Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 181–190 of 1354 results

  • Kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang paling mematikan bagi wanita, setelah kanker payudara. Pasalnya, sel kanker serviks dapat menyebar dan mempengaruhi fungsi organ lain sehingga menambah rasa sakit pada penderitanya.  Umumnya, gejala awal kanker serviks sulit untuk diidentifikasi dan sebagian besar baru terdeteksi saat kanker sudah berkembang ke stadium lanjut. Saat berada pada stadium […]

    Kanker Serviks Bisa Menyebar ke Paru-Paru, Cegah dengan Vaksin HPV

    Kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang paling mematikan bagi wanita, setelah kanker payudara. Pasalnya, sel kanker serviks dapat menyebar dan mempengaruhi fungsi organ lain sehingga menambah rasa sakit pada penderitanya. 

    Kanker Serviks Bisa Menyebar ke Paru-Paru, Cegah dengan Vaksin HPV

    Kanker Serviks Bisa Menyebar ke Paru-Paru, Cegah dengan Vaksin HPV

    Umumnya, gejala awal kanker serviks sulit untuk diidentifikasi dan sebagian besar baru terdeteksi saat kanker sudah berkembang ke stadium lanjut.

    Saat berada pada stadium lanjut, sayangnya sel kanker sudah menyebar ke organ sekitar, atau bahkan organ jauh. Sehingga, sejumlah gejala mulai bermunculan seperti sesak nafas, batuk darah, nyeri berkemih, penurunan berat badan, kehilangan nafsu makan, dan lain-lain.

    Jadi, bagaimana cara terbaik untuk mencegah kanker serviks dan risiko penyebaran sel kanker? Berikut penjelasannya.

    Penyebaran Sel Kanker Serviks

    Human papillomavirus (HPV) adalah virus penyebab berbagai infeksi menular seksual dan kanker serviks. Penularannya melalui kontak seksual, baik vagina, anal, maupun oral.

    Kanker serviks berkembang secara perlahan-lahan dan menunjukkan gejalanya apabila sudah memasuki stadium lanjut. Seperti kanker pada umumnya, kanker serviks memiliki tingkat keparahan yang berbeda-beda sesuai dengan perkembangannya.

    Pada umumnya, pasien tidak merasakan gejala apapun pada stadium awal. Biasanya stadium ini terdeteksi saat ia menjalani pemeriksaan Pap smear. Bila terdeteksi sedini mungkin, hal ini memungkinkan pengobatan segera dilakukan sebelum sel berkembang menjadi sel kanker.

    Seiring waktu berjalan, sel kanker mulai menyebar ke bagian bawah vagina atau dinding panggul. Sel kanker bisa menyumbat saluran kemih yang dilewati oleh urin yang bergerak menuju kandung kemih sehingga pada stadium ini pasien akan merasakan kesulitan berkemih.

    Pada kanker serviks stadium akhir, sel kanker sudah menyebar ke organ tubuh lain seperti tulang dan paru-paru. Gejalanya memiliki intensitas dan keparahan yang lebih tinggi.

    Dapatkan: Paket 2in1 Vaksinasi HPV 4 Strain *3 kali suntik + Cek Pap Smear di Klinik Bekasi Satu

    Vaksin HPV Melindungi Perempuan

    Vaksin HPV yang didapatkan saat remaja bekerja lebih efektif dalam mencegah infeksi HPV. Diketahui, vaksinasi HPV yang diberikan di usia 11-14 tahun dapat mencegah 90% kanker serviks. Oleh sebab itu, vaksin ini mulai diberikan di usia 9 tahun dan diutamakan bagi mereka yang belum pernah melakukan hubungan seksual.

    Vaksinasi HPV diberikan dalam 2 dosis jika dilakukan antara usia 9-14 tahun atau sebanyak 3 dosis jika penerima berusia 15 tahun ke atas. Ada dua jenis vaksin HPV, yaitu HPV bivalen (mencakup HPV tipe 16 dan 18) dan quadrivalen (mencakup HPV tipe 6, 11, 16, dan 18). HPV tipe 6 dan 11 adalah jenis yang sering menyebabkan penyakit infeksi menular seksual seperti kutil kelamin. Jenis ini bisa juga diberikan kepada laki-laki.

    Selain mengutamakan vaksinasi HPV, pemeriksaan deteksi dini kanker serviks juga perlu dilakukan berkala bagi perempuan yang sudah berhubungan seksual. Hal ini akan sangat membantu rekomendasi pemeriksaan lanjut dan pengobatan jika tampak hasil yang mencurigakan. Sehingga, kanker serviks dan potensinya untuk menyebar ke organ lain dapat dicegah.

    Baca Juga: Kapan Waktu yang Tepat Bagi Perempuan untuk Pap Smear?

    Layanan Vaksinasi HPV Prosehat di Klinik Kasih Bekasi Satu

    Untuk melindungi diri dari virus HPV penyebab kanker serviks, Sahabat Sehat dianjurkan untuk mendapatkan vaksin HPV sejak remaja. Vaksin HPV saat sudah banyak tersedia di fasilitas-fasilitas kesehatan milik pemerintah maupun swasta, seperti Prosehat.

    Harga vaksin HPV yang ditawarkan pun bervariasi tergantung dari jenis vaksin HPV yang dipilih dan fasilitas kesehatan yang menyelenggarakannya. Harga vaksin HPV di RS swasta dimulai dari kisaran ratusan ribu hingga sekitar dua juta rupiah per sekali suntik. 

    Sementara, Layanan Vaksinasi HPV Prosehat yang berlokasi di salah satu klinik mitra Prosehat, yaitu Klinik Kasih Bekasi Satu, menyediakan beragam paket layanan vaksinasi HPV, diantaranya:

    Layanan Vaksinasi HPV di Klinik Kasih Bekasi Satu
    Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Untuk Anak) *1 kali suntik Rp 990.000,-
    Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain *1 kali suntik Rp 990.000,-
    Vaksinasi Kanker Serviks HPV 2 Strain *1 kali suntik  Rp 1.100.000,-
    Paket 2in1 Vaksinasi HPV 4 Strain *1 kali suntik + Cek Pap Smear Rp 1.650.000,-
    Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Usia < 13 Tahun) *2 kali suntik  Rp 1.900.000,-
    Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain *3 kali suntik  Rp 2.800.000,-
    Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Ibu dan Anak Perempuan 10 -13 Tahun)  Rp 4.880.000,-
    Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Ibu dan Anak Perempuan > 13 Tahun)  Rp 5.850.000,-
    Paket Vaksinasi Pranikah Standar  Rp 6.200.000,-
    Paket Vaksinasi Pranikah Lengkap  Rp 7.500.000,-

    *harga dapat berubah sewaktu-waktu

    Baca Juga: Perdarahan Setelah Hubungan Intim, Waspadai Gejala Kanker Serviks

    Sahabat Sehat, ayo vaksinasi HPV segera agar Anda terlindungi bersama Prosehat. Layanan vaksinasi HPV di Bekasi ini diperuntukan bagi anak dan dewasa, laki-laki dan perempuan. 

    Kenapa harus vaksin HPV di Klinik Kasih Bekasi Satu Prosehat? 

    • Sahabat bebas tanya jawab dengan Maya seputar vaksinasi
    • Produk vaksin yang Asli
    • Proses pembayaran yang mudah
    • Jadwal Vaksinasi Yang Fleksibel
    • Ditangani oleh tenaga kesehatan professional
    • Kenyamanan Vaksin di Rumah

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Fk.ui.ac.id. 2022. Ternyata Tidak Sulit untuk Cegah Kanker Serviks – Info Sehat FKUI.
    2. Mayo Clinic. 2022. Cervical cancer – Symptoms and causes.
    3. Medicalnewstoday.com. 2022. Cervical cancer: Symptoms, causes, stages, and treatment.
    4. Prosehat.com. 2022. Buat Janji ProSehat | Bebas Antri di Klinik, Lab dan RS | Imunisasi Anak, Vaksinasi Dewasa, Cek Lab, Medical Check Up, Konsultasi Dokter.
    Read More
  • Pada dua tahun pertama anak, banyak imunisasi yang terjadwal bersamaan. Misalnya di bulan kedua, bayi akan menerima vaksin DPT, Polio, Hib, PCV, dan rotavirus. Mungkin Moms bertanya-tanya apakah hal ini aman untuk dilakukan. Apakah akan ada efek dari pemberian beberapa jenis vaksin dalam waktu yang sama? Kombinasi Vaksin Diuji Terlebih Dahulu Data ilmiah menunjukkan bahwa […]

    Apa Efek Imunisasi PCV dan Rotavirus Bersamaan Pada Anak?

    Pada dua tahun pertama anak, banyak imunisasi yang terjadwal bersamaan. Misalnya di bulan kedua, bayi akan menerima vaksin DPT, Polio, Hib, PCV, dan rotavirus. Mungkin Moms bertanya-tanya apakah hal ini aman untuk dilakukan. Apakah akan ada efek dari pemberian beberapa jenis vaksin dalam waktu yang sama?

    Apa Efek Imunisasi PCV dan Rotavirus Bersamaan Pada Anak

    Apa Efek Imunisasi PCV dan Rotavirus Bersamaan Pada Anak?

    Kombinasi Vaksin Diuji Terlebih Dahulu

    Data ilmiah menunjukkan bahwa mendapatkan beberapa vaksin sekaligus tidak menyebabkan masalah kesehatan kronis. Sejumlah penelitian telah dilakukan untuk melihat efek pemberian berbagai kombinasi vaksin.

    Vaksin yang diberikan izin artinya sudah diuji bersama dengan vaksin yang direkomendasikan untuk anak usia tertentu. Contohnya adalah imunisasi PCV dan rotavirus yang diberikan bersamaan di usia 2, 4, dan 6 bulan.

    Berdasarkan informasi ini, organisasi kesehatan anak merekomendasikan untuk mendapatkan semua vaksin rutin anak tepat waktu. CDC juga menjelaskan bahwa vaksinasi rotavirus tidak mengganggu respon antibodi terhadap vaksinasi lain jika diberikan bersamaan, termasuk pemberian vaksin PCV.7

    Dapatkan: Paket Imunisasi Pneumonia (PCV-13) + Rotavirus ke Rumah

    Manfaat Imunisasi PCV

    Imunisasi PCV dilakukan dengan tujuan mengurangi risiko terinfeksi bakteri Streptococcus pneumoniae, yaitu bakteri penyebab pneumonia (paru-paru basah), septikemia dan meningitis (radang selaput otak).

    Vaksin PCV diberikan kepada anak-anak berusia 2 bulan hingga 5 tahun. Vaksin PCV dapat mencegah infeksi hingga 23 jenis bakteri Streptococcus pneumonia.1 Berikut ini adalah jenis-jenis vaksinnya:

    • Pneumococcal Conjugate Vaccine 13 (PCV 13)

    Melindungi tubuh dari 13 jenis bakteri penyebab pneumonia. Vaksin ini diberikan untuk bayi, anak-anak dan juga dewasa.

    • Pneumococcal Polysaccharide Vaccine 23 (PPSV 23)

    Vaksin tipe ini melindungi tubuh dari 23 jenis bakteri penyebab pneumonia. Vaksin PPSV 23 diberikan untuk lansia, dewasa dan anak berusia lebih dari 2 tahun. Selain itu, vaksin ini dapat diberikan untuk mereka yang memiliki kebiasaan merokok.

    Vaksin PCV pada anak-anak, diberikan pada usia dibawah 1 tahun, dengan dosis 3 kali yaitu pada usia 2, 4 dan 6 bulan.

    Baca Juga: 8 Alasan Anak Perlu Disuntik Vaksin PCV

    Manfaat Imunisasi Rotavirus

    Rotavirus merupakan penyebab diare paling banyak menginfeksi bayi dan anak-anak di seluruh dunia. Diare juga merupakan penyakit yang tingkat kematiannya tinggi. Karena itu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan vaksinasi rotavirus dalam program imunisasi nasional di seluruh dunia, terutama di negara-negara berkembang dimana sanitasi air dan kebersihan lingkungannya rendah seperti Indonesia.

    Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan pemberian imunisasi anak rotavirus mulai usia 2 bulan. Terdapat dua macam vaksin rotavirus di Indonesia, yakni:

    • Vaksin Rotateq: diberikan sebanyak 3 dosis. Dosis pertama ketika anak berusia 6-14 minggu, dosis kedua berjarak 4-8 minggu setelah dosis pertama dan dosis ketiga paling lama saat anak berusia 8 bulan.
    • Vaksin Rotarix: diberikan sebanyak 2 dosis, dosis pertama untuk anak berusia 10 minggu, dosis kedua ketika usia anak 14 minggu dan maksimal berusia 6 bulan.

    Vaksin Rotavirus diberikan secara oral dengan diteteskan ke mulut si kecil. Oleh karena itu, ada resiko dimuntahkan kembali. Sehingga, dianjurkan untuk memberikan vaksin secara perlahan karena tidak dianjurkan untuk mengulang pemberian vaksin jika dimuntahkan.

    Baca Juga: Imunisasi Rotavirus Mencegah Kematian Bayi Karena Diare

    Prosehat menyediakan layanan vaksinasi PCV dan rotavirus yang bisa dilakukan di klinik Prosehat Grand Wisata Bekasi Satu dan Palmerah Jakarta Barat, maupun di rumah. Layanan vaksinasi di Prosehat adalah pilihan terbaik bagi Sahabat Sehat karena aman, nyaman, dan mudah penjadwalan dan pelaksanaannya.

    Harga layanan vaksinasi rotavirus di klinik mulai dari Rp. 450.000 dan layanan vaksinasi rotavirus di rumah mulai dari Rp. 700.000. sedangkan untuk vaksinasi combo PCV-13 dan Rotavirus di Rumah mulai dari Rp. 1.600.000.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Budi Santoso, D. and Kaswandani, Sp.A(K), D., 2017. Sekilas Vaksin Pneumokokus. Ikatan Dokter Anak Indonesia.
    2. Adiputra, d., 2021. Rumah Sakit dengan Pelayanan Berkualitas – Siloam Hospitals.
    3. Garcia, d., 2021. Vaksinasi Pneumonia dan Jenisnya. Rumah Sakit Terbaik Berstandarisasi Internasional | Ciputra Hospital.
    4. Centers for Disease Control and Prevention. n.d. Prevent pneumonia.
    5. Soetandio SpA, M.Si.Med, d., n.d. Vaksin Rotavirus, Apa Manfaatnya dan Kapan Diberikan – Primaya Hospital.
    6. Prabandini Sasongko, d., 2018. Imunisasi Rotavirus.
    7. Center of Disease Control and Prevention. 2022. Vaccines and Preventable Diseases; Rotavirus Vaccine.
    Read More
  • Kurang darah atau anemia memiliki gejala yang hampir mirip dengan gejala penyakit ringan lainnya, seperti pusing, tampak pucat, hingga tubuh yang lemas. Oleh sebab itu, banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya menderita anemia. Padahal, anemia perlu dideteksi sejak dini agar dapat diobati dengan segera untuk mempercepat proses penyembuhan. Sahabat Sehat, apa saja gejala anemia […]

    Sering Alami Lemas dan Pucat? Waspadai Gejala Kurang Darah

    Kurang darah atau anemia memiliki gejala yang hampir mirip dengan gejala penyakit ringan lainnya, seperti pusing, tampak pucat, hingga tubuh yang lemas. Oleh sebab itu, banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya menderita anemia.

    Padahal, anemia perlu dideteksi sejak dini agar dapat diobati dengan segera untuk mempercepat proses penyembuhan. Sahabat Sehat, apa saja gejala anemia atau kurang darah ? Mari simak penjelasan berikut.

    Sering Alami Lemas dan Pucat Waspadai Gejala Kurang Darah

    Sering Alami Lemas dan Pucat? Waspadai Gejala Kurang Darah

    Pengertian Kurang Darah

    Kurang darah atau yang dikenal dengan istilah anemia merupakan sebuah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin dalam mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh. Sehingga organ-organ lainnya tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya karena kurangnya asupan oksigen. Kondisi inilah yang akhirnya memicu muncul gejala anemia atau kurang darah. 

    Anemia memiliki gejala yang beragam dan tergantung pada penyebabnya. Misalnya anemia yang disebabkan karena kekurangan zat besi, kekurangan vitamin B12 atau akibat terjadinya perdarahan yang serius. Apabila Sahabat Sehat mengalami salah satu beberapa gejala berikut ini, sebaiknya segera kunjungi dokter. 

    Dapatkan: Layanan Medical Check Up dari ProSehat

    Tanda dan Gejala Kurang Darah 

    Secara umum, orang yang menderita kurang darah atau anemia dapat mengalami beberapa tanda dan gejala seperti berikut :

    Kelelahan

    Tanda paling umum dari orang yang kekurangan darah adalah hilangnya energi, mudah lelah, atau kelelahan. Untuk menentukan apakah seseorang mengalami kurang darah memang tidak dapat dinilai hanya dari gejala ini saja, sebab ada berbagai faktor lain yang dapat menyebabkan badan terasa lemas dan lesu. 

    Oleh karena itu, apabila Sahabat Sehat merasa kelelahan yang tidak seperti biasanya, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebab pastinya. Selain itu untuk mencegah terjadinya kondisi ini, cukupilah asupan zat besi serta vitamin B12 dan vitamin C yang banyak ditemukan pada daging merah, sayuran, buah-buahan, atau multivitamin. 

    Saat tubuh tidak memiliki hemoglobin yang cukup, maka semua sel dan jaringan tubuh Anda akan kekurangan oksigen secara otomatis. Akhirnya, jantung harus bekerja lebih keras agar sel darah merah tetap mengalir dan mengangkut oksigen keseluruh tubuh. Hal ini yang menyebabkan penderita anemia atau kurang darah mengalami kelelahan.

    Tampak Pucat

    Hemoglobin adalah zat pemberi warna merah pada darah. Sementara jaringan kulit memiliki banyak pembuluh darah kecil. Saat sirkulasi darah lancar, kulit akan merona kemerahan. Namun sebaliknya apabila kadar hemoglobin rendah, maka kulit akan tampak berwarna pucat. 

    Kulit yang pucat adalah salah satu gejala umum kurang darah atau anemia. Meski gejala ini dapat terlihat di seluruh bagian tubuh, tetapi paling jelas terlihat pada gusi, wajah, bagian dalam bibir, kelopak mata bawah, dan punggung kuku. 

    Detak Jantung Meningkat

    Menurut sebuah penelitian, kurang darah atau anemia dapat membebani sistem kardiovaskular (jantung). Pada penderita kurang darah atau anemia, tubuh secara otomatis akan kekurangan oksigen karena kadar hemoglobin yang rendah. Akhirnya, pengiriman oksigen ke seluruh tubuh terhambat dan dapat mempengaruhi sistem kardiovaskular dan jaringan otot terkait lainnya. Jika dialami berkepanjangan dapat menyebabkan kerusakan pada organ penting seperti jantung dan otak. 

    Baca Juga: Awas Gejala EDS, Biang Penyebab Mengantuk Sepanjang Hari

    Sakit Kepala dan Nafas Terengah-engah

    Selain menyebabkan kelelahan ekstrim dan kelemahan otot akibat kurangnya kadar oksigen dalam darah, kurang darah atau anemia juga dapat menyebabkan sakit kepala, nafas terengah-engah, hingga pingsan. 

    Gejala ini biasanya terjadi secara tiba-tiba saat hendak berdiri atau sedang melakukan aktivitas fisik. Kondisi ini kerap kali membuat penderitanya kesulitan menjalani aktivitas sehari-harinya dengan normal. 

    Kram Kaki

    Kram kaki sangat umum terjadi pada penderita kurang darah atau anemia yang sedang melakukan aktivitas fisik. Kondisi ini biasanya dialami oleh mereka yang menderita anemia ringan, dan dianggap sebagai gejala biasa karena mereka masih mampu berjalan, berlari, atau berdiri dalam waktu lama. Namun pada penderita anemia berat, kram kaki akan terasa amat menyakitkan walau sedang istirahat sekalipun. 

    Sulit Berkonsentrasi

    Hemoglobin merupakan protein pembawa oksigen pada sel darah merah. Kurangnya kadar hemoglobin tidak hanya mempengaruhi produksi sel darah merah dan pengiriman oksigen ke organ tubuh, otot, dan jaringan tubuh saja. Jumlah hemoglobin yang rendah turut dapat mempengaruhi suasana hati, kemampuan berkonsentrasi, dan tingkat energi. 

    Gangguan Tidur

    Insomnia atau gangguan tidur lainnya, seperti sindrom kaki gelisah sangat umum dialami pada anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lansia yang kekurangan zat besi. Kekurangan zat besi merupakan salah satu penyebab kurang darah atau anemia. Apabila penderita anemia dengan gejala gangguan tidur ini mengkonsumsi suplemen zat besi, maka gejala sindrom kaki gelisah dan insomnia perlahan akan berkurang.

    Baca Juga: Apa Saja Risiko Kurang Konsumsi Buah dan Sayur?

    Nah, Sahabat Sehat, itulah mengenai gejala kurang darah atau disebut juga Anemia. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

     

    Referensi

    1. Medical News Today. Anemia: Symptoms, treatments, types, and causes. USA : Medical News Today.
    2. WebMD. Anemia. USA : WebMD.
    3. Mayo Clinic. Anemia – Symptoms and causes. USA : Mayo Clinic.
    4. National Institute of Health. Your Guide To Anemia. USA L National Institute of Health.
    Read More
  • Menyambut hari spesial, Sahabat Sehat sebagai calon pengantin perlu berada dalam kondisi kesehatan yang prima. Tidak hanya pada saat hari pernikahan, kesehatan perlu dijaga juga setelah hari besar itu. Salah satu hal yang perlu dimasukkan ke dalam persiapan pernikahan adalah vaksinasi human papillomavirus (HPV). Vaksinasi ini memiliki manfaat besar bagi pasangan yang hendak menikah. Pasalnya, […]

    Mengapa Calon Pengantin Perlu Vaksin HPV? Ini Penjelasannya

    Menyambut hari spesial, Sahabat Sehat sebagai calon pengantin perlu berada dalam kondisi kesehatan yang prima. Tidak hanya pada saat hari pernikahan, kesehatan perlu dijaga juga setelah hari besar itu.

    Mengapa Calon Pengantin Perlu Vaksin HPV Ini Penjelasannya

    Mengapa Calon Pengantin Perlu Vaksin HPV Ini Penjelasannya

    Salah satu hal yang perlu dimasukkan ke dalam persiapan pernikahan adalah vaksinasi human papillomavirus (HPV). Vaksinasi ini memiliki manfaat besar bagi pasangan yang hendak menikah. Pasalnya, Vaksin HPV diketahui mampu melindungi perempuan dari penyakit kanker serviks dan laki-laki dari kanker penis serta infeksi menular seksual. Kanker serviks sendiri disebabkan oleh virus HPV yang ditularkan saat berhubungn seksual.

    Yuk simak kapan waktu terbaik untuk mendapatkan vaksinasinya.

    Jadwal Pemberian Vaksin HPV

    Pemberian vaksin HPV dilakukan sebagai langkah pencegahan kanker serviks. Vaksin ini sebenarnya sudah boleh diberikan mulai usia 9 tahun pada anak perempuan dan laki-laki sebagaimana direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). 

    Pada dasarnya, respon kekebalan tubuh akan lebih kuat apabila vaksin diberikan pada usia muda karena tingkat kekebalan tubuh yang masih tinggi. Sehingga, vaksin jadi lebih efektif.

    Menurut jadwal imunisasi terbaru Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pemberian vaksin HPV direkomendasikan dilakukan sebanyak dua kali bagi anak berusia 9 hingga 14 tahun dengan jeda 6-15 bulan dari suntikan pertama. 

    Sedangkan pada anak usia 15 tahun ke atas, imunisasi HPV diberikan sebanyak tiga kali dengan jadwal dosis kedua 1 bulan setelah dosis pertama, dan dosis ketiga 6 bulan setelah dosis pertama.

    Apabila jadwal pemberian vaksin terlewat, Anda tidak perlu mengulang dari awal dan cukup dengan melengkapi dosis vaksin untuk kanker serviks yang terlewat sebelumnya.

    Dapatkan: Layanan Paket Vaksinasi Pranikah ke Rumah

    Jenis Vaksin HPV

    Ada banyak sekali jenis virus HPV, namun tipe 6, 11, 16, 18, 31, 33, 45, 52, dan 58 adalah jenis yang paling banyak menginfeksi laki-laki dan perempuan. Maka, vaksinasi HPV yang beredar saat ini pun mencakup keempat tipe tersebut. 

    Berikut beberapa jenis vaksin HPV yang tersedia, yakni:

    • Cervarix. Jenis vaksin ini umumnya dimanfaatkan untuk mencegah kanker serviks dan pra vaksin jenis ini juga mampu mencegah infeksi HPV-16 dan HPV-18 yang menjadi penyebab kanker. Vaksin HPV ini ditujukan hanya untuk wanita. 
    • Gardasil. Digunakan untuk mencegah kanker dan pra kanker serviks, vulva, vagina, dan anus. Selain untuk mencegah infeksi yang disebabkan HPV-16, HPV-18, jenis vaksin ini juga dapat menangkal infeksi HPV-6 dan HPV-11 sebagai penyebab kutil kelamin.
    • Gardasil 9. Cakupan vaksin ini lebih luas dari Gardasil sebelumnya, yakni dapat mencegah infeksi HPV-31, HPV-33, HPV-45, HPV-52, dan HPV-58 yang berkaitan erat sebagai penyebab kanker serviks. Untuk laki-laki, Gardasil 9 dapat diberikan pada usia 9 – 15 tahun. 

    Besarnya manfaat vaksinasi HPV dalam menekan angka kanker serviks juga telah mendorong pemerintah dalam menambah jumlah imunisasi wajib di Indonesia, dari 11 vaksin menjadi 14 vaksin, termasuk vaksin Human Papilloma Virus (HPV).

    Baca Juga: Waspadai Berbagai Risiko Komplikasi Akibat Kanker Serviks

    Layanan Vaksinasi HPV Ke Rumah Bersama ProSehat

    Layanan vaksinasi adalah salah satu layanan unggulan di Prosehat. Selain dapat dilakukan di klinik mitra Prosehat, Anda dapat mendapatkan layanan vaksinasi di rumah sehingga Sahabat Sehat tidak perlu khawatir dan repot jika harus keluar rumah.

    Mengapa perlu vaksinasi bersama Prosehat:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Sedangkan untuk daftar harganya adalah sebagai berikut:

    Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain  Rp 1.700.000
    Paket Pemeriksaan 2in1 Vaksinasi HPV 4 Strain *1 kali suntik + Cek Pap Smear Rp 1.700.000
    Paket Pemeriksaan 2in1 Vaksinasi HPV 4 Strain *3 kali suntik + Cek Pap Smear Rp 4.800.000
    Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain Grup 2 Orang *3 kali suntik Rp 6.000.000
    Paket Vaksinasi Pranikah Standar  Rp 7.000.000
    Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain Grup 4 Orang *3 kali suntik Rp 11.040.000 

    Baca Juga: Kapan Waktu yang Tepat Bagi Perempuan untuk Pap Smear?

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Puribunda.com. 2022. Ini Pentingnya Vaksin Kanker Serviks.
    2. suara.com. 2022. Ingin Nikah, Calon Pengantin Wajib Vaksin HPV.
    3. Cdc.gov. 2022. hpv vaccine.
    4. Idai.or.id. 2022. Sekilas tentang vaksin HPV.
    5. Kemkes.go.id. 2022. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
    6. ProSehat. 2022. Mencari vaksin HPV • ProSehat.
    Read More
  • Bagi Moms yang anaknya masih balita, yuk kita perhatikan kembali jadwal imunisasinya agar dapat mempersiapkannya dengan lebih baik. Tidak hanya dari segi jadwal, tapi juga dana. Moms, usia berapa sekarang Si Kecil? Apakah sudah dilengkapi imunisasinya bulan ini? Imunisasi penting untuk diberikan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Hal ini bertujuan untuk melindungi Si Kecil […]

    Yuk Moms, Cek Lagi Jadwal Imunisasi Balita Anda

    Bagi Moms yang anaknya masih balita, yuk kita perhatikan kembali jadwal imunisasinya agar dapat mempersiapkannya dengan lebih baik. Tidak hanya dari segi jadwal, tapi juga dana.

    Moms, usia berapa sekarang Si Kecil? Apakah sudah dilengkapi imunisasinya bulan ini? Imunisasi penting untuk diberikan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Hal ini bertujuan untuk melindungi Si Kecil dari berbagai penyakit menular dengan cara pembentukan kekebalan tubuh.

    Yuk Moms, Cek Lagi Jadwal Imunisasi Balita Anda

    Moms, usia berapa sekarang Si Kecil? Apakah sudah dilengkapi imunisasinya bulan ini? Imunisasi penting untuk diberikan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Hal ini bertujuan untuk melindungi Si Kecil dari berbagai penyakit menular dengan cara pembentukan kekebalan tubuh.

    Yuk Moms, simak informasinya di bawah ini.

    Jadwal Imunisasi Balita Terbaru

    Kementerian Kesehatan RI dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah merekomendasikan tahapan imunisasi dasar yang dapat diberikan kepada anak. 

    Berikut ini adalah 7 imunisasi dasar yang wajib bagi anak, yaitu:

    • Hepatitis B diberikan pada balita untuk melindunginya dari penyakit radang hati. 
    • OPV atau oral polio vaccine melindungi anak dalam jangka panjang dari penularan infeksi virus polio.
    • BCG melindungi dari penyakit tuberkulosis atau TBC/ TB. 
    • DPT adalah imunisasi yang diberikan untuk mencegah tiga macam penyakit, yaitu difteri, pertusis dan tetanus. 
    • HiB melindungi tubuh dari infeksi bakteri haemophilus influenzae tipe B (HiB).
    • MR/ MMR (measles, mumps, rubella) adalah vaksin untuk mencegah penyakit campak, gondongan, dan rubella (campak Jerman). 
    • HPV adalah vaksin yang digunakan untuk melindungi tubuh dari infeksi human papillomavirus (HPV) penyebab kanker serviks dan jenis kanker lainnya, serta beberapa infeksi menular seksual.

    Baca Juga: Guru dan Pengasuh Daycare Perlu Vaksin Flu Sebelum Sekolah Tatap Muka

    Dan 7 imunisasi yang direkomendasikan bagi anak:

    • PCV melindungi dari kuman penyebab pneumonia (paru-paru basah) dan meningitis.
    • Rotavirus efektif mencegah diare dapat yang berdampak fatal.
    • Influenza memberikan kekebalan terhadap virus flu yang rentan diderita oleh anak.
    • Japanese encephalitis (JE) melindungi dari virus penyebab radang otak.
    • Varisela diberikan pada anak agar ia terlindungi dari cacar air.
    • Hepatitis A melindungi dari virus yang menyebabkan peradangan hati.
    • Tifoid melindungi dari bakteri Salmonella typhi penyebab sakit tipes.

    Jadwal Imunisasi Nasional

    Jadwal imunisasi anak dapat Moms lihat di Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA) yang biasanya diberikan oleh pihak fasilitas kesehatan untuk ibu hamil. 

    Jadwalnya adalah sebagai berikut:

    • Saat lahir : Hepatitis B (HB)
    • Usia 1 bulan : BCG, OPV
    • Usia 2 bulan : HB, OPV, DTP, HiB, PCV, Rotavirus
    • Usia 3 bulan : HB, OPV, DTP, HiB
    • Usia 4 bulan : HB, OPV, DTP, HiB, PCV, Roativurs
    • Usia 6 bulan : PCV, Rotavirus, Influenza
    • Usia 9 bulan : MR, JE
    • Usia 12 bulan : PCV booster, Varisela, Hepatitis A
    • Usia 18 bulan : HB booster, OPV booster, DTP booster, HiB booster, Influenza booster, MR/ MMR
    • Usia 24 bulan : Tifoid, JE booster jika berada di daerah endemis
    • Usia 5 tahun : DTP booster, MR/ MMR booster, Tifoid booster
    • Usia 9 tahun : HPV

    Moms, itulah jadwal lengkap imunisasi anak yang telah dikeluarkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Pastikan Moms memberikan imunisasi sesuai jadwal. Tapi, kalau ada imunisasi yang terlewat, jangan segan untuk tetap melanjutkan atas rekomendasi jadwal dari dokter. Hal ini penting sekali agar efek perlindungan dari imunisasi dapat tercapai setelah dosis lengkap.

    Bagi Moms yang terbatas waktu atau ruang geraknya, Prosehat hadir dengan layanan imunisasi ke rumah. Dengan adanya layanan ini diharapkan semua anak mendapatkan imunisasi lengkap sepanjang masa kecilnya tanpa terkecuali.

    Baca Juga: Apa Manfaat Imunisasi Influenza dan Efek Sampingnya Bagi Anak

    Kisaran harga layanan imunisasi anak ke rumah oleh Prosehat adalah sebagai berikut:

    Layanan Imunisasi ke Rumah
    Imunisasi Hepatitis B Rp 480.000
    Imunisasi Flu 4 Strain Anak (usia 6 bulan ke atas) Rp 550.000
    Imunisasi Combo 5 (DPT – Hib – Hepatitis B)  Rp 550.000
    Imunisasi Campak Rp 570.000
    Imunisasi Rotavirus  Rp 700.000
    Imunisasi BCG  Rp 720.000
    Imunisasi Hepatitis A (untuk Anak)  Rp 770.000
    Imunisasi Polio (Suntik) Rp 800.000
    Imunisasi Measles, Mumps dan Rubella (MMR)  Rp 900.000
    Paket Imunisasi Flu 4 Strain Anak *2 kali suntik Rp 990.000
    Paket Imunisasi Balita 3 tahun (Hepatitis A + Flu 4 Strain) Rp 1.050.000
    Paket Imunisasi Measles, Mumps dan Rubella (MMR) + Flu 4 Strain  Rp 1.100.000
    Paket Imunisasi Combo 5 (DPT, Hib, Polio)  Rp 1.200.000
    Imunisasi Pneumonia (PCV-13) Anak  Rp 1.200.000
    Paket Imunisasi Bayi 9 Bulan – MR + Flu 4 Strain Rp 1.200.000
    Paket Imunisasi Combo 6 (DPTa, Hep B, IPV, Hib)  Rp 1.250.000
    Paket Imunisasi Hepatitis B (untuk Anak) (3 kali suntik) Rp 1.360.000
    Paket Imunisasi Pneumonia (PCV-13) + Flu 4 Strain Rp 1.400.000
    Paket Imunisasi Hepatitis A (untuk Anak) (2 kali suntik) Rp 1.440.000
    Paket Imunisasi Pneumonia (PCV-13) + Rotavirus Rp 1.600.000
    Paket Imunisasi Measles, Mumps dan Rubella (MMR) + Pneumonia (PCV-13) Rp 1.750.000
    Paket Imunisasi Rotavirus ke Rumah (3 kali suntik) Rp 2.000.000

    Dapatkan: Paket Imunisasi Balita 18 Bulan ke Rumah

    Moms, segera jadwalkan imunisasi Si Kecil bersama Prosehat. Jika Moms memerlukan konsultasi dokter untuk mengejar imunisasi yang tertinggal, Moms bisa chat terlebih dahulu dengan dokter Prosehat.

    Jika Moms membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Apabila Moms memerlukan informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Sehat Negeriku. 2022. Imunisasi Kejar, Lengkapi Imunisasi Dasar Anak yang Tertunda.
    2. covid19.go.id. 2022. Bulan Imunisasi Anak Nasional Digelar.
    3. ProSehat. 2022. ProSehat sedia Imunisasi Anak – • ProSehat.
    4. Media, K., 2022. Jadwal Imunisasi Dasar Anak yang Wajib Diketahui Orangtua Halaman all – Kompas.com.
    Read More
  • Memang osteoartritis pada lansia adalah masalah yang umum terjadi. Namun sebenarnya risiko osteoartritis bisa dicegah dan dihindari. Tentunya jika dilakukan dengan konsisten. Untuk melakukannya dengan baik dan konsisten tentunya Sahabat Sehat perlu mengetahui hal-hal seputar osteoartritis, mulai dari penyebab, risiko kesehatan yang terjadi akibat osteoartritis, hingga pengobatan yang dibutuhkan. Lansia beresiko menderita berbagai penyakit degeneratif […]

    Mengapa Lansia Rentan Mengalami Osteoartritis?

    Memang osteoartritis pada lansia adalah masalah yang umum terjadi. Namun sebenarnya risiko osteoartritis bisa dicegah dan dihindari. Tentunya jika dilakukan dengan konsisten. Untuk melakukannya dengan baik dan konsisten tentunya Sahabat Sehat perlu mengetahui hal-hal seputar osteoartritis, mulai dari penyebab, risiko kesehatan yang terjadi akibat osteoartritis, hingga pengobatan yang dibutuhkan.

    Mengapa Lansia Rentan Mengalami Osteoartritis

    Mengapa Lansia Rentan Mengalami Osteoartritis?

    Lansia beresiko menderita berbagai penyakit degeneratif (penyakit yang timbul akibat proses penuaan), salah satu jenis penyakit degeneratif yaitu Osteoartritis (OA) yang kerap disebut juga sebagai pengapuran sendi. Berdasarkan data Riskesdas pada tahun 2018, tercatat lansia yang menderita penyakit sendi mencapai 37,5% dengan jenis penyakit meliputi osteoarthritis, asam urat, rheumatoid arthritis dan osteoporosis. Apa itu osteoarthritis dan mengapa lansia rentan menderita osteoarthritis ? Mari simak penjelasan berikut.

    Apa Itu Osteoarthritis?

    Osteoarthritis adalah peradangan kronis pada sendi, terutama sendi pada anggota gerak tubuh) yang terjadi akibat kerusakan pada tulang rawan sendi. Osteoarthritis merupakan salah satu jenis radang sendi yang paling sering terjadi terutama pada lansia.

    Gejala yang dialami sebagai tanda mengalami osteoartritis yaitu sendi terasa kaku, nyeri dan bengkak. Osteoarthritis dapat menyerang semua sendi. Namun paling sering dialami pada sendi anggota gerak tubuh, seperti tangan, lutut, pinggul, serta punggung.

    Panggil Dokter: Periksa ataupun Perawatan ke Rumah

    Mengapa Lansia Lebih Rentan Terkena Osteoartritis?

    Osteoarthritis dapat menyerang usia muda hingga usia lanjut. Penyebab osteoarthritis pada usia muda berbeda dengan penyebab saat usia lanjut. Pada usia muda, osteoarthritis dapat disebabkan karena cedera (baik karena olahraga, kecelakaan atau faktor keturunan). Sedangkan pada lansia, biasanya osteoartritis disebabkan karena lemahnya sendi dan tulang seiring dengan pertambahan usia.

    Selain menyebabkan sendi dan tulang menjadi kaku, produksi cairan pelumas sendi atau (disebut juga cairan sinovial) juga berkurang. Sehingga lansia rentan mengalami gesekan antar tulang rawan pada sendi sehingga lambat laun tulang rawan menjadi menipis dan menimbulkan gejala fisik sampai mengganggu aktivitas sehari-hari (tidak bisa berjalan akibat nyeri saat berjalan).

    Baca Juga: Benarkah Fisioterapi Bantu Atasi Saraf Terjepit ?

    Faktor Risiko Terjadinya Osteoartritis pada Lansia

    Banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa osteoarthritis dapat disebabkan karena faktor lingkungan dan juga faktor dari tubuh sendiri. Berikut adalah berbagai faktor resiko terjadinya osteoarthritis pada lansia:

    Usia

    Resiko terjadinya osteoarthritis akan meningkat pada usia diatas 65 tahun. Namun demikian, remaja bahkan anak-anak bisa mengalami osteoartritis. Terutama jika di usia muda mengalami kecelakaan yang berakibat masalah pada persendian.

    Keturunan

    Resiko meningkat pada orang yang memiliki riwayat kondisi yang serupa dengan keluarga. Jika orang tua mengalami osteoartritis karena faktor genetik, ada kemungkinan anak juga akan mengalami hal yang sama. Munculnya osteoartritis akibat genetik ini bisa terjadi pada saat berusia muda, atau saat sudah berusia lanjut.

    Jenis Kelamin

    Wanita mengalami pengapuran sendi lebih banyak apabila dibandingkan dengan pria. Kondisi ini dikaitkan dengan berkurangnya hormon estrogen pada perempuan setelah haid terhenti (menopause). Namun demikian, osteoartritis akibat kecelakaan, terutama kecelakaan kerja lebih sering terjadi pada pria.

    Kelebihan Berat Badan

    Kelebihan berat badan atau obesitas akan memberikan tekanan lebih besar pada persendian, tulang rawan dan tulang terutama pada anggota gerak bawah (kaki). Hal berikut yang menyebabkan terjadinya pengapuran pada lutut sehingga nantinya akan membatasi pergerakan pada lansia.

    Pekerjaan

    Pekerjaan yang melibatkan sendi seperti instruktur olahraga, atlet angkat beban, pengangkut barang dan lain sebagainya yang mengakibatkan tekanan berlebih pada lutut akan menyebabkan terjadinya radang sendi lebih mudah terjadi.

    Cedera Sendi

    Cedera sendi pada seseorang yang mengalami kecelakaan atau terjatuh dapat menyebabkan pengapuran pada sendi dan terjadi osteoarthritis.

    Penyakit Lainnya

    Mempunyai penyakit lain pada sendi seperti rheumatoid arthritis, asam urat juga akan meningkatkan resiko terjadinya radang sendi atau osteoarthritis.

    Baca Juga: Penderita Vertigo Perlukah Melakukan Fisioterapi ?

    Penanganan Osteoartritis Pada Lansia

    Membiarkan osteoartritis pada lansia dapat meningkatkan rasa sakit akibat pengapuran sendi. Selain itu, risiko sendi menjadi tidak berfungsi total akan sangat besar. Berikut adalah berbagai penanganan untuk mengatasi osteoartritis pada lansia, yaitu: 

    Pemberian obat-obatan

    Untuk meredakan nyeri akibat radang sendi, Sahabat Sehat dapat mengkonsumsi obat pereda radang. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai keluhan yang dialami.

    Fisioterapi

    Pada penderita Osteoartritis dianjurkan melakukan latihan gerak atau fisioterapi untuk memperkuat otot, tulang, dan sendi sehingga mengurangi rasa nyeri dan kaku

    Prosedur Operasi

    Operasi pada penderita osteoarthritis dapat dilakukan guna memperbaiki atau mengganti sendi yang rusak. Cara ini sangat efektif namun tentunya membutuhkan biaya yang cukup besar.

    Rutin Berolahraga

    Pilih olahraga ringan seperti berenang, jalan santai, bersepeda dan yoga agar memperkuat tulang, sendi dan otot tubuh. Jangan terlalu memaksakan diri jika dirasa tulang dan sendi sudah terasa ngilu atau sakit untuk mencegah cidera yang diakibatkan berolahraga di usia lanjut.

    Menurunkan Berat Badan

    Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, salah satu penyebab osteoarthritis yaitu akibat berat badan berlebih. Maka Sahabat Sehat dianjurkan menerapkan pola hidup sehat dan seimbang untuk menjaga berat badan tetap ideal.

    Baca Juga: Inilah Berbagai Jenis Terapi Pasca Stroke Agar Cepat Pulih

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai osteoarthritis pada lansia atau orang berusia lanjut. Salah satu cara menjaga kesehatan sendi adalah dengan mengkonsumsi buah, sayur, serta susu. Jika Sahabat Sehat membutuhkan produk susu khusus lansia, segera manfaatkan layanan pesan-antar Prosehat. Sahabat Sehat juga bisa menjadwalkan layanan home care dari Prosehat saat persendian terasa sakit. Anda hanya perlu menunggu di rumah dan tim medis Prosehat akan datang melayani.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

     

    Referensi

    1. Geriatri Lansia Sehat Bahagia. Waspada Osteoartritis pada Lansia.
    2. Geriatri Lansia Sehat Bahagia. Mengenali Penyakit Kronis pada Lansia: Osteoartritis.
    3. National Institute on Aging. Osteoarthritis.
    4. Morrison, M.D. W. Osteoarthritis (OA) Risk Factors and Causes.
    5. American Nurse. Managing knee osteoarthritis in older adults.
    Read More
  • Dalam menghadapi pandemi Covid-19, negara-negara di seluruh dunia telah mengambil serangkaian langkah-langkah kesehatan masyarakat dan sosial, seperti pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), penutupan sementara sekolah dan perkantoran secara sebagian atau penuh, karantina wilayah tertentu, hingga pelarangan perjalanan mancanegara. Namun, seiring berubahnya situasi epidemiologi penyakit ini, negara-negara telah menyesuaikan (melonggarkan atau memberlakukan kembali) langkah-langkah tersebut termasuk […]

    Langkah-Langkah Pencegahan Risiko Penularan Covid-19 di Tempat Kerja

    Dalam menghadapi pandemi Covid-19, negara-negara di seluruh dunia telah mengambil serangkaian langkah-langkah kesehatan masyarakat dan sosial, seperti pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), penutupan sementara sekolah dan perkantoran secara sebagian atau penuh, karantina wilayah tertentu, hingga pelarangan perjalanan mancanegara.

    Langkah-Langkah Pencegahan Risiko Penularan Covid-19 di Tempat Kerja

    Langkah-Langkah Pencegahan Risiko Penularan Covid-19 di Tempat Kerja

    Namun, seiring berubahnya situasi epidemiologi penyakit ini, negara-negara telah menyesuaikan (melonggarkan atau memberlakukan kembali) langkah-langkah tersebut termasuk di Indonesia. 

    Dengan menurunnya intensitas transmisi, Pemerintah telah membuka kembali tempat kerja secara perlahan guna mempertahankan berlangsungnya kegiatan ekonomi. Untuk pembukaan kembali aktivitas perkantoran ini, dibutuhkan sejumlah langkah perlindungan seperti arahan atau edukasi seputar pencegahan Covid-19 terkait pembatasan fisik, etika batuk dan bersin, mencuci tangan, hingga pemantauan suhu tubuh, serta pemantauan atas kepatuhan terhadap langkah-langkah ini. 

    Sahabat Sehat, bagaimana cara mencegah penularan Covid-19 di lingkungan kerja ? Mari simak penjelasan berikut.

    Penilaian Risiko Tempat Kerja

    Virus penyebab Covid-19 umumnya menular melalui percikan (droplet) dari saluran pernapasan seperti batuk atau bersih, atau akibat kontak dengan permukaan yang terkontaminasi. Paparan Covid-19 dapat terjadi kapanpun dan dimanapun, tanpa terkecuali di tempat kerja, dalam perjalanan dinas kerja, serta di perjalanan saat berangkat atau pulang kerja. 

    Dapatkan: Layanan Pemeriksaan Covid-19 ke Kantor

    Risiko paparan terkait pekerjaan tergantung pada kemungkinan kontak erat atau sering berkontak dengan orang yang mungkin terinfeksi Covid-19, dan melalui kontak dengan permukaan atau benda yang terkontaminasi. Tingkat-tingkat risiko berikut ini dapat membantu menilai risiko Covid-19 di tempat kerja sehingga dapat merencanakan langkah pencegahannya di tempat kerja selain menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan, seperti:

    • Risiko Paparan Rendah 

    Yang termasuk dalam kategori resiko paparan rendah yakni pekerjaan atau tugas pekerjaan tanpa kontak erat yang sering dengan masyarakat umum dan rekan kerja lain, pengunjung, pelanggan atau klien, atau kontraktor yang tidak memerlukan kontak dengan orang yang diketahui atau dicurigai terpapar Covid-19. Kontak antara pekerja, masyarakat dan rekan kerja lain bersifat minimal. 

    • Risiko Paparan Sedang 

    Yang termasuk didalamnya yakni pekerjaan yang mengharuskan pekerja kontak erat dengan masyarakat umum dan rekan kerja lain, pengunjung, pelanggan atau klien, atau kontraktor. 

    • Risiko Paparan Tinggi 

    Yang termasuk dalam kategori ini yakni berbagai pekerjaan yang kontak erat dengan orang-orang yang diketahui atau dicurigai terinfeksi Covid-19, serta kontak dengan benda dan permukaan yang kemungkinan besar telah terkontaminasi dengan virus Covid-19. Contohnya seperti para pekerja sektor kesehatan, transportasi umum tanpa pemisah antara penumpang dengan pengemudi, pemberian bantuan rumah tangga atau perawatan di rumah pada orang-orang yang mengidap Covid-19, dan kontak dengan jenazah atau orang yang diketahui atau dicurigai mengidap Covid-19 saat meninggal. 

    Meski dalam satu tempat kerja, pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan dapat memiliki risiko yang berbeda-beda. Untuk itu, penilaian risiko ini perlu dilakukan secara spesifik pada setiap tempat kerja dan pekerjaan  atau kategori pekerjaan. Selain itu, setiap kali penilaian risiko dilakukan, perlu dipertimbangakan lingkungan, tugas, sumber daya yang tersedia, hingga alat pelindung diri. 

    Baca Juga: Walau Mirip, Ini Cara Membedakan Flu Biasa dengan Covid

    Langkah Pencegahan Penularan Covid-19 Di Tempat Kerja

    Kebijakan dalam menutup atau membuka kembali tempat kerja harus disesuaikan dengan risiko, kapasitas serta aturan dari Pemerintahan pusat. Langkah umum pencegahan penularan Covid-19 ini berlaku untuk semua tempat kerja dan semua orang di tempat kerja tanpa terkecuali, meliputi:

    • Menjaga Kebersihan Tangan 

    Mencuci tangan secara teratur dan menyeluruh menggunakan sabun dan air bersih yang mengalir atau bersihkan tangan menggunakan hand sanitizer berbahan dasar alkohol saat sesapainyany di kantor, sebelum bekerja, sebelum makan, secara berkala saat bekerja, terutama setelah menyentuh barang atau permukaan umum, setelah dari kamar mandi, setelah kontak dengan sekresi, dan cairan tubuh, setelah melakukan kontak dengan rekan kerja atau pelanggan, maupun sebelum menyentuh mata, hidung, dan mulut. Fasilitas membersihkan tangan, seperti tempat mencuci tangan atau pembersih tangan yang ditempatkan pada tempat-tempat yang terlihat jelas dan mudah diakses oleh semua orang. 

    • Kebersihan Pernapasan

    Tempat kerja perlu melakukan sosialisasi etika batuk dan bersin agar dijalankan oleh semua karyawan. Pastikan masker medis dan tisu tersedia di tempat kerja bagi yang mengalami pilek atau batuk di tempat kerja, serta tempat sampah tertutup sehingga dapat dibuang secara higienis. Buat kebijakan penggunaan masker yang baik dan benar sesuai dengan panduan Pemerintah. 

    • Menjaga Jarak Fisik

    Terapkan menjaga jarak minimal 1 meter antara karyawan, serta hindari kontak fisik langsung dengan orang lain, batasi akses masuk bagi orang luar dengan ketat, kelola antrian dengan memberikan tanda di lantai dan pembatas. Kurangi kepadatan orang di dalam bangunan (maksimal 1 orang per 10 meter persegi). 

    Pemberian jarak minimal 1 meter antara satu stasiun kerja dengan stasiun kerja lainnya dan ruangan bersama, seperti pada pintu masuk/keluar, kantin, lift, tangga, dan sebagainya.  Minimalisasi kebutuhan rapat secara fisik, alihkan dengan menggunakan fasilitas telekonferensi.  Hindari kepadatan dengan cara membuat jam kerja bergilir untuk mengurangi menumpuknya karyawan di ruangan bersama seperti pada pintu masuk/keluar. 

    Implementasikan atau tingkatkan gilir kerja atau tim terbagi pemisahan tim, atau bekerja dari jarak jauh. Tunda atau hentikan acara-acara tempat kerja di mana para peserta melakukan kontak dalam waktu yang lama, termasuk perkumpulan sosial. 

    • Kurangi dan Kelola Perjalanan Dinas 

    Batalkan atau tunda perjalanan nonesensial atau yang tidak mendesak ke daerah-daerah dimana angka kasus Covid-19 meningkat. Berikan hand sanitizer kepada para pekerja yang terpaksa harus melakukan perjalanan, himbau para pekerja untuk selalu mematuhi instruksi dari badan-badan pemerintah di tempat tujuan perjalanan, serta berikan arahan tentang siapa yang harus dihubungi jika pekerja merasa sakit di tengah perjalanan. 

    Para pekerja yang baru kembali dari suatu tempat di mana ada kasus penularan Covid-19 di masyarakat harus memantau sendiri gejala yang mungkin muncul selama 14 hari, seperti mengukur suhu tubuh dua kali sehari. Apabila merasa tidak sehat, pekerja harus tinggal di rumah, mengisolasi diri, serta menghubungi tenaga medis. 

    Baca Juga: 3 Penyebab Seseorang Bisa Kena Covid Lagi Setelah Sembuh

    • Desinfeksi Lingkungan Kantor Secara Berkala 

    Pembersihan dilakukan dengan menggunakan sabun atau detergen, cairan desinfektan, air, dan tindakan mekanis (menyikat dan menggosok) untuk membersihkan kotoran, debu, dan material-material lain dari permukaan. Setelah selesai, desinfeksi dilakukan untuk menonaktifkan (membunuh) mikroorganisme dan patogen  lain di permukaan benda. 

    Disinfeksi diprioritaskan untuk seluruh permukaan yang sering disentuh (pada area umum yang sering digunakan, seperti pegangan pintu dan jendela, tombol lampu, remote AC, peralatan dapur, permukaan kamar mandi, toilet dan keran, layar sentuh pada gawai pribadi, papan ketik komputer, serta permukaan kerja). 

    Siap sedia larutan desinfektan dan gunakan sesuai dengan instruksi dari pabrik, termasuk instruksi dalam melindungi kesehatan dan keselamatan petugas desinfeksi, penggunaan alat pelindung diri, serta tidak mencampurkan desinfektan-desinfektan kimia yang berbeda. 

    Di tempat kerja, melakukan desinfektan secara rutin pada permukaan di lingkungan umum melalui fogging (pengabutan) atau penyemprotan biasanya tidak direkomendasikan karena tidak efektif membersihkan kontaminan di luar zona yang menerima semprotan langsung dan dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan, mata, dan kulit, serta dampak toksik lainnya. 

    Untuk tempat kerja luar ruangan, belum ada cukup bukti yang mendukung rekomendasi penyemprotan atau pengasapan berskala besar. Penyemprotan desinfektan pada orang (seperti di dalam bilik, terowongan, atau kotak) tidak direkomendasikan untuk keadaan apa pun.

    • Komunikasi, Pelatihan, dan Edukasi Risiko 

    Sediakan poster, video, dan papan perpesanan elektronik untuk mensosialisasikan Covid-19 kepada pekerja dan mempromosikan praktik-praktik perorangan yang aman di tempat kerja. Gandeng pekerja untuk memberikan umpan balik tentang langkah-langkah pencegahan dan efektivitasnya. Sosialisasi secara berkala mengenai risiko Covid-19 dengan menggunakan sumber informasi resmi, seperti WHO dan badan-badan pemerintahan, serta tekankan efektivitas penerapan langkah-langkah perlindungan dan melawan rumor serta misinformasi.

    Kelompok pekerja yang rentan seperti pekerja ekonomi informal dan pekerja migran, pekerja subkontrak, wiraswasta, dan pembantu rumah tangga, serta pekerja di bidang platform kerja digital perlu dijangkau dengan memberikan perhatian khusus dan memudahkan akses ke pelayanan kesehatan. Bagi pekerja yang merasa kurang sehat atau mengalami gejala mirip Covid-19 harus dibiarkan untuk tetap tinggal di rumah, mengisolasi diri, serta menghubungi dokter atau layanan informasi Covid-19 setempat.

    Di tempat dengan transmisi terjadi penularan masyarakat dengan laju yang tinggi, jika pekerjaan tetap dilanjutkan, mungkinkan konsultasi jarak jauh dengan dokter (telemedicine) jika ada, atau memberi pilihan untuk menghilangkan persyaratan surat keterangan medis bagi karyawan yang sakit sehingga karyawan tersebut dapat tetap tinggal di rumah. 

    Semua pekerja harus didorong untuk memonitor kesehatannya sendiri secara mandiri, yang dapat dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan mengukur suhu tubuhnya secara berkala. Skrining suhu tubuh di tempat kerja perlu menjadi pertimbangan hanya jika sejumlah langkah pencegahan dan pengendalian Covid-19 dijalankan di tempat kerja dan disertai dengan komunikasi risiko. 

    Prosedur operasi standar tatalaksana orang yang sakit di tempat kerja dan dicurigai mengidap Covid-19 perlu disusun, seperti menempatkan orang tersebut di ruang isolasi, membatasi jumlah orang yang berkontak, menggunakan alat pelindung diri, serta melakukan pembersihan dan desinfeksi lanjutan. Menghubungi dinas kesehatan. Mendaftarkan kehadiran dan catatan rapat untuk memfasilitasi atau menjalankan pelacakan kontak. 

    Orang yang melakukan kontak erat di tempat kerja dengan orang yang terkonfirmasi Covid-19 harus dikarantina selama 14 hari sejak terakhir kali berkontak sesuai rekomendasi WHO.

    Baca Juga: Panduan Cara Pencegahan dan Penanganan Covid Varian Delta

    Nah, Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai langkah mencegah penularan Covid-19 di lingkungan kerja. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Monica Cynthia Dewi

     

    Referensi

    1. World Health Organization. Pertimbangan Langkah-Langkah Kesehatan Masyarakat dan Sosial di Tempat Kerja Dalam Konteks Covid-19. USA : World Health Organization.
    2. Centers for Disease Control and Prevention. COVID-19 ARCHIVED WEBPAGE. USA :  Centers for Disease Control and Prevention.
    3. Centers for Disease Control and Prevention. SARS-CoV-2 Testing Strategy: Considerations for Non-Healthcare Workplace. USA : Centers for Disease Control and Prevention.
    4. US Equal Employment Opportunity Commission. What You Should Know About COVID-19 and the ADA, the Rehabilitation Act, and Other EEO Laws. USA : U.S. Equal Employment Opportunity Commission.
    Read More
  • Sahabat Sehat sebagai calon pengantin biasanya sangat disibukkan dengan persiapan pernikahan meskipun dibantu oleh jasa wedding organizer. Tapi, apakah Sahabat Sehat sudah memasukkan vaksinasi pra nikah ke dalam check list persiapan pernikahan? Hmmm… Memang perlu ya? Ya, vaksinasi pra nikah sangat penting dilakukan sebagai salah satu persiapan pranikah untuk mencegah terjadinya penyakit serius setelah menikah.  […]

    Inilah 6 Vaksinasi Pra Nikah Yang Sangat Dianjurkan

    Sahabat Sehat sebagai calon pengantin biasanya sangat disibukkan dengan persiapan pernikahan meskipun dibantu oleh jasa wedding organizer. Tapi, apakah Sahabat Sehat sudah memasukkan vaksinasi pra nikah ke dalam check list persiapan pernikahan? Hmmm… Memang perlu ya?

    Ya, vaksinasi pra nikah sangat penting dilakukan sebagai salah satu persiapan pranikah untuk mencegah terjadinya penyakit serius setelah menikah. 

    Inilah 6 Vaksinasi Pra Nikah Yang Sangat Dianjurkan

    Inilah 6 Vaksinasi Pra Nikah Yang Sangat Dianjurkan

    Vaksinasi pra nikah penting dilakukan untuk melindungi Anda dan pasangan. Terutama bagi wanita karena penyakit-penyakit menular ini dapat memberikan dampak negatif pada kandungan dan kehamilan.

    Yuk pahami pentingnya vaksinasi pra nikah dan jenis-jenis vaksin yang diperlukan.

    6 Jenis Vaksinasi Pra Nikah yang Direkomendasikan 

    Vaksin HPV (Human Papillomavirus)

    Virus HPV merupakan penyebab dari sejumlah penyakit kanker dan infeksi menular seksual. Kedua jenis penyakit ini dapat menginfeksi laki-laki dan perempuan dan menular melalui hubungan seksual. Pada perempuan, virus HPV paling sering menyebabkan kanker serviks. Sedangkan pada laki-laki banyak menyebabkan kanker anus dan penis.

    Paling idealnya, pemberian vaksin HPV dilakukan sebelum hubungan seksual pertama kali agar lebih efektif. Vaksinasi diberikan sebanyak tiga kali dengan jeda 0, 1, 6 bulan. Berbeda dengan jadwal vaksinasi HPV bagi anak-anak usia 9-14 tahun yang hanya membutuhkan 2 kali dosis dengan jeda 6-15 bulan dari suntikan pertama.

    Namun, jika jadwal pemberian vaksin terlewat, Anda tidak perlu mengulangnya dari awal. Cukup dengan melengkapi dosis yang terlewat.

    Dapatkan: Paket Vaksinasi Pranikah Lengkap ke Rumah

    Vaksin Hepatitis B

    Hepatitis B merupakan salah satu vaksin yang wajib diberikan pada anak usia 0 hingga 5 tahun. Meski sudah mendapatkan vaksin ini saat kecil, bagi Anda yang berencana akan menikah juga disarankan untuk melakukan booster vaksinasi hepatitis B sebagaimana direkomendasikan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI).

    Hal ini karena penularan penyakit hepatitis B dapat terjadi melalui berbagai cara, seperti hubungan intim, pemakaian barang pribadi bersama, serta dapat ditularkan kepada bayi saat proses persalinan.

    Vaksin DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus) atau TT (Tetanus Toxoid)

    Vaksinasi TT diwajibkan bagi calon pengantin wanita. Namun, jika sebelumnya sudah menerima vaksin DPT, Anda tak perlu lg melakukannya. Sebab, vaksin DPT sudah mencakup pencegahan tiga jenis penyakit, yakni difteri, pertusis, dan tetanus. 

    Pemberian vaksin ini direkomendasikan secara berulang setiap 10 tahun sekali.

    Baca Juga: Kapan Waktu yang Tepat Bagi Perempuan untuk Pap Smear?

    Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella)

    Vaksin pranikah selanjutnya yang direkomendasikan untuk calon pengantin adalah vaksin MMR. Vaksin ini dapat membantu mencegah Anda dari penyakit campak, gondongan, dan rubela. Hal ini sangat penting sebagai pelindung sebelum kehamilan.

    Jika salah satu penyakit tersebut dialami oleh wanita hamil, maka berisiko keguguran atau bayi lahir cacat. Pemberian vaksin ini tidak dianjurkan saat wanita hamil, karena dapat berbahaya bagi janinnya.

    Maka, waktu terbaik untuk vaksinasi MMR adalah sebelum menikah atau tiga bulan sebelum merencanakan kehamilan.

    Vaksin Cacar (Varisela)

    Cacar air merupakan penyakit sangat menular yang disebabkan oleh infeksi virus Varicella zoster (VZV). Saat seseorang terinfeksi penyakit ini, maka akan muncul ruam kulit khas yang membentuk lepuhan kecil dan gatal dan kemudian berkeropeng. Tanda ini biasanya dimulai di dada, punggung, wajah, dan kemudian menyebar keseluruh tubuh. 

    Jika penyakit ini terjadi pada wanita hamil, maka risiko janin lahir cacat akan meningkat. Sama seperti vaksin MMR, vaksin ini tidak boleh diberikan saat masa kehamilan.

    Vaksin influenza (Flu)

    Penyakit influenza adalah salah satu penyakit yang sering disepelekan karena biasanya orang salah membedakan dengan batuk pilek biasa (common cold). Virus influenza menyerang saluran pernapasan, yaitu hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Ibu hamil yang terinfeksi virus flu lebih berisiko membutuhkan perawatan inap di rumah sakit bahkan kematian.

    Disamping itu, virus flu adalah salah satu virus yang sering menyebabkan orang dewasa izin dari pekerjaan karena sakit. Sehingga, penyakit ini dapat mengganggu produktivitas seseorang. Oleh sebab itu, baik laki-laki maupun wanita, vaksin influenza menjadi penting untuk diberikan.

    Sahabat Sehat, mencegah suatu penyakit tentunya lebih mudah dibanding mengobati penyakit. Vaksinasi tidak menjamin 100% bahwa seseorang tidak akan terinfeksi penyakit. Namun dengan vaksinasi, tubuhnya sudah lebih dahulu mengenali berbagai macam kuman sehingga ia mampu melawannya jika terinfeksi tanpa harus sakit berat dan mengalami komplikasi yang berbahaya.

    Oleh sebab itu, bagi pasangan yang hendak menikah sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi pranikah agar Anda memiliki pertahanan tubuh yang prima saat menikah dan hamil. 

    Baca Juga: Cek Fakta: Ini Dia Fungsi Vaksin HPV Pada Pria?

    Nah sahabat sehat, itulah enam jenis vaksin pranikah yang direkomendasikan untuk calon pengantin. Vaksinasi pranikah bisa Anda dapatkan di ProSehat, mulai dari harga Rp. 610.000. Vaksinasi dijamin asli serta ditangani oleh dokter profesional. Jadi tunggu apa lagi? Vaksinasi sekarang demi kesehatan Anda, pasangan, dan calon buah hati Anda.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Peraturan.bpk.go.id. 2022. Permenkes No. 12 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi [JDIH BPK RI]
    2. cdc.gov. 2022. adult combined schedule.
    3. Parents. 2022. What Vaccines Do You Need Before and During Pregnancy?.
    4. LWW. 2022. Recommended adult immunization schedule for ages 19 years… : JAAPA.
    5. ProSehat. 2022. Mencari vaksin pranikah • ProSehat.
    Read More
  • Moms, pernahkah Si Kecil mengalami diare saat bayi? Pasti sedih rasanya ketika melihat anak sakit, apalagi bila terlihat lemas tidak seperti biasanya. Buang air besar lebih dari tiga kali sehari dengan tekstur cair atau encer disebut diare. Bila tidak ditangani dengan baik, anak dapat mengalami kekurangan cairan berlebihan atau dehidrasi yang dapat berakibat fatal. Rotavirus […]

    Imunisasi Rotavirus Mencegah Kematian Bayi Karena Diare

    Moms, pernahkah Si Kecil mengalami diare saat bayi? Pasti sedih rasanya ketika melihat anak sakit, apalagi bila terlihat lemas tidak seperti biasanya. Buang air besar lebih dari tiga kali sehari dengan tekstur cair atau encer disebut diare. Bila tidak ditangani dengan baik, anak dapat mengalami kekurangan cairan berlebihan atau dehidrasi yang dapat berakibat fatal.

    Rotavirus adalah jenis virus yang menyebabkan peradangan pada saluran pencernaan. Infeksi rotavirus menjadi salah satu penyebab diare yang paling sering terjadi pada bayi dan anak-anak, terutama di negara-negara dengan sanitasi yang kurang baik.

    Imunisasi Rotavirus Mencegah Kematian Bayi Karena Diare

    Imunisasi Rotavirus Mencegah Kematian Bayi Karena Diare

    Diare merupakan penyebab tertinggi kematian pada anak balita secara global yang mencapai sekitar 525.000 kematian setiap tahunnya. Di Indonesia diare merupakan penyakit endemis dan juga merupakan penyakit potensial KLB (Kejadian Luar Biasa) yang sering disertai dengan kematian.

    Kabar baiknya, risiko terinfeksi diare akibat rotavirus ini dapat diminimalkan dengan memberikan vaksin rotavirus pada anak sejak usia dini.

    Rotavirus Banyak di Tempat Ramai

    Penularan rotavirus cepat menyebar di tempat-tempat ramai yang banyak dikunjungi anak, seperti tempat penitipan anak, taman bermain, dan sekolah. Penyebaran virus ini dapat terjadi oleh para pekerja apabila mereka tidak mencuci tangan dengan benar setelah beraktivitas, terutama setelah menggunakan toilet. 

    Virus rotavirus dapat bertahan hingga 10 hari setelah gejala mereda. Selama 10 hari tersebut, virus bisa saja menyebar dengan mudah pada anak-anak saat terjadi kontak melalui tangan atau mulut. 

    Dapatkan: Paket Imunisasi Rotavirus ke Rumah 

    Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

    Pada awalnya, virus ini terdapat pada feses orang yang telah terinfeksi. Orang yang terinfeksi namun belum menunjukkan gejala tetap bisa menularkannya ke orang lain dan lingkungan sekitarnya.

    Untuk mencegah infeksi, orang dewasa dan anak harus selalu menjaga kebersihan diri. Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah dari kamar mandi atau sebelum makan harus dibiasakan sejak dini.

    Vaksin Rotavirus Efektif Cegah Diare Akut

    Mengingat fatalnya dampak dari diare, langkah pencegahan yang lebih lanjut perlu diambil. Diare yang disebabkan oleh rotavirus dapat dicegah dengan memberikan vaksin rotavirus sebagaimana direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Vaksin ini efektif  melindungi 85-96% dari diare yang disebabkan oleh rotavirus.

    Dosis primer rotavirus dapat diberikan pertama kali pada anak di usia 2 bulan, dan diberikan kembali di usia 4 dan 6 bulan. Vaksin ini boleh diberikan bersamaan dengan vaksin-vaksin yang lain seperti Hepatitis B, polio, DTP, HiB, dan PCV.

    Ada dua jenis vaksin rotavirus yang beredar di Indonesia, yakni:

    • Rotateq

    Jenis imunisasi rotavirus ini termasuk dalam vaksin rotavirus pentavalent, sehingga anak perlu mendapatkannya sebanyak 3 kali. 

    Berikut jadwal imunisasi rotavirus pentavalent yang direkomendasikan IDAI tahun 2020:

    • Bayi usia 2 bulan
    • Bayi usia 4 bulan
    • Bayi usia 6 bulan

    Pemberian vaksin ini diberi jeda 4-10 minggu dan harus selesai saat anak memasuki usia 32 minggu atau 8 bulan.

    • Rotarix

    Imunisasi berikutnya adalah Rotarix monovalent, dengan pemberian sebanyak dua kali. Pertama saat anak berusia 10 minggu dan kedua saat anak berusia 14 minggu. Pemberian vaksin Rotarix ini maksimal saat anak usia 6 bulan. 

    Baca Juga: Hati-Hati Diare Rotavirus Menyerang Anak Anda !

    Harga Vaksin Rotavirus

    Berdasarkan dua jenis vaksin rotavirus yang telah dijelaskan di atas, harga setiap jenis vaksin juga memiliki perbedaan, yakni berkisar dari Rp 280 ribu hingga Rp 500 ribuan, tergantung pada ketersediaan vaksin dan klinik atau rumah sakit yang menyediakan. 

    Berikut adalah kisaran biaya layanan vaksinasi ke rumah bersama Prosehat:

    Imunisasi Rotavirus ke Rumah (1 kali suntik) Rp 700.000
    Paket Imunisasi Rotavirus ke Rumah (3 kali suntik) Rp 2.000.000

     

    Sedangkan, biaya layanan vaksinasi rotavirus di klinik mitra Prosehat, yakni:

    Imunisasi Rotavirus di Klinik Kasih Palmerah Rp 450.000
    Imunisasi Rotavirus di Klinik Kasih Bekasi Satu Rp 450.000

    Baca Juga: Cegah Diare Anak Akibat Rotavirus dengan Vaksinasi

    Moms juga bisa memilih paket imunisasi bagi anak 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan sehingga Moms tidak perlu berulang kali menjadwalkan vaksinasinya.

    Paket Imunisasi Bayi 2 Bulan ke Rumah – Combo 6 (DTPa-IPV-Hib-Hep B) + BCG + Pneumonia (PCV-13) + Rotavirus Rp. 3.300.000
    Paket Imunisasi Bayi 4 Bulan ke Rumah – Combo 6 (DTPa-IPV-Hib-Hep B) + Pneumonia (PCV-13) + Rotavirus Rp. 2.500.000
    Paket Imunisasi Bayi 6 Bulan ke Rumah – Pneumonia (PCV13) + Rotavirus + Flu 4 Strain Rp. 2.200.000

    Baca Juga: Imunisasi yang Diperlukan Anak di Tahun Pertamanya

    Nah Moms, ayo segera lindungi anak dari virus rotavirus yang rentan menginfeksi bayi dan anak. Layanan ini dapat dilakukan di klinik mitra Prosehat atau di rumah untuk agar Moms dan Si Kecil tidak perlu repot untuk keluar rumah dan antri. 

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. who.int. 2022. vaccines/rotavirus.
    2. who.int. 2022. diseases/rotavirus.
    3. cdc.gov. 2022. vaccines/rotavirus.
    4. Idai.or.id. 2022. IDAI | Masalah Saluran Cerna Anak: Penyebab dan Mengatasinya.
    5. nhs.uk. 2022. Rotavirus vaccine overview.
    Read More
  • Ketahui Dampak Diabetes saat Hamil. Diabetes merupakan salah satu jenis penyakit jangka panjang (kronis) yang ditandai dengan peningkatan gula dalam darah. Pada penderita diabetes, kadar gula yang tinggi dalam darah dapat menyebabkan banyak masalah pada organ-organ tubuh. Contohnya dapat menyebabkan komplikasi pada mata, ginjal, jantung, dan lainnya. Namun bagaimana bila yang menderita diabetes adalah ibu […]

    Kenali Dampak Diabetes Saat Hamil Bagi Kondisi Janin

    Ketahui Dampak Diabetes saat Hamil. Diabetes merupakan salah satu jenis penyakit jangka panjang (kronis) yang ditandai dengan peningkatan gula dalam darah.

    Kenali Dampak Diabetes Saat Hamil Bagi Kondisi Janin

    Kenali Dampak Diabetes Saat Hamil Bagi Kondisi Janin

    Pada penderita diabetes, kadar gula yang tinggi dalam darah dapat menyebabkan banyak masalah pada organ-organ tubuh. Contohnya dapat menyebabkan komplikasi pada mata, ginjal, jantung, dan lainnya. Namun bagaimana bila yang menderita diabetes adalah ibu yang sedang hamil. 

    Sahabat Sehat, apa dampak pada janin jika ibu hamil menderita diabetes? Mari simak penjelasan berikut.

    Diabetes Pada Kehamilan

    Seorang ibu dapat mengalami beberapa tipe diabetes pada saat kehamilan. Diabetes tersebut dapat terjadi sebelum kehamilan (yaitu Diabetes Tipe 1 atau Tipe 2), maupun Diabetes Gestasional yakni kondisi ketika ibu hamil tidak memiliki riwayat penyakit diabetes namun menderita diabetes selama hamil. 

    Pada kondisi Diabetes Gestasional, setelah melahirkan maka kadar gula darah ibu yang mengalami tipe ini akan kembali normal. Namun jika kadar gula darah tidak kembali normal maka akan didiagnosa sebagai Diabetes Tipe 2. 

    Dapatkan: Paket Pemeriksaan Awal Kehamilan

    Dampak yang Dialami Janin Jika Kadar Gula Darah Ibu Hamil Meningkat 

    Kondisi gula darah yang tinggi saat hamil dapat mempengaruhi kondisi janin karena peredaran darah ibu terhubung dengan peredaran darah janinnya. Berikut adalah beberapa dampak gula darah tinggi bagi janin:

    Cacat Lahir

    Pembentukan organ-organ tubuh seperti otak, jantung, paru, dan ginjal terjadi pada saat 8 minggu pertama kehamilan. Kadar gula darah yang tinggi dapat mempengaruhi proses pembentukan organ tersebut sehingga dapat timbul cacat pada organ-organ tersebut.

    Berat Bayi Berlebih

    Gula darah yang berlebih dapat menyebabkan berat badan janin menjadi berlebih dibandingkan usianya, kondisi ini disebut Makrosomia. Tubuh janin dapat memproduksi insulin untuk menggunakan gula yang berlebih ini. Tubuh janin akan mengubah gula yang berlebih tersebut menjadi deposit lemak sehingga janin akan bertubuh besar. Kelainan ini yang dapat menyulitkan proses persalinan karena bayi yang besar cenderung lebih sulit untuk dilahirkan.

    Baca Juga: Awas, Batuk Saat Hamil Berbahaya Bagi Janin! Ini Solusinya

    Lahir Prematur

    Dalam sebuah penelitian didapatkan bahwa ibu yang menderita diabetes saat hamil memiliki risiko untuk melahirkan janinnya secara terlalu cepat atau prematur.8 Kondisi diabetes saat hamil dapat menyebabkan air ketuban menjadi berlebih sehingga dapat merangsang kelahiran yang lebih cepat dari seharusnya.

    Gangguan Pernafasan Setelah Lahir

    Janin memerlukan waktu untuk bertumbuh dan berkembang dalam rahim ibunya. Salah satunya adalah untuk “mematangkan” parunya untuk persiapan proses bernafas saat ia di lahirkan. Apabila kelahiran tersebut terjadi sebelum waktunya atau prematur, maka paru-paru dari janin belum siap. Keadaan ini dapat mengakibatkan gangguan pernapasan bagi janin saat lahir.

    Gula Darah Rendah

    Selamat dalam rahim ibu yang mengalami diabetes, janin dapat memproduksi hormon insulin yang tinggi untuk dapat menggunakan gula dalam darah yang tinggi. Saat bayi lahir maka aliran gula darah yang tinggi dari ibunya berhenti namun tubuhnya masih memproduksi insulin dalam jumlah yang tinggi. Hal ini dapat menyebabkan rendahnya kadar gula darah bayi. Kondisi gula darah yang rendah dapat mengakibatkan kesadarannya menurun, gangguan jantung, hingga kejang.

    Baca Juga: 5 Tanda Gejala Diabetes atau Kencing Manis

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai dampak diabetes saat hamil pada kondisi janin. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh : dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh
    : dr. Monica Cynthia Dewi

     

    Referensi

    1. World Health Organization. Diabetes. USA : World Health Organization.
    2. Centers for Disease Control and Prevention. Diabetes and Pregnancy. USA : Centers for Disease Control and Prevention.
    3. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Pregnancy if You Have Diabetes. USA : National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases.
    4. University of Rochester Medical Center. Diabetes During Pregnancy: Risks to the Baby. USA : University of Rochester Medical Center.
    5. Hopkins Medicine. Gestational Diabetes Mellitus (GDM). USA : Hopkins Medicine.
    6. Verywell Family. How Gestational Diabetes Affects Mothers, Babies, and the Birth Process. USA : Verywell Family.
    7. March of Dimes. Preexisting diabetes. USA : March of Dimes.
    8. Kajantie E, Osmond C, Barker D, Eriksson J. Preterm Birth–A Risk Factor for Type 2 Diabetes?: The Helsinki Birth Cohort Study. Diabetes Care. 2010;33(12):2623-2625.
    Read More
Chat Asisten Maya
di Prosehat.com