Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Posts tagged “ seksualitas”

  • Peran seorang ibu dalam keluarga sangat penting karena mengurus keluarga dan rumah. Selain itu, Ibu juga berperan penting dalam menciptakan dan menjaga keharmonisan di dalam keluarga. Keluarga yang harmonis dan bahagia adalah impian setiap orang dan bukan hal yang mustahil untuk mewujudkannya. Namun, terkadang sesudah menikah dan punya anak, konsentrasi Ibu lebih terfokus pada kebutuhan […]

    Kehidupan Seks tetap Membara setelah Menikah dan Punya Anak

    Peran seorang ibu dalam keluarga sangat penting karena mengurus keluarga dan rumah. Selain itu, Ibu juga berperan penting dalam menciptakan dan menjaga keharmonisan di dalam keluarga. Keluarga yang harmonis dan bahagia adalah impian setiap orang dan bukan hal yang mustahil untuk mewujudkannya.

    Namun, terkadang sesudah menikah dan punya anak, konsentrasi Ibu lebih terfokus pada kebutuhan anak saja, padahal kebutuhan suami istri juga penting untuk diperhatikan. Hal ini karena kehidupan seks pasangan suami istri merupakan salah satu penentu keharmonisan keluarga. 

    Seiring dengan berjalannya pernikahan, beberapa pasangan sering mengeluhkan kehidupan seks mereka tidak berapi-api atau terasa hambar. Padahal, kehidupan seks yang harmonis dapat tercapai bila terjadi kedekatan fisik dan emosional antara pasangan, timbulnya perasaan nyaman, percaya, aman, bebas dari rasa cemas, sehingga terciptanya kepuasan dalam hubungan seks karena hasrat seksual pasangan sudah terpenuhi. 

    Kehidupan seks yang membara mengandung pengertian bahwa hubungan seksual adalah sesuatu yang diinginkan, ditunggu-tunggu dan dalam prosesnya dilakukan oleh pasangan dengan antusias. Manfaat seks sudah tidak diragukan lagi merupakan media agar hubungan antara suami istri menjadi kuat dan merupakan cara berkomunikasi yang efektif dan terbuka. Selain itu, berhubungan seksual dapat membuat badan menjadi lebih bugar, mengurangi kelelahan, dan menghindari stres sehingga kedua pasangan  menjadi bahagia.

    Hubungan seks akan terus terjaga dan berapi-api jika selalu ada hasrat seksual pada kedua pihak. Hasrat seksual ini akan selalu ada jika  tercapai kepuasan seksual dalam setiap kali pasangan berhubungan seksual. Bahkan kepuasan seksual ini menjadi salah satu aspek vital, dan menjadi indikator keberhasilan atau kegagalan suatu hubungan dan merupakan indikator penting dari sebuah kesuksesan pernikahan yang berdampak pada kelangsungan hidup dan kesehatan sebuah keluarga.

    Lalu, sebenarnya apakah yang menyebabkan kehidupan seksual pasangan suami istri menjadi tidak berapi-api lagi?Seringnya masalah seks dalam rumah tangga terjadi bukan karena tidak ada jalan keluar, tetapi karena suami dan istri merasa tidak menemukan cara yang nyaman dan tepat untuk bisa secara lugas mengekspresikan dirinya dan mengatakan secara jujur keinginannya maupun seberapa puas dia terhadap kualitas hubungan seks mereka.

    Ketidak harmonisan hubungan seksual pasti dipicu oleh “masalah” di salah satu bagian dinamikanya. Beberapa sumber masalah yang dapat menyebabkannya antara lain:

    1. Adanya rasa bosan berupa keterampilan yang terbatas dalam hubungan seksual, suasana rutin seksual, dan seks hanya sekadar kewajiban saja.
    2. Perasaan tidak aman, tidak nyaman, dan cemas karena tidak memiliki tempat privat untuk berhubungan seks, takut hamil lagi, tidak percaya diri, ada perasaan terancam, serta kelelahan dan stres.
    3. Ketidakpuasan seksual yang bersumber dari komunikasi yang terhambat, tidak bisa mengekspresikan diri, hubungan yang kurang harmonis dengan pasangan (tidak mengerti pasangan, perbedaan prinsip, ritme, dll)

    Bagi pasangan suami istri, menjaga agar api asmara tetap berkobar membutuhkan dua hal, yaitu hubungan yang dirawat dan hubungan yang dibangun. Nah, bagaimanakah caranya?

    Jangan berhenti berkencan

    Sebagian besar dari kita menganggap bahwa kencan hanya bagian dari awal hubungan, tapi nyatanya hal itu perlu terus dilakukan. “Sebuah kencan bukan berarti Anda harus pergi keluar setiap saat, tetapi yang terpenting adalah anda memiliki momen berduaan”. Misalnya, menonton, memasak, melakukan hobi bersama, dll.

    Siasati untuk menyediakan satu malam dalam sepekan untuk melakukan hal bersama.  Adakan momen bulanan yang spesial dan tidak harus menunggu ulang tahun pernikahan. “Momen itu merupakan kesempatan untuk saling bergandengan tangan, saling memperhatikan dan menghabiskan waktu yang berkualitas satu sama lain.”Salah satu hadiah terbaik yang bisa Anda berikan kepada pasangan adalah waktu, dan momen yang tidak biasa.

    Selalu tampil baru dan bergairah

    Tunjukkan kepada pasangan bahwa masih ada hal-hal baru dalam diri Anda. “Dua hal yang dibutuhkan dalam hubungan jangka panjang untuk bertahan dan berkembang, adalah cinta dan gairah,”. Cinta diciptakan melalui hubungan Anda dan pasangan–sebuah kepedulian satu sama lain. Sedangkan gairah diciptakan dalam misteri antara dua orang, sesuatu yang baru meskipun Anda sudah bersama cukup lama. Kemudian, mulailah berkreasi satu sama lain untuk membangkitkan energi yang menyenangkan.

    Cobalah hal baru di ranjang. Banyak pria ingin menjadi yang terhebat di ranjang, tapi tidak merasa percaya diri untuk mengungkapkan gairah mereka, para wanita juga seringkali merasa kurang PD dengan kondisi tubuhnya pasca melahirkan. Komunikasikan semua “kegalauan” ini pada pasangan, agar masing-masing bisa saling menghargai, saling memenuhi kebutuhan dan tidak saling“menyerang” kelemahan masing-masing.

    Godaan  dan fantasi untuk bercinta, melibatkan fantasi fantasi dalam hubungan seks, maka Anda bisa dan pasangan bisa mulai berfantasi dan melakukan hal-hal baru yang sebelumnya tidak pernah dicoba. Tentu apa yang akan Anda lakukan harus didiskusikan dulu dengan pasangan, apakah dia setuju atau tidak. Seks menjadi sesuatu yang indah selama dilakukan suka sama suka dan tanpa paksaan.

    Kenali  kondisi masing-masing, tidak jarang faktor kelelahan dan stres pekerjaan menjadi hal yang menghambat gairah seks. jika demikian, anda dan pasangan bisa memilih posisi berhubungan seksual yang memang berfungsi meredakan stres dan mengobati kelelahan. Hubungan seksual terbukti dapat merangsang hormon oksitosin yang akan membuat anda santai dan bahagia.

    Komunikasi menjadi salah satu kunci utama menjaga dan membangun hubungan yang nyaman

    Faktor cinta dan komitmen dalam rumah tangga, menjadi dasar yang kuat menghilangkan segala kekakuan, rasa malu dan canggung, dan akhirnya tujuan hubungan intim yang murni akan terwujud, ketika masing masing pasangan memiliki keinginan kuat dan kemauan untuk bicara dan mendengarkan pasangannya.

    Kehadiran pasangan sangat berarti dalam keharmonisan rumah tangga

    Here & Now”, fokus pada pasangan dan masing-masing saling menyadari apa yang sedang dilakukan “disini, saat ini”. Letakan ponsel Anda saat sedang bersama pasangan. “Jika Anda ingin pasangan benar-benar merasa memiliki Anda, Anda tidak bisa terus-terusan memeriksa ponsel Anda di depannya. Ada saatnya kita berada di sebuah tempat untuk hadir, bukan sekedar ada. Anda tidak bisa melakukan hubungan seksual jika Anda terus-terusan memeriksa ponsel untuk mengecek e-mail dan membaca gosip terbaru. Lalu, fokuslah satu sama lainnya agar dapat membantu mempertahankan semangat dalam hubungan Anda, kenali setiap ekspresi dan sentuhannya sebagai bagian dari komunikasi dan menjaga hubungan.

    Buat selalu ada rindu

    Berikan ruang satu sama lain. Hadiah terbaik yang bisa Anda berikan kepada seseorang adalah kesempatan untuk merindukan Anda. Bila menghabiskan waktu terpisah, Anda dapat memikirkan seberapa besar Anda mencintai pasangan saat ini. Ketika Anda menghabiskan waktu terpisah dengan pasangan, seringkali kita merasa rindu dan kehilangan, lalu sadar betapa indahnya bersama.

    Hargailah apa yang Anda miliki. Pada akhirnya, Anda tidak boleh berhenti membiarkan pasangan tahu betapa Anda bersyukur memiliki dirinya dalam hidup. Cara mudahnya adalah dengan memberitahukan betapa berarti dan bahagianya anda memilikinya.

    Dasar dan tujuan pernikahan adalah  untuk saling membahagiakan pasangan masing masing dalam segala hal, termasuk memberi kecukupan materi dan rasa aman, maka seks bukanlah menjadi hal yang tabu untuk dibicarakan karena tujuan mulianya yaitu

    membahagiakan pasangan anda. Sex is part of love in a marriage. You shouldn’t go around doing it unless you are in love and married.

    Kapan waktu terbaik untuk berhubungan seks bagi pasutri yg sudah lama menikah,  agar gairah seks tetap terjaga?

    Waktu terbaik berhubungan seks bergantung pada keleluasaan pasangan. Jadi, tidak ada waktu terbaik khusus untuk melakukan hubungan seks. Saat timbul hasrat seksual dan ketertarikan satu sama lainnya, hubungan seks dapat terjadi, bahkan dapat terjadi spontan.

    Pada beberapa pasangan, ada waktu khusus untuk berhubungan terutama saat program hamil. Namun, seringkali patokan waktu ini justru membuat pasangan menjadi kaku untuk berhubungan seksual.

    Berapa banyak peran psikolog dalam membantu harmonisasi  kehidupan seks pasutri yang mengalami disharmonisasi dalam kehidupan seksnya? Kapankah waktu yang tepat untuk datang ke psikolog?

    Psikolog berfungsi sebagai fasilitator di antara kedua pasangan suami istri. Psikolog akan membantu pasangan untuk menemukan sumber masalahnya dari mana dan dicarikan solusinya. Waktu yang tepat untuk datang ke psikolog adalah ketika pasangan merasakan adanya masalah yang dapat mengganggu keharmonisan keluarga. Jadi, tidak ada waktu khusus yang disarankan agar pasangan menemui psikolog.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Seiring berjalannya waktu, banyak isu yang berkembang terkait kaum gay, salah satunya adalah tentang benar tidaknya bahwa kaum gay sangat rentan tertular HIV. Human Immunodeficiency Virus(HIV) seperti namanya berarti suatu virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Keadaaan ini menyebabkan seseorang yang terinfeksi HIV akan sangat mudah terinfeksi kuman atau virus lain tanpa adanya perlawanan […]

    Benarkah Gay Lebih Rentan Terkena HIV?

    Seiring berjalannya waktu, banyak isu yang berkembang terkait kaum gay, salah satunya adalah tentang benar tidaknya bahwa kaum gay sangat rentan tertular HIV. Human Immunodeficiency Virus(HIV) seperti namanya berarti suatu virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Keadaaan ini menyebabkan seseorang yang terinfeksi HIV akan sangat mudah terinfeksi kuman atau virus lain tanpa adanya perlawanan dari sistem kekebalan tubuh, sehingga sering kali infeksi yang terjadi pada penderita HIV berada dalam kondisi yang sangat berat dan mengancam jiwa karena sulit disembuhkan.

    Berbicara mengenai kerentanan kaum gay terkena HIV, pada tahun 2008 CDC (centers for disease control and prevention) mengeluarkan sebuah penelitian bahwa pada tahun 2006 terdapat 53.000 kasus HIV baru di Amerika Serikat pada kelompok usia diatas 13 tahun, jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya sekitar 40.000 kasus baru. Perlu Sobat ketahui bahwa dari kasus-kasus baru ini didapati bahwa 53% diantaranya disebabkan kontak seksual antara pria dengan pria, sedangkan 4% disebabkan kontak seksual pria dengan pria, juga pemakaian obat-obatan. Selain itu, dari seluruh kasus-kasus baru itu 73% diantaranya adalah pria dan dari seluruh pria ini yang mengaku melakukan kontak seksual antara pria dengan pria adalah 72%. Berdasarkan data statistik diatas sebenarnya kita dapat menyimpulkan bahwa kaum gay memang lebih rentan terkena HIV.

    Lalu apa sebenarnya yang menyebabkan kaum gay lebih rentan terkena HIV? Menurut National Center for HIV/AIDS, Viral Hepatitis, STD and TB Prevention,ada beberapa hal yang menyebabkan ini terjadi.

    1. Masih tingginya persentase kaum gay yang terinfeksi HIV sehingga angka penularan antara mereka juga tinggi.
    2. Banyak kaum gay yang tidak peduli bahwa mereka terkena HIV atau tidak, hal ini dibuktikan dengan hanya 56% dari kaum gay dan biseksual pada tahun 2008 meningkat menjadi 66% pada tahun 2011 yang mengetahui bahwa mereka terkena HIV, tentunya dari data diatas dapat disimpulkan bahwa masih banyak yang belum mengetahuinya.
    3. Kebiasaan berhubungan seksual secara anal seks yang memiliki risiko tertinggi dalam penularan HIV.
    4. Kaum gay cenderung memiliki pasangan seksual yang banyak dan bergonta-ganti.
    5. Stigma jelek yang berkembang pada masyarakat dan homofobia yang menyebabkan mereka malu atau cenderung menutup diri sehingga keinginan dan kesempatan mereka untuk datang ke pusat layanan kesehatan rendah.

    Oleh karena itu,kita harus sadar bahwa kaum gay maupun HIV ada disekitar kita. Nah, hal yang kita lakukan bukanlah menjauhi orangnya tetapi penyakitnya. Berhubungan seksual dengan lawan jenis setelah menikah dan tidak bergonta-ganti pasangan adalah cara terbaik untuk mencegah dan mengurangi penularan HIV.

    Jangan lupa Sobat, bagi Anda yang masih membutuhkan ulasan maupun produk kesehatan, silakan akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. National Center for HIV/AIDS, Viral Hepatitis, STD and TB Prevention. HIV Among Gay and Bisexual Men. CDC ( Centers of Disease Control and Prevention); 2015 p. 1-2.
    2. Darnell B, Guzman A, Krivo-kaufman A. Gay Men and HIV : An Urgent Priority. New York: GMHC (Gay Men’s Health Crisis); 2010.
    3. Dewi G, Indrawati E. Pengalaman Menjadi Gay (Studi Fenomenologi pada Pria Homoseksualitas Menuju Coming Out). Jurnal Empati. 2017;7(3):116-126.
    4. Boellstroff T. Gay dan Lesbian Indonesia Serta Gagasan Nasionalisme. Antropologi Indonesia. 2006;30(1):1-6.
    5. UCD LGBT Society [Internet]. Ucd.ie. 2018 [cited 18 November 2018]. Available from: ucd.ie/lgbt/lgbt-gay.html

     

    Read More
  • Konon katanya hubungan intim atau hubungan seksual menjadi salah satu faktor keharmonisan rumah tangga. Mungkin Sobat pun termasuk salah satu yang setuju dengan pernyataan tersebut. Setiap pasangan tentu memiliki cara tersendiri untuk melakukan dan menyenangkan pasangannya dalam hal seksual. Oral dan anal seks bisa menjadi variasi seksual yang dijadikan alternatif bagi sejumlah pasangan. Nah, berikut […]

    3 Fakta Oral Seks yang Perlu Anda Ketahui

    Konon katanya hubungan intim atau hubungan seksual menjadi salah satu faktor keharmonisan rumah tangga. Mungkin Sobat pun termasuk salah satu yang setuju dengan pernyataan tersebut. Setiap pasangan tentu memiliki cara tersendiri untuk melakukan dan menyenangkan pasangannya dalam hal seksual. Oral dan anal seks bisa menjadi variasi seksual yang dijadikan alternatif bagi sejumlah pasangan.

    Nah, berikut ini ada 3 fakta menarik seputar oral seks yang perlu Sobat ketahui:

    1. Berkaitan dengan Kanker Tenggorokan

    Waduh! Cukup mengerikan ya Sobatjika sudah mendengar kata “kanker’. Ya, kanker tenggorokan memang berkaitan dengan aktivitas oral seks. Namun bukan karena oral seks secara langsung, tapi karena virus Human Papilovirus (HPV) yang dapat ditularkan dari orang ke orang saat berhubungan seksual. Para peneliti telah menemukan bahwa beberapa jenis kanker orofaring (bagian tengah tenggorokan) dan amandel dapat disebabkan oleh jenis HPV tertentu. Pada awal tahun 2000-an, para ilmuwan dapat menggunakan tes DNA tingkat lanjut untuk menemukan HPV 16 pada banyak kasus kanker baru.

    Sebuah penelitian dari New England Journal of Medicine pada tahun 2007 menunjukkan risiko lebih besar untuk kanker orofaring pada orang yang pernah melakukan oral seks dengan setidaknya enam pasangan yang berbeda.

    2. Meningkatkan Relasi Keintiman dengan Pasangan

    Dalam beberapa hubungan dewasa, oral seks dapat meningkatkan hubungan dan menambah kedekatan pada partner, tapi tidak berlaku pada semua pasangan. Jika Anda termasuk individu yang memikirkan faktor higienitas, tentu tidak serta merta mau melakukan oral seks. Selain itu, ada pula sejumlah pasangan yang bingung bagaimana cara melakukannya dan takut pada reaksi dari pasangannya tersebut.

    3. Berisiko Terkena HIV

    prosehat hiv aids

    Penyakit akibat hubungan seksual, termasuk HIV, herpes, sifilis, gonorea, HPV dan hepatitis dapat ditularkan melalui oral seksdenganpasangan yang tertular HIV. Risikonya bergantung pada banyak hal, seperti berapa banyak pasangan seksual yang dimiliki, jenis kelamin, dan tipe oral seks yang dilakukan. Menggunakan pelindung seperti kondom dapat mengurangi risiko. Namun, banyak orang tidak tahu risikonya, dan tetap melakukannya tanpa perlindungan.

    Risiko terkena HIV pada anal seks dan oral seks cukup tinggi, terutama jika salah satu partner adalah HIV positif. Anal seks merupakan hubungan seksual yang melibatkan atau memasukkan penis ke dalam anus, sedangkan oral seks adalah hubungan seksual yang melibatkan penis dan mulut. Sobat dapat menurunkan risiko mendapatkan dan menularkan HIV dengan menggunakan kondom dengan cara yang benar setiap kali berhubungan seks, memilih aktivitas seksual berisiko rendah, minum obat setiap hari untuk mencegah HIV yang disebut pra-paparan profilaksis (PrPP) dan minum obat untuk mengobati HIV jika Anda memiliki HIV yang disebut antiretroviral (ART).

    Memberikan oral seks pada seorang pria telah terbukti dapat menularkan HIVbilasalahsatupasangantertular HIV, meskipun sebagian tetap percaya bahwa risikonya rendah. Risiko meningkat jika orang yang memberikan seks oral memiliki luka atau goresan di mulutnya, bahkan jika luka tersebut kecil yang diakibatkan oleh menggosok gigi sebelum berhubungan seksual. Bilaingin melakukan seks oral yang lebih aman, hindari air mani pada mulut, baik dengan cara menggunakan kondom maupun menghentikan oral seks sebelum ejakulasi.

    Memberikan oral seks pada wanita juga memiliki risiko relatif rendah. Kemungkinan infeksi lebih tinggi jika ada darah menstruasi, jika wanita tersebut memiliki penyakit akibat hubungan seksual lainnya selain HIV, atau jika orang yang melakukan seks oral memiliki luka di mulutnya.

    Oleh karena itu, Sobat perlu mengetahui, apa itu seks yang aman?Artinya adalah berhubungan seks hanya dengan satu pasangan ketika tidak ada satupun dari Anda yang memiliki penyakit akibat hubungan seksual. Namun, ahli kesehatan berpendapat bahwa semua jenis hubungan seksual dapat memiliki risiko. Sebagai contoh, berciuman dianggap merupakan tindakan yang aman, tapi ternyata dapat menularkan herpes jika salah satu pasangan memilikinya.

    Nah, berikut ini sejumlah tips yang berkaitan dengan berhubungan seks yang aman:

    • Diskusikan dahulu riwayat seksual dan penggunaan narkoba bersama dengan pasangan.
    • Untuk oral seks, bantu lindungi mulut dengan meminta pasangan menggunakan kondom.
    • Hindari minuman alkohol atau menggunakan narkoba karena dapat meningkatkan masalah seks berisiko tinggi.
    • Lakukan tes pap smear reguler dan tes periodik untuk penyakit akibat hubungan seksual.
    • Periksa tubuh Anda dan pasangan, apakah terdapat tanda–tanda penyakit akibat hubungan seksual seperti nyeri, lepuh, ruam atau keluarnya cairan. Jika Anda tidak yakin, berkonsultasilah dengan dokter.

    Itulah sederet informasi yang berkaitan dengan oral dan anal seks yang bisa Anda pahami. Bila Sobat masih membutuhkan ulasan maupun produk kesehatan lain, silakan akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. 4 Things You Didn’t Know Abut Oral Sex – webmd.com/sex-relationships/features/4-things-you-didnt-know-about-oral-sex#1, diakses padatanggal 19-11-2018
    2. Anal sex and HIV Risk – cdc.gov/hiv/risk/analsex.html, diakses pada tanggal 19-11-2018
    3. Problems with oral and anal sex – netdoctor.co.uk/ask-the-expert/sex-faqs/a1514/problems-with-oral-and-anal-sex/, diakses pada tanggal 19-11-2018
    4. How risky is oral sex – hivinsite.ucsf.edu/hiv?page=basics-00-08, diaskes pada tanggal 19-11-2018
    5. Safer Sex Guideline – hopkinsmedicine.org/healthlibrary/conditions/gynecological_health/safer_sex_guidelines_85,P00585, diakses pada tanggal 19-11-2018

     

    Read More
  • Pembicaraan tentang seks pada era masa kini memang tak setabu sekian tahun yang lalu. Tak sedikit anak muda yang membahas tema seputar seks bersama teman-teman sebayanya, termasuk masalah oral dan anal seks. Oral seks dan anal seks sebenarnya bukanlah hal yang baru, perilaku seksual seperti ini sebenarnya muncul bersamaan dengan homoseksualitas yang telah ada sejak […]

    Apa Bahaya Oral & Anal Seks dari Sisi Medis?

    Pembicaraan tentang seks pada era masa kini memang tak setabu sekian tahun yang lalu. Tak sedikit anak muda yang membahas tema seputar seks bersama teman-teman sebayanya, termasuk masalah oral dan anal seks. Oral seks dan anal seks sebenarnya bukanlah hal yang baru, perilaku seksual seperti ini sebenarnya muncul bersamaan dengan homoseksualitas yang telah ada sejak zaman dahulu. Namun, sudahkah Sobat mengetahui bahaya oral dan anal seks?

    Sebelum melangkah lebih jauh tentang bahayanya, Sobat sekalian harus mengetahui apa yang dimaksud dengan oral seks dan anal seks. Oral seks adalah suatu perilaku dimana seseorang menggunakan mulut, lidah atau bibirnya untuk menstimulasi atau merangsang organ genital (kemaluan) seseorang. Sedangkan anal seks adalah ketika alat kemaluan pria dimasukkan kedalam anus partner seksualnya dengan tujuan mencapai kepuasan seksual. Seperti perilaku seksual lainnya, beberapa orang mungkin merasakan kepuasan, sebagian lagi tidak. Beberapa orang mungkin merasa penasaran dengan itu, sebagian lagi tahu bahwa mereka tidak nyaman. Namun, apapun itu,Sobat perlu mengetahui apa bahayanya.

    Sekarang kita akan membahas satu persatu tentang bahaya yang mungkin terjadi dari kedua perilaku ini, yang pertama oral seks, sebenarnya belum ada data akurat yang dapat mendeskripsikan berapa persentase orang-orang yang melakukan perilaku ini ditengah masyarakat, tapi persentasenya diperkirakan cukup tinggi terutama kalangan dewasa muda.Lalu apa sebenarnya bahaya oral seks? bahayanya karena banyak penyakit menular seksual yang dapat ditularkan melalui oral seks. Penularan dapat melalui kontak kulit dengan kulit atau rambut dengan rambut, serta melalui cairan tubuh. Adapun penyakit menular seksual yang paling sering terjadi ialah penyakit herpes, gonore (raja singa) dan sipilis. Sedangkan penyakit lain seperti chlamydia, HIV, hepatitis A, hepatitis B dan hepatitis C lebih jarang kejadiannya. Sedangkan anal seks yang selama ini selalu dikaitkan dengan kaum homoseksual ternyata juga dialami oleh kaum wanita. Lantas apa bahaya dari anal seks? bahaya terbesar dari anal seks yaitu HIV, dimana penularannya lebih cepat dibanding berhubungan melalui vagina.

    Sebuah penilitian yang dilakukan oleh The AIDS Scientific Community menunjukkan bahwa wanita yang berhubungan seks melalui anus 5,1 kali lebih mungkin tertular HIV dibanding yang berhubungan seks melalui vagina. Mereka juga menemukan bahwa 46% wanita yang berhubungan seks dengan pria terinfeksi HIV secara anal, positif terinfeksi HIV. Pada dasarnya mukosa (dinding permukaan) saluran cerna bawah (usus besar hingga anus) memiliki lapisan pelindung yang mampu mencegah kuman atau bahan beracun. Namun, cairan semen (mani) manusia mengandung zat kimia(enzim kolagenase dan spermin ) yang mampu merusak dinding mukosa anus, ditambah lagi anus dan saluran cerna bawah tak mampu menghasilkan lendir pelumas seperti yang mampu dihasilkan vagina. Hal ini menyebabkah dinding mukosa cerna bagian bawah dan anus akan lebih mudah luka atau lecet sehingga virus maupun kuman akan lebih mudah masuk. Oleh sebab itu Sobat, pada dasarnya oral seks dan anal seks sangatlah berisiko sehingga ada baiknya berhubungan seks dilakukan secara normal dan dengan pasangan yang sah agar kemungkinan-kemungkinan buruk tadi tidak terjadi.

    Selain topik masalah seksual, Anda juga bisa menambah ilmu dengan mengikuti artikel kesehatan lain dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Jika membutuhkan produk kesehatan, Sobat juga bisa  menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Oral : Looking After Your Sexual Health [Internet]. 1st ed. London: The Family Planning Association; 2018 [cited 21 November 2018]. Available from: fpa.org.uk
    2. Naftalin R. Anal sex and AIDS. Nature. 1992;360(6399):10-10.
    3. Karim S, Ramjee G. Anal sex and HIV transmission in women. American Journal of Public Health. 1998;88(8):1265-1266.
    4. STD Risk and Oral Sex | STD | CDC [Internet]. Cdc.gov. 2018 [cited 21 November 2018]. Available from: cdc.gov/std/healthcomm/stdfact-stdriskandoralsex.htm
    5. What is anal sex, and how do you do it? – Sex, Etc. [Internet]. Sexetc.org. 2018 [cited 21 November 2018]. Available from: sexetc.org/info-center/post/what-is-anal-sex-and-how-do-you-do-it-are-there-any-risks/
    Read More
WhatsApp Asisten Maya saja