Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Kenali dan Cegah Hepatitis

Hepatitis A sempat menjadi perbincangan hangat setelah penyakit yang menular ini mewabah di Pacitan, Jawa Timur. Mewabahnya penyakit hepatitis A ini membuat banyak orang panik. Hepatitis A yang mewabah di Pacitan sudah dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Berdasarkan data tanggal 26 Juni 2019 hingga 27 Juni 2019, mencatatkan ada 1525 orang yang terjangkit hepatitis A di Pacitan. Namun, tahukah Sahabat bahwa selain hepatitis A, ada beberapa jenis lagi penyakit hepatitis. Yuk, kita cari tahu.

Hepatitis bukanlah penyakit yang jarang ditemukan di Indonesia, bahkan negara kita menjadi nomor 3 terbanyak angka hepatitisnya di dunia setelah India dan Cina. Angka kejadian penyakit ini terus meningkat setiap tahunnya. Penderita hepatitis B dan C di Indonesia diperkirakan mencapai 30 juta orang. Sebenarnya, penyakit ini apa sih?

Gambar 1. Perjalanan Penyakit Hepatitis

Hepatitis  adalah kondisi terjadinya radang pada hati, yang bisa disebabkan oleh berbagai macam penyebab dan yang paling banyak adalah karena infeksi (virus, bakteri dan parasit), obat-obatan, konsumsi alkohol, konsumsi makanan berlemak berlebihan, dan autoimun. Masyarakat awam lebih sering mengenal penyakit ini dengan sebutan sakit kuning. Namun, tidak semua sakit kuning disebabkan oleh radang hati, ya.

Hepatitis karena infeksi virus ini ada 5 macam dan dinamakan sesuai abjad yaitu hepatitis virus A, B, C, D, dan E. Lalu apakah perbedaannya?Perbedaannya terutama dari cara penularan dan beratnya komplikasi dari infeksi virus ini terhadap si penderita.

Hepatitis A, disebabkan oleh virus hepatitis A, yang cara penularannya melalui makanan yg tercemar oleh virus ini. Penyakit ini dari yang ringan yaitu dapat sembuh sendiri (hanya dengan istirahat), dapat perlu perawatan (misalnya tidak dapat makan karena mual muntah), atau bahkan dapat menyebabkan kematian.

Hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B yang dapat menular secara vertikal (95% perinatal, 5% di dalam uterus) atau horizontal (transfusi darah, jarum suntik tercemar, pisau cukur, tattoo, transplantasi organ).

Hepatitis C disebabkan oleh virus hepatitis C yang dapat ditularkan melalui darah dan cairan tubuh, penularan masa perinatal kecil, jarum suntik, transplantasi organ, kecelakaan kerja (petugas kesehatan), dan hubungan seks.

Hepatitis D perlu virus Hepatitis B untuk berkembang biak sehingga hanya ditemukan pada orang yang telah terinfeksi virus Hepatitis B. Penyakit ini jarang terjadi tetapi merupakan hepatitis yang paling berbahaya. Terakhir, hepatitis E disebabkan oleh virus hepatitis E dan menular melalui fekal-oral (BAB penderita-makanan yang tercemar).

Hepatitis imbas obat merupakan hepatitis yang terjadi karena konsumsi obat-obat tertentu dalam jangka waktu yang lama, seperti 0bat-obat yang memerlukan waktu lama untuk dikonsumsi  seperti obat TB (flek paru) seperti rifampicin, isoniazid, pirazinamid, ethambutol, antinyeri seperti parasetamol dan ibuprofen, serta obat-obat herbal terutama obat penurun berat badan karena didalamnya mengandung unsur hepatotoksik.

Namun, Sahabat tidak perlu khawatir untuk menggunakan obat-obat bebas, apabila digunakan sesuai aturan yang tertulis, obat yang diresepkan harus sesuai petujuk dokter Anda dan pilihlah obat herbal yang telah mendapatkan izin edar.

Gejala dari penyakit hepatitis ini adalah tubuh menjadi kuning. Gejala lain yang dirasakan penderita adalah badan terasa lemas, mual dan muntah, warna kencing menjadi gelap seperti teh atau warna feses menjadi pucat. Nah, bagaimana, ya agar kita dapat terhindar dari penyakit ini?

Bagi Sahabat yang masih sehat dan belum pernah terinfeksi hepatitis hendaklah menghindari faktor risiko terjadinya hepatitis seperti hindari memiliki pasangan seks lebih dari satu, hindari pemakaian jarum suntik, menjaga kebersihan. Bila Sahabat sudah terinfeksi hepatitis B maka hindari donor darah, organ atau jaringan jika Anda menderita hepatitis B, beri tahu dokter bahwa Anda terinfeksi dan sangat hati-hati untuk memastikan agar orang lain tidak terkena darah dan cairan tubuh Anda.

Perlukah booster vaksin hepatitis?  Jika perlu kapan diberikan dan berapa kali pemberiannya?

Pemberian vaksin penguat atau booster atau vaksin ulang hepatitis (B) dianjurkan terutama pada tenaga medis dan paramedis yang profesi nya berhubungan atau berisiko tertular virus hepatitis. Frekuensi pemberian ulangnya tergantung riwayat vaksinasi sebelumnya dan titer antibodi terhadap hepatitis ini.

Pada pekerja kesehatan,  pemeriksaan apa yg harus diperiksa saat MCU?

Pemeriksaan MCU tergantung tempat anda bekerja, biasanya sudah ada paket pemeriksaan yg harus dilakukan oleh calon pekerja nya. Tetapi pada umumnya, pekerja kesehatan, khususnya yang berisiko tinggi (menularkan atau tertular) misalnya dokter, perawat, paramedis, maka biasanya dilakukan pemeriksaan : HBsAg, anti-HBs, anti-HCV, anti-HIV, foto rontgen dada.

Bila seseorang positif terkena hepatitis B apakah vaksin masih diperlukan?bagaimana penanganan selanjutnya?

Penatalaksanaan lanjut untuk kasus ini harus di RS, jadi puskesmas akan rujuk ke RS terutama RS yg ada praktek dokter spesialis penyakit dalam atau dengan kekhususan bagian hati. Penanganannya saat ini belum bisa ditentukan, karena diperlukan pemeriksaan darah lebih lanjut untuk menentukan apakah saat ini infeksi virus masih aktif atau tidak. Vaksin belum bisa diberikan, tapi nanti silakan didiskusikan dengan dokter yg di RS ya.

instal aplikasi prosehat

WhatsApp Asisten Maya saja