Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ tips”

Showing 1–10 of 147 results

  • Membesarkan anak di tengah pandemi merupakan suatu tantangan tersendiri bagi orang tua ketika virus Corona sudah mewabah secara global. Para orang tua berupaya sebisa mungkin melakukan beberapa tindakan pencegahan supaya anak-anak mereka tidak tertular virus tersebut karena penyebarannya yang sangat mudah melalui udara. Hal ini tidak jarang membuat para orang tua stres. Virus Corona menyebabkan […]

    Bagaimana Membesarkan Anak di Tengah Pandemi? Ini 9 Tipsnya!

    Membesarkan anak di tengah pandemi merupakan suatu tantangan tersendiri bagi orang tua ketika virus Corona sudah mewabah secara global. Para orang tua berupaya sebisa mungkin melakukan beberapa tindakan pencegahan supaya anak-anak mereka tidak tertular virus tersebut karena penyebarannya yang sangat mudah melalui udara. Hal ini tidak jarang membuat para orang tua stres. Virus Corona menyebabkan anak-anak harus terus selalu berada di rumah dalam jangka waktu yang tidak dapat ditentukan. Para orang tua yang ingin anaknya mempunyai interaksi sosial dengan bermain dan bersekolah sudah pasti khawatir anak-anak mereka akan mengalami gangguan kesehatan mental.

    mengasuh anak di tengah pandemi

    Baca Juga: 3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Selama Pandemi

    Kekhawatiran tersebut tentu saja wajar, namun tidak boleh dikhawatirkan secara berlebihan. Dalam kondisi seperti ini para orang tua harus memainkan peran yang tepat dalam membesarkan anak supaya mereka menjadi tangguh, dan Sobat sebagai orang tua juga mempunyai mental yang sama sehingga sama-sama kuat. Tips-tips di bawah ini bisa Sobat jadikan sebagai referensi dalam mengasuh dan membesarkan anak selama virus Corona masih merebak. Apa saja tipsnya? Yuk, tanpa berlama-lama, mari simak!

    Tips Membesarkan Anak di Tengah Pandemi

    1. Pastikan Dahulu Kebahagiaan Diri Sendiri

    Stres yang dirasakan orang tua ketika mengasuh anak selama masa pandemi Corona ini disebabkan karena kebanyakan dari mereka seringkali terlalu fokus merawat anak sehingga kerap melupakan diri sendiri. Apabila orang tua stres, tentu saja anak juga akan menjadi stres. Oleh karenanya, pastikan Sobat sebagai orang tua untuk membahagiakan diri sendiri dahulu karena jika Sobat bahagia, anak juga akan menjadi bahagia dan ceria dengan melakukan aktivitas positif saat memulai hari.

    Baca Juga: Lakukan Langkah Ini Jika Stres Akibat Corona

    2. Usahakan Tetap Tenang dan Jangan Menyebarkan Hal-hal Negatif

    Tips selanjutnya yang bisa Sobat lakukan adalah Sobat sebagai orang tua harus tetap tenang dan tidak panik, dan jangan menyebarkan hal-hal yang negatif dari informasi yang Sobat baca di media sosial kepada anak. Apabila Sobat berperilaku seperti itu, hal tersebut akan sangat mempengaruhi kondisi anak. Karena itu, usahakan Sobat tetap tenang, tidak cemas, dan panik serta usahakan memilah-milah berita yang diterima. Pilih dengan hati-hati apa yang ingin ditonton, didengar, dan dibaca. Apabila memicu kepanikan, berhentilah membaca informasi tersebut.

    3. Berdiskusilah

    Pandemi merupakan momen yang tepat bagi Sobat untuk bisa berkumpul dan berdiskusi lebih intens bersama anak karena kondisi yang mengharuskan untuk tetap di rumah. Cobalah berdiskusi dengan mengenai situasi yang sedang terjadi, misalnya tentang perkembangan virus Corona, lalu tanyakan pendapat kepada mereka hal-hal apa yang perlu dilakukan. Anak akan memberikan jawaban yang bisa Sobat jadikan sebagai masukan. Hal ini tentu membantu dalam mengurangi perasaan cemas. Jangan lupa untuk meyakinkan anak bahwa semua bisa melewati pandemi secara bersama-sama.

    4. Ajak Anak untuk Mandiri

    Pandemi juga bisa menjadi momen yang tepat bagi Sobat untuk mengajak anak menjadi mandiri dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. Apabila sebelum pandemi, Sobat seringkali membantu anak dalam menyelesaikan permasalahan yang mungkin cukup sepele, sekarang saatnya bagi Sobat untuk mengajarkan mereka agar dapat menyelesaikan masalahnya sendiri. Hal ini bertujuan agar mereka bisa menjadi anak yang tangguh dan mandiri dalam menghadapi masalahnya sendiri. Selain itu, anak menjadi percaya diri dan bisa belajar bangkit dari kegagalan. Terus dorong mereka melakukan hal tersebut supaya mereka punya cara sendiri dalam menyelesaikan masalah. Jangan lupa juga untuk memberikan contohnya, ya.

    5. Berikan Dukungan

    Supaya anak semakin tangguh secara emosional, percaya diri, dan mudah beradaptasi, cobalah beri mereka dukungan dan semangat dalam setiap permasalahan yang mereka hadapi supaya anak nyaman ketika diberikan kendali. Sehingga anak dapat mengenali perasaan mereka sendiri dan tidak melarikan diri.

    6. Lakukan Aktivitas yang Disenangi

    Membesarkan anak di tengah pandemi merupakan momen yang tepat untuk bisa melakukan aktivitas yang disenangi secara bersama-sama. Apalagi jika aktivitas itu adalah yang tertunda karena kesibukan sebelum pandemi. Melakukannya bersama anak-anak akan membuat mereka tetap bahagia dan ceria. Bagi Sobat, aktivitas seperti ini juga akan membantu meminimalkan stres dan kecemasan yang ada.

    7. Tetap Melakukan Aktivitas Rutin

    Dengan adanya penyebaran virus Corona bukan berarti aktivitas rutin anak menjadi dihilangkan, sebab bagaimana pun hal tersebut tetap dibutuhkan oleh anak-anak. Namun yang membedakan adalah selama masa pandemi ini, aktivitas rutin mereka harus dibatasi dengan hanya di rumah saja. Oleh karena itu, cobalah ciptakan beberapa rutinitas baru supaya mereka tidak menjadi bosan untuk selalu berada di rumah.

    8. Sosialisasi Secara Virtual

    Hanya karena adanya physical distancing sebagai salah satu syarat pemutusan penyebaran virus Corona, bukan berarti sosialisasi menjadi terhenti. Karena bagaimana pun sosialisasi dengan teman sebayanya juga merupakan faktor penting untuk mendukung tumbuh-kembang anak. Namun yang berbeda, dalam masa pandemi seperti saat ini, sosialisasi yang dapat dilakukan adalah secara virtual, seperti melalui chat, telepon, dan conference call. Jadi, Sobat bisa saja mengajak anak untuk conference call dengan teman-temannya di akhir pekan supaya anak tetap bisa mengobrol dan saling bertukar cerita.

    9. Jangan Menyalahkan Keadaan

    Tips terakhir yang bisa Sobat lakukan dalam mengasuh anak saat pandemi ini adalah jangan menyalahkan keadaan karena hal yang demikian tidak akan membantu sama sekali. Yang terpenting adalah secara bersama-sama kuat dan tangguh dalam menghadapi pandemi. Sobat bisa mengajak anak untuk bersyukur atas hal-hal baik yang terjadi. Rasa syukur membantu orang merasakan emosi yang lebih positif, menikmati pengalaman yang baik, meningkatkan kesehatan mereka, menghadapi kesulitan dan membangun hubungan yang kuat. Ingatlah, semua akan baik-baik saja, dan pada akhirnya hidup akan kembali normal.

    Baca Juga: Perbedaan Peran Ayah dan Ibu Bagi Anak

    Itulah tips yang bisa Sobat lakukan sebagai pegangan dalam membesarkan anak di tengah pandemi. Intinya, Sobat harus tetap yakin, tenang, dan tidak panik, sebab jika Sobat panik dan cemas maka anak akan mengikuti tingkah laku Sobat sebagai panutan. Apabila Sobat mengingkan cara tepat mengasuh anak selama pandemi, silakan konsultasikan kepada para ahlinya. Jangan lupa untuk memberikan produk-produk kesehatan yang tepat supaya anak tetap tumbuh sehat. Jika Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Ketahui 8 Tips Mengasuh Anak di Tengah Pandemi COVID-19 [Internet]. Parenting.orami.co.id. 2020 [cited 12 August 2020]. Available from: https://parenting.orami.co.id/magazine/tips-mengasuh-anak-di-tengah-pandemi/
    2. Cara Mengasuh Anak Saat Pandemi COVID-19 Menurut Psikolog – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 12 August 2020]. Available from: https://tirto.id/cara-mengasuh-anak-saat-pandemi-covid-19-menurut-psikolog-fdGz
    3. Wulan A. Tips Mendidik Anak agar Tangguh di Tengah Pandemi [Internet]. fimela.com. 2020 [cited 12 August 2020]. Available from: https://www.fimela.com/parenting/read/4257877/tips-mendidik-anak-agar-tangguh-di-tengah-pandemi
    4. Media K. Efek Pandemi Covid-19, Orang Tua di AS Stres Pikirkan Anaknya, Kenapa? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 12 August 2020]. Available from: https://www.kompas.com/global/read/2020/07/17/211241770/efek-pandemi-covid-19-orang-tua-di-as-stres-pikirkan-anaknya-kenapa?page=all
    Read More
  • Ibu masih menyusui ASI, dan akan terbang perdana dengan si buah hati? Lengkapi 8 checklist untuk Sobat yang masih menyusui bayi dengan ASI ketika naik pesawat sebagai petunjuk sebelum terbang dengan si buah hati. Penting juga untuk mengetahui prosedur yang diterapkan setiap maskapai penerbangan terkait dengan peraturan membawa bayi naik pesawat. Berikut 8 checklist wajib […]

    8 Checklist Ibu Menyusui dengan Bayinya Saat Naik Pesawat

    Ibu masih menyusui ASI, dan akan terbang perdana dengan si buah hati? Lengkapi 8 checklist untuk Sobat yang masih menyusui bayi dengan ASI ketika naik pesawat sebagai petunjuk sebelum terbang dengan si buah hati. Penting juga untuk mengetahui prosedur yang diterapkan setiap maskapai penerbangan terkait dengan peraturan membawa bayi naik pesawat. Berikut 8 checklist wajib yang harus diperhatikan:

    Checklist Ibu Menyusui dengan Bayinya Saat Naik Pesawat

    1.Double-check jadwal penerbangan: pastikan Sobat mengetahui jadwal keberangkatan dan waktu kedatangan tidak berubah. Jika ada perubahan jadwal, bayi akan terlunta-lunta di bandara. Walaupun akhirnya harus menunggu pesawat yang delay, jangan lupa menggunakan pakaian santai yang memungkinkan Ibu menyusui bayi dengan mudah di nursing room.

    2. Pastikan beberapa hal ini saat booking tiket: Pastikan waktu terbang, kursi tambahan, seat, dan pesan tempat duduk di depan (bulkhead seat) sudah Anda perhitungkan sebelumnya. Bulkhead seat memiliki ruang lebih untuk kaki Anda dan letaknya lebih jauh dari mesin pesawat yang bising. Bayi Anda dapat tidur dengan nyaman selama dalam perjalanan. Anda juga dapat menyusui dengan lebih mudah dan aman tanpa harus malu.

    3. Pastikan maskapai penerbangan membolehkan bayi terbang: ketentuan setiap maskapai berbeda-beda. Jadi pastikan maskapai penerbangan Anda membolehkan si kecil terbang. Beberapa maskapai mengizinkan bayi minimum usia 2 hari, dan ada pula yang minimum usia 14 hari aman untuk melakukan perjalanan di udara. Maskapai penerbangan juga akan meminta surat keterangan medis dari dokter yang menyatakan bahwa bayi Sobat cukup sehat untuk terbang. Sementara usia terbaik bayi untuk naik pesawat adalah minimal 3 bulan karena daya tahan tubuhnya sudah lebih kuat dalam menghadapi perubahan suhu udara.

    4. Perhatikan kondisi kesehatan bayi: Sebaiknya 2 minggu sebelum perjalanan, perhatikan kondisi buah hati Anda. Apabila dalam rentang waktu 2 minggu ia mengidap flu atau batuk, konsultasikan ke dokter Anda mengenai hal tersebut. Jangan lalai dalam point ini karena jika bayi Anda flu berat, gendang telinganya bisa pecah ketika di udara akibat perbedaan tekanan udara yang ia alami!

    Baca juga: 7 Tips Bantu Balita Tetap Tenang Saat Terbang

    5. Cek kelengkapan dokumen bayi: Banyak maskapai menerapkan peraturan bahwa bayi harus duduk di pangkuan penumpang dewasa. Setiap 1 penumpang dewasa hanya dibolehkan membawa 1 bayi. Walaupun tidak memiliki tempat duduk sendiri, bayi tetap membutuhkan tiket, bukti usia seperti akte lahir, dan tentunya paspor ketika terbang ke luar negeri. Pastikan dokumen miliknya sudah lengkap.

    6. Jangan lupa perlengkapan dan kebutuhan bayi: double checklist perlengkapan dan kebutuhan si buah hati ini yang harus berada di dalam kabin bersama Anda. Pastikan tas yang membawa kebutuhan ini tidak terlalu besar.

    • Susu formula hangat 2-3 botol untuk dikonsumsi selama terbang
    • Makanan bayi (biskuit atau cereal)
    • Gelas dengan sippy cup untuk membantu bayi Anda makan
    • Stok popok
    • Pakaian ganti untuk Anda dan bayi Anda
    • Tisu basah
    • Selimut hangat
    • Pakaian hangat
    • P3k anak atau first-aid kit
    • Mainan kesukaannya
    • Bib
    • Toiletries

    klik di sini beli p3k keluarga

    Beli di sini: Paket P3K Liburan Keluarga

    7. Perhatikan waktu tidur Ibu dan bayi: pertimbangkan estimasi perjalanan yang kemungkinan akan menghabiskan jam tidur siangnya selama di dalam pesawat. Dengan begitu bayi Sobat tidak akan gelisah dan rewel. Ibu juga perlu beristirahat. Jadi pastikan Sobat tidak terbang hanya berdua dengan bayi Anda. Setidaknya suami harus menemani untuk gantian menggendong bayi Anda.

    8. Berikan ASI dan sumbat telinganya pada saat take off dan landing: Beberapa menit sebelum takeoff dan landing, pastikan si kecil diberikan ASI agar perhatiannya teralihkan, jika Anda tidak dapat membuatnya terlelap secara alami. Sumbat telinganya dengan kapas untuk mengurangi tekanan udara pada saat di ketinggian.

    Dengan 8 checklist untuk Ibu yang masih menyusui di atas semoga liburan bersama bayi dengan pesawat terbang lebih terjamin dalam hal kenyamanan dan keselamatan bayi Anda. 

    Apabila Sobat ingin mengetahui lebih dalam dan lengkap mengenai pemberian ASI yang tepat dan memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan tentang ASI, silakan hubungi asisten kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Have a nice vacation!

    klik di sini ebook p3k keluarga

    Free Download E-book P3K Keluarga: Tips dan Checklist Jaga Daya Tahan Tubuh Saat Liburan

    Referensi:

    Read More
  • ASI merupakan asupan utama anak selama 6 bulan awal dan perannya sangat penting untuk kehidupan anak. Ketika anak kurang bahkan tidak mendapatkan ASI eksklusif dari ibunya, maka bukan suatu hal yang baru jika anak menjadi rentan terhadap penyakit alias anak akan sering sakit-sakitan. Lho kok bisa? Memang apa hubungan antara kesehatan anak dengan ASI ekslusif? […]

    6 Makanan untuk Ibu Menyusui Agar ASI Lancar

    ASI merupakan asupan utama anak selama 6 bulan awal dan perannya sangat penting untuk kehidupan anak. Ketika anak kurang bahkan tidak mendapatkan ASI eksklusif dari ibunya, maka bukan suatu hal yang baru jika anak menjadi rentan terhadap penyakit alias anak akan sering sakit-sakitan. Lho kok bisa? Memang apa hubungan antara kesehatan anak dengan ASI ekslusif?

    Tentu saja banyak! ASI memiliki banyak manfaat untuk anak, bahkan salah satunya adalah meningkatkan imun tubuh anak dan berarti meminimaliir datangnya berbagai penyakit pada anak. Pastinya tidak ada orang tua yang mau melihat anaknya menderita karena suatu penyakit bukan? Lalu, bagaimana dengan manfaat ASI lainnya.

    apakah menyusui menyebabkan osteoporosis prosehat

    Tulang bayi menjadi lebih kuat adalah manfaat dari ASI eksklusif berikutnya dan hal ini berarti kita tidak usah terlalu khawatir mengenai anak akan mengalami cidera saat bayi. Hal ini juga didukung oleh sebuah penelitian yang menyatakan bahwa bayi yang mendapatkan ASI eksklusif setidaknya selama tiga bulan awal maka tulang leher dan tulang belakangnya akan lebih kuat daripada mereka yang tidak mendapatkan asupan ASI sama sekali.

    Satu lagi manfaat dari ASI yang tidak boleh kita lupakan adalah untuk memperkuat hubungan anak dan ibu. Memberikan ASI kepada anak sangatlah efektif untuk mendekatkan anak kepada kita karena anak akan berada pada pelukan kita dan tentu saja merasakan kehangatan serta kasih sayang. Namun, sayangnya, tidak semua ibu dapat menghasilkan ASI yang melimpah tiap harinya. Kasus yang satu ini bukanlah suatu hal yang baru mengingat kondisi antara satu ibu dengan ibu lainnya berbeda-beda, begitu pula produksi ASI-nya. Namun, saat ini kita tidak usah cemas mengenai bagaimana cara yang tepat untuk memperlancar produksi ASI. Kok bisa? Memang apa yang sebaiknya kita lakukan untuk memperlancar produksi ASI?

    Jawabannya adalah dengan membenahi pola makan kita menjadi lebih sehat lagi – mengingat di sekitar kita terdapat banyak makanan yang berfungsi untuk memperlancar produksi ASI kita. Wah yang benar nih? Kira-kira makanan apa saja ya yang ampuh untuk memperlancar produksi ASI? Daripada semakin penasaran, yuk kita simak makanan untuk ibu menyusui agar ASI lancar

    Makanan untuk Ibu Menyusui Agar ASI Lancar

    1. Semangka

    Semangka adalah jenis buah pertama yang disarankan untuk dikonsumsi untuk ibu menyusui dan pastinya sangatlah efektif untuk memperlancar produksi ASI ibu. Kok bisa? Tentu saja rahasianya ada pada kandungan semangka, di mana buah yang satu ini kaya akan kandungan vitamin A dan C, mineral kalium, asam folat, tapi rendah akan kandungan lemak jenuh nutrium dan kolesterol. Selain itu, semangka juga kaya akan kandungan air yang juga membantu ibu untuk memenuhi kebutuhan cairan dalam sehari – di mana setidaknya kita membutuhkan 2 liter air atau 8 gelas air putih tiap harinya.

    2. Jambu air

    Makanan berikutnya yang berfungsi memperlancar produksi ASI masih berasal dari keluarga buah, tepatnya dari jambu air. Buah yang satu ini juga kaya akan kandungan vitamin A dan C, kalsium, zat besi, serta fosfor yang pastinya sangat aman dan dianjurkan untuk dikonsumsi ibu menyusui. Tingginya kandungan vitamin A sangatlah efektif untuk memperlancar produksi ASI bahkan bisa meningkatkan sistem imun anak yang berarti meminimalisir anak terserang penyakit.

    3. Wortel

    Wortel adalah jenis makanan berikutnya yang efektif untuk memperlancar produksi ASI ibu. Wortel merupakan salah satu sayuran yang pastinya sudah tidak asing lagi di telinga kita mengingat banyaknya manfaat yang bisa kita dapatkan dari sayuran bewarna oranye ini. Tingginya kandungan enzim phytoestrogen sangatlah efektif untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu dan membuat si kecil mendapatkan ASI yang cukup dalam sehari. Untuk mendapatkan manfaat yang satu ini, kita hanya perlu rutin mengonsumsi jus wortel sebanyak dua kali dalam sehari yaitu lebih tepatnya pada siang dan sore hari.

    4. Oatmeals

    Siapa sih yang suka mengonsumsi oatmeals? Namun siapa sangka jika oatmeals juga ampuh untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu? Oatmeals adalah salah satu jenis makanan yang tinggi akan kandungan serat, zat besi, serta kalsium di mana berbagai zat ini memicu produksi ASI pada ibu. Menariknya lagi, kita juga bisa memadukan dengan berbagai buah-buahan sehingga kebutuhan gizi kita juga akan terpenuhi melalui makanan yang satu ini.

    5. Pisang

    Pisang adalah jenis buah berikutnya yang efektif untuk memperlancar produksi ASI pada ibu. Tingginya kandungan kalsium pada pisang cukup untuk menggantikan mineral yang hilang saat ibu menyusui. Memang berapa banyak sih kandungan mineral pada pisang? Sebuah penelitian menyatakan jika setidaknya pada 100 gram pisang terkandung 100 mg kalsium dan hal ini terbukti jika pisang efektif untuk memenuhi kebutuhan mineral pada ibu.

    6. Kacang-kacangan

    Kacang-kacangan adalah jenis makanan berikutnya yang efektif untuk memperlancar produksi ASI pada ibu. Kok bisa? Tentu saja jawabannya karena tingginya kandungan zat besi, mineral, serta protein pada kacang-kacangan dan hal inilah yang berfungsi untuk meningkatkan produksi ASI dan pastinya tidak akan membuat anak kehausan karena kekurangan ASI. Beberapa kacang-kacangan yang dianjurkan untuk dikonsumsi untuk meningkatkan produksi ASI ibu antara lain adalah kacang merah, kacang hitam, kacang almond, kacang mete, dan lain-lain.

    Nah, itu tadi adalah beberapa jenis makanan yang bisa kita konsumsi untuk memperlancar produksi ASI kita. Pastinya sudah tidak bingung lagi kan memikirkan solusi apa yang tepat untuk permasalahan ini? Selain mengonsumsi berbagai jenis makanan yang memicu produksi ASI, kita juga harus menghindari stress dan mendapatkan waktu istirahat yang cukup sehingga tidak mengganggu produksi ASI. So, tunggu apalagi untuk memulai hidup lebih sehat untuk diri kita dan si bayi?

    Apabila Sobat ingin mengetahui lebih dalam dan lengkap makanan sehat  yang tepat  untuk ASI dan memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

     

     

    Read More
  • Terdapat beragam perubahan pola hidup yang harus dilakukan masyarakat akibat terjadinya pandemi COVID-19, salah satunya adalah anjuran cara berobat ke rumah sakit. Masyarakat dihimbau untuk mengurangi kunjungan ke rumah sakit untuk meminimalkan paparan terhadap virus bila tidak ada kondisi gawat darurat yang perlu penanganan segera dari dokter dan tenaga medis lainnya. Berikut akan dibahas mengenai […]

    Bagaimana Berobat Setelah Masa Pandemi Berakhir?

    Terdapat beragam perubahan pola hidup yang harus dilakukan masyarakat akibat terjadinya pandemi COVID-19, salah satunya adalah anjuran cara berobat ke rumah sakit. Masyarakat dihimbau untuk mengurangi kunjungan ke rumah sakit untuk meminimalkan paparan terhadap virus bila tidak ada kondisi gawat darurat yang perlu penanganan segera dari dokter dan tenaga medis lainnya. Berikut akan dibahas mengenai perubahan dalam cara berobat, apa saja yang akan terjadi setelah masa pandemi ini berakhir:

     

    Baca Juga: Berobat Online Lebih Efektif Saat Masa Pandemi Corona

    1. Masyarakat akan lebih memanfaatkan fasilitas telemedicine

    Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo telah meminta masyarakat yang sedang sakit untuk memanfaatkan aplikasi kesehatan untuk berobat secara online (telemedicine). Dengan adanya layanan online, tidak semua orang yang sakit perlu dibawa berobat ke rumah sakit. Setelah masa pandemi ini berakhir, pola berobat atau konsultasi medis secara online diharapkan tetap mampu menjadi budaya baru di masyarakat. Mengingat tingginya paparan terhadap kuman penyakit di rumah sakit, pengobatan secara online juga yang memungkinkan Sobat untuk melakukan konsultasi dengan dokter tanpa perlu keluar dari rumah juga sudah terbukti merupakan pilihan yang efektif dan efisien. Berikut adalah hal-hal yang dapat dilakukan melalui konsultasi online:

    • Memberikan kemudahan untuk bertanya- jawab mengenai penanganan pertama sederhana yang bisa dilakukan sendiri di rumah, seperti pada kasus luka akibat terjatuh, batuk pilek biasa, diare, gigitan serangga, dan lain-lain.
    • Menjawab pertanyaan dengan tepat seputar penyakit dan pengobatan yang sedang atau sudah selesai dijalani sebelumnya.
    • Mempermudah pasien untuk mengetahui hasil laboratorium dengan cepat dan tepat.
    • Memberikan saran mengenai kunjungan ke spesialisasi bidang kedokteran yang sesuai dengan penyakit yang dialami.

    Pelayanan kesehatan secara online ini juga akan sangat bermanfaat khususnya bagi pasien dengan mobilitas rendah yang membutuhkan pelayanan dalam jangka panjang seperti pasien penderita sakit kronis (hipertensi, diabetes, perawatan luka, perawatan paska stroke, dan lain-lain). Telemedicine sudah diterima sebagai salah satu cara manajemen yang efektif untuk pasien dengan penyakit kronis oleh sebagian besar penyedia pelayanan kesehatan di seluruh dunia. Penggunaan telemedicine sendiri akan terus dikembangkan mengikuti perkembangan zaman, namun bukan berarti dapat menggantikan kunjungan langsung ke dokter untuk kasus yang memang memerlukan penanganan lebih lanjut. Telemedicine merupakan pendukung pelayanan kesehatan masyarakat yang mudah diakses dan efisien.

    1. Membuat appointment sebelum ke rumah sakit

    Bila kondisi penyakit Sobat memang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit, ada baiknya untuk tetap membiasakan diri membuat penjadwalan (appointment) terlebih dahulu dengan pihak rumah sakit, sehingga Sobat tidak perlu mengantri terlalu lama dan jumlah pasien yang berobat juga dibatasi sesuai dengan jam sehingga tidak menumpuk. Selain itu, sebaiknya janji pertemuan dengan dokter dilakukan secara rutin sesuai anjuran dokter, sebelum obat rutin yang dikonsumsi habis atau sebelum munculnya gejala penyakit baru.

    Baca Juga: Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi Covid-19?

    1. Tetap memerhatikan pola hidup bersih dan sehat

    Sejak terjadinya pandemi COVID-19, membiasakan kehidupan pola hidup bersih dan sehat lebih ditekankan kepada masyarakat seperti rutin mencuci tangan, mengetahui etika batuk dan bersin yang benar, menjaga jarak dengan orang lain, cara-cara untuk menjaga kesehatan agar imun tubuh tetap kuat, dan lainnya. Pola hidup seperti ini juga harus tetap dipertahankan bahkan sampai masa pandemi ini berakhir, baik dalam kehidupan sehari-hari, serta terutama bila Sobat sedang berobat ke rumah sakit. Jumlah kuman penyebab bakteri di rumah sakit tentunya lebih banyak sehingga pastikan untuk tetap melakukan pola hidup bersih dan sehat.

    Baca Juga: Dampak Covid-19 Pada Kesehatan Karyawan

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Kurangi Risiko Tenaga Medis Tertular Covid-19, Jokowi Minta Warga Berobat Online [Internet]. Available from: nasional(dot)kompas(dot)com/read/2020/04/13/10491681/kurangi-risiko-tenaga-medis-tertular-covid-19-jokowi-minta-warga-berobat
    2. Global Observatory for eHealth series. Telemedicine: Opportunities and developments in Member States. Vol. 2. World Health Organization; 2010.
    3. Williamson R. The Role of Telemedicine in Chronic Disease Management [Internet]. Medium. 2019. Available from: medium(dot)com/@ryanwilliamsonc/the-role-of-telemedicine-in-chronic-disease-management-5ec79bb0e575
    4. How Telemedicine Can Make Getting Your Prescription Easier – GoodRx [Internet]. The GoodRx Prescription Savings Blog. 2019. Available from: goodrx(dot)com/blog/how-telemedicine-can-make-getting-your-prescription-easier/
    5. Advice for public [Internet]. Available from: who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
    Read More
  • Pandemi COVID-19 selama beberapa bulan terakhir membuat masyarakat banyak berdiam diri di rumah. Berbagai cara telah dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona, salah satunya adalah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia. Hal ini membuat masyarakat belajar, bekerja, dan beribadah di rumah. Namun, kegiatan belajar-mengajar di rumah juga membuat anak menjadi jenuh […]

    7 Tips Orang tua Dampingi Anak yang Bosan & Stres Belajar di Rumah

    Pandemi COVID-19 selama beberapa bulan terakhir membuat masyarakat banyak berdiam diri di rumah. Berbagai cara telah dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona, salah satunya adalah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia. Hal ini membuat masyarakat belajar, bekerja, dan beribadah di rumah. Namun, kegiatan belajar-mengajar di rumah juga membuat anak menjadi jenuh dan stres. Oleh karena itu, peran Sobat sebagai orang tua sangatlah penting dalam proses belajar dan mengajar anak di rumah.

    Berikut adalah 7 panduan bagi orang tua dalam mendampingi anak yang bosan dan stres belajar di rumah:

    1. Mengatur jadwal belajar anak

    Selama pandemi, perubahan runitinas juga membuat anak stres. Jadwal anak untuk tidur, makan, bermain dan belajar juga harus tetap dipertahankan selama proses belajar di rumah. Rutinitas harian yang baik akan membuat anak mendapatkan waktu tidur ideal selama 8-9 jam sehari, sehingga anak berada dalam kondisi prima untuk belajar. Pengaturan jadwal yang baik dapat membuat anak tetap produktif selama menjalani physical distancing.

    Baca Juga: 3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Selama Pandemi

    1. Memilih lokasi belajar yang nyaman

    Lokasi belajar yang nyaman memungkinkan anak untuk belajar dengan penuh konsentrasi. Hindari belajar di atas tempat tidur, karena akan berakibat buruk pada tulang belakang, penglihatan dan membuat anak mengantuk.2 Oleh karena itu, saat belajar, pilihlah tempat dimana anak bisa duduk dengan postur tubuh yang baik dan belajar dengan nyaman dan fokus, contohnya meja belajar. Selain itu, jauhkan gangguan seperti suara TV, mainan, dan handphone dari anak selama jam belajar.

    1. Membangun suasana belajar yang positif dan menyenangkan

    Selama belajar di rumah, orang tua harus siap berperan sebagai guru di rumah. Jika tidak didampingi, anak akan mudah merasa bosan dan tidak semangat belajar. Oleh karena itu, orang tua didorong untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan melalui lagu, peragaan, diskusi dan soal-soal latihan yang mendorong anak antusias belajar.

    Baca Juga: 10 Tips Persiapan Hari Pertama Sekolah Anak

    1. Bersabar

    Bukan hanya anak yang belajar di rumah, orang tua pun harus belajar menahan emosi dan bersabar selama mendampingi anak belajar. Mungkin anak akan bertanya berkali-kali mengenai pelajaran yang tidak dipahami. Namun, perlu diingat bahwa kemampuan anak berbeda-beda dan mereka tetap membutuhkan tuntunan orang tua dalam belajar. Orang tua sebaiknya tetap tenang dan sabar karena antusias mengajar akan membuat anak juga semangat untuk belajar.

    1. Berkomunikasi dengan guru

    Bagaimanapun juga, guru di sekolah tetap menjadi sosok yang telah mendampingi anak dalam belajar. Bahkan guru juga tahu kebiasaan anak saat belajar dan hal-hal yang membuat mereka semangat belajar. Jangan ragu untuk berkomunikasi dengan guru mengenai hal ini.3 Ceritakan kesulitan Sobat dalam mendampingi anak belajar dan tanyakan apakah sang guru memiliki tips untuk mengatasinya. Komunikasi guru dan orang tua adalah yang penting demi kelangsungan proses belajar-mengajar di rumah selama pandemi COVID-19.

    1. Beri motivasi kepada anak

    Memberi motivasi kepada anak untuk belajar merupakan hal yang harus dilakukan orang tua, terutama saat belajar di rumah. Penelitian telah membuktikan bahwa dorongan dan motivasi dari orang tua berpegaruh besar dalam menstimulasi anak untuk belajar.4 Motivasi dapat diberikan dalam bentuk pujian, kalimat pembangun semangat, snack, hadiah, dan aktivitas seru lainnya.

    1. Sediakan waktu untuk bersenang-senang

    Sama seperti di sekolah, anak mendapatkan waktu istirahat disela-sela pelajaran. Oleh karena itu, berikan waktu bagi anak untuk beristirahat. Menyusun puzzle merupakan salah satu kegiatan seru dan mengasah otak untuk dilakukan bersama anak selama waktu istirahat. Selama istrirahat, orang tua dapat mengajak anak untuk stretching badan dan juga mengadakan permainan yang mendorong anak untuk melakukan aktivitas fisik seperti bermain petak umpet, lompat tali, dan lain-lain.5

    Baca Juga: Mencegah Bahaya Hepatitis A pada Anak

    Nah, itulah  7 tips untuk mendampingi anak yang bosan dan stres belajar dirumah. Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Chaput, J., Dutil, C., & Sampasa-Kanyinga, H. (2018). Sleeping hours: what is the ideal number and how does age impact this?. Nature And Science Of SleepVolume 10, 421-430. doi: 10.2147/nss.s163071
    2. Is Studying in Bed Bad For Your Grades? Pros and Cons of Studying in Bed – studyplaces.com. (2020). Retrieved 8 May 2020, from https://studyplaces.com/is-studying-in-bed-bad-for-your-grades-pros-and-cons-of-studying-in-bed/
    3. Building Parent-Teacher Relationships. (2020). Retrieved 9 May 2020, from https://www.readingrockets.org/article/building-parent-teacher-relationships
    4. Xia, T., Gu, H., & Li, W. (2019). Effect of Parents’ Encouragement on Reading Motivation: The Mediating Effect of Reading Self-Concept and the Moderating Effect of Gender. Frontiers in psychology10, 609. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2019.00609
    5. Egger, F., Benzing, V., Conzelmann, A., & Schmidt, M. (2019). Boost your brain, while having a break! The effects of long-term cognitively engaging physical activity breaks on children’s executive functions and academic achievement. PloS one14(3), e0212482. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0212482
    Read More
  • Presiden Joko Widodo meminta masyakat yang sedang sakit untuk memanfaatkan aplikasi kesehatan untuk berobat secara online (telemedicine). Dengan adanya layanan online, tidak semua orang yang sakit perlu berobat ke rumah sakit. Konsultasi kesehatan bisa dilakukan melalui aplikasi, salah satunya ProSehat. Di tengah pandemi Coronavirus disease 2019 (COVID-19) ini, anjuran konsultasi online sendiri bertujuan untuk melindungi […]

    Berobat Online Lebih Efektif Saat Masa Pandemi Corona

    Presiden Joko Widodo meminta masyakat yang sedang sakit untuk memanfaatkan aplikasi kesehatan untuk berobat secara online (telemedicine). Dengan adanya layanan online, tidak semua orang yang sakit perlu berobat ke rumah sakit. Konsultasi kesehatan bisa dilakukan melalui aplikasi, salah satunya ProSehat. Di tengah pandemi Coronavirus disease 2019 (COVID-19) ini, anjuran konsultasi online sendiri bertujuan untuk melindungi para tenaga medis dengan mengurangi risiko mereka tertular virus.

    Saat ini masyarakat sudah terbiasa untuk mencari informasi kesehatan di internet, tapi belum tentu sumber yang didapat memberikan informasi yang valid. Lebih baik informasi didapatkan dari dokter-dokter yang memang sudah berpengalaman di bidangnya. Telemedicine adalah suatu hasil dari kemajuan teknologi di bidang kesehatan yang memungkinkan pasien berdiskusi dengan dokter secara privat, tanpa harus bertatap muka secara langsung. Sobat dapat berdiskusi langsung dengan dokter dengan memberitahukan keluhan-keluhan yang dialami melalui media komunikasi yang disediakan. Dokter pun akan membantu untuk memberikan informasi mengenai dugaan diagnosis, cara penanganan dan perawatan pertama terhadap kasus cedera atau penyakit, hingga tips lainnya untuk meningkatkan kesehatan tubuh.

    Dampak dari telemedicine tergolong besar karena dapat meningkatkan akses terhadap pelayanan medis yang berkualitas guna meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Telemedicine juga akan terus berinovasi menggunakan teknologi terbaru untuk memaksimalkan pelayanan yang bisa diberikan. Konsultasi online sangat menguntungkan karena tidak terbatas oleh jarak dan posisi geografis, sehingga Sobat tidak perlu repot-repot beranjak keluar rumah dan menghabiskan waktu mengantri untuk mendapatkan saran dari dokter.

    Dalam usaha untuk menegakkan suatu diagnosis, seorang dokter memerlukan informasi yang mendukung diagnosis melalui anamnesis, yaitu tanya-jawab terarah mengenai keluhan pasien saat ini, riwayat penyakit sebelumnya yang mungkin berhubungan, dan riwayat lainnya seperti riwayat penyakit dalam keluarga atau riwayat kebiasaan pasien. Secara teori, anamnesis sendiri memegang pernanan penting sebesar 80% untuk menentukan diagnosis yang pasti. Sisanya bisa melalui bantuan pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan penunjang lainnya. Memang dengan konsultasi online, dokter dapat melakukan anamnesis dengan pasien melalui fitur komunikasi tanya-jawab yang disediakan. Namun, saat ini salah satu kekurangan dari konsultasi online adalah dokter tidak bisa melakukan pemeriksaan fisik langsung ke pasien sehingga diagnosis pasti belum bisa ditegakan. Dokter hanya bisa memberikan kemungkinan diagnosis disertai beberapa diagnosis pembanding lainnya. Sehingga obat yang bisa diberikan juga lebih terbatas.

    Melihat kelebihan dan kekurangan yang sudah dibahas dari telemedicine, berikut adalah hal-hal yang dapat dilakukan melalui konsultasi online:

    • Memberikan kemudahan untuk bertanya jawab mengenai penanganan pertama sederhana yang bisa dilakukan sendiri di rumah, seperti pada kasus luka akibat terjatuh, batuk pilek biasa, diare, gigitan serangga, dan lain-lain.
    • Menjawab pertanyaan dengan tepat seputar penyakit dan pengobatan yang sedang atau sudah selesai dijalani sebelumnya.
    • Mempermudah pasien untuk mengetahui hasil laboratorium dengan cepat dan tepat.
    • Memberikan saran mengenai kunjungan ke spesialisasi bidang kedokteran yang sesuai dengan penyakit yang dialami.

    Di tengah pandemi COVID-19 dan himbauan pemerintah untuk di rumah saja, memang kunjungan ke rumah sakit sebaiknya dibatasi bila tidak terlalu darurat. Dengan adanya bantuan aplikasi kesehatan, akan sangat mempermudah Sobat untuk melakukan konsultasi dengan dokter mengenai keluhan yang dialami. Penggunaan telemedicine sendiri akan terus dikembangkan, namun bukan berarti dapat menggantikan kunjungan langsung ke dokter untuk kasus yang memang memerlukan penanganan lebih lanjut. Melainkan sebagai pendukung pelayanan kesehatan masyarakat yang mudah diakses dan efisien.

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Kurangi Risiko Tenaga Medis Tertular Covid-19, Jokowi Minta Warga Berobat Online [Internet]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2020/04/13/10491681/kurangi-risiko-tenaga-medis-tertular-covid-19-jokowi-minta-warga-berobat
    2. What’s the difference between telemedicine and telehealth? [Internet]. Available from: https://www.aafp.org/media-center/kits/telemedicine-and-telehealth.html
    3. Global Observatory for eHealth series. Telemedicine: Opportunities and developments in Member States. Vol. 2. World Health Organization; 2010.
    4. History and Physical Examination information. What to expect [Internet]. Available from: https://patient.info/doctor/history-and-physical-examination
    5. Telemedicine: What Is It, How Does It Work, and Should I Use It? [Internet]. The GoodRx Prescription Savings Blog. 2020. Available from: https://www.goodrx.com/blog/what-is-telemedicine/
    Read More
  • Coronavirus disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit yang menyerang sistem pernafasan akibat terinfeksi virus SARS-CoV-2. Penyakit ini ditularkan melalui droplets yaitu percik renik yang keluar saat seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin, namun bisa juga menular melalui udara (airborne) jika ada tindakan medis yang memicu terjadinya aerosol seperti nebulisasi, bronkoskopi, pemasangan intubasi, dan lain-lain. Individu yang […]

    Perhatikan Cara Gunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang Benar

    Coronavirus disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit yang menyerang sistem pernafasan akibat terinfeksi virus SARS-CoV-2. Penyakit ini ditularkan melalui droplets yaitu percik renik yang keluar saat seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin, namun bisa juga menular melalui udara (airborne) jika ada tindakan medis yang memicu terjadinya aerosol seperti nebulisasi, bronkoskopi, pemasangan intubasi, dan lain-lain. Individu yang paling berisiko terinfeksi adalah orang yang mengalami kontak erat dengan pasien COVID-19 atau petugas kesehatan yang merawat pasien. Sehingga setiap petugas kesehatan harus melindungi diri dengan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dengan tepat yaitu tepat dalam pemilihan jenis APD yang sesuai, cara pemakaian, cara pelepasan, dan cara pembuangan atau pencucian APD tersebut.

    APD bertindak sebagai penghalang antara bahan infeksius dengan kulit, mulut, hidung, atau mata (selaput lendir). Berikut adalah jenis APD yang direkomendasikan untuk disediakan dalam penanganan COVID-19:

    1. Masker bedah, masker ini terdiri dari 3 lapisan material sebagai penghalang fisik antara mulut dan hidung pengguna dengan kontaminan potensial di lingkungan.
    2. Masker N95, masker ini dirancang dengan segel ketat di sekitar hidung dan mulut untuk menyaring hampir 95% partikel yang lebih kecil <0,3 mikron. Masker ini dapat menurunkan paparan kontaminasi melalui
    3. Pelindung wajah, pelindung wajah umumnya terbuat dari plastik jernih transparan yang dapat menutupi hingga dagu. Pelindung ini digunakan sebagai proteksi ganda bagi tenaga kesehatan dari percikan infeksius pasien saat melakukan perawatan.
    4. Pelindung mata (goggles), pelindung mata ini menutup bagian mata yang merupakan mukosa dengan erat agar terhindar dari cipratan. Goggles digunakan pada saat tertentu seperti aktivitas yang kemungkinan risiko terciprat/tersembur besar, khususnya prosedur yang dapat menghasilkan aerosol.
    5. Gaun, gaun adalah pelindung lengan dan area tubuh yang lebih luas untuk tenaga kesehatan selama prosedur dan kegiatan perawatan pasien.
    6. Celemek (apron), celemek digunakan di luar gaun untuk menghindari penetrasi cairan infeksius.
    7. Sarung tangan, sarung tangan yang biasa digunakan terbuat dari bahan lateks karet, digunakan oleh tenaga kesehatan dari kontak cairan infeksius pasien.
    8. Pelindung kepala, pelindung kepala digunakan untuk menutupi bagian rambut, biasa penutup kepala ini digunakan sekali pakai saja.
    9. Sepatu pelindung, sepatu pelindung terbuat dari karet atau bahan tahan air, sepatu harus menutup seluruh kaki bahkan bisa sampai betis apabila gaun yang digunakan tidak mampu menutup sampai ke bawah.1

    Penggunaan APD digunakan dengan tepat sesuai dengan indikasi pemakaian berdasarkan risiko terpapar dan dinamika transmisinya. APD digunakan oleh orang berisiko terpajan dengan pasien atau material infeksius seperti tenaga kesehatan, petugas kebersihan, petugas instalasi sterilisasi, petugas laundry, dan petugas ambulans. Dinamika transmisi juga perlu diperhatikan pada tindakan yang dapat memicu penularan secara airborne harus menggunakan masker N95.

    GUNAKAN APD DENGAN TEPAT

    Cara memakai, melepas, dan mengumpulkan (disposal) dari APD juga harus tepat. Langkah-langkahnya:
    1. Sebelum memakai APD, pastikan untuk melepas semua barang dan perhiasan. Pakailah baju scrub dan sepatu bot, masuk ke area bersih di titik masuk unit isolasi. Pastikan semua ukuran APD sudah benar dan kualitasnya sesuai.

    1. Lakukan prosedur pemakaian APD di bawah panduan dan pengawasan petugas terlatih.
    2. Terapkan kebersihan tangan dengan mencuci tangan dibawah air bersih dan menggunakan sabun. Pakailah sarung tangan setelah itu baru gunakan gaun.

    4.Gunakan masker wajah serta pelindung wajah atau kacamata pelindung.
    5. Pakailah penutup kepala dan leher, setelah itu gunakan celemek.

    1. Terakhir, gunakan sarung tangan kedua.

    PERHATIKAN CARA MELEPAS APD

    Ingatlah untuk selalu melepaskan APD di bawah panduan dan pengawasan petugas terlatih. Pastikan juga tersedia tempat sampah infeksius (plastik warna kuning) karena pembuangan APD harus terpisah. APD yang dipakai ulang juga dipisahkan ke tempat linen infeksius dan dilakukan pencucian sesuai ketentuan.

    Langkahnya:
    1. Lepaskan apron dengan tubuh condong ke depan dan hati-hati menghindari kontaminasi tangan, apron yang sekali pakai dirobek pada bagian leher dan gulung ke depan.

    1. Terapkan kebersihan tangan pada tangan yang bersarung. Lepaskan sarung tangan luar dan buang dengan aman.
    2. Lepaskan penutup kepala dan leher dengan menghindari kontaminasi wajah dari bagian belakang ke depan, lalu buang secara aman dan kembali terapkan kebersihan tangan pada tangan yang bersarung.
    3. Lepaskan gaun dengan melepaskan ikatan terlebih dahulu, kemudian tarik dari belakang ke depan serta menggulungnya dari dalam ke luar dan dibuang dengan aman, setelah itu kembali terapkan kebersihan tangan kembali pada tangan yang bersarung.
    4. Lepaskan pelindung mata dengan menarik tali dari belakang dan melakukan kebersihan tangan.
    5. Lepaskan masker dari belakang kepala dan buang dengan aman, dilanjutkan dengan kebersihan tangan.
    6. Lepaskan sepatu karet tanpa menyentuhnya dan tetap lakukan kebersihan tangan.
    7. Lepaskan sarung tangan bagian dalam secara hati-hati dengan teknik yang tepat yaitu digulung keluar pertama pada tangan kanan, pegang sarung tangan yang sudah terlepas dengan tangan kiri lalu lepaskan sarung tangan kiri membungkus sarung tangan kanan dan buang dengan aman, dilanjutkan dengan melakukan kebersihan tangan kembali.

    Itulah serangkaian cara penggunaan dan melepaskan APD dengan tepat yang perlu Sobat ketahui, terutama bagi Anda yang memang membutuhkannya karena tuntutan profesi. Untuk informasi terkait corona, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Petunjuk Teknis Alat Pelindung Diri dalam Menghadapi Wabah COVID-19. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat; 2020.
    2. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19). Kementerian Kesehatan RI; 2020.
    Read More
  • Coronavirus disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 yang sudah dinyatakan sebagai pandemik oleh the World Health Organization (WHO). Mungkin bagi ibu yang sedang hamil ditengah pandemik ini memiliki kecemasan mengenai kesehatan diri sendiri dan bayi yang sedang dikandung. Berikut adalah panduan tanya-jawab yang sering ditanyakan oleh masyarakat: Apakah wanita hamil memiliki […]

    Panduan untuk Wanita Hamil Saat Pandemi Corona

    Coronavirus disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 yang sudah dinyatakan sebagai pandemik oleh the World Health Organization (WHO). Mungkin bagi ibu yang sedang hamil ditengah pandemik ini memiliki kecemasan mengenai kesehatan diri sendiri dan bayi yang sedang dikandung. Berikut adalah panduan tanya-jawab yang sering ditanyakan oleh masyarakat:

    1. Apakah wanita hamil memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena COVID-19?

    Sejauh ini para ilmuwan masih meneliti lebih lanjut mengenai dampak COVID-19 pada wanita hamil. Saat ini, data yang dimiliki masih terbatas, namun sampai sekarang belum ada bukti ilmiah adanya risiko gejala penyakit yang lebih berat pada wanita hamil dibandingkan populasi umum lainnya. Gejala penyakit yang lebih berat seperti pneumonia lebih sering ditemukan pada orang lanjut usia, orang dengan penyakit yang mendasari sebelumnya, dan orang yang memiliki penurunan kerja sistem kekebalan tubuh.1,2

    Namun, seorang wanita yang sedang hamil memang mengalami berbagai perubahan pada tubuhnya termasuk kinerja sistem imun tubuh, sehingga lebih mudah terpapar dengan infeksi saluran pernafasan. Sehingga ibu hamil disarankan untuk mengetahui cara melindungi diri dari COVID-19.1,3

    1. Bagaimana cara melindungi diri dari COVID-19?
    • Rajin mencuci tangan dengan air dan sabun selama minimal 20 detik. Mencuci tangan sebaiknya dilakukan setelah batuk dan bersin, sebelum dan setelah makan, setelah menggunakan toilet, serta bila tangan terlihat kotor Bila tidak ada sabun, dapat menggunakan hand-rub berbahan dasar alkohol.
    • Menghindari untuk memegang bagian mata, hidung, dan mulut.
    • Mengetahui etika batuk dan bersin yang benar, bila batuk atau bersin tutuplah bagian hidung dan mulut dengan tisu atau lipat siku bagian dalam. Segera buang tisu dan cuci tangan dengan air dan sabun.
    • Menjaga jarak lebih dari 1 meter dari orang lain, hal ini dilakukan karena adanya percik renik yang mungkin mengandung virus yang dapat menyebar saat seseorang batuk maupun bersin serta menghindari berpergian ke tempat yang ramai.
    • Pergi memeriksakan diri ke dokter bila mengalami gejala demam, batuk dan sesak nafas.1,4
    1. Dapatkah bayi yang baru lahir tertular COVID-19 dari ibunya?

    Sampai saat ini risiko penularan pada janin atau bayi selama masa kehamilan dan persalinan masih belum diketahui. Sehingga masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.5

    1. Pemeriksaan apa saja yang dapat dilakukan saat hamil dan persalinan bagi ibu yang mengalami infeksi COVID-19?

    Semua wanita hamil yang merupakan pasien suspek atau terkonfirmasi infeksi COVID-19 memiliki hak untuk tetap mendapatkan pelayanan antenatal dan persalinan berkualitas tinggi yaitu:

    • Mendapatkan pelayanan dengan hormat dan bermartabat.
    • Mendapatkan informasi yang jelas dari tenaga kesehatan.
    • Mendapatkan strategi penghilang rasa nyeri yang sesuai.
    • Dapat memilih pendamping yang diinginkan untuk menemani saat persalinan.
    • Dapat bergerak bebas dan memilih posisi persalinan pilihan.1,5
    1. Apakah persalinan harus melalui operasi caesar?

    Tidak selalu. Metode persalinan spontan maupun operasi caesar ditentukan oleh indikasi kebidanan sesuai dengan kondisi ibu hamil.1

    1. Bolehkah ibu dengan COVID-19 menyusui?

    Boleh. Ibu dengan COVID-19 diperbolehkan untuk menyusui bayinya namun harus lebih memperhatikan hal berikut:

    • Mengetahui etika batuk dan bersin yang benar menggunakan masker bila tersedia.
    • Mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang bayi.
    • Rutin membersihkan dan disinfeksi permukaan-permukaan yang sering disentuh.1
    1. Bolehkah ibu dengan COVID-19 memegang bayinya?

    Boleh. Menyusui, memegang bayi, dan berada dalam satu ruangan dengan bayinya diperbolehkan. Namun, tetap ditekankan untuk rutin mencuci tangan, membersihkan permukaan yang sering disentuh, dan mengetahui etika batuk dan bersin yang benar.1

    Untuk informasi terkait corona, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Q&A on COVID-19, pregnancy, childbirth and breastfeeding [Internet]. Available from: https://www.who.int/news-room/q-a-detail/q-a-on-covid-19-pregnancy-childbirth-and-breastfeeding
    2. Huang C, Wang Y, Li X, Ren L, Zhao J, Hu Y, et al. Clinical features of patients infected with 2019 novel coronavirus in Wuhan, China. The Lancet [Internet]. 2020 Jan 24;0(0). Available from: https://www.thelancet.com/journals/lancet/article/PIIS0140-6736(20)30183-5/abstract
    3. Kourtis AP, Read JS, Jamieson DJ. Pregnancy and Infection. N Engl J Med. 2014 Jun 5;370(23):2211–8.
    4. Coronavirus | About | Prevention and Treatment | CDC [Internet]. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/about/prevention.html
    5. MD HF. Pregnant and worried about the new coronavirus? [Internet]. Harvard Health Blog. 2020. Available from: https://www.health.harvard.edu/blog/pregnant-and-worried-about-the-new-coronavirus-2020031619212
    Read More
  • Pemerintah telah menghimbau agar seluruh warga tetap berada di rumah dan mengurangi aktivitas di luar rumah untuk mencegah penularan virus SARS-CoV-2 yang dapat menyebabkan Coronavirus disease 2019 (COVID-19) yang sudah menjadi pandemi dan kian masif. Keluar rumah memang masih dibolehkan untuk beberapa hal tertentu, misalnya untuk berobat dan belanja kebutuhan sehari-hari. Baca Juga: Berobat Online […]

    6 Tips Belanja Aman di Supermarket agar Terhindar dari Corona

    Pemerintah telah menghimbau agar seluruh warga tetap berada di rumah dan mengurangi aktivitas di luar rumah untuk mencegah penularan virus SARS-CoV-2 yang dapat menyebabkan Coronavirus disease 2019 (COVID-19) yang sudah menjadi pandemi dan kian masif. Keluar rumah memang masih dibolehkan untuk beberapa hal tertentu, misalnya untuk berobat dan belanja kebutuhan sehari-hari.

    belanja aman di supermarket

    Baca Juga: Berobat Online Lebih Efektif Saat Masa Pandemi Corona

    Penyebaran virus ini bisa dari orang ke orang terutama melalui droplets, yaitu percikan yang keluar saat batuk dan bersin yang dapat menyebar hingga 1 meter. Percikan yang mengandung virus ini dapat hidup di permukaan tertentu selama beberapa jam bahkan hari. Dengan mengetahui metode penularannya, maka metode efektif untuk mencegah penularan adalah dengan rajin mencuci tangan, tidak memegang area wajah, mengetahui etika batuk dan pilek yang benar, menggunakan masker bila sakit, menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain, memeriksakan diri ke dokter bila terdapat gejala, dan mengurangi berpergian ke tempat umum yang ramai orangnya, salah satunya pusat perbelanjaan seperti supermarket.

    Berikut adalah tips yang bisa dilakukan untuk belanja yang aman:

    1. Menjaga jarak dari karyawan dan pembeli lainnya

    Tetaplah menjaga jarak lebih dari 1 meter dengan orang lain selama berada di dalam supermarket. Ambilah waktu untuk mengantre atau membeli ke area yang lain terlebih dahulu bila area barang yang perlu Sobat beli masih ada orang lain.

    1. Rencanakan keperluan makanan selama seminggu

    Dengan merencanakan makanan selama seminggu, Sobat akan tahu apa saja yang harus dibeli. Ini akan mecegah Sobat bingung apa yang harus dibeli saat belanja dan lebih menghemat waktu. Jangan hanya mengandalkan makanan kaleng yang tahan lama, pastikan tetap membeli makanan yang bernutrisi sehat seperti buah dan sayur yang dapat mendukung kesehatan tubuh dan meningkatkan sistem imun yang kuat.

    1. Buatlah daftar belanja

    Catatlah barang-barang yang diperlukan sesuai dengan kategorinya, sebaiknya jangan terpaku pada satu produk tertentu, siapkan alternatif lainnya bila produk yang dicari tidak ada. Dengan begitu kegiatan belanja akan menjadi lebih cepat dan tepat karena tidak perlu berlama-lama untuk mencari barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.

    Baca Juga: Trik Anti Rugi Belanja Online

    1. Tidak perlu belanja beramai-ramai

    Cukup satu orang saja yang belanja untuk keperluan keluarga agar kondisi di supermarket tidak ramai, proses belanja menjadi lebih cepat dan memungkinkan untuk setiap pembeli menjaga jarak dengan orang lain.

    1. Belanja secukupnya saja

    Walaupun kegiatan berbelanja sebaiknya dibatasi tidak lebih dari satu kali seminggu. Namun, Sobat tidak perlu menimbun banyak barang akibat sedang panik. Hal ini dapat merugikan masyarakat luas karena barang tersebut akan menjadi sulit untuk didapatkan oleh orang yang benar-benar membutuhkannya. Belilah barang-barang sesuai dengan kebutuhan secukupnya saja.

    1. Perilaku bersih dan sehat

    Bila Sobat dalam kondisi yang sehat tidak perlu menggunakan masker, karena penggunaan masker diprioritaskan hanya untuk orang yang sakit dan tenaga medis saja. Cukup mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun minimal selama 20 detik, sebaiknya dilakukan sebelum dan sesudah belanja. Hindari untuk memegang bagian wajah selama belanja. Setelah sampai di rumah, segera membersihkan diri dan barang-barang yang dibawa dari supermarket sebelum melakukan kontak dengan anggota keluarga lainnya.

    Baca Juga: Sudah Tahukah Sobat, Apa Itu ‘The New Normal’?

    Itulah beberapa tips belanja aman di supermarket agar terhindar dari virus corona. Sobat tidak perlu panik dan melakukan pelindungan diri yang berlebihan. Dengan mengetahui cara penularan penyakit COVID-19 ini diharapkan Sobat dapat menangkap hal-hal penting yang harus dilakukan dan hal-hal yang perlu dihindari.

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. CDC. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/lab/index.html
    2. Advice for public [Internet]. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
    3. How Can You Safely Grocery Shop in the Time of Coronavirus? Here’s What Experts Suggest [Internet]. Time. Available from: https://time.com/5810782/grocery-store-safety-coronavirus/
    4. Zelman KM, MPH, RD, LD. 10 Tips for Healthy Grocery Shopping [Internet]. WebMD. Available from: https://www.webmd.com/food-recipes/features/10-tips-for-healthy-grocery-shopping
    5. Parker-Pope T. Who Knew Grocery Shopping Could Be So Stressful? The New York Times [Internet]. 2020 Mar 26 Available from: https://www.nytimes.com/2020/03/26/well/eat/coronavirus-shopping-food-groceries-infection.html
    6. Coronavirus | About | Prevention and Treatment | CDC [Internet]. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/about/prevention.html
    Read More
  • Maraknya Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), terdapat banyak hal yang dihimbau kepada masyarakat. Salah satunya mengenai self isolation pada seseorang yang memiliki riwayat berpergian atau tinggal di area transmisi lokal atau pernah kontak erat dengan pasien positif COVID-19 yang dilakukan secara volunter atau berdasarkan rekomendasi petugas kesehatan untuk melakukan isolasi diri di rumah selama 14 hari […]

    7 Cara Melakukan Self Isolation yang Tepat saat Wabah Corona

    Maraknya Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), terdapat banyak hal yang dihimbau kepada masyarakat. Salah satunya mengenai self isolation pada seseorang yang memiliki riwayat berpergian atau tinggal di area transmisi lokal atau pernah kontak erat dengan pasien positif COVID-19 yang dilakukan secara volunter atau berdasarkan rekomendasi petugas kesehatan untuk melakukan isolasi diri di rumah selama 14 hari atau sampai dikatakan negatif COVID-19. Kontak erat adalah seseorang yang melakukan kontak fisik atau berada dalam satu ruangan dalam radius 1 meter dengan kasus pasien dalam pengawasan, probabel, atau konfirmasi COVID-19.

    Gejala klinis dari COVID-19 adalah gangguan pernapasan akut seperti demam serta gejala Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) seperti batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan sesak nafas. Berdasarkan bukti ilmiah, COVID-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui kontak erat dan percik renik (droplet) saat batuk atau bersin.2 Bila Sobat disarankan untuk melakukan isolasi mandiri, berikut tips untuk melakukan isolasi di rumah:

    1. Tidak keluar dari rumah kecuali untuk mendapatkan pengobatan. Tetaplah berada di rumah. Jika harus keluar rumah, gunakan masker, hindari tempat ramai dan hindari menggunakan transportasi umum. Sebaiknya batasi orang-orang yang berkunjung.
    2. Pisahkan diri dari orang-orang sekitar yang tinggal serumah. Sebaiknya walaupun tinggal di rumah yang sama, pasien yang melakukan isolasi diri berada dalam ruangan yang terpisah dari anggota keluarga yang lain. Jaga jarak lebih dari 1 meter dengan orang yang sehat. Hindari penggunaan alat makan atau linen bersamaan, cucilah dengan air dan sabun setelah digunakan. Linen sebaiknya dipisahkan dari linen anggota keluarga yang lain, gunakan deterjen, dan suhu air 60-90
    3. Menggunakan masker. Gunakan masker yang dilengkapi dengan filter seperti masker bedah atau masker N95 untuk menyaring partikel yang keluar saat batuk atau bersin. Buang masker sehabis digunakan di tempat sampah.
    4. Melakukan etika batuk yang benar. Menutup batuk atau bersin dengan menggunakan tisu atau lipat dalam siku. Langsung membuang tisu di tempat sampah dan mencuci tangan.
    5. Sering mencuci tangan. Mencuci tangan dengan air dan sabun minimal selama 20 detik. Pastikan seluruh bagian tangan sudah tercuci dengan bersih, termasuk telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, dan kuku. Bila tidak tersedia, silahkan gunakan hand-rub yang berbahan dasar alkohol diatas 70%. Mencuci tangan sebaiknya dilakukan setelah batuk dan bersin, sebelum dan setelah makan, setelah menggunakan toilet, serta bila tangan terlihat kotor.
    6. Membersihkan benda yang sering disentuh setiap harinya. Bersihkan gagang pintu, meja, kursi, gadget, dan benda lain yang sering disentuh. Gunakan larutan pembersih atau lap. Sebaiknya gunakan sarung tangan saat membersihkan benda-benda tersebut.
    7. Melakukan observasi gejala. Memantau gejala klinis selama dilakukan isolasi diri, gejala yang perlu di perhatikan adalah demam disertai gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) seperti batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sesak nafas. Bila terjadi perburukan gejala segera menghubungi petugas kesehatan.

    Penyakit yang disebabkan oleh virus bersifat self limiting, yang artinya dapat sembuh dengan sendirinya. Sehingga penting juga untuk menguatkan sistem imun tubuh untuk membantu melawan penyakit. Istirahat yang cukup minimal 8 jam sehari. Perbanyak mengonsumsi makanan yang sehat seperti sayur dan buah. Minum air yang cukup sebanyak 2 liter atau 8 gelas setiap harinya. Rutin berolahraga bila tidak ada gejala penyakit, sebanyak 30 menit setiap harinya, 2 kali setiap minggu.

    Untuk informasi kesehatan lainnya, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19). Kementerian Kesehatan RI; 2020.
    2. Huang C, Wang Y, Li X, Ren L, Zhao J, Hu Y, et al. Clinical features of patients infected with 2019 novel coronavirus in Wuhan, China. The Lancet [Internet]. 2020 Jan 24 [cited 2020 Jan 27];0(0). Available from: https://www.thelancet.com/journals/lancet/article/PIIS0140-6736(20)30183-5/abstract
    3. CDC. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020 [cited 2020 Mar 20]. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/hcp/guidance-prevent-spread.html
    4. Advice for public [Internet]. [cited 2020 Jan 27]. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
    5. N95 Respirators vs Medical Masks for Preventing Influenza Among Health Care Personnel: A Randomized Clinical Trial | Infectious Diseases | JAMA | JAMA Network [Internet]. [cited 2020 Feb 4]. Available from: https://jamanetwork.com/journals/jama/fullarticle/2749214
    6. Hand Hygiene to Prevent Infections – Journal of PeriAnesthesia Nursing [Internet]. [cited 2020 Feb 4]. Available from: https://www.jopan.org/article/S1089-9472(17)30247-2/fulltext
    7. Physical Activity Guidelines for American. 2nd ed. U.S. Department of Health and Human Services; 2018.
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja