Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 131–140 of 1353 results

  • Kasus hipotiroid pada perempuan lebih sering terjadi. Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa kaum hawa lebih rentan pada penyakit ini. Hipotiroid pada Perempuan Pada tubuh manusia, dapat dijumpai berbagai organ dengan fungsinya masing-masing yang berperan dalam menjaga keseimbangan metabolisme tubuh. Terdapat beberapa organ yang berperan dalam memproduksi hormon untuk mengatur metabolisme tubuh, diantaranya adalah kelenjar […]

    Hipotiroid pada Perempuan | Kenali Gejala & Penanganannya

    Kasus hipotiroid pada perempuan lebih sering terjadi. Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa kaum hawa lebih rentan pada penyakit ini.

    Hipotiroid pada Perempuan Kenali Gejala & Penanganannya

    Hipotiroid pada Perempuan | Kenali Gejala & Penanganannya

    Hipotiroid pada Perempuan

    Pada tubuh manusia, dapat dijumpai berbagai organ dengan fungsinya masing-masing yang berperan dalam menjaga keseimbangan metabolisme tubuh. Terdapat beberapa organ yang berperan dalam memproduksi hormon untuk mengatur metabolisme tubuh, diantaranya adalah kelenjar tiroid.

    Bila dijumpai kelainan pada kelenjar tiroid, maka proses metabolisme tubuh dapat terganggu. Dari berbagai penelitian diketahui bahwa gangguan tiroid lebih sering terjadi pada wanita. Mengapa demikian? Mari simak penjelasan berikut.

    medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

    Apa Itu Kelenjar Tiroid ?

    Kelenjar tiroid terletak di bagian tengah leher yang berbentuk seperti kupu-kupu. Hormon yang diproduksi kelenjar tiroid berperan dalam proses metabolisme tubuh manusia. Bila terdapat gangguan pada kelenjar tiroid maka proses metabolisme tubuh pastinya akan terganggu. Gangguan tiroid dapat berupa perubahan bentuk kelenjar tiroid maupun perubahan fungsi kelenjar tiroid.

    Baca Juga: Pengaruh Gangguan Tiroid Terhadap Psikologi Penderitanya

    Gangguan Hipotiroid Pada Perempuan

    Gangguan hipotiroid merupakan gangguan sistem metabolik kedua yang paling sering diderita oleh wanita.2 Hipotiroid merupakan suatu kondisi ketika kelenjar tiroid mengalami penurunan fungsi sehingga hormon tiroid yang diproduksi menjadi berkurang. Risiko hipotiroid pada wanita meningkat seiring dengan usia, saat masa kehamilan, setelah hamil, dan pada masa menopause.

    Terdapat beberapa penyebab tersering gangguan hipotiroid, seperti kurangnya asupan iodin dan akibat gangguan autoimun (Hashimoto’s thyroiditis). Peradangan kronis pada kelenjar tiroid akibat gangguan autoimun 5-10 kali lebih sering diderita wanita dibandingkan pria. 

    Baca Juga: Infografik Suplemen untuk Penderita Hipo dan Hipertiroid

    Gejala Hipotiroid

    Penurunan hormon tiroid dalam tubuh dapat ditandai dengan berbagai gejala, seperti:

    • Mudah merasa lelah
    • Berat badan bertambah 
    • Nyeri otot
    • Mudah merasa kedinginan
    • Kulit kering
    • Rambut menipis
    • Denyut jantung melambat
    • Siklus menstruasi tidak teratur
    • Gangguan fertilitas
    • Gangguan tidur
    • Disfungsi seksual
    • Gangguan mengingat
    • Konstipasi
    • Pembesaran kelenjar tiroid pada leher.

    Pada kondisi yang normal, kelenjar pituitari di otak berfungsi untuk mengeluarkan hormon Thyroid Stimulating Hormone (TSH) yang dapat merangsang kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon tiroid yaitu Thyroxine (T4). Bila produksi hormon T4 berkurang, tubuh dapat menyadarinya dan memproduksi hormon TSH lebih banyak untuk meningkatkan produksi hormon T4 dari kelenjar tiroid.

    Baca Juga: Infografik Diet Sehat untuk Penderita Tiroid, Apa Perlu?

    Bagaimana Mendeteksi Gangguan Hipotiroid ?

    Untuk mendiagnosis penyakit hipotiroid, dokter akan melakukan wawancara dan memeriksa kondisi tubuh Anda. Selanjutnya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik yang kemudian diikuti dengan pemeriksaan laboratorium. Pada kondisi hipotiroid, hasil laboratorium menunjukan kadar hormon TSH tinggi sementara kadar hormon T4 rendah.

    Namun terkadang dapat dijumpai hasil laboratorium dengan kadar hormon TSH yang tinggi dan kadar hormon T4 normal, kondisi ini disebut hipotiroid subklinis. Terdapat pula kondisi lain yang disebut sebagai hipotiroid sentral, yang ditandai dengan kadar hormon T4 normal dengan kadar hormon TSH rendah, normal, atau bahkan tinggi.

    Baca Juga: Infografik Deteksi Dini Mandiri Untuk Penderita Gangguan Tiroid

    Bagaimana Penanganan Hipotiroid ?

    Penanganan hipotiroid akan disesuaikan dengan berbagai macam penyebabnya. Secara umum pengobatan hipotiroid berupa pemberian obat hormon tiroid sintetis. Pemeriksaan laboratorium seperti TSH dapat dilakukan kembali dalam kurun waktu 6-10 minggu setelah mengkonsumsi obat. Anda mungkin memerlukan pemeriksaan berkala lebih sering apabila sedang hamil, atau jika mengkonsumsi obat-obatan lain yang dapat mempengaruhi kerja obat tiroid.

    Apabila Anda merasakan tanda atau gejala yang disebutkan diatas, konsultasikan ke dokter terlebih dahulu agar dapat diperiksa dan diberi penanganan sejak dini.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    (ID-NONT-00081)

     

    Referensi

    1. Kementerian Kesehatan RI 2015. Situasi dan Analisis Penyakit Tiroid. Indonesia: Kementerian Kesehatan RI; 2015 Mei. 
    2. Dunn D, Turner C. Hypothyroidism in Women. Nurs Womens Health. 2016 Feb 1;20(1):93–8. 
    3. Chaker L, Bianco AC, Jonklaas J, Peeters RP. Hypothyroidism. Lancet Lond Engl. 2017 Sep 23;390(10101):1550–62. 
    4. American Thyroid Association. Hypothyroid [Internet]. USA : American Thyroid Association.
    Read More
  • Dalam waktu beberapa bulan, tahun ajaran baru akan dimulai. Bagi kamu yang akan kuliah di United Kingdom (UK), biasanya perkuliahan dimulai di bulan September (fall intake). Menetap dalam jangka waktu singkat ataupun lama membutuhkan persiapan yang bagus. Baik dari segi finansial, mental, juga kesehatan. Sebagai mahasiswa baru di universitas baru dan warga baru di negara […]

    Persiapkan Diri dengan Booster Vaksin Sebelum Kuliah di UK

    Dalam waktu beberapa bulan, tahun ajaran baru akan dimulai. Bagi kamu yang akan kuliah di United Kingdom (UK), biasanya perkuliahan dimulai di bulan September (fall intake). Menetap dalam jangka waktu singkat ataupun lama membutuhkan persiapan yang bagus. Baik dari segi finansial, mental, juga kesehatan.

    Persiapkan Diri dengan Booster Vaksin Sebelum Kuliah di UK

    Persiapkan Diri dengan Booster Vaksin Sebelum Kuliah di UK

    Sebagai mahasiswa baru di universitas baru dan warga baru di negara baru, sebaiknya kamu booster vaksin dulu agar kamu terlindungi dari berbagai penyakit menular yang sebenarnya bisa dicegah. Selain itu, vaksin juga mengurangi risiko komplikasi bila kamu terinfeksi. Apalagi calon mahasiswa yang berencana untuk tinggal di asrama, risiko penularan menjadi lebih tinggi.

    Mumpung masih ada beberapa bulan, waktunya pas sekali untuk melengkapi vaksin-vaksin yang kamu perlukan.

    Jadi, apa saja jenis vaksin yang perlu diberikan sebelum keberangkatan? Yuk simak rekomendasinya di bawah ini.

    Pastikan imunisasi dasar sudah lengkap

    Setiap negara memiliki pola penyakit yang unik dan biasanya masih terdapat penyakit yang endemik (terjadi lokal) karena keberagaman pendatang dari segala penjuru dunia.

    Untuk kamu yang akan menjadi mahasiswa di universitas di United Kingdom (UK), pastikan imunisasi dasarmu sudah lengkap. Imunisasi dasar contohnya BCG, DPT (DPaT), campak (atau MR), Hepatitis B, dan Polio.

    Coba tanyakan ke orang tua tentang kelengkapan status imunisasimu saat kecil. Negara yang dituju dan universitas akan meminta bukti vaksinasinya.

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Vaksin rekomendasi

    Setelah imunisasi dasar sudah lengkap, saatnya kamu booster beberapa vaksinasi dan mendapatkan jenis vaksinasi baru. Rekomendasinya sebagai berikut:

    • Tdap

    Kalau imunisasi dasarmu sudah lengkap, pasti sudah pernah divaksin jenis ini. Kali ini, kebutuhannya adalah sebagai booster agar kekebalan tubuh terhadap penyakit tetanus, difteri, dan pertusis (batuk rejan) terbarui dengan jumlah antibodi yang banyak.

    • Influenza

    Virus influenza perlu diperbarui setiap satu tahun sekali karena virus ini kerap bermutasi. Vaksin influenza tidak hanya melindungi tubuh dari sakit flu, tapi juga bisa mencegah meningitis (peradangan selaput otak).

    • MMR

    MMR adalah singkatan dari measles (campak), mumps (gondongan), rubella (cacar Jerman). Penyakit ini masih umum ditemukan di UK hingga saat ini, dan cara pemerintah setempat mengendalikannya dan menjaga keamanan kesehatan masyarakatnya adalah dengan vaksinasi MMR. Jadi, booster vaksin MMR diperlukan.

    • Hepatitis A

    Hepatitis A ditularkan terutama melalui makanan dan air yang terkontaminasi, bisa dari bahan makanan/ minumannya yang terkontaminasi, atau bisa juga dari penyajian yang tidak memerhatikan higienitas tangan dan lingkungan.

    Baca Juga: Mau Liburan Ke Luar Negeri? Jangan Lupa Persiapan Ini!

    • Hepatitis B

    Sama seperti vaksin MMR, vaksin hepatitis B digunakan sebagai booster. Virus hepatitis B bisa ditularkan melalui hubungan seksual dan melalui luka terbuka.

    • Varicella

    Virus varicella (cacar air) tidak hanya menginfeksi anak kecil, tapi juga orang dewasa. Bagi calon mahasiswa yang belum pernah terinfeksi cacar air saat kecil, sebaiknya kamu lakukan vaksinasi varicella. Dengan memiliki antibodi terhadap virus varicella, kamu menurunkan risiko penularan cacar air dan herpes zoster yang disebabkan oleh virus yang sama.

    • HPV

    Selama ini vaksin HPV dikenal sebagai pencegah kanker serviks (leher rahim). Lebih dari itu, vaksin ini juga menurunkan risiko penularan penyakit kulit dan kelamin seperti kutil kelamin, serta jenis kanker yang lain seperti kanker tenggorokan, anus, penis, dan vagina. Karena manfaatnya luas, vaksin ini juga diberikan untuk laki-laki.

    • Meningitis

    Vaksin yang identik dengan vaksin umroh atau haji ini sebenarnya juga diperlukan untuk kunjungan ke beberapa negara, termasuk UK. Salah satunya karena berkumpulnya orang-orang dari berbagai penjuru dunia. Virus meningokokus menyebabkan peradangan pada selaput otak dan dapat berakibat fatal. Virus ini memiliki 5 strain, yaitu A, C, W, Y, dan B. Pastikan kamu mendapatkan perlindungan terhadap penyakit menular ini.

    • Covid-19

    Sebagian negara meminta minimal dua dosis Covid-19, sedangkan sebagian lainnya mensyaratkan hingga dosis booster. Untuk negara-negara di UK, jenis vaksin Covid-19 yang diterima adalah Moderna, Astrazeneca, dan Pfizer. Hubungi imigrasi negara yang dituju untuk mengetahui apakah ada penambahan jenis vaksin yang diterima, misalnya Janssen, atau lainnya.

    Baca Juga: Manfaat Vaksin Meningitis dan Yellow Fever Sebelum Umroh

    Kapan harus mulai divaksin?

    Untuk memastikan kamu sudah terlindungi sebelum keberangkatan, luangkan minimal 8-12 minggu untuk melengkapi vaksin-vaksin ini. Untuk vaksin yang memerlukan dosis multipel seperti HPV, perlindungan baru efektif setelah vaksinasi lengkap.

    Sahabat Sehat, itulah jenis-jenis vaksin rekomendasi yang sebaiknya kamu lengkapi. Konsultasikan dengan dokter untuk penjadwalan dan pilihan vaksinasi yang terbaik.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. United Kingdom | Fit For Travel.
    2. United Kingdom, including England, Scotland, Wales, and Northern Ireland | Travelers View.
    Read More
  • Di kalangan masyarakat tentu sudah menjadi hal yang umum terkait isu tersebut. Jadi sebenarnya Anak yang terkena cacar air bolehkah mandi? Cacar air adalah salah satu penyakit menular yang umum menyerang anak-anak. Saat anak mengalami cacar air, hampir seluruh permukaan kulit di tubuhnya muncul lenting kemerahan berisi cairan bening dan terasa gatal. Penyakit kulit menular […]

    Anak Terkena Cacar Air Bolehkah Mandi? Ini Penjelasannya

    Di kalangan masyarakat tentu sudah menjadi hal yang umum terkait isu tersebut. Jadi sebenarnya Anak yang terkena cacar air bolehkah mandi?

    Cacar air adalah salah satu penyakit menular yang umum menyerang anak-anak. Saat anak mengalami cacar air, hampir seluruh permukaan kulit di tubuhnya muncul lenting kemerahan berisi cairan bening dan terasa gatal. Penyakit kulit menular ini biasanya akan membaik dengan sendirinya setelah 1 hingga 2 minggu.

    Anak Terkena Cacar Air Bolehkah Mandi Ini Penjelasannya

    Anak Terkena Cacar Air Bolehkah Mandi? Ini Penjelasannya

    Untuk menghindari perburukan gejala, banyak informasi beredar yang mengatakan bahwa penderita cacar tidak diperbolehkan mandi, bahkan disarankan untuk menghindari air. Jadi, sebenarnya bolehkah anak yang terkena cacar air dimandikan? Simak penjelasannya berikut ini. 

    Baca Juga: Ramsay Hunt Syndrome: Komplikasi dari Virus Penyebab Cacar Air

    Apakah Anak yang Cacar Boleh Dimandikan?

    Secara medis, tidak ada larangan mandi bagi penderita cacar air. Bahkan, mandi saat cacar air sangat dianjurkan. Selain untuk menjaga higienitas tubuh, mandi juga mampu meredakan sensasi gatal luar biasa akibat lentingan cacar air. Dampaknya, ia akan mengurangi menggaruk area yang gatal. 

    Namun, anak tetap perlu berhati-hati saat mandi. Usahakan untuk tidak menggosoknya terlalu kuat. Pasalnya, lenting cacar air yang pecah, tergores atau terluka akan meningkatkan risiko penularan hingga memperparah infeksi pada kulit.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Tips Memandikan Anak yang Cacar

    Saat terkena cacar, mandikan anak menggunakan air hangat dan waktu mandi sebaiknya tidak lebih dari 25 menit. Selain itu, hindari penggunaan sabun kimia yang banyak mengandung pewangi. Bahan kimia pada sabun hanya akan menimbulkan rasa perih pada area cacar dan memperparah sensasi gatal. Untuk itu, gunakanlah sabun khusus kulit sensitif atau sabun khusus bayi yang baru lahir. Saat mengaplikasikan sabun, usahakan untuk tidak menggosok kulit si Kecil terlalu keras agar lenting cacar tidak terkelupas atau terluka. 

    Selain menggunakan sabun, ada lho bahan-bahan alami yang bisa dipakai untuk memandikan anak agar rasa gatalnya berkurang, diantaranya: 

    Baca Juga: Vaksin Cacar Bebaskan Anak dari Cacar Air

    Oatmeal 

    Oatmeal memiliki kandungan anti-inflamasi yang bernama beta glukan yang mampu meringankan sensasi gatal luar biasa akibat cacar air. 

    Agar lebih praktis, Anda dapat menggunakan produk mandi berbahan dasar oatmeal yang biasanya banyak dijual di supermarket atau apotek. Namun, Anda juga dapat meracik bubuk oatmeal sendiri sebagai berikut:

    1. Untuk balita, haluskan 1/3 gelas oatmeal menggunakan blender hingga halus seperti bubuk sehingga oatmeal dapat larut ke dalam air. 
    2. Setelah oatmeal cukup halus, masukan bubuk oatmeal ke dalam bak mandi berisi air hangat lalu aduk hingga rata.
    3. Ajak anak Anda untuk berendam di dalam campuran air dan bubuk oatmeal kurang lebih selama 15 hingga 20 menit.
    4. Selama berendam, usapkan larutan oatmeal perlahan-lahan ke permukaan kulit. 

    Baca Juga: Kenali Tanda dan Gejala Cacar Air pada Anak, Serta Cara Mengatasinya

    Soda kue

    Kandungan sodium dan ion bikarbonat pada soda kue mudah larut di dalam air. Bahan pengembang makanan ini juga dikenal sebagai zat pembersih karena mampu mengangkat kotoran, bau tak sedap, hingga memusnahkan bakteri penyebab penyakit secara menyeluruh pada permukaan benda. Hebatnya lagi, soda kue juga aman digunakan untuk mandi tanpa kehilangan khasiatnya. Berikut caranya:

    1. Takar soda kue sebanyak 1/4 gelas (sekitar 30 mg) hingga 1 gelas (sekitar 130 mg), lalu masukkan ke dalam bak berisi air hangat dan aduk rata. Takaran disesuaikan dengan jumlah air yang digunakan.
    2. Rendam tubuh anak ke dalam larutan air soda tersebut selama 15-20 menit, sambil mengusap permukaan kulit. 
    3. Mandi dengan soda kue dapat dilakukan 2-3 kali dalam sehari.
    4. Larutan air soda ini dapat Anda campurkan dengan teh chamomile maupun bubuk oatmeal yang dihaluskan.  

    Baca Juga: Mengapa Cacar Air Saat Hamil Berbahaya? Ini Penjelasannya

    Aturan setelah mandi

    Setelah mandi, usahakan untuk tidak menggosok kulit anak dengan handuk saat mengeringkan badannya. Keringkan badan anak dengan menepuk-nepuk permukaan kulitnya secara lembut menggunakan handuk yang halus. 

    Untuk lebih meredakan rasa gatal, Anda dapat memberikan lotion calamine sesaat setelah kulit anak kering. Penggunaan lotion setelah mandi juga dapat melembabkan bagian kulit yang terdampak. Jika ada lenting cacar yang yang pecah, segera bersihkan menggunakan air mengalir.

    Untuk mempercepat masa penyembuhan, berikan anak asupan makanan bergizi seimbang. Selain memenuhi kebutuhan gizi anak setiap harinya, pastikan pula anak Anda mendapatkan istirahat yang cukup. 

    Baca Juga: Cacar Air pada Anak, Lakukan 5 Hal Ini Untuk Pengobatan

    Sahabat Sehat, menjaga kebersihan tubuh termasuk upaya perawatan yang diperlukan guna mempercepat proses penyembuhan cacar air. Jadi jangan ragu untuk memandikan Si Kecil, ya! Anda juga bisa tambahkan bahan-bahan alami di atas untuk bantu meredakan rasa gatal yang mengganggu.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check up berkalalayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Aad.org. 2021. How to care for children with chickenpox.
    2. Verywell Family. 2021. Soothe Your Child’s Skin by Making an Oatmeal Bath.
    3. Medicalnewstoday.com. 2021. Baking soda bath: 10 benefits and risks.
    4. Uofmhealth.org. 2021. Chickenpox: Controlling the Itch | Michigan Medicine.
    Read More
  • Japanese encephalitis merupakan salah satu virus yang menyebabkan peradangan otak (ensefalitis). Virus Japanese encephalitis merupakan flavivirus, yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk culex yang terinfeksi. Cara pencegahan yang sudah terbukti ampuh dan mampu meminimalisir penyebaran infeksi virus ini adalah lewat vaksin japanese encephalitis. Beberapa negara dengan angka insidensi Japanese encephalitis cukup tinggi diantaranya Tiongkok, Taiwan, […]

    Perlukah Si Kecil Vaksin Japanese Encephalitis, Kapan Dibutuhkannya?

    Japanese encephalitis merupakan salah satu virus yang menyebabkan peradangan otak (ensefalitis). Virus Japanese encephalitis merupakan flavivirus, yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk culex yang terinfeksi.

    Cara pencegahan yang sudah terbukti ampuh dan mampu meminimalisir penyebaran infeksi virus ini adalah lewat vaksin japanese encephalitis. Beberapa negara dengan angka insidensi Japanese encephalitis cukup tinggi diantaranya Tiongkok, Taiwan, Jepang, Korea Utara, Cambodia, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Timor leste dan Papua New Guinea. Virus ini juga ditemukan di seluruh dunia, namun terbanyak di Asia, Pasifik bagian barat dan Australia bagian utara.

    Perlukah Si Kecil Vaksin Japanese Encephalitis, Kapan Dibutuhkannya

    Perlukah Si Kecil Vaksin Japanese Encephalitis, Kapan Dibutuhkannya?

    Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) memperkirakan sebanyak kurang lebih 67.900 kasus Japanese encephalitis setiap tahun terjadi di 24 negara endemis, dan 75% kasus terjadi pada anak-anak usia 0-14 tahun.

    Di Indonesia, kasus Japanese encephalitis pertama yang dikonfirmasi berdasarkan pemeriksaan laboratorium yaitu pada tahun 1996. Kasus Japanese encephalitis terjadi sepanjang tahun, terutama pada musim hujan.

    Penularan virus ini terutama terjadi di daerah pertanian dan pedesaan. Namun, pada beberapa wilayah di Asia, kondisi ini dapat terjadi di dekat kota besar.

    Gejala Japanese Encephalitis

    Biasanya Japanese encephalitis tidak bergejala atau bergejala tetapi tidak spesifik. Tanda dan gejala penyakit radang otak biasanya muncul dalam 4-14 hari setelah gigitan nyamuk, seperti:

    • Nyeri kepala
    • Demam tinggi mendadak
    • Perubahan status mental/ gangguan kesadaran
    • Gangguan pencernaan
    • Perubahan cara berbicara dan berjalan

    Sedangkan pada anak, gejala dapat berupa :

    • Demam
    • Anak tampak rewel
    • Muntah
    • Diare 
    • Kejang.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Mengapa Japanese Encephalitis Berbahaya?

    Japanese encephalitis dapat menyebabkan kematian. Didapatkan 67.900 kasus anak setiap tahunnya, dengan angka kematian sebanyak 20-30%. Angka kematian ini terbilang cukup tinggi, terutama pada anak berusia di bawah 10 tahun.

    Pada anak yang bertahan hidup, biasanya akan mengalami gejala sisa atau komplikasi, antara lain:

    • Gangguan sistem motorik (motorik halus, kelumpuhan, gerakan-gerakan abnormal)
    • Gangguan perilaku (agresif, emosi tak terkontrol, gangguan perhatian, dan depresi)
    • Gangguan intelektual (retardasi)
    • Gangguan fungsi saraf lain (gangguan daya ingat, epilepsi, dan kebutaan).

    Baca Juga: Waspada Japanese Encephalitis Saat Berlibur ke Persawahan

    Pentingnya Imunisasi Japanese Encephalitis

    Hingga saat ini, masih belum ditemukan obat untuk mengatasi Japanese encephalitis. Namun, dengan vaksinasi, penyakit ini dapat dicegah. Vaksin ini pun sudah luas tersedia di berbagai negara guna mencegah dan menurunkan beban akibat dari penyakit ini.

    Pada tahun 2017, Indonesia melaksanakan pengenalan imunisasi Japanese encephalitis dengan sasaran anak berusia 9 bulan sampai 15 tahun dan dilakukan di seluruh provinsi Bali pada tahun 2017. Setelah pelaksanaan program imunisasi Japanese encephalitis di Bali, imunisasi ini dimasukkan ke dalam imunisasi rekomendasi bagi anak usia 9 bulan.

    Badan Kesehatan Dunia atau WHO (World Health Organization) merekomendasikan pemberian dosis tunggal vaksin Japanese encephalitis di area endemis seperti Indonesia. Untuk perlindungan jangka panjang dapat diberikan booster 1-2 tahun berikutnya.

    Baca Juga: Imunisasi Lengkap: Sehatkan Keluarga, Lewati Masa Pandemi

    Rekomendasi Vaksin Japanese Encephalitis

    Vaksinasi ini direkomendasikan bagi:

    • Orang yang berencana tinggal dan menetap di negara tinggi kasus Japanese encephalitis
    • Orang yang berencana mengunjungi negara dimana Japanese encephalitis terjadi untuk waktu yang lama (misalnya satu bulan atau lebih)
    • Orang yang sering bepergian ke daerah yang banyak terjadi kasus Japanese encephalitis
    • Mengunjungi daerah pedesaan dan memiliki risiko tinggi gigitan nyamuk.

    Baca Juga: Yuk Moms, Cek Lagi Jadwal Imunisasi Balita Anda

    Sahabat Sehat, vaksinasi Japanese encephalitis adalah salah satu vaksinasi yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingat Indonesia adalah salah satu negara endemis Japanese encephalitis. Selain itu, bila Anda berencana untuk melakukan perjalanan ke luar negeri bersama Si Kecil, baik untuk berlibur atau kunjungan lainnya, disarankan agar Anda dan Si Kecil mendapatkan vaksin Japanese encephalitis sebelum keberangkatan sebagai bentuk perlindungan tubuh.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Kurniawan, R., 2018. Vaksin Japanese Encephalitis: Manfaat dan Komplikasi. Cermin Dunia Kedokteran.
    2. VAXCORP INDONESIA. 2020. Daftar Negara Endemis Japanese Encephalitis – VAXCORP INDONESIA.
    3. Prasetyo, Sp.A(K), P., 2018. IDAI | Japanese Encephalitis.
    4. Kemkes.go.id. 2017. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
    5. Yoanita SpA, d., 2020. Seputar Imunisasi Japanese Encephalitis (JE) pada Anak – Primaya Hospital.
    6. HealthyChildren.org. 2021. Japanese Encephalitis Vaccine: What You Need to Know (VIS).
    Read More
  • Sebelum berlibur, tentu bagi Sahabat Sehat yang telah memiliki anak perlu mempersiapkan berbagai hal agar kesehatan Si Kecil tetap terjaga selama berlibur. Salah satu hal penting adalah memberikan imunisasi rotavirus untuk Si Kecil, yang bermanfaat untuk mencegah diare akibat infeksi rotavirus terutama pada anak berusia dibawah 5 tahun. Apa itu Rotavirus dan bagaimana penanganannya ? […]

    Ketahui Pentingnya Imunisasi Rotavirus Sebelum Berlibur

    Sebelum berlibur, tentu bagi Sahabat Sehat yang telah memiliki anak perlu mempersiapkan berbagai hal agar kesehatan Si Kecil tetap terjaga selama berlibur. Salah satu hal penting adalah memberikan imunisasi rotavirus untuk Si Kecil, yang bermanfaat untuk mencegah diare akibat infeksi rotavirus terutama pada anak berusia dibawah 5 tahun.

    Ketahui Pentingnya Imunisasi Rotavirus Sebelum Berlibur

    Ketahui Pentingnya Imunisasi Rotavirus Sebelum Berlibur

    Apa itu Rotavirus dan bagaimana penanganannya ? Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut.

    Apa Itu Rotavirus ?

    Rotavirus merupakan salah satu jenis virus yang menyebabkan diare maupun radang saluran cerna pada anak. Seringkali menginfeksi anak usia dibawah 5 tahun dan diperkirakan setiap anak berusia 3-5 tahun di dunia pernah terinfeksi Rotavirus. Infeksi Rotavirus dikaitkan dengan kurangnya higienitas, terbatasnya akses kesehatan, riwayat penyakit komorbid (misal malnutrisi) maupun akibat faktor lain.

    Rotavirus terdeteksi pada feses dalam 2 hari sebelum timbul gejala hingga 10 hari setelah gejala mereda. Virus dapat menyebar melalui kontak tangan-mulut, terutama jika kurang menjaga higienitas setelah menggunakan toilet. 

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Gejala Akibat Infeksi Rotavirus

    Si Kecil mulai merasakan keluhan dalam 2 hari setelah terinfeksi Rotavirus, ditandai dengan :

    • Demam
    • Nyeri perut
    • Muntah
    • Diare. 

    Perlu diwaspadai jika anak terlihat lemas, malas makan, demam, pucat, bibir kering, jarang buang air kecil, maka sebaiknya segera diperiksakan ke Dokter terdekat karena dikhawatirkan mengalami kekurangan cairan tubuh (dehidrasi).

    Baca Juga: Imunisasi Lengkap: Sehatkan Keluarga, Lewati Masa Pandemi

    Bagaimana Mencegah Diare Akibat Rotavirus ?

    Untuk mencegah Si Kecil terinfeksi Rotavirus, Sahabat Sehat sebaiknya menjaga kebersihan baik sebelum dan setelah menyajikan makanan serta setelah menggunakan toilet.  Selain itu, berikan imunisasi Rotavirus untuk anak yang merupakan salah satu cara melindungi anak dari infeksi Rotavirus. 

    Di Indonesia tersedia 2 jenis vaksin Rotavirus. Vaksin Rotateq diberikan sebanyak 3 dosis dengan pemberian dosis pertama pada bayi berusia 6-14 minggu, dosis kedua diberikan setelah 4-8 minggu kemudian, dan dosis ketiga diberikan maksimal pada bayi berusia 8 bulan.

    Vaksin Rotavirus jenis Rotarix diberikan sebanyak 2 dosis dengan dosis pertama diberikan pada bayi berusia 10 minggu dan dosis kedua diberikan pada saat bayi berusia 14 minggu (maksimal diberikan pada saat bayi berusia 6 bulan).

    Baca Juga: Imunisasi Rotavirus Mencegah Kematian Bayi Karena Diare

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai infeksi Rotavirus yang seringkali menyebabkan diare pada anak. Sebagai pencegahan infeksi Rotavirus, segera manfaatkan layanan Prosehat dan Klinik Kasih yang turut menyediakan layanan imunisasi ke rumah. Layanan Prosehat memiliki berbagai keunggulan :

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Baca Juga: Apa Efek Imunisasi PCV dan Rotavirus Bersamaan Pada Anak?

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Monica Cynthia Dewi

     

    Referensi

    1. MayoClinic. Rotavirus.
    2. Centers for Disease Control and Prevention. Rotavirus Vaccination.
    3. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Melengkapi/ Mengejar Imunisasi (Bagian III).
    Read More
  • Pandemi Covid-19 yang tak kunjung mereda tentunya membuat Sahabat Sehat semakin waspada terhadap suatu penyakit, terlebih saat teman sekantor terserang flu. Meski flu bukan termasuk suatu penyakit yang membahayakan, namun gejala yang ditimbulkan dapat menyebabkan ketidak nyamanan.  Ada beberapa cara mengatasi karyawan yang sering izin sakit di masa pandemi ini. Terutama jika keluhannya kurang enak […]

    Cara Mengatasi Karyawan yang Sering Sakit Demam atau Flu

    Pandemi Covid-19 yang tak kunjung mereda tentunya membuat Sahabat Sehat semakin waspada terhadap suatu penyakit, terlebih saat teman sekantor terserang flu. Meski flu bukan termasuk suatu penyakit yang membahayakan, namun gejala yang ditimbulkan dapat menyebabkan ketidak nyamanan. 

    Cara Mengatasi Karyawan yang Sering Sakit Demam atau Flu

    Cara Mengatasi Karyawan yang Sering Sakit Demam atau Flu

    Ada beberapa cara mengatasi karyawan yang sering izin sakit di masa pandemi ini. Terutama jika keluhannya kurang enak badan atau flu. Lantas Apa yang harus dilakukan jika rekan kerja atau karyawan sekantor kerap kali menderita flu ? Mari simak penjelasan berikut.

    Apa Penyebab Flu?

    Flu merupakan kondisi infeksi virus influenza yang menyerang saluran nafas dan paru. Flu merupakan salah satu penyakit yang paling mudah menular terutama di lingkungan yang sirkulasinya kurang baik. Gejala awal yang dapat Sahabat Sehat alami, yaitu keluarnya lendir dari hidung, bersin, demam, hingga nyeri otot.

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Tips Mencegah Penularan Flu di Kantor

    Untuk mencegah penularan flu di kantor, Sahabat Sehat dianjurkan melakukan berbagai tips berikut di rumah :

    • Menjaga Daya Tahan Tubuh

    Pada dasarnya suatu penyakit akan sulit menginfeksi tubuh jika daya tahan tubuh Sahabat Sehat kuat. Oleh sebab itu, menjaga daya tahan tubuh sangat diperlukan dalam menghindari infeksi virus flu. Mengkonsumsi buah dan sayur, makan makanan dengan gizi seimbang, serta mengelola stress dengan tidur cukup merupakan cara menjaga daya tahan tubuh yang baik dan paling mudah.

    • Menerima Vaksin Influenza

    Vaksin influenza adalah salah satu langkah pencegahan tertular flu. Melakukan vaksinasi flu dalam satu tahun sekali dapat menurunkan risiko tertular flu hingga lebih dari 80%. Meski demikian, Sahabat Sehat tetap dianjurkan menerapkan pola hidup sehat agar vaksin bekerja optimal. 

    • Rutin Mencuci Tangan

    Tangan menjadi sarana perpindahan kuman yang paling besar, termasuk virus flu. Sahabat Sehat beresiko tertular flu pada saat berjabat tangan dengan teman sekantor yang sedang flu. Selain itu, menyentuh benda-benda dan fasilitas umum (gagang pintu, peralatan makan dan sebagainya) yang berada di lingkungan kantor yang menjadi tempat tempat singgahnya virus juga akan meningkatkan risiko terserang flu. Maka dari itu, sebaiknya rutin mencuci tangan terutama setelah menyentuh benda ditempat umum.

    • Menjaga Jarak

    Virus flu dapat ditularkan melalui percikan air liur maupun saat bersin. Ketika bersin, virus dan kuman dapat meluncur hingga 3 meter dan bertahan di udara selama 45 menit. Inilah sebabnya mengapa penyakit flu sangat mudah menular di kantor. Jika rekan kerja ada yang sedang flu, sebaiknya jaga jarak saat ia sedang berbicara atau bersin. 

    Baca Juga: Apa Manfaat Imunisasi Influenza dan Efek Sampingnya Bagi Anak

    • Bersihkan Permukaan Benda

    Untuk mencegah penularan, Sahabat Sehat dianjurkan membersihkan seluruh permukaan benda di kantor dengan menggunakan cairan desinfektan mulai dari permukaan meja, telepon kantor, gagang pintu, hingga perangkat komputer.  Setidaknya lakukan pembersihan minimal dalam 4 jam sekali untuk membunuh virus dan bakteri yang menempel disana. 

    • Menggunakan Masker

    Untuk mencegah penularan flu dan Covid-19, dianjurkan menggunakan masker saat berada di luar rumah. Pastikan masker menutupi hidung dan mulut, serta perhatikan cara membuang masker dan hindari menyentuh permukaan luar masker.

    • Atur Sirkulasi Udara Kantor

    Jika pendingin ruangan di kantor tidak menggunakan AC sentral, maka usahakan sesekali membuka pintu dan jendela agar sirkulasi udara di ruangan berganti. Apabila ventilasi ruangan baik, maka virus tidak akan menetap di dalam ruangan.

    Baca Juga: Vaksin Flu: Perlindungan Ekstra Bagi Anak dan Dewasa Saat Liburan

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai tips mencegah penularan flu di tempat kerja. Untuk mencegah flu, Sahabat Sehat dianjurkan mengikuti vaksinasi influenza yang dapat diberikan satu kali setiap tahunnya. 

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh  Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Monica C

     

    Referensi

    1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Etika Mencegah Penularan Influenza di Tempat Umum [Internet]. Indonesia : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
    2. World Health Organization. How can I avoid getting the flu? [Internet]. USA : World Health Organization.
    3. Centre of Disease Control and Prevention. About Flu [Internet]. Indonesia : Centre of Disease Control and Prevention.
    4. DetikHealth. Ini Dia 10 Cara Menghindari Flu Saat di Kantor [Internet]. Indonesia : DetikHealth.
    Read More
  • Sahabat Sehat, dengan kembali dibukanya penerbangan maka masyarakat kini sudah diperkenankan melakukan ibadah umroh. Selain perlu mengikuti vaksinasi Covid-19, Sahabat Sehat juga memerlukan vaksinasi meningitis dan yellow fever sebelum mengikuti ibadah umroh.  Pemerintah Saudi mewajibkan vaksin sebelum umroh ataupun haji. Selain vaksin Covid, jamaah juga diwajibkan sudah divaksin meningitis. Sahabat Sehat, mengapa penting menerima vaksinasi […]

    Manfaat Vaksin Meningitis dan Yellow Fever Sebelum Umroh

    Sahabat Sehat, dengan kembali dibukanya penerbangan maka masyarakat kini sudah diperkenankan melakukan ibadah umroh. Selain perlu mengikuti vaksinasi Covid-19, Sahabat Sehat juga memerlukan vaksinasi meningitis dan yellow fever sebelum mengikuti ibadah umroh. 

    Pemerintah Saudi mewajibkan vaksin sebelum umroh ataupun haji. Selain vaksin Covid, jamaah juga diwajibkan sudah divaksin meningitis.

    Sahabat Sehat, mengapa penting menerima vaksinasi meningitis dan yellow fever sebelum umroh ? Mari simak penjelasan berikut.

    Manfaat Vaksin Meningitis dan Yellow Fever Sebelum Umroh

    Manfaat Vaksin Meningitis dan Yellow Fever Sebelum Umroh

    Meningitis

    Meningitis merupakan penyakit peradangan cairan serta selaput pembungkus otak (meningen) yang melapisi seluruh otak dan juga sistem saraf tulang belakang. Peradangan yang terjadi pada lapisan meningen akan menyebabkan berbagai keluhan mulai dari nyeri kepala, demam dan kaku pada tengkuk. 

    Sebagian besar meningitis disebabkan oleh karena infeksi virus, tetapi tentunya ada penyebab lain seperti infeksi bakteri, parasit hingga jamur. Beberapa kasus meningitis dapat sembuh sendiri namun tidak jarang kasus meningitis yang menjadi lebih serius dan membutuhkan serangkaian pengobatan antibiotik yang adekuat.

    Gejala Meningitis

    Gejala meningitis dapat berbeda-beda tergantung dari tipe atau jenis infeksi meningitis, usia dan keparahan dari kondisi pasien. Gejala yang paling umum dirasakan, yakni :

    • Demam tinggi
    • Kaku pada leher
    • Sakit kepala
    • Kejang
    • Sensitif terhadap cahaya
    • Mual dan muntah
    • Sulit berkonsentrasi
    • Ruam pada kulit
    • Nafsu makan berkurang.

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Komplikasi Akibat Meningitis

    Sahabat Sehat perlu mewaspadai penyakit meningitis sebab beresiko menimbulkan komplikasi, seperti :

    • Kejang
    • Gangguan memori
    • Nyeri kepala sebelah atau migrain
    • Kehilangan pendengaran 
    • Syok
    • Gagal ginjal
    • Kerusakan otak
    • Hidrosefalus.

    Baca Juga: Mau Liburan Ke Luar Negeri? Jangan Lupa Persiapan Ini!

    Demam Kuning atau Yellow Fever

    Yellow fever atau disebut juga demam kuning, merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh karena infeksi virus yang ditularkan melalui perantara nyamuk. Penyakit ini ditandai dengan demam tinggi serta mata dan kulit yang tampak kuning akibat penurunan fungsi hati. Demam kuning cukup berbahaya apabila tidak ditangani dengan baik karena dapat menyebabkan gagal ginjal, koma hingga kematian.

    Penyakit demam kuning ini disebabkan karena gigitan nyamuk Aedes aegypti dan biasanya ditemukan di wilayah Afrika, Amerika Selatan, Amerika Tengah dan Karibia. Demam kuning dapat ,menyerang penduduk yang tinggal di daerah endemis dan para turis yang sedang mengunjungi daerah tersebut.

    Baca Juga: Kenapa Vaksinasi Penting Sebelum Pergi Umroh?

    Gejala Demam Kuning

    Setelah kontak dengan nyamuk yang terinfeksi, virus akan mengalami masa inkubasi didalam tubuh selama 3 hingga 6 hari yang diikuti oleh infeksi yang dapat terjadi selama satu sampai dua tahap. 

    Fase pertama ditandai dengan demam, nyeri otot yang biasanya terjadi pada punggung, sakit kepala, menggigil, kehilangan nafsu makan dan mual dan muntah. Sebagian besar pasien akan pulih dalam 3 hingga 4 hari. 

    Fase kedua dapat dialami selama 24 jam yang ditandai dengan kulit berwarna kuning, gagal ginjal, meningitis dan berakhir dengan kematian. Pada fase ini akan terjadi demam tinggi dengan beberapa sistem tubuh yang terpengaruh.

    Perjalanan haji merupakan perjalanan yang dilakukan oleh umat muslim seluruh dunia ke Arab Saudi yaitu ke Mekkah-Madinah untuk melakukan ibadah haji. Sekitar 2 juta umat muslim di dunia akan melakukan ibadah serentak pada bulan Dzulhijjah. 

    Pada tahun 1987 dan 2000 terjadi kejadian luar biasa meningitis meningokokus yang menimpa Jemaah haji di Arab Saudi, yang merupakan salah satu negara endemis penyakit meningitis. terdapat 99 kasus meningitis meningokokus yang menimpa Jemaah haji Indonesia dan 40 diantaranya meninggal dunia.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksinasi Umroh untuk Ibadah yang Sehat

    Untuk itu, diperlukan sekali pencegahan berupa vaksinasi meningitis dan demam kuning yang bertujuan untuk melindungi turis atau Jemaah haji yang akan berangkat ke daerah endemis. Jika Sahabat Sehat memerlukan vaksinasi meningitis dan yellow fever segera manfaatkan layanan Prosehat dan Klinik Kasih.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Monica C

     

    Referensi

    1. Mayo Clinic. Meningitis – Symptoms and causes [Internet]. USA : Mayo Clinic. 2021.
    2. Centers for Disease Control and Prevention. Meningitis [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021.
    3. Infeksi Emerging Kementerian Kesehatan RI. Demam Kuning [Internet]. Indonesia :  Infeksi Emerging Kemkes. 2021.
    4. Soebrata A. Mengenal Penyakit Yellow Fever [Internet]. Sinkarkes.kemkes.go.id.
    5. Lewaherilla N, Maitimu F, Niani C. Model Penyebaran Penyakit Meningitis Pada Musim Haji di Madinah dan Mekkah. Barekeng : Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan. 2017;11(1):55-62. 
    Read More
  • Meski cacar air bukan penyakit baru, namun penyakit ini dapat membuat Si Kecil merasa tidak nyaman dan lebih rewel dari biasanya. Cacar air merupakan infeksi kulit menular yang disebabkan oleh virus varicella-zoster. Penyakit ini paling sering menyerang anak berusia dibawah 12 tahun, yang dapat menular melalui percikan air liur atau bersin serta kontak langsung dengan […]

    Kenali Tanda dan Gejala Cacar Air pada Anak, Serta Cara Mengatasinya

    Meski cacar air bukan penyakit baru, namun penyakit ini dapat membuat Si Kecil merasa tidak nyaman dan lebih rewel dari biasanya. Cacar air merupakan infeksi kulit menular yang disebabkan oleh virus varicella-zoster.

    Kenali Tanda dan Gejala Cacar Air pada Anak, Serta Cara Mengatasinya

    Kenali Tanda dan Gejala Cacar Air pada Anak, Serta Cara Mengatasinya

    Penyakit ini paling sering menyerang anak berusia dibawah 12 tahun, yang dapat menular melalui percikan air liur atau bersin serta kontak langsung dengan dahak, ludah, atau cairan yang berasal dari ruam.

    Sahabat Sehat, bagaimana gejala cacar air pada anak dan cara mengatasinya ? Mari simak penjelasan berikut.

    Gejala Cacar Air Pada Anak

    Cacar air ditandai dengan munculnya ruam kemerahan yang kemudian tampak menjadi luka lepuhan yang terasa gatal. Ruam muncul pada hari ke-10 hingga ke-21 setelah terpapar virus penyebab cacar air. 

    Lepuhan pada kulit dapat ditemui pertama kali pada area batang tubuh dan kulit kepala. Kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti wajah, lengan, dan kaki. Seiring waktu, lepuh akan mengering dengan sendirinya dan menjadi kerak setelah 1-2 hari sebelum akhirnya sembuh. Sebagian besar anak biasanya mengalami demam ringan.

    Meski dapat sembuh dengan sendirinya, namun cacar air perlu diwaspadai bagi penderita gangguan sistem kekebalan tubuh seperti leukemia, dan bagi yang sedang menjalani pengobatan dengan obat penekan sistem kekebalan tubuh.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Cara Mengatasi Cacar Air Pada Anak

    Cacar air dapat sembuh dengan sendirinya apabila tidak ada penyakit atau kondisi lain yang menyertainya. Sahabat Sehat dianjurkan melakukan berbagai hal berikut dirumah :

    • Menjaga asupan makanan dan cairan tubuh. Jika Si Kecil sudah dapat mengkonsumsi makanan padat, Bunda dianjurkan memberikan sup hangat, makanan yang halus, lembut, atau membuat makanan kesukaan Si Kecil untuk mengembalikan nafsu makan Si kecil.
    • Oleskan losion yang mengandung calamine ke tubuh Si Kecil. Losion ini dapat membantu memberikan sensasi dingin dan meredakan gatal pada kulit.
    • Pakaikan sarung tangan agar Si Kecil tidak menggaruk luka untuk meminimalisir terjadinya infeksi pada luka.
    • Kenakan pakaian yang nyaman untuk mengurangi rasa gatal dan iritasi pada kulit. Pilihlah pakaian yang berbahan katun, lembut, dan longgar.
    • Mandikan Si Kecil dengan air hangat suam-suam kuku dan sabun berbahan lembut untuk mengurangi rasa nyeri maupun gatal di kulit.
    • Istirahat yang cukup agar mempercepat proses pemulihan dan meningkatkan sistem daya tahan tubuh dalam melawan infeksi. 

    Baca Juga: Ramsay Hunt Syndrome: Komplikasi dari Virus Penyebab Cacar Air

    Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Air ?

    Cacar air merupakan penyakit yang sangat mudah menular. Oleh sebab itu, saat Si Kecil mulai menunjukan gejala cacar air sebaiknya segera batasi aktivitasnya di luar rumah hingga lepuh cacar air tampak mengering serta tidak ada lagi lepuhan baru yang muncul.

    Selain itu, untuk mencegah penularan cacar air sebaiknya berikan imunisasi Varicella untuk memberi perlindungan tubuh terhadap cacar air. Pemberian imunisasi cacar air (setelah dosis kedua) efektif menurunkan risiko Si kecil terinfeksi cacar air hingga 94%.

    Baca Juga: Cacar Air pada Anak, Lakukan 5 Hal Ini Untuk Pengobatan

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai gejala dan cara mengatasi cacar air yang kerap dialami Si Kecil. Untuk memberi perlindungan terhadap cacar air, Sahabat Sehat dianjurkan memberikan imunisasi Varicella untuk Si Kecil.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Monica C

     

    Referensi

    1. Healthline. Chickenpox in Babies: Symptoms, Treatment, Complications, Prevent [Internet]. USA : Healthline.
    2. BabyCentre UK. Chickenpox [Internet]. UK : BabyCentre.
    3. Medline. Chickenpox: MedlinePlus Medical Encyclopedia [Internet]. USA : Medline.
    4. National Health Service. Chickenpox [Internet]. UK : National Health Service.
    5. Healthy Children. Varicella (Chickenpox) [Internet]. USA : Healthy Children.
    Read More
  • Cacar air atau disebut juga varicella atau chickenpox, dapat menyerang siapa saja baik anak, dewasa dan wanita hamil. Ibu hamil yang menderita cacar air di masa kehamilan beresiko membahayakan dirinya dan janin dalam kandungan. Sahabat Sehat, mengapa cacar air berbahaya selama hamil? Mari simak penjelasan berikut. Cacar Air Cacar air atau varicella merupakan penyakit yang […]

    Mengapa Cacar Air Saat Hamil Berbahaya? Ini Penjelasannya

    Cacar air atau disebut juga varicella atau chickenpox, dapat menyerang siapa saja baik anak, dewasa dan wanita hamil. Ibu hamil yang menderita cacar air di masa kehamilan beresiko membahayakan dirinya dan janin dalam kandungan. Sahabat Sehat, mengapa cacar air berbahaya selama hamil? Mari simak penjelasan berikut.

    Mengapa Cacar Air Saat Hamil Berbahaya Ini Penjelasannya

    Mengapa Cacar Air Saat Hamil Berbahaya Ini Penjelasannya

    Cacar Air

    Cacar air atau varicella merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus varicella-zoster virus. Virus ini menyebar dari penderita cacar air ke orang lain melalui kontak dengan pasien yang terinfeksi. Virus menyebar melalui udara yang terkontaminasi dari droplet bersin atau batuk orang yang terinfeksi. Cacar air sangat menular mulai dari 1-2 hari sebelum timbul kemerahan sampai dengan lentingan kecil kemerahan pada tubuh mengering, yang dialami kurang lebih selama 14-16 hari.

    Apa Gejala Cacar Air ?

    Cacar air menimbulkan bintik kemerahan berisi lentingan cairan pada anggota tubuh yang dapat pecah. Beberapa orang terjadi lentingan hanya di beberapa bagian tubuh, namun ada juga di seluruh area tubuh terutama di area wajah, telinga, kulit kepala, lengan, dada, perut dan kaki. Selain itu, Sahabat Sehat dapat mengalami demam dan tidak enak badan disertai dengan batuk dan bersin.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Apa Dampak Cacar Air Pada Masa Kehamilan ?

    Kebanyakan ibu hamil yang terkena cacar air dapat sembuh tanpa efek apapun. Namun, sebagian lagi mengalami komplikasi. Ada beberapa faktor yang menyebabkan ibu hamil berisiko terjadi komplikasi cacar air pada saat kehamilan seperti merokok, riwayat penyakit paru-paru, mengkonsumsi obat-obatan kortikosteroid dan mengandung lebih dari 20 minggu.

    Salah satu komplikasi cacar air pada ibu ketika hamil yang paling ditakutkan adalah terjadinya pneumonia. Infeksi pneumonia cukup mengkhawatirkan dan serius. Gejala pneumonia meliputi batuk, nyeri dada ketika bernapas dan batuk, demam, lelah dan napas pendek. Sahabat Sehat, berikut adalah berbagai resiko yang dapat dialami janin jika ibu hamil menderita cacar air: 

    Jika cacar air terjadi pada usia kehamilan 20 minggu pertama, meningkatkan resiko gejala sindrom kongenital atau cacat bawaan pada janin seperti :

    • Bekas luka (scar) pada kulit 
    • Kelainan atau cacat pada anggota gerak tubuh janin (tangan dan kaki) dan mata (kebutaan)
    • Gangguan pencernaan
    • Berat badan lahir rendah 
    • Ukuran kepala kecil
    • Gangguan pada otak hingga timbul kejang sampai keterbelakangan mental.
    • Jika cacar air terjadi diantara 2 minggu sebelum melahirkan sampai 2 minggu setelah melahirkan, biasanya bayi tidak ikut terinfeksi. Namun apabila bayi ikut tertular, biasanya gejala yang dialami cukup ringan. Apabila virus kembali aktif dapat menyebabkan herpes zoster (cacar api) pada tahun pertama kehidupan Si Kecil.
    • Apabila cacar air terjadi 5 hari sebelum melahirkan sampai 2 hari setelah melahirkan, biasanya bayi berisiko terinfeksi. Penanganan yang optimal dapat meringankan gejala.
    • Apabila melahirkan secara prematur yaitu sebelum usia kehamilan 37 minggu maka resiko terjadinya komplikasi akan semakin meningkat.

    Baca Juga: Perlukah Pemeriksaan TORCH Saat Hamil ?

    Penanganan Cacar Air Saat Masa Kehamilan

    Apabila ibu hamil lupa apakah masa kecilnya sudah pernah mengalami cacar air atau belum, sebaiknya diperiksakan ke dokter agar diketahui kadar antibodi dalam darah terhadap virus varicella zoster. 

    Apabila ibu hamil tidak sengaja kontak dengan penderita cacar air, maka segera lakukan konsultasi ke Dokter agar diberi penanganan lanjutan seperti imunoglobulin atau antibodi untuk memberikan kekebalan terhadap virus varicella. Immunoglobulin umumnya dapat diberikan maksimal 10 hari setelah riwayat kontak dengan pasien yang terkena cacar air.

    Namun, apabila ibu hamil sudah mengalami gejala yang mengarah pada cacar air, maka dokter akan memberikan beberapa obat-obatan termasuk anti virus untuk meringankan gejala dan keparahan komplikasi.

    Baca Juga: Faktor Penyebab Bayi Lahir Prematur dan Cara Mencegahnya

    Kapan Harus Segera Menemui Dokter ?

    Berikut ini gejala yang mengharuskan ibu hamil yang terkena cacar air untuk segera ke Dokter :

    • Kesulitan bernapas dan sesak pada dada
    • Nyeri kepala, muntah dan tidak enak badan
    • Perdarahan vagina
    • Lentingan kemerahan nyeri dan berdarah

    Baca Juga: Asupan Persiapan Kehamilan

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai resiko yang dapat dialami janin jika ibu hamil terinfeksi cacar air. Untuk mencegah berbagai komplikasi tersebut, Sahabat Sehat dianjurkan melakukan vaksinasi Varicella sebelum program hamil maupun sebelum menikah untuk mencegah cacar air. 

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh: dr. Monica C

     

    Referensi

    1. Stanford Children’s Health. Chickenpox (Varicella) and Pregnancy [Internet]. UK : Stanford Children’s Health.
    2. Marple K. Chicken pox during pregnancy [Internet]. USA : BabyCenter.
    3. RCOG. Chickenpox and pregnancy [Internet]. UK : RCOG.
    4. March of Dimes. Chickenpox during pregnancy [Internet]. USA : March of Dimes. 2021.
    5. Danielsson K. Will Exposure to Chickenpox During Pregnancy Cause a Miscarriage? [Internet]. USA : Verywell Family. 2021.
    Read More
  • Tetanus adalah salah satu jenis penyakit menular, yang disebabkan oleh infeksi bakteri Clostridium Tetani. Bakteri ini akan masuk ke dalam tubuh melalui luka yang terbuka atau bahkan melalui goresan kecil. Bakteri Clostridium Tetani menghasilkan racun yang disebut tetanospasmin, sesaat setelah masuk ke darah melalui kulit yang dapat menyerang sistem saraf. Jika tidak ditangani dengan baik, […]

    Alasan Pentingnya Vaksin TT Bagi Ibu Hamil

    Tetanus adalah salah satu jenis penyakit menular, yang disebabkan oleh infeksi bakteri Clostridium Tetani. Bakteri ini akan masuk ke dalam tubuh melalui luka yang terbuka atau bahkan melalui goresan kecil. Bakteri Clostridium Tetani menghasilkan racun yang disebut tetanospasmin, sesaat setelah masuk ke darah melalui kulit yang dapat menyerang sistem saraf. Jika tidak ditangani dengan baik, dapat mengakibatkan kematian. 

    Alasan Pentingnya Vaksin TT Bagi Ibu Hamil

    Alasan Pentingnya Vaksin TT Bagi Ibu Hamil

    Alasan Ibu Hamil Perlu Mendapatkan Vaksin TT

    Indonesia merupakan negara terakhir di kawasan Asia yang berhasil eliminasi tetanus pada ibu dan bayi baru lahir (maternal neonatal tetanus = MNT). Padahal kasus tetanus pada maternal dan neonatal adalah penyebab kematian yang paling banyak ditemukan akibat persalinan dan penanganan tali pusat yang tidak steril. Pada ibu hamil, infeksi tetanus dapat terjadi akibat luka selama proses persalinan maupun alat yang digunakan selama proses persalinan yang tidak steril. 

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Gejala Tetanus

    Tetanus biasanya ditandai dengan kaku otot dan terasa nyeri. Tetanus neonatorum (TN) adalah tetanus yang terjadi pada bayi pada usia hari ke 3 dan 28 setelah kelahirannya, sedangkan Tetanus Maternal (TM) adalah tetanus yang menyerang ibu hamil dan 6 pekan setelah melahirkan. Bila ibu hamil terinfeksi tetanus, bayi beresiko lahir prematur hingga menyebabkan kematian pada ibu maupun bayi. Hal inilah yang menjadi alasan pentingnya ibu hamil untuk mendapatkan Vaksin TT. 

    Baca Juga: 

    Apa Itu Vaksin TT?

    Toksoid Tetanus (TT) adalah vaksin yang dapat mencegah infeksi terinfeksi tetanus. Vaksin TT dapat mencegah ibu hamil dan bayinya terinfeksi tetanus. Dengan mendapatkan vaksin TT, tubuh ibu hamil akan membentuk antibodi dalam melawan bakteri tetanus.

    Antibodi alami nantinya akan diteruskan ke tubuh janin dalam kandungan sehingga janin turut terlindungi dari tetanus selama beberapa bulan pertama hidupnya. Selanjutnya bayi akan menerima vaksin tetanus pada usia enam hingga delapan minggu, sebagai bagian dari vaksin DPT (Difteri-Pertusis-Tetanus).  

    Baca Juga: Menderita Toksoplasma Saat Hamil, Bagaimana Mengatasinya?

    Kapan Waktu Tepat Untuk Mendapatkan Vaksin TT?

    Jika ini adalah kehamilan pertama dan Sahabat Sehat telah memiliki jadwal vaksin yang teratur sebelumnya, maka Sahabat Sehat membutuhkan dua vaksin TT dengan rentang waktu minimal empat minggu antara setiap dosis. 

    Namun bila Sahabat Sehat tidak memiliki riwayat vaksinasi yang lengkap sebelumnya, maka dianjurkan untuk menerima vaksin TT dosis pertama sedini mungkin dan diikuti dengan dosis kedua pada empat minggu berikutnya. Dosis ketiga dapat Sahabat Sehat terima setelah enam bulan dosis yang kedua. Dalam kondisi ini sebaiknya Sahabat Sehat mendapatkan vaksin tetanus ini sebanyak 3 dosis sebelum persalinan. 

    Jika Sahabat Sehat kembali hamil lagi dalam waktu dua tahun setelah persalinan anak pertama, pemberian vaksin TT akan bergantung pada riwayat vaksinasi sebelumnya. Jika pada kehamilan sebelumnya Anda telah mendapatkan 2 dosis vaksin tetanus, maka dokter hanya akan menyarankan pemberian vaksin booster. 

    Baca Juga: Vaksin HPV Melindungi Ibu dan Janin Selama Kehamilan

    Efek Samping Vaksin Tetanus

    Berikut adalah berbagai efek samping yang dapat Sahabat Sehat alami setelah divaksin tetanus:

    • Kemerahan dan bengkak di lokasi suntikan
    • Nyeri
    • Demam
    • Sakit kepala. 

    Sahabat Sehat tak perlu khawatir sebab efek samping ini dapat hilang dengan sendirinya. Untuk meredakan keluhan, dianjurkan istirahat yang cukup dan memberi kompres air hangat pada bekas lokasi suntikan.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Tetanus Setelah Luka Akibat Benda Tajam

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai vaksin TT yang penting bagi ibu hamil untuk mencegah infeksi tetanus pada ibu dan janin. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Monica C

     

    Referensi

    1. Nabar A. Why do I need the TT injection (TT vaccine) in pregnancy and when will I get it? [Internet]. USA : Baby Center.
    2. Anjum S. Tetanus Toxoid (TT) Injection during Pregnancy [Internet]. USA : First Cry Parenting. 2018.
    3. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. Pusat Data dan Informasi – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia [Internet]. 2012.
    4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. PBB Deklarasikan Indonesia Eliminasi Tetanus pada Ibu dan Bayi [Internet]. Indonesia : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2016.
    5. World Health Organization. Maternal Immunization Against Tetanus [Internet]. USA : World Health Organization.
    6. Mayo Clinic. Vaccines during pregnancy: Are they safe? [Internet]. USA : Mayo Clinic. 2020.
    Read More
Chat Asisten Maya
di Prosehat.com