Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Keputihan dan Komplikasinya #Kamisehat

Keputihan atau flour albus merupakan suatu gejala gangguan alat kelamin yang dialami oleh wanita, berupa keluarnya cairan putih kekuningan atau putih kelabu dari vagina. Secara normal wanita dapat mengalami keputihan. Namun perlu diwaspadai bahwa keputihan dapat terjadi karena infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus dan jamur.

Keputihan dapat bersifat normal atau tidak. Keputihan yang normal tidak berwarna, tidak berbau dan tidak menimbulkan rasa gatal. Keputihan tidak normal ciri khasnya adalah berwarna, berbau, dan kadang disertai rasa gatal di kelamin. Keputihan normal biasanya dapat terjadi pada keadaan bayi yang baru lahir kira-kira 10 hari karena pengaruh hormon estrogen dan progesteron sang ibu, masa pertama kali datang haid, setiap wanita dewasa yang mengalami kegairahan seksual karena berkaitan dengan kesiapan vagina untuk menerima penetrasi saat senggama, masa sekitar ovulasi karena produksi kelenjar-kelenjar mulut rahim, dan kehamilan yang menyebabkan peningkatan suplai darah ke daerah vagina dan mulut rahim, serta penebalan dan melunaknya selaput lendir vagina.

Keputihan yang tidak normal dapat disebabkan karena infeksi jamur (Candida albicans), bakteri (Gonococcus sp. Clamydia trachomatis, Gardnerella sp., Treponema pallidum), parasit (Trichomonas vaginalis), dan virus (Human Papilloma Virus (HPV) dan Herpes simplex). Selain itu, keputihan yang tidak normal dapat disebabkan karena benda asing (kondom yang tertinggal atau rahim yang turun/prolaps), tumor jinak, kanker, dan Menopause.

Baca Juga: 5 Gejala Kanker Serviks

Penyebab utama keputihan yang paling sering ditemukan yaitu oleh jamur, Candida Albicans. Faktor-faktor pendukung yang dihubungkan dengan meningkatnya insidens kolonisasi dan infeksi kandida pada vagina adalah:

  1. Faktor mekanis: trauma (luka bakar, abrasi), oklusi lokal, lembab dan/atau maserasi, bebat tertutup atau pakaian, kegemukan.
  2. Faktor nutrisi: avitaminosis, defisiensi besi, defisiensi folat, vitamin B12, malnutrisi generalis.
  3. Perubahan fisiologis: umur ekstrim (sangat muda/sangat tua), kehamilan (terutama trimester terakhir), menstruasi, kontrasepsi hormonal (estrogen).
  4. Penyakit sistemik: penyakit endokrin (diabetes melitus, penyakit cushing, hipoadrenalisme, hipotiroidisme, hipoparatiroidisme), uremia, keganasan terutama hematologi (leukimia akut, agranulositosis), timoma, imunodefisiensi (sindroma AID).
  5. Penyebab iatrogenik: pemasangan kateter, dan pemberian IV, radiasi sinar-X (xerostomia), obat-obatan (oral, parenteral, topikal, aerosol), antara lain: kortikosteroid, antibiotik spetrum luas, metronidazol, trankuilaiser, kolkhisin, fenilbutason, histamine 2-blocker.

Gejala keputihan yang disebabkan karena jamur antara lain keluhan sangat gatal atau pedih disertai keluar cairan yang putih mirip krim susu/keju, kuning tebal, tetapi dapat cair seperti air atau tebal homogen. Luka bervariasi, dari reaksi gatal ringan dengan kulit kemerahan minimal sampai proses berat dengan mengeluarkan nanah, lecet dan luka, yang dapat meluas mengenai perineum, vulva. Pada wanita tidak hamil biasanya keluhan dimulai seminggu sebelum menstruasi. Gatal sering lebih berat bila tidur atau sesudah mandi air hangat. Umumnya didapati nyeri saat buang air kecil.

Sobat dapat mencegah keputihan dengan beberapa cara, antara lain:

Pola hidup sehat meliputi diet seimbang, waktu istirahat yang cukup, tidak mengkonsumsi alkohol dan rokok, mengendalikan stress, dan menjaga berat badan tetap ideal.

Setialah terhadap satu pasangan.

Selalu menjaga kebersihan daerah kelamin agar tidak lembab dan tetap kering, misalnya dengan menggunakan celana dengan bahan yang menyerap keringat dan tidak ketat.

Memperhatikan pakaian diantaranya dengan mengganti celana dalam yang dipakai bila sudah terasa lembab dengan yang kering dan bersih, menggunakan pakaian dalam dari bahan katun karena katun menyerap kelembaban dan menjaga agar sirkulasi udara tetap terjaga.

Membasuh vagina dengan cara yang benar yaitu dari depan ke belakang tiap kali selesai buang air kecil ataupun buang air besar.

Penggunaan cairan pembersih vagina sebaiknya tidak berlebihan karena dapat mengganggu keseimbangan flora normal vagina. Jika perlu, sebelum menggunakan cairan pembersih vagina, sebaiknya dikonsultasikan ke dokter.

Hindari penggunaan bedak talkum, tisu, atau sabun dengan pewangi pada daerah genitalia (vagina) karena dapat mengakibatkan iritasi.

Jangan membiasakan meminjam barang-barang yang mempermudah penularan misalnya peminjaman alat mandi. Bila menggunakan kamar mandi umum terutama kloset duduk harus hati-hati, yaitu dengan mengelapnya terlebih dahulu.

Jangan mengkonsumsi jamu-jamuan untuk mengatasi keputihan, konsultasikan ke dokter terlebih dahulu.

Saya mengalami keputihan berwarna putih susu yang keesokan harinya berubah menjadi hijau, sudah saya pakai beberapa produk tapi keputihan tetap ada, kenapa ya?

Sebaiknya Sobat tidak memakai produk sembarangan untuk mengobati keputihan. Hal ini karena penyebab keputihan berbeda-beda, sehingga penanganannya pun berbeda. Segera konsultasikan dengan dokter terdekat Sobat untuk mengetahui terapi yang tepat.

Bagaimana siklus normal keputihan?

Keputihan tidak seperti siklus haid, jadi tidak ada istilah siklus normal. Hanya saja keputihan yg normal bisa terjadi pada saat ovulasi, kehamilan, saat mau haid.

Apakah penyebab keputihan yang berwarna coklat yang bukan darah haid?

Keputihan berwarna coklat ada beberapa faktor, misalnya penggunaan Pil KB, perimenopause karena hormon berubah pada saat mau menopause, jaringan endometrium yaitu jaringan yg seharusnya keluar saat haid tapi dia tidak keluar dan keluarnya di waktu yg tidak sesuai sehingga mengakibatkan keputihan yg berwarna coklat.

Apakah penggunaan pantyliner saat keputihan diperbolehkan?

Pemakaian pantyliner diperbolehkan, asalkan pemakaiannya jgn terlalu lama maksimal 6 jam. Pemakaiannya akan lebih baik bila setiap buang air kecil atau ketika pantyliner sudah penuh dengan keputihan/lembap diganti.

Bagaimana bila keputihan bercampur dengan darah?

Jika keputihan bercampur dengan bercak darah, bisa terjadi karena vagina Sobat kering, ada luka di daerah vagina, atau sedang mendekati waktu haid. Jika Keputihan bercampur darahnya banyak & sering segera periksa ke dokter, ya.

Baca Juga: Kanker Serviks Pembunuh Banyak Wanita

Apakah keputihan berhubungan dengan siklus haid?

Keputihan tidak ada hubungan dengan siklus haid yg terlambat. Haid dapat terlambat jika menggunakan KB, sedang hamil, kurangnya olahraga, kista di ovarium, adanya gangguan kelenjar tiroid, & pengaruh hormon. Jadi keputihan tidak ada hubungan dengan siklus haid yg terlambat.

Apakah keputihan dapat diturunkan dari orang tua kita?

Keputihan bukan penyakit yang diturunkan, tetapi penyebabnya salah satunya karena kebersihan pada daerah kemaluan. Oleh karena itu, jangan ragu untuk membilas kemaluan dari depan ke belakang dan tidak melakukan yang sebaliknya.

Apakah keputihan dapat menyebabkan kanker rahim?

Bisa, jika keluhan yang sudah mengganggu terjadi dalam  jangka waktu yang lama dan tetap dibiarkan, tidak diobati. Salah satu gejala kanker serviks adalah keluarnya keputihan yang terus menerus dan banyak. Oleh karena itu saat gejala keputihan sudah mulai mengganggu lebih baik periksa ke dokter, ya Sobat.

#Kamisehat 8 Maret 2019

instal aplikasi prosehat

Chat Asisten ProSehat aja