Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ keputihan”

  • Menjaga reproduksi kesehatan wanita merupakan hal yang paling penting di masa sekarang. Kesehatan reproduksi merupakan suatu keadaan sejahtera fisik, mental, dan sosial secara utuh tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan dalam suatu yang berkaitan dengan sistem reproduksi. Baca Juga: Siap Nikah? Lakukan 5 Persiapan Kesehatan Ini! Dalam kehidupan, kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan sehat […]

    Pentingnya Menjaga Reproduksi Kesehatan Wanita

    Menjaga reproduksi kesehatan wanita merupakan hal yang paling penting di masa sekarang. Kesehatan reproduksi merupakan suatu keadaan sejahtera fisik, mental, dan sosial secara utuh tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan dalam suatu yang berkaitan dengan sistem reproduksi.

    menjaga reproduksi kesehatan wanita

    Baca Juga: Siap Nikah? Lakukan 5 Persiapan Kesehatan Ini!

    Dalam kehidupan, kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan sehat secara menyeluruh yang mencakup fisik, mental, dan kehidupan sosial yang berkaitan dengan alat.

    Fungsi dari proses reproduksi sendiri bukanlah kondisi yang terbebas dari penyakit, melainkan bagaimana seseorang dapat memiliki kehidupan seksual yang aman dan memuaskan sebelum dan sesudah menikah.

    Tujuan Menjaga Reproduksi Kesehatan Wanita

    Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2014 Kesehatan Reproduksi yang menjamin setiap orang berhak memperoleh pelayanan kesehatan reproduksi yang bermutu, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan, dimana peraturan ini juga menjamin kesehatan perempuan dalam usia reproduksi sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, berkualitas yang nantinya berdampak pada penurunan Angka Kematian Ibu (AKI).

    Berdasarkan peraturan diatas bahwa tujuan utamanya adalah untuk memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif kepada perempuan termasuk kehidupan seksual dan hak-hak reproduksi perempuan sehingga dapat meningkatkan kemandirian perempuan dalam mengatur fungsi dan proses reproduksinya yang pada akhirnya dapat membawa pada peningkatan kualitas hidupnya itu sendiri.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV

    Dukungan yang dapat menunjang wanita untuk membuat keputusan yang berkaitan dengan proses reproduksi berupa pengadaan informasi dan pelayanan yang dapat memenuhi kebutuhan untuk mencapai kesehatan reproduksi secara optimal. Berikut tujuan utama menjaga reproduksi kesehatan wanita:

    – Meningkatnya kemandirian wanita dalam memutuskan peran dan fungsi reproduksinya

    – Meningkatnya hak dan tanggung jawab sosial wanita dalam menentukan kapan hamil, jumlah dan jarak kehamilan.

    – Meningkatnya peran dan tanggung jawab sosial pria terhadap akibat dari perilaku seksual dan fertilitasnya kepada kesehatan dan kesejahteraan pasangan dan anak-anaknya.

    Dampak Apabila Tidak Menjaga Reproduksi Kesehatan Wanita

    Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam menjaga Kesehatan reproduksi adalah kebersihan di area intim, terutama saat menjelang datang bulan. Pada saat haid, kelembaban di area intim meningkat karena pembalut yang menampung darah. Wanita disarankan untuk sering mengganti pembalut, agar tidak terkena infeksi dan menjaga kebersihan diri.

    Adapun risiko kesehatan yang mungkin terjadi jika tidak menjaga kesehatan alat reproduksi yaitu akan lebih rentan terkena infeksi atau peradangan, infeksi jamur yang memiliki gejala seperti gatal, rasa terbakar, iritasi, bau tidak sedap bahkan keputihan.

    Baca Juga: Hubungan Antara Siklus Kehidupan dan Kesehatan Wanita

    Cara Menjaga Reproduksi Kesehatan Wanita

    Berikut cara-cara untuk menjaga reproduksi kesehatan wanita:

    – Menggunakan handuk yang lembut, kering, bersih, tidak berbau atau lembab untuk menjaga reproduksi wanita

    – Memakai celana dalam dengan bahan yang mudah menyerap keringat

    – Pakaian dalam diganti minimal 2 kali dalam sehari

    – Sesudah buang air kecil, bersihkan alat kelamin sebaiknya dilakukan dari arah depan menuju belakang. Hal ini berfungsi agar kuman yang terdapat pada anus tidak masuk kedalam organ reproduksi.

    Oleh sebab itu, setiap wanita wajib bertanggung jawab menjaga kesehatan reproduksinya sendiri dengan menerapkan perilaku yang sehat setiap harinya.

    Sistem reproduksi yang sehat menjadi salah satu keharusan bagi wanita, terlebih lagi mereka menginginkan kesuburan ada dirinya. Makan, minum, olahraga, dan menjaga metabolisme tubuh memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tersebut.

    Tips Menjaga Kesehatan Reproduksi Wanita

    Nah, sahabat ada beberapa tips bagi Anda untuk menjaga kesehatan reproduksi, antara lain:

    – Menjaga Berat Badan

    Menjaga berat badan merupakan hal sangat penting, terlebih lagi jika ingin merencanakan kehamilan. Bila memiliki berat badan yang berlebihan, maka tubuh tidak menghasilkan cukup estrogen dan sistem reproduksi akan terganggu.

    – Tidak merokok

    Merokok sangat tidak baik bagi kesehatan, baik pria maupun wanita. Ketika kalian merokok, dapat merusak perkembangan estrogen dalam tubuh. Hal ini dapat menimbulkan sel telur yang terdapat dalam tubuh akan mengalami kelainan genetik.

    – Berhubungan seks yang aman

    Para ahli menyatakan, penyakit menular yang diakibatkan melalui seksual dapat membuat organ reproduksi tidak subur. Oleh karena itu, penting untuk melakukan seks dengan aman. Jangan berganti pasangan untuk melakukan hubungan seks.

    – Pola hidup sehat

    Makan makanan yang sehat, olahraga teratur dan manajemen stres akan membuat sistem reproduksi tetap sehat dan sistem tubuh dalam kondisi baik.

    Baca Juga: Healthy Sexual Life in Women

    Jadi, Sahabat Sehat sudah paham kan akan pentingnya menjaga reproduksi kesehatan wanita? Kalau sudah paham, mari lebih menjaga reproduksi kesehatan yuk, agar tubuh ini menjadi lebih sehat dan bebas dari penyakit.

    Supaya kesehatan reproduksi terjaga terutama dari virus HPV, yuk Sahabat mari vaksinasi HPV di Prosehat, yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Republika Online. 2021. 4 Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi Wanita |Republika Online. [online] Available at: <https://republika.co.id/berita/nsw4v7359/4-cara-menjaga-kesehatan-reproduksi-wanita> [Accessed 29 January 2021].
    2. bantulkab.go.id. 2021. Kesehatan Reproduksi Remaja – DPPKBPMD Bantul. [online] Available at: <https://dppkbpmd.bantulkab.go.id/kesehatan-reproduksi-remaja/> [Accessed 29 January 2021].
    3. Direktorat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 2021. Pentingnya Menjaga Kebersihan Alat Reproduksi. [online] Available at: <https://promkes.kemkes.go.id/pentingnya-menjaga-kebersihan-alat-reproduksi> [Accessed 29 January 2021].
    4. [online] Available at: <http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wp-content/uploads/2017/08/Kespro-dan-KB-Komprehensi.pdf> [Accessed 29 January 2021].
    Read More
  • Keluarnya cairan dari vagina sering kita sebut dengan keputihan.  Cairan yang keluar berfungsi agar vagina tetap bersih dan lembab dan menjaganya dari infeksi. Pada dasarnya keputihan pada wanita dapat bersifat normal dan abnormal. Keputihan normal hampir dialami oleh semua wanita dan anak perempuan. Biasanya keputihan yang normal terjadi sesuai dengan proses siklus menstruasi. Gejala keputihan […]

    Keputihan, Waspadai Penyebab dan Jenisnya!

    Keluarnya cairan dari vagina sering kita sebut dengan keputihan.  Cairan yang keluar berfungsi agar vagina tetap bersih dan lembab dan menjaganya dari infeksi. Pada dasarnya keputihan pada wanita dapat bersifat normal dan abnormal. Keputihan normal hampir dialami oleh semua wanita dan anak perempuan. Biasanya keputihan yang normal terjadi sesuai dengan proses siklus menstruasi. Gejala keputihan yang normal adalah tidak berbau, jernih (antara bening hingga puth susu), tidak gatal, dan tidak perih. Lain halnya dengan keputihan yang abnormal.

    keputihan

    Baca Juga: Benarkah keputihan Pertanda Kanker Serviks?

    Sebaliknya, keputihan abnormal terjadi akibat adanya infeksi dari berbagai mikro organisme, seperti bakteri, jamur, atau parasit. Keputihan abnormal iditandai dengan banyaknya cairan yang keluar, berwarna pulih kekuningan, kuning kehijauan, terasa gatal  perih dan sensasi terbakar pada vagina, disertai bau amis atau busuk. Warna cairan yang keluar pun berbeda tergantung penyebabnya.

    Apa saja penyebab keputihan abnormal?

    Keputihan abnormal dapat disebabkan karena infeksi organisme berikut:

    • Bakteri Vaginosis

    Infeksi bakteri yang cukup umum ini disebabkan oleh meningkatnya keputihan yang memliki bau kuat, seperti amis, dan bau busuk. Biasanya yang memiliki risiko terinfeksi tinggi oleh bakteri  ini adalah wanita yang melakukan oral seks atau memiliki banyak pasangan seksual.

    • Trikomoniasis

    Infeksi jenis ini disebabkan oleh protozoa. Infeksi ini menyebar melalui hubungan seksual, dan dapat pula ditularkan dengan berbagi handuk atau pakaian renang. Gejala dari infeksi ini adalah cairan yang kuning kehijauan dengan bau busuk, rasa nyeri, dan gatal pada vagina.

    • Infeksi Jamur

    Cairan yang dihasilkan oleh infeksi jamur ini adalah cairan putih seperti gumpalan keju, selain itu infeksi ini juga menimbulkan sensasi terbakar dan gatal. Hal ini disebabkan oleh adanya penyakit diabetes, penggunaan pil KB, sedang hamil, konsumsi antibiotik jangka panjang, gonore, dan klamida (infeksi menular seksual atau IMS).

    • Penyakit Radang Panggul (PID)

    Infeksi ini sering menular melalui hubungan seksual. Infeksi ini terjadi ketika bakteri menyebar ke vagina dan ke organ reproduksi lainnya sehingga menghasilkan cairan yang berat dan berbau busuk.

    • Human Papillomairus(HPV) atau Kanker Serviks

    Infeksi ini disebarkan melalui hubungan seksual. Walaupun tidak memiliki gejala, jens infeksi ini dapat mengeluarkan cairan berdarah, coklat, atau encer dengan bau yang tidak sedap.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV

    • Atrofi Vagina (Atrofik Vaginitis)

    Penipisan dan peradangan pada dinding vagina akibat menurunnya kadar estrogen. Peradangan ini paling sering terjadi setelah menopause atau saat sedang menyusui. Gejala yang sering ditemui adalah vagina kering dan terasa terbakar, berair sensasi panas saat buang air kecil, pendarahaan setelah hubungan seksual, dan ketidaknyamanan saat berhubungan seksual.

    • Candida

    Infeksi ini disebabkan oleh  jamur Candida albicans yang mengakibatkan adanya perubahan nilai pH pada vagina atau perubahan hormon di dalam tubuh, misalnya, selama kehamilan, akibat diabetes atau melemahnya sistem kekebalan tubuh, mengonsumsi antibiotik, penggunaan steroid atau imunosupresan dalam jangka panjang. Tanda yang ditimbulkan oleh infeksi ini adalah warna merah atau pembengkakan pada vagina, cairan keputihan mirip keju atau kembang tahu yang sangat gatal di sekitar area genital.

    Baca Juga: Keputihan dan Komplikasinya

    Jenis–jenis Keputihan

    Keputihan dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan warna dan kepekatannya.

    1. Putih

    Cairan berwarna putih pada fase awal dan akhir siklus menstruasi adalah normal. Tetapi, apabila keputihan disertai gatal dengan terlihat seperti gumpalan yang kental, itu adalah keputihan abnormal dan perlu perawatan. Keputihan jenis ini merupakan indikasi adanya infeksi jamur.

    1. Jernih dan Berair

    Cairan berwarna jernih dan encer adalah hal yang wajar. Keputihan seperti ini bisa terjadi kapan saja setiap bulan, biasanya sering terjadi setelah melakukan aktifitas atau kegiatan yang berat.

    1. Bening dan Elastis

    Keputihan jenis ini menunjukan bahwa kemungkinan besar anda berovulasi dan ini adalah jenis keputihan yang normal.

    1. Coklat dan Berdarah

    Peristiwa keluarnya cairan coklat disertai darah ini ini biasanya normal apabila terjadi selama atau setelah siklus menstruasi. Namun dalam kasus tertentu cairan seperti ini bisa menjadi tanda adanya kanker endometrium atau serviks. Namun, bisa juga terjadinya masalah seperti fibroid atau pertumbuhan abnormal lainnya. Jika hal ini terjadi kepada anda, segeralah periksa ke dokter.

    1. Kuning kehijauan

    Warna keputihan ini mirip dengan fases (kotoran). Jenis keputihan ini kemungkinan adanya infeksi trikomoniasis, dan biasanya menyebar melalui hubungan seksual.

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturannya?

    Hal–hal yang perlu diperhatikan dalam mencegah keputihan, yaitu:

    • Menjalankan gaya hidup yang sehat dan jaga kebersihan pribadi
    • Gunakan pakaian dalam dari bahan katun dan hindari celana ketat
    • Hindarkan penggunaan sabun yang dapat memicu alergi
    • Keringkan area genital atau anus dari depan ke belakang, hindari bilas vagina
    • Besihkan dan cuci vagina sebelum berhubungan seks dan berkemih atau buang air kecil setelahnya
    • Berhubungan seksual pada satu pasangan, dan beraktivitas seks dengan aman menggunakan kondom

    Nah, Sahabat itulah mengenai keputihan. Apabila Sahabat merasa keputihan yang dimiliki mengarah ke kanker HPV, yuk segera lakukan vaksinasi HPV di Prosehat, yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. (COVID-19) C, Health E, Disease H, Disease L, Management P, Conditions S et al. Vaginal Discharge: What’s Abnormal? [Internet]. WebMD. 2021 [cited 25 January 2021]. Available from: https://www.webmd.com/women/guide/vaginal-discharge-whats-abnormal#1
    2. What to Know About Vaginal Discharge [Internet]. Healthline. 2021 [cited 25 January 2021]. Available from: https://www.healthline.com/symptom/vaginal-discharge#home-remedies
    3. [Internet]. Ejournal.poltekkes-denpasar.ac.id. 2021 [cited 25 January 2021]. Available from: http://www.ejournal.poltekkes-denpasar.ac.id/index.php/JSH/article/download/67/33
    4. Vaginal discharge [Internet]. nhs.uk. 2021 [cited 25 January 2021]. Available from: https://www.nhs.uk/conditions/vaginal-discharge/
    5. Atrofi Vagina [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 25 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/penyakit/d-1272046/atrofi-vagina
    6. Family Health Service – Vaginitis [Internet]. Fhs.gov.hk. 2021 [cited 21 January 2021]. Available from: https://www.fhs.gov.hk/english/other_languages/bahasa_indonesia/women_health/women_health/12124.html

     

    Read More
  • Setiap wanita tentu akan mengalami keputihan, yaitu proses alami yang ditandai berupa cairan bening yang keluar dari vagina. Cairan yang keluar tersebut mempunyai fungsi yang tidak sembarangan karena membersihkan vagina supaya tetap sehat serta menjadi pelumas yang dapat menghindarkan vagina dari infeksi dan iritasi. Meski mempunyai fungsi kesehatan, kenyataannya keputihan malah dapat mengancam organ kewanitaan […]

    Benarkah Keputihan Pertanda Kanker Serviks?

    Setiap wanita tentu akan mengalami keputihan, yaitu proses alami yang ditandai berupa cairan bening yang keluar dari vagina. Cairan yang keluar tersebut mempunyai fungsi yang tidak sembarangan karena membersihkan vagina supaya tetap sehat serta menjadi pelumas yang dapat menghindarkan vagina dari infeksi dan iritasi.

    Keputihan pertanda serviks

    Meski mempunyai fungsi kesehatan, kenyataannya keputihan malah dapat mengancam organ kewanitaan jika keluar secara berlebihan. Keluarnya keputihan secara berlebihan itu disebabkan oleh jamur, bakteri, parasit, yang bersarang dalam vagina. Jamur yang menyebabkan keputihan adalah Candida albicans yang dapat menyebabkan gatal pada sekitaran vulva. Jamur ini akan menyebabkan keputihan berwarna putih susu, berbau, gatal, dan cairan lebih kental. Bahkan pada kondisi tertentu dapat menyebabkan kemerahan dan membahayakan jika terjadi pada ibu hamil. Sebab, hal itu bisa tertelan oleh bayi, dan bayi tersebut akan mengalami kondisi yang sama.

    Produk Terkait: Vaksinasi HPV

    Untuk bakteri adalah Bacterial vaginosis. Bakteri ini dapat menyebabkan rasa gatal, menganggu, menimbulkan buih, dan berwarna keabuan. Sobat perlu berhati-hati terhadap keputihan akibat bakteri ini karena bisa menjadi gejala penyakit kelamin. Sedangkan untuk parasit disebabkan oleh Trichomonas vaginalis yang ditularkan melalui hubungan intim, perlengkapan mandi bersama, kloset umum atau menggunakan celana dalam penderita. Kondisinya ditandai dengan keputihan yang sangat kental, berwarna kuning, berbuih, dan berbau anyir. Keputihan akibat parasit ini memang tidak akan menimbulkan rasa gatal, namun akan mengalami nyeri saat ditekan.

    Bahkan, keputihan yang tidak normal bisa menjadi gejala penyakit kanker serviks, salah satu penyakit mematikan yang mengancam wanita di seluruh dunia. Karena mematikan itulah, sudah pasti banyak Sobat Sehat yang menjadi khawatir dan waswas jika ternyata mengidap penyakit tersebut. Meski begitu, Sobat jangan dulu berasumsi bahwa Sobat terkena kanker serviks hanya karena mengalami keputihan yang berlebihan.

    Sebab, belum tentu keputihan menjadi penyebab atau gejala kanker serviks. Lalu bagaimana caranya supaya bisa mengetahui bahwa yang Sobat alami itu keputihan atau kanker serviks? Yuk, tanpa berlama-lama mari simak beberapa poin penjelasan di bawah ini.

    Ciri-ciri Keputihan Penyebab Kanker Serviks

    Terjadi Berulang-ulang

    Tanda pertama jika Sobat memang mengalami gejala kanker serviks akibat keputihan adalah keputihan terus terjadi berulang-ulang, tidak kunjung sembuh, dan warnanya kecoklatan. Perlu Sobat ketahui bahwa keputihan yang normal adalah warnanya sangat jernih. Warna ini akan muncul selama terjadinya ovulasi pada atau tepat sebelum datang bulan.

    Baca Juga: Lindungi Diri Anda dari Kanker Serviks

    Apabila keputihan yang Sobat miliki warnanya kuning pucat, tidak berbau, dan tidak disertai dengan gejala lain, sebenarnya Sobat tidak perlu mengkhawatirkannya. Juga, jika keputihan tersebut berwarna kecoklatan atau berdarah bisa dikatakan normal asalkan itu terjadi selama atau tepat setelah siklus menstruasi. Jika terjadinya pada waktu haid yang normal, dan Sobat baru saja berhubungan seks tanpa perlindungan, kemungkinan itu adalah tanda kehamilan.

    Mengalami Rasa Sakit Pada Paha

    Tanda kedua yang perlu Sobat ketahui apabila keputihan mengarah pada kanker serviks adalah Sobat mengalami rasa sakit pada paha, yaitu berupa pembengkakan. Selain pembengkakan pada paha, hal lain yang akan Sobat rasakan adalah nafsu makan menjadi berkurang, berat badan, tidak stabil, susah buang air kecil, dan mengalami pendarahan spontan. Selain tanda-tanda di atas, Sobat juga perlu mengetahui bahwa sebenarnya kanker serviks tidak melulu disebabkan oleh keputihan. Beberapa penyebab kanker serviks selain keputihan adalah sebagai berikut:

    Penyebab Kanker Serviks Selain Keputihan

    Mengalami Sakit Pada Bagian Pelvis

    Pelvis atau panggul yang sakit rupanya bisa menjadi penyebab kanker serviks terutama pada saat mengalami menstruasi. Perasaan sakit ini akan menyerang dalam waktu yang cukup lama, dimulai dari rasa sakit biasa hingga rasa sakit yang tajam.

    Terjadi Pendarahan Pada Pelvis

    Pertanda lainnya adalah terjadinya pendarahan pada pelvis ketika menstruasi atau saat berhubungan badan. Apabila Sobat mengalami hal seperti ini, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut sebagai langkah pencegahan.

    Sakit Ketika Buang Air Kecil

    Buang air kecil dan Sobat merasakan sakit saat melakukannya ternyata juga menjadi pertanda bahwa Sobat mengalami gejala kanker serviks selain keputihan. Rasa sakit itu timbul ketika sel kanker sudah mencapai saluran kemih.

    Apa yang Harus Dilakukan Jika Sudah Terkena Gejalanya?

    Apabila Sobat merasa terkena gejala kanker serviks akibat keputihan yang tidak normal, Sobat harus segera memeriksakan diri ke dokter untuk melakukan skrining.  Skrining yang dilakukan bisa berupa IVA atau inspeksi visual asetat maupun pap smear apabila Sobat sudah menikah.

    Selain IVA atau pap smear, pemeriksaan yang dilakukan bisa berupa tes DNA HPV, kopolskopi untuk pemeriksaan lebih lanjut atau cara lain yang digunakan dokter untuk melihat vulva, vagina, dan serviks seperti mengunakan alat pembesar. Cara lainnya adalah melakukan terapi keputihan ketika di dokter yang bisa berupa terapi hormon, ganti alat KB, kemoterapi, dan pembedahan.

    Baca Juga: Wanita Menikah Wajib Lakukan Pap Smear

    Untuk Sobat yang sering berhubungan badan bisa melakukan pemeriksaan secara rutin setiap tahunnya. Selain pemeriksaan, Sobat diharapkan untuk selalu menjaga kebersihan area wanita terutama sebelum berhubungan badan dengan mandi terlebih dahulu. Sobat juga diharapkan untuk tidak selalu berasumsi secara berlebihan apabila mempunyai keputihan yang tidak normal sehingga membuat diri menjadi khawatir. Apalagi jika Sobat mendapatkan sumber tentang gejala kanker serviks bukan dari sumber yang terpercaya. Karena itu, memeriksakan diri kepada dokter yang memang ahlinya adalah hal yang terpenting dan wajib dilakukan.

    Itulah mengenai keputihan tidak normal yang tidak melulu menjadi gejala kanker serviks serta penyebab selain keputihan. Apabila Sobat ingin mengetahui lebih dalam lengkap mengenai keputihan bisa menjadi gejala kanker serviks atau tidak sama sekali silakan tonton video Youtube berikut, dan jangan lupa subscribe YouTube ProSehat.

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatansilakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Sendari A. Ciri-Ciri Keputihan Normal dan Tidak Normal, Waspadai Gejalanya [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 20 July 2020]. Available from: https://hot.liputan6.com/read/4011262/ciri-ciri-keputihan-normal-dan-tidak-normal-waspadai-gejalanya
    2. Rakyat P. Mengenal 6 Jenis Keputihan, dari Tanda Kanker Serviks hingga Gejala Infeksi Bakteri – Pikiran-Rakyat.com [Internet]. www.Pikiran Rakyat. 2020 [cited 20 July 2020]. Available from: https://www.pikiran-rakyat.com/gaya-hidup/pr-01328876/mengenal-6-jenis-keputihan-dari-tanda-kanker-serviks-hingga-gejala-infeksi-bakteri
    3. Benarkah Keputihan Menjadi Penyebab Kanker Serviks? [Internet]. kumparan. 2020 [cited 20 July 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparanstyle/benarkah-keputihan-menjadi-penyebab-kanker-serviks-1552482239128232572
    Read More
  • Keputihan atau flour albus merupakan suatu gejala gangguan alat kelamin yang dialami oleh wanita, berupa keluarnya cairan putih kekuningan atau putih kelabu dari vagina. Secara normal wanita dapat mengalami keputihan. Namun perlu diwaspadai bahwa keputihan dapat terjadi karena infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus dan jamur. Baca Juga: Benarkah Keputihan Pertanda Kanker Serviks? Keputihan dapat […]

    Keputihan dan Komplikasinya #Kamisehat

    Keputihan atau flour albus merupakan suatu gejala gangguan alat kelamin yang dialami oleh wanita, berupa keluarnya cairan putih kekuningan atau putih kelabu dari vagina. Secara normal wanita dapat mengalami keputihan. Namun perlu diwaspadai bahwa keputihan dapat terjadi karena infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus dan jamur.

    Baca Juga: Benarkah Keputihan Pertanda Kanker Serviks?

    Keputihan dapat bersifat normal atau tidak. Keputihan yang normal tidak berwarna, tidak berbau dan tidak menimbulkan rasa gatal. Keputihan tidak normal ciri khasnya adalah berwarna, berbau, dan kadang disertai rasa gatal di kelamin. Keputihan normal biasanya dapat terjadi pada keadaan bayi yang baru lahir kira-kira 10 hari karena pengaruh hormon estrogen dan progesteron sang ibu, masa pertama kali datang haid, setiap wanita dewasa yang mengalami kegairahan seksual karena berkaitan dengan kesiapan vagina untuk menerima penetrasi saat senggama, masa sekitar ovulasi karena produksi kelenjar-kelenjar mulut rahim, dan kehamilan yang menyebabkan peningkatan suplai darah ke daerah vagina dan mulut rahim, serta penebalan dan melunaknya selaput lendir vagina.

    Keputihan yang tidak normal dapat disebabkan karena infeksi jamur (Candida albicans), bakteri (Gonococcus sp. Clamydia trachomatis, Gardnerella sp., Treponema pallidum), parasit (Trichomonas vaginalis), dan virus (Human Papilloma Virus (HPV) dan Herpes simplex). Selain itu, keputihan yang tidak normal dapat disebabkan karena benda asing (kondom yang tertinggal atau rahim yang turun/prolaps), tumor jinak, kanker, dan Menopause.

    Baca Juga: 5 Gejala Kanker Serviks

    Penyebab utama keputihan yang paling sering ditemukan yaitu oleh jamur, Candida Albicans. Faktor-faktor pendukung yang dihubungkan dengan meningkatnya insidens kolonisasi dan infeksi kandida pada vagina adalah:

    1. Faktor mekanis: trauma (luka bakar, abrasi), oklusi lokal, lembab dan/atau maserasi, bebat tertutup atau pakaian, kegemukan.
    2. Faktor nutrisi: avitaminosis, defisiensi besi, defisiensi folat, vitamin B12, malnutrisi generalis.
    3. Perubahan fisiologis: umur ekstrim (sangat muda/sangat tua), kehamilan (terutama trimester terakhir), menstruasi, kontrasepsi hormonal (estrogen).
    4. Penyakit sistemik: penyakit endokrin (diabetes melitus, penyakit cushing, hipoadrenalisme, hipotiroidisme, hipoparatiroidisme), uremia, keganasan terutama hematologi (leukimia akut, agranulositosis), timoma, imunodefisiensi (sindroma AID).
    5. Penyebab iatrogenik: pemasangan kateter, dan pemberian IV, radiasi sinar-X (xerostomia), obat-obatan (oral, parenteral, topikal, aerosol), antara lain: kortikosteroid, antibiotik spetrum luas, metronidazol, trankuilaiser, kolkhisin, fenilbutason, histamine 2-blocker.

    Gejala keputihan yang disebabkan karena jamur antara lain keluhan sangat gatal atau pedih disertai keluar cairan yang putih mirip krim susu/keju, kuning tebal, tetapi dapat cair seperti air atau tebal homogen. Luka bervariasi, dari reaksi gatal ringan dengan kulit kemerahan minimal sampai proses berat dengan mengeluarkan nanah, lecet dan luka, yang dapat meluas mengenai perineum, vulva. Pada wanita tidak hamil biasanya keluhan dimulai seminggu sebelum menstruasi. Gatal sering lebih berat bila tidur atau sesudah mandi air hangat. Umumnya didapati nyeri saat buang air kecil.

    Sobat dapat mencegah keputihan dengan beberapa cara, antara lain:

    Pola hidup sehat meliputi diet seimbang, waktu istirahat yang cukup, tidak mengkonsumsi alkohol dan rokok, mengendalikan stress, dan menjaga berat badan tetap ideal.

    Setialah terhadap satu pasangan.

    Selalu menjaga kebersihan daerah kelamin agar tidak lembab dan tetap kering, misalnya dengan menggunakan celana dengan bahan yang menyerap keringat dan tidak ketat.

    Memperhatikan pakaian diantaranya dengan mengganti celana dalam yang dipakai bila sudah terasa lembab dengan yang kering dan bersih, menggunakan pakaian dalam dari bahan katun karena katun menyerap kelembaban dan menjaga agar sirkulasi udara tetap terjaga.

    Membasuh vagina dengan cara yang benar yaitu dari depan ke belakang tiap kali selesai buang air kecil ataupun buang air besar.

    Penggunaan cairan pembersih vagina sebaiknya tidak berlebihan karena dapat mengganggu keseimbangan flora normal vagina. Jika perlu, sebelum menggunakan cairan pembersih vagina, sebaiknya dikonsultasikan ke dokter.

    Produk Terkait: Rapet Wangi Pill Isi 10

    Hindari penggunaan bedak talkum, tisu, atau sabun dengan pewangi pada daerah genitalia (vagina) karena dapat mengakibatkan iritasi.

    Jangan membiasakan meminjam barang-barang yang mempermudah penularan misalnya peminjaman alat mandi. Bila menggunakan kamar mandi umum terutama kloset duduk harus hati-hati, yaitu dengan mengelapnya terlebih dahulu.

    Jangan mengkonsumsi jamu-jamuan untuk mengatasi keputihan, konsultasikan ke dokter terlebih dahulu.

    Saya mengalami keputihan berwarna putih susu yang keesokan harinya berubah menjadi hijau, sudah saya pakai beberapa produk tapi keputihan tetap ada, kenapa ya?

    Sebaiknya Sobat tidak memakai produk sembarangan untuk mengobati keputihan. Hal ini karena penyebab keputihan berbeda-beda, sehingga penanganannya pun berbeda. Segera konsultasikan dengan dokter terdekat Sobat untuk mengetahui terapi yang tepat.

    Bagaimana siklus normal keputihan?

    Keputihan tidak seperti siklus haid, jadi tidak ada istilah siklus normal. Hanya saja keputihan yg normal bisa terjadi pada saat ovulasi, kehamilan, saat mau haid.

    Apakah penyebab keputihan yang berwarna coklat yang bukan darah haid?

    Keputihan berwarna coklat ada beberapa faktor, misalnya penggunaan Pil KB, perimenopause karena hormon berubah pada saat mau menopause, jaringan endometrium yaitu jaringan yg seharusnya keluar saat haid tapi dia tidak keluar dan keluarnya di waktu yg tidak sesuai sehingga mengakibatkan keputihan yg berwarna coklat.

    Apakah penggunaan pantyliner saat keputihan diperbolehkan?

    Pemakaian pantyliner diperbolehkan, asalkan pemakaiannya jgn terlalu lama maksimal 6 jam. Pemakaiannya akan lebih baik bila setiap buang air kecil atau ketika pantyliner sudah penuh dengan keputihan/lembap diganti.

    Bagaimana bila keputihan bercampur dengan darah?

    Jika keputihan bercampur dengan bercak darah, bisa terjadi karena vagina Sobat kering, ada luka di daerah vagina, atau sedang mendekati waktu haid. Jika Keputihan bercampur darahnya banyak & sering segera periksa ke dokter, ya.

    Baca Juga: Kanker Serviks Pembunuh Banyak Wanita

    Apakah keputihan berhubungan dengan siklus haid?

    Keputihan tidak ada hubungan dengan siklus haid yg terlambat. Haid dapat terlambat jika menggunakan KB, sedang hamil, kurangnya olahraga, kista di ovarium, adanya gangguan kelenjar tiroid, & pengaruh hormon. Jadi keputihan tidak ada hubungan dengan siklus haid yg terlambat.

    Apakah keputihan dapat diturunkan dari orang tua kita?

    Keputihan bukan penyakit yang diturunkan, tetapi penyebabnya salah satunya karena kebersihan pada daerah kemaluan. Oleh karena itu, jangan ragu untuk membilas kemaluan dari depan ke belakang dan tidak melakukan yang sebaliknya.

    Apakah keputihan dapat menyebabkan kanker rahim?

    Bisa, jika keluhan yang sudah mengganggu terjadi dalam  jangka waktu yang lama dan tetap dibiarkan, tidak diobati. Salah satu gejala kanker serviks adalah keluarnya keputihan yang terus menerus dan banyak. Oleh karena itu saat gejala keputihan sudah mulai mengganggu lebih baik periksa ke dokter, ya Sobat.

    Sobat pun memanfaatkan layanan vaksinasi HPV dari Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    #Kamisehat 8 Maret 2019

     

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja