tenaga kesehatan yang bekerjasama, bersertifikasi dan memiliki ijin praktek. Terdapat pula pembekalan kepada tenaga kesehatan saat melakukan layanan kesehatan kepada pasien.

    Selain itu berbelanja di ProSehat, Anda dapat bertanya langsung seputar produk dan layanan kesehatan melalui Asisten kesehatan Maya Whatsapp 0811-18-16-800. Aman belanja online, jadilah konsumen yang cerdas.

    Daftar Pustaka

    1. Hardiyanti, N. (2018) Ini 5 Tips Aman Berbelanja Peralatan Rumah Secara Online Lewat E-commerce. Available at: https://idea.grid.id/read/09704878/ini-5-tips-aman-berbelanja-peralatan-rumah-secara-online-lewat-e-commerce?page=all
    2. Cahya,I. (2018). Biar Gak ‘Zonk’, Lakukan 7 Tips Penting Ini Saat Belanja Online. Available at: https://www.idntimes.com/life/women/izah-cahya-novembrilianti/7-tips-penting-ini-saat-belanja-online-c1c2/full
    Read More
  • Belanja online menjadi salah satu solusi berbelanja disaat padatnya kesibukan Anda. Selain itu, keuntungan lainnya saat berbelanja online yaitu karena banyaknya promo yang ditawarkan dari berbagai marketplace. Akan tetapi jangan sampai karena keasyikan berbelanja, pada akhirnya membuat Anda merugi dan terhindar dari penipuan. Nah, berikut 8 tips dari idEA (Asosiasi E-commerce Indonesia) yang perlu Anda […]

    Bijak Berbelanja Online, Konsumen Cerdas Berdaya

    Belanja online menjadi salah satu solusi berbelanja disaat padatnya kesibukan Anda. Selain itu, keuntungan lainnya saat berbelanja online yaitu karena banyaknya promo yang ditawarkan dari berbagai marketplace.

    Akan tetapi jangan sampai karena keasyikan berbelanja, pada akhirnya membuat Anda merugi dan terhindar dari penipuan. Nah, berikut 8 tips dari idEA (Asosiasi E-commerce Indonesia) yang perlu Anda ingat agar lebih bijak saat berbelanja.

    1. Belanja di situs belanja online terpercaya

    Berbelanja lah di situs belanja online yang terpercaya. BIasanya situs-situs belanja online tersebut sudah dilengkapi dengan metode perlindungan yang telah terjamin keamanannya. Jadi jangan sampai salah pilih, ya.

    1. Berbelanja di Seller dengan reputasi terbaik

    Jika sudah memilih situs belanja online yang terpercaya, maka langkah selanjutnya pilih Seller dengan reputasi terbaik. Umumnya situs belanja online sudah menggunakan sistem reputasi di masing-masing seller. Jadi lebih memudahkan Anda saat berbelanja online.

    1. Teliti Saat membaca deskripsi produk

    Kurangnya dari belanja online yaitu Anda tidak bisa secara langsung melihat kondisi barang yang akan Anda pesan. Sebisa mungkin teliti membaca deskripsi yang sudah di cantumkan seller. Jika kondisi barang yang Anda terima tidak sesuai, maka Anda bisa ajukan keluhan kepada Seller.

    1. Menggunakan pembayaran yang terintegrasi dengan baik

    Jika Anda sudah yakin dengan barang yang akan dibeli, maka lakukanlah pembayaran yang telah terintegrasi dengan baik di situs belanja online tersebut. Hindari pembayaran diluar dari situs belanja online.

    1. Simpan bukti transaksi belanja Anda

    Jangan sampai lupa menyimpan bukti transaksi serta detail barang yang Anda beli, ya. Apabila barang yang dikirim juga belum sampai, Anda bisa mengkonfirmasi langsung ke seller.

    1. Perhatikan Syarat dan Ketentuan di masing-masing situs belanja online

    Umumnya, masing-masing situs belanja memiliki syarat dan ketentuan saat menyediakan layanannya. Pastikan untuk membaca serta memahami sebelum Anda bertransaksi. Patuhilah aturan yang berlaku agar situs tersebut dapat memberikan pelayanan yang maksimal.

    1. Hindari penggunaan wifi public

    Pencurian identitas sering terjadi saat Anda melakukan belanja online. Untuk menghindari hal itu, maka sebisa mungkin tidak menggunakan wifi public saat mengakses transaksi online agar data pribadi Anda tidak digunakan pihak yang tidak bertanggung jawab.

    1. Waspada dengan Social Engineering

    Penipuan yang paling marak terjadi saat ini yaitu social engineering. Para pelaku menjerat pada korbanya dengan mengaku sebagai salah satu karyawan situs belanja online dan mengajak korban untuk bertransaksi di luar situs.

    Hindari memberikan data rahasia kepada pihak manapun baik berupa PIN, password, kode OTP dan informasi lainnya. Aman belanja online, jadi konsumen yang cerdas berdaya. Selamat berbelanja

    Sumber :

    idEA. 2019. Trik Anti Rugi Belanja Online

     

    Read More
  • “Cuci tangan dulu sebelum makan!” Nasihat seperti ini pasti sudah Sobat dengar sejak kecil. Yup, menjaga kesehatan diri sendiri tentu harus dimulai dari hal sederhana. Bahkan kini urusan membersihkan tangan bisa dilakukan dengan pertolongan darurat yaitu hand sanitizer. Benda penyelamat ini bisa jadi alternatif bahkan praktis dibawa kemana-mana. Lantas, pertanyaannya, apa sajakah plus minus jika kita […]

    Plus Minus Cuci Tangan dengan Air VS Hand Sanitizer

    “Cuci tangan dulu sebelum makan!” Nasihat seperti ini pasti sudah Sobat dengar sejak kecil. Yup, menjaga kesehatan diri sendiri tentu harus dimulai dari hal sederhana. Bahkan kini urusan membersihkan tangan bisa dilakukan dengan pertolongan darurat yaitu hand sanitizer. Benda penyelamat ini bisa jadi alternatif bahkan praktis dibawa kemana-mana.

    Lantas, pertanyaannya, apa sajakah plus minus jika kita mencuci tangan dengan air + sabun dibandingkan hand sanitizer?

    Banyak para ahli berpendapat mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun tetap lebih baik daripada hand sanitizer. Tentu saja air dan sabun lebih mampu menghilangkan kotoran dan kuman, apalagi ketika tangan memang terlihat kotor dan berminyak.

    Apa Saja Kandungan Hand Sanitizer?

    Hand sanitizer terdiri dari alkohol, contohnya etanol, sebagai zat aktif yang bekerja sebagai antiseptik. Kandungan lainnya yakni air, pewangi, gliserin. Hand sanitizer yang berbahan dasar alkohol pada umumnya dapat mencegah mayoritas bakteri dan virus, terutama penyebab flu dan batuk. Namun menurut Infectious Diseases Society of America, hand sanitizer tidak bisa mencegah infeksi yang disebabkan oleh bakteri C difficile yang memicu radang di usus besar.

    Tapi ada beberapa produk gel pembersih tangan yang mengklaim bebas alkohol menggantinya dengan komponen antibiotik yang disebut dengan triclosan atau triclocarban. Bahan ini umumnya juga ada dalam pasta gigi dan sabun.

    Risiko Keseringan Menggunakan Hand Sanitizer

    Segala sesuatu yang berlebihan biasanya punya efek yang kurang baik!”. Rupanya hal ini juga berlaku pada hand sanitizer. Pemakaian hand sanitizer terlalu sering memiliki risiko tertentu.

    1. Kebal Antibiotik

    Antibiotik efektif untuk melawan bakteri. Tapi kandungan triclosan dalam gel pembersih tangan yang berfungsi sebagai antibakteri ini dipercaya pakar medis berperan besar membuat bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik.

    2. Kekebalan Tubuh Menurun

    Keseringan memakai hand sanitizer yang mengandung triclosan atau triclocarban dapat menurunkan kekebalan tubuh Sobat dari penyakit dengan membunuh bakteri baik dalam tubuh untuk memerangi bakteri jahat. Bila kekebalan tubuh melemah, maka tubuh akan lebih mudah terserang infeksi.

    Penggunaan dalam jangka panjang berisiko menyebabkan gangguan pada fungsi otot kerangka dan jantung. Terlebih lagi, efek penggunaan gel pembersih tangan yang mengandung triclosan atau triclocarban memang tidak akan langsung terasa. Biasanya penggunaan rutin dalam jangka waktu 3-5 tahun, baru akan mengakibatkan kulit kering dan sensitif.

    3. Kandungan Bahan Kimia Berbahaya

    Pewangi dari gel pembersih tangan diperoleh dari senyawa kimia sintetis yang disebut phtalate. Nah, phtalates ini terkait dengan berbagai gangguan kesehatan seperti penurunan motilitas (gerak) dan konsentrasi (jumlah) sperma, alergi, asma.

    Gunakan Hand Sanitizer Saat Darurat
    Gel pembersih tangan memang praktis dibawa. Namun, tetap saja disarankan hanya digunakan saat memang tidak tersedia air dan sabun untuk mencuci tangan. Ditegaskan oleh American Cleaning Institute, hand sanitizer hanyalah suplemen, bukan untuk menggantikan fungsi cuci tangan dengan sabun. Bahkan untuk beberapa virus penyebab wabah flu seperti Norovirus, mencuci tangan dengan air dan sabun, tetap sangat dianjurkan sebagai pencegahan utama, terutama setelah menggunakan toilet, mengganti popok bayi, sebelum makan, dan menyiapkan makanan.

    Pentingnya Waktu 20-30 Detik!

    Sebenarnya hal yang perlu jadi catatan Sobat adalah cara dan waktu dalam membersihkan tangan. Cara yang tepat untuk membersihkan tangan ialah dengan membasuh seluruh permukaan tangan dan punggung tangan selama 20-30 detik menggunakan sabun dan air.

    Sedangkan jika menggunakan hand sanitizer, Sobat bisa menggunakan sekitar satu atau dua tetes, lalu gosok kedua tangan, di bagian punggung dan telapak, antara jari-jari serta kuku, sampai tangan kering. Jangan lupa membersihkan juga sela-sela jari dan bawah kuku ya, Sobat, karena itulah tempat yang paling banyak menyembunyikan bakteri.

    Nah, jika Sobat membutuhkan informasi maupun produk kesehatan, coba akses www.prosehat.com atau instal aplikasi ProSehat. Keterangan lebih lanjut, bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga! Salam Sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Masa anak-anak merupakan fase dimana orang tua terkadang mulai khawatir bila tiba-tiba mereka sulit makan. Masalah yang sering terjadi antara lain mengemut makanan, menolak makanan baru (Neophobia), pilih-pilih makanan (picky eater), gangguan pencernaan,  dan alergi makanan. Makanan yang diemut Penyebab makanan paling sering karena orang tua terlalu cemas anak tidak menghabiskan makanannya, sehingga waktu yang […]

    Solusi Cerdas Atasi Anak Sulit Makan

    Masa anak-anak merupakan fase dimana orang tua terkadang mulai khawatir bila tiba-tiba mereka sulit makan. Masalah yang sering terjadi antara lain mengemut makanan, menolak makanan baru (Neophobia), pilih-pilih makanan (picky eater), gangguan pencernaan,  dan alergi makanan.

    Makanan yang diemut

    Penyebab makanan paling sering karena orang tua terlalu cemas anak tidak menghabiskan makanannya, sehingga waktu yang diperlukan anak untuk menghabiskan makanan cenderung lama. Kemudian, lingkungan sekitar dapat menjadi pengalihan yang dapat mengganggu proses makan anak seperti siaran televisi, mainan, atau hal menarik lainnya yang dapat menarik perhatian anak.

    Faktor lain yang menyebabkan anak mengemut makanan adalah makanan yang kurang enak dan rasa bosan terhadap makanan dengan jenis sama yang diberikan berulang-ulang. Selain itu, adanya penyakit seperti gangguan sensori pengecap, sakit gigi, sariawan, dan radang tenggorokan membuat anak menjadi enggan mengunyah dengan cepat.

    Baca Juga: Pijat Tui Na untuk Meningkatkan Nafsu Makan Anak

    Nah, apa yang harus kita lakukan bila anak mengemut makanannya?Kita sebagai orang tua dapat menetapkan “aturan makan” yaitu membuat jadwal makan tetap dan menetapkan 30 menit untuk menghabiskan makanan, membuat kondisi nyaman di sekitar lingkungan anak dan menjauhkannya dari hal yang dapat membuatnya teralihkan dari makanannya, serta berikan porsi makan yang sedikit-sedikit tapi sering. Jangan lupa untuk tetap memberikan makanan sesuai dengan tahap perkembangannya.

    Orang tua juga harus sabar dalam menghadapi anak yang sering mengemut makanan.

    Selalu mengajak anak untuk ‘mengunyah dan menelan’ makanan, mengatakan bahwa ‘kalau diemut nanti giginya bisa rusak loh atau vitamin pada makanannya bisa ilang’. Anda tidak perlu marah dalam mengingatkan anak, katakanlah dengan lemah lembut. Buatlah variasi makanan setiap harinya agar anak tidak bosan serta jangan lupa untuk tetap berkonsultasi dengan dokter bila ada gangguan pada saluran cerna anak.

    Menolak makanan baru (Neophobia)

    Neophobia adalah anak menolak makanan baru atau makanan yang tidak dikenalnya. Sebenarnya, hal ini bagus untuk menghindari anak keracunan saat anak sudah mampu memilih makanannya sendiri tanpa pengawasan orang tua. Namun, bila kondisi ini berkelanjutan akan menimbulkan perilaku anak memilih-milih makanan (picky eater).

    Biasanya anak akan menolak makanan baru yang rasanya pahit seperti buah dan sayuran serta makanan yang tidak menarik secara visual. Lalu, bagaimana cara kita sebagai orang tua menghadapinya?

    Baca Juga: 7 Anjuran Makanan Untuk Anak Demam

    Children see, children do’ anak akan mencontoh apa yang diperbuat oleh orang tuanya, sehingga bila Sahabat ingin anak senang mengonsumsi sayur dan buah cobalah untuk memperlihatkan kesenangan Anda sebagai orang tua terhadap sayur dan buah. Kemudian, berikan anak makanan baru dalam porsi kecil dan diletakkan agar ia dapat menjangkaunya sendiri. Bila anak tetap menolak makanan baru, jangan menyerah, kenalkan kembali terhadap makanan tersebut 10-15 kali. Terakhir, orang tua sebaiknya tetap tenang dan tidak panik saat anak menolak makanan baru.

    Pilih-pilih makanan (picky/selective eater)

    Picky eater adalah anak menolak mengonsumsi makanan dalam jumlah yang cukup tapi masih mau mengonsumsi berbagai jenis makanan baik yang sudah maupun yang belum dikenalnya. Anak masih mau mengonsumsi satu jenis makanan dari tiap kelompok (karbohidrat, protein, lemak, sayur dan buah). Sedangkan pada selective eater, anak menolak segala jenis makanan pada kelompok makanan jenis tertentu. Misalnya, anak tidak mau makan dari jenis karbohidrat baik itu nasi, roti, bubur, dsb. Picky eater masih merupakan fase perkembangan norma, sedangkan selective eater dapat menyebabkan anak kekurangan zat nutrisi makro atau mikro yang berdampak pada tumbuh kembangnya.

    Picky eater disebabkan karena trauma terhadap tekstur makanan yang terlalu besar kasar, kenyal, lengket, dsb. Penyebab lain adalah anak sensitif terhadap rasa dan aroma makanan sehingga bila mencium aroma makanan yang tidak ia suka, maka tidak mau makan.

    Nah, orang tua jangan langsung panik ya, ketika anak memilih-milih makanan seperti itu. Anda dapat membuat menu yang bervariasi dan menghias makanan semenarik mungkin agar anak berminat untuk mencicipinya. Selain itu, Sahabat dapat mendampingi anak selama makan dan ikut mencontohkan makan dengan ekspresi menarik sehingga anak juga ikut memakannya dan tidak menolaknya. Hindari memberikan makanan/minuman manis terlalu banyak karena akan membuatnya cepat kenyang. Ciptakan suasana makan tanpa distraksi seperti TV, mainan, radio, dsb.

    Gangguan pencernaan

    Gangguan pencernaan dapat menyebabkan anak sulit untuk makan. Kondisi perut kembung, nyeri, diare, dan sulit buang air besar dapat mempengaruhi anak. Selain itu, beberapa penyakit yang berhubungan dengan saluran cerna anak seperti penyakit celiac juga mempengaruhinya dalam memilih makanan.

    Penyakit celiac merupakan gangguan pencernaan genetik dimana anak sensitif terhadap gluten atau gandum (biasanya banyak terdapat pada tepung). Gejala yang ditimbulkan berupa nyeri perut, diare, muntah, dan berat badan yang turun.

    Baca Juga: Hindari Makanan Ketika Sakit Perut Pada Anak

    Sahabat dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai gangguan pencernaan apa yang dapat membuat anak sulit makan dan bagaimana menanganinya. Anak dengan gangguan pencernaan biasanya seringkali merasa mual, sehingga memuntahkan apapun makanan yang dimakannya.

    Alergi makanan

    Anak dengan alergi makanan biasanya akan sulit untuk mengonsumsi kembali makanan yang pernah ia makan. Kondisi tidak nyaman yang terjadi bila anak alergi makanan seperti diare, sakit perut, timbul ruam di kulit dan rasa gatal dapat menyertai mereka dan membuatnya menjadi malas mengonsumsi makanan itu.

    Periksakan anak anda ke dokter dan konsultasikan apa yang membuat alergi pada anak, apakah bahan makannya, seperti makanan laut, kacang, cokelat, susu. Lalu, mintalah agar dilakukan tes alergi pada anak sehingga jenis makanan yang dapat menyebabkannya alergi dapat dideteksi secara dini.

    Bagaimana solusi anak yang tidak mau makan nasi?

    Anak yang tidak mau makan nasi termasuk ke dalam anak yang ‘picky eater’, sehingga ada beberapa tips dalam menghadapinya, antara lain:

    1. Sediakan menu yang bervariasi setiap harinya agar anak tidak bosan
    2. Berikan pada anak 10-15 kali, bila masih menolak, coba lagi
    3. Sajikan dalam porsi kecil dan letakkan di daerah yang dapat dijangkau anak
    4. Orang tua ikut memberikan contoh dengan mengonsumsi makanan bersama anak dan buatlah ekspresi senang dan enak saat makan
    5. Orang tua harus sabar dan bersikap netral dalam menghadapi anak

    Bagaimana porsi makan yang benar dalam satu kali makan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi setiap hari?

    Kebutuhan nutrisi makanan tiap anak berbeda sesuai dengan  usia dan perkembangannya. Makanan yang sehat harus mengandung zat makro seperti karbohidrat, protein, lemak dan zat mikro seperti vitamin, serat, dan mineral. Bila ingin mengetahui apakah nutrisinya cukup dapat Bunda lihat pada Kartu Menuju Sehat yang dapat diperoleh di Puskesmas atau layanan kesehatan lainnya. Pemberian cemilan ringan dapat diberikan sebagai selingan pada jam antara makan pagi dan siang serta makan siang dan malam. Bila Bunda ingin memberikan vitamin, boleh diberikan sebagai tambahan pendamping saja.

    Bagaimana solusi bagi anak yang tiba-tiba mogok makan dan menjadi tidak suka sayur dan buah karena Bundanya hamil lagi?

    Bunda dapat menyediakan menu yang bervariasi setiap harinya dan tetap berikan buah atau sayuran dalam porsi kecil. Bila anak tidak mau menyentuh buah dan sayur, hindari memarahi anak. Tetap coba berikan kembali saat mau makan. Kemudian, komunikasikan dengan anak mengenai adik bayi yang dikandung Bunda. Pancing anak bercerita mengenai kesehariannya pada  adik bayi di dalam perut, elus-elus perut Bunda hingga ceritakan bagaimana proses kelahiran si kakak yang nantinya akan terjadi sama dengan adiknya.

    Bila anak diberi makan sambil main, misalnya main mobil mobilan, seringkali makannya sedikit, bagaimana solusinya?

    Pemberian makan anak sambil main seringkali menjadi pengalihan bagi anak di waktu makan. Sebaiknya, pada waktu makan biasakan untuk makan bersama dengan anggota keluarga. Hindari menghidupkan TV atau bermain hp saat makan, apalagi bermain mobil-mobilan. Hal ini bertujuan agar anak fokus menghabiskan makanannya.

    Suplemen vitamin seperti apa yang dapat meningkatkan nafsu makan?

    Beberapa suplemen yang mengandung tiamin (vitamin B1) dan vitamin B12 dapat meningkatkan nafsu makan. Selain itu, suplemen yang mengandung zinc, kurkuma, dan minyak ikan juga dapat membantu meningkatkan nafsu makan.

    Baca Juga: 7 Makanan Sehat Untuk Redakan Sakit Perut pada Anak

    Bagaimana cara mengoptimalkan waktu makan 30 menit pada anak dan apakah dampaknya bila waktu makan lebih dari 30 menit?

    Orang tua dapat mengoptimalkan waktu makan 30 menit dengan memperhatikan porsi makan anak yang pas, tidak terlalu banyak/sedikit. Bila sebelum 30 menit porsi makan sudah habis, maka orang tua tidak perlu khawatir karena dapat memberikannya makan lagi 2 jam setelahnya dengan porsi kecil agar kebutuhan nutrisinya tercukupi. Bila waktu makan lebih dari 30 menit biasanya akan menyebabkan anak bosan dan tidak suka makan. Komunikasikan dengan anak, beritahu bahwa makanan sebaiknya habis sebelum 30 menit dan bila perlu, Bunda dapat menaruh jam/penghitung waktu (stopwatch) sebagai pegangan.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Prawitasari T. Makanan kok diemut sih. IDAI. 2017. Available at: idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/makan-kok-diemut-sih
    2. Hanindita MH, Widjaja NA, Hidayati SN, Irawan R. Pilih-pilih makanan. IDAI. 2015. Available at: idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/pilih-pilih-makanan
    3. M Dovey T, Staples PA, Gibson L, Halford JCG. Food neophobia and ‘picky/fussy’ eating in children: A review. Appetite. 2008;50:181-193.
    Read More
  • Mempunyai anak adalah suatu hal yang menyenangkan bagi seorang ibu sekaligus menjadi pengalaman dan tantangan baru. Para ibu berusaha semaksimal mungkin agar anak tumbuh dengan fisik yang baik, sehat dan juga cerdas tentunya. Berbagai pelajaran baru pun didapatkan, seperti tahapan tumbuh kembang anak dari mulai bayi sampai balita, hingga proses makanan yang dikonsumsinya. Jikalau saat […]

    5 Hal yang Wajib Diketahui Ibu Sebelum Memberikan MPASI Pertama

    Mempunyai anak adalah suatu hal yang menyenangkan bagi seorang ibu sekaligus menjadi pengalaman dan tantangan baru. Para ibu berusaha semaksimal mungkin agar anak tumbuh dengan fisik yang baik, sehat dan juga cerdas tentunya. Berbagai pelajaran baru pun didapatkan, seperti tahapan tumbuh kembang anak dari mulai bayi sampai balita, hingga proses makanan yang dikonsumsinya. Jikalau saat baru lahir hingga usia 6 bulan, bayi diberikan ASI secara ekslusif, dan tentunya pada usia 6 bulan ke atas ini para ibu diajarkan untuk mengenal hal baru lagi, yaitu pengenalan makanan baru pada bayi yang biasa disebut MPASI.

    Namun, sebelum mengenalkan MPASI pada bayi  kita perlu mengetahui beberapa hal terlebih dahulu, agar tidak terlalu cepat atau terlalu lambat dalam pemberian MPASI serta agar makanan MPASI yang diberikan juga makanan yang tepat, untuk pencernaan dan kesehatan bayi. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan para ibu sebelum memberikan MPASI :

    Manfaat dari pemberian MPASI pada bayi

    Sebelum memberikan MPASI pada bayi kita, tentunya para ibu perlu untuk mengetahui apa saja sih manfaat dari MPASI yang diberikan pada bayi? Manfaat MPASI bagi bayi tentu sangat penting, pertama, dengan memberikan MPASI pada bayi, bayi mendapatkan nutrisi tambahan lainnya yang tentunya sangat bermanfaat bagi bayi. Kedua, dengan memberikan MPASI, mendukung bayi untuk tumbuh dan berkembang sehingga mencegah bayi dari gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Ketiga, dengan memberikan MPASI, melatih otot – otot pada mulut bayi dan juga melatih kemampuan motorik pada bayi.

    Baca Juga: 12 Cara Mengajarkan Anak Hidup Sehat

    Kapan sebaiknya MPASI diberikan?

    Pada bayi baru lahir sangat dianjurkan untuk diberikan ASI ekslusif. Namun, saat bayi berusia 6 bulan, dianjurkan untuk memberikan MPASI. Pemberian MPASI yang terlalu cepat atau terlalu lambat dapat memberikan gangguan atau masalah pada kesehatan bayi. Oleh karena itu, pemberian MPASI pada bayi harus pada waktu yang tepat, tidak terlalu cepat dan tidak pula terlalu lambat. Idealnya pada bayi diberikan MPASI pada usia 6 bulan. Selain itu pemberian MPASI ini juga dapat dilihat dari perkembangan bayi tersebut, apakah organ – organ bayi sudah siap untuk menerima MPASI. Berikut beberapa tanda bahwa bayi sudah dapat dikenalkan MPASI ;

    • Bayi sudah mulai menggenggam dan juga memasukkan makanan atau sesuatu ke mulut.
    • Bayi akan bergerak ke depan pada makanan atau mainan yang disukainya, sebaliknya akan mundur atau menutup mulut, jika diberikan sesuatu yang tidak disukainya.
    • Bayi sudah mampu menegakkan sendiri leher dan kepala nya.
    • Bayi sudah mulai dapat berdiri dengan bantuan.

    Itulah tadi beberapa tanda dan waktu yang tepat pemberian MPASI pada bayi. Bila pemberian MPASI yang terlalu cepat, maka resiko bayi tersedak cukup tinggi, gangguan pencernaan pada bayi, meningkatkan resiko obesitas, infeksi dan juga alergi. Bila pemberian MPASI terlalu lambat, maka akan terjadi gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada bayi atau bayi mengalami suatu kondisi yang dinamakan picky eater yaitu suatu kondisi dimana bayi menolak diberikan makanan lain selain ASI. Beberapa hal harus diperhatikan dalam pemberian MPASI,

    Harus mengetahui cara pemberian MPASI yang baik

    Berikut beberapa cara pemberian MPASI yang baik, sesuai dengan usia nya :

    • Usia bayi 6-8 bulan

    Pada usia awal pemberian MPASI ini, tentunya haruslah diperhatikan dalam pemberiannya. Pemberian MPASI pada usia bayi 6 sampai 8 bulan pemberian MPASI 2-3 kali sehari, dan makanan selingan diberikan 1-2 kali. Makanan yang diberikan pada usia awal pemberian MPASI ini adalah makanan yang halus, seperti : bayam yang dihaluskan, kentang yang dihaluskan, wortel, pepaya, pir, yang semuanya dihaluskan. Jika sudah terbiasa dengan bahan makanan yang sudah disebutkan di atas, Anda dapat menambahkan telur atau daging yang dihaluskan.

    Baca Juga: 8 Makanan Untuk Jantung Bengkak yang Aman

    • Usia bayi 9-11 bulan

    Pada usia bayi 9-11 bulan, frekuensi pemberian makanan MPASI, masih sama seperti pada bayi usia 6-8 bulan. Yang membedakannya adalah, pada bayi usia 9-11 bulan ini pencernaan dan organ bayi sudah lebih kuat dan sudah beradaptasi, sehingga sudah bisa dapat diberikan nasi tim, biscuit atau finger food.

    • Usia bayi 12 bulan ke atas

    Pada usia ini bayi sudah bisa diberikan nasi lembek  dengan lauk seperti tahu, tempe, ikan, ayam, atau daging yang sudah dicincang. Frekuensi pemberiannya, masih sama dengan usia bayi yang sebelumnya.

    Makanan yang tidak dianjurkan untuk dijadikan MPASI

    Pada saat memperkenalkan MPASI, tentunya kita memperkenalkan makanan tersebut satu persatu, untuk mengetahui apakah bayi alergi pada suatu makanan tertentu. Dan berikut ini ada beberapa makanan yang memang tidak dianjurkan untuk diberikan pada bayi untuk dijadikan MPASI :

    • Susu sapi murni : karena dapat memberikan dampak kekurangan zat besi.
    • Makanan yang keras, bulat dan kecil, untuk bayi usia di bawah 12 tahun, karena beresiko tersedak.
    • Konsumsi jus buah tidak dianjurkan lebih dari 4-6 ons perhari, karena dapat menyebabkan diare dan juga karies atau gigi berlubang.
    • Hindari makanan kaleng atau makanan siap saji : baik pada bayi maupun orang dewasa, makanan kalengan atau makanan yang sudah siap saji memang tidak dianjurkan, karena pada makanan tersebut memiliki kandungan pengawet dan juga garam yang cukup banyak. Yang tentunya kandungan tersebut sangat tidak baik untuk kesehatan bayi.

    Baca Juga: 4 Cara Sehat Masa Depan Dimulai dari Sekarang

    Masak makanan hingga matang

    Pada saat pemberian MPASI, tentunya makanan yang ingin diberikan sebagai MPASI bagi bayi, harus dipastikan benar sudah matang. Karena jika makanan kurang matang yang diberikan pada bayi, terutama telur, akan berdampak pada masalah pencernaan seperti diare.

    Baik, itulah beberapa hal yang perlu ibu perhatikan dan ketahui sebelum memberikan MPASI pertama pada bayi. Semoga berhasil!

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Kulit yang menjadi idaman para wanita, tentunya kulit yang sehat dan lembab bercahaya. Kulit yang sehat, lembab dan juga bercahaya tentunya menjadikan kita menjadi lebih percaya diri dan tentunya sangat menunjang penampilan Anda. Apalagi bagi ibu – ibu yang sudah memiliki anak, tentu untuk perawatan khusus ke salon menjadi sulit untuk dilakukan. Tapi tahukah Anda, […]

    10 Jenis Buah ini Bagus untuk Perawatan Kulit Kering

    Kulit yang menjadi idaman para wanita, tentunya kulit yang sehat dan lembab bercahaya. Kulit yang sehat, lembab dan juga bercahaya tentunya menjadikan kita menjadi lebih percaya diri dan tentunya sangat menunjang penampilan Anda. Apalagi bagi ibu – ibu yang sudah memiliki anak, tentu untuk perawatan khusus ke salon menjadi sulit untuk dilakukan.

    Tapi tahukah Anda, untuk memiliki kulit yang sehat, lembab dan juga bercahaya, kita tidak perlu repot – repot pergi ke salon. Beberapa buah tertentu memiliki kandungan yang sangat baik untuk perawatan kulit kering, sehingga kulit menjadi lebih lembab, sehat dan juga bercahaya. Bagi ibu – ibu yang memiliki kulit yang kering, tentunya kulit kering menjadikan Anda terlihat lebih tua, kusam dan tidak bercahaya. Berikut beberapa daftar buah – buahan yang sangat baik untuk perawatan kulit kering Anda:

    Alpukat

    Buah alpukat memiliki kandungan vitamin E yang cukup tinggi. Vitamin E berperan sangat penting untuk meremajakan kulit Anda serta mengembalikan kelembaban alami kulit. Bila Anda rutin mengonsumsi buah alpukat, tentunya membuat wajah Anda menjadi lebih lembab dan terkenal cepat dalam mengatasi masalah kulit kering Anda. Sehingga kulit wajah lebih lembab dan sehat tentunya.

    Baca Juga: 10 Makanan Ibu Menyusui Agar Bayi Cerdas

    Jeruk

    Jeruk kaya akan kandungan vitamin C serta antioksidannya yang sangat baik dalam merawat kulit, dan menjadikan kulit tampak lebih sehat dan bercahaya. Kandungan vitamin C dan juga anti oksidannya merangsang produksi kolagen, yang mana kolagen adalah suatu zat penting yang berfungsi meremajakan serta memberikan cahaya pada kulit Anda.

    Pepaya

    Buah yang mudah didapat dan juga dengan harga terjangkau ini ternyata memiliki peran yang cukup penting pula dalam merawat kulit kering Anda, sehingga mampu mengembalikan kelembaban alami kulit Anda. Kandungan vitamin C pada buah papaya ini cukup tinggi, yang mana vitamin C sangat baik untuk meremajakan kulit. Selain itu, kandungan vitamin A nya yang juga terkandung di dalamnya, juga berperan penting dalam mengangkat sel kulit mati penyebab kulit kering. Enzim papain yang terdapat pada buah papaya dapat membantu mencegah kulit dari serangan radikal bebas, sehingga dapat mencegah dari kerusakan kulit dan membuat kulit selalu sehat bercahaya.

    Baca Juga: 5 Makanan Sehat Bagi Kamu yang Suka Nge Gym

    Apel

    Apel memang sudah tidak diragukan lagi khasiatnya untuk kesehatan kulit. Kandungan vitamin A dan C, serat, serta antioksidannya memang sangat baik untuk membantu menjaga kelembaban alami kulit, menjadikan kulit lebih cerah dan juga sehat, serta membantu menangkal kulit dari serangan radikal bebas. Sehingga kulit kering pun dapat diatasi, dan kulit menjadi sehat juga bercahaya.  

    Buah naga

    Buah naga tentu menjadi favorit para ibu – ibu jaman sekarang ini. Bagaimana tidak ? selain rasanya yang nikmat juga kandungan vitamin C di dalamnya yang cukup tinggi sehingga menjadikanya buah yang sangat baik untuk dikonsumsi sebagai pelembab dan pencerah alami kulit. Sehingga buah naga ini merupakan buah yang dapat ditambahkan dalam menu cemilan sehat Anda sehari – hari.

    Pisang

    Pisang dipercaya dapat menjadi buah yang dapat menjaga maupun mengembalikan kelembaban alami kulit. Kandungan vitamin yang ada di dalamnya, mampu memberikan nutrisi alami bagi kulit Anda. Buah pisang ini biasa dijadikan sarapan atau cemilan sehat sehari – hari.

    Tomat

    Tomat dengan kandungan vitamin C yang tinggi sangat baik bagi kesehatan kulit wajah Anda. Konsumsilah buah tomat secara rutin, baik itu sebagai jus atau sebagai pelengkap sayur ataupun dimakan mentah – mentah, menjadikan kulit Anda menjadi lebih sehat dan lembab alami.

    Semangka

    Kandungan serat dan juga air yang cukup tinggi pada semangka dipercaya mampu membuat kulit menjadi lebih lembab dan sehat. Buah semangka ini ketika dimakan, banyak sekali air nya dan air tersebut mampu membuat kulit menjadi lembab karena mampu membuat kebutuhan cairan dalam tubuh terpenuhi, sehingga dengan terpenuhinya kebutuhan cairan dalam tubuh, membuat kulit wajah pun menjadi lebih lembab. .

    Kiwi

    Buah kiwi kaya akan kandungan vitamin C serta antioksidannya, yang sangat baik dalam merangsang produksi kolagen yang mampu meremajakan kulit Anda. Selain itu, dengan kandungannya ini juga mampu melindungi kulit dari sinar radikal bebas yang mampu memberikan efek negatif bagi kulit. Sehingga menjadikan kulit lebih sehat, lembab dan bercahaya tentunya.

    Mangga

    Mangga memiliki kandungan yang dapat melembabkan kulit Anda, sehingga mencegah Anda dari kulit kering. Buah mangga mengandung flavonoid dan juga beta karoten yang mampu mencegah kuit dari kerusakan serta peradangan seperti kulit kering dan jerawat.

    Baca Juga: Ternyata 5 Menu Korea Ini Menyehatkan

    Itulah tadi beberapa buah yang bagus untuk merawat kulit Anda yang kering, sehingga mampu mengembalikan kembali, kelembaban alami kulit Anda. Selain dengan mengonsumsi aneka buah yang telah disebutkan di atas, jangan lupa pula untuk mencukupi kebutuhan cairan Anda, menjalani gaya hidup sehat yaitu dengan berolahraga secara rutin, menghindari stress, rokok, dan juga alkohol. Semoga bermanfaat!

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Saat ini trend untuk hidup sehat dengan olahraga dan makan-makanan yang sehat luar biasa sudah berkembang dan dilakukan oleh berbagai kalangan. Hal ini sangat baik sekali dalam menjaga kesehatan terutama untuk mencegah penyakit degeneratif. Namun ternyata untuk mencegah penyakit akibat infeksi belum mempunyai dampak yang signifikan. Mengapa?Hal ini karena penyakit infeksi terutama yang diakibatkan oleh […]

    Tips Sehat Cerdas dan Produktif

    Saat ini trend untuk hidup sehat dengan olahraga dan makan-makanan yang sehat luar biasa sudah berkembang dan dilakukan oleh berbagai kalangan. Hal ini sangat baik sekali dalam menjaga kesehatan terutama untuk mencegah penyakit degeneratif. Namun ternyata untuk mencegah penyakit akibat infeksi belum mempunyai dampak yang signifikan. Mengapa?Hal ini karena penyakit infeksi terutama yang diakibatkan oleh virus dari tahun ke tahun selalu berubah karena virus itu terkenal pintar mengelabui daya tahan tubuh kita.

    Salah satu upaya untuk membuat tubuh kita untuk bisa lebih mudah dan dapat melawan virus maka daya tahan tubuh kita perlu di update untuk mengenalinya. Salah satu caranya adalah dengan vaksinasi. Vaksinasi adalah tindakan yang dengan sengaja memberikan paparan suatu antigen yang berasal dari suatu mikroorganisme yang sudah dilemahkan/dimatikan, sehingga tubuh secara aktif membentuk antibodi terhadap penyakit. Setelah tubuh memproduksi antibodi untuk penyakit itu, maka jika tubuh terpapar oleh virus tersebut tubuh akan segera melawannya sehingga tidak sampai mengalami gejala penyakit yang berat.

    dokter wanita suntik pria untuk vaksin

    Mengapa vaksinasi penting?Karena setiap hari kita bekerja, berada di luar ruangan, kantor, sarana publik penuh dengan manusia dan juga penyakit yg bisa saja membuat kita terinfeksi.

    Baca Juga: Mengenal Lebih Jauh Jenis-Jenis Vaksin

    Peran vaksinasi dalam dunia kerja sangat penting antara lain dari sudut pekerja, vaksin akan menurunkan tingkat keparahan suatu penyakit dibandingkan yg tidak mendapat vaksinasi. Kemudian dari sudut pandang perusahaan, akan menurunkan angka kehilangan jam kerja sehingga akan lebih meningkatkan produktivitas perusahaan.

    Tujuan vaksinasi pada pekerja adalah melindungi pekerja, menjaga produktivitas, efisiensi perusahaan, peningkatan status kekebalan tubuh, dan perlindungan terhadap penularan penyakit.

    Siapa saja pekerja yang memerlukan vaksinasi?

    1. Petugas layanan (medis/non medis): Vaksin Influenza, Hepatitis B, Tetanus, Difteri, Pertusis,  MMR, varisela
    1.  Petugas layanan publik (perkantoran, bank, guru, pedagang): vaksin Influenza,Cacar    air, Difteri
    2. Food handler (koki, pramusaji): vaksin tifoid dan hepatitis A
    3. Veterinarian: vaksin influenza, rabies, tetanus
    4. Pekerja yang banyak melakukan perjalanan: vaksin Influenza, hepatitis A/B, typhoid fever, meningokok, Japanese encephalitis, rabies, yellow fever
    5. Pekerja terpajan debu/bahan kimia: vaksin Influenza, pneumokok, tetanus, difteri, pertusis.

    Indikator peningkatan produktivitas & efisiensi karena vaksinasi:

    1. Turunnya absensi karena sakit
    2. Meningkatnya moral dan motivasi pekerja
    3. Meningkatnya citra perusahaan
    4. Menurunnya biaya berobat

    Apakah setiap perusahaan wajib menyuruh karyawannya di vaksin?

    UU NO 1 TAHUN 1970 pasal 2 VAKSINASI PEKERJA PERATURAN MENTERI KESEHATAN RI NOMOR 12 TAHUN 2017

    Baca Juga: Apa Beda Vaksin yang Menyebabkan Demam dan Tidak

    Tentang penyelenggaraan imunisasi:  pemberi kerja mempunyai kewajiban menyediakan layanan kesehatan kerja untuk melindungi dan meningkatkan kesehatan pekerja.

    UU no. 1 tahun 1970 ayat 2: Pemberi kerja mempunyai kewajiban menyediakan layanan kesehatan kerja untuk melindungi dan meningkatkan kesehatan pekerja

    PERMENAKERTRANS  No.3 tahun 1983

    Tujuan pelayanan kesehatan kerja: melindungi tenaga kerja terhadap setiap gangguan kesehatan yang timbul dari pekerjaan atau lingkungan kerja.

    Berdasarkan undang undang tersebut tentu perusahaan atau pemberi kerja mempunyai kewajiban untuk melindungi kesehatan tenaga kerjanya, salah satunya dengan pemberian vaksinasi.

    Vaksin apa yang dapat diberikan pada pekerja tambang?

    Vaksinasi bagi pekerja pertambangan yang paling umum adalah vaksin influenza, vaksin typhoid.

    Bagaimana kita mengetahui vaksinasi dapat meningkatkan efektivitas kerja karyawannya ya?

    Cara untuk mengetahui efektifitasnya bisa dilihat dari jumlah tenaga kerja yang ijin karena sakit, dari banyaknya hari sakit tiap-tiap tenaga kerja, dari biaya pengobatan, dan dari tingkat produktivitas pekerja. Pada umumnya pekerja yang mendapat vaksinasi jumlah angka kejadian sakit dan hari sakitnya akan berkurang. Tentu saja ini akan membuat produktivitas meningkat dan mengurangi jumlah biaya pengobatan. Memang tidak bisa dilihat dalam waktu singkat, tetapi akan terlihat dalam waktu ke waktu.

    Baca Juga: 10 Jenis Vaksin Ibu Hamil

    Pada vaksin typhoid untuk Food Handler, bila sudah pernah terkena typhoid apakah dapat divaksinasi?

    Kita harus mengetahui apakah pengobatan typhoidnya menyebabkan penderita sembuh sempurna atau karier (pembawa). Biasanya yg sembuh sempurna tidak ada masalah dan kekhawatiran untuk dapat menulari yg lain tidak ada. Vaksinasi dapat diberikan untuk membantu agar kedepannya orang tersebut tidak terkena typhoid. Bagi yang karier dia tidak mengalami gangguan apa-apa. Hanya saja jika daya tubuhnya sedang lemah dia bisa mengalami gejala demam thypoid. Namun,  yang berbahaya adalah dia dapat menulari orang disekitarnya, apalagi jika pekerjaannya berkaitan dengan penanganan makanan atau minuman.

    Vaksin flu seperti apa yang baiknya diberikan pada pekerja kantor?

    Vaksin influenza ada 2 tipe yaitu trivalen (mengandung 3 jenis virus flu) dan quadrivalen (mengandung 4 jenis virus flu). Vaksin flu diberikan satu tahun sekali dengan proteksi terhadap virus flu selama setahun.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja