Telp / WhatsApp : 0811-15-12-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 41–50 of 723 results

  • Sobat, akibat maraknya penyebaran virus Corona di dunia maka masyarakat sekarang ini dibuat panik. Menurut data dunia saat ini, masih ada Corona virus sebanyak 39.651 kasus aktif. Dengan gejala ringan sebanyak 82% kasus (32.553 kasus) dan sebanyak 18% (7.098) kasus dengan menunjukkan gejala berat sampai kritis. Sedangkan sebanyak 48.162 kasus berhasil sembuh total dan sebanyak […]

    Masker, Ampuhkah Lawan Corona? Kapan Harus Gunakan Masker?

    Sobat, akibat maraknya penyebaran virus Corona di dunia maka masyarakat sekarang ini dibuat panik. Menurut data dunia saat ini, masih ada Corona virus sebanyak 39.651 kasus aktif. Dengan gejala ringan sebanyak 82% kasus (32.553 kasus) dan sebanyak 18% (7.098) kasus dengan menunjukkan gejala berat sampai kritis. Sedangkan sebanyak 48.162 kasus berhasil sembuh total dan sebanyak 3.119 kasus berakhir dengan kematian. Kasus infeksi virus Corona tersebar dari berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia yang baru-baru ini ditemukan kasus baru terinfeksi virus korona sebanyak 2 kasus.

    Dengan terdeteksinya kasus baru di Indonesia, tentu saja membuat masyarakat Indonesia berbondong-bondong memborong masker, anti septik dan berbagai jenis alat pelindung tubuh untuk menangkal terjangkitnya virus Corona. Sehingga, harga masker dan antiseptik mendadak membludak naik dan sulit dicari. Namun, apakah sebenarnya kita membutuhkan menggunakan masker? Lalu, kapan sebaiknya kita benar-benar harus menggunakan masker?

    Sebelum kita membahas kapan sebaiknya menggunakan masker, kita perlu memahami cara penyebaran dari beberapa virus atau patogen dapat menular melalui kontak dekat, lingkungan atau benda yang terkontaminasi virus, droplet saluran napas, liur dan partikel airborne. Droplet merupakan partikel berisi air (misalnya, air yang keluar saat kita bersin) dengan diameter >5um. Droplet dapat melewati sampai jarak tertentu, biasanya 1 meter ke permukaan mukosa yang rentan (seseorang dengan daya tahan tubuh yang rendah). Partikel droplet terbilang cukup besar sehingga tidak akan bertahan atau mengendap di udara dalam beberapa waktu yang lama.

    Produksi droplet berasal dari saluran napas diantaranya batuk, bersin atau berbicara serta saat pasien melakukan tindakan invasif prosedur respirasi sputum atau bronkoskopi dan insersi tuba trakea. Sedangkan partikel airborne merupakan partikel dengan ukuran <5um yang dapat menyebar dengan jarak jauh dan masih sangat infeksius. Patogen airborne menyebar  melalui kontak. Kontak langsung merupakan penyebaran virus secara langsung melalui kulit, mukosa, darah, cairan darah yang masuk ke dalam membran mukosa atau kulit yang rusak atau luka.

    Baca Juga: 12 Cara Mencegah Hepatitis B

    Prinsip pencegahan dan strategi penyebaran virus Corona secara umum masih belum dapat dilakukan dengan cara vaksinasi, karena belum ditemukan vaksinasi virus COVID-19. Cara terbaik menghindari tertularnya infeksi virus Corona adalah dengan cara menghindari paparan yaitu dengan cara:

    • Cuci tangan dengan sabun setidaknya 20 detik. Gunakan hand sanitizer berbasis alkohol setidaknya mengandung alkohol 60% apabila air dan sabun tidak tersedia.
    • Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang belum dicuci.
    • Hindari kontak dengan orang yang sakit.
    • Saat Sobat sedang sakit, gunakan masker medis, dan tetap tinggal di rumah saat sakit dan hindari aktivitas di luar rumah.
    • Tutup mulut saat batuk dan bersin dengan tisu, serta buang tisu di tempat sampah.
    • Bersihkan dan lakukan desinfeksi secara rutin permukaan benda yang sering Sobat sentuh, misalnya handphone, gagang pintu dan komputer.

    Gambar 1. Bagian Masker

    Menggunakan masker medis merupakan salah satu cara pencegahan penularan infeksi virus Corona, namun penggunaan masker saja tentunya tidak cukup untuk melindungi seseorang dari infeksi virus COVID-19, harus disertai dengan usaha lainnya seperti meningkatkan daya tahan tubuh, mencuci tangan dengan sabun dan alkohol.

    Penggunaan masker medis tidak sesuai indikasi sangat tidak diperlukan, yang memerlukan masker adalah orang yang sedang sakit serta tenaga medis yang berinteraksi sering dengan pasien yang terpapar virus Corona. Selain menambah beban ekonomi, penggunaan masker yang salah dapat mengurangi keefektivitasannya dan  dapat membuat masyarakat awam mengabaikan pentingnya usaha pencegahan lainnya yang sama seperti higienitas tangan dan perilaku hidup sehat.

    Baca Juga: 10 Pertanyaan Seputar HIV Aids

    Berikut ini cara penggunaan masker medis yang tepat dan sesuai:

    1. Gunakan masker dengan menutupi mulut dan hidung, kemudian rekatkan dengan baik untuk mencegah celah antara masker dengan wajah.

    Gambar 2: Cara menggunakan  masker wajah

    1. Saat digunakan hindari menyentuh bagian depan masker.
    2. Lepas masker dengan teknik yang benar (jangan menyentuh bagian depan masker (sentuh bagian dalam masker yang tidak berwarna atau bagian tali masker).
    3. Segera cuci tangan setelah melepas masker.
    4. Gunakan masker baru dan kering, segera ganti masker apabila sudah terasa basah atau lembap.
    5. Hindari menggunakan masker bergantian dengan orang lain.
    6. Jangan menggunakan masker yang telah digunakan sebelumnya.
    7. Buang masker ke tempat sampah medis.
    8. Masker pakaian seperti katun tidak direkomendasikan karena virus masih dapat masuk.

    Semoga Sobat dapat lebih bijaksana dalam menggunakan masker medis, dan jangan lupa meningkatkan daya tahan tubuh serta cuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer.

    Untuk informasi kesehatan lainnya, Sobat dapat mengakses prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr. Jesica Chintia Dewi

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Burhan E, Isbaniah F, Dwi Susanto A, Yoga Aditama T. Pneumonia COVID-19 Diagnosis dan Penatalaksanaan di Indonesia. 1st ed. Jakarta: Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI); 2020.
    2. Isbaniah, dr, Sp.P F, Dwi Saputro, dr, Sp.A D, Agustina Sitompul, dr, Sp.P P, Manalu, dr, Sp.An, KIC R, Setyawati, Dr,dr,, MBiomed V. Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Infeksi Novel Coronavirus (2019-nCoV). 1st ed. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI, Direktorat Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P); 2020.
    3. [Internet]. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: worldometers(dot)info/coronavirus/
    4. When and how to use masks [Internet]. Who.int. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: who(dot)int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public/when-and-how-to-use-masks
    5. O’kane C, Lynch Baldwin S. Should you wear a face mask to protect against coronavirus? [Internet]. Cbsnews(dot)com. 2020 [cited 3 March 2020]. Available from: cbsnews(dot)com/news/coronavirus-face-mask-symptoms-prevent-protect/

     

    Daftar Pustaka Gambar

    Gambar 1 dan 2 diunduh dari website doctorxdentist(dot)com/surgical-masks-vs-n-95-respirators-shield-against-wuhan-virus-part-1 pada tanggal 3 Maret 2020.

    Read More
  • “Cuci tangan dulu sebelum makan!” Nasihat seperti ini pasti sudah Sobat dengar sejak kecil. Yup, menjaga kesehatan diri sendiri tentu harus dimulai dari hal sederhana. Bahkan kini urusan membersihkan tangan bisa dilakukan dengan pertolongan darurat yaitu hand sanitizer. Benda penyelamat ini bisa jadi alternatif bahkan praktis dibawa kemana-mana. Lantas, pertanyaannya, apa sajakah plus minus jika kita […]

    Plus Minus Cuci Tangan dengan Air VS Hand Sanitizer

    “Cuci tangan dulu sebelum makan!” Nasihat seperti ini pasti sudah Sobat dengar sejak kecil. Yup, menjaga kesehatan diri sendiri tentu harus dimulai dari hal sederhana. Bahkan kini urusan membersihkan tangan bisa dilakukan dengan pertolongan darurat yaitu hand sanitizer. Benda penyelamat ini bisa jadi alternatif bahkan praktis dibawa kemana-mana.

    Lantas, pertanyaannya, apa sajakah plus minus jika kita mencuci tangan dengan air + sabun dibandingkan hand sanitizer?

    Banyak para ahli berpendapat mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun tetap lebih baik daripada hand sanitizer. Tentu saja air dan sabun lebih mampu menghilangkan kotoran dan kuman, apalagi ketika tangan memang terlihat kotor dan berminyak.

    Apa Saja Kandungan Hand Sanitizer?

    Hand sanitizer terdiri dari alkohol, contohnya etanol, sebagai zat aktif yang bekerja sebagai antiseptik. Kandungan lainnya yakni air, pewangi, gliserin. Hand sanitizer yang berbahan dasar alkohol pada umumnya dapat mencegah mayoritas bakteri dan virus, terutama penyebab flu dan batuk. Namun menurut Infectious Diseases Society of America, hand sanitizer tidak bisa mencegah infeksi yang disebabkan oleh bakteri C difficile yang memicu radang di usus besar.

    Tapi ada beberapa produk gel pembersih tangan yang mengklaim bebas alkohol menggantinya dengan komponen antibiotik yang disebut dengan triclosan atau triclocarban. Bahan ini umumnya juga ada dalam pasta gigi dan sabun.

    Risiko Keseringan Menggunakan Hand Sanitizer

    Segala sesuatu yang berlebihan biasanya punya efek yang kurang baik!”. Rupanya hal ini juga berlaku pada hand sanitizer. Pemakaian hand sanitizer terlalu sering memiliki risiko tertentu.

    1. Kebal Antibiotik

    Antibiotik efektif untuk melawan bakteri. Tapi kandungan triclosan dalam gel pembersih tangan yang berfungsi sebagai antibakteri ini dipercaya pakar medis berperan besar membuat bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik.

    2. Kekebalan Tubuh Menurun

    Keseringan memakai hand sanitizer yang mengandung triclosan atau triclocarban dapat menurunkan kekebalan tubuh Sobat dari penyakit dengan membunuh bakteri baik dalam tubuh untuk memerangi bakteri jahat. Bila kekebalan tubuh melemah, maka tubuh akan lebih mudah terserang infeksi.

    Penggunaan dalam jangka panjang berisiko menyebabkan gangguan pada fungsi otot kerangka dan jantung. Terlebih lagi, efek penggunaan gel pembersih tangan yang mengandung triclosan atau triclocarban memang tidak akan langsung terasa. Biasanya penggunaan rutin dalam jangka waktu 3-5 tahun, baru akan mengakibatkan kulit kering dan sensitif.

    3. Kandungan Bahan Kimia Berbahaya

    Pewangi dari gel pembersih tangan diperoleh dari senyawa kimia sintetis yang disebut phtalate. Nah, phtalates ini terkait dengan berbagai gangguan kesehatan seperti penurunan motilitas (gerak) dan konsentrasi (jumlah) sperma, alergi, asma.

    Gunakan Hand Sanitizer Saat Darurat
    Gel pembersih tangan memang praktis dibawa. Namun, tetap saja disarankan hanya digunakan saat memang tidak tersedia air dan sabun untuk mencuci tangan. Ditegaskan oleh American Cleaning Institute, hand sanitizer hanyalah suplemen, bukan untuk menggantikan fungsi cuci tangan dengan sabun. Bahkan untuk beberapa virus penyebab wabah flu seperti Norovirus, mencuci tangan dengan air dan sabun, tetap sangat dianjurkan sebagai pencegahan utama, terutama setelah menggunakan toilet, mengganti popok bayi, sebelum makan, dan menyiapkan makanan.

    Pentingnya Waktu 20-30 Detik!

    Sebenarnya hal yang perlu jadi catatan Sobat adalah cara dan waktu dalam membersihkan tangan. Cara yang tepat untuk membersihkan tangan ialah dengan membasuh seluruh permukaan tangan dan punggung tangan selama 20-30 detik menggunakan sabun dan air.

    Sedangkan jika menggunakan hand sanitizer, Sobat bisa menggunakan sekitar satu atau dua tetes, lalu gosok kedua tangan, di bagian punggung dan telapak, antara jari-jari serta kuku, sampai tangan kering. Jangan lupa membersihkan juga sela-sela jari dan bawah kuku ya, Sobat, karena itulah tempat yang paling banyak menyembunyikan bakteri.

    Nah, jika Sobat membutuhkan informasi maupun produk kesehatan, coba akses www.prosehat.com atau instal aplikasi ProSehat. Keterangan lebih lanjut, bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga! Salam Sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Pneumonia merupakan infeksi atau peradangan pada jaringan paru yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, parasite, pajanan bahan kimia atau kerusakan fisik paru. Sekitar 450 juta kasus pneumonia menyerang manusia setiap tahunnya dan merupakan penyebab kematian dan kesakitan terbayak di dunia. Angka kematian sekitar 1.4 juta pertahunnya secara global (7% penyebab kematian didunia). Angka kematian […]

    Wuhan Pneumonia, Wabah baru yang menyerang China

    Pneumonia merupakan infeksi atau peradangan pada jaringan paru yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, parasite, pajanan bahan kimia atau kerusakan fisik paru. Sekitar 450 juta kasus pneumonia menyerang manusia setiap tahunnya dan merupakan penyebab kematian dan kesakitan terbayak di dunia. Angka kematian sekitar 1.4 juta pertahunnya secara global (7% penyebab kematian didunia). Angka kematian terbanyak pada usia anak-anak dan orang tua (> 75 tahun).

    Pneumonia menular melalui udara melalui cairan dahak/batuk, saat berbicara/teriak orang yang sakit. Selain itu, bersentuhan langsung pada permukaan yang terdapat percikan cairan juga dapat menularkan penyebab penyakit ini. Beberapa orang lebih rentan terkena pneumonia karena daya tahan tubuhnya yang sedang menurun seperti pada pasien kanker, penyakit imun dan HIV. Nah, bagi Sahabat sehat yang sering travelling keluar negri, terutama derah Asia Timur harus mempersiapkan diri terhadap pencegahan penyakit ini. Hal ini karena beberapa waktu lalu muncul satu jenis pneumonia di daerah Wuhan China dan sering disebut dengan Wuhan Pneumonia.

    Wuhan pneumonia diduga menular karena kontak yang terjadi di salah satu pasar ikan di China. Penderitanya rata-rata pedagang dan pembeli tetap di pasar ikan tersebut. Mereka mengalami demam yang tinggi, disertai dengan sesak dan kesulitan bernafas. Pada pemeriksaan rontgen ditemukan gambaran pneumonia pada paru-parunya. Awalnya sekitar 27 kasus ditemukan dan berkembang menjadi 59 dengan satu orang meninggal dunia. Saat ini, kasus Wuhan Pneumonia yang sudah terkonfirmasi sebanyak 24.631 kasus dengan 494 kematian.

    Baca Juga: Kenali dan Cegah Hepatitis

    WHO mengeluarkan pernyataan bahwa penyebab Wuhan Pneumonia adalah jenis baru dari coronavirus yang disebut dengan 2019-nCoV. Pasar ikan yang diduga menjadi tempat penularan penyakit ini telah ditutup untuk dilakukan pemeriksaan dan pembersihan sanitasi lingkungan. Beberapa Negara melaporkan kasus-kasus suspek serupa dengan di Wuhan yaitu di Singapura, Seoul, Thailand dan Hongkong. Di Singapura dan Bangkok terdapat penerbangan langsung dari Wuhan. WHO mengonfirmasi ada satu kasus di Thailand, terdeteksi virus baru yang berasal dari outbreak pneumonia di Tiongkok. Kasus tersebut merupakan traveler dari Wuhan, Tiongkok. Selain itu beberapa negara juga mendapatkan kasus wuhan pneumonia yaitu Jepang, Vietnam, USA, Nepal, Perancis, Sri Lanka, Kanada, Swedia, Belgia, Inggris, Filipina, Malaysia, Italia, Rusia, India, Arab Saudi, German dan Australia.

    Coronavirus  adalah virus golongan Coronaviridae yang biasa menginfeksi hewan. Virus ini dapat menular ke manusia dan sebelumnya telah ditemukan virus serupa yang menjadi wabah antara lain Middle East respiratory syndrome-associated coronavirus (MERS-CoV), and Severe Acute Respiratory Syndrome-associated coronavirus (SARS-CoV).

    Virus Corona adalah zoonosis (ditularkan antara hewan dan manusia). Penelitian menyebutkan bahwa SARS-CoV ditransmisikan dari kucing luwak (civet cats) ke manusia dan MERS-CoV dari unta ke manusia. Beberapa coronavirus yang dikenal beredar pada hewan seperti musang, kelelawar, tikus bambu, dan musang. Wuhan Novel Coronavirus ditemukan di kelelawar dan pertama kali terdeteksi di pasar ikan daerah Wuhan, China.

    Coronavirus menyerang saluran pernapasan bagian bawah dan menyebabkan pneumonia. Gejala biasanya muncul dalam 2 hari hingga 14 hari setelah paparan. Gejala yang dirasakan antara lain demam tinggi, batuk, sesak napas, kelelahan, dan gambaran pneumonia pada rontgen dada. Pada kasus berat yang terjadi cepat dapat menyebabkan syok septik, sindrom gangguan pernapasan akut, gagal ginjak, perdarahan, yang menyebabkan kematian. Pada kasus Wuhan pneumonia, riwayat bepergian ke daerah endemis 14 hari sebelumnya, kontak dengan penderita, kontak dengan hewan penyebab menjadi salah satu kriteria penyakit ini

    Nah, supaya terhindar dari pneumonia kita bisa melakukan pencegahan dengan beberapa langkah antara lain:

    • Tutup mulut dan hidung bila bersin/batuk, lalu cuci tangan setelahnya dengan sabun dan air mengalir atau gunakan hand sanitizer untuk membersihkannya.
    • Gunakan masker saat berada di tempat umum
    • Sering mencuci tangan/ gunakan hand sanitizer bila sedang berada di tempat umum/keramaian.
    • Hindari konsumsi makanan mentah, dan jaga kebersihan saat menyiapkan makanan
    • Tingkatkan daya tahan tubuh dengan konsumsi makanan bergizi dan seimbang, aktivitas fisik, kelola stres dan berhenti merokok

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Pers Release Perhimpunan Dokter Paru Indonesia dalam rangka WORLD PNEUMONIA DAY 2018. [Internet]. Available at: klikpdpi.com/index.php?mod=article&sel=8704
    2. Novel-Coronavirus China. 2020.[Internet]. Available at: who.int/csr/don/12-january-2020-novel-coronavirus-china/en/
    1. Centers for Disease Control and Prevention. Pneumoccal vaccination: what everyone should know. 2019. [Interen]. Available at: cdc.gov/vaccines/vpd/pneumo/public/index.html
    1. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Press Releas “Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Outbreak Pneumonia Di Tiongkok.
    2. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Kesiapan Menghadapi Novel Coronavirus (2019- nCoV). 2019. Jakarta: Direktorat Jendral Pencegahan Penyakit.
    3. Wang Z, QIang W, Ke Hu. Handbook of 2019-nCoV Pneumonia Control and Prevention. Hubei Science Tehcnology Press. 2019.
    Read More
  • Siapa sih di antara kalian yang sudah mengenal penyakit ini? Atau siapa di antara kalian yang sama sekali belum kenal dengan penyakit paru-paru ini? Radang paru, atau yang biasa kita kenal dengan pneumonia adalah salah satu penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian sewaktu-waktu bila penanganannya terlambat. Penyakit berbahaya yang satu ini merupakan suatu infeksi pada […]

    Yuk, Kenali Bahaya Pneumonia dan Pencegahannya Lebih Lanjut

    Siapa sih di antara kalian yang sudah mengenal penyakit ini? Atau siapa di antara kalian yang sama sekali belum kenal dengan penyakit paru-paru ini? Radang paru, atau yang biasa kita kenal dengan pneumonia adalah salah satu penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian sewaktu-waktu bila penanganannya terlambat. Penyakit berbahaya yang satu ini merupakan suatu infeksi pada jaringan paru-paru dan penyebabnya sendiri bermacam-macam. Ketika seseorang mengalami pneumonia, kantong udara di paru (alveoli) akan terisi cairan karena infeksi, sehingga kemampuan paru-paru untuk menampung oksigen berkurang.

    Memangnya seberapa sering sih kasus pneumonia ini terjadi? Pneumonia merupakan salah satu penyakit yang tidak asing lagi di dunia kedokteran dan menyerang 450 juta orang tiap tahunnya, 150 juta di antaranya adalah anak-anak. Kasus pneumonia ini jauh lebih tinggi daripada kasus AIDS, malaria, ataupun campak yang terjadi di seluruh dunia. Kenapa pneumonia ini banyak terjadi pada anak-anak? Jawabannya tentu saja karena anak-anak belum memiliki daya tahan tubuh yang kuat dan mudah ditularkan pada lingkungan yang tidak bersih alias kotor; sehingga tidak heran jika kita banyak menemukan kasus pneumonia pada negara berkembang ataupun pada keluarga dengan kelas ekonomi menengah ke bawah.

    Namun, apakah hanya anak-anak saja yang rentan terhadap radang paru-paru? Sayangnya, pneumonia ini merupakan penyakit membahayakan yang bisa menyerang siapa saja dan di mana saja tanpa pandang bulu – alias bisa menyerang anak-anak hingga lansia. Yup, pneumonia juga merupakan salah satu penyakit yang tidak asing lagi bagi lansia – khususnya bagi orang tua yang sudah menderita penyakit tertentu seperti sudah mengalami penyakit diabetes, ginjal, ataupun HIV/AIDS. Lalu, bagaimana dengan kita yang berada dalam usia produktif? Apakah kita juga rentan terserang penyakit radang paru-paru?

    Kabar baiknya, kasus pneumonia jarang terjadi pada kita yang berada di usia produktif. Meskipun kasus ini jarang terjadi pada anak muda, bukan berarti kita sama sekali terbebas dari penyakit ini karena infeksi paru-paru bisa terjadi sewaktu-waktu tanpa kita prediksi sebelumnya. Kasus pneumonia sering luput dari pengawasan orang tua ketika terjadi pada anaknya karena sering kali orang tua menganggap jika anaknya hanya mengalami batuk pilek biasa dan akan sembuh dengan sendirinya dalam hitungan hari – di mana pada kasus pneumonia gejala akan hilang dalam waktu beberapa minggu. Lalu, sebenarnya apa saja gejala dari penyakit radang paru-paru ini?

    Gejala Pneumonia

    Pengetahuan terhadap gejala suatu penyakit sangatlah penting karena kita perlu segera melakukan penanganan terhadap penyakit yang kita miliki dan tentu saja untuk meminimalisir penyakit ini akan menyebar ke bagian tubuh lainnya – dan membuat tubuh kita semakin tidak berdaya. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas beberapa gejala pneumonia agar penanganan yang diberikan tidak terlambat. Ketika kita rasa beberapa gejala awal pneumonia muncul pada diri kiita ataupun orang terdekat, sebaiknya kita segera melakukan pemeriksaan medis selanjutnya alias melakukan pemeriksaan sinar X serta tes darah untuk memastikan betul apakah kita mengalami radang paru-paru. Nah berikut adalah beberapa gejala awal pneumonia yang harus kita ketahui:

    1. Batuk disertai dahak

    Batuk disertai dahak adalah gejala pertama dari pneumonia yang sering kali muncul bagi kita yang paru-parunya sudah terinfeksi. Sering kali lendir yang muncul pada batuk berdahak ini bewarna kekuningan atau kehijauan yang menandakan ada yang tidak beres pada organ dalam kita sehingga menyebabkan kerja paru-paru terganggu. Bukan suatu hal yang mengherankan lagi jika dahak terkadang dapat disertai dengan darah apabila kerusakan pada paru-paru sudah termasuk dalam level yang parah.

    1. Nyeri dada

    Nyeri dada merupakan gejala pneumonia berikutnya di mana gejala nyeri dada sendiri sering kali muncul pada berbagai penyakit berbahaya dan biasanya berujung pada kematian – atau memicu timbulnya penyakit berbahaya lainnya. Nyeri dada biasanya terjadi ketika kita sedang menarik udara ataupun bernapas dalam kondisi rileks. Nyeri dada biasanya akan mengakibatkan seseorang mengalami kesulitan dalam bernafas atau irama nafas mereka yang menjadi tidak beraturan – lebih tepatnya menjadi sangat cepat ataupun menjadi pendek-pendek. Indikasi bersin yang terlalu sering ataupun tidak kunjung berhenti dalam jangka waktu tertentu juga bisa menjadi gejala dari pneumonia.

    1. Demam tinggi dan menggigil

    Gejala pneumonia berikutnya adalah demam tinggi yang terkadang disertai dengan menggigil. Akibat demam tinggi, denyut jantung menjadi lebih cepat dari biasanya disertai adanya rasa nyeri pada dada pasien pneumonia. Radang paru-paru sendiri mengakibatkan paru-paru tidak mampu menampung oksigen sebanyak sebelumnya dan hal ini justru menyebabkan jantung bekerja lebih ekstra daripada ketika kondisi tubuh kita normal. Seramnya lagi ketika radang paru-paru ini tidak segera ditangani alias penanganan yang diberikan terlambat maka dapat menyebabkan kematian sewaktu-waktu.

    1. Mual dan muntah

    Gejala terakhir dari pneumonia berikutnya yang harus kita ketahui adalah mual dan muntah yang sering kali hal ini membuat pasien radang paru-paru menjadi lemas dan tidak bisa beraktivitas dengan optimal seperti ketika kondisi tubuh mereka sehat. Mual dan muntah disebabkan berkembangnya bakteri dan virus dalam tubuh dengan cepat yang tentu saja hal ini menyebabkan nafsu makan kita juga akan menurun drastis. Penurunan nafsu makan ini juga disebabkan karena kondisi tubuh yang kekurangan oksigen sehingga pasien pneumonia seringkali memerlukan infus selama perawatannya di rumah sakit agar kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi dengan baik.

    Pencegahan Pneumonia

    Setelah kita mengetahui berbagai gejala dari pneumonia, pastilah sebagian dari kita berpikir apakah penyakit radang paru-paru ini bisa dicegah. Kabar baiknya, kita bisa melakukan berbagai cara untuk meminimalisir datangnya penyakit berbahaya ini pada anak atau orang tua kita lho! Wah yang benar nih? Memangnya apa saja yang bisa kita lakukan sebagai upaya pencegahan pneumonia? Berikut adalah beberapa upaya pencegahan pneumonia yang pastinya mudah untuk dilakukan:

    1. Menghentikan kebiasaan merokok

    Siapa sih di antara kita yang suka merokok? Berapa banyak rokok yang biasa kalian konsumsi dalam sehari? Seperti yang kita tahu, rokok merupakan kebiasaan buruk yang dapat memicu datangnya berbagai penyakit berbahaya pada diri kita. Kebiasaan merokok yang dilakukan tiap hari tentu saja akan memicu timbulnya pneumonia karena  disebabkan kandungan nikotin di dalamnya. Selain itu, kita harus menghentikan kebiasaan mengonsumsi alkohol karena alkohol bukan saja hanya menganggu kinerja sistem saraf pusat tetapi juga dapat mengganggu kinerja paru-paru kita.

    1. Gaya hidup sehat

    Agar tidak gampang sakit, maka kita harus mempertahankan daya tahan tubuh seoptimal mungkin. Bila daya tahan tubuh kita baik, maka kuman atau viruspun “hanya lewat” saja dan tidak menginfeksi. Gaya hidup sehat yang dimaksud adalah konsumsi makanan sehat, bergizi, dan seimbang, rutin melakukan olahraga, dan kelola stres agar tidak gampang sakit.

    1. Melakukan vaksinasi

    Pencegahan pneumonia terakhir yang bisa kita lakukan adalah dengan melakukan vaksinasi pneumonia secara rutin, di mana vaksin ini berfungsi untuk mencegah pneumonia pada pasien semakin parah. Vaksin pneumonia diberikan pada anak-anak di bawah 2 tahun dan lansia berusia 65 tahun ke atas, orang dewasa 19-64 tahun yang memiliki kondisi tertentu (penyakit kronis, HIV/AIDS, penurunan daya tahan tubuh, implant koklea dan perokok).

    Nah, itu tadi adalah sekilas informasi mengenai pneumonia. Pastinya sekarang sudah tahu kan bagaimana cara mengenali pneumonia dan apa saja yang bisa kita lakukan untuk mencegah pneumonia datang menghantui hidup kita? Satu hal yang perlu kita ingat adalah untuk tetap menjaga pola hidup yang sehat agar kita terhindar dari berbagai penyakit mematikan, seperti halnya penyakit radang paru-paru yang satu ini. So, pastinya sekarang kita lebih memperhatikan kesehatan kita bukan?

    Untuk sobat prosehat yang mau vaksinasi namun tidak mau antri maka kamu bisa melakukan vaksinasi di prosehat. Prosehat memberikan layanan imunisasi pneumonia lengkap dan terjangkau. Yuk vaksinasi sekarang.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    • docdoc.com/id/info/condition/pneumonia/
    • tribunnews.com/regional/2011/06/19/waspada-penyakit-radang-paru-paru
    • tanyadok.com/anak/pneumonia-pembunuh-utama-balita-di-dunia
    Read More
  • Seringkali orang tua tidak sadar kebiasaan kecil yang salah bisa menyebabkan masalah atau penyakit yang nantinya akan berdampak pada kondisi anak. Bukan tanpa sebab, ada beberapa penyakit atau kejadian yang berawal dari masalah serupa juga salah satunya adalah paru-paru basah. Siapa yang sangka bahwa hujan-hujanan atau tinggal di kondisi yang lembab atau gelap dan basah […]

    Pneumonia : Pembunuh Balita Utama di Dunia

    Seringkali orang tua tidak sadar kebiasaan kecil yang salah bisa menyebabkan masalah atau penyakit yang nantinya akan berdampak pada kondisi anak. Bukan tanpa sebab, ada beberapa penyakit atau kejadian yang berawal dari masalah serupa juga salah satunya adalah paru-paru basah. Siapa yang sangka bahwa hujan-hujanan atau tinggal di kondisi yang lembab atau gelap dan basah bisa mendatangkan penyakit.

    Penyakit yang biasanya menyerang paru ini disebut sebagai Pneumonia. Faktanya penyakit ini telah membunuh ratusan balita yang ada di dunia begitupun yang ada di Indonesia. Tentu hal ini tidak dapat dianggap sepele saja, untuk itu dalam artikel ini akan kita bahas secara gamblang mengenai pneumonia sebagai pembunuh balita utama di dunia.

    Apa itu pneumonia/paru-paru basah ?

    Pneumonia merupakan penyakit yang disebabkan infeksi pada satu atau kedua paru-paru anak. Jika kondisinya sehat oksigen akan masuk ketika bernafas dan bergerak melalui tabung pernafasan. Setelah itu oksigen masuk ke dalam darah melalui kantung udara di paru (alveoli).

    Jika anak terkena pneumonia, paru-paru tidak dapat melakukan pekerjaan seperti biasa, dimana ada cairan atau lendir yang menghalangi alveoli. Hal inilah yang menyebabkan oksigen sulit untuk masuk penuh ke dalam paru-paru. Tempat yang seharusnya dilewati darah akan sulit masuk akibat cairan atau lendir yang tidak mudah dibersihkan.

    Gejala pneumonia pada anak

    Setelah mengetahui apa itu penyakit pneumonia, selanjutnya adalah gejala yang dapat Sobat kenali khususnya pada anak. Semakin cepat maka akan semakin baik, karena gejala ini bisa menunjukan bahaya pada kondisi sistem pernafasan anak. Apa saja ?

    • Batuk berdahak dan cukup parah, tetapi jenis dahaknya berbeda yakni hijau dan terkadang bercampur dengan darah.
    • Demam yang cukup tinggi dan terjadi secara berkala
    • Sesak nafas, dimana ritme napas terjadi lebih cepat dan juga pendek
    • Nyeri pada dada yang ditambah dengan batuk sehingga semakin buruk pada anak. Tidak jarang karena kondisi ini menyebabkan berat badan anak turun dan anak merasa stress atau kelelahan. Pada balita seringkali disertai dengan menangis dan juga sakit pada
    • Detak jantung kencang dan parah.
    • Merasa lelah dan lemah disertai mual serta muntah
    • Mengi atau napas berbunyi.

    Tindakan medis terhadap pneumonia

    Lantas bagaimana jika anak menunjukan gejala bahwa anak mengalami pneumonia ? tentu ada beberapa tindakan yang bisa anda ambil. Jangan menyepelekan terutama jika gejala utama muncul seperti dahak hijau dan juga berdarah.

    • Konsultasikan ke dokter anak secara langsung, biasanya dokter akan memeriksa terlebih dahulu dan dianjurkan untuk melakukan rangkaian tes.
    • Dokter akan memastikan menggunakan X-Ray untuk melihat foto dada anak, gambaran pneumonia adalah spot berawan putih di paru-paru pada hasil foto.
    • Dokter akan menganalisa dari hasil tes karena pneumonia bisa terjadi karena berbagai faktor. Menentukan solusi yang tepat dan penanganan yang tepat harus sesuai dengan penyebabnya.
    • Pengobatan biasanya dilakukan dengan antibiotik, obat, serta menyemprotkan larutan air asin (saline) di bagian hidung anak juga dapat membantu mengencerkan lendirnya. Sehingga anak bisa bernafas dengan baik.

    Cara Mencegah Pneumonia pada Anak

    Mencegah lebih baik dibandingkan mengobati, rasanya kata-kata ini sudah banyak didengar oleh orang tua sekarang ini karena pneumonia dan penyakit sistem pernafasan seringkali menyerang anak-anak termasuk di Indonesia. Penyakit ini dapat menular lewat percikan ludah ketika penderita bersin maupun batuk yang dahaknya bisa mengandung bakteri. Termasuk saat anda mencuci atau menyentuh sapu tangan penderita. Selain dapat menular lewat udara, makan dan minum milik penderita juga harus dipisah karena bisa menularkan.

    Agara terhindar dari penyakit ini berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:

    • Gizi yang cukup

    Ketika anak sedang dalam masa pertumbuhan, akan ada masanya dimana mereka sering tidak nafsu makan karena energi yang mereka gunakan lebih tinggi dan mobilitas mereka tinggi. Selain itu, anak juga rentan terkena penyakit karena sistem imun anak mudah sekali turun hanya karena makanan atau istirahat. Bayi dapat diberikan ASI yang maksimal di enam bulan pertama, yang artinya ibu juga yang memberikan ASI harus tahu seberapa banyak dan apa saja nutrisi yang mereka konsumsi. Cukupi kebutuhan nutrisi anak dengan memberikannya buah, sayuran, dan makanan bergizi lainnya.

    Cara selanjutnya adalah dengan imunisasi yang biasa disebut HiB atau Haemophilus influenzae tipe B. Dimana vaksin ini banyak diberikan pada anak untuk menghindari masalah lain seperti meningitis ataupun masalah lainnya. Imunisasi menjadi cara yang ampuh untuk mencegah Pneumonia yang bisa menyerang anak. Selain itu anak biasanya diberikan imunisasi lain yaitu vaksinasi Pneumokokus (PCV). Nah, anda bisa menerima vaksin yang sama dengan rekomendasi dokter dan juga konsultasi sebelumnya kepada dokter anak.

    • Kesehatan lingkungan

    Cara terakhir adalah menjaga kesehatan lingkungan, dimana saat makan dan juga kebersihan lingkungan anda harus mencuci dan membersihkan lingkungan tempat tinggal atau tempat tidur Sobat. Selain itu jauhkan dari asap rokok dan polusi udara yang memungkinkan anak terpapar atau bahkan menghisapnya.

    Jangan biarkan pneumonia menyebabkan kondisi yang lebih serius, dimana anda harus bisa menajga kebersihan. Khususnya kondisi untuk tidur yang lembab dan basah bisa menimbulkan pneumonia berat pada anak.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Hampir semua orang pernah mengalami luka pada kulit atau bagian tubuh lainnya, hanya yang membedakan besar kecil atau tingkat keparahan luka, ada juga perbedaan luka yang diakibatkan diri sendiri atau serangan orang lain.Nah, tahap penyembuhan luka berbeda-beda, ada penyembuhannya relatif lebih cepat, bahkan ada yang lama, tergantung dari bagaimana perawatan luka tersebut. Luka adalah suatu […]

    Luka Lama yang Sulit Menyembuh

    Hampir semua orang pernah mengalami luka pada kulit atau bagian tubuh lainnya, hanya yang membedakan besar kecil atau tingkat keparahan luka, ada juga perbedaan luka yang diakibatkan diri sendiri atau serangan orang lain.Nah, tahap penyembuhan luka berbeda-beda, ada penyembuhannya relatif lebih cepat, bahkan ada yang lama, tergantung dari bagaimana perawatan luka tersebut.

    Luka adalah suatu kondisi kerusakan atau hilangnya sebagian jaringan tubuh yang bisa terjadi karena trauma apapun baik  tumpul, tajam, zat kimia, dll. Terkadang kita menganggap remeh luka yang dialami. Namun, tahukah kamu 1/4 dari penderita diabetes memiliki ulkus diabetikum (luka diabetes) dan 25% dari yg menderita luka diabetes itu berakhir dengan amputasi.

    Berdasarkan waktu penyembuhannya luka dibagi menjadi luka akut / fisiologis (yg waktu penyembuhannya sesuai perkiraan, sekitar 7-14 hari) dan luka yg kronis / patologis yang proses penyembuhannya sangat lama atau bahkan luka semakin memburuk. Luka yang tak kunjung sembuh masuk ke dalam luka patologis. Biasanya luka semakin melebar dari bentuk awal, bernanah, bau, terus-terusan merah dan nyeri.

    Baca Juga: 10 Komplikasi Diabetes yang Perlu Diwaspadai

    Beberapa faktor berperan dalam penyembuhan luka, antara lain umur, nutrisi, kebersihan luka, infeksi, sirkulasi dan oksigenasi, penyakit yg mendasari, merokok, stres. Salah satu penyakit yang seringkali menyebabkan luka sulit sembuh adalah diabetes melitus. Sering kali pasien datang dengan luka yg sudah besar dan berbau tapi tidak mengetahui bahwa dirinya telah menderita diabetes.

    Oleh karena itu peran skrining penyakit sangat penting untuk pencegahan terjadinya luka yang tak kunjung sembuh. Skrining sederhana dapat dimulai dengan mengecek kadar gula darah secara rutin. Akan lebih baik lagi bila melakukan pengecekan lainnya seperti darah rutin dan faktor pembekuan darah.

    Baca Juga: Mengapa Suntik Insulin Penting

    Beberapa langkah dapat dilakukan untuk pencegahan agar luka cepat sembuh, seperti :

    – Melakukan perawatan luka awal dengan membersihkan menggunakan larutan salin atau pun cairan antiseptik (bila perlu)

    – Tidak memberikan bubuk kopi, dedaunan atau apapun pada luka

    – Tidak sembarangan mengkonsumsi antibiotik

    – Pada luka kotor, tertusuk paku, luka bakar, gigitan hewan, luka besar dan dalam sebaiknya segera meminta bantuan ke pusat kesehatan terdekat

    – Menjaga pola hidup sehat : mengjindsri rokok & alkohol, olahraga yg cukup, dan menjaga asupan nutrisi

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Anda mungkin sudah tahu bahwa penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung. Risiko stroke dan penyakit jantung koroner, termasuk serangan jantung pada penderita diabetes semua tipe memang tinggi. Namun, hal ini lebih besar lagi pada penderita diabetes tipe 2. Penyakit jantung menempati urutan pertama dalam penyakit yang menyebabkan kematian pada penderita diabetes […]

    Sakit Gula Bikin Jantungan

    Anda mungkin sudah tahu bahwa penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung. Risiko stroke dan penyakit jantung koroner, termasuk serangan jantung pada penderita diabetes semua tipe memang tinggi. Namun, hal ini lebih besar lagi pada penderita diabetes tipe 2. Penyakit jantung menempati urutan pertama dalam penyakit yang menyebabkan kematian pada penderita diabetes tipe 2.

    Diabetes merupakan penyakit kronis yang memiliki banyak komplikasi. Salah satu komplikasi diabetes menyerang pembuluh darah besar dan kecil. Setiap organ di tubuh kita memiliki pembuluh darah, sehingga penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi pada seluruh organ tubuh. Terutama organ-organ vital, seperti jantung, otak, ginjal hingga sampai ke organ kecil seperti mata, jari kaki hingga organ vital pada pria.

    Bagaimana hubungan penyakit diabetes dengan jantung? Kita tahu bahwa penyakit jantung koroner merupakan penyakit dengan angka kematian yang tinggi. Beberapa faktor risiko yang banyak diketahui orang adalah kolesterol yang tinggi, kegemukan, dan terakhir adalah diabetes melitus. 

    Baca Juga: 5 Tanda Diabetes dan Kencing Manis

    Pada diabetes yang melibatkan penyakit jantung, pembuluh darah koroner merupakan targetnya. Sehingga, diabetes dapat merusak pembuluh darah koroner. Maka tanpa adanya faktor resiko berupa kenaikan kolesterol, diabetes sendiri mampu membuat pembuluh darah tersumbat sehingga menyebabkan serangan jantung. Perlu diingat bahwa penyakit jantung koroner merupakan penyebab kematian kedua terbanyak di Indonesia.

    Diabetes dapat meningkatkan risiko kematian karena penyakit jantung koroner sebesar 2 hingga 4 kali lipat dari kondisi normal, meningkatkan risiko gagal jantung 2 hingga 5 kali lipat dari normal, dan meningkatkan risiko stroke sebesar 2 hingga 4 kali lipat dari kondisi normal.

    Gejala penyakit jantung harus kita waspadai adalah nyeri di bagian dada, lengan, pundak, leher, rahang dan juga bagian punggung dan sesak napas. Bila sahabat mengalami ini, maka segera pergi ke rumah sakit terdekat untuk penanganan cepat sehingga tidak berdampak buruk ke depannya.

    Nah, penting bagi kita menyadari bahwa mengontrol gula dan diabetes merupakan salah satu faktor terpenting dalam pencegahan penyakit jantung koroner. Faktor risiko terpenting yang harus dikontrol pada pasien-pasien yang mengalami diabetes atau prediabetes adalah menurunkan berat badan. Selain itu, mengubah pola hidup menjadi sehat seperti cek kesehatan berkala, konsumsi makanan sehat yang kaya sayur dan buah, serta perbanyak aktivitas fisik dan olahraga. Melakukan olahraga selama 30 menit setiap hari selama 5 kali seminggu atau 150 jam dalam satu minggu dapat menurunkan risiko terjadinya diabetes melitus sebanyak 58%.

    Baca Juga: 8 Fakta Lawan Diabetes

    Bagaimana tanda awal serangan jantung?

    Tanda awal serangan jantung adalah nyeri di dada sebelah kiri, nyeri dada terhebat yang pernah dirasakan dan kuncinya adalah nyeri tersebut biasanya menjalar ke lengan dan tidak bisa ditunjuk posisi nyerinya. Biasanya disertai dengan mual muntah dan keringat dingin.

    Apa yg harus dilakukan orang dengan diabetes agar terhindar dari penyakit jantung?

    Pada penderita diabetes, rutin melakukan pengecekan terhadap gula darah, konsumsi obat anti diabetes sesuai dengan saran dokter dan menjaga berat badan ideal merupakan beberapa cara agar dapat terhindar dari penyakit jantung.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Masa tua biasanya identik dengan otot yang melemah, tubuh yang tak lagi bugar dan kuat seperti dahulu kala. Oleh karena itu, banyak orang menganggap masa tua adalah periode yang cukup mengkhawatirkan untuk dilewati. Padahal, dengan kombinasi yang baik antara olahraga, diet bahkan cara berpikir, melewati masa tua dengan tubuh bugar dan bahagia bukan hal mustahil. […]

    Menua dengan Aktif

    Masa tua biasanya identik dengan otot yang melemah, tubuh yang tak lagi bugar dan kuat seperti dahulu kala. Oleh karena itu, banyak orang menganggap masa tua adalah periode yang cukup mengkhawatirkan untuk dilewati. Padahal, dengan kombinasi yang baik antara olahraga, diet bahkan cara berpikir, melewati masa tua dengan tubuh bugar dan bahagia bukan hal mustahil.

    Bertambahnya usia memang mempengaruhi hampir setiap bagian dalam tubuh, termasuk rambut, kulit, jantung, otot dan masih banyak lagi. Namun, memiliki gaya hidup yang baik mampu menghambat dan menangkal efek negatif dari penuaan tersebut.

    Pada saat lanjut usia terdapat banyak perubahan dalam tubuh, seperti perubahan komposisi tubuh (lemak tubuh, hormon, massa otot tubuh), sistem kardiovaskular dan respirasi, kognitif (pikiran), dan sistem muskuloskletal (saraf, otot, dan persendian). Sendi pada lansia sangat beresiko pengapuran sendi dan pengeroposan. Selain itu, lansia juga lebih berisiko mengalami syaraf kejepit (leher dan pinggang) yang dampaknya dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. 

    Baca Juga: 8 Cara Cegah Jatuh Pada Lansia

    Nah, fisioterapi merupakan salah satu cara untuk mengurangi keluhan seputar sendi, saraf, dan otot pada lansia. Berikut adalah gambaran beberapa latihan fisioterapi yang dapat dilakukan oleh lansia sendiri.

    Fisioterapi pada lansia memiliki beberapa manfaat antara lain memperlambat proses penuaan, mempertahankan kualitas hidup, mengembangkan kualitas hidup sesuai dengan keadaan dan kemampuan fungsional, serta mempertahankan produktivitas dalam kehidupan. 

    Selain fisioterapi, lansia juga sebaiknya melakukan olahraga ringan agar tubuh selalu bugar. Beberapa manfaat berolahraga bagi lansia antara lain menyehatkan jantung dan paru, menjaga kesehatan sendi, saraf, dan otot, memperbaiki komposisi tubuh, mengurangi depresi serta meningkatkan kepercayaan diri bagi lansia serta meningkatkan daya tahan dan keseimbangan tubuh.

    Jenis olahraga yang baik untuk dilakukan oleh lansia antara lain adalah latihan aerobik, kekuatan otot, serta fleksibilitas dan keseimbangan tubuh. Kemudian, ada beberapa olahraga yang sebaiknya dihindari bagi lansia seperti gerakan aerobik yang high impact, gerakan fleksi tulang belakang yang tiba-tiba, olahraga pada tempat yang berbahaya seperti tempat yang licin, becek, atau tidak rata, latihan beban tangan dan latihan statis.

    Prinsip latihan pada lansia sama dengan olahraga pada usia lainnya. Pada awalnya, gerakan pemanasan harus dilakukan untuk menghindari cedera. Kemudian masuk ke latihan inti yang dapat meningkatkan kebugaran, kekuatan otot, daya tahan, kelenturan atau ketangkasan. Terakhir, gerakan pendinginan yang berfungsi untuk menurunkan kerja jantung secara perlahan, mencegah pengumpulan darah pada vena, mencegah nyeri otot dan mengurangi defisit oksigen dan asam laktat.

    Latihan dapat dilakukan 3-5 kali seminggu dan dapat disertai beban ringan saat latihan. Olahraga yang dilakukan harus sesuai dengan kebutuhan lansia. Olahraga pada lansia perlu diperhatikan dari segi keamanan dan masalah kesehatan oleh karena itu perlu pengecekan secara mendalam oleh Fisioterapis sebelum program latihan dimulai.

    Pada lansia dengan riwayat jatuh apa yang harus dilakukan untuk mempercepat penyembuhan?

    Banyak faktor yang harus kita lihat bila lansia jatuh seperti adanya bengkak dan luka terbuka, adanya perubahan struktur pada area tersebut atau kemampuan  pasien bisa berdiri apa tidak. Bila lansia jatuh dan menyebabkan beberapa sendi bengkak, pertolongan pertama dapat dengan mengompres dengan air es. Kemudian, segera cek ke dokter untuk memastikan tidak ada patah tulang atau cedera serius lainya akibat jatuh.

    Baca Juga: Tips Membawa Lansia Liburan

    Apakah knee exercise dapat dilakukan sendiri dirumah atau harus dengan pendampingan terapis di klinik fisioterapi?

    Pencegahan untuk latihan dasar bisa dilakukan di rumah. Namun, ada hal yang harus diperhatikan seperti kondisi penglihatan pasien (dapat menjadi faktor lansia jatuh), dan area yang tidak aman bagi lansia (lampu penerangan di rumah, alas kaki rumah (keset) yang licin. Latihan dapat dilakukan 10-15 pengulangan aja setiap hari atau toleransi semampu orang tersebut. Jika masih meragukan, dapat dilakukan dengan bantuan fisioterapis.

    Bagaimana latihan yang dapat dilakukan untuk nyeri lutut pada lansia?

    Olahraga yang disarankan untuk lansia yang memiliki masalah dengan sendi lutut adalah olahraga dengan minimal tumpuan beban seperti berenang atau sepeda. Bila tidak sembuh juga lebih baik cek ke dokter karena  dikhawatirkan cedera tulang rawan sendi.

    Apakah pemakaian knee braces berpengaruh agar tidak semakin nyeri?

    Pemakaian knee braces dapat membuat sendi lutut lebih stabil sehingga dapat mengurangi tekanan pada lutut dan nyeri pada sebagian orang. Namun, pemakaian alat ini juga dapat menyebabkan kekakuan pada sendi, bengkak, dan iritasi kulit. Konsultasikan pada dokter Sahabat mengenai pemakaian alat bantu ini.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Polusi udara adalah gabungan partikel kompleks dan gas yang berasal dari sumber pencemaran yang tidak alami timbul karena ada pengaruh atau campur tangan manusia atau aktifitas manusia dan alam yang mengalami modifikasi secara kimia di atmosfer. Menurut WHO, sekitar 2 juta kematian di Asia Tenggara berhubungan dengan polusi udara di dalam ataupun di luar ruangan. […]

    Waspadai Kesehatan Menurun karena Polusi Udara yang Meningkat

    Polusi udara adalah gabungan partikel kompleks dan gas yang berasal dari sumber pencemaran yang tidak alami timbul karena ada pengaruh atau campur tangan manusia atau aktifitas manusia dan alam yang mengalami modifikasi secara kimia di atmosfer. Menurut WHO, sekitar 2 juta kematian di Asia Tenggara berhubungan dengan polusi udara di dalam ataupun di luar ruangan. Berdasarkan Air Quality Index (AQI) beberapa bulan terakhir tahun 2019 dilaporkan kondisi kualitas udara di kota Jakarta dikategorikan tidak sehat/unhealthy (AQI >150).

    Komponen polusi udara karbon hitam adalah “Polutan Iklim Berumur Pendek” (SLCP) yang merupakan komponen utama polusi udara PM2.5 yang berbahaya bagi kesehatan, terutama berasal dari kendaraan diesel, mesin diesel, batubara, kompor biomassa dan pembakaran limbah. Selain itu, ozon di permukaan tanah juga merupakan bentuk polutan yang berasal dari campuran polutan udara yang berasal dari kota atau daerah pedesaan terdekat, termasuk metana dari limbah perkotaan, sampah, pertanian, serta Nitrit Oksida (Nox) dari kendaraan.

    Polusi udara sangat berbahaya karena merupakan faktor risiko terjadinya penyakit paru dan pernapasan (seperti infeksi saluran pernapasan akut/ISPA, asma, bronkitis, penyakit paru obstruktif kronik/PPOK dan kanker paru). Selain itu, polusi udara juga berhubungan dengan risiko terjadinya penyakit jantung dan stroke. Pada anak, polusi udara juga berhubungan dengan risiko penyakit ISPA yang sering kambuh, penurunan fungsi paru yang sering menimbulkan gejala sesak napas, risiko kanker pada anak, gangguan perkembangan mental dan motorik, serta gangguan kognitif pada anak maupun remaja.

    Nah, bagaimana caranya agar kita dapat terhindar dari penyakit yang disebabkan karena polusi udara?Pastinya, kita harus selalu menjalankan gaya hidup sehat, seperi konsumsi makanan sehat dan banyak mengandung antioksidan seperti sayur dan buah, olahraga teratur, tidak merokok, mencuci tangan dan kelola stres. Selain itu, mulai menggunakan transportasi umum dan menghindari membakar sampah dapat dilakukan untuk mengurangi polusi udara. Gunakan masker atau respirator dengan kemampuan filtrasi partikel yang maksimal (kemampuan filtrasi ≥ 95%) dan perhatikan cara penggunaan masker atau respirator yang benar dan tepat.

    Kemudian, cek kesehatan berkala dan lakukan konsultasi dengan dokter bila Sahabat mengalami gejala-gejala yang menunjukkan adanya penyakit akibat polusi udara. Tetap waspada dengan polusi udara yang ada di sekitar Sahabat. Salam Sehat!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Press release “perhimpunan dokter paru indonesia (pdpi) menyikapi polusi udara di kota Jakarta.”Jakarta: PDPI.
    2. World Health Organization. Air pollution, climate, and health. Geneva: WHO.
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja