Apa Itu Luka Dekubitus dan Cara Mengatasinya?
Luka dekubitus atau yang disebut juga luka tekan (pressure ulcer) adalah luka yang terjadi akibat penekanan dalam kurun waktu lama pada kulit misal akibat berbaring, dan duduk terus menerus. Luka paling sering terjadi pada area yang paling sering tertekan seperti tumit, siku, pinggul dan tulang ekor.
Luka dekubitus biasanya terjadi pada seseorang yang menderita suatu penyakit kronis (misalnya stroke), yang menyebabkan gerakan tubuh menjadi terbatas sehingga posisi tubuh duduk atau berbaring dalam waktu yang lama.
Siapa yang Beresiko Menderita Luka Dekubitus?
Berikut ini adalah beberapa kondisi yang rentan menderita luka dekubitus :
- Pasien yang harus berbaring dalam kurun waktu lama pasca operasi
- Pasien yang mempunyai keterbatasan gerak atau tidak dapat mengubah posisi sendiri saat berbaring di tempat tidur atau di kursi roda
- Usia diatas 70 tahun, karena lansia cenderung memiliki kulit yang rapuh dan kesulitan mobilitas (kesulitan merubah posisi).
- Merokok
- Obesitas
- Penderita kekurangan energi dan protein
- Pasien yang tidak cukup minum sehingga kulit menjadi kering dan mudah timbul luka.
- Kondisi medis seperti diabetes atau tingginya gula darah sehingga menyebabkan gangguan aliran darah ke kulit.
Panggil Dokter: Layanan Perawatan Luka dari ProSehat
Gejala Luka Dekubitus
Luka dekubitus memiliki gejala yang berbeda-beda tergantung dari tingkat keparahannya. Berikut ini gejala yang dapat dialami penderita luka dekubitus :
- Perubahan warna kulit, misal kemerahan
- Rasa sakit, gatal atau terbakar di area luka
- Kulit tampak terbuka
- Kulit teraba lebih lembut atau lebih kencang di sekitarnya
- Kulit nekrosis atau jaringan mati yang tampak menghitam.
- Tampak nanah atau cairan berwarna hijau dan berbau busuk
- Demam.
Baca Juga: Benarkah Air Liur Manusia Mampu Menyembuhkan Luka?
Pengobatan Luka Dekubitus
Yang paling penting untuk pengobatan luka dekubitus adalah mengurangi tekanan atau gesekan pada luka. Namun apabila jaringan kulit telah mati (nekrosis) yang ditandai dengan tampak luka kehitaman, maka dokter akan mengangkat jaringan kulit yang sudah mati. Berikut adalah beberapa hal yang dapat Sahabat Sehat lakukan untuk mengatasi luka dekubitus :
- Mengubah posisi tubuh secara berkala
Ganti posisi tubuh pasien secara berkala, pindahkan tumpuan berat badan saat pasien berbaring setiap 1-2 jam. Gunakan kasur khusus untuk penderita luka dekubitus, yang dapat mengurangi tekanan pada area kulit tertentu dan menjaga aliran udara ke area tersebut tetap baik. Walaupun sudah menggunakan kasur decubitus, posisi pasien tetap harus diubah secara berkala.
- Perawatan luka dekubitus
Jika luka tidak terbuka, maka Sahabat Sehat dianjurkan membersihkan area kulit dengan sabun yang tidak mengandung alkohol maupun pewangi yang kuat kemudian keringkan luka. Namun jika timbul luka terbuka, tutup luka dengan menggunakan perban agar luka tidak terinfeksi dan ganti perban secara berkala.
- Operasi untuk mengangkat jaringan mati
Jaringan kulit mati yang berwarna kehitaman perlu dilakukan dengan cara dilakukan pengangkatan jaringan kulit mati oleh Dokter. Hal ini dilakukan dengan tujuan merangsang pertumbuhan kulit baru.
Baca juga: Jangan Panik! Begini Cara Mengobati Luka Jatuh Pada Anak
Nah Sahabat Sehat, itulah informasi mengenai luka dekubitus serta berbagai kondisi yang rentan menderita dekubitus. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check up, layanan fisioterapi, pemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan ProSehat.
Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.
Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia D
Ditinjau oleh: dr. Monica C
Referensi
- Mayo Clinic. Bedsores (pressure ulcers) – Symptoms and causes. USA : Mayo Clinic.
- Aditya S. LUKA AKIBAT TEKANAN (ULKUS DECUBITUS). Indonesia : Harapan Ibu Hospital.
- DerSarkissian C. What Are the Stages of Pressure Sores?. USA : Web MD.
- Dugdale D. How to care for pressure sores: MedlinePlus Medical Encyclopedia. USA : Medline Plus.
- Bard S, Lee Macon B. What You Should Know About Decubitus Ulcers. USA : Healthline.
![Apa Itu Luka Dekubitus dan Cara Mengatasinya? Luka dekubitus atau yang disebut juga luka tekan (pressure ulcer) adalah luka yang terjadi akibat penekanan dalam kurun waktu lama pada kulit misal akibat berbaring, dan duduk terus menerus. Luka paling sering terjadi pada area yang paling sering tertekan seperti tumit, siku, pinggul dan tulang ekor. Luka dekubitus biasanya terjadi pada seseorang yang menderita suatu […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Apa-itu-Luka-Dekubitus-dan-Cara-Mengatasinya.jpg)
![8 Tips Aman Berpuasa untuk Penderita Diabetes Bagi orang dengan diabetes, menjalani ibadah puasa mungkin menjadi tantangan tersendiri. Puasa diketahui memiliki dampak baik dalam pengontrolan gula darah, namun bila dilakukan tidak dengan hati-hati justru akan menyebabkan komplikasi, terutama bagi penderita diabetes. Lantas, bagaimana cara agar penderita diabetes tetap dapat menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan lancar? Pada dasarnya, penderita diabetes boleh menjalankan ibadah […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/8-Tips-Aman-Berpuasa-untuk-Penderita-Diabetes.jpg)
![Kenali Gejala Kanker Serviks Sesuai dengan Stadiumnya Kanker serviks adalah kanker yang tumbuh pada sel-sel di leher rahim. Serviks merupakan organ kewanitaan yang lokasinya di sepertiga bawah rahim, berbentuk silindris dan menonjol serta berhubungan dengan vagina. Kanker serviks berkembang secara perlahan-lahan dan menunjukkan gejalanya apabila sudah memasuki stadium lanjut. Seperti kanker pada umumnya, kanker serviks memiliki tingkat keparahan yang berbeda-beda sesuai dengan […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Kenali-Gejala-Kanker-Serviks-Sesuai-dengan-Stadiumnya.jpg)
![Guru dan Pengasuh Daycare Perlu Vaksin Flu Sebelum Sekolah Tatap Muka Flu dapat menyebar dengan cepat di tempat-tempat seperti sekolah dan pusat penitipan anak (daycare), dimana anak-anak belajar, bermain, dan kontak dekat dengan satu sama lain. Semua sekolah dan layanan anak-anak harus mengingatkan staf dan siswa tentang pola hidup bersih dan sehat serta bagaimana meminimalkan penyebaran flu, salah satunya dengan vaksinasi. Jangan Anggap Enteng Virus Flu […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Guru-dan-Pengasuh-Daycare-Perlu-Vaksin-Flu-Sebelum-Sekolah-Tatap-Muka.jpg)
![Sebelum Mudik Lebaran Lakukan Pemeriksaan Kesehatan dan Vaksinasi Setelah dua tahun masyarakat tidak bisa pulang kampung karena kasus tinggi Covid-19, Lebaran tahun 2022 kali ini Anda sudah bisa kembali bertemu keluarga di luar kota. Seperti mesin mobil yang perlu diperiksa sebelum perjalanan jauh, tubuh kita juga perlu diperiksa kesiapannya untuk pulang kampung. Pemeriksaan kesehatan dan pemberian vaksin selain vaksin Covid-19 diperlukan oleh anak […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Sebelum-Mudik-Lebaran-Lakukan-Pemeriksaan-Kesehatan-dan-Vaksinasi.jpg)
![Hati-hati Kolesterol Tinggi dan Mengganggu Lebaran Anda Makanan lebaran yang lezat umumnya berlemak tinggi, seperti ketupat sayur, opor ayam, gulai dan rendang daging, olahan daging kambing, dan kue-kuean. Dan biasanya, sayur-sayuran agak sulit ditemui sebagai penyeimbang nutrisi. Di tengah meriahnya suasana Lebaran, Sahabat Sehat perlu memperhatikan kesehatan, terutama risiko kolesterol tinggi yang dapat berdampak pada kesehatan jantung, otak, dan organ dalam. Jangan […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Hati-hati-Kolesterol-Tinggi-dan-Mengganggu-Lebaran-Anda.jpg)
![Apakah Boleh Melakukan Vaksin HPV Setelah Melahirkan? Angka kejadian kanker serviks di Indonesia mencapai 15.000 hingga 21.000 kasus setiap tahunnya. Angka ini menjadikan kanker serviks sebagai penyebab kematian nomor satu bagi perempuan di Indonesia, sekaligus menempatkan Indonesia pada urutan kedua di dunia untuk kasus kanker serviks terbanyak di dunia. Penyebaran kasus kanker serviks sebenarnya dapat dicegah, salah satunya dengan melakukan vaksinasi kanker […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Apakah-Boleh-Melakukan-Vaksin-HPV-Setelah-Melahirkan.jpg)
![Penderita Vertigo Perlukah Melakukan Fisioterapi ? Sahabat Sehat mungkin pernah mengalami pusing berputar. Kondisi ini sering disebut sebagai vertigo. Vertigo dapat dialami siapa saja, baik pria maupun wanita dari berbagai usia. Vertigo umum dapat mereda dengan sendirinya, namun dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Terdapat beberapa pilihan tatalaksana untuk keluhan vertigo, salah satunya adalah fisioterapi. Lalu apakah perlu bagi semua penderita vertigo untuk melakukan […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Penderita-Vertigo-Perlukah-Melakukan-Fisioterapi.jpg)
![Kenali 3 Vaksinasi yang Penting untuk Lansia Sahabat Sehat, seiring bertambahnya usia, sistem kekebalan tubuh manusia melemah sehingga membuat tubuh lebih sulit dalam melawan infeksi. Orang lanjut usia (lansia) lebih mungkin terkena penyakit seperti flu, radang paru-paru, dan herpes zoster, dan mengalami komplikasi yang dapat menyebabkan sakit jangka panjang, rawat inap, dan bahkan kematian. Vaksin sangat penting untuk lansia. Terlebih, jika lansia […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Kenali-3-Vaksinasi-yang-Penting-untuk-Lansia.jpg)
![10 Jenis Medical Check Up Rutin yang Perlu Dilakukan Lansia Tanggal 29 Mei 2022 yang jatuh pada hari Minggu diperingati sebagai Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN). Setiap tahunnya pada tanggal 29 Mei, HLUN dirayakan untuk mengapresiasi peran penting para lanjut usia Indonesia dalam kiprahnya mempertahankan kemerdekaan, mengisi pembangunan dan memajukan bangsa. Peringatan HLUN pada tahun 2022 kali ini memiliki suasana yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/10-Jenis-Medical-Check-Up-Rutin-yang-Perlu-Dilakukan-Lansia.jpg)
