Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 231–240 of 1354 results

  • Pap smear merupakan pemeriksaan yang rutin dilakukan perempuan, terutama bagi yang sudah menikah. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi dini atau skrining kanker serviks yang disebabkan oleh human papillomavirus (HPV). Kanker serviks adalah penyebab kematian kedua terbanyak di Indonesia karena kanker setelah kanker payudara. Tidak seperti penyakit biasa yang memberikan gejala di awal sakit, orang yang […]

    Kapan Waktu yang Tepat Bagi Perempuan untuk Pap Smear?

    Pap smear merupakan pemeriksaan yang rutin dilakukan perempuan, terutama bagi yang sudah menikah. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi dini atau skrining kanker serviks yang disebabkan oleh human papillomavirus (HPV).

    Kapan Waktu yang Tepat Bagi Perempuan untuk Pap Smear?

    Kanker serviks adalah penyebab kematian kedua terbanyak di Indonesia karena kanker setelah kanker payudara. Tidak seperti penyakit biasa yang memberikan gejala di awal sakit, orang yang menderita kanker serviks baru akan menunjukkan gejalanya ketika sudah masuk ke stadium lanjut.

    Jadi, untuk mewaspadainya, perempuan perlu rutin memeriksakan diri, yaitu dengan melakukan Pap smear. Kapan waktu yang tepat untuk Pap smear? Yuk simak penjelasannya.

    Frekuensi Pap smear

    Pap smear atau yang disebut juga dengan Pap test adalah prosedur skrining terhadap kemungkinan kanker serviks. Keberadaan sel kanker atau pra-kanker pada serviks atau leher rahim wanita dapat diketahui melalui pemeriksaan ini.

    Skrining kanker serviks sudah mulai dapat dilakukan pada usia 21 tahun, bila sudah aktif secara seksual dengan frekuensi sebagai berikut:

    • Wanita berusia 21-29 tahun harus melakukan tes Pap smear setiap 3 tahun sekali. Jika tes Pap smear menunjukkan hasil abnormal, dapat dilakukan pemeriksaan HPV DNA.
    • Dimulai usia 30 tahun, semua wanita direkomendasikan untuk mendapatkan pemeriksaan Pap smear yang dikombinasi dengan pemeriksaan HPV DNA setiap 5 tahun sekali, pemeriksaan ini dapat dilakukan sampai usia 65 tahun.

    Dapatkan: Layanan Vaksinasi HPV dari ProSehat

    Indikasi Pemeriksaan Pap-smear

    Menurut Yayasan Kanker Indonesia, wanita yang telah aktif secara seksual wajib melakukan pemeriksaan Pap smear secara berkala. Tanda seorang wanita memerlukan pemeriksaan Pap smear antara lain:

    • Mengalami keputihan yang berwarna kekuningan dan kehijauan yang terasa gatal
    • Terjadi pendarahan seusai berhubungan seksual
    • Terjadi perdarahan diluar jadwal menstruasi
    • Terlambat menstruasi namun tidak ada tanda-tanda kehamilan
    • Nyeri ketika berhubungan seksual.

    Selain itu, pemeriksaan pap smear juga ditujukan kepada:

    • Wanita yang memiliki riwayat seksual pada saat remaja
    • Saat akan diperiksa mempunyai riwayat hubungan seksual dengan pasangan yang berbeda-beda
    • Memiliki riwayat menderita penyakit menular seksual sebelumnya
    • Keluarga mempunyai riwayat kanker leher rahim atau kanker serviks
    • Adanya infeksi human papillomavirus (HPV)
    • Wanita sebagai perokok aktif maupun pasif.
    • Riwayat infeksi kuman, jamur atau virus sebelumnya pada organ reproduksi
    • Sistem imun yang lemah, misalnya pada pasien dengan riwayat transplantasi organ, sedang menjalani pengobatan kanker atau kemoterapi dan penggunaan obat kortikosteroid jangka panjang
    • Pasien dengan riwayat HIV.

    Baca Juga: Apa Bedanya HPV Bivalen dan Tetravalen?

    Manfaat Pap Smear

    Berikut ini manfaat melakukan pemeriksaan pap smear secara berkala :

    • Melakukan tes pap smear meyakinkan seseorang terbebas dari kanker serviks bila hasilnya negatif
    • Test pap smear secara teratur membantu untuk mendeteksi secara dini apabila ditemukan keganasan, shingga dapat segera dilakukan penanganan
    • Test pap smear mampu mendeteksi kanker servik lebih awal sebelum memiliki gejala
    • Test pap smear mampu mendeteksi kanker serviks lebih awal sebelum kanker menyebar ke organ lain
    • Semakin cepat kanker serviks dideteksi maka akan semakin peluang untuk sembuh dan semakin tinggi harapan hidup.

    Waktu yang Tepat Untuk Melakukan Pap-Smear

    Agar pap-smear menunjukkan hasil yang optimal, sebaiknya pap-smear dilakukan pada kondisi berikut ini :

    • Pasien sedang tidak dalam siklus menstruasi 
    • Tidak melakukan hubungan intim setidaknya selama 24 jam sebelum pemeriksaan pap-smear dilakukan
    • Tidak menggunakan pembersih kewanitaan, douche, obat yang dimasukkan kedalam vagina atau krim kontrasepsi yang dioleskan ke dalam vagina setidaknya dalam waktu 24 jam sebelum pemeriksaan pap-smear dilakukan
    • Tidak sedang dalam pengobatan untuk mengatasi keputihan akibat infeksi vagina atau serviks.

    Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    Sahabat Sehat, itulah rekomendasi pemeriksaan Pap smear. Jadwalkan pemeriksaan Anda segera dan sempurnakan pemeriksaan dengan vaksinasi HPV sebagai perlindungan terbaik dari kanker serviks. Dapatkan harga terbaik pemeriksaan Pap smear dan vaksin HPV di Prosehat. Layanan ini bisa dilakukan di klinik mitra Prosehat ataupun di rumah agar Sahabat Sehat lebih nyaman dan leluasa. Jangan lupa untuk ajak juga keluarga dan kerabat perempuan Anda!

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia D
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Budiman Syahputra, SpOG. MKes, d., n.d. Manfaat dan Cara Kerja Pemeriksaan Pap Smear – Primaya Hospital.
    2. Kesehatan, D., 2016. PEMERIKSAAN PAP SMEAR PENTING BAGI WANITA | Dinas Kesehatan Kab. Pakpak Bharat.
    3. Mayoclinic.org. n.d. Pap smear – Mayo Clinic.
    4. Lee, S., 2021. Benefits and limitations of screening for cervical cancer
    5. Lisnan, SpOG, d., n.d. Pemeriksaan Pap Smear, Tahapan dan Cara Membaca Hasilnya.
    6. Fatmawati, Sp.OG, d., 2021. Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Papsmear Rutin.
    7. Acog.org. 2021. Cervical Cancer Screening.
    Read More
  • Sahabat Sehat, salah satu imunisasi wajib untuk Si Kecil adalah imunisasi Bacillus Calmette-Guerin (BCG). Pemberian imunisasi BCG dinilai paling efektif ketika bayi baru lahir atau paling lambat sebelum berusia 3 bulan, yang bertujuan untuk mencegah penyakit tuberkulosis (TBC). Imunisasi akan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi sel penghasil antibodi sehingga melindungi tubuh dari infeksi bakteri […]

    Terlambat Imunisasi BCG? Ini yang Harus Dilakukan!

    Sahabat Sehat, salah satu imunisasi wajib untuk Si Kecil adalah imunisasi Bacillus Calmette-Guerin (BCG). Pemberian imunisasi BCG dinilai paling efektif ketika bayi baru lahir atau paling lambat sebelum berusia 3 bulan, yang bertujuan untuk mencegah penyakit tuberkulosis (TBC). Imunisasi akan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi sel penghasil antibodi sehingga melindungi tubuh dari infeksi bakteri TBC.

    Terlambat Imunisasi BCG Ini yang Harus Dilakukan!

    Terlambat Imunisasi BCG Ini yang Harus Dilakukan!

    Pentingnya Imunisasi BCG untuk Si Kecil

    Bakteri tuberkulosis dapat menyerang paru-paru, tulang, ginjal, hingga selaput otak (meningen). Imunisasi BCG penting diberikan untuk Si Kecil sebab bakteri tuberkulosis mudah menular melalui cipratan air liur (droplet), yang tersebar saat penderita TBC bersin atau batuk. Semua anak berusia 6 tahun atau lebih yang akan diberi imunisasi BCG harus melakukan pemeriksaan Tuberkulin lebih dulu untuk mengetahui hipersensitivitasnya terhadap tuberkuloprotein. 

    Dapatkan: Paket Imunisasi Bayi 2 Bulan ke Rumah dari ProSehat

    Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Imunisasi BCG

    Lokasi penyuntikan imunisasi BCG adalah pada bagian lengan atas. Meski termasuk dalam jenis imunisasi wajib, ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan pemberian imunisasi  BCG ditunda yaitu: 

    • Demam
    • Infeksi kulit
    • Gangguan pada kekebalan tubuh
    • Sedang mengalami efek samping dari obat-obatan, misalnya obat penekan sistem imun
    • Memiliki riwayat alergi atau reaksi anafilaktik terhadap komposisi imunisasi BCG
    • Riwayat menderita tuberkulosis atau tinggal serumah dengan penderita tuberkulosis yang tidak menjalani pengobatan. 

    Imunisasi BCG merupakan langkah penting dalam mencegah dan melindungi kesehatan Si Kecil dari penyakit tuberkulosis. 

    Bagaimana Jika Si kecil Terlambat Diberikan Imunisasi BCG? 

    Sahabat Sehat tidak perlu khawatir apabila Si Kecil telat mendapatkan imunisasi BCG sebab, Si Kecil tetap dapat menerima imunisasi dengan beberapa ketentuan.

    Jika Si Kecil berusia diatas 3 bulan, harus melakukan tes tuberkulin (Tes Mantoux) terlebih dahulu sebelum mendapatkan vaksin BCG. Jika muncul benjolan merah pada area penyuntikan, hal ini menunjukan bahwa kulit bereaksi terhadap antigen yang artinya Si Kecil sudah pernah terpapar kuman tuberkulosis sebelumnya.

    Tetapi jika hasil tes menunjukan negatif, maka Si Kecil dapat diberikan imunisasi BCG.

    Baca Juga: Apa Guna Vaksin BCG? Berikut Penjelasannya

    Tips Agar Si Kecil Tidak Terlambat Diberi Imunisasi

    Rutinitas sehari-hari sering kali membuat orang tua sibuk hingga terkadang lupa jadwal imunisasi Si Kecil. Berikut adalah beberapa tips sederhana yang dapat dilakukan agar Sahabat Sehat tidak melewatkan jadwal imunisasi Si Kecil :

    • Catat jadwal imunisasi

    Dengan mencatat jadwal imunisasi, Sahabat Sehat lebih mudah mengetahui imunisasi apa saja yang sudah Si Kecil dapatkan. Catat jadwal tersebut di kalender ponsel maupun di buku agenda harian 

    • Baca buku kesehatan ibu dan anak

    Pasti Sahabat Sehat memiliki buku kesehatan yang biasa didapatkan dari rumah sakit. Jika iya, jangan malas membaca buku tersebut sebab didalamnya berisi informasi penting mengenai imunisasi (jadwal imunisasi, cara pemberian, hingga penanganan efek samping pasca imunisasi), serta tips membuat makanan pendamping ASI. 

    • Koordinasi dengan fasilitas kesehatan yang dikunjungi

    Beberapa fasilitas kesehatan memberi kemudahan, seperti mengingatkan jadwal kunjungan imunisasi selanjutnya. Maka buatlah janji untuk kunjungan berikutnya agar nama Si kecil masuk ke dalam daftar kunjungan, dengan begitu pihak klinik atau fasilitas kesehatan akan mengirimkan  pesan singkat untuk mengingatkan Sahabat Sehat satu atau dua hari sebelum jadwal imunisasi. 

    Baca Juga: Suntik BCG Berbekas di Kulit Bayi, Amankah?

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai pemberian imunisasi BCG. Meski Si kecil telat di imunisasi, sebaiknya tetap lengkapi jadwal imunisasi yang ada. Lebih baik terlambat daripada tidak mendapatkan imunisasi sama sekali. 

    Di masa pandemi, tidak jarang para orang tua menunda imunisasi sebab enggan membawa Si Kecil ke posyandu maupun rumah sakit. Jika Sahabat Sehat memerlukan imunisasi untuk Si Kecil, segera manfaatkan layanan imunisasi ke rumah dari Prosehat. Informasi lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

     

    Referensi

    1. BPOM. VAKSIN BCG [Internet]. Indonesia : BPOM. 2021.
    2. Idai.or.id. 2021. IDAI | Jadwal Imunisasi IDAI 2020.
    3. nhs.uk. 2021. BCG vaccine for tuberculosis (TB) overview.
    4. En.wikipedia.org. 2021. BCG vaccine – Wikipedia.
    5. GOV.UK. 2021. TB, BCG and your baby.
    6. nhs.uk. 2021. BCG vaccine for tuberculosis (TB) overview.
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Sebelum beranjak ke kasur, cobalah beberapa gerakan yoga agar cepat tidur dan mengatasi insomnia. Kualitas tidur juga akan lebih baik. Dengan demikian, tubuh akan jauh lebih segar ketika bangun di pagi hari. Sulit tidur atau disebut juga insomnia merupakan gangguan tidur yang menyebabkan seseorang merasa […]

    5 Gerakan Yoga bagi Penderita Insomnia agar Cepat Tidur

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica

    Rekomendasi Gerakan Yoga Agar Cepat Tidur yang Terbukti Ampuh

    Sebelum beranjak ke kasur, cobalah beberapa gerakan yoga agar cepat tidur dan mengatasi insomnia. Kualitas tidur juga akan lebih baik. Dengan demikian, tubuh akan jauh lebih segar ketika bangun di pagi hari.

    Sulit tidur atau disebut juga insomnia merupakan gangguan tidur yang menyebabkan seseorang merasa kurang nyaman ketika menjalani aktivitas keesokan harinya. Kuantitas dan kualitas tidur yang buruk dapat menyebabkan gangguan fisik dan mental. 

    4 Gerakan Yoga yang Dapat Membuat Cepat Tidur

    Jika kondisi sulit tidur dibiarkan terus menerus dapat mempengaruhi kondisi kesehatan tubuh di masa depan. Banyak cara yang dapat Sahabat Sehat lakukan untuk mengatasi gangguan tidur, salah satunya adalah dengan melakukan yoga. Yoga diketahui dapat melatih sistem pernapasan dan peregangan tubuh sehingga membuat tubuh lebih rileks.

    Berikut ini beberapa gerakan yoga yang direkomendasikan untuk mengatasi insomnia:

    Posisi Functional Squat

    Melakukan Gerakan Yoga Functional Squat

    Posisikan tubuh berdiri tegak, melebarkan kedua kaki dengan memberinya jarak sejajar dengan pinggul, regangkan lengan hingga sejajar dengan bahu. Kemudian jongkoklah secara perlahan sambil mempertahankan posisi sebelumnya dan tahan beban berat tubuh di tumit. 

    Jika terlalu sulit melakukan posisi jongkok tanpa mengangkat tumit karena merasa ingin terjatuh, dapat melakukannya dengan berpegangan kepada sesuatu yang aman dan kokoh. Misalnya berpegangan dengan pinggir tempat tidur. 

    Fokuskan pikiran dan tubuh untuk relaksasi punggung bagian bawah setiap kali menghembuskan nafas. Jika terasa tidak nyaman atau nyeri pada lutut, pergelangan kaki, atau tulang kering, cobalah untuk memperlebar jarak antara kedua kaki.

    Posisi Warrior One

    Gerakan Yoga Warrior One

    Posisikan tubuh berdiri tegak, geser kaki kanan ke arah belakang dan tumpukan berat badan pada tumit. Posisikan jari mengarah keluar,  lalu tekuk lutut kaki kiri hingga membentuk sudut 90 derajat. Lutut tegak lurus diatas tumit kiri dan tahan posisi kaki kanan agar tetap dalam keadaan lurus.

    Jika merasa sulit untuk menyeimbangkan tubuh, Sahabat Sehat dapat berpegangan pada tempat tidur atau dinding. Jangan menumpukan tangan pada pinggul, lalu meluruskan tangan ke atas kepala. Renggangkan tubuh sisi kanan sambil menarik napas. Pertahankan posisi tersebut hingga beberapa detik dan hembuskan napas, ulangi gerakan pada sisi lainnya.

    Posisi Supine Bent-Knee Twist

    Supine Twist Knee

    Gerakan yoga agar cepat tidur berikutnya adalah posisi supine bent-knee twist. Baringkan tubuh dengan posisi kaki terlentang dengan lengan berada di samping tubuh. Angkat dan arah kan lutut kiri ke dada sambil menarik nafas. Hembuskan nafas secara perlahan sambil memindahkan lutut kiri secara lembut ke sisi kanan tubuh. Ambil nafas yang panjang dan dalam sebanyak dua kali. Ulangi hal yang sama pada sisi lainnya.

    Melatih Pola Pernapasan

    Melatih Pernapasan dalam Yoga

    Baringkan tubuh dan letakan sebuah bantal di atas kepala dan satu bantal lagi dibawah lutut. Pejamkan mata dan ambil nafas panjang secara perlahan melalui hidung. Tarik napas sambil merasakan rongga dada mengembang hingga ke bagian tulang rusuk paling bawah. Buang napas perlahan sambil menghitung mundur dari 20 hingga 1 dan rasakan sensasi rongga dada kembali ke ukuran semula. 

    Cobalah untuk mengencangkan otot perut untuk memastikan apakah masih tersisa udara yang dapat dikeluarkan. Beri jeda sejenak sebelum mulai menarik napas kembali, dan ulangi sebanyak 30-40 kali nafas sambil mencoba memperdalam pernapasan secara bertahap.

    Sahabat Sehat, itulah  4 gerakan yoga agar cepat tidur yang dapat dicoba untuk membantu mengatasi masalah insomnia yang sedang diderita. Untuk memaksimalkan gerakan-gerakan yoga yang sudah dilakukan, konsumsi suplemen dapat memaksimalkan kualitas tidur Sahabat Sehat.

    Daftar suplemen yang direkomendasikan untuk mengatasi masalah gangguan tidur

    Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Dana S. Sleep better with six minutes of bedtime yoga [Internet]. USA : CNN; [cited 2021 Sep 14].
    2. Wijaya H. 4 Gerakan Yoga Supaya Tidur Lebih Nyenyak [Internet]. Indonesia : Uzone. 2021 [updated 2021 Sep 17; cited 2021 Sep 14].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Badan yang mudah lelah saat perjalanan jauh biasanya disebabkan oleh kondisi tubuh yang kurang fit. Namun bisa juga karena ada penyakit. Ya, gejala mudah lelah mungkin saja disebabkan adanya penyakit di tubuh sehingga tubuh akan terus merasa lelah. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengetahui apa penyebab badan […]

    10 Tips Mencegah Badan Mudah Lelah saat Perjalanan Jauh

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Tertidur Akibat Badan Mudah Lelah saat Perjalanan Jauh

    Badan yang mudah lelah saat perjalanan jauh biasanya disebabkan oleh kondisi tubuh yang kurang fit. Namun bisa juga karena ada penyakit. Ya, gejala mudah lelah mungkin saja disebabkan adanya penyakit di tubuh sehingga tubuh akan terus merasa lelah.

    Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengetahui apa penyebab badan selalu merasa kurang bertenaga dan mudah lelah. Selain itu juga penting untuk tahu bagaimana cara meningkatkan kembali stamina tubuh.

    Bahaya Lelah Saat Di Perjalanan

    Apakah Sahabat Sehat termasuk sering berkendara ? Mungkin salah satu kendala yang kerap dihadapi sehari-hari adalah kemacetan, terutama bagi Sahabat Sehat yang tinggal di kota besar. Mengemudi atau tidak, berada di jalan yang macet dalam waktu lama dapat mempengaruhi kondisi kesehatan tubuh sehingga menyebabkan rasa kantuk hingga stress. 

    Kelelahan bahkan mengantuk saat di perjalanan cukup berbahaya sebab dapat mengurangi kewaspadaan saat berkendara, mengurangi waktu respons dan mempengaruhi kemampuan dalam menentukan pilihan. 

    Nah Sahabat Sehat, bagaimana cara mengatasi lelah saat berada di perjalanan ? Mari simak penjelasan berikut.

    Kenali Tanda Tubuh Merasa Lelah

    Banyak orang yang merasa “masih sanggup” sehingga terus memaksakan diri. Sahabat Sehat, berikut adalah beberapa sinyal dari tubuh yang menandakan tubuh mulai lelah dan artinya Sahabat Sehat memang butuh istirahat untuk memulihkan stamina:

    Sering Menguap

    Jika Sahabat Sehat sering menguap, hal ini menunjukan bahwa tubuh membutuhkan oksigen. Selain itu, keluhan juga dapat diikuti dengan kedipan mata yang semakin intens. Kondisi ini dapat menyebabkan pandangan kurang awas dan kurang konsentrasi saat berkendara.

    Lupa Arah Jalan

    Jika Sahabat Sehat mulai lupa arah jalan, hal ini juga dapat menunjukan bahwa Sahabat Sehat sudah lelah di perjalanan. Ada baiknya bertukar posisi mengemudi bila ada rekan yang menemani di perjalanan.

    Mengabaikan Rambu Lalu Lintas

    Banyak sekali rambu di jalan raya dengan fungsi yang beragam. Seperti penunjuk arah, maupun lampu lalu lintas. Jika Sahabat Sehat sudah mulai tidak memperhatikan rambu lalu lintas, hal ini menunjukkan tubuh bahwa tubuh mulai lelah dan konsentrasi menurun sehingga dianjurkan untuk beristirahat sejenak.

    Mudah Emosi

    Salah satu tanda bahwa tubuh mulai lelah, biasanya Sahabat Sehat menjadi mulai emosi dan tidak sabar. Tidak jarang menjadi kesal dengan pengguna jalan lainnya. Jika Sahabat Sehat mengalami hal ini, ada baiknya menepi dan beristirahat sejenak.

    Tips Agar Tidak Mudah Lelah Selama Di Perjalanan

    Mengemudi atau tidak, sangat penting untuk menjaga kondisi fisik selama di perjalanan. Berikut adalah berbagai tips yang Sahabat Sehat dapat lakukan untuk mencegah kelelahan selama di perjalanan:

    1. Istirahat Sebelum Melakukan Perjalanan, setidaknya sudah tidur 7-8 jam
    2. Hindari konsumsi alkohol dan obat-obatan yang dapat menyebabkan gangguan tidr
    3. Jika terbiasa tidur siang, hindari berkendara di jam tidur siang
    4. Jika berkendara dalam waktu lama, berhenti secara berkala untuk istirahat dan meregangkan otot
    5. Minta ditemani seseorang yang bisa diajak ngobrol sehingga mengurangi ngantuk dan lelah
    6. Nyalakan radio dan buka jendela untuk mengurangi kantuk
    7. Bijak dalam konsumsi minuman berkafein, karena ketika efek kafein hilang maka kantuk akan muncul lagi
    8. Makan secukupnya dengan gizi seimbang sebelum melakukan perjalanan jauh
    9. Berolahraga secara teratur untuk meningkatkan stamina tubuh
    10. Lakukan pemeriksaan tubuh kepada dokter untuk mencari tahu apa penyebab badan mudah lelah

    Penyakit Penybab Mudah Lelah saat Perjalanan Jauh

    Lelah di perjalanan jauh adalah hal yang biasa. Namun jika tiap perjalanan badan langsung merasa lelah dan tidak bertenaga, ada kemungkinan beberapa risiko penyakit berikut ini:

    1. Anemia
    2. Gagal jantung
    3. Sindrom kelelahan kronis
    4. Sleep apnea
    5. Penyakit tiroid
    6. Diabetes
    7. Gangguan mental
    8. Demam kelenjar
    9. Sindrom kaki gelisah
    10. Penyakit celiac
    11. Malnutrisi
    12. Kanker
    13. HIV/Aids
    14. dan Lupus

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai tips mengatasi tubuh mudah lelah saat perjalanan jauh. Untuk meningkatkan daya tahan tubuh, selain dengan konsumsi buah dan sayur maka lengkapi asupan gizi dengan mengkonsumsi multivitamin. 

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan multivitamin serta produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan pesan-antar Prosehat. Informasi lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Suni E. Drowsy Driving [Internet]. USA : Sleep Foundation 2021 [updated 2021 June 24; cited 2021 Sep 14].
    2. Centers for Disease Control and Prevention. Drowsy Driving [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2017 [updated 2017 March 21; cited 2021 Sep 14].
    3. Santoso S. Tanda-Tanda Tubuh Lelah Berkendara yang Perlu Kita Cermati [Internet]. Indonesia : Liputan 6. 2019 [updated 2019 June 03; cited 2021 Sep 16].
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Mungkin nafsu makan bertambah karena makanan terlihat lezat. Namun jika terus lapar dan ingin makan, mungkin ini gejala suatu penyakit. Jika tidak segera diatasi dan dibiarkan, masalah bisa semakin besar dan menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Oleh sebab itu, jangan menganggap remeh gejala […]

    6 Penyakit yang Menyebabkan Gejala Nafsu Makan Bertambah

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Merasa Bersalah Akibat Nafsu Makan Bertambah

    Mungkin nafsu makan bertambah karena makanan terlihat lezat. Namun jika terus lapar dan ingin makan, mungkin ini gejala suatu penyakit. Jika tidak segera diatasi dan dibiarkan, masalah bisa semakin besar dan menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

    Oleh sebab itu, jangan menganggap remeh gejala bertambahnya nafsu makan tanpa terkendali. Karena risiko bukan hanya kenaikan berat badan. Risiko kesehatan seperti gangguan metabolisme, jantung, stroke, hingga kematian bisa saja terjadi.

    Penyakit Penyebab Nafsu Makan Bertambah

    Pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan secara lebih akurat. Namun biasanya nafsu makan bertambah secara drastis disebabkan oleh:

    Gangguan Hormon Tiroid

    Hipertiroidisme, yaitu kondisi akibat terlalu banyaknya hormon tiroid dalam tubuh dapat mempercepat proses metabolisme tubuh yang mengakibatkan berat badan turun dan denyut jantung tidak beraturan. Selain itu Sahabat Sehat juga dapat merasa mudah lapar, meningkatnya produksi keringat, dan gemetar.

    Hipoglikemia

    Hipoglikemia adalah istilah untuk menggambarkan rendahnya kadar gula darah di dalam tubuh. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, tetapi umumnya kerap dialami oleh penderita diabetes. Selain itu hipoglikemia juga dapat terjadi karena kebiasaan melewatkan waktu makan, konsumsi alkohol berlebihan, atau aktivitas olahraga yang tidak biasanya. Berikut beberapa gejala yang dialami penderita hipoglikemia:

    • Berkeringat
    • Cemas dan mudah tersinggung
    • Terus merasa lapar
    • Sulit berkonsentrasi
    • Pandangan kabur
    • Gemetar
    • Gelisah
    • Suasana hati berubah-ubah

    Diabetes

    Kencing manis atau disebut juga Diabetes merupakan salah satu penyakit kronis yang disebabkan oleh tingginya kadar gula darah dalam tubuh. Gejala diabetes cukup bervariasi, namun keluhan klasik yang kerap ditemui pada penderita diabetes yaitu mudah lapar sehingga nafsu makan bertambah, mudah haus, dan sering buang air kecil. Berikut adalah beberapa gejala lain yang dapat dialami penderita diabetes :

    • Berat badan menurun tanpa sebab yang jelas
    • Kelelahan
    • Penglihatan kabur
    • Luka yang lambat sembuh
    • Kesemutan
    • Disfungsi ereksi
    • Mudah mengalami infeksi, seperti infeksi gusi atau infeksi vagina

    Kehamilan

    Kehamilan bukanlah penyakit. Namun gejala nafsu makan bertambah bisa jadi karena Sahabat Sehat sedang hamil. Meskipun meningkatnya nafsu makan bukanlah gejala kehamilan yang paling utama, namun nafsu makan yang meningkat juga kerap dialami oleh ibu hamil.

    Selain merasa nafsu makan bertambah, ibu hamil juga biasanya akan merasa mual, muntah, dan nyeri pada payudara. Biasanya rasa lapar dan meningkatnya nafsu makan terjadi di awal trimester kedua usia kehamilan. Sedangkan pada trimester pertama, ibu hamil justru akan mengalami penurunan nafsu makan atau bahkan kehilangan nafsu makannya sama sekali. 

    Sindrom Premenstruasi

    Meningkatnya nafsu makan serta mengidam makanan tertentu merupakan hal yang umum terjadi pada wanita yang sedang mengalami sindrom premenstruasi. Sahabat Sehat mungkin cenderung menginginkan makanan yang berlemak, berkarbohidrat tinggi, hingga manis.

    Adapun penyebab sindrom premenstruasi biasanya diakibatkan perubahan hormon esterogen dan progesteron dalam tubuh sebelum terjadinya menstruasi, sehingga membuat nafsu makan meningkat.

    Depresi

    Walaupun depresi identik dengan perasaan sedih yang mendalam sehingga membuat penderitanya kesulitan atau bahkan kehilangan gairah hidupnya, namun penderita depresi juga dapat mengalami peningkatan nafsu makan pada saat-saat tertentu.

    Orang yang sedang depresi dan berusaha mengalihkan rasa depresinya pada hal lain biasanya akan cenderung cepat merasa lapar dan ingin terus makan. Oleh sebab itu, tidak heran bahwa orang depresi akan cenderung terlihat sangat kurus akibat tidak nafsu makan, atau mengalami kegemukan akibat nafsu makan yang meningkat dan tidak terkendali.

    Jika Nafsu Makan Semakin Bertambah

    Apabila nafsu makan semakin meningkat tanpa sebab yang jelas disertai keluhan lain misal gatal, kesemutan, mudah berkeringat, dan lainnya maka sebaiknya konsultasikan ke dokter agar dilakukan pemeriksaan lanjutan.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai kondisi yang menyebabkan nafsu makan meningkat. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 jam Prosehat. Informasi lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

    Referensi: 

    1. Murrell D. Graves’ disease: Symptoms, treatment, and causes [Internet]. USA : Medical News Today. 2019 [updated 2019 April 05; cited 2021 Sep 09].
    2. Health Service Executive. Hypoglycaemia [Internet]. Ireland : Health Service Executive. 2020 [updated 2020 Nov 20; cited 2021 Sep 09].
    3. Mayo Clinic. Diabetes – Symptoms and causes [Internet]. USA : Mayo Clinic. 2020 [updated 2020 Oct 30; cited 2021 Sep 09].
    4. Wisnubrata. 7 Penyebab Nafsu Makan Meningkat yang Mungkin Kamu Alami [Internet]. 2019 [updated 2019 Sep 14; cited 2021 Sep 09]. Indonesia : Kompas.
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Menghindari faktor penyebab jerawat menjadi cara mengatasi jerawat yang paling baik. Sayangnya, banyak orang yang mengabaikan hal ini. Ketika wajah sudah berjerawat dan semakin parah, barulah sibuk mencari cara terbaik menghilangkan jerawat di wajah. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengetahui […]

    Cara Mengatasi Jerawat Membandel Agar Wajah Kembali Mulus

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    Menggunakan Krim Sebagai Cara Mengatasi Jerawat yang Efektif

    Menghindari faktor penyebab jerawat menjadi cara mengatasi jerawat yang paling baik. Sayangnya, banyak orang yang mengabaikan hal ini. Ketika wajah sudah berjerawat dan semakin parah, barulah sibuk mencari cara terbaik menghilangkan jerawat di wajah.

    Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengetahui apa yang menyebabkan munculnya jerawat, sehingga kita semua bisa menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan munculnya jerawat di wajah. Selain itu, sangat penting untuk tahu apa yang harus dilakukan jika muncul jerawat di wajah.

    Penyebab Munculnya Jerawat di Wajah

    Siapa yang tidak pernah mengalami jerawat diwajah selama hidupnya? Pastinya hampir semua orang pernah mengalaminya, bahkan jerawat diketahui dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang. Pada tahun 2018, penelitian perhimpunan Dokter Spesialis Kulit di Inggris menemukan 20% dari 2.299 orang yang berjerawat mengaku mengalami stress hingga merasa ingin mengakhiri hidupnya karena jerawat yang tidak kunjung membaik.

    Jerawat merupakan permasalahan kulit yang terjadi akibat sumbatan minyak, sel kulit mati serta debu dan kotoran pada folikel rambut. Jerawat ditandai dengan munculnya bintik kemerahan yang terasa nyeri, maupun berupa komedo. Lokasi tersering munculnya jerawat yaitu wajah, leher, dada sampai ke punggung.

    Namun ada beberapa hal yang menjadi faktor yang meningkatkan risiko timbulnya jerawat. Sahabat Sehat, berikut adalah berbagai kondisi yang meningkatkan risiko timbulnya jerawat:

    Perubahan Hormon
    Misalnya masa pubertas, menstruasi, kehamilan, menyusui, dan menopause. Jadi ketika masa-masa tersebut mengalami jerawat, jangan panik. Pastikan untuk tetap menjaga kebersihan kulit, dan jangan memencet jerawat yang dapat meninggalkan bekas luka.

    Efek Samping Obat-Obatan
    Mengkonsumsi beberapa jenis obat-obatan juga dapat meningkatkan risiko munculnya jerawat. Beberapa obat yang mengandung hormon seperti pil KB, suntik KB, steroid, serta Lithium dapat memicu timbulnya jerawat. Cara mengatasi jerawat akibat efek samping obat hanya bisa aman dan efektif dengan menghentikan penggunaan obat-obatan tersebut.

    Penggunaan Kosmetik
    Beberapa jenis kosmetik cocok digunakan oleh seseorang. Namun kosmetik tersebut tidak cocok digunakan oleh orang lain dan dapat menyebabkan timbulnya jerawat di wajah. Oleh sebab itu, sangat penting untuk memperhatikan kandungan setiap kosmetik dan pastikan untuk tahu apakah kulit wajah memiliki sensitifitas tertentu pada kandungan kosmetik tersebut.

    Kondisi Psikologis
    Gangguan psikologi seperti stress dan kecemasan berlebih dapat mengubah horman di tubuh, Adanya perubahan hormon ini bisa memicu timbulnya jerawat di kulit badan, wajah, leher, ataupun area-area lainnya.

    Asupan Makanan
    Mengkonsumsi makanan yang terlalu tinggi karbohidrat dapat memicu jerawat. Misalnya konsumsi keripik, roti, dan nasi uduk. Selain itu, makanan seperti gorengan dan cokelat juga dapat memicu timbulnya jerawat.

    Faktor Keturunan
    Jika orang tua memiliki kecenderungan kulit berjerawat, kemungkinan besar anaknya juga memiliki masalah kulit wajah berjerawat. Namun masalah ini bisa diatasi seiring perkembangan teknologi saat ini. Misalnya dengan melakukan terapi hormon.

    Jenis Jerawat

    Beda jenis jerawat beda juga cara mengatasi jerawat yang diperlukan. Ada jerawat yang terlihat kemerahan, namun ada jerawat yang menghitam. Ada juga jerawat yang sangat menonjol, namun ada juga jerawat yang tidak menonjol. Untuk lebih jelasnya silahkan cek fakta mengenai berbagai jenis jerawat berikut ini:

    Komedo Blackhead

    Komedo merupakan cikal bakal jerawat yang lebih besar dan meradang. Komedo merupakan sumbatan di pori atau folikel rambut yang timbul ke permukaan kulit dan bukan disebabkan karena infeksi. 3-5 Komedo blackhead terlihat berupa titik kehitaman di permukaan kulit.

    Komedo Whitehead

    Komedo whitehead merupakan folikel rambut yang tersumbat dan tertutup oleh lapisan tipis kulit, sehingga terlihat sebagai bintik putih.

    Papula

    Papula merupakan jerawat yang menonjol, kemerahan dan terasa nyeri saat disentuh. Komedo yang tidak diatasi akan berkembang menjadi papula. Jika jerawat papula tidak ditangani maka akan terbentuk pustula.

    Pustula

    Jerawat pustula berisi cairan berwarna putih atau kekuningan. Apabila pecah, kemungkinan besar akan menyebabkan luka (scar) atau yang dikenal dengan sebutan bopeng.

    Nodul dan Kista

    Kategori ini merupakan jenis jerawat yang berat dan terletak di lapisan dalam kulit. Ditandai dengan benjolan meradang dan dipenuhi nanah, terasa nyeri dan membutuhkan tindakan medis segera.

    Cara Mengatasi Jerawat Secara Medis

    Penanganan jerawat dilakukan sesuai dengan tingkat keparahan dan jenis jerawat yang dialami. Penanganan dimulai dari obat oles (misalnya produk vitamin A, asam salisilat, antibiotik) hingga pemberian obat minum. Beberapa penanganan lanjutan yang mungkin diperlukan misalnya:

    Injeksi Kortikosteroid 

    Suntikan obat yang mengandung kortikosteroid bertujuan untuk menghilangkan jerawat dalam jangka waktu yang cepat dan mengurangi rasa nyeri.

    Chemical Peeling

    Pemberian cairan peeling bertujuan untuk mengelupaskan kulit yang berjerawat sehingga tumbuh lapisan kulit baru dengan tujuan untuk mencegah penyumbatan oleh sel kulit mati.

    Ekstraksi Komedo

    Prosedur ekstraksi komedo bertujuan untuk mengeluarkan sumbatan komedo dan mencegah peradangan komedo menjadi jerawat.

    Terapi Sinar

    Terapi sinar bertujuan untuk membunuh bakteri penyebab jerawat (p.acnes) dan mengurangi produksi minyak pada wajah.

    Cara Mencegah Munculnya Jerawat Membandel

    Sahabat Sehat, untuk mencegah timbulnya jerawat dianjurkan melakukan beberapa langkah mudah yang bisa dan wajib dilakukan berikut ini:

    • Cuci muka minimal 2 kali sehari, terutama setelah aktivitas di luar rumah
    • Hindari kosmetik berbahan dasar minyak
    • Cek kandungan tiap kosmetik dan pastikan bahannya cocok dengan kulit
    • Jangan memencet komedo karena dapat merangsang dan memperparah jerawat
    • Hindari menyentuh wajah dengan tangan kotor
    • Kelola stress dengan baik agar homor kortisol dan adrenalin tidak meningkat

    Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa hal penting dan wajib diketahui mengenai cara mengatasi jerawat serta tips mencegah jerawat. Sebaiknya pilih produk kulit yang sesuai dengan kondisi kulit Sahabat Sehat. Jika Sahabat Sehat membutuhkan produk kulit khusus kulit berjerawat, segera manfaatkan layanan pesan-antar Prosehat.

    Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Smith L. Dealing with depression and anxiety caused by acne [Internet]. USA : Patient Info. 2018 [updated 2018 June 19; cited 2021 September 03].
    2. Burke D. Acne: Causes, Risk Factors, and Treatment [Internet]. USA : Healthline. 2020 [updated 2020 July 01; cited 2021 September 03].
    3. Brazier Y. Acne: Causes, treatment, and tips [Internet]. USA : Medical News Today. 2017  [updated 2017 Nov 27; cited 2021 September 03].
    4. Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia. Kenali Jenis Jerawat yang Biasa Timbul Pada Remaja [Internet]. Indonesia : Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia. 2018 [updated 2018 September 06; cited 2021 September 03].
    5. Gardner S. Acne Visual Dictionary [Internet]. USA : WebMD. 2020 [updated 2020 Aug 04; cited 2021 September 03]. 
    6. Mayo Clinic. Acne – Diagnosis and treatment [Internet]. Indonesia : Mayo Clinic. 2020 [updated 2020 September 12; cited 2021 September 03].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sebenarnya cara mencegah flu dan batuk itu mudah. Cukup dengan menjaga daya tahan tubuh. Namun sayangnya, banyak orang yang masih abai. Padahal menjaga daya tahan tubub sangat penting, terutama karena saat ini musim sedang tidak menentu, dan virus Covid-19 masih mengancam kita semua. Sahabat Sehat, Influenza dan Covid-19 […]

    5 Cara Mencegah Flu dan Batuk yang Terbukti Secara Medis

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Menggunakan Masker saat Rapat Menjadi Cara Mencegah Flu dan Batuk dari Mereka yang Sedang Menderita Influenza

    Sebenarnya cara mencegah flu dan batuk itu mudah. Cukup dengan menjaga daya tahan tubuh. Namun sayangnya, banyak orang yang masih abai. Padahal menjaga daya tahan tubub sangat penting, terutama karena saat ini musim sedang tidak menentu, dan virus Covid-19 masih mengancam kita semua.

    Sahabat Sehat, Influenza dan Covid-19 mempunyai gejala yang hampir mirip yaitu pilek, bersin, hidung tersumbat, serta demam. Jika Sahabat Sehat menderita flu atau influenza, dikhawatirkan mengalami penurunan sistem daya tahan tubuh sehingga rentan terinfeksi penyakit lain termasuk Covid-19. Kondisi ketika influenza dan Covid-19 menyerang tubuh secara bersamaan, disebut juga twindemic. Kondisi ini sangat berisiko sebab dapat membuat gejala Covid menjadi lebih berat dan berbahaya.

    Lantas bagaimana cara mencegah gejala flu seperti pilek, batuk, dan demam di masa pandemi ini?

    Cara Mencegah Flu dan Batuk di Masa Pandemi Covid

    Untuk mencegah flu dan batuk di masa pandemi adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh. Juga menjauhi hal-hal yang berisiko menyebabkan infeksi flu. Berikut adalah berbagai cara yang sudah terbukti ampuh secara medis dalam mencegah risiko terjangkit flu dan batuk di masa pandemi Covid:

    Beristirahat yang Cukup

    Seseorang yang terlalu lelah dan memaksakan diri untuk melakukan berbagai aktivitas akan lebih mudah jatuh sakit karena daya tahan tubuhnya semakin menurun. Oleh sebab itu, beristirahat diperlukan secara teratur. Selain itu, apabila Sahabat Sehat merasa kurang enak badan, sebaiknya beristirahatlah sejenak di rumah untuk mengembalikan daya tahan tubuh. Jangan memaksakan diri karena dapat memperberat keadaan.

    Minum yang Cukup

    Minum air putih ataupun cairan lain seperti jus, teh, air kelapa, dan lainnya dapat membantu menjaga hidrasi tubuh. Asupan cairan yang cukup dapat menjaga kelembaban hidung, mulut dan tenggorokan. Selain itu, kecukupan air dalam tubuh dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak mudah terserang flu dan gejalanya seperti batuk, pilek, dan demam.

    Minum Teh Herbal Hangat

    Beberapa jenis tanaman herbal berperan sebagai antivirus dan antibakteri. Sahabat Sehat dianjurkan mengkonsumsi teh hijau hangat, kunyit, maupun jahe yang turut dapat membantu melegakan pernapasan serta membantu membentuk daya tahan tubuh.

    Menggunakan Minyak Esensial

    Beberapa jenis minyak esensial diketahui berperan dalam melawan infeksi virus dan bakteri. Selain itu minyak esensial turut dapat membantu melegakan pernapasan dan membantu merangsang daya tahan tubuh. Penggunaannya bisa dengan mencuci tangan menggunakan minyak esensial atau mengoleskannya di bawh hidung. Jenis minyak esensial lainnya yang dapat digunakan, yaitu minyak kayu manis, minyak kayu putih, minyak geranium, minyak peppermint, minyak jeruk lemon, dan oregano. 

    Menggunakan Alat Humidifier

    Virus influenza dapat bertahan lebih lama pada ruangan yang lembab. Sahabat Sehat dapat menggunakan alat humidifier untuk menjaga kelembaban ruangan sehingga mengurangi jumlah virus influenza dalam ruangan. Selain membantu mengurangi jumlah virus influenza dalam ruangan, alat ini juga membantu mengurangi tingkat virus, dan bakteri jahat lainnya yang ada dalam sebuah ruangan.

    Terapkan Pola Hidup Sehat

    Istirahat yang cukup, mengkonsumsi makanan bergizi seimbang seperti buah dan sayur, minum air putih yang cukup, serta mengelola stress dengan baik dapat membantu Sahabat Sehat meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan berbagai macam penyakit. Selain itu, pola hidup menjaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan menjadi cara mencegah flu dan batuk yang ditularkan dari manusia ke manusia.

    Melakukan Vaksinasi Influenza

    Influenza dan batuk yang disebabkan oleh flu dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi influenza. Vaksin ini amat cocok digunakan pada kondisi cuaca yang tidak menentu seperti sekarang, dan pada anak-anak sekolah yang harus melakukan sekolah tatap muka.

    Secara umum pemberian vaksin influenza mulai dapat diberikan pada usia 6 bulan keatas. Pada anak berusia kurang dari 8 tahun, pemberian vaksin influenza pertama kali diberikan sebanyak 2 dosis dengan jarak minimal 4-6 minggu. Sementara jika Si Kecil berusia diatas 8 tahun, maka dosis pertama cukup diberikan 1 dosis saja. Pemberian vaksin influenza baik pada dewasa dan anak dapat dilakukan setahun sekali.

    Bagi Sahabat Sehat yang berminat melakukan vaksinasi influenza, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan Prosehat mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Itulah beberapa cara mencegah flu dan batuk yang bisa Sahabat Sehat terapkan. Mari kita bersama-sama menerapkan pola hidup sehat sehingga kita turut menjaga kesehatan tubuh kita sendiri dan ikut menjaga kesehatan orang-orang di sekitar kita.

    Referensi:

    1. Iftikhar N. 10 Natural Remedies for Flu Symptoms [Internet]. USA : Healthline. 2019 [updated 2018 April 10; cited 2021 Aug 28].
    2. Centers for Disease Control and Prevention. Healthy Habits to Help Prevent Flu [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 June 24; cited 2021 Aug 28].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Meski gejalanya sangat mirip, namun ada cara membedakan flu biasa dengan covid. Bisa dengan swab test, atau melihat perbedaan gejala. Ya, meski gejalanya mirip, namun tetap saja ada perbedaan besar pada gejala seseorang yang terkena covid dengan seseorang yang terkena flu biasa. Mungkin dahulu tidak terlalu masalah ketika […]

    Walau Mirip, Ini Cara Membedakan Flu Biasa dengan Covid

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Seorang Wanita Mencari Cara Membedakan Flu Biasa dengan Covid dengan Searching Di Laptop

    Meski gejalanya sangat mirip, namun ada cara membedakan flu biasa dengan covid. Bisa dengan swab test, atau melihat perbedaan gejala. Ya, meski gejalanya mirip, namun tetap saja ada perbedaan besar pada gejala seseorang yang terkena covid dengan seseorang yang terkena flu biasa.

    Mungkin dahulu tidak terlalu masalah ketika terkena flu. Namun kini dengan adanya penyakit Covid-19, seseorang yang sedang flu cenderung dijauhi. Juga akses untuk bepergian pada seseorang yang sedang flu sangat dibatasi. Selain merasa dijauhi karena ada gejala flu, Sahabat Sehat juga mungkin takut jangan-jangan bukan terkena flu melainkan terkena Covid-19.

    Lantas bagaimana cara mengetahui apakah tubuh terkena flu biasa? Atau justru terkena Covid-19?

    Perbedaan Influenza dan Covid-19

    Influenza disebabkan oleh infeksi virus influenza, sementara Covid-19 disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Kedua jenis virus ini ditransmisikan melalui kontak langsung, percikan air liur (droplet) maupun melalui benda yang terkontaminasi dengan virus.

    Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa flu atau influenza memiliki media penularan yang sama, membuat gejala yang hampir sama pada penderita, namun disebabkan oleh 2 jenis virus yang berbeda.

    Selain perbedaan jenis virus, ada cara membedakan flu biasa dengan covid dengan melihat pada:

    Masa Inkubasi

    Pada influenza, gejala dapat mulai dirasakan setelah 1-4 hari sejak terpapar virus influenza. Sementara pada kasus Covid-19, gejala mulai dirasakan setelah 2-14 hari sejak terpapar virus Covid 19 dengan rata-rata waktu muncul gejala yaitu sekitar 5 hari sejak terpapar virus.

    Waktu Penularan

    Sahabat Sehat dapat menularkan virus influenza hingga 1 hari sebelum muncul gejala. Anak dan dewasa diketahui beresiko tinggi menularkan influenza pada 3-4 hari awal hingga 7 hari sejak timbul gejala.

    Pada kasus Covid-19, seseorang dapat menularkan Covid-19 sejak 2 hari sebelum muncul gejala dan tetap menularkan hingga 10 hari sejak gejala awal dialami. Apabila Sahabat Sehat tidak memiliki gejala atau gejala sudah mereda, tetap beresiko menularkan Covid-19 hingga 10 hari setelah terkonfirmasi Covid-19.

    Resiko Komplikasi

    Rata-rata penderita influenza sembuh dalam beberapa hari hingga 2 minggu, namun beberapa kasus membutuhkan perawatan di rumah sakit jika mengalami infeksi sekunder.

    Pada Covid-19, resiko komplikasi yang terjadi yaitu sumbatan pada pembuluh darah di jantung, hati, otak dan tungkai, serta peradangan multi organ. Selain itu dapat terjadi kondisi Long Covid, yaitu kondisi ketika gejala berlanjut hingga beberapa minggu atau bulan sejak terinfeksi Covid-19.

    Vaksinasi

    Infeksi influenza diketahui dapat dicegah dengan pemberian vaksin influenza, yang dapat diberikan setiap satu tahun sekali. Kini juga telah tersedia vaksin Covid-19 dari berbagai produsen. Pemberian vaksin Covid-19 dapat membantu menurunkan tingkat keparahan penyakit akibat Covid-19.

    Gejala Influenza dan Covid-19

    Kedua penyakit ini memiliki gejala yang hampir mirip. Berikut adalah beberapa gejala yang sama-sama dialami penderita influenza dan Covid-19 :

    • Demam
    • Batuk
    • Sesak nafas
    • Lemas
    • Nyeri tenggorokan
    • Hidung tersumbat atau berair
    • Nyeri pada otot
    • Sakit kepala
    • Muntah dan diare
    • Penurunan kemampuan mencium dan pengecap

    Lalu bagaimana cara membedakan flu biasa dengan covid melalui gejala yang ditimbulkannya? Walaupun memiliki gejala yang sama, ada perbedaan gejala yang muncul pada penderita Covid namun tidak muncul pada penderita flu biasa. Gejala tersebut antara lain adalah:

    Anosmia

    Anosmia atau kehilangan indera penciuman dikeluhan banyak sekali penderita Covid-19. Pada penderita flu, biasanya indra penciuman hanya menurun secara signifikan, biasanya diiringi dengan hidung tersumbat. Namun pada penderita Covid, meskipun hidung tidak tersumbat namun gejala anosmia sungguh terasa.

    Demam Tinggi

    Penderita flu rentan mengalami demam. Namun pada penderita Covid, demam biasanya akan berlangsung lebih lama (lebih dari 2 hari) dan demam dengan suhu yang cukup tinggi hingga memaksa seseorang harus berbaring selama demam.

    Sesak Nafas yang Sangat Berat

    Penderita flu biasa memang bisa mengalami gejala sesak nafas. Namun kebanyakan penderita flu yang nafasnya menjadi sesak cenderung menyebut gejala sesak nafasnya cukup ringan. Berbeda dengan sesak nafas pada penderita Covid-19, sesak nafas yang dialami bisa menyebabkan saturasi oksigen di tubuh turun sehingga badan menjadi sangat lemas.

    Cara Membedakan Flu Biasa dengan Covid

    Ada beberapa cara membedakan antara gejala flu biasa dengan Covid-19. Adapun cara terbaik membedakan flu biasa dengan covid adalah dengan:

    Lakukan Test Swab

    Cara terbaik untuk mengetahui apakah anda terkena covid atau sekedar flu adalah dengan melakukan test swab. Bisa dengan swab antigen, ataupun dengan swab PCR. Hindari berasumsi diri sendiri hanya terkena flu biasa lalu melakukan kegiatan kumpul bersama teman, keluarga, ataupun orang-orang yang anda sayangi.

    Isolasi Mandiri

    Jika kebetulan tidak memungkinkan untuk melakukan test swab, silahkan lakukan isolasi mandiri untuk menentukan apakah Sahabat Sehat terkena flu atau Covid. Jika terkena flu, istirahat 1 hari penuh selama isolasi mandiri akan dapat memulihkan kesehatan. Namun pada penderita Covid, gejala-gejala biasanya akan membutuhkan waktu lebih lama, berkisar 3 hari sampai 2 minggu tergantung kondisi tubuh penderita.

    Cek Perbedaan Gejala

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa gejala flu dan Covid-19 sangat mirip. Namun pada gejala Covid, biasanya diringi dengan pemberatan kondisi. Misalnya sesak nafas yang lebih serius daripada sesak nafas pada penderita flu biasa, dan demam yang lebih tinggi serta lebih lama daripada penderita flu biasa. Jika merasa mengalami gejala flu namun perlu penanganan medis, segera hubungi dokter dan pastikan untuk segera melakukan pengecekan swab untuk memastikan kondisi tubuh dengan akurat.

    Pentingnya Vaksinasi Influenza di Masa Pandemi Covid

    Secara umum pemberian vaksin influenza mulai dapat diberikan pada usia 6 bulan keatas. Pemberian vaksin influenza baik pada dewasa dan anak-anak dapat dilakukan setahun sekali.

    Berdasarkan sebuah penelitian, sebanyak 71% pasien yang menderita Covid-19 rentan terinfeksi berbagai bakteri dan virus lain seperti virus influenza, Chlamydia pneumoniae, dan adenovirus. Pemberian vaksin influenza dapat mencegah terjadinya twindemic yaitu kondisi ketika influenza dan Covid-19 menyerang tubuh secara bersamaan.

    Ketika seseorang terkena twindemic (terkena flu disaat terinfeksi virus Covid-19) maka risiko kesehatan menjadi sangat tinggi. Risiko gejala Covid berat seringkali terjadi pada seseorang yang mengalami twindemic. Oleh sebab itu, Sahabat Sehat, dan terutama anak-anak yang hendak melakukan sekolah tatap muka, sangat penting untuk diberi vaksin flu terlebih dahulu.

    Nah Sahabat Sehat, itulah cara membedakan flu biasa dengan covid yang jika diterapkan bersamaan dengan protokol 5M dapat menjadi solusi menghentikan penyebaran pandemi ini. Bagi Sahabat Sehat yang berminat melakukan vaksinasi influenza, segera manfaatkan layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat. Layanan Prosehat mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    • Centers for Disease Control and Prevention. Similarities and Differences between Flu and COVID-19​ [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 June 07; cited 2021 Sep 02].
    • Centers for Disease Control and Prevention. Healthy Habits to Help Prevent Flu [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 June 24; cited 2021 Aug 27].
    • Alosaimi B. Influenza co-infection associated with severity and mortality in COVID-19 patients. Virology Journal volume 18, Article number: 127 (2021).
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Niat baik ingin donor saja belumlah cukup. Pendonor harus memenuhi sejumlah aturan dan syarat donor darah di PMI yang sangat ketat. Maka tidak heran, ada saja pendonor yang terpaksa ditolak oleh petugas dan dipersilahkan melakukan donor di lain waktu. Oleh sebab itu, pastikan […]

    5 Syarat Donor Darah di PMI Bagi yang Belum Pernah Donor

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Pendonor yang Telah Lolos Syarat Donor Darah di PMI

    Niat baik ingin donor saja belumlah cukup. Pendonor harus memenuhi sejumlah aturan dan syarat donor darah di PMI yang sangat ketat. Maka tidak heran, ada saja pendonor yang terpaksa ditolak oleh petugas dan dipersilahkan melakukan donor di lain waktu.

    Oleh sebab itu, pastikan Sahabat Sehat yang ingin donor darah mengetahui apa saja yang dipersyaratkan PMI agar niat baik Sahabat Sehat bisa diterima.

    Manfaat Melakukan Donor Darah

    Sahabat Sehat, tanggal 3 September setiap tahunnya dirayakan sebagai Hari Palang Merah Indonesia. Donor darah merupakan salah satu cara bagi Sahabat Sehat untuk melakukan aksi sosial. Darah yang disumbangkan akan bermanfaat bagi kehidupan orang lain.

    Selain bermanfaat bagi penerima donor, bagi Sahabat Sehat yang mendonorkan darah juga dapat memperoleh berbagai manfaat seperti:

    • Menurunkan risiko penyakit kanker
    • Mencegah penyakit jantung
    • Hingga membantu dalam menurunkan berat badan

    Selain itu, orang-orang yang rutin melakukan donor darah cenderung lebih sehat dan lebih enerjik dalam kehidupannya sehari-hari. Namun perlu diketahui, ada berbagai persyaratan wajib yang harus Sahabat  Sehat penuhi agar dapat mendonorkan darah. Apa saja syaratnya ?

    Syarat Donor Darah di PMI

    Tidak semua orang yang datang ke PMI untuk donor darah akan diterima dan diambil darahnya. Sahabat Sehat, berikut adalah beberapa syarat yang wajib dipenuhi sebelum melakukan donor darah yaitu:

    Kunjungi PMI Terdekat

    PMI selalu membuka kesempatan bagi masyarakat untuk donor darah. Sahabat Sehat yang ingin melakukan donor darah hanya perlu datang ke PMI terdekat. Petugas akan membantu Sahabat Sehat prosedur donor darah, persyaratan yang harus dipenuhi seperti isi formulir, skrining kesehatan pendonor, dan petugas akan menjelaskan manfaat donor bagi pendonor dan bagi penerima donor, juga petugas akan menjelaskan bahwa proses donor darah akan berlangsung selama 5 sampai 10 menit.

    PMI biasanya akan selalu membuka donor darah setiap hari. Namun untuk jam donor bisa berbeda-beda. Oleh sebab itu, pastikan untuk mengkonfirmasi terlebih dahulu jadwal di PMI.

    Usia

    Donor di PMI tidak membedakan pria atau wanita. Ras, suku, ataupun agama tertentu. Namun petugas hanya akan menerima donor darah dari mereka yang berusia 17 hingga 65 tahun.

    Aturan ini ditetapkan untuk memastikan keselamatan pendonor. Jika usia terlalu muda ataupun terlalu tua dapat dikhawatirkan menimbulkan efek kurang baik pada tubuh pendonor.

    Kondisi Tubuh

    Pastikan tubuh dalam keadaan bugar dan sehat. Baik itu sehat secara jasmani maupun secara rohani. Merasa sehat secara fisik saja tidak cukup, petugas akan memeriksa kondisi tubuh dan memastikan:

    • Berat badan minimal 45 kilogram
    • Denyut nad teratur (sekitar 60-100 kali per menit)
    • Kadar Haeomglobin (hemoglobin) 12gr/dl bagi perempuan, dan 12,5gr/dl bagi pria
    • Tekanan darah sistolik pada rentang 100-170 mmHg
    • Tekanan darah diastolik pada rentang 70-100mmHg

    Tidak Ada Penyakit Berat yang Sedang Diderita

    Sebelum melakukan donor, ada skrining singkat yang menjadi syarat donor darah di PMI. Skrining ini untuk memastikan pendonor aman melakukan donor, dan darah berkualitas baik sehingga layak diberikan pada pasien. Biasanya pasien akan ditanya apakah memiliki penyakit yang sedang diderita saat ini.

    Beberapa penyakit yang dapat menggagalkan niat donor misalnya HIV/Aids, gangguan autoimun, serta penyakit-penyakit lain seperti kanker darah.

    Interval Donor

    Bagi Sahabat Sehat yang baru pertama kali donor mungkin tidak menjadi masalah. Namun jika ingin donor kembali, petugas hanya akan menerima donor kembali 12 minggu atau sekitar 3 bulan kemudian.

    Selain itu, petugas juga hanya akan menerima donor maksimal 5 kali dalam 2 tahun. Walaupun Sahabat Sehat ingin terus bisa bermanfaat bagi orang banyak, namun aturan ini dibuat untuk memastikan kesehatan pendonor tetap terjaga.

    Jika seluruh persyaratan diatas telah Sahabat Sehat penuhi, maka selanjutnya jaga kondisi tubuh agar selalu sehat dan bugar hingga jadwal donor darah tiba. 

    Hal Wajib Dilakukan Sebelum dan Setelah Donor Darah

    Untuk menjaga agar kondisi tubuh Sahabat tetap bugar menjelang donor darah serta setelah melakukan donor darah, maka sebaiknya lakukan beberapa tips berikut:

    Sebelum Donor

    • Tidur minimal 4 jam sebelum melakukan donor darah.
    • Untuk menjaga kualitas darah, hindari mengkonsumsi makanan berlemak.
    • Konsumsi makanan yang mengandung protein, zat besi, dan vitamin C yang tinggi.
    • Makanlah 3-4 jam sebelum melakukan donor
    • Hindari melakukan donor darah dalam keadaan perut kosong.
    • Konsumsi air putih yang cukup sebelum mendonorkan darah.
    • Hindari mengkonsumsi minuman beralkohol setidaknya sehari sebelum melakukan donor darah

    Setelah Melakukan Donor

    • Setelah melakukan donor darah, beristirahatlah di ruang tunggu minimal 10 menit
    • Konsumsi cemilan dan minuman yang diberikan petugas untuk mengganti kalori tubuh
    • Jangan langsung melepas plester pada area yang yang ditusuk jarum
    • Biarkan plester menempel minimal selama 6 jam usai melakukan donor darah
    • Hindari aktivitas berat atau mengangkat beban berat selama 12 jam agar tidak ada bengkak di area suntikan

    Nah Sahabat Sehat, itulah semua syarat donor darah di PMI yang wajib diikuti oleh pendonor maupun oleh petugas donor. Semoga donor yang Sahabat Sehat berikan bisa menjadi sumber keselamatan bagi penerima donor.

    Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Palang Merah Indonesia. Syarat Untuk Menjadi Donor Darah [Internet]. Indonesia : Palang Merah Indonesia; [cited 2021 Aug 30]
    2. World Health Organization. Blood donor selection: guidelines on assessing donor suitability for blood donation [Internet]. USA : World Health Organization. 2012 [updated 2012 Jan 01; cited 2021 Aug 30]
    3. Longhurst A. The Benefits of Donating Blood [Internet]. USA : Healthline. 2019 [updated 2019 June 26; cited 2021 Aug 30]
    4. Nall R. Donating blood: Advantages, disadvantages, and procedure [Internet]. USA : Medical News Today. 2020 [updated 2020 June 03; cited 2021 Aug 30]
    Read More
Chat Asisten Maya
di Prosehat.com