Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 61–70 of 1399 results

  • Pemerintah memutuskan tetap menjalankan program vaksinasi Covid-19 selama bulan Ramadan, sesuai fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 pada Saat Berpuasa yang menyebutkan bahwa vaksinasi Covid-19 tidak membatalkan puasa dan boleh dilakukan bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa. Baca Juga: 8 Tips Meningkatkan Semangat Work From Home Selama […]

    Boleh Vaksin di Bulan Ramadan, Berikut Tips dan Persiapannya!

    Pemerintah memutuskan tetap menjalankan program vaksinasi Covid-19 selama bulan Ramadan, sesuai fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 pada Saat Berpuasa yang menyebutkan bahwa vaksinasi Covid-19 tidak membatalkan puasa dan boleh dilakukan bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa.

    Boleh Vaksin di Bulan Ramadan, Berikut Tips dan Persiapannya!

    Boleh Vaksin di Bulan Ramadan, Berikut Tips dan Persiapannya!

    Baca Juga: 8 Tips Meningkatkan Semangat Work From Home Selama Bulan Ramadan

    Hal ini ditujukan agar program vaksinasi tetap dapat dilaksanakan untuk mencegah penularan Covid-19. Meski begitu, pemberian vaksin harus tetap mempertimbangkan kondisi masing-masing orang dan disarankan untuk dilaksanakan pada siang hari.

    Pemberian vaksinasi selama bulan Ramadan dianggap tidak akan menimbulkan reaksi negatif bagi kesehatan karena dengan berpuasa dapat memberikan manfaat detoksifikasi bagi tubuh.

    Lalu bagaimana tips vaksinasi Covid-19 selama bulan Ramadan agar berjalan lancar? Sahabat Sehat, mari simak penjelasan di bawah ini!

    Tips Vaksinasi Covid-19 Selama Bulan Ramadan

    Dilansir dari Kompas.com, epidemiolog Universitas Padjajaran, Budi Sujatmiko mengungkapkan bahwa tidak ada persiapan khusus perihal menjalani vaksinasi Covid-19 selama bulan puasa. Secara umum para peserta vaksinasi disarankan untuk beristirahat yang cukup, dan makan makanan bergizi seimbang saat sahur dan berbuka puasa.

    Baca Juga: 8 Makanan yang Dianjurkan Saat Puasa yang Perlu Kamu Ketahui

    Pilihlah makanan yang mengandung karbohidrat, protein, rendah lemak, buah, sayur, dan susu sebagai pelengkap.

    Antisipasi KIPI Pasca Vaksinasi Selama Bulan Ramadan

    Sahabat Sehat yang hendak menjalani vaksinasi perlu mengantisipasi kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang dapat dialami setelah disuntik vaksin, misalnya demam, nyeri ataupun bengkak di tempat suntikan.

    Apabila Sahabat mengalami gejala seperti lemas, pusing, maupun demam, maka Sahabat sebaiknya membatalkan puasa dan segera konsumsi obat sebagai pertolongan pertama.

    Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19

    Sahabat, karena vaksinasi diperbolehkan dilakukan selama bulan Ramadan maka sebaiknya persiapkan tubuh Sahabat sebaik mungkin agar dapat menjalankan ibadah dengan baik selama bulan Ramadan.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, produk imunisasi, pemeriksaan kesehatan, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Kemenkes Tetap Jalankan Vaksinasi COVID-19 di Bulan Ramadhan [Internet]. Sehat Negeriku. 2021 
    2. Media K. Epidemiolog Unpad Beri Tips Vaksinasi Covid-19 Saat Bulan Ramadan Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021

     

    Read More
  • Saat Ramadan, sebagian besar orang akan mangalami perubahan pada pola tidurnya. Hal ini dikarenakan mereka harus bangun lebih awal untuk makan sahur sebagai persiapan menjalani ibadah puasa setiap harinya. Meskipun demikian, banyak di antara mereka yang memilih untuk kembali melanjutkan tidur setelah menyantap makan sahur karena rasa kantuk. Baca Juga: 5 Menu Sehat dan Praktis […]

    Sering Dianggap Sepele! Simak 7 Masalah Kesehatan Akibat Kebiasaan Tidur Setelah Makan Sahur

    Saat Ramadan, sebagian besar orang akan mangalami perubahan pada pola tidurnya. Hal ini dikarenakan mereka harus bangun lebih awal untuk makan sahur sebagai persiapan menjalani ibadah puasa setiap harinya.

    Meskipun demikian, banyak di antara mereka yang memilih untuk kembali melanjutkan tidur setelah menyantap makan sahur karena rasa kantuk.

    Baca Juga: 5 Menu Sehat dan Praktis Saat Telat Sahur

    Padahal kebiasaan tidur setelah makan dapat memicu gangguan pencernaan karena tubuh akan bekerja lebih keras dalam mencerna makanan.

    Lalu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk dapat kembali tidur setelah sahur?

    Apabila makanan yang dikonsumsi ketika sahur berupa karbohidrat, protein, dan sayuran, maka setidaknya membutuhkan waktu jeda sekitar tiga jam agar makanan dapat tercerna secara sempurna oleh lambung dan baru bisa kembali melanjutkan tidur.

    Untuk mengisi waktu jeda tersebut, lakukanlah ibadah subuh seperti mengaji dan salat, serta mencicil beberes rumah. Sebagai kompensasi karena kurang tidur di pagi hari, bisa juga ‘mencuri’ waktu tidur siang walau hanya sebentar.

    Nah, berikut ini 7 masalah kesehatan yang ditimbulkan akibat kebiasaan langsung tidur setelah makan yang dapat membahayakan tubuh, di antaranya:

    1. Refluks asam lambung atau GERD

    Refluks asam lambung atau biasa dikenal dengan GERD (Gastro-Esophageal Refluks Disease) merupakan suatu kondisi yang terjadi akibat tidak menutupnya katup antara lambung dan kerongkongan secara sempurna.

    Kondisi ini biasa disebabkan oleh efek gravitasi ketika posisi tubuh berbaring telentang atau miring setelah makan, sehingga menyebabkan makanan yang belum tercerna sepenuhya oleh lambung dapat mudah naik kembali ke kerongkongan.

    Hal ini akan semakin tidak nyaman apabila tidur usai makan berat, dapat dipastikan setelahnya akan terbangun dengan kondisi perut kembung. Jika kebiasaan ini terus dibiarkan dalam waktu lama akan memicu penyakit asam lambung.

    Produk Terkait: Jual Obat Lambung

    Gejala yang ditimbulkan GERD dapat beragam, misalnya seperti tenggorokan panas, bersendawa, mulut pahit, hingga dada terasa panas.

    Hal tersebut akan membuat rasa tidak nyaman saat berpuasa. Oleh karena itu, kondisi ini dapat dicegah dengan memberi jeda waktu kurang lebih tiga jam hingga makanan telah tercerna sempurna, kemudian baru bisa melanjutkan tidur.

    2. Kualitas tidur menurun

    Langsung tidur setelah santap sahur adalah kebiasaan yang tidak baik jika dilakukan secara terus menerus selama Ramadan, terutama jika saat sahur mengonsumsi makanan yang berlemak akan sangat berdampak pada kualitas tidur.

    Makanan yang tinggi lemak seperti olahan daging dan goreng-gorengan berminyak membutuhkan banyak waktu dalam proses mencernanya. Oleh karenanya, berilah jeda waktu yang lebih lama agar makanan tercerna dengan baik agar tidur tetap berkualitas.

    3. Kenaikan berat badan

    Sudah bukan lagi menjadi hal yang aneh bahwa kebiasaaan langsung tidur setelah makan dapat memicu penimbunan lemak pada tubuh.

    Sebuah penelitian juga mengatakan bahwa seseorang yang mempunyai riwayat keturunan keluarga gemuk atau obesitas, dan memiliki kebiasaan tidur setelah makan dapat meningatkan risiko kelebihan berat badan hingga 2x lipat.

    Baca Juga: 6 Cara Sehat Menurunkan Berat Badan dalam Waktu Sebulan

    Selain itu, seorang professor dari Missouri State University Jeremy Barnes mengungkapkan bahwa ketika tidur, seseorang akan mengalami peningkatan kadar hormon ghrelin.

    Efek dari peningkatan hormon ghrelin tersebutlah yang memicu perasaan lapar ketika bangun. Tidak heran, ketika Ramadan banyak orang yang justru mengalami kenaikan berat badan ketimbang menjadi kurus.

    4. Produksi asam lambung meningkat

    Peningkatan produksi asam lambung atau heartburn merupakan suatu kondisi dimana asam lambung yang diproduksi berlebihan menyebar dan naik ke kerongkongan dan dada.

    Pada prinsipnya, setiap kali makan, makanan akan melewati tenggorokan dan kemudian masuk ke dalam esofagus yang berfungsi untuk melumat serta menghantaran makanan ke dalam lambung. Setelah itu makanan akan diproses oleh lambung menjadi halus dan berbentuk pasta.

    Namun apabila proses cerna tidak sempuna, makanan yang masih kasar di dalam lambung dapat membuat dinding lambung menjadi iritasi dan nantinya bisa memicu penyakit asam lambung.

    Kondisi ini dapat menyebabkan sendawa dan munculnya rasa asam disekitar mulut. Tentu saja hal ini tidak baik bagi kesehatan jika dibiarkan dalam jangka waktu lama.

    Gejala lainnya yang dapat terjadi yakni rasa nyeri disekitar lambung atau perut kiri atas. Dapat juga berupa sensasi panas disasa. Bagi yang mudah merasa mulas atau sakit perut, sangat dianjurkan untuk menghindari kebiasaan tidur setelah makan.

    5. Sakit tenggorokan

    Selain Refluks, produksi asam lambung yang berlebih juga berpengaruh pada tenggorokan. Hal ini terjadi karena asam lambung yang berlebih dapat naik kekerongkongan sehingga mengiritasi lapisan sekitar, dan iritasi inilah yang memicu sakit tenggorokan, batuk kering, atau bahkan mengi.

    Saat tubuh dalam posisi tidur atau berbaring dengan kondisi perut penuh, katup diantara lambung dan kerongkongan tidak dapat menutup dengan sempurna.

    Produk Terkait: Jual Obat Sakit Tenggorokan

    Hal ini yang menyebabkan asam lambung dapat mudah naik hingga ke kerongkongan dan menimbulkan sensasi panas terbakar pada tenggorokan.

    Selain itu sensasi panas ini tidak hanya dirasakan oleh tenggorokan tetapi juga dapat dirasakan hingga ke dada. Apabila kondisi ini terus dibiarkan akan semakin memperburuk peradangan yang ada.

    6. Sembelit

    Pada umumnya, lambung manusia akan mengalami proses pengosongan dalam kurun waktu dua hingga tiga jam setelah makan.

    Namun, dengan posisi tubuh yang berbaring atau tiduran akan menghambat proses pengosongan lambung tersebut. Apabila kondisi ini terus berulang dapat memicu sembelit atau sulit buang air besar.

    Produk Terkait: Jual Obat Sembelit

    Sebagai pencegahan, hindarilah konsumsi makanan yang tinggi lemak, kafein dan gula dalam menu sahur. Selain itu, mengonsumsi sayur dan aneka buah juga dapat memperlancar proses pencernaan.

    7. Stroke

    Bahaya tidur setelah makan sahur lainnya adalah dapat memicu gejala penyakit stroke. Stroke sendiri adalah penyakit berbahaya yang cukup ditakuti oleh banyak orang.

    Stroke terbagi menjadi dua jenis, yaitu stroke penyumbatan dan stroke pendarahan. Jenis stroke yang disebabkan oleh kebiasaan tidur setelah makan adalah stroke penyumbatan.

    Baca Juga: Penyakit-penyakit Kronis Akibat Kesehatan Gigi yang Buruk

    Pasalnya, saat tidur aliran darah yang mengalir ke otak harus tetap berjalan sesuai kebutuhan. Sehingga apabila lambung dan otak bekerja secara bersamaan dalam proses pencernaan makanan, maka suplai aliran darah akan terbagi-bagi.

    Tentunya apabila kondisi ini terulang dalam jangka panjang, akan sangat mempengaruhi otak akibat kekurangan oksigen sehingga dapat menyebabkan stroke. Oleh sebab itu, hindari kebiasaan tidur setelah makan mulai dari sekarang.

    Tips Tetap Sehat Selama Ramadan

    Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan agar tetap sehat selama Ramadan:

    1. Konsumsi makanan secukupnya

    Tidak hanya kebiasaan tidur setelah makan yang dapat memicu masalah kesehatan, namun mengkonsumsi terlalu banyak makanan nyatanya juga tidak baik bagi kesehatan tubuh selama Ramadan.

    Karena makan yang berlebihan saat berbuka hanya akan membuat tubuh anda lelah dan perut pun terasa begah sehingga dapat menggangu aktivitas.

    Jadi, konsumsilah makanan bergizi seimbang dengan karbohidrat, protein, lemak, sayur dan buah dengan porsi secukupnya. Serta pastikan mengkonsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi merah, dan gandum karena akan membuat lebih cepat kenyang dan memperlambat timbulnya rasa lapar.

    2. Tetap olahraga

    Walaupun sedang puasa, melakukan olahraga tetap harus dijalankan dengan rutin. Cukup melakukan olahraga ringan seperti yoga, stretching, ataupun jalan kaki mengelilingi kompek.

    Waktu yang dianjurkan untuk melakukan olahraga selama berpuasa yakni pada pagi hari setelah sahur atau 1-2 jam sebelum waktu berbuka.

    3. Pola tidur sehat

    Selama Ramadan, pola tidur pun tentu akan mengalami sedikit perubahan, yaitu bangun lebih pagi untuk mempersiapkan sebagai persiapan sahur dan tidur lebih lebih malam untuk memperbanyak ibadah.

    Oleh sebab itu, pastikan tetap memiliki istirahat yang cukup di siang hari. Selain mendapatkan pahala yang berlipat, menjalan puasa di bulan Ramadan juga memiliki manfaat baik bagi tubuh. Jadi, jangan lupa tetap konsumsi makanan sehat serta hindari kebiasaan tidur setelah sahur ya.

    Baca Juga: 10 Manfaat Puasa Ramadan yang Belum Kita Ketahui

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, produk imunisasi, pemeriksaan kesehatan, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Gaya hidup. 2021. 7 Bahaya Tidur setelah Sahur bagi Kesehatan.
    2. theAsianparent: Situs Parenting Terbaik di Indonesia. 2021. Sering tidur setelah sahur? Waspada 5 masalah kesehatan ini!. University Hospitals Birmingham. 2021. University Hospitals Birmingham NHS Foundation Trust | How to stay healthy during Ramadan.

     

     

    Read More
  • Pada dasarnya bayi yang baru lahir telah memiliki kekebalan tubuh pasif yang diperoleh dari ibunya sewaktu di dalam kandungan. Namun kekebalan tubuh tersebut hanya dapat bertahan dalam hitungan bulan, bahkan hanya dalam beberapa minggu setelah bayi lahir, sehingga bayi diwajibkan menerima imunisasi untuk membentuk sistem kekebalan tubuh dalam melawan penyakit. Salah satu imunisasi wajib yang […]

    Timbul Bisul Setelah Imunisasi BCG? Begini Penjelasannya

    Pada dasarnya bayi yang baru lahir telah memiliki kekebalan tubuh pasif yang diperoleh dari ibunya sewaktu di dalam kandungan. Namun kekebalan tubuh tersebut hanya dapat bertahan dalam hitungan bulan, bahkan hanya dalam beberapa minggu setelah bayi lahir, sehingga bayi diwajibkan menerima imunisasi untuk membentuk sistem kekebalan tubuh dalam melawan penyakit. Salah satu imunisasi wajib yang dianjurkan Pemerintah adalah imunisasi BCG yang berguna untuk mencegah infeksi Tuberkulosis. 

    Timbul Bisul Setelah Imunisasi BCG Begini Penjelasannya

    Timbul Bisul Setelah Imunisasi BCG? Begini Penjelasannya

    Setelah menerima imunisasi, tidak jarang bayi mengalami demam, nyeri, bahkan bengkak pada lengan. kejadian yang kerap dikeluhkan yaitu muncul benjolan atau bisul di bekas suntikan. Apakah kemunculan bisul setelah imunisasi BCG adalah hal yang wajar? Mari simak penjelasan berikut.

    Apa Itu Imunisasi BCG?

    Imunisasi Bacille Calmette-Guerin (BCG) merupakan jenis vaksin yang didalamnya mengandung kuman Mycobacterium bovis yang telah dilemahkan. Vaksin ini memberikan perlindungan terhadap tuberkulosis (TB) berat dan radang otak akibat tuberkulosis. 

    Imunisasi BCG mulai diberikan pada bayi baru lahir hingga memasuki usia dua bulan dan hanya diberikan satu kali untuk seumur hidup. Jika imunisasi BCG diberikan saat bayi berusia diatas 3 bulan, perlu melakukan pemeriksaan Tuberkulin terlebih dahulu. 

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi BCG ke Rumah

    Apakah Bisul Setelah Imunisasi BCG Merupakan Hal Wajar?

    World Health Organization (WHO) menyarankan imunisasi BCG disuntikan pada bagian lengan atas (otot deltoid) sebelah kanan. Selanjutnya sistem daya tahan tubuh akan merespon bakteri hidup yang terkandung dalam vaksin BCG. 

    Setelah disuntik, lokasi bekas suntikan akan tampak kemerahan dan membentuk bisul yang berisi nanah yang akan sembuh dan mengering dengan sendirinya. Pada akhirnya akan terbentuk jaringan parut datar (scar) dengan diameter 2-6 mm.

    Reaksi bisul akibat imunisasi BCG umumnya muncul dalam jangka waktu 2 hingga 12 minggu (paling sering terjadi dalam kurun waktu 4 sampai 6 minggu) pada anak atau bayi yang belum pernah terpapar kuman tuberkulosis. 

    Jika bisul telah muncul dalam jangka waktu kurang dari 1 minggu, kemungkinan anak tersebut telah terpapar kuman tuberculosis sebelumnya sehingga membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Reaksi ini dikenal sebagai reaksi cepat BCG (accelerate BCG reaction).

    Sahabat Sehat tidak perlu khawatir jika tidak terbentuk reaksi bisul atau jaringan parut pada bekas suntikan sebab bukan berarti imunisasi BCG gagal memberi perlindungan bagi tubuh, sehingga pada umumnya tidak perlu mengulang imunisasi BCG.

    Baca Juga: Kenali dan Cara Mengatasi Reaksi Imunisasi Si Kecil

    Hal yang Perlu Diwaspadai

    Sahabat Sehat perlu mewaspadai apabila setelah imunisasi BCG, Si kecil mengalami beberapa keluhan seperti berikut:

    • Bengkak di sekitar lokasi penyuntikan 
    • Reaksi bisul muncul lebih cepat, kurang dari satu minggu setelah penyuntikan vaksin.
    • Demam tinggi
    • Nanah pada bekas suntikan
    • Timbul keloid pada bekas suntikan. 

    Jika Si Kecil mengalami keluhan diatas, sebaiknya konsultasikan dengan dokter agar mendapatkan penanganan lebih lanjut.

    Tips Setelah Si Kecil Diberi Imunisasi BCG

    Ada beberapa hal yang perlu Sahabat Sehat lakukan untuk merawat luka akibat suntikan imunisasi BCG, di antaranya:

    • Jaga area bekas suntikan tetap kering dan bersih.
    • Hindari meremas, memencet, menggaruk, menggosok, atau menekan area luka atau bisul. 
    • Jika bisul pecah dan mengeluarkan cairan, segera balut dengan kasa steril.
    • Hindari menempel plester langsung pada luka atau bisul.
    • Bersihkan area luka secara berkala 
    • Hindari penggunaan bedak, salep, krim antiseptic, minyak, atau produk apapun pada bagian luka tanpa saran dokter, sebab beresiko mengalami infeksi pada bekas luka. 

    Baca Juga: Apa Saja Dampak Negatif Pada Anak yang Tidak di Imunisasi?

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai bisul yang timbul setelah Si Kecil menjalani imunisasi BCG. Di masa pandemi, tidak jarang para orang tua menunda imunisasi sebab enggan membawa Si Kecil ke posyandu maupun rumah sakit. Jika Sahabat Sehat memerlukan imunisasi untuk Si Kecil, segera manfaatkan layanan imunisasi ke rumah dari Prosehat.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, produk imunisasi, pemeriksaan kesehatan, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Skar BCG [Internet]. Indonesia : Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2016.
    2. Healthed. BCG Vaccine: After Care for Parents [Internet]. New Zealand : Healthed. 2014.
    3. The Royal Children’s Hospital Melbourne. Kids Health Information : BCG vaccine for TB [Internet]. Australia : The Royal Children’s Hospital Melbourne. 2018
    4. National Health Service. BCG (TB) vaccine side effects [Internet]. 2019.

     

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Read More
  • Ketahui tips liburan ke luar negeri di  masa transisi covid-19, Libur panjang seperti libur di akhir tahun ajaran sekolah memang paling ditunggu-tunggu. Apalagi setelah angka COVID di Indonesia akhirnya mereda. Bagi orang tua yang akan bepergian ke luar negeri bersama Si Kecil, ada beberapa tips dan hal yang perlu disiapkan sebelum pergi di masa transisi […]

    Persiapan Mengajak Si Kecil Berlibur ke Luar Negeri di Masa Transisi Covid-19

    Ketahui tips liburan ke luar negeri di  masa transisi covid-19, Libur panjang seperti libur di akhir tahun ajaran sekolah memang paling ditunggu-tunggu. Apalagi setelah angka COVID di Indonesia akhirnya mereda. Bagi orang tua yang akan bepergian ke luar negeri bersama Si Kecil, ada beberapa tips dan hal yang perlu disiapkan sebelum pergi di masa transisi endemi Covid-19, terutama bagi balita yang belum bisa divaksinasi Covid-19. Yuk simak ulasannya!

    Persiapan Mengajak Si Kecil Berlibur ke Luar Negeri di Masa Transisi Covid-19

    Persiapan Mengajak Si Kecil Berlibur ke Luar Negeri di Masa Transisi Covid-19

    Vaksinasi adalah Kunci

    Saat naik pesawat, ruangan dalam pesawat terlihat tertutup dan kurang ventilasi. Namun, faktanya, setiap maskapai penerbangan pastinya memiliki sistem ventilasi yang baik dan dilengkapi dengan filter berkualitas tinggi.

    Dari beberapa pengamatan menyebutkan bahwa belum ada bukti kuat bahwa naik pesawat dapat meningkatkan risiko penularan virus Corona. Sehingga, saat mengajak Si Kecil naik pesawat, orang tua tidak perlu khawatir selama protokol kesehatan dijalankan dengan benar.

    Namun demikian, bagi anak balita yang belum bisa mendapatkan vaksinasi Covid-19, orang tua harus memastikan bahwa ia telah melengkapi imunisasi dasarnya. Akan lebih baik, bila imunisasi rekomendasi juga dilengkapi karena anak akan memiliki perlindungan ekstra saat berkunjung ke tempat baru.

    Bagi anak usia 6-17 tahun, vaksinasi Covid-19 sudah tersedia. Maka segera lengkapi kedua dosisnya.

    Lakukan imunisasi beberapa bulan sebelum keberangkatan karena vaksin memerlukan waktu sebelum bisa memberikan perlindungan efektif.

    Pastikan anak sudah mendapatkan vaksinasi flu sebelum berlibur: Paket Vaksinasi Flu Anak 4 Strain ke Rumah

    Tips Mengajak Si Kecil Naik Pesawat

    Barang harus dalam kondisi bersih

    Bersihkan barang-barang yang sering dipegang anak, serta bersihkan tempat duduk atau meja yang hendak digunakannya.

    Barang menyesuaikan kebutuhan anak

    Siapkan barang-barang yang biasanya digunakan anak Anda, mulai dari yang utama seperti popok dan susu, hingga snack/ makanan dan mainan untuk menemaninya selama perjalanan.

    Siapkan barang-barang tersebut dan cuci terlebih dahulu sebelum dibawa berpergian dan masukkan ke dalam wadah tertutup agar tidak terkontaminasi dengan kuman.

    Makanan dalam wadah yang tertutup rapat

    Perhatikan wadah atau kemasan makanan si kecil, usahakan ditaruh di wadah yang tertutup rapat untuk menghindari kontaminasi kuman.

    Menggunakan masker

    Dalam rekomendasi WHO, anak balita tidak diwajibkan menggunakan masker. Sedangkan, anak 6-17 tahun diwajibkan menggunakan masker. Namun, bila orang tua dapat mensupervisi penggunaan masker pada anak balita, ia boleh menggunakannya dalam waktu yang tidak terlampau lama.

    Pilih masker sesuai dengan ukuran anak agar tidak terlalu ketat hingga membuatnya sulit bernapas, ataupun terlalu longgar sehingga memberi celah untuk kuman masuk.

    Baca Juga: Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi COVID-19?

    Jaga jarak aman minimal 1 meter antara anak dengan orang lain

    Ingatkan selalu pada anak untuk menjaga jarak fisik dan sosial ketika berpergian. Sebaiknya juga menjauhi orang yang sakit saat berada di luar rumah.

    Membawa hand-sanitizer

    Cuci tangan dengan benar menggunakan air mengalir. Bila tempat cuci tangan tidak ada, cuci bersih tangan menggunakan hand sanitizer terutama setelah menyentuh fasilitas umum.

    Tidak menyentuh mata, hidung dan mulut

    Seringkali Si Kecill tidak sadar ketika menyentuh wajah sebelum ia mencuci tangan. Maka dari itu, orang tua perlu memperhatikan dan mengingatkan kebiasaan Si Kecil.

    Utamakan aktivitas di tempat terbuka

    Pilihlah tempat terbuka saat berpergian dan pilihlah tempat yang tidak terlalu banyak pengunjung. Bila Anda mengajak anak ke dalam ruangan, pastikan bahwa ruangan memiliki ventilasi yang baik dan tidak ramai orang.

    Baca Juga: Aman dan Nyaman Melakukan Imunisasi Kejar Anak dari Rumah

    Sahabat Sehat, itulah beberapa hal yang perlu Sahabat Sehat perhatikan sebelum bepergian ke luar negeri. Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk memastikan bahwa Si Kecil dalam keadaan optimal untuk bepergian jauh dan bila Anda perlu melengkapi imunisasinya agar ia dapat berlibur dalam perlindungan maksimal.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, produk imunisasi, pemeriksaan kesehatan, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Karp, D., 2021. Is It Safe to Fly During COVID?. [online] Happiest Baby. 
    2. Media, K., 2021. 4 Tips Liburan Bersama Bayi Saat Pandemi, Tidak Wajib Pakai Masker Halaman all – Kompas.com.
    3. Siloamhospitals.com. 2021. Rumah Sakit dengan Pelayanan Berkualitas – Siloam Hospitals
    4. Have Baby Will Travel. 2021. Travel After COVID-19 with Babies & Toddlers | Have Baby Will Travel.
    5. Kirkilas, DO, FAAP, G., 2021. Is it safe for families to travel now?.
    6. Unicef.org. 2021. Travelling with your family during COVID-19
    7. CoronaVirus disease (Covid-19): Children and Masks. [Internet]. WHO. 2022.

     

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

    Read More
  • Ginjal adalah organ vital yang berperan penting dalam menyaring limbah dan zat beracun dalam tubuh. Penting untuk kita menjaga kesehatan ginjal. Organ ini juga menghasilkan hormon yang mengatur tekanan darah, mengontrol produksi sel darah merah, dan berbagai fungsi lainnya. Maka, menjaga kesehatan ginjal harus dilakukan agar tubuh tetap dalam kondisi optimal. Simak tips apa saja […]

    Ketahui 8 Tips Menjaga Kesehatan Ginjal Agar Berfungsi Maksimal

    Ginjal adalah organ vital yang berperan penting dalam menyaring limbah dan zat beracun dalam tubuh. Penting untuk kita menjaga kesehatan ginjal. Organ ini juga menghasilkan hormon yang mengatur tekanan darah, mengontrol produksi sel darah merah, dan berbagai fungsi lainnya. Maka, menjaga kesehatan ginjal harus dilakukan agar tubuh tetap dalam kondisi optimal. Simak tips apa saja yang perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan ginjal. 

    Ketahui 8 Tips Menjaga Kesehatan Ginjal Agar Tetap Sehat

    Ketahui 8 Tips Menjaga Kesehatan Ginjal Agar Berfungsi Maksimal

    Pola makan sehat

    Menjalani pola makan sehat memberikan manfaat baik bagi tubuh, termasuk ginjal. Makanan sehat adalah makanan yang mengandung gizi seimbang. Salah satunya dengan mengonsumsi sayur dan buah-buahan. 

    Beberapa jenis sayur dan buah yang baik untuk kesehatan ginjal diantaranya:

    • Sayuran rendah kalium, seperti lobak, terong, jagung, timun, wortel, jamur shiitake, dan kol.
    • Buah rendah kalium, seperti apel, beri-berian, anggur, jeruk Bali, semangka, dan nanas. 

    Usahakan juga untuk mengurangi konsumsi makanan yang tinggi purin, seperti jeroan. Sebab, makanan yang mengandung purin dapat meningkatkan kadar asam urat yang dapat mengganggu fungsi ginjal. 

    Booking Imunisasi anak kini lebih mudah, manfaatkan layanan di Prosehat: Imunisasi Anak di Rumah

    Batasi asupan garam

    Mengonsumsi garam dan sodium secara berlebihan dapat memberatkan kerja ginjal. Salah satu penyakit yang dapat timbul adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi.

    Sebagai alternatif, Anda dapat menggunakan rempah-rempah seperti bawang untuk menggantikan sodium. Kandungan quercetin pada bawang juga dapat menjaga kesehatan ginjal dengan membantu mengoptimalkan fungsi ginjal saat menyaring darah. 

    Tidak mengonsumsi protein berlebihan

    Protein dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan dan memelihara struktur tubuh, sebagai salah satu sumber energi, dan pembentuk zat-zat penting seperti enzim. Namun, mengonsumsi terlalu banyak protein juga tidak baik untuk ginjal. ini karena setiap bagian tubuh membutuhkan jumlah protein yang berbeda-beda, maka semakin banyak protein yang harus disaring oleh ginjal, semakin berat ginjal harus bekerja. Oleh sebab itu, konsumsilah protein dalam jumlah yang cukup. 

    Penuhi kebutuhan cairan

    Minum air putih terbukti mampu menjaga kesehatan ginjal karena melancarkan proses penyaringan darah saat membuang limbah beracun. Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease, ginjal yang sehat mampu menyaring sekitar 150 liter darah setiap hari. 

    Pada proses penyaringan ini, ginjal membuang limbah dalam darah seperti natrium, fosfor dan kalium. Air dalam tubuh berfungsi untuk menjaga pembuluh darah terbuka, sehingga darah dapat melewati ginjal dengan lancar. 

    Tak hanya itu, minum air putih yang cukup juga dapat menjaga keseimbangan air dan mineral dalam tubuh. Keseimbangan ini yang akan membuat otot, saraf, dan jaringan tubuh berfungsi normal. 

    Baca Juga: Kenali dan Cara Mengatasi Reaksi Imunisasi Si Kecil

    Rutin olahraga

    Melakukan olahraga secara teratur dapat membantu tubuh dalam mengendalikan tekanan darah, kadar kolesterol, dan glukosa. Ketiga komponen ini adalah hal yang harus dikendalikan untuk mencegah penyakit ginjal.

    Ada beberapa jenis aktivitas fisik yang bisa dilakukan, seperti jalan santai, menari, atau bersepeda.

    Jangan sembarangan minum obat atau vitamin

    Mengonsumsi obat dalam jangka panjang tanpa pengawasan dokter dapat merusak ginjal Anda. Ini karena ginjal berfungsi untuk memproses pembuangan sisa-sisa obat dari tubuh.

    Oleh sebab itu, jangan pernah sembarangan dalam mengonsumsi obat. 

    Batasi konsumsi alkohol

    Alkohol memiliki dampak yang cukup besar bagi kesehatan tubuh. Berbagai kerusakan pun dapat terjadi jika Anda tidak membatasi asupan alkohol yang masuk kedalam tubuh, salah satunya penurunan fungsi ginjal. 

    Alkohol memiliki efek diuretik yang menyebabkan peningkatan jumlah urin dan cairan tubuh, termasuk mengendalikan ion natrium, klorida, dan kalium. Apabila hal ini terjadi, maka tubuh akan mengalami ketidakseimbangan cairan elektrolit yang membuat tubuh dehidrasi. 

    Berhenti merokok

    Kandungan dalam rokok terbukti dapat merusak tubuh. Oleh sebab itu, bagi para perokok sebaiknya segera hentikan kebiasaan buruk tersebut karena zat dalam rokok yang masuk kedalam tubuh dapat menghambat aliran darah dan merusak pembuluh darah, termasuk pembuluh darah di ginjal. 

    Baca Juga: Apa Bedanya Gagal Ginjal Akut dan Kronis?

    Sahabat Sehat, menjaga kesehatan ginjal sangat penting untuk dilakukan. Mulailah dengan melakukan perubahan pola hidup menjadi lebih baik secara konsisten seperti tips di atas. Dengan ginjal yang sehat, kesehatan tubuh pun terpelihara.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, pemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Work, Y. and Health, N., 2022. Your Kidneys & How They Work | NIDDK.
    2. National Kidney Foundation. 2022. Top 5 Ways to Stop A-Salting Your Kidneys.
    3. Healthdirect.gov.au. 2022. Chronic kidney disease
    4. National Institute on Drug Abuse. 2022. Commonly Used Drugs Charts | National Institute on Drug Abuse.
    5. Kidney.org. 2022. icelandic glacial hydration.

     

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul Larasati

    Read More
  • Minyak esensial (essential oil) atau yang biasanya disebut dengan minyak astiri adalah minyak beraroma harum yang didapat dari hasil penyulingan/ distilasi tanaman, bunga, akar, kayu atau biji buah. Banyak sekali manfaat bagi kesehatan tubuh dari minyak esensial. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minyak esensial aromaterapi dapat menjadi pilihan untuk meredakan dan redakan stres dan cemas. Yuk […]

    Mengatasi Penat dan Redakan Stres dengan Minyak Esensial

    Minyak esensial (essential oil) atau yang biasanya disebut dengan minyak astiri adalah minyak beraroma harum yang didapat dari hasil penyulingan/ distilasi tanaman, bunga, akar, kayu atau biji buah. Banyak sekali manfaat bagi kesehatan tubuh dari minyak esensial. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minyak esensial aromaterapi dapat menjadi pilihan untuk meredakan dan redakan stres dan cemas.

    Mengatasi Penat dan Redakan Stres dengan Minyak Esensial

    Mengatasi Penat dan Redakan Stres dengan Minyak Esensial

    Yuk kenali jenis-jenis minyak esensial untuk mendapatkan berbagai manfaatnya!

    Bagaimana Cara Kerja Minyak Esensial?

    Minyak esensial paling sering digunakan sebagai aromaterapi dengan cara dihirup atau dioleskan ke bagian tubuh.

    Saat dihirup, minyak esensial dapat merangsang sistem limbik di otak yang berkaitan dengan emosi, perilaku, dan juga pembentukan ingatan jangka panjang. Ingatan ini menyebabkan beberapa bau-bauan menjadi akrab sehingga memicu ingatan dan emosi.

    Sistem limbik juga dapat mengontrol beberapa fungsi fisiologis bawah sadar seperti pernapasan, detak jantung dan tekanan darah sehingga beberapa penelitian menyebutkan bahwa minyak esensial dapat memberikan efek bagi fisik tubuh.

    Redakan Stres dengan Sensasi menyegarkan, Pesan Disini: Young Living Essential Oil Peppermint

    Jenis Minyak Esensial yang Banyak Dikenal

    Ada lebih dari 90 jenis aroma minyak esensial yang dikenal dan terbukti efektif memiliki khasiat baik bagi tubuh. Sepuluh diantaranya memiliki aroma yang paling banyak dikenal, yaitu:

    • Peppermint

    Minyak esensial peppermint berfungsi untuk membantu mengurangi gangguan pencernaan dan meredakan nyeri kepala.

    • Lavender

    Banyak orang menyukai aroma lavender karena dapat menenangkan. Lavender biasanya digunakan untuk meredakan stres dan cemas serta membantu untuk meningkatkan kualitas tidur.

    • Sandalwood

    Minyak esensial sandalwood berfungsi untuk membantu meredakan ketegangan saraf dan membantu untuk fokus.

    • Bergamot

    Minyak esensial bergamot berfungsi untuk redakan stres dan memperbaiki kondisi kulit, terutama bagi penderita eksim.

    • Rose

    Minyak esensial mawar berfungsi untuk meningkatkan mood dan mengurangi perasaan cemas.

    • Chamomile

    Chamomile berfungsi untuk meningkatkan mood dan relaksasi tubuh.

    • Ylang-ylang

    Minyak esensial ylang-ylang berfungsi untuk mengobati nyeri kepala, mual dan beberapa gangguan kulit (kemerahan, gatal dan eksim).

    • Tea tree

    Tea tree atau yang disebut dengan melaleuca adalah minyak esensial yang biasanya digunakan oleh suku aborigin di Australia untuk mengobati luka. Saat ini, minyak esensial tea tree digunakan untuk mengurangi peradangan akibat jerawat dan juga gigitan serangga.

    • Jasmine

    Minyak esensial bunga melati membantu mengurangi depresi.

    • Lemon

    Banyak sekali orang yang menyukai aroma lemon karena dapat meningkatkan mood.

    Baca Juga: 7 Pilihan Minyak Esensial yang Terbukti Aman untuk Bayi

    Waspadai Ini Saat Menggunakan Minyak Esensial

    Senyawa kimia yang terkandung di dalam minyak esensial dapat menghasilkan reaksi apabila digabungkan dengan beberapa obat-obatan konvensional yang justru dapat memperburuk kondisi kesehatan.

    Seseorang dengan tekanan darah tinggi misalnya, harus menghindari penggunaan minyak esensial rosemary.

    Selain itu bahan minyak esensial yang mengandung adas, adas manus dan sage yang biasanya terkandung pada minyak telon bertindak mirip dengan estrogen sehingga seseorang dengan tumor payudara atau ovarium yang sensitif terhadap estrogen harus menghindarinya.

    Kondisi berikut ini perlu berhati-hati dalam menggunakan minyak esensial sebagai aromaterapi, diantaranya:

    • Rhinitis alergi
    • Asma
    • Eksim kulit dan psoriasis
    • Epilepsi
    • Hipertensi
    • Ibu hamil
    • Orang dengan alergi terhadap kacang-kacangan (pencampur minyak sering diperoleh dari kacang-kacangan dan biji-bijian).

    Baca Juga: 7 Jenis Olahraga Penghilang Stres yang Paling Efektif

    Sahabat Sehat, penggunaan minyak esensial ternyata banyak manfaatnya ya! Pilihlah sesuai dengan kebutuhan Anda dan gunakan dengan hati-hati. Bila Sahabat Sehat memiliki kondisi khusus seperti di atas, hindari jenis minyak esensial tertentu atau konsultasikan dahulu dengan dokter.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, imunisasi, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Health Benefits of Essential Oils [Internet]. WebMD. 2021.
    2. West H. What Are Essential Oils, and Do They Work? [Internet]. Healthline. 2019.
    3. Aromatherapy: Do Essential Oils Really Work? [Internet]. Hopkinsmedicine.org. 2021.
    4. Rose Wilson, Ph.D D, Brazier Y. Aromatherapy: Uses, benefits, oils, and risks [Internet]. Medicalnewstoday.com. 2017.
    5. Essential Oils 101: Do They Work + How Do You Use Them? [Internet]. Cleveland Clinic. 2020.

     

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

    Read More
  • Di masa pandemi yang tidak menentu, banyak sekali anak-anak yang tertunda melengkapi imunisasinya karena orang tua ragu untuk berkunjung ke rumah sakit atau klinik. Pelaksanaan imunisasi kejar diperlukan agar perlindungan optimal terhadap penyakit, termasuk pada anak yang belum mendapatkan imunisasi. Sedangkan, pada kondisi seperti ini anak justru memerlukan perlindungan terbaik karena mereka pun belum dapat […]

    Aman dan Nyaman Melakukan Imunisasi Kejar Anak dari Rumah

    Di masa pandemi yang tidak menentu, banyak sekali anak-anak yang tertunda melengkapi imunisasinya karena orang tua ragu untuk berkunjung ke rumah sakit atau klinik. Pelaksanaan imunisasi kejar diperlukan agar perlindungan optimal terhadap penyakit, termasuk pada anak yang belum mendapatkan imunisasi. Sedangkan, pada kondisi seperti ini anak justru memerlukan perlindungan terbaik karena mereka pun belum dapat divaksinasi Covid-19. Maka, imunisasi yang lengkap adalah solusinya. Dengan daya tahan tubuh yang kuat, tentunya anak akan lebih siap menghadapi berbagai virus dan penyakit di masa tumbuh kembangnya.

    Aman dan Nyaman Melakukan Imunisasi Kejar Anak dari Rumah

    Aman dan Nyaman Melakukan Imunisasi Kejar Anak dari Rumah

    Bila kunjungan ke rumah sakit atau klinik di masa pandemi menjadi mengkhawatirkan bagi Anda, kini sudah banyak tersedia pelayanan imunisasi di rumah oleh berbagai fasilitas kesehatan. Dengan demikian, anak dapat melengkapi imunisasinya tanpa harus keluar rumah.

    Booking Imunisasi anak kini lebih mudah, manfaatkan layanan di Prosehat: Imunisasi Anak di Rumah

    Kelebihan dari Imunisasi di Rumah

    Imunisasi penting sekali untuk dilengkapi agar terhindar dari wabah penyakit dan anak mendapatkan kekebalan tubuh yang ia perlukan. Melakukan imunisasi di rumah sakit, klinik, ataupun di rumah sama-sama bermanfaat. Namun, bagi orang tua yang khawatir untuk mengajak Si Kecil yang sehat ke rumah sakit atau klinik, imunisasi di rumah bisa menjadi alternatif.

    Ada beberapa kelebihan dari imunisasi di rumah:

    Aman dan higienis

    Sama dengan di fasilitas kesehatan pada umumnya, imunisasi di rumah juga dilakukan oleh dokter yang tersertifikasi dan kompeten. Vaksin disimpan di dalam carrier khusus dengan suhu penyimpanan yang disarankan agar kualitas vaksin terjaga. Selain itu, standar protokol kesehatan juga diterapkan. 

    Praktis

    Registrasi biasanya dapat dilakukan melalui handphone. Anak bisa menunggu sambil bermain seperti biasa dengan leluasa di rumah dan waktu kedatangan tenaga kesehatan dapat disesuaikan dengan jadwal keseharian Anda dan Si Kecil. Bila Anda memiliki beberapa anak, Anda pun tidak perlu khawatir untuk meninggalkannya.

    Nyaman

    Bagi sebagian anak, kunjungan ke rumah sakit atau klinik adalah sebuah trauma. Anak-anak bisa menjadi tantrum dan histeris bertemu dokter atau saat perjalanan menuju ke rumah sakit atau klinik. Tetapi, bila dilakukan di rumah, di zona nyaman anak, maka kejadian-kejadian tersebut dapat diminimalisir. Selain itu, vaksinasi di rumah juga sangat membantu anak-anak berkebutuhan khusus yang memerlukan safety zone.

    Baca Juga: Apa Saja Dampak Negatif Pada Anak yang Tidak di Imunisasi?

    Apa yang harus dilakukan jika imunisasi terlambat?

    Bila anak terlewat jadwal imunisasinya, maka anak perlu segera melakukan Imunisasi Kejar. Konsultasikan dengan dokter untuk jadwal Imunisasi Kejar Si Kecil agar kebutuhan imunisasinya terpenuhi. Imunisasi Kejar adalah upaya memberikan imunisasi bagi anak yang tertinggal satu atau lebih dosis vaksin dari waktu yang terjadwal.

    Dengan imunisasi kejar, anak menjadi terlindungi dan bersama-sama membentuk herd immunity/ imunitas kelompok. Bila imunitas kelompok terbentuk, maka KLB (kejadian luar biasa) atau wabah dapat dicegah.

    Baca Juga: Kenali dan Cara Mengatasi Reaksi Imunisasi Si Kecil

    Sahabat Sehat, ayo segera lengkapi imunisasi Si Kecil, karena sekarang vaksinasi dapat dilakukan senyaman dan seaman mungkin. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, imunisasi, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jadwal Imunisasi Anak Umur 0-18 tahun [internet]. Jakarta: IDAI; 2020.

     

    Ditulis oleh: dr. Gloria Teo
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

    Read More
  • Seperti yang kita ketahui, olahraga memberikan banyak manfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Salah satu manfaat olahraga saat puasa adalah mengoptimalkan kinerja hormon dan meningkatkan sensitivitas insulin yang dapat mencegah penyakit diabetes. Olahraga saat berpuasa juga memiliki segudang manfaat bila dilakukan dengan benar. Dengan berolahraga, Anda menjaga kesehatan otak, saraf, dan otot. Selain itu, proses […]

    4 Manfaat Olahraga Saat Puasa, Lebih Cepat Membakar Lemak!

    Seperti yang kita ketahui, olahraga memberikan banyak manfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Salah satu manfaat olahraga saat puasa adalah mengoptimalkan kinerja hormon dan meningkatkan sensitivitas insulin yang dapat mencegah penyakit diabetes.

    4 Manfaat Olahraga Saat Puasa, Lebih Cepat Membakar Lemak!

    4 Manfaat Olahraga Saat Puasa, Lebih Cepat Membakar Lemak!

    Olahraga saat berpuasa juga memiliki segudang manfaat bila dilakukan dengan benar. Dengan berolahraga, Anda menjaga kesehatan otak, saraf, dan otot. Selain itu, proses pembakaran lemak menjadi lebih cepat karena ketiadaan karbohidrat, serta mendorong fleksibilitas, peremajaan tubuh, dan mengendalikan berat badan.

    Namun untuk mendapatkan manfaatnya dengan maksimal, Anda tetap perlu mengimbanginya dengan menu gizi seimbang dan minum air yang cukup.

    Berikut adalah beberapa manfaat olahraga untuk kesehatan saat puasa.

    Maksimalkan Kebutuhan Protein Harian Anda, Pesan Sekarang: Fitlife True Whey Choco Malt

    Mengusir rasa malas dan kantuk

    Saat puasa, otomatis tubuh tidak mendapatkan asupan nutrisi dan vitamin dalam waktu yang cukup lama sehingga akan membuat Anda menjadi cepat mengantuk dan merasa malas. Namun, berolahraga dapat membuat Anda merasa lebih segar karena tubuh mengeluarkan hormon endorfin.

    Menurunkan berat badan

    Olahraga dan berpuasa adalah kombinasi yang pas untuk menurunkan berat badan. Tapi perlu diingat bahwa keduanya tidak boleh dilakukan dengan berlebihan dan sembarangan. Saat berpuasa, Anda harus mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan jumlah yang cukup serta air putih yang cukup sehingga tubuh tidak mudah lemas dan dehidrasi saat berolahraga. Olahragalah dengan intensitas yang ringan bila dilakukan sebelum berbuka puasa. Lakukan dengan rutin dan diselingi dengan istirahat untuk pemulihan tubuh.

    Mencegah penyakit diabetes

    Berbuka puasa identik dengan mengonsumsi makanan yang manis seperti es buah dan kolak. Makan makanan manis tentunya dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan dan diabetes di kemudian hari bila tidak dikontrol. Dengan berolahraga rutin, kadar gula darah akan lebih stabil sehingga menurunkan risiko diabetes.

    Melancarkan detoksifikasi tubuh

    Berpuasa diketahui dapat menambah produksi dan aktivitas enzim-enzim tertentu yang terlibat dalam proses detoksifikasi. Sedangkan, olahraga membantu mengoptimalkan proses detoksifikasi dengan meningkatkan aliran darah sehingga sirkulasi menjadi lebih baik. Dengan begitu, organ-organ tubuh akan membersihkan diri dengan lebih efektif, termasuk kulit.

    Baca Juga: Kapan Waktu Terbaik untuk Olahraga saat Puasa?

    Sahabat Sehat, banyak sekali bukan manfaat dari olahraga saat puasa? Bila Anda belum terbiasa berolahraga rutin, mulailah dengan bertahap agar tubuh mampu beradaptasi dengan baik. Konsultasikan dengan dokter agar Anda mendapatkan saran yang terbaik.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, pemeriksaan medical check up, pemeriksaan laboratorium, layanan fisioterapi, produk imunisasi, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Froneman, A., 2022. Exercising during Ramadan | Health24.
    2. Khaleej Times. 2022. Best times to exercise during Ramadan.
    3. thenational.ae. 2022. tips for healthy eating and exercising during ramadan.
    4. IslamiCity. 2022. The Ramadan Nutrition and Workout Plan for Success – IslamiCity.
    5. Media, K., 2022. Sore Hari, Waktu Tepat Olahraga Saat Berpuasa.
    6. Exercising for Better Sleep. [Internet]. John Hopkin’s Medicine. 2022.

     

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul Larasati

    Read More
  • Salah satu pemeriksaan yang kini sedang ramai diperbincangkan di tengah masyarakat adalah pemeriksaan antibodi Covid-19, Apakah perlu? Masyarakat kini beranggapan bahwa pemeriksaan ini perlu dilakukan setelah vaksin Covid-19. Nah Sahabat Sehat, apakah memang perlu melakukan pemeriksaan antibodi pasca vaksin Covid-19 ? Mari simak penjelasan berikut. Pemeriksaan Antibodi Covid-19 Menurut Badan Administrasi Makanan dan Obat Amerika […]

    Perlukah Pemeriksaan Antibodi Setelah Vaksin Covid-19?

    Salah satu pemeriksaan yang kini sedang ramai diperbincangkan di tengah masyarakat adalah pemeriksaan antibodi Covid-19, Apakah perlu? Masyarakat kini beranggapan bahwa pemeriksaan ini perlu dilakukan setelah vaksin Covid-19. Nah Sahabat Sehat, apakah memang perlu melakukan pemeriksaan antibodi pasca vaksin Covid-19 ? Mari simak penjelasan berikut.

    Perlukah Pemeriksaan Antibodi Setelah Vaksin Covid-19

    Perlukah Pemeriksaan Antibodi Setelah Vaksin Covid-19?

    Pemeriksaan Antibodi Covid-19

    Menurut Badan Administrasi Makanan dan Obat Amerika Serikat (US Food and Drug Administration) pemeriksaan antibodi tidak digunakan untuk mengetahui kadar daya tahan tubuh atau perlindungan terhadap Covid-19 terutama setelah divaksin. Hasil pemeriksaan antibodi yang positif dapat menunjukan bahwa seseorang memiliki riwayat terinfeksi Covid-19, maupun sudah pernah menerima vaksinasi Covid-19. 

    Hingga kini belum di evaluasi lebih lanjut perihal kadar proteksi respon imun dari vaksinasi Covid-19 dengan menggunakan pemeriksaan antibodi SARS-CoV-2. Jika hasil pemeriksaan antibodi tidak diartikan dengan baik, beresiko menimbulkan euforia dan pelanggaran protokol kesehatan. 

    Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Vaksinolog, Dirga Sakti Rambe, menyebut hingga saat ini belum ada angka pasti yang menjadi penentu seberapa tinggi hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sistem antibodi tubuh telah mampu melawan Covid-19. Saat dilakukan pemeriksaan antibodi, akan muncul angka yang memperlihatkan kadar antibodi tubuh namun belum ada penelitian yang menunjukkan angka pasti terbaik untuk melawan Covid-19..

    Lakukan Pemeriksaan Antibody di Prosehat: Pemeriksaan Antibody SARS-CoV-2

    Arti Pemeriksaan Antibodi Covid-19

    Jika hasil pemeriksaan antibodi Covid-19 menunjukan positif namun Sahabat Sehat belum pernah di vaksin, maka menunjukan adanya sejumlah antibodi terhadap virus SARS-CoV-2. Hal ini menunjukan bahwa sebelumnya pernah terinfeksi virus SARS-CoV-.2. 

    Jika Sahabat Sehat sudah pernah divaksin Covid-19 maka hasil tes antibodi yang menunjukan positif dapat diakibatkan bahwa sebelumnya pernah mengikuti vaksinasi Covid-19 maupun pernah terinfeksi Covid-19. Konsultasikan hasil pemeriksaan tersebut dengan dokter lebih lanjut.

    Baca Juga: Daftar Orang-Orang yang Tidak Boleh Menerima Vaksin Covid-19

    Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

    Meski Sahabat Sehat telah divaksin, dianjurkan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan agar meminimalisir penularan Covid-19 yaitu :

    • Menggunakan masker saat keluar rumah
    • Menghindari kerumunan
    • Membatasi mobilisasi
    • Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih maupun hand sanitizer
    • Menjaga jarak minimal 1-2 meter
    • Menerapkan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi buah dan sayur, serta melakukan olahraga rutin.

    Baca Juga: Apa yang Perlu Sahabat Lakukan Saat Sebelum, Selama, dan Sesudah Vaksinasi Covid-19?

    Jika Sahabat Sehat memerlukan pemeriksaan Covid-19 maupun produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat dan Klinik Kasih yang turut menyediakan layanan ke rumah.  Informasi lebih lanjut hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi 

    1. CNN Indonesia. Perlukah Tes Antibodi Setelah Vaksin Covid-19? [Internet]. Indonesia : CNN Indonesia; 2021
    2. US Food and Drug Administration. Antibody Testing Is Not Currently Recommended to Assess Immunity After COVID-19 Vaccination: FDA Safety Communication [Internet]. USA : US Food and Drug Administration. 2021 [updated 2021 May 19; cited 2021 Nov 10].

     

    Ditulis oleh : dr. Monica C

    Read More
  • Setelah di imunisasi rata-rata Si Kecil menjadi cenderung rewel, nafsu makan menurun, bahkan demam. Rasa nyeri yang berlebihan biasanya disebabkan karena Si Kecil takut dengan jarum suntik. Selain itu beberapa jenis imunisasi, misalnya DPT (Difteri-Pertusis-Tetanus) memiliki efek samping nyeri maupun bengkak di lokasi penyuntikan.  Sahabat Sehat, apa saja hal yang perlu diperhatikan saat Si Kecil […]

    Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Si Kecil Di Vaksin DPT

    Setelah di imunisasi rata-rata Si Kecil menjadi cenderung rewel, nafsu makan menurun, bahkan demam. Rasa nyeri yang berlebihan biasanya disebabkan karena Si Kecil takut dengan jarum suntik. Selain itu beberapa jenis imunisasi, misalnya DPT (Difteri-Pertusis-Tetanus) memiliki efek samping nyeri maupun bengkak di lokasi penyuntikan. 

    Sahabat Sehat, apa saja hal yang perlu diperhatikan saat Si Kecil akan diberi vaksin DPT ? Mari simak penjelasan berikut.

    Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Si Kecil Di Vaksin DPT

    Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Si Kecil Di Vaksin DPT

    Pentingnya Vaksinasi DPT

    Imunisasi DPT (Difteri, Pertusis dan Tetanus) merupakan salah satu imunisasi wajib yang termasuk dalam program Pemerintah. Namun sayangnya masih banyak anak di Indonesia yang belum menerima imunisasi lengkap, bahkan ada pula yang sama sekali tidak diimunisasi sejak lahir. Akibatnya, Si Kecil menjadi rentan sakit dan mudah tertular akibat tubuh tidak mendapat kekebalan dari pemberian imunisasi.

    Manfaatkan Layanan Vaksinasi dari Prosehat: Layanan Paket Imunisasi Balita 5 tahun ke Rumah

    Jadwal Pemberian Imunisasi DPT

    Imunisasi DPT dasar diberikan sebanyak 3 kali sejak usia 2 bulan dengan interval 4-6 minggu. Berikut adalah jadwal pemberian imunisasi DPT :

    • DPT pertama diberikan pada usia 2-4 bulan,
    • DPT kedua diberikan pada usia 3-5 bulan
    • DPT ketiga diberikan pada anak usia 4-6 bulan.
    • DPT keempat diberikan dengan interval 1 tahun sejak DPT ketiga diberikan yaitu 18-24 bulan.
    • DPT kelima diulang saat usia masuk sekolah yaitu 5-7 tahun.

    Efek Samping Pasca Vaksin DPT

    Rata-rata setelah Si Kecil diberikan vaksinasi DPT dapat mengalami berbagai keluhan, sebagai berikut :

    • Demam 
    • Rewel
    • Kemerahan dan bengkak pada lokasi suntikan
    • Nyeri di lokasi suntikan

    Umumnya keluhan akan mereda secara berangsur-angsur. Sahabat Sehat tidak perlu khawatir sebab hal ini cukup umum dialami pasca di vaksin DPT.

    Baca Juga: Semua Tentang Vaksin Combo DPT Hib Hepatitis untuk Anak

    Syarat Sebelum Si Kecil Diimunisasi 

    Orang tua atau pengasuh dianjurkan dan memberitahukan hal-hal dibawah ini kepada petugas kesehatan, sebab berkaitan dengan kontra indikasi atau risiko kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI):

    • Pernah mengalami kejadian ikutan pasca imunisasi yang berat pada imunisasi sebelumnya
    • Alergi terhadap zat komposisi di dalam vaksin
    • Sedang menjalani pengobatan, misalnya steroid, kemoterapi dan radioterapi
    • Menderita gangguan imunitas, misalnya leukemia, kanker, HIV/AIDS
    • Tinggal serumah dengan penderita gangguan sistem imun, seperti kanker, leukemia, HIV/AIDS atau orang yang tengah menjalani pengobatan penekan sistem imun misalnya radioterapi, kemoterapi atau terapi steroid
    • Riwayat pada bulan sebelumnya mendapatkan imunisasi yang berisi virus hidup, seperti imunisasi campak, poliomyelitis, dan rubella
    • Riwayat 3 bulan lalu mendapat immunoglobulin atau transfusi darah.

    Hal Penting Sebelum Diimunisasi

    Sebelum Si Kecil diimunisasi, Sahabat Sehat dianjurkan untuk melakukan beberapa hal berikut :

    • Menenangkan Si Kecil dan bicara dengan lembut. Beri tahu Si Kecil bila nyeri hanya sebentar saja.
    • Beri tahu Si Kecil manfaat imunisasi, misalnya untuk menjaga daya tahan tubuh.
    • Jangan fokuskan Si Kecil dengan membicarakan jarum suntik.
    • Jangan berikan harapan palsu dengan mengatakan bahwa disuntik tidak akan sakit.
    • Bagi orang tua, tetap tenang saat Si Kecil tantrum sebab jika orang tua marah atau emosi berlebihan maka Si Kecil dapat menjadi lebih takut.
    • Berikan pelukan atau memangku Si Kecil saat akan disuntik, agar tetap tenang dan tidak berontak saat disuntik.
    • Lakukan pengalihan seperti memberikan mainan, mendengarkan musik kesukaannya atau bermain game saat Si Kecil disuntik sehingga mengalihkan rasa nyeri.
    • Untuk bayi, berikan ASI saat hendak disuntik dengan tujuan agar Si Kecil tetap tenang dan nyaman.

    Baca Juga: Persiapan Agar Si Kecil Tidak Rewel Setelah Imunisasi DPT

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai hal yang perlu dilakukan sebelum Si Kecil diberi vaksin DPT. Di masa pandemi cukup banyak diantara Sahabat Sehat yang jarang memeriksakan Si Kecil ke posyandu, sebagai solusinya Sahabat Sehat dapat memanfaatkan layanan imunisasi ke rumah dari Prosehat. 

    Informasi lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. British Columbia. Preparing for a positive experience [Internet]. USA : British Columbia. 2020.
    2. Rusmil K. Melengkapi/ Mengejar Imunisasi (Bagian II) [Internet]. Indonesia : Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2015.
    3. Pediatri S. Jadwal Imunisasi Rekomendasi IDAI. Sari Pediatri. 2016;2(1):43. 
    4. Rusmil K. Melengkapi/ Mengejar Imunisasi (Bagian II) [Internet]. Indonesia : Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2015.
    5. Swanson W. 6 Tips for Successful Shot Visits With Children [Internet]. USA : Seattle Children’s Hospital.

     

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    Read More
Chat Dokter 24 Jam