Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Keputihan, Waspadai Penyebab dan Jenisnya!

Keluarnya cairan dari vagina sering kita sebut dengan keputihan.  Cairan yang keluar berfungsi agar vagina tetap bersih dan lembab dan menjaganya dari infeksi. Pada dasarnya keputihan pada wanita dapat bersifat normal dan abnormal. Keputihan normal hampir dialami oleh semua wanita dan anak perempuan. Biasanya keputihan yang normal terjadi sesuai dengan proses siklus menstruasi. Gejala keputihan yang normal adalah tidak berbau, jernih (antara bening hingga puth susu), tidak gatal, dan tidak perih. Lain halnya dengan keputihan yang abnormal.

keputihan

Baca Juga: Benarkah keputihan Pertanda Kanker Serviks?

Sebaliknya, keputihan abnormal terjadi akibat adanya infeksi dari berbagai mikro organisme, seperti bakteri, jamur, atau parasit. Keputihan abnormal iditandai dengan banyaknya cairan yang keluar, berwarna pulih kekuningan, kuning kehijauan, terasa gatal  perih dan sensasi terbakar pada vagina, disertai bau amis atau busuk. Warna cairan yang keluar pun berbeda tergantung penyebabnya.

Apa saja penyebab keputihan abnormal?

Keputihan abnormal dapat disebabkan karena infeksi organisme berikut:

  • Bakteri Vaginosis

Infeksi bakteri yang cukup umum ini disebabkan oleh meningkatnya keputihan yang memliki bau kuat, seperti amis, dan bau busuk. Biasanya yang memiliki risiko terinfeksi tinggi oleh bakteri  ini adalah wanita yang melakukan oral seks atau memiliki banyak pasangan seksual.

  • Trikomoniasis

Infeksi jenis ini disebabkan oleh protozoa. Infeksi ini menyebar melalui hubungan seksual, dan dapat pula ditularkan dengan berbagi handuk atau pakaian renang. Gejala dari infeksi ini adalah cairan yang kuning kehijauan dengan bau busuk, rasa nyeri, dan gatal pada vagina.

  • Infeksi Jamur

Cairan yang dihasilkan oleh infeksi jamur ini adalah cairan putih seperti gumpalan keju, selain itu infeksi ini juga menimbulkan sensasi terbakar dan gatal. Hal ini disebabkan oleh adanya penyakit diabetes, penggunaan pil KB, sedang hamil, konsumsi antibiotik jangka panjang, gonore, dan klamida (infeksi menular seksual atau IMS).

  • Penyakit Radang Panggul (PID)

Infeksi ini sering menular melalui hubungan seksual. Infeksi ini terjadi ketika bakteri menyebar ke vagina dan ke organ reproduksi lainnya sehingga menghasilkan cairan yang berat dan berbau busuk.

  • Human Papillomairus(HPV) atau Kanker Serviks

Infeksi ini disebarkan melalui hubungan seksual. Walaupun tidak memiliki gejala, jens infeksi ini dapat mengeluarkan cairan berdarah, coklat, atau encer dengan bau yang tidak sedap.

Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV

  • Atrofi Vagina (Atrofik Vaginitis)

Penipisan dan peradangan pada dinding vagina akibat menurunnya kadar estrogen. Peradangan ini paling sering terjadi setelah menopause atau saat sedang menyusui. Gejala yang sering ditemui adalah vagina kering dan terasa terbakar, berair sensasi panas saat buang air kecil, pendarahaan setelah hubungan seksual, dan ketidaknyamanan saat berhubungan seksual.

  • Candida

Infeksi ini disebabkan oleh  jamur Candida albicans yang mengakibatkan adanya perubahan nilai pH pada vagina atau perubahan hormon di dalam tubuh, misalnya, selama kehamilan, akibat diabetes atau melemahnya sistem kekebalan tubuh, mengonsumsi antibiotik, penggunaan steroid atau imunosupresan dalam jangka panjang. Tanda yang ditimbulkan oleh infeksi ini adalah warna merah atau pembengkakan pada vagina, cairan keputihan mirip keju atau kembang tahu yang sangat gatal di sekitar area genital.

Baca Juga: Keputihan dan Komplikasinya

Jenis–jenis Keputihan

Keputihan dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan warna dan kepekatannya.

  1. Putih

Cairan berwarna putih pada fase awal dan akhir siklus menstruasi adalah normal. Tetapi, apabila keputihan disertai gatal dengan terlihat seperti gumpalan yang kental, itu adalah keputihan abnormal dan perlu perawatan. Keputihan jenis ini merupakan indikasi adanya infeksi jamur.

  1. Jernih dan Berair

Cairan berwarna jernih dan encer adalah hal yang wajar. Keputihan seperti ini bisa terjadi kapan saja setiap bulan, biasanya sering terjadi setelah melakukan aktifitas atau kegiatan yang berat.

  1. Bening dan Elastis

Keputihan jenis ini menunjukan bahwa kemungkinan besar anda berovulasi dan ini adalah jenis keputihan yang normal.

  1. Coklat dan Berdarah

Peristiwa keluarnya cairan coklat disertai darah ini ini biasanya normal apabila terjadi selama atau setelah siklus menstruasi. Namun dalam kasus tertentu cairan seperti ini bisa menjadi tanda adanya kanker endometrium atau serviks. Namun, bisa juga terjadinya masalah seperti fibroid atau pertumbuhan abnormal lainnya. Jika hal ini terjadi kepada anda, segeralah periksa ke dokter.

  1. Kuning kehijauan

Warna keputihan ini mirip dengan fases (kotoran). Jenis keputihan ini kemungkinan adanya infeksi trikomoniasis, dan biasanya menyebar melalui hubungan seksual.

Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturannya?

Hal–hal yang perlu diperhatikan dalam mencegah keputihan, yaitu:

  • Menjalankan gaya hidup yang sehat dan jaga kebersihan pribadi
  • Gunakan pakaian dalam dari bahan katun dan hindari celana ketat
  • Hindarkan penggunaan sabun yang dapat memicu alergi
  • Keringkan area genital atau anus dari depan ke belakang, hindari bilas vagina
  • Besihkan dan cuci vagina sebelum berhubungan seks dan berkemih atau buang air kecil setelahnya
  • Berhubungan seksual pada satu pasangan, dan beraktivitas seks dengan aman menggunakan kondom

Nah, Sahabat itulah mengenai keputihan. Apabila Sahabat merasa keputihan yang dimiliki mengarah ke kanker HPV, yuk segera lakukan vaksinasi HPV di Prosehat, yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

  • Produk dijamin asli
  • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
  • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
  • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
  • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
  • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Referensi:

  1. (COVID-19) C, Health E, Disease H, Disease L, Management P, Conditions S et al. Vaginal Discharge: What’s Abnormal? [Internet]. WebMD. 2021 [cited 25 January 2021]. Available from: https://www.webmd.com/women/guide/vaginal-discharge-whats-abnormal#1
  2. What to Know About Vaginal Discharge [Internet]. Healthline. 2021 [cited 25 January 2021]. Available from: https://www.healthline.com/symptom/vaginal-discharge#home-remedies
  3. [Internet]. Ejournal.poltekkes-denpasar.ac.id. 2021 [cited 25 January 2021]. Available from: http://www.ejournal.poltekkes-denpasar.ac.id/index.php/JSH/article/download/67/33
  4. Vaginal discharge [Internet]. nhs.uk. 2021 [cited 25 January 2021]. Available from: https://www.nhs.uk/conditions/vaginal-discharge/
  5. Atrofi Vagina [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 25 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/penyakit/d-1272046/atrofi-vagina
  6. Family Health Service – Vaginitis [Internet]. Fhs.gov.hk. 2021 [cited 21 January 2021]. Available from: https://www.fhs.gov.hk/english/other_languages/bahasa_indonesia/women_health/women_health/12124.html

 

Chat Asisten Maya
di Prosehat.com