Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Posts tagged “ efek samping”

  • Pertanyaan yang sering terlontar ketika kita berhadapan dengan obat-obatan maupun tindakan medis lain yaitu: “Ada efek sampingnya tidak?” Yup, inilah yang acap kali menjadi sesuatu yang mengkhawatirkan bagi banyak orang, tak terkecuali dengan tindakan operasi yang memerlukan proses anestesi (bius). Mungkin Anda bertanya-tanya apakah anestesi (bius) memiliki efek samping jangka panjang pada tubuh. Simak ulasan […]

    Apakah Ada Efek Samping Jangka Panjang Bius Total?

    Pertanyaan yang sering terlontar ketika kita berhadapan dengan obat-obatan maupun tindakan medis lain yaitu: “Ada efek sampingnya tidak?”
    Yup, inilah yang acap kali menjadi sesuatu yang mengkhawatirkan bagi banyak orang, tak terkecuali dengan tindakan operasi yang memerlukan proses anestesi (bius). Mungkin Anda bertanya-tanya apakah anestesi (bius) memiliki efek samping jangka panjang pada tubuh. Simak ulasan di bawah ini:

    • Kapan anestesi umum digunakan? Apakah aman?

    Anestesi umum sangat aman. Bahkan jika pasien memiliki masalah kesehatan yang cukup signifikan, umumnya pasien dapat mentolelir obat-obatan anestesi umum tanpa masalah serius. Tetapi dengan obat atau prosedur medis apapun, Anda akan mengalami beberapa efek samping.1

    • Apa efek samping jangka pendek yang mungkin terjadi?

    Sebagian besar efek samping anestesi umum terjadi segera setelah operasi dan tidak berlangsung lama. Setelah operasi selesai dan obat-obatan anestesi dihentikan, pasien akan perlahan-lahan terbangun di ruang operasi atau ruang pemulihan. Pasien mungkin akan merasa grogi dan sedikit bingung.

    Pasien mungkin juga merasakan salah satu dari efek samping berikut:

    • Mual dan muntah. Efek samping ini biasanya terjadi segera setelah prosedur, namun beberapa orang mungkin terus merasa sakit selama 1-2 hari. Obat anti mual dapat membantu jika pasien tidak tahan.
    • Mulut kering. Pasien mungkin merasa kering pada mulut ketika bangun. Selama pasien tidak terlalu mual, meminum air sedikit dapat membantu mengatasi mulut yang kering.
    • Sakit tenggorokan atau suara serak. Alat bantu napas yang dipasang untuk membantu napas selama operasi dapat membuat tenggorokan sakit setelah dilepas.
    • Menggigil. Hal ini umum terjadi karena suhu tubuh pasien turun selama di kamar operasi. Dokter dan perawat akan memastikan suhu tubuh pasien tidak turun terlalu banyak selama operasi, namun pasien mungkin dapat menggigil saat terbangun setelah operasi dan merasa dingin. Menggigil juga dapat berlangsung selama beberapa menit hingga jam.
    • Kebingungan dan pikiran kabur. Ketika pertama kali bangun dari anestesi, pasien mungkin merasa bingung, mengantuk, dan berkabut. Hal ini biasanya berlangsung hanya beberapa jam, namun bagi sebagian orang terutama orang dewasa yang lebih tua, kebingungan ini dapat berlangsung selama berhari-hari atau berminggu-minggu.
    • Nyeri otot. Obat-obatan yang digunakan untuk mengendurkan otot-otot selama operasi dapat menyebabkan rasa sakit sesudahnya.
    • Gatal. Jika obat-obatan yang digunakan selama operasi ialah jenis narkotik (opioid), maka efek samping ini umum terjadi.
    • Masalah kandung kemih. Pasien mungkin mengalami kesulitan buang air kecil dalam waktu singkat setelah anestesi umum.
    • Pusing. Pasien mungkin merasa pusing saat pertama kali berdiri. Minum banyak cairan akan membantu pasien merasa lebih baik.1-4

     

    • Apakah efek samping jangka panjang yang mungkin terjadi setelah anestesi?

    Kebanyakan orang tidak akan mengalami efek samping jangka panjang. Namun, orang dewasa yang lebih tua mungkin mengalami efek samping yang bertahan lebih dari beberapa hari. Efek samping yang mungkin terjadi:

    • Delirium pasca operasi. Beberapa orang mungkin menjadi bingung, kehilangan arah, atau mengalami kesulitan mengingat hal-hal setelah operasi. Disorientasi ini bisa datang dan pergi, tetapi biasanya hilang sekitar satu minggu.
    • Disfungsi kognitif pasca operasi. Beberapa orang mungkin mengalami masalah memori yang sedang berlangsung atau jenis gangguan kognitif lainnya setelah operasi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang berusia lebih dari 60 tahun, umumnya bisa terkena disfungsi. Pasien juga lebih mungkin terkena disfungsi jika memiliki riwayat stroke, penyakit jantung, penyakit paru-paru, penyakit Alzheimer, dan penyakit Parkinson.1,5

    Nah, apakah ulasan di atas sudah cukup menjawab rasa penasaran Anda? Jika belum, bisa ditanyakan lebih lanjut kepada dokter anestesi Anda. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Side Effects of General Anesthesia : What to Expect – healthline.com/health/side-effects-of-general-anesthesia#longterm-side-effects , diakses pada tanggal 14-12-2018
    2. Going Under : Potensial Side Effects of General Anesthesia – medshadow.org/features/anesthesia-side-effects/ , diakses pada tanggal 14-12-2018
    3. Neurotoxicity of General Anesthetics : Cause for Concern – ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2784653/ , diakses pada tanggal 14-12-2018
    4. What to know abaout general anesthesia – medicalnewstoday.com/articles/265592.php , diakses pada tanggal 14-12-2018
    5. Effects of Anesthesia – asahq.org/whensecondscount/anesthesia-101/effects-of-anesthesia/ , diakses pada tanggal 14-12-2018
    Read More
  • Kapan terakhir kali kalian mendapatkan vaksin? Apakah kalian sering melihat saudara atau sepupu kalian memberikan vaksin terhadap anaknya? Vaksin adalah salah satu hal penting yang tidak boleh dilewatkan karena vaksin berfungsi untuk meningkatkan daya imun anak dan pastinya bermanfaat untuk mencegah timbulnya berbagai penyakit di kemudian hari. Jenis dari vaksin sendiri bermacam-macam yang bisa diberikan […]

    Bagaimana Mengatasi Efek Samping Vaksin DPT atau Sering Disebut KIPI

    Kapan terakhir kali kalian mendapatkan vaksin? Apakah kalian sering melihat saudara atau sepupu kalian memberikan vaksin terhadap anaknya? Vaksin adalah salah satu hal penting yang tidak boleh dilewatkan karena vaksin berfungsi untuk meningkatkan daya imun anak dan pastinya bermanfaat untuk mencegah timbulnya berbagai penyakit di kemudian hari. Jenis dari vaksin sendiri bermacam-macam yang bisa diberikan pada usia tertentu dan kebanyakan dari vaksin dapat diberikan sejak anak barusan lahir. Lalu bagaimana dengan vaksin DPT? Vaksin DPT adalah salah satu jenis vaksin yang berfungsi untuk mencegah tiga penyakit sekaligus, yaitu penyakit difteri, pertusis, dan tetanus.

    Lalu kapan kita bisa memberikan vaksinasi DPT pada anak? Vaksin DPT sendiri perlu diberikan berkala sebanyak lima kali, lebih tepatnya sejak anak berusia 2 bulan hingga 6 tahun. Vaksinasi pertama dilakukan pada usia 2, 3, dan 4 bulan yang kemudian akan diulangi ketika anak sudah menginjak usia 18 bulan. Vaksinasi DPT akan terakhir diberikan ketika anak berusia 5 tahun dan perlu dilakukan booster atau imunasi ulang setiap 10 tahun sekali.

    Apakah ada reaksi setelah pemberian vaksinasi DPT pada anak? Tentu saja ada, demam ringan dan terjadinya pembengkakan pada daerah suntikan adalah contoh reaksi dari vaksinasi DPT yang biasanya hanya berlangsung selama satu hingga tiga hari.

    Sejatinya, kita tidak perlu mencemaskan ketika anak menjadi demam setelah mendapatkan vaksinasi DPT karena hal ini adalah hal yang lumrah. Namun, pastinya kita tidak mau melihat anak menderita karena demam kan? Selain demam, anak biasanya akan menjadi lebih rewel daripada biasanya. Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk permasalahan yang satu ini?

    Berikut adalah beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasi demam anak setelah vaksinasi DPT:

    1. Diberikan obat penurun panas

    Parasetamol adalah salah satu jenis obat pereda rasa sakit yang aman untuk berikan kepada anak dan pastinya dengan pengawasan tertentu sehingga dosis yang diberikan tidak berlebihan. Kita bisa memberikan parasetamol 15 mg setiap 3 atau 4 jam sekali dan maksimal kita berikan sebanyak 6 kali dalam rentang waktu 24 jam.

    2. Memberikan ASI lebih banyak

    Cara berikutnya yang bisa kita lakukan adalah dengan memberikan menyusui anak lebih sering, karena anak akan merasa lebih nyaman dan dipercaya dapat mengurangi rasa sakit anak. Cara ini bisa dilakukan apabila anak masih menyusu dan apabila anak sudah tidak menyusu kita bisa menggantinya dengan memberikan anak buah. Fungsi buah di sini adalah untuk menyegarkan tubuh anak.

    3. Memakaikan baju tipis

    Ketika anak demam, kita bisa mengganti baju tebal anak dengan baju yang lebih tipis sehingga anak akan merasa lebih nyaman dalam kesehariannya. Memperhatikan tebal baju anak juga berfungsi untuk menurunkan suhu tubuh dan pastinya mempercepat suhu tubuh anak turun. Selain itu, kita juga bisa mengompres bekas suntikan anak dengan air dingin sehingga anak tidak terlalu rewel.

    4. Berendam dengan air hangat

    Air hangat adalah hal yang cocok untuk diberikan pada anak terutama ketika kondisi tubuh mereka sedang tidak fit. Berendam air hangat juga sangat cocok untuk mempercepat suhu tubuh anak kembali menjadi normal dan pastinya juag membuat anak menjadi rileks dan nyaman.

    5. Kompres hangat

    Kompres hangat dapat diberikan pada anak yang sedang demam. Daerah yang dikompres biasanya adalah dahi, kedua ketiak, dan kedua lipat selangkangan. Berikan kompres hangat pada anak setiap 5-10 menit sekali.
    Nah, itu tadi adalah beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk menangani demam anak setelah mendapatkan vaksinasi DPT. Pastinya mudah untuk diingat untuk dilakukan bukan? So, mulai sekarang sudah tidak perlu panik lagi ketika anak mengalami demam setelah melakukan vaksinasi ya mom!

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Imunisasi sangat diperlukan untuk bayi dan balita dan banyak sekali macam-macam imunisasi, salah satunya adalah polio. Pemerintah mulai menggalakkan anak wajib imunisasi polio. Kenapa pemerintah mewajibkan anak untuk imunisasi polio? Karena imunisasi polio dapat mencegah penyakit yang akan diderita jika tidak diimunisasi. Banyak manfaat yang bisa didapat ketika seorang anak diberikan imunisasi polio. Namun, imunisasi […]

    Efek Samping Vaksin Polio yang Perlu Kamu Ketahui

    Imunisasi sangat diperlukan untuk bayi dan balita dan banyak sekali macam-macam imunisasi, salah satunya adalah polio. Pemerintah mulai menggalakkan anak wajib imunisasi polio. Kenapa pemerintah mewajibkan anak untuk imunisasi polio? Karena imunisasi polio dapat mencegah penyakit yang akan diderita jika tidak diimunisasi. Banyak manfaat yang bisa didapat ketika seorang anak diberikan imunisasi polio. Namun, imunisasi polio dapat menimbulkan reaksi setelah disuntikkan ke anak.

    Apa Saja Manfaat Imunisasi Polio?

    • Agar anak terhindar dari kematian karena infeksi yang terjadi pada selaput otak (meningitis)
    • Mencegah beberapa resiko pada bayi karena virus polio yang pada umumnya merusak syaraf pada otak, dan menimbulkan otot yang tidak berfungsi sehingga anak tersebut lumpuh seketika
    • Mencegah anak menderita polio dan memungkinkan anak untuk tumbuh sehat

    Beberapa manfaat itulah yang membuat anak diwajibkan untuk tetap diberikan imunisasi polio. Ada dua hal yang membedakan vaksin polio yaitu vaksin oral dan suntik. Seiring dengan berkembangnya zaman, vaksin oral sudah tidak digunakan lagi, sekarang menggunakan vaksin yang disuntik. Jangan lupa ibu-ibu bahwa vaksin suntikpun dapat menimbulkan reaksi pasca imunisasi

    Reaksi pasca imunisasi Polio yang perlu kamu ketahui:

    1. Demam

    Demam merupakan reaksi dari pemberian vaksin polio oral. Sering juga kita temui vaksin suntik pun terkadang juga akan membuat anak menjadi demam. Vaksin oral berisi virus yang sudah dilemahkan untuk memperkuat metabolisme tubuh, sedangkan vaksin yang disuntik virusnya sudah dimatikan terlebih dahulu. Ibu jangan khawatir bila anak mengalami demam, cukup berikan obat penurun panas aja hingga demamnya hilang.

    2. Sakit dan Bengkak di bekas suntikan

    Tak jarang jika kita temui bayi yang menangis terus karena suntikan imunisasi polio, jadi untuk menjaga kenyamanan bayi, sebaiknya posisikan bayi pada keadaan tidur yang nyaman, sehingga bayi tersebut tidak akan menangis/rewel lagi

    3. Reaksi anafialtik

    Reaksi anafilkatik merupakan reaksi alergi tipe cepat yang menimbulkan kegawatan bila tidak ditangani dengan cepat. Reaksi ini terjadi bila sesorang memiliki riwayat alergi terhadap komponen vaksin. Mereka yang alergi terhadap beberapa antibiotik seperti Streptomisin, polimiksin B dan Neomisin kemungkinan akan alergi terhadap vaksin polio suntik.

    Jika anda sebagai ibu ingin mengurangi reaksi lokal yang dapat terjadi pada anak, anda harus mengompres pada bekas suntikan, minum air putih, memberikan penurun panas dengan dosis sesuai dengan umur anak. Sebelum dilakukan imunisasi, anda perlu mengetahui beberapa hal:

    • Cek apakah anak demam atau tidak
    • Anak sedang diare
    • Anak yang mempunyai kekebalan tubuh yang lemah atau melemahnya sistem imun
    • Anak yang masih menjalani imunosupresif

    Hal itulah yang menjadi pertimbangan untuk dilakukan vaksinasi. Vaksin polio itu penting untuk bayi dan balita, tetapi kita harus memperhatikan reaksi setelah penyuntikan dan apa saja yang tidak boleh dilakukan pada anak yang sedang mengalami demam, diare atau yang sudah dijelaskan diatas. Semoga artikel ini memberi manfaat bagi para pembaca, khususnya ibu-ibu yang mempunyai bayi dan anak balita. Jangan lupa konsultasikan pada dokter yang menangani vaksin polio anak anda.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Begadang adalah salah satu kegiatan yang tidak dianjurkan mengingat begadang sendiri adalah satu kegiatan yang dilakukan pada malam hari atau biasanya pada larut malam. Ketika kita begadang, sama saja akan mengurangi jam tidur kita dan seperti yang kita tahu kurangnya jam tidur akan berdampak pada tubuh kita. Bukan saja hanya kantuk yang berlebih dari biasanya, […]

    10 Makanan Ampuh Atasi Efek Begadang

    Begadang adalah salah satu kegiatan yang tidak dianjurkan mengingat begadang sendiri adalah satu kegiatan yang dilakukan pada malam hari atau biasanya pada larut malam. Ketika kita begadang, sama saja akan mengurangi jam tidur kita dan seperti yang kita tahu kurangnya jam tidur akan berdampak pada tubuh kita. Bukan saja hanya kantuk yang berlebih dari biasanya, badan biasanya akan mudah lemas dan lebih cepat lelah daripada ketika kita tidak begadang.

    Kenapa sih orang begadang? Ketika diajukan pertanyaan yang satu ini, banyak orang mengaku jika alasan utama mereka begadang adalah susah tidur alias mereka mengalami insomnia. Bukan hanya insomnia, alasan pekerjaan belum selesai juga sering kali membuat seseorang rela begadang. Namun, sebenarnya seberapa buruk sih efek begadang untuk tubuh kita? Orang yang terlalu sering begadang sangatlah tidak dianjurkan karena malam hari adalah saat di mana tubuh kita perlu beristirahat dengan sempurna. Ketika kita begadang, sama saja kita memaksa organ tubuh untuk terus bekerja di mana seharusnya organ tersebut sudah beristirahat.

    Tentu saja kita tidak ingin kinerja tubuh terganggu setelah kita begadang? Apakah ada yang bisa kita lakukan supaya kita bisa tetap bekerja dengan optimal meskipun setelah begadang? Kabar baiknya, terdapat beberapa jenis makanan yang bisa kita konsumsi setelah begadang sehingga tidak terlalu mempengaruhi kinerja tubuh kita keesokan harinya. Wah yang benar nih? Kira-kira makanan apa saja ya yang ampuh untuk mengatasi efek begadang – atau bahkan mampu untuk mengatasi insomnia kita?

    Nah daripada semakin penasaran, yuk kita simak penjelasannya berikut ini!

    1. Telur

    Telur adalah jenis makanan pertama yang ampuh untuk mengatasi efek begadang sehingga kita tidak mudah lelah ketika beraktivitas di pagi hari. Kok bisa begitu? Jawabannya tentu saja karena telur memiliki kandungan EPA dan DHA yang tinggi pada putih telur. Kedua zat ini berfungsi untuk menjaga kesehatan pembuluh darah dengan cara menjaga tekanan darah tetap stabil.

    2. Gandum

    Jenis makanan berikutnya yang bisa kita konsumsi adalah makanan yang mengandung gandum, seperti roti gandum ataupun oatmeal. Makanan yang terbuat dari gandum adalah makanan yang tinggi akan serat juga kaya akan kandungan karbohidrat sehingga kita akan mendapatkan tambahan energi yang banyak dengan mengonsumsi jenis makanan ini. Selain memberikan kita tambahan energi, karbohidrat pada gandum juga berfungsi untuk mencegah peningkatkan kadar glukosa dalam darah.

    3. Mangga

    Mangga adalah salah satu jenis buah yang bisa kita konsumsi untuk mengatasi rasa kantuk berlebihan. Kok bisa? Ketika kita mengantuk, keinginan untuk mengonsumsi makanan manis semakin besar dan sering kali orang memilih untuk mengonsumsi permen ataupun jenis makanan lainnya. Namun, apakah kalian tahu jika kita bisa mengatasi rasa kantuk dengan menggunakan pemanis alami, dan salah satunya berasal dari buah? Mangga memiliki rasa manis yang dapat mengatasi rasa kandung serta dapat meningkatkan energi sehingga kita tidak lemas ketika beraktivitas.

    4. Apel

    Jenis makanan berikutya juga berasal dari buah, yaitu apel. Seperti yang kita tahu, setelah kita begadang maka badan akan cenderung rentan terhadap gangguan endokrin dan hal ini bisa menyebabkan sembelit bahkan obesitas sewaktu-waktu. Namun, kita tidak perlu lagi mencemaskan hal ini ketika kita sudah mengonsumsi apel. Kok bisa? Jawabannya tentu saja karena tingginya berbagai kandungan vitamin dan asam malat pada apel yang mampu menghancurkan lemak dalam tubuh sehingga mencegah obesitas.

    5. Jeruk

    Jeruk adalah salah satu buah yang efektif untuk mengatasi efek begadang karena berbagai kandungannya yang berfungsi untuk membersihkan zat-zat berbahaya dalam tubuh – terlebih membersihkan bagian usus. Bukan hanya itu saja, mengonsumsi jeruk juga sangat efektif untuk mengingkatkan sistem kekebalan tubuh kita sehingga badan tidak lemas setelah begadang.

    6. Kacang-kacangan

    Mengonsumsi kacang-kacangan bukan saja hanya efektif untuk mengatatasi eek begadang tapi juga membuat kita lebih cepat mengantuk di malam hari. Tentu saja tidak semua kacang-kacangan memiliki fungsi yang satu ini memiliki fungsi yang sama, sehingga kita sebaiknya memilih kacang yang kaya akan kandungan magnesium serta tripofan. Contohnya saja kita bisa mengonsumsi kacang almond, brasil, ataupun kenari.

    7. Susu

    Bukan hanya makanan, terdapat beberapa jenis minuman yang mampu mengatasi efek begadang dan salah satunya adalah susu. Kenapa begitu? Tentu saja karena susu mengandung banyak trypthotan dan asam amino yang membantu otak untuk lebih rileks.

    8. Pisang

    Pisang merupakan salah satu buah yang dikenal karena berbagai manfaat yang bisa kita dapatkan dan salah satunya adalah untuk mengatasi efek begadang. Tingginya kandungan magnesium pada pisang meredakan otot yang menegang sebelumnya dan tentu saja membuat badan menjadi lebih rileks. Selain itu kandungan gula dalam pisang juga akan menjadi sumber energi untuk tubuh sehingga kita tidak akan lemas walaupun setelah begadang.

    9. Ikan

    Ikan adalah jenis makanan berikutnya yang bisa kita konsumsi untuk mengatasi efek begadang dan dengan catatan ikan yang dimaksud di sini adalah ikan dengan kandungan minyak yang tinggi. Kandungan lemak tak jenuh pada ikan di sini membantu kita tetap berkonsentrasi serta menjaga mood kita tetap stabil walaupj kita merasa lelah. Beberapa contoh ikan dengan kandungan minuak yang tinggi adalah ikan sarden, tuna, ataupun salmon.

    10. Anggur

    Jenis makanan terakhir yang bisa kita konsumsi untuk mengatasi efek begadang masih beradal dari buah-buahan, lebih tepatnya kita perlu mengonsumsi anggur. Anggur merupakan buah yang kaya akan kandungan antioksidan dan mampu mengatasi rasa lelah yang berlebih bagi mereka yang sering begadang. Selain itu, anggur juga memiliki kandungan asam amino yang tinggi dan hal ini berfungsi untuk meminimalisir timbulnya berbagai masalah pencernaan.

    Nah itu tadi adalah beberapa jenis makanan yang bisa kita konsumsi untuk mengatasi efek setelah begadang. Pastinya kita tidak bingung lagi kan bagaimana untuk mengatasi rasa lelah dan kantuk setelah begadang? Satu hal yang tidak boleh kita lupakan adalah untuk tidak terlalu sering begadang karena dapat mempengaruhi kondisi tubuh kita. So, tunggu apalagi untuk hidup lebih sehat daripada sebelumnya?

    instal aplikasi prosehat

    Read More
WhatsApp Asisten Maya saja