Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 41–50 of 1124 results

  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Pola makan ibu menyusui harus dijaga karena ada beberapa makanan penyebab ASI tidak keluar yang mungkin sering Sahabat Sehat konsumsi. Bahkan beberapa makanan yang konon katanya menyehatkan tubuh ternyata tidak baik dikonsumsi ketika masih harus menyusui si kecil karena dapat menghambat produksi ASI. […]

    8 Jenis Makanan Penyebab ASI Tidak Keluar saat Menyusui

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Minuman Berkafein Masuk Daftar Makanan Penyebab ASI Tidak Keluar yang Harus Dihindari Ibu Menyusui

    Pola makan ibu menyusui harus dijaga karena ada beberapa makanan penyebab ASI tidak keluar yang mungkin sering Sahabat Sehat konsumsi. Bahkan beberapa makanan yang konon katanya menyehatkan tubuh ternyata tidak baik dikonsumsi ketika masih harus menyusui si kecil karena dapat menghambat produksi ASI.

    Bagi Sahabat Sehat yang sedang menyusui, penting untuk mengenali berbagai faktor yang mempengaruhi jumlah dan kualitas ASI seperti halnya stress, pengaruh hormon, maupun makanan yang dikonsumsi. Berbagai penelitian menunjukan bahwa makanan yang Sahabat Sehat konsumsi dapat mempengaruhi kualitas dan jumlah ASI. Nah Sahabat Sehat, apa saja makanan yang harus diwaspadai selama menyusui ? Mari simak penjelasan berikut.

    8 Jenis Makanan Penyebab ASI Tidak Keluar

    Banyak mitos makanan dan minuman yang tidak boleh diminum ketika sedang hamil ataupun saat sedang menyusui. Berdasarkan berbagai penelitian, berikut 8 jenis makanan yang harus dibatasi bahkan dihindari selama Sahabat Sehat menyusui yaitu:

    Daun Seledri

    Diketahui daun seledri memiliki sifat diuretik sehingga dapat menarik cairan dalam tubuh dan berdampak pada kekurangan cairan tubuh. Sementara itu, cairan berperan penting dalam produksi  ASI. Semakin sedikit jumlah air dalam tubuh Sahabat Sehat maka produksi ASI semakin sedikit. Namun, jika Sahabat Sehat hanya mengkonsumsi beberapa helai daun seledri maka tidak akan begitu mempengaruhi jumlah ASI. Sahabat Sehat tetap dapat mengkonsumsi daun seledri selama dalam jumlah yang tidak berlebihan.

    Minuman Berkafein

    Konsumsi kopi, teh, dan soda yang mengandung kafein diketahui dapat berdampak pada bayi. Kandungan kafein dalam minuman tersebut dapat menyebabkan bayi gelisah, sulit tidur, dan rewel. Selain itu, kafein turut diperkirakan menjadi salah satu penghambat produksi ASI.

    Alkohol

    Jika Sahabat Sehat mengkonsumsi alkohol, diketahui dapat terserap ke dalam ASI dan berdampak pada terhambatnya proses tumbuh kembang bayi. Bayi dapat mengalami gangguan makan dan tidur, serta terlambatnya perkembangan kemampuan motorik dan kognitif. Seringkali juga konsumsi alkohol menurunkan produktifitas kelenjar susu menghasilkan ASI. Oleh sebab itu konsumsi alkohol harus dibatas atau bahkan dihilangkan, terutama saat masa menyusui.

    Ikan Bermerkuri

    Ikan merupakan salah satu sumber docosahexaenoic acid (DHA) dan eicosapentaenoic acid (EPA). Kedua jenis asam lemak omega-3 ini sangat penting untuk perkembangan otak bayi. Namun, beberapa jenis ikan dan makanan laut juga diketahui mengandung merkuri.

    Paparan merkuri yang tinggi dapat mempengaruhi sistem saraf pusat bayi dan bayi beresiko mengalami gangguan perkembangan bicara, motorik, serta spasial. Beberapa jenis ikan yang diketahui mengandung merkuri, yaitu ikan tuna mata besar, ikan marlin, ikan hiu, ikan mackerel, ikan todak, ikan jeruk kasar, dan ikan ubin. Oleh sebab itu, sebisa mungkin menghindari dahulu makanan-makanan yang merupakan makanan olahan laut.

    Suplemen Herbal

    Stamina dan daya tahan tubuh selama masa menyusui si kecil sangatah penting. Oleh sebab itu tidak heran banyak ibu menyusui yang mengkonsumsi suplemen herbal Beberapa minuman herbal dan teh diketahui dapat terserap ke dalam ASI. Hal ini dapat mempengaruhi kualitas ASI bagi bayi dan pada tingkat tertentu dapat menyebabkan ASI tidak keluar saat Sahabat Sehat sedang menyusui si kecil. Jika Sahabat Sehat ingin mengkonsumsi minuman dan suplemen herbal, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.

    Makanan Bergas

    Menu makanan seperti kacang-kacangan, kubis, brokoli, dan kubis brussel diketahui mengandung gas yang turut masuk dalam daftar makanan penyebab asi tidak keluar dan wajib dihindari oleh ibu menyusui. Untuk itu, cobalah konsumsi makanan-makanan lain yang dikenal justru dapat meningkatkan produksi ASI.

    Daun mint, Seledri, dan Daun Sage

    Meski jenis dedaunan herbal ini memiliki banyak khasiat, namun berdasarkan penelitian diketahui bahwa mengkonsumsi daun mint, seledri, dan daun sage dapat menghambat suplai ASI.

    Susu dan Daging Tinggi Lemak

    Daging dan susu tinggi lemak, diperkirakan turut mengandung pestisida dan bahan kimia lainnya. Bagi Sahabat Sehat yang tengah menyusui, konsumsilah susu dan daging rendah lemak. 

    Lihat Juga: Cara Menjaga Stamina Ibu Menyusui

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai 8 jenis makanan yang harus diwaspadai ibu menyusui karena menjadi makanan penyebab asi tidak keluar atau jumlahnya sangat sedikit. Jika Sahabat Sehat membutuhkan multivitamin selama menyusui, segera manfaatkan layanan pesan-antar Prosehat. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Rahma C. 13+ Makanan Penghambat ASI, Pantang Dikonsumsi Ibu Menyusui! [Internet]. Indonesia : Orami. 2021 [updated 2021 June 17; cited 2021 Aug 02]. 
    2. McGrane K. 5 Foods to Limit or Avoid While Breastfeeding. [Internet]. USA : Healthline. 2020 [updated 2020 April  24; cited 2021 Aug 02].
    3. Neuman A. Are There Foods To Avoid While Breastfeeding? [Internet]. USA : The Bump. 2020 [updated 2020 Aug 29; cited 2021 Aug 02].
    4. Brennan D. Foods to Eat or Avoid When Breastfeeding [Internet]. USA : WebMD. 2020 [updated 2020 May 26; cited 2021 Aug 02].
    5. Sari N. Waspada, ini 5 makanan & minuman yang bisa mengurangi ASI! [Internet]. Indonesia : The Asian Parent; [cited 2021 Aug 02].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Pastikan Sahabat Sehat memilih cara menghilangkan stretch mark dalam waktu singkat namun tetap aman dan tidak membuat ketergantungan. Karena menggunakan sembarangan obat penghilang stretch mark kerap menimbulkan efek samping seperti kegemukan ataupun ketergantungan. Dibandingkan pria, stretch mark lebih sering dialami oleh wanita. Stretch mark kerap kali dijumpai pada […]

    5 Cara Menghilangkan Stretch Mark dalam Waktu Singkat

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Panduan Cara Menghilangkan Stretch Mark dalam Waktu Singkat Namun Tetap Aman

    Pastikan Sahabat Sehat memilih cara menghilangkan stretch mark dalam waktu singkat namun tetap aman dan tidak membuat ketergantungan. Karena menggunakan sembarangan obat penghilang stretch mark kerap menimbulkan efek samping seperti kegemukan ataupun ketergantungan.

    Dibandingkan pria, stretch mark lebih sering dialami oleh wanita. Stretch mark kerap kali dijumpai pada area perut dan bokong. Hal ini dapat mempengaruhi rasa percaya diri bagi sebagian besar Sahabat Sehat yang mengalaminya. Nah pada kesempatan ini kita akan membahas bagaimana mengatasi stretch mark yang ada di perut, bokong, dan area lainnya. Semoga bermanfaat ya!

    Yuk Kenalan Dulu dengan Si Stretch Mark

    Sahabat Sehat, stretch mark ditandai dengan munculnya guratan berwarna kemerahan maupun kecoklatan di permukaan kulit lalu seiring waktu akan pudar sehingga tampak berupa guratan berwarna putih. Stretch mark dapat ditemukan pada area perut, dada, lengan atas, kaki, payudara, hingga bokong.

    Nah bagian penting selanjutnya adalah apa yang menyebabkan munculnya stretch mark ini. Karena beda penyebab beda juga cara menghilangkan stretch mark dalam waktu singkat yang harus Sahabat Sehat lakukan, dan cara pencegahan agar tidak ada stretch mark di tubuh.

    Penyebab Utama Munculnya Stretch Mark

    Cukup banyak faktor yang menyebabkan munculnya stretch mark di tubuh. Walaupun kerap dialami cukup banyak wanita namun stretch mark ini dapat mempengaruhi penampilan dan rasa percaya diri. Walaupun tergolong tidak berbahaya bagi kesehatan namun akan mengganggu penampilan dan rasa percaya diri, khususnya bagi kaum wanita.

    Stretch mark sebenarnya disebabkan karena adanya peregangan jaringan kulit. Peregangan jaringan kulit ini biasanya dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti :

    • Kehamilan
    • Berat badan yang bertambah atau turun secara drastis
    • Masa pubertas
    • Berat badan berlebih
    • Efek samping obat steroid
    • Riwayat keluarga yang memiliki stretch mark

    Hal-hal yang menjadi penyebab munculnya stretch mark pada dasarnya sulit dihindari, apalagi bagi wanita yang tentunya ingin memiliki keturunan. Namun dengan penanganan yang tepat, masalah ini dapat diatasi.

    Cara Menghilangkan Stretch Mark dalam Waktu Singkat

    Cukup banyak obat dan krim yang mengklaim dapat menghilangkan stretch mark secara tuntas, bahkan dalam waktu singkat. Beberapa dari obat dan krim tersebut memang terbukti dapat menghilangkan stretch mark, namun tidak jarang menimbulkan berbagai efek samping.

    Pada dasarnya cara terbaik untuk mengatasi atau mencegah munculny stretch mark adalah dengan menjaga agar berat badan tetap stabil. Selain itu, lakukan beberapa tips berikut untuk membantu menghilangkan stretch mark di tubuh:

    Mengkonsumsi Vitamin A 

    Berdasarkan penelitian, produk kulit yang mengandung vitamin A dapat membantu memudarkan stretch mark. Namun, apabila Sahabat Sehat tengah mengandung maka disarankan berkonsultasi lebih dahulu ke Dokter. Selain itu, makanan alami yang mengandung Vitamin A seperti wortel dan kentang dapat membantu meningkatkan kadar vitamin A dalam tubuh sehingga kulit lebih cepat beregenerasi, lebih cerah, dan mengembalikan jaringan otot kulit ke kondisi idealnya.

    Asam Hialuronat

    Selanjutnya, produk kulit yang mengandung asam hialuronat dapat Sahabat Sehat gunakan. Asam hialuronat turut berperan dalam merangsang pembentukan kolagen sehingga memperbaiki susunan jaringan kulit. Bagi yang ingin meningkatkan asam hialuronat dalam tubuh dapat melakukannya dengan mengkonsumsi makanan atau suplemen yang mengandung vitamin C.

    Minyak Kelapa

    Berdasarkan penelitian pada hewan percobaan, minyak kelapa berperan dalam proses pemulihan luka di kulit. Sahabat Sehat dapat mencoba mengoleskan ekstrak minyak kelapa pada area stretch mark secara rutin. Silahkan pijat menggunakan minyak kelapa hangat di area strecth mark dengan lembut selama 5 hingga 10 menit.

    Setelah melakukan perawatann pijat dengan minyak kelapa biasanya stretch mark akan mulai memudar pada minggu ke 3 sampai minggu ke 4 (tergantung pada kondisi tubuh pasien dan kondisi stretch mark).

    Lidah Buaya

    Untuk melembutkan kulit dan mempercepat proses pemulihan luka di kulit, Sahabat Sehat dapat mengoleskan lidah buaya setiap kali selesai mandi. 

    Cara menggunakan lidah buaya untuk stretch mark cukup mudah. Campurkan saja 1/4 cangkir gel lidah buaya dengan 2-3 sendok gula pasir. Oleskan dengan lembul campuran tersebut pada area stretch mark dan diamkan selama kurang lebih 15 menit. Bilas dan keringkan dengan handuk bersih.

    Penanganan Lain 

    Selain dengan cara alami seperti disebutkan sebelumnya, Sahabat Sehat dapat menjalani prosedur mikrodermabrasi maupun terapi sinar laser. Prosedur tersebut dapat dilakukan oleh dokter profesional. Dengan menjalani mikrodermabrasi maupun terapi sinar laser, sel kulit dapat terangkat sehingga memperbaiki bentuk kulit.

    Proses mikrodermabrasi maupun terapi sinar laser pada umumnya lebih cepat memberikan efek menhilangkan stretch mark. Namun tentunya pastikan untuk melalui prosedur ini di dokter yang memang profesional dan berpengalaman.

    Catatan: Stretch Mark tidak bisa hilang secara instan namun bisa dipercepat dengan metode-metode di atas. Hasil penggunaan pada setiap orang bisa berbeda. Pada beberapa orang stretch mark dapat hilang secara total, namun pada beberapa orang lain mungkin hanya akan tampak memudar.

    Lihat Juga: Deteksi Kanker Payudara

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai cara menghilangkan stretch mark dalam waktu singkat dan telah terbukti aman dan berhasil. Jika Sahabat Sehat membutuhkan multivitamin dan produk kesehatan lainnya untuk membantu proses menghilangkan stretch mark ini, segera manfaatkan layanan pesan-antar Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. National Health Service. Stretch marks [Internet]. UK : National Health Service. 2019 [updated 2019 Jan 31; cited 2021 Aug 31].
    2. Watson K. Home Remedies for Stretch Marks: 5 Ingredients to Try [Internet]. USA : Healthline. 2020 [updated 2020 Jan 15; cited 2021 Aug 02].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Faktor penyebab hepatitis B pada ibu hamil biasanya adalah karena tertular dari suami. Penyakit ini mempengaruhi bayi dalam kandungan. Maka dari itu, sangat penting untuk mempelajari apa saja hal yang bisa membuat seorang ibu hamil tertular hepatitis B. Selain itu, perlu […]

    Penyebab Hepatitis B pada Ibu Hamil dan Dampaknya pada Bayi

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    Mewaspadai Penyebab Hepatitis B pada Ibu Hamil Serta Risikonya pada Janin

    Faktor penyebab hepatitis B pada ibu hamil biasanya adalah karena tertular dari suami. Penyakit ini mempengaruhi bayi dalam kandungan. Maka dari itu, sangat penting untuk mempelajari apa saja hal yang bisa membuat seorang ibu hamil tertular hepatitis B. Selain itu, perlu juga mengetahui apa dampaknya pada bayi akan dilahirkan, serta apa yang harus dilakukan jika terindentifikasi tertular penyakit ini.

    Hepatitis merupakan peradangan hati yang dapat diakibatkan karena infeksi virus Hepatitis B maupun karena kebiasaan buruk dari penderitanya. Ada beberapa jenis virus penyebab penyakit hepatitis dengan virus hepatitis yang paling sering menyebabkan komplikasi pada hati bahkan kematian adalah infeksi virus Hepatitis B.

    Penyebab Hepatitis B pada Ibu Hamil

    Penyebab Seorang Ibu Hamil Bisa Terjangkit Hepatitis

    Berdasarkan Sistem Informasi Hepatitis dan Penyakit Infeksi Saluran Pencernaan (SIHEPI) pada tahun 2018-2019 diketahui bahwa dari total 1.643.204 orang ibu hamil di 34 provinsi, sebanyak 30.965 orang ibu hamil terinfeksi Hepatitis B.

    Pentingnya memeriksakan diri saat kehamilan adalah untuk mengetahui kesehatan ibu dan pengaruhnya pada bayi dalam kandungan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan seorang ibu hamil bisa terjangkit penyakit ini, yaitu:

    1. Hubungan Seksual

      Ketika seorang ibu hamil terjangkit virus hepatitis B, ada kemungkinan penyababnya adalah karena suami juga terjangkit virus hepatitis B. Suami dapat menularkan penyakit ini melalui air mani saat hubungan seksual.

      Maka dari itu, bagi pasangan yang hendak menikah ataupun sedang melakukan program hamil, hendaknya terlebih dahulu melakukan vaksinasi Hepatitis B. Dengan demikian, kesehatan masing-masing akan terjaga dengan baik.

    2. Penggunaan Barang Bersama

      Barang-barang seperti jarum suntik dan alat cukur dapat menjadi sarana penyebaran virus hepatitis B. Oleh sebab itu, penggunaan jarum suntik dan alat cukur secara bersamaan sangat tidak direkomendasikan. Meskipun jarum suntik dan alat cukur merupakan milik suami. Selain jarum suntik dan alat cukur, penggunaan bersama peralatan seperti sikat gigi juga sangat tidak direkomendasikan.

      Pada beberapa orang yang menderita hepatitis B sering ditemukan bahwa mereka tidak memiliki gejala sehingga sangat mungkin tidak tahu bahwa mereka sebenarnya terinfeksi. Oleh sebab itu, ibu hamil ada baiknya melakukan pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi hepatitis B di dalam tubuh. Dengan demikian ibu hamil dan suami bisa memilih apa tindakan terbaik yang harus dilakukan.

    3. Alkohol dan Efek Samping Obat

      Penggunaan obat terus menerus dapat menimbulkan berbagai efek samping. Salah satu efek tersebut adalah terjangkit hepatitis B. Selain itu, kebiasaan konsumsi alkohol saat hamil juga sangat berpotensi menjadi penyebab hepatitis B pada ibu hamil.

      Ibu hamil diwajibkan menjaga pola hidup dan pola makannya. Kebiasaan konsumsi minuman mengandung alkohol harus dihilangkan. Sementara untuk penggunaan obat sebaiknya dilakukan dengan pengawasan ketat dokter sehingga efek samping seperti hepatitis dapat dicegah.

    Setelah mengetahui apa saja yang menjadi penyebab seorang ibu hamil terjangkit hepatitis B, tentunya Sahabat Sehat menjadi tahu apa yang harus dilakukan agar tidak sampai tertular penyakit ini. Apalagi penyakit ini sebenarnya berdampak besar pada perkembangan bayi dan kesehatan bayi dalam kandungan.

    Dampak Hepatitis B Terhadap Kesehatan Bayi

    Efek Buruk Hepatitis B dari Ibu pada Bayinya

    Bagi ibu hamil, hepatitis B dapat menyebabkan komplikasi kesehatan. Misalnya mengalami diabetes gestasional, ketubah yang pecah sebelum waktunya, pendarahan saat kehamilan. Juga sering terjadi kasus ibu hamil yang mengidap hepatitis B mengidap batu empedu.

    Lihat Juga: Obat Diabetes Alami

    Namun hepatitis B tidak hanya berdampak pada kesehatan sang ibu. Bayi juga bisa mengalami dampak serius. Walaupun infeksi Hepatitis B pada ibu hamil tidak meningkatkan resiko kematian dan cacat janin, namun penyakit ini beresiko menyebabkan bayi mengalami hal-hal seperti:

    1. Bayi terlahir dengan berat badan rendah
    2. Bayi terlahir prematur
    3. Bayi tertular dan lahir dengan kondisi mengidap hepatitis B
    4. Bayi kemungkinan besar harus lahir dengan operasi sesar

    Risiko penularan Hepatitis B dari ibu ke janin mencapai sekitar 90-95%. Bayi turut beresiko menderita Hepatitis B kronis bila tidak dideteksi sejak dini. Untuk mencegah hal ini, penting bagi ibu hamil menjauhi hal-hal yang dapat menjadi penyebab hepatitis B pada ibu hamil. Selain itu, melakukan pemeriksaan rutin selama masa kehamilan juga menjadi sebuah kebutuhan. Setelah melahirkan beberapa tindakan juga harus segera dilakukan setelah bayi lahir.

    Penanganan yang Dibutuhkan

    Pemberian Vaksin Hepatitis B pada Bayi yang Lahir dari Ibu Penderita Hepatitis B

    Jika Sahabat Sehat kini tengah mengandung dan terkonfirmasi menderita Hepatitis B, maka umumnya dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut agar segera diberikan penanganan. Sementara itu, untuk bayi yang lahir dari Ibu yang menderita Hepatitis B akan diberikan imunoprofilaksis atau pemberian antibody HBV Immune globulin (HBIG) pada 12 jam pertama setelah lahir.

    Sebelum melakukan pemberian ASI, ada baiknya Sahabat Sehat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Jika puting payudara timbul luka dan berdarah, maka Sahabat Sehat harus berhenti menyusui hingga payudara sembuh.

    Untuk mencegah penularan Hepatitis B pada bayi, Sahabat Sehat dianjurkan melakukan beberapa tips berikut :

    Melakukan pemeriksaan atau skrining Hepatitis B

    Selain skrining Hepatitis B sebaiknya dilakukan juga skrining berbagai penyakit lain seperti Toxoplasma, Rubella, CMV (Cytomegalovirus), dan Herpes sebelum hamil.

    Lakukan kunjungan rutin ke dokter kandungan

    Bisa juga melakukan kunjungan ke bidan. Kunjungan harus dilakukan secara rutin selama masa kehamilan untuk mengetahui perkembangan penyakit, perkembangan kesehatan ibu, dan perkembangan bayi dalam kandungan.

    Jaga asupan gizi seimbang

    Mengkonsumsi makanan bergizi selama masa hamil adalah hal yang wajib dilakukan. Ibu hamil sebaiknya meningkatkan konsumsi buah dan sayuran secara seimbang dan sesuai kebutuhan.

    Berikan vaksinasi Hepatitis B pada Bayi

    Berikan vaksinasi Hepatitis B secara rutin pada bayi baru lahir, dengan dosis pertama diberikan dalam kurun waktu 24 jam setelah bayi dilahirkan.

    Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa hal mengenai penyebab hepatitis B pada ibu hamil yang turut dapat ditularkan dari ibu ke janin dalam kandungan. Untuk mencegah terinfeksi Hepatitis B, lakukan vaksinasi Hepatitis B. Jika Sahabat Sehat berminat mendapatkan vaksinasi Hepatitis B, segera manfaatkan layanan Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. World Health Organization. Hepatitis B [Internet]. USA : World Health Organization. 2021 [updated 2021 July 27; cited 26 July 2021].
    2. World Health Organization. Prevention of mother-to-child transmission of hepatitis B virus: Guidelines on antiviral prophylaxis in pregnancy [Internet]. USA : World Health Organization. 2020 [updated 2020 July 27; cited 26 July 2021].
    3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 1,5 Juta Lebih Ibu Hamil Dideteksi Dini Hepatitis B [Internet]. Indonesia : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2021 [updated 2019 July 22; cited 26 July 2021]. 
    4. Hepatitis B Foundation. Pregnancy and Hepatitis B [Internet]. USA : Hepatitis B Foundation. 2020 [updated 2020 Sep; cited 26 July 2021].
    5. de Bellefonds o. Hepatitis B (HBV) in Pregnancy: Symptoms, Causes & Treatment [Internet]. USA : What to Expect. 2020 [updated 2002 Oct 23; cited 26 July 2021]. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/pregnancy-health/complications/hepatitis-b.aspx
    6. Borgia G. Hepatitis B in pregnancy. World Journal of Gastroenterology. 2012;18(34):4677. 
    7. Centers for Disease Control and Prevention. Perinatal Transmission of Hepatitis B virus [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2020 [updated 2020 July 21; cited 26 July 2021].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditijau oleh : dr. Monica Cynthia D Ada beberapa penyebab hepatitis A kambuh lagi bahkan pada yang sudah vaksin. Meski kemungkinan kambuh kecil namun tetap harus waspada. Risiko kematian akibat hepatitis A tetap ada, terutama pada mereka yang memiliki masalah pada daya tahan tubuh. Hepatitis A merupakan penyakit […]

    Hal Sepele yang Jadi Penyebab Hepatitis A Kambuh Lagi

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditijau oleh : dr. Monica Cynthia D

    Penyebab Hepatitis A Kambuh Lagi yang Sering Diabaikan

    Ada beberapa penyebab hepatitis A kambuh lagi bahkan pada yang sudah vaksin. Meski kemungkinan kambuh kecil namun tetap harus waspada. Risiko kematian akibat hepatitis A tetap ada, terutama pada mereka yang memiliki masalah pada daya tahan tubuh.

    Hepatitis A merupakan penyakit infeksi pada hati oleh virus Hepatitis A. Penyakit ini seringkali menjadi masalah utama pada negara berkembang dengan sanitasi dan kebersihan lingkungan yang buruk. 

    Di Indonesia, tercatat sekitar 90% anak berusia kurang dari 10 tahun telah menderita Hepatitis A. Selain itu, penyakit Hepatitis A seringkali menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).1 Mungkin banyak diantara Sahabat Sehat bertanya, apakah Hepatitis A dapat kembali kambuh meski sebelumnya sudah pernah terinfeksi Hepatitis A? Nah Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut.

    Penularan dan Gejala Hepatitis A

    Penularan virus Hepatitis A terjadi jika Sahabat Sehat mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi tinja penderita Hepatitis A. Gejala yang timbul pada setiap orang dapat bervariasi, mulai dari gejala ringan hingga berat. Gejala akan timbul dalam 2-6 minggu setelah virus Hepatitis A masuk kedalam tubuh.

    Beberapa gejala yang dialami penderita hepatitis A antara lain:

    • Demam
    • Nyeri perut
    • Mual dan muntah
    • Kulit dan mata tampak kekuningan
    • Urin berwarna coklat gelap
    • Tinja berwarna putih seperti dempul

    Namun demikian, sebagian besar penderita Hepatitis A tidak bergejala atau hanya bergejala ringan. Oleh karena itu mungkin Sahabat Sehat tidak menyadari sedang menderita Hepatitis A. Kebanyakan pasien mengetahui dirinya terinfeksi Hepatitis A setelah melakukan pemeriksaan darah yang mendeteksi antibodi virus Hepatitis A.

    Faktor Risiko Penyebab Hepatitis A

    Untuk mencegah terinfeksi Hepatitis A, penting bagi Sahabat Sehat untuk mengetahui faktor resiko terinfeksi Hepatitis A. Hal ini penting karena akan membantu Sahabat Sehat memahami apa yang sebaiknya dilakukan dan sebaiknya tidak dilakukan untuk mencegah tertular hepatitis A.

    Beberapa sumber penularan Hepatitis A antara lain adalah:

    • Sanitasi dan kebersihan lingkungan yang buruk
    • Kurangnya sumber air bersih
    • Tinggal satu rumah dengan penderita Hepatitis A
    • Berhubungan seksual dengan penderita Hepatitis A
    • Hubungan seksual dengan sesama pria
    • Bepergian ke daerah endemis kasus Hepatitis A
    • Konsumsi makanan mentah atau setengah matang
    • Bekerja di area yang terkontaminasi, misalnya petugas dinas kebersihan dan petugas kebersihan toilet

    Oleh sebab itu sangat penting untuk senantiasa melakukan pencegahan mandiri maupun kolektif untuk menghentikan penyebaran penyakit ini. Caranya tentu dengan menghindari atau menyingkirkan faktor-faktor yang bisa menjadi sumber penyebaran Hepatitis A.

    Pencegahan Infeksi Hepatitis A

    Pentingnya menjaga kebersihan merupakan langkah terbaik menahan laju penyebaran penyakit hepatitis A. Tindakan-tindakan untuk mencegah penyebaran hepatitis A antara lain adalah:

    Pasokan Sumber Air Bersih

    Oleh sebab itu, pasokan sumber air bersih perlu ditingkatkan hingga ke pelosok daerah. Semakin tinggi ketersediaan air bersih, ratio penyebaran hepatitis akan semakin kecil.

    Mencuci Tangan

    Mencuci tangan menggunakan sabun atau setidaknya dengan air bersih menjadi sebuah kebiasaan baik. Mencuci tangan perlu dilakukan sebelum maupun setelah makan, setelah dari toilet, maupun setelah memegang barang-barang yang dirasa kurang higienis.

    Mengkonsumsi Makanan Matang

    Makanan mentah atau yang cuma setengah matang berpotensi mengandung virus penyebab hepatitis. Oleh sebab itu, konsumsi makanan matang menjadi solusi memastikan makanan benar-benar higienis.

    Merebus Air Minum Hingga Mendidih

    Jika meminum air ledeng ataupun air yang belum tersterilisasi, pastikan untuk merebusnya hingga mendidih. Walaupun air tampak bersih namun sebenarnya mengandung banyak mikroorganisme dan virus berbahaya bagi tubuh. Oleh sebab itu, air minum perlu disterilisasi atau dimasak hingga mendidih terlebih dahulu.

    Tidak Berbagi Barang Pribadi

    Berbagi penggunaan barang pribadi seperti handuk, sikat gigi, peralatan makan, dan pisau cukup menjadi langkah mencegah penyebaran Hepatitis A. Selain itu, berbagi barang pribadi juga beresiko menimbulkan penyakit lainnya seperti masalah kulit dan penyakit lainnya.

    Selain melakukan hal-hal di atas, satu hal lagi yang sangat penting untuk dilakukan adalah dengan melakukan vaksinasi Hepatitis A. Sayangnya tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksin Hepatitis A masih tergolong rendah.

    Faktor Utama Penyebab Hepatitis A Kambuh Lagi

    Pasien yang dinyatakan sembuh dari Hepatitis A telah memiliki kekebalan tubuh (antibodi) terhadap virus Hepatitis A. Oleh sebab itu, angka kekambuhan infeksi Hepatitis A sangatlah kecil. Namun Sahabat Sehat tetap perlu waspada terutama bagi yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi buruk karena faktor lingkungan dapat menjadi penyebab hepatitis A kambuh lagi pada orang yang sebelumnya pernah menderita penyakit ini. Sekitar 3-5% pasien yang pernah terinfeksi Hepatitis A telah dilaporkan mengalami infeksi ulang dikemudian hari.

    Beberapa faktor yang menjadi penyebab Hepatitis A kambuh kembali antara lain adalah:

    Daya Tahan Tubuh Sedang Lemah

    Ketika seseorang sedang memiliki daya tahan tubuh yang kurang baik otmatis antibodi tidak berfungsi maksimal dalam mengidentifikasi dan melawan virus. Ketika Sahabat Sehat kembali terserang virus Hepatitis A saat daya tahan tubuh menurun, otomatis gejala hepatitis A akan kambuh kembali.

    Oleh sebab itu, sangat penting untuk menjaga kebersihan, tidak berjalan dengan bertelanjang kaki, serta cukup beristirahat ketika tubuh sedang lemas (tidak enak badan).

    Belum Sepenuhnya Sembuh dari Hepatitis A

    Pada beberapa penderita hepatitis A, gejala hepatitis akan menghilang dalam beberapa hari. Namun menghilangnya gejala bukan berarti sudah sembuh dari hepatitis. Bisa jadi gejala ini akan muncul kembali dalam beberapa hari. Jadi bukan hepatitis A yang kambul lagi namun memang pada dasarnya penyakit belum sepenuhnya sembuh dari tubuh Sahabat Sehat.

    Maka dari itu, untuk memastikan sudah sembuh atau belum sebaiknya dilakukan dengan test darah. Menggunakan asumsi dapat berbahaya karena walaupun Hepatitis A tergolong tipe ringan dan bisa sembuh dengan sendirinya, namun resiko yang ditimbulkan bisa berbeda pada orang-orang tertentu.

    Tidak seperti Hepatitis B dan Hepatitis C, penyakit Hepatitis A jarang sekali menyebabkan komplikasi gagal hati kronis. Namun demikian, World Health Organization (WHO) memperkirakan bahwa pada tahun 2016 sekitar 7.134 orang meninggal akibat penyakit Hepatitis A di seluruh dunia, dan menyumbang sekitar 0,5% dari kematian akibat infeksi virus Hepatitis. Oleh sebab itu Hepatitis A tetap tidak boleh dianggap remeh.

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai informasi mengenai infeksi Hepatitis A dan apa yang menjadi penyebab hepatitis A kambuh lagi. Sebagai salah satu cara mencegah penyakit Hepatitis A, Sahabat Sehat dianjurkan melakukan vaksinasi Hepatitis A.

    Jika Sahabat Sehat berminat melakukan vaksinasi Hepatitis A, segera manfaatkan layanan Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Laila N, Mahkota R, Sariwati E, Setiabudi D. Faktor Risiko Terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) Hepatitis A di Kabupaten Tangerang Tahun. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia. 2018 June; 2 (1) : 1-4
    2. Linder K, Malani P. Hepatitis A. JAMA 2017;318(23):2393.
    3. World Health Organization. Hepatitis A [Internet]. USA : World Health Organization. 2021 [updated 2021 July 27; cited 2021 July 27].
    4. Gilroy R. How common is relapsing hepatitis A virus (HAV) infection? [Internet]. USA :  Medscape. 2019 [updated 2019 May 08; cited 2021 July 27].

     

    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Beberapa herbal menjadi obat diabetes alami yang terbukti ampuh. Selain dengan obat, kita bisa lawan diabetes dengan pola hidup sehat. Selain mengkonsumsi obat dan pola hidup sehat, ada beberapa tindakan lagi yang perlu dilakukan untuk membantu mempercepat proses penyembuhan. Sahabat Sehat, penyakit diabetes melitus atau seringkali dikenal sebagai […]

    Rekomendasi Obat Alami Terbaik untuk Penderita Diabetes

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Obat Diabetes Alami untuk Mengurangi Kadar Gula dan Glukosa dalam Darah

    Beberapa herbal menjadi obat diabetes alami yang terbukti ampuh. Selain dengan obat, kita bisa lawan diabetes dengan pola hidup sehat. Selain mengkonsumsi obat dan pola hidup sehat, ada beberapa tindakan lagi yang perlu dilakukan untuk membantu mempercepat proses penyembuhan.

    Sahabat Sehat, penyakit diabetes melitus atau seringkali dikenal sebagai kencing manis telah menjadi salah satu penyakit tidak menular dengan angka penderita yang selalu bertambah setiap tahunnya. Diabetes seringkali dikaitkan dengan gaya hidup, namun jumlah kematian akibat penyakit kardiovaskular dan diabetes cenderung lebih banyak terjadi di negara berkembang dibandingkan dengan negara maju.

    Nah Sahabat Sehat tentunya ingin mengetahui bagaimana cara menangani diabetes hingga sembuh, khususnya hanya menggunakan obat alami. Tanpa berlama lagi, mari simak penjelsan berikut ini.

    Sekilas Tentang Diabetes

    Diabetes merupakan penyakit kronis akibat organ pankreas dalam tubuh tidak menghasilkan cukup insulin (hormon yang mengatur gula darah dalam tubuh), atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkan.

    Sangat banyak faktor yang menyebabkan seseorang mengalami diabetes. Beberapa diantaranya adalah:

    • Konsumsi makanan mengandung gula yang berlebihan
    • Kebiasaan malas gerak
    • Kelebihan berat badan
    • Penggunaan obat-obatan secara terus menerus
    • Tubuh yang sering kekurangan cairan
    • Konsumsi garam berlebihan
    • dan faktor lain seperti faktor keturunan, kurang konsumsi serat, dan berbagai sebab lainnya.

    Untuk jenis obat yang jika dikonsumsi terus menerus dapat menyebabkan diabetes antara lain adalah obat jenis steroid, statin, obat diuretik thiazide, beta-blocker, pentamidine, dan protese inihibitor.

    Cara Alami Atasi Diabetes

    Diabetes dapat ditangani dengan menerapkan pola hidup sehat, yaitu memperhatikan jenis asupan nutrisi serta melakukan aktivitas fisik. Selain itu, proses penyembuhan bisa dilakukan bersamaan dengan pemberian obat anti diabetes secara oral dan/atau suntikan.

    Bagi Sahabat Sehat yang ingin mengatasi diabetes dapat melakukan berbagai hal berikut di rumah:

    Mengatur Pola Makan Sehat

    Perbanyak konsumsi buah, sayur, gandum serta biji-bijian utuh. Hindari makanan dan minuman berpemanis buatan, alkohol serta rokok.

    Meningkatkan Aktivitas Fisik

    Lakukan olahraga minimal 30 menit sehari atau total minimal 150 menit dalam seminggu. Jika harus duduk dalam waktu lama, lakukan peregangan dan gerakan-gerakan senam sederhana.

    Melakukan Perawatan Kaki

    Penderita diabetes rentan mengalami infeksi dan gangguan saraf tepi. Sahabat Sehat sebaiknya membersihkan kaki secara rutin, serta mengenakan alas kaki saat beraktivitas untuk mencegah timbulnya luka di kaki.

    Lakukan Kontrol ke Dokter Secara Berkala

    Diabetes meningkatkan risiko penyakit jantung. Maka Sahabat Sehat dianjurkan melakukan kontrol ke dokter secara rutin untuk melakukan pemeriksaan kadar gula darah, tekanan darah, kolesterol, kadar HbA1c, dan lainnya. Dokter akan memberikan rekomendasi tindakan apa yang diperlukan untuk membantu proses pemulihan diabetes secara alami.

    Mengelola Stress dengan Baik

    Secara medis sudah terbukti bahwa perasaan yang gembira dapat mempercepat proses penyembuhan penyakit. Sebaliknya, stress dapat memperlambat proses penyembuhan, bahkan dapat menghambat proses penyembuhan. Kelola stress denngan baik. Caranya bisa dengan berolahraga bersama teman atau keluarga, bisa juga dengan menonton hiburan serta bermain game-game ringan.

    Mengkonsumsi Obat Diabetes Alami

    Beberapa tanaman herbal terbukti ampuh membantu mempercepat penyembuhan bagi penderita diabetes. Tanaman dengan kandungan zat antioksidan seperti kayu manis, lidah buaya, pare, milk thistle (Silybum marianum), kelabat, dan gurmar (Gymnema sylvestre) dapat menurunkan kadar gula darah yang otomatis menjadi solusi alternatif untuk membantu pemulihan dari diabetes.

    Walaupun obat herbal di atas sudah terbukti ampuh namun untuk membantu khasiat obat pastikan untuk beristirahat yang cukup dan menjauhi hal-hal yang dapat merangsang meningkatnya gejala diabetes.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai cara alami untuk mengatasi diabetes dan rekomendasi obat diabetes alami yang cocok untuk Sahabat Sehat. Selain itu, Sahabat Sehat sebaiknya jangan lupa mengkonsumsi obat anti diabetes secara teratur sesuai anjuran dokter. 

    Apabila Sahabat Sehat membutuhkan obat anti diabetes selama dirumah, segera manfaatkan layanan pesan antar Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Infodatin Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. Hari Diabetes Sedunia 2018 [Internet]. Indonesia : Kementerian Kesehatan RI; [cited 2021 July 02].
    2. Dansinger M. 6 Lifestyle Changes to Control Your Diabetes [Internet]. USA : WebMD. 2021 [updated 2021 May 15; cited 2021 July 02].
    3. PB Perkeni. Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia. Ed 1. Indonesia : PB Perkeni; 2019/
    4. Johnson J. Seven herbs and supplements for type 2 diabetes [Internet]. USA : Medical News Today. 2019 [updated 2019 March 27; cited 2021 July 29].
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Menjaga kebersihan lingkungan menjadi cara mencegah hepatitis semakin menyebar. Selain itu, beberapa tindakan lain perlu dilakukan. Misalnya menjaga pola hidup, serta tentunya melakukan vaksinasi Hepatitis merupakan masalah kesehatan yang menyebabkan peradangan pada hati. Penyebab Hepatitis paling sering akibat infeksi virus Hepatitis, namun juga […]

    Cara Terbaik Mencegah Penularan Penyakit Hepatitis

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Rekomendasi Cara Mencegah Hepatitis Terus Menyebar dan Menulari Lebih Banyak Orang

    Menjaga kebersihan lingkungan menjadi cara mencegah hepatitis semakin menyebar. Selain itu, beberapa tindakan lain perlu dilakukan. Misalnya menjaga pola hidup, serta tentunya melakukan vaksinasi

    Hepatitis merupakan masalah kesehatan yang menyebabkan peradangan pada hati. Penyebab Hepatitis paling sering akibat infeksi virus Hepatitis, namun juga dapat disebabkan oleh sebab lain seperti efek samping obat, alkohol, maupun penyakit autoimun. Sahabat Sehat, berikut mari kenali lebih lanjut mengenai penyebab Penyakit Hepatitis dan bagaimana agar terhindar dari penyakit tersebut.

    Penyebab Seseorang Mengalami Hepatitis

    Ada beberapa jenis hepatitis. Mulai dari hepatitis A, B, C, D, hingga E. Semua jenis hepatitis tersebut memiliki sumber penyebab yang berbeda-beda. Beda jenis hepatitis, agak sedikit berbeda juga penyebab dan cara agar tidak tertular jenis hepatitis tersebut.

    Sahabat Sehat, berikut adalah berbagai macam virus Hepatitis yang menyebabkan penyakit Hepatitis, yaitu:

    Hepatitis A

    Penyakit Hepatitis A disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A (HAV). Hepatitis A dapat menular melalui makanan dan minuman yang telah terkontaminasi virus Hepatitis A, kontak langsung dengan penderita Hepatitis A, serta berhubungan seks dengan penderita tanpa alat kontrasepsi (kondom).

    Penularan Hepatitis A kerap kali terjadi di negara padat penduduk dengan sanitasi yang buruk. Untuk mencegah terkena hepatitis A, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, yaitu:

    • Pastikan hanya mengkonsumsi makanan dan minuman higienis
    • Hindari bepergian tanpa alas kaki, terutama ke daerah kumuh dan kurang sanitasi
    • Lakukan vaksinasi hepatitis A agar tubuh memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap virus HAV
    • Konsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang

    Hepatitis B

    Penyakit Hepatitis B disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B (HBV). Virus Hepatitis B dapat menular melalui kontak darah, cairan vagina, dan air mani. Infeksi Hepatitis B beresiko berkembang menjadi kondisi kronis.

    Karena hepatitis B sangat berbahaya, penyakit ini harus diwaspadai. Ada beberapa cara mencegah hepatitis B, diantaranya adalah:

    • Lakukan vaksinasi Hepatitis B, terutama sebelum menikah
    • Hindari penggunaan bersama alat-alat seperti sikat gigi dan jarum suntik
    • Pemeriksaan kondisi ibu sebelum melahirkan untuk mendeteksi kesehatan bayi
    • Mengecek kondisi pendonor darah sebelum menerima donor dan melakukan transfusi

    Hepatitis C

    Penyakit Hepatitis C disebabkan oleh infeksi virus hepatitis C (HCV). Pada penderita penyakit hati kronis, seperti kanker hati atau sirosis hati memiliki risiko lebih besar mengalami hepatitis C. Virus Hepatitis C dapat ditularkan melalui transfusi darah, transplantasi organ, dan cairan tubuh. Hingga kini belum ditemukan vaksinasi untuk mengurangi penularan hepatitis C.

    Karena belum ada vaksin untuk mencegah terjangkit hepatitis C maka sebaiknya lakukan pola hidup sehat dengan cara:

    • Tidak sembarangan menerima donor organ maupun donor darah
    • Jauhi kehidupan seks bebas karena memiliki resiko tinggi terhadap penyebaran hepatitis C
    • Hindari penggunaan bersama alat-alat seperti jarum suntik, sikat gigi, maupun silet cukur

    Hepatitis D

    Penyakit Hepatitis D disebabkan oleh infeksi virus hepatitis D (HDV). Infeksi HDV jarang sekali terjadi karena hanya dapat terjadi pada seseorang yang pernah terinfeksi hepatitis B. Virus Hepatitis D dapat ditularkan melalui darah dan cairan tubuh seperti cairan vagina dan air mani.

    Bagi para penderita hepatitis B maupun Sahabat Sehat yang sudah sembuh dari hepatitis B, cegah hepatitis D dengan cara:

    • Lakukan vaksinasi Hepatitis B, vaksinasi Hepatitis B efektif melawan dan mencegah hepatitis D
    • Jauhi kehidupan seks bebas karena memiliki resiko tinggi terhadap penyebaran hepatitis D
    • Hindari penggunaan bersama alat-alat seperti jarum suntik, sikat gigi, maupun silet cukur

    Hepatitis E

    Penyakit Hepatitis E disebabkan oleh infeksi virus hepatitis E (HEV). Hepatitis E ini dapat dengan mudah menular di lingkungan dengan sanitasi yang buruk. Kasus yang paling sering terjadi akibat sumber air yang terkontaminasi. 

    Untuk mencegah penularan Hepatitis E, cara terbaik adalah dengan melakukan:

    • Vaksinasi Hepatitis E, sayangnya jumlah ketersediaan vaksin ini tergolong terbatas
    • Menjaga kebersihan tempat tinggul, khususnya area sanitasi
    • Menjaga pola makan, pastikan menjaga makanan tetap higienis

    Kesimpulan Cara Mencegah Hepatitis

    Sahabat Sehat, untuk mencegah dan melindungi diri dari penyakit hepatitis maka sangat dianjurkan melakukan beberapa hal berikut :

    • Melakukan vaksinasi hepatitis A dan hepatitis B
    • Hindari berganti pasangan seksual (jauhi sex bebas)
    • Gunakan jarum suntik sekali pakai
    • Menjaga kebersihan diri
    • Gunakan alat mandi dan pakaian pribadi
    • Berhati hati ketika bepergian ke daerah dengan sanitasi buruk
    • Pastikan untuk melakukan vaksin sebelum bepergian
    • Cuci tangan sebelum dan setelah makan
    • Jaga kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi

    Namun Sahabat Sehat juga harus mengetahui ada beberapa hal lain yang menyebabkan munculnya hepatitis di tubuh. Selain akibat infeksi virus, penyakit hepatitis juga dapat disebabkan oleh beberapa hal berikut ini:

    Kebiasaan Konsumsi Alkohol

    Peradangan pada hati (hepatitis) dapat dipicu akibat konsumsi alkohol yang berlebihan sehingga berimbas pada kerusakan permanen sel hati. Oleh sebab itu, cara mencegah hepatitis bisa Sahabat Sehat mulai dengan menjauhi mengkonsumsi minuman ini.

    Efek Samping Obat

    Mengonsumsi obat-obatan dengan dosis berlebih dan paparan racun juga dapat menyebabkan peradangan pada hati, kondisi ini  dikenal dengan istilah Drug Induced Hepatitis. Cegah terjadinya kasus ini dengan menghindari konsumsi obat secara berlebihan.

    Penyakit Autoimun

    Hepatitis autoimun adalah kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel hati sehingga menimbulkan peradangan dan kerusakan sel hati. Konsultasikan dengan Dokter spesialis untuk mendapatkan rekomendasi saran untuk mengatasi masalah ini.

    Nah Sahabat Sehat, itulah informasi lengkap mengenai cara mencegah hepatitis agar jangan semakin menyebar. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, salah satu cara mencegah penyakit hepatitis adalah dengan menjalani vaksinasi hepatitis. Jika Sahabat Sehat berminat melakukan vaksinasi hepatitis, segera manfaatkan layanan Prosehat. Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi kami melalui fitur yang tersedia di pojok kanan bawah halaman ini, hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Myers W. What You Need to Know About Hepatitis [Internet]. USA : EverydayHealth. 2015 [updated 2015 March 04; cited 2021 July 29].
    2. Cleveland Clinic. Viral Hepatitis [Internet]. 2020 [updated 2020 June 01; cited 2021 July 29].] 
    3. World Health Organization. Hepatitis [Internet]. 2019 [updated 2019 Sep 01; cited 2021 July 29]
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Mungkin banyak diantara Sahabat Sehat mengalami sariawan yang datang lagi dan lagi. Sariawan ditandai dengan luka berwarna putih atau kekuningan yang disertai nyeri pada rongga mulut dan bibir. Tentu rasanya tidak nyaman jika mengalami sariawan, bahkan dapat berimbas pada menurunnya nafsu makan. Nah Sahabat Sehat, bagaimana cara mengatasi […]

    Cara Menghilangkan Sariawan dengan Cepat Namun Tetap Aman

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Pengobatan Terbaik sebagai Cara Menghilangkan Sariawan dengan Cepat

    Banyak cara menghilangkan sariawan dengan cepat ternyata berbahaya. Cara tersebut justru menyebabkan luka sariawan yang semakin dalam. Oleh sebab itu, sangat penting mengetahui bagaimana cara mengatasi masalah mulut yang kerap dialami banyak orang ini.

    Mungkin banyak diantara Sahabat Sehat mengalami sariawan yang datang lagi dan lagi. Sariawan ditandai dengan luka berwarna putih atau kekuningan yang disertai nyeri pada rongga mulut dan bibir.

    Tentu rasanya tidak nyaman jika mengalami sariawan, bahkan dapat berimbas pada menurunnya nafsu makan. Nah Sahabat Sehat, bagaimana cara mengatasi sariawan dengan cepat ? Mari simak penjelasan berikut.

    Penyebab Munculnya Sariawan

    Sebelum membahas mengenai cara mengatasi sariawan, Sahabat Sehat harus mengetahui lebih dulu penyebab sariawan. Sebab penanganannya tentu harus disesuaikan dengan jenis penyebabnya. Berikut adalah beberapa hal yang dapat menyebabkan timbulnya Sariawan :

    • Trauma pada rongga mulut
    • Kebiasaan menggigit bibir atau lidah
    • Konsumsi makanan dan minuman yang terlalu panas atau pedas
    • Penggunaan kawat gigi
    • Infeksi gusi (ginggivitis)
    • Infeksi rongga mulut, seperti jamur
    • Infeksi menular seksual, seperti herpes labialis
    • Mulut kering (xerostomia)
    • Mengunyah tembakau dan merokok
    • Efek samping obat, misal kemoterapi, antibiotik, dan anti epilepsi
    • Penyakit autoimun, misal penyakit lupus, penyakit Crohn dan penyakit Behcet.
    • Kurang gizi
    • Kekurangan asupan vitamin B-12, vitamin C, seng, asam folat, dan zat besi

    Lihat Juga: Penyebab dan Solusi Mengatasi Anak Mudah Sariawan

    Sariawan dapat sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu 5-10 hari. Meski disertai nyeri, sariawan umumnya tidak disertai dengan demam. Namun tentunya kita ingin agar rasa nyeri tersebut segera hilang, begitu juga dengan bekas sariawan di bibir dan mulut.

    Cara Menghilangkan Sariawan dengan Cepat

    Masalah umum pada sariawan adalah rasa nyeri serta bekas sariawan di bibir. Meskipun proses sembuh tergolong cepat (5-10 hari) namun tentunya rasa nyeri dan tanda sedang sariawan dapat mengganggu kenyamanan tidur, fokus kerja, maupun rasa percaya diri.

    Bagi Sahabat Sehat yang tengah menderita sariawan, dianjurkan melakukan beberapa hal berikut untuk mengurangi rasa sakit dan mempercepat proses pemulihan:

    Mengurangi Rasa Sakit atau Nyeri

    Ada beberapa cara untuk mengurangi rasa sakit atau nyeri pada sariawan. Cara pertama adalah dengan mengkonsumsi obat pereda nyeri. Cara ini sangat efektif, namun bagi Sahabat Sehat yang tidak ingin “sedikit-sedikit minum obat” maka ada beberapa tips untuk mengurangi rasa nyeri sariawan.

    • Konsumsi Air Putih Minimal 2 Liter Per Hari

      Konsumsi air putih dapat membuat tubuh lebih tenang sehingga tubuh bisa sedikit mengabaikan rasa nyeri yang sedang ditimbulkan oleh sariawan tersebut. Selain itu, konsumsi air putih dapat mempercepat metabolisme tubuh sehingga membantu proses penyembuhan.

    • Hindari Makanan dan Minuman yang Terlalu Panas dan Pedas

      Makananan dan minuman panas maupun pedas dapat memperburuk kondisi sariawan. Apalagi makanan dan minuman panas ataupun pedas merupakan salah satu faktor penyebab munculnya sariawan. Makanan yang dingin dan cenderung sedikit asam seperti es jeruk dapat mengurangi rasa nyeri pada sariawan.

    • Berkumur dengan Larutan Air Garam

      Rasa nyeri dari sariawan juga bisa dikurangin bahkan dihilangkan dengan berkumur menggunakan larutan air garam. Cara ini juga membantu mempercepat pemulihan sariawan, khususnya sariawan yang disebabkan oleh infeksi bakteri dan jamur. Setelah berkumur, Sahabat Sehat sebaiknya tidak kembali menelan kembali sisa air garam di mulut.

    Jika cara mengurangi rasa nyeri sariawan masih belum berhasil, silahkan pertimbangkan penggunaan obat pereda nyeri. Untuk mempercepat proses pemulihan bibir dan rongga mulut dari sariawan, ada beberapa pengobatan dan perawatan yang terbukti secara medis menjadi cara menghilangkan sariawan dengan cepat.

    Cara Mempercepat Proses Penyembuhan Sariawan

    Jika ingin sariawan bisa sembuh lebih cepat, ada beberapa tips yang bisa Sahabat Sehat lakukan. Tips tersebut diantaranya adalah:

    • Sikat Gigi Secara Perlahan

      Menyikat gigi terlalu keras dapat menyebabkan trauma pada gusi dan rongga mulut. Sebaiknya Sahabat Sehat pilih sikat gigi dengan bulu yang halus. Menyikat gigi dapat membersihkan plak-plak yang kemungkinan besar menjadi sarang bakteri dan jamur penyebab sariawan. Solusi ini menjadi cara menghilangkan sariawan dengan cepat dan sangat ampuh pada sariawan yang disebabkan oleh infeksi bakteri dan jamur.

    • Minum Teh Chamomile dan Madu

      Sebagai solusi alami, Sahabat Sehat dianjurkan mengkonsumsi teh chamomile yang mengandung anti-alergan pada penderita sariawan akibat reaksi alergi. Selain itu, kandungan zat dari Chamomile memiliki penenang yang dapat mengurangi nyeri akibat peradangan pada sariawan. Tambahkan madu, yang diketahui berperan sebagai antiseptik untuk meredakan peradangan akibat infeksi.

    • Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang

      Sahabat Sehat sebaiknya mencukupi asupan buah, sayur, ikan, daging, telur, susu dan produk olahannya dalam menu sehari-hari. Pilih menu makanan yang bervariasi agar meningkatkan nafsu makan Sahabat Sehat. Daya tahan tubuh yang baik disertai nutrisi berimbang dapat membantu mempercepat pemulihan dan penyembuhan sariawan.

    • Konsumsi Multivitamin

      Salah satu penyebab sariawan adalah akibat kekurangan vitamin B12, vitamin C, zat besi, asam folat dan seng. Sebaiknya Sahabat Sehat rutin mengkonsumsi multivitamin dengan komposisi tersebut untuk mencegah dan mempercepat proses pemulihan saat menderita sariawan.

      Perhatian: Saat ini banyak beredar vitamin palsu. Pastikan untuk membeli vitamin dari toko yang memang terpercaya, dan cek keaslian produk dengan melihat segel kemasan dan tanda-tanda keaslian produl lainnya.

    • Obat Sariawan

      Saat ini sudah cukup banyak obat sariawan, baik dalam bentuk krim, salep, gel, maupun cairan. Sahabat Sehat dapat memilih obat sariawan yang dijual bebas terlebih dulu sebagai penanganan awal.

    Temukan Kebutuhan untuk Mengatasi Sariawan Anda, Cek Di Sini

    Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai cara menghilangkan sariawan dengan cepat yang dapat diterapkan di rumah. Apabila sariawan terasa semakin nyeri, bertambah banyak, atau bila dialami lebih dari 7 hari maka sebaiknya periksakan lebih lanjut ke dokter. Sementara itu, jika Sahabat Sehat tengah menjalani pengobatan maka sebaiknya lakukan kontrol kembali ke dokter yang menangani.

    Bagi Sahabat Sehat yang memerlukan multivitamin, segera manfaatkan layanan pesan antar dari Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Friedman M. Stomatitis [Internet]. USA : WebMD. 2019 [updated 2019 Oct 11; cited 2021 July 28].
    2. Seymour T. Everything you need to know about stomatitis [Internet]. USA : Medical News Today. 2017 [updated 2017 June 09; cited 2021 July 28].
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sedekah diketahui merupakan salah satu cara menunaikan amalan ibadah, namun secara medis ada manfaat bersedekah bagi kesehatan manusia. Maka dari itu, dapat dikatakan bersedekah menjadi jalan agar manusia bisa sehat secara jasmani dan rohani. Nah Sahabat Sehat, apa saja manfaat bersedekah dari sisi […]

    5 Manfaat Bersedekah Bagi Kesehatan Tubuh Menurut Para Ahli

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Manfaat Bersedekah Bagi Kesehatan Bisa Didapat dengan Membantu Orang Kesusahan, Berdonasi, ataupun Mendoakan Seseorang

    Sedekah diketahui merupakan salah satu cara menunaikan amalan ibadah, namun secara medis ada manfaat bersedekah bagi kesehatan manusia. Maka dari itu, dapat dikatakan bersedekah menjadi jalan agar manusia bisa sehat secara jasmani dan rohani.

    Nah Sahabat Sehat, apa saja manfaat bersedekah dari sisi medis ? Mari simak penjelasan berikut.

    Memberi Rasa Bahagia dan Mengurangi Resiko Stress

    Dengan bersedekah, rasa bahagia tidak hanya dirasakan oleh penerima sedekah saja namun dapat dirasakan pula oleh pemberi sedekah. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh American Journal of Public Health pada tahun 2013 mengungkapkan bahwa orang yang senang membantu orang lain memiliki risiko lebih rendah mengalami stress. Pada penelitian lain turut mengungkapkan bahwa bersedekah dapat meningkatkan hormon endorfin, dopamin dan oksitosin.

    Meningkatnya hormon endorfin diketahui dapat mengurangi efek buruk dari stress. Selain itu, orang yang hormon endorfinnya meningkat akan memiliki kekebalan tubuh yang lebih baik.  Meningkatnya hormon dopamin juga akan bermanfaat bagi tubuh karena memberikan efek rasa bahagia serta dapat meningkatkan daya ingat. Sementara hormon oksitosin baik untuk orang yang sedang mengalami masalah darah tinggi.

    Menurunkan Tekanan Darah

    Rasa senang yang dialami setelah bersedekah dapat mempengaruhi kondisi kesehatan seseorang. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa orang yang memberi dukungan sosial terhadap orang lain cenderung memiliki tekanan darah yang lebih rendah sehingga hal ini dikaitkan sebagai cara pencegahan hipertensi dan menjaga kesehatan pembuluh darah di jantung.

    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, penurunan tekanan darah ini disebabkan karena ketika kita memberi sedekah, produksi hormon oksitosin akan meningkat. Hormon yang diproduksi oleh kelenjar ptuitari yang ada di otak ini memberikan rasa tenang serta menurunkan tekanan darah.

    Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

    Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh David Klein, menyebutkan bahwa perasaan bahagia setelah bersedekah dapat meningkatkan produksi sel kekebalan IgA yang berperan penting dalam melindungi tubuh dari bakteri dan mikroba yang dapat menyerang sistem pencernaan dan pernafasan.

    Seperti yang kita ketahui bahwa di masa pandemi ini sangat penting menjaga kekebalan tubuh. Oleh sebab itu, bersedekah dengan tulis ikhlas bisa menjadi salah satu ikhtiar untuk mencapai pola hidup sehat.

    Menurunkan Risiko Kematian

    Salah satu manfaat bersedekah bagi kesehatan yang telah terbukti secara medis adalah dapat menurunkan resiko kematian. Berdasarkan sebuah penelitian, orang yang menjadi sukarelawan di dua organisasi atau lebih menurunkan resiko kematian dalam periode lima tahun kedepan sebanyak 44%. Tentunya hal ini terlepas dari faktor lain seperti usia, kesehatan, olahraga dan sebagainya. 

    Orang yang aktif di kegiatan sosial, setidaknya memiliki 76% kondisi kesehatan yang lebih baik dibandingkan dengan orang yang tidak bersedekah. Dan sebaliknya, orang yang enggan bersedekah berisiko memiliki hormon pemicu stress lebih banyak di dalam tubuh.

    Mengatasi Depresi

    Dr. Ahmad Sameh menyebutkan bahwa dengan bersedekah, pola pikir menjadi positif dan dapat membantu Sahabat Sehat keluar dari rasa terisolasi di lingkungannya yang menjadi salah satu penyebab munculnya depresi. Selain itu dengan bersedekah, Sahabat Sehat dapat meningkatkan empati serta menimbulkan perasaan kasih sayang pada orang lain.

    Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa manfaat bersedekah bagi kesehatan kita. Untuk menjaga tubuh tetap sehat, sebaiknya kelola stress dengan baik dan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

    Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan konsultasi Chat Dokter Prosehat. Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Asisten Kesehatan maya 08111816800 atau klik http//www.prosehat.com/wa

    Referensi:

    1. Siyahailatua S. Ahli Sebut Melakukan Sedekah Miliki Manfaat Kesehatan [Internet]. Indonesia : Tempo. 2020 [updated 2020 May 14; cited 2021 July 27].
    2. Sari N. 9 Manfaat Sedekah Baik untuk Kelangsungan Hidup Manusia [Internet]. Indonesia : Liputan 6. 2019 [updated 2019 April 11; cited 2021 July 27].
    3. Suara Muslim. Tak Hanya Menambah Rezeki, Sedekah Bisa Sembuhkan Penyakit [Internet]. Indonesia : Suara Muslim. 2017 [updated 2017 Aug 03; cited 2021 July 27].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Ada 2 cara mengetahui jenis hepatitis yang diderita seseorang. Caranya dengan melihat gejala, atau dengan pemeriksaan di laboratorium. Dari setiap jenis hepatitis tentunya gejala yang ditimbulkan berbeda-beda. Meskipun demikian, sangat penting untuk melakukan pemeriksaan lab. Terutama agar sahabat sehat mengetahui secara […]

    Cara Mengetahui Jenis Hepatitis dengan Mudah dan Akurat

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    Rekomendasi Cara Mengetahui Jenis Hepatitis Paling Cepat dan Akurat

    Ada 2 cara mengetahui jenis hepatitis yang diderita seseorang. Caranya dengan melihat gejala, atau dengan pemeriksaan di laboratorium. Dari setiap jenis hepatitis tentunya gejala yang ditimbulkan berbeda-beda. Meskipun demikian, sangat penting untuk melakukan pemeriksaan lab. Terutama agar sahabat sehat mengetahui secara pasti:

    • apa jenis hepatitis yang sedang diderita
    • benarkah sedang menderita hepatitis,
    • dan apakah hanya satu jenis hepatitis yang sedang diderita.

    Hepatitis merupakan kondisi peradangan pada hati akibat infeksi virus maupun beberapa hal lainnya, seperti efek samping obat, keracunan, alkohol, perlemakan hati dan penyakit autoimun. Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut mengenai penyakit hepatitis yang disebabkan karena infeksi virus.

    Berbagai Jenis Penyakit Hepatitis

    Penyakit Hepatitis yang disebabkan akibat infeksi virus terdiri dari beberapa jenis, yaitu Hepatitis. A, B, C, D dan E dengan gejala yang berbeda-beda. Hepatitis sering kali tidak disadari oleh penderitanya, karena sebagian besar gejala yang dialami cukup ringan. Namun, tidak menutup kemungkinan Hepatitis akan berlanjut dan menimbulkan komplikasi apabila tidak mendapatkan penanganan segera.

    Selain dibagi menjadi Hepatitis A, B, C, D, dan E, hepatitis juga dibagi menjadi dua ketagori. Kategori pertama adalah hepatitis akut, yaitu hepatitis yang terjadi kurang dari 6 bulan. Ketagori kedua adalah hepatitis kronis, yaitu hepatitis yang terjadi lebih dari 6 bulan.

    Beda jenis maupun kategori hepatitis yang diderita, penanganan dan metode penyembuhannya juga bisa berbeda. Oleh sebab itu, sangat penting mempelajari cara mengetahui jenis hepatitis dengan tepat jenis sehingga nantinya tahu harus memberikan pertolongan seperti apa kepada pasien.

    Beda Jenis Hepatitis, Beda Cara Penularannya

    Setiap jenis hepatitis memiliki cara penularannya masing-masing. Mengetahui sumber penularan hepatitis sangat penting karena dapat membuka wawasan kita semua tentang pentingnya hidup bersih, dan perilaku hidup yang sehat.

    Sahabat Sehat, berikut adalah cara penularan penyakit Hepatitis berdasarkan jenis penyebab virus nya, yaitu:

    • Hepatitis A

      Penyakit Hepatitis A disebabkan karena infeksi dari virus Hepatitis A (HAV). Penularan Hepatitis A melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi tinja penderita Hepatitis A. Penyakit ini kerap kali terjadi di negara padat penduduk dengan sanitasi yang buruk.

      Penderita Hepatitis A cenderung pulih dengan sendirinya karena hepatitis jenis ini cenderung masuh kategori hepatitis akut yang tidak berkembang menjadi hepatitis kronis. Namun demikian, kita tetap harus mencegah jangan sampai terkena penyakit ini. Pencegahannya bisa dengan menjaga pola hidup bersih, atau dengan melakukan vaksinasi Hepatitis A.

      Gejala umum yang ditimbulkan: Beberapa gejala yang ditimbulkan diantaranya adalah mudah lelah, sering mual dan muntah, ada rasa nyeri perut kanan atas, diare, kulit dan bagian putih mata menguning (jaundice), kehilangan selera makan, urine berwarna gelap, demam, dan nyeri sendi.

    • Hepatitis B

      Berbeda dengan Hepatitis A, penyebaran penyakit hepatitis B virus (HBV) terjadi karena kontak dengan cairan tubuh penderita Hepatitis B seperti darah, cairan vagina dan sperma, serta penggunaan jarum suntik bersamaan. Hepatitis B juga ditularkan oleh ibu pengidap hepatitis B kepada bayi yang dilahirkannya.

      Hepatitis B termasuk dalam jenis yang berbahaya dan memiliki resiko kematian yang besar. Jutaan orang sadar ataupun tidak menderita penyakit ini. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mencegah penularan penyakit ini dengan melakukan vaksinasi Hepatitis B.

      Gejala umum yang ditimbulkan: Memiliki gejala yang cenderung sama seperti halnya hepatitis A, namun umumnya disertai dengan sakit perut, khususnya di bagian kanan atas. Juga ada nyeri tulang dan otot serta kotoran penderita yang cenderung berwarna keputihan.

    • Hepatitis C

      Selanjutnya yaitu Hepatitis C, yang disebabkan karena infeksi virus Hepatitis C. Penularan virus Hepatitis C yaitu melalui kontak dengan darah penderita Hepatitis C. Kontak darah tersebut misalnya saat transfusi darah, transplantasi organ tubuh, penggunaan jarum suntik, dan barang pribadi seperti sikat gigi atau pisau cukur secara bersamaan. Walaupun jarang terjadi, namun hubungan intim bisa menjadi sarana penularan hepatitis C.

      Penderita hepatitis C harus waspada. Walaupun merupakan jenis hepatitis yang ringan namun memiliki potensi lama kelamaan menjadi hepatitis kronis yang berbahaya dan dapat menyebabkan kematian. Karena belum ada vaksin untuk hepatitis C, maka sangat disarankan untuk berhati-hati dan tidak boleh sembarnagan menerima transfusi darah maupun transplantasi organ. Selain itu, sangat tidak disarankan melakukan penggunaan jarum suntik bersama, ataupun menggunakan sikat gigi dan pisau cukur milik orang lain.

      Gejala umum yang ditimbulkan: Banyak penderita hepatitis C melaporkan tidak merasakan gejala apapun. Namun ada juga yang melaporkan mengalami munculnya gejala seperti demam, nafsu makan menurun, urine berwarna gelap, sakit perut, nyeri sendi, dan penyakit kuning.

    • Hepatitis D

      Penyakit Hepatitis D disebabkan karena infeksi virus Hepatitis D pada hati. Umumnya terjadi pada pasien yang sudah pernah terinfeksi Hepatitis B sebelumnya. Penularan Hepatitis D terjadi akibat penggunaan jarum suntik secara bersamaan, transfusi darah, hubungan seksual, maupun penularan dari ibu ke janin.

      Seringkali penderita hepatitis D juga terinfeksi hepatitis B. Mengalami dua jenis hepatitis bersamaan akan meningkatkan resiko penyakit yang lebih serius. Untungnya hepatitis D dapat ditangkap juga dengan penggunaan vaksin hepatitis B.

      Gejala umum yang ditimbulkan: Pada umumnya memiliki gejala yang sama seperti penderita hepatitis A, B, dan C. Bedanya, karena penyakit ini menyerang hati maka fungsi hati akan sedikit menurun sehingga pada beberapa penderita akan merasa tidak nafsu makan karena selalu merasa tidak lapar, serta berat badan yang mulai menurut.

    • Hepatitis E

      Penularan penyakit Hepatitis E hampir sama dengan penyakit Hepatitis A, yaitu melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh virus Hepatitis E. Walaupun sudah tersedia, vaksin untuk hepatitis E tergolong masih membutuhkan pengembangan agar hasilnya dapat memberikan perlindungan yang maksimal. Selain itu, persediaan vaksin hepatitis E tergolong sedikit.

      Untungnya hepatitis E tergolong tidak seberbahaya hepatitis B dan C. Meskipun demikian, sangat penting untuk menjaga kesehatan dengan menjaga kebersihan dan senantiasa melakukan pola hidup yang sehat.

      Gejala umum yang ditimbulkan: Gejala hepatitis E seringkali muncul 2 sampai 6 minggu setelah virus menginfeksi tubuh. Gejala umumnya adalah demam, mudah lelah, penurunan nafsu makan, sakit perut, urine berwarna gelap, kulit gatal-gatal, dan penyakit kuning.

    Rekomendasi Cara Mengetahui Jenis Hepatitis

    Penderita hepatitis dapat mengetahui jenis hepatitis yang diderita dengan melihat gejala hepatitis yang dialami. Penderita juga bisa mengetahui jenis hepatitis yang diderita dengan melakukan pemeriksaan di laboratorium.

    Walaupun jenis hepatitis bisa dilihat melalui gejala yang ditimbulkan, namun sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan di laboratorium. Tujuannya agar anda mendapatkan keakuratan yang jauh lebih tinggi dan untuk memastikan ada tidaknya masalah “Hepatitis Ganda”, yaitu suatu kondisi mengalami 2 atau lebih jenis hepatitis sekaligus.

    Untuk membedakan jenis virus Hepatitis yang menginfeksi, dokter akan menyarankan pemeriksaan lanjutan seperti tes darah, tes urin, serta pemeriksaan lainnya sesuai dengan kondisi tubuh. Namun secara umum berikut ini adalah gejala yang ditimbulkan 

    Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa cara mengetahui jenis hepatitis yang pastinya sangat penting untuk diketahui. Namun pastinya sangat penting untuk selalu berupaya mencegah penyebaran penyakit hepatitis ini. Caranya bisa dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta mengikuti vaksinasi Hepatitis. 

    Jika Sahabat Sehat berminat untuk vaksinasi Hepatitis, segera manfaatkan layanan Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. World Health Organization. Hepatitis [Internet]. USA : World Health Organization. 2019 [updated 2019 Sep 01; cited 2021 July 27].
    2. Marcin J. Hepatitis: Types, Symptoms, and Treatment [Internet]. USA : Healthline. 2017 [updated 2017 May 09; cited 2021 July 27].
    3. National Health Service. Hepatitis [Internet].
    4. Southern Nevada Health District. The Five Types of Hepatitis [Internet]. USA : Southern Nevada Health District. 2021 [updated 2019 Oct 29; cited 2021 July 27].
    5. Robinson J. An Overview of the Major Types of Hepatitis [Internet]. USA : WebMD. 2019 [updated 2019 Dec 12; cited 2021 July 27].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Jika Sahabat Sehat melakukan pemeriksaan PCR, pada lembar pemeriksaan akan tertera hasil CT Value. Namun, apakah Sahabat Sehat mengetahui apa arti dari CT Value dan tahu cara membaca CT Value tersebut? Nah Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut. Mengenali Apa Itu […]

    Yuk, Cari Tahu Cara Membaca CT Value Tes PCR Covid-19

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    Cara Membaca CT Value dari Hasil Pemeriksaan PCR Covid 19

    Jika Sahabat Sehat melakukan pemeriksaan PCR, pada lembar pemeriksaan akan tertera hasil CT Value. Namun, apakah Sahabat Sehat mengetahui apa arti dari CT Value dan tahu cara membaca CT Value tersebut? Nah Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut.

    Mengenali Apa Itu CT Value

    Hasil CT Value umumnya didapat setelah melakukan pemeriksaan swab PCR. CT Value merupakan singkatan dari Cycle Threshold Value. Pada pemeriksaan PCR, mesin pemeriksa akan melakukan pemeriksaan berulang atau yang disebut amplifikasi untuk menentukan apakah sampel yang diambil dari usapan hidung-tenggorokan Sahabat Sehat mengandung materi genetik virus Covid-19.

    Cara Menghitung Nilai CT Value

    Satu siklus putaran pemeriksaan berulang yang dilakukan mesin inilah yang disebut CT value. CT value menghitung nilai ambang siklus saat mencari atau mendeteksi keberadaan materi genetik virus Covid-19 dari sampel yang diperiksa.

    Sebagai contoh, alat melakukan amplifikasi sebanyak 40 putaran maka berarti setelah 40 putaran akan terdeteksi keberadaan materi genetik virus Covid-19. Maka nilai CT value nya adalah 40. Setiap mesin pemeriksaan PCR pada laboratorium memiliki nilai ambang yang berbeda-beda. Namun rata-rata CT value berada pada kisaran 35-45 kali putaran.

    Pentingnya Nilai CT Value

    Sahabat Sehat, CT value dapat membantu dokter dalam menegakan diagnosa sehingga Sahabat Sehat dapat segera memperoleh penanganan. Meskipun demikian, CT value tidak dapat dijadikan pedoman untuk menentukan tingkat keparahan infeksi maupun kesembuhan seseorang. Untuk menentukan tingkat keparahan infeksi dan kesembuhan, tetap diperlukan pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan penunjang.

    Cara Membaca CT Value 

    Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa CT value berbanding terbalik dengan kemampuan penularan virus ke orang lain. Semakin tinggi CT value, maka semakin rendah juga kemungkinan virus untuk ditularkan kepada orang lain.

    Nilai CT value <29

    Artinya reaksi positif kuat karena alat mendeteksi cukup banyak jumlah partikel virus dari sampel yang telah diambil. Pasien disarankan untuk kembali beristirahat dan melakukan isolasi.

    Lihat Juga: Ternyata Orang dengan Obesitas Lebih Rentan Terkena Covid-19

    Nilai CT value 30-37

    Hasil PCR tetap menunjukkan reaksi positif namun jumlah materi genetik virus dari virus jumlahnya sedang. Jumlah ini tidak berarti kondisi tubuh sudah berangsur sembuh ataupun masih dalam keadaan sakit. Disarankan untuk tetap menjaga imun tubuh karena jika lengah bisa saja kondisi ini berubah ke arah yang tidak diinginkan.

    Nilai CT value 38-40

    Nilai ini menunjukkan reaksi positif lemah, artinya jumlah partikel virus yang terdeteksi jumlahnya sedikit. Disarankan untuk tetap menjaga imun tubuh karena jika lengah bisa saja kondisi ini berubah ke arah yang tidak diinginkan.

    Nilai CT value >40

    Pada nilai ini menandakan kondisi Sahabat Sehat negatif COVID-19. Dengan kata lain tidak ditemukan satupun materi genetik dari virus SARS-COV-2 pada sampel yang diambil. Meski demikian, menjaga imun tubuh dan melakukan protokol kesehatan tetap wajib dilakukan.

    Lihat Juga: Layanan Test PCR di Prosehat

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai cara membaca CT Value pada pemeriksaan PCR yang penting untuk diketahui terutama bagi Sahabat Sehat yang tengah menderita Covid-19. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama dirumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Covid Portal. Difference between RT-PCR test, Rapid antigen test and antibody test · Covid Portal [Internet]. Czechia : Covid Portal. 2021 [updated 2021 June 30; cited 2021 July 08].
    2. Hoffmann C. Diagnostic Tests and Procedures [Internet]. USA : Covid Reference; [cited 2021 July 08].
    3. Mascarenhas A. Explained: What is Ct value, and why is it important? [Internet]. India : The Indian Express. 2021 [updated 2021 July 27; cited 2021 July 14].
    4. Government of Canada. COVID-19 testing: Polymerase chain reaction (PCR) and cycle threshold (Ct) values [Internet]. Canada : Government of Canada. 2021 [updated 2021 June 10; cited 2021 July 14].
    5. Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Indonesia. Apakah Arti Nilai CT pada Pemeriksaan real time RT-PCR [Internet]. Indonesia : Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Indonesia; [cited 2021 July 14]. A
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja