Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 181–190 of 1120 results

  • Apa itu hipoglikemia? Hipoglikemia atau gula darah rendah adalah kondisi ketika kadar glukosa (gula) darah berada di bawah nilai normal. Umumnya seseorang dianggap mengalami hipoglikemia jika kadar glukosa darah kurang dari 70 mg/dl. Baca Juga: Diabetes Tidak Terkontrol? Pahami Komplikasinya Hipoglikemia merupakan salah satu komplikasi yang dapat terjadi pada pasien diabetes dan berpotensi menyebabkan penurunan […]

    Mengenal Hipoglikemia: Penyebab, Gejala, Pencegahan, dan Penanganannya

    Apa itu hipoglikemia?

    Hipoglikemia atau gula darah rendah adalah kondisi ketika kadar glukosa (gula) darah berada di bawah nilai normal. Umumnya seseorang dianggap mengalami hipoglikemia jika kadar glukosa darah kurang dari 70 mg/dl.

    mengenal hipoglikemia

    Baca Juga: Diabetes Tidak Terkontrol? Pahami Komplikasinya

    Hipoglikemia merupakan salah satu komplikasi yang dapat terjadi pada pasien diabetes dan berpotensi menyebabkan penurunan kesadaran hingga kematian.¹ Oleh sebab itu,  penting untuk kita, terutama penderita diabetes untuk memahami gejala, pencegahan, hingga penanganannya.

    Apa saja tanda dan gejala hipoglikemia?

    Deteksi dini tanda dan gejala hipoglikemia agar dapat melakukan penanganan dengan cepat dan menghindari komplikasi yang berat.²

    1. Gemetar, gugup dan gelisah ¹
    2. Keringat dingin, menggigil, dan sangat kelelahan ¹
    3. Mudah marah, tidak sabar, emosi tidak stabil¹
    4. Tampak kebingungan ¹
    5. Berdebar-debar atau denyut jantung meningkat ¹
    6. Pening atau pusing ¹
    7. Sakit kepala ¹
    8. Kelaparan dan mual ¹
    9. Mengantuk, berkurangnya koordinasi dan konsentrasi¹
    10. Penglihatan kabur ¹
    11. Kesemutan atau baal pada bibir dan lidah¹
    12. Mimpi buruk atau menangis selama tidur ¹
    13. Kejang ¹
    14. Tidak sadar atau koma ¹

    Gula darah dapat turun dengan sangat cepat tanpa mengalami gejala ringan terlebih dahulu. Segera periksa gula darah Sahabat jika memungkinkan.³

    Apa penyebab hipoglikemia?

    Hipoglikemia dapat terjadi pada penderita diabetes maupun pada orang tanpa diabetes. 

    Beberapa hal yang dapat menyebabkan hipoglikemia pada penderita diabetes adalah: ³,4,5

    1. Aktivitas fisik berlebihan tanpa makan yang cukup. 
    2. Menyuntikkan insulin dengan dosis terlalu besar dan tidak diimbangi dengan makan yang cukup.
    3. Hipoglikemia dapat terjadi saat melewatkan, menunda, atau makan terlalu sedikit.

    Baca Juga: Tips Mengatur Makanan untuk Penderita Diabetes

    Hal lain yang dapat menyebabkan hipoglikemia adalah:

    1. Obat-obatan tertentu, seperti kina.
    2. Mengonsumsi alkohol terlalu banyak.
    3. Kondisi medis tertentu, seperti hepatitis atau gangguan ginjal.
    4. Produksi insulin yang berlebihan, seperti pada tumor pankreas.

    Bagaimana mencegah hipoglikemia?³,4,5

    1. Menyuntikkan insulin sesuai dosis anjuran dokter.
    2. Makan dengan jam yang teratur, tidak menunda maupun melewatkan makan.
    3. Menyeimbangkan aktivitas fisik dengan konsumsi makanan.
    4. Hindari konsumsi alkohol berlebih.
    5. Selalu membawa camilan ke mana saja.
    6. Periksa glukosa darah secara teratur.

    Apa yang harus dilakukan jika terjadi hipoglikemia? ¹,²,³

    1. Segera konsumsi 15-20 gram glukosa atau atau setara dengan:
    •       setengah cangkir jus atau soda biasa
    •       satu sendok makan madu
    •       lima sampai enam buah permen keras, atau 
    •       satu sendok makan gula.

          2.Periksa kembali glukosa darah Sahabat setelah mengonsumsi makanan tersebut di atas.

          3. Jika gula darah masih dibawah normal, ulangi seluruh langkah di atas sampai kadar glukosa darah normal, yaitu di atas 70 mmHg.

         4. Setelah glukosa darah kembali normal, jaga kadar glukosa darah dengan makan makanan ringan yang sehat.

         5. Jika gejala tidak membaik atau Anda mengalami gejala hipoglikemia yang berat, seperti penurunan kesadaran, kejang, maupun koma, segera ke IGD terdekat. Hipoglikemia berat membutuhkan pemberian glukosa secara intravena (melalui infus) segera.

    Bawalah selalu ID medis!

    ID medis adalah tanda pengenal berisi informasi medis. ID medis biasanya dipakai sebagai gelang, kalung ataupun sekarang sudah tersedia di berbagai aplikasi. Bagi kelompok orang yang rentan mengalami hipoglikemia, salah satunya pengguna insulin, ID medis wajib dibawa setiap saat.

    Baca Juga: Kiat Pengidap Diabetes Menghadapi Covid-19

    Saat terjadi hipoglikemia berat, kecelakaan lalu lintas, ataupun keadaan gawat darurat lainnya, ID medis memudahkan penolong pertama untuk mengetahui informasi medis yang penting, seperti fakta bahwa Sahabat menderita diabetes, apakah Sahabat menggunakan insulin, riwayat alergi, dll. ¹

    Produk Terkait: Cek Lab

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai hipoglikemia dengan cara cek gula darah, Sahabat bisa melakukannya di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    MAT-ID-2100216-V1.0 (02/2021)

    Referensi:

    1. American diabetes association. Hipoglikemia (gula darah rendah). Tersedia di: <http://www.diabetes.org/living-with-diabetes/ treatment-and care/blood-glucose-control/hypoglycemia-low-blood.html> (Terakhir diakses Februari 2014) 
    2. Diabetes dan Hipoglikemia. Diabetes.co.uk. Tersedia di: <http://www.diabetes.co.uk/Diabetes-and-Hypoglycaemia.html> (Terakhir diakses Februari 2014) 
    3. Healthline. Gula Darah Rendah (Hipoglikemia). Tersedia di: <http://www.healthline.com/health/hypoglycemia#Signs> (Terakhir diakses Februari 2014) 
    4. Mayoclinic. Hipoglikemia. Tersedia di: <http://www.mayoclinic.com/health /hypoglycemia/DS00198/ DSECTION=causes> (Terakhir diakses Februari 2014) 
    5. Hipoglikemia. Tersedia di: <http://www.diabetescare.net/ content_detail. asp?id=796>. (Terakhir diakses Februari 2014).
    Read More
  • Pernahkah Sahabat Sehat mendengar kata albumin? Kata ini mungkin terasa asing dan kurang familiar di telinga Sahabat. Namun, dibalik itu ternyata albumin merupakan salah satu unsur penting dalam tubuh. Mengapa demikian? Albumin adalah salah satu jenis protein yang beredar di dalam darah, dan merupakan protein utama tubuh yang diproduksi oleh organ hati. Baca Juga: 5 […]

    Apa Fungsi dan Dampak Kekurangan Albumin pada Tubuh?

    Pernahkah Sahabat Sehat mendengar kata albumin? Kata ini mungkin terasa asing dan kurang familiar di telinga Sahabat. Namun, dibalik itu ternyata albumin merupakan salah satu unsur penting dalam tubuh. Mengapa demikian?

    Albumin adalah salah satu jenis protein yang beredar di dalam darah, dan merupakan protein utama tubuh yang diproduksi oleh organ hati.

    fungsi dan dampak kekurangan albumin

    Baca Juga: 5 Resep untuk Penuhi Kebutuhan Protein dan Serat

    Fungsi albumin adalah untuk mengatur tekanan dalam pembuluh darah, dan menjaga cairan yang ada di dalam pembuluh darah agar tidak bocor ke jaringan tubuh di sekitarnya. Karena perannya sangat penting, perlu ada keseimbangan albumin dalam tubuh.

    Fungsi Lain Albumin

    Selain fungsi diatas, albumin juga mempunyai beberapa fungsi lain dalam tubuh seperti:

    Sebagai Antioksidan

    Albumin merupakan antioksidan bagi tubuh untuk mencegah radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel. Albumin dapat mengikat logam serta menjadi benteng pertahanan tubuh terhadap radikal bebas.

    Pengangkut Zat Dalam Darah

    Albumin berfungsi sebagai protein pengangkut zat yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti zat nutrisi, hormon, maupun zat kimia obat yang memerlukan pengangkut untuk diedarkan ke seluruh tubuh melalui darah.

    Memperbaiki Kerusakan Jaringan

    Albumin ternyata juga mempunyai fungsi lain yang sangat vital, yaitu memperbaiki kerusakan jaringan. Kerusakan jaringan jika tidak segera diperbaiki akan membuat tubuh terserang berbagai penyakit.

    Dampak Jika Kekurangan Albumin

    Karena fungsi albumin yang sangat vital, Sahabat perlu menjaga keseimbangan albumin dalam tubuh agar tidak kekurangan albumin. Apabila tubuh kekurangan albumin, dapat mengalami kondisi Hipoalbuminemia yang ditandai dengan pembengkakan pada tubuh serta mempengaruhi fungsi ginjal.

    Penyebab Kekurangan Albumin

    Gagal Hati

    Gagal hati disebabkan karena hati yang bertugas untuk memproduksi albumin, tidak dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Hal ini dapat disebabkan karena kondisi pengerasan hati (sirosis), kanker hati, dan infeksi hati (hepatitis).

    Baca Juga: Sirosis Hati, Penyakit Kronis yang Tidak Dapat Disembuhkan

    Gagal Jantung

    Penyebab rendahnya Albumin dalam tubuh selanjutnya adalah karena gagal jantung, yang merupakan kondisi ketidakmampuan jantung memompa darah berisi oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

    Kerusakan Ginjal

    Karena ginjal berkaitan erat dengan albumin, apabila terjadi kerusakan ginjal dapat menyebabkan sejumlah besar protein dilepaskan ke dalam urine, termasuk juga Albumin.

    Kehilangan Protein Enteropati

    Penyebab lain yang memicu rendahnya kadar albumin dalam tubuh adalah akibat kehilangan protein enteropati yang berawal dari kesehatan lambung dan kondisi saluran cerna, seperti pada penyakit celiac dan radang usus.

    Malnutrisi

    Kekurangan gizi atau malnutrisi, menjadi salah satu penyebab tubuh kesulitan menyerap nutrisi.

    Penyebab lainnya adalah sebagai berikut:

    • Luka bakar yang serius
    • Infeksi darah
    • Reaksi alergi
    • Lupus
    • Rendahnya hormon tiroid
    • Kencing manis

    Gejala Kekurangan Albumin

    Berikut ini adalah gejala yang dapat dialami jika tubuh kekurangan albumin:

    • Kelebihan protein dalam urine, yang diketahuidengan melakukan tes urine
    • Pembengkakan, terutama pada kaki atau tangan
    • Kulit atau mata kuning
    • Perasaan lemah atau lelah
    • Jantung berdetak cepat
    • Muntah, diare, dan mual
    • Nafsu makan berubah
    • Rambut menjadi tipis
    • Kulit yang sangat kering atau gatal

    Cara Menangani

    Untuk menangani kekurangan albumin, berikut beberapa cara yang dapat dilakukan:

    • Pengobatan tekanan darah untuk penderita penyakit ginjal atau gagal jantung
    • Pengobatan untuk mengatasi penyakit saluran cerna kronis atau mengurangi peradangan dalam tubuh
    • Pemberianantibiotik, jika seseorang mengalami luka bakar yang berat
    • Perlunya mengubah pola makan untuk mengurangi keparahan penyakit jantung atau ginjal
    • Transplantasi organ
    • Cuci darah
    • Infus albumin

    Penanganan ini bisa dilakukan dengan medical check-up rutin atau perawatan di rumah sakit.

    Bagaimana Cara Mencegah Kekurangan Albumin?

    Caranya cukup mudah, Sahabat hanya perlu mengonsumsi makanan-makanan yang tinggi akan albumin, yaitu:

    Selain makanan-makanan tersebut Sahabat juga bisa mendapatkannya dalam suplemen nutrisi.

    Produk Terkait: Jual Pro Albumin (Ekstra Ikan Gabus)

    Apa yang Terjadi Jika Kekurangan Albumin Dalam Jangka Panjang?

    Bila kondisi kekurangan albumin dialami dalam jangka panjang, dapat menyebabkan timbulnya komplikasi, seperti:

    • Gagal napas
    • Penumpukan cairan di sekitar paru-paru dan perut
    • Radang paru-paru
    • Kerusakan otot

    Itulah mengenai fungsi albumin dan kekurangannya yang cukup berdampak besar pada tubuh. Karena itu, Sahabat diharapkan tetap menjaga keseimbangan albumin dengan mengonsumsi makanan tinggi albumin serta berperilaku hidup sehat.

    Baca Juga: Perlu Makan Apa Supaya Tekanan Darah Jadi Normal?

    Ingin mengetahui info lebih lanjut mengenai albumin dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Sari N. Fungsi Albumin dalam Tubuh dan Bahayanya Apabila Kekurangan [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 16 March 2021]. Available from: https://hot.liputan6.com/read/4016922/fungsi-albumin-dalam-tubuh-dan-bahayanya-apabila-kekurangan
    2. Hypoalbuminemia: Causes, treatment, and symptoms [Internet]. Medicalnewstoday.com. 2021 [cited 16 March 2021]. Available from: https://www.medicalnewstoday.com/articles/321149
    3. Desel S, Rachmawati B. Hubungan Derajat Keterbatasan Fungsional Dengan Tes Fungsi Hati Pada Penyakit Gagal Jantung Kongestif. Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine [Internet]. 2017 [cited 16 March 2021];4(3). Available from: http://medicahospitalia.rskariadi.co.id/medicahospitalia/index.php/mh/article/view/3
    Read More
  • Masa pandemi Covid-19 sampai saat ini belum juga berakhir, akibatnya penularan dan jumlah kasus terinfeksi virus Covid-19 di Indonesia semakin banyak dan meluas. Sebagai upaya pencegahan yang dapat masyarakat lakukan selain menjaga kebersihan dan melakukan gaya hidup sehat, masyarakat perlu juga untuk mulai meningkatkan perlindungan kesehatannya. Pasalnya, setiap orang memiliki risiko terpapar virus corona ketika […]

    8 Tips Memilih Asuransi Kesehatan yang Tepat di Tengah Pandemi

    Masa pandemi Covid-19 sampai saat ini belum juga berakhir, akibatnya penularan dan jumlah kasus terinfeksi virus Covid-19 di Indonesia semakin banyak dan meluas.

    Sebagai upaya pencegahan yang dapat masyarakat lakukan selain menjaga kebersihan dan melakukan gaya hidup sehat, masyarakat perlu juga untuk mulai meningkatkan perlindungan kesehatannya.

    memilih asuransi kesehatan, tips memilih asuransi kesehatan

    Pasalnya, setiap orang memiliki risiko terpapar virus corona ketika melakukan aktivitas sehari-hari, sehingga masyarakat perlu memiliki proteksi dini dengan menggunakan produk asuransi.

    Baca Juga: Pentingnya Asuransi Kesehatan Keluarga Terbaik di Masa Pandemi

    Demi ikut membantu memberi perlindungan dari Covid-19, saat ini telah banyak produk asuransi kesehatan dari pemerintah maupun swasta yang dapat memberi jaminan perlindungan dari wabah pandemi virus Covid-19 ini.

    Memiliki asuransi kesehatan di situasi seperti ini merupakan hal yang bijaksana karena paparan Covid-19 bisa terjadi kapan saja, di mana saja, dan kepada siapa saja.

    Bergabung dengan dengan lembaga asuransi kesehatan juga dapat membantu kita untuk lebih terlindungi dan tidak begitu cemas dengan situasi sekarang ini.

    Mengutip dari laman agenasuransi.co.id, saat ini asuransi swasta masih sangat dibutuhkan di Indonesia karena produk asuransi swasta dapat bermanfaat untuk mendapatkan akses dari layanan langsung.

    Polis asuransi kesehatan juga dapat memberikan layanan yang lebih cepat dan nyaman untuk pasien, sehingga pasien akan lebih optimal dalam mendapatkan layanan kesehatan.

    Apabila Sahabat berminat untuk bergabung dengan asuransi kesehatan di saat pandemi Covid-19 seperti saat ini, berikut beberapa tips yang dapat Anda terapkan dalam memilih asuransi kesehatan, di antaranya:

    1. Ikut Asuransi Ketika Masih Sehat

    Jangan menunda-nunda untuk ikut polis asuransi ketika masih sehat. Kita harus sedini mungkin menyadari bahwa memiliki asuransi sangat penting dalam memberi perlindungan biaya kesehatan yang maksimal jika terjadi suatu musibah.

    Sehingga apabila Sahabat terinfeksi Covid-19, semua biaya pengobatan akan terjamin oleh asuransi kesehatan yang Anda miliki. Jangan sampai menyesal dikemudian hari karena Sahabat baru mengambil asuransi ketika sakit, karena akan merugi dan pengajuan klaim juga akan ditolak.

    2. Pahami Kebutuhan Sahabat dan Keluarga

    Sama halnya dengan masa pandemi seperti saat ini, alangkah baiknya jika Sahabat membeli produk asuransi kesehatan berdasarkan dengan kebutuhan bukan karena keinginan. Dengan memahami kebutuhan Anda dan keluarga, tentunya akan lebih mempermudah Sahabat dalam menemukan pilihan produk asuransi yang tepat ditengah masa pandemi seperti ini.

    Dengan begitu, Sahabat dapat mendapatkan manfaat optimal dari polis asuransi tersebut. Namun tetap perhatikan riwayat kesehatan anggota keluarga, apakah memiliki riwayat penyakit kritis atau tidak. Hal ini bertujuan untuk menentukan apa saja fasilitas dan jaminan perlindungan yang Anda butuhkan dari asuransi kesehatan

    3. Perhatikan Polis Asuransi dengan Teliti dan Detail

    Kebanyakan orang seringkali melewatkan membaca polis, padahal berdasarkan polis tersebut kita dapat mengetahui apa saja hak dan kewajiban kita sebagai nasabah.

    Dengan membaca secara detail, Sahabat akan tahu fasilitas apa saja yang akan diterima dari polis asuransi tersebut, seperti menjamin biaya pengobatan Covid-19 atau tidak. Jadi, sebaiknya Sahabat memilih asuransi kesehatan yang dapat memberi proteksi terhadap infeksi Covid-19 di tengah pandemi yang semakin meluas ini.

    4. Buat Perbandingan

    Saat ini, dengan banyaknya perusahaan yang menawarkan produk asuransi kesehatan, tentunya Anda memiliki bermacam pilihan yang dapat dipertimbangkan.

    Baca Juga: Gratis! Mahalnya Biaya Perawatan Covid-19 Ditanggung Pemerintah, Begini Cara Klaimnya

    Di era new normal ini, Sahabat secara tidak langsung diharuskan untuk memilih produk asuransi kesehatan terbaik. Caranya mudah, Sahabat cukup membuat daftar perbandingan produk asuransi kesehatan antara yang satu dengan yang lainnya.

    Tujuannya tentu saja agar Sahabar dapat dengan mudah membandingkan masing-masing produk asuransi yang ditawarkan secara lebih jelas, sehingga Sahabat dapat menemukan produk asuransi kesehatan terbaik yang sesuai dengan kebutuhan.

    5. Mencari Tahu Kredibilitas Perusahaan Asuransi

    Tips selanjutnya dalam memilih asuransi kesehatan di tengah pandemi adalah dengan mempelajari kredibilitas perusahaan asuransi tersebut terlebih dahulu sebelum mangambil keputusan.

    Hal ini wajib Sahabat lakukan agar terhindar dari segala kerugian yang mungkin saja terjadi di kemudian hari. Oleh sebab itu, pastikan Sahabat dapat memilih produk asuransi kesehatan dengan kredibilitas dan track record yang baik.

    6. Memilih Produk Asuransi Kesehatan dengan Jaringan Rumah Sakit yang Luas

    Memastikan suatu produk asuransi kesehatan dapat berlaku pada jaringan rumah sakit yang luas juga dapat memberi keuntungan yang optimal bagi kebutuhan Sahabat.

    Jadi, jangan sampai tertipu dalam memilih asuransi kesehatan yang menawarkan banyak perlindungan penyakit, namun ternyata jaringan rumah sakitnya dalam lingkup yang terbatas

    7. Fleksibel dalam Menentukan Premi dan Manfaat

    Tips berikutnya dalam memilih asuransi kesehatan adalah dengan mengamati fleksibilitas yang ditawakan. Pilih produk asuransi kesehatan yang memberi Anda peluang untuk dapat mengubah premi atau manfaat secara fleksibel. Hal ini guna memudahkan Sahabar untuk menyesuaikan rencana keuangan di masa yang akan datang.

    8. Proses Klaim yang Mudah

    Tips yang terakhir adalah amatilah sistem pembayaran klaimnya. Produk asuransi kesehatan yang baik bukan hanya memberikan perlndungan bagi resiko penyakit, tetapi juga mempermudah proses klaim agar bisa merealisasikan manfaat dari perlindungan dengan cepat.

    Prosedur klaim yang sederhana dan tidak bertele-tele dapat menghemat waktu dan mengurangi beban pikiran Anda jika terjadi suatu hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

    Mulailah sayangi dan lindungi diri Sahabat dan keluarga dari infeksi Covid-19. Jangan menganggap remeh virus corona ini, karena infeksi ini tidak hanya menganggu kesehatan tetapi juga dapat menyebabkan kematian.

    Selalu jaga kebersihan diri Anda, lakukan pola hidup sehat dan tetap selalu patuhi protokol kesehatan. Selain itu, Sahabat  dapat memberi perlindungan diri dengan menggunakan produk asuransi kesehatan yang terpercaya.

    Demikian informasi mengenai beberapa tips dalam memilih asuransi kesehatan di tengah pandemi yang dapat sahabat jadi acuan dalam membeli prosuk asuransi kesehatan.

    Baca Juga: Bikin Salah Paham! Berikut 10 Penyakit yang Tidak Ditanggung Asuransi Kesehatan

    Melihat dari banyaknya keuntungan yang akan Sahabat dapatkan, seperti pemeriksaan Covid-19 dan vaksinasi Covid-19, yuk mulai daftarkan diri dan keluarga melalui asuransi yang disediakan oleh Prosehat. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Mediatama, G., 2021. Tips memilih produk asuransi yang beri perlindungan risiko Covid-19 – Page 1. [online] kontan.co.id. Available at: <https://keuangan.kontan.co.id/news/tips-memilih-produk-asuransi-yang-beri-perlindungan-risiko-covid-19?page=1> [Accessed 10 March 2021].
    2. com. 2021. Tips Pilih Asuransi Covid-19, Perhatikan Tiga Hal Penting Ini! | Finansial – Bisnis.com. [online] Available at: <https://finansial.bisnis.com/read/20201013/55/1304614/tips-pilih-asuransi-covid-19-perhatikan-tiga-hal-penting-ini> [Accessed 10 March 2021].
    3. com. 2021. Tips Memilih Asuransi di Masa Pandemi Covid-19. [online] Available at: <https://www.beritasatu.com/kesehatan/695961/tips-memilih-asuransi-di-masa-pandemi-covid19> [Accessed 10 March 2021].
    4. co.id. 2021. [online] Available at: <https://www.zurich.co.id/id-id/blog/articles/2020/11/tips-memilih-asuransi-kesehatan-yang-tepat-di-tengah-pandemi> [Accessed 10 March 2021].

     

     

    Read More
  • Asuransi kesehatan sebenarnya sangat diperlukan oleh kita. Dengan mendaftarkan diri pada suatu produk asuransi kesehatan, kita akan mendapatkan perlindungan dini dari risiko yang berhubungan dengan kesehatan apabila terjadi suatu musibah di kemudian hari. Baca Juga: Pentingnya Asuransi Kesehatan Keluarga Terbaik di Masa Pandemi Asuransi kesehatan dapat membantu kita bila mengalami sakit dan harus dirawat inap, […]

    Bikin Salah Paham! Berikut 10 Jenis Penyakit yang Tidak Ditanggung Asuransi Kesehatan

    Asuransi kesehatan sebenarnya sangat diperlukan oleh kita. Dengan mendaftarkan diri pada suatu produk asuransi kesehatan, kita akan mendapatkan perlindungan dini dari risiko yang berhubungan dengan kesehatan apabila terjadi suatu musibah di kemudian hari.

    penyakit yang tidak ditanggung asuransi kesehatan

    Baca Juga: Pentingnya Asuransi Kesehatan Keluarga Terbaik di Masa Pandemi

    Asuransi kesehatan dapat membantu kita bila mengalami sakit dan harus dirawat inap, dengan memberikan dana darurat untuk menjamin biaya rawat inap tersebut.

    Karena mahalnya biaya kesehatan dari waktu ke waktu maka dengan memiliki asuransi kesehatan setidaknya kita mempunyai dana darurat sebagai pegangan. Asuransi kesehatan juga memberikan jaminan yang bermacam-macam, misalnya seperti biaya rawat inap, rawat jalan, obat-obatan, tes laboratorium, hingga tindakan medis lainnya.

    Meskipun asuansi kesehatan menawarkan jaminan seperti yang tertera diatas,  sebenarnya tidak semua penyakit dapat dilindungi oleh asuransi kesehatan. Biasanya penyakit yang dikecualikan atau di luar tanggung jawab asuransi adalah penyakit yang bersifat kritis, bawaan, atau penyakit yang sudah diderita sebelum bergabung dengan asuransi kesehatan.

    Penyakit yang Tidak Ditanggung Asuransi Kesehatan

    Manfaat dari asuransi kesehatan pada dasarnya memang memberi perlindungan dan pelayanan kesehatan bagi anggotanya. Namun bukan berarti semua penyakit dapat ditanggung oleh perusahaan asuransi tersebut.

    Untuk itu, sebaiknya Sahabat memilih produk asuransi kesehatan yang sesuai dan dianjurkan untuk mengambil manfaat tambahan meskipun harus membayar premi lebih. Untuk lebih jelasnya, simak daftar penyakit berikut ini yang tidak ditanggung oleh asuransi kesehatan.

    1. Penyakit Bawaan

    Penyakit pertama yang tidak dapat ditanggung oleh asuransi kesehatan adalah penyakit bawaan, yaitu penyakit yang telah diderita tertanggung akibat penyakit keturunan, cacat tubuh atau kelainan yang dialami tubuh sejak lama. Misalnya seperti asma, hernia, sakit mental, berkebutuhan khusus, dan sebagainya.

    Meskipun jika ada asuransi kesehatan yang dapat menanggung biaya perawatan penyakit bawaan, biasanya asuransi ini mempunyai masa tunggu. Sehingga, tertanggung setidaknya harus menunggu selama dua tahun sebelum bisa mengajukan klaim untuk penyakit bawaan.

    2. Penyakit Langka

    Perusahaan asuransi pada dasarnya tidak menjamin penyakit langka untuk diberi jaminan, seperti yang kasusnya sangat jarang ditemukan di dunia.

    Misalnya seperti kelainan otot, ataupun penyakit genetik yang diderita sejak lahir, penyakit neurologis yang menyebabkan terganggunya perkembangan otak bayi, penyakit radang yang mengkabitkan komplikasi pada jantung, dan sebagainya.

    3. Penyakit Kritis

    Penyakit selanjutnya yang tidak dijamin asuransi ialah penyakit kritis yang mematikan. Hal ini dikarenakan biaya perawatan untuk penyakit kritis sangat mahal dan harus melakukan tindakan secara intensif. Adapun jenis-jenis penyakit kritis yang tidak ditanggung perusahaan asuransi kesehatan misalnya gagal ginjal, paru-paru, kanker, penyakit jantung, diabetes, dan sebagainya.

    Baca Juga: Cara Penderita Penyakit Ginjal Menghadapi Covid-19

    Meskipun begitu, ada pula beberapa perusahaan asuransi kesehatan yang dapat menanggung penyakit-penyakit tersebut. Untuk itu, Sahabat sangat dianjurkan untuk memilih perusahaan asuransi kesehatan yang khusus menanggung penyakit kritis.

    Sehingga Sahabat akan mendapatkan manfaat dari pengobatan penyakit-penyakit mematikan tersebut hingga disediakan santunan yang lebih besar dibandingkan dengan santunan penyakit kritis yang ada di asuransi kesehatan pada umumnya.

    4. Penyakit Kritis Stadium Awal

    Meskipun beberapa perusahaan asuransi kesehatan ada yang memasukan penyakit kritis, namun hanya penyakit kritis stadium akhir yang dapat ditanggung biaya pengobatannya.

    Sedangkan penyakit kritis pada tahap stadium awal tidak dapat di-cover oleh asuransi kesehatan. Untuk menghindari kesalahpahaman maupun kerugian, Sahabat harus memahami setiap detail manfaat dan ketentuan yang tertulis dalam polis asuransi. Jadi, jangan sampai terkecoh di kemudian hari.

    5. Penyakit Psikologis

    Sama halnya dengan penyakit yang disebutkan diatas, penyakit terkait gangguan psikologis juga termasuk dalam daftar penyakit yang tidak ditanggung asuransi kesehatan. Sehingga calon nasabah yang menginginkan adanya perlindungan untuk penyakit psikologis disarankan untuk cermat dalam memilih produk asuransi kesehatan yang memang menjamin biaya pengobatan penyakit psikologis.

    Baca Juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi

    6. Penyakit yang Disebabkan Wabah atau Bencana

    Penyakit akibat wabah atau bencana tidak dapat ditanggung oleh asuransi kesehatan karena penyakit seperti ini dapat menyebar dengan cepat dibeberapa daerah, terutama di daerah dengan lingkungan yang padat penduduk. Sehingga jumlah penderitanya sangat banyak dan akan menyulitkan atau merugikan perusahaan asuransi kesehatan yang menanggung.

    Beberapa contoh penyakit wabah atau bencana yang sering ditemui misalnya seperti ebola, kolera, polio, flu burung, malaria, dan sebagainya. Seperti yang terjadi pada saat ini, dunia sedang digemparkan oleh pandemi virus corona. Hanya beberapa perusahaan asuransi yang kini sudah mulai menawarkan perlindungan kepada penderita Covid-19, meskipun penyakit ini merupakan penyakit wabah.

    7. Penyakit yang Diderita Sebelum Memiliki Asuransi (Pre-exiting Condition)

    Pada kasus seperti ini, ada baiknya Sahabat melakukan medical check-up terlebih dahulu sebelum membeli asuransi kesehatan. Sehingga apabila Sahabar telah menderita penyakit tertentu sebelum mendaftar asuransi, penyakit itu akan dimasukkan ke daftar penyakit yang tidak ditanggung oleh asuransi.

    Meskipun demikian, masih ada pula beberapa produk asuransi yang tidak mengharuskan calon nasabahnya untuk pemeriksaan kesehatan secara keseluruhan sebelum bergabung. Semua ketentuan tergantung pada ketelitian Anda saat mengajukan polis asuransi.

    8. Pengecekan dan Perawatan Kehamilan

    Segala jenis perawatan sebelum hingga setelah kehamilan yang berkaitan dengan keluhan kandungan, termasuk biaya melahirkan, biasanya tidak dapat dijamin oleh asuransi kesehatan.

    Sama halnya dengan perawatan anak pasca-kelahiran, misalnya seperti imunisasi bayi atau pemeriksaan kesehatan ibu dan bayi pasca kelahiran, yang tidak termasuk dalam tanggungan asuransi.

    Produk Terkait: Ibu Hamil dan Menyusui

    Hal ini dikarekan melahirkan bukanlah sebuah penyakit, melainkan suatu kondisi yang lazim dan lumrah dialami oleh seorang wanita, yang dapat dicegah dan direncanakan.

    9. HIV/AIDS

    Penderita HIV/AIDS memiliki imunitas tubuh yang sangat lemah, sehingga sangat mudah sekali terserang penyakit. Oleh sebab itu, perusahaan asuransi pada umumnya tidak memasukkan HIV/AIDS dalam daftar penyakit yang dapat ditanggung oleh asuransi.

    Selain itu, HIV/AIDS juga dianggap sebagai penyakit yang diakibatkan oleh faktor kesengajaan dari penyalahgunaan narkoba maupun akibat prilaku seks bebas.

    10. Penyakit yang Dikecualikan

    Terakhir, penyakit  yang tidak ditanggung asuransi kesehatan adalah penyakit yang sejak awal memang telah dikecualikan oleh pihak asuransi kesehatan. Misalnya seperti transplantasi organ, cuci darah, biaya perawatan diet, pemeriksaan gigi berkala, biaya pengobatan alternatif, dan sebagainya.

    Setiap asuransi kesehatan memang memiliki ketentuan tersendiri pada polis asuransinya yang tentu saja berbeda-beda satu dengan yang lainnya, demikian pula dengan daftar penyakit yang dapat ditanggung oleh asuransi kesehatan.

    Baca Juga: Kenali dengan Baik Asuransi Kesehatan Syariah

    Oleh sebab itu, sahabat perlu pelajari lagi dengan teliti manfaat dari polis yang ditawarkan sebelum memutuskan untuk membeli asuransi.

    Jadi, yuk, jangan ada lagi keraguan dan segera daftarkan diri Sahabat dan keluarga pada asuransi kesehatan yang disediakan oleh Prosehat, karena dengan bergabung, Sahabar akan mendapatkan manfaat dan fasilitas lebih berupa pemeriksaan Covid-19 dan vaksinasi Covid-19. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. co.id. 2021. Agar Tak Salah Paham, Kenali Jenis-jenis Penyakit yang Umumnya Tidak Dilindungi Asuransi Kesehatan | Asuransi Kesehatan dan Jiwa Cigna Indonesia. [online] Available at: <https://www.cigna.co.id/health-wellness/penyakit-yang-umumnya-tidak-dilindungi-asuransi-kesehatan> [Accessed 11 March 2021].
    2. Utama, H. and Kesehatan, D., 2021. Daftar Penyakit yang Tidak Dicover Asuransi Kesehatan. [online] @CekAja. Available at: <https://www.cekaja.com/info/penyakit-yang-tidak-dicover-asuransi> [Accessed 11 March 2021].
    3. Generali Indonesia. 2021. Penyakit Yang Tidak Dicover Asuransi yang Perlu Diketahui untuk Memaksimalkan Manfaat Asuransi Kesehatan Kamu. [online] Available at: <https://www.generali.co.id/id/healthyliving/detail/410/penyakit-yang-tidak-dicover-asuransi-yang-perlu-diketahui-untuk-memaksimalkan-manfaat-asuransi-kesehatan-kamu> [Accessed 11 March 2021].
    4. Perdana, F., 2021. 5 Penyakit yang Biasanya Tidak Dibiayai Asuransi, Cobalah dengan BPJS. [online] POPMAMA.com. Available at: <https://www.popmama.com/life/health/fajar-perdana/penyakit-yang-tidak-dibiayai-asuransi-cobalah-dengan-bpjs/5> [Accessed 11 March 2021].

     

     

    Read More
  • Ginjal adalah organ penting yang berfungsi untuk membuang sisa-sisa metabolism dalam tubuh. Selain itu, ginjal juga berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan cairan, menyaring mineral dalam tubuh, dan memproduksi hormon yang berperan dalam pembentukan sel darah merah, menjaga kesehatan tulang dan mempertahankan tekanan darah. Bila ginjal tidak dijaga kesehatannya, ada kemungkinan fungsi-fungsi ini menurun dan terjadilah gangguan […]

    Mitos Apa Fakta : Cuci Ginjal Alamiah dengan Menggunakan Seledri dan Buah Alpukat

    Ginjal adalah organ penting yang berfungsi untuk membuang sisa-sisa metabolism dalam tubuh. Selain itu, ginjal juga berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan cairan, menyaring mineral dalam tubuh, dan memproduksi hormon yang berperan dalam pembentukan sel darah merah, menjaga kesehatan tulang dan mempertahankan tekanan darah. Bila ginjal tidak dijaga kesehatannya, ada kemungkinan fungsi-fungsi ini menurun dan terjadilah gangguan ginjal.

    Baca Juga: Tanda-tanda Gangguan Ginjal

    Gangguan ginjal ada yang bersifat sementara (akut) dan tetap (kronis). Penyebab gangguan ginjal bermacam-macam mulai dari infeksi, adanya batu ginjal, kista dan dapat dipicu karena diabetes dan hipertensi. Ketika fungsi ginjal terganggu, zat-zat sisa hasil metabolisme akan tertumpuk di dalam tubuh, keadaan ini akan mengakibatkan gejala pembengkakan pada pergelangan kaki, mual, muntah, lemas, dan sesak napas.

    Bila ginjal sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya, sisa-sisa metabolism tubuh harus dikeluarkan melalui cuci darah. Cuci darah atau yang kita kenal dengan dialysis menggunakan mesin yang dihubungkan dengan pembuluh darah untuk menyaring dan membuang zat yang tidak diperlukan oleh tubuh di dalam darah.

    Bila cuci darah dilakukan secara terencana dan untuk jangka waktu yang lama, akan dipasang akses di lengan atau tungkai dengan menghubungkan pembuluh darah arteri dan vena, akses ini dinamakan cimino. Selain itu, cuci darah dapat dilakukan melalui selaput pada dinding perut. Kita menyebutnya sebagai peritoneal dialysis.

    Baca Juga: 5 Makanan yang Harus Diwaspadai Diabetes

    Nah, beberapa saat lalu ada kabar bahwa ada tips cuci ginjal alamiah dengan harga kurang dari Rp 100.000 dengan menggunakan seledri dan buah alpukat. Padahal, seledri dan alpukat banyak dikonsumsi karena manfaatnya sebagai anti peradangan, dan penurun tekanan darah. Kedua buah ini sama sekali tidak dapat digunakan untuk cuci darah. Jadi, jangan termakan hoaks ya, Sahabat!

    Baca Juga: Cara Penderita Ginjal Menghadapi Covid-19

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai ginjal dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Jewell T. Kidney overview. 2018. Available at: healthline.com/human-body-maps/kidney
    2. Butler N. Health benefits and risk of celery. 2017. Available at: medicalnewstoday.com/articles/270678.php
    3. Gunnars K. 12 Proven health benefits of avocado. 2018. Available at: healthline.com/nutrition/12-proven-benefits-of-avocado
    Read More
  • Ginjal adalah organ penting yang ada didalam tubuh manusia yang berfungsi untuk mengeluarkan dan menyaring zat-zat sisa metabolisme yang tidak lagi diperlukan oleh badan. Ginjal pada manusia terdapat sebanyak 2 buah, berbentuk seperti kacang merah dan terletak di dalam rongga retroperitoneal di antara iga 10- 12. Lokasi Ginjal Baca Juga: Cara Penderita Ginjal Menghadapi Covid-19 […]

    Tanda-Tanda Gangguan Ginjal #Kamisehat

    Ginjal adalah organ penting yang ada didalam tubuh manusia yang berfungsi untuk mengeluarkan dan menyaring zat-zat sisa metabolisme yang tidak lagi diperlukan oleh badan. Ginjal pada manusia terdapat sebanyak 2 buah, berbentuk seperti kacang merah dan terletak di dalam rongga retroperitoneal di antara iga 10- 12.

    Lokasi Ginjal

    Baca Juga: Cara Penderita Ginjal Menghadapi Covid-19

    Secara lebih spesifik, ginjal memiliki beberapa fungsi penting, antara lain menyaring limbah tubuh (termasuk zat kimia, obat-obatan, dan makanan) dalam darah, menjaga keseimbangan kadar garam, mineral, cairan, dan asam darah dalam tubuh, menghasilkan eritropoetin, yaitu hormon yang berfungsi dalam pembentukan sel darah merah, menghasilkan renin, yaitu enzim yang membantu mengatur tekanan darah, dan menghasilkan senyawa aktif dari vitamin D untuk menjaga kesehatan tulang.

    Ketika fungsi ginjal terganggu maka zat-zat sisa hasil metabolisme akan bertumpuk di dalam tubuh, keadaan ini akan mengakibatkan gejala pembengkakan pada pergelangan kaki, mual, muntah, lemas, dan sesak napas.Penyakit ginjal dapat dipicu oleh kondisi lainnya, misalnya karena diabetes dan tekanan darah tinggi. Artinya, seseorang berisiko mengalami gangguan ginjal jika mengalami diabetes, tekanan darah tinggi, atau memiliki riwayat penyakit ginjal dalam keluarga. Tanda adanya gangguan pada ginjal juga bisa berbeda dikarenakan hal yang menjadi latar belakang permasalahan dari gangguan tersebut.

    Jenis Penyakit Ginjal

    Penyakit ginjal terdiri dari beberapa jenis, antara lain:

    • Infeksi ginjal. Infeksi ginjal terjadi bila bakteri dari kandung kemih menyebar naik menuju ke salah satu atau kedua ginjal. Kondisi ini muncul akibat dari komplikasi infeksi saluran kemih.
    • Batu ginjal. Garam dan mineral yang seharusnya disaring oleh ginjal tetapi malah mengeras dan tertimbun dalam ginjal sehingga terbentuk batu ginjal. Hal ini biasanya terjadi karena urine yang terlalu pekat, sehingga garam dan mineral mengkristal.
    • Penyakit ginjal polikistik. Merupakan penyakit keturunan berupa munculnya kista (kantong berisi cairan) yang berkelompok di dalam ginjal. Penyakit ginjal polikistik tidak ganas, tapi dapat mengakibatkan penurunan fungsi ginjal. Selain terjadi di ginjal, kista pada ginjal polikistik juga bisa muncul di organ hati atau bagian lain dalam tubuh.
    • Gagal ginjal akut. Gagal ginjal akut adalah kondisi dimana ginjal tidak dapat berfungsi normal secara tiba-tiba. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan menumpuknya garam dan zat kimia lainnya di dalam tubuh dan memengaruhi fungsi organ tubuh lainnya.
    • Penyakit ginjal kronis. Penyakit ginjal kronis atau gagal ginjal kronis yaitu penurunan fungsi ginjal yang menetap selama tiga bulan. Kondisi ini ditandai beberapa gejala, seperti sesak napas, mual, dan kelelahan. Namun kondisi ini tidak dirasakan oleh pasien bila masih stadium 1-3. Oleh karena itu, banyak orang tidak menyadari sedang mengalami kondisi ini hingga mencapai stadium lanjutan.

    Gejala Penyakit Ginjal

    Gejala penyakit ginjal tergantung dari jenis penyakitnya dan apakah penyakit tersebut mengakibatkan penurunan fungsi ginjal. Beberapa gejala penurunan fungsi ginjal dan gejala penyakit ginjal secara spesifik, antara lain terjadi pembengkakan di pergelangan kaki dan sekitar mata, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, dan penurunan berat badan, volume urine dan frekuensi buang air kecil berkurang, urine berbusa, merasa lelah dan sesak napas, kulit kering dan terasa gatal, terjadi kram otot, terutama di tungkai, susah tidur, tekanan darah tinggi, gangguan irama jantung, penurunan kesadaran. Pada gagal ginjal akut dapat terlihat tanda dehidrasi. Kemudian, gejala lainnya adalah nyeri punggung bawah dan urine bercampur darah dapat terjadi pada penderita batu ginjal, penyakit ginjal polikistik, dan infeksi ginjal, serta pada penderita infeksi ginjal dan batu ginjal dapat timbul keluhan demam dan menggigil. Anak-anak yang mengalami penyakit ginjal akan mudah mengantuk, tidak bertenaga, kehilangan nafsu makan, dan pertumbuhannya terhambat.

    Diagnosis Penyakit Ginjal

    Deteksi adanya gangguan pada ginjal dapat dilakukan dengan pemeriksaan penunjang, yaitu:

    • Tes urine. Dilakukan untuk mengetahui kadar albumin dalam urine. Albumin merupakan salah satu jenis protein yang seharusnya terkandung di dalam darah. Jika ada albumin di dalam urine, artinya ginjal tidak berfungsi dengan baik dan secara tidak langsung kadar albumin dalam darah akan menurun. Analisis dan kultur kuman dari urin juga dapat dilakukan, untuk mengetahui adanya infeksi saluran kemih dan kuman penyebab infeksi tersebut.
    • Tes darah. Dilakukan untuk memeriksa kadar kreatinin, yaitu sebuah zat yang berasal dari jaringan otot. Jika mengalami kerusakan, ginjal tidak bisa membuang kreatinin dari dalam darah. Melalui tes darah, dokter juga akan mengetahui laju filtrasi glomerulus (GFR) pasien. Hasil pemeriksaan GFR akan menunjukkan fungsi dan kondisi ginjal pasien. Selain fungsi ginjal, tes darah dapat melihat Hb yang menurun karena produksi sel darah merah yang menurun.
    • Pemindaian. USG ginjal dan CT scan ginjal serta saluran kemih (urografi) dapat melihat kemungkinan batu ginjal dan penyakit ginjal polikistik.

    Produk Terkait: Cek Lab

    Pengobatan Penyakit Ginjal

    Sebelum menentukan jenis pengobatan untuk penyakit ginjal, dokter akan memastikan penyebabnya terlebih dulu. Penyakit ginjal dapat diterapi dengan beberapa adalah obat-obatan sesuai dengan rekomendasi dokter, prosedur terapi batu ginjal berupa tindakan menghilangkan batu bila batu cukup besar. Namun, bila kondisi ginjal sudah tidak dapat diselamatkan lagi, maka ada terapi pengganti ginjal seperti cuci darah, dialisis perut, dan transplantasi ginjal. Kemudian, penderita gangguan ginjal harus melakukan diet khusus, yaitu diet rendah protein dan beberapa mineral seperti natrium, kalium, serta fosfat. Selain itu, penting untuk membatasi asupan cairan, sehingga cairan tidak menumpuk dalam tubuh.

    Pencegahan Penyakit Ginjal

    Penyakit ginjal dapat ditimbulkan oleh diabetes atau hipertensi. Karena itu, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit ginjal adalah dengan mengendalikan kedua penyakit tersebut. Sebab, jika kadar gula darah dan tekanan darah tidak terkontrol, lama-kelamaan ginjal akan rusak. Jika mengalami gejala-gejala penyakit ginjal atau memiliki riwayat penyakit ginjal dalam keluarga, pasien disarankan untuk menjalani pemeriksaan secara rutin.

    Baca Juga: Apa Bedanya Gagal Ginjal Akut dan Kronis?

    Pencegahan lain yang dapat dilakukan adalah berhenti merokok, mengurangi makanan yang mengandung kadar kreatin/kreatinin tinggi, hindari penggunaan suplemen atau obat-obatan yang berlebihan terutama tanpa konsultasi dokter, olahraga yang teratur serta istirahat yang cukup serta minum air putih kurang lebih 8 gelas/2 liter per hari.

    Apakah pemberian vitamin C dan kolagen secara intravena dapat berbahaya untuk ginjal?

    Vitamin C yg dibutuhkan badan kita kurang lebih hanya 50-60 mg per hari. Sisanya kemana? Sisanya tentu akan dibuang melalui ginjal sebagai ekskresi utama. Vitamin C merupakan senyawa asam sehingga dapat mengubah ph dalam urin.  Akibatnya, zat terlarut dalam urin akan menggumpal dan mengendap. Inilah yg akan menjadi cikal bakal batu saluran kemih. Selain itu, kadar vitamin C yang tinggi dan kolagen dapat memperberat fungsi dari ginjal itu sendiri.

    Produk Terkait: Jual Vitamin C

    Apakah bila kurang meminum air putih 8 gelas per hari dapat menyebabkan penyakit ginjal?

    Sebenarnya, minum air putih 8 gelas per hari merupakan langkah pencegahan yang dapat kita lakukan untuk terhindar dari penyakit ginjal. Bila cairan kita kurang maka aliran darah ke dalam ginjal akan berkurang dan urin menjadi lebih pekat. Kemudian, zat yang terlarut dalam urin menjadi mengendap dan berpotensi menjadi batu. Bila tidak ditangani dengan baik, akan terjadi infeksi yang lama-kelamaan dapat menyebabkan gagal ginjal.

    Apakah jus seledri dapat meningkatkan kesehatan ginjal?

    Daun seledri memang memiliki efek untuk menurunkan tekanan darah dengan cara melebarkan pembuluh darah yang akan membuat aliran darah lebih lancar.

    Apakah konsumsi obat setiap hari (suplemen atau obat kurus) dapat mempengaruhi ginjal?

    Hal ini tergantung jenis suplemen yang dikonsumsi, mekanisme kerjanya, serta ekskresi atau pengeluaran dari tubuh lewat mana. Sehingga, sebelum mengonsumsi obat atau suplemen, kita harus konsultasikan  langsung dengan dokter.

    Produk Terkait: Jual Suplemen

    Apa akibatnya bila kita lebih banyak mengonsumsi air putih dari anjurannya 2 Liter per hari?

    Lebih baik bila kita mengonsumsi air putih dalam jumlah cukup. Air putih itu sendiri di dalamnya terdapat senyawa mineral yang jika kita minum berlebih juga akan berdampak tidak baik bagi badan.

    Apakah kopi dan teh tidak baik untuk ginjal?Berapa takaran per harinya, adakah batasannya?

    Kopi dan teh sebenarnya tidak berbahaya bagi ginjal selama kita juga konsumsi air putih yg cukup. Batasi konsumsi kopi atau teh Sobat 1-3 gelas per hari, bila berlebih ada kemungkinan akan meningkatkan tekanan darah.

    Apakah perlu minum 2 Liter sehari bila pekerjaan kita di kantor dan ruangan dingin?

    Sebenarnya, kebutuhan air itu tergantung pada berat badan, suhu dan lingkungan. Jadi, memang panduannya sebaiknya 2 Liter, tetapi bila Sobat merasa terlalu banyak karena sering buang air bila ada di ruangan ber AC, konsumsi air putih dapat dikurangi sewaktu di kantor.

    Bila ginjal hanya satu apakah perlu konsumsi 2 liter air?

    Bila ginjal seseorang hanya satu maka harus dilihat laju filtrasi ginjalnya (LFG). Laju filtrasi ginjal adalah suatu ukuran untuk mengetahui  fungsi ginjal, ukuran kemampuan ginjal untuk melakukan penyaringan darah. Makin tinggi kadar laju filtrasi mengindikasikan bahwa fungsi ginjalnya makin baik.

    Pada kondisi ini tentu saja harus benar-benar ekstra untuk menjaganya. Selain pengecekan LFG yg rutin, menjaga makanan, membatasi penggunaan obat-obatan dan olahraga yang untuk menjaga berat badan yg ideal harus dilakukan.

    Apakah ada makanan yang dapat meningkatkan fungsi ginjal?

    Kita harus mengetahui terlebih dulu penyebab penurunan fungsi ginjalnya, karena berbeda jika penurunan fungsi ginjal karena batu atau murni sudah gagal ginjal. Jika penurunan fungsi ginjal karena ada batu saluran kemih, infeksi jika batu atau infeksinya ditanggulangi maka fungsi ginjalnya akan normal kembali. Sedangkan jika sudah terjadi penurunan fungsi ginjal karena gagal ginjal ini tidak bisa di kembalikan ke keadaan semula/normal hanya bisa dijaga agar kondisi ginjal yg sudah menurun ini tidak tambah turun atau tambah parah. Hal yang dapat dilakukan adalah dengan mengurangi konsumsi makanan yg mengandung protein hewani tinggi dan minum cukup air putih yang hanya dapat meningkatkan sedikit fungsi ginjal saja.

    Apakah diet tinggi protein dan tinggi lemak dapat membahayakan ginjal?

    Hal ini tentu saja dapat membahayakan ginjal karena makanan yang tinggi protein (hewani) akan meningkatkan kadar kreatinin dalam darah. Kadar kreatinin yang tinggi ini juga akan membuat ginjal bekerja lebih keras untuk memfiltrasi darah. Jika terjadi terus menerus dan dalam jangka lama dapat mengakibatkan ginjal mengalami penurunan fungsi apalagi bila konsumsi air putihnya sedikit.

    Bagaimana dengan susu protein tinggi yang sering dikonsumsi sewaktu berolahraga/gym, apakah berbahaya terhadap ginjal?

    Selama jumlahnya tidak berlebihan, cukup minum air putih sebenarnya tidak berbahaya karena protein yang digunakan diambil tubuh untuk produksi massa otot.

    Bagaimana tanda-tanda tubuh kita kekurangan cairan?

    Tanda tubuh kekurangan cairan/dehidrasi biasanya  sakit kepala, susah konsentrasi, mual, nadi menjadi lebih cepat dan peningkatan suhu tubuh. Gejala ini sering terjadi pada orang dewasa.

    Baca Juga: Mitos atau Fakta: Deteksi Kesehatan Ginjal dengan Jengkol

    Itulah mengenai tanda-tanda gangguan ginjal yang perlu Sahabat ketahui. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai ginjal dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    #Kamisehat 14 Maret 2019

     

    Read More
  • Ginjal adalah organ tubuh yang berperan dalam membuang sisa metabolism yang ada dalam tubuh. Selain itu, organ ini berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan cairan serta memproduksi hormon yang berperan dalam proses pembentukan darah, kepadatan tulang, dan mempertahankan tekanan darah. Kesehatan ginjal sangat penting kita jaga, jangan sampai ketika ginjal sudah mulai rusak baru kita peduli dengan […]

    Mitos atau Fakta : Deteksi Kesehatan Ginjal dengan Jengkol

    Ginjal adalah organ tubuh yang berperan dalam membuang sisa metabolism yang ada dalam tubuh. Selain itu, organ ini berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan cairan serta memproduksi hormon yang berperan dalam proses pembentukan darah, kepadatan tulang, dan mempertahankan tekanan darah. Kesehatan ginjal sangat penting kita jaga, jangan sampai ketika ginjal sudah mulai rusak baru kita peduli dengan ginjal kita.

    Baca Juga: Tanda-tanda Gangguan Ginjal

    Bila fungsi ginjal menurun, akan timbul gejala-gejala antara lain pembengkakan di pergelangan kaki dan sekitar mata, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, dan penurunan berat badan, berkurangnya volume urine dan frekuensi buang air kecil, merasa lelah dan sesak napas, susah tidur, hingga gejala yang lebih parah seperti penurunan kesadaran.

    Kita dapat mengetahui seberapa bagus fungsi ginjal melalui beberapa test, antara lain melalui tes darah dengan pemeriksaan serum kreatinin, laju filtrasi ginjal (GFR), dan nitrogen urea darah (BUN). Selain itu, pemeriksaan urin dapat dilakukan untuk melihat adanya protein dan darah dalam urine. Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan adalah melihat kelainan dan bentuk ginjal dari USG dan CT scan. Biopsi ginjal digunakan untuk melihat keberhasilan terapi, seberapa banyak ginjal yang rusak, dan berperan dalam pencangkokan ginjal.

    Baca Juga: Asam Urat? Coba Diet Purin

    Beberapa waktu lalu, tersebar kabar bahwa cara mendeteksi kesehatan ginjal dengan jengkol. Dalam postingan tersebut dijelaskan bahwa dengan jengkol kita dapat mengetahui ginjal kita bermasalah atau tidak, caranya adalah dengan memakan satu atau dua biji jengkol kemudian kita bisa mendeteksinya melalui bau dari air seninya. Jika air seninya berbau khas jengkol tersebut ginjal masih dalam keadaan yang sehat, akan tetapi jika tidak berbau khas jengkol tersebut berarti ginjalnya bermasalah.

    Hal ini tidak benar, ya Sobat. Aroma urine bukan satu-satunya cara menentukan ginjalnya bermasalah atau tidak. Aroma urin sangat bervariasi, tergantung jumlah cairan dan jenis makanan yang kita konsumsi. Bila kita jarang minum, urine akan terlihat lebih pekat dengan bau ammonia yang lebih jelas tercium. Beberapa makanan, obat, infeksi pada saluran kencing dapat mempengaruhi aromanya.

    Baca Juga: 7 Jenis Makanan Bantu Cegah Diabetes

    Jadi, makan jengkol enggak dapat mendeteksi kelainan di ginjal, ya, Sahabat. Cek ulang kebenaran berita kesehatan di sekitar, sehingga Sahabat tidak begitu saja untuk mempercayainya. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai ginjal dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. National Kidney Foundation. Test to measure kidney function, damage, and detect abnormalities. Available at: kidney.org/atoz/content/kidneytests
    2. Stopper MC. Urine odor: symptoms and sign. 2018. Available at: medicinenet.com/urine_odor/symptoms.htm
    Read More
  • Di masa pandemi pemakaian masker menjadi sebuah keharusan karena berfungsi untuk mencegah penularan Covid-19 secara optimal. Dalam perkembangannya, seringkali masyarakat menggunakan masker dua lapis (double). Baca Juga: Kalung Tali Masker di Masa Pandemi Corona, Adakah Manfaatnya? Pemakaian masker berlapis (double) itu untuk melindungi diri dari paparan virus secara efektif. Demikian berdasarkan penelitian terbaru. Seperti dilansir dari CNBC […]

    Tepat dan Efektifkah Masker Berlapis (Double) untuk Menangkal Covid-19?

    Di masa pandemi pemakaian masker menjadi sebuah keharusan karena berfungsi untuk mencegah penularan Covid-19 secara optimal. Dalam perkembangannya, seringkali masyarakat menggunakan masker dua lapis (double).

    masker double

    Baca Juga: Kalung Tali Masker di Masa Pandemi Corona, Adakah Manfaatnya?

    Pemakaian masker berlapis (double) itu untuk melindungi diri dari paparan virus secara efektif. Demikian berdasarkan penelitian terbaru. Seperti dilansir dari CNBC Indonesia, penelitian menyebutkan bahwa penggunaan dua masker, yakni masker medis dengan masker kain rupanya menawarkan perlindungan yang jauh lebih baik.

    Produk Terkait: Jual Masker Medis

    Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa penggunaan masker satu lapis ternyata tidak terlalu efektif dalam memblokir aerosol. Sedangkan masker kain dengan 2-3 lapis hanya melindungi sebagian, dengan kisaran efektivitas 50% hingga 60%. Sementara masker bedah hanya memberi perlindungan efektif sekitar 50% dari percikan aerosol, serta 60-70% efektif melindungi dari percikan air liur orang lain.

    Apakah Benar Memakai Masker Berlapis (Double) Efektif Melindungi Diri Dari Covid-19?

    Satuan gugus tugas Covid-19 melalui juru bicara Profesor Wiku Adisasmito mengungkapkan bahwa pemakaian masker berlapis (double) sebenarnya sangat tidak disarankan karena hal tersebut mengganggu fungsi masker.

    Ia menerangkan jika pemakaian dua masker sekaligus tidak akan meningkatkan kemampuan filtrasi masker apalagi jika mulut dan hidung tidak tertutup dengan baik.

    Baca Juga: Aturan Baru Penggunaan Masker di DKI Jakarta, Harus Bedah dan Kain

    Hal serupa diungkapkan oleh Linsey Marr dari Virginia Tech. Profesor Teknik Sipil dan Lingkungan menyebut sebaiknya bukan jumlah maskernya yang ditambah tetapi lapisannya. Penggunaan masker berlapis (double) dapat mengganggu jalannya pernapasan dalam tubuh. Sementara penambahan lapisan pada masker, disebut akan meningkatkan penyaringan partikel virus menjadi 75%.

    Ahli Sebut Pemakaian Masker yang Tepat Lebih Melindungi Dari Virus

    Matt Binnicker, Presiden Pan American Society for Clinical Virology seperti dilansir CNN Indonesia menyebut bahwa pemakaian masker yang tepat lebih efektif dalam melindungi diri dari virus.

    Pemakaian masker yang efektif adalah dengan menggunakan masker secara konsisten menutupi hidung dan mulut setiap kali berada di luar rumah terutama di lingkungan yang berisiko tinggi. Hal senada juga diungkapkan oleh Josh Schiffer, profesor dari Fred Hutchinson Cancer Research Center.

    Baca Juga: Pemerintah Meminta Masyarakat Menggunakan Masker N95 Saat di Rumah Sakit

    Saat berada di luar rumah dan di lingkungan berisiko tinggi, ia merekomendasikan penggunaan masker N95 yang dinilai lebih efektif dalam menangkal virus. Tentunya lebih baik masker tersebut diperbanyak lapisannya bukan jumlahnya seperti yang dianjurkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

    Tips Pemakaian

    Meskipun dalam beberapa hal terdapat pertentangan dari para ahli, pemakaian masker berlapis (double) untuk meningkatkan fungsi dapat dilakukan asalkan pemakaiannya adalah dengan masker medis atau masker bedah pada lapisan pertama barulah pada lapisan kedua dengan masker kain.

    Pemakaian masker yang benar dan konsisten, dipercaya dapat melindungi diri dari virus dengan lebih baik daripada menambah jumlah lapisan masker yang dapat berdampak buruk pada pernapasan.

    Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Memakainya

    Itulah Sahabat Sehat, mengenai penggunaan masker berlapis (double) yang sebenarnya tidak begitu efektif atau dianjurkan dalam melindungi diri dari virus. Sahabat disarankan tetap memakai masker yang benar dan sesuai anjuran medis.

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai masker dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Pinandhita V. Masker Medis Tidak Boleh Didobel! Ini Penjelasan Satgas COVID-19 [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 10 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5392351/masker-medis-tidak-boleh-didobel-ini-penjelasan-satgas-covid-19
    2. Arbar T. Apa Benar Masker Double Ampuh Tangkal Covid-19? [Internet]. lifestyle. 2021 [cited 10 March 2021]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20210210145723-33-222472/apa-benar-masker-double-ampuh-tangkal-covid-19
    3. Ahli Sebut Bermasker Tepat Lebih Efektif dari Double Masker [Internet]. CNNIndonesia.com. 2021 [cited 10 March 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210210135059-255-604714/ahli-sebut-bermasker-tepat-lebih-efektif-dari-double-masker
    Read More
  • Pertolongan pertama kesehatan mental sebenarnya sudah ada dan sudah diterapkan sebelum Perang Dunia Kedua. Hal ini diakui sebagai cara terbaik untuk menolong banyak orang dalam kondisi yang berisiko. Gejala penyakit gangguan mental ini sulit sekali untuk dideteksi, banyak orang lain atau keluarga yang menemukan perilaku atau sikap dengan perubahan yang seperti biasanya. Meskipun orang lain […]

    Seperti Apa dan Bagaimana Pertolongan Pertama Gangguan Kesehatan Jiwa?

    Pertolongan pertama kesehatan mental sebenarnya sudah ada dan sudah diterapkan sebelum Perang Dunia Kedua. Hal ini diakui sebagai cara terbaik untuk menolong banyak orang dalam kondisi yang berisiko.

    Gejala penyakit gangguan mental ini sulit sekali untuk dideteksi, banyak orang lain atau keluarga yang menemukan perilaku atau sikap dengan perubahan yang seperti biasanya. Meskipun orang lain atau keluarga sendiri menemukannya, tetap saja cara menghadapi dan bagaimana melakukan intervensi atau mencari pengobatan yang tepat itu tidak mudah.

    pertolongan pertama gangguan kesehatan jiwa

    Baca Juga: Penyebab Gangguan Kesehatan Mental yang Perlu Dideteksi Sejak Dini

    Pertolongan pertama kesehatan jiwa adalah kursus selama 8 jam. Pasien diberi pemahaman dan dikenalkan tentang risiko-risiko dan tanda-tanda awal gangguan jiwa. Pasien dikenalkan dampak dari gangguan jiwa serta cara pengobatannya secara umum.

    Selain itu, pasien juga ikut simulasi dalam menilai seberapa krisis gangguan jiwa, melakukan intervensi, memberikan bantuan awal dan bagaimana cara menguhubungi dokter, teman terdekat, keluarga, serta bantuan dukungan sosial.

    Dekati, kaji dan dengar masalah yang sedang dialami

    Hal yang pertama yang harus Sahabat lakukan adalah melakukan pendekatan dengan penuh perhatian dan sikap positif, dengarkan masalahnya, dan coba memberi bantuan atau solusi sesuai dengan masalah yang sedang dihadapinya. Step by step melakukan pendekatan juga harus memperhatikan

    • Cara pendekatan dengan penuh perhatian dan sikap yang nyaman
    • Cari tempat yang nyaman untuk kita maupun orang tersebut, tempat yang nyaman dan tenang untuk bercerita
    • Apabila orang tersebut tidak berinisiatif memulai cerita, maka kita boleh memulai pembicaraan dengan syarat tidak langsung to the point
    • Jika orang tersebut sudah memulai cerita, hormati privasi dan kerahasiaan orang tersebut.

    Dengarkan ceritanya tanpa menghakimi

    Ketika orang tersebut mulai bercerita, salah satu yang harus anda lakukan yang penting sekali adalah dengarkan dan tahan penilaian anda dahulu,  jangan memotong cerita orang tersebut dengan pertanyaan-pertanyaan yang ada di pikiran Sahabat, dengarkan dulu sampai selesai, dengarkan dengan rasa empati yang tinggi dan dengarkan secara verbal maupun non verbal.

    Perhatikan juga untuk mendengarkan dengan sungguh-sungguh, mengerti apa yang diceritakan kemudian berikan kebebasan untuk berbicara tanpa menghakimi. Ada hal yang harus dilakukan dan jangan sesekali Sahabat lakukan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan adalah:

    Lakukan

    • Beretika dan lakukan hal yang sewajarnya sesuai dengan budaya, usia dan orang yang kita hadapi
    • Jujur dan dapat dipercaya
    • Hormati keputusan dan hak orang lain
    • Jangan mengungkapkan tentang penilaian pertama terhadap orang tersebut dan berhati-hati dalam menilai
    • Jelaskan ketersediaanmu dalam membantunya kapan saja

    Jangan Lakukan

    • Jangan berlebihan dalam memberikan informasi
    • Jangan berlebihan dalam berbicara
    • Jangan menonjolkan status kita sebagai penolong
    • Jangan memaksa mereka untuk bercerita kepada kita
    • Jangan ambisius, membosankan atau memaksa untuk menolong
    • Jangan menghakiminya karena perilaku dan perasaannya
    • Jangan menceritakan masalahnya ke semua orang maupun sedikit orang

    Berikan informasi dan dukungan

    Setelah seseorang tersebut merasa lebih didengarkan dan merasa ada dukungan lebih, maka ini adalah peluang anda untuk terus melanjutkan bantuan.

    Baca Juga: Gangguan Kesehatan Jiwa, dari Penyebab hingga Cara Mengatasi

    Berikan dukungan berupa dukungan emosional seperti memberikan harapan bahwa masalah ini akan selesai dengan kondisi yang membaik dan berikan dukungan seperti berempati apa yang orang tersebut rasakan. Jangan lupa untuk menanyakan atau memberikan informasi tentang bantuan kesehatan jiwa.

    Beri dorongan untuk mendapatkan bantuan profesional

    Ketika mereka sudah mulai terbuka terkait cerita dan masalahnya, sebaiknya langkah selanjutnya Sahabat memberikan pilihan bantuan profesional yang tepat, seseorang dengan gangguan kesehatan jiwa harus ditangani langsung dengan yang lebih profesional.

    Kita dalam membantu memiliki batasan dan pilihan bantuan terapi ada berbagai macam misalnya dengan obat-obatan, terapi psikis atau konseling, dukungan dari anggota keluarga/terdekat, bantuan/bimbingan aktifitas.

    Beberapa gejala yang harus diperhatikan dan butuh bantuan lebih, yaitu:

    • Orang dengan kondisi serius, yang dapat membahayakan nyawa diri sendiri maupun orang lain dan membutuhkan perawatan gawat darurat
    • Orang dengan kondisi yang sangat sedih dan berlarut-larut, sehingga tidak mampu merawat diri sendiri dan anak-anaknya
    • Orang yang hanya membahayakan orang lain

    Setelah itu, beri dorongan untuk mendapatkan bantuan lainnya

    Orang yang mengalami gangguan kesehatan jiwa sangat penting juga untuk mendapatkan bantuan dorongan lainnya, selain bantuan profesional atau bantuan yang tepat, orang-orang di sekitar yang pernah mengalami gangguan kesehatan jiwa bisa untuk membantu mereka yang saat ini sedang mengalami, bantuan dorongannya orang-orang di sekitar saja dan orang-orang terdekat.

    Menurut data World Federation of Mental Health (WFMH) seseorang di suatu tempat di dunia meninggal akibat bunuh diri. Data menunjukkan bahwa satu dari empat orang dewasa akan mengalami masalah hidupnya dan mengganggu kesehatan jiwa.

    Baca Juga: Keinginan Bunuh Diri, Cara Mencegah dan Tanda-tandanya

    Hal itu karena orang-orang yang memiliki gangguan kesehatan jiwa ini tidak mendapatkan perhatian dan tidak mendapatkan dukungan psikologis dari orang-orang di sekitar. Apalagi jika masalah psikis mereka dalam keadaan darurat, mengakibatkan banyak sekali orang-orang yang akan mengalami gangguan kesehatan jiwa

    Karena itu, pertolongan pertama pada gangguan kesehatan jiwa berasal dari orang-orang terdekat dan keluarga, rasa peduli dan perhatian terhadap orang-orang yang dekat dengan kita adalah obat pertama untuk pertolongan awal menghadapi orang yang mengalami gangguan kesehatan jiwa.

    Baca Juga: 5 Gangguan Jiwa Paling Sering Dialami Kawula Muda

    Demikianlah mengenai pertolongan pertama pada kesehatan jiwa bagi teman atau saudara yang sedang mengalaminya. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai pertolongan pertama ini dan produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi :

    1. RSJ Dr. Radjiman W. Lawang [Internet]. Rsjlawang.com. 2021 [cited 2 March 2021]. Available from: http://rsjlawang.com/news/detail/154/pertolongan-pertama-pada-gangguan-kesehatan-jiwa
    2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia [Internet]. Kemkes.go.id. 2021 [cited 2 March 2021]. Available from: https://www.kemkes.go.id/article/view/16101100004/hkjs-2016-pertolongan-pertama-psikologis-dan-kesehatan-jiwa-bagi-semua-.html
    3. Penerapan Metode Algee Dalam Pertolongan Pertama Pada Gangguan Jiwa [Internet]. Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng. 2021 [cited 2 March 2021]. Available from: https://dinkes.bulelengkab.go.id/artikel/penerapan-metode-algee-dalam-pertolongan-pertama-pada-gangguan-jiwa-44

     

    Read More
  • Bagaimanakah cara penderita penyakit ginjal menghadapi Covid-19? Hal ini tentu menjadi pertanyaan yang cukup menyita perhatian karena ternyata orang yang menderita penyakit tersebut rentan terhadap Covid-19. Penderita Covid-19 banyak yang mempunyai penyakit komorbid atau penyerta. Penderita penyakit ginjal menduduki posisi pertama dengan risiko kematian sebesar 13,7 kali lipat. Di tempat kedua ada penyakit jantung dan […]

    Cara Penderita Penyakit Ginjal Menghadapi Covid-19

    Bagaimanakah cara penderita penyakit ginjal menghadapi Covid-19? Hal ini tentu menjadi pertanyaan yang cukup menyita perhatian karena ternyata orang yang menderita penyakit tersebut rentan terhadap Covid-19. Penderita Covid-19 banyak yang mempunyai penyakit komorbid atau penyerta. Penderita penyakit ginjal menduduki posisi pertama dengan risiko kematian sebesar 13,7 kali lipat. Di tempat kedua ada penyakit jantung dan diabetes dengan risiko kematian sebesar 9 dan 8,3 kali lipat. Kemudian ada hipertensi dan autoimun dengan risiko kematian sebesar 6 kali lipat.

    cara penderita penyakit ginjal menghadapi covid-19

    Baca Juga: Inilah Orang-orang yang Rentan Tertular Virus Covid-19

    Mengapa Penderita Penyakit Ginjal Rentan Terkena Covid-19?

    Perlu diketahui bahwa seseorang yang menderita penyakit ginjal umumnya mempunyai imun yang rendah karena kerusakan pada ginjal menyebabkan tubuh tidak bisa membuang racun sehingga menumpuk di dalam tubuhnya. Pasien penderita ginjal yang tertular Covid-19 selain harus mengurangi gejala Covid-19 dengan rutin mengonsumsi obat tertentu, mereka juga harus tetap cuci carah untuk menghilangkan racun di tubuhnya.

    Produk Terkait: Jual Pengobatan Ginjal

    Bagaimana Cara Penderita Penyakit Ginjal Menghadapi Covid-19?

    Ada beberapa tips yang dianjurkan bagi penderita ginjal saat menghadapi Covid-19, yaitu:

    Tetap Berada di Rumah

    Cara terbaik bagi penderita ginjal selama masa pandemi dan supaya tidak rentan tertular adalah tetap berada di dalam rumah dan menghindari kerumunan dengan orang-orang sekitar yang berpotensi terkena Covid-19 dan tidak menunjukkan gejala sama sekali. Namun, apabila harus keluar rumah karena urusan yang sangat penting tetaplah untuk menjaga jarak sejauh 1,5-2 meter dari orang lain, memakai masker, mencuci tangan serta tutupilah hidung dan mulut ketika batuk dan bersin.

    Cucilah Tangan Sesering Mungkin

    Mencuci tangan merupakan salah satu hal yang harus dilakukan selama masa pandemi, dan merupakan bagian dari perilaku 3M. Gunakanlah sabun dan air dan cucilah pada air yang mengalir selama 20 detik atau lebih. Apabila sabun tidak tersedia, gunakanlah hand sanitizer yang mengandung setidaknya 60% alkohol.

    Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Sebaik Mungkin

    Meningkatkan daya tahan tubuh juga merupakan salah satu cara supaya penderita ginjal terhindar dari Covid-19. Caranya adalah mengonsumsi makanan yang bergizi, hindari gula, garam dan lemak berlebihan. Selain itu, jangan lupa untuk mengonsumsi suplemen yang diperlukan.

    Baca Juga: Cara Dapatkan Imunitas Tubuh Secara Alami Tanpa ke Bioskop

    Hubungi Layanan Kesehatan Setempat untuk Ketersediaan Obat-obatan

    Penderita penyakit ginjal menghadapi Covid-19 pasti membutuhkan obat-obatan untuk tetap sehat. Silakan hubungi penyedia layanan kesehatan untuk ketersediaan obat-obatan. Minumlah obat yang telah diresepkan, dan jangan mengganti obat tanpa konsultasi terlebih dahulu dari penyedia layanan tersebut.

    Mintalah Bantuan Pada Fasilitas Layanan Terdekat

    Apabila Sahabat menunjukkan gejala-gejala Covid-19 segera lakukan tes Covid-19 pada fasililtas kesehtatan terdekat. Lakukan isolasi diri di rumah atau milik pemerintah selama 10 hari, jika memang terkonfirmasi positif. Selama itu pula jangan bepergian langsung ke unit penanganan ginjal, dokter umum, dan apotek. Sahabat harus terlebih dahulu menghubungi via telepon. Pada pasien ginjal yang harus menjalani dialisis, segera hubungi unit dialisisis untuk mengetahui kapan bisa melakukannya. Apabila selama isolasi 10 hari gejala yang dirasakan memburuk segera hubungi Satgas Covid-19 setempat.

    Ikuti Protokol Kesehatan Saat Cek dan Cuci Darah

    Apabila Sahabat memang diharuskan untuk cek darah rutin yang dianggap riskan pada masa pandemik Covid-19, Sahabat dapat menghubungi penyedia layanan kesehatan setempat untuk menentukan tes bisa ditunda atau tidak. Apabila dokter merasa tes harus dilakukan rutin dan sesuai jadwal, usahakan untuk meminta laboratorium tempat tes agar tes bisa dilakukan di rumah. Perhatikan apakah lab dapat menerima sampel urine yang dikirim melalui kurir. Apabila cek darah tidak bisa dilakukan di rumah, dan Sahabat harus mendatangi laboratorium, jangan khawatir. Biasanya laboratorium tempat Sahabat mengecek darah sudah menerapkan protokol 3M, dan memeriksa suhu setiap orang yang datang. Apabila ada yang positif, akan dilakukan isolasi di lab tersebut.

    Produk Terkait: Cek Lab

    Begitulah cara penderita penyakit ginjal menghadapi Covid-19 karena mereka termasuk yang rentan terkena. Para penderita diharapkan untuk tidak abai terhadap protokol 3M dan rutin memeriksakan darah di laboratorium. Supaya Sahabat Sehat tidak mengalami masalah pada ginjal berikut beberapa hal yang bisa Sahabat lakukan dengan perilaku CERDIK yaitu:

    • C: Cek kesehatan rutin/berkala
    • E: Enyahkan asap rokok
    • R: Rajin aktivitas fisik
    • D: Diet sehat dengan kalori seimbang
    • I: Istirahat yang cukup
    • K: Kelola stres

    Baca Juga: Apa Bedanya Gagal Ginjal Akut dan Kronis?

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai ginjal dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Indonesia C. Satgas: Pasien Covid Komorbid Ginjal Paling Berisiko Kematian [Internet]. nasional. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20201216144409-20-582945/satgas-pasien-covid-komorbid-ginjal-paling-berisiko-kematian
    2. Media K. Penyakit Ginjal Komorbid Paling Berisiko Sebabkan Kematian Pasien Covid-19 Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2020/12/15/21030961/penyakit-ginjal-komorbid-paling-berisiko-sebabkan-kematian-pasien-covid-19?page=all
    3. Azizah K. Risiko Kematian Virus Corona Pada Pasien Gagal Ginjal Tinggi [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4937422/risiko-kematian-virus-corona-pada-pasien-gagal-ginjal-tinggi
    4. Panduan Bagi Orang dengan Faktor Risiko dan Penyandang PTM di Era Pandemi Covid-19 (1) – Direktorat P2PTM [Internet]. Direktorat P2PTM. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: http://www.p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/dki-jakarta/panduan-bagi-orang-dengan-faktor-risiko-dan-penyandang-ptm-di-era-pandemi-covid-19-1
    5. COVID-19: Kidney disease [Internet]. National Kidney Foundation. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://www.kidney.org/coronavirus/kidney-disease-covid-19#:~:text=Various%20COVID%2D19%2Drelated%20effects,direct%20infection%20of
    6. Coronavirus (Covid-19) guidance for patients with kidney disease [Internet]. Kidney Care UK. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://www.kidneycareuk.org/news-and-campaigns/coronavirus-advice/#symptomscovid
    7. Direktur P2PTM : CERDIK! Cara Terhindar dari Risiko Penyakit Ginjal – Direktorat P2PTM [Internet]. Direktorat P2PTM. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: http://www.p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/pusat-/direktur-p2ptm-cerdik-cara-terhindar-dari-risiko-penyakit-ginjal
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja