Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Bagaimana Mengatasi Efek Samping Vaksin DPT atau Sering Disebut KIPI

Kapan terakhir kali kalian mendapatkan vaksin? Apakah kalian sering melihat saudara atau sepupu kalian memberikan vaksin terhadap anaknya? Vaksin adalah salah satu hal penting yang tidak boleh dilewatkan karena vaksin berfungsi untuk meningkatkan daya imun anak dan pastinya bermanfaat untuk mencegah timbulnya berbagai penyakit di kemudian hari. Jenis dari vaksin sendiri bermacam-macam yang bisa diberikan pada usia tertentu dan kebanyakan dari vaksin dapat diberikan sejak anak barusan lahir. Lalu bagaimana dengan vaksin DPT? Vaksin DPT adalah salah satu jenis vaksin yang berfungsi untuk mencegah tiga penyakit sekaligus, yaitu penyakit difteri, pertusis, dan tetanus.

Lalu kapan kita bisa memberikan vaksinasi DPT pada anak? Vaksin DPT sendiri perlu diberikan berkala sebanyak lima kali, lebih tepatnya sejak anak berusia 2 bulan hingga 6 tahun. Vaksinasi pertama dilakukan pada usia 2, 3, dan 4 bulan yang kemudian akan diulangi ketika anak sudah menginjak usia 18 bulan. Vaksinasi DPT akan terakhir diberikan ketika anak berusia 5 tahun dan perlu dilakukan booster atau imunasi ulang setiap 10 tahun sekali.

Apakah ada reaksi setelah pemberian vaksinasi DPT pada anak? Tentu saja ada, demam ringan dan terjadinya pembengkakan pada daerah suntikan adalah contoh reaksi dari vaksinasi DPT yang biasanya hanya berlangsung selama satu hingga tiga hari.

Sejatinya, kita tidak perlu mencemaskan ketika anak menjadi demam setelah mendapatkan vaksinasi DPT karena hal ini adalah hal yang lumrah. Namun, pastinya kita tidak mau melihat anak menderita karena demam kan? Selain demam, anak biasanya akan menjadi lebih rewel daripada biasanya. Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk permasalahan yang satu ini?

Berikut adalah beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasi demam anak setelah vaksinasi DPT:

1. Diberikan obat penurun panas

Parasetamol adalah salah satu jenis obat pereda rasa sakit yang aman untuk berikan kepada anak dan pastinya dengan pengawasan tertentu sehingga dosis yang diberikan tidak berlebihan. Kita bisa memberikan parasetamol 15 mg setiap 3 atau 4 jam sekali dan maksimal kita berikan sebanyak 6 kali dalam rentang waktu 24 jam.

2. Memberikan ASI lebih banyak

Cara berikutnya yang bisa kita lakukan adalah dengan memberikan menyusui anak lebih sering, karena anak akan merasa lebih nyaman dan dipercaya dapat mengurangi rasa sakit anak. Cara ini bisa dilakukan apabila anak masih menyusu dan apabila anak sudah tidak menyusu kita bisa menggantinya dengan memberikan anak buah. Fungsi buah di sini adalah untuk menyegarkan tubuh anak.

3. Memakaikan baju tipis

Ketika anak demam, kita bisa mengganti baju tebal anak dengan baju yang lebih tipis sehingga anak akan merasa lebih nyaman dalam kesehariannya. Memperhatikan tebal baju anak juga berfungsi untuk menurunkan suhu tubuh dan pastinya mempercepat suhu tubuh anak turun. Selain itu, kita juga bisa mengompres bekas suntikan anak dengan air dingin sehingga anak tidak terlalu rewel.

4. Berendam dengan air hangat

Air hangat adalah hal yang cocok untuk diberikan pada anak terutama ketika kondisi tubuh mereka sedang tidak fit. Berendam air hangat juga sangat cocok untuk mempercepat suhu tubuh anak kembali menjadi normal dan pastinya juag membuat anak menjadi rileks dan nyaman.

5. Kompres hangat

Kompres hangat dapat diberikan pada anak yang sedang demam. Daerah yang dikompres biasanya adalah dahi, kedua ketiak, dan kedua lipat selangkangan. Berikan kompres hangat pada anak setiap 5-10 menit sekali.
Nah, itu tadi adalah beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk menangani demam anak setelah mendapatkan vaksinasi DPT. Pastinya mudah untuk diingat untuk dilakukan bukan? So, mulai sekarang sudah tidak perlu panik lagi ketika anak mengalami demam setelah melakukan vaksinasi ya mom!

instal aplikasi prosehat

WhatsApp Asisten Maya saja