Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 41–50 of 1399 results

  • Pandemi Covid-19 membuat sebagian orang tua khawatir untuk mengajak si Kecil imunisasi di rumah sakit atau klinik. Sehingga, cakupan imunisasi anak-anak di Indonesia, bahkan seluruh dunia, mengalami penurunan drastis. Artinya, banyak anak-anak yang tidak memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit-penyakit menular. Imunisasi memegang peranan penting untuk perlindungan si Kecil. Melalui imunisasi, tubuhnya membentuk antibodi terhadap bakteri […]

    Orangtua Harus Tahu, Begini Cara Kejar Imunisasi Anak

    Pandemi Covid-19 membuat sebagian orang tua khawatir untuk mengajak si Kecil imunisasi di rumah sakit atau klinik. Sehingga, cakupan imunisasi anak-anak di Indonesia, bahkan seluruh dunia, mengalami penurunan drastis. Artinya, banyak anak-anak yang tidak memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit-penyakit menular.

    Orangtua Harus Tahu, Begini Cara Kejar Imunisasi Anak

    Orangtua Harus Tahu, Begini Cara Kejar Imunisasi Anak

    Imunisasi memegang peranan penting untuk perlindungan si Kecil. Melalui imunisasi, tubuhnya membentuk antibodi terhadap bakteri atau virus. Antibodi yang dibentuk juga tidak menimbulkan gejala yang seharusnya dialami bila ia terinfeksi. Selain itu, imunisasi menurunkan risiko komplikasi, kecacatan, dan kematian.

    Oleh sebab itu, bagi Moms yang anaknya masih belum lengkap imunisasinya, segera lakukan imunisasi kejar (catch up immunization) untuk melindunginya.

    Jadwal Imunisasi Kejar

    Agar imunisasi dapat memberikan efek yang optimal, ada jadwal imunisasi anak yang harus diikuti sesuai saran dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) atau yang biasa disebut jadwal imunisasi idai, pada tahun 2020.

    Bagi Moms yang ingin kejar imunisasi anak yang tertinggal, maka jadwalnya perlu dikonsultasikan dengan dokter karena jadwal tergantung dari jenis imunisasi yang akan diterima dan usia anak saat akan divaksinasi.

    Misalnya, bila saat ini si Kecil berusia 8 bulan dan ia belum melakukan imunisasi dasar DPT dan polio ketiga dan hepatitis B keempat, maka imunisasi dapat segera diberikan. Moms dapat pula menambahkan imunisasi rekomendasi misalnya rotavirus, PCV, dan influenza karena masih dalam batas waktu yang memungkinkan.

    Booking Imunisasi anak kini lebih mudah, manfaatkan layanan di Prosehat: Imunisasi Anak di Rumah

    Amankah Imunisasi Kejar?

    Apakah aman mengejar ketertinggalan imunisasi sebanyak itu? Ya, pemberian beberapa jenis imunisasi dalam waktu yang bersamaan aman dilakukan bila sudah disesuaikan dengan rekomendasi dokter. Saat ini juga sudah ada vaksinasi combo, artinya dalam satu suntikan sudah terdapat beberapa jenis vaksin. Jadi, anak tidak perlu disuntik terlalu banyak dalam sekali waktu.

    Pemberian imunisasi yang terlalu cepat atau sudah melewati masa kejarnya (catch up time) dapat menyebabkan pembentukan imun yang tidak sempurna sehingga efektivitas vaksin yang diberikan dapat berkurang.

    Baca Juga: Aman dan Nyaman Melakukan Imunisasi Kejar Anak dari Rumah

    Jenis Imunisasi yang Diperlukan

    Pemerintah mewajibkan lima jenis imunisasi dasar bagi anak, yaitu Hepatitis B, Polio, BCG, DTP, dan MR.

    Selain kelima imunisasi di atas, IDAI merekomendasikan imunisasi tambahan terhadap penyakit-penyakit menular lainnya yang umum ditemukan dan dapat berdampak fatal bila terinfeksi, antara lain vaksinasi Hib, PCV, rotavirus, influenza, Japanese encephalitis (JE), varisela, Hepatitis A, tifoid, HPV, dan dengue.

    Mungkinkah Imunisasi Kejar di Rumah Saja?

    Ada kabar baik untuk para Moms karena kejar imunisasi anak dapat dilakukan di rumah, maka Moms tidak perlu takut jadwal imunisasi si Kecil tertinggal.

    Ada beberapa keunggulan melakukan imunisasi di rumah, antara lain paparan terhadap Covid-19 jauh lebih kecil dan orang tua dan anak tidak perlu menunggu lama di dalam rumah sakit. Sehingga, anak dan orang tua bisa merasa lebih aman dan nyaman.

    Untuk vaksin yang digunakan saat imunisasi terdapat berbagai merk, sehingga Moms dapat bertanya terlebih dahulu merk apa yang digunakan, namun secara umum isi dari vaksin untuk imunisasi dasar si Kecil sama saja.

    Baca Juga: Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Si Kecil Di Vaksin DPT

    Sahabat Sehat, pandemi Covid-19 belum selesai dan sayangnya belum ada vaksinasi Covid-19 bagi anak usia di bawah 6 tahun. Dengan demikian, pemberian imunisasi bagi si Kecil menjadi sangat penting. Segera lengkapi kejar imunisasi anak bila ia belum mendapatkan perlindungan lengkap terhadap penyakit-penyakit menular.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, pemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Ditulis oleh: dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Vaccines and immunization [Internet]. Who.int. 2022.
    2. Jadwal Imunisasi IDAI 2020 [Internet]. idai.or.id. 2022.
    3. Reasons to Follow CDC’s Recommended Immunization Schedule [Internet]. cdc.gov. 2022.
    Read More
  • Melanjutkan kuliah di luar negeri tentunya menjadi impian bagi banyak orang. Anda harus tahu anjuran vaksinasi persiapan kuliah di luar negeri. Sebelum bertemu orang baru serta lingkungan baru, kamu juga harus persiapkan perlindungan diri dari berbagai penyakit. Selain akan mendapatkan teman dan lingkungan baru, Anda akan berinteraksi dengan banyak orang dari seluruh penjuru dunia. Oleh […]

    Catat, Anjuran Vaksinasi Persiapaan Kuliah di Luar Negeri

    Melanjutkan kuliah di luar negeri tentunya menjadi impian bagi banyak orang. Anda harus tahu anjuran vaksinasi persiapan kuliah di luar negeri. Sebelum bertemu orang baru serta lingkungan baru, kamu juga harus persiapkan perlindungan diri dari berbagai penyakit. Selain akan mendapatkan teman dan lingkungan baru, Anda akan berinteraksi dengan banyak orang dari seluruh penjuru dunia.

    Oleh karena itu, persiapan kesehatan wajib diperhatikan. Salah satunya dengan melengkapi anjuran vaksinasi yang diwajibkan oleh setiap negara dan universitas sebelum Anda berangkat. Apa saja contohnya? Mari simak penjelasannya berikut ini.

    Catat, Anjuran Vaksinasi Persiapaan Kuliah di Luar Negeri

    Catat, Anjuran Vaksinasi Persiapaan Kuliah di Luar Negeri

    Tiap Universitas Berbeda

    Tidak semua sekolah atau universitas memiliki peraturan yang sama terkait vaksinasi. Kebutuhan vaksinasi biasanya dikaitkan dengan negara tujuan dan pendaftaran mata kuliah. Misalnya, calon mahasiswa kedokteran hewan memerlukan vaksinasi rabies, sedangkan vaksin ini tidak diwajibkan untuk calon mahasiswa non-kedokteran.

    Bila Anda belum melengkapi kebutuhan vaksinasi Anda, tak perlu khawatir karena pihak universitas akan menginformasikan kepada Anda jenis vaksinasi yang perlu dilakukan. 

    Waktu terbaik untuk melengkapi vaksinasi adalah 8-12 minggu sebelum keberangkatan. Ya, sebaiknya tidak mepet dengan waktu perkuliahan karena sebagian vaksin memerlukan dua hingga tiga dosis. Konsultasikan dengan dokter untuk penjadwalan terbaik bagi Anda. 

    Dapatkan: Paket Vaksinasi Hepatitis A dan Hepatitis B ke Rumah

    Lengkapi Syarat Vaksin Sebelum Studi ke Luar Negeri: Paket Vaksinasi Studi

    Jenis Vaksin yang Dianjurkan Sebelum Kuliah di Luar Negeri

    Vaksinasi Yellow Fever

    Apabila Anda berencana kuliah ke Amerika Selatan dan Afrika, maka diwajibkan untuk mendapatkan vaksinasi yellow fever sebelum keberangkatan. Yellow fever merupakan sebuah virus (Flavivirus) yang ditularkan dari gigitan nyamuk aedes dan haemagogus yang terinfeksi. Penyakit masih banyak ditemukan di negara-negara di Amerika Selatan dan Afrika.

    Setelah menerima suntikan vaksinasi ini, Anda akan memiliki sertifikat vaksinasi internasional yang berlaku selama sepuluh tahun. 

    Vaksinasi Meningitis

    Meningitis adalah kondisi pembengkakan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang. Vaksinasi meningitis menjadi syarat yang harus dipenuhi bagi Anda yang hendak kuliah di timur tengah, Afrika, dan United Kingdom (UK).

    Vaksinasi Japanese Encephalitis

    Virus Japanese encephalitis dapat menyebabkan infeksi otak. Virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk ini banyak ditemukan di daerah Asia dan sebagian Australia.

    Umumnya, membutuhkan waktu 5-15 hari untuk menimbulkan gejala berupa demam, sakit kepala, muntah, dan sulit bergerak. Jika Anda sedang merencanakan perjalanan ke negara-negara tersebut, sebaiknya lakukan vaksinasi Japanese Encephalitis sebelum jadwal keberangkatan.

    Baca Juga: Persyaratan Vaksin yang Wajib Sebelum Kuliah di Amerika

    Vaksinasi Hepatitis A

    Vaksinasi Hepatitis A sangat disarankan untuk calon mahasiswa yang akan kuliah di negara berkembang dimana tingkat sanitasinya masih rendah. Tapi, risiko ini tetap ada di negara maju karena penularan virus ini juga melalui rute fekal-oral. Artinya, bila seseorang yang terinfeksi tidak mencuci tangannya dengan benar setelah buang air, lalu ia mengolah makanan, risiko penularan virus jadi meningkat.

    Sebelum pergi, pastikan untuk melakukan vaksinasi hepatitis A paling telatnya dua minggu sebelum jadwal keberangkatan untuk melindungi Anda selama setahun kedepan.

    Vaksinasi Hepatitis B

    Untuk Anda yang akan kuliah di daerah endemis hepatitis B, seperti Amerika Selatan, Asia tengah, Asia Tenggara, dan Afrika, sebaiknya lakukan vaksinasi Hepatitis B sebelum keberangkatan. 

    Hepatitis B adalah virus yang menyebabkan peradangan dan kerusakan hati, dan banyak terjadi pada orang dewasa.

    Vaksinasi Influenza

    Influenza sering kali dianggap sebagai penyakit sepele. Padahal, virus ini tidak hanya melindungi terhadap virus influenza, tetapi juga menurunkan risiko terjadinya meningitis bila seseorang terinfeksi influenza berat. 

    Vaksinasi influenza sebaiknya diberikan setiap tahun sekali karena virus ini kerap bermutasi. Maka tubuh juga perlu diperbarui imunitasnya. Karena virus ini umum ditemukan di seluruh dunia, maka ke negara manapun Anda melanjutkan kuliah, vaksinasi influenza sangat disarankan. 

    Baca Juga: Vaksin, Menjadi Syarat Mutlak Sebelum Kuliah di Luar Negeri

    Sahabat Sehat, itulah jenis-jenis vaksin yang perlu kamu lengkapi. Semakin lengkap vaksin yang Anda dapatkan, semakin baik perlindungan diri Anda. Konsultasikan dengan dokter untuk penjadwalan dan pilihan vaksinasi yang terbaik.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, pemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L


    Referensi

    1. .cdc.gov. 2022. travel destinations.
    2. cdc.gov. 2022. vaccine-recommendations.
    3. Mayo Clinic. 2022. Meningitis – Symptoms and causes
    4. Mayo Clinic. 2022. Hepatitis A – Symptoms and causes.
    5. cdc.gov. 2022. studying- broad.
    Read More
  • Berat badan bayi di bulan pertamanya merupakan indikator pertumbuhan yang sering membuat orangtua cemas. Jangan kaget jika berat bayi berkurang tiba-tiba. Pasalnya, sejak masa kehamilan hingga persalinan, berat badan bayi termasuk fokus penting yang tidak pernah terlewatkan. Lantas, bagaimana jika berat badan bayi baru lahir tiba-tiba mengalami penurunan? Wajarkah? Berikut penjelasannya. Berat Badan Lahir Normal […]

    Baru Lahir, Mengapa Berat Badan Si Kecil Malah Turun?

    Berat badan bayi di bulan pertamanya merupakan indikator pertumbuhan yang sering membuat orangtua cemas. Jangan kaget jika berat bayi berkurang tiba-tiba. Pasalnya, sejak masa kehamilan hingga persalinan, berat badan bayi termasuk fokus penting yang tidak pernah terlewatkan.

    Lantas, bagaimana jika berat badan bayi baru lahir tiba-tiba mengalami penurunan? Wajarkah? Berikut penjelasannya.

    Baru Lahir, Mengapa Berat Badan Si Kecil Malah Turun

    Baru Lahir, Mengapa Berat Badan Si Kecil Malah Turun?

    Berat Badan Lahir Normal

    Rata-rata bayi yang lahir cukup bulan (pada usia kehamilan ke 38 – 40 minggu) memiliki berat badan antara 2500 – 3500 gram. Berat badan bayi dipengaruhi oleh banyak hal, seperti kesehatan ibu selama kehamilan, gizi yang diperoleh selama kehamilan, usia kehamilan, jenis kelamin bayi, kehamilan kembar, dan kesehatan bayi selama dalam kandungan.

    Dapatkan: Paket Imunisasi Balita 2 tahun ke Rumah

    Penyebab Penurunan Berat Badan Pada Bayi Baru Lahir

    Adalah hal yang normal bagi bayi untuk kehilangan berat badannya setelah mereka lahir, terlepas dari asupan nutrisi yang ia terima. Namun, ada batasan sebanyak apa penurunan berat badannya. Berikut beberapa kondisi yang mungkin menjadi penyebabnya:

    Produksi ASI terbatas

    Bayi baru lahir umumnya akan mengalami penyusutan berat badan selama 5 – 7 hari pertama kehidupannya. Penurunan berat badan hingga 5% masih dapat dianggap normal jika ia diberikan susu formula. Sementara pada bayi yang menyusu ASI eksklusif, normalnya akan kehilangan berat badan antara 7-10% dari berat lahir. 

    Hal ini karena bayi yang disusui secara eksklusif harus beradaptasi dengan volume kolostrum yang biasanya masih sedikit pada beberapa hari setelah kelahiran. Setelah itu, produksi akan mulai meningkat sehingga mampu mencukupi semua kebutuhan cairan, nutrisi dan energi si Kecil. Kemudian berat badan bayi yang menyusu ASI umumnya akan kembali ke berat lahir mereka pada usia ke 10-14 hari.

    Masa transisi lingkungan

    Berat badan bayi turun setelah beberapa hari lahir juga dapat disebabkan oleh masa transisi bayi terhadap lingkungan baru. Jika selama di kandungan ia terhidrasi dalam cairan ketuban, maka setelah lahir bayi akan mengeringkan kulit, paru-paru, dan organ lainnya saat mereka mulai hidup di luar rahim.

    Baca Juga: Inilah 9 Tips ASI Lancar Setelah Melahirkan

    Penurunan Berat Badan Bayi yang Tidak Normal

    Meskipun dianggap sebagai hal yang normal, namun penurunan berat badan bayi baru lahir tetap perlu diperhatikan dan tidak boleh disepelekan. Pasalnya, bukan tidak mungkin bayi mengalami penurunan berat badan lebih dari 10 persen. 

    Bahkan, kondisi ini bisa menjadi ancaman serius apabila si Kecil mengalami penurunan berat badan lebih dari 12 persen. Sebab, lebih banyak penurunan berat badan berarti bayi lebih banyak kehilangan cairan sehingga dapat menyebabkan dehidrasi yang berakibat fatal. 

    Berat badan bayi turun secara drastis ini biasanya disebabkan oleh beberapa hal berikut:

    • Bayi menderita gangguan kesehatan, seperti sumbing dan malabsorbsi.
    • Bayi jarang menyusu. Ini bisa terjadi karena sesi menyusu yang terlewat, bayi menolak menyusu atau karena disusui secara paksa.
    • Bayi tidak mendapatkan cukup ASI. Hal ini mungkin terjadi karena posisi menempel atau menyusu yang tidak tepat sehingga ASI tidak keluar dengan maksimal. 

    Baca Juga: Bagaimana Cara Merawat Bayi Baru Lahir? Simak Poin Berikut!

    Sahabat Sehat, bila anak berat badan bayi turun setelah lahir, lakukan pemantauan dan waspadalah bila penurunan melebihi 10%. Selalu konsultasikan dengan dokter jika ada yang dikhawatirkan.

    Gunakan layanan telemedisin atau kunjungan dokter ke rumah bila lebih memudahkan bagi Anda. Jangan lupa juga untuk melengkapi imunisasi bulan pertamanya seperti Hepatitis B, Polio, dan BCG agar anak mendapatkan kekebalan tubuh yang bagus.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, pemeriksaan kesehatan, layanan vaksinasi, pemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Verywell Family. 2022. What You Can Do If Your Breastfed Baby Is Losing Weight.
    2. Parentlane.com. 2022. 12 Reasons of Weight Loss In Babies.
    3. Newborn Nursery. 2022. Infant with loss of 10% birth weight.
    4. Nbt.nhs.uk. 2022. Weight Loss | North Bristol NHS Trust.
    Read More
  • Banyak sekali calon mahasiswa Indonesia yang menginginkan untuk kuliah di luar negeri. Ketika kuliah di luar negeri, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman yang lebih luas, bukan hanya dari sisi pendidikan, tetapi juga pergaulan dan budaya. Data dari Global Flow of Tertiary Level Students yang dikeluarkan oleh UNESCO Institute for Statistic 2021, ada 10 negara yang menjadi […]

    Boosting Sistem Imun dengan Vaksinasi Sebelum Kuliah di Luar Negeri

    Banyak sekali calon mahasiswa Indonesia yang menginginkan untuk kuliah di luar negeri. Ketika kuliah di luar negeri, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman yang lebih luas, bukan hanya dari sisi pendidikan, tetapi juga pergaulan dan budaya.

    Boosting Sistem Imun dengan Vaksinasi Sebelum Kuliah di Luar Negeri

    Boosting Sistem Imun dengan Vaksinasi Sebelum Kuliah di Luar Negeri

    Data dari Global Flow of Tertiary Level Students yang dikeluarkan oleh UNESCO Institute for Statistic 2021, ada 10 negara yang menjadi tujuan para pelajar di Indonesia, antara lain Australia, Malaysia, Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Jerman, Arab Saudi, Turki dan Kanada.

    Sebelum merencanakan Studi ke luar negeri, lakukan vaksinasi sebelum kuliah di luar negeri. Calon mahasiswa harus melakukan persiapan tersebut. Hampir semua negara memiliki penyakit endemik tertentu, yaitu penyakit menular yang berjangkit di suatu daerah. Misalnya hepatitis A, malaria, Japanese encephalitis, dan lain-lain. 

    Pilih Vaksin yang Mana?

    Untuk memilih jenis vaksin, hal pertama yang perlu dilakukan adalah mencari tahu daftar vaksinasi yang disyaratkan oleh negara dan/ atau universitas yang dituju. Setelah itu, berkonsultasilah dengan dokter untuk penjadwalan vaksinasinya.

    Selain melihat riwayat vaksinasi yang sudah dilakukan, dokter juga perlu tahu negara tujuanmu karena ada beberapa penyakit endemik di negara-negara tertentu.

    Contohnya, daerah yang endemik penyakit Japanese encephalitis seperti Malaysia, Filipina, dan Australia akan mewajibkan vaksinasi Japanese encephalitis, sedangkan vaksin ini tidak masuk ke vaksinasi wajib bila kamu kuliah di Amerika.

    Dapatkan: Paket Vaksinasi Hepatitis A dan Hepatitis B ke Rumah

    Cari tahu: Harga Vaksin Flu 4 Strain Dewasa ke Rumah

    Lengkapi Syarat Vaksin Sebelum Studi ke Luar Negeri: Paket Vaksinasi Studi

    Berikut ini beberapa contoh vaksinasi yang biasanya dilakukan sebelum berpergian atau rencana menetap di luar negeri, antara lain :

    Meningitis

    Pemberian vaksinasi meningitis bertujuan untuk melindungi calon mahasiswa dari penyakit meningitis. Beberapa vaksinasi yang digunakan untuk mencegah meningitis.

    Demam Kuning (Yellow Fever)

    Jika hendak melakukan perjalanan dan menetap di negara Afrika (Gana, Kenya dan Nigeria) disarankan untuk melakukan vaksinasi Demam Kuning atau Yellow Fever. 3-5 Selain itu, bila kamu akan melakukan transit selama lebih dari 12 jam di Afrika, maka vaksin ini akan dibutuhkan.

    Hepatitis A dan B

    Hepatitis A dan B sama-sama menyebabkan peradangan hati, namun virus hepatitis B bisa sampai menyebabkan kerusakan permanen pada hati. Salah satu negara dengan kasus hepatitis yang masih tinggi misalnya Meksiko. 

    Tifoid dan paratifoid

    Vaksinasi tifoid dilakukan untuk mencegah penyakit tifoid (tipes) saat melakukan perjalanan ke daerah dengan kasus infeksi tifoid tinggi misalnya negara-negara di Asia. 

    Baca Juga: Vaksin Wajib dan Rekomendasi untuk Kuliah di Luar Negeri

    Influenza

    Apabila hendak berlibur saat musim hujan seperti saat ini, ada baiknya untuk melakukan vaksinasi flu dulu sebelumnya.

    Japanese Encephalitis

    Japanese encephalitis merupakan penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Pada musim hujan, risiko penularan menjadi meningkat.

    Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella)

    Selain diberikan untuk anak-anak sebagai salah satu vaksinasi wajib, vaksinasi MMR (Mumps, Measles dan Rubella) juga diberikan bagi orang dewasa. Hal ini karena penyakit mumps (gondongan), measles (campak) dan rubella (campak jerman) sangat mudah penularannya.

    Orang dewasa yang belum pernah atau tidak diketahui adanya riwayat vaksinasi sebelumnya saat masa kanak-kanak, tetap dianjurkan untuk melakukan vaksinasi MMR setidaknya 1 dosis. Sementara itu, seseorang yang beresiko terkena campak atau gondongan perlu mendapatkan 2 dosis vaksin MMR dengan jarak 4 minggu.

    Vaksin Rabies

    vaksin rabies direkomendasikan terutama bagi individu yang berencana untuk melakukan aktivitas di luar ruangan atau berinteraksi dengan hewan.

    Nah Sahabat Sehat, ternyata penting sekali ya untuk membekali diri dengan imunitas yang kuat, apalagi jika akan berkunjung atau menetap lama di luar negeri yang budaya dan pola penyakitnya berbeda dengan di Indonesia. Jangan sepelekan vaksinasi karena mencegah penyakit itu lebih baik dan tidak sebanding dengan pengorbanannya bila terinfeksi. Yuk, segera jadwalkan rencana vaksinasimu dengan dokter.

    Baca Juga: Persyaratan Vaksin yang Wajib Sebelum Kuliah di Amerika

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, pemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L


    Referensi

    1. Pininta Kasih, A., 2022. 15 Negara Ini Jadi Favorit Siswa Indonesia Lanjutkan Kuliah Halaman all – Kompas.com.
    2. Aisyah, N., 2022. 20 Negara Favorit & Paling Tidak Diminati Mahasiswa RI untuk Kuliah di Luar Negeri.
    3. Holiday Tips [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2021.
    4. Travel vaccinations [Internet]. nhs.uk. 2018.
    5. Daftar Negara Endemis Japanese Encephalitis – VAXCORP INDONESIA [Internet]. VAXCORP INDONESIA. 2020.
    6. Meningitis – Vaccination [Internet]. nhs.uk. 2021
    7. Buffum Taylor, R. and Robinson, MD, J., 2020. Adult MMR Vaccine: Advantages, Side Effects, Guidelines.
    8. Cdc.gov. n.d. Measles, Mumps, and Rubella (MMR) Vaccination | CDC.
    9. Australia Online Visa. 2022. Vaccines needed to travel to Australia
    Read More
  • Dalam beberapa bulan, tahun baru pendidikan akan dimulai. Bagi kamu yang akan kuliah ke luar negeri, sebaiknya lengkapi vaksinasi agar terlindungi dari berbagai penyakit menular selama di negara tetangga. Jadi, orang tua di Tanah Air juga tidak cemas. Pola penyakit dapat bervariasi antar negara. Oleh karena itu, persyaratan vaksinasi yang diperlukan tiap calon mahasiswa juga […]

    Vaksin Wajib dan Rekomendasi untuk Kuliah di Luar Negeri

    Dalam beberapa bulan, tahun baru pendidikan akan dimulai. Bagi kamu yang akan kuliah ke luar negeri, sebaiknya lengkapi vaksinasi agar terlindungi dari berbagai penyakit menular selama di negara tetangga. Jadi, orang tua di Tanah Air juga tidak cemas.

    Pola penyakit dapat bervariasi antar negara. Oleh karena itu, persyaratan vaksinasi yang diperlukan tiap calon mahasiswa juga bisa berbeda-beda. Bukti kelengkapan vaksinasi tidak hanya diminta oleh negara yang dituju, tapi terkadang universitas juga mewajibkannya.

    Rekomendasi Jenis Vaksin untuk Kuliah di Luar Negeri

    Vaksin Wajib dan Rekomendasi untuk Kuliah di Luar Negeri

    Yuk simak apa saja jenis vaksin yang diperlukan secara umum. Pahami juga bedanya vaksin wajib dan rekomendasi.

    Perbedaan Vaksin Wajib dan Rekomendasi Vaksin

    Vaksin wajib adalah vaksin yang harus dilengkapi oleh seseorang sebelum ia berangkat ke luar negeri. Bila tidak dilengkapi, bisa jadi keberangkatan kamu perlu ditunda.

    Tidak hanya sekolah di luar negeri, tetapi sekolah di dalam negeri juga menetapkan jenis-jenis vaksin yang wajib. Vaksin wajib ditentukan oleh Kementerian Kesehatan atau Badan Kesehatan Nasional setempat.

    Dapatkan: Paket Vaksinasi Hepatitis A dan Hepatitis B ke Rumah

    Lengkapi Syarat Vaksin Sebelum Studi ke Luar Negeri: Paket Vaksinasi Studi

    Vaksin wajib dapat bervariasi, sesuai daerahnya. Contohnya di Amerika, dimana vaksin wajib disesuaikan dengan negara bagian dan legislatif yang berlaku di negara tersebut.

    Jenis vaksin wajib di sebagian besar wilayah Amerika Serikat diantaranya:

    Vaksin Covid -19

    Vaksin Covid yang diakui ialah vaksin yang disetujui oleh FDA (Pfizer/ Comirnaty, Moderna, dan J&J / Janssen). Selain itu, ada juga vaksin yang telah diakui oleh WHO seperti Astrazeneca, Sinopharm, dan Sinovac/ Coronavac.

    Hepatitis B

    Calon mahasiswa akan diminta untuk memiliki ketiga dosis vaksin hepatitis B sesuai jadwal. Dosis kedua harus setidaknya 28 hari setelah dosis pertama dan dosis ketiga setidaknya 16 minggu setelah dosis pertama dan setidaknya 8 minggu setelah dosis kedua.

    MMR

    Calon mahasiswa memerlukan dua dosis MMR untuk perlindungan terhadap campak, gondongan, dan cacar Jerman.

    Meningokokus

    Vaksin meningokokus diperlukan untuk mencegah penyakit meningitis atau infeksi selaput otak. Semua mahasiswa yang tinggal di asrama kampus wajib mendapatkan vaksin ini karena risiko terinfeksi meningitis lebih tinggi di asrama.

    Difteri-Pertusis-Tetanus

    Vaksin Tdap (tetanus toxoid, Reduced Diphtheria Toxoid, Reduced Acellular Pertussis) adalah vaksin lanjutan dari rangkaian vaksin DPT yang diberikan pada masa kanak-kanak.

    Bagaimana dengan vaksin rekomendasi? Vaksin rekomendasi adalah vaksin yang disarankan untuk diberikan dan tidak bersifat wajib. Oleh karena itu, status kelengkapan vaksin rekomendasi tidak menghalangi proses imigrasi maupun proses penerimaan di universitas.

    Baca Juga: Mengapa Perlu Vaksin Hepatitis A Sebelum Bepergian?

    Jenis vaksin rekomendasi antara lain:

    • Vaksin Hepatitis A
    • Vaksin Influenza
    • Vaksin Meningitis B
    • Vaksin Pneumokokus
    • Vaksin Human papillomavirus (HPV)
    • Vaksin Japanese encephalitis (JE)
    • Tifoid
    • Vaksin Varicella/ Cacar Air.

    Dengan melengkapi vaksin rekomendasi, kamu jadi memiliki kekebalan tubuh yang lebih optimal terhadap penyakit menular.

    Berapa Lama Sebelum Keberangkatan Sebaiknya Divaksin?

    Untuk melengkapi vaksinasi, setidaknya luangkan 8-12 minggu sebelum keberangkatan. Ini akan memberi vaksin waktu untuk mulai bekerja karena sebagian memerlukan dosis multipel.

    Sahabat Sehat, ayo segera lengkapi vaksinasimu dari sekarang agar cepat terlindungi dan proses penerimaan kuliah bisa segera selesai.

    Baca Juga: Persyaratan Vaksin yang Wajib Sebelum Kuliah di Amerika

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi ke rumah, pemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Ditulis oleh: dr. Gloria Teo
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Princeton University. Required and Recommended Immunizations [internet]. New Jersey: Princeton University; 2022.
    2. Correll R. Mandatory vs. Recommended Vaccines: An Overview [internet]. New York: VeryWell Health; 2022.
    3. U.S. Department of Health & Human Services. Vaccines for Travelers [internet]. Washington DC: U.S. Department of Health & Human Services; 2021.
    Read More
  • Pernahkah anak Anda mengalami bentol dan gatal di badannya saat kedinginan? Kondisi ini disebut sebagai biduran, kaligata, atau urtikaria. Biduran adalah ruam merah pada kulit yang disebabkan oleh alergi dan kondisi penyakit lainnya. Biduran biasanya ditandai dengan pembengkakan pada kulit berupa bentolan merah yang muncul dibagian tubuh manapun. Ruam ini bentuknya pun beragam, seperti benjolan […]

    Catat, Langkah Pertolongan Pertama Pada Anak Biduran

    Pernahkah anak Anda mengalami bentol dan gatal di badannya saat kedinginan? Kondisi ini disebut sebagai biduran, kaligata, atau urtikaria. Biduran adalah ruam merah pada kulit yang disebabkan oleh alergi dan kondisi penyakit lainnya.

    Biduran biasanya ditandai dengan pembengkakan pada kulit berupa bentolan merah yang muncul dibagian tubuh manapun. Ruam ini bentuknya pun beragam, seperti benjolan besar, bintik-bintik kecil, maupun bercak berwarna kemerahan. 

    Catat, Langkah Pertolongan Pertama Pada Anak Biduran

    Catat, Langkah Pertolongan Pertama Pada Anak Biduran

    Biduran umumnya menimbulkan sensasi gatal luar biasa sehingga membuat bayi dan anak tidak nyaman. Biduran harus segera diatasi untuk meringankan gejala dan mempercepat proses penyembuhannya. Yuk, cari tau pertolongan pertama mengatasi anak biduran.

    Langkah Pertolongan Pertama pada Anak Biduran

    Sebenarnya biduran dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu tanpa pengobatan khusus. Namun, sebagai antisipasi orang tua juga perlu mengetahui langkah tepat pertolongan pertama pada anak biduran, yakni:

    Panggil dokter ke rumah melalui aplikasi ProSehat sekarang juga: Hubungi WA Asisten Kesehatan Maya

    Hindari pemicunya

    Meski ada banyak faktor yang dapat menyebabkan biduran, tetapi alergen atau zat yang menyebabkan alergi adalah faktor paling umum dalam menyebabkan biduran pada anak. Untuk itu, jauhkan pemicunya dari Si Kecil. Contohnya:

    • Bila anak biduran di ruangan bersuhu panas, segera bawa ia ke tempat yang lebih sejuk.
    • Berikan anak pakaian yang longgar jika keringat dan lembab menjadi pemicu. 
    • Basuh area biduran menggunakan sabun antiseptik dan air bersih bila disebabkan oleh gigitan serangga atau menyentuh tumbuhan tertentu.

    Usahakan juga untuk menjaga area biduran terpapar udara sebanyak mungkin untuk menghindari kelembapan.

    Atasi sensasi gatal biduran pada anak

    Dalam mengatasi rasa gatal yang muncul akibat biduran, lakukan beberapa cara berikut:

    • Oleskan lotion calamine pada area biduran dan biarkan hingga kering
    • Kompres air dingin di area biduran yang terjangkau
    • Pakaikan baju yang terbuat dari bahan yang menyerap keringat dan longgar
    • Oleskan baking soda ke kulit dengan cara mencampurkan tiga sendok teh baking soda dengan satu sendok teh air, aduk rata hingga seperti pasta.
    • Oleskan gel lidah buaya ke seluruh area yang biduran dan terasa gatal.

    Cegah anak menggaruk area biduran

    Sensasi gatal luar biasa akibat biduran tentunya membuat anak selalu ingin menggaruk atau menggosok area tersebut. Sayangnya, menggaruk biduran hanya akan membuat masalah kulit ini semakin memburuk. Maka, cegah anak menggaruk area biduran dan potong kukunya untuk mengurangi risiko luka akibat garukan dan infeksi.

    Pada anak bayi, Anda juga bisa memasangkan sarung tangan berbahan lembut pada kedua tangannya.. 

    Alihkan perhatiannya

    Stres pada anak dapat memperburuk kondisi biduran, maka usahakan ia dalam keadaan relaks. Alihkan perhatiannya dengan aktivitas kesukaannya, misalnya membaca buku, menonton video, atau mendengarkan musik kegemarannya. Untuk sementara, hindari aktivitas yang membuat anak banyak berkeringat. 

    Jaga kondisi tubuh tetap sejuk

    Suhu panas dan kondisi tubuh yang kegerahan bisa memperparah rasa gatal karena biduran. Maka, selalu jaga kondisi suhu ruangan di rumah agar tetap sejuk dan nyaman.

    Minum obat

    Jika berbagai cara dalam menghilangkan biduran telah dicoba tetapi belum berhasil, berkonsultasilah dengan dokter. Dokter akan membantu Anda mengidentifikasi penyebab biduran pada Si Kecil, dan meresepkan obat anti-alergi dan/ atau obat-obatan lainnya yang sesuai dengan penyebab biduran dan gejala.

    Baca Juga: Panduan Menu Harian untuk Anak Alergi

    Kapan Harus Ke Dokter?

    Anak perlu segera dibawa ke dokter apabila ia mengalami salah satu kondisi berikut:

    • Biduran muncul tiba-tiba diwajah, termasuk di lidah dan bibir
    • Batuk-batuk, sesak nafas, atau sulit bernafas
    • Lemas
    • Demam
    • Biduran yang disertai memar atau kulit berwarna keunguan dan nyeri sendi
    • Biduran yang disebabkan oleh sengatan lebah atau akibat mengonsumsi obat
    • Sulit tidur karena biduran
    • Biduran yang terus kambuh selama lebih dari enam minggu

    Baca Juga: 9 Makanan yang Harus Dihindari Ketika Gatal Alergi

    Nah Sahabat Sehat, itulah langkah-langkah yang Sahabat bisa lakukan sebagai pertolongan pertama jika anak biduran. Yang tidak kalah penting adalah untuk tidak panik. Bila Anda kesulitan berobat ke klinik atau rumah sakit, kini Anda bisa konsultasi melalui telemedisin atau kunjungan dokter ke rumah.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi ke rumah, pemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Healthline. 2021. How to Get Rid of Hives: 15 Ways.
    2. Medicinenet.com. 2021.
    3. Hives (urticaria). 2021.
    4. Medicalnewstoday.com. 2021. Hives (urticaria): Causes, pictures, treatments, and symptoms
    5. Raising Children Network. 2021. Hives

     

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

    Read More
  • Virus Hepatitis A (HAV) rentan menyerang manusia, terutama anak-anak. Virus ini menyebabkan peradangan hati dan dapat menginfeksi penderitanya selama berbulan-bulan hingga menyebabkan kematian.  Tidak seperti hepatitis jenis lain, mayoritas pengidap Hepatitis A tidak mengalami kerusakan permanen pada organ hati dan dalam jangka panjang. Tetapi, jika tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat, fungsi organ hati akan […]

    Sering Menyerang Anak-Anak, Waspadai Tanda dan Gejala Hepatitis A

    Virus Hepatitis A (HAV) rentan menyerang manusia, terutama anak-anak. Virus ini menyebabkan peradangan hati dan dapat menginfeksi penderitanya selama berbulan-bulan hingga menyebabkan kematian. 

    Tidak seperti hepatitis jenis lain, mayoritas pengidap Hepatitis A tidak mengalami kerusakan permanen pada organ hati dan dalam jangka panjang. Tetapi, jika tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat, fungsi organ hati akan menurun dan bahkan dapat berhenti secara tiba-tiba. 

    Orang tua harus waspada terhadap tanda dan gejala hepatitis A serta memberikan vaksinasi agar terhindar dari penularan virus Hepatitis A.

    Sering Menyerang Anak-Anak, Waspadai Tanda dan Gejala Hepatitis A

    Sering Menyerang Anak-Anak, Waspadai Tanda dan Gejala Hepatitis A

    Penularan Hepatitis A Pada Anak

    Virus hepatitis A sangat mudah menular, terutama pada anak-anak yang sistem kekebalan tubuhnya belum sekuat orang dewasa sehingga membuatnya sangat rentan terinfeksi virus ini. 

    HAV menyebar secara fecal-oral. Artinya, penularan terjadi lewat mulut melalui makanan atau minuman yang dikonsumsi anak, peralatan makan atau masak, ataupun dari tangan yang terkontaminasi virus Hepatitis A. 

    Penyakit ini juga sangat mudah menyebar di lingkungan sekolah atau asrama dan bisa menyebabkan wabah. 

    Membiasakan anak untuk selalu menjaga kebersihan diri, meningkatkan sanitasi lingkungan sekitar, hingga menghindari kontak langsung dengan penderita merupakan langkah sederhana yang dapat Anda lakukan dalam memutus rantai penyebaran HAV.

    Langkah efektif lainnya yang dapat dilakukan adalah dengan mendapatkan vaksinasi hepatitis A. Selain dapat mencegah penularan, vaksinasi hepatitis A juga akan meningkatkan kekebalan tubuh anak agar lebih kuat bila ia terpapar HAV dikemudian hari.

    Dapatkan: Layanan Paket Vaksinasi Hepatitis A Pada Anak ke Rumah

    Tanda dan Gejala Hepatitis A

    Biasanya, tanda dan gejala dari Hepatitis A mulai terlihat di hari ke-28 setelah terpapar.

    Gejala yang ditimbulkan oleh Hepatitis A dapat bersifat ringan hingga berat, tergantung kondisi kekebalan tubuh penderitanya dan cara penanganannya. Beberapa gejala yang ditimbulkan, meliputi:

    • Demam
    • Lemas
    • Sakit perut dibagian kanan atas dan dapat di sertai muntah
    • Mata dan kulit tampak menguning
    • Warna urin gelap seperti teh
    • Nyeri sendi dan otot
    • Hilang nafsu makan
    • Feses berwarna pucat dan seperti tanah liat
    • Gatal-gatal

    Gagal hati mungkin terjadi pada kondisi khusus. Kondisi ini ditandai dengan turunnya kesadaran dan terjadinya perdarahan spontan sehingga berisiko menyebabkan kematian. 

    Namun, pada anak umur di bawah 6 tahun, gejala hepatitis A sering kali tidak terdeteksi karena respon tubuhnya belum begitu sempurna. Oleh karena itu, pemeriksaan fisik oleh dokter serta pemeriksaan darah di laboratorium sangat diperlukan guna memastikan diagnosis.

    Baca Juga: Semua Tentang Vaksin Combo DPT Hib Hepatitis untuk Anak

    Penanganan Hepatitis A

    Penanganan hepatitis A bersifat simptomatis, atau untuk meredakan gejala. 

    • Untuk gejala awal, seperti nyeri sendi dan otot, serta rasa letih dapat Anda tangani dengan istirahat dan minum air putih yang cukup.
    • Untuk mengatasi rasa mual, Anda dapat meredakannya dengan mencoba makan dalam porsi kecil, tetapi dengan kuantitas yang sering. Langkah ini dapat dicoba jika penderita kehilangan nafsu akan. Atau, gunakan obat tablet atau suntikan anti-mual sesuai anjuran dokter jika memang diperlukan.
    • Hindari mengkonsumsi obat-obatan dan makanan yang memiliki efek samping pada kinerja organ hati. Jika penderita mengidap penyakit lain yang membutuhkan obat-obatan tersebut, Anda dapat konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. 

    Tangani Penderita Secara Serius

    Meskipun penderita hepatitis A dapat kembali sembuh, penanganan penyakit ini tidak boleh disepelekan. Jika anak Anda terindikasi mengalami gejala Hepatitis A, segeralah melakukan pemeriksaan lanjut ke dokter ahli atau fasilitas kesehatan terdekat. Sebab, jika tidak ditangani dengan tepat dan segera, maka akan memicu risiko gagal fungsi hati. 

    Sahabat Sehat, kasus hepatitis A banyak ditemukan pada anak-anak dan risiko penularannya meningkat di lingkungan sekolah dan asrama. Mari cegah penyakit ini dengan mengajarkan anak gaya hidup sehat dan memberikannya vaksinasi hepatitis A. Bagaimanapun juga, mencegah adalah lebih baik dari mengobati.

    Baca Juga: Hal Sepele yang Jadi Penyebab Hepatitis A Kambuh Lagi

    Sahabat Sehat, itulah beberapa Tanda dan Gejala Hepatitis A pada anak yang perlu Sahabat Sehat perhatikan. Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk memastikan bahwa Si Kecil dalam keadaan optimal.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi ke rumah, pemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Penyakit ini Sering Menyerang Anak-Anak, Kenali Hepatitis A dari Gejala Hingga Penanganannya. [Internet]. 2019.
    2. Hepatitis A. [Internet]. WHO. 2021 July 21.
    3. Hepatitis A: Risks, Causes, Symptoms, Treatment & Prevention. [Internet]. Cleveland Clinic. 2020.
    4. Hepatitis A – Symptoms and Causes. [Internet]. 2020.
    5. Mengenal Hepatitis A Pada Anak. [Internet]. 2015.

     

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

    Read More
  • Saat ini sudah terdapat vaksin untuk mencegah kurang lebih 20 jenis penyakit menular yang membahayakan. Menurut data dari World Health Organization (WHO), 2-3 juta kematian yang disebabkan oleh penyakit menular seperti difteri, influenza, dan campak setiap tahunnya dapat dihindari melalui pemberian vaksinasi. Vaksinasi merupakan sebuah kunci dalam kesehatan primer dan semua orang berhak mendapatkan vaksinasi. […]

    Vaksin, Menjadi Syarat Mutlak Sebelum Kuliah di Luar Negeri

    Saat ini sudah terdapat vaksin untuk mencegah kurang lebih 20 jenis penyakit menular yang membahayakan. Menurut data dari World Health Organization (WHO), 2-3 juta kematian yang disebabkan oleh penyakit menular seperti difteri, influenza, dan campak setiap tahunnya dapat dihindari melalui pemberian vaksinasi.

    Vaksinasi merupakan sebuah kunci dalam kesehatan primer dan semua orang berhak mendapatkan vaksinasi. Vaksinasi jadi syarat yang harus dipenuhi sebelum kuliah di luar negeri, jenis vaksin yang perlu dilengkapi untuk setiap negara tentu berbeda.

    Vaksin, Menjadi Syarat Mutlak Sebelum Kuliah di Luar Negeri

    Vaksin, Menjadi Syarat Mutlak Sebelum Kuliah di Luar Negeri

    Dengan manfaat vaksin yang begitu baik, maka banyak negara yang mengharuskan para pelajar untuk melengkapi vaksinasinya sebelum melanjutkan studinya ke negara tersebut.

    Herd immunity melindungi masyarakat

    Salah satu tujuan pemberian vaksin adalah untuk mencapai herd immunity, yaitu ketika sebagian besar populasi kebal terhadap penyakit menular tertentu sehingga memberikan perlindungan tidak langsung atau kekebalan kelompok bagi mereka yang tidak kebal terhadap penyakit menular tersebut.

    Dengan herd immunity maka orang yang mungkin tidak dapat menerima vaksin karena kondisi tertentu tetap terlindungi dari penyakit tersebut karena komunitas di sekitarnya.

    Dapatkan Vaksinasi Flu mudah dan cepat, bisa panggil  ke rumah. Info lebih lanjut cek: Vaksinasi Flu dari Prosehat

    Lengkapi vaksinasi sebelum kuliah di luar negeri

    Persiapan vaksin yang perlu dilengkapi untuk setiap negara berbeda-beda, pastikan Anda sudah tahu syarat vaksinasi untuk negara yang dituju.

    Misalnya, untuk pelajar yang akan melanjutkan kuliahnya ke United Kingdom, direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin berikut sebelum keberangkatan:

    1. Polio
    2. Tdap
    3. Influenza
    4. MMR
    5. Hepatitis A
    6. Hepatitis B
    7. Varicella
    8. HPV
    9. Meningitis
    10. Covid-19

    Sedangkan, negara-negara tujuan di Asia memiliki pola penyakit yang berbeda sehingga rekomendasi vaksinasinya juga berbeda. Selain jenis vaksin di atas, perlu pula ditambahkan vaksin berikut:

    1. Japanese encephalitis
    2. Tifoid
    3. Rabies

    Jangan lupa juga untuk melengkapi dosis vaksin Covid-19 karena sudah merupakan syarat pasti untuk bepergian ke luar negeri.

    Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia dan berbagai negara di dunia sudah memberikan izin penggunaan darurat pada 10 jenis vaksin COVID-19, yakni Sinovac, Astrazeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer, Novavax, Sputnik-V, Janssen, Convidencia, dan Zifivax. Vaksin Covid-19 bisa Anda dapatkan di Puskesmas, klinik, atau rumah sakit terdekat.

    Baca Juga: Persyaratan Vaksin yang Wajib Sebelum Kuliah di Amerika

    Vaksinasi beberapa bulan sebelum keberangkatan

    Sebagian vaksin membutuhkan dosis multipel dengan jarak waktu beberapa minggu antara dosis pertama ke berikutnya untuk dapat mendapatkan efek perlindungan yang optimal.

    Maka, disarankan agar Anda melakukan vaksinasi dari jauh-jauh hari, minimal 8-12 minggu sebelum keberangkatan.

    Bila Anda tidak yakin harus mempersiapkan vaksin apa saja, Anda dapat menghubungi kedutaan negara tersebut atau universitas yang dituju untuk informasi lebih lanjut.

    Konsultasi dokter untuk jadwal vaksinasi

    Apabila Anda sudah menentukan negara yang dituju dan sudah mengetahui syarat vaksinasi yang diperlukan, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk melakukan vaksinasi.

    Terdapat beberapa vaksin yang mungkin sudah diberikan saat Anda masih kecil, sehingga pemeriksaan antibodi untuk vaksin tersebut diperlukan untuk mengetahui Anda memerlukan booster atau tidak.

    Baca Juga: 5 Manfaat Vaksin Tifoid Buat Kamu yang Doyan Travelling

    Sahabat Sehat, vaksin merupakan salah satu metode yang dinilai efektif untuk mencegah penyakit menular. Pastikan Anda telah melengkapi vaksinasi Anda sebelum berangkat kuliah ke luar negeri agar terlindungi selama menetap di sana. Konsultasikan dengan dokter untuk saran jadwal vaksinasi yang terbaik.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi ke rumah, pemeriksaan kesehatan, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

     

    1. Why vaccination is safe and important [Internet]. nhs.uk. 2022.
    2. Infeksi Emerging Kementerian Kesehatan RI [Internet]. Infeksiemerging.kemkes.go.id. 2022. 
    3. Studying Abroad [Internet]. cdc.gov. 2022.
    4. TENTANG VAKSINASI COVID-19 [Internet]. covid19.go.id. 2022.

     

    Ditulis oleh: dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

    Read More
  • Banyak orang tua merasa khawatir ketika membawa anak usia balita (bawah umur lima tahun) bepergian dengan pesawat. Ketakutan seperti balita yang rewel sepanjang jalan sehingga mengganggu penumpang lainnya membuat banyak orang tua mempertimbangkan untuk membuat anak tertidur sebelum naik pesawat terbang. Memberi obat tidur bukan cara yang bijaksana, karena masih banyak tips yang dapat membuat […]

    7 Tips Bantu Balita Tetap Tenang Saat Terbang

    Banyak orang tua merasa khawatir ketika membawa anak usia balita (bawah umur lima tahun) bepergian dengan pesawat. Ketakutan seperti balita yang rewel sepanjang jalan sehingga mengganggu penumpang lainnya membuat banyak orang tua mempertimbangkan untuk membuat anak tertidur sebelum naik pesawat terbang. Memberi obat tidur bukan cara yang bijaksana, karena masih banyak tips yang dapat membuat anak Anda tenang bahkan tidur secara alami selama terbang.

    7 Tips Bantu Balita Tetap Tenang Saat Terbang

    7 Tips Bantu Balita Tetap Tenang Saat Terbang

    1. Perjalanan Pada Waktu Tidur Siang / Malam

    Rencanakan perjalanan saat jam tidur siang atau beberapa jam sebelum waktu tidur malam mereka. Jika perjalanan Anda di dalam pesawat hanya memakan waktu sekitar 2-3 jam, maka pastikan untuk membuat anak nyaman saat tidurnya jika Anda tidak ingin dikejutkan dengan isak tangisnya hanya karena tidurnya yang kurang nyaman.

    2. Siapkan Cemilan

    Bawa benda-benda favorit anak yang akan mengalihkan perhatiannya saat perjalanan. Ketika pesawat mulai terbang dan balita terlelap, pastikan Anda sudah mempersiapkan kemungkinan yang akan terjadi ketika ia terbangun dari tidurnya. You know your children. Ada beberapa anak yang bisa menjadi tenang kembali dengan makanan setelah menangis histeris. Sediakan coklat, permen, kue atau susu hangat yang menjadi kesenangan si kecil selama perjalanan. Perut yang kenyang dapat membawa balita Anda kembali ke dalam lelapnya.

    Pastikan anak sudah mendapatkan vaksinasi flu sebelum berlibur: Paket Vaksinasi Flu Anak 4 Strain ke Rumah

    3. Biarkan Anak Bermain Sepuasnya Sebelum Terbang

    Beberapa jam sebelum waktu tidurnya, yang juga menjadi jadwal Anda terbang, biarkan anak Anda yang hiperaktif untuk bermain sepuasnya. Ketika mereka kelelahan, jangan lupa beri susu hangat agar tidurnya semakin nyenyak. Hal ini dipercaya efektif untuk membuat balita Anda terlelap saat di pesawat.

    4. Buat Balita Nyaman Selama di Pesawat

    Persiapkan benda-benda wajib kebutuhan si kecil seperti popok, baju hangatnya, selimut hangatnya, botol susu ekstra, dan susu bubuk kesukaannya untuk mendukung balita tetap terlelap tidur selama di dalam pesawat. Kondisikan bangku pesawat Anda sama nyaman dengan ranjang tidurnya.

    5. Pastikan Stok Susu Hangat Tersedia

    Balita Anda akan terlelap dengan cepat dengan susu hangat. Pastikan sebelum boarding, stok susu balita Anda mencukupi hingga pesawat landing. Sediakan 4-5 botol susu hangat sehingga selama perjalanan di dalam pesawat balita Anda akan sibuk minum susu. Dan dengan perut yang kenyang, mereka akan dengan mudah terlelap.

    Baca Juga: Persiapan Mengajak Si Kecil Berlibur ke Luar Negeri di Masa Transisi Covid-19

    6. Siap Sedia Kotak P3K Anak

    Jika kotak p3k atau obat-obatan tertentu diperbolehkan untuk dibawa ke dalam bagasi pesawat Anda, pastikan salah satu obatnya dapat membantu anak Anda tertidur dengan lelap. Seperti contohnya adalah penghangat tubuhnya berupa salep yang juga menjadi bagian dari kotak p3k anak Anda. Cek di sini untuk list obat-obatan penting untuk balita selama perjalanan di dalam pesawat.

    7. Sediakan Bangku Khusus

    Terkadang balita Anda yang sudah cukup besar memerlukan bangku tersendiri di dalam pesawat. Jika memungkinkan, sebelum melakukan perjalanan, pastikan kepada airline terkait untuk penyediaan bangku tambahan bagi si kecil. Dengan bangku khusus di dalam pesawat, diharapkan anak lebih tenang.

    7 tips di atas dapat dilakukan jika jadwal penerbangan Anda hanya sekitar 2-3 jam. Balita Anda tidak perlu diberi obat tidur karena bisa saja malah membahayakan kesehatannya. Namun jika memang diperlukan, konsultasikan dengan dokter Anda untuk tahu jenis obat apa yang aman untuk digunakan selama balita berada di dalam pesawat terbang. Pastikan juga balita Anda sedang tidak sakit flu karena dengan naik pesawat terbang, balita dengan flu berat dapat mengancam keselamatannya.

    Selamat terbang dengan aman dan tenang bersama anak balita Anda.

    Baca juga: Aturan Mudik Diperbarui, Anak Tak Perlu Antigen untuk Mudik

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan vaksinasi dewasa dan anak, konsultasi dokter, pemeriksaan laboratorium, obat-obatan, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 0811-1816-800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    • Is It Safe to Sedate My Baby For Travel?
    • Traveling with a Toddler: How to Help Them Sleep on a Plane
    • How to Prepare For a Long Haul Flight with a Baby
    • Packing Checklist for Traveling with Baby
    Read More
  • Berpuasa di bulan Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap umat muslim. Namun, terdapat beberapa kriteria orang yang boleh atau diizinkan untuk tidak berpuasa, salah satunya adalah ibu hamil. Baca Juga: 7 Tips Aman Hamil di Masa Pandemi Ibu hamil boleh atau diizinkan tidak berpuasa karena dinilai ketika dalam kondisi tersebut, janin di dalam kandungannya membutuhkan banyak […]

    Tips Berpuasa Bagi Ibu Hamil Seperti Apa?

    Berpuasa di bulan Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap umat muslim. Namun, terdapat beberapa kriteria orang yang boleh atau diizinkan untuk tidak berpuasa, salah satunya adalah ibu hamil.

    Tips Berpuasa Bagi Ibu Hamil Seperti Apa

    Tips Berpuasa Bagi Ibu Hamil Seperti Apa?

    Baca Juga: 7 Tips Aman Hamil di Masa Pandemi

    Ibu hamil boleh atau diizinkan tidak berpuasa karena dinilai ketika dalam kondisi tersebut, janin di dalam kandungannya membutuhkan banyak nutrisi.

    Namun, apabila ibu hamil ingin tetap berpuasa, terdapat tips berpuasa bagi ibu hamil, sebagai berikut:

    Konsultasi ke Dokter

    Jika Sahabat Sehat yang sedang hamil ingin tetap berpuasa, sebaiknya harus mendiskusikan dulu dengan bidan atau dokter, terkait kondisi yang memungkinkan atau tidak untuk berpuasa.

    Selain itu, ibu hamil juga perlu melakukan pemeriksaan kesehatan, yang berguna untuk mengidentifikasi potensi komplikasi yang mungkin terjadi saat berpuasa. Dengan menemui bidan atau dokter, ibu hamil bisa mendapatkan masukan atau nasehat agar kesehatan bayi tetap terjaga selama ibu hamil berpuasa.

    Produk Terkait: Jual Kebutuhan Ibu Hamil

    Menjaga Cairan Tubuh

    Sampai saat ini, belum terdapat penelitian mengenai perbedaan kondisi bayi yang lahir dari ibu berpuasa dan ibu yang tidak berpuasa selama bulan Ramadan.

    Meskipun begitu, puasa sendiri tetap dapat meningkatkan risiko dehidrasi, apalagi bulan Ramadan bertepatan dengan musim panas. Hal tersebut bisa mempengaruhi fungsi ginjal dan jumlah cairan di sekitar bayi.

    Maka dari itu, tips berpuasa bagi ibu hamil salah satunya adalah dengan tetap menjaga cairan tubuh. WHO tidak merekomendasikan minuman yang bisa memicu urine berlebih. Contohnya seperti kopi, teh, maupun minuman bersoda. Ibu hamil harus ingat bahwa selama kehamilan jumlah cairan yang dibutuhkan tubuhnya bisa bertambah.

    Selain minum banyak cairan, Sahabat Sehat bisa mengonsumsi makanan dengan kandungan air yang tinggi, seperti buah-buahan, sayuran, sup, dan lain-lain.

    Makanan tersebut bisa dijadikan menu sahur dan berbuka puasa. Saat ibu hamil berpuasa juga jangan terlalu banyak mengonsumsi makanan asin, terutama di waktu sahur atau pagi hari, hal tersebut bisa membuat ibu hamil menjadi mudah haus.

    Penuhi Kebutuhan Nutrisi

    Tips berpuasa bagi ibu hamil selanjutnya adalah dengan tetap menjaga kebutuhan nutrisi. Menjaga kebutuhan nutrisi bukan berarti harus makan dalam jumlah yang banyak, namun diutamakan memiliki gizi dan nutrisi yang cukup.

    Nutrisi yang harus terpenuhi bagi ibu hamil saat berpuasa, seperti zat besi yang bisa dikonsumsi melalui daging merah dan sayuran hijau.

    Kemudian kalsium, pada trimester tiga, biasanya pertumbuhan tulang bayi sangatlah cepat, sehingga kebutuhan kalsium ibu hamil juga ikut meningkat.

    Ibu hamil harus mencukupi kebutuhan kalsiumnya sebesar 1.200 mg per hari. Kalsium sendiri bisa didapat dengan mengonsumsi susu, yogurt, keju, ikan beserta dengan tulangnya (ikan teri dan sarden), dan sayuran hijau.

    Baca Juga: 10 Makanan Sehat untuk Ibu Hamil

    Saat ibu hamil berpuasa juga harus mendapat nutrisi asam lemak dan kolin, yang diperlukan dalam perkembangan otak dan sistem saraf janin. Makanan yang memiliki sumber asam lemak dan kolin antara lain, salmon, tuna, sarden, dan telur yang kaya akan omega-3.

    Selain itu, nutrisi yang dibutuhkan selanjutnya adalah seng, kebutuhan seng yang terpenuhi bisa mencegah ibu hamil melahirkan bayi yang prematur. Sumber mineral seng bisa Sahabat Sehat dapat dari daging merah, seafood, sayuran hijau, dan kacang-kacangan.

    Ibu hamil juga bisa memilih menu sahur yang ideal dengan mengonsumsi tiga butir kurma, agar kadar gula tetap normal atau pisang yang membuat perut kenyang lebih lama.

    Selain itu, susu juga direkomendasikan dikonsumsi, karena mengandung vitamin dan mineral. Hindari makanan yang tinggi lemak, karena makanan yang tinggi lemak tidak mengandung nutrisi yang cukup untuk kebutuhan yang ibu hamil dan bayinya. Terlalu banyak makan makanan yang berlemak juga bisa menyebabkan kita terkena sembelit dan gangguan pencernaan lainnya.

    Konsumsi Air Putih Lebih Banyak

    Konsumsi air putih lebih banyak juga merupakan salah satu tips berpuasa bagi ibu hamil. Bahkan, minum air putih tidak hanya dibutuhkan bagi ibu hamil saja, namun semua orang.

    Karena dehidrasi bukanlah kondisi yang baik bagi metabolisme tubuh manusia. Selain itu, jika ibu hamil kekurangan air putih, perkembangan janin pun akan terhambat nantinya.

    Ibu hamil harus tetap memenuhi asupan cairan minimal 2 liter per hari atau yang setara dengan delapan gelas air putih per hari. Hal tersebut bertujuan untuk menghindari dehidrasi selama ibu hamil berpuasa. Hal tersebut dapat disiasati dengan konsumsi air putih yang banyak saat sahur. 

    Jangan Lupa Sahur

    Biasanya banyak orang malas untuk makan sahur, karena masih mengantuk. Namun, salah satu tips berpuasa bagi ibu hamil adalah tidak melewatkan sahur. Karena sahur sangat penting dilakukan yang bisa menjadi sumber energi di siang hari atau saat berpuasa.

    Dengan ibu hamil makan yang cukup saat sahur, bisa menyempurnakan kebutuhan energi hariannya selama berpuasa.

    Serta juga bisa membantu mencegah perasaan lapar dan haus di siang hari saat berpuasa. Selain itu, apabila tidak melewatkan sahur bisa mencegah Sahabat Sehat dari sakit kepala, pusing, sembelit, lemas, dan mudah mengantuk.

    Jangan Lakukan Aktivitas Fisik Berat

    Selama berpuasa, ibu hamil sebaiknya menghindari melakukan kegiatan yang menguras tenaga. Melakukan aktivitas fisik yang berat bisa membuat tubuh ibu hamil menjadi lemas dan memicu stres.

    Tips berpuasa bagi ibu hamil yang satu ini sangatlah penting, apalagi jika Sahabat Sehat merupakan seorang wanita karir. Coba bicarakan dengan atasan mengenai pengelolaan waktu pekerjaan selama Bulan Ramadan.

    Jika Sahabat Sehat sudah mulai atau merasa lelah, segeralah minum yang banyak cairan sudah berbuka puasa. Hal tersebut bisa mengembalikan kondisi tubuh ibu hamil menjadi seperti semula.

    Hindari Kafein

    Meskipun tidak berpuasa sekalipun, ibu hamil sangat tidak disarankan untuk mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung tinggi kafein, seperti teh, kopi, dan cokelat.

    Karena konsumsi teh dan kopi bisa menyebabkan gangguan penyerapan zat besi dalam tubuh. Apabila ingin meminumnya, batasi konsumsi kafein dengan tidak lebih dari 200mg per hari atau setara dengan dua cangkir kopi instan.

    Baca Juga: 10 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Ibu Hamil

    Nah, Sahabat Sehat sudah tahu ‘kan tips berpuasa bagi ibu hamil. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat ya, bagi Sahabat Sehat, terlebih lagi di saat bulan Ramadan seperti ini. Semoga Sahabat Sehat diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa, ya!

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan vaksinasi dewasa dan anak, konsultasi dokter, pemeriksaan laboratorium, obat-obatan, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 0811-1816-800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Tips Puasa bagi Ibu atau Wanita Hamil [Internet].kompas.com. 2021.
    2. 8 Tips Puasa untuk Ibu Hamil agar Kandungan Tetap Aman [Internet]. Cnnindonesia.com. 2020.
    3. 5 Tips Puasa Bagi Ibu Hamil Tua, Aman Bagi Ibu dan Bayi [Internet]. Liputan6.com. 2021.
    Read More
Chat Dokter 24 Jam