Kenali Ciri Keputihan Sebagai Tanda Kanker Serviks
Sahabat Sehat, keputihan umum dialami oleh perempuan setiap bulan, misalnya saat menjelang menstruasi. Tapi, dapatkan Sahabat Sehat membedakan keputihan yang normal dan yang perlu dicurigai karena kanker serviks?
Ya, kanker serviks dapat menimbulkan keputihan juga sebagai salah satu gejalanya. Maka penting sekali bagi Sahabat Sehat untuk memahami perbedaan jenisnya. Yuk kenali lebih lanjut mengenai kanker serviks dan ciri-ciri dari penyakit ini pada artikel ini.
Kanker Serviks
Kanker serviks adalah kanker atau keganasan yang tumbuh pada sel-sel di leher rahim. Kanker ini berkembang secara perlahan-lahan dan menunjukkan gejalanya apabila sudah memasuki stadium lanjut. Serviks merupakan organ kewanitaan sepertiga bawah rahim (uterus), berbentuk silindris dan menonjol serta berhubungan dengan vagina.
Secara umum, kanker merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar di Indonesia dan menjadi penyebab kematian tertinggi kedua setelah penyakit kardiovaskular. Faktanya, setiap jam, 2 perempuan meninggal karena kanker serviks di Indonesia. Hampir 95% kanker serviks disebabkan oleh virus HPV atau human papillomavirus. Ada dua jenis HPV, yaitu HPV risiko tinggi atau HPV Onkogenik (yang menjadi penyebab kanker), seperti HPV tipe 16, 18, dan 31, 33, 45, 52, 58. Ada pula HPV yang risiko rendah atau non-onkogenik yaitu tipe 6, 11, 32 dan sebagainya.
Faktor Risiko Kanker Serviks
Selain dari infeksi virus HPV, ada beberapa faktor yang diduga berperan dalam seseorang terkena kanker serviks, yaitu:
- Menikah atau memulai aktivitas seksual pada usia muda (kurang dari 20 tahun)
- Berganti-ganti pasangan seksual
- Berhubungan seks dengan laki-laki yang sering berganti-ganti pasangan
- Riwayat infeksi di daerah kelamin atau radang panggul
- Perempuan perokok dan perokok pasif
- Melahirkan banyak anak
- Menggunakan alat kontrasepsi.
Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturannya?
Gejala Kanker Serviks
Beberapa pasien tidak mengalami gejala apapun pada stadium awal kanker serviks sampai akhirnya berkembang ke tahap stadium lanjut yang baru menimbulkan gejala.
Gejala yang mungkin timbul pada stadium awal berupa:
- Perdarahan vagina yang menyerupai perdarahan menstruasi namun lebih berat dan lebih lama. Atau, Timbulnya bercak darah atau flek diantara periode menstruasi.
- Keputihan berwarna merah muda, coklat atau berdarah, dan berbau. Kadang-kadang keputihan disertai dengan potongan jaringan akibat infeksi sel kanker.
- Nyeri panggul dan sebagian merasakan nyeri punggung bawah dan perut bagian bawah.
- Nyeri saat berhubungan intim hingga keluarnya darah dari vagina setiap berhubungan seksual.
Baca Juga: Keputihan, Waspadai Penyebab dan Jenisnya!
Pada stadium lanjut, sel kanker serviks kemungkinan bermetastasis atau menyebar ke organ lainnya seperti organ pada panggul sampai ke kelenjar getah bening yang ada pada seluruh tubuh.
Gejala kanker serviks pada stadium lanjut dapat berupa:
- Nyeri kaki
- Berat badan berkurang secara drastis
- Kelelahan
- Nyeri pada punggung bawah
- Keluarnya urin dan tinja dari vagina
- Keluarnya darah bercampur dengan urin
- Kesulitan untuk buang air kecil
- Tulang rapuh hingga mudah patah (apabila penyebaran kanker mencapai tulang).
Sahabat Sehat, seperti itulah ciri-ciri keputihan pada kanker serviks. Jika biasanya keputihan hanya seperti lendir bening atau berwarna putih, maka pada kanker serviks tampak disertai perdarahan atau berwarna coklat dan disertai bau. Bahkan, seringkali terdapat potongan jaringan yang keluar bersamaan dengan keputihan.
Semua perempuan memiliki risiko terinfeksi virus HPV. Sebagian yang terinfeksi juga memiliki risiko menjadi kanker serviks. Maka, hal yang patut kita lakukan adalah melakukan pencegahan dengan menerapkan gaya hidup dan perilaku seksual yang sehat serta melakukan vaksinasi HPV agar dapat mencegah infeksi HPV dan kanker serviks.
Vaksinasi HPV sangat penting bagi perempuan karena kanker serviks masih menjadi salah satu penyebab kematian perempuan tertinggi di Indonesia. Tidak hanya itu, selama proses pertumbuhan kanker, produktivitas penderita akan terganggu.
Baca Juga: Pria Juga Berisiko Terinfeksi Virus HPV
Ayo segera jadwalkan vaksinasi HPV Sahabat Sehat bersama Prosehat. Layanan vaksinasi adalah salah satu layanan unggulan Prosehat yang bisa Anda lakukan di klinik Prosehat di Grand Wisata Bekasi dan Palmerah Jakarta Barat, atau di rumah untuk kenyamanan dan kemudahan Sahabat Sehat. Ajak saudara dan kerabat perempuan Anda juga untuk mendapatkan harga yang lebih menarik lagi dan Anda bisa sehat bersama-sama!
Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.
Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia D
Ditinjau oleh: dr. Nurul L
Referensi
- Kanker.kemkes.go.id. 2021.
- Kata Data. 2021. Ini Jenis Kanker yang Paling Banyak Diderita Penduduk Indonesia.
- Direktorat P2PTM. 2016. Kenali Gejala Kanker Serviks Sejak Dini – Direktorat P2PTM.
- C. Quartell, MD, A., 2021. 7 Cervical Cancer Warning Signs – Dr. Quartell Gynecology.
- Cancer.org. 2020. Cervical Cancer Symptoms | Signs of Cervical Cancer.
- Medanta.org. 2021. 6 Signs and Symptoms of Cervical Cancer in Women.
- Markman, MD, M., 2021. What are the Symptoms and Signs of Cervical Cancer?.
Read More
![Kenali Ciri Keputihan Sebagai Tanda Kanker Serviks Sahabat Sehat, keputihan umum dialami oleh perempuan setiap bulan, misalnya saat menjelang menstruasi. Tapi, dapatkan Sahabat Sehat membedakan keputihan yang normal dan yang perlu dicurigai karena kanker serviks? Ya, kanker serviks dapat menimbulkan keputihan juga sebagai salah satu gejalanya. Maka penting sekali bagi Sahabat Sehat untuk memahami perbedaan jenisnya. Yuk kenali lebih lanjut mengenai kanker […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Kenali-Ciri-Keputihan-Sebagai-Tanda-Kanker-Serviks.jpg)

![Berbeda! Ini 5 Perbedaan Campak dan Cacar Air pada Anak Sama-sama menimbulkan ruam. Namun ada perbedaan signifikan antara campak dengan cacar air. Penyebab dan cara mengobatinya juga berbeda. Ruam kemerahan pada anak sering kali membuat orang tua kebingungan. Penyebab ruam kemerahan pada anak, yakni campak maupun cacar air. Kedua penyakit ini sekilas mirip namun ternyata memiliki perbedaan yang cukup signifikan sehingga tatalaksana yang diberikan pun […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Berbeda-Ini-5-Perbedaan-Campak-dan-Cacar-Air-pada-Anak.jpg)

![Tanda dan Gejala Meningitis Pada Anak yang Perlu Diwaspadai Mengenali tanda dan gejala meningitis pada anak sangat penting bagi orang tua. Lantas, apa saja tanda dan gejala meningitis pada anak? Meningitis adalah sebuah istilah untuk terjadinya radang pada selaput meninges yang membungkus otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini dapat dijumpai pada dewasa maupun anak-anak. Namun perlu diwaspadai karena peradangan pada selaput meninges dapat memberikan […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Tanda-dan-Gejala-Meningitis-Pada-Anak-yang-Perlu-Diwaspadai.jpg)
![Benarkah Daging Kambing Penyebab Kolesterol Tinggi? Olahan daging kambing banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Ada yang membuatnya menjadi sate, tongseng, gulai, oseng-oseng, dan lain-lain. Walau nikmat rasanya, banyak yang “mengkambing hitamkan” daging kambing sebagai penyebab kolesterol tinggi. Apakah benar seperti itu? Apa Bedanya Lemak Jenuh dan Tak Jenuh? Selain diproduksi oleh tubuh, kolesterol juga bisa didapat melalui makanan yang mengandung lemak. […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/07/Benarkah-Daging-Kambing-Penyebab-Kolesterol-Tinggi.jpg)

![Infeksi Telinga Akibat Pilek yang Tak Kunjung Sembuh Apakah Anda sering mendengar istilah congek? Ya, congek adalah istilah yang sering digunakan untuk infeksi telinga tengah yang biasanya ditandai dengan keluarnya cairan dari telinga Si Kecil. Infeksi telinga tengah umum dialami bayi berusia empat hingga enam bulan, namun anak yang lebih besar juga bisa mengalaminya. Biasanya infeksi ini dimulai dengan adanya infeksi virus pada saluran […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Infeksi-Telinga-Akibat-Pilek-yang-Tak-Kunjung-Sembuh.jpg)
![Telinga tengah terdiri dari gendang telinga dan tulang-tulang pendengaran. Pada kondisi infeksi telinga tengah, cairan menumpuk di belakang gendang telinga. [sumber foto: ilmupengetahuanumum.com]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Anatomi-Telinga.png)

![Bolehkah Bayi Diberikan Susu Saat Diare? Cek Faktanya! Diare masih menjadi salah satu penyakit yang menyebabkan kematian tertinggi pada balita. Seseorang dikatakan mengalami diare jika buang air besarnya memiliki konsistensi lembek atau cair dengan frekuensi tiga kali atau lebih dalam satu hari. Apabila menderita diare kurang dari 14 hari, penderita mengalami diare akut dan jika lebih dari 14 hari disebut dengan diare kronis atau […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Bolehkah-Bayi-Diberikan-Susu-Saat-Diare-Cek-Faktanya.jpg)
![Apa Saja Dampak Negatif Pada Anak yang Tidak di Imunisasi? Imunisasi tidak hanya melindungi anak, tetapi juga orangtua dan orang sekitar. Lalu Apa dampak Negatif Pada Anak yang Tidak di Imunisasi? Badan Kesehatan Dunia (WHO), pemerintah Indonesia, dan sejumlah organisasi kesehatan di Indonesia setuju bahwa pemberian imunisasi anak sangat diperlukan untuk melindungi Si Kecil dari sejumlah penyakit menular.1Manfaat imunisasi diketahui lebih besar dibanding risikonya sehingga […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Apa-Saja-Dampak-Negatif-Pada-Anak-yang-Tidak-di-Imunisasi.jpg)
![Bolehkah Memandikan Bayi Setelah Imunisasi? Cek Faktanya! Banyak yang percaya memandikan bayi setelah imunisasi dapat membuat si kecil jatuh sakit. Mitos ini berkembang pesat di masyarakat. Imunisasi telah menjadi program pemerintah dalam mencegah penyakit di seluruh dunia. Badan Kesehatan Dunia atau WHO (World Health Organization) memiliki program imunisasi masing-masing untuk mengurangi resiko penularan penyakit tertentu dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Sedangkan di Indonesia, […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Bolehkah-Memandikan-Bayi-Setelah-Imunisasi-Cek-Faktanya.jpg)
![Ada Benjolan di Leher Anak? Awas, Mungkin Itu Gondongan Merasakan adanya benjolan di leher anak mungkin akan membuat panik. Selain masalah kelenjar getah bening, bisa jadi itu tanda gondongan. Ketika meraba leher anak, seringkali orang tua menemukan benjolan, kemudian menjadi panik seketika. Banyak sekali faktor penyebab terjadinya benjolan yang terjadi pada leher anak. mulai dari hal yang wajar karena faktor daya tahan tubuh (pembengkakan […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Ada-Benjolan-di-Leher-Anak-Awas-Mungkin-Itu-Gondongan.jpg)
![Waspadai 6 Penyakit Ini Rentan Terjadi di Lingkungan Kantor Sejumlah penyakit menular dapat menyerang siapa saja dan dimana saja, termasuk di area perkantoran. Penularannya yang sangat mudah terjadi membuat Anda harus lebih berhati-hati dan selalu menjaga kebersihan lingkungan kantor. Penyakit menular biasanya disebabkan oleh mikroorganisme kecil tak kasat mata seperti bakteri, jamur, parasit, atau virus. Penyakit menular dapat menyebar dengan du acara, yakni penularan […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2022/06/Waspadai-6-Penyakit-Ini-Rentan-Terjadi-di-Lingkungan-Kantor.jpg)
