Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Benarkah Gay Lebih Rentan Terkena HIV?

Seiring berjalannya waktu, banyak isu yang berkembang terkait kaum gay, salah satunya adalah tentang benar tidaknya bahwa kaum gay sangat rentan tertular HIV. Human Immunodeficiency Virus(HIV) seperti namanya berarti suatu virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Keadaaan ini menyebabkan seseorang yang terinfeksi HIV akan sangat mudah terinfeksi kuman atau virus lain tanpa adanya perlawanan dari sistem kekebalan tubuh, sehingga sering kali infeksi yang terjadi pada penderita HIV berada dalam kondisi yang sangat berat dan mengancam jiwa karena sulit disembuhkan.

Berbicara mengenai kerentanan kaum gay terkena HIV, pada tahun 2008 CDC (centers for disease control and prevention) mengeluarkan sebuah penelitian bahwa pada tahun 2006 terdapat 53.000 kasus HIV baru di Amerika Serikat pada kelompok usia diatas 13 tahun, jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya sekitar 40.000 kasus baru. Perlu Sobat ketahui bahwa dari kasus-kasus baru ini didapati bahwa 53% diantaranya disebabkan kontak seksual antara pria dengan pria, sedangkan 4% disebabkan kontak seksual pria dengan pria, juga pemakaian obat-obatan. Selain itu, dari seluruh kasus-kasus baru itu 73% diantaranya adalah pria dan dari seluruh pria ini yang mengaku melakukan kontak seksual antara pria dengan pria adalah 72%. Berdasarkan data statistik diatas sebenarnya kita dapat menyimpulkan bahwa kaum gay memang lebih rentan terkena HIV.

Lalu apa sebenarnya yang menyebabkan kaum gay lebih rentan terkena HIV? Menurut National Center for HIV/AIDS, Viral Hepatitis, STD and TB Prevention,ada beberapa hal yang menyebabkan ini terjadi.

  1. Masih tingginya persentase kaum gay yang terinfeksi HIV sehingga angka penularan antara mereka juga tinggi.
  2. Banyak kaum gay yang tidak peduli bahwa mereka terkena HIV atau tidak, hal ini dibuktikan dengan hanya 56% dari kaum gay dan biseksual pada tahun 2008 meningkat menjadi 66% pada tahun 2011 yang mengetahui bahwa mereka terkena HIV, tentunya dari data diatas dapat disimpulkan bahwa masih banyak yang belum mengetahuinya.
  3. Kebiasaan berhubungan seksual secara anal seks yang memiliki risiko tertinggi dalam penularan HIV.
  4. Kaum gay cenderung memiliki pasangan seksual yang banyak dan bergonta-ganti.
  5. Stigma jelek yang berkembang pada masyarakat dan homofobia yang menyebabkan mereka malu atau cenderung menutup diri sehingga keinginan dan kesempatan mereka untuk datang ke pusat layanan kesehatan rendah.

Oleh karena itu,kita harus sadar bahwa kaum gay maupun HIV ada disekitar kita. Nah, hal yang kita lakukan bukanlah menjauhi orangnya tetapi penyakitnya. Berhubungan seksual dengan lawan jenis setelah menikah dan tidak bergonta-ganti pasangan adalah cara terbaik untuk mencegah dan mengurangi penularan HIV.

Jangan lupa Sobat, bagi Anda yang masih membutuhkan ulasan maupun produk kesehatan, silakan akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

instal aplikasi prosehat

Daftar Pustaka

  1. National Center for HIV/AIDS, Viral Hepatitis, STD and TB Prevention. HIV Among Gay and Bisexual Men. CDC ( Centers of Disease Control and Prevention); 2015 p. 1-2.
  2. Darnell B, Guzman A, Krivo-kaufman A. Gay Men and HIV : An Urgent Priority. New York: GMHC (Gay Men’s Health Crisis); 2010.
  3. Dewi G, Indrawati E. Pengalaman Menjadi Gay (Studi Fenomenologi pada Pria Homoseksualitas Menuju Coming Out). Jurnal Empati. 2017;7(3):116-126.
  4. Boellstroff T. Gay dan Lesbian Indonesia Serta Gagasan Nasionalisme. Antropologi Indonesia. 2006;30(1):1-6.
  5. UCD LGBT Society [Internet]. Ucd.ie. 2018 [cited 18 November 2018]. Available from: ucd.ie/lgbt/lgbt-gay.html

 

WhatsApp Asisten Maya saja