Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Ketahui 10 Jenis Vaksin Untuk Sekolah di Jerman

Jerman merupakan salah satu tujuan negara terpopuler saat ini untuk melanjutkan studi karena kurikulum pendidikannya yang bermutu tinggi. Bagi Sahabat Sehat yang ingin melakukan studi lanjut di Jerman, ada beberapa hal administrasi yang tentu perlu disiapkan terlebih dahulu.

Selain itu, ada juga beberapa jenis vaksin yang direkomendasikan sebelum Sahabat Sehat sekolah disana. Hal ini berhubungan dengan beberapa penyakit yang endemis, maupun untuk mencegah kenaikan angka kasus sebuah penyakit. Apa saja vaksin yang direkomendasikan untuk sekolah di Jerman?

Ketahui 10 Jenis Vaksin Untuk Sekolah di Jerman

Ketahui 10 Jenis Vaksin Untuk Sekolah di Jerman

Vaksinasi untuk perlindungan selama di Jerman

Saat ini Jerman merupakan sebuah negara yang memang tidak mewajibkan seluruh warga negaranya untuk melakukan vaksinasi, namun tenaga kesehatan Jerman tetap merekomendasikan untuk mendapatkan vaksinasi. Untuk Sahabat Sehat yang ingin melanjutkan sekolah di Jerman, German Vaccination Commission merekomendasikan vaksinasi terhadap penyakit-penyakit berikut:

  • Difteri, pertusis, tetanus (DPT)

Vaksin terhadap 3 penyakit ini sudah ada di Indonesia dan terdapat dalam 1 jenis vaksin yaitu DPT. Tetanus merupakan penyakit yang dapat membuat otot menjadi kaku, diphtheria dapat menyebabkan paralisis dan kesulitan bernafas, sedangkan pertusis dapat menyebabkan paru-paru basah, batuk hingga kekurangan oksigen.

  • Haemophilus Influenzae b (Hib)

Bakteri Hib dapat menginfeksi tubuh sehingga menimbulkan beberapa proses peradangan seperti radang sending, paru, bahkan selaput otak. Hal tersebut akan menimbulkan berbagai macam tanda dan gejala yang dapat membahayakan nyawa.

 

vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

  • Polio (OPV atau IPV)

Penyakit ini disebabkan oleh sebuah virus yang dinamakan virus polio. Virus ini menyerang saraf pada tubuh, sehingga menyebabkan paralysis pada berbagai saraf yang penting seperti saraf tungkai bawah bahkan saraf untuk bernafas sehingga dampaknya sangat fatal.

  • Hepatitis B

Penyakit hepatitis B merupakan radang pada hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Penyakit ini dapat berjalan dalam waktu singkat atau lama. Hepatitis B merupakan sebuah faktor risiko untuk gagal fungsi hati hingga terjadinya kanker hati.

  • Pneumococcus (PCV)

Vaksin terhadap bakteri ini dapat melindungi Sahabat Sehat dari infeksi paru-paru basah. Paru-paru basah atau nama lainnya pneumonia dapat menyebabkan terganggunya pertukaran oksigen di paru sehingga suplai oksigen ke organ tubuh yang vital seperti otak dan jantung menurun dan berdampak fatal.

  • Rotavirus

Rotavirus merupakan virus yang dapat menyebabkan diare atau bab cair. Diare yang berkelanjutan dapat menyebabkan dehidrasi.

Baca Juga: Sekolah di Negara Maju Juga Perlu Divaksin Loh!

  • Meningococcus C (Neisseria meningitidis)

Bakteri meningococcus merupakan sebuah bakteri yang dapat menyebabkan infeksi selaput otak atau meningitis. Vaksin meningitis sangat bermanfaat karena dapat menghindari penyakit meningitis yang sangat merugikan saraf-saraf otak.

  • Measles, Mumps, Rubella (MMR)

Terdapat vaksin yang sudah dapat memberikan kekebalan terhadap 3 penyakit ini yaitu MMR. Ketiga penyakit ini sangat menular sehingga vaksin untuk mencegah peningkatan angka kasus yang pesat diperlukan.

  • Chickenpox (Varicella)

Cacar air merupakan nama lain dari varicella. Virus ini sangat menular seperti MMR, dan dapat menyebabkan beberapa komplikasi seperti gangguan pada persarafan atau cacat pada janin bila ibu hamil terinfeksi.

  • HPV (Human Papillomavirus)

HPV merupakan sebuah virus yang dapat menyebabkan kanker serviks. Dengan mendapatkan vaksin HPV baik wanita maupun laki-laki, maka kanker serviks dapat dihindari.

Vaksin yang disebutkan diatas merupakan vaksin yang direkomendasikan oleh German Vaccination Commission. Sebagian vaksinasi di atas sudah dilakukan saat anak-anak dan mungkin memerlukan booster untuk meningkatkan antibodi.

Dengan mendapatkan vaksin, Sahabat sehat dapat melindungi diri dari infeksi penyakit-penyakit tersebut dan juga melindungi orang sekitar dengan menghentikan rantai penularan. Konsultasikan dahulu dengan dokter jika Sahabat Sehat memerlukan masukan jenis vaksin mana perlu didahulukan.

Baca Juga: Ingin Melanjutkan Kuliah di India? Vaksin Hepatitis A Dulu!

Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat.
Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya dengan nomor 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Ditulis oleh: dr. Jonathan Christopher
Ditinjau oleh: dr. Nurul L

 

Referensi

  1. WHO. Vaccines and immunization.
  2. Handbook Germany. German Vaccination Schedule.
  3. Reiseziel I. Tropeninstitut.de – Ihr Reiseziel: Deutschland.
  4. CDC. Tdap (Tetanus, Diphtheria, Pertussis) VIS.
  5. Mass.gov. Haemophilus influenzae type B (Hib).
  6. WHO. Poliomyelitis.
  7. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Hepatitis B.
  8. CDC. Pneumococcal Vaccination.
  9. Hersi K, Gonzalez F, Kondamudi N. Meningitis.
  10. Bailey A, Sapra A. MMR Vaccine.
  11. Papaloukas O, Giannouli G, Papaevangelou V. Successes and challenges in varicella vaccine.
  12. Lei J, et al. Human Papillomavirus Infection Determines Prognosis in Cervical Cancer.

Chat Asisten Maya
di Prosehat.com