Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posisi Proning Untuk Mengatasi Sesak Nafas Saat Isolasi Mandiri

Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi

Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

Sahabat Sehat, infeksi virus Sars CoV-2 mayoritas menyerang saluran pernafasan sehingga menyebabkan keluhan batuk hingga sesak nafas.1 Seiring dengan semakin terbatasnya ruang perawatan dan ketersediaan oksigen, dianjurkan bagi penderita Covid-19 dengan gejala ringan maupun tanpa gejala untuk melakukan isolasi mandiri di rumah.2 Salah satu hal penting yang harus dipantau selama dirumah adalah kadar saturasi oksigen dalam tubuh. Nah Sahabat Sehat, apa yang perlu dilakukan selama isolasi mandiri dirumah untuk mengatasi sesak nafas akibat menurunnya kadar oksigen dalam tubuh ? Mari simak penjelasan berikut.

Pentingnya Mengecek Kadar Saturasi Oksigen

Salah satu pemeriksaan yang harus Sahabat Sehat lakukan setiap hari saat menjalani isolasi mandiri adalah pemeriksaan kadar saturasi oksigen dengan menggunakan alat oksimetri. 

Jika Sahabat Sehat mengalami kesulitan bernafas, serta kadar saturasi oksigen menunjukkan angka dibawah 95% sebaiknya melakukan posisi proning yang bertujuan untuk meningkatkan kadar saturasi oksigen didalam tubuh.3

Baca Juga : Perlukah Tabung Oksigen Saat Isoman di Rumah

Apa Itu Posisi Proning ?

 

Proning adalah posisi tubuh yang disetujui secara medis dan dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan yaitu dengan memposisikan tubuh berbaring tengkurap dengan wajah menghadap ke bawah untuk meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh. 

Posisi proning cukup bermanfaat dalam meningkatkan kadar saturasi oksigen tubuh terutama bagi pasien yang tengah menjalani isolasi mandiri di rumah, sehingga meminimalkan kebutuhan tabung oksigen.3,4

Bagaimana Cara Posisi Proning ?

Gambar 1.Ilustrasi Posisi Proning.3

 

Sahabat Sehat dapat memposisikan tubuh berbaring tengkurap menggunakan bantal atau berbaring ke salah satu sisi (kanan atau kiri) maupun duduk dengan sudut 60-900. Secara medis, dokter menyarankan agar pasien tetap tengkurap minimal 30 menit hingga maksimal 2 jam dengan tujuan untuk meningkatkan ventilasi udara yang masuk ke dalam paru-paru serta menjaga alveolar paru terbuka sehingga lebih mudah bernafas dan meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh.3-5

Gambar 2. Ilustrasi Posisi Proning.5

Baca Juga : Yuk Kenali Bahaya Pneumonia dan Pencegahannya Lebih Lanjut 2

Kondisi Penting Saat Melakukan Posisi Proning

Sahabat Sehat, saat melakukan posisi proning di rumah sebaiknya perhatikan beberapa kondisi berikut :

  • Ibu hamil tidak dianjurkan melakukan posisi proning
  • Tidak dianjurkan pada pasien yang menderita Deep Venous Thrombosis, maupun riwayat penyakit jantung berat.
  • Tidak dianjurkan bagi Sahabat Sehat yang mengalami patah tulang paha dan panggul, serta kelainan bentuk tulang belakang.
  • Hindari melakukan posisi proning setelah makan. Lakukan minimal 1 jam setelah makan
  • Pastikan ventilasi udara di ruangan sangat baik.3-5

Kapan Waktu yang Tepat Melakukan Posisi Proning ?

Posisi proning dapat dilakukan jika kadar saturasi oksigen Sahabat Sehat mencapai dibawah 94% dengan menggunakan alat ukur oksimetri.3,4 Namun Sahabat Sehat tetap perlu waspada, jika kadar saturasi oksigen mencapai dibawah 90%, pucat, lemas, bibir dan jari kebiruan serta sesak nafas, maka jangan menunda mencari pertolongan medis ke fasilitas kesehatan terdekat.

Baca Juga : Asma dan Covid-19

Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai mengenai posisi proning untuk membantu meningkatkan kadar saturasi oksigen dalam tubuh saat menjalani isolasi mandiri di rumah. Jika selama di rumah, Sahabat Sehat memiliki keluhan maka segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. 

Info lebih lengkap silahkan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Referensi

  1. Centers for Disease Control and Prevention. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) – Symptoms [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 Feb 22; cited 2021 July 06]. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/symptoms-testing/symptoms.html
  2. BBC News Indonesia. IGD dan ICU sejumlah rumah sakit penuh, pasien dirawat di tenda – ‘Kondisinya darurat mirip perang’ [Internet]. Indonesia : BBC News Indonesia. 2021 [updated 2021 July 05; cited 2021 July 06]. Available from: https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-57711018
  3. Jagga R. Explained: Proning, and how it can help Covid-19 patients breathe easier [Internet]. India : The Indian Express. 2021 [updated 2021 May 11; cited 2021 July 06].  Available from: https://indianexpress.com/article/explained/what-is-proning-covid-patients-breathing-7302520/
  4. Ministry of Health & Family Welfare Government of India. COVID-19 Proning for Self care [Internet]. India : Ministry of Health & Family Welfare Government of India; [cited 2021 July 06]. Available from: https://www.mohfw.gov.in/pdf/COVID19ProningforSelfcare3.pdf
  5. Bentley S, Iavicoli L, Cherkas D, Lane R, Wang E, Atienza M et al. Guidance and Patient Instructions for Proning and Repositioning of Awake, Nonintubated COVID‐19 Patients. Academic Emergency Medicine. 2020;27(8):787-791.

Chat Asisten ProSehat aja