Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Ciri Sperma yang Berkualitas Baik yang Wajib Diketahui Pria

Sahabat Sehat saat ini mungkin ada yang sedang merencanakan program kehamilan dengan pasangan. Dalam merencanakan kehamilan, sperma berkualitas baik sangat penting untuk proses pembuahan.

Ciri Sperma yang Berkualitas Baik yang Wajib Diketahui Pria

Ciri Sperma yang Berkualitas Baik yang Wajib Diketahui Pria

Sperma yang baik akan meningkatkan kemungkinan berlangsungnya pembuahan dan kehamilan. Kualitas sperma ditentukan oleh gaya hidup dan ada tidaknya penyakit mendasar.

Sahabat Sehat, bagaimana ciri sperma yang kualitasnya baik ? Mari simak penjelasan berikut.

Ciri-ciri Kualitas Sperma yang Baik

Pemeriksaan sperma dapat dilakukan melalui analisa cairan semen atau air mani. Pemeriksaan ini dapat dilakukan di klinik dokter, klinik fertilitas atau kesuburan, atau pemeriksaan di rumah. Analisa sperma meliputi pemeriksaan:

  • Jumlah/ volume sperma
  • Bentuk / morfologi sperma
  • Pergerakan sperma/ motilitas sperma

Ketiga unsur ini sangat penting dalam menilai tingkat kesuburan seorang pria. Untuk mendapatkan hasil yang akurat, pengambilan sampel cairan semen/ air mani biasanya dilakukan hingga 3 kali, pada waktu yang berbeda. Berikut ini adalah kriteria normal dari hasil analisa cairan semen/ air mani, berdasarkan pedoman World Health Organization:

  • Total hitung sperma per ejakulasi

Total hitung sperma per ejakulasi (air mani) ialah 39 juta hingga 928 juta. Volume normal dari ejakulat/ cairan semen (air mani) ialah 1.5-7.6 mL. Konsentrasi sel sperma yang normal ialah 15 juta-259 juta per mL air mani. 

Sebuah penelitian menunjukan bahwa pria dengan jumlah sperma yang sedikit, cenderung memiliki persentase lemak tubuh yang lebih tinggi (lingkar pinggang lebih besar dan BMI lebih tinggi) dan tekanan darah lebih tinggi daripada pria dengan jumlah sperma lebih banyak. 

Jika seseorang didiagnosis memiliki jumlah sperma yang rendah, dokter mungkin akan mengevaluasi kadar testosteron, gaya hidup, dan kesehatan orang tersebut secara keseluruhan. Kondisi ketika jumlah hitung sperma menurun kurang dari 15 juta sel per mL disebut Oligospermia.

medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

  • Pergerakan atau motilitas sperma

Pergerakan sperma mempengaruhi kesuburan seorang pria. Ada dua jenis pergerakan sperma, berdasarkan arah pergerakannya. Pergerakan progresif adalah gerakan sel sperma yang segaris lurus atau lingkaran besar. Sementara pergerakan non-progresif adalah gerakan sel sperma yang tidak bergerak lurus atau bergerak seperti lingkaran kecil.

Agar sel sperma dapat sel telur, sel sperma harus mampu bergerak dengan baik. Berdasarkan kriteria WHO, sperma berkualitas baik bila memiliki total pergerakan atau motilitas (progresif dan non-progresif) sebesar 40-81 %, dan pergerakan progresif sebesar 32-75 %. Seseorang didiagnosa menderita asthenozoospermia (gangguan pergerakan sperma) bila jumlah pergerakan progresif kurang dari 32%. 

Baca Juga: Pengaruh Rokok Terhadap Kejantanan Seksual Seorang Pria

  • Morfologi atau bentuk sperma 

Morfologi sperma yakni meliputi bentuk dan ukuran sperma, adalah salah satu faktor yang diperiksa sebagai bagian dari analisis air mani untuk mengevaluasi kesuburan pria. Hasil morfologi sperma dilaporkan dalam bentuk persentase sperma yang tampak normal pada air mani yang terlihat di bawah mikroskop.

Sperma normal memiliki kepala berbentuk oval dengan ekor yang panjang. Sperma abnormal memiliki cacat kepala atau ekor – seperti kepala besar, kepala cacat, ekor bengkok atau ekor ganda. Kecacatan pada sperma dapat mempengaruhi kemampuan sperma untuk mencapai dan menembus sel telur. 

Namun memiliki persentase sperma yang cacat dalam jumlah besar bukanlah hal yang aneh. Biasanya, hanya sekitar 4% hingga 10% sperma dalam sampel air mani yang normal, artinya sebagian besar tidak terlihat sempurna di bawah mikroskop. Berdasarkan standar WHO, kriteria sperma yang kualitasnya baik memiliki 4-48% bentuk yang normal. 

Baca Juga: Perlukah Pemeriksaan Kesuburan Bagi Pria ?

Gaya Hidup yang Mempengaruhi Jumlah Sperma

Selain kondisi medis, faktor gaya hidup juga mempengaruhi kualitas sperma. Berikut ini gaya hidup yang dapat mempengaruhi jumlah sperma:

  • Usahakan berat badan normal

Kelebihan berat badan atau disebut juga obesitas dapat menurunkan jumlah sel sperma. Pertahankan gaya hidup sehat dengan konsumsi makanan bernutrisi sesuai kebutuhan per hari dan olahraga rutin.

  • Konsumsi suplemen vitamin

Bila terdiagnosa kekurangan zat atau vitamin tertentu, maka orang tersebut membutuhkan suplementasi zat mikronutrien atau mineral tertentu.

Baca Juga: 3 Cara Mengatasi Ejakulasi Dini yang Aman Pada Pria

  • Hindari zat-zat yang mengganggu kesuburan pria

Zat yang dapat mengurangi kesuburan pria ialah penggunaan narkoba, alkohol, atau merokok.

  • Gunakan pakaian dalam yang nyaman, longgar, dan berbahan katun

Baca Juga: 5 Makanan Peningkat Kesuburan agar Cepat Hamil

Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai ciri sperma yang kualitasnya baik. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Ditulis oleh : dr. Gloria Teo
Ditinjau oleh : dr. Monica C

 

Referensi

  1. World Health Organization. WHO laboratory manual for the Examination and processing of human semen.
  2. Chertoff J, Murell D. What is a normal sperm count?
  3. Jewell T, Sullivan D. The 7-Step Checklist to Healthy, Fertile Sperm.
  4. Barrell A, Murrell D. What is sperm motility?
  5. Helo S. Abnormal sperm morphology: What does it mean?

Chat Asisten Maya
di Prosehat.com